BAB 4 PKK
Manajemen Sumber Daya Usaha
A. Merencanakan Usaha
1. Pengertian Perencanaan Usaha
Rencana usaha (business plan) merupakan salah satu dasar ilmu manajemen. Dasar-
dasar ilmu manajemen adalah planning, organizing, directing, dan controlling. Planning
berada diurutan pertama dalam ilmu dasar-dasar manajemen, sebab organizing, directing,
dan controlling juga harus direncanakan dalam setiap usaha. Menurut Hasibuan (2007)
perencanaan adalah sejumlah keputusan mengenai keinginan dan berisi tentang pedoman
pelaksanaan untuk mencapai tujuan tersebut.
Dalam aspek usaha, perencanaan merupakan peta atau gambaran tajam mengenai
usaha yang akan dijalankan, dengan adanya rencana usaha (business plan) maka seseorang
akan tahu mengenai posisi, arah, dan target yang ingin dicapai perusahaan.
2. Manfaat Perencanaan Usaha
Ada beberapa,manfaat dari perencanaan usaha untuk usaha yang sedang kita jalani,
antara lain sebagai berikut:
a. Membimbing jalannya usaha;
b. Mengembangkan kemampuan manajerial di bidang usaha;
c. Sebagai petunjuk/pedoman pemimpin perusahaan dalam menjalankan perusahaan;
d. Sebagai sarana untuk bisa memperkecil risiko usaha;
e. Sebagai pedoman untuk melakukan pengawasan atas kinerja perusahaan
f. Bisa membantu pengajuan kredit bank.
3. Pedoman Penulisan Rencana Usaha
Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam merencanakan sebuah usaha.
Apabila kamu memahaminya maka kamu bisa menjalankan usahamu dengan terarah.
a. Analisis Kelayakan Usaha
Analisis kelayakan usaha bisa digunakan
untuk mempermudah kita dalam melihat
situasi internal dan eksternal. Fungsi utama
dari analisis kelayakan usaha adalah agar
kita tidak merencanakan atau memulai
usaha dengan sia-sia. Selain itu, juga
dimaksudkan agar produk yang kita buat
tidak salah sasaran, serta tepat memilih
metode pemasaran. Yang terpenting agar
keuangan perusahaan bisa terkontrol
dengan baik. Oleh karena itu, kita perlu
melakukan analisis kelayakan usaha yang
ingin kita jalani. Dalam buku Perencanaan Usaha karya Munjiati Munawaroh (2016), ada 4
aspek akan aspek yang harus dianalisis untuk kepentingan perencanaan usaha kita.
Keempat aspek tersebut akan dijabarkan di bawah ini.
1) Analisis Aspek Pasar
Analisis aspek pasar merupakan pokok dari strategi pemasaran, dengan
menganalisis pasar kita menjadi mengetahui kondisi pangsa pasar kita. Ada perusahaan
yang ingin menjangkau semua lapisan pasar. Ada pula perusahaan yang memisahkan
konsumen sesuai dari produk yang dihasilkannya. Penentuan target pasar harus jelas,
sehingga kita tahu kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap suatu produk.
Penentuan target pasar akan memudahkan kita memilih konsumen yang memiliki daya
beli yang potensial. Dengan menganalisis pasar, kita tidak akan salah dalam menjual
produk untuk pangsa pasar yang menjadi target.
2) Analisis Aspek Pemasaran
Untuk menganalisis aspek pemasaran tergantung dari siapa terget pangsa pasar
yang ingin dituju. Dalam dunia pemasaran terdapat tiga kategori penetapan pemasaran,
yaitu.
a) Strategi pemasaran tanpa pembeda, artinya melakukan pemasaran tanpa
membedakan siapa target pasarnya. Perusahaan seperti ini biasanya memiliki satu
jenis produk saja. Contoh: minuman teh. Kelebihan dari strategi ini adalah hemat
biaya, sebab hanya menargetkan satu kelompok pasar saja. Perusahaan dapat lebih
fokus pada produksi dan distribusi, sebab biaya pemasaran yang relatif rendah.
