The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Panas Bumi Dieng untuk Masyarakat-pages-1-29

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aris herdis, 2020-11-01 21:29:37

Panas Bumi Dieng Untuk Masyarakat I

Panas Bumi Dieng untuk Masyarakat-pages-1-29

PT Geo Dipa Energi(Persero)atau Geo Dipa PanasBumiDienguntukMasyarakat MuhammadAunurro q|IndraYudhistira|FaqihNurAbdullah
adalah sebuah perusahaan yang secara resmi
didirikanpada5Juli2002.TujuandidirikannyaGeo
Dipa adalah untuk mengelola lapangan panas
bumiyangberadadiDiengdanPatuha.Sebagai
wujudtanggungjawabsosialkepadamasyarakat
sekitar,Geo Dipa EnergiUnitDieng melakukan
serangkaian program pengembangan UMKM,
peningkatanpertanian,bantuanpendidikananak
sekolah,pengembangan pariwisata,pengelolaan
sampah,sarana listrik masuk desa,penghijauan
dankonservasi,saranaairbersih,hinggaprogram
tanggapkebencanaanCovid-19.

Buku inimemuatbeberapa kegiatan tanggung
jawabsosialyangsudahdilakukanolehGeoDipa
EnergiUnitDiengsampaitahun2020.

PanasBumiDieng
untukMasyarakat





Muhammad Aunurrofiq
Indra Yudhistira
Faqih Nur Abdullah

Orbit Indonesia

Panas Bumi Dieng untuk Masyarakat

©Muhammad Aunurrofiq, Indra Yudhistira, Faqih Nur Abdullah, 2020

Penyunting : Wahyu N. Cahyo
Penyelaras Aksara : Suci A. Ginita
Penata Letak : Kudo

Desainer Cover : Mallindazky

Orbit Indonesia
Jl. Gedongkuning No.118, Rejowinangun
Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta
Telp. 0812.1516.9225
www.orbit.id

Cetakan pertama: 2020

13,5x 20cm.
v + 69 hal
ISBN:
978-623-7632-69-6

Daftar Isi

Profil Perusahaan 1
Program Pengembangan
UMKM Kopi LMDH Argo Mulyo 8
Program Pengembangan
13
UMKM Kentang KWT Princigan Agro
Program Pengembangan 15
17
UMKM Cahaya Rizky Karangtengah 19
Program Peningkatan Pertanian 23
Program Bantuan Pendidikan Anak Sekolah 26
Program Sosialisasi Panas Bumi 29
Program Pengembangan Pariwisata
Program Pengolahan Sampah Kawasan Dieng 35
Program Pemberdayaan Aksi Pendekar 39
41
Peduli Lingkungan (APPEL) 45
Program Sambungan Listrik Masuk Desa
Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni 47
Program Pasar Murah dan Bantuan Anak Yatim 51
Program Peningkatan 53
Sarana Prasarana Umum di Desa 55
Program Penghijauan dan Konservasi 57
Program Sarana Air Bersih
Program Peduli Kesehatan
Program Tanggap Kebencanaan



Profil
Perusahaan

PT Geo Dipa Energi atau GeoDipa adalah sebuah perusaha­
an yang secara resmi didirikan pada 5 Juli 2002. Pada awal
pen­diriannya, perusahaan ini didirikan sebagai perusahaan
patunga­ n (Joint Venture) antara PT Pertamina (Persero)
dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Tujuan didiri­
kannya GeoDipa adalah untuk mengelola lap­angan panas
bumi yang berada di Dieng dan Patuha, sesuai dengan penugas­
an pemerintah melalui Surat Menteri Keuangan No.S-436/
MK.02/2001 tanggal 4 September 2001 dan Surat Menteri ESDM
No.3900/40/M/2001 tanggal 5 November 2001.

