The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by wahjusalamah58, 2021-10-14 18:14:45

pendataan pohon di hutan alam (1)

pendataan pohon di hutan alam (1)

BAHAN AJAR

PHPEOUNHTDAOANNTADALIAANM

By Wahju Kusbandi Salamah, S. Hut

SMK Kehutanan Rimba Taruna Rembang

PENDATAAN
POHON DI
HUTAN ALAM

Mapel
Inventarisasi
Hutan
Sebelum
Penebangan

Dibuat Oleh
Wahju Kusbandi Salamah, S. Hut
SMK Kehtanan Rimba Taruna
Rembang

IDSAI FTARPendataanPohondiHutanAlam i

i Daftar Isii

ii KataPengantar

iii PetunjukPenggunaanModul

01

PENDAHULUAN

02

PENGENALAN JENIS POHON

03

MENENTUKAN VOLUME
POHON

04

RANGKUMAN DAN TUGAS

Pendataan Pohon di Hutan Alam

KATA PENGANTAR

Pendidikan Menengah Kejuruan Kehutanan dilaksanakan
dengan tujuan meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup
mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai
dengan bidang kejuruan kehutanan. Salah satu usahanya
adalah dengan mengembangkan bahan ajar dalam bentuk
modul, salah satunya adalah modul Pendataan Pohon di
Hutan Alam

Modul ini disusun untuk menyiapkan Pembelajaran
Inventarisasi pada Hutan Produksi Sebelum
Penebangan sub bab Pendataan Pohon di Hutan Alam,
diharapkan peserta didik dapat mengembangkan cara
berpikir kritis menghadapi masalah yang ada dan dapat
mengambil keputusan yang tepat, dengan cara
berkolaborasi dengan sesama teman, guru atau sumber
sumber yang lain. Modul ini diharapkan dapat
menambah wawasan bagi peserta didik dan guru.
\
Ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah
membantu hingga modul ini dapat tersusun dan
terselesaikan. Tak ada gading yang tak retak, demikian
juga modul ini, saran dan masukan yang positif demi
terciptanya modul yang baik, sangat dinantikan.

Rembang, Oktober 2021

Penyusun

Wahju K. Salamah

ii

Pendataan Pohon di Hutan Alam

PMEOTDUUNLJUK PENGGUNAAN

Agar berhasildengan baik dalam menguasai modul ini, maka peserta didik
diharapkan mengikutipetunjuk penggunaan modul sebagai berikut:

Bacalah semua bagian dari modul ini dari pembelajaran pertama
sampai pembelajaran terakhir, secara berulang-ulang. Jangan
melewatkan salah satu bagian pembelajaran. Peserta didik hendaklah
terlebih dahulu menuntaskan pembelajaran pertama baru
kemudianmelanjutkan pembelajaran selanjutnya.




Materi atau tugas yang belum dimengerti oleh peserta , agar di
konsultasikan dengan guru pengampu.

Gunakan sumber belajar lain: internet, buku-buku yang
direferensikan dalam daftar pustaka agar dapat lebih memahami
materi pembelajaran dalam modul ini.

Untuk penguatan pemahaman terhadap materi pembelajaran,
disediakan juga link materi dan bahan power point. Peserta didik
hendaknya membaca atau menonton materi yang ada pada link
tersebut.

Sebagai bahan pengecekan bagi peserta didik untuk mengetahui
sejauh mana penguasaan hasil belajar yang telah dicapai,maka
pada setiapakhir materi pembelajaran disediakan materi tes
formatif. Materi tes ini dalam bentuk tes tertulis yang harus
diselesaikan oleh peserta didik.

