The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Panas Bumi Dieng untuk Masyarakat-pages-30-57

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aris herdis, 2020-11-01 21:31:52

Panas Bumi Dieng Untuk Masyarakat II

Panas Bumi Dieng untuk Masyarakat-pages-30-57

Program Sosialisasi

Panas Bumi

Mayoritas masyarakat yang ada di sekitar perusahaan
belum mengetahui tentang apa itu panas bumi. Masyarakat
awam masih menganggap panas bumi itu sebuah energi yang
membahayakan. Rasa khawatir terhadap kegiatan eksplorasi
energi panas bumi ini masih dirasakan. Oleh karena itu, per­
usahaan menggandeng para mahasiswa untuk bersama-sama
memberikan edukasi kepada masyarakat yang tinggal di se­
kitar perusahaan mengenai energi panas bumi.

Selama dua tahun terakhir, PT Geo Dipa Energi secara
r­ u­tin melaksanakan program sosialisasi tentang panas bumi.
Program tersebut dilaksanakan bersama dengan para maha-
siswa yang diterjunkan dalam kegiatan pengabdian di masya­
rakat. Pada dalam program tersebut dihadirkan beberapa
pakar pa­nas bumi.

Dalam progam ini masyarakat sekitar mendapatkan
penjelasan langsung dari para pakar mengenai pengertian

23

tentang energi panas bumi, apa saja manfaat yang bisa diam-
bil, dan apa saja kekurangan dari energi panas bumi. Harapan
yang ingin dibangun dari sosialisasi ini adalah masyarakat
menjadi lebih paham tentang seluk-beluk energi panas bumi
dan tidak mudah terbawa opini dari pihak-pihak yang tidak
bertanggung ­jawab.

24

Pada tahun 2019, program sosialisasi panas bumi ini
dilaksanakan di Kecamatan Batur dengan sasaran masyarakat
yang ada di desa-desa di kecamatan tersebut. Sosialisasi ini
ber­tujuan untuk mengenalkan tentang manifestasi panas bumi
yang terdapat di Dieng. Pada dalam program tersebut juga ter-
dapat beberapa perlombaan di antaranya ada lomba mew­ arnai
yang dii­kuti oleh siswa-siswa sekolah dasar di Kecamatan
Batur dan lomba fotografi. Kedua lomba ini mengangkat tema
panas bumi.

25

Program

Pengembangan
Pariwisata

Dataran tinggi Dieng merupakan kawasan
wisata yang memiliki pesona alam yang bagus.
Letak geografis yang den­ gan beberapa gunung
yang mengelilinginya membuat pesona pari-
wisata semakin menarik. Setiap minggu banyak
wisatawan lokal maupun mancanegara menik-
mati keindahan alam tersebut. Para wisatawan
ini banyak berkunjung kebeberapa wisata
alam yang terdapat di kawasan Dieng seperti
Gunung Prau, Gunung Bismo, Puncak Sikunir,
Telaga Warna, dan Telaga Merdada. Agar para
wisatawan mendapatkan kenyamanan ­ketika
berwisata, maka diperlukan adanya manejemen
pariwisata yang bagus.

Wilayah operasional PT. Geo Dipa Energi
juga berada di kawasan wisata Dieng, hal ini
membuat pelaksanaan kegiatan pariwisata dan
kegiatan operasional perusahaan bisa berjalan
berdampingan. Dalam upaya meningkatkan
kualitas SDM dal­am memanajemen pariwisata,
PT Geo Dipa Energi membuat program pengem-

26

bangan pariwisata khusus untuk destinasi wi­
sata di kawasan Dieng.

PT Geo Dipa Energi memberikan dukungan
kepada kelompok-kelompok sadar wisata seper­
ti menjadi sponsor utama dalam acara Dieng
Culture Festival, Festival Telaga Merdada, dan
pembuatan aplikasi wisata edukasi di kawasan
wisata.

Selain itu, PT Geo Dipa Energi juga melaku-
kan serangkaian upaya untuk peningkatan ka­
pasitas SDM yang berfokus pada peningkatan
kapasitas manusia yang memadai dalam mana-
jemen pariwisata, sapta pesona, dan hospital-
isasi pariwisata.Harapannya, pelayanan kepada
wisatawan dapat lebih baik lagi.

