TEORI-TEORI MASUKNYA AGAMA DAN KEBUDAYAAN HINDU DAN
BUDDHA KE INDONESIA
Kata Pengantar
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Mahaa Esa. Atas limpahan
rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan modul ini dengan tepat waktu,
dalam modul ini membahas tentang “Teori-Teori Masuknya Agama dan Kebudayaan
Hindu dan Buddha ke Indonesia ”.
Pembuatan modul ini bertujuan untuk melengkapi perangkat pembelajaran
UKIN PPG Sejarah Indonesia Daljab Angkatan 2 tahun 2020. Penulis menyadari, dalam
pembuatan modul ini masih banyak sekali kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang
bersifat membangun dari pembaca sangat Penulis harapkan. Semoga modul yang
sederhana ini akan memberikan manfaat khususnya bagi penulis dan bagi pembaca pada
umumnya.
Semarapura, Nopember 2020
Ni Kadek Juliasti
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari uraian Modul ini, diharapkan kamu dapat:
1) Setelah membaca teks power point yang diunggah di googgle classroom, peserta
didik dapat menjelaskan pengaruh masuknya agama dan kebudayaan Hindu dan
Buddha ke Indonesia dalam bidang bahasa dan tulisan, sistem pemerintahan, dan
seni bangunan
2) Setelah membaca teks power point dan menonton video pada link
https://www.youtube.com/watch?v=rjIb3F7xHYo&t=13s, peserta didik dapat
menganalisis berbagai teori tentang proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu
dan Buddha ke Indonesia dengan tepat
3) Setelah kegiatan literasi bahan ajar dan diskusi melalui melalui whatsapp group,
peserta didik dapat membuat laporan tertulis tentang proses masuknya agama dan
kebudayaan Hindu dan Buddha ke Indonesia serta pengaruhnya pada kehidupan
masyarakat Indonesia masa kini dalam dengan tepat
4) Setelah kegiatan diskusi, peserta didik dapat mepresentasikan laporan tentang
proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu dan Buddha ke Indonesia serta
pengaruhnya pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini dan menunjukkan
sikap disiplin dan toleransi
Kompetensi Inti
KI 1 : “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”.
KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
Kompetensi Dasar
3.5 Menganalisis berbagai teori tentang proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu
dan Buddha ke Indonesia
4.5 Mengolah informasi tentang proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu dan
Buddha ke Indonesia serta pengaruhnya pada kehidupan masyarakat Indonesia masa
kini serta mengemukakan-nya dalam bentuk tulisan
Sasaran
1. Meningkatkan kualitas nasionalisme siswa
2. Meningkatkan intelektual siswa
3. Memupuk rasa percaya diri terhadap siswa
4. Meningkatkan kerjasama dan kepedulian siswa
Materi Ajar
TEORI-TEORI MASUKNYA AGAMA DAN KEBUDAYAAN HINDU DAN
BUDDHA KE INDONESIA
Materi Modul
(Sumber : Internet)
Perhatikan gambar di atas. Tentu kamu pernah membaca atau bahkan datang untuk
melihat kemegahan Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Kedua candi ini
merupakan peninggalan masa Hindu-Buddha dan berlokasi di Jawa Tengah.
Candi Borobudur terletak di Kota Magelang, Jawa Tengah. Dari bentuk
arsitekturnya candi itu merupakan candi Buddha. Candi yang megah itu merupakan satu
di antara tujuh keajaiban dunia. Kamu tentu bangga dengan tinggalan budaya itu dan
harus dapat merawat peninggalan yang sangat berharga tersebut. Tidak jauh dari Candi
Borobudur, terdapat Candi Prambanan. Candi Hindu itu terletak di perbatasan Kota
Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Klaten, Jawa Tengah. Kedua candi yang megah
itu merupakan bukti perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia.
