ii KATA PENGANTAR Puji syukur kami hanturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan penyusunan ebook yang berjudul “Monitoring Jaringan” ini. Kami juga menyampaikan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu kami baik secara langsung maupun secara tidak langsung dalam menyusun ebook ini. Tujuan pembuatan ebook ini adalah untuk memenuhi tugas Administrasi Sistem Jaringan yang diberikan oleh guru sekaligus sebagai dokumentasi hasil praktek yang telah kami lakukan. Tentunya dalam ebook ini masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena hal tersebut kami memohon dukungan dari para pembaca berupa segala bentuk kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca. Kami berharap ebook ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Dukuhturi, Februari 2023 Penyusun
iii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL................................................................................................. i KATA PENGANTAR............................................................................................... ii DAFTAR ISI ............................................................................................................. iii BAB 1 MATERI........................................................................................................ 1 A. TEORI ........................................................................................................... 1 B. PRAKTEK..................................................................................................... 4 DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 28
1 BAB 1 MATERI A. TEORI Jaringan komputer adalah beberapa komputer yang saling berhubungan dan melakukan komunikasi satu dengan yang lain menggunakan perangkat keras jaringan. Perkembangan jaringan komputer yang semakin berkembang pesat serta diikuti dengan perkembangan telekomunikasi menjadi faktor pendorong dimana harus dilakukan monitoring untuk setiap perangkat jaringannya. Pemanfaatan penggunaan teknologi tersebut juga sangat beragam dalam berbagai kegiatan sehingga pada data multimedia dibutuh-kan suatu unjuk kerja protokol yang handal dan cepat dalam proses pengirimannya. Dengan adanya protokol SNMP yang kemampuan pengumpulan data manajemen perangkat jaringan dan pengkonfigurasian perangkat jaringan secara jarak jauh (remotely). SNMP menggunakan data komunikasi yang terhubung dengan peralatan jaringan tersebut untuk dilakukan monitoring. SNMP menggunakan komunikasi UDP yang mengirimkan sejumlah informasi yang cepat namun kurang terjamin, perangkat jaringan yang sebagai pengirim dan penerima tidak perlu melakukan negosiasi saat transaksi data karena data yang ditranster telah sesuai dengan konfigurasi UDP. Permasalahan yang dialami suatu jaringan komputer apabila terjadi slow ataupun failing components yang disebabkan oleh berbagai macam hal seperti overloaded,crashed application server, web servers dan other systems, permasalahan koneksi network dan device, ataupun juga human error [14]. Tujuan pada buku ini adalah membangun sistem monitoring jaringan server yang dapat memudahkan administrator jaringan untuk mengetahui permasalahan tersebut. Pada penulisan ini ada beberapa penggunaan fitur pada Linux yang digunakan untuk memaksimalkan monitoring server yang bertujuan mengetahui keadaan status dari suatu host serta memantau keadaan komputer client dan service yang berjalan di dalamnya, seperti mengetahui saat komputer client dalam keadaan hidup (up)
