The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MINI BOOK FILSAFAT KOMUNIKASI
dalam buku ini berisi mengenai pembahasan ontologi media komunikasi serta dasar pertimbangan dan konsekuensi pemilihan media komunikasi.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by faiz Sholawat, 2023-07-13 12:02:32

PEMILIHAN MEDIA KOMUNIKASI BERDASARKAN PERTIMBANGAN DAN KONSEKUENSI DARI ONTOLOGI

MINI BOOK FILSAFAT KOMUNIKASI
dalam buku ini berisi mengenai pembahasan ontologi media komunikasi serta dasar pertimbangan dan konsekuensi pemilihan media komunikasi.

Keywords: Media komunikasi,ontologi,Filsafat Komunikasi

MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI ii PEMILIHAN MEDIA KOMUNIKASI BERDASARKAN PERTIMBANGAN DAN KONSEKUENSI DARI ONTOLOGI Penulis FAIS AKBAR DOSEN PENGAMPU ABU AMAR BUSTOMI, M.Si Editor FAIS AKBAR PRODI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS DAKWAH & KOMUNIKASI UNIVERSITA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA 2023


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI iii KATA PENGANTAR Puja dan puji syukur atas rahmat Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang yang telah memberi karunia kesehatan sehingga saya dapat menyusun minibook ini, tidak lupa sholawat serta salam kita curahkan kepada baginda Nabi besar Muhammad SAW yang telah diutus oleh Allah untuk memberikan petunjuk dan mengantar kan rahmat agar kita dapat menuju jalan yang benar. Saya Mahasiswa Ilmu Komunikasi dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya di Fakultas Dakwah & Komunikasi telah menyusun mini book “Filsafat Komunikasi” dengan judul “PEMILIHAN MEDIA KOMUNIKASI BERDASARKAN PERTIMBANGAN DAN KONSEKUENSI DARI ONTOLOGI”. Mini book ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi tugas dari dosen pengampu mata kuliah “Abu Amar Bustomi, M.Si “ serta memberikan hasil mini riset dari beberapa sumber dan menjadikan nya sebuah pemahaman yang dapat dipahami pembaca untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan tekait dunia komunikasi dan filsafat Mengenai Ontology Media Komunikasi, Dasar Pertimbangan Pemilihan Media Komunikasi beserta Konsekuensinya yang akan dihadapi dalam penerapan ilmu komunikasi. Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih terutama kepada dosen pengampu mata kuliah “Abu Amar Bustomi, M.Si” dan kepada para pembaca serta orang-orang terdekat yang selalu memberikan dukungan dan motivasi kepada saya dalam menyusun mini book ini dengan baik. Apabila terdapat kesalahan atau kurang memuaskan dalam penulisan mini book ini Saya selaku Penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya, karena manusia tidak luput dari yang Namanya kesalahan bisa dijadikan sebagai sebuah pembelajaran untuk meningkatkan inspirasi saya untuk berkarya. Surabaya, 09 Juli 2023 Penulis, Fais Akbar


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI iv DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.................................................................................................. iii DAFTAR ISI ................................................................................................................ iv BAB I : Pendahuluan .................................................................................................. 1 BAB II : Definisi Operasional Ontologi Media Komunikasi ...................................... 3 BAB III : Kontribusi Ontologi Media Komunikasi ................................................... 7 A. Kontribusi Ontologi Media Komunikasi Bagi Masyarakat Sekitar ..................... 7 B. Kontribusi Bagi Media Sosial Berdasarkan Filsafat Komunikasi......................... 8 BAB IV : Efek Yang Dihasilkan Media Komunikasi................................................. 11 BAB V : Faktor Dasar Pertimbangan Pemilihan Media Komunikasi ...................... 16 BAB VI : Konsenkuensi Dalam Pemilihan Media Komunikasi ................................ 22 PENUTUP .................................................................................................................... 26 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 27


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 1 BAB I PENDAHULUAN Seiring berkembangnya zaman kini kian makin pesat kehidupan yang kita jalani selalu terus mengalami perubahan. Dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam aspek sosial kini komunikasi semakin maju dan mempermudah komunikasi sehingga terjalinnya hubungan satu sama lain. Peran media komunikasi di era sekarang membawa efek bagi berlangsungnya kehidupan masyarakat. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, media komunikasi telah mengalami transformasi yang signifikan. Pemahaman yang mendalam tentang ontologi media komunikasi, dasar pertimbangan pemilihan media komunikasi, serta konsekuensinya menjadi sangat relevan dalam era digital ini. Dengan menyelidiki ontologi media komunikasi, dasar pertimbangan pemilihan media komunikasi, dan konsekuensinya, penjelasan mini book ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang peran media komunikasi dalam konteks digital. Pemahaman ini dapat membantu individu dan organisasi untuk mengambil keputusan yang tepat dalam memilih media komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan komunikasi mereka dan meminimalkan risiko konsekuensi negatif. Sehingga dapat menjawab rumusan masalah yang ada seperti Bagaimana Kontribusi Ontologi Media Komunikasi Bagi Masyarakat? Lalu Apa Yang Menjadi Faktor Adanya Sebuah Dasar Pertimbangan Pemilihan Media Komunikasi? serta Bagaimana Konsekuensi Yang Dihadapi Dalam Pemilihan Media Komunikasi. Dalam hal ini bertujuan mengharapkan dapat membuahkan sebuah hasil kesimpulan mengenai Ontologi Media Komunikasi, Dasar Pertimbangan Pemilihan Media Komunikasi & Konsekuensinya. Karena hal ini merupakan suatu hal yang penting dikarenakan komunikasi harus


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 2 didasari dengan pemikiran yang matang dan tidak terjadi dampak yang memberikan impact yang negatif. Ontologi Komunikasi diterapkan agar tersampaikan dengan baik kepada komunikan serta dapat digunakan sebagai kerangka kerja konseptual untuk memahami hubungan antara media komunikasi dan penggunaannya dalam berbagai konteks. Selain itu, diperlukan adanya dasar pertimbangan dalam pemilihan media komunikasi yang tepat yang dapat membantu berjalannya sebuah komunikasi secara efektif dan efisien. Dalam berkomunikasi kita harus memahami kondisi yang dapat mempengaruhi serta mengidentiifkasi faktor-faktor yang menjadi dasar pertimbangan dalam pemilihan media komunikasi, serta mengetahui bagaimana konsekuensi yang diakibatkan oleh pemilihan media komunikasi tertentu terhadap proses komunikasi, hubungan antarindividu, persepsi, dan pengaruh sosial yang akan ditimbulkan.