Kekurangan dari strategi ini adalah banyak perusahaan yang akhirnya memilih
pangsa pasar yang target konsumennya, karena hanya mengandalkan satu jenis
pemasaran saja. Hal ini mengakibatkan persaingan antara perusahaan semakin ketat.
b) Strategi pemasaran dengan pembeda, artinya perusahaan mengelompokkan
konsumen tertentu sesuai dengan kebutuhan konsumen. Strategi pemasaran
dengan pembeda dipilih perusahaan karena perusahaan memiliki produk yang
berbeda-beda kelompok konsumennya. Pembedaan biasanya dilihat dari jenis
kelamin, usia, atau selera. Contoh : kosmetik khusus kulit normal, kering, dan
berminyak. Kelebihan dari strategi ini adalah produk jadi memiliki daya tarik lebih
kuat. Namun di sisi lain, biaya untuk strategi ini cukup tinggi.
c) Strategi pemasaran terkonsentrasi, artinya perusahaan hanya terfokus pada satu
kelompok pasar saja. Contoh : produk popok lansia. Perusahaan hanya fokus
menampilkan kelebihan dari produknya kepada kelompok tertentu untuk menarik
kesan positif. Namun, bila ada perusahaan dengan target pasar yang sama dan
menawarkan produk lebih baik, maka perusahaan bisa kehilangan satu-satunya
pangsa pasar produk mereka.
3) Analisis Aspek Produksi
Perencanaan produksi dibutuhkan agar
kita bisa mengetahui proses dalam
memproduksi barang atau jasa. Hal ini
dimaksudkan agar bisa mengelola berbagai
sumber daya dengan baik. Hal pokok dari
analisis produksi adalah merencanakan fasilitas
produksi. Perencanaan fasilitas produksi
meliputi kegiatan-kegiatan berikut ini.
a) Menetapkan jenis barang yang akan
diproduksi.
b) Menentukan proses produksi yang dibutuhkan
c) Menentukan hubungan antara departemen
d) Menyusun rencana dan fasilitas produksi
Hal-hal yang perlu dijawab untuk membuat analisis dari aspek fasilitas produksi
(Supriyanto:2009) antara lain.
a) Lokasi, Kamu harus menentukan, apakah kamu akan membangun lokasi usaha dekat
dari konsumen atau dekan dari bahan baku.
b) Tata letak, Kamu harus memikirkan apakah tata letak mesin dan ruangan sudah baik
dalam menunjang kinerja masing-masing departemen.
c) Skala produksi. Kamu harus mempertimbangkan pilihan antara keuntungan
maksimum atau biaya rata-rata terendah?
d) Pemilihan mesin atau teknologi, Kamu harus menentukan apakah usahamu padat
karya atau padat modal.
4) Analisis Aspek Keuangan
Semua hasil analisis kelayakan usaha juga diperlukan jika kamu ingin mencari
investor. Para investor tentunya ingin tahu, seberapa pantas perusahaanmu
mendapatkan suntikan dana. Perencanaan usaha yang disusun dengan baik dan dengan
perhitungan yang realistis akan mudah untuk menarik investor untuk berinvestasi
mengembangkan perusahaan kita. Supriyanto (2009) menuliskan tentang analisis
keuangan, perencanaannya berupa:
a) Menghitung kebutuhan dana, yaitu dengan menganalisis kebutuhan jumlah dana
yang diperlukan untuk membiayai rencana usaha.
b) Menganalisis sumber dana, yaitu merencanakan siapa saja yang sekiranya bisa
membantu dalam hal pendanaan. Sumber pendanaan bisa diperoleh dari modal
sendiri, utang, aliran kas, atau mencari investor.
b. Petunjuk Praktis Perencanaan Usaha
Dalam buku The Complete Book of Business Plan, Covello dan Hazelgren (2003)
menuliskan, setidaknya ada beberapa petunjuk yang bisa digunakan untuk membuat
perencanaan yang tepat. Petunjuk praktisnya antara lain sebagai berikut.
1) Bersikaplah realistis. Usaha direncanakan dengan hal-hal yang paling realistis untuk
dijalankan. Jangan terlalu tinggi dalam melangkah, karena akan terasa berat.
Mulailah dari langkah kecil yang paling mungkin dilakukan.
2) Dokumentasikan setiap pernyataan atau idemu sendiri. Bisa juga
mendokumentasikan pernyataan dari lingkungan sekitar atau orang yang terlibat
dalam proses pendirian usaha baru.
3) Tonjolkanlah keunggulan dari produk sehingga konsumen bisa dengan cepat
membedakan usaha kita dengan produk yang dihasilkan oleh orang lain.
4) Bersifatlah fleksibel. Rencana usaha adalah gambaran yang bisa membantumu
dalam memonitor kecepatan, posisi, dan arah perusahaan kamu. Namun, rencana
usaha juga bisa berubah seiring dengan waktu dan kecepatan teknologi.
