The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

e book ini berisi tentang cerita pengalaman saya di kepramukaan gugus depan dan tahapan Kursus Kepramukaan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by perpus marsa, 2020-12-09 20:56:54

Aku dan pengalamanku di kepramukaan

e book ini berisi tentang cerita pengalaman saya di kepramukaan gugus depan dan tahapan Kursus Kepramukaan

Keywords: #ebook #pramuka #KPD #KML #KPD

AKU DAN PENGALAMANKU DI KEPRAMUKAAN
GUGUS DEPAN

Tulisan ini untuk memenuhi tugas Kursus Pembina Pelatih Tingkat Dasar
Di Kwarran Ngawi

Nama :Winartiningsih, S.Pd M. M.Pd

No peserta : 136

Kelompok : Nusantara 11

Asal Kwarcab : Ngawi

IKHLAS BHAKTI BINA BANGSA BERBUDI BAWA LAKSANA

AKU DAN PENGALAMANKU DI KEPRAMUKAAN
GUGUS DEPAN

Oleh : Winartiningsih, S.Pd M. M.Md
Pramuka menurut saya seperti rumah saya sendiri. Teman-teman saya adalah keluarga
saya, Pembina saya adalah orangtua saya. Mandiri dan kebersamaan menjadi tujuan utama.
Sesama anggota kita saling bahu membahu dalam segala hal. Tidur dimana saja itu hal yang biasa
dan makan seadanya tanpa mengeluh itulah pramuka.
Menurut saya, pramuka itu suatu organisasi paling menyenangkan yang pernah saya ikuti.
Saya pernah berfikir pramuka itu menakutkan tapi setelah beberapa kali saya mengikuti kegiatan
pramuka ternyata pramuka itu menyenangkan. Awal saya mengikuti pramuka sejak saya SD.
Tetapi pramuka saat SD, SMP dan SMA itu berbeda. Di SD saya belum terlalu mengenal kegiatan
pramuka.
Setelah saya lulus SD dan SMP saya melanjutkan di SMA. Sewaktu di SMA pun saya
masih menganggap pramuka itu tidak begitu penting padahal kegiatan pramuka itu merupakan
ekstrakurikuler wajib. Semester dua saya mulai penasaran tentang kegiatan pramuka. Mulai itulah
saya gabung dengan gerakan pramuka biasanya kalau di tingkat SMA disebut Dewan Ambalan.
Pengalaman saya yang sangat berkesan pada saat saya mengikuti perkemahan diluar
sekolah. Suatu petualangan yang sangat berkesan karena naik turun bukit, menelusuri jalan-jalan ,
dan hidup di dalam hutan. Walaupun hujan deras kegiatan itu tetap berlanjut. Itulah anak pramuka,
apapun yang ada di alam kita manfaatkan semaksimal mungkin, menyatu dengan allam.
Terkadang pengalaman itu kejam. Ada pula yang menyenangkan bila dikenang.Tidak
sedikit yang menjadi pelajaran. Pengalaman berarti-tidaknya, amat bergantung pada konteks
kondisi sosiologis yang terlewati dan daya cerna kita.

Kali ini, saya akan memaparkan sebuah pengalaman saya menjadi Pembina pramuka di
Gudep. Hal ini barangkali bisa menjadi setitik embun penyejuk, atau mutiara hikmah yang dapat
memberi kecerahan bagi proses pembinaan di tempat dan waktu yang berbeda, tapi konteksnya
sama. Menjadi Pembina pramuka di Sekolah Dasar sangat menyenangkan, bertemu, bermain dan

belajar bersama dengan anak kecil, tentunya sangat menyenangkan. Berbagai macam karakter
ditemukan pada anak kecil.

Menjadi Pembina pramuka tentunya tidak mudah begitu saja, ada beberapa tahapan yang
harus saya lalui. Tentunya yang pertama saya harus mengikuti Kursus Mahir Dasar ( KMD). Di
KMD, saya belajar banyak hal, mulai dari materi untuk Pramuka Siaga hingga bagaimana
mendidik anggota Pramuka segala usia. Semua kegiatan sudah diatur dalam jadwal yang sangat
rapid dan padat.

