The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

e-modul fiqih kelas VIII semester 2 (alimashari)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by alikreatif123, 2023-01-13 12:00:51

e-modul fiqih kelas VIII semester 2 (alimashari)

e-modul fiqih kelas VIII semester 2 (alimashari)

Keywords: fiqih

1


2 SURAT KETERANGAN PENELITIAN Nomor: B- /Mts.13.12.01/PP.00.5/04 /2019 YANG bertanda tangan di bawah ini, saya: Nama : H. Moch Syuaib, S.Ag., M.PdI. NIP : 197004112003121002 Jabatan : Kepala Madrasah Tempat Tugas : MTsN 3 JOMBANG Alamat Sekolah: Jl. KH. A. Wahab Hasbullah Gg. III Tambakberas Kec. Jombang Kab. Jombang Prov. Jawa Timur Menerangkan dengan sesungguhnya; Nama : Ali Mashari S.Ag NIP : - Jabatan : GURU Tempat Tugas: MTsN 3 JOMBANG Alamat : Tambakberas Gg. 3 rt 03 rw 04 Kec. Jombang Kab. Jombang Prov. Jawa Timur Telah melakukan Kegiatan Penelitian mulai Tanggal 2 Agustus s.d. 30 September 2019 dengan judul “PENGGUNAAN APLIKASI ZOOM MEETING DALAM PEMBELAJARAN FIQIH MATERI (Praktek Mengkafani Jenazah) DIMASA PANDEMI KELAS IX MTsN 3 JOMBANG TAHUN PELAJARAN 2019-2020”. Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya Jombang, 25 September 2019 Kepala Madrasah H. Moch Syuaib, S.Ag., M.PdI NIP. 197004112003121002


3 LEMBAR PENGESAHAN Judul : PENGGUNAAN APLIKASI ZOOM MEETING DALAM PEMBELAJARAN FIQIH MATERI (Praktek Mengkafani Jenazah) DIMASA PANDEMI KELAS IX MTsN 3 JOMBANG TAHUN PELAJARAN 2019-2020 1. Identitas Peneliti Ali Mashari S.Ag : Nama Guru : Jabatan 2. Lokasi Penelitian : MTsN 3 Jombang 3. Lama Penelitian : 2 Bulan (September - Oktober 2019) 4. Biaya Penelitian : Mandiri Telah disahkan pada : Tanggal : Agustus 2019 Di : Jombang Mengetahui, Kepala MTsN 3 Jombang H. Moch Syuaib, S.Ag., M.PdI. NIP. 197004112003121002 Peneliti, Ali Mashari S.Ag


4 PERPUSTAKAAN MTsN 3 JOMBANG Jombang, Oktober 2019 Nomor : B- /Mts.15.12.7/PP.00.5/10/2019 Lampiran : -0- Hal : Inventaris Koleksi PTK Koordinator Perpustakaan MTsN 3 Jombang menyatakan bahwa : Judul : PENGGUNAAN APLIKASI ZOOM MEETING DALAM PEMBELAJARAN FIQIH MATERI (Praktek Mengkafani Jenazah) DIMASA PANDEMI KELAS IX MTsN 3 JOMBANG TAHUN PELAJARAN 2019-2020 Nama : Ali Mashari S.Ag Unit Kerja : MTsN 3 Jombang Jabatan : Guru Laporan hasil pengalaman lapangan dan kajian pustaka jurnal ilmiah tersebut telah didokumentasikan di perpustakaan Madrasah Tsanawiyah 3 Jombang dengan nomor koleksi : Demikian surat pengesahan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya. Mengetahui, Kepala MTsN 3 Jombang H. Moch Syuaib, S.Ag., M.PdI. NIP. 197004112003121002 Koord. Pustakawan MTsN 3 Jombang Nurul Swandari, M.Pd. NIP. 197510182007012019 BAB I SUJUD SYUKUR DAN SUJUD TILAWAH Standar Kompetensi : Memahami tata cara sujud di luar salat. Kompetensi Dasar :


5 1. Menjelaskan ketentuan sujud syukur dan tilawah 2. Mempraktikkan sujud syukur dan tilawah SUJUD SYUKUR DAN SUJUD TILAWAH Macam_macam sujud terbagi menjadi tiga macam, yaitu sujud syukur, sujud tilawah dan sujud sahwi Pengertian Sujud Syukur Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan berkaitan dengan rasa syukur kepada Allah Ta’ala karena mendapat karunia atau terhindar dari suatu marabahaya. Adapun hukum melakukan sujud syukur adalah sunnah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al_Utsaimin mengatakan bahwa sujud syukur disunnahkan karena mendapatkan kenikmatan atau keselamatan dari bencana. Hal ini berdasarkan hadits dari Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan sujud, dan beliau sujud lama sekali, kemudian beliau mengangkat kepala beliau sambil bersabda, “Sesungguhnya Jibril ‘alaihis salam menemuiku dan memberikan kepadaku kabar gembira. Ia berkata: Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala berfirman; Barangsiapa mengucapkan shalawat kepadamu, pasti akan Kuberikan shalawat kepadanya, dan barangsiapa mengucapkan salam kepadamu, akan Kuucapkan salam kepadanya. Maka aku pun bersujud karena bersyukur kepada Allah.” [Hadits hasan, diriwayatkan oleh Ahmad, dihasankan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al_Albani dalam kitab Misykatul Mashabih, hal. I/296 hadits no. 937] Selain itu, ada juga yang meluapkan rasa kegembiraan itu dengan memberikan sedekah atau memberikan makan kepada fakir miskin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan teladan kepada umatnya, apabila beliau memndapatkan sesuatu yang menggembirakan, maka beliau ber syukur kepada Allah Ta’ala dengan cara sujud syukur. Oleh karena itu, bagi umat Islam yang terbaik untuk dilakukan dalam mengungkapkan kegembiraan itu adalah dengan sujud syukur. Dengan demikian, sujud syukur adalah sujud yang dilakukan oleh seseorang sebagai rasa terima kasih kepada Allah Ta’ala setelah mendapatkan hal_hal yang sangat menguntungkan. Penulis berkata, “Sebagaimana perkataan Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah


6 bin Baz ketika memberikan penjelasan terhadap kitab Bulughul Maram hadits no. 372 bahwa sujud syukur itu tidak dilakukan dengan takbir. Itulah asal dari bersujud”. Oleh karena itu, yang jelas, bahwa karena keberadaannya sebagai sujud untuk bersyukur, maka tidak disyariatkan hal_hal yang disyariatkan dalam sujud shalat. Dan di antara hadits_hadits yang ada tentang sujud syukur, tidak ada yang menunjukkan adanya syariat untuk bertakbir ketika sujud syukur. Wallahu ‘alam. Tata Cara Sujud Syukur adalah : 1. Berniat di dalam hati (tanpa dilafazkan) untuk sujud syukur 2. Kemudian sujud dengan membaca tasbih seperti bacaan tasbih dalam shalat biasa. Atau membaca رب اوزعني ان اشكر نعمتك التي انعمت علي وعلي والدي وان اعمل صالحا ترضىه وادخلنى برحمتك في عبادك الصالحين 3. Kemudian duduk seperti duduk tasyahud akhir tanpa bacaan 4. Langsung salam Pengertian Sujud Tilawah Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan ketika membaca atau mendengar ayat_ayat sajadah dalam bacaan Alquran. Keutamaan Sujud Tilawah Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seorang anak Adam membaca ayat As_ Sajadah lalu ia bersujud, maka setan akan menyingkir sambil menangis dan berkata: Sungguh celaka dia (dalam riwayat lain disebutkan, sungguh celaka aku) karena anak Adam itu diperintahkan untuk bersujud lalu ia bersujud dan akhirnya masuk surga. Sementara aku dahulu diperintahkan untuk bersujud, namun aku membangkangnya, sehingga aku pun masuk neraka.” [Hadits shahih diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Al_Iman, hadits no. 81] Hukum Sujud Tilawah


7 Para ulama berbeda pendapat tentang hukum sujud Tilawah. Imam Abu Hanifah dan para sahabatnya serta yang sependapat dengan mereka berpandangan bahwa hukum sujud Tilawah adalah wajib. Sementara itu, Imam Malik, Asy_Syafe’i, demikian juga pendapat Umar bin Al_Khaththab dan anaknya, yaitu Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berpendapat bahwa hukum sujud Tilawah adalah sunnah muakkad, tidaklah wajib. Diriwayatkan dengan shahih dari Umar bin Al_Khaththab radhiyallahu ‘anhu pada suatu hari membaca surat An-Nahl di atas mimbar. Sehingga ketika sampai pada ayat as_sajadah, beliau turun dan bersujud, maka orang_orang pun ikut bersujud. Pada hari Jum’at berikutnya, beliau kembali membaca surat tersebut. Ketika sampai pada ayat as_sajadah beliau berkata, “Wahai kaum muslimin, sesungguhnya kami melewati ayat as_sajadah, barangsiapa yang ingin bersujud, ia telah melaksanakan kebaikan, dan barangsiapa yang tidak bersujud, tidak ada dosa baginya.” Dan Umar pun ketika itu tidak bersujud. Dalam lafaz lain disebutkan, “Sesungguhnya Allah tidak mewajibkan kita untuk bersujud, kecuali bila kita menghendaki.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Al_Bukhari dalam kitab Sujudul Quran, hadits no. 1077]. Dengan demikian, hukum sujud tilawah adalah sunnah muakkad, tidaklah wajib. Karena kalau hukum sujud tilawah wajib, maka pasti Umar akan bersujud lagi. Tata Cara Sujud Tilawah 1. Berniat di dalam hati untuk sujud tilawah 2. Sujud satu kali sambil membaca, سجد وجهي للذي خلقه وشق سمعه وبصره بحوله وقوته فتبارك هللا احسن الخالقين (Wajahku sujud kepada Tuhan yang menciptakannya dan membentuknya, yang membukakan pendengaran dan penglihatannya dengan upaya dan kuasa_Nya. Maka Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik).” 3. Duduk 4. Membaca salam Demikianlah pembahasan seputar macam-macam sujud kali ini. Saya memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan nama-nama_Nya yang agung dan sifat-sifat_Nya yang mulia agar menjadikan amalan saya yang sedikit ini menjadi amalan yang berkah dan ikhlash semata-mata karena mengharapkan wajah_Nya yang mulia, serta menjadikan sarana pendekat


8 kepada surga_Nya bagi penulis, penerbit, pembaca, dan orang-orang yang berpartisipasi dalam menyebarkan tulisan ini. Saya juga memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar tulisan ini bermanfaat bagi saya dan semua orang yang membutuhkannya. Sesungguhnya Allah-lah sebaik_baik tempat memohon dan semulia_mulia tempat berharap.


9 BAB II PUASA Standar Kompetensi Melaksanakan tata cara puasa Kompetensi Dasar 1. Menjelaskan ketentuan puasa 2. menjelaskan macam-macam puasa PUASA A. Pengertian Puasa Pengertian puasa menurut bahasa adalah As- Shiaamu artinya menahan diri atau pembakaran, sedangkan menurut Istilah adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan ibadah puasa mulai dari terbitnya fajar sampai dengan terbenamnya matahari, dengan disertai niat puasa karena Allah SWT, sesuai syarat dan rukunnya. B. Dalil Puasa Ibadah puasa tidak hanya diwajibkan bagi umat islam saja, akan tetapi umat terdahulupun juga diwajibkan untuk berpuasa. Adapun dalil diwajibkannya berpuasa terdapat dalam alqur’an surat Al-Baqarah ayat 183, yaitu ياأيها الذين أمنو كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون “hai sekalian orang yang percaya kepada Allah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagai mana yang telah diwajibkan atas orang-orang yang terdahulu (sebelum kamu) muda mudahan kamu berbakti (takut) kepada Allah SWT. (Al-Baqarah ayat 183). C. Ketentuan Puasa Agar puasa diterima oleh Allah SWT maka dalam pelaksanaaannya haruslah sesuai dengan aturan yang telah ditentukan. Adapun ketentuan melaksanakan ibadah puasa yang harus dipenuhi itu yang meliputi ; a. Syarat Wajib Puasa


