Ilmu Pengetahuan Alam • Kelas VIII SMP/MTS • Semester 1
ZAT ADITIF DAN
ADIKTIF
SMP/MTS
KELAS
VIII
SEMESTER 1
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
karena atas limpahan rahmat-Nya sehingga
kami dapat menyelesaikan modul materi
Zat Aditif dan Adiktif kelas VIII Semester 1
Kami mengucapkan terima kasih kepada
berbagai pihak yang telah membantu
proses penyelesain modul ini, terutama
dosen pengampu mata kuliah
pengembangan bahan ajar ibu Siti Romlah
Noer Hodijah, M.Pd dan Lulu Tunjung Biru,
M.Pd yang telah membimbing penyusun
dalam pembuatan modul ini
Kami menyadari masih banyak kekurangan
dalam penyusunan modul ini. Oleh karena
itu, kami sangat mengharapkan kritik dan
saran demi perbaikan dan kesempurnaan
modul ini. Dan semoga modul ini dapat
bermanfaat bagi kita semua, khususnya
para peserta didik
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................... i
DAFTAR ISI ...............................................................................................ii
LATAR BELAKANG ...................................................................................1
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL........................................................ 2
ANALISIS KURIKULUM............................................................................ 3
INDIKATOR KOMPETENSI....................................................................... 4
TUJUAN PEMBELAJARAN........................................................................ 4
PETA KONSEP........................................................................................... 5
BAB I......................................................................................................... 6
A. Pendahuluan............................................................................................... 6
B. Zat aditif dan adiktif................................................................................... 6
C. Kegiatan Mandiri Siswa.............................................................................15
D. Tes Formatif...............................................................................................17
E. Rangkuman.................................................................................................18
F. Uji Kompetensi............................................................................................19
DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 22
GLOSARIUM............................................................................................ 23
BIOGRAFI PENULIS................................................................................. 24
ii
LATAR BELAKANG
Sumber : https://docplayer.info/amp/211293788-Zat-aditif-dan-zat-adiktif.html
Dewasa ini, penggunaan zat aditif sudah tak asing lagi bagi masyarakat.
Hampir setiap produk makanan dalam kemasan yang dijual di supermarket
memakai zat aditif dalam proses pengolahannya. Produsen berlomba-
lomba membuat produk mereka terlihat menarik dengan menambahkan
berbagai jenis zat aditif secara berlebihan, padahal sebenarnya mereka
tahu bahwa penggunaan zat aditif secara berlebihan itu dapat
menyebabkan masalah yang cukup serius bagi kesehatan konsumen. Selain
itu mereka juga telah melanggar peraturan yang di buat pemerintah.
Memperhatikan permasalahan di atas, penulis merasa berkewajiban untuk
memberitahukan masyarakat mengenai zat aditif. Zat aditif dan zat adiktif
sering dijumpai di sekitar kita dan sering kita konsumsi secara disengaja.
Zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada makanan selama proses
produksi, pengemasan atau penyimpanan untuk maksudtertentu.
Penambahan zat aditif dalam makanan berdasarkan pertimbangan
agarmutu dan kestabilan makanan tetap terjaga dan untuk
mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses
pengolahan.
Bahan yang membuat kecanduan seperti rokok dan bahan yang dapat
membahayakan kita tanpa disadari kita konsumsi. Pengarahan dari orang
tua sangat kurang dan perhatian orang tua sangatlah penting dalam hal
ini,karna pengaruh bahan kimai sangat lah berbahaya bagi
keberlangsungan hidupatau kesahatan. Pengaruhnya tidak secara langsung
namun berakibat fatal apabila tidak dicegah dari mulai sekarang. Zat adiktif
adalah zat-zat yang dapat membuat pemakainya kecanduan
(adiksi).Kecanduan adalah suatu keadaan fisik (jasmani) maupun nonfisik
(psikologis) dari seseorang yang merasa tidak normal jika tidak
menggunakan zat tertentu. Biasanya si pecandu akan menuruti
keinginannya dengan kembali mengonsumsi zat tersebut.
1
PETUNJUK MODUL
Keberhasilan siswa dalam memahami materi pelajaran khususnya "Zat Aditif dan
Adiktif” dengan menggunakan bahan ajar berbasis modul pembelajaran
tergantung pada pola belajar yang dilakukannya. Umumnya modul ini dapat
dijadikan sebagai bahan belajar baik yang dilakukan secara mandiri ataupun
kelompok dan bersifat fleksibel, artinya dapat diakses dimana saja dan kapan saja
Pada dasarnya, didalam modul ini membahas tentang ruang lingkup materi "Zat
Aditif dan Adiktif”. Berikut merupakan langah-langkah yang perlu diikuti dalam
mempelajari suatu materi, khususnya “Zat Aditif dan Adiktif” pada pelajaran IPA
dengan menggunakan Modul Pembelajaran sebagai bahan ajar :
1. Baca dan pahamilah kompetensi dasar yang telah ditentukan
sesuai dengan ruang lingkung materi yang diajarkan
2. Baca dan pahamilah terkait pokok bahasan ruang lingkung yang
dibahas, melalui modul berdasarkan peta konsep yang telah
dirumuskan
3. Baca dan pahamilah tujuan pembelajaran yang telah ditentukan
sebagai suatu wujud kompetensi yang harus dicapai
4. Baca dan pahamilah materi-materi pelajaran terkait “zat aditif
dan adiktif” yang telah diuraikan secara teliti, sehingga dapat
menambah wawasan atau pengetahuan serta dapat
meningkatkan pemahaman terkait materi "Zat Aditif dan Adiktif"
5. Setelah siswa paham terakit materi-materi yang telah diuraikan,
kemudian kerjakan lah uji kompetensi yang tercantum sebagai
tolak ukur tingkat pemahaman siswa
6. Siswa dianjurkan mencari sumber belajar relevan lainnya yang
membahas tentang ruang lingkup materi zat aditif dan adiktif guna
meningkatkan pemahamannya
2
ANALISIS KURIKULUM
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR
JENJANG : SMP / MTS
MATA PELAJARAN : IPA
KELAS : VIII
KOMPETENSI INTI
KI-3 Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
KI-4 Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret
(menggunakan,mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah
abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang)
sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan sumber lain yang sama dalam
sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR
3.6 Menjelaskan berbagai zat aditif dalam makanan dan minuman, zat adiktif,
serta dampaknya terhadap kesehatan
4.6 Membuat karya tulis tentang dampak penyalahgunaan zat aditif dan zat
adiktif bagi kesehatan
3
ANALISIS KURIKULUM
INDIKATOR KOMPETENSI
1. Mengimplementasikan berbagai zat aditif dan adiktif pada makanan (C3)
2. Menenelaah dampak dari zat aditif dan adiktif bagi kesehatan tubuh (C4)
3. Menyimpulkan upaya menanggulangi zat adiktif terutama bagi bahayanya
rokok (C5)
4. Melakukan percobaan mengenai pewarna alami dan buatan pada
makanan dan minuman (P5)
TUJUAN
1. Siswa SMP kelas VII mampu mengimplementasikan berbagai zat aditif dan
adiktif pada makanan melalui pengamatan dengan baik dan benar.
