The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by bareppras182, 2022-11-23 20:02:30

Buku-pedoman-pembinaan-UKS-2019 (1)

Buku-pedoman-pembinaan-UKS-2019 (1)

2) Perbaikan Sarana

Bila dari hasil identifikasi dan penilaian faktor risiko lingkungan ditemukan
kondisi yang tidak sesuai dengan standar teknis maka segera dilakukan
perbaikan.

3) Pengendalian

Untuk menjaga dan meningkatkan kondisi kesehatan lingkungan di
sekolah, upaya pengendalian faktor risiko disesuaikan dengan kondisi
yang ada, antara lain sebagai berikut:

a. Pemeliharaan Ruang dan Bangunan

• Atap dan talang dibersihkan secara berkala sekali dalam sebulan
dari kotoran/sampah yang dapat menimbulkan genangan air;

• Pembersihan ruang sekolah dan halaman minimal sekali dalam
sehari;

• Pembersihan ruang sekolah harus menggunakan kain pel basah
untuk menghilangkan debu atau menggunakan alat penghisap
debu;

• Membersihkan lantai dengan menggunakan larutan desinfektan;
• Lantai harus disapu terlebih dahulu sebelum dipel;
• Dinding yang kotor atau yang catnya sudah pudar harus dicat

ulang;
• Bila ditemukan kerusakan pada tangga segera diperbaiki.

b. Pencahayaan dan Kesilauan

• Pencahayaan ruang sekolah harus mempunyai intensitas yang
cukup sesuai dengan fungsi ruang;

• Pencahayaan ruang sekolah harus dilengkapi dengan penerangan
buatan;

• Untuk menghindari kesilauan maka harus disesuaikan tata letak
papan tulis dan posisi bangku peserta didik;

• Gunakan papan tulis yang menyerap cahaya.

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M 45

c. Ventilasi

• Ventilasi ruang sekolah harus menggunakan sistem silang agar udara
segar dapat menjangkau setiap sudut ruangan;

• Pada ruang yang menggunakan AC (AirConditioner), harus disediakan
jendela yang bisa dibuka dan ditutup;

• Agar terjadi penyegaran pada ruang ber-AC, jendela harus dibuka
terlebih dahulu minimal satu jam sebelum ruangan tersebut
dimanfaatkan;

• Filter AC harus dicuci minimal 3 bulan sekali.

d. Kepadatan Ruang Kelas
Kepadatan ruang kelas dengan perbandingan minimal setiap peserta
didik mendapat tempat seluas 2 m2. Rotasi tempat duduk perlu
dilakukan secara berkala untuk menjaga keseimbangan otot mata.

e. Jarak Papan Tulis
• Jarak papan tulis dengan meja peserta didik paling depan minimal
2,5 meter;
• Jarak papan tulis dengan meja peserta paling belakang maksimal 9
meter;
• Petugas menghapus papan tulis sebaiknya menggunakan masker.

f. Sarana Cuci Tangan
• Tersedia air bersih yang mengalir dan sabun/cairan antiseptik;
• Tersedia saluran pembuangan air bekas cuci tangan;
• Bila menggunakan tempat penampungan air bersih maka harus
dibersihkan minimal seminggu sekali;
• Rasio kelas dengan tempat cuci tangan 1 : 1.

g. Kebisingan
Untuk menghindari kebisingan agar tercapai ketenangan dalam proses
belajar, maka dapat dilakukan dengan cara;

46 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M

• Lokasi jauh dari keramaian, misalnya; pasar,terminal, pusat
hiburan, jalan protokol, rel kereta api dan lain- lain;

• Penghijauan
• Pembuatan pagar tembok tinggi yang mengelilingi sekolah.

h. Air Bersih

• Sarana air bersih harus jauh dari sumber pencemaran (tangki
septic, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air
limbah, dll);

• Bila terjadi keretakan pada dinding sumur atau lantai sumur agar
segera diperbaiki;

• Tempat penampungan air harus dibersihkan/dikuras secara
berkala.

i. Toilet/Jamban

• Toilet harus selalu dalam keadaan bersih dan tidak berbau;
• Bak air harus dibersihkan minimal sekali dalam seminggu, dan

bila tidak digunakan dalam waktu lama (libur panjang) maka bak
air harus dikosongkan agar tidak menjadi tempat perindukan
nyamuk;
• Menggunakan desinfektan untuk membersihkan lantai, closet
serta urinoar;
• Tersedia sarana cuci tangan, sabun untuk cuci tangan, cermin dan
tempat sampah dalam toilet;
• Perbandingan toilet pria dan wanita adalah pria 1:40 dan wanita
1:25.

j. Sampah

• Setiap kelas tersedia tempat sampah yang terpilah (organik dan
non-organik);

• Pengumpulan sampah dari seluruh ruang dilakukan setiap hari
dan dibuang ke tempat pembuangan sampah sementara yang
terpilah (organik dan non-organik);

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M 47

• Pembuangan sampah dari tempat pembuangan sampah sementara
ke tempat pembuangan sampah akhir dilakukan setiap hari.

k. Sarana Pembuangan Air Limbah
Membersihkan saluran pembuangan limbah terbuka minimal seminggu
sekali agar tidak terjadi perindukan nyamuk dan tidak menimbulkan
bau.

l. Vektor (Pembawa Penyakit)
Agar lingkungan sekolah bebas dari nyamuk demam berdarah maka
harus dilakukan kegiatan:

• Kerja bakti rutin sekali dalam seminggu dalam rangka
pemberantasan sarang nyamuk;

• Menguras bak penampungan air secara rutin minimal seminggu
sekali dan bila libur panjang dikosongkan;

• Bila ada kolam ikan dirawat agar tidak ada jentik nyamuk;
• Pengamatan terhadap jentik nyamuk di setiap penampungan

air atau wadah yang berpotensi adanya jentik nyamuk. Hasil
pengamatan dicatat untuk menghitung Container Index.

m. Kantin Sekolah
• Makanan jajanan harus dibungkus dan atau tertutup sehingga
terlindung dari lalat, binatang lain dan debu;
• Makanan tidak kadaluarsa;
• Tempat penyimpanan makanan dalam keadaan bersih, terlindung
dari debu, terhindar dari bahan berbahaya, serangga dan hewan
lainnya;
• Tempat pengolahan atau penyiapan makan harus bersih dan
memenuhi syarat kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku;
• Peralatan yang digunakan untuk mengolah, menyajikan dan peralatan
makan harus bersih dan disimpan pada tempat yang bebas dari
pencemaran;
• Peralatan digunakan sesuai dengan peruntukannya;

48 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M

• Dilarang menggunakan kembali peralatan yang dirancang untuk
sekali pakai;

• Penyaji makanan harus selalu menjaga personal hygiene (menjaga
kebersihan, mencuci tangan sebelum memasak dan setelah dari
toilet, memakai celemek dan tutup kepala, tidak berkuku panjang,
dan tidak menggunakan perhiasan);

• Persyaratan makanan yang dijual di kantin: tidak mengandung
bahan pengawet, pewarna, penyedap rasa, dan bahan berbahaya
lainnya;

• Daftar menu yang disajikan harus memenuhi gizi seimbang;
• Bila tidak tersedia kantin di sekolah maka harus dilakukan pembinaan

dan pengawasan oleh guru UKS/ M terhadap penjaja makanan di
sekitar sekolah dengan memenuhi persyaratan di atas.

n. Halaman
• Melakukan penghijauan;
• Melakukan kebersihan halaman sekolah secara berkala seminggu
sekali;
• Menghilangkan genangan air di halaman dengan menutup/
mengurug atau mengalirkan ke saluran umum;
• Melakukan pengaturan dan pemeliharaan tanaman;
• Memasang pagar keliling yang kuat dan kokoh tetapi tetap
memperhatikan aspek keindahan.

o. Meja dan Kursi Peserta Didik
Desain meja dan kursi harus memperhatikan aspek ergonomis,
permukaan meja/bangku memiliki kemiringan ke arah pengguna
sebesar 15% atau sudut 10o.

p. Perilaku
• Mendorong peserta didik untuk berperilaku hidup bersih dan
sehat dengan memberikan kateladanan, misalnya tidak merokok,
menggunakan obat-obat terlarang di sekolah;

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M 49

• Membiasakan membuang sampah pada tempatnya;
• Membiasakan mencuci tangan dengan sabun dan air

mengalir setelah buang air besar, sebelum menyentuh
makanan, setelah bermain atau setelah beraktifitas
lainnya;
• Membiasakan membuang air kecil yang benar dengan cara
S-K-S (Siram-Kencing-Siram);
• Membiasakan memilih makanan jajanan yang sehat;
• Belajar budaya antri;
• Membiasakan makan dengan posisi duduk.

