WARTA MINGGUAN PAROKI GROGOL EDISI: 29 OKTOBER - 4 NOVEMBER 2023 Pekan Biasa XXX ST. KRISTOFORUS STASI ST. POLIKARPUS "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” “Hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Matius 22:37) (Matius 22:39) Sumber : Sangsabda Sumber: https://www.ukdw.ac.id/kekuatan-untuk-mengasihi-sesama/ Seperti apa yang Yesus katakan, kita diminta untuk mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Artinya kita harus berusaha untuk menjadi pribadi yang mau mengolah rasa, mengolah emosi, maupun mengolah pengertian kita akan Allah. Kita mengasihi-Nya dengan keseluruhan diri kita. Kita tidak bisa mengasihi Allah jika hanya melakukan aturan-aturan keagamaan secara praktis tetapi hati dan pikiran kita tidak menghendakinya. Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?
Kalender Liturgi 29 OKTOBER - 04 NOVEMBER 2023 Minggu 29/10 Hari Minggu Biasa XXX Warna Liturgi: Hijau Warna Liturgi: Putih Warna Liturgi: Ungu Warna Liturgi: Hijau Senin 30/10 Hari Biasa Warna Liturgi: Hijau Selasa 31/10 Rabu 01/11 Warna Liturgi: Hijau Kamis 02/11 Jumat 03/11 Sabtu 04/11 Peringatan Wajib St. Karolus Borromeus Warna Liturgi: Putih Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman Hari Biasa Hari Biasa Hari Raya Semua Orang Kudus
“ HUKUM KASIH “ R E N U N G A N M I N G G U B I A S A X X X OLEH: ROMO A. SERFI MARIA FANGOHOI, MSC segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum kedua yang sama dengan hukum itu ialah kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. Jawaban Yesus ini mau memberikan suatu perspektif baru dalam memahami hukum bukan sebagai seperangkat aturan yang rumit dan kasuitik tetapi memahami hakikat hukum dan aturan demi mengabdi Tuhan dan manusia. Bagi Yesus, aturan dan hukum yang dilakukan tidak akan bermakna dan bernilai bila tidak diiringi penghayatan dan sikap cinta kepada Allah dan sesama. Artinya, bagi Yesus sikap mengasihi dan mencintai Tuhan dan sesama harus mendapat tempat yang utama dalamhati dan jiwa manusia. Di sini, Yesus tidak hanya menunjukkan bahwa Ia memahami Perjanjian Lama dengan aturan yang ketat tetapi juga memberi tekanan pada hakikat dasar hukum yakni mengabdi Allah dan menjamin keselamatan manusia. Hukum Kasih atau Hukum Emas yang diajarkan Yesus memang merupakan Hukum Dasar yang daripadanya semua hukum lain bergantung sehingga Hukum Emas ini. Saudara-saudari terkasih, apa yang terlintas dalam pikiran kita ketika mendengar kata hukum? Kita mungkin berpikir tentang seperangkat aturan dan hukuman yang melekat pada aturan itu. Ada pula yang berpikir tentang peraturan baku dan kaku dalam kehidupan bersama. Pikiran seperti ini juga terpatri dalam hati dan jiwa para ahli Taurat dan kaum Farisi yang dalam perikop Injil hari ini mencobai Yesus dengan pertanyaan - pertanyaan tentang hukum. Ketika ditanya: “Guru, hukum manakah yang terutama dalam Hukum Taurat?” Yesus justru menjawab dengan menempatkan “Hukum Kasih” sebagai hukum yang pertama dan