27

Selain peningkatan sumber daya manusia,
PT Geo Dipa Energi juga berkontribusi dalam
peningkatan fasilitas-fasilitas umum yang me­
nunjang kegiatan pariwisata. Salah satunya
ada­lah dengan pemberian bantuan berupa toilet
portabel saat diadakan penyelenggaraan Dieng
Culture Festival 2019. Pemberian bantuan toilet
portabel berdasarkan hasil evaluasi di penye-
lenggaraan festival tahun sebelumnya di mana
banyak wisatawan yang datang tidak dibarengi
dengan banyaknya fasilitas toilet yang disedia­
kan.

28

Program
Pengolahan Sampah

Kawasan Dieng

Dieng sebagai objek wisata tentunya memberikan
dampak yang baik bagi ekonomi masyarakat setempat, tetapi
hal itu juga memberikan dampak negatif, terutamadi bidang
lingkungan. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa bebera-
pa daerah yang termasuk ke dalam kawasan perdesaan belum
memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik. Ketersediaan
lahan untuk mengelola sampah di kawasan ini tidak didukung
oleh prasarana dan sarana persampahan. Jika sampah tersebut
tidak dikelola dengan baik, maka akan menimbulkan berbagai
masalah dari mulai bau yang ditimbulkannya sampai ke vektor
penyakit dan dapat mengganggu kualitas tanah dan air tanah
sekitarnya.

Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang
berfokus pada pengembangan masyarakat (Community De-
velopment-Comdev), PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng
memberikan kontribusi bagi lingkungan dan masyarakat se­

29

tempat dengan melaksanaan
program pengelolaan sampah.
Program ini diadakan di 6 desa
di Kecamatan Kejajar, yaitu
Desa Sikunang, Sembung­an,
Dieng Wetan, Jojogan, Pari­
kesit, dan Patak Banteng yang ter­masuk dalam wilayah ring 1.
Program ini juga dilakukan untuk mendukung program ‘Indo-
nesia Bebas Sampah 2020’.
Pada awal program berjalan yaitu pada tahun 2019, PT Geo
Dipa Energi bersama APPEL memfasilitasi desa-desa untuk
membentuk kelompok yang bertugas mengelola sampahnya
masing-masing. Hasilnya, tiap desa memiliki kelompok penge­
lola sampah mandiri. Berdasarkan hasil pemantauan yang
dilakukan APPEL, setiap desa
sudah melaksanakan penge-
lolaan sampah secara mandiri.
Hanya, kegiatan ini masih se-
batas memindahkan sampah
dari desa ke tempat pembuan-
gan sampah di Wonosobo dan
belum sampai ke memilah sampah yang bisa dimanfaatkan.
Menindaklanjuti hal tersebut, PT Geo Dipa Energi ber-
sama APPEL mengajak kelompok pengelola sampah untuk
ikut pe­latihan pengolahan sampah dan studi banding tentang
pengolahan sampah. Dalam kegiatan tersebut, masing-masing
kelompok pengelola sampah mandiri mendapatkan kesem­patan
untuk mendapatkan pembelajaran. Hasilnya ada kel­omp­ ok dari

30

Desa Sikunang yang mampu
mengelola samp­ah menjadi
kerajinan.

Beberapa kerajinan yang
dibuat KPSM (Kelompok
Pen­gelola Sampah Mandiri)
Si­singa dari Desa Sikunang
ini antara lain bunga dan
piring yang terbuat
dari sam­pah plas-
tik. Kel­ompok ini
kem­ udian menj­ adi
contoh bagi KPSM
lain yang berada di
kawasan Dieng.