10 Syarat Wajib Puasa ialah sesuatu yang harus di penuhi terlebih dahulu, sebelum melakukan ibadah puasa, jika belum terpenuhi maka puasanya dianggap tidak sah Tidak semua orang diwajibkan berpuasa, hanya ada 4 orang saja yang wajib berpuasa. Adapun Syarat Wajib Puasa ada 4, yaitu : 1. Islam. Hanya orang islam sajalah yang diwajibkan untuk berpuasa, sehingga jika ada orang non muslim melakukan puasa sebagaimana orang islam, maka puasanya tidak akan diterima oleh Allah SWT. 2. Baligh (orang dewasa). Puasa tidak diwajibkan bagi anak-anak, tapi latihan berpuasa sangat perlu sekali bagi anak-anak, karena dengan semangat dan motifasi dari orang tuanya, supaya kelak setelah anak tersebut baligh tidak menemui kesulitan dan kuat dalam menjalankan ibadah puasa. 3. Berakal. Artinya bagi orang yang gila atau hilang akal tidak diwajibkan untuk perpuasa. Karena puasa yang dilakukannya tidak diketahui untuk siapa. 4. Mampu mengerjakan puasa. Bagi orang yang tidak mampu berpuasa,diperbolehkan untuk tidak berpuasa Asalkan ada udzurnya atau alasannya. Dan tetap wajib mengqadla’ puasa sesuai dengan ketentuannya. b. Syarat Sah Puasa Meskipun telah memenuhi semua syarat wajib berpuasa, tidak semua orang sah puasanya kecuali orang tersebut sudah memenuhi syarat sah puasa, adapun syarat sah puasa ada 3 macam yaitu : 1. Mumayyiz , yaitu anak yang sudah bisa membedakan antara hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk. 2. Suci dari Haid dan Nifas. Ketentuan ini hanya husus bagi perempuan. c. Rukun Puasa Istilah Rukun Puasa ini sinonim dengan fardlunya puasa yaitu sesuatu yang harus dilakukan ketika akan melakukan puasa.


11 Adapun Rukun Puasa atau fardlunya puasa ada 2 macam , yaitu : 1. Niat Adapun ketentuan niat adalah : a. Jika puasanya puasa wajib, maka niatnya mulai dari tenggelamnya matahari sampai terbitnya fajar. b. Jika puasanya puasa sunnah, maka niatnya boleh siang hari, asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa dan sebelum Zawal ( atau matahari condong ke arah barat). Para imam yang terkenal telah bersepakat atas kewajiban niat pada puasa Ramadlan diniatkan setiap hari, karena puasa Ramadlan itu tidak sah kecuali dengan niat.Menurut Imam Malik, Syafi’i dan Hambali, niat itu harus diletakkan pada malam hari, berbeda dengan Imam Hanafi. Sebagaimana Rasulullah saw bersabda : َم لَهُ ِّصيَا ْجِّر فَالَ ْب َل الْفَ قَ ِّيَّةَ ِّت الن ِّ ْم يُبَي َم ْن لَ Aerinya “Barangsiapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka sama sekali tidaklah puasa itu sah baginya”. (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah, dari hafshah) Hadits yang di atas menegaskan bahwa tidak sah puasa seseorang dengan niat pada saat fajar terbit, apalagi sesudahnya. Lain halnya puasa sunnat, maka waktu berniat tidak harus malam hari, tapi bisa dilakukan setelah terbit fajar, sampai sebelum tergelincirnya matahari (waktu Dzuhur) dengan syarat ia belum makan / minum sedikitpun sejak Subuh. Bahkan ulama mazhab Hambali, untuk puasa sunat, membolehkan berniat setelah waktu Dzuhur. Berikut ini adalah contoh-contoh niat puasa : a. Contoh niat puasa ramadhan نويت صوم غا د عن اداء فرض ا لشهرالر مضان هذ ه ا لسنه فرضا هلل تعا لي Artinya : saya niat berpuasa besok pagi untuk melaksanakan kewajiban berpuasa ramadhan pada tahun ini, kewajiban karena Allah Ta’ala


12 b. Contoh niat puasa qadla’ نويت صوم غا د عن قضاء فرض ا لشهرالر مضان هذ ه ا لسنه فرضا هلل تعا لي Artinya : saya niat berpuasa besok pagi untuk melaksanakan kewajiban mengqadla’ puasa ramadhan pada tahun ini, kewajiban karena Allah Ta’ala c. Contoh niat puasa sunnah نويت صوم غا د سنه هلل تعا لي Artinya : saya niat berpuasa sunnah besok pagi karena Allah Ta’ala. 2. Menahan diri dari segala hal-hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya : “barangsiapa yang tidak niat akan puasa pada malamnya sebelum terbit fajar, maka bukanlah ia berpuasa”(Riwayat Lima Orang Ahli Hadist) d. Kesunnahan-Kesunahan Dalam Berpuasa Ada beberapa kesunahan-kesunahan bagi orang yang sedang berpuasa , antara lain : 1. Menyegerakan berbuka, jadi setelah yakin matahari telah terbenam (waktu Magrib telah tiba), maka disunahkan bagi kita semua untuk segera berbuka, minimal minum. 2. Melambatkan atau mengahirkan makan sahur, selama fajar sadiq belum muncul. Adapun alasan makan sahur sesudah tengah malam, adalah dengan maksud supaya menambah kekuatan ketika puasa. Alasan lainnya juga, agar orang tersebut melakukan solat lail atau tahajud. 3. Membaca do’a ketika berbuka اللهم لك صمت وبك ا منت و علي رزقك افطر ت بر حمتك يا ارحم الراحمين Ya Allah, kepadamu aku berpuasa, dan atas rizqi dariMu aku berbuka, dengan rahmatMu wahai dzat yang maha prngasih lagi maha penyayang. 4. Berbuka dengan sesuatu yang manis. Contohnya : Buah-buahan, anggur, kurma atau minuman yang manis-manis. 5. Memberi makanan untuk berbuka, kepada orang yang berpuasa. Terutama orang yang membutuhkan. 6. Memperbanyak ibadah misalnya; membaca Al Qur’an, i’tikaf berdzikir dan lain sebagainya


