The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Sekretaris III Paroki Grogol, 2024-04-06 01:32:32

Warta Paroki 7-13 April

Warta Paroki

WARTA MINGGUAN PAROKI GROGOL EDISI: 7-13 APRIL 2024 MIINGGU KERAHIMAN ILAHI PEKAN II PASKAH ST. KRISTOFORUS STASI ST. POLIKARPUS "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." (Yoh 20:27) Sumber : pinterest Bekas luka Yesus membuktikan bahwa Dialah Juruselamat dan menjadi kesaksian tentang kisah penyelamatan kita. Bekas paku di tangan dan kaki-Nya serta lubang di lambung-Nya mengungkapkan kisah tentang penderitaan yang ditimpakan kepada-Nya, yang ditanggung-Nya, dan yang kemudian disembuhkan— semua demi kita. Dia melakukannya agar kita dipulihkan dan kembali kepada-Nya. Pernahkah kita merenungkan bekas luka Kristus? (Sumber: warungsatekamu.org (Elisa Morgan)


Kalender Liturgi 07 - 13 APRIL 2024 Minggu 07/04 Hari Minggu Paskah II Warna Liturgi: Putih Warna Liturgi: Putih Warna Liturgi: Putih Warna Liturgi: Putih Senin 08/04 Warna Liturgi: Putih Selasa 09/04 Rabu 10/04 Warna Liturgi: Putih Kamis 11/04 Jumat 12/04 Sabtu 13/04 Warna Liturgi: Putih Hari Raya Kabar Sukacita Hari Biasa Pekan II Paskah Perayaan Wajib St. Stanislaus Hari Biasa Pekan II Paskah Hari Biasa Pekan II Paskah Hari Biasa Pekan II Paskah


“MEMBENAMKAN DIRI DI SAMUDERA KERAHIMAN ALLAH” R E N U N G A N H A R I M I N G G U P A S K A H I I OLEH: ROMO STEPHANUS BERTY TIJOW, MSC Dalam tradisi Gereja, Hari Minggu II sesudah Paskah disebut juga “Dominica in albis”. Sebutan itu dihubungkan dengan kebiasaan bahwa pada hari Minggu itulah, para baptisan baru (waktu malam Paskah) akan menanggalkan pakaian putih, yang diterima/dikenakan pada waktu baptisan, dan menggantinya dengan sibol “Anak Domba”, yang terbuat dari lilin putih yang telah diberkati oleh Paus untuk mengingatkan para baptian baru akan kepolosan yang telah mereka terima lewat baptisan dan akan kelembutan Yesus, Anak Domba. Paus Yohanes Paulus II, waktu itu, memilih hari Minggu ini [30 April 2000], sebagai hari untuk mengkanonisasi Beata Suster Faustina Kowalska menjadi orang Kudus dengan gelar Santo, dan menyebutnya sebagai Rasul Kerahiman Ilahi, dan menetapkan pula Minggu II dalam Masa Paskah sebagai “Minggu Kerahiman Ilahi”. Pemilihan minggu ke-2 dalam masa Paskah ini sebagai Minggu Kerahiman Ilahi, sungguh punya alasan yang kuat jika dihubungkan dangan Injil pada Minggu ini. Dalam Injil, kerahiman ilahi Allah, nampak jelas lewa katakata Yesus, Tuhan yang bangkit, yang menjumpai para muridNya sesudah peristiwa “kubur kosong” yang dialami murid-murid Yesus pada hari pertama Minggu itu (sesudah Yesus dimakankan). Ketika Yesus menampakkan diri, Ia berkata, “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Kepada para murid, Tuhan yang bangkit menganugerahkan kurnia kerahiman, yakni daya Roh Kudus untuk dapat mengampuni orang yang telah berdosa. Dari kerahiman Allah, dalam diri Tuhan yang bangkit itu, tercurahlah anugerha Roh Kudus, dan dengan Roh Kudus (Roh Allah) manusia melanjutkan kerahiman Allah kepada sesama manusia dengan kuasa pengampunan itu. Dan Yesus, tidak hanya “mengajar dan memberi” kurnia kerahiman itu, Delapan hari sesudah kebangkitanNya, Yesus muncul lagi di tengah pada murid, yang kali itu, dihadiri oleh Thomas, yang tidak mau percaya akan kebangkitan Yesus kalau belum melihat dengan mata sendiri. Tuhan yang bangkit, menatap Thomas tidak dengan mata sinis, mata menghukum ketidakpercayaannya. Tuhan yang bangkit menatap dia dengan mata belaskasih, dan berkata, ”Thomas, taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu, uurkanlah tanganmu dan cucukanlah ke dalam lambungKu, dan jangan engkau tidak percaya lagi melainkan percayalah”. Sungguh, luar biasa ! Seorang Guru yang dijual, disangkal dan tak dipercayai menatap murid-muridNya dengan mata belas kasih, mata penuh pengampunan, mata yang mau melayani keinginan murid-muridNya. Dalam diri Tuhan yang bangkit, bersinar dan memancarlah tatapan kerahiman dan belas kasih Allah yang penuh pengampunan dan kehendak untuk hidup baru yang lebih baik. Sumber gambar: Pinterest).


