38 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan praktik kerja lapangan yang telah dilakukan selama lebih kurang 30 hari di Apotek Kimia Farma yang beralamat di jalan Sudirman No maka dapat disimpulkan bahwa : a. Sistem pengelolaan obat yang dilakukan di Apotek Kimia Farma 229 dimana pengelolaan tersebut telah sesuai yang meliputi perencanaan, pengadaan/permintaan, pengendalian, pencatatan serta pelaporan. b. Sistem pengadaan obat di Apotek Kimia Farma 229 dilakukan dalam 2 kali dalam sebulan untuk sistem pengadaan rutin c. Penyimpanan obat di lemari obat telah tersusun secara alfabetis, secara farmakologi dan sistem FEFO&FIFO d. Masuk dan keluarnya obat dari lemari penyimpanan obat sudah langsung tercatat dan terkomputerisasi setiap harinya kecuali obat-obatan golongan narkotika masih secara manual menggunakan kartu stok. e. Pelayanan obat dilakukan di apotek yang dipegang oleh Apoteker atau TTK yang bertugas Dan pemberian obat kepada pasien berdasarkan resep dan diberikan dalam obat jadi dan obat racikan, dikemas dalam plastik obat dengan etiket dan pemberian informasi yang jelas mengenai aturan pemakaian obat
39 5.2 Saran Berdasarkan pengalaman magang di Apotek Kimia Farma 229 Pekanbaru, saya memiliki beberapa saran yang dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan apotek, antara lain: a. Melaksanakan pelayanan dengan menggunakan nomor antrian untuk meninjau kesalahan penyerahan obat b. Ruangan gudang obat sebaiknya sedikit di perlebar lagi agar nantinya dapat meninjau semua barang dan sedikit tersusun rapi. c. Sebaiknya untuk ruangan konseling obat dibuatkan ruangan tersendiri agar nantinya tidak bercampur dengan pasien lainya. d. Untuk tempat penyerahan obat dan penerimaan obat sebaiknya di pisahkan sedikit jaraknya agar tidak tergabung menjadi satu di dalam konter.
40 DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2011. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 889/Menkes/per IV/2011 Tentang Registrasi, Izin Praktik dan Izin Bekerja Tenaga Kefarmasian. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta Anonim.2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta Anonim.2009. Peraturan Pemerintah Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan kefarmasian. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta Anonim. 2014. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Pekerjaan Kefarmasian. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta
41 LAMPIRAN Lampiran 1. Denah Ruangan Apotek Kimia Farma 229 Gambar 7. Denah Ruangan Apotek Kimia Farma 229
42 Lampiran 2. Etiket Apotek Kimia Farma 229 Gambar 8. Etiket Apotek Kimia Farma 229 Lampiran 3. Lembar Copy Resep Apotek Kimia Farma 229 Gambar 9. Lembar Copy Resep Apotek Kimia Farma 229
43 Lampiran 4. Plastik klip Apotek Kimia Farma 229 Gambar 10. Plastik klip Apotek Kimia Farma 229 Lampiran 5. Lembar Bon Lunas Apotek Kimia Farma 229 Gambar 11. Lembar Bon Lunas Apotek Kimia Farma 229
44 Lampiran 6. Faktur dan Surat Pesanan Gambar 12. Faktur dan Surat Pesanan
45 Lampiran 7. Tampak Depan dan Letak Penyimpanan Obat Apotek Kimia Farma 229 Gambar 13. Gedung dan Letak Penyimpanan Obat Apotek Kimia Farma 229