utama dengan berkata: “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Saudara-saudari terkasih, apa yang terlintas dalam pikiran kita ketika mendengar kata hukum? Kita mungkin berpikir tentang seperangkat aturan dan hukuman yang melekat pada aturan itu. Ada pula yang berpikir tentang peraturan baku dan kaku dalam kehidupan bersama. Pikiran seperti ini juga terpatri dalam hati dan jiwa para ahli Taurat dan kaum Farisi yang dalam perikop Injil hari ini mencobai Yesus dengan pertanyaan - pertanyaan tentang hukum. Ketika ditanya: “Guru, hukum manakah yang terutama dalam Hukum Taurat?” Yesus justru menjawab dengan menempatkan “Hukum Kasih” sebagai hukum yang pertama dan utama dengan berkata: “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan (Sumber gambar : ICF Hongkong)
R E N U N G A N M I N G G U B I A S A X X X Di sini, Yesus tidak hanya menunjukkan bahwa Ia memahami Perjanjian Lama dengan aturan yang ketat tetapi juga memberi tekanan pada hakikat dasar hukum yakni mengabdi Allah dan menjamin keselamatan manusia. Hukum Kasih atau Hukum Emas yang diajarkan Yesus memang merupakan Hukum Dasar yang daripadanya semua hukum lain bergantung sehingga Hukum Emas ini harus menjadi semangat dasar dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa penghayatan Hukum Emas ini tidak gampang. Rasanya akan jauh lebih mudah bagi kita mencintai orangtua, sahabat, kekasih bahkan hobby atau peliharaan kita daripada mencintai Tuhan yang tidak tampak, abstrak dan seolah-olah jauh dari kehidupan yang nyata ini. Namun mari kita sadari bahwa mencintai Tuhan pertama-tama bukan perkara perasaan tetapi perkara kehendak dimana mencintai Tuhan secara total berarti membiarkan Tuhan merajai hati, jiwa dan akal budi kita. Tuhan yang bersemayam dalam hati kita akan menuntun kita dalam segala situasi hidup yang kita alami. Selain itu, Tuhan memberi kita jalan untuk mencintai Dia melalui cinta kepada sesame yang menjadi pribadi-pribadi konkrit yang menggerakkan cinta kita. Cinta pada sesame merupakan pernyataan, perwujudan dari cinta kepada Allah yang telah mengidentifikasikan diri-Nya dengan sesama: “yang kamu lakukan untuk saudara-Ku yang hina ini kamu lakukan untuk Aku”. Dalam kehidupan kita, seringkali kita menaburkan kasihyang pal su sebab kasih kita menuntut imbalan demi kepentingan diri sendiri. kasih kita masih berdasar pada perhitungan untung rugi sehingga ketika pelayanan, tugas Rohani yang kita jalankan menuntut pengorbanan kita dengan mudah mundur dari semua itu. Mari kita membangun kehendak yang baik untuk mengabdi Tuhan dan sesame dengan sikap cinta yang baik dan benar sehingga keselamatan akan menjadi bagian kita. Tuhan memberkati kita semua. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Hukum kedua yang sama dengan hukum itu ialah kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. Jawaban Yesus ini mau memberikan suatu perspektif baru dalam memahami hukum bukan sebagai seperangkat aturan yang rumit dan kasuitik tetapi memahami hakikat hukum dan aturan demi mengabdi Tuhan dan manusia. Bagi Yesus, aturan dan hukum yang dilakukan tidak akan bermakna dan bernilai bila tidak diiringi penghayatan dan sikap cinta kepada Allah dan sesama. Artinya, bagi Yesus sikap mengasihi dan mencintai Tuhan dan sesama harus mendapat tempat yang utama dalam hati dan jiwa manusia. (Prays4u wordpress)