iii

Pendataan Pohon di Hutan Alam

I. PENDAHULUAN

DISKRIPSI

Singkat

Modul pembelajaran ini disusun CAPAIAN
dalam rangka mensiasati PEMBELAJARAN
kurangnya bahan ajar yang
digunakan dalam kegiatan KOMPETENSI DASAR DAN IPK
belajar mengajar di SMK 3.9 Menerangkan pendataan
Kehutanan. Selain itu modul ini
diharapkan dapat digunakan pohon hutan alam
sebagai salah satu referensi bagi 3.9.1 Mendiskripsikan jenis
peserta didik di SMK Kehutanan.
Modul ini berisikan materi tentang pohon hutan alam
Pendataan Pohon di Hutan Alam. 3.9.2 Menentukan diameter
Materi tersebut merupakan
materi yang sangat penting untuk pohon
menunjang kegiatan di bidang 3.9.3 Menentukan tinggi
Kehutanan, terutama bidang
Inventarisasi pada Hutan Produksi pohon hutan alam
Sebelum Penebangan. 3.9.4 Menentukan volume

Modul ini bersifat dinamis yang pohon
mengikuti perkembangan jaman.
Sehingga, ke depannya akan terus 4.9 Melakukan pendataan pohon
disesuaikan dan dikembangkan hutan alam
mengikuti perkembangan ilmu dan 4.9.1 Menentukan jenis
teknologi. pohon hutan alam
4.9.2 Mengukur diameter
pohon
4.9.3 Mengukur tinggi pohon
4.9.4 Menentukan volume
pohon

Halaman 01

Pendataan Pohon di Hutan Alam

TUJUAN
PEMBELAJARAN

Setelah mendengarkan ceramah,
berdiskusi dan praktik di lapangan,
Peserta Didik mampu

Mendiskripsikan dan
menentukan jenis pohon hutan
Menentukan dan mengukur
diameter pohon
Menentukan dan mengukur
tinggi pohon
Menghitung dan menentukan
volume pohon

Dengan teliti, tepat, disiplin, dan
bertanggung jawab serta dapat
bekerja sama dengan baik.

POKOK-POKOK MATERI
PEMBELAJARAN

1. Pengenalan Jenis Pohon
- Kelompok Jenis Meranti
- Kelompok Jenis Rimba
Campuran
- Kelompok Jenis Kayu Indah

2. Pengukuran Dimensi Pohon
- Pengukuran Diameter
- Pengukuran Tinggi Pohon

3. Menghitung Volume Pohon
4. Menghitung Volume Tegakan

Halaman 02

Pendataan Pohon di Hutan Alam

IIJ. EPNENISGPEONHAOLANN

Mengenal jenis pohon tidak PENGELOMPOKAN
hanya sekedar tahu nama JENIS KAYU
suatu pohon, tetapi
diharapkan dapat dilakukan Dasar pengelompokan jenis kayu
sampai pada taraf memahami pada hutan alam adalah
identifikasi pohon secara Kepmenhut No. 163/Kpts-II/2003
keseluruhan, baik menyangkut tanggal 26 Mei 2003. Sejak tahun
nama pohon, habitat, 2003 hingga saat ini, penentuan
taksonomi, fungsi pohon pengenaan iuran kehutanan kayu
maupun kegunaannya. Untuk perdagangan pun mengacu
mengetahui jenis pohon di kepada Kepmenhut No.
hutan pada saat melakukan 163/Kpts II/2003 tersebut. Link
inventarisasi, sebaiknya Kepmenhut ini dapat diakses di
dilakukan bersama dengan https://drive.google.com/file/d/1
masyarakat yang dekat 9zTHxwhKCTtJaQk9mEhsIPBcj5tk6r
dengan lingkungan hutan nn/view?usp=sharing atau silakan
tersebut. pindai barcode berikut ini

Apabila dalam melakukan Halaman 03
pengenalan jenis terdapat
kendala, maka diambil
spesimen batang, daun, buah,
atau akar untuk dilakukan
pencocokan melalui kunci
determinasi atau herbarium.
Bahkan pada saat ini
Kementrian LHK sudah
mempunyai website yang bisa
diakses pada link
http://herbarium-
wanariset.or.id/ atau silakan
pindai melalui barcode
berikut ini

