The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Pengorbanan Seorang Ayah

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by steven.rianto, 2021-05-27 00:24:25

Demo VESSEL

Pengorbanan Seorang Ayah

[Clickable PDF]


Dunia saat ini dipenuhi hal-hal kedagingan, di mana banyak orang berlomba-lomba mengejar harta, jabatan dan kepuasan duniawi karena menggap semuanya itu sebagai paling penting dalam hidup ini.
Ironisnya, tidak ada lagi perasaan takut atau malu karena melakukan perselingkuhan, memakai narkoba, dan berbagai tindak kejahatan. Sebaliknya, jika ada yang berbuat baik, justru dianggap aneh, sok suci, dan lainnya.
Bulan Mei sebagai bulan keluarga dan relationship, adalah kesempatan bagi kita untuk belajar membangun hubungan yang baik di tengah dunia yang “sakit”, khususnya hubungan antara ayah dan anak.
Pengorbanan Sang Ayah
Mari kita kembali merenungkan kisah “Anak yang Hilang” di Lukas 15:11-32. Suatu kali ada seorang anak bungsu yang meminta hak
warisan kepada ayahnya. Anehnya, warisan biasa
diberikan oleh orang tua saat masih hidup, tetapi tidak boleh dipakai sebelum orang tua meninggal. Namun, sang ayah tetap menuruti keinginan si anak bungsu, yang kemudian langsung menghabiskannya untuk pesta pora. Sikap si anak bungsu ini secara tidak langsung sama dengan mengganggap sang ayah sudah mati.
Anak bungsu telah melanggar budaya dan etika sosial pada saat itu. Lebih parah, hartanya habis dan si anak bungsu sampai ke titik terendah dalam hidupnya dengan menjadi penjaga babi, yang dianggap najis pada saat itu.
Bayangkan perasaan sang ayah melihat kenyataan pahit yang dialami anak bungsunya. Secara manusiawi, ia pasti malu sekali. Para ahli Taurat pasti mencemoohnya dan mengganggap sang ayah ini bodoh sekali. Budaya waktu itu, dengan kondisi demikian,
2


sang ayah secara otomatis akan dianggap tidak patut memimpin atau memberi nasihat di sinagoge.
Banyak orang pasti memintanya tidak mentolerir kesalahan anak bungsunya dan segera menolak mengakui anak bungsu itu sebagai anaknya. Akan tetapi tidak demikian.
Sang ayah, yang dianggap bodoh ini, tidak membela diri atau berusaha melindungi status sosialnya di hadapan masyarakat yang mencemoohnya.
Kasihnya pada anaknya jauh lebih kuat daripada anggapan budaya dan kebutuhannya untuk dihormati masyarakat.
Ia tidak melupakan anaknya. Ia merindukannya dan menunggu anaknya pulang dengan sabar.
Sadarnya Sang Anak
Anak bungsu itu pun menyadari keadaannya dan pulang ke rumah ayahnya dengan gentar. Menyadari keadaan adalah ungkapan
Sang anak bungsu bukan hanya kurang ajar pada Ayahnya, ia habiskan warisannya untuk berfoya-foya hidup dalam dosa. Namun Sang Ayah tetap menunggu dengan setia, terus merindukan anaknya pulang kembali untuk memeluknya lagi. Begitu juga dengan Allah. Karena kasih- Nya yang begitu besar bagi kita, Ia terus menunggu kita berbalik dari jalan yang penuh dosa, dan kembali lagi dalam pelukan-Nya.
Aramaik untuk pertobatan. Ketika melihat dari kejauhan bahwa anaknya pulang, alih- alih marah atau mengusirnya, sang ayah malah menyambut anak “kurang ajar” itu
dengan pelukan, ciuman, memakaikan jubah, cincin dan kasut kebesaran. Sang ayah
3


