WARTA MINGGUAN PAROKI GROGOL EDISI: 10-16 DESEMBER 2023 MINGGU ADVENT II ST. KRISTOFORUS STASI ST. POLIKARPUS “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu” (Markus 1:2) Sumber : Family Formation Kita diajak untuk hidup secara baru, dengan mengarahkan seluruh diri kepada Yesus yang akan datang sambil menyiapkan hati agar Dia mempunyai tempat di dalam hati kita. Yesus yang tinggal dalam diri kita akan membawa dampak bagi seluruh hidup kita. Kalau Kristus telah menguasai hidup kita, maka kita akan dimampukan untuk membuang segala sikap atau anggapan diri sangat penting, dan juga mampu membuat sikap atau anggap diri serba kurang. Sebaliknya kita akan lebih mengedepankan untuk menjadi para utusan kabar baik yang menyampaikan karya keselamatan Allah yang memulihkan. Amin Luruskanlah Jalan Bagi Tuhan
Kalender Liturgi 10 - 16 DESEMBER 2023 Minggu 10/12 Hari Minggu Adven II Warna Liturgi: Ungu Warna Liturgi: Merah Warna Liturgi: Putih Warna Liturgi: Ungu Senin 11/12 Hari Biasa Pekan II Adven Warna Liturgi: Ungu Selasa 12/12 Rabu 13/12 Warna Liturgi: Ungu Kamis 14/12 Jumat 15/12 Sabtu 16/12 Warna Liturgi: Ungu Peringatan Wajib St. Yohanes dari Salib Hari Biasa Pekan II Adven Peringatan Wajib St. Lusia Hari Biasa Pekan II Adven Hari Biasa Pekan II Adven
“ INFRASTRUKTUR JALAN KE SURGA “ R E N U N G A N H A R I M I N G G U A D V E N I I OLEH: ROMO FELIX AMIAS, MSC Itulah sebabnya salah satu aspek pembangunan yang menjadi fokus perhatian pemerintah beberapa tahun terakhir ini ialah membangun infrastruktur jalan untuk masyarakat umum. Tujuannya untuk mempermudah, mempercepat dan membuat transportasi bermanfaat bagi hidup manusia. Daerah-daerah terisolir dibuka dengan transportasi darat, laut, udara maupun melalui internet. Hari ini kita mendengarkan dalam Yesaya 40:1-5.9-11 maupun Injil Markus 1:1-8 tentang seorang tokoh pembangunan infrastruktur jalan, yaitu Yohanes Pembaptis. Jalan yang dibangun ialah jalan raya di tengah belantara, lembah ditimbun, bukit diratakan dan yang berlekak-lekuk diluruskan (Yesaya 40:3-4). Bukan sekedar membangun jalan, tetapi membangun bagaikan jalan tol bebas hambatan. Tentu yang dimaksud di sini bukanlah jalan seperti yang dibangun oleh pemerintah atau swasta, tetapi terutama ialah JALAN RAYA BATIN. Jalan raya batin itu tidak dibangun dengan material bangunan seperti batu, air, pasir, semen dan lainnya. Jalan raya batin itu dibangun dengan iman, Firman, doa, pertobatan dan praktek kasih Betapa menderitanya bila tak ada akses jalan, karena orang-orang di daerah itu akan seperti tinggal dalam kegelapan. Semua Nasib buruk ada di situ: miskin, bodoh, sakit, menjadi orang asing, minder dan segala bentuk penderitaan lainnya. Bila ada akses jalan pun, bila jalannya rusak, penuh batu dan kubangan lumpur, maka tetap menimbulkan banyak kesengsaraan. (Sumber gambar : SABDA.ORG) “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Dia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus” (Markus 1:8)