2 atau mati (down). Dari masing-masing fitur yang digunakan mempunyai perannya masing-masing. Apache2 berperan sebagai server web yang menjalankan beberapa aplikasi. PHP berperan sebagai bahasa pemograman. MySQL berperan sebagai database server untuk menyimpan konfigurasi. SNMP bertugas sebagai protokol yang mengatur pengiriman dan penerimaan data dari beberapa perangkat jaringan yang terhubung. Cacti merupakan aplikasi utama yang digunakan untuk melakukan monitoring perangkat jaringan terutama server dalam bentuk grafik yang lengkap, Cacti berisi datadata jaringan untuk setiap perangkat. Semakin banyak perangkat yang digunakan akan seorang administrator jaringan juga membutuhkan alat untuk melakukan monitoring. Dengan server lokal yang memanfaatkan open source software dapat memaksimalkan administrator jaringan. Administrator sebagai penanggung jawab suatu sistem. Seorang administrator jaringan harus selalu melakukan pengecekan terhadap kondisi terkini dari jaringan yang dikelolanya. 1. Pengertian cacti CACTI adalah salah satu software yang digunakan untuk keperluan monitoring yang banyak digunakan saat ini. Cacti menyimpan semua data / informasi yang diperlukan untuk membuat grafik dan mengumpulkannya dengan database MySQL. Untuk menjalankan cacti diperlukan software pendukung seperti MySQL, PHP, RRDTool, net-snmp, dan sebuah webserver yang support PHP seperti Apache atau IIS. 2. Fitur yang ada pada cacti Berikut ini adalah beberapa contoh fitur yang ada pada CACTI yaitu: a. Memory Usage berfungsi untuk mengetahui memory yang dipakai oleh server, seberapa besar memory dari server tersebut terpakai. b. Logged in user berfungsi untuk mengetahui dari user yang terhubung kepada server tersebut. c. Processor berfungsi untuk mengetahui processor dari server tersebut. 3. Fitur-fitur yang didapatkan sebagai berikut:
3 a. Jumlah graph itern yang tidak terhingga, dapat didefinisikan untuk setiap graph secara optional dengan menggunakan CDEF atau data source dari Cacti. b. Mendukung semua tipe graph dari RRDTools, termasuk ARXAq STACK LINEU--31, GPRINT, COMMENT, VRULE, dan HRULE. c. Data source dapat dibuat dengan memanfaatkan fungsi "create" dan "update", yang terdapat pada RRDTool's. d. Mendukung file RRD dengan lebih dari satu data source, dan dapat menggunakan sebuah RRD file yang disimpan di mana saja dalam suatu local fiIe system. e. Memiliki tree view yang memudahkan user untuk membuat graph hierarchies, dan meletakkan graph dalam suatu tree. Memiliki manajemen berbasis user, yang memudahkan administrator untuk menciptakan user, dan memberikan tipe permission yang berbeda antaruser. 4. Alat dan Bahan 1. Akses internet 2. Mikrotik RB 941 3. Kabel UTP tipe Straight 4. Komputer atau Laptop terinstall WINBOX dan VirtualBox 5. File ISO ubuntu 20.04.5
4 B. PRAKTEK 1. Masuk ke virtual box 2. Pertama buka virtual box lalu klik new unutuk membuat mesin terlebih dahulu seperti gambar dibawah ini lalu next. Pada bagian : a. Name : Isi dengan nama file virtual box yang akan dibuat. Sebagai contoh nama filenya : Ubuntu-Cacti-nadeay b. Machine Folder : lebih baik arahkan ke folder anda sendiri atau folder lain seperti pada gambar c. Type : untuk memilih sistem operasi OS, klik pada bagian panah bawah dan pilih OS yang akan diinstall. Contohnya : Linux atau pilih sesuai type OS yang akan diinstall d. Version : untuk memilih versi OS, klik pada bagian panah bawah dan pilih versi yang akan diinstall. Contohnya : Ubuntu (64-bit) atau pilih sesuai versi OS yang akan diinstall. 3. Kemudian kita atur untuk memory size nya, VirtualBox biasanya memberikan rekomendasi kapasitas memory / RAM sesuai sistem operasi yang akan diinstall. Tentunya bisa dirubah / disesuaikan dengan kebutuhan
5 sistem operasi virtual supaya lancar pada saat dijalankan. Atau Tentukan saja sesuai yang direkomendasikan. Seperti pada contoh di bawah, memory sizenya sebesar 1024 MB. Setelah ditentukan → klik Next. 4. Selanjutnya untuk Membuat File Hard Disk Virtual Baru → Pilih Create a virtual hard disk now → Lalu klik Create. Keterangan: a. Do not add a virtual hard disk Pilihan ini digunakan untuk user tingkat mahir, dimana hard disk virtual akan dibuat dalam pengaturan terpisah setelah pembuatan file virtual mesin selesai. b. Create a virtual hard disk now Pilihan ini digunakan untuk membuat hard disk virtual baru bersamaan dengan pembuatan file baru pada virtual mesin. c. Use an existing virtual hard disk file Pilihan ini digunakan untuk memilih/menggunakan hard disk virtual yang ada atau sudah pernah dibuat sebelumnya.