Dua mahakarya itu merupakan bukti-bukti pencapaian yang luar biasa pada
Dinasti Syailendra. Setelah masa dinasti tersebut surut, pusat kebudayaan dan politik
kerajaan pindah ke Jawa bagian timur. Di Jawa bagian timur itu kemudian berdirilah
kerajaan yang diperintah oleh keturunan Raja Mataram yang bernama Mpu Sindok.
Beberapa sumber sejarah yang berasal dari Cina menyebutkan tentang adanya hubungan
perkawinan antara raja Jawa dan Bali pada masa pemerintahannya.
Sementara itu, di Sumatra terdapat Kerajaan yang sangat terkenal, yaitu
Sriwijaya. Kerajaan yang handal menjalin hubungan dengan dunia internasional melalui
jaringan perdagangan dan kemaritimannya. Dalam masa itulah para pedagang datang
dari India, Cina dan Arab untuk meramaikan Sriwijaya. Saat Sumatra berada di bawah
Dinasti Syailendra, kerajaan itu dapat menguasai kerajaan-kerajaan lain di sepanjang
Selat Malaka. Pada masa itu pula hubungan dengan India dan Cina berkembang pesat.
Bahkan hubungan itu sangat berpengaruh dalam perkembangan budaya pada masa itu,
bahkan hingga saat ini pengaruh kedua budaya itu masih dapat kita temui.
Sebelum kebudayaan India masuk, pemerintahan desa dipimpin oleh seorang
kepala suku yang dipilih oleh anggota masyarakat. Seorang kepala suku merupakan
orang pilihan yang mengetahui tentang adat istiadat dan upacara pemujaan roh nenek
moyangnya dengan baik. Ia juga dianggap sebagai wakil nenek moyangnya. Ia harus
dapat melindungi keselamatan dan kesejahteraan rakyatnya. Karena itulah larangan dan
perintahnya dipatuhi oleh warganya. Setelah masuknya budaya India, terjadi perubahan.
Kedudukan kepala suku digantikan oleh raja seperti halnya di India. Raja memiliki
kekuasaan yang sangat besar. Kedudukan raja tidak lagi dipilih oleh rakyatnya, akan
tetapi diturunkan secara turun temurun. Raja merupakan penjelmaan dewa yang
seringkali disembah oleh rakyatnya.
Kebudayaan Hindu di zaman itu mempunyai kekuatan yang besar dan serupa
dengan zaman modern saat ini, seperti kebudayaan Barat ataupun kebudayaan Korea
yang hampir mempengaruhi seluruh kehidupan semua bangsa-bangsa di dunia.
Demikian halnya dengan kebudayaan intelektual agama Hindu pada masa itu yang
mempunyai pengaruh kuat di Asia Tenggara.
Tanda-tanda tertua adanya pengaruh kebudayaan Hindu di Indonesia berupa
prasasti-prasasti yang ditemukan di daerah Sungai Cisedane dekat Kota Bogor saat ini.
Juga di Jawa Barat dekat Kota Jakarta. Disamping itu kita juga dapat melihat
peninggalan kebudayaan Hindia itu di sepanjang pantai Kalimantan Timur, yaitu di
daerah Muara Kaman, Kutai. Di daerah Kota Bangun Kutai,
Kalimantan Timur, juga ditemukan arca Buddha. Arca Buddha itu memperlihatkan
ciri seni area dari India Utara. Kalau begitu kapan kebudayaan Hindu-Buddha dari India
itu masuk ke Kepulauan Indonesia?