Bagi saya, KMD adalah sebuah ajang refreshing untuk mengingat kembali materi
kepramukaan yang sudah bertahun-tahun tidak pernah saya baca kembali. Tetapi, alhamdulillah
semua materi yang pernah saya dapat selama Penggalang masih saya ingat dengan baik, walaupun
tidak sedikit juga yang sudah tidak mampu saya ingat lagi. Saya lulus KMD pada Tahun 1990.

Kegiatan kepramukaan saya tidak berjalan mulus, karena terbentur dengan tugas pokok
saya sebagai guru dan kepala sekolah. Tetapi saya tetap berjuang untuk memajukan kegiatan
pramuka di gudep yang saya pimpin. Dengan menjadikan pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib
di sekolah.

Selang 2 tahun kemudian saya mengikuti Kursus Mahir lanjutan ( KML ). KML atau
Kursus Mahir Lanjutan adalah jenjang Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan setelah
KMD. Peserta KML adalah anggota dewasa (Pembina) dan Pandega yang akan membina peserta
didik di Gugusdepan. Kegiatannya adalah mempelajari teori dan pengetahuan kepramukaan untuk
dipraktekkan setelah KML selesai. Dalam pelaksanaan KML kali ini berbeda dengan KMD.
Karena ketika di KML para pembina sudah memilih mahir siaga - pandega. Setelah lulus KML
akan mendapat SHB atau Surat Hak Bina. Tujuan KML adalah untuk memberi bekal pengetahuan
lanjutan dan pengalaman praktis membina Pramuka melalui kepramukaan dalam Satuan Pramuka
ialah Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak dan Racana Pandega.

Materi KML sendiri disajikan dengan pendekatan andragogi. Maksudnya, pelaksanaan
KML berfokus pada pembelajaran diri interaktif progresif, dengan melibatkan peserta secara
langsung dalam proses pembelajaran. Lebih jelasnya, metode yang digunakan dalam pembelajaran
tersebut meliputi dinamika kelompok, diskusi kelompok, curah gagasan, metaplan (kegiatan
diskusi untuk menggali ide atau pendapat masyarakat tentang suatu masalah secara individu, dan

membangun komitmen pendapat atas hasil individu sebagai keputusan kelompok secara bertahap),
studi kasus, kerja kelompok, demonstrasi, bermain peran, dan melakukan berbagai kegiatan
praktik (kesiagaan, kepenggalangan, kepenegakan, kepandegaan, scouting skill, dan permainan).
Saya lulus KML pada tahun 1992.

Akhirnya saya berkesempatan untuk mengikuti Kursus Pelatih untuk Pembina Pramuka
(KPD) setelah menunggu selama bertahun-tahun. Dan kegiatan ini dilakukan di Kwarran Ngawi.
Dalam Pendidikan Kepramukaan bagipramuka dewasa pelaksanaan kursus dilaksanakan secara
berjenjang yaitu Kursus orientasi, Kursus mahir untuk pembina yang terdiri dari Mahir Dasar dan
Lanjutan, Kursus Pelatih pembina terdiri atas KPD. Kursus yang berlangsung selama 7 hari pada
7 Desember – 13 Desember 2020.

Terlepas dari pentingnya pengembangan diri Pembina pramuka untuk menjadi pelatih
Pembina pramuka, upaya dan pengabdian diri pada sesama melalui dunia pendidikan dan gerakan
merupakan hal penting yang harus di wujudkan. Karena semua pengabdian dilakukan dengan
sepenuh hati sebagai bentuk syukur kepada Sang Pencipta.

Demikian semoga pengalaman ini menjadi pengalaman yang bermanfaat bagi siapapun dan
dimanapun. Dan untuk pribadi saya agar selalu menjadi orang yang bersyukur dalam keadaan
apapun.

Salam Pramuka !


Click to View FlipBook Version