6 5. Selanjutnya menentukan Type File Hard Disk Virtual Baru → Pilih VHD (VirtualBox Hard Disk) → Lalu klik Next Keterangan: a. VDI (Virtualbox Disk Image) adalah format native dari Virtual Box b. VHD (Virtual Hard Disk) adalah format native dari Microsoft Virtual PC c. VMDK (Virtual Machine Disk) adalah format native dari VMware 6. Selanjutnya memilih Cara Penyimpanan Hard Disk Virtual pada Hard Disk Fisik.
7 Pada langkah ini ada dua pilihan pengaturan yaitu : a. Dynamically Allocated, besarnya hard disk fisik akan dialokasikan secara dinamis berdasarkan jumlah berkas real yang tersimpan pada hard disk virtual, tidak berdasarkan besarnya kapasitas/ukuran hard disk virtual yang telah di tentukan. b. Fixed Size, kapasitas hard disk fisik yang digunakan berdasarkan kapasitas hard disk virtual yang dibuat. Pilih sesuai kebutuhan (direkomendasikan menggunakan Dynamically Allocated) → kemudian pilih Next. 7. Selanjutnya menentukan Lokasi Folder dan Kapasitas Hard Disk Virtual Keterangan: a. Untuk lokasi folder kita ubah di file D dengan mengklik icon folder seperti gambar dibawah. b. Tentukan kapasitas/ukuran hard disk virtual sesuai kebutuhan. Disini kita ubah menjadi 32GB sesuai dengan kebutuhan. Jika sudah ditentukan → klik Create.
8 8. Sebelum Menginstall Guest OS, ada beberapa penyetingan yang harus dilakukan. Pertama masuk menu settings lalu setting pada Storage dan Network. Langkah-langkah untuk mengatur Storage dan Network: Klik Storage → klik empty → klik icon CD/DVD → klik Choose/Create a Virtual Optical Disk dan cari file iso Ubuntu 20.04.5 → kalau sudah muncul langsung klik.
9 Selanjutnya klik Network Pada bagian ini kita biarkan saja menggunakan Not attached karena akan kita ubah nanti. 9. File Hard Disk Virtual mesin Baru siap digunakan Selanjutna, Klik file hard disk virtual mesin baru, → lalu klik Start Sehingga tampil seperti pada gambar dibawah. Disini kita disuruh untuk memilih bahasa yang akan digunakan untuk proses instalasi. Seperti contoh kita akan memilih bahasa Inggris atau sesuai keinginan lalu tekan enter.
10 10. Selanjutnya memilih tata letak keyboard. Keyboard bahasa inggris dipakai bagi banyak pengguna. Pilih “Done” di akhir layar dan tekan tombol Enter, untuk melanjutkan ke langkah berikutnya. 11. Proses instalasi Ubuntu sekarang menunjukkan kartu jaringan mana yang terdeteksi di server. Jika jaringan tidak memiliki server DHCP, kita dapat memasukkan alamat IP static sekarang dengan memilih kartu jaringan.
11 Tetapi di sini kita lewati saja langsung saja pilih “Continue without network” 12. Sekarang kita dapat mengatur alamat server proxy jika proxy diperlukan untuk mengakses internet. Dalam kasus ini, tidak ada proxy yang diperlukan, jadi kita cukup memilih "Done" untuk melanjutkan ke langkah penginstalan berikutnya.
