LAPORAN FINAL AKTUALISASI
Upaya Peningkatan Pengetahuan Pasien
Diabetes Melitus Tentang Penggunaan Insulin
Menggunakan Scan Barcode
Disusun Oleh :
Tia Pertiwi
NIP. 199302022020122024
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Angkatan 23 Tahun 2022
LAPORAN FINAL AKTUALISASI
COVER
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PASIEN
DIABETES MELITUS TENTANG PENGGUNAAN
INSULIN MENGGUNAKAN SCAN BARCODE
RSUD JATI PADANG
Disusun Oleh:
Tia Pertiwi
NIP. 199302022020122024
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL ANGKATAN 23
TAHUN 2022
LEMBAR PERSETUJUAN
SEMINAR RANCANGAN AKTUALISASI
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PASIEN
DIABETES MELITUS TENTANG PENGGUNAAN
INSULIN MENGGUNAKAN SCAN BARCODE
RSUD JATI PADANG
Disusun Oleh:
Tia Pertiwi
NIP. 199302022020122024
Telah Disetujui untuk Seminar Rancangan Aktualisasi pada
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Angkatan 23 Tahun 2022
COACH MENTOR
Haris Iriyanto, A.Md., S.Sos., M.Pd., Fendrik Jeksi Afrizon, S.Kep.,M.AP
NIP.197011301999031003 NIP. 197302021992011001
Tanggal 14 Juni 2022 Tanggal 14 Juni 2022
ii
LEMBAR PERSETUJUAN
SEMINAR PELAKSANAAN AKTUALISASI
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PASIEN
DIABETES MELITUS TENTANG PENGGUNAAN
INSULIN MENGGUNAKAN SCAN BARCODE
RSUD JATI PADANG
Disusun Oleh:
Tia Pertiwi
NIP. 199302022020122024
Telah Disetujui untuk Seminar Pelaksanaan Aktualisasi pada
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Angkatan 23 Tahun 2022
Drs. H. SCalOimACMH.M dr. Pratama KurMniaENDTeOwRi, M.Gizi
Tanggal. 5 Agustus 2022 NIP. 197210292006042016
Tanggal. 5 Agustus 2022
Haris Iriyanto, A.Md., S.Sos., M.Pd.,
NIP.197011301999031003 Fendrik Jeksi Afrizon, S.Kep.,M.AP
Tanggal 12 Agustus 2022 NIP. 197302021992011001
Tanggal 12 Agustus 2022
iii
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN FINAL AKTUALISASI
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PASIEN
DIABETES MELITUS TENTANG PENGGUNAAN
INSULIN MENGGUNAKAN SCAN BARCODE
RSUD JATI PADANG
Disusun Oleh:
Tia Pertiwi
NIP. 199302022020122024
Telah disahkan Laporan Final Aktualisasi Pada Pelatihan Dasar
Calon Pegawai Negeri
Angkatan 23 Tahun 2022
COACH MENTOR
Haris Iriyanto, A.Md., S.Sos., M.Pd., Fendrik Jeksi Afrizon, S.Kep.,M.AP
NIP.197011301999031003 NIP. 197302021992011001
Tanggal 18 Agustus 2022 Mengetahui : Tanggal 18 Agustus 2022
An. KEPALA BPSDM PROVINSI DKI JAKARTA
KEPALA BIDANG PENGEMBANGAN KOMPETENSI DASAR, MANAJERIAL
DAN FUNGSIONAL
Indang Murniningsih, S.Pd., M.M.
NIP. 197101151997032005
Tanggal. 09 Agustus 2022
iv
SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS
Saya yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa :
Nama : Tia Pertiwi, A.Md.Kep
NIP : 199302022020122024
pangkat/golongan : Pengatur / IIc
jabatan : Staff
unit kerja : Rumah Sakit Umum Daerah Jati Padang
Kertas Kerja Laporan Aktualisasi saya adalah asli dan belum pernah
diajukan Pada Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Angkatan 23
Tahun 2022 ini adalah murni gagasan, rumusan, dan penelitian saya
sendiri, sesuai arahan coach dan mentor. Kertas Kerja Laporan Aktualisasi
ini tidak terdapat karya atau pendapat yang ditulis atau dipublikasikan orang
lain, kecuali mencantumkan sumber referensi secara jelas dengan
menyebutkan nama pengarang dan dicantumkan dalam daftar pustaka.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila
dikemudian hari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran dalam
pernyataan ini, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan aturan
yang berlaku di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi
Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
v
ABSTRAK
Tia Pertiwi, A.Md.Kep, NIP 199302022020122024, Pelaksana/Terampil-Perawat,
Upaya Peningkatan Pengetahuan Pasien Diabetes Melitus Tentang Penggunaan
Insulin Menggunakan Scan Barcode Rsud Jati Padang.
Diabetes Melitus adalah atau kencing manis adalah suatu penyakit menahun yang ditandai
oleh glukosa darah (gula darah) yang melebihi nilai normal secara menahun. Sesuai
dengan data kunjungan pasien diabetes di Poli RSUD Jati Padang tahun 2022, penyakit
diabetes termasuk ke dalam 10 besar penyakit yang ada di wilayah kerja RSUD Jati
Padang. Pada Januari-April tahun 2022 kunjungan pasien dengan diabetes sebanyak 276
kasus, dan 42 pasien diantaranya merupakan pasien dengan terapi insulin. Sebesar 66,7%
pasien dengan diabetes yang belum mendapatkan edukasi tentang cara penggunaan
insulin. Dalam melaksanakan upaya penggunaan media edukasi cara penggunaan insulin
dengan menggunakan media digital maka diambil gagasan kreatif dengan judul Upaya
Peningkatan Pengetahuan Pasien Diabetes Melitus Dalam Penggunaan Insulin
Menggunakan Scan Barcode. Pelaksanaan aktualisasi ini mengacu pada rancangan
aktualisasi yang dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2022 sampai dengan 14 Juni 2022.