4. Pelaksana Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat
a. Kepala Sekolah
Kepala Sekolah selaku Ketua Tim Pelaksana UKS/M di sekolah
bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pembinaan lingkungan
sekolah di sekolah masing-masing. Dalam melaksanakan pembinaan,
Kepala Sekolah dibantu oleh guru, pegawai sekolah, peserta didik,
orang tua peserta didik (Komite Sekolah), kader UKS/M dan lain-
lain.

b. Guru
Dalam melaksanakan pembinaan lingkungan sekolah sehat, guru
mempunyai peranan penting antara lain dengan cara memberikan:
1) Pengetahuan praktis tentang pembinaan lingkungan sekolah
sehat;
2) Bimbingan, contoh dan tauladan, dorongan serta melakukan
pengamatan dan pengawasan kepada peserta didik agar mau
dan terampil menerapkan segala yang telah diberikan kegiatan
sehari-hari baik di sekolah, di rumah maupun di masyarakat.
3) Mengajak secara bersama para guru dalam melaksanakan
UKS/M.

50 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M

c. Peserta Didik
Peserta didik diharapkan ikut berperan serta secara aktif dalam:
1) Menjaga serta mengawasi kebersihan lingkungan sekolah masing-
masing, misalnya dengan ikut mengawasi kawan-kawannya yang
membuang sampah, membersihkan ruangan atau halaman dan
sebagainya;
2) Piket kelas, yang bertugas menjaga keamanan, ketertiban,
kebersihan, keindahan dan kekeluargaan kelasnya masing-
masing;
3) Menjaga/memelihara lingkungan sehat di lingkungan keluarga
dan masyarakat, misalnya dengan menyampaikan pesan tentang
manfaat lingkungan yang sehat kepada anggota keluarga yang lain,
ikut kerja bakti membersihkan lingkungan dan sebagainya.
4) M asing-masing pokja UKS/M melaksanakan tugasnya dengan
baik.

d. Pegawai Sekolah
Pegawai sekolah yang merupakan warga sekolah baik yang tinggal di
lingkungan sekolah atau tidak, wajib melaksanakan dan mengawasi
serta memelihara lingkungan sekolah sehat terutama pada penyediaan
fasilitas sarana prasarana.

e. Komite Sekolah
Komite Sekolah sebagai wadah organisasi orang tua peserta didik
diharapkan mampu berperan serta secara aktif dalam melaksanakan
pembinaan lingkungan sekolah sehat, terutama dalam penyediaan dana
dan fasilitas yang menunjang kegiatan.

f. Masyarakat
Masyarakat di sekitar sekolah diharapkan berperan serta untuk
melaksanakan pembinaan terutama dalam memelihara dan menjaga
lingkungan sekolah sehat.

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M 51

52 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M

BAB IV
Monitoring,
Evaluasi dan Pelaporan

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M 53

Agar Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah berjalan sesuai dengan rencana,
dapat berhasil guna dan berdaya guna maka perlu dilakukan pengendalian
dan pengawasan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui monitoring, evaluasi
dan pelaporan yang dilakukan oleh Tim Pelaksana UKS/M.

A. MONITORING

Monitoring adalah suatu kegiatan yang dilakukan dalam rangka
pengawasan, pengontrolan atau pengendalian terhadap suatu objek
kegiatan yang akan, sedang atau yang sudah dilaksanakan.
Agar program UKS/M senantiasa sesuai dengan tuntutan/kebutuhan
setiap waktu,maka umpan balik dari lapangan sangat diperlukan. Untuk
itu perlu diadakan monitoring secara terus-menerus, baik terhadap
persiapan maupun proses pelaksanaan sebagai penyempurnaan lebih
lanjut.
Monitoring dilakukan oleh Tim Pelaksana UKS/M pada setiap jenjang
dan jenis pendidikan dan pelaksanaan monitoring ini dilakukan dengan
frekuensi sebagai berikut:
• Kepala Sekolah selaku Ketua Tim Pelaksana UKS/M melakukan

monitoring terhadap pelaksanaan Trias UKS/M secara terus
menerus.
• Penjaringan data dan informasi dilakukan dengan wawancara dan
pengamatan yang selanjutnya dicatat pada instrumen monitoring
dan dilakukan oleh Guru Pembina UKS/M.
• Melibatkan kader UKS/M

1. Tujuan
Tujuan monitoring, evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan
pembinaan dan pengembangan UKS/M adalah untuk mengetahui
sampai sejauh mana manfaat maupun keberhasilan dari kegiatan yang
telah dilaksanakan, serta untuk mengetahui kendala-kendala dan
hambatan-hambatan, sekaligus untuk mengetahui penyimpangan-
penyimpangan yang mungkin terjadi baik pada tahap perencanaan
pelaksanaan dan pencapaian dari kegiatan yang dilaksanakan.

54 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M

2. Hasil yang Diharapkan
Apabila ada kegiatan yang kurang sesuai atau menyimpang dapat
dilakukan koreksi baik pada perencanaan maupun pada saat proses
pelaksanaan kegiatan, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat sesuai
dengan tujuan yang ditetapkan.

3. Ruang Lingkup
Ruang lingkup monitoring, evaluasi dan pelaporan meliputi semua
aspek di dalam perencanaan kegiatan, di setiap jenjang pendidikan.

4. Sasaran
Sasaran monitoring adalah manajemen/organisasi serta berbagai
kegiatan pembinaan dan pengembangan UKS/M yang dilakukan oleh
Tim Pelaksana UKS/M termasuk guru, Kepala Sekolah, peserta didik
dan seluruh warga sekolah serta sarana prasarana yang mencakup
pelaksanaan UKS/M.
Monitoring hendaknya dilakukan secara berkala untuk mengetahui
apakah tujuan kegiatan sudah tercapai. Hal ini memungkinkan
kita untuk menyesuaikan strategi bagi pelaksana kegiatan tahap
berikutnya.

5. Instrumen Monitoring
Untuk memudahkan pelaksanaan monitoring oleh Kepala Sekolah
maka sebaiknya digunakan instrumen monitoring sebagai berikut:

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M 55

a. Instrumen Monitoring

No. Uraian Pelaksanaan Hambatan yang
BSK dialami

1. Ruang belajar/kelas

2. Ruang UKS/M dan perlengkapannya

3. Kantin Sekolah/Madrasah sehat

4. Kamar mandi/WC guru
(ada tulisan Putra dan Putri)

5. Kamar mandi/WC peserta didik
(ada tulisan Putra dan Putri)

6. Sarana air bersih

7. Tempat pembuangan air limbah

8. Tempat pembuangan sampah

9. Halaman sekolah

10. Kebersihan peserta didik secara umum

11. Kesehatan peserta didik secara umum

12. Prestasi belajar peserta didik secara umum

13. TB/BB peserta didik secara umum

- di atas normal : %

- normal :%

- di bawah normal : %

14. Persentase absen peserta didik

yang sakit pertahun : ............................................... %

15 Guru yang mengintegrasikan program UKS/M dalam mata pelajaran dibuktikan
dengan Satuan Pelajaran (SP)

Keterangan :
B = Baik
S = Sedang

K = Kurang

Mengetahui ..........................................…
Kepala Sekolah*) Petugas
Selaku Ketua Tim Pelaksana UKS/M

(………………………………) (………………………………)

56 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M

b. Alur Monitoring

ALUR MONITORING

c. Alur Pembinaan dan Pengembangan UKS/M
Alur Pembinaan dan Pengembangan UKS/M

Keterangan:
: Konsultasi

: Supervisi

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M 57

B. EVALUASI

Evaluasi adalah salah satu kegiatan pembinaan melalui proses
pengukuran hasil yang dicapai dibandingkan dengan sasaran yang
telah ditentukan sebagai bahan penyempurnaan perencanaan dan
pelaksanaan UKS/M yang akan datang.

