Kata Pengantar
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,
Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan
rahmatnya, sehingga buku Bahan Ajar untuk Madrasah Tsanawiyah
Kelas 7 dapat kami selesaikan tanpa kendala yang berarti.
Buku Bahan Ajar ini disusun dan disajikan untuk memenuhi
kebutuhan peserta didik dalam menghadapi Proses Belajar Mengajar
ditengah pandemi COVID-19.
Bahan ajar ini disajikan dengan struktur materi dan dibantu dengan
beberapa soal pilihan ganda dan esay. Semoga buku Bahan ajar ini
dapat membantu siswa dalam Belajar SKI.
Seperti peribahasa “ Tidak ada gading yang tak retak” begitu juga
dengan buku bahan ajar untuk siswa MTs kelas Tujuh ini. Untuk itu
saran, masukan dan kritikan yang membangun dari semua pihak
selalu kami nantikan untuk meningkatkan kualitas pada karya
selanjutnya.
Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu menyusun
buku bahan ajar ini. Semoga Allah SWT membalas dengan balasan
yang terbaik.
Wassalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh.
Semangat belajar SKI
2 | Bahan Ajar Kelas VII
DAFTAR ISI 5
5
PPeennggeretritaniaKnhuKlahfualuarfRaausryRidainsyidin 8
Biografi Khulafaur Rasyidin 27
Prestasi Khulafaur Rasyidin 30
31
Sejarah Daulah Umayyah
Perkembangan peradaban Daulah Umayyah 39
Tokoh terkemuka Daulah Umayyah 39
41
Biografi Umar bin abdul Aziz 42
Gaya Kepemimpinan Umar bin abdul Aziz 43
Kesalehan Umar bin abdul Aziz
Prestasi khalifah Umar bin abdul Aziz
Kebijakan khalifah Umar bin abdul Aziz
3 | Bahan Ajar Kelas VII
BAB 1
KHULAFAUR RASYIDIN
Kompetensi Dasar
3.5 Menganalisis berbagai kemajuan yang dicapai umat Islam pada masa
Kulafaur Rasyidin .
4.5 Menyusun peristiwa-peristiwa penting dari berbagai kemajuan yang dicapai
umat Islam pada masa Khulafaur Rasyidin.
Indikator
1. Menjelaskan berbagai prestasi yang dicapai oleh khulafaur rasyidin
2. Mengklasifikasi prestasi khulafaur rasyidin
3. Menjelaskan hikmah yang dapat diambil dari prestasi khulafaur rasyidin
4. Mengambil ibrah dari prestasi-prestasi yang dicapai oleh khulafaur rasyidin
untuk masa kini dan masa yang akan datang
5. Menjelaskan gaya kepemimpinan khulafaur rasyidin
6. Menjelaskan kisah ketegasan Abu Bakar dalam menghadapi saat kekacauan
saat Nabi Muhammad wafat
7. Meneladani gaya kepemimpinan khulafaur rasyidin
8. Meneladani prilaku positif khulafaur rasyidin
PETA KONSEP
4 | Bahan Ajar Kelas VII
A. Pengertian Khulafaur Rasyidin
Khulafaur Rasyidin berasal dari kata Khulafa bentuk jama’ dari khulafah yang
berarti pengganti, sedangkan Ar-rasyidin yang memiliki arti mendapat petunjuk. Jadi
menurut bahasa dari Khulafaur Rasyidin adalah orang yang ditunjuk sebagai yang berhak
mendapat petunjuk dari Allah.
Sementara istilahnya adalah pemimpin umat Islam dan kepala negara yang selalu
mendapat petunjuk dari Allah untuk mendukung perjuangan dakwah Rasulullah. Khulaur
Rasyidin merupakan khalifah (pemimpin) yang dijabat oleh para sahabat Rasulullah yang
terpilih paling dekat dengan nabi dan paling bersemangat dalam memahami ajaran yang
dibawanya di saat masa kerasulan nabi Muhammad SAW.
Keempat khalifah ini dipilih bukan berdasarkan keturunannya, disetujui hasil dari
musyawarah dan kesepakatan bersama seluruh muslimin pada saat itu.Mereka semua
merupakan sahabat nabi muhammad SAW yang berkualitas tinggi dan baik adapun sifat-
sifat yang dimiliki khulafaur rasyidin sebagai berikut :
a. Arif dan bijaksana
b. Berilmu yang luas dan mendalam
c. Berani bertindak
d. Berkemauan yang keras
e. Berwibawa
f. Belas kasihan dan kasih sayang
g. Berilmu agama yang amat luas serta melaksanakan hukum-hukum islam.
B. Biografi Khulafaur Rasyidin
1. ABU BAKAR SYIDIK
Abu Bakar As-Sidiq adalah orang yang paling awal memeluk agama Islam, sahabat
Rasullullah Saw. Dan juga khalifah pertama yang dibaiat (ditunjuk) oleh umat Islam. Abu
Bakar lahir bersamaan dengan tahun kelahiran Nabi Muhammad Saw. saat tahun 572
Masehi di Mekah, berasal dari keturunan Bani Taim, suku Quraisy. Nama aslinya adalah
Abdullah ibni Abi Quhaafah.
Menurut para sejarawan Islam, ia adalah seorang pedagang, hakim dengan
kedudukan tinggi, seorang yang terpelajar dan dipercayai sebagai orang yang dapat
menumbuhkan mimpi. Nabi Muhammad SAW lebih menarik perhatian anak-anak muda,
orang miskin, kaum marjinal dan para budak, sulit diterima karena Abu Bakar termasuk di
dalamnya memeluk Islam dalam kurun waktu awal dan juga berhasil mendorong
masyarakat Mekkah dan kaum Quraish lainnya mengikutinya (memeluk Islam).
5 | Bahan Ajar Kelas VII
Nama Abu Bakar memiliki arti ‘ayah si gadis’, yang ditransfer oleh beberapa
kalangan dengan arti ayah dari Aisyah RA istri Nabi Muhammad SAW. Namanya yang
sebenarnya adalah Abdul Ka’bah (artinya ‘hamba Ka’bah’), yang kemudian diubah oleh
Rasulullah menjadi Abdullah (artinya ‘hamba Allah’). Sumber yang disebut mengutipnya
adalah Abdullah bin Abu Quhafah (Abu Quhafah adalah kunyah atau nama panggilan yang
diundang).
Gelar As-Shidiq (yang dipercaya) diberikan Nabi Muhammad SAW sehingga lebih
dikenal dengan nama Abu Bakar ash-Shiddiq. Orang pertama yang masuk Islam,
percobaan yang dilakukan Abu Bakar As-Sidiq cukup banyak. Namun ia senantiasa tetap
setia menemani Nabi dan bersama dia menjadi satu-satunya teman hijrah ke Madinah
pada 622 Masehi.
Menjelang wafatnya Rasullullah, Abu Bakar ditunjuk sebagai imam shalat
disetujuinya. Hal ini menjadi pernyataan bahwa Abu Bakar kelak akan menggantikan
posisi Nabi yang memimpin umat. Setelah wafatnya Rasullullah, maka melalui
musyawarah antara kaum Muhajirin dan Anshar memilih Abu Bakar sebagai khalifah
pertama, memulai era Khulafaur Rasyidin.
Meskipun ditentang oleh sebagian besar Muslim Syiah karena mereka Nabi pernah
memilih Ali bin Abi Thalib sebagai penggantinya, namun Ali bin Abi Thalib menyatakan
setia dan mendukung Abu Bakar sebagai khalifah.
Segera setelah menjadi khalifah, urusan Abu Bakar banyak disibukkan oleh
pemadaman pemberontakan dan pelurusan akidah masyarakat yang melenceng setelah
meninggalnya Nabi.
Dia mencegah dakwah Musailamah Al-Kazab (Musailamah si pembohong), yang
mengaku percaya sebagai nabi baru yang menerima Nabi Muhammad Saw, dan juga
memungut zakat kepada suku-suku yang tidak mau membayarnya setelah meninggalnya
Nabi Muhammad SAW. Mereka beranggapan bahwa zakat adalah suatu bentuk upeti
terhadap Rasullullah.
Setelah usainya memberontak dan berbagai masalah internal, beliau melanjutkan
misi Nabi Muhammad menyiarkan syiar Islam ke seluruh dunia. Abu Bakar mengutus
orang-orang kepercayaannya ke Bizantium dan Sassanid sebagai misi melepaskan agama
Islam. Khalid bin Walid juga berhasil menaklukkan Irak dan Suriah dengan mudah.
Dia menjadi khalifah dalam jangka waktu 2 tahun. Abu Bakar wafat pada tanggal 23
Agustus 634 di Madinah. Dan dimakamkan di samping makam Rasullullah Saw.
Selanjutnya posisi khalifah digantikan oleh Umar bin Khatab.
6 | Bahan Ajar Kelas VII
2. UMAR BIN KHATAB
Usia Umar lebih muda 13 tahun dari Nabi Muhammad. ketika usianya yang masih
kecil, ia sudah terkenal dengan sifat pemberani dan cerdas. Tidak pernah takut
mengumumkan kebenaran dihadapan siapa pun. Jadi, tidak heran saat Umar bin Khattab
memeluk Islam, barisan kaum muslimin ditakuti oleh orang kafir Quraisy.
Sebelum memeluk Islam, ia menantang Islam. Namun setelah masuk Islam, ia sangat
berjuang melawan musuh-musuh Islam. Menjadikannya terkenal sebagai “Singa Padang
Pasir” yang sangat disegani. Karena sifatnya yang istimewa dan sangat kuat dalam
memperjuangkan kebenaran, rasulullah memberikan gelar “al-Faruq” yaitu dengan
menegaskan mana yang benar dan salah.
Pada masa kepemimpinannya dalam islam, wilayah Islam semakin luas hingga ke
Mesir, Irak, Syam, dan negeri-negeri Persia lainnya. Umar lah yang pertama kali
membentuk badan kehakiman dan menyelesaikan pemerintahan. Juga membahas upaya
Abu Bakar dalam membukukan Al-Qur’an. Ia wafat pada usia 63 tahun. Memerintah
selama 10 tahun 6 bulan. Ia wafat oleh pedang Abu Lu’lu’ah, seorang budak milik al-
Mughirah bin Syu’bah saat shalat Shubuh.
3. USMAN BIN AFFAN
Usman bin Affan adalah seorang saudagar raya raya dan seorang penulis wahyu
yang terkenal. Usianya lima tahun lebih muda dari nabi Muhammad. Usman lebih dikenal
dengan orang yang pendiam dan berbudi pekerti yang terpuji. Ia banyak melakukan amal,
sehingga ia mendapat gelar “Ghaniyyun Syakir” yaitu orang kaya yang banyak bersyukur
kepada Allah SWT.
Sekalipun ia adalah orang kaya raya, namun ia tak segan-segan untuk ikut berperang
dan tak pernah berkeliaran dengan masyarakat kelas bawah. Karena banyaknya manfaat
yang telah disetujui, maka ia dinikahkan dengan putri Nabi Muhammad yaitu Ruqayyah.
Setelah Ruqayyah wafat, ia dinikahkan lagi dengan putri Nabi yang bernama Ummu
Kullsum. Oleh karena itu, ia memiliki julukan “Dzun Nurain” (Yang memiliki dua cahaya).
Usman bin Affan telah menerbitkan: terjemahan dan membukukan Al-Qur’an
menjadi beberapa naskah. Dan dia menentukan pelafalan bacaan Al-Qur’an menjadi
seragam dan serentak, tidak ada perbedaan.
Karena karya tersebut sangat bermanfaat bagi umat Islam, maka mushaf ini
dinamakan “Mushaf Usmani” sebagai penghargaan atas jasa beliau. beliau juga
memperkuat angkatan laut, memperluas wilayah Islam, merenovasi masjid Nabawi, dan
masih banyak lainnya.
7 | Bahan Ajar Kelas VII
4. ALI BIN ABI THALIB
Dia lahir di kota Mekah pada tanggal 12 Rajab tahun ke 30 setelah kelahiran Nabi
Muhamad. Ibunya bernama Fatimah binti Asad. Ibunya mengeluarkan nama al-Haidarah
yang berarti Asad (singa), kemudian menggantinya dengan sebutan Ali.
Beliau dibesarkan dan dididik oleh Nabi Muhamad SAW. Ia masuk Islam setelah Siti
Khadijah. Karena keberaniannya yang luar biasa, ia mendapat gelar “Singa Allah” dan
“Karamallahu Wajhahu” (semoga Allah memuliakan awal).
Dia adalah putra dari paman Nabi sekaligus sebagai menantu Nabi Muhamad SAW.
Ali bin Abi Thalib masuk Islam diusia yang sangat muda dan banyak membantu
perjuangan Nabi. Setelah enam hari dari wafatnya Usman bin Affan, ia diangkat menjadi
khalifah perjuangan Usman bin Affan.
Dia berjasa dalam pergantian pejabat-pejabat yang kurang cakap, membenahi
keuangan negara (Baitul Maal), memajukan bidang Ilmu bahasa, memajukan
pembangunan, memadamkan pemberontakan di angkatan Umat Islam dan lainnya.
C. PRESTASI-PRESTASI YANG DICAPAI OLEH KHOLIFAH RASYIDIN
1. ABU BAKAR SYIDIK
A. Pemberangkatan Pasukan Usamah bin Zaid Sesuai dengan Pesan Rasulullah
Setelah menjadi khalifah, yang pertama-tama menjadi perhatian Abu Bakar adalah
melaksanakan keinginan Nabi yang hampir tidak bisa terlaksana, yaitu mengirim suatu
ekspedisi di bawah pimpinan Usamah ke perbatasan Syiria untuk membalas pembunuhan
ayah Usamah, yaitu Zaid, dan kerugian yang di derita umat Islam itu memburuk. Kabar
tentang wafatnya Nabi merupakan isyarat bagi beberapa suku Arab untuk melepaskan
kesetiaan mereka kepada negara-kota Madinah.[13] Banyak sahabat yang mengusulkan
agar Abu Bakar membatalkan pemberangkatan pasukan Usamah ini. Dalam kekhawatiran
itu, ternyata pasukan ini memetik kemenangan yang sangat gemilang. Kemenangan ini
telah membuat banyak orang kokoh berpegang kepada agama Islam.