Dalam pelaksanaannya, aktualisasi yang dilakukan terdiri dari 6 kegiatan dan 34 tahapan
kegiatan. Terdapat peningkatan pengetahuan pasien diabetes melitus yang dapat dilihat
dari perbandingan nilai pre test rata-rata 62 per 100 poin dan nilai post test rata-rata
sebanyak 84,5 per 100 poin dengan peningkatan nilai 22,5 poin. Upaya Peningkatan
Pengetahuan Pasien Diabetes Melitus Dalam Penggunaan Insulin Menggunakan Scan
Barcode dapat lebih memudahkan perawat dalam melakukan edukasi terhadap pasien
baru.
Kata Kunci: Diabetes Melitus, Aktualisasi, Scan Barcode
vi
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan Laporan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar PNS yang berjudul
“Upaya Peningkatan Pengetahuan Pasien Diabetes Tentang Penggunaan
Insulin Menggunakan Scan Barcode”. Laporan aktualisasi ini disusun dalam
rangka memenuhi tugas Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan 23
Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta tahun 2022 dalam menerapkan nilai-
nilai dasar PNS yang meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel,
Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.
Keberhasilan penulis dalam menyusun laporan aktualisasi ini tentunya
tidak lepas dari dukungan, bimbingan, arahan, dan bantuan dari berbagai
pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan
terimakasih kepada:
1. Bapak Mochammad Miftahulloh Tamary, S.STP, M.T., M.Sc. Kepala
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi DKI
Jakarta.
2. Ibu dr. Widyastuti, MKM sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI
Jakarta.
3. Ibu Indang Murniningsih, S.Pd M.M Kepala Bidang Pengembangan
Kompetensi Dasar, Manajerial dan Fungsional BPSDM Provinsi DKI
Jakarta.
4. Ibu dr. Siti Ainun Dwiyanti, MPH Direktur RSUD Jati Padang yang telah
memberikan izin penulis untuk melaksanakan kegiatan aktualisasi di
lingkungan RSUD Jati Padang.
5. Ibu Ratna Sari Susanti, S.E., M.Si., Ak penguji pada seminar rencana
aktualisasi dan seminar laporan aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022 Golongan II Angkatan 23
Kelompok 2.
vii
6. Bapak Fendrik Jeksi Afrizon, S.Kep., M.AP selaku mentor dalam
penulisan laporan final aktualisasi ini sekaligus Kepala Subbagian Tata
Usaha RSUD Jati Padang. Terimakasih untuk semua ilmu, masukan,
dan kritik yang telah diberikan.
7. Bapak H. Haris Iriyanto, A.Md., S.Sos., M.Pd., selaku coach yang telah
berbaik hati memberikan arahan dan masukannya pada laporan
aktualisasi ini.
8. Bapak dan Ibu Widyaiswara selaku tutor di agenda 1, 2 dan 3 yaitu
Bapak Ir. Drs. Iswan Achmadi, M.T. Bapak Drs. Bowo Irianto, M.Pd. Ibu
Dr. Hj. Yuslainiwati,SH,M.
9. Kedua orangtua Bapak Aip Saripudin dan Ibu Kasiah yang sangat besar
jasanya dalam membesarkan, mendidik, mendukung dan mendoakan
untuk keberhasilan penulis.
10. Suami tercinta Aris Purwanto dan putri Alicia Risti Purwanto yang
sangat memahami, mendukung dan memberikan semangat tiada henti
sehingga memacu penulis dalam menyelesaikan laporan aktualisasi ini.
11. Teman-teman LATSAR CPNS Angkatan 23 tahun 2022, khususnya
kelompok 2. Terimakasih atas kerjasama dan kekompakan selama
mengikuti pelatihan dasar CPNS ini
12. Teman-teman sejawat Poli RSUD Jati Padang yang terlibat dan
membantu terlaksananya kegiatan aktualisasi ini.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan baik dari segi
susunan kata maupun tata bahasa yang digunakan dalam penulisan
laporan pelaksanaan aktualisasi ini. Semoga laporan aktualisasi ini bisa
memberikan manfaat bagi pembaca.