1. Tujuan
Evaluasi ini bertujuan untuk:
a. Memberikan umpan balik sebagai dasar penyempurnaan program
pembinaan dan pengembangan;
b. Mengukur keberhasilan seluruh program yang dilaksanakan pada
akhir kegiatan;
c. Untuk mendapatkan bahan-bahan informasi tentang pelaksanaan
program yang telah disusun.

2. Sasaran
Sasaran evaluasi adalah:
a. Peserta didik;
b. Lingkungan sekolah;
c. Dampak pembinaan terhadap perilaku peserta didik;
d. Pengelolaan kegiatan pada setiap jenjang;
e. Manajemen/pengelolaan kegiatan pada setiap jenjang.

3. Ruang Lingkup
Ruang lingkup evaluasi meliputi seluruh komponen kegiatan UKS/M,
proses maupun hasil pelaksanaannya.

58 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M

4. Unsur-unsur yang Dievaluasi

a. Perubahan tingkat pengetahuan pada umumnya yang
berhubungan dengan kesehatan khususnya;

b. Perubahan sikap dan penghayatan terhadap prinsip dan pola
hidup bersih dan sehat;

c. Perubahan tingkah laku kebiasaan hidup sehari-hari dan
keterampilan dalam melaksanakan prinsip pola hidup bersih dan
sehat termasuk peningkatan daya tangkal terhadap pengaruh
buruk dari kebiasaan merokok, penyalahgunaan narkoba, miras
serta kepekaan terhadap kebersihan lingkungan;

d. Kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan yang telah
terjadi pada peserta didik karena adanya pelayanan kesehatan
di sekolah;

e. Perubahan keadaan lingkungan khususnya lingkungan sekolah
dan lingkungan tempat tinggal yang meliputi, tingkat kebersihan,
sanitasi, keindahan, keamanan, ketertiban dan sebagainya;

f. Tingkat keberhasilan maupun ketidakberhasilan kegiatan
pembinaan dan pengelolaan UKS/M.

5. Prinsip-prinsip Evaluasi

a. Menyeluruh (meliputi seluruh komponen kegiatan UKS/M, proses
serta hasil pelaksanaan), yang merupakan satu kesatuan;

b. Berkesinambungan yaitu secara bertahap sesuai dengan
kebutuhan, fungsi dan tanggung jawab;

c. Objektif yaitu berdasarkan kriteria yang jelas dan baku;

d. Pedagogis yaitu hasil penilaian dapat digunakan sebagai
penghargaan yang berhasil, dan merupakan pendorong bagi
yang belum berhasil;

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M 59

6. Cara dan Teknik Evaluasi
a. Cara evaluasi
Penilaian dapat dilakukan dengan bentuk kualitatif dan atau
kuantitatif sesuai dengan keperluan;
b. Teknik evaluasi penilaian dapat dilakukan dengan
mempergunakan:
1) Tes;
2) Pengamatan;
3) Skala sikap;
4) Wawancara/tatap muka;
5) Pemeriksaan;
6) Analisis data;
7) Penelitian dampak UKS/M.

60 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M

7. Alur Evaluasi

ALUR EVALUASI

Keterangan:

Penkes : Pendidikan Kesehatan
Yankes : Pelayanan Kesehatan

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M 61

C. PELAPORAN

Pelaporan dalam pelaksanaan UKS/M adalah suatu kegiatan
melaporkan/ menyampaikan secara tertulis segala kegiatan yang telah
dilakukan, mencakup program pelaksanaan UKS/M yang dilakukan Tim
Pelaksana UKS/M.
1. Tujuan

Tujuan pelaporan dalam pelaksanaan UKS/M adalah untuk
mengetahui daya guna, hasil guna, dan tepat guna serta
penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi pada waktu
pelaksanaan kegiatan.

2. Sasaran
Yang menjadi sasaran pelaporan (apa yang perlu dilaporkan) ini pada
dasarnya adalah sama dengan sasaran pada evaluasi. Namun secara
spesifik sasaran pelaporan ini mencakup hal-hal sebagai berikut:
a. Manajemen/pengelolaan kegiatan;
b. Jenis keberhasilan dan ketidakberhasilan kegiatan (termasuk
masalah/hambatan yang ditemui);
c. Upaya-upaya pengembangan yang dilaksanakan (termasuk
upaya mengatasi masalah/hambatan yang ditemui).

3. Waktu
Laporan hasil pelaksanaan UKS/M di sekolah disusun dan
disampaikan dua kali dalam setahun, yaitu berupa:
a. Laporan Tengah Tahunan yang disampaikan pada bulan Juli
(paling lambat tanggal 20);
b. Laporan Tahunan di sampaikan pada bulan Januari (paling lambat
tanggal 20).

62 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M

4. Hal-hal yang Perlu Dilaporkan
Pada dasarnya hal-hal yang dilaporkan Tim Pelaksana UKS/M
kepada Tim Pembina UKS/M Kecamatan adalah segala bentuk
kegiatan pembinaan dan pelaksanaan UKS/M di sekolah terutama
yang telah diprogramkan. Namun, secara umum hal-hal yang perlu
dilaporkan adalah sebagai berikut:

a. Kegiatan Trias UKS/M
1) Pendidikan Kesehatan
a) Kurikuler
• Mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan
Kesehatan;
• Mata pelajaran lain yang mengintegrasikan.
b) Ekstrakurikuler
• Pemeriksaan rutin dan berkala;
• Dokter Kecil/Kader Kesehatan Remaja;
• PKS (Patroli Keamanan Sekolah);
• Lomba kebersihan kelas, dan lain-lain.

2) Pelayanan Kesehatan
a) Penjaringan termasuk pemeriksaan kesehatan;
b) Imunisasi dan upaya pencegahan lain;
c) Pengobatan peserta didik yang dirujuk (kalau ada);
d) Pemberantasan sumber infeksi;
e) Alih teknologi pengetahuan kesehatan/pelayanan kesehatan
kepada guru dan peserta didik dan lain-lain.

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M 63

3) Pembinaan Lingkungan Sekolah
a) Ruang UKS/M;
b) Kantin sekolah;
c) Sumber air bersih;
d) Lomba Sekolah Sehat (LSS) dan lain-lain.

b. Dampak Pelaksanaan UKS/M terhadap Peserta Didik
Secara sederhana dampak pelaksanaan UKS/M terhadap
peserta didik dapat dilihat, melalui:
1) Presentase rata-rata peserta didik yang sakit;
2) Keadaan berat badan/tinggi badan (keadaan gizi);
3) Kesehatan/kebersihan peserta didik secara umum;
4) Kreativitas dan prestasi peserta didik.

c. Pengelolaan UKS/M
Kegiatan pengelolaan UKS/M yang harus dilaporkan meliputi:
1) Rapat-rapat rutin/rapat kerja;
2) Organisasi Tim Pelaksana UKS/M;
3) Bimbingan dan pengarahan terhadap guru serta pelatihan
yang telah diikuti;
4) Melakukan konsultasi dan studi banding, dan lain-lain

5. Alur Pelaporan
Laporan pelaksanaan UKS/M di sekolah disampaikan ke TP UKS/M
Kecamatan secara teratur.

64 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M

6. Contoh Format Laporan Tim Pelaksana UKS

CONTOH FORMAT
LAPORAN Tim Pelaksana UKS/M
TENGAH TAHUNAN/TAHUNAN *)

TAHUN...............