B. Perang Melawan Orang-Orang Murtad
Setelah Rasulullah wafat, seluruh jazirah Arab murtad dari agama Islam kecuali
Makkah, Madinah, dan Thaif. Sebagian orang murtad ini kembali kepada kekufuran
lamanya dan mengikuti orang-orang yang mengaku sebagai nabi, sebagian yang lain hanya
tidak mau membayar zakat.
Para sahabat menasehati Abu Bakar agar dia tidak memerangi mereka karena
kondisi umat Islam yang sangat sulit dan karena sebagian pasukan Islam sedang
8 | Bahan Ajar Kelas VII
diberangkatkan untuk berperang melawan tentara Romawi yang dipimpin oleh Usamah
bin zaid. Namun, Abu Bakar menolak usulan mereka. Dia mengatakan sebuah perkataan
yang sangat masyhur, ”Demi Allah, andai mereka tidak mau menyerahkan tali unta yang
pernah nereka serahkan kepada Rasulullah, pasti aku berjihad melawan mereka”.
Kemudian Abu Bakar membentuk sebelas kelompok tentara untuk memerangi
orang-orang yang murtad dari Islam. Khalifah menugasi Ali, Thalha, Zubair, dan Abdullah
bin Mas’ud untuk berada di tempat-tempat yang setrategis untuk mempertahankan kota
Madinah. Musuh-musuh yang berkemah di Dhi-Hassi, Dhul-Qissa, Daba, dan Abraque
mulai maju menuju kota. Khalifah sendiri maju menyerang mereka (ke arah Dhi-Hassi)
dan memukul mundur serangan mereka. Kemudian dia maju ke arah Dhul-Qissa. Khalifah
menyerang pada malam hari dan berhasil merebut Dhul-Qissa. Setelah Dhul-Qissa jatuh,
Daba juga diduduki. Khalifah kemudian memusatkan sasarannya ke Abraque yang, setelah
pertempuran panjang, juga jatuh ke tangan Khalifah. Dalam pada itu Usamah kembali
dengan memperoleh kemenangan dari ekspedisi Siria. Khalid bin Walid dikirim untuk
melawan Tulaiha, Ikrimah dan Sharabil bin Hasan dikirim untuk melawan Musailamah,
dan Zubair dikirim untuk memerangi Aswad Ansi di Yaman. Peperangan-peperangan
lainnya dilakukan oleh berbagai jendral Muslim terhadap orang-orang murtad itu di al-
Bahrain, Oman, dan Yaman. Maka berakhirlah seluruh gerakan kemurtadan, yang juga
disebut Perang Riddah.
Dengan demikian, Abu Bakar dapat disebut Penyelamat Islam. Dia tidak hanya
menyelamatkan Islam dari kekacauan dan kehancuran, tetapi juga membuat Islam
menjadi agama dunia. Perang Riddah membuat Islam memperoleh kembali kesetiaan dari
seluruh Jazirah Arabia.
C. Perang Yamamah (11 H/632 M)
Pasukan melanjutkan perjalanan ke Bani Hanifah di Yamamah. Di tempat itu ada
seorang yang mengaku bahwa dirinya adalah seorang nabi, dia adalah Musailamah al-
Kadzdzab. Terjadi pertempuran sangat sengit yang akhirnya dimenangkan oleh kaum
Muslimin dan Musailamah terbunuh. Akhirnya, penduduk tempat itu bertobat dan kembali
ke dalam pangkuan Islam. Pada perang ini sejumlah sahabat menemui mati syahid.
Diantaranya adalah para penghafal Al-qur’an. Inilah yang membuat Abu Bakar mengambil
inisiatif untuk menghimpun Al-Qur’an dalam satu mushaf.
D. Penaklukan Islam
a. Di wilayah Timur (Persia)
Persia mendominasi wilayah yang sangat luas yang meliputi Irak, bagian barat
Syam, bagian utara Jazirah Arab. Di samping itu, sejumlah besar kabilah-kabilah
9 | Bahan Ajar Kelas VII
Arab juga tunduk di bawah kekuasaan mereka. Kabilah-kabilah ini bekerja dengan
dukungan dari Kaisar Persia.
Untuk melakukan jihad di tempat itu, Abu Bakar mengangkat Khalid bin Walid
dan Mutsanna bin Haritsah sebagai panglima. Mereka mampu memenangkan
peperangan dan membuka Hirah serta beberapa kota di Irak. Di antaranya adalah
Anbar, Daumatul Jandal, Faradh, dan yang lainnya.
b. Di wilayah Barat (Romawi)
Abu Bakar memberangkatkan pasukan-pasukan Islam berikut ini.
a) Pasukan di bawah pimpinan Yazid bin Abu Sufyan ke Damaskus.
b) Pasukan di bawah pimpinan ’Amr bin Ash ke Palestina.
c) Pasukan di bawah pimpinan Syarahbil bin Hasanah ke Yordania.
d) Pasukan di bawah pimpinan Abu Ubaidah ibnul-Jarrah ke Hims (Dia adalah
komandan umum). Pasukan Islam saat itu berjumlah sekitar 12.000 pasukan.
Sedangkan, pasukan Ikrimah sebagai pasukan cadangan sejumlah sekitar 6.000
orang. Pasukan Romawi menyambut kedatangan pasukan Islam itu dengan
pasukan 240.000 personel.
E. Perang Yarmuk (13 H/634 M)
Khalifah Abu Bakar memerintahkan Khalid bin Walid agar berangkat bersama-
sama pasukannya untuk menuju Syam dan menjadi panglima perang disana. Ia sampai di
Syam setelah melakukan perjalanan panjang selama 18 hari. Maka, bergabunglah kaum
Muslimin hingga mencapai 26.000 personil. Dia kemudian mengatur pasukannya dan
membaginya dalam beberapa devisi.
Pertempuran ini terjadi di sebuah pinggiran sungai Yordania yang disebut Yarmuk.
Maka, berkecamuklah perang dengan sengitnya. Pada saat perang sedang berkecamuk
dengan sengitnya, datang kabar bahwa Khalifah Abu Bakar meninggal dunia dan Umar
menjadi penggantinya. Khalid diturunkan dari posisinya sebagai panglima dan segera
diganti oleh Abu Ubaidah ibnul-Jarrah. Peristiwa ini terjadi pada bulan Jumadil Akhir
tahun 13 H/634M.
Sedikitnya penaklukkan di masa khalifah Abu Bakar itu terjadi karena adanya
beberapa sebab sebagai berikut:
a. Pendeknya masa pemerintahan Abu Bakar yang hanya berusia 2 tahun tiga bulan.
b. Karena dia disibukkan dengan perang melawan orang-orang murtad yang meliputi
seluruh Jazirah Arab.
c. Walau demikian, peperangan-peperangan yang terjadi di masa pemerintahannya
dalam melawan orang-orang Romawi dan Persia telah berhasil menakutkan musuh-
musuh Islam dan sekaligus mampu menunjukkan kekuatan kaum Muslimin.
10 | Bahan Ajar Kelas VII
F. Penghimpunan Al-Qur’an (12 H/633 M)
Satu kerja besar yang dilakukan pada masa pemerintahan Abu Bakar adalah
penghimpunan Al-qur’an. Abu Bakar as-shiddiq memerintahkan kepada Zaid bin Tsabit
untuk menghimpun Al-Qur’an dari pelapah kurma, kulit binatang, dan dari hafalan kaum
Muslimin.
Hal ini dilakukan sebagai usaha untuk menjaga kelestarian Al-Qur’an setelah
syahidnya beberapa orang penghafal Al-Qur’an di Perang Yamamah. Umarlah yang
mengusulkan pertama kali penghimpunan Al-Qur’an ini. Sejak itulah Al-Qur’an
dikumpulkan dalam satu mushaf. Inilah untuk pertama kalinya Al-Qur’an dihimpun.
2. UMAR BIN KHATTAB
Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam
mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia
(yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria,
Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium). Saat itu ada dua negara
adi daya yaitu Persia dan Romawi. Namun keduanya telah ditaklukkan islam pada jaman
Umar. Sejarah mencatat banyak pertempuran besar yang menjadi awal penaklukan ini.
Pada pertempuran Yarmuk, yang terjadi di dekat Damaskus. 20 ribu pasukan Islam
mengalahkan pasukan Romawi yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan
Romawi di Asia Kecil bagian selatan.
Umar melakukan banyak reformasi secara administratif dan mengontrol dari dekat
kebijakan publik, termasuk membangun sistem administratif untuk daerah yang baru
ditaklukkan. Ia juga memerintahkan diselenggarakannya sensus di seluruh wilayah
kekuasaan Islam. Tahun 638, ia memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi
Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Ia juga memulai proses
kodifikasi hukum Islam. Umar dikenal dari gaya hidupnya yang sederhana, alih-alih
mengadopsi gaya hidup dan penampilan para penguasa di zaman itu, ia tetap hidup sangat
sederhana.
Pada sekitar tahun ke 17 Hijriah, tahun ke-empat kekhalifahannya, Umar
mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat
peristiwa hijrah. Ada beberapa perkembangan peradaban Islam pada masa khalifah Umar
bin Khtthab, yang meliputi Sistem pemerintahan (politik), ilmu pengetahuan, sosial, seni,
dan agama.
1. Perkembangan Politik
Pada masa khalifah Umar bin khatab, kondisi politik islam dalam keadaan stabil,
usaha perluasan wilayah Islam memperoleh hasil yang gemilang. Karena perluasan daerah
11 | Bahan Ajar Kelas VII
terjadi dengan cepat, Umar Radhiallahu ‘anhu segera mengatur administrasi negara dengan
mencontoh administrasi yang sudah berkembang terutama di Persia. Perluasan penyiaran
Islam ke Persia sudah dimulai oleh Khalid bin Walid pada masa Khalifah Abu Bakar,
kemudian dilanjutkan oleh Umar. Tetapi dalam usahanya itu tidak sedikit tantangan yang
dihadapinya bahkan sampai menjadi peperangan. Kekuasaan Islam sampai ke Mesopotamia
dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa
kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia
dari kekaisaran Romawi (Byzantium).
Administrasi pemerintahan diatur menjadi delapan wilayah propinsi: Makkah,
Madinah, Syria, Jazirah Basrah, Kufah, Palestina, dan Mesir. Pada masa Umar bin khatab
mulai dirintis tata cara menata struktur pemerintahan yang bercorak desentralisasi. Mulai
sejak masa Umar pemerintahan dikelola oleh pemerintahan pusat dan pemerintahan
propinsi.
Karena telah banyak daerah yang dikuasai Islam maka sangat membutuhkan
penataan administrasi pemerintahan, maka khalifah Umar membentuk lembaga pengadilan,
dimana kekuasaan seorang hakim (yudikatif) terlepas dari pengaruh badan pemerintahan
(eksekutif). Adapun hakim yang ditunjuk oleh Umar adalah seorang yang mempunyai
reputasi yang baik dan mempunyai integritas dan keperibadian yang luhur. Zaid ibn Tsabit
ditetapkan sebagai Qadhi Madinah, Ka’bah ibn Sur al-Azdi sebagai Qadhi Basrah, Ubadah
ibn Shamit sebagai Qadhi Palestina, Abdullah ibn mas’ud sebagai Qadhi kufah.
Pada masa Umar ibn Khatab juga mulai berkembang suatu lembaga formal yang
disebut lembaga penerangan dan pembinaan hukum islam. Dimasa ini juga terbentuknya
sistem atau badan kemiliteran.
Pada masa khalifah Umar bin Khattab ekspansi Islam meliputi daerah Arabia, syiria,
Mesir, dan Persia. Karena wilayah Islam bertambah luas maka Umar berusaha mengadakan
penyusunan pemerintah Islam dan peraturan pemerintah yang tidak bertentangan dengan
ajaran Islam.
2. Perkembangan Ekonomi
Karena perluasan daerah terjadi dengan cepat, dan setelah Khalifah Umar mengatur
administrasi negara dengan mencontoh administrasi yang sudah berkembang terutama di
Persia. Pada masa ini juga mulai diatur dan ditertibkan sistem pembayaran gaji dan pajak
tanah. Pengadilan didirikan dalam rangka memisahkan lembaga yudikatif dengan lembaga
eksekutif. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, jawatan kepolisian dibentuk. Demikian
pula jawatan pekerjaan umum. Umar juga mendirikan Bait al-Mal, menempa mata uang, dan
membuat tahun hijiah. Dan menghapuskan zakat bagi para Mu’allaf. Ada beberapa
kemajuan dibidang ekonomi antara lain :
12 | Bahan Ajar Kelas VII
a. Al kharaj
Kaum muslimin diberi hak menguasai tanah dan segala sesuatu yang didapat dengan
berperang. Umar mengubah peraturan ini, tanah-tanah itu harus tetap dalam tangan
pemiliknya semula, tetapi bertalian dengan ini diadakan pajak tanah (Al kharaj).
b. Ghanimah
Semua harta rampasan perang (Ghanimah), dimasukkan kedalam Baitul Maal Sebagai
salah satu pemasukan negara untuk membantu rakyat. Ketika itu, peran diwanul jund, sangat
berarti dalam mengelola harta tersebut.
c. Pemerataan zakat
Umar bin Khatab juga melakukan pemerataan terhadap rakyatnya dan meninjau
kembali bagian-bagian zakat yang diperuntukkan kepada orang-orang yang diperjinakan
hatinya (al-muallafatu qulubuhum).
d. Lembaga Perpajakan
Ketika wilayah kekuasaan Islam telah meliputi wilayah Persia, Irak dan Syria serta
Mesir sudah barang tentu yang menjadi persoalan adalah pembiayaan, baik yang menyangkut
biaya rutin pemerintah maupun biaya tentara yang terus berjuang menyebarkan Islam ke
wilayah tetangga lainnya. Oleh karena itu, dalam kontek ini Ibnu Khadim mengatakan bahwa
institusi perpajakan merupakan kebutuhan bagi kekuasaan raja yang mengatur pemasukan
dan pengeluaran
3. Perkembangan Pengetahuan
Pada masa khalifah Umar bin Khatab, sahabat-sahabat yang sangat berpengaruh tidak
diperbolehkan untuk keluar daerah kecuali atas izin dari khalifah dan dalam waktu yang
terbatas. Jadi kalau ada diantaa umat Islam yang ingin belajar hadis harus perdi ke Madinah,
ini berarti bahwa penyebaran ilmu dan pengetahuan para sahabat dan tempat pendidikan
adalah terpusat di Madinah. Dengan meluasnya wilayah Islam sampai keluar jazirah Arab,
nampaknya khalifah memikirkan pendidikan Islam didaerah-daerah yang baru ditaklukkan
itu. Untuk itu Umar bin Khatab memerintahkan para panglima perangnya, apabila mereka
berhasil menguasai satu kota, hendaknya mereka mendirikan Mesjid sebagai tempat ibadah
dan pendidikan.