13 7. Memperbanyak Shodaqah atau mengantarkan makanan dan minuman ke Masjid. e. Hal-hal yang dimakruhkan ketika sedang berpuasa Ketika sedang melaksanakan puasa, sebaiknya tidak melakukan hal-hal yang dimakruhkan ketika sedang berpuasa, antara lain : 1- Berkumur-kumur secara berlebihan. 2- Bersiwakan atau menggosok gigi setelah matahari tergelincir. 3- Mencicipi makanan, tetapi tidak di telan. Karena kalau mencicipi makanan, dan makanannya tersebut ditelan maka puasanya batal. 4- Suntik atau berbekam ( cantuk ) kecuali ada keperluan. 5- Memakai wangi-wangian. 6- Berkata yang kotor, mencaci maki, mengumpat dan berkata yang berlebihan. 7- Sengaja melambatkan berbuka padahal mengetahui sudah tiba waktu maghrib. f. Hal-Hal Yang Membatalkan Puasa antara lain : Ketika sedang melaksanakan puasa wajib bagi kita untuk tidak melakukan hal-hal yang diharamkankan ketika sedang berpuasa, antara lain : 1. Makan serta minum dengan sengaja mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Makan dan minum yang tidak disengaja; seperti lupa, maka tidak membatalkan puasa. 2. Bersetubuh disiang hari bulan ramadlan. Dan bagi orang yang melakukan pelanggaran ini maka orang tersebut di kenai sanksi atau membayar kaffarat. Adapun kaffaratnya adalah memilih diantara 3 pilihan, yaitu : a. Memerdekakan budak. b. Puasa 2 bulan berturut-turut. c. Memberi makan 60 orang fakir miskin. untuk setiap harinya 1 mud makanan pokok. 3. Muntah dengan sengaja. 4. Murtad (keluar dari agama islam ). 5. Dalam keadaan haid dan nifas. 6. Hilang akal, baik disebabkan karena gila, mabuk dan juga pingsan


14 jika hilang akal tersebut terjadi pada siang hari. 7. Keluar air mani dengan disengaja. Sedangkan jika keluar maninya karena mimpi, maka tidak membatalkan puasa. Dari uraian hal-hal yang membatalkan puasa diatas, dasar hukum yang sesuai dengan dalilnya adalah : (Q.S. Al Baqarah ayat 187) dan sabda Rasulullah SAW yang artinya : “barang siapa lupa bahwa ia berpuasa, kemudian ia makan atau minum, Maka hendaklah disempurnakan puasanya; sesungguhnya Allah yang memberinya makan dan minum”(Riwayat bukhari dan Muslim). g. Orang-orang yang diperbolehkan untuk berbuka puasa antara lain : 1. Orang yang sakit. Jika akibat dari berpuasanya akan menjadikan orang tersebut bertambah sakit, maka boleh tidak berpuasa. Adapun cara mengganti puasanya adalah • Jika sakitnya ada harapan untuk sembuh maka cara mengganti puasa dengan : mengqadha’ puasa saja (mengganti puasanya saja). • Jika sakitnya tidak ada harapan untuk sembuh, maka cara mengganti puasanya dengan : hanya membayar Fidyah saja Untuk 1 hari tidak berpuasa diganti dengan membayar fidyah 1 mud ( 6 ons ) dari makanan pokok di daerahnya. 2. Musyafir (orang yang bepergian) dengan syarat, • Jarak perjalanan yang ditempuhnya lebih dari 80,64 km. • Musafirnya tidak untuk ma’siat. Adapun cara mengganti puasanya dengan : hanya mengqadha’ puasa saja. Adapun hukum puasa dalam perjalanan adalah bermacam- macam, disesuaikan dengan kondisi seseorang, antara lain : ➢ Lebih baik bagi orang yang berpuasa, untuk berbuka jika dalam perjalanan yang sudah diperbolehkan untuk menjamak dan qosor. Adapun bagi orang yang melakukan perjalanan dibulan Ramadhan, ternyata berpuasa tidak memberatkannya, maka lebih baik ( afdlol ) untuknya berpuasa.


15 ➢ Tetapi jika puasa memberatkannya, maka yang baik baginya adalah berbuka. Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, orang yang berpuasa tidak mencela yang berbuka dan juga yang berbuka tidak mencela yang berpuasa.” (Muttafaq ‘alaih) d. Orang yang sudah tua serta lemah fisik maupun mentalnya, Maka orang tersebut boleh tidak berpuasa. Adapun cara mengganti puasanya adalah hanya dengan membayar fidyah saja. Yaitu Memberi makan fakir miskin, untuk setiap harinya 1 mud makanan pokok. 3. Wanita yang sedang hamil dan yang sedang menyusui ➢ Jika hawatir akan menjadi mudharat untuk ibu ( wanita ) yang menyusui atau yang sedang mengandung, maka wanita tersebut boleh tidak berpuasa • Adapun cara mengganti puasanya adalah dengan : menqadha’ puasa saja. ➢ Jika hawatir akan menjadi mudharat untuk anak yang ada dalam kandungannya atau anak yang sedang disusuinya, maka wanita tersebut boleh tidak berpuasa • Adapun cara mengganti puasanya adalah dengan : menqadha’ puasa dan sekaligus juga Membayar fidyah Keterangan : Jika tidak berpuasa dikarnakan dua alasan diatas, dan cara penggantiannya de ngan membayar fidyah, maka untuk satu hari tidak berpuasa, diganti dengan membayar 1 mud dari makanan pokok daerah tersebut. Adapun ukuran 1 mud adalah 6 ons Dari uraian diatas sebagai dasar hukumnya sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya : ”Dari Annas : Telah berkata Rasu lullah SAW : Sesungguhnya ALLah Azza Wajalla telah melepaskan orang yang berjalan dari kewajiban puasa dan sebagian dari sholat, dan terhadap perempuan yang hamil dan yang menyusui, Allah telah melepaskan kewajiban puasa dari keduanya”.( hadits Riwayat lmam ahlihadist) C- Macam-Macam Puasa Dilihat dari segi hukumnya, puasa itu ada empat macam antara lain :