I. Nama Sekolah/Madrasah :
:
Alamat :
:
Kab/Kota :
:
Provinsi : Laki-laki ...... orang,

Nomor telepon Perempuan ...... orang

Kode pos

Jumlah siswa



II. Kegiatan UKS/M

A. Pendidikan Kesehatan

1. Pemeriksaan berkala : ........................................ kali

2. Pemeriksaan rutin : ........................................ kali

3. Pengukuran tinggi berat

peserta didik : ....................................... kali

4. Lomba kebersihan kelas : ........................................ kali

5. Kerja bakti kebersihan : ........................................ kali

6. Alat peraga UKS : ada/tidak ada *)

: lengkap/tidak lengkap *)

(lihat pembakuan)

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M 65

B. Pelayanan Kesehatan

1. Penyuluhan : .................................... kali

2. Penjaringan (screening) : Ya/Tidak

Jumlah peserta didik : ..........................................

3. Imunisasi (khusus SD/MI) : .................................... kali

Kelas I : ................................ peserta didik

Kelas II : ................................ peserta didik

Kelas III : ................................ peserta didik

4. Pemeriksaan berkala : .................................... kali

Jumlah peserta didik : ........................................

5. Pengobatan

peserta didik dirujuk : ................................ peserta didik

6. Jumlah peserta didik

mendapat konseling : ................................ peserta didik

C. Lingkungan Sehat : Ya/Tidak
: Ya/Tidak
1. Identifikasi masalah
2. Intervensi

III. Dampak Pelaksanaan UKS/M terhadap Peserta Didik

1. Kebersihan peserta didik

secara umum : baik/sedang/kurang*

2. Kesehatan peserta didik

secara umum : sehat/kurang sehat*

3. Perbandingan tinggi berat

sesuai umur secara umum : di bawah normal .... %

4. Persentase rata-rata

absensi sakit peserta didik : ........................................ %

5. Kategori lingkungan sehat : ........................................

66 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M

IV. Pengelolaan UKS/M

1. Tim Pelaksana UKS/M : terbentuk/
belum terbentuk
2. Unsur-unsur yang menjadi
: ..................................
Anggota Tim Pelaksana : .................................. kali
3. Rapat rutin koordinasi kegiatan : .................................. kali
4. Rapat kerja penyusunan kegiatan : .................................. kali
5. Bimbingan/pelatihan kegiatan
6. Menerima kunjungan/monitoring : .................................. kali
: .................................. kali
Tim Pembina : .................................. kali
7. Mengikuti rapat koordinasi : .................................. kali
8. Pemeriksaan kebersihan
9. Pembuatan laporan Triwulan

.............................................



Pelapor,

Kepala Sekolah

Selaku Ketua Tim Pelaksana UKS/M

(...........................)

Catatan:
*) Coret yang tidak perlu
**) Sasaran penjaringan kesehatan adalah seluruh peserta didik baru

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M 67

68 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M

BAB V
Indikator Keberhasilan

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M 69

Indikator UKS/M di sekolah dapat dilihat dari :

A. INDIKATOR INPUT

Indikator proses yang digunakan untuk mengukur keberhasilan
pelaksanaan UKS/M sebagai berikut:

1. SK Tim Pelaksana UKS Sekolah/Madrasah;
2. Rencana kegiatan UKS/M;
3. Rencana Anggaran Belanja UKS/M dengan Rencana Kerja Sekolah

dan Rencana Anggaran Belanja Sekolah;
4. Peran dan keterlibatan Komite Sekolah (orangtua);
5. Peran dan keterlibatan masyarakat dan PKK;
6. Peran dan keterlibatan Puskesmas;
7. Peran dan keterlibatan Tim Pembina UKS/M Kecamatan.

B. INDIKATOR OUTPUT

Indikator output yang digunakan untuk mengukur keberhasilan
pelaksanaan UKS/M sebagai berikut :

1. Terlaksananya Trias UKS/M;
2. Terlaksananya program UKS/M di sekolah ditangani oleh anak (child

to child program);
3. Ketersediaan sarana dan prasarana UKS/M;
4. Ketersediaan air bersih;
5. Ketersediaan kantin sehat;
6. Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat;
7. Tempat cuci tangan dengan air mengalir;
8. Ketersediaan sabun di kamar mandi dan di tempat cuci tangan;
9. Ventilasi dan pencahayaan kelas yang memadai;
10. Memiliki kamar mandi/WC yang cukup jumlahnya:

Laki-laki= 1:40 dan perempuan= 1:25);

70 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M

11. Bebas jentik nyamuk;
12. Kepadatan ruang kelas minimal 2 m2/siswa;
13. Memiliki lapangan/aula untuk pendidikan jasmani;
14. Menerapkan kawasan tanpa rokok;
15. Rapat Tim Pelaksana UKS/M;
16. Mempunyai Papan Nama Tim Pelaksana UKS/M

C. INDIKATOR DAMPAK

1. Meningkatnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat;
2. Meningkatnya derajat kesehatan peserta didik;
3. Meningkatnya pengetahuan sikap dan perilaku peserta didik

tentang hidup sehat;
4. Meningkatnya partisipasi masyarakat dan PKK dalam pelaksanaan

UKS/M;
5. Terwujudnya UKS/M.

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M 71

72 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M

BAB VI

Penutup

Buku pedoman pembinaan dan pengembangan UKS/M ini disusun dengan
tujuan untuk mempermudah pelaksanaan UKS/M. Buku ini merupakan
penjabaran dari Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M.
Dengan adanya Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M,
sekolah/madrasah diharapkan dapat melaksanakannya dengan tertib, baik
dan benar, sehingga upaya meningkatkan perilaku hidup peserta didik dan
lingkungan sekolah yang bersih dan sehat dapat tercapai.

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M 73

Kepustakaan

1. Ditjen Pendidikan Dasar, Kemendikbud; Pedoman Pembinaan dan
Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah, Jakarta, 2012.

2. Peraturan Bersama Mendikbud, Menkes, Menag dan Mendagri Tahun
2014 tentang Pembinaan dan Pengembangan UKS/M Nomor: 6/X/
PB/2014; Nomor: 73 Tahun 2014; Nomor: 41 Tahun 2014 dan Nomor: 81
Tahun 2014.

3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 24 Tahun 2007 tentang
Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah
Ibtidaiyah, Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah, dan
Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, Jakarta, 2007.

4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 40 Tahun 2008 tentang
Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Menengah Kejuruan/
Madrasah Aliyah Kejuruan, Jakarta, 2008.

5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 58 Tahun 2009 tentang
Standar Pendidikan Anak Usia Dini, Jakarta, 2009.

6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: 1429/Menkes/SK/XII/2006
tentang Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan Sekolah,
Jakarta, 2006.

7. Kementerian Kesehatan; Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan
Lingkungan Sekolah, Jakarta.

8. Kementerian Kesehatan; Pedoman untuk Tenaga Kesehatan UKS di
Tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah dan Pondok Pesantren,
Jakarta, 2011.

9. Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani, Depdiknas; Pedoman Pelatihan
Pembinaan dan Pelaksanaan UKS di TK, Jakarta 2006.

10. Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani, Depdiknas; Petunjuk
Pelaksanaan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Usaha Kesehatan
Sekolah, Jakarta, 2006.

11. Tim Penyempurna Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M
di Sekolah

74 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M

Lampiran

Lampiran 1 Strata UKS/M
Lampiran 2 Instrumen Penilaian Faktor Risiko Lingkungan Sehat
di Sekolah
Lampiran 3 Checklist Pemantauan
Lampiran 4 Laporan Kondisi Kesehatan Lingkungan
Lampiran 5 Logo UKS/M
Lampiran 6 Mars UKS
Lampiran 7 Administrasi UKS/M
Lampiran 8 Persyaratan Ruang UKS/M
Lampiran 9 Obat-Obatan di Ruang UKS/M
Lampiran 10 Tugas Kader UKS/M
Lampiran 11 Tugas Guru UKS/M dan Komite Sekolah