31

Tabel 2
Komposisi Sampah Kabupaten Wonosobo

2017-2018

Komposisi Sampah Kab. Wonosobo
Tahun 2017-2018

Jenis Sampah Persentase

Sisa Makanan 66,80%

Logam 0,19%

Kain 0,21%

Plastik Lain-lain 14,41%

Kaca 0,12%

Kertas 12,10%

Sampah Kebun 0,53%

Plastik PET, LDPE 4,47%

Lain-lain 1,44%

Total 100%

(Sumber: SIPSN, 2018)

Pada tahun 2020, PT Geo Dipa Energi Dieng menggandeng
BNI Wonosobo untuk mewujudkan pengelolaan sampah di
kaw­ asan Dieng. Dari data komposisi sampah di atas baik data
sekunder maupun data primer didapatkan bahwa komposisi
sampah yang dominan adalah sampah jenis sisa makan dan
p­ertanian (kentang dan carica). Untuk itu alat pengolahan
sampah yang akan didahulukan adalah alat pengolahan
sampah untuk biodegradable (cepat membusuk), mixer (pen-
campur bahan kompos dan pakan ternak), mesin rajang
­komp­ os tipe 30, dan mesin giling daging kombinasi cetak pelet.

32

Alat pengolahan sampah yang cepat
mem­busuk diberikan kepada masing-masing

desa melalui kelompok
tani atau kelompok pen-
golah sampah mandiri
(KPSM). Targ­et yang
diharap­kan dari satu
desa adalah terciptanya
satu transaksi pengo­
laha­n sampah cepat
membusuk (biodegrad­
able) seperti pupuk
dan pakan ternak
sehingga dapat mem-
berikan man­faat se­ca­ra
lingkunga­ n dan ekonomi.
Indikator pengolahan sampah cepat
mem­busuk di desa-desa dilihat pada aspek
manfaat, ekonomi, kemudahan, dan aspek
kepastian. Aspek manfaat dan kegunaan
di­lihat dari perbaikan lingkungan untuk
pengurangan sampah tidak terkelola serta
pemanfaatan pupuk dan pakan ternak
bagi kelompok tani. Aspek ekonomi dapat
terlihat pada pupuk yang dapat dijual dan
pengh­ ematan biaya pengangkutan sampah.

33

Aspek kemudahan dilihat dari alat pengo­
lahan sampah yang dapat dioperasikan SDM
kelompok. Sedangkan untuk aspek kepastian
terlihat pada kualitas produk pupuk yang
terjamin.

Pelaksanaan pertama yang dilakukan
adalah komitmen dan kesepakatan bersama
sembari mempersiapkan kebutuhan sarana
dan SDM. Luaran yang diharapkan adalah
peraturan desa tentang pengolahan sampah
dan kelompok yang akan berdedikasi dalam
pengolahan sampah. Program pelatihan
di­berikan pada masing-masing desa untuk
mempersiapkan kebutuhan sarana dan SDM.
Standardisasi proses dan produk dilakukan
untuk memberikan jaminan dan kepastian
bagi masya­rakat untuk menggunakan pro­
duk olahan sampah. Implementasi dan
pemantauan hasil kerja dilakukan terus-­
menerus bersama pemangku kepentingan
terkait.

34

Program Pemberdayaan

Aksi Pendekar Peduli Lingkungan
(APPEL)

Aksi Pendekar Peduli Lingkungan (APPEL) merupakan
perkumpulan yang didirikan untuk menumbuhkan kesadaran
lingkungan di masyarakat Kabupaten Wonosobo. Perkumpulan
APPEL ini dibentuk oleh PT Geo Dipa Energi bersama Pemda
Wonosobo pada tahun 2016. Pembentukan perkumpulan ini
dilatarbelakangi oleh permasalahan sampah di Kabupaten
Wonosobo yang kian meningkat. Perkumpulan ini diharap-
kan mampu menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan,
menyo­sialisasikan, dan memberi contoh kepada masyarakat
tentang pengelolaan sampah.

Dalam mewujudkan aksinya, APPEL membuatrencana
strategis yang di dalamnya terdapat rencana kerja tahunan.
Dalam rencana kerja tahunan tersebut terdapat beberapa
k­ egiatan dan target yang harus dicapai setiap tahunnya.