Kematian kakaknya yang tertua, membuat Karolus membuat keputusan final untuk menjadi imam, meski kaum kerabatnya menginginkan agar ia menikah. Segera setelah ditahbiskan menjadi imam di usia 25 tahun, ia ditahbiskan menjadi Uskup Milan. Namun karena karyanya di Konsili Trente, Karolus tidak diperbolehkan tinggal di Milan sampai Konsili berakhir. Tahun 1562, Karolus mendorong Paus untuk memperbaiki Konsili, setelah dihentikan sementara selama 10 tahun. St. Karolus layak dihormati, sebab ia bekerja di belakang layar, untuk menjaga keteraturan Konsili dalam sesi-ses, ketika di beberapa poin nyaris berhenti. Ia mengambil tugas tulis-menulis sepanjang tahap akhir Konsili. Karolus membaktikan dirinya di Keuskupan Agung Milan, yang umatnya secara religius dan moral sangat memprihatinkan. Pembaruan yang diperlukan di setiap jenjang kehidupan Katolik, baik kaum tertahbis maupun awam, dimulai dari konsili lokal, oleh uskup yang ada di bawah kepemimpinannya. Karolus mendirikan banyak sekolah, seminari dan biara. Tetapi selain memperbaiki struktur fisik Gereja, ia juga memperbarui jabatan imamat. Peraturanperaturan khusus diberlakukan untuk para uskup, imam dan diakon. Ia memberi teladan untuk memperbaharui semangat apostolik di tengah umat. Ia menggerakkan pembaruan sebagai tindak lanjut Konsili Trente. Ia mendirikan Konfraternitas Ajaran Iman Kristiani dengan “Sekolah-sekolah Minggu” untuk mengajarkan Katekismus kepada anak-anak. Karolus memulai inisiatif untuk memberikan teladan. Ia memberikan sebagian besar pendapatannya sendiri untuk amal kasih, menolak segala bentuk kemewahan bagi dirinya, dan melakukan penitensi yang berat. Ia mengorbankan harta miliknya, penghormatan, dan pengaruhnya yang besar, untuk menjadi miskin. ST KAROLUS BORROMEUS -4 NOVEMBER- (Sumber gambar: Pinterrest)) ORANG KUDUS Nama St. Karolus Borromeus (1538-1584) sering dihubungkan dengan pembaharuan atau reformasi dalam Gereja Katolik. Ia hidup di abad ke-16, di masa berkembangnya paham Protestan. Karolus turut berperan dalam tahun-tahun terakhir Konsili Trente (1545-1563). Meskipun berasal dari keluarga terhormat di Milan dan berhubungan dengan keluarga Medici, Karolus memutuskan untuk memberikan seluruh hidupnya bagi Gereja. Pamannya Kardinal de Medici, dipilih menjadi Paus tahun 1559, dengan nama Pius IV. Ia mengangkat Karolus sebagai Kardinal-diakon dan administrator Keuskupan Milan, yang saat itu masih seorang awam muda. Namun karena kepandaiannya, Karolus dipercaya melakukan tugas-tugas penting yang berhubungan dengan Vatikan dan lalu ditunjuk sebagai sekretaris negara.