R E N U N G A N H A R I M I N G G U A D V E N I I dalam hidup harian.Apa yang dimaksud Yohanes Pembaptis dengan “Persiapkanlah jalan bagi Tuhan” (Markus 1:3)? PERTAMA, Tuhan tidak membutuhkan jalan, tetapi kitalah yang membutuhkan jalan agar Ia datang kepada kita. Tuhan tidak membutuhkan pertobatan, tetapi kitalah yang menyiapkan jalan dengan laku tapa dan bertobat agar Tuhan melawat kita. KEDUA, Yohanes Pembaptis mengatakan: “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Dia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus” (Markus 1:8). Yohanes tidak membaptis agar orang yang dibaptis membentuk jemaat beriman, karena pembaptisan Yohanes itu pembaptisan pertobatan. Sedangkan Yesus membaptis dengan Roh Kudus, karena Roh membuat orang beriman dan membentuk Persekutuan Umat Allah, artinya kita beriman karena Roh Kudus. Tidak mungkin orang beriman tanpa Roh Kudus. Air yang dipakai untuk membaptis itu simbol, tetapi intinya ialah Roh Kudus turun atas orang yang dibaptis. Bila hidup menjadi seperti padang gurun yang gersang, maka kini saatnya kembali kepada Sumber Air Hidup. Bila hidup menjadi seperti hutan belantara yang sulit dilalui, terlalu tertutup karena egois, maka kini saatnya membuka diri bagi Tuhan dan sesama. Bila hidup menjadi mudah jatuh ke dalam dosa karena kita terlalu sombong, merasa diri lebih baik, maka kini saatnya belajar rendah hati. Bila selama ini hidup terlalu rendah diri, merasa diri orang berdosa dan tak berharga, maka kini saatnya sadar bahwa Tuhan mengasihimu. Bila hidup berkelok-kelok seperti ular penuh tipu muslihat, maka kini saatnya bertobat menjadi lurus, tulus dan jujur. Tuhan memberkati. Amin. (Sumber gambar : SABDA.ORG)
Kekaisaran Romawi pada waktu itu diperintahi oleh Diokletianus, seorang kaisar kafir yang bengis. Seluruh rakyat harus menyembahnya atau menyembah patung dewa-dewa Romawi. Umat Kristen yang gigih membela dan mempertahankan imannya menjadi korban kebengisan Diokletianus. Mereka ditangkap, disiksa dan dibunuh, termasuk Lusia pun ditangkap; mereka merayu dan membujuknya dengan berbagai cara agar bisa memperoleh kemurniannya. Tetapi Lusia tak terkalahkan. Ia bertahan dengan gagah berani. Usahanya untuk membakar Lusia tampak tak bisa dilaksanakan. Akhirnya seorang algojo memenggal kepalanya sehingga Lusia tewas sebagai martir Kristus oleh pedang seorang algojo kafir. Untuk menghormatinya, dibangunlah sebuah gereja di Roma. Namanya dimasukkan dalam Doa Syukur Agung Misa. Mungkin karena namanya berarti 'cahaya' maka pada Abad Pertengahan orang berdoa dengan perantaraannya memohon kesembuhan dari penyakit mata. Konon, pada waktu ia disiksa, mata Lusia dicungkil oleh algojo-algojo yang menderanya; ada pula cerita yang mengatakan bahwa Lusia sendirilah yang mencungkil matanya dan menunjukkan kepada pemuda-pemuda yang mengejarnya. Ia wafat sebagai martir pada tanggal 13 Desember 304. ST. LUSIA - 13 DESEMBERORANG KUDUS Kata cerita kuno: Lusia lahir di Sirakusa, di pulau Sisilia, Italia pada abad ke-4. Orangtuanya adalah bangsawan Italia yang beragama Kristen. Semenjak usia remaja, Lusia sudah berikrar untuk hidup suci murni. Ia berjanji tidak menikah. Pada suatu ketika ibunya jatuh sakit. Lusia mengusulkan agar ibunya berziarah ke makam Santa Agatha di Kathania untuk memohon kesembuhan. Doa permohonan mereka dikabulkan: sang ibu sembuh. Bahkan Santa Agatha sendiri menampakkan diri kepada mereka berdua. Lusia diizinkan ibunya tetap teguh dan setia pada kaul kemurnian hidup yang sudah diikrarkannya.