2. Siswa SMP kelas VII dapat menelaah dampak dari zat aditif dan adiktif
bagi kesehatan tubuh melalui percobaan pengamatan dengan baik dan
benar.
3. Siswa SMP kelas VII mampu menyimpulkan upaya menanggulangi zat
adiktif terutama bahayanya rokok melalu percobaan pengamatan dengan
baik dan benar.
4. Siswa SMP kelas VII mampu melakukan percobaan secara mandiri atau
kelompok mengenai pewarna alami dan buatan pada makanan dan
minuman dengan baik dan benar
4
PETA MATERI
Terdiri dari Terdiri dari
Contohnya Contohnya
Meliputi
5
BAB I
A. Pendahuluan
Dewasa ini, penggunaan zat aditif sudah tak asing lagi bagi masyarakat. Hampir setiap
produk makanan dalam kemasan yang dijual di supermarket memakai zat aditif dalam
proses pengolahannya. produsen berlomba-lomba membuat produk mereka terlihat
menarik dengan menambahkan berbagai jenis zat aditif secara berlebihan, padahal
sebenarnya mereka tahu bahwa penggunaan zat aditif secara berlebihan itu dapat
menyebabkan masalah yang cukup serius bagi kesehatan konsumen. Selain itu
mereka juga telah melanggar peraturan yang di buat pemerintah. Memperhatikan
permasalahan di atas, penulis merasa berkewajiban untuk memberitahukan
masyarakat mengenai zat aditif.
B. Zat Aditif dan Adiktif
A. Zat aditif
Zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada makanan selama proses produksi,
pengemasan atau penyimpanan untuk maksud tertentu. Penambahan zat aditif dalam
makanan berdasarkan pertimbangan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga
dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses
pengolahan.
1. Pewarna
Pewarna adalah bahan yang ditambahkan pada makanan atau minuman dengan
tujuan untuk memperbaiki atau memberi warna pada makanan atau minuman agar
menarik. Zat pewarna apakah yang digunakan pada makanan tersebut? Secara alami
masyarakat dapat memperoleh warna hijau dari suji dan pandan atau warna merah
dari stroberi.
a. Pewarna Alami
Pewarna alami adalah pewarna yang dapat diperoleh dari alam, misalnya dari
tumbuhan dan hewan. Banyak bahan-bahan di sekitarmu yang dapat dipakai sebagai
pewarna alami. Daun suji dan daun pandan dipakai sebagai pewarna hijau pada
makanan. Selain memberi warna hijau, daun pandan juga memberi aroma harum
pada makanan. Selain daun suji dan daun pandan, stroberi, dan buah naga merah
juga sering digunakan untuk memberikan warna merah pada makanan.
Sumber: Doc. Kemendikbud
pandan, strawberry, buah naga
6
b. Pewarna Buatan
Pewarna buatan diperoleh melalui proses reaksi (sintesis) kimia
menggunakan bahan yang berasal dari zat kimia sintetis. Pewarna pada
umumnya mempunyai struktur kimia yang mirip seperti struktur kimia
pewarna alami, misalnya apokaroten yang mempunyai warna oranye
mirip dengan warna wortel. Beberapa bahan pewarna sintetis dapat
Sumber : Dok. menggantikan pewarna alami. Pewarna sintetis ada yang dibuat khusus
Kemendikbud untuk makanan dan ada pula untuk industri tekstil dan cat.
2. Pemanis
Pemanis merupakan bahan yang ditambahkan pada makanan atau minuman sehingga
dapat menyebabkan rasa manis pada makanan atau minuman. Bahan pemanis ada
dua jenis, yaitu pemanis alami dan pemanis buatan.
a. Pemanis Alami
Pemanis alami yang umum digunakan untuk membuat rasa manis pada makanan dan
minuman adalah gula pasir (sukrosa), gula kelapa, gula aren, gula lontar, dan gula bit.
Gula tersebut digunakan sebagai pemanis pada makanan dan minuman sesuai dengan
keperluan. Penggunaan pemanis alami juga perlu mengikuti takaran tertentu.
Sumber : Dok. Kemendikbud
gula pasir, gula kelapa
b. Pemanis Buatan
Pemanis buatan mempunyai rasa manis hampir sama atau lebih manis dibandingkan
dengan pemanis alami. Pemanis buatan dibuat melalui reaksi kimia tertentu sehingga
dapat dihasilkan senyawa yang mempunyai rasa manis. Pemanis buatan dibuat dengan
tujuan sebagai pengganti gula alami. Beberapa contoh pemanis buatan adalah
siklamat, aspartam, kalium asesulfam, dan sakarin. Pemanis-pemanis ini mempunyai
tingkat kemanisan lebih besar dibandingkan dengan gula pasir. Pemanis buatan dapat
digunakan untuk menggantikan pemanis alami bagi orang-orang yang tidak
diperbolehkan mengonsumsi pemanis alami, seperti penderita kencing manis (diabetes
mellitus). Selain itu, pemanis buatan tidak menghasilkan kalori dalam tubuh, sehingga
sering digunakan oleh orang yang diet.
