Annisa Azalia Putri Keelin Hadist M. Agil Prasetyo M. Tri Arrazi Disusun Oleh : MODUL PENERAPAN ATURAN TERHADAP PERILAKU TANTRUM PADA ANAK (2-4 TAHUN)
i ii DAFTAR ISI ii ................................................................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN 1 …................................................................................................................................................ A. Latar Belakang 1 ................................................................................................................................................... B. Tujuan Pembelajaran 2 ................................................................................................................................................... BAB II PEMBAHASAN 3 ........................................................................................................................................ A. Definisi Peraturan 3 .................................................................................................................................................... B. Definisi Tantrum 4 .................................................................................................................................................... C. Karakteristik Perilaku Tantrum 5 .................................................................................................................................................... D. Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Tantrum 6 .................................................................................................................................................... E. Penerapan Aturan dalam Perilaku Tantrum 7 ................................................................................................................................ F. Strategi Penanganan Anak 8 .................................................................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA 9 .................................................................................................................................................... DAFTAR ISI ii
Masa perkembangan anak usia 2-4 tahun disebut sebagai "Golden Age" karena pada masa ini anak mengalami perkembangan cepat, baik secara biologis maupun psikologis, yang sangat berpengaruh pada kehidupan dewasanya (Safruddin, 2022). Sukarno (2021) menekankan bahwa peran orang tua sangat penting dalam perkembangan anak, karena keluarga adalah lingkungan pertama yang dikenal anak. Untuk mencapai perkembangan optimal, orang tua dan anak perlu membangun komunikasi yang baik dalam membantu mengatasi perilaku tidak sesuai aturan. Pada usia ini, anak mulai memahami aturan, berpikir abstrak, dan bermain dengan teman sebaya. A. Latar Belakang PENDAHULUAN BAB I 1 Banyak orang tua berpendapat bahwa anak usia ini belum tahu bagaimana menunjukkan perilaku yang dapat diterima (Khaironi & Ramdhani, 2017). Tantrum sering terjadi karena anak gagal menguasai diri dan mengambil keputusan (Jiu dkk, 2021). Seni & TS (2017) menjelaskan bahwa perilaku ini muncul saat anak frustrasi atau tidak mendapatkan yang mereka inginkan. Tantrum adalah bagian normal dari perkembangan anak dan dapat dikelola dengan pendekatan sabar dan penuh kasih sayang. Menurut Aulina (2013), pemahaman yang tidak tepat tentang aturan dapat berdampak besar pada perkembangan anak. Orang tua perlu menerapkan aturan untuk membentuk kebiasaan baik dan mengurangi perilaku tantrum. Anak yang sering tantrum biasanya untuk mendapatkan apa yang diinginkan, dan jika dibiarkan akan berperilaku terusmenerus. Aturan sederhana yang relevan dengan kehidupan sehari-hari anak perlu dibuat melalui komunikasi baik antara orang tua dan anak. Dengan aturan ini, anak belajar batasan perilaku dan memahami bahwa tantrum bukan solusi untuk mendapatkan keinginan.