Guna mempercepat perkembangan industri panas bumi
yang ada di Indonesia, pemerintah kemudian menet­apkan
­GeoDipa menjadi sebuah Badan Usaha Milik Neg­ ara (BUMN)
yang diawali dengan hibah seluruh saham Pertamina di Geo­
Dipa kepada Negara Indonesia yang disahkan dengan akta
Notaris, Hadijah, S.H., No.45 tanggal 25 Agustus 2010. Sebagai

1

tindak lanjut dari hibah saham tersebut, pemerintah menerbit­
kan Peraturan Pemerintah No.62/2011 yang menetapkan Geo­
Dipa sebagai Perusahaan Perseroan.

Dalam menjalankan tugas untuk mengeksplorasi panas
bumi, PT Geo Dipa Energi memiliki sebuah kawa­san yang di­
kenal dengan WKP (Wilayah Kerja Panas Bumi). Saat ini Geo-
Dipa telah memiliki dua wilayah pengoperasiannya itu WKP
Dieng dan WKP Patuhayang masing-m­ asing memiliki kapasitas
1x55 MW. Di samping itu, GeoDipa juga mene­rima penugasan
pemerintah untuk melakukan pengelolaan terhadap WKP
Candi Umbul Tel­omoyo dan WKP Arjuno Wilerang sesuai
dengan Keputusan Menteri ESDM No. 1748K/30/MEM/2017,
tanggal 11 April 2017 tentang Pe­nugasan Pengusahaan Panas
Bumi ­kepada PT Geo Dipa Energi (Persero) di Wilayah Kerja
Panas Bumi di Daerah Gunung Arjuno Welirang, dan Keputus­
an Menteri ESDM No.1749 K/30/MEM/2017 tanggal 11 April 2017
tentang Penugasan Pengusahaan Panas Bumi kepada PT Geo
Dipa Energi (Persero) di Wilayah Kerja Panas Bumi di Daerah
Candi Umbul Telomoyo.

Visi

Menjadi Perusahaan Energi Geotermal yang andal dan te-
percaya melalui Insan GeoDipa, Keunggulan Operasio­nal,
dan Pertumbuhan yang Berkesinambung­an.

Misi

• Fokus pada pertumbuhan perusahaan yang cepat dan
berkesinambungan dalam mencapai tujuan bisnis.

2

• Mengoptimalkan produktivitas melalui operasional
yang unggul dan Total Quality Management (TQM).

• Menyediakan lingkungan yang terbaik untuk berpres­
tasi sebagai profesional dan menjadi Insan GeoDipa
yang unggul.

• Turut mendukung program pemerintah dalam men­ ye­
diakan listrik tenaga panas bumi yang aman dan ramah
lingkungan

Strategi pendekatan dilakukan oleh GeoDipa yaitu dengan
mendukung keterlibatan dan kontribusi masya­rakat dalam
memb­angun kapasitas sosial dan sumber daya masyarakat
melalui GDE Peduli, GDE Maju, GDE Pintar, GDE Hijau yang
diarahkan pada ekowisata (ekonomi, konservasi, wisata, dan
pertanian).

Kebijakan tersebut akan dijalankan melalui tahapan:

1. Jangka Pendek (Social Improvement)
Fokus kegiatan berupa peningkatan kondisi, ket­erl­i­
batan, dan kepedulian masyarakat terhadap kegiatan
ekowisata (ekonomi, konservasi, wisata, dan pertanian).

2. Jangka Menengah (Social Enhancement)
Pemanfaatan potensi dan optimalisasi potensi ma­
sya­r­­akat berupa pertanian, budaya, dan wisata serta
ekonomi.

3. Jangka Panjang (Social Assistance)
Jangka panjang menyangkut keberlanjutan eko­nomi
dan sosial. Termasuk membangun meka­nis­me kom­ u­

3

nikasi antara PT Geo Dipa Energi
(Persero) unit Dieng dengan ma­
syarakat yang mel­embaga.