Sepulang dari Vatikan untuk merayakan tahun Yubelium di tahun 1575 dan memperoleh indulgensi, sebagai Uskup Agung, Karolus melanjutkan pemberian indulgensi kepada umat di keuskupannya di tahun berikutnya. Maka umat berbondongbondong mengunjungi Milan untuk berziarah. Namun, bersamaan dengan itu, masuk pulalah wabah penyakit yang hebat ke kota Milan dan sekitarnya. Sementara gubernur dan jajaran pejabat kota Milan malah pergi meninggalkan Milan, Karolus sang Uskup bertahan tinggal di dalam kota. Ia memberi makan 60.000 sampai 70.000 orang per harinya, yang diperolehnya dari uang miliknya sendiri. Ia lalu meminjam begitu banyak uang, yang harus dibayarkan kembali selama bertahun-tahun kemudian. Ia terus melayani dan memberikan sakramen kepada orang-orang sakit dan mereka yang menjelang ajal, dan juga semua orang yang membutuhkan bantuan. Pekerjaannya yang tak kenal lelah dan beban berat yang harus dipikulnya mempengaruhi kesehatannya. Setelah menerima sakramen-sakramen terakhir, Karolus wafat, tanggal 4 November 1584, di usia 46 tahun. Kata terakhir sebelum wafatnya adalah, “Ecce venio,” seolah ia berkata kepada Tuhan, “Lihatlah, aku datang.” Karolus dikanonisasikan di tahun 1610 oleh Paus Paulus IV. Jenazahnya dimakamkan di Katedral Milan, Italia. St. Karolus Borromeus dikenal sebagai santo pelindung bagi para katekis, katekumen, dan para seminaris.[1] Ia juga dikenal banyak mendampingi orang-orang sakit dan teladan bagi para imam untuk menyampaikan Sakramen Urapan Orang Sakit. (Sumber gambar: National Catholic Register) ST CAROLUS BORROMEUS 2 Semboyannya adalah perkataan Kristus: “… Aku lapar dan kamu memberi Aku makan, dan haus dan kamu memberi Aku minum, orang asing dan kamu memberi Aku tumpangan, telanjang dan kamu memberi Aku pakaian, sakit dan kamu merawat Aku, di penjara dan kamu melawat Aku” (Mat 25:35-36). Karolus melihat Kristus dalam diri sesamanya dan memahami bahwa perbuatan kasih yang dilakukan untuk sesama yang terkecil dan lemah, adalah perbuatan kasih yang dilakukan untuk Kristus. Ini terlihat dalam pengabdiannya menolong umat dalam peristiwa wabah dan kelaparan yang melanda Milan di bulan Juli tahun 1576 sampai awal tahun 1578. (Sumber: Katolisitas.org)
HUMOR GEREJA Pada suatu hari pendeta dan seorang supir bus meninggal dunia. Oleh seorang malaikat si supir dimasukkan ke surga sedangkan si pendeta dimasukkan ke neraka. Si pendeta tidak terima,katanya: "Saudara malaikat, kenapa si supir itu dimasukkan ke surga sedangkan saya dimasukkan ke neraka ?" Si malaikat menjawab: "Pada waktu kamu masih hidup dan berkotbah banyak yang hadir (jemaat) tertidur, sedangkan pada waktu si supir hidup dan mengendarai busnya, semua penumpang berdoa agar tidak terjadi kecelakaan, jadi si supir banyak membuat orang ingat akan Tuhan" Sopir dan Pendeta SUMBER: KETAWA.COM
