UNSUR, LAMBANG UNSUR, &
RUMUS KIMIA
KELAS X
SRI MURTI ASTUTI
Bidang Keahlian Teknologi & Rekayasa
BAB UNSUR, LAMBANG UNSUR,
2 & RUMUS KIMIA
KOMPETENSI DASAR
3.2 Menganalisis Lambang Unsur, Rumus Kimia, dan Persamaan
Reaksi
4.2 Mengintegrasikan penulisan lambing unsur dengan rumus kimia
pada persamaan reaksi kimia berdasarkan kasus-kasus dalam
kehidupan sehari-hari
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari unsur, lambang unsur, dan reaksi kimia, siswa dapat :
3.2.1.1 Menuliskan lambang atom
3.2.1.2 Membedakan Unsur Logam dan Unsur Non Logam
3.2.1.3 Menuliskan Rumus Kimia
3.2.1.4 Menyetarakan Persamaan Reaksi Kimia
3.2.1.5 Menuliskan Tata Nama Senyawa sederhana
4.2.1.1 Mengintegrasikan penulisan lambang unsur dengan rumus kimia
pada persamaan reaksi kimia
Bidang Keahlian Teknologi & Rekayasa
PETA KONSEP
Unsur, Lambang Unsur, Unsur dan Lambang Atom
& Rumus KImia Lambang Unsur
unsur logam & Nn
Persamaan Reaksi logam
Tata nama Rumus Kimia
Senyawa
Sederhana Tata nama
senyawa
Anorganik
Tata nama
senyawa ion
Bidang Keahlian Teknologi & Rekayasa
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
UNSUR & LAMBANG UNSUR
Para ilmuwan kimia telah menemukan 118 unsur dan menyintesis beberapa unsur buatan.
Unsur-unsur tersebut ada yang ditemukan sebagai unsur bebas dan ada juga yang ditemukan
dalam bentuk senyawanya atau berikatan dengan unsur lainnya. Untuk meringkas penulisan,
unsur dan senyawa diberi lambang. Lambang unsur disebut juga sebagai lambang atom,
sedangkan lambang senyawa disebut rumus kimia.
1. Lambang Atom
a. Menurut pendapat para ahli kimia pada abad pertengahan
Lambang unsur berupa lambang dari macam-macam alat atau benda seperti gambar
berikut.
Ternyata, penggunaan lambang tersebut sulit dimengerti , apalagi dengan semakin
banyaknya unsur-unsur baru yang ditemukan dan perlu diberikan lambang.
b. Menurut John Dalton (1766-1844)
John Dalton membuat lambang unsur dengan menggunakan lingkaran sebagai
dasarnya seperti pada gambar berikut.
Menurut Dalton, lambang-lambang ini kurang praktis jika digunakan untuk
menuliskan zat majemuk yang berada dalam bentuk senyawa.
Bidang Keahlian Teknologi & Rekayasa
c. Menurut Jons Jacob Berzelius (1779-1848)
Jons Jacob Berzelius mengemukakan pendapat dalam pemberian lambang atom.
Pendapat Berzelius masih digunakan sampai sekarang.
Aturan yang dikemukakan oleh Berzelius dalam penulisan lambang atom yaitu setiap
unsur diberi lambang dengan satu huruf, yaitu huruf awal dari nama latin unsur yang
bersangkutan dan ditulis dengan huruf besar. Unsur yang mempunyai huruf awal
sama, lambangnya dibedakan dengan menambahkan satu huruf lain dari nama unsur
itu yang ditulis dengan huruf kecil. Perhatikan beberapa contoh berikut.
