The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mustariampa2, 2022-06-02 02:00:51

JURNAL REFLEKSI MINGGU KETIGA

JURNAL REFLEKSI MINGGU KETIGA

JURNAL REFLEKSI MINGGU KEDUA
Oleh : Mustari

(CGP SMA Negeri 3 Gowa)

MODEL 3 : Six Thinking Hats ( Teknik 6 Topi)
1. Topi putih - Facts

Pada hari Senin tanggal 30 Mei 2022 saya mengikuti kegiatan web Meeting tentang
elaborasi pemahaman modul 1.1. Filosofis Ki Hajar Dewantara. Kegiatan tersebut
dimulai dari jam 13.00-14.00 Wita dipandu oleh ibu dari P4TK Penjas BK. Kemudian
Ibu Hj. Reni Nilawati Dewi selaku instruktur yang berasal dari Dinas Pendidikan Jawa
Barat, memaparkan materinya secara lengkap di hadapan para calon guru
penggerak, para pendamping, dan fasilitator yang berasal dari kabupaten Enrekang
dan Kabupaten Gowa . Saya mengkuti kegiatan itu dari awal sampai akhir, Karena
ibu Instruktur mengajak kita terlibat dalam suasana santai.

2. Topi Merah –Feelings

Perasaan saya setelah mempelajari dan memahami materi modul 1.1 Filosofis Ki
Hajar Dewantara, yang dibawakan oleh ibu Reni Nilawati Dewi, saya merasa sangat
puas dan bahagia karena beliau dalam menyajikan materinya begitu santai dan
melibatkan semua calon guru penggerak untuk berpartisipasi dalam kegiatan diskusi
itu tanpa membedakan peserta. Misalnya mengundang para calon guru penggerak
untuk memberikan pandangan tentang materi yang disajikan saat itu. Alhamdulillah
saya dan calon guru penggerak yang lain begitu antusias mengikuti diskusi dann
permainan yang diberikan oleh ibu instruktur. Sehingga mempunyai nilai tambah
bagi Kami sebagai seorang pendidik

3. Topi Kuning – Benefits

Hal-hal positif yang saya dapatkan dalam kegiatan ini, sehubungan dengan
pemikiran filosofis Ki Hajar Dewantara adalah saya tambah memahami materi
sebagai berikut :

 Ternyata anak bukan kertas kosong yang bisa digambarkan sesuai dengan
keinginan orang dewasa

 Anak lahir dengan kekuatan kodrat yang masih samar samar
 Tujuan Pendidikan adalah menuntun (memfasilitasi/membantu) anak untuk

menebalkan garis samar samar agar dapat memperbaiki lakunya untuk
menjadi manusia seutuhnya.
 Budi pekerti, watak, karakter adalah bersatunya antara gerak pikiran ,
perasaan, dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga atau
semangat
 Maksud pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada
pada anak anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan
yang setinggi tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat.

4. Topi hitam-Coutions

Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah masalah teknis yaitu
jaringan, karena pengaruh jaringan kadang Ibu Reni Nilawati Dewi, selaku instruktur
tidak nampak di layar monitor pada saat beliau sedang memandu diskusi para calon
guru penggerak. Hal ini tentu berdampak pada konsentrasi para calon guru penggerak
dalam mengikuti kegiatan. Akhirmya setelah diadakan perbaikan maka kegiatan bisa
dilanjutkan lagi lagi dengan permainan hingga acara selesai.

5. Topi hijau-Creativity

Saya mendapatkan Ide-ide yang baru dari kegiatan tersebut. Misalnya pemahaman
saya tentang anak yang baru dilahirkan. Pada saat saya menempuh pendidikan dulu
saya masih menganut paham bahwa anak itu lahir dalam keadaan putih bersih.
Ternayata paham itu keliru, bahwa anak itu bukan kertas kosong yang bisa digambarkan
sesuai dengan keinginan orang dewasa. Anak lahir dengan kekuatan kodrat yang masih
samar samar. Tujuan Pendidikan adalah menuntun (memfasilitasi/membantu) anak
untuk menebalkan garis samar samar agar dapat memperbaiki lakunya untuk menjadi
manusia seutuhnya.
6. Topi Biru- Process

Kesimpulan dari hasil kegiatan ini, sesuai dengan pemikiran filosofis Ki Hajar
Dewantara, maka saya sebagai pendidik harus menerapkan hal hal sebagai berikut :
1. Menuntun (Selamat dan Bahagia)
2. Kodrat Anak (Merdeka dan Bermain)
3. Berpihak pada anak ( Menghamba kepada anak)
4. Bukan Tabularasa (Anak bukan kertas kosong)
5. Budi Pekerti (Watak dan Karakter)
6. Kodrat alam dan kodrat zaman
7. Menebalkan laku konteks “sosio-kultural


Click to View FlipBook Version