5) Gunakan teknologi yang tepat. Dunia berjalan tidaklah statis, apalagi dunia teknologi
yang berkembang dengan pesat. Rencanakanlah untuk memiliki teknologi (baik itu
perangkat keras maupun perangkat lunak) yang dapat memudahkan usahamu.
Bagaimana pun, waktu adalah uang.
4. Perencanaan Usaha yang Baik
Perencanaan usaha yang baik adalah yang memperhatikan prinsip-prinsip
perencanaan usaha (Lukman Hakim:2014) berikut ini.
a. Prinsip pencapaian tujuan, artinya segala bentuk dan perubahan perencanaan yang
dilakukan dalam rangka untuk mencapai tujuan perusahaan.
b. Prinsip perencanaan efisien, artinya perencanaan disusun agar dapat mencapai
tujuannya dengan biaya yang sekecil-kecilnya.
c. Prinsip patokan perencanaan, artinya perencanaan harus dibuat dengan standar
tertentu dengan asumsi tertentu, dengan demikian perencanaan dapat dijadikan
ramalan masa depan usaha.
d. Prinsip waktu, artinya sebuah perencanaan usaha harus mengukur waktu dengan
tepat sehiìngga rencana bisa terselesaikan dengan baik sesuai waktu yang
direncanakan.
e. Prinsip alternatif, artinya setiap program yang disusun perlu diberikan alternatif
penyelesaian jika di saat mengeksekusi rencana terdapat kendala tertentu.
Menurut Hasibuan (2007) perencanaan yang baik harus memenuhi unsur-unsur
berikut ini:
1) Tujuannya jelas, rasional, objektif, dan sanggup untuk diperjuangkan.
2) Rencana harus mudah dipahami karena akan dipakai sebagai pedoman bertindak.
3) Rencana harus fleksibel dan berkesinambungan, artinya produksi bisa
menyesuaikan situasi dan kondisi, tapi tetap sesuai tujuan perusahaan.
4) Rencana baiknya meliputi semua kegiatan perusahaan, mulai dari standar pola
kerja, aturan, hingga pemberian hadiah dan hukuman.
5) Dalam rencana yang dibuat, tidak boleh ada pertentangaein tugas
antardepartemen. Semua harus bersinergi agar tercipta suasana kerja yang
kondusif.
Permasalahan 4.1:
Perusahaan produksi sepatu gunung, sedang merancang jenis sepatu baru. Sepatu ini
akan dikeluarkan dalam dua warna, warna cokelat terang dan warna hijau menyala. Sepatu ini
memiliki kelebihan antislip sekalipun jalan di tanah basah. Sepatu ini juga kuat karena
perpaduan antara dijahit dan dilem, sehingga bagian bawah sepatu tidak mudah lepas. Sepatu
ini hanya diproduksi untuk ukuran di atas 41 saja. Jika melihat dari deskripsi sepatu tersebut,
rencana pemasaran apa yang bisa diterapkan?
Penyelesaian:
Rencana pemasaran adalah salah satu unsur dari rencana usaha yang harus turut
dinalisis agar perusahaan tepat dalam mengeluarkan uang untuk agenda promosi. Sepatu
gunung pastinya hanya diminati oleh para pecinta alam. Maka rencana target konsumennya
adalah para pecinta alam. Perusahaan bisa hadir dalam acara-acara yang diadakan oleh
komunitas penjelajah alam. Jika dilihat dari kelebihan sepatu serta ukuran yang diproduksi
perusahaan, maka sepatu ini hanya untuk laki-laki saja. Sebab sangat jarang ada perempuan
yang berkaki 41 atau di atas 41. Kesimpulannya, rencana strategi pemasaran yang perlu
dilakukan adalah pemasaran dengan pembedaan.
Permasalahan 4.2:
Hani ingin membangun usaha donat untuk dijual di sekolahnya. Kemampuan teman
sekolahnya untuk membeli donat hanya sekitar Rp 1.000,- sampai Rp 1.500,- saja. Dengan
demikian, Hani harus membuat donat yang tidak lebih mahal dari daya beli yang dimiliki teman-
teman sekolahnya. Bantulah Hani untuk menganalisis rencana usaha donat yang akan ia jalani.
