The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by widiyawidiya026, 2021-08-16 08:28:52

rangkaian seri paralel

rangkaian seri paralel

A. IDENTITAS : rangkaian seri dan paralel
1. Judul : XII
2. Kelas :
3. Semester

KI/KD : 3.1 Menganalisis prinsip kerja peralatan listrik searah (DC) berikut

keselamatannya dalam kehidupan sehari-hari.

4.1 Melakukan percobaan prinsip kerja rangkaian listrik searah (DC)

dengan metode ilmiah berikut presentasi hasil percobaa.

4. Waktu : 2 x 45 menit
5. Identitas Kelompok :

(1) .......................
(2) .......................
(3) .......................
B. TUJUAN PRAKTIKUM
Melalui kegiatan praktikum ini peserta didik dapat mengetahui karakteristik arus,

tegangan dan resistansi resistor pada rangkaian seri resistor dan paralel resistor.

C. INFORMASI KERJA
Perhatikan gambar di bawah ini!
1. Kegiatan 1. Rangkaian Seri Resistor

Gambar 1. Rangkaian Seri Resistor
2. Kegiatan 2. Rangkaian Paralel Resistor

Gambar 2. Rangkaian Paralel Resistor

Pada gambar (1), dua buah resistor dirangkai secara seri yang dihubungkan
dengan sebuah power supply sumber tegangan dan dihubungkan dengan sebuah
amperemeter. Pada gambar (2) dua buah resistor dirangkai secara paralel yang
dihubungkan dengan powersupply dan dihubungkan dengan amperemeter.

1. Berdasarkan gambar 3. dibawah, tuliskanlah fungsi bagian-bagian
amperemeter pada basicmeter yang ditunjuk?

Gambar 3. Bagian-bagian Amperemeter pada Basicmeter

Tabel 1. Fungsi bagian-bagian Amperemeter

No Nama Fungsi

1

2

3

4
5

2. Berdasarkan gambar 5. dibawah, tuliskanlah fungsi bagian-bagian amperemeter
pada basicmeter yang ditunjuk?

Gambar 5. Bagian-bagian Voltmeter pada basicmeter

Tabel 2. Fungsi bagian-bagian Voltmeter

No Nama Fungsi

1

2

3

4

5

3. Menentukan NST
a. Jika NST merupakan nilai skala terkecil, tentukan besar NST

amperemeter untuk setiap batas ukur!

Batas ukur = ..................................
Batas ukur
NST = Jumlah skala = .......................

Batas ukur = ..................................
Batas ukur
NST = Jumlah skala = .......................

Batas ukur = ..................................
Batas ukur
NST = Jumlah skala = .......................

Batas ukur = ..................................
Batas ukur
NST = Jumlah skala = .......................

b. Jika NST merupakan nilai skala terkecil, tentukan besar NST voltmeter

untuk setiap batas ukur!
Batas ukur = ..................................

NST = Batas ukur = .......................
Jumlah skala

Batas ukur = ..................................
Batas ukur
NST = Jumlah skala = .......................

Batas ukur = ..................................
Batas ukur
NST = Jumlah skala = .......................

Batas ukur = ..................................
Batas ukur
NST = Jumlah skala = .......................

4. Hasil Pengukuran
a. Amperemeter

Gambar 6. Hasil Pengukuran pada Amperemeter
Dari gambar 6. diatas, tentukanlah hasil pengukuran kuat arus listrik yang terbaca
pada amperemeter?

HP = Kuat arus Listrik = Penunjukkan skala × NST

I = ……….. × NST

b. Voltmeter

Gambar 7. Hasil Pengamatan pada voltmeter

Dari gambar 7. diatas, tentukanlah hasil pengukuran tegangan yang terbaca pada
voltmeter
HP = Tegangan = Penunjukkan skala × NST
V = ……….. × NST
5. Kegiatan 1. Rangkaian seri resistor

a. Jika disediakan komponen seperti pada gambar 1. Berapa besar kuat arus
listrik di titik A, B, dan c?
Vs = …………..........
IA = ………………...
I1 = IB =…………….
I2 = IC =…………….
b. Berapa besar tegangan pada R1 (antara A dan B) dan tegangan pada R2
(antara B dan C)?
V1 =…………………
V2 =…………………
6. Kegiatan 2. Rangkaian paralel resistor
a. Jika disediakan komponen seperti pada gambar 2. Berapa besar kuat arus listrik
sebelum titik cabang (titik A), kuat arus listrik yang melalui R1 (titik B), dan kuat
arus listrik yang melalui R2 (titik C)?

