Festival Kebudayaan Di Taman Mini Indonesia
Indah
Create By: Hanny Maulida
Kelompok 5 Rahma
1805211
Aydiraz Fadhlurahman
1806701
Alifia Aulia Iqbal Fatin
180203 1800286
Di suatu sekolah di Bandung,yaitu Sekolah Dasar Mekarwangi sedang mengadakan study
tour ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), setiba nya di TMII ibu guru memberikan arahan
kepada siswa siswi untuk tetap tertib dan teratur. Tempat pertama yang akan dikunjungi ialah
pertunjukan tarian tradisional.
Andi dan teman-temannya sedang melihat sebuah pertunjukan yang berada di sebelah Selatan
ruang teater.
‘’ Hei, lihat itu ada sebuah tarian yang biasanya aku lihat di kampung ku’’ ucap Andi.
‘’ Wah, ayo kita lihat !’’ jawab Ali
Gambar. Tari Topeng Betawi asal DKI Jakarta
Itu merupakan tari topeng dari daerah DKI Jakarta dimana Andi tinggal, Andi dan Ali pun
bergegas untuk melihat pertunjukan yang lainnya lagi.
Kemudian mereka bertemu dengan Dinda dan Amy teman sekelasnya.
‘’ Sudah lihat pertunjukan yang disana belum? ‘’ tanya Amy pada Andi dan Ali
‘’ Belum ,baru mau lihat’’ Jawab Andi
‘’ Ayo kita lihat bersama-sama ‘’ Ajak Dinda
‘’ Ayoo! ‘’ Seru Ali bersemangat.
Gambar Tari Saman dari Aceh
Tari Saman merupakan tari dari daerah Aceh Darussalam, dimana tari ini biasanya
dilakukan oleh perempuan dengan menggunakan hijab. Beranggotakan 8 sampai 12
orang.
Disudut kiri ruang teater, ada banyak sekali orang-orang berkumpul mengantri,
rupanya mereka sedang mencicipi makanan khas daerah Sumatera Utara, yaitu Bika Ambon.
Gambar. Bika Ambon dari Sumatera Utara
Di sudut kanan pun terdapat banyak orang-orang. ‘’ Mi, lagi apa? ‘’ Tanya Dinda
‘’Ini din, lagi nunggu pesenan’’ Mia menjawab. ‘’Oh, keliatannya enakya, aku juga beli ah’’ Seru
Dinda ‘’ Aku juga mau!’’ Ucap Andi, Ali, dan Amy serentak. Mereka pun memesan makanan
tersebut.
Gambar. Mie Aceh dari Aceh Gambar. Surabi dari Jawa Barat
Kami juga mencicipi mie Aceh dan Surabi ini bersama-sama, dan rasanya begitu
nikmat. Sampai tidak terasa sudah habis lagi. Kami pun tertawa sambil melihat pertunjukan
yang sedang berlangsung.
Gambar. Tari Bedhaya dari Jawa Tengah
Setelah pertunjukan tari saman dilanjutkan dengan tari yang berasal dari jawa
tengah, kami menonton pertunjukan tari sampai habis, seru sekali kita berkesempatan
menyaksikan tarian-tarian tradisional secara langsung.
Festival Kebudayaan yang di selenggarakan di TMII ini selalu diadakan
setiap setahun sekali, selalu meriah dan di nantikan siswa siswi. Karena ini menjadi
salah satu cara memperkenalkan kepada siswa siswi tentang keberagaman yang
dimiliki Indonesia dan salah satu cara membuat siswa siswi dan masyarakat Indonesia
untuk bangga atas keanekaragaman yang ada.
Di depanku, terdapat stand yang ternyata adalah sekumpulan barang-
barang antik, yaitu alat musik tradisional. Dimana alat musik tradisional ini merupakan
sebuah alat musik yang berkembang secara turun - temurun. Dan setiap daerah
memiliki alat musik tradisionalnya masing-masing.
Gambar. Arimba dari Sumatera Selatan Gambar. Saluang dari Sumatera Barat Gambar. Angklung dari Jawa Barat
Gambar. Tehyan dari DKI Jakarta Gambar. Serune Kale dari Aceh
Dan masih banyak lagi alat musik tradisional lainnya, Andi dan teman-temannya pun
bergegas untuk melihat pertunjukan kebudayaan lainnya.