Terdapat berbagai pendapat mengenai proses masuknya Hindu-Buddha. Sampai
saat ini masih ada perbedaan pendapat mengenai cara dan jalur proses masuk dan
berkembangnya pengaruh Hindu-Buddha di Kepulauan Indonesia. Beberapa pendapat
(teori) tersebut dijelaskan pada
uraian berikut:
Teori Brahmana disampaikan oleh Van Leur, yang
menyatakan bahwa Agama Hindu Buddha yang berkembang
di Kepulauan Nusantara disebarkan langsung oleh para
pendeta yang datang langsung dari India guna melakukan Gambar 01.Van Leur
perjalanan suci menyebarkan agamanya. Pendapat van Leur didasarkan atas temuan-
temuan prasasti yang menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa. Bahasa dan
huruf tersebut hanya dikuasai oleh kaum Brahmana. Selain itu adanya kepentingan dari
para penguasa untuk mengundang para Brahmana India. Mereka diundang ke Asia
Tenggara untuk keperluan upacara keagamaan. Seperti pelaksanaan upacara inisiasi
yang dilakukan oleh para kepala suku agar mereka menjadi golongan ksatria.
Pandangan ini sejalan dengan pendapat yang dikemukan oleh Paul Wheatly bahwa para
penguasa lokal di Asia Tenggara sangat berkepentingan dengan kebudayaan India guna
mengangkat status sosial mereka. F.D.K Bosch sependapat dengan Van Leur bahwa
hanya golongan cendekiawanlah yang dapat menyampaikan unsur-unsur Budaya India
kepada bangsa Indonesia. Golongan ini oleh Bosch disebut dengan “Clerks”dan proses
yang terjadi anatar budaya Indonesia dan India diistilahkan dengan “”penyuburan”.
Akan tetapi teori ini memiliki kelemahan seperti dalam tradisi Hindu-Budha kaum
Brahmana pantang menyeberang lautan.
Teori Waisya disampaikan oleh N. J Krom yang menyatakan bahwa Agama dan
Kebudayaan Hindu dan Buddha yang berkembang di
Kepulauan Nusantara di bawa oleh kaum pedagang yang aktif
melakukan kontak dengan masyarakat lokal. Teori ini
didukung oleh data arkeologi maupun sejarah yang
Gambar 02. N.J.Krom mengindikasikan pesatnya arus pelayaran-perdagangan antara
Kawasan India-Nusantara-Cina pada tarikh permulaan abad
Masehi. Pada masa tersebut terdapat dua jalur utama pelayaran-perdagangan, yaitu;
jalur sutra yang melewati daratan Asia Tengah dan jalur laut yang melewati perairan
Asia Tenggara Kepulauan (Soepomo, 1995: 291-292). Pada mulanya para pedagang
India berlayar untuk berdagang. Pada saat itu jalur perdagangan ditempuh melalui
lautan yang menyebabkan mereka tergantung pada musim angin dan kondisi alam. Bila
musim angin tidak memungkinkan maka mereka akan menetap lebih lama untuk
menunggu musim baik. Para pedagang India pun melakukan perkawinan dengan
penduduk pribumi dan melalui perkawinan tersebut mereka mengembangkan
kebudayaan India. Menurut G. Coedes, yang memotivasi para pedagang India untuk
datang ke Asia Tenggara adalah keinginan untuk memperoleh barang tambang terutama
emas dan hasil hutan. Teori ini diperkuat dengan Banyaknya sumber daya alam di
Indonesia membuat para Waisya (kelompok pedagang) tertarik untuk bertransaksi jual
beli di Indonesia, dan pada saat itu, kebanyakan pedagang yang datang ke Indonesia
berasal dari India yang merupakan pusat agama hindu, sehingga ketika mereka
berdagang, mereka juga menyebarkan ajaran agama Hindu dan Buddha. Tetapi teori ini
juga memiliki kelemahan seperti para pedagang yang termasuk dalam kasta Waisya
tidak menguasai bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa yang kaum Waisya tidak
mempunyai tugas untuk menyebarkan agama Hindu sebab yang bertugas menyebarkan
agama Hindu adalah Brahmana dan para pedagang tidak menguasai secara mendalam
ajaran agama Hindu dikarenakan mereka tidak memahami bahasa Sansekerta sebagai
pedoman untuk membaca kitab suci Weda.umumnya hanya dikuasai oleh kasta
Brahmana.