Dalam Undang-Undang No. 40 Ta­
hun 2007 tentang Perseroan Terbat­as,
dinyatakan bahwa perseroan yang men­
jalankan kegiatan usahanya di bidang
dan/ atau bersangkutan dengan sumber
daya alam wajib melaksanakan tanggung
jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di
masyar­akat setempat (ring 1). Kegiatan
yang telah dilakukan telah menyentuh
wilayah ring 2 atau berada di luar dua
kabupaten utama Wonosobo dan Banjar­
negara, yaitu Kabupaten Batang. Keg­ iatan
pengembangan masyar­akat yang dilaku-
kan telah melampaui yang dipersyaratkan. Beberapa kegiatan di
wilayah ring 1 dan ring 2 adalah UMKM di Desa Sikunang dan
Karang Tengah, kios binaan makanan ringan dan rumah pro-
duksi makanan ringan khas Dieng, kopi Tambi di Desa Sikunang,
Desa Sembungan, Desa Parikesit, Desa Jojogan, dan Desa Patak
Banteng.

Masyarakat sekitar GeoDipa Dieng banyak yang me­n­ anam
sayuran dan kentang yang memiliki nilai jual tinggi, sementara
ancaman terhadap terjadinya bahaya longsor dan hilangnya
air, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di bagian bawah,
mudah terjadi. Lahan-lahan kosong dengan topografi relatif

4

datar sampai bergelombang sebagian sudah ada ditanami ma­
syarakat dengan sayuran dan kentang.

Konversi lahan ini menyebabkan terjadinya degradasi la­
han yang parah. Lahan kritis yang sudah di atas ambang batas
toleransi terjadi di mana-mana akibat dari pemanfaatan lahan
hutan secara besar-besaran untuk tanaman kentang di ka-
wasan Dieng. Lahan kritis itu tetap bisa berproduksi, karena ta-
naman kentang dipacu dengan pupuk berdosis besar. Budidaya
kopi dan tanaman tahuna­ n lainnya berpola agroforestry yang
dijalankan GeoDipa Dieng melalui GDE Peduli, GDE Maju, GDE
Pintar, dan GDE Hijau telah berkontribusi dalam penyelamatan

5

Dieng dan peluang usaha masyarakat di sana. Sejak tahun 2014
sampai dengan Juni 2018, pembiayaan program pengembangan
masyarakat untuk program infrastruktur cender­ ung menurun
karena diutamakan untuk pengembang­an program Capacity
Building (GDE Pintar) dan Community E­ mpowerment (GDE
Hijau).

Tabel 1
Absolut Realisasi Dana CSR PT Geo Dipa Energi Unit Dieng

Tahun 2015-2019

No. Nama Program 2015 2016 Anggaran (Rp) 2018 2019
2017

Program 146.000.000 36.000.000 26.000.000 50.000.000 90.000.000
1. Pengembangan

Wisata

Bantuan Kegiatan 30.000.000 41.000.000 50.000.000
2.

HUT Wonosobo

Program Lingkungan 60.450.000 165.000.000 82.743.950
3. 110.000.000

Hijau

Program Peternakan 32.000.000 50.000.000
4.

Sapi

Program Peternakan 13.000.000
5.

Domba

Program Pasar 415.000.000 540.000.000
6

Murah

Program Peduli 30.000.000
7.

Kesehatan

Program Bantuan 56.000.000 70.000.000
8.

Anak Sekolah

Program Bantuan 50.000.000
9.

Anak Yatim

Program Konservasi 20.000.000
10.

Flora dan Fauna

Program Pengadaan 10.000.000
11.

Fasilitas Ibadah

Program Pengadaan 78.500.000
12.

Fasilitas Pendidikan

6

Program 439.980.000 678.500.000 307.000.000 575.000.000 324.250.000
Peningkatan 165.000.000 1.278.000.000 240.000.000 240.000.000
Infrastruktur 95.000.000 50.000.000 60.000.000
13. 36.000.000 56.000.000
Pendidikan, Ibadah, 39.600.000 65.000.000
dan Pelayanan 20.000.000 91.000.000 28.000.000
Umum 90.000.000 41.000.000 105.000.000 80.000.000
30.000.000 235.000.000 76.000.000
Program Rumah 1.259.550.000 1.850.000.000 2.000.000.000 80.000.000
14. 173.006.050
2.000.000.000
Tidak Layak Huni

Program Bantuan
15. Pengadaan Atap

Rumah

Program Listrik
16.

