WARTA MINGGUAN PAROKI GROGOL EDISI: 17-23 SEPTEMBER 2023 Pekan Biasa XXIV ST. KRISTOFORUS STASI ST. POLIKARPUS "Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali”. (Matius 18:21-22) Ampunilah Saudaramu Sumber : istock photo Sumber : Sangsabda wordpress Mengampuni orang yang bersalah kepada kita bukanlah hal yang mudah. Namun demikian, pengampunan adalah salah satu aspek kehidupan yang fundamental dalam kerajaan Allah. Yesus mengatakan bahwa apabila kita ingin mengetahui, mengenal serta mengalami damai-sejahtera dan sukacita kerajaan Allah, maka kita harus mengampuni siapa saja yang bersalah kepada kita, dan mengampuni seringkali.
Kalender Liturgi 17-23 SEPTEMBER 2023 Minggu 17/09 Hari Minggu Biasa XXIV Warna Liturgi: Hijau Warna Liturgi: Merah Warna Liturgi: Merah Warna Liturgi: Hijau Senin 18/09 Hari Biasa XXIV Hari Biasa XXIV Pesta St. Matius Penulis Injil Warna Liturgi: Hijau Selasa 19/09 Rabu 20/09 Warna Liturgi: Hijau Peringatan Wajib St. Andreas Kim Taegon dan Paulus Chong Hasang Hari Biasa XXIV Kamis 21/09 Jumat 22/09 Sabtu 23/09 Peringatan Wajib St. Pius dari Pietrelcina (Padre Pio) Warna Liturgi: Putih
Ketika ibu Udin tiba di rumah, ia amat heran karena tidak biasanya si Udin tidak kelihatan menyongsong dia pulang. Ibu Udin memanggil si Udin berkali-kali tetapi tak ada jawaban. Ketika Ibu Udin lewat meja makan, ia melihat termos air yang sudah pecah dan berserakan di lantai. Saat itulah ia sadar bahwa pastilah si Udin bersembunyi atau pergi ke tetangga karena takut. Ibu Udin mencari-cari hingga di belakang rumah dan menemukan si Udin sedang sembunyi di bawah meja sambal menangis. Ibu Udin menyentuhnya pelan-pelan, dan berkata, “Nak, udahlah, nggak usah menangis, untung Udin ndak jatuh.” Seketika Udin berhenti menangis dan berkata, “Ibu nggak marah? Ibu nggak hukum Udin?”. Ibunya malahan memberi si Udin sebungkus yang dibawanya dari acara pertemuan ibu-ibu lingkungan. Saudara-saudari, tidak ada obat yang dapat diminum untuk menghilangkan rasa rakut, gelisah dan panik ketika seseorang melakukan suatu kesalahan. Banyak Istri dilanda ketakutan ketika merusak barang kesayangan suaminya, dan banyak suami gelisah menanti kedatangan istrinya ketika ia menghilangkan barang kesenangan istrinya. Begitu pula kisah si Udin adalah kisah banyak anak-anak di rumah-rumah kita. Ketakutan dan kegelisahan seperti itu hanya akan dapat dihilangkan oleh suatu sikap ramah dan lembut karena dapat memaafkan dan mengampuni kesalahan seseorang. MEMAAFKAN YANG MENYELAMATKAN R E N U N G A N M I N G G U B I A S A X X I V OLEH: ROMO BERTY TIJOW, MSC Suatu hari, si Udin, Ketika sedang membersihkan rumah, tanpa sengaja ia menyentuh termos air yang ada di atas meja dan membuat termos air itu jatuh dan pecah. Betapa takutnya si Udin melihat termos air kesayangan ibunya itu hancur. Udin menangis dan gemetar membayangkan kemarahan ibunya. Ia membayangkan hukuman apa yang akan diberikan ibunya. Ketika hari semakin sore, Udin semakin gelisah dan takut karena saat ibunya pulang semakin dekat. Udin kemudian pergi sembunyi di bagian belakang rumah. (Sumber gambar : Sesawi.Net)