Untuk mengawali kegiatan, para pendekar lingkungan
perlu melakukan peningkatan kapasitas diri, maka pada tahun
2016 dilakukan kegiatan pelatihan. Selanjutnya dilakukan

35

pembentukan kelompok pengelola sampah
di 15 kecamatan yang ada di Kabupaten
Wonosobo. Bersamaan dengan pembentukan
kelompok ini, dilakukan pula penguatan
terhadap kelompok, penambahan sarana
prasarana penunjang kegiatan pengelolaan
sampah seperti kendaraan roda tiga, gero-
bak sampah, dan tong sampah.

Pada tahun 2017, kegiatan APPEL terus
berlanjut dengan menyusun peraturan des­ a

tentang pengo­ lahan sampah.
Penyusunan peratur-
an ini mencakup

36

pembuatan anggaran pengelolaan sampah. Selain
itu, pada tahun 2017 juga dilakukan penambahan
s­ arana prasarana guna menunjang kegiatan kelom-
pok pengelola sampah yang sudah di­bentuk.

Pada 24 Maret 2018, APPEL bersama PT Geo
Dipa Energi dan Pemerintah Daerah Ka­bupaten
Wonosobo meluncurkan Bank Samp­ ah Induk Ka-
bupaten Wonosobo, yang diharapkan bisa menjadi
salah satu solusi untuk permasalahan sampah di
Kabupaten Wono­sobo. Sampah-sampah yang masih
me­miliki nilai jual diharapkan bisa masuk ke bank
sampah tersebut sehingga mengurangi jumlah
sampah yang masuk ke temp­ at pembuangan akhir
sampah.

37

Selain pembuatan bank
sampah, Aksi Pendekar Pe­
du­li Lingkungan ­bersama
PT Geo Dipa Energi juga
membuat “Galeri Rumah
Kreasi Sampah”. Sampah-
sampah yang sudah tidak
ternilai dikumpulkan dan dibuat menjadi sebuah karya yang
memiliki nilai seni dan ekonomi. Hasilnya kemudian ditampil-

kan di galeri tersebut. Galeri
Rumah Kreasi Sampah ini
diharapkan membuat ma­
sya­rakat memiliki keinginan
untuk ikut mengo­lah sampah
menjadi kerajinan-­kerajinan
yang bernilai jual.

38

Program Sambungan
Listrik Masuk Desa

Listrik menjadi kebutuhan pokok bagi seluruh mas-
yarakat di Indonesia tanpa terkecuali. Tidak ada masyarakat
yang tidak membutuhkan listrik. Dalam kehidupan sehari-hari,
masyarakat sangat membutuhkan listrik untuk menyalakan
lampu, memasak, menonton televisi, dan lain sebagainya.

Namun, faktanya ada beberapa keluarga prasejahtera
khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar perusa-
haan baik di Wonosobo, Batang, maupun Banjarnegara belum
memiliki sambungan listrik sendiri. Oleh karena itu, PT Geo
Dipa Energi melaksanakan program sambungan listrik masuk
desa dan pemberian lampu hemat energi. Tujuannya adalah
untuk mendorong peningkatan kesejahteraan dan perekonomi­
an keluarga prasejahtera.

Program sambungan listrik masuk desa ini sudah ber-
langsung dari tahun 2016 terus berlanjut hingga tahun 2019.
Pada tahun 2016, program sambungan listrik masuk desa yang

39

berhasil menyambungkan listrik di 22 rumah dengan meng­
habiskan biaya Rp39.600.000. Program sambungan listrik
mas­ uk desa ini dilaksanakan kembali pada tahun 2018 dengan
sasaran program rumah-rumah yang berada di Desa Dieng
Kulon dan Karangtengah. Hasilnya sebanyak 29 rumah di Desa
Karangtengah dan 21 rumah di Desa Dieng Kulon berhasil
terelektrifikasi. Dari 50 rumah yang berhasil terelektrifikasi ini
menghabiskan biaya sebanyak Rp94.800.000. Sedangkan untuk
program sambungan listrik masuk desa tahun 2019, berhasil
mengelektrifikasi rumah keluarga prasejahtera sebanyak 14
rumah yang terbagi atas 7 rumah di Kecamatan Batur dan 7
rumah di Kecamatan Kejajar. Dana yang dihabiskan untuk pro-
gram pada tahun ini sebesar Rp52.250.000.