Jakarta, 16 Agustus 2022
Tia Pertiwi
viii
DAFTAR ISI
COVER ....................................................................................................... i
LEMBAR PERSETUJUAN SEMINAR RANCANGAN AKTUALISASI........ii
LEMBAR PERSETUJUAN SEMINAR PELAKSANAAN AKTUALISASI ....iii
LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN FINAL AKTUALISASI .....................iv
SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS .................................................... v
ABSTRAK ..................................................................................................vi
KATA PENGANTAR .................................................................................vii
DAFTAR ISI ...............................................................................................ix
DAFTAR TABEL ........................................................................................xi
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................xii
DAFTAR LAMPIRAN ...............................................................................xiv
BAB I PENDAHULUAN............................................................................. 1
A. Latar Belakang.............................................................................. 1
B. Tujuan Aktualisasi......................................................................... 4
C. Manfaat Aktualisasi....................................................................... 4
BAB II PROFIL INSTANSI LOKUS AKTUALISASI .................................... 5
A. Visi dan Misi.................................................................................. 5
B. Nilai-Nilai Organisasi..................................................................... 6
C. Tugas Organisasi.......................................................................... 7
D. Uraian/Rincian Tugas Jabatan Peserta ........................................ 9
BAB III ANALISA PERMASALAHAN TUGAS DAN FUNGSI ................... 12
A. Identifikasi dan Analisa Masalah................................................. 12
ix
B. Keterkaitan Penyebab Isu dengan Peran dan Kedudukan PNS
untuk Terwujudnya SMART Governance.................................... 20
C. Alternatif Pemecahan Masalah Sebagai Gagasan Kreatif .......... 24
BAB IV RENCANA AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PNS ................. 26
A. Rencana Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS ................................ 26
B. Rekapitulasi Rencana Penerapan Nilai-Nilai Dasar PNS............ 90
C. Penjadwalan ............................................................................... 95
D. Aktor yang terlibat dan Peranannya dalam Aktualisasi ............. 102
BAB V PELAKSANAAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PNS ....... 103
A. Deskripsi Proses Aktualisasi Nilai-nilai Dasar PNS .................. 103
B. Capaian Pelaksanaan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS.......... 165
C. Kualitas Dan Kemanfaatan Aktualisasi ..................................... 169
BAB VI RENCANA TINDAK LANJUT .................................................... 171
A. Penetapan Isu Lanjutan/ Tindak Lanjut .................................... 171
B. Gagasan Kreatif Pemecahan Isu Lanjutan ............................... 171
C. Rencana Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS Lanjutan................ 171
BAB VII PENUTUP ................................................................................ 184
A. Kesimpulan ............................................................................... 184
B. Saran ........................................................................................ 185
DAFTAR PUSTAKA............................................................................... 187
LAMPIRAN............................................................................................. 188
x
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Identifikasi Isu/ Masalah Berdasarkan Uraian Tugas ................. 15
Tabel 2. Analisis ISU menggunakan APKL .............................................. 18
Tabel 3. Penilaian Kualitas Isu Prioritas................................................... 19
Tabel 4. Analisis Penyebab Masalah Utama Dengan USG ..................... 23
Tabel 5. Analisis Penetapan Solusi Alternatif dengan Mc.Namara .......... 24
Tabel 6. Rancangan Aktualisasi............................................................... 29
Tabel 7. Matriks Rencana Penerapan Nilai-nilai Dasar PNS ................... 91
Tabel 8. Jadwal Kegiatan Rencana Aktualisasi ....................................... 95
Tabel 9. Pihak-Pihak yang Terlibat dan Peran dalam Kegiatan ............. 102
Tabel 10. Matriks Penerapan Nilai-Nilai Dasar PNS .............................. 168
Tabel 11. Rencana Aktualisasi Nilai-nilai Dasar PNS ............................ 172
xi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Data laporan pasien terduga TB ...........................................12
Gambar 2. Data pasien TB yang sedang dalam pengobatan ................. 12
Gambar 3. 10 Penyakit terbanyak di Poli RSUD Jati Padang ................. 13
Gambar 4. Kasus Hipertensi menjadi salah satu dari 10 kasus dengan
kunjungan terbanyak di Poli RSUD Jati Padang ................... 14
Gambar 5. Hasil survey belum optimalnya edukasi tentang pengobatan
TB ......................................................................................... 15
Gambar 6. Saat melakukan Forum Group Discussion (FGD) ................. 16
Gambar 7. Hasil survey masih rendahnya pengetahuan pasien diabetes
melitus dalam penggunaan insulin........................................ 16
Gambar 8. Hasil survey belum optimalnya edukasi tentang hipertensi... 17
Gambar 9. Lembar persetujuan isu prioritas dan gagasan kreatif......... 105
Gambar 10. Kumpulan jurnal tentang cara edukasi melalui media digital
.......................................................................................... 106
Gambar 11. Draft rencana pembuatan media digital ............................ 107
Gambar 12. Hasil revisi draft pembuatan media digital......................... 109
Gambar 13. Lembar persetujuan mentor .............................................. 110
Gambar 14. Diskusi dengan rekan-rekan poli....................................... 112
Gambar 15. Merumuskan pertanyaan-pertanyaan untuk mengkaji tingkat
pengetahuan pasien diabetes melitus .............................. 114
Gambar 16. Isi pertanyaan pada link google form ................................ 116
Gambar 17. Menyebar link google form via whatsapp .......................... 117
Gambar 18. Merekapitulasi data ........................................................... 119
Gambar 19. Menganalisis hasil tingkat pengetahuan pasien ................ 120
Gambar 20. Menyusun materi cara penggunaan insulin....................... 121