Tabel 1.1 Penamaan Unsur kimia
Nama serta lambang unsur secara lengkap dapat dilihat pada tabel 1.2
Tabel 1.2 Lambang atom beberapa unsur penting
No Nama unsur Lambang Keadaaan fisis keadaan Rumus
normal kimia
Logam
1. Aluminium Al Padat, putih keperakan Al
2. Barium Ba Padat, putih keperakan Ba
3. Besi Fe Padat, putih keperakan Fe
4. Emas Au Padat, berwarna kuning Au
5. Kalium K Padat, putih keperakan K
6. Kalsium Ca Padat, putih keperakan Ca
7. Kobalt Co Padat, putih keperakan Co
8. Kromium Cr Padat, putih keperakan Cr
9. Magnesium Mg Padat, putih keperakan Mg
10. Mangan Mn Padat, putih abu-abu Mn
11. Natrium Na Padat, putih keperakan Na
12. Nikel Ni Padat, putih keperakan Ni
13. Perak Ag Padat, putih keperakan Ag
14. Raksa Hg Cair, putih keperakan Hg
15. Tembaga Cu Padat, kemerahan Cu
16. Timah Sn Padat, putih keperakan Sn
17. Timbel Pb Padat, putih kebiruan Pb
Nonlogam Ar Gas, tak berwarna Ar
18. Argon S Padat, kuning S2
19. Belerang Br Cair, coklat kemerahan Br2
20. Bromin F Gas, kuning muda F2
21. Flourin P Padat, putih dan merah P4
22. Fosforus He Gas, tidak berwarna He
23. Helium H Gas, tidak berwarna H2
24. Hidrogen C C
25. Karbon
Padat (lunak), hitam
Grafit Padat (keras), tidak berwarna
Intan
Bidang Keahlian Teknologi & Rekayasa
26. Klorin Cl Gas, hijau muda Cl2
27. Neon Ne Gas, tidak berwarna Ne
28. Nitrogen N Gas, tidak berwarna N2
29. Oksigen O Gas, tidak berwarna O2
30. Silicon Si Padat, abu-abu mengilap Si
31 Iodin I Padat, hitam (uapnya berwarna I2
ungu)
2. Unsur Logam dan Nonlogam
Berdasarkan sifatnya, unsur dapat digolongkan menjadi unsur logam dan unsur
Nonlogam dengan perbandingan sifat sebagai berikut.
Tabel 1.3 perbandingan sifat logam dan nonlogam
Sifat bahan Logam Nonlogam
Wujud Berwujud padat pada suhu Umumnya berwujud gas
kamar. (kecuali raksa yang atau cair pada suhu kamar,
bersifat cair) namun ada juga berwujud
padat.
Konduktifitas Konduktor, dapat Isolator, tidak
menghantarkan listrik dan menghantarkan listrik
panas dengan panas. (kecuali
grafit)
Titik didih dan titik leleh Umumnya tinggi Umumnya rendah
Massa jenis Umumnya besar Umumnya kecil
Elastisitas Dapat ditempa Tidak dapat ditempa
Kilap Mengkilap jika digosok Tidak mengilap jika
digosok. (kecuali intan)
Ada beberapa unsur yang memiliki sifat seperti logam maupun nonlogam, unsur-unsur
tersebut disebut dengan unsur metalloid (unsur semilogam). Contoh unsur metalloid
diantaranya astatin, boron, silicon, dan tellurium. Unsur logam dan nonlogam banyak
dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Rumus Kimia
Rumus kimia dapat dikatakan sebagai lambang zat (unsur atau senyawa). Rumus kimia
zat mencerminkan komposisi zat tersebut. Perhatikan komposisi/struktur dari beberapa
zat pada gambar 1.1
Bidang Keahlian Teknologi & Rekayasa
Sesuai dengan komposisinya, rumus kimia dari zat-zat pada gambar 1.1 adalah sebagai berikut.
Helium diberi rumus kimia He Karena gas helium terdiri atas atom-atom yang berdiri
sendiri
Oksigen diberi rumus kimia O2 karena gas oksigen terdiri atas molekul-molekul yang tiap
molekulnya terdiri atas 2 atom oksigen
Besi diberi rumus kimia Fe. Meskipun atom-atom besi (dan logam-logam lainnya) saling
terikat satu dengan yang lainnya, tetapi atom-atomnya tidak saling mengelompok
membentuk molekul. Partikel besi (dan logam lainnya) adalah atom.