3. Pengawet
Pengawet adalah zat aditif yang ditambahkan pada makanan atau minuman yang
berfungsi untuk menghambat kerusakan makanan atau minuman. Kerusakan
makanan dapat disebabkan oleh adanya mikroorganisme yang tumbuh pada makanan
dan minuman. Bahan pengawet mencegah tumbuhnya mikroorganisme sehingga
reaksi kimia yang disebabkan oleh mikroorganisme tersebut dapat dicegah, misalnya
fermentasi pada makanan dan minuman tersebut.
7
4. Penyedap Sumber: hypermart.co.id
Apakah kamu pernah memasak? Bumbu apa yang kamu
tambahkan pada masakan agar rasanya sedap? Penyedap rempah-rempah
makanan adalah bahan tambahan makanan yang digunakan
untuk meningkatkan cita rasa makanan. Adapun bahan
penyedap alami yang umum digunakan adalah garam, bawang
putih, bawang merah, cengkeh, pala, merica, cabai, laos, kunyit,
ketumbar, sereh, dan kayu manis. Pada makanan berkuah,
kaldu dari daging dan tulang pada umumnya digunakan
sebagai penyedap. Pernahkah kamu memerhatikan pada kuah
bakso terdapat rebusan daging dan tulang.
5. Pemberi Aroma
Pemberi aroma adalah zat yang memberikan aroma tertentu pada makanan atau
minuman. Penambahan zat pemberi aroma dapat menyebabkan makanan atau
minuman memiliki daya tarik tersendiri untuk dinikmati. Zat pemberi aroma dapat
berasal dari bahan segar atau ekstrak dari bahan alami, di antaranya adalah ekstrak
buah nanas, ekstrak buah anggur, minyak atsiri, dan vanili.
Sumber: Dok. Kemendikbud
aroma buah murbei
6. Pengental Pengental adalah bahan tambahan yang digunakan untuk
menstabilkan, memekatkan atau mengentalkan makanan yang
Sumber: Dok. Kemendikbud dicampurkan dengan air, sehingga membentuk kekentalan
tertentu. Bahan pengental alami misalnya pati, gelatin, gum,
tepung pati agar-agar, dan alginat. Pengental biasa ditambahkan pada
pembuatan permen karet yang umumnya menggunakan
pengental gum.
7. Pengemulsi
Pengemulsi adalah bahan tambahan yang dapat mempertahankan penyebaran
(dispersi) lemak dalam air dan sebaliknya. Minyak dan air tidak saling bercampur,
namun bila ditambahkan sabun, kemudian diaduk keduanya dapat dicampur. Sabun
dalam contoh tersebut disebut sebagai zat pengemulsi. Contoh zat pengemulsi
makanan adalah lesitin yang terkandung dalam kuning telur maupun dalam kedelai.
Lesitin banyak digunakan dalam pembuatan mayones dan mentega. Apabila tidak
ditambahkan zat pengemulsi, lemak dan air pada mayones dan mentega akan terpisah.
8
B. Dampak zat aditif
Untuk memastikan zat aditif pada makanan dapat digunakan tanpa efek berbahaya,
maka ditetapkanlah jumlah asupan harian yang layak dikonsumsi (Acceptable Daily
Intake/ADI). ADI adalah perkiraan jumlah maksimal zat aditif pada makanan yang dapat
dikonsumsi dengan aman setiap hari selama seumur hidup, tanpa efek kesehatan yang
merugikan. Batas maksimum penggunaan zat aditif pada makanan ini telah ditentukan
oleh BPOM. Bagi para produsen yang melanggar batas ketentuan tersebut, mereka
bisa dijatuhi sanksi berupa peringatan tertulis hingga pencabutan izin edar produk.
Bagi kebanyakan orang, zatt aditif pada makanan dalam jumlah yang aman tidak
menyebabkan gangguan kesehatan. Namun, ada sebagian orang yang dapat
mengalami efek samping, seperti diare, sakit perut, batuk pilek, muntah, gatal-gatal,
dan ruam kulit setelah mengonsumsi makanan dengan kandungan zat aditif.
Sumber : hallosehat.com
Ruam kulit
Menurut Madina dkk., (2017), penggunaan pewarna sintetik untuk pewarna tekstil
seperti Rhodamin B pada makanan dan minuman, sangat berbahaya bagi kesehatan
karena dapat memicu terjadinya kanker serta kerusakan ginjal dan hati.
Efek samping ini bisa saja terjadi jika seseorang memiliki reaksi alergi terhadap zat
aditif tertentu atau jika kandungan zat aditif yang digunakan terlalu banyak. Ada
beberapa zat aditif pada makanan yang diduga memiliki efek samping terhadap
kesehatan, antara lain:
Pemanis buatan, seperti aspartam, sakarin, natrium siklamat, dan sucralose
Asam benzoat dalam produk jus buah
Lecithin, gelatin, tepung maizena, dan propilen glikol dalam makanan
Monosodium glutamate (MSG)
Nitrat dan nitrit pada sosis dan produk olahan daging lainnya
Sulfit dalam bir, anggur, dan sayuran kemasan
Maltodextrin
Penggunaan zat aditif pada makanan yang tidak bijaksana dapat menimbulkan
berbagai masalah kesehatan misalnya keracunan, kerusakan syaraf, ginjal, hati, cacat
kelahiran, gangguan gastroenteritis, kejang-kejang, anomalia kaki, kelainan
pertumbuhan, kemandulan bahkan kematian.