Bentuk dan ungkapan kasih yang nyata melalui bacaan-bacaan pada Minggu Biasa ke XXIV ini adalah pengampunan. Kitab Putera Sirakh mengingatkan kita bahwa apa yang kita perbuat kepada sesama akan diperbuat Allah pula kepada kita. Apabila kita tahu mengampuni dan memaafkan sesama, Allah juga akan mengampuni dan memaafkan kita. Sebaliknya, jika kita tidak tahu mengampuni sesama, Allah juga tidak akan mengampuni dosa kita. Itulah sebabnya, dalam doa Yesus terungkap juga hal yang sama, “Ampunilah dosa kami seperti kamipun mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. Dan dalam Injil, Yesus menjelaskan bahwa pengampunan itu hendaknya tanpa batas, yang terungkap lewat katakata, “Kamu harus mengampuni sampai tujuh puluh kali tujuh kali”. Manusia cenderung menghitunghitung kebaikan kepada orang lain, termasuk menghitung sudah berapa kali ia memaafkan dan mengampuni kesalahan orang lain padanya. Kasih manusia terbatas, tapi kasih Allah tak terbatas, dan Yesus mengajarkan agar kita mengasihi orang lain, sebagaimana Ia telah mengasihi kita. Yesuslah ukuran kasih sejati. Tuhan memberkati. Dalam Bukan Kitab Suci Nasional ini, kita merenungkan “Allah Sumber Kasih dan Keselamatan”, yang melalui bacaan-bacaan Kiab Suci pada hari Minggu banyak mengulas dan meyakinkan kita betapa kita punya seorang Allah yang penuh Kasih. Kita diajak untuk semakin merasakan dan meyakini kasih Allah kepada kita dan pengalaman akan kasih Allah itulah yang mendorong kita untuk mengasih Dia dan orang lain. Allah telah menyelamatkan kita masing-masing karena kasihNya dan Ia menghendaki kita juga mau dan mampu menyelamatkan orang lain dengan kasih kita. R E N U N G A N M I N G G U B I A S A X X I V (Sumber gambar : Sesawi.Net)
ST ANDREAS KIM TAEGON DAN ST PAULUS CHONG HASANG -20 SEPTEMBERSanto Andreas Kim Taegon adalah seorang Imam dan Santo Paulus Chong Hasang adalah seorang awam. Kedua martir ini mewakil orang-orang Katolik yang mati karena iman mereka di Korea. Di akhir abad ke-18, agama Katolik Roma di Korea mulai "secara sangat perlahan mengakar", dan diperkenalkan oleh para umat awam. Baru pada tahun 1836 Korea menerima kedatangan para imam misionaris yakni para biarawan MEP (Mission Etrangères de Paris) dari Perancis. Mereka dinyatakan Santo oleh Paus Yohanes Paulus II selama kunjungannya di Korea pada tahun 1984. Kekristenan dibawa ke Korea oleh orang awam pada abad ke-17. Orang beriman diam-diam berkembang dan bertumbuh, memupuk iman mereka dengan Sabda Allah. Para Imam Misionaris dari Perancis tiba di Korea dan memperkenalkan umat Korea kehidupan suci. Andreas Kim Taegon terlahir di tengah keluarga terpandang masyarakat Korea saat itu (yangban), orang tua Kim Taegon berubah memeluk agama Katolik dan karena itu ayahnya kemudian dihukum mati. Menjadi Kristen - suatu tindakan terlarang di Korea saat itu yang sangat kental Konfusianismenya. Kim Taegon belajar di sebuah seminari di Makau dan ditahbiskan menjadi seorang imam di Shanghai setelah enam tahun. Ia kemudian kembali ke Korea untuk berkhotbah dan menyebarkan Injil. Pasang surut pada abad ke-19 Iman kristiani diserang oleh pemerintahan Korea. Sebanyak 103 orang Katolik Korea dibunuh antara 1839 dan 1867. Sepuluh anggota Serikat Misi Asing Paris pun menjadi martir: 3 Uskup dan 7 Imam. Dengan ini, jumlah total martir adalah 113 orang. Santo Andreas Kim Taegon dan Santo