Total selama 3 tahun sebanyak 101 rumah keluarga pra­
se­jahtera sudah memiliki sambungan listrik sendiri. PT Geo
Dipa Energi sebagai pelaksana program mengharapkan de­
ngan adanya program membuat keluarga prasejahtera mampu
meningkatkan perekonomiannya.

40

Program Renovasi

Rumah Tidak Layak Huni

Rumah merupakan kebutuhan pokok bagi manusia dalam
menjalani kehidupan. Manusia membutuhkan rumah untuk
tempat tinggal, beristirahat, dan bercengkerama dengan ke­
luarga. Memiliki rumah yang layak sudah menjadi impian dari
setiap keluarga. Tidak hanya layak secara hunian, akan tetapi
juga harus bisa memenuhi beberapa faktor. Di dalam SDGs
(Sustanable Development Goals) dijelaskan bahwa rumah yang
layak huni harus memenuhi 4 faktor atau kriteria dan semua­
nya harus terpenuhi. Empatfaktor tersebut adalah struktur
bangunannya, luasannya, sanitasinya, dan air bersihnya.

41

Struktur bangunan sebuah rumah yang layak huni harus
kuat sehingga dapat menjamin keamanan dan keselamatan
pemilik rumah selama bertempat tinggal di rumah tersebut.
Struktur bangunan yang kokoh dan kuat menjadikan pemilik
merasa aman tanpa ada rasa kekhawatiran akan bangunan
rumahnya. Dari mulai bahan bangunan atap, bahan bangun­
an dinding, dan bahan bangunan untuk lantai harus sesuai
dengan kriteria. Faktor luasan sebuah rumah layak huni harus
memiliki luas lantai perkapita ≥ 7,2 m2. Selain itu sebuah rumah
layak huni juga harus memiliki akses sanitasi yang layak dan
akses air bersih yang layak.

PT Geo Dipa Energi sebagai sebuah perusahaan yang hidup
berdampingan bersama masyarakat terus mencoba ikut andil
dalam mengurangi rumah yang tidak layak huni. Oleh karena
itu, PT Geo Dipa Energi meluncurkan program renovasi rumah
tidak layak huni. Tujuan dari dilaksanakannya program ini ada-
lah untuk memberi akses sanitasi, sarana hunian yang layak,
dan meningkatkan kondisi rumah masyarakat prasejahtera.
Adapun sasaran dari program ini adalah rumah tidak layak

42

huni miliki keluarga prasejahtera yang berada di wilayah
Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo, dan Batang—khu-
susnya yang dekat dengan lokasi perusahaan.

Dari awal program ini berjalan pada tahun 2017,
selalu ada rumah yang direnovasi setiap tahunnya. Pada
tahun 2017, program ini berhasil merenovasi 9 rumah
tidak layak huni. Pada tahun 2018 ada 1 rumah yang
berhasil direnovasi. Sedangkanpada tahun 2019 ada 14
rumah tidak layak huni yang berhasil direnovasi.


43



Program Pasar Murah

dan Bantuan Anak Yatim

Program pasar murah dan bantuan anak
yatim dilaksanakan PT Geo Dipa Energi sebagai
ben­tuk kepedulian kepada masyarakat prasejahtera.
Program tersebut dilaksanakan mulai tahun 2017 dan
berlanjut hingga tahun 2020. Sasaran utama dari pro-
gram ini adalah masyarakat prasejahtera yang berada
di wilayah ring 1. Dalam pelaksanaan program pasar
murah, perusahaan menyediakan paket sembako
yang di da­lamnya terdapat beberapa macam kebu­
tuhan pokok. Selama kurun waktu itu sebanyak lebih
dari 3000 paket sembako berhasil didistribusikan
­kepada masyarakat prasejahtera yang berada di
wilayah ring 1.

Selain program pasar murah, juga terdapat ban­
tuan sosial untuk anak-anak yatim. Sama dengan
pro­gram pasar murah, program bantuan sosial untuk
anak yatim ini diawali pada tahun 2017 dan terus
berlanjut hingga tahun 2020. Program ini menyasar

45

kepada anak-anak yatim dari keluarga prasejahtera yang ada di
sekitar perusahaan.

