The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MODUL AJAR IPAS LISTRIK
KELAS 5 SD

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Lutfi Zakiyyah, 2023-12-29 01:01:29

MODUL AJAR IPAS

MODUL AJAR IPAS LISTRIK
KELAS 5 SD

Keywords: MODUL AJAR IPAS

MODUL AJAR Nama Penyusun : Lutfi Zakiyyah, S.Pd. Fase : C Kelas : V Mapel : IPAS Alokasi Waktu : 2 x 35 menit A. Profil Pelajar Pancasila Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Mandiri, bernalar kritis, gotong royong. B. CP Peserta didik mampu menjelaskan aliran energi listrik dan perubahannya yang disajikan dalam bentuk vidio/gambar, peserta didik mampu merangkai listrik secara seri, paralel, campuran. C. TP 1. Setelah menyimak penjelasan dari guru siswa dapat menjelaskan aliran energi listrik dan perubahannya. 2. Melalui diskusi kelompok siswa dapat merangkai listrik secara seri, paralel, campuran. D. Materi Ajar Listrik E. Model Pembelajaran PBL F. Langkah-langkah Pembelajaran I. Pendahuluan 1. Guru membuka pelajaran dengan salam 2. Guru menanyakan kabar peserta didik, serta mengecek kehadiran peserta didik. 3. Guru meminta salah satu peserta didik memimpin doa sebelum memulai pelajaran. 4. Guru menyampaikan materi pembelajaran hari ini II. Kegiatan inti Sintak 1 (Orientasi masalah) 1. Guru melakukan asesmen diagnostik menggunakan 3 pertanyaan pemantik. a. Apakah kalian mempunyai televisi di rumah? b. Bagaimana televisi bisa menyala? c. Apakah listrik berguna di dalam kehidupan kita? 2. Siswa memberikan jawaban dari pertanyaan yang disampaikan guru Sintak 2 (Mengorganisasi peserta didik) 1. Guru mengelompokkan siswa menjadi 5 kelompok. 2. Kelompok siswa terdiri dari 5 anggota kelompok. 3. Guru menayangkan video berupa rangkaian seri, paralel, campuran. 4. Guru memberikan LKPD kepada siswa. 5. Siswa diminta melakukan percobaan merangkai listrik seri, paralel, campuran. 6. Siswa mendiskusikan pertanyaan yang ada pada lembar LKPD dengan kelompoknya. Sintak 3 (Membimbing peserta didik) 1. Guru berkeliling untuk memantau setiap kelompok mengerti tugas yang diberikan 2. Guru memantau keaktifan peserta didik dalam melaksanakan tugas kelompok 3. Guru membantu peserta didik yang kesulitan Sintak 4 (Menyajikan hasil karya) 1. Peserta didik diarahkan untuk memaparkan hasil kegiatan kelompoknya. 2. Peserta didik mempresentasikan hasil belajar kelompoknya di depan kelas. Sintak 5 (Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah) 1. Peserta didik membuat kesimpulan dari materi hari ini 2. Guru memberikan asesmen sumatif berupa lembar soal. 3. Peserta didik dan guru membahas soal latihan yang telah dikerjakan. 4. Guru melakukan refleksi dan umpan balik III. Penutup 1. Guru dan peserta didik memberikan kesimpulan akhir dari materi 2. Guru menutup dengan salam


G. Media Pembelajaran Smart TV, Video, Bahan ajar , Lembar LKPD, Lembar soal H. Asesmen 1. Asesmen Diagnostik (sebelum pembelajaran untuk mengecek kesiapan belajar peserta didik). a. Kognitif : melakukan tanya jawab kepada siswa dengan pertanyaan pemantik. b. Nonkognitif : menanyakan kabar siswa dan kesiapan belajar siswa. 2. Asesmen Formatif (selama proses pembelajaran). a. Penilaian sikap Teknik : Non Tes Jenis : Observasi Bentuk : Lembar Pengamatan b. Penilaian Keterampilan Teknik : Non Tes Jenis : Unjuk Kerja Bentuk : Rubrik Penilaian 3. Asesmen Sumatif (setelah proses pembelajaran). a. Penilaian Pengetahuan Teknik : Tes Jenis : Tes Tertulis Bentuk : Soal Isian singkat I. Lampiran 1. Bahan Ajar 2. LKPD Kelompok 3. Lembar Asesmen sumatif Semarang, November 2023 Guru Pamong Mahasiswa PPG Ariani Nur Setyaningsih, S.Pd Lutfi Zakiyyah, S.Pd