Paulu Chong Hasang mewakili Orang Katolik Korea yang pemberani dengan membayar kasih Kristus dengan nyawa mereka. Santo Andreas Kim Taegon, imam Korea pertama, mati sebagai martir pada 16 September 1846, hanya selang setahun setelah ia ditahbiskan. Ayah Andreas juga mati sebagai martir pada tahun 1821. Santo Paulus Chong Hasang seorang Katekis awam. Ia mati sebagai martir pada 22 September 1846. Gereja terus bertumbuh pesat di Korea. Karunia iman diteriman dan dipupuk karena pengorbanan para martir membukan jalan. Setiap martir mewartakan sebuah pelajaran tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ketika kita merenungkan kematian seorang martir, kita mendengarkan sebuah pesan. Mari kita meminta para martir Korea menolong kita mengasihi Yesus dan Gereja-nya seperti mereka. (Sumber : katakome.org ; katolisitas) (Sumber gambar : Catholic Culture)
Padre Pio lahir tanggal 2 Mei 1887 di Pietrelcina, sebuah kota kecil di Italia selatan. Orangtuanya bernama Guiseppa dan Gracio Forgione. Ia dibaptis sehari setelah kelahirannya, dengan nama baptis Francesco. Francesco mempunyai seorang kakak laki-laki dan tiga adik perempuan. Keluarga Forgione adalah keluarga yang saleh, yang menempatkan Tuhan di atas segalanya. Mereka menghadiri Misa setiap hari, berdoa Rosario setiap malam dan berpantang tiga kali seminggu. Meskipun buta huruf, orangtua Francesco hafal Kitab Suci dan menceritakan kisah-kisah Kitab Suci kepada anak-anak mereka. Walaupun miskin secara materi, keluarga Forgione sungguh kaya dalam hal iman dan kasih akan Tuhan. Sejak kanak-kanak, Francesco telah menunjukkan tanda-tanda kesalehan yang luar biasa. Di usia 5 tahun, ia menyerahkan dirinya untuk Tuhan Yesus. Francesco adalah seorang anak pendiam yang gemar berdoa dan ke gereja. Ia dapat melihat dan bercakapcakap dengan malaikat pelindungnya, juga dengan Tuhan Yesus dan Bunda Maria. Ketika berumur 10 tahun, Francesco mengalami panggilan untuk menjadi seorang imam dan ia menyatakannya kepada kedua orangtuanya. Orangtuanya lalu pergi kepada komunitas Capuchin di Morcone, 13 mil di utara Pietrelcina, untuk menanyakan kesediaan mereka menerima Francesco. Francesco diterima, namun sebelumnya harus menempuh pendidikan lebih tinggi di sekolah umum. Karena itu, ayahnya pergi ke Amerika untuk bekerja, agar dapat membiayai guru untuk mendidik Francesco. Akhirnya di usia 15 tahun, Francesco masuk biara Capuchin. Ia mengambil nama Pio, untuk menghormati St. Pius V, Santo pelindung Pietrelcina. Ia dipanggil dengan sebutan Fra (bruder), sampai ditahbiskan menjadi imam. Padre Pio ditahbiskan tanggal 10 Agustus 1910. Perayaan Ekaristi baginya adalah pusat kehidupannya. karena kesehatan Padre Pio yang kurang baik, ia dikirim pulang ke rumahnya dari tahun 1911 sampai 1916. Namun demikian, Padre Pio tetap mempertahankan kehidupan membiara, tetap mempersembahkan Misa dan mengajar di sekolah. Kesehatan Padre Pio tidaklah baik di sepanjang hidupnya. Tidak diketahui penyebab dari penyakit yang panjang yang dialami oleh Padre Pio, namun ia mempersembahkan semua penderitaannya kepada Tuhan sebagai kurban silih bagi pertobatan jiwa-jiwa. Tanggal 4 September 1916, Padre Pio ditugaskan di San Giovanni Rotondo, yang terletak di pegunungan Gargano. Ia bergabung dalam komunitas Capuchin, Our Lady of Grace. ST PIUS DARI PIETRELCINA (PADRE PIO) -23 SEPTEMBERORANG KUDUS (Sumber gambar: Pinterest)