9
C. Zat adiktif
Zat adiktif adalah obat serta bahan-bahan aktif yang apabila dikonsumsi oleh
organisme hidup dapat menyebabkan kerja biologi serta menimbulkan
ketergantungan atau adiksi yang sulit dihentikan dan berefek ingin menggunakannya
secara terus-menerus yang jika dihentikan dapat memberi efek lelah luar biasa atau
rasa sakit luar biasa.
Zat adiktif alami yang biasa dikonsumsi adalah kafein yang ada dalam kopi, dan theine
yang ada di dalam teh. Setelah minum kopi, biasanya orang akan merasa lebih segar
disebabkan oleh kerja kafein. Pernahkah kamu mendengar bahwa orang yang terbiasa
minum kopi, kemudian tidak minum kopi akan merasa pusing? Gejala itu menunjukkan
seseorang mengalami ketergantungan. Selain kafein masih banyak zat adiktif lainnya.
Zat adiktif dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu (1) narkotika, (2) psikotropika, dan
(3) zat psiko-aktif lainnya.
1. Jenis-jenis Zat Adiktif
a. Narkotika
Narkotika merupakan zat berbahaya yang tidak boleh digunakan tanpa pengawasan
dokter. Penggunaan narkotika tanpa pengawasan dokter adalah melanggar hukum.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman yang dapat menyebabkan
penurunan atau perubahan kesadaran, menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri,
dan menyebabkan ketergantungan bagi penggunanya
Sumber: (a) www.theoakstreatment.com, (b) www.telegraph.co.uk
Morfin dan metadon
b. Psikotropika
Narkotika dapat menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran dan ketergantungan.
Zat lain yang juga berbahaya adalah psikotropika. Zat ini merupakan obat yang
berkhasiat psiko-aktif yang memengaruhimental dan perilaku seseorang. Misalnya
orang yang sulit tidur, bila meminum obat tidur (golongan psikotropika) dapat
menyebabkan tidur nyenyak. Oleh sebab itu penggunaan psikotropika harus sesuai
dengan resep dokter!
10
Psikotropika dapat dikelompokkan menjadi empat golongan berdasarkan potensi
dalam menyebabkan ketergantungan. Psikotropika golongan I, berpotensi sangat kuat
menyebabkan ketergantungan dan tidak digunakan sebagai obat. Misalnya,
ekstasi/MDMA (metil dioksi metamfetamin), LSD (Lysergic acid diethylamide), dan
STP/DOM (dimetoksi alpha dimetilpenetilamina). Psikotropika golongan II, berpotensi
kuat menyebabkan ketergantungan dan sangat terbatas digunakan sebagai obat.
Misalnya amfetamin, metamfetamin, fenisiklidin, dan ritalin. Psikotropika golongan III,
berpotensi sedang menyebabkan ketergantungan dan banyak digunakan sebagai
obat. Misalnya pentobarbital dan flunitrazepam. Psikotropika golongan IV, berpotensi
ringan dalam menyebabkan ketergantungan dan sangat luas digunakan sebagai obat.
Misalnya diazepam, klobazam, fenobarbital, barbital, klorazepam, dan nitrazepam
seperti pada Gambar yang digunakan sebagai obat tidur.
Sumber: www.improvehealthcare.org
c. Zat Psiko-Aktif Lainnya Nitrazapam
Selain narkotika dan psikotropika terdapat zat atau obat lain yang berpengaruh
terhadap kerja sistem saraf pusat jika disalahgunakan atau dikonsumsi dalam jumlah
besar dan dapat menimbulkan dampak yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.
Beberapa contoh zat psiko- aktif selain narkotika dan psikotropika misalnya alkohol,
nikotin, dan kafein. Jenis alkohol yang banyak digunakan yaitu etanol (C2H5OH).
alkohol biasa dipakai untuk zat disinfektan yang dimanfaatkan sebagai pembunuh
kuman-bakteri dan untuk melakukan pencucian alat-alat kedokteran kebanyakan.
Bila seseorang meminum minuman beralkohol, maka dapat menyebabkan orang itu
mabuk dan mengalami penurunan kesadaran.
Nikotin terdapat dalam daun tembakau. Kafein merupakan zat yang secara
Daun tembakau ini biasanya digunakan alami terdapat dalam kopi. Tahukah
sebagai bahan pembuatan rokok. kamu, selain ditemukan dalam kopi,
kafein juga ditemukan pada teh dan
Akibatnya, orang yang merokok dapat dikenal dengan nama theine namun
lebih tahan kantuk atau lebih aktif. Namun kadarnya tidak sebanyak kafein dalam
demikian, merokok berbahaya bagi kopi.
kesehatan karena dapat menyebabkan
kanker tenggorokan dan kanker paru-paru.
Sumber: www.naranorthwest.org Sumber: Dok. Kemdikbud
Tembakau Kopi dan teh
11
2. Dampak Penggunaan Zat Adiktif bagi Kesehatan
Banyak sekali dampak bu
ruk yang disebabkan oleh penggunaan zat adiktif terhadap
kesehatan.
a. Dampak Penggunaan Narkotika
Penggunaan heroin, morfin, opium, dan kodein dalam jangkapendek dapat
menghilangkan rasa nyeri, ketegangan berkurang, rasa nyaman, diikuti perasaan
seperti mimpi dan mengantuk. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan
ketergantungan, meninggal karena overdosis, menyebabkan sembelit, gangguan
siklus menstruasi, dan impotensi. Jika dalam penggunaannya menggunakan jarum
suntik yang tidak steril, maka dapat tertular berbagai jenis penyakit berbahaya
seperti hepatitis dan HIV/AIDS.Efek jangka pendek penggunaan ganja yaitu akan
timbul rasa cemas dan gembira menjadi satu, banyak bicara, tertawa terbahak-
bahak, halusinasi, berubahnya perasaan waktu (lama dikira sebentar) dan ruang
(jauh dikira dekat), peningkatan denyut jantung, mata merah, mulut dan tenggorokan
kering. Penggunaan ganja dalam jangka panjang dapat menyebabkan daya pikir
berkurang, motivasi belajar turun drastis, perhatian ke lingkungan sekitar berkurang,
radang paru-paru, daya tahan tubuh menurun, dan gangguan sistem peredaran
darah. Efek jangka pendek penggunaan kokain yaitu rasa percaya diri meningkat,
banyak bicara, rasa lelah hilang, kebutuhan tidur berkurang, dan halusinasi
penglihatan serta perabaan.