Berkaitan dengan masalah pendidikan ini, khalifah Umar bin Khatab merupakan
seorang pendidik yang melakukan penyuluhan pendidikan di kota Madinah, beliau juga
menerapkan pendidikan di mesjid-mesjid dan pasar-pasar serta mengangkat dan menunjuk
guru-guru untuk tiap-tiap daerah yang ditaklukkan itu, mereka bertugas mengajarkan isi al-
Qur'an dan ajaran Islam lainnya seperti fiqh kepada penduduk yang baru masuk Islam.
Meluasnya kekuasaan Islam, mendorong kegiatan pendidikan Islam bertambah besar,
karena mereka yang baru menganut agama Islam ingin menimba ilmu keagamaan dari
13 | Bahan Ajar Kelas VII
sahabat-sahabat yang menerima langsung dari Nabi. Pada masa ini telah terjadi mobilitas
penuntut ilmu dari daerah-daerah yang jauh dari Madinah, sebagai pusat agama Islam.
Gairah menuntut ilmu agama Islam ini yang kemudian mendorong lahirnya sejumlah
pembidangan disiplin keagamaan.
Dengan demikian pelaksanaan pendidikan dimasa khalifah umar bin khatab lebih
maju, sebab selama Umar memerintah Negara berada dalam keadaan stabil dan aman, ini
disebabkan, disamping telah ditetapkannya mesjid sebagai pusat pendidikan, juga telah
terbentuknya pusat-pusat pendidikan Islam diberbagai kota dengan materi yang
dikembangkan, baik dari segi ilmu bahasa, menulis dan pokok ilmu-ilmu lainnya.
4. Perkembangan Sosial
Pada masa Khalifah Umar ibn Khatthab ahli al-dzimmah yaitu penduduk yang
memeluk agama selain Islam dan berdiam diwilayah kekuasaan Islam. Al-dzimmah terdiri
dari pemeluk Yahudi, Nasrani dan Majusi. Mereka mendapat perhatian, pelayanan serta
perlindungan pada masa Umar. Dengan membuat perjanjian, yang antara lain berbunyi ;
Keharusan orang-orang Nasrani menyiapkan akomodasi dan konsumsi bagi para
tentara Muslim yang memasuki kota mereka, selama tiga hari berturut-turut. Pada masa
umar sangat memerhatikan keadaan sekitarnya, seperti kaum fakir, miskin dan anak yatim
piatu, juga mendapat perhatian yang besar dari Umar ibn Khathab.
5. Perkembangan Agama
Di zaman Umar Radhiallahu ‘anhu gelombang ekspansi (perluasan daerah kekuasaan)
pertama terjadi ; ibu kota Syria, Damaskus, jatuh tahun 635 M dan setahun kemudian,
setelah tentara Bizantium kalah di pertempuran Yarmuk, seluruh daerah Syria jatuh ke
bawah kekuasaan Islam. Dengan memakai Syria sebagai basis, ekspansi diteruskan ke Mesir
di bawah pimpinan 'Amr ibn 'Ash Radhiallahu ‘anhu dan ke Irak di bawah pimpinan Sa'ad
ibn Abi Waqqash Radhiallahu ‘anhu. Iskandariah/Alexandria, ibu kota Mesir, ditaklukkan
tahun 641 M. Dengan demikian, Mesir jatuh ke bawah kekuasaan Islam.
Al-Qadisiyah, sebuah kota dekat Hirah di Iraq, jatuh pada tahun 637 M. Dari sana
serangan dilanjutkan ke ibu kota Persia, al-Madain yang jatuh pada tahun itu juga. Pada
tahun 641 M, Moshul dapat dikuasai. Dengan demikian, pada masa kepemimpinan Umar
Radhiallahu ‘anhu, wilayah kekuasaan Islam sudah meliputi Jazirah Arabia, Palestina, Syria,
sebagian besar wilayah Persia, dan Mesir. Dalam kata lain. Islam pada zaman Umar semakin
berkembang.
Jadi dapat disimpulkan, keadaan agama Islam pada masa Umar bin Khatthab sudah
mulai kondusif, dikarenakan karena kepemimpinannya yang loyal, adil, dan bijaksana. Pada
masa ini Islam mulai merambah ke dunia luar, yaitu dengan menaklukan negara-negara
yang kuat, agar islam dapat tersebar kepenjuru dunia.
14 | Bahan Ajar Kelas VII
3. UTSMAN BIN AFFAN
Pada bagian sebelumnya telah diceritakan riwayat hidup Utsman bin Affan.
Selanjutnya pada bagian ini akan dibahas mengenai usaha yang telah dilakukan Utsan bin
Affan selama beliau menjabat sebagai kholifah.
Utsman bin Affan bin Affan dipilih sebagai Kholifah menggantikan Kholifah Umar bin
Khattab yang meninggal karena ditikam oleh Abu Lu'luah saat beliau menjadi imam sholat
subuh. Saat menjelang wafatnya, Kholifah telah membentuk sebuah dewan yang akan
menggantinya. Dewan tersebut beranggotakan enam orang sahabat yang saat itu dianggap
paling tinggi derajatnya. Keenam anggota dewan tersebut adalah :
1. Usman bin Affan.
2. Ali bin Abi Thalib
3. Thalhah bin Ubaidillah
4. Zubair bin Awwam
5. Abdurrahman bin Auf
6. Sa'ad bin Abi Waqas
Dewan tersebut bertugas memilih salah satu dari mereka untuk menjadi Kholifah.
Ketua Dewan dipegang oleh Abdurrahman bin Auf. Pemilihan di lakukan dengan cara
musyawarah dan mufakat dan untuk mencari suara terbanyak. Pada akhirnya Usman bin
Affan terpilih sebagai kholifah pengganti Umar bin Khattab. Saat terpilih menjadi khalifah
Usman bin Affan telah berusia 70 tahun. Beliau menjadi khalifah selama 12 tahun. Awal
pemerintahan Utsman diwarnai dengan suasana yang kurang kondusif. Pada waktu itu
masyarakat terpecah menjadi dua kelompok, yaitu pendukung Ali yang kurang mendukung
kepemimpinan Utsman dan pendukung Utsman yang mendukung kepemimpinannya.
Namun hal itu tidak menghalangi Utsman dalam menjalankan kepemimpinannya. Prestasi
yang dicapai Utsman bin Affan antara lain:
a. Kodifikasi Mushaf al Qur'an
Usaha kodifikasi ( pembukuan ) ayata-ayat Al-Qur'an sudah dimulai sejak masa
kholifah Abu Bakar As Shidiq. Ayat-ayat Al- Qur'an yang terkumpul pada masa itu disimpan
oleh Hafsah binti Umar, salah satu istri Rasulullah saw. Pada masa pemerintahan Khalifah
Usman bin Affan, wilayah islam sudah sangat luas. Hal ini menimbulkan kekhatiran akan
terjadinya perbedaan pembelajaran Al-Qur'an di beberapa pelosok wilayah. Perbedaan itu
meliputi susunan surahnya atau lafal (dialiknya). Salah seorang sahabat bernama Huzaifah
bin Yaman melihat perselisihan antara tentara islam ketika menaklukkan Armenia dan
15 | Bahan Ajar Kelas VII
Azerbeijan. Masing-masing pihak menganggap cara membaca Al- Qur'an yang dilakukan
adalah paling baik. Perselisihan tersebut kemudian dilaporkan oleh Huzaifah bin Yaman
kepada Kholifah Usman bin Affan selanjutnya kholifah Usman bin Affan membentuk sebuah
panitia penyusunan Al- Qur'an. Panitia ini di ketuai oleh Zaid bin Tsabit anggotanya
Abdullah bin Zubair dan Abdurrahman bin Harits. Tugas yang dilaksanakan adalah
menyalin ulang ayat-ayat Al-Qur'an dalam sebuah buku yang disebut mushaf. Salinan
kumpulan Al-Qur'an itu disebut mushaf oleh Panitia Mushaf diperbanyak sejumlah empat
buah. Salah satunya tetap berada di Madinah, sedangkan empat lainya dikirim ke Madinah,
Suriah, Basrah, dan Kufah. Semua naskah Al-Qur'an yang dikirim ke daerah -daerah itu
dijadikan pedoman dalam penyalinan berikutnya di daerah masing-masing. Naskah yang
ditinggal di Madinah disebut Mushaf Al-Imam atau Mushaf Usmani.
b. Renovasi Masjid Nabawi
Masjid Nabawi adalah masjid yang pertama kali didirikan oleh Nabi Muhammad saw.
pada saat pertama kali tiba di Madinah dari perjalanan hijrahnya. Masjid ini pada mulanya
hanya kecil dan masih sangat sederhana. Dengan semakin banyaknya jumlah umat islam,
maka Kholifah Umar bin Khattab mulai memperluas masjid ini. Majid Nabawi telah mulai
dibangun sejak masa Kholifah Umar bin Khattab yang kemudian dilanjutkan merenovasinya
dan diperluas oleh Kholifah Usman bin Affan. selain diperluas, masjid Nabawi juga dibangun
dengan bentuk dan coraknya yang lebih indah.
c. Pembentukan Angkatan Laut
Pada masa Kholifah Usman bin Affan, wilayah islam sudah mencapai Afrika, Siprus,
hingga konstantinopel. Muawiyah saat itu menjabat gubernur Suriah mengusulkan
dibentuknya angkatan laut. Usul itu disambut dengan baik oleh Kholifah Usman bin Affan.
d. Perluasan Wilayah Islam
Serangkain penaklukan bangsa Arab dimotivasi oleh semangat keagamaan untuk
menjadikan dunia memeluk dan mengakui islam. Pada masa pemerintahan Kholifah Usman
bin Affan wilayah Islam semakin meluas.Wilayah Azer Baijan berhasil di taklukkan pasukan
muslim dibawah pimpinan Said bin As dan Huzaifah bin Yaman. Selain itu wilayah islam
sudah mencapai Afrika, Siprus, hingga Konstantinopel.
4. ALI BIN ABI THALIB
Prestasi Khalifah Ali bin Abi Thalib Selama Menjadi Khalifah (35-41 H / 656-661 M) .
Ali bernama lengkap ali bin Abu Thalib bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf.
Ibunya bernama Fatimah binti Asad bin Hasyim bin Abdul Manaf. Beliau dilahirkan di
Makkah pada hari Jum'at 13 Rajab tahun 570 M atau 32 tahun setelah kelahiran Nabi
16 | Bahan Ajar Kelas VII
Muhammad Saw. Beliau tinggal bersama Nabi Muhammad Saw sejak kecil. Beliau diasuh
sebagaimana anak sendiri karena kondisi ayahnya yang miskin. Beliau mendapat didikan
langsung dari Nab Muhammad Saw sehingga menjadi seorang yang berbudi tinggi dan
berjiwa luhur. Ali bin Abi Thalib masuk Islam saat berusia tujuh tahun. beliau adalah anak
kecil yang pertama masuk Islam, sebagaimana Khadijah adalah wanita yang pertama masuk
Islam, Zaid bin Haritsah adalah budak yang pertama masuk Islam, Abu Bakar ra adalah lelaki
merdeka yang pertama masuk Islam. Sepeninggal Khalifah Usman bin Affan dalam kondisi
yang masih kacau , kaum muslimin meminta Ali bin Abi Thalib untuk menjadi Khalifah Akan
tetapi ada bebarapa tokoh yang menolak usulan tersebut.
Khalifah Ali bin Abi Thalib melaksanakan langkah-langkah yang dapat dianggap
sebagai prestasi yang telah dicapai .
1. Mengganti Pejabat yang Kurang Cakap. Khalifah Ali bin Abi Thalib menginginkan sebuah
pemerintahan yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, beliau kemudian mengganti pejabat-
pejabat yang kurang cakap dalam bekerja. Akan tetapi, pejabat-pejabat tersebut ternyata
banyak yang berasal dari keluarga Khalifah Usman bin Affan ( Bani Umayah ). Akibatnya,
makin banyak kalangan Bani Umayyah yang tidak menyukai Khalifah Ali bin Abi Thalib.
Adapun gubernur baru yang diangkat Khalifah Ali bin Abi Thalib antara lain :
a. Sahl bin Hanif sebagai gubernur Syiria
b. Usman bin Hanif sebagai gubernur Basrah
c. Qays bin Sa’ad sebagai gubernur Mesir
d. Umrah bin Syihab sebagai gubernur Kufah
e. Ubaidaillah bin Abbas sebagai gubernur Yaman
2. Membenahi Keuangan Negara ( Baitul Mal ). Pada Masa Khalifah Utsman bin Affan, banyak
kerabatnya yang diberi fasilitas negara. Khalifah Ali bin Abi Thalib memiliki tanggung jawab
untuk membereskan permasalahan ftersebut. Beliau menyita harta para pejabat tersebut
yang diperoleh secara tidak benar. Harta tersebut kemudian disimpan di Baitul Mal dan
digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin Segera
Bisa? Klik disini Sekarang! Kebijakan tersebut mendapat tantangan dan perlawanan dari
matan penguasan dan kerabat Utsman bin Affan. Mereka mengasut para shahabat yang lain
untuk menentang kebijakan Ali bin Abi Thalib. Dan melakukan perlawanan terhadap
Khalifah Ali bin Abi Thalib. Akibatnya terjadi peperangan seperti perang Jamal dan perang
Shiffin.
