Habib
Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab
Lc., M.A., DPMSS.
Nama asal مح ّمد رزق شهاب
Lahir Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab
24 Agustus 1965 (umur 55)
Petamburan, Tanah Abang, Jakarta
Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Kebangsaan Indonesia
Nama lain Habib Rizieq
Almamater Universitas Raja Saud
Universitas Islam Internasional Malaysia
Universitas Malaya
Universitas Sains Islam Malaysia
Dikenal Front Pembela Islam
atas
Suami/istri Syarifah Fadhlun Yahya
Anak Rufaidah, Humaira, Zulfa, Najwa, Mumtaz,
Fairuz, Zahra
Orang tua Hussein Shihab (Ayah)
Sidah Alatas (Ibu)
Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab, Lc., M.A., DPMSS. (bahasa Arab: ررررر ررر
;ررررTransliterasi: Muḥammad Rizq Šihāb; pengucapan bahasa Arab: [(ʔ)mʊˈħæmmæd rizq ʃihaːb])
atau yang lebih akrab disapa Habib Rizieq (lahir di Jakarta, 24 Agustus 1965; umur 55 tahun)[1] adalah
seorang tokoh Islam Indonesia yang dikenal sebagai pendiri dan pimpinan organisasi Front Pembela
Islam.[2]
Biografi
Kehidupan Awal
Ayah Habib Rizieq, Habib Hussein bin Muhammad Shihab (berkopiah hitam) bersama Habib Ali bin
Husein al-Attas (kiri), Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi (tengah), dan Habib Muhammad bin Ali al-
Habsyi (kanan) saat menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad di Kwitang, Senen, Jakarta Pusat sekitar
tahun 1950.
Habib Rizieq adalah anak kelima dari lima bersaudara[1]. Ia lahir di Jakarta pada tanggal 24
Agustus 1965 dari pasangan Habib Hussein bin Muhammad Shihab dan Syarifah Sidah Alatas[3]. Kedua
orangtuanya merupakan orang Betawi keturunan Hadhrami[4]. Ayahnya, Habib Husein bin Muhammad
bin Husein bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Shaikh bin Muhammad Shihab (lahir
sekitar 1920)[5] adalah salah seorang pendiri Gerakan Pandu Arab Indonesia yang didirikan bersama
teman-temannya pada tahun 1937[6]. Pandu Arab Indonesia adalah sebuah
perkumpulan kepanduan yang didirikan oleh orang Indonesia berketurunan Arab yang berada di Jakarta,
yang selanjutnya berganti nama menjadi Pandu Islam Indonesia (PII)[4]. Ayahnya wafat pada tahun 1966
saat Rizieq berusia 11 bulan, sehingga sejak saat itu ia hanya diasuh oleh ibunya, Syarifah Sidah, dan
tidak dididik di pesantren. Baru setelah berusia empat tahun ia mulai rajin mengaji di masjid-masjid
dekat rumahnya. Sebagai orang tua tunggal, ibunya yang bekerja sebagai penjahit pakaian dan perias
pengantin juga sangat memperhatikan pendidikan Rizieq serta membimbingnya dengan pendidikan
agama.
Rizieq adalah seorang Habib atau Sayyid dengan klan Shihab (merujuk pada Shihabuddin Aal bin Syech)
yang silsilahnya dapat ditelusuri sampai kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib melalui Imam Ahmad al-
Muhajir. Sementara itu, istrinya yang bernama Syarifah Fadhlun juga merupakan
keluarga Sayyid dari klan Aal bin Yahya.[5]
Pendidikan
Setelah lulus sekolah dasar pada tahun 1975 di SDN 1 Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada
tahun 1976 Rizieq melanjutkan sekolah menengahnya ke SMP 40 Pejompongan, Jakarta Pusat. Namun
karena jarak sekolah dengan rumahnya di Petamburan terlalu jauh, ia kemudian dipindahkan ke sekolah
yang relatif lebih dekat dengan tempat tinggalnya, yaitu SMP Kristen Bethel Petamburan dan lulus tahun
1979[3]. Ia kemudian melanjutkan sekolahnya di SMA Negeri 4 Jakarta di Gambir, namun lulus dari SMA
Islamic Village Tangerang pada tahun 1982[4].
