The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

File ini berisi materi unsur-unsur yang terdapat dalam cerita Imajinasi, yang terdiri dari unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rumywidyanti97, 2021-08-31 19:22:40

Materi Unsur Cerita Imajinasi

File ini berisi materi unsur-unsur yang terdapat dalam cerita Imajinasi, yang terdiri dari unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita.

Keywords: Unsur Cerita Imajinasi

Unsur-unsur dalam
Teks Cerita
Imajinasi

Rumy Widyanti

Dwi Ambarwati

UNSUR TEKS
CERITA IMAJINASI

INTRINSIK EKSTRINSIK

1. Tema 5. Tokoh & Penokohan 1. Nilai-nilai
2. Latar/Setting 6. Sudut Pandang 2. Latar belakang
3. Alur 7. Gaya Bahasa
4. Amanat kehidupan pengarang
3. Situasi sosial ketika

cerita itu diciptakan

Pengertian

Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun
sebuah karya sastra dari dalam karya sastra itu
sendiri.

Sedangkan unsur yang membangun karya sastra
dari luar karya sastra tersebut dinamakan unsur
ekstrinsik.

TEMA Tema Kata benda
Umum Membendakan selain kata
TEMA
Tema benda
= spesifik Singkat

permasalahan Isi cerita
utama yang Pesan
Hal baik
menjiwai seluruh
cerita/karangan

Tema

Tema dapat ditemukan dengan mengidentifikasi konflik yang
terdapat dalam cerita tersebut.
Tema biasanya dirumuskan dalam kalimat/pernyataan yang singkat
dan padat.
Misalnya :
Tema : persahabatan, kehidupan sosial, lingkungan hidup, agama,
kebaikan.

Latar/Setting

Latar Tempat

Latar/setting Latar Waktu
Latar Suasana
=

segala keterangan
mengenai waktu, ruang,
dan suasana terjadinya
lakuan/peristiwa dalam

cerita.

Menurut KBBI, latar merupakan keterangan mengenai LATAR
waktu, ruang, dan suasana terjadinya lakuan dalam karya
sastra. Suasana yang dimaksud adalah keadaan sosial
masyarakat, sehingga disebut latar sosial.

1. Latar tempat berkaitan dengan masalah geografis.

2. Latar waktu berkaitan dengan masalah waktu, hari,
jam, maupun historis.

3. Latar sosial berkaitan dengan kehidupan masyarakat.

ALUR

ALUR Tahapan Pengenalan
tokoh & latar
= 3 Pemunculan
masalah/konflik
rangkaian/jalinan 12
antar peristiwa/ Konflik
lakuan dalam cerita menegang

yang memiliki 输入标题 Klimaks
hubungan sebab -
Konflik mereda
akibat
Penyelesaian

输入标题 输入标题

Pola / Tahapan Alur

Masing-masing plot tersebut dijelaskan sebagai
berikut.

• Plot kronologis, cerita benar-benar dimulai dari
eksposisi, melampaui komplikasi dan klimaks
yang berawal dari konflik tertentu, dan berakhir
pada pemecahan atau denoument.

• Plot regresif, awal cerita bisa saja merupakan
akhir, demikian seterusnya: tengah dapat
merupakan akhir dan akhir dapat merupakan
awal atau tengah.

JENIS ALUR

maju mundur gabungan

Alur maju (alur lurus) Alur mundur (alur flashback) Alur campuran (maju-mundur)
Rangkaian peristiwanya bergerak Rangkaian peristiwanya bergerak Rangkaian peristiwa
maju dari awal ke akhir (kronologis) mundur dari akhir ke awal (set back)
bergerak secara acak.

{ AMANAT nasihat
anjuran
amanat larangan
perintah
=

pesan yang ingin
disampaikan

pengarang kepada
pembaca

Amanat

Amanat dalam sebuah cerita pasti bersifat positif.

Kita sebaiknya menghargai orang lain
Kita tidak boleh merendahkan orag lain
Kita harus menghargai orang lain
Menghargai orang lain merupakan perbuatan yang
terpuji

TOKOH Berdasarkan Tokoh utama
peran
= Tokoh
berdasarkan pembantu
individu rekaan yang wataknya
mengalami peristiwa atau Tokoh Figuran

berkelakuan (memiliki Tokoh
sifat/watak) di dalam Protagonis
berbagai peristiwa dalam
Tokoh
cerita. antagonis

Tokoh
tritagonis

Tokoh dan penokohan

Tokoh adalah orang yang melakukan perbuatan dan mengalami
peristiwa dalam sebuah cerita.
Berdasarkan peranannya dalam cerita, tokoh dapat dibedakan
menjadi tokoh utama (tokoh sentral) dan tokoh tambahan.

PENOKOHAN

Penokohan Analitik pikiran tokoh
(langsung)
= Dialog/ucapan tokoh
Dramatik
cara pengarang (tidak Tingkah laku tokoh
dalam
langsung) Lingkungan sekitar
menyajikan/ tokoh
menggambarkan
watak tokoh dan Reaksi/tanggapan
penciptaan citra tokoh lain

tokoh. Keadaan fisik tokoh

Penokohan (perwatakan): pemberian watak pada
tokoh cerita

 Penokohan secara langsung, yaitu watak tokoh-tokoh cerita itu
disampaikan dengan cara menyebutkan wataknya. Misalnya, tokoh
Mutiara itu penyabar, baik hati, dan suka menolong. Dan dengan
cara menyebutkan keadaan fisiknya. Contohnya, tokoh Mutiara
penampilannya tidak rapi, rambut awut-awutan, dan berpakaian
seenaknya.