b. Dampak Penggunaan Psikotropika
Penggunaan ekstasi (metilen dioksi metamfetamin/MDMA) dan sabu (metamfetamin)
dalam jangka pendek dapat menyebabkan terjaga (tidak tidur), rasa riang, perasaan
melambung, rasa nyaman, dan meningkatkan keakraban. Namun, setelah itu akan
timbul rasa tidak enak, murung, nafsu makan hilang, berkeringat, rasa haus, badan
gemetar, jantung berdebar, dan tekanan darah meningkat. Dalam jangka panjang
dapat menyebabkan kurang gizi, anemia, penyakit jantung, gangguan jiwa (psikotik),
dan pembuluh darah di otak dapat pecah sehingga mengalami stroke atau gagal
jantung yang mengakibatkan kematian. Setelah menggunakan obat
nipam/nitrazepam) dalam dosis tertentu, seseorang akan merasa tenang dan otot-
otot mengendur.
c. Dampak Penggunaan Zat Psiko-Aktif Lainnya
Inhalansia dapat menyebabkan kematian mendadak akibat kekurangan oksigen atau
karena ilusi, halusinasi, dan persepsi yang salah (misalnya merasa dapat terbang,
sehingga orang yang mengonsumsi terjun dari tempat tinggi). Penggunaan inhalansia
jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan otak, paru-paru, ginjal, dan jantung.
Alkohol yang masuk ke dalam tubuh akan masuk ke dalam pembuluh darah, menuju
otak, dan menekan kerja otak.
12
3. Upaya pencegahan diri dari bahaya narkoba
Setelah kamu mempelajari dampak penggunaan narkoba dan melakukan diskusi, tentu
kamu tidak ingin hidup menderita akibat terlibat dalam penyalahgunaan narkoba
bukan? Oleh karena itu, kamu harus mampu menjaga diri dari bahaya narkoba. Adapun
beberapa upaya yang dapat kamu lakukan untuk menjaga diri dari bahaya narkoba
adalah sebagai berikut.
1. Mengenal dan menilai diri sendiri
Mengenal dan menilai diri sendiri berarti kamu menyadari akan kelemahan dan
kekuatan, kekurangan dan kelebihan, dan cita-cita atau tujuan hidup yang ingin kamu
capai. Dengan lebih mengenal diri sendiri, kamu akan dapat lebih mudah mengarahkan
perilakumu untuk mencapai tujuan hidup yang telah kamu tetapkan dan mencegah diri
dari perilaku yang membuatmu tidak dapat meraih tujuan hidupmu.
2. Meningkatkan harga diri
Harga diri adalah suara hatimu yang menunjukkan bahwa kamu adalah seorang yang
istimewa dan berharga, serta mampu mencapai cita-cita. Harga diri merupakan dasar
dalam proses belajar, membangun kreativitas, tanggung jawab, dan hubungan positif
dengan orang lain. Harga diri seseorang dapat tinggi atau rendah tergantung pada
pengalaman, perilaku, dan interaksinya dengan orang lain. Orang yang memiliki harga
diri yang rendah akan cenderung merendahkan dirinya sendiri, percaya bahwa ia tidak
dapat menjadi lebih baik, menghindari hubungan dengan orang lain, gelisah, dan suka
menyendiri yang mengakibatkan ia mudah untuk dipengaruhi orang lain, termasuk
dipengaruhi untuk mengonsumsi narkoba. Oleh karena itu, penting bagimu untuk
memiliki harga diri yang kuat
3. Memilih pergaulan yang baik dan terampil menolak tawaran narkoba remaja memiliki
ikatan yang kuat dengan teman sebayanya. Bagi seorang remaja, penerimaan atau
diakui oleh kelompok sebayanya sangat penting. Adakalanya, ia berusaha untuk
mengikuti hal-hal yang dikerjakan atau diikuti oleh teman-temannya untuk membuat
mereka menyukainya, meskipun pada awalnya mungkin juga terdapat tekanan. Banyak
remaja yang mulai merokok, minum-minuman keras, bahkan menyalahgunakan
narkoba akibat tekanan dari teman. Oleh karena itu, bergaulah dengan teman-teman
yang tidak menyalahgunakan narkoba. Selain itu, kamu juga harus mampu menolak
tawaran atau ajakan dari teman terhadap hal-hal yang negatif, seperti merokok maupun
minum-minuman keras, apalagi penggunaan narkoba.
Sumber: Badan Narkotika Nasional, 2012
Katakan tidak pada narkoba
13
4.Terampil sebagai agen pencegahan penyalahgunaan narkoba
Remaja juga merupakan subjek yang penting dan harus terlibat aktif dalam
pencegahan penyalahgunaan narkoba, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah.
Kamu dapat membentuk kelompok remaja anti narkoba yang menciptakan pola hidup
sehat dan produktif, menjadi contoh positif bagi remaja yang lain, mendukung
masyarakat untuk menciptakan lingkungan bebas narkoba, mendorong remaja lain
untuk menghindari penyalahgunaan narkoba dan mendorong mereka menolak
tawaran menyalahgunakan narkoba, serta membantu teman yang mempunyai
masalah narkoba untuk mencari pertolongan.