Penyelesaian:
Analisis aspek pasar Analisis aspek pemasaran Analisis aspek produksi Analisis aspek
keuangan : teman sekolah bisa makan donat untuk sarapan, jadi donat harus siap saat pagi :
Hani bisa menjual langsung tanpa perlu dititipkan ke kantin : proses produksi masih bisa
dilakukan secara manual tanpa alat di rumah : modal yang dikeluarkan Hani harus lebih kecil
dari total donat yang akan dijual
B. Sumber Daya Usaha
Covello dan Hazelgren dalam bukunya berjudul The Complete Book of Business Plans
menuliskan bahwa perencanaan usaha juga membutuhkan alat-alat sarana manajemen untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sarana (tools) merupakan syarat agar suatu usaha
dapat mencapai tujuannya. Alat- alat sarana tersebut disebut juga sumber daya usaha. Dalam
unsur-unsur sumber daya usaha terdapat istilah 7M yang merujuk pada macam-macam unsur
tersebut.
1. Man (Manusia)
Salah satu defenisi manajemen adalah seni mencapai tujuan melalui orang lain. Artinya
unsur pokok dari manajemen adalah manusia, sebab dengan bantuan manusialah sebuah
usaha dapat berjalan. Manajemen manusia atau pegawai sangat penting, mengingat
perusahaan tidak akan bisa beroperasi tanpa adanya pegawai.
Tujuan perencanaan SDM menurut Rivai dan Sagala (2009) adalah sebagai berikut.
a. Menentukan kualitas dan kuantitas yang akan mengisi jabatan tertentu dalam
perusahaan
b. Untuk menjamin ketersediaan pekerja di masa kini maupun di masa akan datang,
sehingga setiap pekerjaan akan ada yang mengerjakan.
c. Untuk menghindari hilangnya fungsi manajemen tertentu atau bahkan saling tumpang
tindih pekerjaan.
d. Untuk mempermudah koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi sehingga produktivitas
meningkat.
e. Untuk menghindari kekurangan atau kelebihan pegawai.
f. Menjadi pedoman dalam proses rekrutmen, seleksi, pengembangan, kompensasi,
pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian pegawai.
g. Menjadi pedoman dalam melakukan mutasi pegawai (vertikal dan horizontal) dan
pensiun pegawai.
h. Menjadi dasar dalam melakukan penilaian pegawai.
Ruang lingkup perencanaan SDM merupakan gambaran kebutuhan unit kerja yang
selanjutnya diimplementasikan dalam level yang lebih tinggi yaitu keputusan manajemen.
Di bawah ini merupakan tabel penjelasan dari ruang lingkup perencanaan SDM secara
umum.
No Ruang Lingkup Penjelasan
1 Organisasi Perencanaan SDM dalam level organisasi menggambarkan tentang
kebutuhan pegawai secara keseluruhan, dari mulai tingkat manajer
sampai tingkat staff. Perencanaan SDM tingkat organisasi harus
diselaraskan dengan visi dan misi perusahaan.
2 Departemen / Perencanaan SDM dalam level departemen menggambarkan
Unit Kerja kebutuhan pegawai dalam setiap departemen tertentu agar bisa
mencapai tujuan masing-masing departemen. Perencanaan SDM pada
level departemen diselaraskan dengan kebutuhan dan tujuan
departemen terkait.
3 Tim Kerja Perencanaan SDM dalam level tim kerja menggambarkan kebutuhan
yang menunjang dan mengoptimalkan kinerja tim. Pada level ini,
perencanaan SDM mengatur hal yang lebih teknis.
4 Individu Perencanaan SDM dalam level tim kerja menggambarkan kebutuhan
organisasi akan adanya individu pegawai. Perencanaan SDM tingkat
individu sebaiknya disertai dengan deskripsi mengenai pekerjaan yang
akan dilakukan.
2. Money (Uang)
Uang merupakan sumber daya kedua yang wajib dimilki setelah sumber daya
manusia terpenuhi. Uang dalam hal sumber daya usaha merujuk kepada modal dan
pendanaan. Besar kecilnya usaha tergantung dari jumlah uang dalam perusahaan. Oleh
karena itu, uang merupakan alat agar sebuah perusahaan dapat berkembang. Dalam
analisis usaha, juga tidak boleh luput untuk menganalisis keuangan kita, sebab hal
tersebut berkaitan dengan dana yang dibutuhkan untuk membuka usaha, dan profit
yang ingin dicapai. Dalam sebuah perusahaan, ada bagian khusus yang mengelola
keuangan perusahaan. Hal itu dikarenakan fungsi uang yang sangat vital dalam
keberlangsungan perusahaan. Uang yang dimiliki perusahaan, harus diatur secara teliti
dan bijak. Lancar tidaknya sebuah usaha juga ditentukan dari perhitungan dan ketelitian
uang yang digunakan.