Lembar penilaian sikap No. Nama Dimensi Profil Pelajar Pancasila Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan YME & berakhlak mulia (Akhlak beragama) Mandiri (Pemahaman diri dan situasi yang dihadapi) Bernalar kritis (mangana lisis dan mengev aluasi penalar an Bergotong royong (kolaborasi) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18.


Lembar Penilaian Ketrampilan No. Nama Peserta Didik Kriteria Ketepatan Jawaban Kerjasama Presentasi 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 1. 2. 3. 4. Dst. Keterangan : 1. Skor 4 : Sangat baik 2. Skor 3 : Baik 3. Skor 2 : Cukup 4. Skor 1 : Kurang Lembar Penilaian Pengetahuan No. Nama Peserta Didik Nilai 1 2 3 4 Keterangan : jumlah skor maksimal = 10 Nilai= skor yang diperoleh X 100 = … Skor maksimal


Bahan Ajar IPAS kelas V A. Capaian Pembelajaran Peserta didik mampu menjelaskan aliran energi listrik dan perubahannya yang disajikan dalam bentuk vidio/gambar, peserta didik mampu merangkai listrik secara seri, paralel, campuran. B. Tujuan Pembelajaran 1. Setelah menyimak penjelasan dari guru siswa dapat menjelaskan aliran energi listrik dan perubahannya. 2. Melalui diskusi kelompok siswa dapat merangkai listrik secara seri, paralel, campuran. C. Materi Listrik dan Kegunaannya Listrik adalah salah satu bentuk energi yang dapat dimanfaatkan agar suatu perangkat bekerja dengan baik. Listrik berasal dari aliran pembangkit listrik melalui kabel-kabel. Aliran inilah yang dinamakan arus listrik. 1. Arus Listrik Arus listrik adalah jumlah muatan listrik yang bergerak dalam rangkaian listrik. Pada gambar di atas, lampu yang dihubungkan dengan baterai melalui kabel membentuk sebuah rangkaian listrik. Rangkaian listrik terdiri atas baterai yang merupakan sumber energi listrik. Kabel merupakan penghantar arus listrik. Lampu merupakan alat yang menggunakan energi listrik. Sakelar merupakan alat untuk memutus dan menghubungkan arus listrik. Baterai memiliki dua kutub, yaitu kutub positif (+) dan kutub negatif (-). Arus listrik mengalir melalui penghantar dari kutub positif ke kutub negatif sehingga mengakibatkan lampu menyala. Kutub positif merupakan daerah dengan potensial tinggi, sedangkan kutub negatif merupakan daerah dengan potensial rendah. Jadi, arus


listrik akan mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah melalui penghantar berupa kabel. Energi listrik yang didapatkan dari baterai merupakan arus listrik searah (DC). Selain baterai ada beberapa contoh lain sumber energi listrik yang membangkitkan arus listrik, antara lain: Dinamo Akumulator / aki Generator 2. Rangkaian Listrik Rangkaian listrik merupakan sumber listrik dengan komponen-komponen listrik yang mempunyai fungsi-fungsi tertentu dan saling terhubung. Berdasarkan susunannya, rangkaian listrik dibedakan menjadi rangkaian seri dan rangkaian paralel. Kedua rangkaian tersebut memiliki perbedaan sebagai berikut.