Setelah menyelesaikan studinya, Yohanes kemudian ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1567 dalam usia 25 tahun. Ia bersahabat baik dengan Santa Theresia Avila yang tertarik pada cara hidup dan usahanya membaharui Ordo Karmelit. Yohanes diangkat menjadi prior pertama dari susteran Karmelit itu dan mengambil nama resmi: Yohanes dari Salib. Tetapi beberapa kawan biaranya tidak suka akan tindakannya. Ia dikenakan hukuman dan dimasukkan dalam sel biara. Yohanes menerima perlakuan yang semena-mena dari rekan-rekan se-ordo. Yohanes kemudian melarikan diri dari biaranya. Sel biara itu memberinya pengalaman akan salib penderitaan Yesus. Tetapi ia justru mendapat pengalaman rohani yang mengagumkan: ia mengalami banyak peristiwa mistik; mampu menggubah kidung-kidung rohani; ia sering mengalami ekstase dan semakin memahami secara sungguh mendalam teologi dan ajaranajaran iman Kristen. Semua pengetahuan itu diabadikannya di dalam buku-buku yang ditulisnya. Tekanannya ialah: "Salib menuntun kepada kebangkitan dan penyangkalan diri." Walaupun mengalami berbagai kesulitan dari rekan se-ordonya, namun ia tetap bergembira karena persatuannya yang erat dengan Tuhan. ST. YOHANES DARI SALIB - 14 DESEMBER- (Sumber gambar: Pinterest) ORANG KUDUS Yohanes dari Salib lahir di Spanyol pada tahun 1542 dari keluarga miskin. Ia menjadi pelayan di rumah sakit Medina. Pada usia 21 tahun ia diterima sebagai anggota awam biara Karmelit. Di situ ia menata hidup rohaninya dengan tekun berdoa dan bermatiraga.
JADWAL PETUGAS TATA LAKSANA 1 1 - 1 7 D E S E M B E R 2 0 2 3 TANGGAL KET JAM HARI ST. KRISTOFORUS 17 Desember 05.00 07.30 10.00 16.30 Minggu Minggu Minggu Minggu 16 Desember 16.30 Sabtu Putra Altar / Putri Gereja St. Nikodemus/ WijayaKusuma St. Laurensius / Polri B St. Mozes Nabi / Wijayakusuma Emmaus Journey (EJ) LINGKUNGAN/ WILAYAH Hari Minggu Adven III Hari Minggu Adven III Hari Minggu Adven III 17 Desember 17 Desember 17 Desember Hari Biasa Adven II 15 Desember NKKY-1 05.00 Jum’at St. Nikolaus/ Tanjung Duren A 16 Desember NKKY-2 05.00 Sabtu St. Petrus/ Daan Mogot NKKY-3
JADWAL PETUGAS TATA LAKSANA TANGGAL KET JAM HARI ST. POLIKARPUS LINGKUNGAN/ WILAYAH 06.00 09.00 17.00 Minggu Minggu Minggu 17.00 Sabtu KEP OMK St. Maria Bunda Allah/ Tomang III St. Bertilla Boscardin / Polri B St. Yohanes M. Vianney / Tomang II 16 Desember 1 1 - 1 7 D E S E M B E R 2 0 2 3 Hari Biasa Adven II Hari Minggu Adven III Hari Minggu Adven III Hari Minggu Adven III 17 Desember 17 Desember 17 Desember
JADWAL PETUGAS KOOR TANGGAL KET JAM HARI ST. KRISTOFORUS 07.30 10.00 16.30 Minggu Minggu Minggu 16 Desember 16.30 Sabtu OMK St. Kristoforus LINGKUNGAN/ WILAYAH Hari Biasa Adven II Hari Minggu Adven III Hari Minggu Adven III Hari Minggu Adven III 17 Desember 17 Desember 17 Desember Vox Seraphim Koor Umat 1 1 - 1 7 D E S E M B E R 2 0 2 3 Koor Umat
JADWAL PETUGAS KOOR TANGGAL KET JAM HARI ST. POLIKARPUS LINGKUNGAN/ WILAYAH 09.00 17.00 Minggu Minggu 17.00 Sabtu Koor Sangkakala/ Tomang IV Deo Cantemus 16 Desember Hari Biasa Adven II Hari Minggu Adven III Hari Minggu Adven III 17 Desember 17 Desember St. Felicitas/ Jelambar I Utara 1 1 - 1 7 D E S E M B E R 2 0 2 3
12 14 11 DESEMBER DESEMBER DESEMBER K E G I A T A N YA N G A KA N D A T A N G PDOMPKK St. Stefanus PDPKK St. Kristoforus PEMBERKATAN GEREJA ST. KRISTOFORUS 09.00 19.15 - 21.00 10.00 WARTA MINGGUAN PAROKI GROGOL ED MINGGU ADVEN II ISI: 10-16 DESEMBER 2023