Gambar 21. Design leaflet, poster dan e-book ..................................... 123
Gambar 22. Melakukan diskusi dengan tim IT ...................................... 125
Gambar 23. Melakukan diskusi dengan rekan poli ............................... 126
Gambar 24 Melakukan konsultasi dengan mentor................................ 128
xii
Gambar 25. Melakukan kolaborasi dengan rekan poli .......................... 130
Gambar 26. Soal pre test dan formulir checklist ................................... 131
Gambar 27. Menyebar link pre test via whatsapp ................................. 133
Gambar 28. Link barcode ..................................................................... 134
Gambar 29. Daftar hadir ....................................................................... 136
Gambar 30. Konsultasi dengan mentor ................................................ 138
Gambar 31. Koordinasi dengan petugas poli ........................................ 139
Gambar 32. Foto saat melakukan edukasi ........................................... 144
Gambar 33. Membagikan posttest dan formulir checklist ..................... 146
Gambar 34. Dokumentasi kegiatan edukasi ......................................... 149
Gambar 35. Lembar laporan kegiatan .................................................. 151
Gambar 36. Foto saat melaporkan kegiatan kepada mentor ................ 153
Gambar 37. Lembar hasil revisi ............................................................ 155
Gambar 38. Formulir checklist yang sudah diisi oleh pasien ................ 156
Gambar 39. Lembar Rekapitulasi pre test dan post test ....................... 158
Gambar 40. Video testimoni ................................................................. 160
Gambar 41. Lembar laporan hasil monitoring dan evaluasi.................. 163
Gambar 42. Foto saat melaporkan hasil monitoring ............................. 165
xiii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Laporan Perancangan Aktualisasi...................................... 188
Lampiran 2. Bukti-bukti Pelaksanaan Aktualisasi................................... 188
Lampiran 3. Bukti Belajar Kegiatan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar............ 188
Lampiran 4. Bukti Belajar Minggu Ke 1 Mentor...................................... 189
Lampiran 5. Bukti Belajar Minggu Ke 2 Mentor...................................... 192
Lampiran 6. Bukti Belajar Minggu Ke 3 Mentor...................................... 196
Lampiran 7. Bukti Belajar Minggu Ke 4 Mentor...................................... 199
Lampiran 8. Bukti Belajar Minggu Ke 1 Coach....................................... 201
Lampiran 9. Bukti Belajar Minggu Ke 2 Coach....................................... 203
Lampiran 10. Bukti Belajar Minggu Ke 3 Coach..................................... 206
Lampiran 11, Bukti Belajar Minggu Ke 4 Coach..................................... 208
xiv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara adalah profesi yang terdiri dari Pegawai
Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
(PPPK) yang bekerja pada instansi pemerintah. Sebagai salah satu
elemen Aparatur Sipil Negara (ASN), PNS memiliki peranan penting
dalam mengelola kondisi Indonesia saat ini. Sejumlah kebijakan,
keputusan-keputusan strategis, perencanaan pembangunan dan
pelayanan terhadap masyarakat ditetapkan dan dilakukan oleh PNS
dalam berbagai bidang maupun sektor pembangunan.
Pegawai Negeri Sipil adalah warga negara Indonesia yang
memenuhi syarat tertentu untuk diangkat menjadi pegawai Aparatur
Sipil Negara (ASN) secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian
untuk menduduki jabatan pemerintahan. Undang - Undang No. 5 Tahun
2014 tentang Aparatur Sipil Negara menjelaskan bahwa ASN memiliki
tiga fungsi utama yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan
publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Seperti yang diatur dalam
Peraturan Pemerintah RI Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen
Pegawai Negeri Sipil, ASN wajib menjalankan peran, fungsi, dan
kedudukannya sesuai dengan tugas yang diamanahkan kepadanya
baik di instansi pemerintahan, institusi pendidikan, instansi kesehatan
dan lain-lain.
Dalam Peraturan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik
Indonesia No. 1 Tahun 2021 bahwa pelatihan dasar CPNS adalah
pendidikan dan pelatihan dalam masa prajabatan CPNS yang
dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral,
kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme kebangsaan, karakter
kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab, dan untuk
memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.
1
Pelatihan Dasar CPNS merupakan salah satu proses sebelum
akhirnya CPNS diangkat sumpahnya menjadi seorang Pegawai Negeri
Sipil (PNS). Pelatihan Dasar CPNS ini dilakukan guna menanamkan
nilai-nilai ASN untuk memberikan pengetahuan untuk pembentukan
wawasan kebangsaan, kepribadian dan etika Pegawai Negeri Sipil,
pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan
negara, bidang tugas dan budaya organisasinya supaya mampu
melaksanakan tugas dan perannya sebagai pelayan masyarakat
kepada Calon PNS sebelum akhirnya diangkat sumpah.
Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan secara
paripurna kepada masyarakat maka Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
berupaya mendekatkan pelayanan lanjutan kepada masyarakat
dengan membentuk atau mendirikan Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) kelas D di masing-masing kecamatan di Provinsi DKI Jakarta.
Melalui Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 993 Tahun
2017 tentang penetapan Rumah Sakit Umum Daerah kelas D, salah
satunya adalah Rumah Sakit Umum Daerah Jati Padang yang
diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan lanjutan dengan
baik.
Kesehatan merupakan hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia.
Pasal 28 ayat (1) Undang-undang Dasar 1945 telah mengamatkan
bahwa “setiap orang berhak untuk hidup sejahtera lahir dan batin,
bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan
sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”. Selain itu
dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan
dinamakan juga, bahwa “Kesehatan adalah keadaan secara sehat, baik
secara fisik, mental spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap
orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis”.
Diabetes melitus atau kencing manis adalah suatu penyakit
menahun yang ditandai oleh glukosa darah (gula darah) yang melebihi
nilai normal secara menahun. Gula darah yang menumpuk di dalam
2
darah dan jaringan tidak bisa diserap oleh sel tubuh dengan baik
sehingga dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh dan
menimbulkan gejala. Jika diabetes tidak terkontrol dengan baik, dapat
menimbulkan berbagai komplikasi yang menurunkan kualitas hidup
hingga mengancam nyawa.