Air diberi rumus kimia H2O, karena air terdiri atas molekul-molekul dengan setiap
molekul merupakan gabungan dari 2 atom H dengan 1 atom O
Garam dapur diberi rumus kimia NaCl. Garam dapur terdiri atas 2 jenis partikel, yaitu ion
Na+ dan ion Cl- yang menumpuk dengan susunan tertentu dengan jumlah tidak terbatas.
Rumus kimia NaCl hanya menyatakan perbandingan jumlah ion Na+ dan ion Cl- dalam
senyawa itu (1:1).
a. Rumus kimia molekul unsur
Molekul unsur terdiri atas sejenis atom. Beberapa rumus kimia molekul unsur nonlogam
dapat dilihat pada tabel 1.4
Tabel 1.4 Rumus kimia beberapa unsur
Nama unsur Rumus kimia
Hydrogen H2
Nitrogen N2
Oksigen O2
F2
Flour Cl2
Klor P4
Fosfor S8
Belerang
b. Rumus kimia senyawa
Rumus kimia senyawa terdiri atas lambang atom unsur-unsur pembentuknya disertai
dengan angka indeks.
Contoh:
Rumus kimia air yaitu H2O, karena tiap molekul air terdiri dari 2 atom H dan 1 atom O.
c. Rumus kimia molekul dan rumus empiris
Rumus kimia senyawa dapat berupa rumus molekul dan rumus empiris. Rumus molekul
menyatakan jenis dan jumlah atom yang menyusun satu molekul, sedangkan rumus
empiris menyatakan jenis dan perbandingan atom unsur yang menyusun senyawa.
Tabel 1.5 Rumus molekul dan Rumus empiris beberapa senyawa
Nama senyawa Rumus molekul Rumus empiris
Air H2O H2O
Amonia NH3 NH3
Asam cuka CH3COOH CH3COOH
Urea CO(NH2)2 CO(NH2)2
Asam sulfat H2SO4 H2SO4
Metana CH4 CH4
Alcohol C2H5OH C2H5OH
Glukosa C6H12O6 CH2O
Asetelina C2H2 CH
Benzena C6H6 CH
Bidang Keahlian Teknologi & Rekayasa
d. Menghitung jumlah atom dalam rumus kimia
Jumlah atom dari setiap unsur dalam rumus kimia dinyatakan oleh angka indeksnya
masing-masing.
CONTOH
Menentukan jumlah atom pada rumus kimia
Tentukan jumlah atom setiap unsur yang terdapat dalam :
a. 2 molekul air, H2O
b. 3 molekul urea CO(NH2)2
c. 3 molekul asam oksalat dihidrat. H2C2O4.2H2O
d.
Jawab:
a. Tiap molekul air mengandung mengandung 2 atom H dan 1 atom O
(H2O),
Untuk itu, pada 2 molekul air terdapat:
Atom H = 2 x 2 = 4 atom
Atom O = 2 x 1 = 2 atom
b. Tiap molekul urea mengandung 1 atom C, 1 atom O, 2 atom N dan 4 atom
H (jadi rumus empiris CO(NH2)2. Untuk itu, pada 3 molekul urea terdapat:
Atom C = 3 x 1 = 3 atom
Atom O = 3 x 1 = 3 atom
Atom N = 3 x 2 = 6 atom
Atom H = 3 x 4 = 12 atom
c. 3 molekul asam oksalat dihidrat. H2C2O4.2H2O
Atom H = 3 x (2 + 4) = 18 atom
Atom C = 3 x 2 = 6 atom
Atom O = 3 x (4 + 2) = 18 atom
TUGAS 1
1. Apakah lambang atom dari unsur berikut?
a. Hydrogen c. Karbon
b. Oksigen d. Nitrogen
2. Tuliskan nama unsur dengan lambang berikut.
a. Ag f. Na
b. Sn g. K
c. Ni h. H
d. P i. Ca
e. Cl j. Cu
3. Air mempunyai rumus kimia H2O. Apa arti rumus kimia tersebut?
4. Tuliskan rumus molekul glukosa yang tiap molekulnya terdiri atas 6 atom karbon, 12
atom hydrogen, dan 6 atom oksigen.