PENGUMUMAN WARTA MINGGUAN PAROKI GROGOL EDISI: 10-16 DESEMBER 2023 MINGGU ADVEN II
Umat diharapkan dapat ke gereja dengan kendaraan umum / berangkat bersama-sama, dikarenakan terbatasnya area parkir. Bagi umat yang membawa kendaraan dapat memarkirkan Mobilnya di lapangan sekolah St. Kristoforus dan sekolah BHK. Motor dapat diparkir di depan gereja, mengikuti arahan petugas. Untuk kelancaran, umat diharapkan hadir paling lambat 30 menit sebelum misa dimulai dan jangan lupa mempersiapkan barcode kehadiran (dari belarasa.id). 1. 2. 3. 4. 5. 6. Bagi umat yang memiliki undangan, DIMOHON membawa undangan. Pintu utama akan ditutup untuk diberkati, umat diharapkan masuk melalui akses di lantai dasar. Bagi umat yang tidak memiliki barcode/undangan, atau datang terlambat, silakan langsung menuju aula. Dimohon tidak menggunakan tas/ransel besar demi kelancaran pemeriksaan sebelum memasuki gereja. Bagi umat yang telah mendaftarkan diri melalui belarasa.id atau melalui undangan khusus untuk menghadiri pemberkatan Gereja St. Kristoforus pada jam 10.00, mohon memperhatikan hal-hal dibawah ini: PEMBERITAHUAN PEMBERKATAN GEREJA 12 DESEMBER 2023
Allah Bapa yang berbelas kasih, Engkau menyelami hati dan jiwa kami, Engkau mengerti pikiran kami. Kami sungguh bersyukur kepada-Mu karena oleh penyelenggaraan dan belas kasih-Mu Gedung Gereja St. Kristoforus yang baru telah selesai dibangun dan telah siap juga untuk diberkati. Pandanglah kami dengan rela hati dan restuilah segala rencana dan harapan kami agar segala rangkaian acara pemberkatan yang telah kami persiapkan ini boleh berjalan baik dalam naungan-Mu. Kiranya gedung gereja ini menjadi rumah doa bagi seluruh umat beriman dan tempat kami menimba karunia-karunia rohani untuk keselamatan kami. Ya Bapa, ke dalam belas kasih dan rahmat-Mu, kami menyerahkan seluruh rencana kami ini sebab tanpa bantuan dan penyertaan-Mu kami tidak dapat berbuat apa-apa. Lindungi kami umat-Mu, anugerahi kesehatan lahir batin yang baik bagi semua saja yang akan mengambil bagian dalam pemberkatan ini. Kiranya rahmat cinta dan persaudaraan selalu hidup dalam persekutuan di dalam Gereja-Mu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin. St. Kristoforus, doakanlah kami. St. Polikarpus, doakanlah kami. Menjelang Pemberkatan Gereja St. Kristoforus Novena 9 Hari (3-11 Desember 2023)
JEJAK KESETARAAN GENDER DALAM AJARAN HIDUP YESUS Kampanye16 Hari Tanpa Kekerasan Terhadap Perempuan PENGANTAR: Mari kita menjelajahi jejak kesetaraan gender dalam ajaran hidup Yesus Kristus dan bagaimana nilai-nilai ini membentuk dasar bagi konsep kesetaraan dalam masyarakat dan Gereja PEMBUKAAN: Perjuangan untuk kesetaraan gender berakar dalam ajaran dan tindakan Yesus Kristus, bahkan getaran pesan transformatif ini bergema sejak awal hidupNya. Jika ditinjau lebih jauh tampaknya kesetaraan gender bukan konsep modern tetapi terselip dengan halus dalam kehidupan Yesus terlebih dalam teladan yang diberikan oleh orang tuaNya. KELUARGA KUDUS & KESETARAAN: Keluarga Kudus, terdiri dari Maria, Yosef, dan Yesus, merupakan paradigma saling hormat dan tanggung jawab bersama. Maria, sebagai ibu Yesus dipercayakan dengan peran ilahi, sementara Yosef yang menyadari kekudusan misi ini tanggap memerikan dukungan yang teguh. Lebih lanjut Yesus pun bertanggung jawab sebagai anak untuk menjalankan panggilan misi dari Allah, namun tidak melupakan hormat bakti kepada kedua orang tuaNya; Sampai akhir hayat YesusTULISAN INI TERINSPIRASI DARI SALAH SATU SESI KAMPANYE 16 HAKTP KOMISI KEADILAN PERDAMAIAN KAJ BERJUDUL “AJARAN SOSIAL GEREJA, SURAT GEMBALA TENTANG KEADILAN DAN KESETARAAN GENDER” OLEH MGR. ADRIANUS SUNARKO, OFM.