Kadar gula darah dikendalikan oleh hormon insulin yang di produksi
oleh pankreas (organ yang terletak di belakang lambung). Pada
penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai
dengan kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel sel tubuh tidak dapat
menyerap glukosa dengan baik. Sekitar 537 juta orang di dunia
menderita diabetes melitus.
Pada tahun 2021 diabetes menyebabkan 6.7 juta kematian di
dunia. Pada Asia Tenggara jumlah penderita diabetes ditemukan 90
juta orang. Indonesia sendiri berada pada peringkat ketujuh di dunia
yaitu sebesar 10.7 juta orang. Indonesia menempati posisi pertama
penderita diabetes di Asia Tenggara. Pada tahun 2045 diperkirakan
jumlah penderita diabetes mencapai 700 juta.
Sesuai dengan data kunjungan pasien diabetes di Poli RSUD Jati
Padang tahun 2022, penyakit diabetes termasuk ke dalam 10 besar
penyakit yang ada di wilayah kerja RSUD Jati Padang. Pada Januari-
April tahun 2022 kunjungan pasien dengan diabetes sebanyak 276
kasus, dan 42 pasien diantaranya merupakan pasien dengan terapi
insulin. Didapatkan data sebesar 66,7% pasien dengan diabetes yang
belum mendapatkan edukasi tentang cara penggunaan insulin, yaitu
dengan memberikan survey google form yang disebar melalu
whatsapp. Dari 42 pasien diabetes ada 19 pasien yang merespon dan
10 pasien diantaranya mengatakan belum pernah mendapatkan
edukasi cara penggunaan insulin di RSUD Jati Padang.
Dalam melaksanakan upaya penggunaan media edukasi cara
penggunaan insulin dengan menggunakan media digital maka diambil
gagasan kreatif sebagai solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut,
3
maka penulis merancang suatu inovasi dengan judul ”Upaya
Peningkatan Pengetahuan Pasien Diabetes Melitus Dalam
Penggunaan Insulin Menggunakan Scan Barcode”.
B. Tujuan Aktualisasi
Tujuan dari pelaksanaan aktualisasi adalah supaya dapat
mengimplementasikan ilmu yang telah didapat selama pembelajaran
synchronous dan asynchronous diantaranya:
1. Tujuan Umum
Tujuan umum dari aktualisasi ini adalah menjadi PNS yang
profesional dan berkarakter dengan menerapkan Nilai-nilai Dasar
PNS BerAKHLAK.
2. Tujuan Khusus
Kegiatan aktualisasi ini memiliki tujuan khusus yakni
menyelesaikan isu permasalahan masih rendahnya pengetahuan
cara penggunaan insulin pada pasien diabetes melitus sehingga
mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik.
C. Manfaat Aktualisasi
Manfaat yang diharapkan dari kegiatan aktualisasi Nilai–Nilai
Dasar, peran dan kedudukan PNS dalam menerapkan Manajemen
ASN dan Smart ASN di RSUD Jati Padang adalah:
1. Bagi diri sendiri
Dapat mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN dalam
pekerjaan.
2. Bagi organisasi
Membantu dan mempermudah petugas dalam memberikan
edukasi dan informasi untuk meningkatkan pengetahuan pasien
diabetes dalam penggunaan insulin.
3. Bagi masyarakat
Mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan meningkatkan
efektifitas dalam memberikan edukasi dan informasi dalam
memahami cara penggunaan insulin untuk pasien diabetes melitus.
4
BAB II
PROFIL INSTANSI LOKUS AKTUALISASI
A. Visi dan Misi
Berdasarkan Peraturan Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
No.01 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah Tahun 2017-2022 BAB V, Visi Misi Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta sebagai berikut:
Visi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta:
Jakarta kota maju, lestari dan berbudaya yang warganya terlibat
dalam mewujudkan keberadaban, keadilan dan kesejahteraan bagi
semua.
Misi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta:
1. Menjadikan Jakarta kota yang aman, sehat, cerdas, berbudaya,
dengan memperkuat nilai-nilai keluarga dan memberikan ruang
kreativitas melalui kepemimpinan yang melibatkan, menggerakkan
dan memanusiakan.
2. Menjadikan Jakarta kota yang memajukan kesejahteraan umum
melalui terciptanya lapangan kerja, kestabilan dan keterjangkauan
kebutuhan pokok, meningkatnya keadilan sosial, percepatan
pembangunan infrastruktur, kemudahan investasi dan berbisnis,
serta perbaikan pengelolaan tata ruang.
3. Menjadikan Jakarta tempat wahana aparatur negara yang
berkarya, mengabdi, melayani, serta menyelesaikan berbagai
permasalahan kota dan warga, secara efektif, meritokratis dan
berintegritas.
4. Menjadikan Jakarta kota yang lestari, dengan pembangunan dan
tata kehidupan yang memperkuat daya dukung lingkungan dan
sosial.
5. Menjadikan Jakarta ibukota yang dinamis sebagai simpul kemajuan
5
Indonesia yang bercirikan keadilan, kebangsaan dan kebhinekaan.