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 3 BAB II DEFINISI OPERASIONAL ONTOLOGI MEDIA KOMUNIKASI Filsafat adalah ibu dari segala ilmu. Maka, guna mendapatkan pemahaman mendasar, kembalilah kita kepada ibunya: filsafat. Sedangkan ontologi media komunikasi adalah cabang ilmu yang mempelajari aspek-aspek yang terkait dengan media komunikasi, termasuk karakteristik, fungsi, dan peran media dalam proses komunikasi. Filsafat komunikasi adalah sebuah disiplin ilmu dalam studi komunikasi yang mencakup aspek-aspek fundamental, teori, dan segala hal yang terkait dengan filsafat komunikasi. Menurut Profesor Onong Uchjana Effendy, Filsafat Komunikasi melibatkan pendekatan yang fundamental, sistematis, analitis, kritis, dan holistik dalam membahas teori. Dalam konteks ontologi komunikasi, berbagai teori dan pendekatan digunakan untuk memahami dan menjelaskan fenomena komunikasi, termasuk teori komunikasi interpersonal, teori komunikasi massa, teori komunikasi organisasi, dan teori komunikasi antarbudaya. Tujuannya adalah untuk mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang komunikasi sebagai praktik sosial yang kompleks dan dinamis. Oleh karenanya, Ontologi media komunikasi merupakan cabang ontologi yang mempelajari hakikat atau sifat-sifat esensial dari media komunikasi. Ontologi ini berusaha untuk memahami struktur, entitas, dan hubungan antara elemen-elemen dalam konteks media komunikasi


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 4 Filsafat komunikasi melibatkan beberapa pendekatan yang berbeda, salah satunya adalah Pendekatan Ontologi. Menurut Suparlan (2005), 1 ontologi merupakan kajian tentang makna "ada" dan "berada" melalui sifat-sifat dasar yang ada dalam bentuk yang paling abstrak. Ontologi merupakan teori yang membahas hakikat ilmu pengetahuan dan menyatakan bahwa hakikat tersebut adalah realitas yang utuh dan benar. Ontologi komunikasi mempertimbangkan peran komunikasi dalam membentuk persepsi dan pemahaman tentang dunia serta pengaruhnya terhadap interaksi sosial dan pembentukan identitas individu dan kelompok. Dalam konteks bahasa, makna ontologi dapat dijelaskan sebagai studi tentang eksistensi dan sifat dasar dari segala sesuatu yang ada. Istilah "ontologi" berasal dari bahasa Yunani, dengan "ontos" yang berarti "berada" atau "ada" dan "logos" yang berarti "stud atau ilmu.". Ontologi dalam bahasa umum merujuk pada cabang filsafat yang mempertanyakan asal-usul dan sifat dasar realitas Secara istilah, ontologi komunikasi mengacu pada upaya untuk memahami dan menggambarkan elemen-elemen yang mendasari komunikasi, seperti pesan, partisipan, saluran, konteks, tujuan, dan efeknya. Ontologi komunikasi juga melibatkan eksplorasi aspek-aspek seperti struktur komunikasi, proses komunikasi, peran dan relasi antarpartisipan, serta unsur-unsur penting lainnya yang mempengaruhi interaksi komunikatif Dalam konteks filsafat komunikasi, ontologi mempelajari materi dan objek formal ilmu pengetahuan, terutama yang bersifat empiris. Secara ontologis, ilmu komunikasi dipahami melalui objek material dan formal. Objek material diinterpretasikan sebagai level yang paling abstrak dalam pemahaman ontologis, sedangkan objek formal menganggap komunikasi sebagai sudut pandang yang menyediakan kerangka dimensi penelitian itu sendiri. 1 Suparlan Suhartono, “Filsafat Ilmu Pengetahuan,” Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2005.


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 5 Oleh karenanya Ontologi ini bertujuan untuk memahami elemen-elemen penting dalam media komunikasi, seperti pesan, pengirim, penerima, saluran komunikasi, dan konteks komunikasi. Melalui pemodelan ontologi, ontologi media komunikasi mencoba untuk membangun representasi formal yang sistematis dan komprehensif tentang media komunikasi. Ontologi dalam komunikasi mengacu pada studi tentang sifat keberadaan dan realitas. Epistemologi mengacu pada studi tentang pengetahuan dan bagaimana ia diperoleh, sedangkan aksiologi mengacu pada studi tentang nilai-nilai dan etika. Dalam konteks komunikasi, konsepkonsep filosofis ini digunakan untuk memahami sifat komunikasi, bagaimana hal itu dipelajari, dan implikasi etisnya. Dalam penerapan studi ontologi dalam komunikasi melibatkan pemahaman sifat komunikasi dan bagaimana hal itu terkait dengan aspek lain dari keberadaan. Epistemologi penting dalam komunikasi karena membantu kita memahami bagaimana pengetahuan diciptakan dan bagaimana pengetahuan digunakan dalam komunikasi. Aksiologi penting dalam komunikasi karena membantu kita memahami implikasi etis komunikasi dan bagaimana nilai-nilai dan etika mempengaruhi komunikasi. Singkatnya, ontologi, epistemologi, dan aksiologi adalah konsep filosofis penting dalam komunikasi yang membantu kita memahami sifat komunikasi, bagaimana hal itu dipelajari, dan implikasi etisnya.Dalam studi media komunikasi, konsep ontologi diterapkan untuk memahami sifat dan eksistensi media komunikasi. beberapa cara konsep ontologi diterapkan dalam studi media komunikasi adalah: A. Menjelaskan sifat media komunikasi dan bagaimana media tersebut berfungsi di dunia.