12 13. Di sini kita dapat memilih dari mana pembaruan server mirror Ubuntu dan file instalasi akan diunduh. Kita akan tetap menggunakan default dan lanjut ke penginstalan berikutnya. 14. Instalasi server Ubuntu sekarang menunjukkan harddisk yang telah dideteksi di server. Disk instalasi adalah HD 32.22GB. Lalu kita tambahkan tanda “X” di “set up this diskas an LVM group” dengan menekan tombol spasi. Disini kita akan memilih untuk menggunakan seluruh disk untuk instalasi Ubuntu. Jika ingin memerlukan layout khusus yang terdiri dari beberapa partisi, pilih "Custom storage layout" dan buat partisi sesuai kebutuhan.
13 15. Proses instalasi berikutnya menunjukkan konfigurasi penyimpanan default di bawah ini. Pilih "Done" untuk melanjutkan ke proses berikutnya. 16. Sebelum penginstalan dimulai, Instalasi Ubuntu meminta untuk mengkonfirmasi partisi. Tekan tombol "Tab" sampai opsi "Continue" disorot dengan warna merah, lalu tekan "Enter" untuk melanjutkan.
14 17. Sekarang saatnya mengatur nama server (nama host) dan nama pengguna dan kata sandi administrator. Sebagai contoh saya akan memilih nama pengguna “cacti”, harap gunakan nama lain dan lebih aman di pengaturan asli. Pengguna shell Ubuntu yang kita buat pada langkah ini memiliki izin sudo, artinya ia dapat mengatur sistem dan menjadi pengguna root melalui sudo.
15 18. Sebagian besar server Linux dikelola melalui jaringan menggunakan SSH. Pada langkah ini, penginstal Ubuntu dapat menginstal server SSH secara langsung. Pilih kotak centang "Instal OpenSSH Server" dan lanjutkan ke langkah berikutnya. 19. Pada langkah ini, dapat melakukan prainstal layanan yang biasa digunakan melalui Snap installer. Langsung saja pilih “Done” untuk melanjutkan instalasi.
16 20. Instalasi Ubuntu sekarang melanjutkan penginstalan berdasarkan pengaturan yang telah kita pilih. Tunggu beberapa saat untuk menyelesaikan instalasi. Jika Instalasi Ubuntu berhasil diselesaikan. Pilih "Reboot" untuk mem-boot server ke sistem Ubuntu 20.04 yang baru diinstal. 21. Sekarang login di shell (atau dari jarak jauh dengan SSH) di server sebagai pengguna "cacti". Nama pengguna mungkin berbeda jika Anda memilih nama yang berbeda pada saat penginstalan.
17 22. Selanjutnya kita ubah network dengan mengklik tombol devices-NetworkNetwork Setting lalu akan muncul tampilan seperti dibawah ini. Ubah adapter 1 di Attached to menjadi “Bridge Adapter” dan Promiscuous Mode menjadi “Allow All” seperti gambar dibawah ini. 23. Berikutnnya kita setting gateaway, masuk ke Winbox lalu masuk ke menu IP-DHCP-Client, kemudian klik (+) lalu tambahkan untuk ether 1. DHCP Client ini berfungsi untuk memastikan agar perangkat yang terhubung pada suatu jaringan mendapatkan alamat IP yang sesuai yang telah diberikan oleh server.
18 24. Lalu kita masuk ke menu DNS, kemudian kita ceklis pada Allow Remote Request. DNS (Domain Name System) ini merupakan sebuah sistem yang bertugas menyimpan semua informasi data domain dalam jaringan. Dengan adanya DNS, domain atau hostname yang ada akan ditranslate dan diterjemahkan dalam alamat IP sehingga dapat diakses.
