(2) Saham preferen
Saham preferen (preferred stocks) dalam praktek terdapat beberapa jenis yaitu:
a. Cumulative preferred stock
Saham preferen jenis ini memberikan hak kepada pemiliknya atas pembagian dividen yang
sifatnya kumulatif dalam suatu persentase atau jumlah tertentu. Sehingga jika pada tahun tertentu
dividen yang dibayarkan tidak mencukupi atau tidak dibayar sama sekali, maka hal ini diperhitungkan
pada tahun-tahun berikutnya.
b. Non cumulative stock
Pemegang saham jenis ini mendapat prioritas dalam pembagian dividen sampai pada suatu
persentase atau jumlah tertentu, tetapi tidak kumulatif.
c. Participating preferred stock
Pemilik saham ini selain memperoleh dividen tetap juga memperoleh dividen tambahan (extra
dividend).
2. Obligasi
Obligasi dapat dibedakan dalam beberapa jenis, tergantung sudut mana kita melihatnya,
diantaranya dari sudut pengalihannya, jangka waktu, jaminan atas obligasi, dan bunga yang
dibayarkan, dan sebagainya.
a. Jenis obligasi berdasarkan cara pengalihannya
Berdasarkan dari cara pengalihan obligasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu obligasi atas unjuk
dan obligasi atas nama.
(1) Obligasi atas unjuk (Bearer bond)
Ciri-ciri obligasi antara lain: nama pemilik tidak tercantum dalam sertifikat obligasi, kupon bunga
yang dibayarkan tercantum dalam sertifikat, sangat mudah dipindahtangankan, sertifikat dan kupon
yang hilang tidak dapat diganti, dan sebagainya. Pada umumnya obligasi di Indonesia adalah jenis
obligasi atas unjuk.
(2) Obligasi atas nama (Registered bond)
Pada obligasi atas nama untuk pokok pinjaman, nama pemilik dan kupon bunga tercantum dalam
sertifikat. Sedangkan obligasi atas nama untuk bunga dan nama pemilik tidak tercantum dalam
sertifikat tetapi dicatat di perusahaan emiten guna mempermudah dalam pengiriman bunga.
b. Jenis obligasi berdasarkan jaminan yang diberikan
Berdasarkan jaminan yang diberikan obligasi ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu obligasi
dengan jaminan (secured bonds) dan obligasi tanpa jaminan (unsecured bonds).
(1) Obligasi dengan jaminan terdiri:
a. Guaranted bond (obligasi bergaransi)
49
Obligasi ini biasanya dikeluarkan oleh perusahaan kecil yang kekurangan dana. Perusahaan ini
biasanya berafiliasi atau menjadi anak perusahaan dari perusahaan yang lebih besar. Perusahaan besar
inilah yang memberikan jaminan terhada pelunasan pokok dan bunga obligasi dalam bentuk garansi.
b. Mortgage bond (obligasi dengan jaminan real estate)
Obligasi ini dikenal juga dengan jaminan hipotek. Nilai jaminan yang diberikan perusahaan
penerbit obligasi tentu melebihi dari obligasi yang diterbitkan.
c. Collateral trust bond
Obligasi ini dijamin dengan efek yang dimiliki emiten dalam bentuk portofolio. Kemungkinan
pula emiten menjamin saham-saham anak perusahaannya.
d. Equipment trust bond
Jaminan yang diberikan bagi pemegang obligasi ini adalah berupa equipment yang dimiliki oleh
perusahaan penerbit obligasi dan equipment tersebut digunakan seharihari, misalnya
pesawat untuk perusahaan penerbangan.
(2) Obligasi tanpa jaminan (unsecured bond) terdiri atas:
a. Debenture bond
Pada obligasi ini tidak ada aset yang menjadi jaminan, kecuali kejujuran, nama baik, dan kesediaan
membayar. Obligasi pemerintah biasanya memiliki sifat seperti ini.
b. Subordinate debenture bond
Biasanya memiliki tingkat klaim yang lebih rendah dari semua obligasi emiten yang beredar.
Obligasi ini bunganya sangat tinggi, karena tingkat risiko tinggi dan keamanannya paling rendah.
c. Jenis obligasi berdasarkan cara penetapan dan pembayaran bunga
Berdasarkan atas penetapan bunga, ada beberapa jenis obligasi yaitu obligasi dengan bunga tetap,
obligasi dengan bunga tidak tetap, obligasi tanpa bunga, dan obligasi perpetual.
(1) Obligasi dengan bunga tetap
Obligasi ini memberikan bunga tetap yang dibayar setiap periode tertentu, dan pada waktu
jatuh tempo pokok pinjaman dibayarkan kepada pemegang obligasi.
(2) Obligasi dengan bunga tidak tetap
Penetapan bunga dari obligasi ini bermacam-macam, misalnya bunga dikaitkan dengan indek atau
tingkat bunga deposito.
(3) Obligasi tanpa bunga
Obligasi ini tidak memiliki bunga, keuntungan yang diperoleh dari pemilik obligasi ini adalah
selisih antara nilai pada waktu jatuh tempo yaitu sebesar nilai nominal dengan selisih pada harga beli.
(4) Obligasi perpetual
Obligasi ini tidak mempunyai jatuh tempo, sehingga penerbit obligasi tidak mempunyai kewajiban
mengembalikan hutang kecuali jika perusahaan dilikuidasi. Keuntungan yang diharapkan pemegang
obligasi ini adalah bunga yang dibayar secara periodik selama perusahaan berjalan.
50
3. Opsi (Option)
Option atau opsi di Indonesia belum umum diperdagangkan, namun dalam praktek di luar negeri
instrument ini sangat popular. Dalam penerbitan option terdapat dua pihak yang terkait yaitu penulis
(writer) dan pemegang (holder) option. Option ini adalah efek yang bukan diterbitkan emiten. Ada
dua istilah dalam option yaitu call dan put option, call option memberikan hak kepada pemegangnya
untuk membeli saham pada harga yang telah ditentukan sebelumnya. Harga ini lazim disebut exercise
price atau striking price. Sedangkan jika memiliki put option maka kita memperoleh hak untuk
menjual saham tertentu dengan harga dan hari yang telah ditentukan.
4. Waran (warrant)
Warrant adalah salah satu surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan yang memberikan hak
kepada pemegangnya untuk membeli saham dengan syarat-syarat yang telah ditentukan terlebih
dahulu. Syarat-syarat tersebut biasanya mengenai: harga saham yang akan dibeli (tanpa menghiraukan
harga pasar), jumlah saham yang dapat dibeli. Masa berlaku warrant biasanya 5-10 tahun. Besarnya
premi dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
P = HW – (HPS – HSW)
dimana:
P = Premi HPS = Harga Pasar Saham
HW = Harga Warrant HSW = Harga Saham yang ditetapkan dalam Warrant
5. Penerbitan Sekuritas kepada Masyarakat (Public Issue)
Public Issue adalah menjual sekuritas obligasi atau saham kepada masyarakat umum,
sedangkan privat placement adalah menjual sekuritas saham atau obligasi kepada beberapa investor
yang terbatas (kadang-kadang hanya satu investor)
Ada 3 cara perusahaan untuk menawarkan sekuritas ke masyarakat umum :
(1) traditional underwriting
Investment banker atau group of investment dapat menjadi underwriter perusahaan yang akan
menjual sekuritas ke masyarakat umum. Perusahaan yang mengeluarkan sekuritas tidak menanggung
risiko dari sekuritas yang tidak laku dijual, yang menanggung risiko adalah underwriter. Traditional
underwriting dapat dilakukan berdasarkan pada: competitive-bid, dasar negosiasi (negotiated basis),
atau penjamin akan membuat pasar (make market) pada sekuritas yang diterbitkan.
(2) Best Efforts Offering
Selain dengan menjaminkan sekuritas baru, investment bankers dapat hanya menjualkan sekuritas,
jika sekuritas tidak laku, yang menanggung adalah perusahaan yang mengeluarkan sekuritas tersebut.
(3) Shelf Registration
Shelf registration membiarkan suatu perusahaan untuk meregister kuantitas sekuritas, “put them
on the shelf” dan kemudian menjual sekuritas tersebut dalam kondisi yang menguntungkan untuk dua
tahun atau lebih yang akan datang.
51
6. Privileged Subscription
Selain menerbitkan sekuritas untuk dijual kepada investor, perusahaan dapat
menawarkan privileged subscription kepada para pemegang saham.
Privileged Subscription adalah menjual sekuritas baru yang mana pemegang saham yang ada diberi
preferensi dalam pembelian sekuritas untuk menambah proporsi jumlah lembar saham yang mereka
telah miliki. Metode penawaran ini disebut juga penawaran hal (right offering)
7. Right
Right adalah hak yang diberikan kepda pemilik saham biasa untuk membeli tambahan penerbitan
saham baru. Hak ini biasanya dicantumkan dalam anggaran dasar perusahaan. Ada dua tujuan
diadakannya right yaitu:
a. Agar pemilik saham lama dapat mempertahankan pengendaliannya atas perusahaan.
b. Untuk mencegah penurunan nilai kekayaan pemilik saham lama.
52
BAB IX
PASAR TENAGA KERJA
A. Pengertian Pasar Tenaga Kerja
Pasar Tenaga Kerja dapat diartikan sebagai suatu pasar yang mempertemukan penjual dan
pembeli tenaga kerja. Sebagai penjual tenaga kerja di dalam pasar ini ialah para pencari kerja
(Pemilik Tenaga Kerja), sedangkan sebagai pembelinya yaitu orang-orang / lembaga yang
memerlukan tenaga kerja. Pasar tenaga kerja diselenggarakan dengan maksud untuk
mengkoordinasi pertemuan antara para pencari kerja dan orang-orang atau lembaga-lembaga
yang membutuhkan tenaga kerja.
Dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan, maka pasar tenaga
kerja ini dirasakan bisa memberikan jalan keluar bagi perusahaan untuk memenuhinya.
Dengan demikian tidak terkesan hanya pencari kerja yang mendapat keuntungan dari adanya
pasar ini. Untuk menciptakan kondisi yang sinergi antara kedua belah pihak, yakni antara
penjual dan pemberi tenaga kerja maka diperlukan kerjasama yang baik antara semua pihak
yang terkait, yaitu penjual tenaga kerja, pembeli tenaga kerja, dan pemerintah.
B. Fungsi Pasar Tenaga Kerja
Pasar tenaga kerja memiliki fungsi yang sangat luas, baik dalam sektor ekonomi maupun
sektor-sektor yang lain. Fungsi Pasar Tenaga Kerja yakni sebagai berikut :
• Berfungsi untuk Sarana Penyaluran Tenaga Kerja,
• Berfungsi untuk sarana untuk mendapatkan informasi tentang ketenagakerjaan,
• Berfungsi untuk sarana untuk mempertemukan pencari kerja dan orang atau lembaga
yang membutuhkan tenaga kerja.
C. Manfaat Pasar Tenaga Kerja
Manfaat adanya bursa tenaga kerja yakni :
• Bermanfaat untuk membantu para pencari kerja dalam mendapatkan pekerjaan sehingga
bisa mengurangi penggangguran,
• Bermanfaat untuk membantu orang-orang atau lembaga-lembaga yang memerlukan
tenaga kerja untuk memperoleh tenaga kerja,
• Bermanfaat untuk membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan
ketenagakerjaan.
53
D. Jenis Pasar Tenaga Kerja
Labour market memiliki 8 jenis pasar yang berbeda-beda, antara lain:
❖ Berdasarkan Prioritas
Pada jenis pertama ini akan diklasifikasikan lagi ke dalam 2 jenis.
• Primary Labour Market
Pasar ini biasanya ditemukan pada sektor usaha yang menggunakan padat modal, dimana
tenaga pasar ini menawarkan jabatan atau posisi yang sudah cukup stabil serta pendapatan
yang tinggi.
• Secondary Labour Market
Pada pasar sekunder ini biasanya ditemukan pada industri seperti rumah makan, kasir,
ataupun hotel. Jenis ini menawarkan jabatan atau posisi yang belum cukup stabil dan kurang
memberikan kesempatan perkembangan karir pada karyawan.
❖ Berdasarkan Pendidikan
Pasar atas dasar pendidikannya dibagi menjadi 2 jenis.
• Skilled Labour Market (Pasar Tenaga Kerja Terdidik)
Pada pasar ini perusahaan akan mencari tenaga kerja yang berpendidikan dan memiliki skill
yang memadai. Misalnya, tenaga kerja yang dipilih dokter, akuntan, bidan, pengacara, dan
lain-lain.
• Unskilled Labour Market (Pasar Tenaga Kerja Tidak Terdidik)
Berbeda dengan tidak terdidik, pasar tidak terdidik ini adalah perusahaan yang tidak
mementingkan skill atau pendidikan tertentu. Misalnya adalah juru parkir, pedagang asongan,
supir, dan sebagainya.
❖ Berdasarkan Kekuatan dan Persaingan
Kekuatan perusahaan dan tenaga kerja kadangkala berbeda. Di bawah ini jenis pasar
tenaga berdasarkan kekuatan dan persaingan dengan perusahaan:
• Persaingan Sempurna
Pada pasar persaingan sempurna adalah tenaga kerja yang menawarkan jasa dan skillnya
secara independen atau perseorangan pada perusahaan yang dituju. Tenaga kerja tidak
memiliki keterikatan pada serikat atau organisasi tertentu.
Pada pasar ini berlaku hukum penawaran kerja, semakin besar gaji yang diminta, maka
semakin sedikit permintaan pada tenaga kerja. Sedangkan semakin rendah gaji yang
ditawarkan, maka semakin banyak permintaan pada tenaga kerja.
Untuk penawaran, semakin tinggi gaji yang ditawarkan perusahaan maka akan semakin
banyak tenaga kerja yang berminat, sedangkan semakin rendah gaji yang ditawarkan
perusahaan, maka akan semakin sedikit tenaga kerja yang berminat.
54
• Monopoli
Jenis pasar monopoli adalah perkumpulan para tenaga kerja yang bersatu dalam serikat
pekerja atau serikat buruh yang menuntut gaji serta fasilitas lainnya kepada perusahaan untuk
meningkatkan kesejahteraan karyawan.
Pada pasar monopoli, serikat pekerja memiliki hak monopoli dalam menjual atau
menawarkan jasanya. Penentuan tingkat upah pada pasar jenis ini dilakukan dengan 3 cara:
1. Menuntut gaji yang lebih tinggi dari gaji ekuilibrium.
2. Membatasi atau mengurangi penawaran tenaga kerja.
3. Meningkatkan permintaan tenaga kerja.
• Monopsoni
Pasar monopsoni adalah perusahaan yang memiliki otoritas atau kekuatan yang lebih tinggi
dibandingkan para tenaga kerja. Hal ini disebabkan karena dalam suatu wilayah hanya
memiliki 1 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja.
Jumlah tenaga kerja yang banyak itu tidak termasuk ke dalam serikat buruh atau serikat
pekerja. Akibatnya, gaji yang diberikan kepada karyawan biasanya di bawah upah
ekuilibrium atau upah keseimbangan.
• Monopoli Bilateral
Jenis terakhir adalah monopoli bilateral, pasar ini terjadi karena terdapat dua kekuatan yang
saling bertentangan.
Kondisi ini bisa terjadi antara serikat pekerja dengan perusahaan yang menggunakan tenaga
kerja. Baik serikat pekerja dan perusahaan sama-sama memiliki kekuatan yang sama dalam
menuntut keinginannya. Maka terjadilah persaingan antara kedua belah pihak dan disebut
dengan istilah monopoli bilateral.
Melalui pasar tenaga kerja, perusahaan dan juga para pencari kerja atau tenaga kerja akan
sama-sama diuntungkan. Agar proses jual-beli bisa berjalan dengan lancar, kedua belah pihak
harus sama-sama mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
E. Kelebihan & Kekurangan Pasar Tenaga Kerja
Kelebihan adanya pasar tenaga kerja
• Untuk membantu mengurangi pengangguran.
• Untuk membantu bagi pencari kerja maupun pengusaha/ perusahaan yang membutuhkan
tenaga kerja.
• Untuk menambah devisa negara.
• Untuk mudah mendapatkan sebuah informasi tentang lowongan pekerjaan baik di dalam
negeri maupun di luar negeri.
• Untuk membantu dengan cepat mengisi posisi pekerjaan dengan tenaga kerja yang sesuai
dengan kemampuan yang dimiliki.
Kelemahan adanya pasar tenaga kerja
• Munculnya kegiatan percaloan tenaga kerja.
• Munculnya tindakan penipuan dan kekerasan terhadap calon tenaga kerja.
55
BAB X
PASAR VALUTA ASING
A. Pengertian Valuta Asing
Valuta Asing disebut juga dengan Valas merupakan jenis perdagangan mata uang di suatu negara
terhadap mata uang negara lainnya yang melibatkan pasar uang itu di seluruh dunia serta dapat
berlangsung selama 24 jam dengan secara bekersinambungan. Valuta asing ini sering dimaksud
dengan Foreign Exchange (Forex). Transaksi mata uang tersebut dapat atau bisa mencapai jumlah
yang sangat tinggi di setiap harinya, contohnya ditahun 2004 saja Bank International for Settlement
disingkat BIS dan/atau Bank Dunia kemudian mengatakan bahwa nilai transaksi valas tersebut dapat
mencapai 1,4 Triliun dolar /harinya. Banyak sekali kelebihan di dalam perdagangan valuta asing ini
seperti pergerakan harga yang cepat, volume perdagangannya yang luas, waktu perdagangan itu 24
jam, banyak variasinya, serta kelebihan lain membuat valuta asing ini ialah pasar unik yang
peminatnya kian terus bertambah.
Terdapat beberapa tempat yang menjadi pusat perdagangan valuta asing, antara lain London, New
York, Tokyo serta Singapura, biasanya tiap-tiap negara dengan instrumen-instrumennya ikut dan juga
di dalam perdagangan ini. Perubahan harga mata uang di pasar valuta asing ini sering berhubungan
dengan keadaan negara pemilik mata uang tersebut.
❖ Menurut Para Ahli
Untuk dapat mengerti lebih lagi mengenai Pengertian valuta asing ini, maka kita dapat merujuk
pada beberapa pendapat dari para ahli mengenai Valuta Asing ini, diantaranya :
• Hamdy Hadi
Valuta asing ini adalah mata uang asing yang memiliki fungsi yakni sebagai alat pembayaran
untuk membiayai tiap-tiap transaksi di dalam kegiatan atau aktivitas ekonomi keuangan
internasional dan juga mempunyai catatan kurs resmi di dalam bank sentral.
• Eng, Lees, dan Mauer
Valuta asing ini adalah sebuah mata uang asing yang berlaku yakni sebagai klaim keuangan atau
aset di dalam sebuah perusahaan itu dalam bentuk mata uang asing.
• Jose Rizal Joesoef
Valuta asing ini adalah mata uang asing yang dipakai atau digunakan yakni sebagai alat
pembayaran di luar negeri.
56
B. Sejarah Valuta Asing (Valas)
Pada masa-masa awal adanya manusia, tiap-tiap kebutuhan tersebut dipenuhi dengan melakukan
produksi sendiri. Setelah berkembang menjadi sistem barter ini menukar barang dengan barang
lainnya, lalu disebabkan karna banyaknya kekurangan yang dirasakan, sistem barter tersebut mulai
ditinggalkan serta uang di dalam emas atau perak itu mulai dijadikan standar di dalam pasar.