R E N U N G A N H A R I M I N G G U P A S K A H I I Maka, tepatlah pesan Paus Fransiskus, pada waktu Audiensi Umum, Rabu 3 April, Katanya, ”Jangan kita meragukan kasih Tuhan dan penuh keyakinan mempercayakan hidup kita dan dunia ini kepada Tuhan, memohonkan kepadaNya secara khusus untuk perdamaian yang adil bagi bangsa-bangsa yang dilanda perang”. Belajarlah dari Thomas, untuk keluar dan melepaskan diri dari keragu-raguan dan ketidakpercayaan akan kasih dan kerahiman Allah. Belajarlah pada Thomas untuk pada akhirnya bisa berkata kepada Allah, ”Ya, Tuhanku dan Allahku”, kita perlu belajar untuk terjun dan berenang di samudera kerahiman Allah karena yakni Allah akan membopong kita dalam samudera kerahiman yang menyelamatkan itu. Akhirnya, ketika kita telah merasakan dan menikmati indah dan bahagianya berada dalam naungan kerahiman Allah, selanjutnya kita belajar pula membangun kehidupan bersama kita seturut teladan jemaat perdana dalam Bacaan I yang mengatakan, “Mereka sehati sejiwa. Dan tidak seorangpun yang berkata bahwa sesuatu miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.” Orang-orang yang sudah mengalami kerahiman Allah membangun dan menjadi sebuah komunitas yang rahim satu sama lain sehingga mereka mau berbagi bersama. Marilah kita bangkit! Bangkit untuk menjadi pribadi dan komunitas yang berbelaskasih dan rahim kepada sesama. Komunitas seperti inilah yang akan mudah untuk bersolider dan semakin subsidier terhadap sesame, terutama mereka yang benar-benar butuh belas kasih dan pengampunan. Mengutib kata-kata Yesus kepada Suster Faustina, Paus Yohanes Paulus II berkata, ”Umat manusia tidak akan menemukan kedamaian sampai ia berpaling dengan penuh keyakinan kepada kerahiman ilahi.” Marilah, kita berpaling dengan penuh keyakinan, tanpa ragu sedikitpun, kepada kerahiman ilahi yang terbuka dan membentang luas bagai samudera. Semoga demikian. Sumber gambar: Pinterest).


ST. STANISLAUS, USKUP DAN MARTIR -11 APRILSanto Stanislaus lahir di Szczepanow, Polandia selatan pada tanggal 26 Juli 1030. Ketika itu ibubapanya sudah memasuki usia senja. Boleh dikatakan Stanislaus adalah hadiah Allah kepada kedua orangtuanya yang tidak kunjung putus berdoa untuk mendapatkan seorang anak. Ibu bapanya mempersembahkan kembali dia kepada Allah yang telah mengabulkan permohonan mereka. Ketika meningkat remaja, Stanislaus ternyata menunjukkan kepintaran yang luar biasa. Cita-cita hidupnya hanya satu, yakni menjadi abdi Allah sebagai seorang rahib. Cita-cita luhur ini baru terwujud setelah kedua orangtuanya meninggal dunia. Sebagai anak tunggal, ia tidak mempunyai suatu keterikatan kepada siapapun. Ia melepaskan segala-galanya, termasuk harta warisan orangtuanya lalu memasuki pendidikan imamat Ia ditabhiskan menjadi imam setelah menyelesaikan studinya di Gniezno, Polandia Barat. Dalam karyanya ia terkenal sebagai pengkhotbah ulung di Katedral Krakow. Kerajinan, kesalehan dan kepandaiannya membuat dia sangat berpengaruh di seluruh ke uskupan Krakow dan Kerajaan Polandia. Akhirnya pada tahun 1072, ia ditabhiskan menjadi uskup di kota Krakow atas restu Paus Aleksander II (1061-1073). Pada masa kepemimpinannya, Kerajaan Polandia di kuasai oleh Raja Boleslaus (1058-1079), seorang raja yang cakap tetapi sombong dan cabul. Nafsu kuasanya yang besar mendorongnya melakukan perbuatan-perbuatan tidak terpuji di hadapan mata rakyatnya. Ia menikahi dengan paksa isteri seorang prajuritnya. Perbuatan ini merupakan contoh yang sangat buruk bagi seluruh rakyat. Mendengar berita itu, Uskup Stanislaus segera berangkat ke istana untuk menegur raja. Karena Boleslaus tidak peduli akan tegurannya, ia mengekskomunikasi Boleslaus dari Gereja. Tindakan ekskomunikasi inipun tidak dihiraukan. Boleslaus tetap masuk ke Gereja untuk mengikuti kurban misa seperti sedia kala. Pada suatu ketika, ia mengikuti perayaan misa kudus di gereja katedral. Ketika imam, pemimpin misa itu melihat Boleslaus ikut serta dalam perayaan itu, ia segera menghentikan perayaan dan meninggalkan altar. Boleslaus marah dan dengan pengawal-pengawalnya segera mencari Uskup Stanislaus yang mengekskomunikasinya. Mereka menemukan dia di kapelnya. Stanislaus yang sedang merayakan misa pada saat itu ditangkap dan dibunuh dengan kejam. Peristiwa naas ini terjadi pada tahun 1097. Stanislaus dikuburkan disebuah kapela dan pada tahun 1088 dipindahkan di Gereja Katedral Krakow. Ia digelari kudus oleh Sri Paus Innocentius IV (1243-1254) pada tahun 1523. (Sumber: Iman Katolik) (Sumber gambar : Pinterest) ORANG KUDUS