3. Materials (Bahan-Bahan)
Materials atau bahan-bahan adalah segala macam bahan yang dibutuhkan untuk
memproduksi barang maupun jasa. Dalam upaya untuk mengelola bahan-bahan maka
diperlukan kontrol bahan. Kontrol adalah tindakan pengaturan dan pengarahan
pelaksanaan dengan maksud agar tujuan tertentu dapat dicapai secara efisien dan
efektif (Subagya, 1996). Jadi, pengertian kontrol material adalah suatu aktivitas
pengaturan material yang bertujuan untuk mengetahui kondisi aktual material, agar
sesuai dengan kondisi yang ditetapkan saat perencanaan, Kontrol bahan sangat
dibutuhkan untuk menjaga kualitas dan kuantitas bahan yang akan digunakan untuk
memproduksi barang dan jasa.
Kontrol kuantitas adalah pengelolaan jumlah bahan yang telah direncanakan
agar bisa sesuai dengan yang dibutuhkan. Perencanaan kuantitas bahan bisa ditentukan
dari target yang ingin dicapai. Pengontrolan jumlah kuantitas bahan diperlukan agar
tidak terjadi perbedaan signifikan yang berakibat terbuangnya bahan secara sia-sia
(Wijaya dkk, 2005). Kontrol kualitas adalah teknik operasional dan aktivitas yang
digunakan untuk memenuhi standar kualitas. Kontrol kualitas diperlukan untuk menjaga
kesesuaian antara perencanaan dengan apa yang terjadi di lapangan. Kualitas sebaiknya
menggambarkan karakteristik langsung dari produk yang akan dihasilkan. Jika bisa, tetap
ada kontrol penerimaan barang agar produk yang sampai pada pelanggan masih dengan
kualitas yang baik.
Segala bentuk kontrol ditujukan untuk kepuasan pelanggan. Agar proses
produksi bisa tetap berjalan lancar, maka sebagai produsen kita harus menjaga
pelanggan yang sudah ada. Pelanggan kita adalah salah satu modal bagi kita, jangan
sampai kehilangan pelanggan karena biaya untuk mencari pelanggan baru Jauh lebih
tinggi dibanding dengan mempertahankan pelanggan yang sudah ada.
4. Machine (Mesin)
Mesin adalah alat paling mendasar untuk membuat sebuah barang ataupun
memberikan servis jasa. Pemilihan mesin yang tepat sesuai dengan kebutuhan tidak
hanya meningkatkan efisiensi dalam pekerjaan tetapi juga menghemat waktu dan
menaikkan pendapatan. Yang perlu dilakukan dalam penentuan sumber daya mesin
antara lain sebagai berikut.
a. Pilihlah mesin yang tepat yang sesuai dengan kebutuhan produksi.
b. Teknis mesin dan peralatannya harus diseleksi dengan baik untuk menghindari
kecacatan mesin.
c. Jangan lupa membeli atau menyetok ketersediaan suku cadang mesin bila sewaktu-
waktu mesin mengalami kerusakan, sehingga dapat menghemat waktu untuk
memperbaiki mesin.
d. Mengevaluasi hasil penjualan produk atau jasa yang menggunakan mesin tersebut.
5. Method (Metode)
Dalam ilmu manajemen,
metode adalah segala yang dilakukan
oleh orang yang tepat, dengan cara
yang tepat, dan pada saat waktu yang
tepat pula (Edwin Lee, 1996). Metode
adalah seni melakukan suatu hal.
Dalam sebuah perusahaan, metode
bisa dilihat dari rencana perusahaan,
kebijakan, prosedur, dan data. Lebih
jauh lagi, sebuah perusahaan dapat
menerapkan metode yang sesuai
dengan adat istiadat setempat,
ataupun budaya kerja organisasi.
Metode yang menentukan
bagaimana seseorang bekerja dan bagaimana seseorang menempatkan suatu pekerjaan
sesuai dengan prioritasnya. Dengan metode pula, orang-orang bisa saling terhubung
(hubungan kerja perusahaan) dan dengan metode pula yang menghubungkan pekerja
dengan mesin (metode teknik lapangan). Misalnya, GAAP adalah sebuah metode yang
digunakan untuk menilai kondisi keuangan perusahaan. ISO 9000 adalah metode yang
digunakan untuk mengukur kualitas performa.