16 1. Puasa Wajib, yakni puasa yang apabila dikerjakan, akan mendapat pahala, dan apabila ditinggalkan, akan mendapat dosa. Adapun yang termasuk puasa wajib antara lain : a. Puasa Ramadhan adalah ibadah puasa yang dilaksanakan selama satu bulan pe nuh pada bulan Ramadhan. Hukum puasa romadlan adalah fardlu ‘ain ( yaitu kewajiban bagi setiap orang mukallaf ) . Perintah diwajibkannya puasa dimulai pada tahun ke-2 H. Ada 3 cara untuk menentukan awal dan ahir bulan ramadlan yaitu : 1- Ru’yatul hilal ialah : melihat bulan sabit tanggal 1 qomariah dengan mata kepala.Sebagai mana firman Allah SWT surat Al-Baqarah 185 ......فمن شهد منكم الشهرفليصمه...... Artinya “…….maka barang siapa diantaramu menyaksikan bulan (awal Ramadhan), maka berpuasalah……” 2- Istikmal ialah : menyempurnakan hitungan bilangan hari bulan sya’ban menjadi 30 hari. Sebagaimana hadis Nabi SWA. : ان ابن عمر رضي هللا عنه راءهفا خبررسولل هللا صلى هللا عليه وسلم بذلك وصا م وامر الناس بصيامه )روه ابوداود( Artinya : “bahwasannya ibnu Umar melihat bulan, maka ia memberitahukan hal itu kepada Rasulullah saw. Lalu Rasulullah saw berpuasa dan beliau menyuruh orang-orang agar berpuasa pula” (H.R. Abu Daud) 3- Hisab ialah : menggunakan perhitungan dengan ilmu falaq ( ilmu astrono mi atau ilmu perbintangan) 2) Puasa Nadzar (berjanji) yaitu puasa yang dilaksanakan karena seseorang berjanji baik janjinya itu didengar orang lain maupun tidak, dengan tujuan hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Apabila tidak memenuhi nadzar tersebut maka orang tersebut wajib mengganti sesuai kafarat nadzar. Yaitu: 1. Memberi makan sepuluh orang miskin 2. Memberi pakaian sepuluh orang miskin 3) Puasa Kafarat


17 Yaitu puasa yang wajib dikerjakan, untuk menutupi suatu keteledoran atau kehilafan yang telah dilakukan. • Salah satu contoh puasa kafarat adalah : Seseorang yang ketika bulan romadhon, disiang harinya melakukan hubungan suama istri ( bersetubuh ), maka kafarat orang tersebut adal ✓ Memerdekakan budak. ✓ Karena perbudakan di muka bumi ini sudah tidak ada maka yang dilakukan adalah : Berpuasa 2 bulan berturut-turut tanpa terputus. ✓ Dan jika tidak mampu berpuasa 2 bulan berturut-turut tanpa terputus, maka orang tersebut harus memberi makan pada 60 orang fakir miskin, yang masing-masing orang fakir miskin tersebut, mendapatkan 1 mud. 2. Puasa Sunnah, yakni puasa yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa. Macam-macam puasa sunah antara lain : a. Puasa 6 hari dalam bulan syawal Dimulai tanggal 2 syawal sampai tanggal 30 syawal b. Puasa hari tarwiyah ( tanggal 8 bulan dzulhijjah ) c. Puasa hari arafah ( tanggal 9 bulan dzulhijjah ), kecuali orang yang sedang mengerjakan ibadah haji, maka tidak disunatkan atasnya. d. Puasa hari’Asyura’ (tangggal 10 muharram) e. Puasa bulan Sya’ban f. Puasa bulan Rajab g. Puasa hari senin dan kamis h. Puasa tengah bulan yaitu tanggal 13,14 dan 15 dari tiap-tiap bulan Qamariyah (tahun Hijriyah). 3. Puasa Haram, yakni puasa yang apabila dikerjakan akan mendapat Dosa. Adapun macam-macam puasa yang diharamkan ialah : a. Puasa dihari raya Idul Fitri ( tanggal 1 syawal ) b. Puasa dihari raya Idul Adha ( tanggal 10 Dzulhijah ) c. Puasa dihari Tasyrik yaitu pada tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijah


18 d. Puasa abadan, puasa sepanjang masa tanpa ada berhentinya meskipun pada harihari yang di haramkan untuk berpuasa. Dari pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa dalam bulan Dzulhijjah ada 4 hari yang diharamkan untuk berpuasa, yaitu tanggal 10, 11. 12, dan 13. 4. Puasa makruh, yakni puasa yang apabila dikerjakan tidak mendapat pahala tetapi bila ditinggalkan akan mendapat pahala. Contoh puasa makruh : a. Hari Syak, yakni hari yang diragukan tentang adanya hilal pada awal Ramadhan atau masih pada akhir bulan Sya’ban ( tanggal 30 sya’ban ) . Tetapi jika ternyata tanggal 30 sya’ban itu, tidak ada sehingga menjadi tanggal 1 ramadhan, maka hukum puasanya tidak sah, dan orang tersebut punya hutang puasa ramadhan. b. Puasa khusus pada hari jum’at Tatapi jika hari sebelum atau sesudah jumat itu orang tersebut berpuasa, maka tidak makruh puasanya. c. Puasa khusus pada hari sabtu Tatapi jika hari sebelum atau sesudah sabtu itu orang tersebut berpuasa, maka tidak makruh puasanya A. Hikmah Puasa Puasa adalah ibadah yang paling rahasia, karna hanya Allah saja yang mengetahui. Apakah seseorang itu sedang berpuasa atau tidak. Sehingga ada beberapa hikmah yang akan didapat oleh orang-orang yang berpuasa antara lain : 1. Membentuk manusia yang bertaqwa 2. Memberikan pendidikan keyakinan terhadap adanya Allah SWT. 3. Menahan sifat sabar karena orang yang berpuasa terdidiklah menahan kelaparan kehausan dan keinginan, tentulah akan berhati sabar menghadapi segala kesusahan. 4. Timbul suatu sifat atau perasaan ingin membantu fakir miskin yang kadang-kadang sampai tiga hari lamanya tidak memakan suatu makanan.


19 5. Mendidik diri bersifat amanah karena dengan puasalah dapat melatih dirinya agar menjadi kepercayaan orang. 6. Mendidik dari sifat Siddiq karena dengan puasa orang dapat menghindarkan dirinya dari sifat pendusta 7. Menjaga kesehatan badan dapat merasakan kenikmatan yang sebenarnya atas pemberian Allah. 8. Menumbuhkan rasa solidaritas sosial yang tinggi terhadap sesama, karena dengan berpuasa kita bisa merasakan bagaimana rasanya tidak makan yang biasanya dirasakan orang fakir miskin h. Keistimewaan Puasa Ada beberapa keistimewaan ibadah puasa, bagi para pelaku yang menjalankannya, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, “Semua amal anak Adam akan dilipatgandakan, kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang semisal dengannya, sampai tujuh ratus kali lipat. Rasulullah bersabda yang artinya, ‘Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Dia (anak Adam) meninggalkan syahwatnya dan makanannya demi Aku. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan : 1. ketika berbuka dan gembira karena bertemu dengan Rabb-nya. 2. Sungguh, bau mulut orang yang berpuasa disisi Allah adalah lebih wangi daripada bau kesturi.’” (Muttafaq ‘alaih) Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.’” (Muttafaq ‘alaih)


20 BAB III ZAKAT Standar kompetensi Melaksanakan tata cara zakat Kompetensi Dasar 1. Menjelaskan ketentuan zakat fitrah dan zakal mal 2. menjelaskan orang yang berhak menerima zakat 3. mempraktekkan pelaksanaan zakat fitrah dan mal ZAKAT A. Pengertian Zakat Zakat merupakan salah satu rukun Islam, yaitu rukun islam ke 4 dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib ( fardhu ) bagi setiap orang yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah, seperti:salat,haji,dan puasa yang telah diatur secara rinci dan paten berdasarkan Al-Qur'an dan As Sunnah, sekaligus merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ummat manusia Zakat menurut bahasa berarti tumbuh, berkembang, menyucikan, atau membersihkan. Sedangkan menurut arti istilah, zakat ialah memberikan sebagian harta dengan kadar tertentu, untuk orang-orang tertentu, sebagaimana syarat dan rukunnya. B. Dalil yang menunjukkan perintah zakat Adapun dalil yang menunjukkan perintah zakat adalah : Firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah : 43.( “ Bayarlah Zakat “) ...............


21 “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang rukuk”. C. Syarat wajib zakat Adapun yang dimaksud dengan syarat wajib zakat ialah segala sesuatu yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan / mengeluarkan zakat. Syarat wajib zakat ada lima, yaitu : a. Islam Hanya orang yang beragama islam sajalah yang wajib mengeluarkan zakat. b. Merdeka Hanya orang merdeka yang wajib mengeluarkan zakat, jadi budak tidak wajib. c. Hak milik yang sempurna Artinya harta tersebut milik sendiri, bukan milik orang lain. d. Ada satu nishob ( harta tersebut sudah mencapai kadar / batasan harta yang wajib dizakati ) e. Haul, atau sudah sampai satu tahun. Artinya jika kepemilikan harta tersebut belim ada satu tahun maka belum wajib dikeluarkan zakatnya. D. Macam-macam Zakat Zakat dibedakan menjadi dua macam, yaitu : 1. Zakat fitrah 2. Zakat maal ( harta kekayaan). 1. Zakat fitrah Zakat fitrah menurut arti bahasa ialah zakat yang dikeluarkan pada hari raya idul fitri. Sedangkan zakat fitrah menurut arti istilah adalah zakat terhadap jiwa yang wajib dikeluarkan oleh setiap orang islam, untuk membersihkan dirinya dan juga keluarga yang menjadi tanggungannya.


22 Hukum mengeluarkan zakat fitrah Adapun hukum mengeluarkan zakat fitrah adalah wajib bagi semua orang islam, mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa sampai dengan orang tua, laki-laki dan perempuan , orang merdeka dan budak. Artinya semua orang islam wajib mengeluarkan zakat fitrah. Sekalipun orang tersebut termasuk kategori orang miskin, asalkan pada malam hari raya idul fitri orang tersebut mempunyai kelebihan dari makanan pokok, baik untuk dirinya maupun orang yang menjadi tanggungannya maka orang tersebut juga berkewajiban mengeluarkan zakat fitrah. Syarat wajib zakat fitrah Hampir semua orang wajib mengeluarkan zakat fitrah. Adapun syarat wajib zakat fitrah ada 3 : 1- Beragama islam. 2- Masih hidup dibulan ramadlan, bahkan sampai pada hari raya idul fitri. Artinya : ➢ jika pada pertengahan bulan ramadlan, misalnya : ada orang yang meninggal, maka ahli waris dari orang yang meninggal tersebut juga wajib mengeluarkan zakat fitrah untuknya. ➢ Jika ada bayi yang lahir sebelum matahari terbenam pada tanggal 1 syawal, maka orangtua dari bayi tersebut juga wajib mengeluarkan zakat fitrah untuk bayi tersebut. 3- Mempunyai kelebihan dari makanan pokok, baik untuk dirinya ataupun keluarga yang menjadi tanggungannya. Ukuran zakat fitrah Adapun ukuran dari zakat fitrah adalah 1 sha’ atau 2,6 kg atau 3,1 liter dari makanan pokok di daerah itu. Karena umat islam tersebar di seluruh dunia, dan masing-masing daerah atau negara, berbeda makanan pokoknya, oleh karena itu zakat fitrahnyapun berbeda tetapi ukurannya tetap sama.