Selanjutnya ini terciptalah mata uang bagi tiap-tiap daerah.
Sejarah dari pertukaran mata uang (valuta asing) ini dapat atau bisa dikatakan setua dari uang itu
sendiri, namun baru mendapatkan fokus perhatian ditahun 1880 (Perang Dunia 1), dimasa tersebut
nilai standar uang ini ialah emas murni. Ternyata dimasa perang, standar emas ini dianggap ini
mempunyai banyak kekurangan serta membuat semakin banyak pengangguran.
Setelah Perang Dunia selesai, dunia tersebut menginginkan standar ekonomi yang lebih stabil serta
lebih baik. Sehingga pada tanggal 22 Juli 1944, diadakan Konferensi Moneter Internasional yang
disebut dengan “The Bretton Woods Conference”. Konferensi tersebut dihadiri oleh 44 negara, di
dalam pertemuan ini ditetapkan sistem pertukaran mata uang tetap atau yang disebut dengan sebutan
“Fixed Exchange Rate System”. Beberapa ketentuan dasar yang disepakati di dalam konferensi
tersebut antara lain adalah :
• Tiap negara tersebut menetapkan nilai tukarnya terhadap mata uang USD (Amerika)
• Amerika juga menetapkan nilai USD itu terhadap emas (USD 35/ounce)
• Amerika tersebut menjual emas dengan harga tetap kepada pemegang resmi mata uang USD
• Perubahan nilai tukar terhadap mata uang USD tidak boleh melampaui 1%, apabila terpaksa
maka batas maksimalnya itu ialah 10%.
Setelah konferensi tersebut, perkembangan dibidang ekonomi dunia kian terus meningkat pesat,
setelah itu 2 tahun kemudian itu terbentuklah Lembaga Moneter Internasional dan juga Bank Dunia
guna mengawasi dari sistem tersebut. Tetapi ditahun 1960 ekonomi Amerika mulai memburuk
sehingga kepercayaan negara-negara lain terhadap USD tersebut mulai menurun. Hingga pada akhir
Presiden Nixon yang saat itu menjabat mengumumkan sistem nilai tukar untuk USD ditanggal 15
Agustus 1971. Amerika kemudian memutuskan menggunakan nilai tukar mengambang yakni mata
uang mereka (Floating Exchange Rate System), dimana nilai mata uang USD tersebut tidak
ditetapkan di dalam jumlah tertentu melainkan ini bisa atau dapat berubah-ubah tergantung
mekanisme pasar (permintaan serta penawaran). Setelah itu negara-negara lain mulai ikut
57
menggunakan sistem mata uang mengambang, serta hingga sekarang hampir seluruh negara
menggunakan sistem ini.
Seiring dengan diterimanya sistem mata uang mengambang, pasar valas tersebut kemudian mulai
muncul dengan memanfaatkan fluktuasi harga untuk bisa membuat keuntungan. Awalnya ini hanya
dimanfaatkan dengan secara individu, tetapi saat ini sudah berkembang sangat pesat. Meskipun ini
sangat spekulatif serta tidak stabil saat ini perdagangan valuta asing tersebut sudah menjadi pasar
dengan nilai transaksi terbesar di dunia.
C. Sistem Valuta Asing
Menurut Beams, Anthony, Clement dan Lowensohn sistem valuta asing ini diantaranya sebagai
berikut :
1. Sistem Kurs Bebas (Floating)
Sistem kurs bebas ini maksudnya pembuatan kurs tersendiri dari suatu permintaan serta juga
penawan dari mata uang asing. Sehingga pemerintah itu tidak ikut campur di dalam menentukan kurs
mata uang yang kemudian ditukar.
Contohnya kamu akan berbelanja di sebuah marketplace terbesar didunia. Marketplace itu hanya
menerima mata uang Euro, sedangkan kamu yang menggunakan mata uang rupiah tersebut kemudian
harus menukarnya rupiah tersebut terlebih dahulu dengan Euro dengan melalui website marketplace
tersebut.
Penetapan Kurs yang terdapat di marketplace itu tidak ada ikut campur dari pemerintah negara
tempat tinggal kamu. Sehingga kurs yang terdapat di marketplace itu disebut dengan sebutan kurs
bebas. Kurs di dalam marketplace tersebut juga bisa berubah sewaktu-waktu disebabkan karna
beberapa faktor yang mempengaruhinya
58
2. Sistem Kurs Tetap
Sistem kurs tetap ini ada campur tangan dari pemerintah tempat kamu tinggal . Sistem kurs
tersebut juga ditetapkan oleh bank sentral yang dengan secara aktif terlibat di dalam transaksi valas.
Dengan ditetapkan oleh pemerintah tersebut maka pada saat kita ingin menukar uang tersebut dibank
A dengan bank yang B,C lainnya, maka kursnya itu sama. Setelah itu pihak bank tersebut juga tidak
dapat mengubah kurs itu sendiri disebabkan karna ada keterkaitan dengan pemerintah. Apabila pihak
bank kemudian menyimpang serta tidak memenuhi standar maka kemudian akan di berikan sebuah
sanksi.
3. Sistem Kurs Terkendali Atau Terkontrol
Pemerintah atau pihak bank ini memiliki kekuasaan di dalam menentukan nilai alokasi pemakaian
valuta asing yang tersedia. Sehingga kemudian pasar valas tersebut akan tetap stabil serta tidak akan
terjadi banyak inflasi. Sistem tersebut sangat berguna di dalam memantau ketersediannya valuta asing
di dalam perdangan kegiatan atau aktivitas ekspor juga impor.
D. Tujuan Valuta Asing
Dibawah ini merupakan beberapa tujuan dari pemberlakuan valas, diantaranya sebagai berikut :
1. Sebagai media di dalam bertransaksi.
2. Sebagai media di dalam mempertahankan daya beli.
3. Bisa mengirimkan uang ke luar negeri itu dengan cuku mudah.
4. Untuk mendapatkan keuntungan.
5. Untuk pemagaraan resiko (hedging).
6. Mempermudah kegiatan atau aktivitas belanja di negara luar.
7.
59
E. Fungsi Valuta Asing (Valas)
1. Sebagai Alat Tukar Internasional
Valuta asing ini memiliki fungsi sebagai alat penukaran barang atau jasa antar 1 negara itu dengan
negara lain. Pada saat suatu negara A ingin membeli suatu barang dari negara B, maka mata uang
yang digunakan itu ialah mata uang Negara B, dan bukan mata uang negara A, atau juga
menggunakan Valuta Asing.
2. Sebagai Alat Pembayaran Internasional
Valuta asing ini juga dapat atau bisa berfungsi sebagai alat pembayaran terhadap utang dari suatu
negara itu ke negara lain.
3. Sebagai Pengendali Kurs Mata Uang
Kurs ini ialah perbandingan nilai mata uang yang 1 dengan mata uang lain. Contohnya seperti 1
dollar Amerika itu sama dengan 14.000 rupiah. Kurs mata uang sebuah negara bisa atau dapat
menguat (naik nilainya) atau juga melemah (turun nilainya) sesuai dengan keadaan negara tersebut,
nah di dalam hal ini valuta asing ini bisa atay dapat dimanfaatkan yakni sebagai alat untuk
mengendalikan kurs mata uang negara.
4. Sebagai Alat Untuk Memperlancar Perdagangan Internasional
Karena valuta asing yang bisa atau dapat dijadikan alat tukar internasional, maka perdagangan
internasional ini menjadi lebih mudah itu dengan memanfaatkan pasar valuta asing ini.
60
F. Klasifikasi dan Jenis Valuta Asing (Valas)
1. Berdasarkan Jenisnya
• Valuta Asing Fisik
Valuta Asing Fisik ini merupakan uang asing di dalam pengertian sebenarnya, yaitu uang
asing baik yang berupa logam atau juga kertas.
• Valuta Asing Non-Fisik
Valuta asing non-fisik ini merupakan uang asing yang berupa uang giral atau juga surat-surat
berharga lain seperti contohnya cek, wesel, travelers, dll.
2. Berdasarkan Bentuknya
Dengan berdasarkan bentuknya, valuta asing yang sering dijual di dalam pasar internasional
diantaranya sebagai berikut :
• Mata Uang Asing (USD, Euro, dll)
• Saldo Kredit (yakni Saldo kredit bank devisa disuatu negara)
• Surat Wesel Luar Negeri (yakni Surat wesel kegiatan ekspor impor)
• Hak Penerimaan Pembayaran (bentuknya itu tidak sama di suatu negara)
61
G. Pelaku Valuta Asing (Valas)
1. Dealer
Dealer (market maker) ini merupakan pihak yang membuat pasar mata uang tertentu menjadi
bergairah. Biasanya dealer tersebut akan menetapkan tingkat persediaan terhadap mata uang tertentu,
dealer tersebut mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual serta harga beli valuta asing. Biasanya
yang menjadi dealer itu yakni Bank dari seluruh dunia.
2. Individu atau Perusahaan
Individu atau perusahaan ini merupakan pihak swasta yang terlibat di dalam transaksi perdagangan
valuta asing. Biasanya pelaku ini memiliki tujuan untuk memperlancar bisnisnya, beberapa dari
contohnya ialah seperti importir, eksportir, investor, dll.
3. Arbitrator dan Spekulan
Arbitrator serta Spekulan ini merupakan pihak yang bertindak atas kemauannya itu sendiri yakni
dengan mengamati perubahan dari nilai mata uang itu dengan berdasarkan keadaan negara tersebut.