Pendataan Pohon di Hutan Alam

Lalu pertanyaannya, seberapa penting mengetahui atau mengenal
jenis pohon dalam inventarisasi hutan khususnya ITSP?
Pengenalan jenis pohon sangat menentukan dalam penetapan
harga kayu serta pengenaan beberapa iuran kehutanan antara lain
Dana Reboisasi (DR) dan Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH).
Masing-masing kelompok jenis kayu mempunyai tarif iuran dan
harga yang berbeda beda. Jadi, tentunya kalian sudah bisa
menjawab mengapa pengenalan jenis kayu dalam inventarisasi
hutan (ITSP) sangatlah penting. Sebagai bahan pengetahuan,
berikut link mengenai harga kayu sesuai kelompok jenisnya
https://drive.google.com/file/d/1PKNf-
3AU9mJ4N6G9zIR9Hn2vkDlalvbU/view?usp=sharing atau bisa
dipindai melalui barcode berikut

Sedangkan besarnya Iuran Kehutanan klik link berikut ini
https://drive.google.com/file/d/1Tdws3DmMmuU2s9Gvq52KSraAj2IMB-
kT/view?usp=sharing atau pindai QR Code berikut

Halaman 04

Pendataan Pohon di Hutan Alam

II. PENGUKURAN
DIMENSI POHON

Pengukuran dimensi pohon yang dilakukan dalam
Inventarisasi Tegakan Sebelum Penebangan
adalah pengukuran diameter dan tinggi pohon

Pengukuran Diameter Pohon
Diameter adalah garis yang menghubungkan

dua buah sisi yang terletak pada suatu lingkaran
melalui titik pusat lingkaran tersebut. Karena
diameter pohon tidak dapat ditentukan titik
pusat lingkarannya, maka yang diukur adalah
keliling/lingkaran pohon dan selanjutnya
dikonversi menjadi diameter dengan cara hasil
keliling dibagi dengan konstanta phi ( π )
sebesar 3,14. Hasil pembacaan pengukuran
diameter ditetapkan dalam bilangan bulat dalam
satuan cm

Alat ukur diameter yang praktis digunakan di
lapangan dan dengan kecermatan cukup baik
adalah phi band.

Pengukuran Tinggi Pohon
Tinggi pohon merupakan salah satu

karakteristik pohon yang diperoleh melalui
pengukuran dan penaksiran.

Sedangkan untuk menaksir atau mengukur tinggi
pohon dapat digunakan alat-alat ukur seperti
haga hypsometer, christen meter, abney level,
clinometer dll.

r

Halaman 04

Pendataan Pohon di Hutan Alam

PENGUKURAN
DIAMETER

Pohon Normal

Kesepakatan dan aturan yang harus diikut dalam melaksanakan pengukuran
diametr pohon berdiri :
1) Diameter pohon diukur setinggi dada (diameter at breast heigh/Dbh).

Di Indonesia atau negara-negara yang menggunakan pengukuran dengan
system metric, diameter pohon normal diukur setinggi dada yaitu diukur pada
ketinggian 1,30 meter diatas permukaan tanah. Dalam Masturin (2010)
Pengukuran diameter setinggi dada ini memiliki beberapa alasan, yaitu
a) Pengukuran diameter pohon mudah dilakukan.
b) Pada umumnya pohon terbebas dari banir.
c) Pada ketinggian setinggi dada rasio perubahan diameter relatif kecil

1,3 m

Gambar 1. Pengukuran Diameter Pohon Normal

Halaman 06

Pendataan Pohon di Hutan Alam

PENGUKURAN
DIAMETER

PohonTidak Normal

" Ada beberapa Pohon dengan kondisi tidak
kondisi pohon normal diukur dengan ketentuan
yang tidak bisa sebagai berikut :
diukur sesuai
kesepakatan dan Pada pohon yang tumbuh di
aturan yang ada " tempat miring maka pengukuran
diameter dilakukan pada posisi
sisi sebelah atas batang setinggi
1,3 m (Gambar 2)

Pada pohon berbanir setinggi
lebih dari 1,30 meter, diameter
diukur pada ketinggian 20 cm di
atas banir (Gambar 3).

Pada pohon dengan perakaran
tinggi maka diameter diukur
pada ketinggian 1,30 m di atas
akar/pangkal batang (Gambar
4)

Pada pohon yang mempunyai
batang utama lebih dari satu di
bawah ketinggian 1,3 m maka
pohon tersebut tercatat
mempunyai lebih dari satu
ukuran diameter, masing-masing
dicatat sebagai data diameter
(Gambar 5).