Padre Pio mempunyai banyak anak rohani. Ia memberi lima syarat untuk pertumbuhan rohani, yaitu: menerima Sakramen Pengakuan dosa seminggu sekali, setiap hari menerima Komuni, membaca bacaan rohani, melakukan meditasi dan pemeriksaan batin. Moto Padre Pio adalah, “Berdoa, berharap, dan jangan khawatir”. Padre Pio dikenal sebagai seorang pendoa. Doanya sangat sederhana, namun didoakan nyaris tanpa henti. Ia menyukai doa Rosario dan menganjurkan anak-anak rohaninya untuk berdoa rosario. Ketika ditanya apakah warisan yang ingin ditinggalkannya kepada mereka, jawabnya sederhana, “Berdoalah Rosario.” Di bulan Juli 1918, Paus Benediktus XV meminta semua orang Kristen berdoa bagi berakhirnya Perang Dunia. Padre Pio mempersembahkan dirinya sebagai silih untuk intensi tersebut. Beberapa hari kemudian—tanggal 5-7 Agustus— Padre Pio mendapat suatu penglihatan. Kristus menampakkan diri dengan lambung-Nya yang terluka. Setelah itu, Padre Pio memperoleh luka fisik di lambungnya dan mengalami pengalaman kesatuan kasih dengan Kristus yang sedemikian mendalam, sehingga ia turut mengalami luka-luka serupa yang dialami oleh Kristus. Beberapa minggu kemudian, yaitu tanggal 20 September 1918, ketika sedang berdoa di balkon koor di gerejanya, penglihatan akan Kristus itu kembali muncul. Padre Pio mengalami suka cita tak terkatakan dari pengalaman persatuannya dengan Kristus. Setelah pengalaman itu, Padre Pio menerima stigmata, yaitu lima luka-luka Kristus. Ia menjadi imam pertama yang memperoleh stigmata dalam sejarah Gereja. Dengan kepasrahan dan ketenangan, ia menanggung sakit luka-luka di tangan, kaki, dan lambungnya, yang bertahan sampai sekitar 50 tahun. Tahun 1940, Padre Pio mulai merintis pembangunan rumah sakit yang dinamainya “Rumah untuk mengangkat penderitaan”. Selesai berdiri di tahun 1956. Di tahun 1960, kesehatan Padre Pio semakin menurun. Namun ia tetap memimpin Misa setiap hari dan memberikan Sakramen Pengakuan Dosa. Di peringatan ke-50 tahun stigmatanya— yaitu 20 September 1968— Padre Pio mempersembahkan Misa, berdoa Rosario bersama, dan memberi berkat Sakramen Mahakudus. Sesaat setelah tengah malam, di tanggal 23 September di tahun yang sama, Padre Pio memanggil imam superiornya dan melakukan pengakuan dosanya yang terakhir. Ia memperbaharui kaul kemiskinan, kemurnian, dan ketaatannya. Pukul 2.30, Padre Pio wafat. Seperti dinubuatkannya sendiri, Padre Pio mengalami sakit sepanjang hidupnya, namun wafat dalam keadaan sehat, sembuh dari luka-luka stigmatanya. Padre Pio wafat di usia 81 tahun. Kata-kata terakhirnya adalah “Yesus, Maria”, yang diulanginya terus sampai ajal menjemputnya. (Sumber : Katolisitas) ST PIUS DARI PIETRELCINA (PADRE PIO) BAG 2 (Sumber gambar: Pinterest)
HUMOR GEREJA Di Sekolah Minggu mereka mengajarkan bagaimana Tuhan menciptakan segala sesuatu, termasuk manusia. Jono Kecil, seorang anak di kelas Taman Kanak-Kanak, tampak sangat serius ketika mereka memberi tahu dia bagaimana Hawa diciptakan dari salah satu tulang rusuk Adam. Kemudian pada minggu itu ibunya melihat Jono berbaring nampaknya dia sakit, dan bertanya, "Jono, ada apa?" Jono Kecil mengerang dan menjawab, "Saya merasa sakit di dada sebelah kiri saya. Saya pikir saya akan punya istri." Tulang Rusuk Adam SUMBER: KETAWA.COM