Mereka biasanya tidak memiliki kewajiban di dalam melayani pembeli serta tidak menjamin
kelangsungan pasar. Spekulan (merupakan orang yang menspekulasikan perubahan nilai mata uang
tertentu) kemudian mendapat keuntungan dari perubahan atau juga fluktuasi harga umum, sedangkan
untuk arbitrator (merupakan pihak ketiga di dalam suatu perundingan yang bisa atau dapat
memaksakan suatu kesepakatan) untuk mendapat keuntungan yakni dengan memanfaatkan perbedaan
harga.
4. Pialang
Pialang ini merupakan pihak yang memiliki tugas ialah sebagai perantara di dalam
mempertemukan penawaran (penjual) serta permintaan (pembeli) atas harga suatu mata uang tertentu.
Pialang ini mendapatkan keuntung dari upah terhadap kerjanya tadi. Pialang biasanya ini memiliki
akses untuk bisa atau dapat berkomunikasi dengan dealer serta bank di seluruh dunia.
62
5. Bank Sentral
Bank Sentral ini memiliki peran ialah sebagai pengontrol pasar. Bank Sentral berupaya untuk
dapat mengendalikan mata uang, inflasi atau juga suku bunga. Bank Sentral ini bisa atau dapat
melakukan pengendalian kondisi ekonomi dengan menggunakan cadangan devisanya.
6. Pemerintah
Pemerintah yakni dengan memanfaatkan segala macam instrumen di dalam negaranya ikut dan
jgua di dalam perdagangan valuta asing. Tujuan pemerintah tersebut ialah untuk mencari keuntungan
sebanyak-banyak demi menambah pendapatan nasional serta juga membayar hutang ke luar negeri.
Pendapatan dari pasar tersebtu nantinya akan ditukarkan ke mata uang negara tersebut.
H. Kelebihan dan Kekurangan Valuta Asing (Valas)
Adapun kelebihan dan kekurangan dari Valuta Asing (Valas) ini diantaranya sebagai berikut :
❖ Kelebihan Pasar Valuta Asing
• Transaksi ini bisa atau dapat dilakukan 24 jam.
• Harga jual yang stabil atas tiap-tiap mata uang yang ada (arti tidak tiba-tiba turun drastis)
• Biaya transaksi juga rendah
• Kenaikan atau juga Penurunan harga terhadap mata uang tersebut dapat atau bisa dijadikan
keuntungan apabila pintar mengambil kesempatan.
• Daya beli investor juga melebihi jumlah modal yang ada.
❖ Kekurangan Pasar Valuta Asing
• Risiko kurs pertukaran tersebut tidak pasti serta sulit untuk diprediksi.
• Sangat sulit untuk dilakukan oleh masyarakat menengah ke bawah.
• Asal negara pun mempengaruhi kesuksesan disebabkan karna adanya risiko yang timbul
disebabkan karna campur tangan pemerintah terhadap mata uang yang diperdagangkan.
I. Contoh Valuta Asing
1. The Day Trader
Day Trader ini merupakan suatu istilah yang biasa digunakan untuk dapat menyebut orang-orang
yang mempunyai gaya trading dalam jangka pendek, dengan membuka serta juga menutup posisi
perdagangan di pasar finansial itu dalam tempo satu hari saja atau juga bahkan bisa kurang dari itu.
2. Swing Trader
Swing Trading ini ialah sebuah strategi trading yang menempatkan eksekusi pada Buy atau Sell itu
dititik-titik pembalikan harga, sehingga kemudian akan bisa mendapatkan keuntungan yang seoptimal
mungkin diwaktu harga tersebut sedang bergerak ke suatu arah tertentu.
63
3. Posisi Pedagang
Perdagangan posisi ini berlawanan dengan perdagangan hari atau The Day Trader karena
tujuannya ialah untuk bisa menghasilkan keuntungan itu selama jangka waktu yang lama serta juga
dari pergerakan tren, bukan dengan tick jangka pendek.
4. Leverage
Leverage ini adalah suatu pinjaman dari broker yang diberikan kepada trader, sehingga dana yang
dipunyai oleh trader itu mempunyai daya beli yang lebih besar.
5. Pasangan Mata Uang Berbeda
Ini merupakan satu hal untuk dapat mengetahui seberapa banyak kamu berpotensi kehilangan per
perdagangan, namun juga sama pentingnya untuk bisa mengetahui seberapa cepat perdagangan kamu
bisa kalah. Akibatnya, kerangka waktu yang berbeda tersebut akan memanggil pasangan mata uang
yang berbeda.
64
BAB XI
PASAR TENAGA KERJA
DAN
PERMASALAHAN UNEMPLOYMENT
A. PASAR TENAGA KERJA
1. Pengertian Pasar Tenga Kerja
Pasar tenaga kerja dapat diartikan sebagai suatu pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli
tenaga kerja. Sebagai penjual tenaga kerja di dalam pasar ini adalah para pencari kerja (Pemilik
Tenaga Kerja), sedangkan sebagai pembelinya adalah orang-orang / lembaga yang memerlukan
tenaga kerja. Pasar tenaga kerja diselenggarakan dengan maksud untuk mengkoordinasi pertemuan
antara para pencari kerja dan orang-orang atau lembaga-lembaga yang membutuhkan tenaga kerja.
Dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan, maka pasar tenaga kerja ini
dirasakan dapat memberikan jalan keluar bagi perusahaan untuk memenuhinya. Dengan demikian
tidak terkesan hanya pencari kerja yang mendapat keuntungan dari adanya pasar ini. Untuk
menciptakan kondisi yang sinergi antara kedua belah pihak, yaitu antara penjual dan pemberi tenaga
kerja maka diperlukan kerjasama yang baik antara semua pihak yang terkait, yaitu penjual tenaga
kerja, pembeli tenaga kerja, dan pemerintah.
2. Pelaku Pasar Tenaga Kerja
Para pelaku di pasar tenaga kerja, terdiri dari :
a. Pencari kerja yaitu Setiap orang yang mencari pekerjaan baik karena menganggur, putus hubungan
kerja maupun orang yang sudah bekerja tetapi ingin mendapatkan pekerjaan lebih baik yang sesuai
dengan pendidikan, bakat, minat dan kemampuan yang dinyatakan melalui aktivitasnya mencari
pekerjaan.
b. Pemberi kerja yaitu Perorangan, pengusaha, badan hukum, atau badan-badan lainnya yang
mempekerjakan tenaga kerja dengan membayar imbalan berupa upah atau gaji.
c. Perantara yaitu Media atau lembaga yang mempertemukan pencari kerja dan pemberi kerja, misalkan
agen penyalur tenaga kerja, bursa kerja dan head hunters (Pihak ketiga yang menghubungkan pencari
kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan.
65
Sebagai imbalan, head hunters akan memperoleh prosentasi gaji dari orang yang diterima bekerja atau
komisi dari perusahaan.
3. Prinsip Pasar Tenaga Kerja
Prinsip antara tenaga kerja dan pemberi kerja akan berlaku hukum ekonomi, yaitu dimana pekerja
harus berusaha mendapatkan hasil upah yang sebesar-besarnya untuk memenuhi segala kebutuhan
sehari-hari. Demikian juga dengan pemberi kerja akan berusaha mengeluarkan upah yang serendah-
rendahnya dengan maksud untuk meminimkan biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja.
4. Fungsi dan Manfaat Pasar Tenaga Kerja
Bursa tenaga kerja mempunyai fungsi yang sangat luas, baik dalam sektor ekonomi maupun
sektor-sektor yang lain.
Fungsi Pasar Tenaga Kerja yaitu :
✓ Sebagai Sarana Penyaluran Tenaga Kerja,
✓ Sebagai sarana untuk mendapatkan informasi tentang ketenagakerjaan,
✓ Sebagai sarana untuk mempertemukan pencari kerja dan orang atau lembaga yang membutuhkan
tenaga kerja.
5. Manfaat adanya bursa tenaga kerja yaitu :
✓ Dapat membantu para pencari kerja dalam memperoleh pekerjaan sehingga dapat mengurangi
penggangguran,
✓ Dapat membantu orang-orang atau lembaga-lembaga yang memerlukan tenaga kerja untuk
mendapatkan tenaga kerja,
✓ Dapat membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan ketenagakerjaan.
6. Kelebihan dan Kelemahan Adanya Pasar Tenaga Kerja
◆ Kelebihan adanya pasar tenaga kerja adalah:
✓ Membantu mengurangi pengangguran.
✓ Membantu bagi pencari kerja maupun pengusaha/ perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
✓ Menambah devisa negara.
66
✓ Mudah mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan baik di dalam negeri maupun di luar
negeri.
✓ Membantu dengan cepat mengisi posisi pekerjaan dengan tenaga kerja yang sesuai dengan
kemampuan yang dimiliki.
◆ Kelemahan adanya pasar tenaga kerja adalah:
✓ Munculnya kegiatan percaloan tenaga kerja.
✓ Munculnya tindakan penipuan dan kekerasan terhadap calon tenaga kerja.
7. Penggolongan Pasar Tenaga Kerja
➢ Berdasarkan sifatnya
◆ Pasar kerja intern (Internal Labour Market)
Pasar kerja intern adalah pasar tenaga kerja yang diperoleh dari dalam perusahaan itu sendiri.
Pemenuhan kebutuhan karyawan diambil dari dalam perusahaan melalui promosi maupun demosi
karyawan. Promosi adalah rotasi atau perpindahan karyawan ke dalam jabatan yang lebih tinggi,
misalkan dari asisten manajer menjadi manajer. Sedangkan, demosi adalah rotasi karyawan ke posisi
yang lebih rendah dari jabatan sebelumnya, misalkan manajer personalia diturunkan menjadi staff.