Teori Ksatria. Teori ini juga disebut teori prajurit
atau kolonisasi yang dikemukakan R.C. Majundar, CC.
Berg dan FDK. Bosch. FDK. Bosch menggunakan istilah
hipotesa ksatria. Menurut teori ini, peran utama masuknya
budaya India ke Indonesia adalah ksatria. Hal ini
disebabkan di India terjadi kekacauan politik yaitu perang
Gambar 03 R.C.Majundar
brahmana dengan ksatria, para ksatria yang kalah
melarikan diri ke Indonesia. Mereka mendirikan kerajaan dan menyebarkan agama
Hindu. Pendukung teori ini kebanyakan sejarawan India, terutama Majumdar dan
Nehru. Hipotesis ksatria banyak mengandung kelemahan yaitu tidak adanya bukti
kolonisasi baik di India maupun di Indonesia. Kedudukan kaum ksatria dalam struktur
masyarakat Hindu tidak memungkinkan menguasai masalah agama Hindu dan tidak
nampak pemindahan unsur masyarakat India (sistem kasta, bentuk rumah, pergaulan
dan sebagainya). Tidak mungkin para pelarian mendapat kedudukan sebagai raja di
tempat yang baru. Akan tetapi teori ini diperkuat dengan bukti bahwa semangat
berpetualang dan menaklukan daerah lain, pada saat itu umumnya dimiliki oleh para
Ksatria (keluarga kerajaan).
Teori Sudra, menyatakan bahwa agama dan
kebudayaan Hindu dan Buddha dibawa masuk ke Nusantara
oleh golongan sudra atau para budak. Seperti yang kita
ketahui, sudra merupakan kasta paling rendah dalam agama
Gambar 04. Van Vaber
Hindu. Teori ini dikemukakan oleh Van Vaber. Teori sudra memiliki banyak sekali
kelemahan, sehingga argumentasi ini menuai banyak bantahan. Beberapa kelemahan
teori sudra antara lain : tujuan mereka meninggalkan India bukanlah untuk
menyebarkan agama, melainkan untuk memperoleh kehidupan dan kedudukan yang
lebih layak, Golongan sudra tidak mengetahui seluk beluk ajaran agama Hindu apalagi
menguasai bahasa Sanskerta yang digunakan di dalam kitab suci agama Hindu yakni
Weda, kelemahan ketiga yaitu dalam sistem kasta agama Hindu, kaum sudra adalah
yang paling rendah, sehingga tidak mungkin mereka menyebarkan agama Hindu yang
hanya dikuasai oleh golongan Brahmana. Namun teori Sudra juga memiliki kelebihan
diantaranya: dilihat dari sudut pandang mengenai kepergian mereka dari India untuk
memperoleh kehidupan yang layak. Hal ini karena kasta sudra merupakan golongan
tersisih, sehingga kepergian merupakan hal yang nyata, dan jika kita analisis, kaum
sudra bisa saja pergi dengan mengikuti para kaum kesatria yang kalah dalam
peperangan di India dan memilih meninggalkan wilayah India untuk membentuk
kerajaan baru.
Teori Arus Balik lebih menekankan pada peranan bangsa Indonesia sendiri
dalam proses penyebaran kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia. Artinya, orang-orang
di Kepulauan Indonesia terutama para tokohnya yang pergi
ke India. Di India mereka belajar hal ihwal agama dan
kebudayaan Hindu-Buddha. Setelah kembali mereka
mengajarkandan menyebarkan ajaran agama itu kepada
masyarakatnya. Pandangan ini dapat dikaitkan dengan
Gambar 05. F.D.K.Bosch pandangan F.D.K. Bosch yang menyatakan bahwa proses
Indianisasi di Kepulauan Indonesia dilakukan oleh kelompok tertentu, mereka itu terdiri
dari kaum terpelajar yang mempunyai semangat untuk menyebarkan agama Buddha.