Pada tahun 1983, Rizieq mengambil kelas bahasa Arab di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan
Arab (LIPIA). Namun setelah satu tahun menempuh studi, ia mendapat tawaran beasiswa dari Organisasi
Kerjasama Islam (OKI) untuk kuliah di Arab Saudi[7]. Ia pun melanjutkan program sarjana jurusan Studi
Agama Islam (Fiqih dan Ushul Fiqh) ke Universitas Raja Saud yang ditempuhnya selama empat tahun.
Pada tahun 1990, Habib Rizieq dinyatakan lulus, lengkap dengan predikat Cum Laude[7].
Habib Rizieq sempat mengambil program pascasarjana di Universitas Islam Internasional
Malaysia selama satu tahun, setelah itu ia kembali ke Indonesia sebelum magisternya selesai karena
alasan biaya. Setelah beberapa tahun, akhirnya ia mampu melanjutkan pendidikannya di
bidang Syari'ah dan meraih gelar Master of Arts (M.A.) pada tahun 2008 di Universitas
Malaya[8] dengan tesis berjudul "Pengaruh Pancasila Terhadap Pelaksanaan Syariat Islam di
Indonesia".[9]
Pada tahun 2012, Habib Rizieq kembali ke Malaysia dan melanjutkan program pendidikan doktor dalam
program Dakwah dan Manajemen di Fakultas Kepemimpinan dan Pengurusan Universitas Sains Islam
Malaysia (USIM)[10]. Saat ini ia sedang menyelesaikan disertasinya yang berjudul " ررررر رررررر
( "ررر رررررر ررررررر ررر ررر ررررر ررررررررPerbedaan Asal dan Cabang
Ahlussunah Wal Jama'ah) di bawah pengawasan Prof. Dr. Kamaluddin Nurdin Marjuni dan Dr. Ahmed
Abdul Malek dari Nigeria.[11]
Kehidupan pribadi
Habib Rizieq Shihab menikah pada tanggal 11 September 1987 dengan Syarifah Fadhlun bin Yahya[4].
Dari pernikahannya tersebut Habib Rizieq dikaruniai seorang putra dan enam putri: Rufaidah Shihab,
Humaira Shihab, Zulfa Shihab, Najwa binti Rizieq Shihab, Mumtaz Shihab, Fairuz Shihab, dan Zahra
Shihab[12].
Aktivitas
Habib Rizieq ketika berdakwah
Pada tahun 1992 sebelum kembali ke Indonesia, Habib Rizieq bekerja sebagai guru SMA selama sekitar
satu tahun di Arab Saudi setelah menyelesaikan studi sarjananya di Universitas Raja Saud. Selain
memberikan ceramah agama, Sepulangnya ke tanah air Habib Rizieq juga menjadi kepala sekolah
Madrasah Aliyah di Jamiat Kheir sampai tahun 1996. Ketika dia sudah tidak lagi menjadi kepala sekolah,
dia masih aktif mengajar di sekolah sebagai guru Fiqih atau Ushul Fiqh[4]. Pengalaman organisasinya
dimulai saat ia menjadi anggota Jamiat Kheir. Ia pernah menjabat sebagai anggota Dewan Syariah di
BPRS At-Taqwa, Tangerang. Ia juga adalah ketua sejumlah Majelis Taklim Jabotabek[3].
Penghargaan
Pada tanggal 19 Maret 2009, Habib Rizieq dinobatkan oleh Sultan Sulu sebagai Mufti Agung Kesultanan
Sulu Darul Islam[27] dengan gelar Datu Paduka Maulana Syar'i Sulu disingkat DPMSS.[28
Karya
Buku
• Hancurkan Liberalisme, Tegakkan Syariat Islam, 2011.[38]
• Wawasan Kebangsaan Menuju NKRI Bersyariah, 2012.[39]
• Dialog FPI, Amar Ma'ruf Nahi Munkar[40]
Karya lain
• Kumpulan Shalawat yang disusun oleh Habib Muhammad Rizieq Shihab[12]