JADWAL PETUGAS TATA LAKSANA 3 0 O K T O B E R - 0 5 N O V E M B E R 2 0 2 3 TANGGAL KET JAM HARI ST. KRISTOFORUS 01 November 02 November 05.30 05.30 12.00 Kamis Rabu Hari Raya Semua Orang Kudus Pengenangan Arwah Semua orang Beriman Komunitas misa pagi SMP St.Kristoforus 1 St. Bonaventura / Tomang I LINGKUNGAN/ WILAYAH Komunitas misa pagi 02 November Pengenangan Arwah Semua orang Beriman Kamis 02 November Pengenangan Arwah Semua orang Beriman 18.30 Kamis
JADWAL PETUGAS TATA LAKSANA 3 0 O K T O B E R - 0 5 N O V E M B E R 2 0 2 3 TANGGAL KET JAM HARI ST. KRISTOFORUS 05 November 05.45 07.30 10.00 16.30 Minggu Minggu Minggu Minggu 04 November Hari Biasa 16.30 Sabtu Hari Minggu Biasa XXXI Hari Minggu Biasa XXXI Hari Minggu Biasa XXXI Hari Minggu Biasa XXXI St. Timotius / Jelambar II Timur St. Teresa dari Calcutta / Jelambar II Timur St. Yohanes Don Bosco / Wijaya Kusuma St. Martinus / Jelambar II Timur St. Hubertus / Jelambar II Barat LINGKUNGAN/ WILAYAH 05 November 05 November 05 November 03 November Jum’at Pertama 19.00 Jum’at St. Teresa dari Avilla/Jelambar II Barat
JADWAL PETUGAS TATA LAKSANA 3 0 O K T O B E R - 0 5 N O V E M B E R 2 0 2 3 TANGGAL KET JAM HARI ST. POLIKARPUS 01 November 02 November 06.00 06.00 Kamis Rabu 31 Oktober Penutupan Bulan 19.00 Selasa Rosario Hari Raya Semua Orang Kudus Pengenangan Arwah Semua orang Beriman Legio Maria St. Theodorus / Grogol I St. Aloysius Gonzaga/ Tomang IV LINGKUNGAN/ WILAYAH St. Yohana / Grogol I 02 November Pengenangan Arwah Semua orang Beriman 19.00 Kamis
JADWAL PETUGAS TATA LAKSANA TANGGAL KET JAM HARI ST. POLIKARPUS LINGKUNGAN/ WILAYAH 06.00 09.00 17.00 Minggu Minggu Minggu Hari Biasa 17.00 Sabtu Hari Minggu Biasa XXXI Hari Minggu Biasa XXXI Hari Minggu Biasa XXXI St. Fransiskus Xaverius / Polri A St. Edmundus / Jelambar II Timur St. Melania / Jelambar II Timur St. Markus / Jelambar II Timur 3 0 O K T O B E R - 0 5 N O V E M B E R 2 0 2 3 03 November Jum’at Pertama 19.00 Jum’at St. Catarina dari Siena / Jelambar II Barat 04 November 04 November 04 November 04 November
3 0 O K T O B E R - 0 5 N O V E M B E R 2 0 2 3 TANGGAL KET JAM HARI ST. KRISTOFORUS 07.30 10.00 16.30 Minggu Minggu Minggu 04 November Hari Biasa 16.30 Sabtu Hari Minggu Biasa XXXI Hari Minggu Biasa XXXI Hari Minggu Biasa XXXI Koor Umat WKRI St. Kristoforus PDPKK St. Kristoforus LINGKUNGAN/ WILAYAH 05 November 05 November 05 November 03 November Jum’at Pertama 19.00 Jum’at JADWAL PETUGAS KOOR Koor Umat Koor Umat 02 November Pengenangan Arwah Semua orang Beriman 18.30 Kamis D'Angelic Choir 02 November Pengenangan Arwah Semua orang Beriman 12.00 Kamis SMP St. Kristoforus 1
JADWAL PETUGAS KOOR TANGGAL KET JAM HARI ST. POLIKARPUS 05 November 09.00 17.00 Minggu Minggu Hari Biasa 17.00 Sabtu Hari Minggu Biasa XXXI Koor Umat St. Helena / Grogol II Legio Mariae LINGKUNGAN/ WILAYAH 05 November Hari Minggu Biasa XXXI 04 November 03 November Jum’at Pertama Jum’at Koor Umat 02 November 31 Oktober Pengenangan Arwah Semua orang Beriman Penutupan Bulan Rosario 19.00 19.00 Kamis Selasa Vita Voxa Choir St. Helena/ Grogol II 3 0 O K T O B E R - 0 5 N O V E M B E R 2 0 2 3 19.00