Sumber: jabar.pojoksatu.id
Peserta didik melakukan kampanye anti narkoba
5. Menerapkan pola hidup sehat
Remaja adalah generasi penerus dan aset bangsa Indonesia yang berharga. Negara
Indonesia memerlukan generasi muda yang sehat sehingga dapat tumbuh menjadi
manusia dewasa yang sehat yang mampu memajukan negara dan membuat bangsa
Indonesia semakin sejahtera. Untuk membentuk generasi muda yang sehat, perlu
penerapan pola hidup sehat yang meliputi: mengonsumsi makanan dan minuman
yang sehat dan bergizi, menghindari makanan siap saji (junk food); olahraga secara
teratur, termasuk mengikuti ekstrakurikuler yang bergerak dalam bidang olahraga;
istirahat yang teratur dan cukup sehingga dapat mengurangi ketegangan pikiran dan
memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak; serta melakukan pemeriksaan kesehatan
secara rutin.
6. Melakukan kegiatan yang positif
Remaja hendaknya dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan positif yang berguna
untuk masa depannya, misalnya dengan mengikuti berbagai ekstrakurikuler di
sekolah, ikut organisasi siswa seperti OSIS, UKS, PMR, mengikuti gelar seni budaya, dan
lain sebagainya. Dengan mengisi waktu luang dengan kegiatan positif dapat
membantumu menghindarkan diri dari penyalahgunaan narkoba.
7. Membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan teman dan keluarga
Membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan keluarga juga sangat
penting bagi remaja. Luangkanlah waktu bersama-sama keluarga dan lebih terbukalah
pada orangtua. Jika kamu memiliki masalah, bicarakanlah dengan orangtua. Orangtua
tentu akan selalu membimbing atau membantumu menyelesaikan masalahmu.
Dengan begitu kamu tidak akan terus terbebani sendiri untuk memecahkan masalah
yang kamu hadapi.
14
C. Kegiatan mandiri siswa
Ayo, Kita Lakukan
Menyelidiki Pewarna Alami dan Buatan pada Makanan atau Minuman
Apasaja alat dan bahan yang diperlukan untuk melakukan percobaan ini
1. Bahan makanan berwarna yang akan diuji (saus,
cincau, cendol, dan jajanan berwarna lain) sekitar
50 gram
2. Air 50 mL
3. Mortar dan alu (pestle)
4. Pipet
5. Benang wol putih atau
benang katun
6. Kaki tiga
7. Kawat kassa
8. Pemanas bunsen/lampu spiritus
9. Gelas kimia
10.Sabun cuci
15
Apa yang harus kamu lakukan?
1. Sediakan gelas kimia sesuai dengan jumlah bahan yang kamu akan uji.
2. Pada masing-masing gelas kimia tersebut masukkan sekitar 5 gram bahan makanan
yang akan diuji dengan 10 mL air. Jika bahan itu tidak mudah bercampur haluskan
terlebih dahulu dengan mortar sebelum dimasukkan dalam gelas.
3. Celupkan beberapa potongan benang wol ke dalam masing-masing gelas kimia.
4. Panaskan masing-masing gelas kimia dengan pemanas bunsen/lampu spiritus
sampai campuran dalam gelas kimia tersebut mendidih. Bila telah mendidih, angkat
gelas kimia tersebut dari api.
Perhatikan! Pastikan kaki tiga, kawat kassa, dan gelas kimia tersusun dengan benar.
Berhati-hatilah saat menyalakan Bunsen/lampu spiritus. Gunakan sarung tangan
tahan panas untuk mengangkat gelas kimia yang telah dipanaskan.
5. Biarkan campuran dalam gelas kimia sampai benar-benar dingin.
6. Ambil benang wol yang telah dicelupkan pada larutan bahan makanan, amati dan
catat warnanya. Kemudian, cucilah benang wol tersebut dengan sabun cuci.
7. Bandingkan hasil pengamatan sebelum benang dicuci dan setelah dicuci. Kemudian
tuliskan datanya dalam tabel dengan memberi tanda centang (√) sesuai dengan hasil
pengamatan.Pewarna makanan alami pada umumnya akan hilang dari benang wol
setelah benang dicuci.
Hasil Percobaan Menyelidiki Pewarna Alami dan Buatan pada Makanan atau Minuman
Apa yang dapat kamu simpulkan? Berdasarkan data hasil percobaan, buatlah
kesimpulan yang menyatakan jenis-jenis bahan makanan yang menggunakan
pewarna alami dan buatan!
16
Kesimpulan
D. Tes Formatif
Berdasarkan hasil uji bahan makanan menggunakan benang wol putih dengan
hasil :
Berdasarkan hasil uji yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa ...
A. bahan makanan P & R mengandung pewarna alami
B. bahan makanan Q & S mengandung pewarna alami
C. bahan makanan R & S mengandung pewarna buatan
D. bahan makanan Q & S mengandung pewarna buatan
Pada pembuatan makanan tradisional seperti cendol, cincau, kelepon, dan kue putu
menggunakan pewarna alami yang berasal dari daun…
a. salam dan suji
b. suji dan pisang
c. pandan dan suji
d. kemangi dan suji
17
E . Rangkuman
1. Zat aditif adalah zat yang ditambahkan pada makanan dan minuman untuk
meningkatkan kualitas, keawetan, kelezatan, dan kemenarikan makanan dan
minuman.
2. Zat aditif ada yang bersifat alami dan buatan. Zat aditif dapat berupa bahan
pewarna, pemanis, pengawet, penyedap, pemberi aroma, pengental, dan
pengemulsi.
3. Contoh pewarna alami misalnya pewarna dari daun suji dan pandan, sedangkan
pewarna buatan misalnya tartrazine.
4. Pengawetan dapat dilakukan secara fisik, misalnya melaluipemanasan atau
penyinaran, dan secara kimia misalnya dengan pemberian natrium benzoat
maupun garam.
5. Contoh bahan pemanis alami misalnya gula, sedangkan pemanis buatan
misalnya aspartam, siklamat, dan sakarin.
6. Contoh penyedap alami misalnya bunga cengkeh, serai, kayu manis, garam,
bawang putih, sedangkan penyedap buatan misalnya vetsin.