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 6 B. Menjelaskan objek studi dalam media komunikasi dan bagaimana media tersebut berinteraksi dengan lingkungan sosial dan psikologis. C. Menjelaskan bagaimana media komunikasi berkembang seiring waktu dan bagaimana media tersebut mempengaruhi interaksi manusia. D. Menjelaskan bagaimana media komunikasi berperan dalam konvergensi media dan bagaimana media tersebut memengaruhi konten, komputasi, dan komunikasi. E. Menjelaskan bagaimana media sosial mempengaruhi interaksi manusia dan bagaimana interaksi tersebut dapat dikaji dengan menggunakan pendekatan ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Dengan memahami konsep ontologi, para peneliti dan akademisi dapat mengembangkan teori dan model yang akurat dalam menjelaskan bagaimana media komunikasi bekerja dan mempengaruhi manusia. Selain itu, konsep ontologi juga membantu para peneliti untuk memahami bagaimana media komunikasi berinteraksi dengan lingkungan sosial dan psikologis, serta bagaimana media tersebut berkembang seiring waktu.


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 7 BAB III KONTRIBUSI ONTOLOGI MEDIA KOMUNIKASI A. KONTRIBUSI ONTOLOGI MEDIA KOMUNIKASI BAGI MASYARAKAT SEKITAR Ontologi media komunikasi membantu masyarakat memperluas pemahaman mereka tentang media komunikasi. Dengan memetakan entitas dan hubungan dalam media komunikasi, ontologi ini menyediakan kerangka kerja yang lebih konsisten dan terstruktur untuk memahami bagaimana media berfungsi dan berinteraksi dengan masyarakat. Oleh karena nya pemahaman terkait media komunikasi diperlukan karena semakin luas pengetahuan yang didapat maka semakin ringan pula dan dipermudah baik menyampaikan maupun menerima informasi. Ontologi media komunikasi berperan penting dalam pengembangan teknologi komunikasi baru. Dengan memahami struktur dan hubungan dalam media komunikasi, ontologi ini dapat membantu dalam merancang sistem komunikasi yang lebih efektif dan efisien . Dengan ini masyarakat bisa menerapkan kemudahan yang ada menggunakan hasil analisis serta pemikiran nalar yang ilmiah,Hal ini dapat berdampak positif pada perkembangan teknologi seperti media sosial, aplikasi berbasis web, atau platform komunikasi lainnya. Ontologi media komunikasi juga memberikan kerangka kerja yang konsisten dan terstruktur untuk penelitian dan studi media komunikasi. Peneliti dapat menggunakan ontologi ini sebagai acuan dalam mengidentifikasi entitas dan hubungan yang relevan, serta menganalisis interaksi antara media komunikasi dengan masyarakat. Ini membantu dalam memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang peran media dalam membentuk persepsi, perilaku, dan dinamika sosial.


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 8 Ontologi media komunikasi dapat membantu masyarakat memahami dampak media komunikasi secara lebih komprehensif. Dengan mempelajari entitas dan hubungan dalam media, ontologi ini memungkinkan kita untuk memahami bagaimana media mempengaruhi pandangan dunia, identitas individu, interaksi sosial, dan proses komunikasi secara keseluruhan. Media komunikasi juga memiliki dampak selain memberikan sebuah kemudahan bagi masyarakat. Dalam ontologi media komunikasi harus diterapkan atau digunakan sesuai dengan nilai positif. Dalam ontologi yang dihasilkan media komunikasi menjadi alasan atau sebab apakah media komunikasi dapat mempermudah interaksi suatu masyarakat. Dari penjelasan diatas kontribusi ontologi sangat berperan bagi komunikasi dan memiliki landasan pengetahuan yang sehingga dapat dipertanggung jawabkan terkait media komunikasi yang sudah diteliti, B. KONTRIBUSI BAGI MEDIA SOSIAL BERDASARKAN FILSAFAT KOMUNIKASI Perkembangan teknologi digital membawa perubahan dan kemajuan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Pada tahun 2021, masyarakat telah bertransformasi menjadi masyarakat digital yang aktif menggunakan berbagai teknologi dalam interaksi dan mendapatkan informasi. Salah satu aspek utamanya adalah media sosial yang berfungsi sebagai platform global untuk berinteraksi, berbagi pemikiran, informasi, dan komunikasi. Interaksi di media sosial juga memiliki dampak yang terlihat dalam kehidupan nyata. Misalnya, seseorang yang awalnya tidak saling kenal dapat berkomunikasi melalui media sosial, membangun hubungan yang positif, dan membawa dampak baik dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi di media sosial memudahkan penyelesaian masalah dengan adanya solusi yang disampaikan, memfasilitasi pemecahan masalah melalui problem solving yang baik, serta