23 Waktu pembayaran zakat fitrah Adapun waktu pembayaran zakat fitrah ada 3 macam : 1. Waktu mubah ( boleh ) : yaitu terhitung mulai dari awal bulan ramadhan, sampai penghabisan bulan ramadhan. 2. Waktu wajib : yaitu terhitung mulai dari terbenamnya matahari pada penghabisan 3. bulan ramadhan, sampai sebelum masuk waktu solat subuh. 4. Waktu afdlol : yaitu terhitung mulai dari sesudah solat subuh, sampai sebelum. solat idul fitri. 5. Waktu makruh : yaitu terhitung mulai dari selesai melakukan solat idul fitri sampai sebelum terbenamnya matahari pada hari idul fitri. 2. Zakat Maal Zakat maal adalah zakat kekayaan / harta benda. Ahir-ahir ini sering diabaikan. Padahal hukumnya sama wajib dengan zakat Fitrah. Setiap kekayaan kaum Muslimin ada zakatnya . Zakat Maal ada 5 (lima) macam yaitu : 1. Binatang ternak. 2. Hasil tanaman. 3. Barang berharga 4. Barang tambang 5. Barang temuan 1. Ketentuan zakat binatang ternak Binatang ternak yang wajib dizakati ialah : kambing, sapi/ kerbau, unta. Selain 3 jenis hewan diatas tidak wajib dikeluarkan zakatnya. Akan tetapi jika seseorang berternak hewan selain diatas untuk diperdagangkan, maka tetap ada zakatnya sama seperti dalam ketentuan zakat perdagangan. 1. Adapun ketentuan zakatnya hewan kambing adalah No Nisab kambing Zakat yang dikeluarkan Keterangan hewan Umur hewan 1 40-120 ekor 1 ekor kambing betina atau 2 tahun lebih


24 No Nisab kambing Zakat yang dikeluarkan Keterangan hewan Umur hewan 1 ekor domba betina 1 tahun lebih 2 121-200 ekor 2 ekor kambing betina 2 tahun lebih 2 ekor domba betina 1 tahun lebih 3 201-399 ekor 3 ekor kambing betina 2 tahun lebih 3 ekor domba betina 1 tahun lebih 4 400ekor lebih 4 ekor kambing betina 2 tahun lebih 4 ekor kambing betina 1 tahun lebih Keterangan : Untuk contoh kasus tentang zakat nya seseorang yang mempunyai kambing Sebanyak 78 ekor, maka zakatnya hanya mengikuti ukuran nisabnya kambing 40 sampai 120 ekor. Yaitu zakatnya hanya 1 kambing betina umur 2 tahun. Demikian juga kalau kambing yang dimiliki belum ada 120 maka tetap zakatnya seperti diatas 2. Adapun ketentuan zakatnya sapi atau kerbau adalah : No Nisab sapi atau kerbau Zakat yang dikeluarkan Keterangan hewan Umur hewan 1 30-39 ekor 1 ekor anak sapi / pedet 1 tahun lebih 1 ekor kerbau 2 40-49 ekor 1 ekor anak sapi / pedet 2 tahun lebih 1 ekor kerbau 3 50-69 ekor 2 ekor anak sapi / pedet 2 tahun lebih 1 ekor kerbau 4 70 ekor lebih 2 ekor anak sapi / pedet 2 tahun lebih 2 ekor kerbau


25 Keterangan : Untuk contoh kasus tentang zakat nya seseorang yang mempunyai sapi atau kerbau Sebanyak 35 ekor, maka zakatnya hanya mengikuti ukuran nisabnya sapi atau kerbau 30 sampai 39 ekor. Yaitu zakatnya hanya 1 ekor anak sapi( pedet ) atau kerbau umur 1 tahun. 3. Adapun ketentuan zakatnya unta adalah : No Nisab unta Zakat yang dikeluarkan Keterangan hewan Umur hewan 1 5 – 9 ekor 1 ekor kambing atau 2 tahun lebih 1 ekor domba 1 tahun lebih 2 10- 14 ekor 2 ekor kambing atau 2 tahun lebih 2 ekor domba 1 tahun lebih 3 15-19 ekor 3 ekor kambing atau 2 tahun lebih 3 ekor domba 1 tahun lebih 4 20-24 ekor 4 ekor kambing atau 2 tahun lebih 4 ekor kambing 1 1 tahun lebih Keterangan : Untuk contoh kasus tentang zakat nya seseorang yang mempunyai unta Sebanyak 8 ekor, maka zakatnya hanya mengikuti ukuran nisabnya unta 5 sampai 9 ekor. Yaitu zakatnya hanya 1 ekor kambing umur 2 tahun. 2. Ketentuan Zakat hasil tanaman (pertanian) Tidak semua hasil tanaman (pertanian) wajib dikeluarkan zakatnya. Hanya buah anggur, kurma dan tanaman yang mengenyangkan sajalah yang wajib dikeluarkan zakatnya, contohnya padi, jagung dan gandum. Adapun ketentuan zakatnya hasil tanaman adalah sebagai berikut : ➢ Nisab ( ukuran ) wajib mengeluarkan zakat hasil tanaman (pertanian) adalah sudah mencapai 5 wasaq = 300 sa’ = 6 kw +91 kg + 200 gram = ( 691,200 gram ) ➢ Adapun zakat yang dikeluarkan ada 2 cara :