B. Nilai-Nilai Organisasi
Berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Nomor 54 Tahun
2020 Tentang Budaya Kerja, nilai-nilai atau budaya kerja pemerintah
DKI Jakarta sebagai berikut:
1. Berintegritas
Bermakna adanya keselarasan antara perkataan dan perbuatan
dengan memegang teguh prinsip, aturan dan norma yang berlaku,
meliputi perilaku:
a. Jujur dan dapat dipercaya.
b. Konsisten dan berani menegakan kebenaran.
c. Tulus melayani.
d. Memenuhi komitmen.
e. Dedikasi tinggi.
2. Kolaboratif
Bermakna bekerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan
untuk mencapai tujuan bersama dengan membentuk tim dan
membangun kemitraan yang efektif, meliputi perilaku:
a. Saling percaya.
b. Saling menghormati.
c. Aktif dalam perbincangan tematik..
d. Produktif dan kreatif menangani konflik
e. Mampu melakukan coaching dan mentoring.
3. Akuntabel
Bermakna melaksanakan pekerjaan secara tuntas dan dapat
dipertanggungjawabkan sesuai dengan target kinerja, meliputi
perilaku:
a. Bertanggung jawab.
b. Profesional.
c. Transparan.
d. Cermat dalam bertindak.
6
e. Dapat diandalkan.
4. Inovatif
Bermakna menciptakan gagasan pembaharuan untuk
meningkatkan mutu layanan melalui evaluasi, pemecahan
masalah dan perbaikan secara terus menerus, meliputi perilaku:
a. Menyukai tantangan dan rasa ingin tahu yang tinggi.
b. Berpikir di luar kebiasaan.
c. Kreatif dan visioner.
d. Terbuka terhadap masukan/kritik dan ide-ide baru.
e. Mampu menciptakan ide-ide orisinal.
5. Berkeadilan
Bermakna kepedulian/kepekaan untuk memastikan hak berbagai
pihak dapat terakomodasi, meliputi perilaku:
a. Objektif.
b. Proporsional.
c. Mengedepankan kesetaraan.
d. Kesamaan hak.
e. Mendorong kemajuan bersama.
C. Tugas Organisasi
RSUD Jati Padang merupakan RSUD Tipe D milik Pemerintah
Provinsi DKI Jakarta. Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 114
Tahun 2021 Pasal (43) RSUD Kelas D mempunyai tugas
melaksanakan pelayanan kesehatan perorangan paripurna
bersendikan upaya kuratif, rehabilitatif dan promotive serta
melaksanakan upaya rujukan untuk melaksanakan tugas sebagaimana
dimaksud, RSUD Kelas D menyelenggarakan fungsi:
1. Penyusunan bahan Rencana Strategis Dinas sesuai lingkup tugas
dan fungsinya
2. Penyusunan Rencana Kerja serta Rencana Kerja dan Anggaran
RSUD Kelas D
7
3. Pelaksanaan Rencana Strategis Dinas sesuai lingkup tugas dan
fungsinya
4. Pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran RSUD Kelas D
5. Perumusan kebijakan, proses bisnis, standar, dan prosedur RSUD
Kelas D
6. Pelaksanaan kebijakan, proses bisnis, standar, dan prosedur
RSUD Kelas D
7. Penyelenggaraan pelayanan medik
8. Penyelenggaraan pelayanan penunjang medik
9. Penyelenggaraan pelayanan penunjang non medik
10. Penyelenggaraan pelayanan keperawatan dan kebidanan
11. Penyelenggaraan pelayanan rujukan dan ambulans
12. Penyelenggaraan peningkatan mutu dan keselamatan pasien
13. Penyelenggaraan pelayanan kegawatdaruratan
14. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan keselamatan kerja
15. Penyelenggaraan kesehatan lingkungan rumah sakit
16. Fasilitasi dan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di RSUD
Kelas D
17. Fasilitasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan bidang
pelayanan Kesehatan
18. Penyelenggaraan pemasaran, kemitraan dan kehumasan RSUD
Kelas D
19. Pengelolaan dan pengembangan sistem informasi RSUD Kelas D
20. Pengelolaan data RSUD Kelas D
21. Pengelolaan administrasi umum, keuangan dan kepegawaian
RSUD Kelas D
22. Pengelolaan prasarana dan sarana RSUD Kelas D
23. Pelaksanaan perencanaan, rehab total/rehab berat/rehab
sedang/rehab ringan sarana dan prasarana kerja RSUD Kelas D
sesuai lingkup tugas dan fungsinya
24. Pemberian dukungan pelayanan medik kepada masyarakat dan
8
Perangkat Daerah
25. Pelaksanaan koordinasi, pemantauan, evaluasi, pelaporan dan
pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi RSUD Kelas
D; dan
26. Pelaksanaan tugas dan fungsi kedinasan lain yang diberikan oleh
Kepala Dinas
D. Uraian/Rincian Tugas Jabatan Peserta
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Permenpan RB) Nomor
35 Tahun 2019 Tentang Jabatan Fungsional Perawat. Tugas Jabatan
Perawat Terampil adalah:
1. Melakukan pengkajian keperawatan dasar pada individu.
2. Melakukan komunikasi terapeutik dalam pemberian asuhan
keperawatan.
3. Melaksanakan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat dalam rangka melakukan upaya promotive.
4. Memfasilitasi penggunaan alat-alat pengamanan/pelindung fisik
pada pasien untuk mencegah risiko cedera pada individu dalam
rangka upaya preventif.
5. Memberikan oksigenasi sederhana.
6. Melakukan tindakan keperawatan pada kondisi gawat
darurat/bencana/kritikal.
7. Memfasilitasi suasana lingkungan yang tenang dan aman dan
bebas risiko penularan infeksi.
8. Melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana pada
area medikal bedah.
9. Melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area
anak.
10. Melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area
maternitas.
11. Melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area
9
komunitas.
12. Melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area
jiwa.
13. Melakukan tindakan terapi komplementer/ holistic.
14. Melakukan tindakan keperawatan pada pasien dengan intervensi
pembedahan pada tahap pre/ intra/ post operasi.
15. Memberikan perawatan pada pasien dalam rangka melakukan
Perawatan Paliatif.
16. Memberikan dukungan/ fasilitasi kebutuhan spiritual pada kondisi
kehilangan, berduka atau menjelang ajal dalam pelayanan
keperawatan.
17. Melakukan perawatan luka.
18. Melakukan dokumentasi tindakan keperawatan.
10
11
BAB III
ANALISA PERMASALAHAN TUGAS DAN FUNGSI
A. Identifikasi dan Analisa Masalah
Berdasarkan uraian tugas menurut Permenpan RB No. 35 Tahun
2019 dan konsultasi dengan mentor dan rekan sejawat, maka uraian
tugas yang diangkat adalah melaksanakan edukasi tentang perilaku
hidup bersih dan sehat dalam rangka melakukan upaya promotive.
Dilihat dari uraian tugas tersebut, isu permasalahan yang terjadi adalah:
1. Belum optimalnya edukasi tentang informasi pengobatan TB pada
pasien TB di RSUD Jati Padang
Gambar 1. Data laporan pasien terduga TB yang diberikan oleh Tim TB
Gambar 2. Data pasien TB yang sedang dalam pengobatan
12
2. Didapatkan data dari laporan bulanan Tim TB pasien terduga
tuberkulosis berjumlah 39 orang pada Januari - April tahun 2022,
sebanyak 15 orang dalam masa pengobatan, 1 orang dirujuk, 1
meninggal dan 3 diantaranya tidak datang untuk kontrol dan sulit
dihubungi. Pengobatan TB di RSUD Jati Padang sempat tertutup
karena menjadi RS rujukan khusus covid-19 sehingga membuat
pasien dialihkan ke RS atau puskesmas terdekat, dan saat ini
kepatuhan pasien TB dalam pengobatan sangat kurang karena
pengobatan yang berjangka lama dan obatnya terlalu banyak.
3. Masih rendahnya pengetahuan pasien diabetes melitus dalam
penggunaan insulin di Poli RSUD Jati Padang
Diabetes melitus atau kencing manis adalah suatu penyakit
menahun yang ditandai oleh glukosa darah (gula darah) yang
melebihi nilai normal secara menahun. Gula darah yang menumpuk
di dalam darah dan jaringan tidak bisa diserap oleh sel tubuh
dengan baik sehingga dapat menimbulkan berbagai gangguan
organ tubuh dan menimbulkan gejala. Jika diabetes tidak terkontrol
dengan baik, dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang
menurunkan kualitas hidup hingga mengancam nyawa.
Gambar 3. 10 Penyakit terbanyak di Poli RSUD Jati Padang
Sesuai dengan data kunjungan pasien diabetes di Poli RSUD Jati
Padang tahun 2022, penyakit diabetes melitus termasuk ke dalam
13
10 besar penyakit yang ada di wilayah kerja RSUD Jati Padang.
Pada Januari - April tahun 2022 kunjungan pasien dengan diabetes
melitus sebanyak 276 kasus, dan 42 pasien diantaranya
merupakan pasien dengan terapi insulin. Didapatkan data sebesar
66,7% pasien dengan diabetes yang belum mendapatkan edukasi
tentang cara penggunaan insulin, yaitu dengan memberikan survey
google form yang disebar melalu whatsapp. Dari 42 pasien diabetes
ada 19 pasien yang merespon dan 10 pasien diantaranya
mengakatan belum pernah mendapatkan edukasi cara
penggunaan insulin di RSUD Jati Padang.
4. Belum optimalnya edukasi tentang hipertensi di Poli RSUD Jati
Padang
Gambar 4. Kasus Hipertensi menjadi salah satu dari 10 kasus dengan
kunjungan terbanyak di Poli RSUD Jati Padang
Didapatkan data dari Rekam Medis RSUD Jati Padang, untuk
kunjungan pasien dengan hipertensi perApril 2022 sebanyak 547.
Ini menjadi kunjungan 10 penyakit terbanyak di poli RSUD jati
Padang. Saat ini dalam melakukan edukasi kepada pasien
Hipertensi masih diberikan secara lisan belum ada media digital
sebagai sarana edukasi.
14
Setelah menganalisis isu aktual yang terjadi di lingkungan unit
kerja, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi isu permasalahan
tersebut kemudian mengaitkan dengan mata pelatihan agenda 3
tentang manajemen ASN dan smart ASN yang didukung oleh
data/fakta. Berikut adalah tabel identifikasi isu permasalan:
Tabel 1. Identifikasi Isu/ Masalah Berdasarkan Uraian Tugas
DESKRIPSI
NO URAIAN TUGAS PERMASALAHAN KETERKAITAN DATA / FAKTA.