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 9 memberikan dukungan. Contoh lain adalah situasi pandemi Covid-19, di mana para dosen memberikan tugas secara daring kepada mahasiswa dan menginstruksikan mereka untuk memposting tugas di media sosial. Interaksi tidak hanya terjadi di media sosial, tetapi juga melibatkan interaksi di dunia nyata. Melalui tugas yang dipublikasikan, audiens dapat memaknai informasi tersebut, memperoleh pengetahuan baru, memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesadaran terhadap isu yang relevan, dan menjadi bahan diskusi dalam pertemuan tatap muka. Dengan demikian Media sosial sebagai platform komunikasi memiliki dampak yang signifikan pada interaksi manusia. Dalam konteks pendekatan filsafat komunikasi, interaksi di media sosial dapat dianalisis dari berbagai perspektif filsafat yang relevan. Dalam ontologi, interaksi di media sosial dapat dipahami sebagai bagian dari realitas yang ada. Media sosial menjadi objek material yang memengaruhi cara kita berinteraksi dan mempengaruhi realitas sosial yang kita konstruksi. Dalam pendekatan ontologi, fokusnya adalah pada apa dan bagaimana pengetahuan mengenai interaksi di media sosial terkait dengan cara seseorang berinteraksi, mencari aktualisasi diri, eksistensi, dan aktivitas komunikasi yang dapat diukur sehingga dapat menghasilkan data yang dapat diolah, diinterpretasikan, dan digunakan untuk membuat kesimpulan. Secara ontologis, interaksi di media sosial adalah sebuah kegiatan yang memang terjadi (ada) dan dapat dibuktikan melalui analisis terhadap kegiatan yang terjadi di media sosial. Interaksi di media sosial memiliki beragam bentuk, mulai dari interaksi dua arah, satu arah, diskusi kelompok, hingga melibatkan jumlah massa yang besar. Interaksi ini terjadi karena manusia memiliki kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, dalam


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 10 menjalankan kegiatan sehari-hari, kita harus berkomunikasi dengan orang lain untuk bertukar informasi, pesan, dan argumentasi. Dalam pendekatan ontologi ini, interaksi di media sosial dianggap sebagai fenomena nyata yang dapat diamati dan dianalisis. Melalui analisis tersebut, kita dapat memperoleh pemahaman tentang interaksi yang terjadi di media sosial, termasuk tujuan, dampak, dan aspek-aspek lainnya yang terkait dengan kehidupan sosial dan komunikasi manusia.


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 11 BAB IV EFEK YANG DIHASILKAN MEDIA KOMUNIKASI Ontologi media komunikasi dapat mempengaruhi media komunikasi melalui pemahaman tentang hakikat dan karakteristik media tersebut. Ontologi mengacu pada studi tentang realitas yang ada dan sifat dasar dari objek atau fenomena yang diamati. Dalam konteks pemilihan media komunikasi, ontologi dapat membantu individu atau organisasi untuk memahami esensi dan karakteristik media yang tersedia. Setiap media komunikasi memiliki ciri khas, kelebihan, dan batasan yang berbeda, yang dapat memengaruhi interaksi, penyampaian pesan, dan pencapaian tujuan komunikasi. Pemahaman ontologi media komunikasi membantu dalam mengevaluasi fitur dan sifat dasar dari media tersebut. Misalnya, media sosial memiliki ontologi yang berbeda dengan televisi atau surat kabar. Media sosial menawarkan interaksi dua arah, partisipasi aktif pengguna, dan kemampuan untuk menyebarkan informasi secara luas, sementara televisi lebih bersifat satu arah dan terbatas dalam interaktivitas. Surat kabar, di sisi lain, menawarkan pengalaman membaca yang mendalam dan informasi yang lebih terperinci. Dengan memahami ontologi media komunikasi, individu atau organisasi dapat mengidentifikasi media yang sesuai dengan kebutuhan komunikasi mereka. Mereka dapat mempertimbangkan aspek seperti tingkat interaktivitas, jangkauan, kedalaman informasi, kecepatan, dan faktor lain yang relevan dengan komunikasi yang ingin mereka lakukan. Ontologi media komunikasi memiliki pengaruh yang signifikan dalam pemilihan media komunikasi. Berikut ini penjelasan lebih rinci mengenai pengaruhnya:


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 12 1. Pemahaman tentang karakteristik media: Ontologi media komunikasi membantu individu atau organisasi untuk memahami karakteristik unik dari setiap media. Misalnya, media sosial menawarkan interaksi dua arah dan partisipasi pengguna yang aktif, sementara televisi lebih bersifat satu arah dan memberikan pengalaman visual yang kuat. Dengan memahami karakteristik tersebut, individu atau organisasi dapat memilih media yang paling sesuai untuk mencapai tujuan komunikasi mereka. 2. Efektivitas komunikasi: Pemilihan media komunikasi yang tepat berdasarkan ontologi dapat mempengaruhi efektivitas komunikasi. Misalnya, jika tujuan komunikasi adalah untuk mencapai interaksi yang langsung dan responsif, maka media sosial atau telepon mungkin lebih efektif daripada media cetak yang hanya menyediakan informasi satu arah. Pemahaman tentang ontologi media membantu individu atau organisasi dalam memilih media yang dapat memfasilitasi komunikasi yang efektif dengan audiens mereka. 3. Keterjangkauan dan aksesibilitas: Ontologi media komunikasi juga mempengaruhi pemilihan media berdasarkan keterjangkauan dan aksesibilitasnya. Beberapa media mungkin lebih mudah diakses dan lebih terjangkau dibandingkan dengan yang lain. Misalnya, dengan perkembangan teknologi digital, akses ke media sosial menjadi lebih mudah dan lebih luas. Dalam hal ini, ontologi media membantu dalam mengevaluasi ketersediaan dan kemudahan akses terhadap media tertentu. 4. Tujuan komunikasi:


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 13 Ontologi media komunikasi juga mempengaruhi pemilihan media berdasarkan tujuan komunikasi yang ingin dicapai. Setiap media memiliki kekuatan dan kelemahan yang berbeda dalam mencapai tujuan tertentu. Misalnya, jika tujuan komunikasi adalah untuk menyampaikan informasi secara luas, maka media massa seperti televisi atau radio dapat menjadi pilihan yang lebih baik daripada media yang lebih terbatas dalam jangkauannya. 5. Perubahan teknologi dan tren media: Ontologi media komunikasi juga terkait dengan perkembangan teknologi dan tren media yang terus berubah. Dengan pemahaman ontologi yang baik, individu atau organisasi dapat mengikuti perkembangan terbaru dalam media komunikasi dan memilih media yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan saat ini. Dengan mempertimbangkan ontologi media komunikasi, individu atau organisasi dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam pemilihan media komunikasi yang sesuai dengan karakteristiknya, efektivitas komunikasi yang diinginkan, keterjangkauan, tujuan komunikasi, dan perubahan teknologi. Ontologi media komunikasi dapat memengaruhi pemilihan media komunikasi dengan membantu individu atau organisasi dalam memahami esensi dan karakteristik dari setiap media yang ada, sehingga mereka dapat memilih media yang paling sesuai untuk mencapai tujuan komunikasi mereka. Oleh karenanya efek pemilihan media komunikasi berdasarkan ontologi ini dapat Memperluas Pemahaman Tentang Media Komunikasi, Mendukung Pengembangan Teknologi Komunikasi, Memfasilitasi Penelitian Dan Studi Media Komunikasi, serta Meningkatkan Pemahaman Tentang Dampak Media Komunikasi.