6. Marketing (Pemasaran)
Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial yang ditentukan oleh individu
atau kelompok mengenai apa yang mereka butuhkan dan inginkan terhadap pembuatan
dan pertukaran produk dan nilai dengan individu atau kelompok lainnya (Kotler, 2005).
Pemasaran merupakan hal terpenting jlka produk yang kita hasilkan terjual pada target
pasar. Tanpa melakukan pemasaran, tidak mungkin akan ada orang yang tahu bahwa
kita sedang menawarkan sebuah produk baik barang maupun jasa.
Dalam melakukan pemasaran, ada tiga hal yang menjadi dasar pertimbangan,
yaitu sebagai berikut:
a. Penyampaian nilai, artinya harus menyampaikan kelebihan apa yang akan didapat
oleh konsumen.
b. Pemosisian produk, artinya kamu harus tahu kepada siapa kamu akan menawarkan
produk. Tentunya dengan cara mengenalisis kebutuhan dan keinginan konsumen.
c. Pembedaan produk, artinya kamu harus memberikan kesan berbeda kepada
konsumen, dan kesan ini yang membedakan produkmu dengan produk orang lain
7. Maesurement (Pengukuran)
Pengukuran adalah hasil observasi yang terukur jumlahnya atas sebuah aspek
atau atribut dari sebuah proses, produk, atau proyek. Pengukuran akan meningkatkan
kemampuan kamu untuk mengetahui apakah hal tersebut sesuai dengan kapasitas dan
kapabilitas kamu atau tidak. Sedikitnya ada 5 hal yang bisa dilakukan pengukurannya
(Edwin Lee, 1996) yaitu:
a. Ukurlah apa yang menjadi keinginan konsumen. Pengukuran harus fokus pada apa
yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Hal ini agar kamu bisa
memberikan kepuasan kepada konsumen.
b. Ukurlah proses dan bukan manusianya, Semua program pengukuran harus ada
peningkatan dan perubahan, bukan sekadar dievaluasi. Pengukuran yang dilakukan
harus mendukung proses peningkatan yang berkelanjutan.
c. Buatlah target. Dalam setiap pengukuran perlu ada target yang ingin dicapai,
sehingga tahu hasil dari pengukuran kamu. Hasil pengukuran harus berupa angka,
jangan persentase, agar lebih mudah memahami hasil pengukuran.
d. Setelah mengetahui hasil dari pengukuran, maka kamu harus tahu akan berbuat apa.
Sekalipun hasil pengukuran tidak sesuai harapan atau bahkan melebihi ekspektasi.
e. Perbandingkanlah hasil pengukuranmu yang sekarang dengan yang telah lalu. Agar
kamu mengetahui apakah usaha yang kamu lakukan mengalami peningkatan atau
tidak
Permasalan 4.3 :
Nyonya Difi akan membuka salon dan juga pijat refleksi di rumahnya. Salon dan
pijat refleksi hanya ditujukan untuk para perempuan saja, sehingga konsumennya bisa
dengan leluasa berada di salonnya. Lokasi salonn juga merupakan rumahnya sendiri,
sebab Nyonya Difi tidak ingin membuang uang membeli toko.
Penyelesaian:
Nyonya Difi membutuhkan ahli pijat dan juga ahli rias : Nyonya Difi perlu modal
untuk membeli peralatan salon juga promosi : Nyonya Difi perlu menyiapkan bahan-
bahan rias dan pijat yang pas : Nyonya Difi pasti membutuhkan alat untuk proses salon :
Nyonya Difi dan para stafnya harus memiliki keterampilan standar Sumber daya
manusia Sumber daya uang Sumber daya bahan Sumber daya mesin Sumber daya
metode
Permasalan 4.4 :
Adi adalah seorang yang tertarik dengan dunia properti. la ingin membangun
kawasan perumahan. Namun, saat ini Adi masih belum memiliki modal sepeser pun
untuk membangun usaha propertinya. Apakah Adi perlu menerapkan rencana usaha
dan menganalisis sumber daya usaha propertinya?
Penyelesaian:
Rencana usaha perlu dibuat oleh siapapun yang ingin membangun sebuah usaha
baik barang maupun jasa. Adi tetap bisa membuat rencana usaha dari sekarang
termasuk rencana bagaimana caranya Adi mengumpulkan modal untuk membangun
usaha properti. Adí juga bisa menganalisis sumber daya usaha yang harus Adi miliki jika
kelak ingin membangun usaha properti.