Masuk Desa

Program
17. Pengembangan

Dieng Geopark

Program Pelatihan 15.000.000
18.

Pembuatan Kue

Program Studi
Lapangan Tentang
19. Budidaya Kopi
di Pangalengen,
Bandung

Program
Peningkatan
20.
Pengetahuan
Geotermal

21. Uji Kompetensi PWI

Program
22. Pengembangan

Kelembagaan Desa

Program 40.000.000
Pengelolaan
Sampah dan
23.
Pengembangan
Kelompok Pengelola
Sampah Mandiri

Program 50.000.000
Pendampingan dan
24.
Pengembangan
UKM

Program
25. Peningkatan

Pertanian

TOTAL 945.48.000

7

Program

Pengembangan

UMKM Kopi

LMDH Argo Mulyo

Kopi, sebuah kata yang sudah banyak diperbincangkan
banyak orang di negeri ini, baik dari kalangan anak muda
sampai orang tua. Namanya begitu ramai diperbincangkan
mulai dari prosesnya, aromanya, ataupun rasanya. Bebe­
rapa tahun terakhir ini, industri perkopian mulai merebak
baik di kota maupun desa. Banyak orang beramai-ramai
mencoba berb­ agai macam varian rasa kopi yang memiliki
karakteristik dan citarasa yang berbeda-beda.

Citarasa khas kopi yang berbeda-beda ini sangat di­
pengaruhi oleh ketinggian tempat tanaman kopi itu tum-
buh. Di Indonesia send­ iri, masing-masing daerah pengh­ asil
kopi memiliki karakteristik dan cita rasa sen­diri-s­endiri.
Inilah bukti bahwa Indonesia merupakan neg­ ara yang me­
miliki keanekaragaman, tidak hanya suku dan bud­ aya, juga
citarasa kopinya.

Pada perjalanan kali ini, kita akan sedikit mengu­lik
salah satu kopi yang berasal dari salah satu daerah di In­

9

do­nesia. Kopi ini di dikembangkan oleh
kelompok LMDH Argo Mulyo yang
terletak di kaki Gunung Sindoro.
Adapun alamat lengkapnya yaitu
berada di Desa Tambi, Kecamatan
Kejajar, Kabupaten Wonosobo.
Pengembangan budi­daya
tanaman kopi di LMDH Ar­go
Mulyo tidak semulus yang
dibayangkan. B eb e ra pa
hambatan harus dilalui

oleh kelompok seperti gagalnya proses pembibita­ n dan keter-
batasan dana. Awal mula dari kegiatan budidaya tanaman kopi
ini berawal dari keingina­ n ketua kelompok, Bapak Roma­dhon,
untuk melakukan penanaman terhadap lahan yang terbakar.
Lahan-lahan yang terbakar tersebut ditanami dengan bibit
tanama­ n kopi.

Selama membudiday­akan tanam­
an kopi, beliau juga mengedukasi
teman-teman kelompoknya agar lebih
berwawasan lingkungan. Tanaman kopi
tid­ak memerlukan banyak perawata­n sep-
erti halnya kentang sehingga tidak merusak
uns­ur hara yang berada di dalam tanah. Selain
itu, kopi merupakan tanaman keras yang mampu
menah­ an tanah agar tidak terjadi longsor.