19 25. Selanjutnya kita ke menu IP-address, lalu kita buat ip address untuk ether 2. IP address ini berfungsi untuk memastikan agar data dikirimkan ke perangkat yang tepat. 26. Lalu kita setting DHCP server, DHCP server ini adalah sebagai pihak yang membantu administrator dalam memberikan alamat IP. Kemudian kita buat DHCP Server, masuk ke menu IP-DHCP Server lalu DHCP Setup 27. Setelah itu kita masuk ke menu Firewall -> NAT, lalu kita tambahkan untuk ether 1. NAT (Network Address Translation) ini berfungsi untuk melakukan pengubahan baik dari src-address maupun dst-address. Pengguna Nat sendiri biasanya memanfaatkan sistemnya karena tidak terdapat batasan tentang jumlah halaman web yang bisa diakses.
20 28. Setelah reboot, Kita dapat login dengan nama pengguna yang sudah dibuat sebelumnya (misalnya cacti ). Karena kita harus menjalankan semua langkah ini dengan hak akses root, kita dapat menambahkan semua perintah dalam tutorial ini dengan string sudo , atau kita menjadi root sekarang dengan mengetik: sudo su lalu enter. 29. Jika sudah maka kita akan login sebagai root. Selanjutnya Update sistem operasi Ubuntu dahulu, tambahan repository dari Epel/REMI dengan mengetik perintah “apt-get update”. Tunggu beberapa saat untuk mengupdate.
21 30. Jika sudah selesai Cacti akan memerlukan mysql database maka harus menginstalnya, kita menggunakan mariadb database. Lakukan Instalasi paket-paket agar Cacti dapat digunakan. Dengan mengetik perintah “apt-get install cacti” 31. Disini ditanyakan apakah ingin melanjutkan installasi atau tidak, maka kita pilih yes dengan mengetik perintah “Y” 32. Selanjutnya Pilih apache2 untuk web server. Lalu klik OK.
22 33. Kemudian pilih yes untuk melakukan konfigurasi pada database untuk cacti 34. Set password untuk akses MySQL dan password ini nanti nya akan digunakan untuk login ke Cacti.
23 35. Masukan password yang sama seperti sebelumnya untuk confrimation. 36. Selanjutnya kita cek ip yang sudah kita dapat. Dengan mengetik perintah “ip add” lalu enter. Disini dapat dilihat kita mendapatkan ip 192.168.254.252
24 37. Selanjutnya masuk ke menu SNMP Settings dengan mencentang tulisan “Enabled” lalu klik OK. SNMP (Simple Network Management Protocol) merupakan protokol yang digunakan untuk memanajemen atau memonitoring perangkat perangkat jaringan. Administrator jaringan biasanya memanfaatkan protokol ini untuk monitoring device yang mereka tangani. 38. Setelah itu buka browser web dan navigasikan ke “ http://(nama host atau alamat IP server Cacti)/cacti/ ” dari sistem klien yang diotorisasi di server Cacti. Kemudian login dengan user (admin) dan masukan password, Jika sudah klik Login.
25 39. Setelah login maka akan diarahkan ke interface cacti seperti dibawah ini. 40. Pertama buatlah device baru dengan cara pilih “Create Device”. Setelah itu, isi kotak dialog di bawah, dengan informasi host yang akan Anda monitor. Isikan localhost untuk perangkat cacti sendiri.
26 41. Pada Assosiated Graph Templates, isilah dengan kebutuhan untuk monitoring, misal memory usage, process yang berjalan, dan lain sebagainya. Lalu dibagian Associated Data Queries Disini kita akan meng add semua nya lalu klik Save 42. Selanjutnya pada Create-New Graphs di bagian Data Query [SNMPInterfaces Statistics] centang semua pada tombol kotak sebelah kanan seperti pada di gambar.
27 43. Selanjutnya untuk melihat grafik kita dapat melihat nya dibagian menu Graphs pada bagian atas lalu tekan ikon kanan atas yang berbentuk seperti grafik. Dan disini kita sudah bisa melihat grafik nya. Total grafik nya ada 9 seperti pada gambar dibawah ini.
28 DAFTAR PUSTAKA https://media.neliti.com/media/publications/460835-none-e3e809d5.pdf