7. Penggunaan bahan aditif buatan harus menggunakan bahan yang diizinkan oleh
pemerintah dan tidak melebihi jumlah maksimal yang diizinkan.
8. Zat adiktif merupakan bahan makanan atau minuman yang dapat menimbulkan
kecanduan pada penggunanya. Zat adiktif dibedakan menjadi narkotika,
psikotropika, zat psiko-aktif lainnya.
9. Contoh narkotika adalah heroin, kokain, dan morfin.
10.Contoh psikotropika adalah ekstasi, sabu-sabu, diazepam, dan LSD.
11. Contoh zat psiko-aktif lain adalah kafein, nikotin, dan alkohol.
12.Bahan-bahan adiktif yang termasuk kelompok narkotika tidak boleh digunakan
secara sembarangan dan secara bebas karena memiliki efek yang sangat
membahayakan bagi penggunanya.
13. Menyimpan atau menggunakan bahan yang tergolong narkotika secara bebas
merupakan suatu bentuk pelanggaran hukum yang dapat mengakibatkan
pelakunya mendapat sanksi pidana.
14.Beberapa macam bahan adiktif yang tergolong psikotropika masih boleh
dipergunakan sebagai obat, namun penggunaannya dalam pengawasan yang ketat
oleh pemerintah.
15. Dampak penggunaan zat adiktif dalam jangka panjang di antaranya daya
berpikir berkurang, motivasi belajar turun, perhatian ke lingkungan berkurang,
menyebabkan penyakit pada organ dalam, ketergantungan, dan kematian.
16.Upaya pencegahan diri dari bahaya narkoba di antaranya yaitu mengenal dan
menilai diri sendiri, meningkatkan harga diri, meningkatkan rasa percaya diri,
terampil mengatasi masalah dan keputusan, memilih pergaulan yang baik, dan
terampil menolak tawaran narkoba.
18
F. Uji Kompetensi
1. Bahan pewarna yang disarankan untuk dipakai dalam produk makanan dan
minuman adalah ....
A. pewarna buatan karena pewarna buatan lebih mudah dibeli di toko
B. pewarna alami karena lebih mudah diperoleh dibandingkan pewarna buatan
C. pewarna alami karena tidak memiliki efek samping dalam penggunaan dengan
skala besar
D. pewarna buatan karena tidak akan menimbulkan penyakit apapun meski dipakai
dalam jumlah banyak
2. Berikut ini yang tidak termasuk bahan pewarna alami adalah ....
A. kunyit
B. kakao
C. daun suji
D. tartrazine
3. Pemanis buatan yang tidak mengandung kalori dianjurkan untuk dikonsumsi para
penderita penyakit tertentu yang ingin menikmati rasa manis secara aman. Penyakit
tersebut adalah ....
A. kanker
B. diabetes mellitus
C. diabetes insipidus
D. tekanan darah tinggi
4. Pengawet digunakan dalam pembuatan bahan makanan, karena ....
A. mempermudah dalam pengemasan untuk pendistribusian
B. mencegah reaksi kimia tertentu pada bahan makanan
C. membantu proses penumbuhan berbagai mikroorganisme pada bahan makanan
D. mencegah makanan dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu
5. Monosodium glutamat (MSG) memiliki rasa yang khas dan dapat
membuat makanan menjadi lebih sedap, namun penggunaan MSG
harus dibatasi. Bahan campuran yang dapat digunakan untuk
menggantikan MSG adalah ....
A. gula dan asam
B. garam dan asam
C. gula dan garam
D. garam dan serbuk lada
19
6. Ikan adalah salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan protein tinggi.
Tetapi, ikan mudah sekali busuk jika tidak segera diolah. Berikut ini cara pengawetan
ikan yang tepat adalah ....
A. pengeringan, pembekuan, dan penambahan gula
B. pendinginan, pengasapan, dan penambahan enzim
C. pendinginan, pengalengan, dan penambahan garam
D. pengalengan, pengeringan, dan penambahan enzim
7. Beberapa zat adiktif dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf pusat atau fungsi
organ tubuh lainnya, seperti meningkatkan denyut jantung. Zat adiktif yang memiliki
sifat tersebut termasuk dalam kelompok ....
A. sedatif
B. stimulan
C. hipnotik
D. halusinogen
8. LSA (Lysergic acid amide) dan LSD (Lysergic acid diethylamide) merupakan obat
psikotropika yang dapat memberikan efek khayal seperti mendengar atau melihat
sesuatu yang sebenarnya tidak nyata atau disebut dengan ....
A. rileks
B. euforia
C. halusinasi
D. halusinogen
9. Zat psiko-aktif yang secara alami terdapat dalam kopi adalah ....
A. tar
B. kafein
C. nikotin
D. kokain
10. Jika kamu mendapati seseorang yang terkena psikotropika, yang dapat kamu
sarankan kepada orang-orang di sekitarnya adalah ....
A. meminta untuk mengurangi dosis penggunaan psikotropika sesuai keinginan dirinya
sendiri
B. meminta mengantarkannya ke rumah sakit tertentu untuk mendapat terapi
penghentian penggunaan
psikotropika
C. meminta untuk menggunakan bahan lain identik narkoba tapi tidak berbahaya,
sehingga rasa sakit akibat kecanduan akan hilang
D. meminta membantu mengatasinya dengan menahan diri dari menggunakan bahan
tersebut meskipun ada rasa sakit yang berlebihan
20
11. Untuk membuat nasi tumpeng yang berwarna kuning, ditambahkan kunyit sebagai
zat pewarna. Zat pewarna yang terdapat pada kunyit tersebut adalah . . . .
A. Klorofil
B. Eritrosin
C. Kurkumin
D. Kapsantin
12. Diantara pernyatan berikut ini yang merupakan keunggulan dari zat pewarna alami
dibandingkan zat pewarna buatan adalah . . . .