2 B, Tujuan Pembelajaran PENDAHULUAN Menjelaskan perilaku tantrum pada anak usia 2-4 tahun terhadap perkembangan emosinya Menjelaskan peranan aturan dalam penanganan tindakan perilaku tantrum pada anak usia 2-4 tahun Menjelaskan strategi dalam penanganan tindakan perilaku tantrum pada anak usia 2-4 tahun Menjelaskan karakteristik perilaku tantrum yang terjadi pada anak usia 2-4 tahun BAB I 2
3 A. Definisi Peraturan PEMBAHASAN Menurut Harlock peraturan adalah pola yang ditetapkan untuk tingkah laku, di mana pola tersebut ditetapkan oleh orang tua, guru, atau teman bermain. Tujuannya untuk membekali anak dengan pedoman yang sesuai dalam situasi tertentu. Peraturan mempunyai dua fungsi, yaitu; (1) Memperkenalkan pada anak terhadap perilaku yang sesuai; (2) Membantu mengekang atau membatasi perilaku yang tidak diinginkan. Peraturan yang dibuat haruslah mudah untuk diingat, dimengerti, dan diterima oleh anak (Aulina, 2013). Peraturan pada usia ini di mulai dari bentuk yang sederhana dan dilakukan secara konsisten di antaranya, yaitu: Merapikan mainan setelah digunakan Mencuci tangan sebelum makan Menerapkan waktu anak untuk bermain BAB II Membatasi penggunaan gadget Makan dan tidur secara tepat waktu 3
4 B. Definisi Tantrum PEMBAHASAN BAB II Menurut Hayes (2003), tantrum adalah "ledakan emosi" yang memberikan pandangan negatif terhadap anak. Tantrum terjadi ketika anak mengekspresikan kemarahan secara berlebihan, seperti tidur di lantai, meronta, berteriak, dan melempar barang. Forge (Rohmah, 2021) menjelaskan bahwa tantrum meningkat pada usia 2-4 tahun karena keinginan anak tidak dipahami atau dipenuhi oleh orang tua. Ini sering terjadi saat anak frustrasi atau tidak mendapatkan apa yang diinginkan sehingga mereka bereaksi berlebihan. Orang tua sering kewalahan menghadapinya. Namun, penting dipahami bahwa tantrum adalah bagian normal dari perkembangan anak dan dapat dikelola dengan sabar dan kasih sayang (Seni & TS, 2017). Anak yang sering mengulang kebiasaan tantrum saat menginginkan sesuatu biasanya karena mengetahui perilaku tersebut efektif. Jika dibiarkan, anak akan terus memanfaatkannya. Banyak orang memandang negatif tantrum pada anak usia 2-4 tahun, namun tantrum sebenarnya memiliki sisi positif dalam perkembangan emosi anak. Tantrum membantu anak memahami emosinya jika diekspresikan dengan tidak berlebihan dan terarah. Perilaku tantrum dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. 4
5 C. Karakteristik Perilaku Tantrum PEMBAHASAN Syamsuddin (Rohmah, 2021) menyebutkan gejala yang muncul pada perilaku tantrum yang dialami anak usia dua hingga empat tahun, di antaranya, yaitu: Sulit menyesuaikan diri dengan situasi baru Makan dan buang air tidak teratur Lambat untuk beradaptasi terhadap perubahan Mudah marah atau kesal dan sulit untuk dialihkan perhatiannya Suasana hati yang cenderung negatif Pola makan dan pola tidur yang tidak teratur Tantrum dibagi menjadi tiga jenis, masing-masing dengan durasi yang bervariasi pada setiap anak (Rohmah, 2021), di antaranya, yaitu: BAB II 5 Manipulative Tantrum Verbal Frustration Tantrum Temperamental Tantrum Terjadi ketika anak tidak mendapatkan keinginannya; berhenti saat keinginannya dipenuhi Terjadi ketika anak tahu apa yang diinginkan tetapi tidak bisa menyampaikan dengan jelas Terjadi saat frustrasi anak sangat tinggi, membuat anak tidak terkontrol, emosional, dan berperilaku ekstrem seperti menyakiti diri, melempar barang, menendang, dan berguling
Faktor Internal 6 D. Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Tantrum PEMBAHASAN Perilaku tantrum yang terjadi pada anak usia ini banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan karena di usia ini kemampuan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar mulai meningkatkan dan memberikan pengaruh terhadap beberapa aspek perkembangan terutama memberikan pengaruh terhadap terjadinya perilaku tantrum. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi terjadi perilaku tantrum baik faktor internal dan eksternalnya. Setiap anak menunjukkan perilaku tantrum yang berbeda tergantung pada faktor yang mempengaruhinya. (Wati dkk, 2021) menyebutkan beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu terjadinya perilaku tantrum pada anak usia dua hingga empat tahun di antaranya, yaitu: Anak tidak mampu menyampaikan keinginannya karena disebabkan oleh keterbatasan kosa kata yang dimilikinya Anak memiliki suatu keinginan yang harus dituruti Anak sedang berada pada kondisi lapar, lelah, sakit, dan kurang tidur Anak merasa tidak mampu mengerjakan sesuatu yang menjadi keinginannya sehingga merasa gagal dan frustrasi BAB II Suasana hati yang tidak stabil 6 Anak memiliki rasa cemburu yang tinggi
D. Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Tantrum 7 PEMBAHASAN Faktor Internal Batasan yang diberikan oleh orang tua kepada anak membuat anak kesulitan dalam menyampaikan perasaannya Banyak orang tua memanjakan dan tidak konsisten dalam mengasuh anak sehingga anak meniru pola amarah orang tuanya Lingkungan pertemanan dapat memicu tantrum karena anak usia ini sangat egois, seperti berebut mainan dengan temannya Penggunaan gadget tanpa pengawasan dapat menyebabkan kecanduan dan memicu tantrum. E. Penerapan Aturan dalam Perilaku Tantrum Pada kenyataannya anak akan melakukan tantrum apabila keinginannya tidak terpenuhi oleh orang dewasa di sekitarnya, seperti orang tua atau pengasuh. Tantrum pada anak bisa terjadi karena belum adanya aturan yang ditetapkan oleh orang tua pada anak secara konsisten dan tidak terbentuknya hubungan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak terhadap aturan yang ditetapkan. BAB II Tujuan utama penerapan aturan pada usia ini adalah membentuk perilaku baik pada anak dan memberikan pengetahuan pada anak tentang batasan-batasan dalam berperilaku dan belajar bahwa tantrum tidak menjadi solusi yang baik untuk mendapatkan apa yang diinginkan. 7
8 F. Strategi Penaganan Anak Tantrum PEMBAHASAN Terdapat strategi penanganan yang dapat dilakukan dalam meminimalisir perilaku yang tidak diharapkan anak mengalami tantrum di antaranya, yaitu: Memberi waktu untuk anak meluapkan emosi yang dimilikinya hingga anak merasa tenang BAB II Memberikan alternatif untuk mengalihkan perhatian anak. Seperti memberi pelukan cinta 8 Memberikan penjelasan yang mudah dipahami, hal ini dapat membantu anak mengerti alasan dibalik perilaku yang muncul Konsisten, ketika peraturan dibuat anak akan mengetahui mana perbuatan yang baik ataupun buruk
9 DAFTAR PUSTAKA 9 Anggraeni, T. (2018). PENGARUH PERATURAN KELAS TERHADAP KEDISIPLINAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI KB TK PKP JAKARTA ISLAMIC SCHOOL CIRACAS JAKARTA TIMUR. Jurnal Pendidikan PAUD, 3, 109–120. Aulina, C. N. (2013). PENANAMAN DISIPLIN PADA ANAK USIA DINI. PEDAGOGIA, 2, 36–49. Hayes, E. Hayes. (2003). Tantrum Panduan Memahami dan Mengatasi Ledakan Emosi Anak (T. Vini, Ed.). Penerbit Erlangga. Jiu, C. Kim., Hartono., Amelia, Lince., Surtikanti., Gusmiah, Tisa., Wuriani., Usman., Pratama, Kharisma., & Putra, G. Jhoni. (2021). Perilaku Tantrum Pada Anak Usia Dini Di Sekolah. Jurnal Pelita PAUD, 5, 262–267. Khaironi, Mulianah., & Ramdhani, Sandy. (2017). PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI. Jurnal Golden Age Universitas Hamzanwadi, 1, 82–89. Rohmah, N. A. N. (2021). Modification Of Tantrum Behavior Through Games and Time-Out Methods In Early Children. ECEDJ: Early Childhood Education and Development Journal, 3, 93–101. Safruddin, S. N. A. (2022). HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN BALITA USIA 1-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUKA TAHUN 2021. Dohara Publisher Open Access Journal, I, 389–398. Seni, Puspita., & TS, D. F. (2017). Perilaku Tantrum Pada Anak TK Rahmat Al-Falah Kelompok B Palangka Raya. SULUH: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 2, 6–11. Sukarno, B. (2021). PENTINGNYA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM PERKEMBANGAN ANAK. INTELEKTIVA: JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA, 3, 1–9. www.academia.edu. Wati, D. Wasilah., Asfiyak, Khoirul., & Dwi, M. Sari. (2021). Peran Guru Dalam Mengatasi Perilaku Tantrum Pada Anak Usia Dini Di Day Care Sekolah Dolan Perumahan Villa Bukit Tidar Malang. Dewantara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3, 82–90.