Gambar 2. Mengukur diameter yang Halaman 07
tumbuh di tempat miring

Pendataan Pohon di Hutan Alam

Gambar 3. Mengukur Pohon Berbanir Lebih dari 1,3 m
Gambar 4. Mengukur diameter pohon dengan perakaran tinggi

Gambar 5. Mengukur diameter pohon bercabang

Halaman 8

Pendataan Pohon di Hutan Alam

Pada pohon yang batang utamanya membengkak atau
mengecil pada ketinggian 1,30 meter, maka diameter diukur
pada ketinggian 20 cm di atas batang yang bengkak/mengecil
tersebut (Gambar 6)

Gambar 6. Mengukur Diameter Pohon dengan Batang yang Membengkak

Pohon yang tumbuhnya tidak tegak lurus atau miring maka
pengukuran diameter dilakukan tegak lurus batang pada
bagian arah kemiringan pohon setinggi 1,30 m (Gambar 7)

Gambar 7. Mengukur Diameter Pohon yang Miring

Guna memperoleh data yang akurat, Terpendek
maka pengukuran perlu dilakukan
lebih dari satu kali yaitu pengukuran Terpanjang
diameter pada pada bagian
terpanjang dan pengukuran bagian Halaman 9
diameter terpendek kecuali
pengukuran dengan pita ukur
diameter atau phi band. Diameter
pohon adalah rata rata dari dua
kali pengukuran tersebut.
Diameter pohon dalam tahap ITSP
diukur dengan kulitnya

Pendataan Pohon di Hutan Alam

PENGUKURAN TINGGI
POHON

Tinggi pohon merupakan
jarak terpendek antara
titik tertinggi dari pohon
terhadap proyeksinya
pada bidang datar.
(Masturin, 2010)

Gambar 8. Tinggi Pohon Tegak Lurus dan Miring

Beberpa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pengukuran tinggi
pohon, antara lain :

Tinggi pohon merupakan proyeksi dari batang pohon yang diukur mulai dari
batas pangkal sampai dengan batas ujung batang pohon tersebut. Sebagai
ilustrasi bisa dilihat pada Gambar 8 di atas.

Untuk memenuhi kebutuhan tertentu, titik atas tinggi pohon ditentukan
berdasarkan tujuan inventarisasi hutan. Untuk keperluan kegiatan ITSP
digunakan titik atas pada bebas cabang pertama, sedangkan pengukuran
tinggi pohon untuk keperluan penentuan bonita tanah digunakan titik atas
puncak pohon.

Ada berapa klasifikasi tinggi pohon, yaitu :
1. Tinggi total merupakan jarak antara titik pucuk pohon dengan

proyeksinya pada bidang datar.
2. Tinggi bebas cabang, merupakan jarak antara titik lepas dahan atau

lepas cabang atau batas tajuk dengan proyeksinya pada bidang datar.
3. Tinggi sampai batas diameter tertentu, tergantung dari tujuan dan

kegunaan:
- Tinggi kayu pertukangan (timber/merchantable height)
- Tinggi kayu tebal

o pada pohon conifer (contohnya pinus): tinggi sampai diameter 7 cm
atau 10 cm

o Identik dengan kayu pertukangan untuk jenis conifer

Halaman 10

Pendataan Pohon di Hutan Alam

IVIIO. MLUEMNEENPTOUHKOANN

MENENTUKAN VOLUME
POHON
Dapat dilakukan dengan

menghitung
menggunakan tabel
volume

Volume pohon akan dihitung dari hasil pengukuran diameter dan tinggi
pohon. Penentuan volume pohon dengan mempertimbangkan angka
bentuk dapat digunakan rumus sebagai berikut :

Di mana
V = Volume (m3)

= 3,141592654
d = diameter (cm)
h = tinggi pohon bebas cabang (m)
f = faktor angka bentuk (biasanya

bernilai 0,7)

Angka bentuk adalah suatu bilangan yang besarnya diperoleh dari
perbandingan antara volume batang dan volume tabung yang
memiliki
tinggi dan bidang dasar sama.