26 a. Jika hasil tanaman (pertanian) itu biaya pengairannya dengan tadah hujan, maka zakatnya adalah : 10 % b. Jika hasil tanaman (pertanian) itu biaya pengairannya dengan perairan yang memerlukan biaya contoh memakai mesin pompa air, maka zakatnya adalah : 5 % 3. Ketentuan Zakat barang berharga : emas dan perak a. Nisabnya emas adalah : 20 mitsqal =93,6 gram. Adapun zakat yang dikeluarkan adalah : 1/40 = 2,5 % = ½ dirham = 2,125 gram emas b. Nisabnya perak adalah : 200 mitsqal = 624 gram emas. Adapun zakat yang dikeluarkan adalah : 1/40 = 2,5 % = 5 dirham = 15,6 gram perak. 4. Zakat barang tambang Barang yang didapatkan dari hasil menambang, wajib untuk dikeluarkan zakatnya. Yaitu sebesar 1/40 = 2,5 % = ½ dirham = 2,125 gram emas. Dan husus untuk zakat barang tambang ini tidak ada batasan nisabnya. Jadi berapapun yang didapat oleh seseorang, maka wajib baginya untuk mengeluarkan zakatnya. 5. Ketentuan Zakat barang temuan atau barang terpendam ( harta rikaz.) Rikaz atau barang temuan atau terpendam, jika ditemukan oleh seseorang maka penemunya wajib mengeluarkan zakatnya, yaitu sebesar : 1/5 = 20% dari barang yang ditemukan itu. Mengeluarkan zakatnya tanpa menunggu haul. 6. Ketentuan Zakat barang dagangan Adapun bagi para pedagang, setiap 1 tahun wajib mengeluarkan zakatnya dari hasil penjualannya yaitu sebesar 1/40 = 2,5 % dari laba bersih yang dia dapatkan selama 1 tahun. Jadi perhitungan zakatnya adalah satu tahun sekali


27 E. Penerima zakat ( mustahik zakat = orang yang berhak menerima zakat ) Mustahiq zakat adalah : orang-orang yang berhak untuk menerima zakat. Untuk mustahik zakat ini berhak menerima semua bentuk zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal. Mustahiq zakat ada delapan golongan yaitu : a. Fakir Adalah orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupannya. b. Miskin Adalah orang yang mempunyai pekerjaan tetap, tetapi tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. c. Amil, yaitu Panitia Zakat d. Muallaf Mereka adalah orang yang baru masuk Islam dan belum lagi kuat keimanannya, sehingga perlu dipikat hatinya. e. Budak Yaitu hamba sahaya yang dijanjikan oleh tuannya akan dibebaskan, asalkan ia dapat membayar sejumlah tebusan. ( budak yang ada harapan untuk merdeka ) f. Ghorim Adalah orang yang mempunyai hutang, yaitu orang yang tidak memiliki sesuatu yang bisa dibuat untuk membayar hutangnya, mereka diberi zakat untuk dapat membayar hutangnya. g. Sabilillah Yakni jihad fi sabilillah, para mujahid dapat diberi zakat sejumlah yang dapat menyukupi mereka dalam berjihad, dan digunakan untuk membeli peralatan jihad.. Jihad di sini juga berarti untuk kepentingan di jalan Allah.Dan termasuk dalam sabilillah adalah: menuntut ilmu syar'i, pelajar ilmu syar'i dapat diberi uang zakat agar bisa menuntut ilmu dan membeli kitab yang diperlukan, kecuali jika ia memiliki harta yang dapat mencukupinya dalam memenuhi kebutuhan itu. h. Ibnu sabil Yaitu musafir yang perjalananya terhenti karena kehabisan bekal, ia dapat diberi zakat agar dapat sampai ke negerinya lagi.


28 F. Orang yang tidak berhak menerima zakat Adapun Orang yang tidak berhak menerima zakat ada 5 : a. Orang kaya . Rasulullah bersabda, "Tidak halal mengambil sedekah (zakat) bagi orang yang kaya dan orang yang mempunyai kekuatan tenaga." (HR Bukhari). b. Hamba sahaya. Karena seorang hamba sahaya masih mendapatkan nafkah atau kehidupannya di tanggung oleh tuannya. c. Keturunan Rasulullah Semua keturunan nabi Muhammad baik dari keturunan ayahnya atau dari keturunan ibunya tldaklah berhak menerima zakat. Sebagaiman sabda Rasulullah, "Sesungguhnya tidak halal bagi kami (ahlul bait) mengambil sedekah (zakat)." (HR Muslim). d. Orang yang dalam tanggungan orang yang berzakat Misalnya anak dan istri.Jadi tidak sah zakat yang diberikan kepada anak kandung yang masih dalam tanggungannya, demikian juga tidak sah zakat yang diberikan kepada istrinya sendiri. e. Orang kafir. yakni orang yang tidak mau beragama islam Dan juga tidak tertarik pada agama islam. G. Hikmah Zakat Adapun hikmah yang terkandung didalam berzakat adalah : 1. Membersihkan harta kekayaan dan menyucikan hati, sehingga bisa menghindarkan sifat kikir. 2. Mendapatkan keberkahan, karena doa dari mustahik zakat 3. Mempertebal iman dan takwa. 4. Meringankan beban fakir miskin dan para mustahik zakat yang lain. 5. Mengurangi kesenjangan sosial atau memperkecil jurang pemisah ,antara sikaya dan simiskin 6. Membiasakan hidup saling tolong menolong. 7. Terhindar dari pencurian karena hak dari fakir miskin telah diberikan. 8. Meningkatkan kesejahteraan umat islam secara umum.


Click to View FlipBook Version