memastikan kelangsungan hidup Bunda Maria ditengah aturan hidup budaya saat itu. Kemitraan harmonis ini tidak hanya mencerminkan kesetaraan intrinsik, terutama antara Maria dan Yosef, tetapi juga membentukdasar kesetaraan gender yang berakar pada rasa cinta dan hormat. PENDEKATAN RADIKAL YESUS: Sepanjang pelayananNya, Yesus berinteraksi dengan perempuan sebagai sesama dan menentang norma-norma sosial yang merendahkan martabat manusia serta menentang praktik diskriminatif yang terjadi pada zaman itu. Dalam budaya dimana perempuan sering menghadapi marginalisasi, Yesus malah menyambut mereka sebagai murid, teman percakapan, dan pembawa kebijaksanaan yang mendalam. Injil Lukas (10: 38-42) menceritakan afirmasi Yesus terhadap hak Maria (dan Marta) untuk terlibat dalam diskusi teologis; Ini adalah sebuah tindakan yang menantang peran gender tradisional saat itu. AJARAN GEREJA TENTANG KESETARAAN GENDER: Gereja Katolik mengakui martabat setiap orang dan menekankan nilai setara antara laki-laki dan perempuan. Panggilan untuk lebih mengakui kontribusi perempuan dalam Gereja dan masyarakat juga telah banyak diserukan sejak lama. Paus Yohanes Paulus II menggemakan hal ini melalui Surat Apostolik tentang Martabat dan Panggilan Kaum Wanita (Mulieris Dignitatem) pada tahun 1988, yang menekankan martabat perempuan sebagai citra Allah. Lalu, Surat Gembala KWI tahun 2004 juga bicara tentang “Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki sebagai Citra Allah”. Bahkan dalam eksortasi apostoliknya, Evangelii Gaudium (Kegembiraan Injil), Paus Fransiskus kembali menggemakan panggilan untuk lebih mengakui kontribusi perempuan dalam Gereja dan masyarakat, serta menganjurkan pendekatan yang lebih inklusif dalam pengambilan keputusan
ANTI-KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN: Pesan inti Injil tentang kasih dan keadilan secara inheren (erat) mengutuk segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan terhadap perempuan. Hal ini diterapkan Gereja melalui ajarannya yang mengutuk kekerasan dan menjunjung tinggi martabat manusia. Gereja kembali menekankan kewajiban untuk “mencegah dan menindak kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak” ini melalui Compendium of the Social Doctrine of the Church; yaitu panduan Gereja yang memperkokoh dan menopang umat untuk berkehendak baik sesuai ajaran Gereja didalam ranah sosial PENUTUP: Narasi Injil dan ajaran Gereja mengajarkan bahwa perjuangan untuk kesetaraan gender adalah bukanlah hal baru atau modern melainkan suatu panggilan abadi yang ditanamkan melalui kehidupan dan ajaran Yesus Kristus. Kiranya dengan aktif menentang kekerasan terhadap perempuan, kita menghormati warisan Yesus dan ikut berkontribusi untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan penuh kasih. Semoga pada masa Adven ini kita juga bisa berefleksi dari Keluarga Kudus yang mengakui peran setara dan tidak terpisahkan yang dimainkan Maria dan Yosef dalam narasi ilahi.