JADWAL PETUGAS TATA LAKSANA 1 8 - 2 4 S E P T E M B E R 2 0 2 3 TANGGAL KET JAM HARI ST. KRISTOFORUS LINGKUNGAN/ WILAYAH 24 September 24 September 24 September 24 September 05.45 07.30 10.00 16.30 St. Dominikus / Tanjung Duren B Minggu Minggu Minggu Minggu St. Yoseph / Tomang II St. Hubertus / Jelambar II Barat St. Martha / Tomang IV 23 September 16.30 Sabtu St. Felicitas / Jelambar I Utara Hari Biasa XXIV Hari Minggu Biasa XXV Hari Minggu Biasa XXV Hari Minggu Biasa XXV Hari Minggu Biasa XXV
JADWAL PETUGAS TATA LAKSANA 1 8 - 2 4 S E P T E M B E R 2 0 2 3 TANGGAL KET JAM HARI STASI ST. POLIKARPUS LINGKUNGAN/ WILAYAH 23 September 17.00 06.00 09.00 17.00 St. Maria Goretti / Jelambar I Utara Beato Matteo Ricci / Jelambar II Barat St. Theresia KanakKanak Yesus / Daan Mogot Sabtu Minggu Minggu Minggu St. Hildegard / Wijayakusuma 24 September 24 September Hari Biasa XXIV Hari Minggu Biasa XXV Hari Minggu Biasa XXV Hari Minggu Biasa XXV 24 September
JADWAL PETUGAS KOOR 1 8 - 2 4 S E P T E M B E R 2 0 2 3 TANGGAL KET JAM HARI ST. KRISTOFORUS LINGKUNGAN/ WILAYAH/ KOMUNITAS 23 September 16.30 Sabtu Hari Biasa XXIV 24 September 24 September 24 September 07.30 10.00 16.30 Koor Umat Minggu Minggu Minggu PDPKK St. Kristoforus St. Maximilian Choir/ Tomang I Koor Umat Hari Minggu Biasa XXV Hari Minggu Biasa XXV Hari Minggu Biasa XXV
JADWAL PETUGAS KOOR 1 8 - 2 4 S E P T E M B E R 2 0 2 3 TANGGAL KET JAM HARI STASI ST. POLIKARPUS LINGKUNGAN/ WILAYAH/ KOMUNITAS 23 September 17.00 09.00 17.00 Koor Umat Vox Seraphim Sabtu Minggu Minggu St. Titus/ Jelambar I Selatan 24 September 24 September Hari Biasa XXIV Hari Minggu Biasa XXV Hari Minggu Biasa XXV
18 21 23 SEPTEMBER SEPTEMBER SEPTEMBER K E G I A T A N YA N G A KA N D A T A N G PD OMPKK St. Stefanus Talk Show Sociopreneurship Kaderisasi Remaja Katolik PDPKK St. Kristoforus 19.15 - 21.00 19.15 10.00-13.00 07.30-16.00 WARTA MINGGUAN PAROKI GROGOL EDISI: 17-23 SEPTEMBER 2023 Pekan Biasa XXIV
Mohon tiap wilayah mengirimkan perwakilan sebanyak 5 orang dalam acara ini.
Pendaftaran : Made Darsana: 081318413789 Heru Isnanto: 08118441967 Louise: 081299823966
MISA HARI ULANG TAHUN PERKAWINAN (HUP) 30 Sept embe r 2023 PK 1 7 .00 - 18.00 Ge r e j a St. Po lika rpus “We do.” Mengundang seluruh pasutri yang merayakan Hari Ulang Tahun Pernikahan di bulan September untuk menghadiri Misa Perayaan HUP Pendaftaran: 0812-8869.6838 0813-8053.1259 0813-1489.2339 Aliang: Maria: Yolanda:
Seksi Liturgi St. Kristoforus mengundang umat Seksi Liturgi St. Kristoforus mengundang umat untuk menghadiri Misa Pembukaan Bulan untuk menghadiri Misa Pembukaan Bulan Rosario pada tanggal 1 Oktober 2023 di Gereja Rosario pada tanggal 1 Oktober 2023 di Gereja St. Polikarpus pukul 17.00, dimulai dengan Doa St. Polikarpus pukul 17.00, dimulai dengan Doa Rosario pukul 16.30. Selama Bulan Rosario, 30 Rosario pukul 16.30. Selama Bulan Rosario, 30 menit sebelum misa akan diadakan Doa menit sebelum misa akan diadakan Doa Rosario. Rosario. Mohon perhatian dan partisipasi umat Mohon perhatian dan partisipasi umat Bulan Rosario Bulan Rosario