Halaman 11

Pendataan Pohon di Hutan Alam

PENGOLAHAN DATA
HASIL ITSP

menghitung volume
masing masing pohon

PENGOLAHAN DATA Contoh blanko LHC

Menghitung pohon yang akan
ditebang pada setiap petak kerja
untuk dicantumkan di LHC (Laporan
Hasil Cruising)
Data dibuat berdasarkan
pengelompokan jenis dan kelas
diameter
Rekapitulasi data dibuat dengan
hasil perhitungan rata-rata per ha
dengan pengelompokan jenis, jumlah
pohon dan volumenya
LHC dan rekapitulasinya dikirimkan
kepada instansi kehutanan
Rekapitulasi dimasukan dalam
Usulan RKT sebagai data potensi
tegakan

KEGUNAAN LHC

LHC digunakan sebagai dasar untuk
pembayaran iuran kehutanan (DR
dan PSDH)

LHC merupakan salah satu bagian dalam
kegiatan Penataausahaan Hasil Hutan
Kayu yang diatur dalam Peraturan
Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan Republik Indonesia No
66/MenLHK/Setjen?Kum.1/10/2019
tentang Penatausahaan Hasil Hutan
KAyu yang Berasal dari Hutan Alam, bisa
dibuka pada link beikut ini
http://jdih.menlhk.co.id/uploads/files/P
_66_2019_PENATAAN_HHK_HUTAN_AL
AM_menlhk_11282019143115.pdf

Halaman 12

Pendataan Pohon di Hutan Alam

IV. RANGKUMAN

1.Diameter pohon adalah panjang garis antara dua titik pada garis
lingkaran batang yang melalui titik pusat. Mengukur diameter
artinyamengukur panjang garis antara dua titik pada garis lingkaran
batang yang melalui titik pusat.

2.Tinggi pohon merupakan jarak terpendek antara titik tertinggi dari
pohon terhadap proyeksinya pada bidang datar. Sedangkan panjang
pohon dikategorikan sebagai jarak antara dua titik antara pangkal
dengan ujung pohon yang diukur baik mengikuti garis lurus bagi
pohon yang lurus maupun tidak bagi pohon yang bentuknya tidak
lurus.

3.Alat ukur diameter dapat dikelompokkan berdasarkan cara kerja dan
komponen alatnya, yaitu alat ukur diameter sederhana dan alat ukur
diameter optik. Jenis-jenis alat ukur diameter sederhana yaitu
caliper, garpu pohon, pita diameter dan Biltmore Stick. Sedangkan
alat ukur diameter optik adalah Spiegel Relaskop.

4. Berdasarkan cara kerjanya, alat ukur tinggi dapat dikelompokkan
menjadi dua, yaitu alat ukur sederhana dan alat ukur optik, dimana
prinsip kerja alat ukur tinggi pohon tersebut didasarkan pada prinsip
geometrik dan trigonometrik.

5. Alat ukur tinggi pohon dengan prinsip geometrik dihitung
berdasarkan persamaan segitiga sebangun. Beberapa jenis alat
dengan prinsip geometri diantaranya walking stick dan christen
meter.

6. Alat ukur tinggi dengan prinsip trigonometri mengukur sudut lereng
pada pembidikan ke pangkal dan puncak pohon terhadap bidang
mendatar. Skala alat bisa ditentukan berdasarkan besarnya
sudut,persen sudut, dalam bentuk tangens maupun dalam skala tinggi
pohon. Beberapa jenis alat dengan prinsip trigonometrik diantaranya
hagameter, clinometer, dan spiegel relaskop.

7. Bidang dasar dapat diartikan sebagai penampang lintang batang
pohon. Alat Ukur Bidang Dasar Tegakan diantaranya adalah
Bitterlich Stick dan Spiegel Relaskop.