30 05 OKTOBER NOVEMBER K E G I A T A N YA N G A KA N D A T A N G Donor Darah PMI PDPKK St. Kristoforus 19.15 - 21.00 08.30 - 11.30 WARTA MINGGUAN PAROKI GROGOL EDISI: 29 OKTOBER - 4 NOVEMBER 2023 Pekan Biasa XXX
PENGUMUMAN WARTA MINGGUAN PAROKI GROGOL EDISI: 29 OKTOBER- 4 NOVEMBER 2023 Pekan Biasa XXX
Segenap Romo, Dewan Paroki Harian dan Umat Paroki Grogol Mengucap Syukur untuk : Semoga umat beserta keluarga di wilayah/ lingkungan/ komunitas senantiasa dalam limpahan berkat Tuhan dan dimampukan Tuhan untuk menjadi berkat bagi sesama. 04 NOV 03 NOV - JELAMBAR II BARTA PESTA NAMA LINGKUNGAN ST HUBERTUS PESTA NAMA LINGKUNGAN ST KAROLUS BORROMEUS -TOMANG II
PENGUMUMAN PERNIKAHAN PENGUMUMAN PERTAMA Sebastianus Stevallen Wijaya (Lk. St. Bartholomeus) dengan Vivi Fransiska (Jelambar Baru - Jakarta Barat) Ignatius Dody Santoso (Paroki Purbayan - Surakarta) dengan Alexandra Gabriella (Lk. Sta. Teresa Avilla) Kristoforus Suripman (Lk. St. Tarsisius) dengan Angela Merici Retno Utami (Lk. St. Tarsisius) Kevin Afrian (Lk. St. Patrisius) dengan Fernanda Thalia Setiawan (Periuk - Tangerang) Michael Patrick Yantuna (Lk. Sta. Maria Lourdes) dengan Angelin Ernita Palit (Paroki St. Fransiskus Assisi - Makasar)
PENGUMUMAN PERNIKAHAN PENGUMUMAN KEDUA Anggelo Steevem Windy Maslim (Lk. Sta. Ursula) dengan Maria Rizellia Hartono (Paroki Cempaka Putih - KAJ) Dematrius Daniel Bertoni (Lk. St. Leo Agung) dengan Bernadet Victoria Kurniawan (Paroki Kapuk - KAJ) Fransiskus Assisi Purnomo (Paroki Pluit - KAJ) dengan Teresa Chrissa Marcella (Lk. Sta. Maria Salome) Fransiskus Xaverius Rico Pratama (Lk. Beato Matteo Ricci) dengan Oktarina (Garut - Jawa Barat) Christian Ihaudy Hendrawan (Paroki Kalideres - KAJ) dengan Katarina Pricyllia (Lk. St. Yohanes Maria Vianney) Ignatius Alvian Natansha (Paroki Sunter - KAJ) dengan Yohana Meivina Cintalia (Lk. St. Stefanus) Fransiskus Ricky Rizaldi (Lk. St. Benediktus) dengan Alberta Yoshi Hasmoro (Paroki Kedoya - KAJ)
PENGUMUMAN PERNIKAHAN PENGUMUMAN KETIGA Daniel Matius Arifin (Lk. St. Georgius) dengan Helena Kiki Angelina (Lk. St. Laurentius) Alfonsus Stefen Liong Tandiary Riyantiarno (Lk. St. Michael) dengan Maria Monique Sentosa (Paroki Kedoya - KAJ) Mikael Ferdy Tirtakusuma (Paroki Tangerang - KAJ) dengan Faustina Sepviyanti Purnama Sari (Lk. St. Louis IX) Devon Antonius (Lk. Sta. Maria Bunda Allah) dengan Valentina Febriyanti (Semper Barat - Jakarta Utara) Julian Pelatihan Tuah Pandiangan (Lk. St. Yoseph) dengan Maria Sri Sumiati (Lk. St. Yoseph)
Lokasi di depan gereja sementara st. kristoforus setiap hari minggu FOLLOW IG: UMKM.PAROKIGROGOL
INFORMASI LAIN Umat dapat memberikan saran, usulan, dan kontribusi artikel untuk Warta Mingguan Paroki ini dengan menghubungi: SEKRETARIAT PAROKI GROGOL Jl. Sat r ia IV Blok C No. 68, R T 12/ RW4 Jelambar , Grogol Petamburan Jakar ta Barat 1 1460 [email protected] gerejakatolikstkristoforus Gereja Katolik St. Kristoforus-Grogol Jakarta 0895-0795-3970 +62 21-5602644/ +62 21-5602650 parokigrogolkaj.or.id gerejakatolikstkristoforus