Vs = …………..........
IA = ………………...
I1 = IB =…………….
I2 = IC =…………….

b. Berapa besar tegangan pada R1 dan tegangan pada R2?
V1 =…………………
V2 =…………………

Catatan:
 Gunakakan masing-masing 2 resistor untuk rangkaian seri dan paralel

 Dalam melakukan setiap kegiatan di atas, mintalah petunjuk dari
Guru/pembimbing
 Berikan jawaban Anda pada lembar kerja yang telah disediakan

D. RUMUSAN MASALAH
Bagaimana karakteristik kuat arus, tegangan listrik dan hambatan total pada rangkaian

seri dan paralel

E. RUMUSAN HIPOTESIS
Berdasarkan rumusan masalah, dapat dituliskan hipotesis sebagai berikut
Pada rangkaian seri resistor

1. Kuat arus yang mengalir pada setiap resistor adalah sama
2. Tegangan total terbagi ke setiap resistor
3. Hambatan total sama dengan penjumlahan hambatan pada setiap resistor

Pada rangkaian paralel resistor

1. Kuat arus total terbagi kesetiap resistor

2. Tegangan listrik pada setiap resistor adalah sama

3. Hambatan total lebih kecil dari hambatan terkecil pada rangkaian

F. IDENTIFIKASI VARIABEL DAN DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL

1. Identifikasi Variabel

Berdasarkan rumusan masalah terdapat variabel yang terukur dan terhitung

dimana

Variabel terukur: arus listrik, tegangan dan hambatan

Variabel terhitung : hambatan total

2. Definisi Operasional Variabel

a. Variabel terukur adalah variabel yang terukur menggunakan alat ukur

pada percobaan

b. Variabel terhitung adalah variabel yang diperoleh dari hasil analisis data

G. ALAT DAN BAHAN

Tuliskan alat dan bahan yang digunakan pada setiap kegiatan dalam praktikum

ini!

a. Kegiatan 1. Rangkaian seri resistor

b. Kegiatan 2. Rangkaian paralel resistor

H. PROSEDUR KERJA
Berikan uraian prosedur kerja pada setiap kegiatan praktikum ini!

a. Kegiatan 1. Rangkaian seri resistor

b. Kegiatan 2. Rangkaian paralel resistor

I. HASIL PENGAMATAN

Berikan tabel hasil pengamatan dari setiap kegiatan yang telah dilaksanakan!

Kegiatan 1. Rangkaian Seri Resistor

R1=.......... R2=..........

Tabel 1. Hubungan antara kuat arus listrik dan tegangan pada rangkaian seri resistor

Tegangan Sumber Kuat Arus Listrik (A) yang Melalui Titik Tegangan pada (V)
(Vs) ABC R1 R2

Kegiatan 2. Rangkaian Paralel Resistor

R1=.......... R2=..........

Tabel 2. Hubungan antara kuat arus listrik dan tegangan pada rangkaian paralel

resistor

Tegangan Sumber Kuat Arus Listrik (A) yang Melalui Titik Tegangan pada (V)
(V) ABC R1 R2

J. ANALISIS DATA
1. Kegiatan 1. Rangkaian Seri Resistor
a. Berdasarkan tabel 1. Bagaimana besar kuat arus listrik pada setiap titik

yang diukur?

b. Berapa besar nilai V1 + V2? Apakah jumlah tegangan V1 + V2 sama
dengan tegangan sumber (Vs)? Jelaskan!

c. Berdasarkan hasil analisis pada poin (b) diperoleh bahwa V1 + V2 = Vs.
Jika V = I R (hukum Ohm) uraikan persamaan V1 + V2 = Vs untuk
memperoleh rumusan hambatan pengganti pada rangkaian seri resistor!

d. Tuliskan karakteristik kuat arus listrik, tegangan listrik, dan hambatan
pada resistor yang disusun seri berdasarkan hasil pengamatan dan analisis
data sebelumnya!

2. Kegiatan 2. Rangkaian Paralel Resistor
a. Berdasarkan tabel 2. bagaimana besar kuat arus listrik pada setiap titik
yang diukur?

b. Berapa besar tegangan pada R1 dan R2? Apakah besar V1 dan V2 sama
dengan tegangan sumber (Vs)? Jelaskan!

c. Berdasarkan hasil analisis pada nomor 2 diperoleh bahwa V1 = V2 = Vs.
Jika V = I R (hukum Ohm) uraikan persamaan V1 = V2 = Vs untuk
memperoleh rumusan hambatan pengganti rangkaian paralel resistor

d. Tuliskan karakteristik kuat arus listrik, tegangan listrik, dan hambatan
pada resistor yang disusun paralel berdasarkan hasil pengamatan dan analisis
data sebelumnya !

K. PEMBAHASAN/DISKUSI

L. KESIMPULAN DAN SARAN
M.DAFTAR RUJUKAN


Click to View FlipBook Version