Kedatangan mereka disambut baik oleh tokoh masyarakat.Selanjutnya karena tertarik
dengan ajaran Hindu-Buddha mereka pergi ke India untuk memperdalam ajaran itu.
Lebih lanjut Bosch mengemukakan bahwa proses Indianisasi adalah suatu pengaruh
yang kuat terhadap kebudayaan lokal. Teori ini didukung oleh catatan perjalanan I-
Tsing pendeta Buddha dari Cina (abad VII M) yang merantau ke India via Sriwijaya
guna mempelajari Agama Buddha di tanah kelahirannya. Teori ini juga didukung oleh
pernyataan Prasasti Nalanda (abad X M) yang memperingati anugerah Raja
Dewapaladewa dari Benggala atas permintaan Raja Balaputradewa dari Suwarnadwipa
yang menhadiahkan sebidang tanah untuk mendirikan wihara di Nalanda bagi para
pelajar yang datang dari Suwarnadwipa guna mempelajari Agama Buddha (Bosch,
1961: 1-22). Sama seperti teori lainnya, teori Arus Balik juga memiliki kelemahan yaitu
kemungkinan orang Indonesia untuk belejar agama Hindu-Budha ke india sulit, karena
pada masa itu orang indonesia masih bersifat pasif.
Rangkuman & Latihan
Rangkuman
Teori-Teori Masuknya Agama dan Kebudayaan Hindu dan Buddha ke Indonesia
1) Teori Brahmana
2) Teori Waisya
3) Teori Ksatria
4) Teori Sudra
5) Teori Arus Balik
Latihan Soal
1. Agama Hindu di India muncul sebagai akibat adanya perpaduan antara kepercayaan
bangsa arya dan bangsa dravida. Agama Hindu bukan agama yang demokratis,
karena….
A. Kaum brahmana memberikan kesempatan kepada golongan lain untuk
mengajarkan agama
B. Kaum brahmana yang mengetahui urusan hubungan antara manusia dan Tuhan
C. Urusan agama diserahkan kepada masing-masing umat
D. Urusan agama dimonopoli kaum brahmana
E. Urusan agama dimonopoli oleh kaum raja
2. Agama Buddha diajarkan oleh Sidharta, putra Raja Suddhodana dari Kerajaan
Kapilawastu. Sidharta juga disebut Buddha Gautama yang berti…..
A. Orang yang mencapai tujuannya
B. Orang yang menerima bodhi
C. Orang bijaksana
D. Keturunan suku bangsa Cakya
E. Putra Raja Suddhodana
3. Pernyataan yang tepat mengenai kondisi masyarakat Indonesia sebelum masuknya
pengaruh Hindu-Buddha adalah….
A. Sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha masyarakat Indonesia belum
mengenal peradaban
B. Tulisan yang berkembang di Indonesia sebelum masuknya pengaruh India
adalah tulisan Pallawa
C. Sebelum masuknya Hindu-Buddha di Indonesia sudah memiliki sistem
pemerintahan yang berbentuk kesukuan
D. Sebelum masuknya Hindu-Buddha di Indonesia sudah berkembang sistem
pemerintahan kerajaan
E. Sebelum masuknya Hindu-Buddha di Indonesia masih hidup secara nomaden
4. Masuknya pengaruh agama dan kebudayaan Hindu-Buddha membawa banyak
pengaruh atau perubahan bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Pengaruh yang
terbesar terhadap peradaban bangsa Indonesia adalah dikenalnya…..
A. Tradisi aksara/tulisan
B. Sistem pembuatan relief candi
C. Arsitektur bangunan candi
D. Sistem kepercayaan
E. Sistem pelapisan sosial
5. Salah satu pengaruh masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia
adalah munculnya bangunan Candi. Jika diamati dari letak candi Hindu dan Buddha
di sekitar Yogyakarta sangat berdekatan. Hal ini menjadi petunjuk bahwa…..