A. Tersedia dalam beragam macam warna.
B. Lebih sehat dikonsumsi dan berkhasiat untuk kesehatan.
C. Mudah diperoleh dan harganya murah.
D. Warnanya tidak terlalu pekat dan terbatas jumlahnya.
13. Perhatikan daftar zat pewarna di bawah ini:
(1) Tartazin
(2) Benzil violet
(3) Klorofil
(4) Karoten
Diantara zat pewarna diatas, yang termasuk pewarna alami adalah . . . .
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 3 dan 4
E. 1, 2, dan 3
14. Beberapa orang kadang menambahkan pewarna tekstil pada makanan yang jelas
tidak sehat dan berfek buruk bagi tubuh. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia
melarang penggunaan zat warna tekstil pada makanan. Diantara zat berikut, yang bukan
merupakan pewarna tekstil yang sering ditambahkan orang ke dalam makanan adalah . .
..
A. Metanil yellow
B. Auramin
C. Rodhamin B
D. Antosianin
15. Yang bukan merupakan ciri-ciri makanan yang diduga mengandung pewarna tekstil... .
.
A. Warna makanan terlihat sangat mencolok dan menarik untuk dilihat.
B. Bila dikonsumsi, terasa pahit.
C. Dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi pada mulut dan tenggorokan.
D. Beraroma harum.
21
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pertanian. (2002). Teknologi Tepat Guna : Budi Daya Pangan. Jakarta.
Ika Kurniawati Y. 2009. Mengenal Zat Adiktif Makanan. Jakarta: Sinar Cemerlang.
Madina, F.E., Rina Elvia., & I Nyoman Chandra. (2017). Analisis Kapasitas Adsorpsi.
Silika Dari Pasir Pantai Panjang Bengkulu Terhadap Pewarna Rhodamine B.
Jurnal Alotrop,1(2), 98-101.
Ramlawati,dkk. 2017. Zat Aditif dan Adiktif Serta Sifat Bahan dan Pemanfaatannya.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Yamin, M., Jamaluddin, K., & Nasruddin. (2018).Penyadaran Masyarakat Mengenai
Dampak Negatif Penggunaan Zat Adiktif Pada Makanan Terhadap Kesehatan.
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, 1(1), 44-53.
Zubaidah. S, dkk. 2017. Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan
22
GLOSARIUM
Aditif Bahan tambahan pangan
Adiktif Zat yang bisa menimbulkan ketergantungan
Depresan Zat adiktif yang dapat menghambat aktivitas sistem saraf pusat
Ganja
Tanaman setahun yang mudah tumbuh, merupakan tumbuhan berumah
dua (pohon yang satu berbunga jantan, yang satu berbunga betina), pada
bunga betina terdapat tudung bulu-bulu runcing mengeluarkan damar
yang kemudian dikeringkan, damar dan daun mengandung zat narkotik
aktif, terutama tetrahidrokanabinol yang dapat memabukkan, sering
dijadikan ramuan tembakau untuk rokok
Gula Pemanis biasanya berbentuk kristal, terbuat dari tebu, aren, atau nyiur
Halusinogen Zat adiktif yang memberikan efek halusinasi atau khayal
Heroin Bubuk kristal putih yang dihasilkan dari morfin; jenis narkotik yang amat
kuat sifat mencandukannya (memabukkannya)
Kafein Bahan kimia dalam kopi
MSG Bahan serbuk yang berfungsi menambah cita rasa
Narkotika Obat untuk menenangkan saraf, menghilangkan rasa sakit, menimbulkan
rasa mengantuk, atau merangsang
Nikotin Zat racun dalam tembakau yang dapat menyebabkan ketagihan
Pengawet Zat aditif yang ditambahkan pada makanan atau minuman yang berfungsi
untuk menghambat kerusakan makanan atau minuman
Psikotoprika Zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis dan bukan narkotika yang dapat
menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku
Stimulan Zat adiktif yang dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf pusat atau fungsi
organ tubuh lainnya, seperti meningkatkan detak jantung, laju pernapasan,
dan tekanan darah
23
BIOGRAFI PENULIS
Komala Dewi, Lahir di Serang tanggal 04 Januari 2001 sekarang
merupakan Mahasiswa Pendidikan IPA Semester 5 di
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Komala Dewi pernah
bersekolah di SDN Teras 2(2006-2012), SMPN 1 Carenang (2012-
2015) SMAN Ciruas (2015-2018) dan pernah mengikuti program
pendidika dan pelatihan teknisi Industri kimia selama 1 tahun
(2018-2019). Pernah mengikuti kursus non formal di LIA
institution Cilegon elementary class, sewaktu SMA aktif di
berbagai kegiatan organisasi seperti Rohis dan kegiatan
kewirausahaan (SC).
Rosminah, mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa,
Serang-Banten Program Studi Pendidikan IPA. Riwayat sekolah :
SDN Bojong (2007-2013), SMPN 1 Ciruas (2013-2016), dan SMAN
1 Ciruas (2017-2019). Wanita kelahiran Serang, 25 Juli 2001 ini
semasa sekolah banyak mengikuti kegiatan sekolah seperti
kewirausahaan, pramuka, rohis dan marching band.
Rina Akbar Bantani adalah mahasiswa Universitas Sultan Ageng
Tirtayasa (UNTIRTA) Serang Banten program studi Pendidikan
IPA. Rina pernah bersekolah di SDN Jambu Alas (2007-2013),
SMPN 2 Ciruas (2013-2016) dan SMAN 1 Pontang (2016-2019)
serta Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang Banten, wanita
kelahiran, 18 Februari 2000 ini pernah mendapatkan juara 1
Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kecamatan
cabang atletik tolak peluru putri serta mendapatkan juara 3
Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kabupaten
pada tahun 2013-2014 dan mengikuti berbagai perlombaan
dalam bidang Pramuka dan mendapatkan juara dalam berbagai
hal pada tahun 2014-2015, beliau juga mengikuti beberapa
kegiatan di SMP dan SMA seperti Pramuka, Osis dan PMR
24