Halaman 13

Pendataan Pohon di Hutan Alam

TUGAS

Tugas kelompok
a. Bagilah kelas dalam 6 kelompok @ 5-6 orang /kelompok
b. Lakukan pembagian tugas di setiap kelompok sebagai ketua, perintis,
pengukur dimensi pohon (diameter dan tinggi ), pencatat, pengenal dan
penanda pohon.
c. Setap peserta didik merasakan menjadi perintis, pengukur dimensi pohon,
pencatat dan pengenal penanda pohon
d. Pembagian petak kerja
e. Melakukan kegiatan praktikum inventarisasi
f. Membuat laporan hasil praktikum
g. Mempresentasikan hasil laporan

TEST FORMATIF

1. Inventarisasi tegakan sebelum penebangan disebut juga …
a. Sampling
b. sampling plot
c. timber cruising
d. enumerasi
e. IHMB

2. Inventarisasi tegakan sebelum penebangan dilakukan secara …
a. Contoh
b. plot
c. sensus
d. sampling
e. sampling plot

Halaman

Pendataan Pohon di Hutan Alam

3. Yang dinamakan pohon inti dalam inventarisasi tegakan sebelum
penebangan adalah pohon dengan diameter …
a. 20-39 cm
b. 30-49 cm
c. 20-49 cm
d. 19-49 cm
e. 40-49 cm
4. Kegiatan inventarisasi hutan merupakan kegiatan dalam bidang …
a. Pengukuhan
b. Pemanfaatan
c. Perencanaan
d. Penatagunaan
e. Pemeliharaa
5. Tujuan dilaksanakan ITSP adalah …
a. Untuk mengetahui tata batas
b. Untuk mengetahui area hutan
c. Untuk mengetahui keadaan penyebaran pohon
d. Untuk mengetahui blok kerja
e. Untuk mengetahui keuntungan
6. ITSP digunakan sebagai dasar perhitungan ….
a. MMC
b. BBC
c. AAC
d. ACC
e. ACA

Halaman 15

Pendataan Pohon di Hutan Alam

DAFTAR PUSTAKA

Jaya, I Nengah Surati. 2011. Inventarisasi Tegakan Sebelum Penebangan
(ITSP). Makalah Pendidikan dan Pelatihan WAS-GANIS PHPL
Perencanaan Hutan (WASCANHUT). Institut Pertanian Bogor. Bogor

Masturin, Asep dkk. 2010. Inventarisasi Hutan. Kementerian Kehutanan.
Bogor.Peraturan Pemerintah No.35 Tahun 2002 tentang Dana Reboisasi

Sutaryo, dkk, 2005. Modul Diklat Timber cruising. Pusdiklat Kehutanan
Bogor. 2005.

Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: 55/MENHUT-II/2006 tentang
Penatausahaan Hasil Hutan Yang berasal Dari Hutan Negara, Peraturan
Menteri Kehutanan Nomor. P.8/Menhut-II/2009, tentang perubahan
kedua atas peraturan Menteri Kehutanan Nomor: 55/MENHUT-II/2006
tentang Penatausahaan Hasil Hutan Yang berasal Dari Hutan Negara

Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.67/Menhut-II/2006 tentang
Kriteria dan Standar Inventarisasi Hutan

PP.RI No. 6 Tahun 2007, tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana
Pengelolaan Hutan Serta Pemanfaatan Hutan,

Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: 6/MENHUT-II/2007 tentang Rencana
Kerja Dan Rencana Kerja Tahunan Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan
Kayu dalam Hutan Alam Dan Restorasi Ekosistem Dalam Hutan Alam
Pada Hutan Produksi. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor.
P.40/Menhut-II/2007, tentang perubahan peraturan menteri Kehutanan
Nomor: 6/MENHUT-II/2007 tentang Rencana Kerja Dan Rencana Kerja
Tahunan Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam Dan
Restorasi Ekosistem Dalam Hutan Alam Pada Hutan Produksi.

Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.33/Menhut-II/2009, tentang
Pedoman Inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala (IHMB) Pada Usaha
Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Produksi.

Ramlan, S.Hut, Martina, S.Hut.. 2012. Inventarisasi Hutan Produksi.
Kementerian Kehutanan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM
Kehutanan, Pusat Diklat Kehutanan. Bogor.


Click to View FlipBook Version