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M 75

Lampiran 1

STRATA UKS/M

1. Strata Program UKS pada Jenjang TK/RA

PROGRAM MINIMAL STANDAR OPTIMAL PARIPURNA
PENDIDIKAN 1. Dipenuhinya srata 1. Dipenuhinya 1. Dipenuhinya strata
KESEHATAN 1. Intregrasi
Penjaskes ke minimal strata Standar optimal
PELAYANAN dalam kegiatan 2. Tersedianya alat 2. Memiliki media 2. Memiliki guru
KESEHATAN belajar dan
bermain peraga penjaskes pendidikan pembina UKS/M
kesehatan yang terlatih
2. Adanya buku 1. Dipenuhinya (poster dll) 3. Adanya program
Pegangan/ strata minimal 3. Memiliki guru kemitraan
bacaan pembina UKS/M pendidikan
Pendidikan 2. Adanya kesehatan dengan
kesehatan pencatatan hasil 1. Dipenuhinya instansi terkait
pengukuran berat strata standar (Puskesmas,
3. Guru membuat badan dan tinggi Kepolisian, PPL
Satuan Kegiatan badan 2. Pemeriksaan Pertanian, dll)
kesehatan
4. Harian (SKH) 3. Dilakukan berkala tiap 6 1. Dipenuhinya strata
dan kegiatan penjaringan bulan optimal
Satuan Kegiatan kesehatan
Mingguan (SKM) 3. Pemeriksaan 2. Dilakukan
4. Dilakukan dan perawatan penyuluhan kepada
1. Dilaksanakannya pemeriksaan kesehtan gigi orang tua murid TK
penyuluhan kesehatan tentang makanan
kesehatan 4. Dilakukan yg sehat, aman dan
5. Dilakukan pengawasan bergizi
2. Dilaksanakannya kegiatan sikat makanan yang
penyuluhan gigi bersama dibawa 3. Dilakukan
kesehatan gigi pengukuran tes
6. Pecatatan hasil kemampuan
3. Memiliki buku pemeriksaan motorik
pegangan guru kesehatan anak
mengenai DDTK TK pada buku
(Deteksi Dini
Tumbuh Kembang 7. Ada rujukan bila
Anak) diperlukan

4. Adanya 8. Melaksanakan
pengukuran berat P3K dan P3P
badan dan tinggi
badan

76 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M

PROGRAM MINIMAL STANDAR OPTIMAL PARIPURNA
PEMBINAAN
1. Ada air bersih 1. Memenuhi strata 1. Memenuhi strata 1. Memenuhi strata
2. Ada tempat cuci minimal standar optimal

tangan 2. Memiliki pagar 2. Ada tempat 2. Ada tempat
3. Ada WC/jamban 3. Ada penghijauan/ cuci tangan di tangan di setiap
beberapa tempat kelas dengan air
yang berfungsi perindangan dengan air Mengalir kran dan
4. Ada tempat 4. Ada air bersih di mengalir/kran Dilengkapi sabun

sampah sekolah dengan 3. Ada tempat 3. Ada air bersih yang
5. Ada saluran jumlah yang sampah di tiap memenu hi syarat
cukup kelas dan tempat kesehatan
pembuangan 5. Memiliki halaman penampungan
air kotor yang bermain yang sampah akhir di 4. Sampah langsung
berfungsi dengan aman sekolah. diangkut dan
baik 6. Kepadatan ruang dibuang ke tempat
6. Ada halaman kelas minimal 4. Ada jamban/WC pembuangan
bermain 1 : 1,75 m2/anak urid dan guru sampah di luar
7. Memiliki pojok 7. Memilki ruang yang memenuhi sekolah/ umum
UKS UKS tersendiri syarat kesehatan
8. Melakukan 3M dengan peralatan dan kebersihan 5. Ratio
Plus 1 kali sederhana WC/jamban : siswa
seminggu 8. Lingkungan 5. Ada halaman 1 : 20
sekolah bebas bermain yang
jentik cukup luas 6. Saluran
9. Melaksanakan disertai sarana pembuangan ir
program sekolah bermain yang tertutup
kawasan tanpa memadai
rokok (KTR) 7. Ada pagar yang
6. Ada pagar yang aman dan indah
aman
8. Adanya halaman
7. Ada taman / bermain yang
kebun sekolah/ cukup luas dan
toga sarana bermain
yang beraneka
8. Memiliki ruang ragam
UKS tersendiri
dengan peralatan 9. Ada taman/kebun
yang lengkap sekolah yang
dimanfaatkan dan
diberi label (untuk
sarana belajar)

10. Memiliki ruang UKS
tersendiri dengan
peralatan yang
ideal.

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M 77

2. Strata Program UKS pada Jenjang SD/MI

PROGRAM MINIMAL STANDAR OPTIMAL PARIPURNA
PENDIDIKAN
KESEHATAN 1. Pendidikan 1. Dipenuhinya 1. Dipenuhinya 1. Dipenuhinya
jasmani strata minimal strata standar strata optimal
dilaksanakan
secara kurikuler 2. Memiliki guru 2. Pendidikan 2. Memiliki guru
mata pelajaran kesehatan pembina UKS
2. Pendidikan pendidikan teritegrasi pada
kesehatan jasmani mata pelajaran 3. Adanya program
dilakukan secara lain kemitraan
kurikuler pendidikan
3. Pendidikan kesehatan
3. Guru membuat kesehatan dengan
rencana dilaksanakan instansi terkait
pembelajaran secara (Puskesmas,
pendidikan ekstrakurikuller Kepolisian, PMI,
kesehatan PPL Pertanian dll)
4. Memiliki
4. Adanya buku alat peraga
pegangan pendidikan
guru dan kesehatan
bacaan tentang
pendidikan 5. Memiliki media
kesehatan pendidikan
kesehatan
(poster dll)

PELAYANAN 1. Dilaksanakannya 1. Dipenuhinya 1. Dipenuhinya 1. Dipenuhinya
KESEHATAN penyuluhan strata minimal strata standar strata optimal
kesehatan
2. Penjaringan 2. Dana sehat/dana 2. Konseling
2. Dilaksanakannya kesehatan UKS/M kesehatan
imunisasi remaja bagi
3. Pemeriksaan 3. Pelayanan medik siswa kelas IV-VI
3. Penyuluhan kesehatan gigi dasar atas
kesehatan gigi berjalan tiap 6 dasar permintaan 3. Pengukuran
dan sikat gigi bulan , termasuk siswa (UKGS tingkat
masal minimal pengukuran tahap III) kesegaran
kelas 1,2,3 SD tinggi dan berat jasmani
(UKGS tahap I) badan

4. Pencatatan hasil
pemeriksaan
kesehatan siswa
pada buku KMS

5. Penjaringan
kesehatan gigi
untuk kelas 1
diikuti dengan
pencabutan gigi
sulung yg sudah
waktunya tanggal
(UKGS tahap II

6. Ada rujukan bila
diperlukan

7. Ada dokter kecil
8. Melaksanakan

P3K dan P3P
9. Pengawasan

warung/kantin
sekolah

78 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M

PROGRAM MINIMAL STANDAR OPTIMAL PARIPURNA
PEMBINAAN
1. Ada air bersih 1. Memenuhi strata 1. Memenuhi strata 1. Memenuhi strata
2. Ada tempat cuci minimal standar optimal

tangan 2. Ada kantin/ 2. Ada tempat 2. Ada tempat
3. Ada WC/jamban warung sekolah cuci tangan di cuci tangan di
beberapa tempat beberapa tempat
yang berfungsi 3. Memiliki pagar dengan air dengan air
4. Ada tempat 4. Ada mengalir/kran mengalir /kran
dan dilengkapi
sampah penghijauan/ 3. Ada tempat sabun
5. Ada saluran perindangan cuci peralatan
5. Ada air bersih di masak/makan di 3. Ada kantin
pembuangan sekolah dengan kantin/warung dengan menu
air kotor yang jumlah yang sekolah seimbang
berfungsi dengan cukup dengan petugas
baik 6. Memiliki ruang 4. Ada petugas kantin yang
6. Ada halaman / UKS tersendiri, kantin/warung terlatih
pekarangan/ dengan peralatan sekolah bersih &
lapangan sederhana sehat 4. Ada air bersih
7. Memiliki pojok 7. Lingkungan yang memenuhi
UKS sekolah bebas 5. Ada tempat syarat kesehatan
8. Melakukan 3M jentik sampah di
Plus , 1 kali 8. Jarak papan tulis tiap kelas 5. Sampah langsung
seminggu dengan bangku danntempat diangkut
terdepan 2,5 penampungan dan dibuang
melaksanakan sampah akhir di ke tempat
pembinaan sekolah pembuangan
sekolah kawasan sampah di luar
bebas asap 6. Ada jamban/WC sekolah.
rokok, bebas siswa dan guru
narkoba dan yang memenuhi 6. Ratio
miras syarat kesehatan WC : siswa
dan kebersihan 1 : 20

