Keuntungan Aglomerasi
✓ mengurangi pencemaran atau kerusakan lingkungan,
karena terjadi pemusatan kegiatan sehingga
memudahkan dalam penanganannya;
✓ mengurangi kemacetan di perkotaan, karena lokasinya
dapat disiapkan di sekitar pinggiran kota;
✓ memudahkan pemantauan dan pengawasan, terutama
industri yang tidak mengikuti ketentuan yang telah
disepakati;
✓ tidak mengganggu rencana tata ruang;
✓ dapat menekan biaya transportasi dan biaya produksi
serendah mungkin
7. Interaksi dan interdependensi
Berkaitan dengan hubungan timbal balik atau saling
ketergantungan antarwilayah
Contoh hubungan desa kota
8. Nilai guna
Mengacu pada kelebihan yang dimiliki suatu tempat dan
memiliki kegunaan (dapat digunakan) yang berbeda
berdasarkan fungsinya
9. Diferensiasi area
Perbedaan tempat mengacu pada keunikan khas
yang dimiliki oleh suatu wilayah
Contoh :
Jenis tanaman yang di budidayakan, antara
dataran tinggi akan berbeda dengan jenis tanaman di
dataran rendah.
Contoh yang rinci, terdapat pada klasifikasi iklim
Junghuhn (berdasar ketinggian), yaitu :
a)Zona dengan ketinggian 0 – 700 m, jenis tanaman
yang dibudidayakan yaitu tebu, kelapa, jagung, dan padi.
b)Zona ketinggian 700 –1.500 m, jenis tanaman yang
dibudidayakan yaitu, teh, kopi, cokolat, tembakau, dan kina
c)Zona dengan ketinggian 1.500 – 2.500 m, jenis tanaman
yang dibudidayakan, yaitu pinus, dan cemara.
d)Zona dengan ketinggian lebih dari 2.500 m, jenis
tanaman didominasi oleh lumut.
10. Keterkaitan keruangan
Menunjukkan tingkat hubungan antarwilayah
yang dapat menghasilkan hubungan sebab
Akibat
Contoh : daerah hilir banjir karena ada kerusakan
hutan di bagian hulu.
E. Prinsip-prinsip Geografi
Di dalam geografi terdapat empat prinsip dasar yang
digunakan untuk menjelaskan fenomena fisik dan
sosial.
1. Prinsip persebaran
Berkaitan dengan persebaran fenomena geografi yang tidak merata di
bumi
Misal :
Persebaran penduduk
Persebaran gunung api
Persebaran barang tambang
• Dengan memperhatikan dan menggambarkan fenomena dan fakta
geografi maka kajian tentang geografi akan terarah
2. Prinsip interelasi
Berkaitan dengan hubungan timbal balik atau keterkaitan
antarfenomena
Misal :Jakarta dilanda banjir karenaa :………….,………………….,…………
…………
Wilayah Indonesia sering terjadi gempa karenaa :…………………….,……
…………
3. Prinsip diskripsi
Menjelaskan lebih jauh gejala yang telah diselidiki melalui :
Peta
Kalimat
Diagram
Grafik
Misal :
Peta Penggunaan Lahan
Mempermudah analisis wilayah (penggunaannya)
Kalimat
Gempa Bumi Yogyakarta Mei 2006 adalah peristiwa
gempa Bumi tektonik kuat yang mengguncang Daerah
Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006
kurang lebih pukul 05:55:03WIB selama 57 detik. Gempa
Bumi tersebut berkekuatan 5,9 pada skala Richter.
Grafik Pertumbuhan Penduduk Indonesia
4. Prinsip korologi
• Merupakan gabungan dari
- prinsip persebaran
- Interelasi
- diskripsi
• Setiap wilayah mempunyai ciri khas pada kesatuan
gejala, bentuk dan fungsi akibat dari perbedaan kondisi
wilayah
=> Dikaji dengan Prinsip KOROLOGI
Contoh
Kesenjangan pembangunan di Jawa dan pulau timur di Indonesia
yang menyebabkan kepadatan penduduk di Jawa.
Prinsip korologi akan membahas :
• Persebaran sumber daya(SDA/SDM) yang ada di Jawa dan
pulau timur
• Persebaran fasilitas umum(sekolah/puskesmas) di Jawa dan
pulau timur
• Dideskripsikan melalui kalimat/peta/grafik/diagram
(supaya mudah dimengerti)
• Hubungan ketersediaan sumber daya dengan
kesejahteraan penduduk
• Hubungan lapangan kerja dengan tenaga kerja
F. Pendekatan Geografi
Pendekatan geografi digunakan untuk memahami permasalah dan
gejala serta fenomena geosfer di permukaan bumi. R. Bintarto dan
Surastopo Hadisumarno mengemukakan tiga pendekatan geografi.
1. Pendekatan keruangan/spasial
Analisis atau cara pandang yang menekankan ruang sebagai kajiannya
Ruang dalam perspektif geografi dapat dilihat dari:
Struktur : berkaitan dengan elemen pembentuk ruang (titik/garis/wilayah)
Pola : bagaimana polanya ? menyebar/mengelompok/memanjang
Proses : bagaimana fenomena itu bisa terjadi/terbentuk
Dalam kajian geografi penting untuk memperhatikan persamaan,
perbedaan dan persebaran
Contoh :
Kota Jakarta sering terjadi banjir pada musim hujan dan terus
berulang-ulang hampir setiap tahun.
Pertanyaan yang muncul untuk mengkaji fenomena tersebut dari
pendekatan keruangan :
• Di mana lokasi yang terendam ?
• Bagaimana pola keruangan sebaran banjir ? di bantaran kali ? di
kawasan kumuh ?? (polanya memanjang/mengelompok/
menyebar)
• Di mana lokasi yang sering menjadi langganan banjir ?
2. Pendekatan ekologi/kelingkungan
• Cara mengkaji fenomena geosfer yang ada pada suatu tempat
tertentu dengan menerapkan konsep ekosistem,
• Menekankan hubungan antara fenomena geosfer dengan
variabel lingkungan
• Mengkaitkan hubungan mahkluk hidup dengan lingkungan
• Mengkaitkan tindakan dan perilaku manusia dengan lingkungan
Contoh :
Kota Jakarta sering terjadi banjir pada musim hujan dan
terus berulang-ulang hampir setiap tahun.
Pertanyaan yang muncul untuk mengkaji fenomena tersebut dari
pendekatan ekologi
• Bagaimana keadaan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Jakarta dan
sekitarnya ?
• Bagaimana warga dalam mengelola bantaran kali ?
• Bagaimana kondisi drainase di kawasan Jakarta ?
• Bagaimana keadaan hutan yang ada di Bogor ?
3. Pendekatan kompleks wilayah
Merupakan perpaduan antara pendekatan keruangan dan
pendekatan ekologi
Digunakan untuk mengkaji suatu fenomena yang sifatnya komplek
dan harus dikaji secara mendalam
Contoh
Pembangunan yang dilakukan di DAS bagian hulu akan berpengaruh
di DAS bagian hilir jika perencanaannya tidak dilakukan secara benar
dan matang.
Persebaran ruang (hulu – hilir) => pendekatan keruangan
Pembangunan (oleh manusia mempengaruhi alam ) => pendekatan
ekologi