The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Merdekaindonesia.yk, 2022-12-15 11:14:43

Pengetahuan Dasar Geografi

Pengetahuan Dasar Geografi

Keuntungan Aglomerasi

✓ mengurangi pencemaran atau kerusakan lingkungan,
karena terjadi pemusatan kegiatan sehingga
memudahkan dalam penanganannya;

✓ mengurangi kemacetan di perkotaan, karena lokasinya
dapat disiapkan di sekitar pinggiran kota;

✓ memudahkan pemantauan dan pengawasan, terutama
industri yang tidak mengikuti ketentuan yang telah
disepakati;

✓ tidak mengganggu rencana tata ruang;

✓ dapat menekan biaya transportasi dan biaya produksi
serendah mungkin


7. Interaksi dan interdependensi

Berkaitan dengan hubungan timbal balik atau saling
ketergantungan antarwilayah

Contoh hubungan desa kota


8. Nilai guna

Mengacu pada kelebihan yang dimiliki suatu tempat dan

memiliki kegunaan (dapat digunakan) yang berbeda

berdasarkan fungsinya


9. Diferensiasi area

Perbedaan tempat mengacu pada keunikan khas
yang dimiliki oleh suatu wilayah


Contoh :
Jenis tanaman yang di budidayakan, antara
dataran tinggi akan berbeda dengan jenis tanaman di
dataran rendah.

Contoh yang rinci, terdapat pada klasifikasi iklim
Junghuhn (berdasar ketinggian), yaitu :


a)Zona dengan ketinggian 0 – 700 m, jenis tanaman
yang dibudidayakan yaitu tebu, kelapa, jagung, dan padi.

b)Zona ketinggian 700 –1.500 m, jenis tanaman yang
dibudidayakan yaitu, teh, kopi, cokolat, tembakau, dan kina

c)Zona dengan ketinggian 1.500 – 2.500 m, jenis tanaman
yang dibudidayakan, yaitu pinus, dan cemara.

d)Zona dengan ketinggian lebih dari 2.500 m, jenis
tanaman didominasi oleh lumut.


10. Keterkaitan keruangan

Menunjukkan tingkat hubungan antarwilayah
yang dapat menghasilkan hubungan sebab
Akibat

Contoh : daerah hilir banjir karena ada kerusakan
hutan di bagian hulu.


E. Prinsip-prinsip Geografi

Di dalam geografi terdapat empat prinsip dasar yang
digunakan untuk menjelaskan fenomena fisik dan
sosial.


1. Prinsip persebaran

Berkaitan dengan persebaran fenomena geografi yang tidak merata di
bumi

Misal :
Persebaran penduduk
Persebaran gunung api
Persebaran barang tambang

• Dengan memperhatikan dan menggambarkan fenomena dan fakta
geografi maka kajian tentang geografi akan terarah


2. Prinsip interelasi

Berkaitan dengan hubungan timbal balik atau keterkaitan
antarfenomena

Misal :Jakarta dilanda banjir karenaa :………….,………………….,…………
…………

Wilayah Indonesia sering terjadi gempa karenaa :…………………….,……
…………


3. Prinsip diskripsi

Menjelaskan lebih jauh gejala yang telah diselidiki melalui :

Peta
Kalimat
Diagram
Grafik

Misal :
Peta Penggunaan Lahan
Mempermudah analisis wilayah (penggunaannya)


Kalimat

Gempa Bumi Yogyakarta Mei 2006 adalah peristiwa
gempa Bumi tektonik kuat yang mengguncang Daerah
Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006
kurang lebih pukul 05:55:03WIB selama 57 detik. Gempa
Bumi tersebut berkekuatan 5,9 pada skala Richter.


Grafik Pertumbuhan Penduduk Indonesia


4. Prinsip korologi

• Merupakan gabungan dari

- prinsip persebaran
- Interelasi
- diskripsi

• Setiap wilayah mempunyai ciri khas pada kesatuan
gejala, bentuk dan fungsi akibat dari perbedaan kondisi
wilayah

=> Dikaji dengan Prinsip KOROLOGI


Contoh

Kesenjangan pembangunan di Jawa dan pulau timur di Indonesia
yang menyebabkan kepadatan penduduk di Jawa.
Prinsip korologi akan membahas :

• Persebaran sumber daya(SDA/SDM) yang ada di Jawa dan
pulau timur

• Persebaran fasilitas umum(sekolah/puskesmas) di Jawa dan
pulau timur

• Dideskripsikan melalui kalimat/peta/grafik/diagram

(supaya mudah dimengerti)

• Hubungan ketersediaan sumber daya dengan
kesejahteraan penduduk

• Hubungan lapangan kerja dengan tenaga kerja


F. Pendekatan Geografi

Pendekatan geografi digunakan untuk memahami permasalah dan
gejala serta fenomena geosfer di permukaan bumi. R. Bintarto dan
Surastopo Hadisumarno mengemukakan tiga pendekatan geografi.


1. Pendekatan keruangan/spasial

Analisis atau cara pandang yang menekankan ruang sebagai kajiannya
Ruang dalam perspektif geografi dapat dilihat dari:

Struktur : berkaitan dengan elemen pembentuk ruang (titik/garis/wilayah)
Pola : bagaimana polanya ? menyebar/mengelompok/memanjang
Proses : bagaimana fenomena itu bisa terjadi/terbentuk

Dalam kajian geografi penting untuk memperhatikan persamaan,
perbedaan dan persebaran


Contoh :

Kota Jakarta sering terjadi banjir pada musim hujan dan terus
berulang-ulang hampir setiap tahun.

Pertanyaan yang muncul untuk mengkaji fenomena tersebut dari
pendekatan keruangan :

• Di mana lokasi yang terendam ?

• Bagaimana pola keruangan sebaran banjir ? di bantaran kali ? di
kawasan kumuh ?? (polanya memanjang/mengelompok/

menyebar)

• Di mana lokasi yang sering menjadi langganan banjir ?


2. Pendekatan ekologi/kelingkungan

• Cara mengkaji fenomena geosfer yang ada pada suatu tempat
tertentu dengan menerapkan konsep ekosistem,

• Menekankan hubungan antara fenomena geosfer dengan
variabel lingkungan

• Mengkaitkan hubungan mahkluk hidup dengan lingkungan

• Mengkaitkan tindakan dan perilaku manusia dengan lingkungan


Contoh :

Kota Jakarta sering terjadi banjir pada musim hujan dan
terus berulang-ulang hampir setiap tahun.

Pertanyaan yang muncul untuk mengkaji fenomena tersebut dari
pendekatan ekologi

• Bagaimana keadaan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Jakarta dan
sekitarnya ?

• Bagaimana warga dalam mengelola bantaran kali ?
• Bagaimana kondisi drainase di kawasan Jakarta ?
• Bagaimana keadaan hutan yang ada di Bogor ?


3. Pendekatan kompleks wilayah

Merupakan perpaduan antara pendekatan keruangan dan
pendekatan ekologi

Digunakan untuk mengkaji suatu fenomena yang sifatnya komplek
dan harus dikaji secara mendalam


Contoh

Pembangunan yang dilakukan di DAS bagian hulu akan berpengaruh
di DAS bagian hilir jika perencanaannya tidak dilakukan secara benar
dan matang.

Persebaran ruang (hulu – hilir) => pendekatan keruangan

Pembangunan (oleh manusia mempengaruhi alam ) => pendekatan
ekologi


Click to View FlipBook Version