◆ Pasar kerja ekstern(Eksternal Labour Market)
Pasar kerja ekstern adalah pasar tenaga kerja yang diperoleh dari luar perusahaan. Pemenuhan
kebutuhan karyawan diperoleh dari pihak luar, misalkan melalui iklan lowongan pekerjaan, agen atau
penyalur tenaga kerja atau melalui walk in interview.
➢ Berdasarkan prioritasnya
◆ Pasar kerja utama(Primary Labour Market)
Pasar kerja utama adalah pasar tenaga kerja yang menawarkan jabatan atau posisi dengan tingkat
upah atau gaji yang tinggi, pekerjaan yang baik dan dengan kondisi yang stabil. Pasar ini dapat
ditemukan pada sektor usaha yang menggunakan padat modal.
◆ Pasar kerja Sekunder(Secondary Labour Market)
Pasar kerja Sekunder adalah pasar tenaga kerja yang menawarkan jabatan atau posisi dengan
tingkat upah atau gaji yang rendah, posisi yang kurang stabil dan kurang memberi kesempatan untuk
pengembangan karir karyawan. Biasanya ini dapat dilihat pada industri restoran dan jasa hotel, kasir
dan penjualan ritel.
67
➢ Berdasarkan pendidikannya
◆ Pasar tenaga kerja terdidik (Skilled Labour Market)
Pasar tenaga kerja terdidik adalah pasar tenaga kerja yang membutuhkan karyawan yang
berpendidikan dan memiliki keterampilan yang memadai. Pasar tenaga kerja ini biasanya dibutuhkan
pada sektor usaha formal, misalnya, dokter, akuntan, pengacara, dan sebagainya.
◆ Pasar tenaga kerja tidak terdidik (Unskilled Labour Market)
Pasar tenaga kerja tidak terdidik adalah pasar tenaga kerja yang menawarkan pekerjaan yang tidak
mementingkan pendidikan maupun keterampilan – keterampilan khusus tertentu. Pasar tenaga kerja
ini biasanya ditemui pada sektor usaha informal, misalnya, pedagang asongan, loper koran dan
majalah, juru parkir dan sebagainya.
8. Penentuan Upah Di Berbagai Bentuk Pasar Tenaga Kerja
Pembayaran upah tenaga kerja dapat dibedakan pada dua pengertian yaitu gaji da upah. Gaji
adalah pembayaran kepada pekerja-pekerja tetap dan tenaga kerja profesional seperti pegawai
pemerintah, dosen, guru, manager dll. Biasanya sebulan sekali. Sedangkan upah adalah pembayaran
kepada pekerja-pekerja kasar yang pekerjaannya selalu berpindah-pindah seperti pekerja pertanian,
tukang kayu, buruh kasar dll. Dalam teori ekonomi, upah diartikan sebagai pembayaran keatas jasa-
jasa fisik maupun mental yang disediakan oleh tenaga kerja kepada para pengusaha. Dalam teori
ekonomi, kedua jenis pendapatan pekerja tersebut dinamakan upah.
Ada perbedaan upah uang dan upah real. Upah uang adalah sejumlah uang yang diterima para
pekerja dari para pengusaha sebagai pembayaran keatas tenaga metal atau fisik para pekerja yang
digunakan dalam proses produksi. Sedangkan upah real adalah tingkat upah pekerja yang diukur dari
sudut kemampuan upah tersebut membeli barang-barang dan jasa-jasa yang diperlukan untuk
memenuhi kebutuhan para pekerja. Upah real yang diterima enaga kerja terutama tergantung pada
produktifitas dari tenaga kerja tersebut.
◆ Sumber-sumber kenaikan produktivitas :
a. Kemajuan teknologi memproduksi, meliputi :
✓ Pergeseran / pergantian tenaga hewan dan manusia menjadi tenaga mesin
✓ Perbaikan atau inovasi dari mesin kemesin yang lebih produktif
b. Perbaikan sifat-sifat tenaga kerja, meliputi :
✓ Taraf kesehatan semakin tinggi
68
✓ Pendidikan semakin tinggi
✓ Pengalaman semakin banyak (kursus,workshop dll) sehingga kertrampilan meningkat
c. Perbaikan dalam organisasi perusahaan dan masyarakat, meliputi :
✓ Perubahan manajemen (pemisahanpemilik dengan pengelola)
✓ Perbaikan infrastruktur dari pemerintah
✓ Deregulasi pemerintah yang mendukung produktifitas
➢ Pasar Tenaga Kerja Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna dalam pasar tenaga kerja berarti didalam pasar terdapat banyak
perusahaan yang memerlukan tenaga kerja, dan tenaga kerja yang ada dalam pasar tidak menyatukan
diri didalam serikat-serikat buruhyang akan bertindak sebagai wali mereka. Sifat permintaan dan
penawaran tenaga kerja tidak berbeda dengan sifat permintaan dan penawaran di pasar barang. Kurva
permintaan ke atas tenaga kerja seperti juga kurva permintaan ke atas suatu barang bersifat menurun
dari kiri atas ke kanan bawah. Berarti permintaaan keatas teaga kerja bersifat : semakin tinggi/rendah
upah tenaga kerja, semain sedikit/banyak permintaan keatas tenaga kerja. Begitupula untuk kurva
penawaran berlaku sebaliknya sama seperti penawaran barang.
➢ Pasar Tenaga Kerja Monopsoni
Monopsoni berarti hanya terdapat satu pembeli dipasar sedangkan penjual jumlahnya banyak.
Berarti dipasar hanya terdapat satu firma yang akan menggunakan tenaga kerja yang ditawarkan. Ini
terwujud jika disuatu tempat/daerah tertentu terdapata suatu firma yang sangat besar dan ia
merupakan satu-satunya perusahaan modern ditempat tersebut.
➢ Pasar Tenaga Kerja Monopoli
Dengan tujuan agar mereka dapat mempeoleh upah dan fasilitas bukan keuangan yang lebih baik,
tenaga kerja dapat menyatukan diri didalam serikat buruh atau persatuan pekerja. Serikat buruh adalah
organisasi yang didirikan dengan tujuan agar para pekerja dapat sebagai suatu kesatuan
membicarakan atau menuntut syarat-syarat kerja tertentu dengan para pengusaha.
◆ Manfaat penentuan upah dalam pasar tenaga kerja yang bersifat monopoli :
✓ Menentukan upah yang lebih tinggi dari yang dicapai pada keseimbangan permintaan dan
penawaran.
✓ Membatasi penawaran tenaga kerja.
69
✓ Menjalankan usaha-usaha yang bertujuan menaikkan permintaan tenaga kerja.
✓ Membatasi penawaran tenaga kerja dengan cara :
✓ Membentuk organisasi pekerja yang bersifat sangat khusus (ikatan dokter, insinyur mesin dsb.
✓ Melarang yang tidak menjadi anggota untuk memasuki pasar tenaga kerja.
✓ Memberikan persyaratan yang sukar untuk menjadi anggota organisasi tersebut.
✓ Menambah permintaan tenaga kerja
✓ Menambah produktifitas
✓ Seminar
✓ Kursus / workshop.
✓ Menuntut pemerintah memberikan proteksi kepada industry domestik dan melarang impor
➢ Pasar Tenaga Kerja Monopoli Bilateral
Di pasar monopoli upah adalah lebih tinggi dari pasar persaingan sempurna. Penentuan tingkat
upah didalam pasar tenaga kerja dimana tenaga kerja bersatu dalam satu serikat buruh, dan didalam
pasar hanya terdapat satu perusahaan saja yang menggunakan tenaga kerja. Tingkat upah yang terjadi
bisa lebih tinggi / rendah dari pasar persaingan sempurna tergantung mana yang lebih kuat, tenaga
kerja atau perusahaan.
◆ Faktor-faktor yang menimbulkan perbedaan upah :
✓ Perbedaan corak permintaan dan penawaran dalam berbagai jenis pekerjaan
✓ Perbedaan dalam jenis-jenis pekerjaan
✓ Perbedaan kemampuan, keahlian dan pendidikan
✓ Terdapatnya pertimbangan bukan keuangan dalam memilih pekerjaan
✓ Ketidaksempurnaan dalam mobilitas tenaga kerja
9. Faktor yang mempengaruhi Upah Tenaga Kerja
Dengan berlakunya hukum ekonomi maka akan mempengaruhi upah bagi para tenaga kerja,
adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi besar kecilnya upah tenaga kerja antara lain adalah :
70
1. Tingkat Pendidikan Tenaga Kerja. Semakin tinggi tingkat pendidikan biasanya gaji yang
diperoleh akan semakin besar. Demikian juga dengan jabatan yang diperoleh dalam perusahaan, jika
pendidikan semakin tinggi maka akan semakin tinggi pula jabatan yang akan didudukinya.
2.Tingkat Keahlian Tenaga Kerja. Sama halnya dengan tingkat pendidikan, keahlian yang dimiliki
semakin besar maka peluang untuk mendapatkan gaji lebih akan terbuka.
3.Tingkat Pengetahuan yang dimiliki tenaga kerja. Begitu juga dengan tingkat pengetahuan yang
dimiliki akan mempengaruhi seberapa besar gaji yang akan diperoleh.
4.Tingkat Produktivitas Tenaga Kerja. Biasanya produktivitas tenaga kerja akan tercapai pada saat
berusia 15 hingga 64 tahun. Kurang dari 15 tahun masih kategori anak-anak, sedangkan apabila
berusia lebih dari 64 tahun sudah memasuki usia pensiun.