benar-benar menghamparkan permadani merah bagi anak yang “hilang”.
Dikatakan bahwa sang ayah berlari, yang berarti ia menerima anak itu dengan sepenuh hati.
Memeluk dan mencium adalah sebuah lambang alkitabiah untuk pengampunan dosa. Jubah indah adalah tanda kehormatan. Cincin bermaterai adalah tanda kekuasaan. Sepatu/kasut yang dipakaikan padanya biasa dipakai oleh orang merdeka, bukan budak. Si anak bungsu pun pulang dengan kepala tegak karena mendapat kuasa dan hormat.
Lebih dari itu semua, sang ayah mengadakan perjamuan pesta menyambut kepulangan si anak. Bayangkan, si anak bungsu yang sebelumnya makan bersama babi, kini makan daging lembu tambun terbaik. Ia diistimewakan. Tidak ada suara cemeti, hanya alunan musik merdu dengan penari yang merayakan
kedatangan anak berdosa yang hilang.
Mungkin kita akan berpendapat sama dengan kebanyakan orang jaman itu, yang menganggap sang ayah ini sebagai ayah yang bodoh. Tapi tahukah Anda, Allah kita bagaikan ayah yang bodoh itu, yang mengasihi anaknya tanpa syarat.
Allah kita mengasihi kita dengan kasih tanpa syarat (agape), yaitu kasih yang mengasihi mereka yang tidak patut dikasihi, bahkan rela ikut menderita demi mereka.
Lalu, apa yang Anda kejar dan prioritaskan saat-saat
ini? Apakah hal-hal duniawi? Alkitab memperingatkan, “Apa gunanya orang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?” Datanglah kepada Allah selama ia masih berkenan ditemui. Allah akan menyambut Anda dengan tangan terbuka dan perayaan besar di Sorga. n-Ps. Antoni Moelyono-
4


JADWAL MINGGU INI
Clickable
Mei 2021
24 SENIN 25 SELASA 26 RABU
JADWAL
GEREJA DI SETIAP RUMAH (CHURCH AT HOME)
@gmssby
GMS Surabaya
www.mstv.tv
YouTube Channel:
youtube.com/mawarsharon
WA Center GMS:
085 6060 90 200
Sunday Service
on demand
di Youtube
GMS Surabaya youtube.com/mawarsharon
Sunday Service
on demand
Youtube GMS Surabaya youtube.com/mawarsharon
Connect Group Online. hubungi WA CENTER 085.6060.90.200
Sunday Service
on demand
di Youtube
GMS Surabaya youtube.com/mawarsharon
27 KAMIS 28 JUMAT 29 SABTU 30 MINGGU
Sunday Service on demand
di Youtube
GMS Surabaya youtube.com/ mawarsharon
Hard Saying
of Jesus:
“Berikan Isinya sebagai Sedekah” Pk. 19.00 WIB “Berikanlah kepada Kaisar”
Pk. 19.30 WIB
di Youtube
GMS Surabaya
Info: WA GMS EDUKASI 0813.3060.5522
Sunday Service
on demand
di Youtube
GMS Surabaya youtube.com/mawarsharon
Doa Malam “Living Presence” Pk.19:00 WIB di:www.mstv.tv
Youth & Teens
CG ONLINE
Line@ ID: @MSYouth
FB : @gmssby
Doa Pagi
“GOD’S FAVOUR
IN MARKETPLACE” Pk. 06.00 WIB melalui ZOOM
Youth & Teens
CG ONLINE
Line@ ID: @MSYouth
Teen & Youth Service Ibadah Online
On Demand di:www.mstv.tv
FB : @gmssby
Sunday Service
Pk. 10.00 & 13.00 WIB
Registrasi On-Site:
melalui MyGMS app atau link: gms.id/ayoibadah
LIVE STREAMING Sunday Service Ibadah Online di:www.mstv.tv
FB : @gmssby
Eaglekidz Ibadah Online On Demand di:www.mstv.tv
FB : @gmssby







Click to View FlipBook Version