Mengingat kepedulian PT Geo Dipa Energi
dalam upaya pemberdayaan UMKM, CSR PT Geo Dipa

10

Energi pada tahun 2018 mulai me-
lirik untuk mengembangkan
kelompok UMKM LMDH Argo
Mulyo. Program pengembang­
an U M K M ini merupakan
p r o ­g r a m pengem­bangan
sekaligus konservasi la­han
yang berada di wilayah
Tambi. GeoDipa ingin ber-
partisipasi dalam upaya
peningkatan kesejahter-
aan para petani sekaligus memberikan edukasi kepada para
petani bahwa dengan bertani kopi pun mereka bisa sejahtera.

Edukasi terus dilakukan oleh Pak Romadhon bersama
teman-temannya baik secara informal maupun secara formal.
Dari tahun ke tahun, beliau terus mengenalkan tanama­ n kopi
kepada ma­syarakat terutama kepada rekan yang berada di

kelompok LMDH Wonosobo. Hasiln­ ya,
ada beberapa petani yang mencoba mena-
nam tanaman kopi dengan meminta bibit
dari kelompok LMDH Argo Mulyo.
Dalam program ini, PT Geo Dipa Energi
berperan dalam pembibitan kopi, pelatihan,
dan menyediakan alat-alat pengolahan biji kopi
men­jadi produk-produk olahan. Mulai tahun 2018,
PT Geo Dipa Energi terus mendampingi kelompok
UMKM kopi LMDH Argo Mulyo sampai sekarang.
Hasilnya, kelompok ini berhasil membuat prod­­uk-

11

produk olahan sen­diri dan mampu me­masarkannya ke
penjual-­penjual kopi. Pada pro­sesnya, tidak sedikit per­usa­
haa­ n yang ikut memb­ antu me­masarkan prod­ uk olahan kopi
tersebut.

12

Program Pengembangan
UMKM Kentang KWT
Princigan Agro

Kelompok wanita tani Princigan Agro yang ber­ada di Desa
Batur, Kecamata­n Batur, Kabupat­en ­Banjarnegar­a menjadi
k­ el­ omp­ ok UMKM yang menjadi sasara­ n prog­ ram tanggung­
jawab sosial perusahaan PT Geo Dipa Energi. Kelompok ini
su­dah cukup lama berdiri dan berfokus pada pengolahan hasil
pertanian kentang menjadi keripik kentang. Produk ini menjadi
produk unggulan UMKM, di samping produk-produk lainnya.

13

Meskipun sudah berdiri cukup lama, kelompok UMKM

ini masih terkendala biaya dalam mengembangkan usahanya.

­Sehingga perlu dukungan dari pihak lain. PT Geo Dipa Energi

yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan dan eksis­

tensi UMKM lokal melirik kelompok UMKM KWT Princigan

Agro sebagai kelompok sasaran program.

Dalam mengembangkan UMKM KWT Princigan Agro, PT

Geo Dipa Energi menggelontorkan dananya untuk merenovasi

rumah produksi. Sesuai anjuran dari Departemen Kesehatan,

rumah produksi yang layak adalah aset terpent­ing dalam ke-

berlangsungan usaha. Selain renovasi rumah produksi, PT Geo

Dipa Energi juga membant­ u dalam memas­ arkan produk UMKM,

misaln­ ya meng­antarkan tamu-tamu perusahaan ke kelompok

UMKM. Dengan cara ini, banyak tamu per­usahaan yang ber­

minat dan membeli produk UMKM untuk dijadikan oleh-oleh.

Seperti halnya kripik kentang yang lain, kripik kentang

hasil produksi kelompok wanita tani Princigan Agro ini juga

memilik nama produk tersendiri. Keripik ini dinamai Albaeta.

Sebagai produk unggulan, kelompok UMKM ini bisa mempro-

duksi keripik kentang ini hingga 20 ton,

bahk­ an saat bulan puasa produksinya

bisa sampai 50 ton. Pencapaian ini

menjadi keberhasilan tersendiri bagi

sebuah UMKM lokal. Sedangkan bagi

PT Geo Dipa Energi, keberhasilan

sebuah UMKM binaan dalam me-

masarkan pro­duknya me­rupakan

sebuah penc­­apaian yang sangat

menggemb­ irakan.