3. Memajukan Bidang Ilmu Bahasa. Pada saat Khalifah Ali bin Abi Thalib memegang
pemerintahan , Wilayah Islam sudah mencapai India. Pada saat itu , penulisan huruf hijaiyah
belum dilengkapi dengan tanda baca, seperti kasrah, fathah, dhommah dan syaddah. hal itu
menyebabkan banyaknya kesalahan bacaan teks Al-Qur'an dan Hadits di daerah-daerah
17 | Bahan Ajar Kelas VII
yang jauh dari Jazirah Arab. Untuk menghindari kesalahan fatal dalam bacaan Al-Qur'an dan
Hadits. Khalifah Ali bin Abi Thalib memerintahkan Abu Aswad ad Duali untuk
mengembangkan pokok-pokok ilmu nahwu, yaitu ilmu yang mempelajarai tata bahasa Arab.
Keberadaan ilmu nahwu diharapkan dapat membantu orang-orang non Arab dalam
mempelajari sumber utama ajaran islam, yaitu Al-Qur'an dan Hadits.
4. Bidang Pembangunan. Khalifah Ali bin Abi Thalib membangun Kota Kuffah secara khusus.
Pada awalnya kota Kufah disiapkan sebagai pusat pertahanan oleh Mu'awiyah bin Abi
Sufyan. Akan tetapi Kota Kufah kemudian berkembang menjadi pusat ilmu tafsir, ilmu
hadits,ilmu nahwu dan ilmu pengetahuan lainya. Setelah mengamati prestasi keempat
khalifah memiliki persamaan prestasi pada penyebaran daerah Islam. Hal ini disebabkan
oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain:
a) Islam mengajarkan semua sendi kehidupan, baik agama, sosial, politik, ekonomi, dan
budaya
b) Kewajiban dakwah bagi pemeluknya merupakan pendorong utama bagi para shahabat
untuk menyebarkan Islam
c) Byzantium dan Persia mulai melemah membuat Islam bisa berkembang dengan cepat
d) Kebebasan beragama bagi masyarakat di Byzantium membuka peluang untuk
mengajarkan ajaran Islam
e) Penyebaran Islam dilakukan secara simpatik dengan penuh kedamaian. Kekerasan
diperlukan dalam kondisi yang tidak ada pilihan
f) Bangsa Arab lebih dekat dengan bangsa-bangsa jazirah g. Mesir, Syiria, dan Irak
merupakan daerah kaya yang ingin membebaskan diri dari penjajahan Romawi dan
persia. Sekaligus menjadi penyokong dana dalam menyebarkan Islam . Dari prestasi
tersebut sangat besar sumbangsih Khalifah Khalifah Ali bin Abi Thalib untuk
perkembagan agama Islam hingga saat ini kita rasakan
Latihan
1. Utsman bin Affan merupakan khulafahurrasyidin ke ....
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
18 | Bahan Ajar Kelas VII
2. Salah satu sifat Utsman bin Affan yang paling menonjol adalah ….
a. Penakut
b. Dermawan
c. Pemarah
d. Kikir
3. Setelah peristiwa terbunuhnya khalifah Umar bin Khattab, dibentuklah dewan
untuk memilih khalifah selanjutnya yang beranggotakan, kecuali….
a. Utsman bin Affan
b. Ali bin Abi Thalib
c. Zain bin Tsabit
d. Abdurrahman bin Auf
4. Utsman bin Affan diangkat menjadi khalifah pada usianya yang ke ....
a. 50
b. 55
c. 60
d. 70
5. Pada masa pemerintahan khalifah Utsman bin Affan, diadakan kodifikasi Al-
Qur’an yang diketuai oleh ….
a. Zaid bin Tsabit
b. Abdullah bin Zubair
c. Abdurrahman bin Harits.
d. Hafsah binti Utsman
6. Diantara prestasi-prestasi yang dicapai pada masa khalifah Utsman bin Affan
ialah :
a. Pembentukan angkatan udara
b. Kodifikasi Al-Qur’an
c. Pendirian Bait Al-Mal
d. Ekspansi wilayah ke Damaskus
7. Salinan mushaf Al-Qur’an yang ditinggal di Madinah disebut ….
a. Mushaf Al-Makmum
b. Mushaf Al-Imam
c. Mushaf Al-Mufrad
d. Mushaf Al-Jama’
19 | Bahan Ajar Kelas VII
8. Mushaf Al-Qur’an diperbanyak sejumlah empat buah dan dikirim ke berbagai
wilayah diantaranya, kecuali ....
a. Madinah
b. Suriah
c. Iskandariah
d. Basrah
9. Khalifah Utsman terbunuh pada saat membaca Al-Quran akibat ditikam dari
belakang pada tanggal ….
a. 17 Juni 655 M
b. 27 Juni 655 M
c. 27 Juni 656 M
d. 17 Juni 656 M
10. Hal-hal yang melatarbelakangin kemunduran kepemimpinan Utsman bin Affan
ialah …..
a. Nepotisme
b. Negosiasi
c. Musyawarah
d. Monopoli
20 | Bahan Ajar Kelas VII
Pilihan Ganda
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat, dengan jawaban yang menghitamkan pada
huruf a, b, c, dan d pada lembar jawaban yang disediakan.
1. Dalam sejarah Islam, kepemimpinan Abu Bakar dalam perjuangan islam
umat Islam setelah Rasulullah SAW sangat besar, rela beliau rela dan
diciptakan oleh menciptakan sahabat jiwanya untuk kepentingan
penyebaran Islam. Dari pernyataan
terdekat yang terkenal dengan diatas teladan yang bisa kita ambil
sebutan khulafaurrasyidin. dan harus kita laksanakan dalam
Khulafaurrasyidin berasal dari kata kehidupan sehari-hari adalah sifat….
Khulafa dan Rasyidin, Khulafa jamak a. Sebuah. Jujur dan dermawan
b. Adil dan bijaksana
dari khalifah dan Rasyidin jamak dari c. Lembut dan penyayang
Ar Rasyid dengan demikian d. Ramah dan sabar
pengertian Khulafaurrasyidin
adalah…. 4. Perhatikanlah pernyataan dibawah
ini:
A. Sebuah. Pemimpin pemimpin 1. Orang yang pertama
Rasulullah SAW yang terpilih membenarkan peristiwa Isra
B. Pemimpin pilihan Rasulullah 'Mi'raj
SAW yang cerdas 2. Orang yang menemani Nabi
Muhammad SAW berhijrh ke
C. Informasi yang mendapat Madinah
petunjuk 3. Menjadi imam shalat
D. Pemimpin yang dipilih umat menggantikan Nabi Muhammad
Islam yang terbaik SAW ketika sakit
4. Orang yang menjadi pembela
2. Sebelum masuk Islam, Umar bin utama Nabi Muhammad SAW dari
Khattab sangat disegani dan gangguan kafir
dihormati oleh penduduk Makkah, Pernyataan diatas yang
beliau seorang pemberani dan sering menjadi alas angkatnya Abu
menyelesaikan peperangan yang Bakar menjadi khalifah
terjadi di zaman Jahiliyyah. Setelah terdapat pada kolom….
masuk Islam sikap Umar bin Khattab a. 2,4 dan 1
terlihat ketika menjadi pembela b. 1,2 dan 3
utama Nabi Muhammad SAW dan c. 1,3 dan 4
umat Islam dari gangguan kafir d. 2,3 dan 4
Quraisy, Hal ini menjadikan umat
islam semakin kuat dan disegani. 5. Setelah melalui musyawarah antara
Dari perjalanan hidupnya tersebut Muhajirin dan Anshar, maka
dapat diambil alih, maka sifat yang disepakatilah Abu Bakar menjadi
dimilikinya adalah…. khalifah, yang kemudian kemudian
A. Sebuah. Cerdas dan pemaaf mendapatkan gelar….
B. Berani dan berani a. Amirul Mukminin
C. Dermawan dan sabar b. Amirul Islam
D. Jujur dan penyayang c. Khalifaturrasul
d. Khulafaurasyiddin
3. Abu Bakar memiliki penduduk yang
baik dan terfuji, dan pedagang yang
kaya raya. Beliau seorang pedagang
yang disenangi pembelinya. Peranan
21 | Bahan Ajar Kelas VII
6. Belajar dari pengalaman terjadi berbagai pemberontakan
pengangkatan sahabat Abu Bakar ketika memberlakukan kebijakannya
Sebagai Shidiq, maka untuk menjaga Ali bin Abi Thalib pada pemecatan-
tidak terjadi perselisihan perebutan pejabat yang korupsi.
jabatan khalifah, sebelum meninggal Dari wacana diatas dapat
ketika Abu Bakar sakit beliau menyatakan bahwa keadaan umat
memanggil Utsman bin Affan untuk Islam pada masa khalifah Ali bin Abi
menulis wasiat yang berisi Thalib adalah terjadi….
penunjukkan Umar bin Khattab a. Perselisihan
sebagai khalifah penggantinya. Dari b. Perebutan
wacana di atas dapat diambil c. Percekcokan
kesimpulan bahwa pengangkatan d. Pertentangan
khalifah Umar bin Khattab dilakukan 9. Perhatikan daftar nama-nama
melalui cara…. dibawah ini:
a. Turun temurun 1. Abdurrahman bin Auf
b. Musyawarah 2. Al Aswad Al Ansi
c. Pemilihan 3. Zaid bin Haritsah
d. Penunjukkan 4. Musailamah Al Kazab
Dari nama-nama di atas orang yang
7. Ketika Umar bin Khattab sakit karena mengaku Nabi palsu pada masa
tertikam oleh budak Persia, Khalifah Abu Bakar As Shidiq
membentuk tim formatur yang terdapat pada nomor….
memilih 6 orang yang mengatur a. 1 dan 3
khalifah penggantinya. Setelah Umar b. 2 dan 4
bin Khattab wafat tim formatur yang c. 3 dan 4
diketuai oleh Abdurrahman bun Auf d. 1 dan 2
mengadakan rapat. Diantara calon
hadir Umar bin Khattab terjadi 10. Khalifah Umar bin Khattab usai 2
perbedaan pendapat. Dimana tahun dengan sejumlah prestasi yang
Abdurrahman bin Auf mendukung telah dicapainya, pemerintahan lain:
Utsman bin Affan sedangkan Sa'ad administrasi dan keuangan antara
bin abi Waqqas mendukung Ali bin menetapkan kalender Hijriyah, serta
Abi Thalib. Dari hasil kesepakatan perluasan wilayah Islam sampai ke
dan persetujuan umat Islam saat itu, daerah….
maka yang terpilih menjadi khalifah Palestina
dari Umar bin Khattab adalah…. b. Persia
a. Utsman bin Affan c. Mesir
b. Abu Bakar Siddiq d. Syiria
c. Ali bin Abi thalib
d. Umar bin Khatab 11. Prestasi umar bin khattab di
antaranya:
8. Pada masa Ali bin Abi Thalib menjadi 1. Perluasan wilayah Islam
khalifah, Ali menghadapi kelompok 2. administrasi dan keuangan
penentang yang sangat kuat yaitu 3. Menetapkan kalender Hijriyah
dari kelompok Aisyah yang 4. Membentuk Baitul Maal
Antara prestasi khalifah
mengakibatkan perang Jamal, dan Umar bin Khattab di atas
kelompok Mu'awiyah yang masih dinikmati umat
mengakibatkan perang Si n. Juga
22 | Bahan Ajar Kelas VII
Islam sampai sekarang ada Khalifah Ali Bin Abi Thalib
pada nomor…. mengeluarkan kebijakan…
a. 1 a. Memajukan bidang pembangunan
b. 2 b. Mengganti pejabat yang kurang
c. 3
d. 4 cakap
c. Membenahi keuangan negara
12. Khalifah Utsman bin Affan (selama d. Memajukan bidang ilmu Bahasa
12 tahun), prestasi yang telah
dicapai di antaranya: 15. Peristiwa Amul Jamaah menandai
1. KodiHkasi Mushaf Al Quran berakhirnya masa pemerintahan
2. Renovasi masjid Nabawi Khulafaurrasyidin dan menjadi awal
3. Pembentukan Angkatan Laut sejarah baru bagi pemerintahan
4. Perluasan wilayah Islam Islam dibawah kekuasaan Dinasti
Prestasi khalifah Utsman Umayyah yang didirikan oleh….
bin Affan yang manfaatnya a. Muawiyah bin Abu Sufyan
masih dirasakn oleh umat b. Yazid bin Muawiyah
islam sampai sekarang ada c. Muawiyah bin Yazid
pada nomor…. d. Marwan bin Hakam
a. 3
b. 4 16. Muawiyah bin Abu Sufyan
c. 1 mengangkat putranya Yazid bin
d. 2 Muawiyah sebagai putra mahkota,
peristiwa ini menandai bahwa sistem
13. Diantara prestasi khulafaurrasyidin pemerintahan yang diterapkan
yang berkaitan dengan kehidupan Dinasti Umayyah adalah….
berbangsa dan bernegara saat ini a. Demokrasi
untuk b. Monarki
menciptakan pemerintahan yang c. Parlementer
d. Presidentil
bersih
dan berwibawa yaitu kebijakan 17. Berdirinya dinasti Umayyah kejadian
tentang…. dengan peristiwa penyerahan
a. Membenahi keuangan Negara Baitul kekuasaan antara Hasan bin
Mal)
b. Mengganti pejabat yang kurang Ali dengan Muawiyah bin Abu
cakap dan korupsi Sufyan, peristiwa ini dikenal dengan
c. Memajukan bidang Ilmu Bahasa Amul Jamaah yang mengandung
d. Memajukan bidang pembangunan arti….
14. Pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib A. Tahun kemenangan Muawiyah bin
wilayah Islam sudah mencapai India. abu Sufyan dalam dekorasi
Pada saat itu huruf Hijaiyah belum kekuasaan
dilengkapi dengan tanda baca: B. Tahun kemenangan hasan bin Ali
kasrah, fathah, dhammah dan
syaddah. Hal ini menyebabkan dalam mendapatkan jabatan
banyaknya keslahan bacaan teks Al khalifah
Qur'an dan Hadits. Untuk C. Tahun umat islam dari kerusuhan
menghindari kesalahan fatal dalam para pembangkang khalifah
bacaan Al Quran dan Hadits maka D. Tahun persatuan umat Islam
dibawah pimpinan Muawiyah bin
Abu Sufyan
23 | Bahan Ajar Kelas VII
18. Dinasti Umayyah merupakan B. Memiliki semangat yang tinggi
pemerintahan Islam setelah untuk menghasilkan karya
Khulafaurrasyidin yang berpusat di
Damaskus, yang berdiri pada C. Memiliki kemauan yang keras
tahun…. untuk mencapai cita-cita
a. . 41 - 132 H / 661 - 750 M
b. 51 - 142 H / 671 - 760 M D. Memiliki ambisi untuk mencapai
c. 81 - 172 H / 701 - 792 M kekuasaan
d. 90 - 195 H / 850 - 940 M
20. Peranan para khalifah memiliki
19. Muawiyah bin Abu Sufyan baru
masuk agama Islam ketika terjadi kontribusi besar dalam
peristiwa Fathul Makkah, karir pembangunan suatu pemerintahan,
politiknya dimulai pada masa terbukti dengan dijadikannya Bahasa
khalifah Umar bin Khattab dengan Arab sebagai bahasa administrasi
jabatan sebagai gubernur Syiria dan
akhirnya berhasil mendirikan Dinasti resmi Islam sehingga menjadi bahasa
Umayyah, dari keberhasilan Internasional kedua setelah bahasa
Muawiyah bin Abu Sufyan tersebut, Inggris. Hal ini merupakan prestasi
teladan yang dapat kita ambil dari khalifah….
adalah….
A. Memiliki wawasan keilmuwan a. Marwan bin Hakam
yang luas b. Walid bin Abdul Malik
c. Abdul Malik bin Marwan
d. Sulaiman bin Abdul Malik
24 | Bahan Ajar Kelas VII
MENJODOHKAN
Jawablah pertanyaan singakt dibawah ini dengan dengan menjodohkan kata-kata yang
ESSAY.
Jabalah pertanyan dibawah ini dengan jelas dan benar !
1. Jelaskan prestasi yang telah dicapai oleh Khulafaurrasyidin!
2. Jelaskan faktor keberhasilan Khulafaurrasyidin!
3. Bandingan proses pengangkatan keempat Khulafaurrasyidin?
4. Bagaimana pola kepemimpinan tiap Khalifah?
5. Sebutkan nama lengkap dari khulafaurasyidin serta kapan mereka meninggal!
PERTANYAAN JAWABAN
1. Seeorang khalifah yang berupaya melakukan
A. Abu bakar ash- shiddiq
pemberantasan nabi palsu adalah …
2. Perang Siffin erjadi antara khalifah Ali bin Abi Thalib
B. Abu lu’luah
dengan …
3. Standar mushaf yang telah disusun pada masa C. Muawiyah bin abi
pemerintahan khalifah Usman bin Affan yaitu mushaf … sufyan
4. Salah satu kebijakan khalifah Ali bin Abi Thalib ketika
D. Daumatul jandaal
menjadi khalifah adalah …
5. Tempat di bai’atnya khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq
E. Utsmani
bernama …
6. Seorang budak yang berhasil membunuh khalifah Umar
F. Tsaqifah bani sa’idah
bin Khatab bernama …
7. Perjanjian damai antara khalifah Ali bin Abi Thalib dan
Muawiyah yang berakibat kelompok-kelompok Syi’ah G. Haasan bin ali
dan Khawarij dikenal dengan nama perjanjian …
8. Setelah Ali pemerintahan selama kurang lebih enam H. Penggantian pejabat
tahun, maka digantikan oleh putranya yang bernama … lama dengan yang baru
9. Salah satu kebijakkan Umar bin Khatab ketika menjadi
I. Qadisiah
khalifah adaalah …
10. Diantara kota yang ditakhlukkan khalifah Umar bin J. Membagi wilayah
Khatab adalah perluasan wilayah ke persia yaitu pemerintahan Hasan bin
Ali
25 | Bahan Ajar Kelas VII
BAB 2
DAULAH UMAYYAH
Kompetensi Dasar
Indikator
26 | Bahan Ajar Kelas VII
Wilayah kekuasaan Bani Umayyah. Terbentang dari sebagian
wilayah Cina hingga Selatan Prancis. Artinya, Bani Umayyah telah menyebarkan
Islam ke berbagai negara di belahan dunia.
A. SEJARAH DAULAH UMAYYAH
1. Latar Belakang Berdirinya Daulah Umayyah
Setelah wafatnya khalifah Usman bin Affan karena terbunuh, maka berakhirlah
kepemimpinan Khulafaur Rasyidin yang ketiga selanjutnya di gantikan oleh Ali bin
Abi Thalib sebagai khalifah yang ke empat. Namun ternyata tidak semua kaum
muslimin mau membaiatnya termasuk Muawiyah bin Abi Sofyan, jika para
pembunuh Usman tidak diadili. Akan tetapi bagi Ali mengadili para pembunuh
Usman bukan hal yang mudah karena di lakukan oleh banyak orang.
Wafatnya khalifah Usman bin Affan menjadikan momentum perpecahan di
kalangan umat Islam, antara lain : Kelompok Muawiyah bin Abi Sufyan, Kelompok
Aisyah binti Abu Bakar, Kelompok Ali bin Abi Thalib. Akibat perpecahan tersebut
maka terjadilah konflik antar umat Islam, yaitu : Perselisihan yang akhirnya
mengarah pada konfrotasi antar Aisyah, Zubair, Thalhah dengan kelompok Ali bin
Abi Thalib. Hal ini terjadi karena hasutan tokoh munafik yaitu Abdullah bin Saba'
dengan pernyataan yang sifatnya provokatif, Ia mengatakan bahwa Abdullah bin
27 | Bahan Ajar Kelas VII
Zubair, anak angkat Aisyah merupakan orang yang berhak menduduki jabatan
khalifah. Konflik ini bisa diatasi oleh khalifah Ali bin Abi Thalib.
Perselisihan berikutnya antara khalifah Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyyah
bin Abu Sofyan karena adanya keinginan kuat Muawiyah untuk menuntut keadilan
atas wafatnya Khalifah Usman bib Affan. Tahkim Daumatul Jandal ( 36 - 37 H atau
656 - 657 M) yaitu perundingan mengenai kepemimpinan umat Islam antra pihak
Muawiyyah bin Abu Sofyan dengan Khalifah Ali bin Abi Thalib. Dalam perundingan
itu pihak Ali bin Abi Thalib diwakili oleh Abu Musa Al Asary dan di pihak Muawiyah
diwakili oleh Amr bin Ash. Pada awalnya kedua belah pihak bersepakat menurunkan
Ali dan Muawiyah dari jabatan masing - masing dan selanjutnya jabatan khalifah
diserahkan pada kaum muslimin. Akan tetapi ada intrik politik dari pihak Muawiyah
berkaitan hasil kesepakatan yaitu secara sepihak mengangkat Muawiyah (Gubernur
Syam) untuk menjadi khalifah menggantikan Ali bi Abi Thalib. Beberapa tahun
setelah Tahkim, khalifah Ali terbunuh oleh Abdurrahman bin Muljam ( 19 Ramadhan
40 H atau 660 M ), sebagai penggantinya di pilih putranya Hasan bin Ali sebagai
khalifah.
Namun berkat kecerdikan Muawiyah akhirnya setelah memangku jabatan
selama kurang lebih 3 bulan, karena tidak mampu menghadapi tekanan, akhirnya
Hasan bin Ali menyerahkan jabatan khalifah kepada Muawiyah bin Abi Sofyan
dengan tiga syarat, yaitu : Pertama Muawiyah harus memberi jaminan keselamatan
kepada Hasan dan keluarganya. Kedua Muawiyah harus menjaga keselamatan dan
nama baik Ali bin Abi Thaiib. Kemudian yang terakhir Setelah Muawiyah wafat,
penentuan khalifah harus diserahkan kepada musyawarah kaum muslimin. Setelah
mencapai kesepakatan dan Muawiyah menerima syarat tersebut, maka Hasan bin Ali
menyerahkan jabatan khalifah kepada Muawiyah bin Abi Sofyan, peristiwa tersebut
dikenal dengan istilah amul jamaah (tahun persatuan).
1. Khalifah Daulah Umayyah
Peristiwa penyerahan jabatan itu di sebut dengan "Peristiwa Amul Jamaah "
atau tahun persatuan yang terjadi pada Rabiul akhir tahun 41 H atau 661 M.
peristiwa tersebut mengukuhkan muawiyah sebagai khalifah dan menandai
berdirinya Dinasti Daulah Umayyah. Kemudian Muawiyah memindahkan pusat
kekuasaan dari Madinah ke Damaskus (Suriah). Daulah Umayyah berkuasa selama
28 | Bahan Ajar Kelas VII
90 tahun dari tahun 41-132 H atau 661-750 M. Selama berkuasa Daulah Umayyah
terdapat empat belas khalifah.
Setelah dipimpin Muawiyah, terjadi perubahan dalam sistem pemerintahan.
Yaitu dari sistem Demokrasi menjadi sistem Monarki (kerajaan). Ciri-ciri sistem
Monarki (kerajaan) adalah: Pertama raja adalah penguasa tunggal yang wajib ditaati
oleh seluruh rakyat, memiliki hak penuh untuk menentukan dan melaksanakan
suatu ketetapan hukum sesuai dengan kemauan sendiri, rakyat berfungsi sebagai
pembantu raja yang harus dimuliakan, dimakmurkan dan dicukupi semua
kebutuhan, Semua pendapat dan keinginan rakyat hampir tidak pernah diberi
kesempatan untuk mengungkapkan, terjadi pengangkatan putra mahkota.
Berikut adalah nama-nama khalifah Daulah Umayyah :
No Nama-nama Khalifah Tahun Memerintah
1. Mu’awiyah bin Abi Sufyan (Mu’awiyah I) 41-61 H/661-680 M
2. Yazid bin Muawiyah (Yazid I) 61-64 H/680-683 M
3. Mu’awiyah bin Yazid (Mu’awiyah II) 64-65 H/683-684 M
4. Marwan bin Hakam (Marwan I) 65-66 H/684-685 M
5. Abdul Malik bin Marwan 66-86 H/685-705 M
6. Al Walid bin Abdul Malik (Al Walid I) 86-97 H/705-715 M
7. Sulaiman bin Abdul Malik 97-99 H/715-717 M
8. Umar bin Abdul Aziz (Umar II) 99-102 H/717-720 M
9. Yazid bin Abdul Malik (Yazid II) 102-106 H/720-724 M
10. Hisyam binAbdul Malik 106-126 H/724-743 M
11. Al Walid bin Yazid (Al Walid II) 126-127 H/743-744 M
12. Yazid bin Al Walid (Yazid III) 127 H/744 M
13. Ibrahim bin Al Walid 127 H/744 M
14. Marwan bin Muhammad (Marwan II) 127-133 H/744-750 M
Adapun tokoh-tokoh yang berhasil dalam membangun dan Mengembangkan sosial
budaya pada masa Daulah Umayyah ialah :
a. Khalifah Abdul Malik bin Marwan (65-86 H/ 685-705 M )
b. Khalifah Walid bin Abdul Malik (86-96 H /' 705-715 M )
29 | Bahan Ajar Kelas VII
c. Khalifah Umar bin Abdul Aziz (99-101 H/717-720 M)
d. Khalifah Hisyam bin Abdul Malik (105-125 H /724-743 M
B. PERKEMBANGAN PERADABAN PADA MASA DAULAH UMAYYAH
1. Perkembangan di Bidang Sosial
Terciptanya ketertiban kehidupan masyarakat karena sudah adanya peraturan
dan perundang-undangan negara dan adanya lembaga penegak hukum, seperti lembaga
pengadilan dan kepolisian.Terciptanya kemakmuran dan keadilan yang merata karena
pemerintah telah memberikan hak-hak dan perlindungan yang sama kepada warga.
Terpelihara dan terjaminnya masyarakat kelas bawah seperti anak yatim orang
lumpuh, buta dan lain-lain. Di bangunnya rumah sakit, jalan raya, sarana olah raga
(seperti gelanggang pacuan kuda), tempat-tempat minum di tempat yang strategis,
kantor pos, pasar / pertahanan sebagai sarana prasarana Umat.
2. Perkembangan di Bidang Budaya
Bahasa Arab berkembang luas ke berbagai penjuru dunia dan menjadi salah satu
bahasa resmi internasional di samping bahasa Inggris.Mencetak mata uang dengan
menggunakan bahasa Arab. Mendirikan pabrik kain sutera, industri kapal dan senjata,
gedung-gedung pemerintahan. Membangun Irigasiirigasi sebagai sarana pertanian.
Membangun kata Basrah dan Kuffah sebagai pusat perkembangan Ilmu dan Adab.
Membuat administrasi pemerintahan dan pembukuan keuangan negara.