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 14 Media komunikasi bagi kehidupan masyarakat sangatlah penting serta berpengaruh, sebab tanpa adanya komunikasi , para masyarakat akan kesulitan untuk saling berinteraksi. Mereka akan sulit untuk sekedar berkomunikasi dengan kerabat yang jauh. Adanya komunikasi memberikan banyak sekali kemudahan bagi masyarakat, sebab dengan begitu dengan mudah seorang indvidu dapat menghubungi dan bertukar pesan dengan kerabat yang jauh, bahkan dengan kemajuan teknologi sekarang seseorang dapat mendapatkan kenalan dan teman maupun jodoh melalui internet, dengan berbagai fasilitas berupa apk, seseorang dapat dengan mudah berkenalan dengan orang baru. Ketersediaan internet juga memberikan jaringan yang luas bagi masyarakat untuk mencari dan menyampaikan informasi yang ada, mereka akan dengan mudah memperoleh informasi yang terbaru atau berita hangat. Namun dengan begitu tidak mempungkiri terjadinya kejahatan dalam media massa. Sebab itu kita sebagai salah satu pengguna media massa juga harus berhati-hati dengan seseorang yang kita kenal melalui dunia internet, begitupun dengan informasi, kita jangan degan mudah menelan infromasi mentah-mentah, namun kita harus mencari tau tentang kebenaran informasi yang ada tersebut agar kita tidak dengan mudah termakan berita-berita palsu atau hoax. Komunikasi yang terjadi antar sesama manusia terkadang juga tidak berjalan dengan mulus, hal tersebut disebabkan karena adanya perspektif yang berbeda antar kedua belah pihak. Ontologi komunikasi di butuhkan untuk mempelajari serta memahami tentang perspektif , cara pandang dan asumsi individu terhadap realitas atau fenomena problematika dalam berkomunikasi. Dalam ilmu komunikasi sendiri terdapat 2 jenis perspektif yakni perspektif objektif dan subjektif.


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 15 1. Perspeketif objektif yaitu perspektif yang menganggap bahwa realitas komunikasi sebagai sesuatu yang nyata, dan diatur dengan beberapa humun(kaidah tertentu) yang bersifat objektif atau universal. Perspektif objektif menilai bahwa realitas dapat diukur dengan standar tertentu, dapat digeneralisasikan, bebas dari konteks dan waktu. 2. Perspektif subjektif ialah perspektif yang menganggap bahwa realitas komunikasi sebagai suatu proses yang aktif dan dinamis. Perspektif subjektif memiliki pandangan bahwa realitas komunikasi tidak dapat jelas secara generalisasi, sesuatu yang mudah berubah melalui interaksi yang terjadi antar manusia disetiap harinya.


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 16 BAB V FAKTOR DASAR PERTIMBANGAN PEMILIHAN MEDIA KOMUNIKASI Media komunikasi merupakan menjadi perantara bagi manusia dalam berinteraksi antara satu sama lain. Masyarakat kini banyak yang kerap menggunakan media komunikasi untuk berinteraksi dengan efisien dan efektif tanpa memikirkan jarak sekaligus. Menurut filsafat komunikasi, media komunikasi dapat didefinisikan sebagai sarana atau saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan, informasi, atau komunikasi antara individu atau kelompok. filsafat komunikasi menganggap media komunikasi sebagai suatu fenomena yang melibatkan aspek teknis, sosial, budaya, dan politik. Dalam memilah media komunikasi harus berlandaskan dengan sesuatu yang jelas dan berlandaskan pengetahuan demi menjaga sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang diekspektasikan dalam mengutarakan sebuah komunikasi. Komunikasi dipilih untuk mempermudah dan membantu komunikator dalam menyampaikan informasi . Namun, dalam memilih tidak hanya sekedar menentukan semaunya namun didasari dengan konseptual yang sesuai dengan konteks dan sesuai dengan apa yang kita mampu dalam menyediakan media komunikasi. Oleh karenanya Pemilihan media komunikasi sangat penting dalam proses berkomunikasi, baik itu dalam konteks pribadi maupun profesional. Beberapa faktor lain yang dapat menjadi dasar pertimbangan dalam pemilihan media komunikasi antara lain: 1. Tujuan Komunikasi


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 17 Pertimbangkan tujuan yang ingin dicapai melalui komunikasi tersebut. Maksud dari hal ini yaitu bagaimana ketika kita ingin menyampaikan komunikasi kita harus menentukan tujuan yang ingin dicapai dalam komunikasi tersebut. Komunikasi sendiri di jalankan agar mendapat sebuah feedback atau respon dari penerima. Dari tujuan tersebut dapat menimbulkan pemikiran bagaimana komunikasi tersebut disampaikan dengan efektif dan pemilihan media yang tepat untuk menghasilkan tujuan tersebut seperti mempengaruhi,beradaptasi, dan menyampaikan yang ingin disampaikan. 2. Jenis Pesan Pertimbangkan jenis pesan yang hendak disampaikan kepada audiens. Hal ini meninjau bagaimana jenis informasi yang ingin kita sampaikan sesuai dengan konsep yang ada pada komunikasi tersebut.Misalnya, jika Anda ingin menyampaikan informasi yang kompleks, media tulisan atau presentasi audiovisual mungkin lebih cocok daripada sekedar pesan teks singkat. Jika untuk menggambarkan kejadian secara langsung maka media massa bisa menjadi sarana dalam penyampaian informasi. 3. Karakteristik Audiens Pertimbangkan siapa audiens target yang ingin dituju.audiens disini merujuk pada siapa yang datang dan akan menerima informasi yang ingin disampaikan. Dengan memahami karakteristist audiens kita dapat menyampaikan komunikasi dengan media yang mengantarkan komunikasi tersebut sesuai dengan yang ada pada audiens. Pembawaan komunikasi yang baik adalah komunikator yang peka atau paham akan sesuatu yang diharapkan pendengar. 4. Ketersediaan dan Aksesibilitas Media


