Kapan masuknya kebudayaan Hindu-Budha ke Indonesia tidak diketahui pasti. awal pengaruh Hindu Buddha di Nusantara sejauh ini selalu dimulai pada sekitar abad ke-5 M. Hal ini dikemukakan oleh J.L.moens yang mengemukakan teori kesatria, mencoba menghubungkan proses terbentuknya kerajaan kerajaan di Indonesia pada awal abad ke 5 dengan situasi yang terjadi di India pada abad yang sama. Ternyata pada awal abad ke 5, ada diantara para keluarga Kerajaan di India Selatan melarikan diri ke Indonesia sewaktu kerajaannya mengalami kehancuran. Hal ini diperkuat oleh kehadiran kerajaan Kutai dan Tarumanagara di Nusantara dan masih sedikit perhatian terhadap periode sebelum itu. • KAPAN HINDU-BUDHA MASUK DI INDONESIA?
Adanya perdagangan internasional yang terjadi di Indonesia, muncul beberapa teori mengenai proses masuknya budaya HinduBuddha ke Indonesia. Lima teori proses masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia tersebut, yaitu: Teori Waisya Teori Brahmana Teori Ksatria Teori Arus balik Teori Sudra • Teori Waisya Dilansir dari buku Sejarah Politik dan Kekuasaan (2019) oleh Tappil Rambe dan teman-teman, menuliskan bahwa hipotesis ini dikemukakan oleh N.J Krom yang menyebutkan proses masuknya kebudayaan Hindu melalui hubungan dagang antara India dan Indonesia. Kaum pedagang (Waisya) India yang berdagang di Indonesia mengikuti angin musim. Jika angin musim tidak memungkinkan mereka untuk kembali, dalam waktu tertentu mereka menetap di Indonesia. Selama para pedagang India tersebut menetap di Indonesia, mereka memanfaatkannya dengan menyebarkan agama HinduBuddha. • BAGAIMANA HINDU-BUDHA MASUK KE INDONESIA?
• Teori Brahmana Teori ini diungkapkan oleh Jc. Van Leur yang mengatakan kebudayaan Hindu-Buddha India menyebar melalui golongan Brahmana. Pendapatnya itu didasarkan pada pengamatan terhadap sisa-sisa peninggalan kerajaan-kerajaan yang bercorak HinduBuddha di Indonesia, terutama pada prasasti yang menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa. Golongan Brahmana dikenal menguasai bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa, sehingga jelas bahwa ada peran Brahmana dalam masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia. • Teori Ksatria Teori Ksatria mengatakan bahwa proses kedatangan agama Hindu ke Indonesia dilangsungkan oleh para ksatria, yakni golongan bangsawan dan prajurit perang. • Teori Arus Balik Pendapat ini menjelaskan peran aktif dari orang-orang Indonesia yang mengembangkan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia. Pendapat mengenai keaktifan orang-orang Indonesia ini diungkap oleh F.D.K Bosch yang dikenal dengan Teori Arus Balik. Teori ini menyebutkan bahwa banyak pemuda Indonesia yang belajar agama Hindu-Buddha ke India. Setelah memperoleh ilmu yang banyak, mereka kembali ke Indonesia untuk menyebarkannya. • Teori Sudra Teori ini disampaikan Von Van Faber yang mengatakan bahwa peperangan yang terjadi di India pada saat itu menyebabkan golongan Sudra menjadi buangan. Kemudian mereka meninggalkan India dan mengikuti kaum Waisya dan diduga golongan Sudra yang memberi andil dalam penyebaran budaya Hindu-Buddha ke Indonesia. Karena saat itu jumlah mereka sangta besar.
• Bagaimana Pengaruh Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia Agama dan kebudayaan Hindu-Buddha yang menjadi awal peradaban masa sejarah di Indonesia yang berlangsung berabad-abad sampai pengaruh Islam datang. Agama dan kebudayaan Hindu-Buddha membawa dampak perubahan besar dalam diri bangsa Indonesia. Agama dan kebudayaan Hindu-Buddha juga meninggalkan banyak jejak yang masih bisa dikaji dan dinikmati hingga sekarang. Masuknya pengaruh Hindu-Buddha membawa perkembangan dalam bidang seni rupa, seni pahat dan seni ukir. Hal ini dapat dilihat pada relief atau seni ukir yang dipahatkan pada bagian dinding candi. Misalnya, relief yang dipahatkan pada dindingdinding pagar langkan di Candi Borobudur berupa pahatan riwayat Sang Buddha.
• PENINGGALAN HINDU-BUDHA a. Candi (Candi Borobudur) b. Patung
c. Relief d. Prasasti (Prasasti yupa)