7. Ada halaman 7. Saluran
yang cukup luas pembuangan air
untuk upacara tertutup
dan berolahraga
8. Ada pagar yang
8. Ada pagar yang aman dan indah
aman
9. Ada taman/
9. Memiliki ruang kebun
UKS tersendiri sekolah yang
dengan dimanfaatkan
peralatan yang dan diberi label
lengkap (untuk sarana
belajar) dan
10. Terciptanya pengolahan hasil
sekolah kawasan kebun sekolah.
bebas asap
rokok,bebas 10. Ruang kelas
narkoba dan memenuhi syarat
miras kesehatan
(ventilasi dan
pencahayaan
cukup)

11. Ratio kepadatan
siswa 1 : 1,5/1,75
m2

12. Memiliki ruang
dan peralatan
UKS yang ideal.

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M 79

3. Strata Program UKS pada Jenjang SMP/MTs

PROGRAM MINIMAL STANDAR OPTIMAL PARIPURNA
PENDIDIKAN
KESEHATAN 1. Pendidikan 1. Dipenuhinya 1. Dipenuhinya strata 1. Dipenuhinya
jasmani strata minimal standar strata optimal
dilaksanakan
secara kurikuler 2. Pendidikan 2. Pendidikan 2. Memiliki guru
jasmani dan kesehatan pembina UKS
2. Pendidikan kesehatan terintegrasi pada terlatih dengan
kesehatan dilaksanakan mata pelajaran lain jumlah memadai
dilakukan secara secara ekstra
kurikuler kurier 3. Dilakukan tes 3. Adanya program
kesegaran jasmani kemitraan
3. Guru membuat 3. Memiliki guru pendidikan
rencana mata pelajaran 4. Memiliki guru kesehatan
pembelajaran Pendidikan pembina UKS dengan
pendidikan Jasmani dengan instansi terkait
kesehatan ratio 1 : 24 jpl 5. Evaluasi pendidikan (Puskesmas,
dalam seminggu kesehatan Kepolisian, PMI
4. Adanya buku , PPL Pertanian
pegangan guru 4. Memiliki media 6. Adanya peran dan lain-lain)
dan bacaan pendidikan aktif “pendidikan
tentang kesehatan sebaya/”konselor
pendidikan (poster dll) sebaya” dalam
kesehatan Pendidikan
5. Memiliki Guru Kecakapan Hidup
BK/BP Sehat (PKHS)

6. Dilakukan 7. Adanya pendidikan
pengukuran kesehatan remaja
dan pencatatan (a.l. Kespro dan
kesegaran nafza) yang
jasmani diintegrasikan
ke dalam mata
7. Adanya pelajaran.
pendidikan
kesehatan
remaja (kespro
dan nafza ) dalam
ekstrakurikuler

PELAYANAN 1. Dilaksanakannya 1. Dipenuhinya 1. Dipenuhinya strata 1. Dipenuhinya
KESEHATAN penyuluhan strata minimal standar strata optimal
kesehatan
2. Pemeriksaan 2. Dana sehat/dana 2. Adanya kegiatan
2. Dilaksanakannya kesehatan UKS Forkom/diskusi
imunisasi berkala tiap 6 kelompok
bulan (termasuk 3. Jumlah KKR sudah terarah dari
3. Penyuluhan TB,BB) dilatih < 10 % “pendidik sebaya
kesehatan gigi “/” konselor
dan sikat gigi 3. Pencatatan hasil 4. Konseling sebaya “
masal minimal pemeriksaan kesehatan remaja
kelas 1,2,3 SD kesehatan & oleh “pendidik 3. Jumlah KKR
(UKGS tahap I) pengukuran TB, sebaya”/”konselor sudah dilatih <
BB pada buku/ sebaya “ 10 %
KMS

4. Ada rujukan bila
diperlukan

5. Ada Kader
Kesehatan
Remaja (KKR)
yang terlatih

6. Pelayanan
konseling
kesehatan
remaja.

7. Adanya
pengawasan
penjaja makanan
di sekitar
sekolah.

80 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M

PROGRAM MINIMAL STANDAR OPTIMAL PARIPURNA
PEMBINAAN
1. Ada air bersih 1. Memenuhi strata 1. Memenuhi strata 1. Memenuhi strata
2. Ada tempat cuci minimal standar optimal

tangan 2. Adanya 2. Ada tempat cuci 2. Ada menu gizi
3. Ada WC/jamban pengawasan tangan di beberapa seimbang di
kantin/warung tempat dengan air kantin/warung
yang berfungsi sekolah secara mengalir /kran dan sekolah, dan
4. Ada tempat rutin. dilengkapi sabun petugas kantin/
warung sekolah
sampah 3. Memiliki pagar 3. Ada tempat cuci yang terlatih
5. Ada saluran aman peralatan masak/
makan 3. Ada air bersih
pembuangan 4. Ada penghijauan/ yang memenuhi
air kotor yang perindangan 4. Petugas kantin/ syarat kesehatan
berfungsi dengan warung sekolah
baik 5. Memiliki ruang bersih dan sehat. 4. Sampah langsung
6. Ada halaman/ konseling diangkut
pekarangan/ 5. Ada tempat sampah dan dibuang
lapangan 6. Memiliki ruang di tiap kelas ke tempat
7. Memiliki pojok UKS dengan pembuangan
UKS peralatan 6. Ada tempat sampah di luar
8. Melakukan sederhana penampungan sekolah/umum
3M Plus, 1 kali sampah akhir di
seminggu 7. Lingkungan sekolah 5. Ratio WC : siswa
sekolah bebas 1 : 20
jentik 7. Ada jamban/WC
siswa dan guru 6. Saluran
8. Melaksanakan yang memenuhi pembuangan air
pembinaan syarat kesehatan tertutup
sekolah bebas dan kebersihan
asap rokok, 7. Ruang kelas
bebas narkoba 8. Ada halaman yang memenuhi syarat
dan miras cukup luas untuk kesehatan
upacara dan berolah (ventilasi dan
9. Jarak papan tulis raga pencahayaan
dengan bangku cukup)
terdepan 2,5 m 9. Ada taman/kebun
sekolah/toga 8. Ada taman /
kebun sekolah
10. Memiliki ruang UKS yang dima nfaat
tersendiri dengan kan dan diberi
peralatan yang label (untuk
lengkap sarana belajar)
dan pengolahan
11. Terciptanya sekolah hasil kebun
kawasan bebas sekolah.
asap rokok, bebas
narkoba dan miras. 9. Ratio kepadatan
siswa
1 : 1,5/1,75 m2

10. Memiliki ruang
dan peralatan
UKS yang ideal.

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M 81

4. Strata Program UKS pada Jenjang SMA/SMK/MA

PROGRAM MINIMAL STANDAR OPTIMAL PARIPURNA
PENDIDIKAN
KESEHATAN 1. Pendidikan 1. Dipenuhinya 1. Dipenuhinya 1. Dipenuhinya strata
jasmani strata minimal strata standar optimal
dilaksanakan
secara kurikuler 2. Pendidikan 2. Pendidikan 2. Memiliki guru pembina
jasmani & kesehatan UKS terlatih dengan
2. Pendidikan kesehatan terintegrasi pada jumlah memadai
kesehatan dilaksanakan mata pelajaran
dilakukan secara secara ekstra lain 3. Adanya program
kurikuler kurikuler kemitraan pendidikan
3. Dilakukan tes kesehatan dengan
3. Guru membuat 3. Memiliki guru kesegaran instansi terkait
rencana mata pelajaran jasmani (Puskesmas,
pembelajaran pendidikan Kepolisian, PMI , PPL
pendidikan jasmani dengan 4. Memiliki guru Pertanian dan lain-lain)
kesehatan ratio 1 : 24 jpl pembina UKS
dalam seminggu
4. Adanya buku 5. Evaluasi
pegangan 4. Memiliki media Pendidikan
guru dan pend. Kes kesehatan
bacaan tentang (poster dll)
pendidikan 6. Adanya pendi
kesehatan 5. Memiliki Guru kesehatan
BK/BP remaja (a.l.
Kespro dan
6. Dilakukan nafza) yang
pengukuran diintegrasikan
dan pencatatan
kesegaran
jasmani