 Penokohan secara tidak langsung yaitu watak tokoh dalam cerita
itu disampaikan tidak secara terus terang. Misalnya dari dialog
tokoh lain. Atau dari gerak gerik dan tingkah laku setiap tokoh
agar dapat menyimpulkan watak tokoh tersebut secara tepat.

Metode penokohan ada 3 macam yang akan dijabarkan sebagai berikut.

1. Metode analitik (langsung) adalah metode penokohan yang memaparkan
ataupun menyebutkan sifat tokoh secara langsung, misalnya seperti:
penakut, sombong, pemalu, pemarah, keras kepala, dan lain-lain.

2. Metode dramatik (tak langsung) adalah suatu metode penokohan secara
tidak langsung memaparkan atau menggambarkan sifat tokoh melalui
cara-cara berikut.

– Penamaan tokoh - Pelukisan perasaan tokoh

– Cakapan - Perbuatan tokoh

– Penggambaran pikiran tokoh - Sikap tokoh

– Arus kesadaran -Pandangan seseorang atau banyak

– Pelukisan latar tokoh terhadap tokoh tertentu.

3. Pelukisan fisik, misalnya berpakaian, postur tubuh, bentuk rambut, warna
kulit, dan lain-lain.

Sudut Pandang (Poin of view)

Orang pertama Aku menceritakan
pelaku utama aku

SUDUT Orang pertama Aku menceritakan
PANDANG pelaku sampingan orang lain

= Orang ketiga Nama tokoh

Posisi
pengarang
dalam cerita

Serbatahu Terarah
(Fisik + Batin) (Fisik)

Sudut pandang orang pertama

Pada sudut pandang orang pertama, posisi pengarang berada di
dalam cerita. Ia terlibat dalam cerita dan menjadi salah satu tokoh
dalam cerita (bisa tokoh utama atau tokoh pembantu).
Salah satu ciri sudut pandang orang pertama adalah penggunaan
kata ganti ‘aku’ dalam cerita. Oleh karena itu, sudut pandang orang
pertama sering disebut juga sudut pandang akuan.

Lanjutan S.P. orang pertama

S.P. orang pertama terbagi lagi menjadi dua yaitu :
◼ S.P. orang pertama pelaku utama (Tokoh ‘aku’

menjadi tokoh utama dalam cerita.
◼ S.P. orang pertama pelaku sampingan (Tokoh ‘aku’

hanya berperan sebagai tokoh
pendamping/pembantu saja.

Sudut pandang orang ketiga

Pada sudut pandang orang ketiga, pengarang berada di luar
cerita. Artinya dia tidak terlibat dalam cerita. Pengarang
berposisi tak ubahnya seperti dalang atau pencerita saja.
Ciri utama sudut pandang orang ketiga adalah penggunaan
kata ganti ‘dia’ atau ‘nama-nama tokoh’. Oleh sebab itu,
sudut pandang ini disebut pula sudut pandang diaan.

lanjutan

S.P. orang ketiga terbagi menjadi dua yaitu :
◼ S.P. orang ketiga serba tahu (pengarang mengetahui segala

tingkah laku, perilaku, keadaan lahir dan batin tokoh
cerita).
◼ S.P. orang ketiga terarah (pengarang hanya sebatas
mengetahui kondisi lahiriah dari para tokohnya).

Gaya Bahasa Pengarang

Adalah cara pengarang mengungkapkan ceritanya melalui
bahasa yang digunakan.

Setiap pengarang memiliki gaya masing-masing. Ahmad
Tohari, misalnya, dia banyak menggunakan kalimat-kalimat
yang indah dan kuat untuk mendeskripsikan latar dalam
ceritanya.
Kuntowijoyo banyak menggunakan idiom-idiom Jawa dalam
ceritanya.

Unsur ekstrinsik Novel

Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun teks cerita
pendek di luar cerpen itu sendiri (unsur yang berada di luar karya
sastra).
Unsur-unsur ekstrinsik dari cerpen tidak bisa terlepas dari
keadaan masyarakat saat di mana cerita itu dibuat oleh penulis.
Latar belakang masyarakat

, yaitu

pengaruh dari kondisi latar belakang UNSUR EKSTRINSIK Latar belakang pengarang meliputi
masyarakat terhadap terbentuknya pemahaman kita terhadap sejarah
sebuah cerita khususnya cerpen. meliputi hidup dan sejarah hasil karangan
Pemahaman itu bisa berupa yang sebelumnya. Latar belakang
pengkajian ideologi negara, kondisi pengarang biasanya terdiri dari
politik negara, kondisi sosial biografi, kondisi psikologis, dan aliran
masyarakat, sampai dengan kondisi sasrta
ekonomi masyarakat.
berisi mengenai pemahaman kondisi
berisi mengenai riwayat hidup atau keadaan yang mempengaruhi
pengarang cerita yang ditulis secara seorang pengarang menulis cerita
keseluruhan. atau cerpen.

Selamat Belajar

TERIMA KASIH


Click to View FlipBook Version