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 18 Pertimbangkan ketersediaan dan aksesibilitas media komunikasi yang tersedia bagi Anda dan audiens. Ketersediaan dan aksesibilitas media telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dengan kemajuan teknologi, media saat ini lebih mudah diakses daripada sebelumnya.sesuatu yang akan menghambat akses terjalinnya komunikasi atau proses masuk nya informasi dengan media merupakan hal yang penting yang segera ditinjau. Proses mental yang kerap selalu berjalan dapat mempengaruhi pandangan yang ada bagi komunikator maupun komunikan.sering terjadinya hambatan akses media menjadi faktor pertimbangan dalam pemilihan media komunikasi. 5. Urgensi dan Kecepatan Urgensi bermaksud kepada konteks pesan yang akan disampaikan dengan menilai pentingnyaa suatu hal yang diharapkan dari informasi tersebut. Pesan memiliki 2 sifat yaitu pesan yang berisi hal berkepentingan atau urgent dan informasi yang tidak begitu penting sehingga respon yang digunakan media komunikasi dapat ditunda berdasarkan isi pesan. pesan yang ingin disampaikan sehingga membutuhkan respons atau tindakan segera, dan sering pertimbangkan media yang memungkinkan komunikasi secara real-time.seperti berbicara secara langsung ,obrolan chat,telpon dan lain lain yang mengandalkan kecepatan respon dalam satu waktu. Namun, jika pesan tersebut tidak memerlukan respons segera, media yang memungkinkan untuk menyampaikan pesan yaitu bisa dengan menggunakan komunikasi asinkronus , seperti email atau surat, 6. Konteks Komunikasi Konteks komunikasi ini berisi suatu hal yang berkaitan pesan yang ingin disampaikan. Konteks ini mengikuti isi pesan yang ada dengan mengharapkan sebuah keefektifan dalam


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 19 berkomunikasi. Isi pesan ini menjadi pertimbangan pemilihan media komunikasi seperti apa yang akan disampaikan. Karena dapat melibatkan sejumlah elemen yang mempengaruhi suatu pesan dikirim, diterima, dan diinterpretasikan oleh pihak yang terlibat dalam komunikasi. Oleh karenya dalam penjelasan mengenai faktor adanya pertimbangan pemilihan media komunikasi menjadi dasar utama untuk menentukan media komunikasi yang tepat sesuai dengan keadaan atau kondisi yang terjadi. Selain itu kemampuan dalam menyediakan sarana media tersebut harus ditinjau dan dipahami bahwa media komunikasi digunakan untuk membantu sehingga kita dapat menggunakan media komunikasi dengan suatu pertimbangan dan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Sehingga dengan adanya media tersebut pesan yang disampaikan akan menjadi lebih efisien. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti tujuan komunikasi, Jenis Pesan, karakteristik audiens, ketersediaan dan aksesibilitas media, Urgensi dan Kecepatan, konteks komunikasi, kita dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana dalam memilih media yang akan digunakan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa media yang dipilih dapat mendukung penyampaian pesan secara efektif, menarik perhatian audiens, dan mencapai tujuan komunikasi yang diinginkan. Dengan mempertimbangkan dasar pertimbangan tersebut, kita dapat menghindari konsekuensi dari pemilihan media komunikasi yang tidak tepat, seperti miskomunikasi, ketidakjelasan pesan, kurangnya keterlibatan audiens, dan keterbatasan aksesibilitas. Sebaliknya, kita dapat menciptakan pengalaman komunikasi yang lebih baik dan mencapai hasil komunikasi yang lebih efektif dengan memilih media yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan komunikasi yang spesifik.


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 20 Dengan mempertimbangkan dasar pertimbangan di atas, kita dapat memilih media komunikasi yang tepat untuk mencapai tujuan komunikasi dengan efektif dan efisien. Pemilihan media komunikasi yang tepat berarti memilih jenis media yang sesuai dengan konteks, pesan, dan audiens yang akan disampaikan. Ketika media komunikasi yang tepat dipilih, efektivitas komunikasi meningkat karena pesan dapat disampaikan dengan lebih efisien, dipahami dengan lebih baik, dan mencapai audiens dengan lebih efektif. 1. Pengiriman pesan yang jelas: Pemilihan media yang tepat memungkinkan pesan disampaikan dengan jelas dan terperinci. Misalnya, menggunakan media visual seperti grafik atau gambar dapat membantu menyampaikan informasi kompleks dengan lebih mudah dipahami oleh audiens. Pesan yang jelas dan terstruktur dengan baik meningkatkan kemungkinan pesan diterima dan dipahami dengan baik oleh audiens 2. Menjangkau audiens target: Dengan memilih media yang sesuai dengan preferensi dan kebiasaan audiens target, pesan Anda memiliki peluang lebih besar untuk sampai kepada mereka. Ini memungkinkan Anda menjangkau audiens yang relevan dan tertarik terhadap pesan Anda, sehingga meningkatkan kemungkinan pesan disampaikan dengan efektif. 3. Memfasilitasi penyampaian pesan secara efisien: Media komunikasi yang tepat memungkinkan penyampaian pesan secara efisien. Misalnya, jika pesan Anda memerlukan visualisasi yang kuat, menggunakan media seperti gambar atau video dapat membantu menyampaikan pesan dengan lebih jelas dan menarik. Media yang sesuai memungkinkan penyampaian pesan dengan cara yang lebih efisien dan mudah dipahami oleh audiens. 4. Memungkinkan interaksi dan umpan balik: Beberapa media komunikasi memungkinkan interaksi dua arah dan umpan balik dari audiens. Misalnya, media sosial atau platform komunikasi online dapat memfasilitasi diskusi, komentar, atau tanggapan langsung dari