PELAYANAN 1. Dilaksanakannya 1. Dipenuhinya 1. Dipenuhinya 1. Dipenuhinya strata
KESEHATAN penyuluhan strata minimal strata standar optimal
kesehatan
2. Pemeriksaan 2. Dana sehat/ 2. Adanya kegiatan
2. Dilaksanakannya kesehatan dana UKS Forkom/diskusi
imunisasi berkala tiap 6 kelompok terarah dari
bulan (termasuk 3. Jumlah KKR “pendidik sebaya “/
3. Penyuluhan TB, BB) sudah dilatih < ” konselor sebaya “
kesehatan gigi 10 %
dan sikat gigi 3. Pencatatan hasil 3. Jumlah KKR suda
masal pemeriksaan dilatih _< 10 %
keseha tan
& Pengukuran
TB,BB pada
KMS.

4. Ada rujukan bila
diperlukan

5. Ada Kader
Kesehatan
Remaja (KKR)
yang terlatih

6. Pelayanan
konseling
kesehatan
remaja.

7. Adanya
pengawasan
kantin warung
sekolah secara
rutin

8. Adanya
pengawasan
penjaja makanan
di sekitar
sekolah.

82 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M

PROGRAM MINIMAL STANDAR OPTIMAL PARIPURNA
PEMBINAAN
1. Ada air bersih 1. Memenuhi strata 1. Memenuhi strata 1. Memenuhi strata
2. Ada tempat cuci minimal standar optimal

tangan 2. Memiliki pagar 2. Ada tempat 2. Ada kantin dengan
3. Ada WC/jamban aman cuci tangan di menu gizi seimbang
beberapa tempat ,dan petugas kantin
yang berfungsi 3. Ada dengan air yang terlatih
4. Ada tempat penghijauan/ mengalir/kran
perindangan dan dilengkapi 3. Ada air bersih yang
sampah sabun memenuhi syarat
5. Ada saluran 4. Memiliki ruang kesehatan
konseling 3. Ada kantin dan
pembuangan tempat cuci 4. Sampah langsung
air kotor yang 5. Memiliki ruang peralata masak/ diangkut dan
berfungsi dengan UKS dengan makan dibuang ke tempat
baik peralatan pembuangan
6. Ada halaman/ sederhana 4. Petugas kantin/ sampahdi luar
pekarangan/ wrung sekolah sekolah/umum
lapangan 6. Lingkungan bersih dan sehat.
7. Memiliki pojok sekolah bebas 5. Ratio WC : siswa 1: 20
UKS jentik 5. Ada tempat 6. Saluran pembuangan
8. Melakukan 3M sampah di tiap
Plus, 1 kali 7. Melaksanakan kelas air tertutup
seminggu pembinaan 7. Ada taman/kebun
sekolah bebas 6. Ada tempat
asap rokok, penampungan sekolah yang
bebas narkoba sampah akhir di dimanfaatkan dan
dan miras sekolah diberi label (untuk
sarana belajar) dan
8. Jarak papan tulis 7. Ada jamban/WC pengo lahan hasil
dengan bangku siswa dan guru kebun sekolah.
terdepan 2,5 m yang memenuhi 8. Ruang kelas
syarat kesehatan memenuhi syarat
dan kebersihan kesehatan (ventilasi
dan pencahayaan
8. Ada halaman cukup)
yang cukup luas 9. Ratio kepadatan
untuk upacara siswa
dan berolahraga 1 : 1,5/1,75 m2
10. Memiliki ruang dan
9. Ada taman/ peralatan UKS yang
kebun sekolah/ ideal.
toga

10. Memiliki ruang
UKS tersendiri
dengan peralatan
yang lengkap

11. Terciptanya
sekolah kawasan
bebas asap
rokok, bebas
narkoba dan
miras

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M 83

5. Catatan Kate­g­ ori Ruang UKS

PERALATAN SEDERHANA PERALATAN LENGKAP PERALATAN IDEAL

1. Tempat tidur 1. Tempat tidur 1. Tempat tidur
2. Timbangan berat badan, alat 2. Timbangan berat badan, alat 2. Timbangan berat badan, alat

ukur tinggi badan, snellen chart ukur tinggi badan, snellen chart ukur tinggi badan, snellen chart
3. Kotak P3K dan obat-obat 3. Kotak P3K dan obat-obat 3. Kotak P3K dan obat-obat

(betadin, oralit, parasetamol) (betadin, oralit, parasetamol) (betadin, oralit, parasetamol)
4. Lemari obat, buku rujukan, 4. Lemari obat, buku rujukan,

KMS, Poster-poster,struktur KMS, Poster-poster,struktur
organisasi, jadwal piket, organisasi, jadwal piket,
tempat cuci tangan/westafel, tempat cuci tangan/wastafel,
data angka kesakitan murid data angka kesakitan murid
5. Peralatan gigi, unit gigi
6. Contoh model organ tubuh,
rangka/torso dll

84 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M

Lampiran 2 INSTRUMEN PENILAIAN
FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN SEHAT DI SEKOLAH

Nama Sekolah :
Alamat :
No. Telepon :
Status lingkungan sehat : Sangat Baik/Baik/Cukup/Buruk/Sangat Buruk *)

No. Faktor Risiko Kondisi Keterangan
1 Atap dan Talang
Tidak Berpotensi Berpotensi
Kemiringan cukup dan tidak ada Memenuhi syarat
genangan air, tidak bocor, tidak kotor Tidak memenuhi
2 Dinding syarat

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M a. Bersih, kuat, tidak retak,tidak pecah Minimal Bila hanya satu
b. Permukaan yang selalu kontak memenuhi aspek aspek saja atau
(a) dan salah satu lebih dari satu
dengan air harus kedap air aspek (b)/(c)/(d) aspek tanpa
c. Permukaan bagian dalam mudah aspek (a)

dibersihkan
d. Berwarna terang

85

86 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M No. Faktor Risiko Kondisi Keterangan
3 Lantai
Tidak Berpotensi Berpotensi Untuk bangunan yang
tidak memerlukan
Minimal Bila hanya tangga dikatagorikan
memenuhi memenuhi 1 memenuhi semua
aspek (a) dan aspek saja atau aspek
salah satu lebih satu aspek
aspek (b)/(c) tanpa aspek (a)

a. Bersih Semua aspek Tidak ada salah
b. Kedap air terpenuhi satu aspek
c. Tidak licin atau lebih tidak
4 Tangga terpenuhi

a. Lebar anak tangga minimal 30 Cm

b. Tinggi anak tangga maksimal 20 Cm

c. Ada pegangan tangan

d. Lebar tangga minimal 150 Cm

5 Pencahayaan Ruang Kelas Memenuhi Tidak memenuhi
syarat
Dapat membaca dengan jelas tanpa syarat
Tidak memenuhi
bantuan cahaya buatan pada siang hari syarat

6 Pencahayaan Ruang Perpustakaan Memenuhi
syarat

Dapat membaca dengan jelas tanpa
bantuan cahaya buatan pada siang hari

No. Faktor Risiko Kondisi Keterangan
Untuk sekolah
7 Pencahayaan Ruang Laboratorium Tidak Berpotensi Berpotensi yang tidak ada
Memenuhi Tidak memenuhi ruang laboratorium
Dapat membaca dengan jelas tanpa syarat syarat dikatagorikan
bantuan cahaya buatan pada siang hari memenuhi syarat
Memenuhi Tidak memenuhi
8 Ventilasi syarat syarat Untuk TK/RA
dikatagorikan
Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M a. 80% ruang kelas yang tidak Memenuhi Tidak memenuhi memenuhi syarat
menggunakan AC mempunyai luas syarat syarat karena susunan tempat
ventilasi minimal 20% luas lantai Memenuhi Tidak memenuhi duduk non klasikal
syarat syarat Untuk TK/RA
atau dikatagorikan
b. 80% ruang kelas yang menggunakan memenuhi syarat
karena susunan tempat
AC mempunyai jendela dan tidak bau duduk non klasikal
apek
9 Kepadatan kelas