5. Tentukan jumlah atom yang terdapat dalam:
a. 1 molekul asam sulfat, H2SO4
b. 2 molekul asam asetat, CH3COOH
c. 4 molekul urea, CO(NH2)2
d. 2 molekul alcohol, C2H5OH
Bidang Keahlian Teknologi & Rekayasa
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
PERSAMAAN REAKSI
1. Hukum Kekekalan Massa
Kayu mudah dibakar, dan itu merupakan suatu sifat kimia. Misalkan anda membakar
sebatang kayu pada api unggun hingga yang tertinggal hanya seonggok abu. Selama
pembakaran, asap, panas dan cahaya dilepaskan. Mudah dilihat bahwa terjadi suatu
perubahan kimia. Mula-mula, anda mungkin berfikir bahwa terjadi kehilangan zat selama
perubahan tersebut karena onggokan abunya terlihat begitu sedikit dibandingkan kayunya.
Namun misalkan selama pembakaran anda dapat mengumpulkan semua oksigen di udara
yang bercampur dengan kayu. Dan misalkan anda dapat mengumpulkan asap dan gas yang
terlepas dari kayu yang terbakar, serta mengukur massanya. Barulah anda akan dapati bahwa
tidak ada massa yang hilang selama pembakaran. Tidak saja pada proses pembakaran, pada
semua perubahan kimia tidak ada massa yang hilang atau terbentuk. Dengan kata lain, zat
tidak terbentuk atau hilang selama suatu perubahan kimia. Pernyataan ini dikenal dengan
hukum kekekalan massa. Menurut hukum ini, massa semua zat yang ada sebelum atau
perubahan kimia setara dengan massa semua zat yang tersisa setelah perubahan
tersebut.
2. Pengertian
Reaksi kimia mengubah zat-zat asal (pereaksi atau reaktan) menjadi zat-zat baru
(produk). Perubahan terjadi dapat dipaparkan dengan menggunakan rumus kimia zat yang
etrlibat dalam reaksi. Persamaan reaksi kimia adalah suatu pernyataan yang
menggambarkan reaksi kimia menggunakan rumus kimia dan lambang lain. Misalnya reaksi
antara gas hydrogen dengan gas oksigen membentuk air dipaparkan sebagai berikut.
2H2(g) + O2(g) 2H2O(l)
Tanda panah menunjukkan arah reaksi dan dapat dibaca sebagai “membentuk”,
“bereaksi menjadi”, atau istilah lainnya yang sesuai. Angka didepan rumus kimia masing-
masing zat dalam persamaan reaksi disebut koefesien reaksi. Koefesien 1 tidak perlu ditulis.
Huruf cetak miring dalam tanda kurung yang mengikuti rumus kimia tiap-tiap zat
menyatakan wujud atau keadaan zat yang bersangkutan, yaitu:
s = padatan (solid)
l = cairan (liquid)
g = gas
aq = larutan berair (aqueous, zat dalam air)
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam persamaan kimia adalah seagai berikut.
a. Koefesien reaksi menyatakan perbandingan jumlah partikel dari zat-zat yang terlibat
dalam reaksi. Pada contoh diatas, koefesiennya menyatakan bahwa setiap dua molekul
hydrogen bereaksi dengan 1 molekul oksigen membentuk dua molekul air. Secara
skematis, reaksi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.
+
Bidang Keahlian Teknologi & Rekayasa
b. Karena koefesien reaksi merupakan angka perbandingan, koefesien reaksi haruslah
bilangan bulat paling sederhana
c. Persamaan reaksi yang sudah diberi koefesien yang sesuai disebut persamaan setara
3. Penyetaraan persamaan reaksi
Penyetaraan persamaan reaksi untuk menyamakan jumlah atom antara ruas kiri dan ruas
kanan. Penyetaraan persamaan reaksi kimia umumnya dapat dilakukan dengan metode trial
and error (coba-coba). Namun, sebenarnya penyetaraan reaksi dapat dilakukan dengan cara
yang lebih sistematis dengan menyusun dan menyelesaikan persamaan matematis. Berikut
langkah-langkah dalam menyetarakan persamaan reaksi dengan cara menyusun persamaan
matematis.