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 21 audiens. Ini menciptakan lingkungan komunikasi yang lebih dinamis dan memungkinkan Anda untuk berinteraksi secara langsung dengan audiens, meningkatkan efektivitas komunikasi. 5. Meningkatkan daya tarik dan keterlibatan: Pemilihan media yang tepat dapat meningkatkan daya tarik dan keterlibatan audiens terhadap pesan Anda. Misalnya, menggunakan media yang menarik secara visual atau multimedia dapat membuat pesan lebih menarik dan memikat perhatian audiens. Ini membantu mempertahankan perhatian mereka dan meningkatkan keterlibatan dalam proses komunikasi. 6. Menyesuaikan dengan konteks komunikasi: Media komunikasi yang tepat dapat menyesuaikan dengan konteks komunikasi yang sedang berlangsung. Misalnya, dalam situasi formal, seperti presentasi bisnis, penggunaan media visual seperti slide presentasi atau laporan tertulis dapat meningkatkan efektivitas komunikasi. Dengan memilih media yang sesuai dengan konteks, pesan Anda menjadi lebih relevan dan mudah dipahami oleh audiens.


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 22 BAB VI KONSEKUENSI DALAM PEMILIHAN MEDIA KOMUNIKASI Ketika memilih sesuatu hal yang ingin mempermudah jalannya proses tersebut tidak semudah dan semulus yang dibayangkan. Dalam suatu tindakan pasti memiliki konsekuensi yang terjadi dalam keadaan tersebut. Konsekuensi menurut KBBI (kamus besar bahasa Indonesia) merupakan pengaruh atau akibat dari hasil dari perbuatan berdasarkan situasi tertentu. Hal ini sering bersifat lebih kearah buruk atau tidak nyaman. sebab itu, dalam pemilihan media komunikasi sudah semestinya untuk tahu mengenai apa saja konsekuensi yang ada pada pemilihan media komunikasi sebagai sarana pembantu dalam menyampaikan informasi. Konsekuensi yang dihadapi dalam pemilihan media komunikasi dapat memiliki berbagai dampak yang dapat mempengaruhi efektivitas dan efisiensi komunikasi. Penting bagi individu untuk secara aktif mengevaluasi dan mempertimbangkan konsekuensi yang mungkin terjadi dalam pemilihan media komunikasi. Dengan menyadari dampak positif dan negatif yang terkait dengan pemilihan media, kita dapat menggunakan media komunikasi dengan bijak dan bertanggung jawab.adapun beberapa konsekuensi terkait pemilihan media komunikasi sebagai berikut: 1) Informasi Yang Kualitasnya lemah/tidak akurat Salah satu konsekuensi yang sering terjadi adalah adanya informasi yang tidak akurat atau palsu. Meskipun media komDalam era digital dan penyebaran informasi yang cepat, media sosiunikasi mempercepat proses nya komunikasi yang ingin disampaikan kepada khalayak, al dan platform online sering kali menjadi sumber informasi yang tidak diverifikasi dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan masyarakat menerima informasi yang salah dan membuat keputusan yang tidak tepat.


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 23 2) Pemisahan dan polarisasi masyarakat Pilihan media komunikasi yang dikonsumsi sering kali mencerminkan kecenderungan dan pandangan kita sendiri. Hal ini dapat menyebabkan pemisahan dan polarisasi masyarakat, di mana kelompok-kelompok dengan pandangan yang berbeda saling terasing dan saling tidak memahami .Media sosial juga dapat memperkuat filter bubble, di mana kita hanya terpapar pada pandangan yang sejalan dengan kita dan tidak mendapatkan perspektif yang beragam. 3) Pengaruh Terhadap Opini Dan Persepsi Media komunikasi memiliki kekuatan untuk membentuk opini dan persepsi individu. Pilihan media yang dikonsumsi dapat mempengaruhi pandangan kita terhadap berbagai isu dan topik. Media yang cenderung bias atau memiliki kepentingan tertentu dapat memengaruhi cara kita memahami dunia dan membuat keputusan . Oleh karenanya memahami sebuah komunikasi harus berdasarkan pemikiran serta mampu menggalih pengetahuan yang sekiranya tidak tersorot dalam arus pengaruh yang buruk. 4) Privasi dan keamanan Penggunaan media komunikasi yang tidak hati-hati dapat mengancam privasi dan keamanan individu. Informasi pribadi yang dipublikasikan secara online dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, dan serangan ciber seperti phising atau hacking dapat merugikan individu atau organisasi. Telah banyak orang menjadi korban kebocoran data atau hal yang bersifat pribadi . Konsekuensi yang dihadapi dengan adanya media komunikasi adalah orang yang memiliki niat buruk serta tidak amanah sehingga merugikan bagi orang lain yang dialaminya.