PENGUMUMAN WARTA MINGGUAN PAROKI GROGOL EDISI: 17-23 SEPTEMBER 2023 Pekan Biasa XXIV
Segenap Dewan Paroki Harian dan Umat Paroki Grogol Mengucapkan : Semoga Romo dilimpahi berkat, kesehatan sekeluarga dan penuh suka cita dalam pelayanan panggilan hidup 14 September 20 September Romo Stephanus Berty Tijow, MSC Romo Adelbertus Serfi Maria Fangohoi, MSC Selamat Ulang Tahun
Segenap Romo, Dewan Paroki Harian dan Umat Paroki Grogol Mengucap Syukur untuk : Semoga umat beserta keluarga di wilayah/ lingkungan/ komunitas senantiasa dalam limpahan berkat Tuhan dan dimampukan Tuhan untuk menjadi berkat bagi sesama. PESTA NAMA LINGKUNGAN ST HILDEGARD -WIJAYAKUSUMA 17 SEPT PESTA NAMA LINGKUNGAN ST THEODORUS -GROGOL I PESTA NAMA WILAYA ST MATEUS -TOMANG III 21 SEPT 19 SEPT
PENGUMUMAN PERNIKAHAN PENGUMUMAN PERTAMA Davin Sugandy dari Paroki Kemakmuran dengan Rosinta Handinata dari Lk. Keluarga Kudus Fransiskus Ferdiyan Suryanto dari Lk. St. Louis IX dengan Ella Agustina dari Paroki Sekadau - Keuskupan Sanggau Fransiskus Xaverius Rendy dari Lk. St. Patrisius dengan Stephanie Sarah Devina dari Paroki Kampung Duri Antonius Elsen Juwanto dari Lk. St. Karolus Boromeus dengan Lidwina Frida Hudono dari Paroki Katedral - Jakarta Gregorius Ferberiyan dari Lk. St. Vincentius dengan Theresia Grace Maria Jessica dari Paroki St. Gabriel - Bandung Alexander Andri dari Paroki Katedral - Jakarta dengan Bernadette Cyntia dari Lk. St. Bernardus
PENGUMUMAN PERNIKAHAN PENGUMUMAN KEDUA Stanislaus Ferry Kusuma dari Paroki Pademangan dengan Maria Veronica Setiawan Hidayat dari Lk. St. Bartholomeus Niko Partogi Bonatua Sihaloho dari Paroki Kalasan – Jogjakarta dengan Yosevin Winda Christiana dari Lk. St. Theodorus Theodorus Nico Hadijan dari Lk. St. Albertus Magnus dengan Christina dari Dadap - Tangerang Adrianus Leonardo Lantang dari Lk. St. Andreas dengan Cassandra Lievani dari Lk. St. Martinus Alexander Randy Wattimena dari Paroki Bojong Indah dengan Margaretha Lenawati Tri Windani Purwaningsih dari Lk. St. Raymundus Nonnatus Gerardus Devin Vallerian dari Paroki Katedral Kristus Raja Tanjungkarang dengan Catharina Carolina Chichalie dari Lk. St. Bartholomeus
PENGUMUMAN PERNIKAHAN PENGUMUMAN KETIGA Stevanus dari Lk. St. Thomas dengan Fenti Anna Maria Gozali dari Paroki Kristus Raja - Medan Anto Sunoko dari Cilincing dengan Elizabeth Oktaviani dari Lk. St. Blasius Feliks Lim Yong dari Paroki Pulo Gebang dengan Sesilia Nadya Puspita Santoso dari Lk. Sta. Hildegard Laurensius Davin Chandra dari Paroki Taman Galaxy dengan Laurensia Lagita dari Lk. St. Titus Vinsensius Deonardo Hermawan dari Paroki Kedoya dengan Priscilla Inge Prayudi dari Lk. St. Albertus Magnus
Close
Lokasi di depan gereja sementara st. kristoforus setiap hari minggu FOLLOW IG: UMKM.PAROKIGROGOL
INFORMASI LAIN Umat dapat memberikan saran, usulan, dan kontribusi artikel untuk Warta Mingguan Paroki ini dengan menghubungi: SEKRETARIAT PAROKI GROGOL Jl. Sat r ia IV Blok C No. 68, R T 12/ RW4 Jelambar , Grogol Petamburan Jakar ta Barat 1 1460 [email protected] gerejakatolikstkristoforus Gereja Katolik St. Kristoforus-Grogol Jakarta 0895-0795-3970 +62 21-5602644/ +62 21-5602650 parokigrogolkaj.or.id gerejakatolikstkristoforus