3. Perkembangan / Prestasi di Bidang Politik Militer
Terbentuknya Lima Lembaga Pemerintahan:
1) Lembaga politik (An-Niẓam As-Siyasi)
2) Lembaga keuangan (An-Niẓam Al-Mali)
3) Lembaga tata usaha negara (An-Niẓam Al-Idari)
4) Lembaga kehakiman (An-Niẓam Al-Qadai)
5) Lembaga ketentaraan (An-Niẓam Al-Harbi)
Terbentuk Dewan Sekretaris Negara (Diwanul Kitabah) yang bertugas
mengurusi berbagai macam urusan pemerintahan. Dewan ini terdiri dari lima orang
sekretaris, yaitu:
1) Sekretaris Persuratan (Katib Ar rasail)
2) Sekretaris Kepolisian ( Katib Al Jund )
3) Sekretaris Kehakiman ( Katib Al Qadi)
4) Sekretaris Keuangan ( Katib Al Kharraj)
30 | Bahan Ajar Kelas VII
5) Sekretaris Tentara ( Katib Al Jund )
Untuk mengurusi keselamatan Khalifah, dibentuklah al-Hijabah atau ajudan.
Semua orang yang akan menghadap Khalifah harus meminta ijin kepada al-Hijabah.
Memindahkan Ibu kota pemerintahan Bani Umayyah dari Kuffah ke Damaskus.
Menumpas segala bentuk pemberontakan yang ada demi, terciptanya stabilitas
keamanan dalam negerinya. Menyusun organisasi pemerintahan agar roda
pemerintahannya dapat berjalan lancar. Mengubah sistem pemerintahan demokrasi
menjadi sistem monarki. Menetapkan bahasa Arab sebagai bahasa nasional daulah
Umayah yang dapat berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa. Tokoh-tokoh yang
berperan dalam pengembangan politik dan militer antara lain : Khalifah Muawiyah,
Khalifah Abdul Malik bin Marwan, Khalifah Wahid bin Abdul Malik, Khalifah
Sulaiman bin Abdul Malik
C. TOKOH ILMUWAN MUSLIM TERKEMUKA DAULAH UMAYYAH
Adapun tokoh-tokoh ilmuwan Muslim yang berhasil dalam membangun dan
Mengembangkan sosial budaya pada masa Daulah Bani Umayyah ialah :
1) Tokoh Ahli Ilmu Hadis
Ilmu Hadis mulai dirintis pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan (65-86),
Para tabi’in mulai menulis hadis dan berkembang dengan gerakah rihlah ilmiah, yaitu
pengembaraann ilmiah yang dilakukan muhaddisin dari kota ke kota untuk
mendapatkan suatu hadis dari Sahabat yang masih hidup dan tersebar di berbagai kota.
Pada masa Khalifah Umar bin Abdul Azis memerintahkan para gubernur dan
para ulama untuk mengumpulkan hadis. Salah satunya, Gubernur Madinah Abu Bakar
bin Muhammad bin Amr bin hadis-hadis yang ada pada Amrah binti Abdurrahman dan
Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar.
Amrah adalah anak angkat Siti Aisyah dan orang yang terpercaya untuk
menerima Hadis dari Siti Aisyah. Abu Bakar Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah
bin Sihab az Zuhri dianggap penulis Hadis pertama pada masa Daulah Umayyah.
Pembukuan Hadis berikutnya oleh Ibnu Juraij (w. 150 H), ar-Rabi’ bin Shabih (w. 160
H), dan masih banyak lagi ulama lainnya. pembukuan hadis dimulai sejak akhir masa
pemerintahan Bani Umayyah, tetapi belum begitu sempurna. Pembukuan Hadis
mencapai sempurna pada Masa Dinasti Bani Abbasiyah.
31 | Bahan Ajar Kelas VII
2) Tokoh Ahli Tafsir
Ilmu Tafsir adalah ilmu yang dikhususkan untuk mengetahui kandungan ayat-
ayat Al-Qur’an. Setelah Rasulullah wafat para sahabat Nabi seperti Ali bin Abu Thalib,
Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Mas’ud. Ubay bin Ka’ab mulai menafsirkan ayat-
ayat al-Qur’an bersandar dari Rasulullah lewat pendengaran mereka ketika Rasulullah
masih hidup. Mereka dianggap sebagai pendiri Madzhab Tafsir dalam Islam. Pada masa
itu lahir beberapa madrasah yang mengajarkan untuk kajian ilmu Tafsir diantaranya:
1) Madrasah Mekah atau Madrasah Ibnu Abbas yang melahirkan mufassir terkenal
seperti Mujahid bin Jubair, Said bin Jubair, Ikrimah Maula ibnu Abbas, Towus Al-
Yamany dan ‘Atho’ bin Abi Robah.
2) Madrasah Madinah atau Madrasah Ubay bin Ka’ab, yang menghasilkan pakar tafsir
seperti Zaid bin Aslam, Abul ‘Aliyah dan Muhammad bin Ka’ab Al- Qurodli.
3) Madrasah Iraq atau Madrasah Ibnu Mas’ud, di antara murid-muridnya yang
terkenal adalah al-Qomah bin Qois, Hasan al-Basry dan Qotadah bin Di’amah as-
Sudy.
3) Tokoh Ahli Ilmu Fikih
Ilmu Fikih, yang berarti pedoman hukum dalam memahami masalah
berdasarkan suatu perintah untuk melakukan suatu perbuatan, perintah tidak melakukan
suatu perbuatan dan memilih antara melakukan atau tidak melakukannya. Dasar dan
pedoman pokok yang telah dibukukan kemudian disebut Ushul Fiqih. Ulama-ulama
tabi’in Fiqih pada masa bani Umayyah diantaranya adalah:, Sy-Uriah bin Haris, al
Qamah bin Qois, Masruq al- Ajda’, al-Aswad bin Yazid, kemudian diikuti oleh murid-
murid mereka, yaitu: Ibrahim an-Nakh’l (w. 95 H) dan ‘Amir bin Syurahbil as Sya’by
(w. 104 H). sesudah itu digantikan oleh Hammad bin Abu Sulaiman (w. 120H), guru
dari Abu Hanifah.
4) Tokoh Ahli Tasawwuf
Tasawwuf merupakan sebuah ilmu tentang cara mendekatkan diri kepada Allah
Saw., tujuannya agar hidup semakin mendapatkan makna yang mendalam, serta
mendapatkan ketentraman jiwa. Ilmu taSawuf berusaha agar hidup manusia memilki
akhlak mulia, sempurna dan kamil. Munculnya taSawuf, karena setelah umat semakin
jauh dari Nabi, terkadang hidupnya tak terkendali, utamanya dalam hal kecintaan
terhadap materi.
Tokoh Sufi yang muncul pada masa Daulah Umayyah anatara lain; Sa’id bin
Musayyab, Hasan al-Basri, Sufyan as-Tsauri.
32 | Bahan Ajar Kelas VII
5) Tokoh Ahli Bahasa dan Sastra
Pada masa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan, Bahasa Arab digunakan
sebagai bahasa administrasi negara. Penggunaan bahasa arab yang makin luas
membutuhkan suatu panduan kebahasaan yang dapat dipergunakan oleh semua
golongan. Hal itu mendorong lahirnya seorang ahli bahasa yang bernama Sibawaihi. Ia
mengarang sebuah buku yang berisi pokok-pokok kaidah bahasa Arab yang berjudul al-
Kitab. Buku tersebut bahkan termashur hingga saat ini. Sastrawan sastrawan muslim
muncul pada masa ini antara lain; Nu’man bin Basyir al Anshari (w, 65 H/680 M), Qays
bin Mulawwah, termasyhur dengan sebutan Laila Majnun (w.84 H/699 M), Al-Akhthal
(w. 95/710 M), Abul Aswad al-Duwali (69 H), Al-Farasdaq (w. 114 H/732 M) dan Jarir
(w. 111 H /792 M).
6) Tokoh Ahli Sejarah dan Geografi
Sejarah dan Geografi adalah ilmu yang membahas tentang perjalanan hidup,
kisah, dan riwayat. Pada Masa Dinasti Bani Umayyah, KhalifahMuawiyah bin Abu
Sufyan memerintah Ubaid bin Syariyah Al Jurhumi untuk menulis buku sejarah masa
lalu dan masa bani Umayyah. Di antara karyanya adalah kitab al-Muluk wal Akhbar al-
Madhi ( buku catatan sejarah Raja-raja masa lalu). Sejarawan lainnya adalah Shuhara
Abdi yang menulis buku Kitabul Amsal.
7) Tokoh Ahli Ilmu Kedokteran
Sekolah tinggi kedokteran pada tahun 88 H/706 M. didirikan pada masa
Khalifah Walid bin Abdul Malik. Ia memerintahkan para dokter untuk melakukan riset
dengan anggaran yang cukup. Dalam rangka mengembangkan ilmu kedokteran,
Khalifah meminta bantuan para dokter dari Persia. Pada Lembaga inilah Haris bin
Kildan dan Nazhar meraih ilmu kedokteran. Selain itu, gerakan terjemah buku-buku
kedokteran mendukung perkembangan ilmu kedokteran di masa Bani Umayyah. Khalid
bin Zayid bin Mu’awiyah adalah orang pertama yang menerjemahkan buku tentang
astronomi, kedokteran dan kimia.
33 | Bahan Ajar Kelas VII
Daulah Umayyah memiliki kontribusi besar dalam kemajuan peradaban dan
Kebudayaan Islam. kemajuan tersebut didukung oleh langkah-langkah
pengembangan yang dilakukan oleh para Khalifah Daulah Umayyah.
Pengembangan tersebut menyentuh berbagai bidang kehidupan yaitu;
Administrasi pemerintahan, sosial kemasyarakatan, ekonomi, seni
budaya,pendidikan, politik militer.
Bidang Administrasi Pemerintahan, Dinasti Bani Umayyah melakukan
perubahan sistem pemerintahan dari demokrasi ke Monarki, membangun
sistem pemerintahan sentralistik dengan membagi pemerintahan ke beberapa
wilayah. Untuk memperlancar hubungan antar wilayah dibentuk beberapa
departemen yaitu Diwan Rasail, Diwan Kharaj, Diwan jundy, Diwan Khatam.
Pemerintah memiliki lambang negara dan menerapkan bahasa Arab sebagai
bahasa administrasi. Bidang Sosial kemasyarakatan, Dinasti Bani Umayyah
mendirikan panti sosial dan membagi masyarakat menjadi dua kelompok
yaitu Arab dan Mawali (non Arab), serta mengeluarkan peraturanperaturan
dan membangun infrastruktur sebagai sarana pendukung kehidupan
masyarakat.
Bidang seni budaya, Daulah Umayyah menjadikan bahasa arab sebagai
bahasa resmi, mata uang dan membangun infrastruktur seperti gedung,
pabrik, irigasi pertanian, pusat ilmu dan adab, serta membuat sistem
administrasi keuangan negara. Bidang ekonomi, dinasti Bani Umayyah
mengoptimalkan pengelolaan keuangan negara. Juga Di bidang pendidikan,
Daulah Umayyah membangun tempat-tempat pendidikan seperti kuttab,
masjid, Arabisasi dan baitul Hikmah.
Bidang Politik dan militer, Daulah Umayyah membentuk lembagalembaga
pemerintah yaitu An Niẓam Al Syiyasyi, an Niẓam Al Maly, Niẓam Idary, Niẓam,
Qady, dan Niẓam Harby. Serta kebijakan militer, Daulah Umayyah
memberlakukan undang-undang militer dan melakukan ekspansi. Daulah
Umayyah memiliki perhatian dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan.
Sehingga lahir para ilmuwan-ilmuwan besar Islam. Bersamaan itu, muncul
ilmu-ilmun agama yang menjadi disiplin ilmu tersendiri, seperti kedokteran.
Peran para Khalifah mengembangakan ilmu-ilmu agama sangat besar. Seperti
untuk mengumpulkan hadis, juga Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan
memerintahkan ubaid bin syariyah untuk menyusun buku sejarah. Pada Masa
Bani Umayyah muncul ulama besar seperti Ibnu Syihab As Zuhri sebagai ahli
hadis, Sa'id bin Jubair sebagai Ahli tafsir, Syuriah bin Harits Syubawaihi
sebagai ahli bahasa, Ubaid bin Syariayah sebagai ahli sejarah.
34 | Bahan Ajar Kelas VII
Uji Kompetensi
1. Nama Dinasti Umayyah berasal dari 4. Setelah berakhirnya pemerintahan
nama Umayyah bin Abdi Syam bin Khulafaur Rasyidin, dilanjutkan oleh
Abdi Manaf yaitu salah keturunan Daulah Umayyah. Namun ada
seorang dari pimpinan …. pemerintahan antara khulafaur
A. Kabilah Umayah Rasyidin dengan Daulah Umayyah
B. Kabilah Hisyam yaitu pemerintahan ….
C. Kabilah Quraisy A. Ayubiyah C. Husen bin Ali
D. Kabilah Aus B. Fatimiyah D. Hasan bin Ali
2. Sejarah berdirinya Dinasti Umayyah 5. Peristiwa penyerahan kekuasaan dari
tidak terlepas dari berakhirnya masa
Khulafaurrasyidin. Gejolak umat Hasan bin Ali kepada Muawiyah bin
Islam pada saat itu menjadi awal
munculnya dinasti Umayyah. Pendiri Abu Sufyan terjadi di suatu tempat
Dinasti Umayyah adalah ….
A. Umayah bin Harb yang bernama ....
B. Muawiyah bin Abi Sufyan
C. Marwan bin Hakams A. Kufah C. Mekah
D. Yazid bin Muawiyah
B. Basrah D. Madinah
6. Tahun persatuan yang menandai
awal berdirinya Daulah Umayah
disebut ….