10. Klasifikasi Tenaga Kerja
Secara umum tenaga kerja terbagi atas 4 (empat) golongan, antara lain sebagai berikut :
1. Tenaga Kerja Terdidik. Yaitu tenaga kerja yang memiliki kelebihan dengan mengikuti pendidikan-
pendidikan resmi yang diselenggarakan oleh negara maupun swasta. Golongan tenaga kerja seperti ini
biasanya memiliki surat / ijazah yang telah diakui. Contohnya pekerjaan guru harus memiliki ijazah
pendidikan kuliah di perguruan tinggi keguruan. Pekerjaan dokter harus memiliki ijazah pendidikan
kedokteran dari perguruan tinggi resmi.
2.Tenaga Kerja Terlatih. Yaitu tenaga kerja yang memiliki kelebihan dengan mengikuti kepelatihan-
kepelatihan yang diselenggarakan oleh negara maupun swasta atau lembaga-lembaga tenaga kerja.
Contohnya pekerjaan baby sister, pekerjaan mekanik bengkel dan tukang potong rambut profesional.
Mereka mendapatkan pekerjaan setelah memiliki ketrampilan yang terlatih dengan baik.
3. Tenaga Kerja Terdidik dan Terlatih. Yaitu tenaga kerja yang memiliki kelebihan selain mengikuti
pendidikan resmi juga memiliki ketrampilan lain yang menunjang dalam pekerjaan. Sebagai contoh
seorang calon tenaga kerja yang memiliki ijazah dari perguruan tinggi namun juga memiliki keahlian
beladiri. Atau selain berpendidikan tinggi calon pegawai juga menguasai komputer dan perakitannya.
jenis tenaga kerja seperti inilah yang paling banyak dibutuhkan dalam suatu perusahaan.
4. Tenaga Kerja Tidak Terdidik dan Tidak Terlatih. Yaitu tenaga kerja yang tidak memiliki
ketrampilan maupun pendidikan, akan sangat sulit mendapatkan pekerjaan. Selain kurang
berpengalaman, tenaga kerja golongan ini juga membebani perusahaan apabila dipekerjakan.
71
11. Upaya Peningkatan Tenaga Kerja
Guna meningkatkan kualitas bagi para tenaga kerja, ada beberapa usaha yang dapat dilakukan, antara
lain adalah :
1.Pelatihan Tenaga Kerja. Yaitu keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan
serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat
ketrampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan.
2.Pemagangan. yaitu merupakan bagian dari sistem pelatihan tenaga kerja yang diselenggarakan
secara terpadu antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara langsung di bawah
bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja yang telah berpengalaman dalam proses produksi
barang / jasa di perusahaan. Upaya ini dilakukan dalam rangka menguasai ketrampilan dan keahlian
tertentu.
3.Perbaikan Gizi dan Kesehatan. Yang dimaksudkan dalam hal ini untuk mendukung ketahanan fisik
dalam bekerja dan meningkatkan kecerdasan tenaga kerja dalam menerima pengetahuan baru dan
meningkatkan semangat kerja.
B. Permasalahan Unemployment
Pengangguran (unemployment) merupakan salah satu indikator utama terkait aktivitas ekonomi
suatu negara. Ketersediaan lapangan kerja serta pertambahan peduduk usia kerja merupakan faktor
penentu besarnya tingkat pengangguran ( Unemployment rate). membahas hal - hal yang berkaitan
dengan masalah pengangguran, menyadari begitu kompleksnya masalah pegangguran, maka isu
tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam the sustainable development goals (SDGS),
terutama tujuan ini tersebut, yakni mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang terbuka dan
berkesinambungan serta meningkatkan tenaga kerja produktif dan pekerjaan yang layak. Sesuai
dengan standar internasional yang di adopsi oleh the internasional labour organization (ILO), definisi
pengangguran ( unemployment) adalah apabilah sesorang :
1. Tidak memiliki pekerjaan, dalam arti tidak berada dalam posisi memperoleh upah sebagai pekerja/
karyawan badan usaha/ perusahaan atau sebagai pekerja mandiri (self-employed) selama periode
tertentu.
2. Pada saat ini dalam posisi siap untuk bekerja atau berprofesi sebagai pekerja mandiri.
72
3. Sedang mencari pekerjaan, dalam arti sedang berupaya aktif untuk mendapatkan penghasilan
sebagai karyawan atau pekeja mandiri.
a. Jenis-jenis pengangguran
Terdapat beberapa jenis pengangguran antara lain:
◆ Menurut lama waktu bekerja, peangangguran di bedakan menjadi sebagai berikut.
1. Pengangguran terselubung( disguised unemployment)
Pengangguran terselubung merupakan tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena
sesuatu alasan tertentu Misalnya.
✓ kurang terampil dalam pekerjaannya karena pendidikannya rendah,
✓ baru mulai bekerja atau kurang pengalaman dalam bekerja
✓ keterpaksaan yang membuat orang bekerja tidak sesuai dengan bakat dan keterampilannya.
2. Pengangguran terbuka (open unemployment)
Pengangguran terbuka adalah tenaga kerja yang sungguh- sungguh tidak mempunyai pekerjaan
penyebabnya antara lain.
✓ tidak tersedianya lapangan kerja
✓ lapangan kerja yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya
✓ tidak berusaha mencari pekerjaan secara keras karena memang malas.
3. Setengah menanggur ( under unemployment)
Setenganh pengangguran dapat di kelompokkan menjadi setengah pengangguran kentara (visible
underemployment) yakni bekerja kurang dari jam normal ( kurang dari 34 jam/minggu). petani -
petani di indonesia banyak yang termasuk sebagai setengah penagguran kentara karena pentani yang
hanya memiliki lahan yang sempit biasanya bekerja kurang dari 35 jam/ minggu dan setengah
pengangguran tidak kentara ( invisible underemployment) atau pengangguran terselubung yaitu
mereka yang produktivitas kerja rendah dan pendapatannya rendah.
◆ Menurut sebab terjadinya pengangguran dapat di golongkan menjadi sebagai berikut :
1. Frictional unemployment
73
Pengangguran friksional merujuk pada masa transisi antara pekerjaan sebelumnya dengan
pekerjaan saat ini. Dengan kata lain seseorang di katakan dalam fase menganggur pada saat
menunggu mulainya pekerjaan baru.
2. Cyclical unemployment
Pengangguran siklikal biasanya muncul saat kondisi ekonomi mengalami resesi, sehingga
mengakibatkan di berhentikannya tenaga kerja baik secara permanen maupun sementara. Dengan kata
lain terjadi pengangguran jumlah tenaga kerja pada institusi kerja/ perusahaan. Kondisi tersebut di
yakini akan berangsur pulih ketika situasi ekonomi mengalami perbaikan.
3. Voluntary unemployment
Pengangguran voluntary merupakan kondisi ketika seseorang belum menemukan pekerjaan seperti
yang di harapkan, sehingga memutuskan tidak bekerja untuk sementara waktu.
4. Structural unemployment
Pengangguran struktural tidak jauh beda dengan frictional unemployment, hanya saja berlangsung
dalam periode waktu yang lebih lama. Hal ini bisa di gambarkan ketika kemampuan, pengalaman
kerja, dan latar belakang pendidikan yang di kuasai seseorang tidak sesuai dengan lowongan
pekerjaan yang tersedia.
5. Institutional unemployment
Pengangguran instituonal terjadi akibat adanya intervensi di pasar tenaga kerja yang memicu
timbulnya pengangguran misalnya kebijakan tarif pajak atau harga bahan bakar minyak.
❖ Menurut studi the internasional monetary fund(IMF) pada 2015 pertumbuhan ekonomi global
hanya mencapai 3.1% juta dan meningkat menjadi 3.6% di 2016. namun demikian, pertumbuhan
ekonomi di perkirakan mengalami penurunan hingga beberapa tahun berikutnya, mengigat belum
pulihnya perekonomian global dari perlambatan yang terjadi. Sementara angka pengangguran
global tercatat sebesar 197.1 juta jiwa pada 2015 meningkat dari tahun sebelumnya (196.4 juta
jiwa) angka ini di perkirakan meningkat sebesar 2.3 juta di 2016 dan 1.1 juta di 2017.
❖ Persoalan lain adalah semakin maraknya perdangangan manusia untuk di pekerjakan di sektor
terntentu serta fenomena pekerja anak. Selain melanggar hukum dan hak hidup individu
kejahatan tersebut juga merusak masa depan anak- anak. Fenomena seperti ini banyak terjadi di
kawasan afrika, amerika latin dan asia tenggara. Di samping itu fenomena angkatan kerja muda (
usia 15-24 tahun) dan baru memasuki pasar tenaga kerja,mencatatkan dinamika yang bervariasi
di wilayah - wilayah tertentu. Di kawasan afrika misalnya, pertumbuhan angkatan kerja muda
mengalami peningkatan dari sekitar 226 juta 2015 menjadi 340 juta pada 2016 dan di perkirakan
74
akan terus meningkat hingga mencapai lebih dari 520 juta pada 2030. sementara di wilayah asia,
angka tenaga kerja muda justru di prediksi mengalami penuranan dari 718 juta di 2015 menjadi
711 juta pada 2030 .
Faktor pendidikan di percaya menjadi pemicu menurunnya angkatan kerja muda yang memasuki
lapangan kerja. Dengan kata lain, semakin besar kesempatan menempuh pendidikan pada level yang
lebih tinggi akan cenderung menunda seseorang untuk memasuki dunia kerja. Sementara ketika akan
memasuki lapangan kerja, angkatan kerja muda biasanya menemui hambatan dan kegagalan antara
lain :
1. Minimnya informasi, jaringan kerja, serta kesiapan dalam karir
2. Tidak memadai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja
3. Kurangnya pengalaman yang menjadi syarat yang di ajukan oleh pasar tenaga kerja.
4. Sedikitnya peluang kerja bagi calon pekerja pemula.
➢ Adapun akibat jangka panjang dari pengangguran di usia muda antara lain :
1. Penurunan kemampuan potensial individu, sebab tidak di dayagunakan secara maksimal.
2. Penurunan daya dukung untuk menghidupi diri sendiri dan keluarganya, sehingga berpotensi
memicu persoalan lain seperti kesehatan,kecukupan nutrisi gizi serta kemiskinan.