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 24 5) Kurangnya interaksi sosial langsung Media komunikasi elektronik, terutama media sosial, dapat mengurangi interaksi sosial langsung. Ketika kita lebih terlibat dalam komunikasi online, hubungan pribadi dapat menjadi kurang berarti dan kurang mendalam. Ini juga dapat berdampak negatif pada keterampilan komunikasi interpersonal. Di era zaman sekarang sudah banyak terjadi hilangnya perhatian antara sesama orang yang terdekat dan semakin tumbuh keterikatan kepada orang yang jauh. Jika ditinjau dari segi mahluk sosial, manusia juga membutuhkan orang lain terutama disekitar kita. Konsekuensi tersebut memperkeruh suasana hubungan antara masyarakat dan terlelap dalam media komunikasi sehingga melupakan yang orang terdekat. 6) Ketergantungan dan kecanduan Pilihan media komunikasi yang tidak seimbang dapat menyebabkan ketergantungan dan kecanduan. Konsumsi yang berlebihan terhadap media sosial atau platform lainnya dapat mengganggu produktivitas, kesehatan mental, dan hubungan sosial. Sama seperti halnya kurang interaksi ketergantungan ini dapat menyebabkan efek yang berbahaya. Seseorang yang bergantung dengan kemudahan media komunikasi akan kecanduan dengan keasikan yang ditampilkan dari media komunikasi serta hal hal disekitar akan dihiraukan serta bahkan membawa dampak negative hingga tidak tau waktu. Konsekuensi tersebut didapat melalui ontologi media komunikasi yang mana konsekuensi ini merupakan hasil apabila ingin memilih media komunikasi dalam mempermudah komunikasi juga harus memiliki konsekuensi oleh karenanya kita sebagai manusia harus dapat meminimalisir dampak atau efek media komunikasi baik secara individu maupun kelompok.


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 25 Oleh karena itu pemilihan media komunikasi harus dilakukan dengan pemilihan yang tepat karena pemilihan media komunikasi memiliki konsekuensi yang dapat mempengaruhi hasil dari komunikasi interaksi dengan audiens atau komunikan, memiliki dampak emosional, tempo, kecepatan, efisiensi dan dampak yang jangka Panjang serta pengeluaran dari hasil pemilihan tersebut. oleh karena itu, hal ini merupakan aspek penting untuk mempertimbangkan suatu dampak serta konsenkuensi ketika memilih media komunikasi yang selaras dan sesuai dengan konsep dan kebutuhan komunikasi yang kita terapkan.


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 26 PENUTUP Ontologi komunikasi berperan penting dalam mengembangkan komunikasi manusia. Dengan analisis yang di lakukan membawa komunikasi terhadap suatun metode yang praktis dan dinamis serta dapat disampaikan secara sistematis. Dengan didasari pertimbangan untuk memilih media komunikasi serta memahami konsekuensi yang akan dialami dapat memperkuiat serta menghindari hal hal negative yang tidak diinginkan dalam komunikasi. Meskipun ketersediaan dan aksesibilitas media telah meningkat, masih ada beberapa tantangan terkait ketersediaan akses internet yang merata di seluruh dunia. Beberapa wilayah atau negara mungkin masih menghadapi kendala infrastruktur yang membatasi akses media yang sama dengan yang diperoleh di tempat lain. Namun, secara umum, kemajuan teknologi telah membawa manfaat signifikan dalam memperluas ketersediaan dan aksesibilitas media bagi masyarakat global. Saran yang bisa saya berikan dalam hasil ini yaitu untuk menggunakan media komunikasi sebagai alat untuk mempermudah. Bukan digunakan sebagai priority kehidupan. Menggunakan media komunikasi baik secara individu maupun kelompok harus meminimalisir penggunaan yang berlebihan serta memperbanyak relasi secara langsung. Campur tangan media komunikasi memang diperlukan. Namun, jangan menghiraukan orang yang disekitar hanya karena kecanduan dan ketergantungan hingga perhatian kepada orang terdekat menjadi terlupakan.


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 27 DAFTAR PUSTAKA Suhartono, Suparlan. “Filsafat Ilmu Pengetahuan.” Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2005. Abdullah, Aceng, and Lilis Puspitasari. “Media Televisi Di Era Internet.” ProTVF 2, no. 1 (2018): 101–10. Aflah, Aflah Ariyandi Haj, Dicky Wahyudi, Meyling Meyling, Muhammad Nawawi, Ryo Arya Esya Setiawan, Sevhia Khoirun Nisa, and Siti Maulida Zahra. “Privasi Dalam Bersosial Media.” AMMA: Jurnal Pengabdian Masyarakat 1, no. 12 (2023): 1622–26. Choiriyati, Sri. “Peran Media Massa Dalam Membentuk Opini Publik.” Jurnal Uml 2 (2015). Chotib, Sjahidul Haq. “Prinsip Dasar Pertimbangan Pemilihan Media Pembelajaran.” Awwaliyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1, no. 2 (2018): 109–15. Fitriani, Deti, Yeni Budiyani, Adinda Rahayu Hardika, and Mita Choerunissa. “PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROSES DEMOKRASI DI INDONESIA: ANALISIS PERAN TEKNOLOGI DAN MEDIA SOSIAL.” Advanced In Social Humanities Research 1, no. 4 (2023): 362–71. Mardiana, Wiwik. “PELATIHAN STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN ASINKRON UNTUK TUTOR DI LINE COURSE.” E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 1, no. 2 (2021): 147–58. Nasution, Muhammad Irwan Padli. “Keunggulan Kompetitif Dengan Teknologi Informasi.” Jurnal Elektronik, 2014. Pebriana, Putri Hana. “Analisis Penggunaan Gadget Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Pada Anak Usia Dini.” Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 1, no. 1 (2017): 1– 11.


MINIBOOK FILSAFAT KOMUNIKASI 28 SAFRINA, JULIA NIKITA. “ANALISIS WACANA BUKU DUNIA YANG DILIPAT KARYA YASRAF AMIR PILIANG,” 2016. Sari, Endang S. Audience Research: Pengantar Studi Penelitian Terhadap Pembaca, Pendengar Dan Pemirsa. Penerbit Andi, 1993. Zamroni, Mohammad. Filsafat Komunikasi: Pengantar Ontologis, Epistemologis, Dan Aksiologis. IRCISOD, 2009. ———. “Perkembangan Teknologi Komunikasi Dan Dampaknya Terhadap Kehidupan.” Jurnal Dakwah: Media Komunikasi Dan Dakwah 10, no. 2 (2009): 195–211.


Click to View FlipBook Version