A. kondisi tanahnya sangat cocok untuk pembangunan candi
B. para arsitek dan tenaga kerja gak jauh dari lokasi candi
C. telah tercipta sikap toleransi dalam kehidupan beragama
D. peninggalan Hindu Buddha hanya terdapat di Yogyakarta
E. rakyat saat itu bisa menyembah dewa Hindu atau Buddha
6. Menurut J.C. Van Leur agama dan kebudayaan Hindu-Buddha masuk ke Indonesia
dibawa oleh kaum Brahmana. Dasar pendukung kebenaran teori ini masih bisa
dilihat hingga sekarang yaitu…..
A. Para Brahmana merupakan golongan yang berperan penting dalam soal
keagamaan
B. Kaum Brahmana sengaja datang untuk menyebarkan agama Hindu
C. Kaum Brahmana selalu mendapat undangan penguasa setempat
D. Kaum Brahmana diutus oleh raja di India untuk ke Indonesia
E. Golongan Brahmana adalah golongan terbanyak di Indonesia
7. Teori Waisya menyatakan bahwa agama dan kebudayaan Hindu-Buddha masuk ke
Indonesia dibawa oleh kaum pedagang. Berikut kelemahan dari teori waisya
adalah…..
A. Kaum waisya adalah golongan terbanyak dalam kasta
B. Kaum waisya pantang menyebrangi lautan
C. Pengaruh kebudayaaan Hindu-Buddha banyak terdapat di wilayah pedalaman
bukan di pusat kota dan pelabuhan
D. Tidak adanya bukti kolonisasi India di Indonesia
E. Kaum waisya menguasai isi ajaran agama Hindu-Buddha
8. Perhatikan pernyataan berikut!
No. Tokoh Pengemuka Isi Teori
1 N.J.Krom Agama dan kebudayaan Hindu-Buddha masuk ke
Indonesia dibawa oleh kaum Brahmana
2 F.D.K.Bosh Agama dan kebudayaan Hindu-Buddha masuk ke
Indonesia dibawa oleh kaum pedagang
3 Van Leur Agama dan kebudayaan Hindu-Buddha masuk ke
Indonesia dibawa oleh kaum prajurit
4 Van Faber Agama dan kebudayaan Hindu-Buddha masuk ke
Indonesia dibawa oleh kaum budak/rakyat jelata
5 R.C.Majundar Agama dan kebudayaan Hindu-Buddha masuk ke
Indonesia dibawa oleh orang Indonesia sendiri
Berdasarkan pernyataan diatas, pasangan tokoh pengemuka dan isi teori yang
dikemukakan yang benar adalah…..
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
9. Teori Ksatria memiliki kelebihan dalam menjelaskan proses masuknya agama dan
kebudayaan Hindu-Buddha, akan tetapi ada juga sisi kelemahannya sehingga teori
Ksatria masih diragukan kebenarannya. Alasan mengapa teori kesatria banyak
diragukan oleh para ahli adalah…..
A. Karena kurangnya bukti adanya kolonialisasi di Indonesia oleh prajurit India
B. Karena menghindari perbudakan
C. Karena hanya kaum Brahmana yang menyebarkan agama Hindu
D. Karena raja tidak bertugas untuk menyebarkan agama
E. Karena kaum bangsawan tidak melakukan dagang di Indonesia
10. Perhatikan gambar tokoh berikut!
Gambar diatas adalah tokoh pengemuka teori tentang proses masuknya agama dan
kebudayaan Hindu dan Buddha ke Indonesia yaitu teori…..dengan bukti penguat
berupa ditemukannya…..
A. Teori Brahmana - Bahasa Sansekerta dan Huruf Pallawa
B. Teori Waisya – Prasasti Tugu
C. Teori Ksatria - Kerajaan
D. Teori Sudra – Prasasti Yupa
E. Teori Arus Balik – Prasasti Nalanda