Setiap murid mendapat ruang seluas
minimal 1,75 M2
10 Jarak papan tulis dengan bangku paling
depan minimal 2,5 M

11 Jarak papan tulis dengan bangku paling Memenuhi Tidak memenuhi
belakang maksimal 9 M syarat syarat

87

88 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M No. Faktor Risiko Kondisi Keterangan

12 Sarana cuci tangan Tidak Berpotensi Berpotensi
Terpenuhi semua Salah satu aspek
a. Tersedia minimal 1 sarana untuk 1 aspek atau lebih tidak
kelas terpenuhi

b. Tersedia sabun Memenuhi syarat Tidak memenuhi
c. Tersedian air bersih mengalir Terpenuhi semua syarat
13 Kebisingan aspek Salah satu aspek
atau lebih tidak
Tidaka ada keluhan kebisingan terpenuhi
14 Air bersih
Terpenuhi semua Salah satu aspek
a. Tersedia dan cukup untuk kebutuhan aspek atau lebih tidak
sekolah memenuhi syarat

b. Kualitas fisik; jernih, tidak berwarna,
tidak ada rasa dan bau

15 Kamar mandi

a. Bersih, tidak berbau
b. Ventilasi minimal 20% luas lantai
c. Penerangan cukup
d. Lantai tidak licin dan bersih
e. Tidak ditemukan jentik atau nyamuk

No. Faktor Risiko Kondisi Keterangan
16 WC/Urinoar
Tidak Berpotensi Berpotensi
Terpenuhi semua Salah satu aspek
aspek atau lebih tidak
memenuhi syarat

a. Jumlah sarana minimal 1:25 untuk Terpenuhi semua Salah satu aspek
perempuan dan 1:40 untuk laki-laki aspek atau lebih tidak
memenuhi syarat
b. Bersih, tidak berbau
c. Ventilasi minimal 20% luas lantai
d. Penerangan cukup
e. Lantai tidak licin dan bersih
f. Tersedia air bersih dan sabun
g. Tidak ditemukan jentik atau nyamuk
17 Sampah

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M a. Minimal 80% dari seluruh ruangan Terpenuhi semua Salah satu aspek
tersedia tempat sampah aspek atau lebih tidak
memenuhi syarat
b. Tersedia tempat pembuangan
sampah sementara

18 Saluran pembuangan air limbah

a. Air limbah mengalir dengan lancer

b. Saluran air limbah tertutup

c. Ada penampungan air limbah tertutup
atau dialirkan ke saluran air limbah
umum

89

90 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M No. Faktor Risiko Kondisi Keterangan
19 Vektor Untuk TK/RA
Tidak Berpotensi Berpotensi tidak ada kantin,
Memenuhi syarat Tidak memenuhi dikatagorikan
syarat terpenuhi semua
aspek
Tidak ditemukan vector (lalat, jentik Terpenuhi semua Salah satu aspek
nyamuk, kecoa, tikus, dll) aspek atau lebih tidak
20 Kantin Sekolah memenuhi syarat

a. Penyajian makanan tertutup

b. Tersedian sarana cuci peralatan
dengan air bersih yang cukup dan
sabun

c. Tersedia sarana cuci tangan dengan
air mengalir dan sabun

d. Tersedia tempat terpisah untuk
penyimpanan bahan makan dan
makanan jadi/matang

e. Kondisi kantin bersih

f. Peralatan makan/minum bersih

g. Penjamah makanan tidak mengidap
penyakit menular (hepatitis, kulit,
tipoid, diare, dll)

h. Penjamah makanan berkuku pendek
dan bersih, pakaian bersih dan rapi
serta memakai celemek

No. Faktor Risiko Tidak Berpotensi Kondisi Keterangan
21 Halaman sekolah Terpenuhi semua
aspek Berpotensi
Salah satu aspek
atau lebih tidak
memenuhi syarat

a. Tidak banyak debu
b. Ada penghijauan dan tertata rapi

c. Tidak ada genangan air Memenuhi syarat Tidak memenuhi
d. Tidak ada sampah berserakan Terpenuhi semua syarat
22 Meja belajar aspek Salah satu aspek
atau lebih tidak
Kemiringan meja 15% (10o) memenuhi syarat
23 Perilaku

a. Tidak ada orang merokok di
lingkungan sekolah

b. 80% kuku para peserta didik pendek
dan bersih

Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M c. Terbiasa membuang sampah pada
tempatnya (terlihat tidak ada sampah
berserakan)

d. Siswa terlihat mencuci tangan
sebelum masuk kelas

JUMLAH TANDA ( √ ) ….. …..
…..
% …..

Keterangan: Pelaksana .…………., ………………..…20..
*) Coret yang tidak sesuai Pelaksana,
91 Status Lingkungan Sehat dengan kategori sebagai
berikut: ………………………
• Sangat Baik, bila mencapai angka 80%-100%
• Baik, bila mencapai angka 60%-79%
• Cukup, bila mencapai angka 40%-59%
• Buruk, bila mencapai angka 20%-39%
• Sangat Buruk, bila mencapai angka 0-19%

92 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M Lampiran 3

CHECKLIST PEMANTAUAN

Nama Sekolah/ Madrasah :
Alamat :
Status Lingkungan Sehat saat ini : Sangat Baik/Baik/Cukup/Buruk/Sangat Buruk *)

No Uraian Status

Ya Tidak Keterangan

1 Apakah dilakukan penilaian faktor risiko lingkungan
sehat dengan menggunakan Form. Lampiran 1

2 Apakah dibuat rencana kegiatan untuk mengatasi
masalah atau peningkatan kualitas lingkungan

3 Apakah realisasi kegiatan tercapai sesuai dengan Sebutkan yang belum
rencana tercapai & kendalanya

4 Apakah laporan sudah disampaikan ke pihak yang ……………………., …………………20..
berkepentingan Pelaksana,



…………………………………..

Lampiran 4

LAPORAN KONDISI KESEHATAN LINGKUNGAN
Semester : ……./ Tahun ………..

Nama Sekolah/ Madrasah :
Alamat :
No. Telepon :
Status Lingkungan Sehat Saat Ini : Sangat Baik/Baik/Cukup/Buruk/Sangat Buruk *)

No Faktor Risiko Upaya mengatasi masalah/ Target Biaya Penanggung
peningkatan kualitas lingkungan waktu Jawab
1
Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M 2
3
4
5
dst

………………., …………………20..
Kepala Sekolah,

93 …………………………………..

Lampiran 5

Pengertian Logo UKS/M

Pada tanggal 4 Juli 1985 Logo UKS diciptakan oleh Sekretariat Tim Pembina
UKS Pusat. Pada tanggal 23 Juli 1985 Rapat Tim Pembina UKS Pusat telah
menyetujui dan disepakati untuk dipakai sebagai logo UKS. Pada Rapat
Kerja Nasional II Tim Pembina UKS seluruh Indonesia tahun 1991 di Batu,
Jawa Timur, Logo UKS disetujui dan disahkan menjadi Logo UKS Nasional.
1. Bentuk Logo

Logo Tim pembina UKS,terdiri atas segitiga sama sisi.Di dalam segitiga
tersebut terdapat sebuah lingkaran yang menyinggung ketiga segitiga
itu. Dalam lingkaran tertulis UKS (singkatan dari Usaha Kesehatan
Sekolah). Yang di tulis mendatar dan vertikal dengan huruf K terletak di
tengah-tengah.
2. Arti Logo
a. Segitiga sama sisi melambangkan lingkaran yang mempengaruhi

pertumbuhan dan perkembangan seorang anak yaitu lingkungan
keluarga, sekolah dan masyarakat. Di samping itu, segitiga juga
sekaligus melambangkan Trias UKS yaitu pendidikan kesehatan,
pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah
sehat.

94 Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS/M


Click to View FlipBook Version