Rangkaian Seri Rangkaian Paralel Rangkaian Campuran Pengertian Rangkaian listrik yang alat listriknya dipasang berderet tanpa cabang. Rangkaian listrik yang lampunya dipasang sejajar sehingga terbentuk cabang diantara sumber arus listrik. Rangkaian listrik perpaduan antara rangkaian seri dan rangkaian paralel. Kelebihan Membutuhkan sedikit komponen listrik sehingga biaya yang dibutuhkan untuk membuat rangkaian seri lebih sedikit daripada rangkaian paralel. 1.Jika salah satu aliran listrik diputus, maka tidak akan berdampak pada arus listrik di cabang lain dan lampu lain tetap menyala. 2. Lampu menyala lebih terang dibandingkan rangkaian seri. 1. Variasi rangkaian sangat banyak sehingga jika satu beban mati yang lain tetap menyala. 2. Variasi rangkaian dapat menyesuaikan kebutuhan. Kekurangan Jika salah satu lampu dilepaskan dari rangkaian yang membuat kabel terpisah akan mengakibatkan lampu lainnya padam, lampu menyala lebih redup dibanding paralel Membutuhkan banyak komponen listrik sehingga biaya yang dibutuhkan untuk membuat rangkaian paralel lebih besar daripada rangkaian seri. Membutuhkan kabel yang banyak, membuat daya baterai akan cepat habis. Kegunaan Lampu senter, lampu lalu lintas, lampu taman Rangkaian listrik di rumah. Instalasi listrik di gedung bertingkat.


LKPD Nama Kelompok : Nama Anggota Kelompok 1. ………………………………………………………………. 2. ………………………………………………………………. 3. ………………………………………………………………. 4. ………………………………………………………………. 5. ………………………………………………………………. Alat dan bahan: baterai, lampu, dudukan lampu, sakelar, kabel, gunting/cuter, lakban hitam. Langkah kegiatan: 1. Rangkailah dua buah baterai secara berderet. Satukan dengan lakban hitam agar kutub-kutub baterai saling melekat. 2. Kupas bagian ujung kabel menggunakan cutter. Setelah itu tempelkan dan sambungkan pada baterai. Pasangkan bagian ujung lainnya dengan sakelar. 3. Rangkai baterai, kabel, lampu, dan sakelar menjadi rangkaian seri. 4. Lakukanlah beberapa perlakukan berikut. a. Jika sakelar dinyalakan (on), apa yang akan terjadi pada kedua lampu? b. Jika sakelar dimatikan (off), apa yang akan terjadi pada kedua lampu? c. Jika sakelar dinyalakan dan lampu A dilepas dari dudukan lampunya, apa yang akan terjadi pada lampu B? 5. Setelah selesai membuat rangkaian seri, buatlah rangkaian paralel dan campuran. 6. Lakukanlah perlakuan yang sama seperti perlakukan pada rangkaian seri. Pertanyaan: 1. Dalam percobaan rangkaian seri: a. Mengapa lampu A dan B padam saat sakelar dimatikan? b. Jika sakelar dimatikan dan lampu B dilepas dari dudukan lampunya, mengapa lampu A juga ikut padam? 2. Dalam percobaan rangkaian paralel: a. Mengapa lampu A tetap menyala ketika lampu B dilepaskan dari rangkaian? 3. Dalam percobaan rangkaian campuran: a. Jika lampu B dilepaskan dari rangkaian, mengapa lampu lainnya masih tetap nyala?


Lembar Evaluasi Tes Sumatif Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Cermati bagian-bagian berikut ini! 1) Baterai 2) Sakelar 3) Dinamo 4) Aki 5) Kabel Bagian yang termasuk sumber listrik dapat ditunjukkan pada nomor…. 2. Perhatikan gambar di bawah ini untuk menjawab nomor 2 dan 3! Gambar di atas merupakan rangkaian listrik jenis.... 3. Gambar pada soal nomor 2 jika sakelar di matikan (off), maka apa yang akan terjadi pada kedua lampu? 4. Perhatikan gambar di bawah ini! Gambar lampu lalu lintas di atas merupakan rangkaian listrik jenis.... 5. Membutuhkan banyak komponen listrik merupakan ciri-ciri rangkaian listrik....


Click to View FlipBook Version