LOWONGAN DIBUTUHKAN SEORANG TEKNISI PENDINGIN UDARA SYARAT: [email protected] Paling lambat diterima pada tanggal 31 Desember 2023 Pria Lulusan STM Elektro/ Sederajat 1. 2.Umur maksimal 35 tahun Mengerti tentang AC DEX System 3. 4.Pengalaman minimal 1 tahun Lamaran dapat dikirim melalui email:
Segenap Romo, Dewan Paroki Harian dan Umat Paroki Grogol Mengucap Syukur untuk : Semoga umat beserta keluarga di wilayah/ lingkungan/ komunitas senantiasa dalam limpahan berkat Tuhan dan dimampukan Tuhan untuk menjadi berkat bagi sesama. 12 DES PESTA NAMA LINGKUNGAN ST. YOHANA - GROGOL I 13 DES 13 DES PESTA NAMA LINGKUNGAN ST. ODILIA - GROGOL II HUT PUTERI GEREJA ST. LUCIA - PAROKI GROGOL
PENGUMUMAN PERNIKAHAN PENGUMUMAN PERTAMA Andy dari Gading Serpong - Tangerang dengan Emilda Fransisca dari Lk. St. Yoseph Hizkia Yosua Lumenta dari Lk. St. Lukas dengan Meivy Theresia Sumelang dari Lk. St. Lukas Yogi dari Kemayoran - Jakarta Pusat dengan Veronica Dewi Noryati dari Lk. St. Benediktus Gerald Gneissyandika Lallo dari Sangatta Utara - Kalimantan Barat dengan Anastasia Bellatrix Ardia Putri dari Lk. St. Yoseph
PENGUMUMAN PERNIKAHAN PENGUMUMAN KEDUA Jusrijal Sipakkar dari Cakung - Jakarta Timur dengan Septi Mayasari Rumahorbo dari Lk. St. Don Bosco PENGUMUMAN KETIGA Antonius Andrian Sanusi (Lk. Sta. Bernadette) dengan Anis Navela (Sunter - Jakarta Utara) Elyas Subiastoro Pitoyo (Lk. St. Albertus Magnus) dengan Maria Indah Ratna Sari Purba (Lk. St. Albertus Magnus)
Lokasi di depan gereja sementara st. kristoforus setiap hari minggu FOLLOW IG: UMKM.PAROKIGROGOL
INFORMASI LAIN Umat dapat memberikan saran, usulan, dan kontribusi artikel untuk Warta Mingguan Paroki ini dengan menghubungi: SEKRETARIAT PAROKI GROGOL Jl. Sat r ia IV Blok C No. 68, R T 12/ RW4 Jelambar , Grogol Petamburan Jakar ta Barat 1 1460 [email protected] gerejakatolikstkristoforus Gereja Katolik St. Kristoforus-Grogol Jakarta 0895-0795-3970 +62 21-5602644/ +62 21-5602650 parokigrogolkaj.or.id gerejakatolikstkristoforus