1. Memberikan koefisien reaksi yang dinyatakan dengan variabel (misalnya a, b, c, dan d)
pada setiap zat;
2. Menyusun persamaan matematis berdasarkan kesamaan jumlah atom unsur yang sama di
ruas kiri maupun kanan, di mana jumlah atom = koefisien × indeks; dan
3. Menyelesaikan persamaan-persamaan matematis yang diperoleh dari langkah 2 dengan
sebelumnya menetapkan koefisien salah satu zat sama dengan 1, di mana zat yang dipilih
biasanya adalah zat dengan rumus kimia paling kompleks.
Contoh:
Reaksi kalsium karbonat dengan larutan asam klorida menghasilkan larutan kalsium klorida,
karbon dioksida, dan air.
CaCO3(s) + HCl(aq) → CaCl2(aq) + CO2(g) + H2O(l)
1. pemberian koefisien reaksi pada setiap zat dalam variabel:
aCaCO3(s) + bHCl(aq) → cCaCl2(aq) + dCO2(g) + eH2O(l)
2. persamaan matematis berdasarkan kesamaan jumlah atom unsur yang sama:
atom Ca : a = c
atom C : a = d
atom O : 3a = 2d + e
atom H : b = 2e
atom Cl : b = 2c
3. penyelesaian persamaan dengan menetapkan salah satu koefisien sama dengan 1,
misalnya a, sehingga: a = 1; c = 1; d = 1; e = 1; dan b = 2.
Jadi, persamaan reaksi setaranya adalah CaCO3(s) + 2HCl(aq) → CaCl2(aq) + CO2(g) +
H2O(l)
Contoh Soal Persamaan Reaksi Kimia dan Pembahasan
Tuliskan persamaan reaksi setara untuk setiap reaksi berikut.
a. larutan kalium hidroksida dengan larutan asam fosfat membentuk larutan kalium fosfat
dan air.
b. aluminium dengan larutan asam nitrat membentuk larutan aluminium nitrat, air, dan gas
nitrogen dioksida.
Bidang Keahlian Teknologi & Rekayasa
Jawab:
KOH(aq) + H3PO4(aq) → K3PO4(aq) + H2O(l) (belum setara)
aKOH(aq) + bH3PO4(aq) → cK3PO4(aq) + dH2O(l)
atom K : a = 3c
atom O : a + 4b = 4c + d
atom H : a + 3b = 2d
atom P : b = c
Misalkan, c = 1; maka a = 3; b = 1; dan d = 3
Jadi, persamaan reaksi setaranya adalah 3KOH(aq) + H3PO4(aq) → K3PO4(aq) + 3H2O(l)
b. Al(s) + HNO3(aq) → Al(NO3)3(aq) + H2O(l) + NO2(g) (belum setara)
aAl(s) + bHNO3(aq) → cAl(NO3)3(aq) + dH2O(l) + eNO2(g)
atom Al : a = c
atom H : b = 2d
atom N : b = 3c + e
atom O : 3b = 9c + d + 2e
Misalkan, a = 1; maka c = 1; b = 6; d = 3; dan e = 3
Jadi, persamaan reaksi setaranya adalah Al(s) + 6HNO3(aq) → Al(NO3)3(aq) + 3H2O(l) +
3NO2(g)
TUGAS 2
Bidang Keahlian Teknologi & Rekayasa
DAFTAR PUSTAKA
Djony P Suswanto, 2018. Kimia. Jakarta: PT. Penerbit Erlangga
Saidah Aas, 2018. Kimia. Jakarta: PT. Penerbit Erlangga
https://www.studiobelajar.com/persamaan-reaksi/
https://www.edutafsi.com/2015/01/soal-dan-jawaban-menyetarakan-persamaan-reaksi.html
Bidang Keahlian Teknologi & Rekayasa