A. ‘Amul jama’ah
B. Peristiwa tahkim
3. Perubahan masa dari C. ‘Amul Jamalah
Khulafaurrasyidin ke Dinasti D. Tragedi siffin
Umayyah menjadikan sistem
pemerintahan yang berbeda pula. 7. Perhatikan Tabel berikut !
sistem pemerintahan yang digunakan Nama Tokoh Bidang
pada masa Dinasti Umayyah …. keilmuwan
A. Pemerintahan demokratis 1. Said bin Musayaf Ilmu Mantiq
B. Pemerintahan sentralistik 2 Sufyan Ats Tsauri Ilmu Astronomi
C. Pemerintahan monarchi 3 Zihad Az Zuhri Ilmu Fiqih
D. Pemerintahan Parlementer 4 Hasan Al Bashri Ilmu Tasawuf
35 | Bahan Ajar Kelas VII
Tokoh dan bidang keilmuan yang tepat Lembaga yang dibentuk Bani
ditunjuk pada nomor .... Umayah untuk mengelola keuangan
a. 1 c. 3 negara adalah ….
b. 2 d. 4 A. an-Niẓam As-Siyasi
B. an-Niẓam Al-Idari
8. Muawiyah bin Abu Sufyan pernah C. an-Niẓam Al-Qada’i
mendududuki jabatan sebagai D. an- Niẓam Al-Mali
gubernur di Syiria pada masa
pemerintahan Khalifah …. Jawablah Pertanyaan berikut
A. Abu Bakar as-Siddiq
B. Ustman bin Affan 1) Tuliskan secara singkat latar
C. Umar bin Khattab belakang sejarah berdirinya Daulah
D. Ali bin Abi Thalib Umayyah!..............
9. Perkembangan kebudayaan Bani 2) Klasifikasikan sebab musabab
Umayyah dalam bidang budaya yang berdirinya Daulah Umayyah! .............
paling mendasar adalah dijadikanya
Bahasa Arab sebagai bahasa resmi 3) Pelajaran apa yang dapat kalian
negara pada masa pemerintahan …. peroleh dari sikap Muawiyah bin
A. Walid bin Abdul Malik Abu Sofyan dalam meraih
B. Yazid bin Abdul Malik Kepemimpinannya!
C. Abdul Malik bin Marwan .......................................................
D. Marwan bin Hakam
4) Deskripsikan sikap Abdul Malik bin
10. Pada masa Dinasti Bani Umaiyah Marwan dalam membangun
telah dibentuk departemen- pemerintahannya!
departemen yang merupakan ........................................................
perubahan dari sistem
pemerintahan Khulafaurrasyidin. 5) Deskripsikan perkembangan ilmu
pengetahuan pada masa daulah
Umayyah!
.............................................................
36 | Bahan Ajar Kelas VII
BAB 3
GAYA KEPEMIMPINAN UMAR BIN
ABDUL AZIS
Kompetensi Dasar
Indikator
Peta Konsep
37 | Bahan Ajar Kelas VII
Pra Wacana
Sejak kecil Umar Bin Abdul Aziz telah diajarkan ilmu pengetahuan
agama dan juga pengamalannya. Ia telah terbiasa mengamalkan semua
perintah agama, sehingga jiwanya terbentuk sebagai orang yang saleh dan
taat agamanya, ketaatan dan ketaqwaanya tidak hilang meskipun drinya
telah menjadi Khalifah. Kesopanan dan kesantunan Umar memang patut kita
teladani, agar sikap dan perilaku kita terhindar dari sombong dan angkuh.
Kelebihan apapun yang dimiliki seseorang, baik itu jabatan, pemimpin,
penguasa, harta kekayaan, kecantikan, ketampanan, kecerdasan, dan
keberhasilan semuanya itu bersifat sementara, dan pada hakekatnya bukan
milik kita, melainkan titipan Allah SWT.
Umar bin Abdul Aziz diangkat mejadi khalifah berdasarkan wasiat
Khalifah dinasti Umayyah sebelumnya yaitu Sulaiman bin Abdul Malik. Begitu
mendengar dirinya ditunjuk menjadi khalifah maka ia mengucapkan kalimat
istirja’: “innalillahi wa inna ilaihi roojiuun”, sebagai bentuk ungkapan bahwa
jabatan itu merupakan musibah baginya. Pengangkatan khalifah pada
dirinya tidak langsung diterima begitu saja, akan tetapi dimusyawarahkan
dan ditawarkan kembali untuk memilih pemimpin yang mereka sukai, dan
ternyata rakyatnya tetap menyetujui Umar Bin Abdul Aziz sebagai khalifah.
Langkah pertama sesaat setelah Umar bin Abdul Azis di-baiat sebagai
khlaifah, yaitu mengembalikan semua harta milik yang telah Ia dapatkan
sebelumnya ke baitul mal. Meninggalkan kemewahan dan berpola hidup
sederhana, yakni dengan hanya mengambil gaji sebanyak empat ratus dinar
setahun dari empat puluh ribu dinar.
Bertindak adil dengan memecat para pejabat yang dzalim dan
menunjuk orang-orang yang adil dan saleh serta menghapus pajak-pajak
yang tidak sah yang dulu di berlakukan oleh Bani Umayah. Seorang
Pemimpin yang berhati lembut dan pemaaf akan mendatangkan kedamaian
dan menimbulkan rasa aman bagi rakyatnya.
38 | Bahan Ajar Kelas VII
A. BIOGRAFI UMAR BIN ABDUL AZIS
Nama lengkapnya adalah Abu Hafs Umar bin Abdul Aziz bin Marwan bin
Hakam bin As bin Umayyah bin Abdus Syams. Ia adalah keturunan Umar bin
Khattab melalui ibunya yang bernama Laila Ummu Asim binti Asim bin Umar bin
Khattab. Ia lahir ketika ayahnya Abdul Aziz menjadi Gubernur di Mesir. Umar bin
Abdul Aziz lahir di Madinah pada tahun 63H/683M dan wafat di Dair Syam’an,
Syuriah pada tahun 101H/720M.
Nama panggilan atau gelar Umar bin Addur Azis antara lain; Abu Hafs, Umar
II, Khulafaur Rasyidin ke 5.Umar bin Abdul Azis menghabiskan sebagian besar
hidupnya di Madinah hingga ayahnya wafat tahun 85H/704M. Kemudian
pamannya yang bernama Abdul Malik bin Marwan membawanya ke Damaskus dan
menikahkanya dengan putrinya, Fatimah.
Umar bin Abdul Aziz memperoleh pendidikan di Madinah, yang pada waktu
itu merupakan pusat ilmu pengetahuan dan gudang para ulama hadits dan tafsir.
Pendidikan yang diperolehnya sangat mempengaruhi kehidupan pribadinya dalam
melaksanakan tugas yang diamanatkan kepadanya.
B. GAYA KEPEMIMPINAN UMAR BIN ABDUL AZIS
Awal Karier Umar bin Abdul Azis dalam bidang politik atau pemerintahan
adalah menjabat sebagai Gubenur. Yaitu pada masa pemerintahan Alwalid bin
Abdul Malik, Ia diangkat menjadi Gubernur Hijaz yang berkedudukan di Madinah
pada usianya baru 24 tahun. Ketika Masjid Nabawi dibongkar atas perintah
Alwalid bin Abdul Malik untuk diganti dengan bangunan baru yang lebih indah,
Umar bin Abdul Aziz dipercaya sebagai pengawas pelaksanaan pembangunan itu.
Umar bin Abdul Aziz dikenal sebagai gubernur yang adil, bijaksana,
mengutamakan dan memperhatikan kepentingan rakyat, serta mau mendiskusikan
berbagai masalah penting yang berkaitan dengan Agama, urusan rakyat, dan
pemerintahan. Umar bin Abdul Aziz diangkat mejadi khalifah berdasarkan wasiat
Khalifah dinasti Umayyah sebelumnya yaitu Sulaiman bin Abdul Malik. Begitu
mendengar dirinya diangkat menjadi khalifah maka ia mengucapkan kalimat
istirja’ : “innalillahi wa inna ilaihi roojiuun”, sebagai bentuk ungkapan bahwa
jabatan itu merupakan musibah baginya.
39 | Bahan Ajar Kelas VII
Setelah menjadi khalifah, beliau meninggalkan cara hidup bermewah-
mewahan dan melakukan cara hidup yang sederhana. Umar bin Abdul Aziz
mengembalikan semua harta yang ada pada dirinya ke Baitul Mal. Beliau
mengharamkan atas dirinya untuk mengambil apapun dari Baitul Mal. Usaha-
usaha Khalifah Umar bin Abdul Azis yang merupakan prestasinya dalam
memerintah.
Usaha-usaha Khalifah Umar bin Abdul Azis Pada bidang agama ini
yang ilakukannya antara lain;
1) Menghidupkan kembali ajaran Al Qur’an dan Sunah Nabi Saw.,
2) Menerapkan hukum Syari’ah Islam secara serius dan sistematis,
3) Mengadakan kerja sama dengan ulama-ulama besar seperti,
Hasan Al Basri dan Sulaiman bin Umar,
4) Memerintahkan kepada Imam Muhammad bin Muslim Bin
Syihab Az-Zuhri mengumpulkan hadist-hadist untuk ditulis.
Dalam bidang ilmu pengetahuan Dalam bidang ini usaha yang dilakukan
adalah memindahkan sekolah kedokteran yang ada di Iskandariah (Mesir) ke
Antakya (Turki) dan Harran (Turki). Dalam bidang ini usaha yang dilakukannya
adalah menerapkan prinsip politik yang menjunjung tinggi kebenaran dan
keadilan yang lebih utama dari segalanya.Melihat secara langsung cara kerja para
gubernur dengan cara mengirim utusan keberbagai negeri.
Tidak sungkan-sungkan untuk memecat gubernur yang tidak taat
menjalankan agama dan bertindak dzolim terhadap rakyat. Usaha yang dilakukan
dalam bidang ekonomi antara lain; Mengurangi beban pajak yang dipungut dari
kaun nasrani, menghentikan Jizyah (pajak) dari umat islam, membuat aturan
mengenai timbangan dan takaran, menghapus sistem kerja paksa, menyediakan
tempat penginapan bagi musyafir, menyantuni fakir miskin, memperbaiki tanah
pertanian, irigasi, penggalian sumur-sumur dan pembangunan jalan
40 | Bahan Ajar Kelas VII
latihan
1. Umar bin abdul aziz adalah keturunan dari.....................................................................
2. Pada tahun berapa umar bin abdul aziz di lahirkan... ...............................................
3. Siapakah nama paman umar bin abdul aziz yang membawa beliau ke damaskus...
4. Awal karir umar bin abdul aziz adalah sebagai gubernur, dimanakah tempat
pertama beliau menjabat sebagai gubernur..................................................................
5. Pada usia berapa umar bin abdul aziz menjadi gubernur.........................................
6. Atas perintah siapakah mesjid nabawi di bongkar.....................................................
7. Umar bin abdul aziz di angkat menjadi khalifah atas wasiat dari......................
8. Menghidupkan kembali ajaran al quran dan sunnah nabi adalah salah satu
prestasi umar bin abdul aziz di bidang............................................................................
9. Dimanakah umar bin abdul wafat...dan tahun berapa...............................................
10. Nama panggilan atau gelar umar bin abdul aziz...............................................................
C. KESALEHAN UMAR BIN ABDUL AZIS
Khalifah Umar bin Abdul Aziz sosok pribadi yang mempunyai sikap terpuji
bisa dijadikan suri tauladan bagi generasi sesudahnya baik Ia secara pribadi
maupun sebagai pemimpin. Umar bin Abdul Azis memiliki sifat taat kepada Allah
SWT hal ini tercermin dalam sikap dan tata lakunya. Sejak kecil Umar Bin Abdul
Aziz telah diajarkan ilmu pengetahuan agama dan juga pengamalannya. Ia telah
terbiasa mengamalkan semua perintah agama, sehingga jiwanya terbentuk sebagai
orang yang saleh dan taat agamanya, ketaatan dan ketaqwaanya tidak hilang
meskipun beliau telah menjadi Khalifah. kesopanan dan kesantunan Umar
memang patut kita teladani, agar sikap dan perilaku kita terhindar dari sombong
dan angkuh. Kelebihan apapun yang dimiliki seseorang, baik itu jabatan khalifah,
pemimpin, penguasa, harta kekayaan, kecantikan, ketampanan, kecerdasan, dan
keberhasilan semuanya itu bersifat sementara, dan pada hakekatnya bukan milik
kita, melainkan titipan Allah SWT. Oleh karena itu hindari sikap sombong, egois,
angkuh meskipun ada banyak kelebihan dalam dirimu. Umar Bin Abdul Aziz tidak
hanya cerdas melainkan seorang negarawan yang demokrat dan politikus yang
demokrat. Umar melarang seluruh keluarga menghina mencaci pihak-pihak lain
41 | Bahan Ajar Kelas VII
yang berbeda haluan politik mereka atau berbeda paham keberagamaanya.
Sikap demokrat dapat menyelesaikan suatu masalah secara bijak dan
damai. Apalagi sikap demokrat itu dibarengi dengan jiwa sportif dan jiwa besar.
Seorang Khalifah yang berhati lembut dan pemaaf akan mendatangkan kedamaian
dan menimbulkan rasa aman bagi rakyatnya. Dan itulah yang dilakukan Umar Bin
Abdul Aziz dalam kepemimpinannya. Beliau memerintahkan tentaranya agar tidak
mengepung Kota Konstantinopel agar mereka tidak terperangkap. Demikianlah
kelembutan hati Umar Bin Abdul Aziz, sehingga meskipun Byzantium pernah
menyerang dan membunuh tentara Islam, namun jiwa pemaafnya seakan tidak
rela musuhnya itu mati dalam penderitaan. Hati yang lembut dan jiwa pemaaf
hendakya dimiliki oleh kita sebagai muslim. Kita harus tanggap dan peduli
terhadap kesusahan dan penderitaan orang lain. Selain itu juga tidak boleh
menjadi seorang pendedam.
D. PRESTASI KHALIFAH UMAR BIN ABDUL AZIZ
Walaupun masa pemerintahnnya relatif singkat, yaitu sekitar tiga tahunan,
namun begitu banyak perubahan yang beliau lakukan. Selama masa
pemerintahannya, Umar melakukan berbagai perbaikan dan pembangunan sarana
pelayanan umum, seperti perbaikan lahan pertanian, penggalian sumur baru,
penginapan bagi musafir dan lain-lain. Diantara sebagaian prestasi khalifah Umar
bin Abdul Aziz adalah:
a. Kodifikasi Hadis
Usaha yang dilakukan oleh khalifah Umar dilatar belakangi oleh banyak
syuhada penghafal hadis dan banyaknya hadis maudhu (baca: palsu) beredar di
masyarakat yang semakin membuat rancu mana hadis yang shohih dan tidak.