Kedua program ini dibuat dengan tujuan agar masyarakat
prasejahtera yang mengalami kesulitan dalam pemenuhan
kebutuhan pokok bisa sedikit terbantu. Meskipun bantuan
yang diberikan tidak seberapa, masyarakat yang menerima
paket sembako tersebut merasa senang dan berterima kasih
kepada PT Geo Dipa Energi yang sudah menyelenggarakan
­program tersebut. Antusiasme masyarakat yang berkesempat­
an mendapatkan paket sembako dalam mengantre juga tinggi.

46

Program Peningkatan
Sarana Prasarana Umum

di Desa

Sarana dan prasarana umum menjadi suatu hal yang
p­ en­ting untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Untuk berakti­
vi­tas sehari-hari, masyarakat memerlukan sarana prasarana
umum yang layak untuk digunakan. Akan tetapi, fakta yang
terjadi di lapangan menya-
takan sebaliknya. Beberapa
desa di kawasan sekitar
perusahaan masih belum
memiliki sarana pras­arana
umum yang layak untuk
digunakan masyar­akat. Se­
pert­i misaln­ya akses jalan
untuk me­nuju lahan per­
tanian yang tidak layak, kan-

47

tor pelayanan desa yang ku­rang
memadai, fasilitas pe­nunjang
sa­rana olahra­ga yang belum
ada, dan seba­gainya.

Beranjak dari beberapa
perma­salahan tersebut, PT Geo
Dipa Energi meluncurkan pro-
gram peningkatan sarana dan
prasarana di desa-desa yang
termasuk kawasan ring 1. Tu­
ju­an diluncurkannya program
ters­ ­ebut adalah untuk memfasilitasi masya­rakat desa di seki-
tar perusahaa­ n dalam beraktivitas maupun men­da­pat­k­ an pe-
layanan yang layak di desa. Harapa­ nnya, sarana dan prasarana
yang sudah dibangun dapat dig­ unakan sebagaimana mestinya.
Program peningkatan sarana dan prasarana ini setiap
tahun dilaksanakan dan sudah diserap oleh desa-desa yang
t­erdapat di Kabupaten Wono­
sobo, Banjarnegara, dan Ba­
tang. Adapun desa di Kabupa­
ten Wonosobo yang menjadi
sa­sar­an program ini adalah
Desa Dieng Wetan, Sikunang,
Sembunga­ n, Jojogan, dan Pari­
kesit. Sedangkan desa-desa di
Kabupa­ten B­ anjarnegara yang
menjadi sasaran program ada-
lah Desa Dieng Kulon, Karang­

48

tengah, Kepakis­an, Pekasiran, dan Bakal. Desa di Kabupaten
Batang yang menjadi sasaran program adalah Desa Pranten.

Rincian program peningkatan sar­an­ a prasarana umum di
desa pada tahun 2018 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Tahun 2018

Kab. Wonosobo Kab. Banjarnegara Kab. Batang

1. Pembangunan 4. Pembangunan 1. Pengadaan 2 titik

jembatan Desa BUMDes Desa lampu jalan Dusun

Sikunang Pekasiran Rejosari

2. Pengerasan jalan 5. Betonisasi jalan Desa

menuju Puncak Bakal

Sikunir, Desa 6. Renovasi kantor Desa

Sembungan Kepakisan

3. Pembangunan

senderan tebing Desa

Sembungan

Tahun 2019

Kab. Wonosobo Kab. Banjarnegara Kab. Batang

1. Pembangunan MCK 1. Pembangunan 1. Pemasangan lampu

Desa Parikesit drainase lahan Dieng jalan dan instalasi

2. Pembangunan Kulon listrik

senderan tebing 2. Perbaikan jalan Desa

area parkir Desa Bakal

Sembungan 3. Pembangunan

3. Pavingisasi Desa sarana olahraga

Jojongan tribun pemain Desa

4. Pembangunan ruang Kepakisan

kantor Desa Sikunang 4. Perbaikan dan

pemasangan pagar

dan tralis Pawuhan

49


Click to View FlipBook Version