Cuaca hari ini begitu cerah, dan membuat kami menjadi lapar kembali. Kami pun
bergegas mencari makanan yang berada di sekitar, dan menemukan sesuatu yang unik.
Gambar. Awug berasal dari Sunda Gambar. Kerak Telor dari Betawi
Dan, makanan khas inilah yang menjadi penolong kami, rasa nya pun enak dan
membuat kenyang.
‘’ Enak banget ya kerak telornya’’ Tutur Dinda.
‘’Iyaa, Awug nya juga enak’’Jawab Amy.
Mereka pun bergegas menuju stand berikutnya, yaitu ada sebuah pertunjukan dimana
memeragakan berbagai macam pakaian khas daerah yang berbeda-beda.
Gambar. Teluk Balanga untuk Pria dan Kebaya Laboh untuk Wanita – Riau Gambar. A TulangBawang – Lampung
Gambar. Pangsi – Banten Gambar. Upak Nyamu – Kalimantan Tengah
Gambar. King Baba – Kalimantan Barat Gambar. Kebaya – Jawa Barat
‘’Wah unik-unik ya pakaian adat setiap daerah itu’’ Ucap Andi
‘’Iya, punya ciri khasnya masing-masing’’ Jawab Ali
‘’ Aku paling suka yang Kebaya dari Jawa Barat’’ Ucap Dinda
‘’Aku suka King Baba, unik banget’’ Jawab Mia
‘’Kalo Aku yang dari Lampung’’ Ujar Amy tidak mau ketinggalan.
Kemudian kami beranjak kesebelah timur ada sebuah stand yang tidak kalah
menarikya itu stand senjata tradisioanal, dimana senjata tradisional ini merupakan senjata
yang diturunkan turun temurun dari nenek moyang terdahulu hingga sekarang, dan di
jadikan sebagai pusaka atau peninggalan.
Gambar. Rancong – Aceh Gambar. Mandau – Suku Dayak
Gambar. Kurambiak– Sumatera Barat Gambar. Keris – DIY (Yogyakarta)
Dan masih banyak lagi senjata- senjata yang lainnya, seperti Clurit dari Madura,
Pisau Belati dari Papua, Kujang dari Jawa Barat, dan lain sebagainya. Andi dan teman-
teman sudah cukup puas mengunjungi festival kebudayaan ini, namun masih ada yang
mereka lewatkan, yaitu jalan-jalan mengelilingi TMII untuk melihat miniatur rumah adat
dari beberapa provinsi di Indonesia. Mereka pun bergegas, menaiki mobil yang telah
disediakan TMII.
Gambar. Rumah Adat Gadang – Sumatera Barat Gambar. Rumah Adat Baduy – Banten
Gambar. Rumah Adat - DKI Jakarta Gambar. Rumah Adat Joglo – Jawa Tengah
Gambar. Rumah Adat - Bali Gambar. Rumah adat - Kalimantan Timur
Karena hari sudah mulai sore, waktunya kami bergegas Kembali menuju bis dan
pulang ke Bandung. Di perjalanan menuju Bandung siswa –siswi saling berbincang tentang
keanekaragaman Indonesia yang mereka lihat saat Study Tour.
‘’ Ternyata kebudayaan di Indonesia ini beragam ya’’ Tutur Andi
‘’Iyaa, banyak sekali ternyata hal yang belum kita tahu ‘’ Jawab Dinda
‘’Iya, seru ya festival kebudayaan nya’’ Tutur Amy.
‘’Ya, kita juga jadi tahu ternyata kebudayaan di Indonesia ini tidak hanya ada
di Jawa Barat saja, namun luas. Setiap daerah memiliki keanekaragaman
budaya nya masing-masing’’ Ujar Ali menjelaskan.
‘’Ya betul sekali, Aku semakin bangga menjadi warga Indonesia’’ Ucap Mia
‘’ YA KITA JUGA!’’ Ucap yang lainnya serentak dengan bersemangat.
Setelah sampai di Sekolah Dasar Mekarwangi, mereka pun pulang dengan
orang tua yang sudah menunggu di halaman sekolah. Mereka semua pulang
dengan riang gembira, dan tidak sabar untuk menceritakan study tour hari ini
pada orang tuanya masing-masing di rumah.
- Selesai -