Dari situlah muncul kesadaran khalifah untuk membukukan hadis secara lebih
sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan, karena dalam ada hadis Nabi
yang berbunyi Barangsiapa yang secara sengaja berdusta dan
menyandarkannya kepadaku, neraka adalah tempat yang pantas untuk dia
kembali. Untuk mengumpulkan hadis Umar bin Abdul Aziz memerintahkan
kepada Gubernur Madinah, Abu Bakar bin Muhammad Amr bin Hazm supaya
membukukan hadis-hadis Nabi yang terdapat pada para penghafal. Ulama yang
di tunjuk oleh khalifah untuk melakukan pengumpulan hadis dari para
42 | Bahan Ajar Kelas VII
penghafalnya adalah Abu Bakar bin Muhammad Amr bin Hazm dan Muhammad
ibnu Syihab al-Zuhri.
b. Menghapus diskriminasi pada kaum mawali
Usaha yang khalifah Umar bin Abdul Aziz memberikan perhatian yang
lebih mengenai konflik antara bangsa arab dan mawali yang pada masa khalifah
sebelumnya muncul fanatik yang berlebih atau yang dikenal arabisme dan
disertai penghinaan terhadap kelompok lain yang memunculkan konflik.
Melalui usaha yang dilakukan oleh Khalfah Umar berhasil meminimalisir
gesekan gesekan yang muncul dan kontribusi yang paling besar dalam
pegkodifikasiaan hadis serta dialektika yang melingkupinya. Khalifah Umar bin
Abdul Aziz memberikan perhatian lebih dalam hal ilmu pengetahuan dengan
mengirimkan utusan untuk belajar di luar dan menciptakan ahli ahli ilmu
tertentu yang semakin banyak dan mendalam. Jadi, setiap ketetapan yang
diambil oleh setiap Khalifah dilatarbelakangi oleh berbagai hal yang ada
sekitarnya, begitu juga berbagai ketetapan yang diambil oleh khlifah Umar bin
Abdul Aziz pasti ditentukan oleh berbagai hal yang ada disekitarnya semisal
toleransi antar kelompok.
E. KEBIJAKAN KHALIFAH UMAR BIN ABDUL AZIZ
1) Bidang Agama
a. Menghidupkan kembali ajaran Al-qur`an dan Hadits,dengan menitik beratkan
Penghayatan agama dikalangan rakyatnya yang telah lalai dengan
kemewahan Dunia.
b. Mengadakan kerjasama dengan ulama-ulama besar seperti Hasan Al basri
dan Sulaiman bin Umar.
c. Menerapkan hukum syari`at Islam secara serius.Yaitu menerapkan Hukum
Islam terhadap penduduk Hims yang meminta keadilan terhadap tanah yang
dirampas Oleh Abbas bin Walid bin Abdul Malik.
d. Pembukuan hadits dengan memerintahkan Imam Muhammad bin Muslim bin
Syihab Az-Zuhri untuk mengumpulkan Hadits.
2) Bidang Pengetahuan
a. Gerakan Tarjamah,dengan menterjemahkan buku-buku
b. Memindahkan sekolah-sekolah kedokteran yang ada di Iskandariyah (Mesir)
Ke Antiokia dan Harran (Turki)
43 | Bahan Ajar Kelas VII
3) Bidang Sosial Politik
1. Menerapkan keadilan dan kebenaran diatas segalanya
2. Membentuk tim monitor dan mengirimnya ke berbagai negeri untuk melihat
Langsung cara kerja gubernur dalam rangka menegakkan keadilan.
3. Memecat pegawai yang tidak layak dan tidak kompeten
4. Meniadakan pengawal pribadi khalifah
5. Menghapus kesenjangan social dikalangan umat Islam
6. Menghidupkan kerukunan dan toleransi beragama
4) Bidang Ekonomi :
1. Mengurangi beban pajak
2. Membuat aturan mengenai Timbangan dan takaran
3. Membasmi sistim kerja paksa
4. Menyantuni fakir miskin dan anak yatim
5. Mengambil kembali harta yang disalah gunakan oleh keluarga khalifah
6. Menaikkan gaji buruh
5) Bidang Militer
1. Menghentikan segala bentuk peperangan
2. Menarik pasukan Islam yang sedang mengepung Konstantinovel dan diganti
dengan Mubaligh sebagai misi perdamaian.
6) Bidang Dakwah dan Perluasan Wilayah Islam
1. Menghapus kebiasaan mencela khalifah Ali bin Abi Thalib dan keluarganya.
2. Mengirim 10 orang pakar Islam ke Afrika.
3. Menghapus bayaran Jizyah (pajak yang dikenakan kepada non Muslim
44 | Bahan Ajar Kelas VII
Rangkuman
Nama lengkapnya adalah Abu Hafs Umar bin Abdul Aziz bin Marwan bin Hakam
bin As bi Umayyah bin Abdus Syams. Ia adalah keturunan Umar bin Khattab melalui
ibunya yang bernama Laila Ummu Asim binti Asim bin Umar bin Khattab. Awal Karier
Umar bin Abdul Azis dalam bidang politik atau pemerintahan adalah menjabat sebagai
Gubenur Hijaz yang berkedudukan di Madinah. Umar bin Abdul Aziz memperoleh
pendidikan di Madinah, yang pada waktu itu merupakan pusat ilmu pengetahuan dan
gudang para ulama hadits dan tafsir.
Pendidikan yang diperolehnya sangat mempengaruhi kehidupan pribadinya
dalam melaksanakan tugas yang diamanatkan kepadanya. Umar bin Abdul Aziz
diangkat mejadi khalifah berdasarkan wasiat Khalifah dinasti Umayyah sebelumnya
yaitu Sulaiman bin Abdul Malik. Usahan-usaha Khalifah Umar bin Abdul Azis meliputi
berbagai bidang; agama, politik, ekonomi, social, ilmu pengetahuan dan dakwah. Umar
bin Abdul Azis adalah seorang Khalifah sekaligus Ulama besar ahli hadits dan fikih.
Memiliki kepribadian sederhana, tegas, santun dan saleh. Tentunya dapat dijadikan
sauri Tauladan bagi generasi berikut.
Ayo Latihan
a. Mu’awiyah bin Abu Sufyan c. Abdul Malik bin Marwan
b. Umar bin Abdul Aziz d. Yasid bin Malik
45 | Bahan Ajar Kelas VII
46 | Bahan Ajar Kelas VII
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar
1. Tuliskan secara singkat latar belakang sejarah pengangkatan Umar bin Abdul
Azis menjadi Khalifah!
2. Sebutkan prestasi Umar bin Abdul Azis sebelum diangkat sebagai Khalifah!
3. Siapakah ulama yang mendapat amanah untuk mengumpulkan dan menuliskan
hadits pada masa Khlaifah Umar bin Abdul Azis!
4. Deskripsikan sikap Umar bin Abdul Azis dalam menghadapi korupsi dan kolusi!
5. Apa yang dapat kita teladani dari kesederhanaan Umar bin Abdul Azis?
Soal Pilihan Ganda
1. Khulafaurrasyidin merupakan masa pemerintah Islam setelah wafatnya Nabi
Muhammad SAW. Secara bahasa khulafaurrasyidin mengandung arti ….
A. Para pengganti yang mendapatkan petunjuk
B. Petunjuk bagi orang-orang yang mengganti
C. Yang ditunjuk menggantikan Nabi
D. Para pemimpin Islam
2. Nama asli Abu Bakar as-Siddiq adalah ….
A. Abdullah bin Umar
B. Abdullah bin Usman
C. Amar bin Ass
D. Ubaidah bin Kaab
3. Nasab Abu Bakar bertemu dengan Nasab Rasulullah pada kakeknya yang bernama ..
A. Hasyim
B. Abdul muthalib
C. Murrah bin kaab
D. Kilab
4. Abu bakar menjabat sebagai Khalifah selama ….
A. 2 tahun 5 bulan
B. 11 tahun
C. 10 tahun
D. 12 tahun
5. Nama tempat pertemuan kaum Muhajirin dan kaum Anshar di Madinah guna
membicarakan pengganti Rasulullah adalah ….
A. Tsaqifah bani bakr
B. Tsaqifah bani Saad
C. Tsaqifah Bani Mudhar
D. Tsaqifah bani Saidah
47 | Bahan Ajar Kelas VII
6. Tokoh yang di usulkan oleh kaum Anshar untuk menjadi pemimpin setelah
Rasulullah wafat adalah ….
A. khalid bin walid
B. Saad bin waqas
C. Saad bin Ubadah
D. Amar bin ash
7. Pengganti Abu Bakar adalah Umar bin Khattab, terpilihnya umar adalah melalui ….
A. penunjukan oleh Abu Bakar
B. Musyawarah
C. pilihan sahabat
D. Di undi
8. Sahabat yang mendapat julukan Dzun nurain adalah ….
A. Abu Bakar
B. Utsman bin Affan
C. Umar bin Khattab
D. Ali
9. Sedangkan Sahabat yang mendapat julukan karramallahu wajhah adalah ….
A. Abu Bakar
B. Utsman bin Affan
C. Umar bin Khattab
D. Ali
10. Penetapan kalender hijriyah terjadi pada masa khalifah ….
A. Abu Bakar
B. Umar bin Khattab
C. Utsman bin Affan
D. Ali
11. Salah satu kebijakan yang diterapkan oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib adalah ….
A. memerangi kaum murtad
B. memperluas Masjid Nabawi madinah
C. meningkatkan pernanan ulama dalam dakwah Islam
D. Mengganti para gubernur yang korup
12. Orang yang telah membunuh Khalifah Ali bin Abi Tahlib adalah ….
A. Abdurrahman bin Muljam
B. Abdurrahman bin Auf
C. Abu Ubaidah
D. Abu Jahal
13. Peristiwa ‘Amul Jama’ah menjadi tonggak sejarah berdirinya Dinasti Umayah yang
mempunyai arti ….
A. Tahun Persatuan
B. Islam menjadi satu
C. Bersatunya umat Islam
48 | Bahan Ajar Kelas VII
D. Islam banyak pengikutnya
14. Nama Dinasti Umayyah berasal dari nama Umayyah bin Abdi Syam bin Abdi Manaf
yaitu salah keturunan seorang dari pimpinan ….
A. Kabilah Umayah
B. Kabilah Quraisy
C. Kabilah Hisyam
D. Kabilah Aus
15. Sistem pemerintahan pemerintahan Dinasti Umayyah bersifat Monarchi heridetis,
yang memiliki arti ….
A. pemerintahan yang demokratis
B. Pemerintahan secara turun temurun
C. pemerintahan yang berdaulat
D. Pemerintahan perdana menteri
16. Sebelum menjadi khalifah ia pun gemar memakai wangi-wangian dan pakaian sutra.
Setelah menjadi khalifah keadaannya berbalik. Pakaian yang digunaka diganti
dengan . . .
A. Kain sutra
B. Kain kafan
C. Kain yang murah
D. Kain kasar
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini
dengan benar
1. Apa prestasi-prestasi yang sudah di torehkan oleh khulafaur Rasyidin?
2. Tulislah sejarah singkat latar belakang terbentuknya Daulah Umayyah!
3. Tuliskan secara singkat latar belakang sejarah pengangkatan Umar bin Abdul
Azis menjadi Khalifah!
4. Deskripsikan sikap Umar bin Abdul Azis dalam menghadapi korupsi dan kolusi!
5. Apa yang dapat kita teladani dari kesederhanaan Umar bin Abdul Azis?
49 | Bahan Ajar Kelas VII
DAFTAR PUSTAKA
Yatim, Badri, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta, RajawaliPress, 2015
Hadhari, Mohammad, Nurul Yaqin, Daru Ihyaul Kutub al-Arabiyyah, Indonesia
Syalabi, Ahmad, Sejarah dan Kebudayaan Islam III,Jakarta, Al-Husna Zikra,2000.
Murodi, Sejarah Kebudayaan Islam MTS kelas VII, Semarang, PT. Toha Putra, 2014.
Muttaqin, Zaenal, ShohihSirah Nabawiyah (terjemah dari ar-Rahiqul Makhtum, Bahsum
fis-
Shiratin Nabawiyah ala Shahibina Afdhalis Shalati was-salam) , Bandung, Jabal, 2000
Armado, Ade, dkk, Ensiklopedi Islam Untuk Pelajar, Jakarta, PT. Ichtiar Baru Van Hoeve,
2004.
Departemen Agama, Sejarah Kebudayaan Islam VII, Jakarta, Dirjen Pendis 2014.
Amin, Husain Ahmad, Seratus Tokoh dalam Sejarah Islam.Bandung, Remaja Rosda Karya,
Bandung, 2000.
Susmihara, dkk, Sejarah Islam Klasik, Yogyakarta, Ombak, 2013
Aized, Rizem, Sejarah Peradaban Islam Terlengkap Periode Klasik, Pertengahan dan
Modern, Yogyakarta, Diva Press, 2015
Yusuf, Mundzirin, Sejarah Peradaban Islam di Indonesia, Yogyakarta, Pustaka, 2006.
As’ad, Mahrus,dkk, Ayo Mengenal Sejarah Kebudayaan Islam 1-2, jakarta, Erlangga, 2009.
Dahlan, Abdul Aziz, Ensiklopedi tematis dunia Islam (pemikiran dan peradaban),Jakarta,
PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, 2004.
Haikal, Muhammad Husein Haikal, Abu Bakar ash Shiddiq, Jakarta, Pustaka Litera Antar
Nusa, 2013
Haikal, Muhammad Husein Haikal, Umar bin Khattab, Jakarta, Pustaka Litera Antar
Nusa,,
2013
50 | Bahan Ajar Kelas VII