14

Program Pengembangan

UMKM Cahaya Rizky

Karangtengah



Pengembangan UMKM kembali menjadi sasaran pokok
dalam pelaksanaan program tanggungjawab sosial perusa-
haan. Kali ini yang menjadi target sasaran adalah kelompok
UMKM Cahaya Rizky yang terl­etak di Desa Karangtengah dan
merup­ akan salah satu desa terdekat dengan perusahaan.

Kelompok UMKM ini berdiri atas inisiatif Ibu Endariyah
yang ingin meng­olah hasil pertanian Desa Karangtengah yang
berupa kentang, carica, dan terong belanda. yang Berawal
dari coba-coba dan untuk mengisi waktu luang ketika tidak
meladang, beliau mencoba mengolah beberapa hasil pertanian
tersebut menjadi produk olahan. Berkat ketekunan yang diim-
bangi dengan keaktifan dalam mengikuti kegiatan pelatihan
mengolah hasil pertanian di kecamatan, beliau berhasil men-
ciptakan beberapa produk olahan yang disukai para konsumen.
Beberapa olahan yang berhasil diproduksi oleh kelompok
UMKM ini adalah carica, keripik kentang, dan permen carica.

15

Selain menyediakan
berba­gai olahan tersebut,
kelompok UMKM Cahaya
Rizky juga memproduksi
kue kering. Biasanya, kelom-
pok ini akan memproduksi
kue kering ketika menjelang
Ramadan. Sementara pada
hari-hari biasa, kelompok
ini mem­buat kue kering jika
mendapatkan pesanan saja. Hal ini lantaran masih adanya
keterbatasan modal dan pasar, sehingga produksinya belum
rutin dan dilakukan dalam skala besar.
Dalam kegiatan produksi, kelompok ini masih memiliki
k­eterbatasan dari segi peralatan. Beberapa peralatan yang
dimiliki hanya mampu untuk mem-
buat produk dalam skala
kecil. Oleh karena itu, PT
Geo Dipa Energi memberi­
kan sejumlah bantuan
peralat­an produksi berupa
oven, mixer, dan spinner.
Harapannya dengan per­
alatan baru yang diberikan
perusaha­an, produktivitas ke­
lompok dan kualitas produksi
semakin meningkat.

Program

Peningkatan

Pertanian

Pertanian masih menjadi pekerjaan utama masyarakat
sekitar Dieng. Dengan segala keistimewaan tanahnya, para
petani terus memanfaatkannya untuk bercocok tanam. Berba­
gai sayur-mayur seperti kentang, wortel, dan kubis berhasil
dihasilkan oleh para petani di sana. Setiap hari mereka meng-
habiskan waktu untuk merawat tanamannya. Untuk menjaga
produktivitas ini, berbagai macam pupuk dan obat digunakan.

Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat sekitar
terutama kepada para petani, PT Geo Dipa Energi menjalankan
program peningkatan pertanian kepada kepada parapetani
yang memiliki lahan di sekitar perusahaan. Program ini dilak-
sanakan bertujuan agar para petani mampu meningkatkan
produktivitas dan pendapatan mereka.

Melalui program ini, PT Geo Dipa Energi memberikan
beberapa obat untuk tanaman pertanian mereka. Harapannya
adalah bahwa para petani dapat menggunakan bantuan ter­
sebut secara maksimal sehingga hasil yang mereka dapatkan
pun tumbuh dengan maksimal.

17

Pada tahun 2018, Desa Pranten dan Desa Karangtengah

menjadi sasaran utama program peningkatan pertanian ini.

Dalam program ini, untuk petani yang berada di Desa Pran­

ten, PT Geo Dipa Energi menggelontorkan dana sebanyak

Rp75.000.000 yang diwujudkan berupa obat pertanian. Sedang-

kan untuk petani yang berada di Desa Karangtengah, PT Geo

Dipa Energi menggelontorkan dana sebanyak Rp279.514.400.