JADWAL PETUGAS TATA LAKSANA St. Kristoforus 2024 St. Valentinus/ Jelambar I Utara HARI MINGGU PASKAH III SABTU, 23 MARET 2024 SABTU, 13 APRIL 2024 16.30 10.00 16.30 MINGGU, 14 APRIL 2024 PDOMPKK Sta. Bertilla Boscardin & St. Michael / Polri B 07.00 Emmaus Journey (EJ)


JADWAL PETUGAS TATA LAKSANA St. Polikarpus 2024 Komunitas Adiyuswa HARI MINGGU PASKAH III SABTU, 13 APRIL 2024 17.00 08.30 17.00 MINGGU, 14 APRIL 2024 St. Hieronimus / Tanjung Duren B St. Adrianus / Tanjung Duren B 06.00 St. Raymundus Nonnatus / Jelambar II Timur


JADWAL PETUGAS KOOR St. Kristoforus 2024 Koor Umat HARI MINGGU PASKAH III SABTU, 13 APRIL 2024 16.30 10.00 16.30 MINGGU, 14 APRIL 2024 Improptu Singer Koor Umat 07.00 Koor Umat


St. Polikarpus 2024 Koor Umat HARI MINGGU PASKAH III SABTU, 13 APRIL 2024 17.00 08.30 17.00 MINGGU, 14 APRIL 2024 Koor Umat Koor Umat 06.00 Misa Hening JADWAL PETUGAS KOOR


PENGUMUMAN WARTA MINGGUAN PAROKI GROGOL


Segenap Romo, Dewan Paroki Harian dan Umat Paroki Grogol Mengucap Syukur untuk: S E M O G A U M AT BE S ERTA KE L U AR G A D I WI LAYA H / L I N G K U N G A N / K O M U N I TAS S E N A N T IASA D ALA M L I M PA H A N BERKAT T U H A N D A N D I M A M P U KA N T U H A N U N T U K M E N JA D I BERKAT BA G I S E SA M A. 2 APRIL PEST A N A M A L I N G K U N G A N ST. TE O D O S I A -G R O G O L I 4 APRIL H U T K O M U N IT A S K A R Y AWA N M U D A K A T O L I K ST. K R I ST O F O R U S K E- 2 5


PENGUMUMAN PERTAMA Auxentius Chris Marvin (Paroki Pandaan - Pasuruan, Jawa Timur) dengan Stephanie Dova (Lk. Mozes Nabi) Dyari Adrian Damanik (Lk. St. Particius) dengan Astria Erio Setti Purba (Tanjung Duren - Jakarta Barat) Pengumuman Pernikahan


PENGUMUMAN KEDUA Alexander Indra Laksana (Paroki Kapuk - KAJ) dengan Angela Fransiska (Lk. St. Leo Agung) Pengumuman Pernikahan


PENGUMUMAN KETIGA Jon Martin (Lk. St. Tarsisius) dengan Katarina Grace Apriliany Presilia Kurmasela (Paroki Kalideres - KAJ) Pengumuman Pernikahan


SEKRETARIAT PAROKI GROGOL Jl. Sat r ia IV Blok C No. 68, RT 12/ RW4 Jelambar , Grogol Petamburan Jakar ta Barat 1 1460 [email protected] Gereja Katolik St. Kristoforus-Grogol Jakarta 0895-0795-3970 +62 21-5602644/ +62 21-5602650 parokigrogolkaj.or.id INFORMASI LAIN Umat dapat memberikan saran, usulan, dan kontribusi artikel untuk Warta Mingguan Paroki ini dengan menghubungi: gerejakatolikstkristoforus


Click to View FlipBook Version