➢ Adapun upaya- upaya yang di lakukan untuk mempesempit gap antara peluang kerja dengan
melimpahnya persediaan tenaga kerja di antaranya:
◆ Menyediakan pelatihan khusus di luar pendidikan formal, dengan demikian angkatan kerja muda
memiliki keterampilan praktis yang di perlukan di dunia kerja.
◆ Mengembangkan pendidikan jalur kejuruan yakni pendidikan formal secara khusus mendalami
keterampilan yang bisa di aplikasikan dalam pekerjaan seperti tata boga, otomotif, dan
sebagainya. Pendekatan ini sekaligus mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan.
◆ Mengembangkan metode apprenticeship atau tugas magang bagi para pelajar dari institusi
pendidikan ke entitas usaha selama periode tertentu, agar lebih mudah beradaptasi pada saat
memasuki dunia kerja.
b. Faktor - faktor penyebab pengangguran
Ada beberapa sebab yang menimbulkan pengangguran yaitu:
75
1. Pertumbuhan penduduk yang cepat menciptakan banyak pengangguran karena meningkatnya
jumlah angkatan kerja yang tidak di imbangi dengan perluasan kesempatan kerja.
2. Ketidak berhasilan sektor industri, pola investasi yang ada cenderung padat modal menyebabkan
semakin kecil terjadinya penyerapan tenaga kerja.
3. Angkatan kerja yang tidak dapat memenuhi kualifikasi persyaratan yang di minta oleh dunia kerja.
4. Ketidakstabilan perekonomian, politik, dan keamanan negara .krisis ekonomi pada pertengahan
tahun 1997 juga menyebabkan terjadinya pengangguran sebanyak 15,4 juta orang.
5. Pajak penghasilan (PPN) yang tinggi (proresif) akan membuat orang cenderung mengurangi jam
kerja
6. Perkembangan teknologi yang tinggi yang tidak di imbangi dengan keterampilan dan pendidikan
dari para pencari kerja.
7. Tidak ada kecocokan upah, karena tidak semua perusahaan mampu dan bersedia mempekerjakan
seseorang pelamar dengan tingkat upah yang diminta pelamar.
8. Tidak memiliki kemamuan wirausaha, orang yang tidak punya kemauan kerja tidak akan berusaha
menciptakan lapangan kerja sehingga ia harus menunggu uluran tangan dari orang lain.
9. Adanya deskriminasi ras, gender, orang cacat mengakibatkan timbulnya pengangguran.
c. Dampak dari timbulnya pengangguran
Jumlah pengangguran yang terus meningkat merupakan masalah pembangunan yang serius.
Meningkatnya pengangguran ini secara umum di sebabkan oleh adanya pertumbuhan jumlah
kesempatan kerja yang terus semakin meningkat. Ketidakseimbangan anatara aspek penawaran dan
permintaan baik dari segi jumlah dan kualitas dapat menimbulkan akibat pengangguran yang serius.
Penggangguran yang sangat kronis dan bersifat struktural pada umumnya akan membawa dampak
terhadap pembangunan lingkungan, sosial, ekonomi dan politik pada suatu negara. Pengangguran
yang bersifat struktural ini sangat berpengaruh terhadap pencapain kesejahteraan masyarakat dan
prospek pembangunan di negara yang besangkutan. Apabilah di lihat dari pembangunan negara
,dampak pengangguran yaitu berupa:
1. Melemahnya permintaan agregat disini untuk dapat bertahan hidup manusia harus bekerja. Dengan
bekerja dia akan memperoleh penghasilan yang digunakan untuk belanja barang dan jasa. Jika
pengangguran tinggi dan bersifat struktural, daya beli akan menurun yang ada gilirannya akan
menimbulkan penurunan terhadap permintaan.
76
2. Pengangguran akan menyebabkan pendapatan negara yang berasal dari sektor pajak berkurang.
Hal ini terjadi karena pengangguran yang tinggi akan menyebabkan kegiatan perekonomian menurun
sehingga pendapatan masyarakat pun akan menurun. Dengan demikian pajak yang harus di bayar
masyarakat akan menurun. Jika penerimaan pajak menurun , dana untuk kegiatan ekonomi
pemerintah akan berkurang sehingga kegiatan pembangunan pun akan terus menurun.
3. Pengangguran tidak meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Keberadaan pengangguran
menyebabkan daya beli masyarakat berkurang sehingga permintaan terhadap barang- barang hasil
produksi pun berkurang. Keadaan demikian tidak merangsang kalangan investor (pengusaha) untuk
melakukan peluasan atau pendirian industri baru. Dengan demikian tingkat investasi turun sehingga
pertumbuhan ekonomi pun tidak akan meningkat.
77
BAB XII
ABSTRAKSI PEREKONOMIAN
A. Pengertian Abstraksi Perekonomian
Abstraksi perekonomian adalah suatu gambaran dari arus factor produksi dalam suatu
perekonomian yang dapat menggambarkan bentuk perekonomian yang dianut oleh suatu Negara.
Apakah perekonomiannya berbentuk tradisional, tertutup atau closed economy, atau perekonomian
terbuka atau open economy. Dengan demikian dari abstraksi perekonomian dapat ditentukan bentuk
perekonomiannya. Abstraksi perekonomian dapat dilihat dalam suatu gambaran circular flows factor
produksi dari interaksi para pelaku ekonomi.
Abstraks Perekonomian THE CIRCULAR FLOW OF AN ECONOMY:
Arus berlanjut faktor produksi (SDA,SDM, Modal, Entreprenuership) dari rumah tangga (house hold)
ke produsen demikian pula sebaliknya. Tiga tahap perekonomian :
- Tradisional economy (ekonomi subsistance)
Cirinya: Pelaku ekonomi terdiri atas konsumen dan produsen,
Belum ada unsur pemerintah,
Transaksi dilakukan secara barter,
Jumlah imbalan yang diterima oleh konsumen sama dengan nilai produk yang dihasilkan oleh
produsen Y = c + S, S = I (a steady circular flow of an economy)
- Closed economy (ekonomi tertutup)
Pelaku ekonomi terdiri atas konsumen, produsen dan pemerintah Sudah ada penggunaan uang lokal
(local currency). Ada unsur pemerintah yang memungut pajak dan melakukan pengeluaran (SOC)
Balum ada penggunaan uang luar negeri (FX)Y = c + S + T
Y = c + I + G , S - I = T – G) (a steady circular flow of an economy)
- Open economy (ekonomi tertutup)
Pelaku ekonomi terdiri atas konsumen, produsen, pemerintah dan unsur luar negeriSudah ada
penggunaan uang lokal (local currency) dan Foreign currency Y = C + S + T , Y = C + I + G + X –
MK = + Kp + + Kg , X-M+ K = (S - I + + Kp) + (T – G + + Kg (a steady circular flow of an
economy)
78
B. Faktor Produksi
Kegiatan perekonomian hanya dapat berjalan jika ada barang yang diperdagangkan dan ada pelaku
perekonomian yang memperdagangkan barang dan jasa tersebut. Dalam ilmu ekonomi makro kita
kenal 4 (empat) faktor produksi yaitu : SDA, SDM, Modal, dan Keahlian. SDA atau natural resources
adalah anugerah pemberian Tuhan seperti tanah, air, udara dan segala isinya SDM atau Human
Resources (labors) baik yang memiliki skill maupun yang tidak memiliki skill (skilled and unskilled
labours)
Faktor produksi Modal adalah : capital resources seperti mesin, Peralatan, dan banugan serta
sarana lainnya yang digunakan untuk menghasilkan produksi. Enterprenuership adalah mereka yang
mengombinasikan ketiga faktor tersebut di atas (those people are a special category of human
resources, who combine natural, human and capital resources to produce out put (goods and services).
Dalam persamaan dikenal dengan four wheels yaitu : Q = f (R, L, K, E) dengan tingkat teknologi
tertentu. Artinya output (Q) adalah fungsi dari SDA (R), SDM (L), Modal (K) dan Keahlian (E).
Perubahan output dapat dilakukan dengan melakukan perubahan/ perbaikan pada fungsi faktor
produksi. Keempat faktor produksi tersebut yang membentuk produksi barang dan jasa.
Pelaku ekonomi Di dalam perekonomian modern, kita kenal empat kelompok pelaku
perekonomian yaitu : Perusahaan (Produsen), Rumah Tangga (Konsumen), Pemerintah (Government)
dan kelompok Luar Negeri (produsen, konsumen, pemerintah). Dengan demikian ada empat faktor
produksi dan ada empat pelaku ekonomi, keempat faktor produksi dan keempat pelaku ekonomi
tersebut menciptakan tiga jenis pasar yaitu :Pasar Barang /Jasa dan Pasar Keuangan, dan Pasar Tenaga
Kerja.
Pelaku ekonomi Secara umum gambaran tentang arus perekonomian dapat dijelaskan sebagai
berikut:
Arus Faktor produksi dari rumah tangga ke perusahaan: arus tersebut berupa arus barang (SDA),
arus tenaga kerja (labor), arus modal dan arus tenaga ahli Arus imbalan dari perusahaan ke rumah
tangga , berupa arus rent, upah/gaji, interest, dan normal profit) Arus barang dan jasa Arus uang
berupa pembelian barang dan jasa.