Dana tersebut dibelikan obat pertanian dan pupuk untuk

kemudian dibagikan kepada para petani.

Program peningkatan tanaman pertanian untuk para

petani di sekitar perusahaan terus berlanjut di tahun berikut­

nya. Pada tahun 2019,

s a s a r a­ n p r o g r a m i n i

adal­ah para petani yang

berada di sekitar wilayah

operasio­nal perusahaan.

Seba­nyak 12 petani yang

memiliki lahan di sekitar

wilayah perusahaan

menj­ adi sas­ aran program.

Dana yang dikeluarkan

p e r u s a h a a n u n­t u k

men­jalankan pro­gram

tersebut adalah se­banyak

R p 1 3 8 . 8 9 7. 0 0 0 . Dana

ter­sebut dibelikan obat-

obat per­tanian se­perti

Siodan dan Victory 80WP.

18

Program Bantuan Pendidikan

Anak Sekolah

Sebagai sebuah badan usaha yang berope­rasi ditengah
masyarakat, PT Geo Dipa Energi terus berupaya memberikan
manfaat kepada generasi muda terutama yang masih berseko-
lah dengan memberikan berbagai stimulun agar mereka terus
memiliki semangat untuk belajar dan menggapai cita-cita.
Hal ini merupakan salah satu bentuk andil perusahaan dalam
mewujudkan salah satu cita-cita bangsa yaitu mencerdaskan
kehidupan bangsa. Hal ini diwujudkan dengan adanya progam
bantuan pendidikan yang menyasar kepada siswa-siswa seko-
lah dasar yang berada di sekitar perusahaan.

19

Terdapat dua kriteria khusus yang menjadi fokus sasaran
program tanggung jawab sosial perusahaan ini. Pertama, siswa-
siswa yang menjadi sasaran progam memiliki prestasi akade-
mik maupun non-akademik. Kedua, siswa-siswa yang menjadi
sasaran merupakan siswa-siswa yang masuk dalam kategori
keluarga prasejahtera.

Pada tahun 2019, program bantuan pendidikan ini menya­
sar ke siswa-siswa terpilih yang berada di Kecamatan Kejajar,
Kecamatan Batur, dan Kecamatan Bawang. Dalam program ini,
PT Geo Dipa Energi mengeluarkan dana sebanyak Rp68.997.500.
Di Kecamatan Kejajar, sebanyak 83 siswa yang tergolong ke­

luarga prasejahtera dan berprestasi mendapatkan bantuan
pen­d­ idikan. Seluruh siswa tersebut berasal dari 10 sekolah dasar
yang ter­sebar di Kecamatan Kejajar. Di Kecamatan Batur se­ba­
nyak 83 siswa berprestasi dan berasal dari keluarga pra­sejahtera
mendapatkan bantuan pendidikan. Semua siswa ters­ebut ber­­­
asal dari 12 sekolah dasar yang berada di Kecamatan Batur. Se­
dangkan untuk Kecamatan Bawang, sebanyak 27 siswa yang ber-
asal dari 4 sekolah dasar juga mendapatkan bantuan pendidikan.

Selain program bantuan pendidikan di tiga kecamatan itu,
PT Geo Dipa Energi juga menjalankan program sekolah jurnalis-
tik untuk masyarakat umum yang memiliki ketertarikan dalam

bidang jurnalistik, terutama para pemuda yang
ada di sekitar perusahaan.

Program ini dilaksanakan di Kabupaten
Wonosobo pada tahun 2018. Dalam pelaksanaan­
nya, PT Geo Dipa Energi menggandeng Per-
satuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten
Won­osobo. Dana yang dikeluarkan untuk
me­l­aksanakan program tersebut adalah seba­
nyak Rp25.000.000. Tujuannya adalah untuk
memunculkan bibit-bibit wartawan muda baru
yang memiliki antusias dan bakat dalam dunia
jurnalistik.

21

22


Click to View FlipBook Version