Pelaku ekonomi Kembali ke arus faktor produksi dan pelaku ekonomi, jika arus pelaku ekonomi
hanya produsen dan konsumen dan yang terjadi adalah sistem barter maka disebut dengan
perekonomian tradisional, sebaliknya jika arus perekonomian sudah melibatkan pemerintah maka
disebut dengan perekonomian tertutup sedangkan jika telah melibatkan luar negeri (transaksi
perekonomian luar negeri) disebut dengan perekonomian terbuka. Jumlah arus faktor produksi dari
rumah tangga dan dan jumlah barang yang dihasilkan oleh produsen jika dihitung nilainya maka akan
sama dengan jumlah yang diterima oleh konsumen dan jumlah pembelian yang diterima oleh
79
produsen dari konsumen. Nilai dari kedua jumlah arus tersebut disebut dengan Gross Domestik
produk atau Gross national produk
C. Tahapan perekonomian Tradisional Economy (Barter Economi )
Pada awalnya kegiatan perekonomian hanya bersifat subsistence, transaksi perekonomian
berlangsung secara barter, pelaku ekonomi hanya 2 yaitu, produsen dan konsumen,belum ada
penggunaan uang sehingga transaksi harus memerlukan double coincidence of wants (keinginan yang
sama). Pendapatan hanya diperuntukkan untuk konsumsi, jika ada saving bersifat barang (saving
berupa stock barang) Sehingga persyaratan (identity) terjadinya transaksi adalah :Y = C + S , Y = C +
IS = I (syarat terjadi arus perekonomian)
D. Tahapan perekonomian Closed Economy
Perekonomian secara tradisional ternayata banyak sekali kelemahannya, terutama dalam hal
transaksi perekonomian, hal tersebut disebabkan karena perekonomian dilakukan secara barter dan
belum adanya penggunaan unsure keuangan, oleh karena itu perekonomian berkembang menjadi
perekonomian tertutup atau closed economy dengan ciri-ciri sebagai berikut:Pelaku ekonomi selain
produsen dan konsumen juga terdapat unsur pemerintah yang memungut pajak (T), melakukan
pengeluaran (G) seperti menyediakan infra struktur serta mengeluarkan kebijakan/peraturan.Sudah
ada penggunaan unsur uang (local currency)Identity : Y = C + S + T , Y = C + I + G , (S – I) = - (T –
G) (syarat terjadi arus perekonomian)S = I => keseimbangan di sektor swasta (private sector)T= G =>
keseimbangan di sektor pemerintah(Government sector)
E. Tahapan Perekonomian Open Economy
Kegiatan perekonomian dalam closed ekonomi juuga mengalami kekurangan oleh karena itu pada
saat ini hampir seluruh negara menganut system perekonomian terbuka (open economy) dengan
cirinya sebagai berikut: Pelaku ekonomi adalah : produsen, konsumen, dalam dan luar negeri,
pemerintah dengan mitra dagang luar negeri. Terdapat transaksi luar negeri sehingga kurs dan
cadangan devisa sangat penting dalam perekonomian. Selain arus terdapat arus barang/jasa ke luar
negeri juga arus kapital ke dalam dan keluar negeri. (capital inflows dan capital out flows) Identity : Y
= C+ S + T , Y = C + I + G + (X – M) , (X-M) = (S-I) + (T-G) (syarat terjadi arus perekonomian )+K
= + Kp + Kg , (X-M+K) = (S-I+Kp) + (T-G+Kg)
F. Production possibility frontier
PPF/PPC Adalah kurve yang menunjukkan kombinasi maximum produksi barang dan jasa yang
dapat dihasilkan oleh suatu negara dengan menggunakan semua faktor-faktor produksi sesuai dengan
tingkat teknologi yang dimiliki.
80
Kombinasi yang ditunjukkan oleh titik a adalah kombinasi maximum (full employment) antara
keamanan dan kesejahteraan. Kombinasi pada titik b merupakan kondisi di mana masih ada Faktor
Produksi yang belum digunakan.
Alokasi faktor produksi dilakukan untuk menjawab 3 (tiga) pertanyaan pokok dalam ilmu ekonomi
yaitu : What to produce (Barang apa yang akan diproduksi) , How to produce (Bagaimana barang
tersebut diproduksi) , For whom to produce ( untuk siapa barang tersebut diproduksi). Jawaban
terhadap pertanyaan tersebut di atas sangat ditentukan oleh Sistem ekonomi yang dianut Kebijakan
Pemerintah.
G. Circular Flow Diagram
Sebelum membahas apa itu circular flow diagram, ada beberapa hal yang harus kamu pahami
terlebih dahulu, yaitu mengenai pengelompokan pasar. Pasar akan dibagi menjadi dua kelompok,
yaitu:
• Pasar barang dan jasa
Pasar barang dan jasa adalah pertemuan antara permintaan dan penawaran akan barang dan jasa.
Untuk perekonomian tertutup (tanpa ada campur tangan masyarakat luar negeri), permintaan akan
berasal dari sektor rumah tangga konsumsi dan pemerintah, umumnya merupakan permintaan akan
barang dan jasa pada tahap akhir. Penawaran barang dan jasa akan berasal dari sektor perusahaan. Di
masa perekonomian yang modern ini, yang memiliki spesialisasi tersendiri, tidak semua perusahaan
memproduksi sendiri bahan baku yang dipakai untuk memproduksi barang dan jasa. Pasar faktor
produksi yang terdiri atas pasar tenaga kerja dan pasar uang/modal
◆ Pasar Tenaga Kerja
Pasar tenaga kerja adalah sebuah interaksi antara permintaan dan penawaran tenaga kerja. Dalam
perekonomian tertutup, penawaran tenaga kerja akan berasal dari rumah tangga konsumsi. Sedangkan
permintaan tenaga berasal dari perusahaan dan pemerintah. Sedangkan dalam perekonomian terbuka,
permintaan dan penawaran tenaga kerja bisa berasal dari negara lain.
◆ Pasar Uang / Modal
Pasar uang/modal adalah sebuah interaksi antara permintaan dan penawaran uang. Hal yang
diperjualbelikan dalam pasar uang/modal bukanlah uang dalam bentuk fisik, tetapi hak dan
penggunaan uang. Penawaran uang berasal dari pihak-pihak yang bersedia menunda penggunaan
uangnya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang dan menyerahkan hak guna uang tersebut
kepada pihak lain. Contohnya adalah dengan cara ditabung atau didepositokan di bank selama tiga
bulan. Sebagai gantinya, individu tersebut mendapat balas jasa berupa pendapatan bunga. Untuk
permintaan akan uang, hal tersebut akan berasal dari pihak yang membutuhkan uang dengan berbagai
alasan. Dalam usaha memenuhi kebutuhan tersebut, mereka harus bersedia membayar bunga.
81
Yang membedakan pasar uang dan pasar modal adalah waktu dalam kegiatan jual belinya. Apabila
hak penggunaan uang yang diperjualbelikan adalah setahun atau kurang, maka termasuk dalam
kategori pasar uang. Jika lebih dari setahun, pasarnya disebut pasar modal. Agar alokasi sumber daya
keuangan bisa lebih efisien, akan dibutuhkan sebuah lembaga yang bisa menjadi perantara keuangan.
Bisa berupa perbankan atau non-perbankan.
H. Penggunaan Circular Flow Diagram
Setelah kita mengetahui pasar-pasar yang akan berperan dalam circular flow diagram, mari kita
perhatikan diagram dibawah ini:
Penjelasan:
1. Sektor RTK/konsumen akan membeli barang/jasa dari sektor RTP/produsen. Pada sisi
lainnya, RTP akan menerima uang dari RTK. Ini artinya, RTK akan berperan sebagai pembeli
barang/jasa dan RTK penjual. Pada arus ini, RTP menetapkan harga produknya berdasarkan biaya
dari tenaga kerja serta kemampuan yang dimilikinya. Sementara harga yang muncul di pasar barang
ditentukan oleh pertemuan antara permintaan RTK dan penawaran RTP. Transaksi barang dan jasa
terjadi di pasar barang (product market).
2. Dalam usaha mendapatkan barang dan jasa, RTK akan membutuhkan yang namanya pemasukan.
Pendapatan ini bisa diperoleh dari penjualan faktor produksi yang dimiliki. Sektor RTK
menawarkan faktor produksi kepada sektor RTP. Sebagai gantinya, RTP akan memberikan uang.
RTK memiliki peran sebagai pembeli faktor produksi dan RTP penjual. Harga yang muncul akan
ditentukan oleh pertemuan antara penawaran RTK dan permintaan RTP. Transaksinya dilakukan
di pasar barang produksi.
3. RTG/pemerintah mendapatkan penghasilan dari pajak dan menggunakannya untuk membeli
barang dan jasa dari pasar faktor produksi, pasar barang, dan RTP. Barang dan jasa ini, nantinya
akan dipakai sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.
Pada akhirnya, circular flow diagram adalah sebuah diagram yang bisa kita gunakan untuk
memahami atau melihat proses dari sebuah kegiatan ekonomi.
82
DAFTAR PUSTAKA
https://www.gramedia.com/literasi/ekonomi-mikro/
https://www.jurnal.id/id/blog/pengertian-dan-konsep-pendapatan-nasional/
https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-pertumbuhan-ekonomi/
https://www.gramedia.com/literasi/lembaga-perbankan/
https://www.academica.edu/22958232/NILAU-TUKAR-UANG
httpas://www.academia.edu/34730478/MAKALAH-NERACA-PEMBAYARAN
https://www.ifuddream.blogspot.com/2016/01/makala-saving
https://annisawally0208.blogspot.com/2018/05/rangkuman-materi-kuliah-tentang-
pasar.html
https://ekonomi.bunghatta.ac.id/index.php/id/artikel/678-pasar-tenaga-kerja-
pengertian-fungsi-jenis-dan-ciri-beserta-kelebihan-kekurangannya-lengkap
https://www.linovhr.com/pasar-tenaga-kerja/
83