DENGAN MATA OUTPUT DATA
PELATIHANAGENDA 3
1 Melaksanakan Belum Management ASN : Berdasarkan hasil
edukasi optimalnya Pengobatan TB di Forum Group
tentang edukasi tentang RSUD Jati Padang Discussion (FGD)
perilaku hidup informasi sempat tertutup karena dengan mentor dan
bersih dan pengobatan TB menjadi RS rujukan rekan kerja dan
sehat dalam pada pasien TB khusus covid-19 dilakukan survei
rangka di RSUD Jati sehingga membuat melalui google form,
melakukan Padang pasien dialihkan ke RS sebanyak 25 % dari 8
upaya atau puskesmas responden memilih
promotive terdekat, dan saat ini sangat setuju masih
kepatuhan pasien TB belum optimalnya
dalam pengobatan edukasi tentang
sangat kurang karena informasi pengobatan
pengobatan yang TB sebagai isu
berjangka lama dan prioritas utama.
obatnya terlalu
banyak. Sebagai ASN Sumber:
kita dapat https://forms.gle/Scj5i
mengembangkan c2knUPgtq8X9
kompetnsi dalam
melaksanakan edukasi
tentang perilaku hidup
bersih dan sehat
dalam rangka ASN Gambar 5. Hasil
melakukan upaya survey belum
promotive. Ini
merupakan fungsi optimalnya edukasi
sebagai pelayan tentang pengobatan TB
publik.
Smart ASN:
Sebagai ASN kita
harus tetap
mengembangkan
kreativitas, kita bisa
membuat media
digital dalam upaya
memberikan edukasi
kepada pasien agar
15
informasi yang
diberikan lebih
mudah dipahami.
2 Melaksanakan Masih rendahnya Managemen ASN: Berdasarkan hasil
edukasi pengetahuan
tentang pasien diabetes Diabetes melitus atau Forum Group
perilaku hidup melitus dalam
bersih dan penggunaan kencing manis adalah Discussion (FGD)
sehat dalam insulin di Poli
rangka RSUD Jati suatu penyakit dengan mentor dan
melakukan Padang
upaya menahun yang ditandai rekan kerja dan
promotive
oleh gula darah yang dilakukan survei
melebihi nilai normal melalui Google Form,
secara menahun. sebanyak 62,5 %
Kadar gula darah dari 8 responden
dikendalikan oleh memilih sangat
hormon insulin yang di setuju masih
produksi oleh rendahnya
pankreas. Pankreas pengetahuan pasien
tidak mampu diabetes melitus
memproduksi insulin dalam penggunaan
sesuai dengan insulin sebagai isu
kebutuhan tubuh, prioritas utama.
sehingga diperlukan
terapi tambahan dalam
pemberian insulin.
Sebagai ASN kita
dapat mengembangkan
kompetnsi dalam Gambar 6. Saat
melaksanakan edukasi melakukan Forum
tentang perilaku hidup Group Discussion
bersih dan sehat dalam
rangka melakukan (FGD)
upaya promotive, dan Sumber:
memberikan pelayan https://forms.gle/Scj5i
secara professional c2knUPgtq8X9
dan berkualitas. Ini
merupakan fungsi ASN
sebagai pelayan publik.
Smart ASN: Gambar 7. Hasil
Kita sebagai ASN survey masih
harus tetap rendahnya
berinovasi
mengembangkan pengetahuan pasien
kreativitas. Untuk diabetes melitus dalam
mempemudah
penggunaan insulin
penyampaian
informasi dalam
edukasi dapat
menggunakan media
digital.
3 Melaksanaka Belum Managemen ASN: Berdasarkan hasil
n edukasi optimalnya Sebagai ASN kita Forum Group
tentang edukasi dapat Discussion (FGD)
perilaku tentang mengembangkan dengan mentor dan
hidup bersih hipertensi di kompetnsi dalam rekan kerja dan
dan sehat Poli RSUD Jati melaksanakan dilakukan survei
16
dalam Padang edukasi tentang melalui Google
rangka perilaku hidup bersih Form, sebanyak
melakukan dan sehat dalam 37,5 % dari 8
upaya rangka melakukan responden memilih
promotive upaya promotive. Ini setuju dengan
merupakan fungsi belum optimalnya
ASN sebagai pelayan pemberian edukasi
publik. Saat ini dalam tentang hipertensi
melakukan edukasi sebagai isu prioritas
kepada pasien utama.
Hipertensi masih
diberikan secara lisan Sumber:
belum ada media https://forms.gle/Scj
digital sebagai sarana
edukasi. 5ic2knUPgtq8X9
Smart ASN: Gambar 8. Hasil
Kita sebagai ASN survey belum
harus tetap
berinovasi optimalnya edukasi
mengembangkan tentang hipertensi
kreativitas. Untuk
mempemudah
penyampaian
informasi dalam
edukasi dapat
menggunakan
media digital.
17
Setelah mengidentifikasi beberapa isu di atas, maka langkah
selanjutnya yaitu dilakukan analisis isu dengan menggunakan metode
APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Layak) untuk menentukan
satu isu yang menjadi prioritas. Penentuan isu prioritas ini didapat
dengan melakukan diskusi dan pengisian melalui google form yang
diberikan kepada rekan-rekan sejawat. Berikut tabel analisis dalam isu
prioritas:
Tabel 2. Analisis ISU menggunakan APKL
No Isu Kriteria
Total Rangking
A P KL
1 Belum optimalnya edukasi tentang
informasi pengobatan TB pada 3 4 4 3 14 II
pasien TB di RSUD Jati Padang
2 Masih rendahnya pengetahuan
pasien diabetes melitus dalam 5 4 4 3 16 I
penggunaan insulin di Poli
RSUD Jati Padang
3 Belum optimalnya edukasi tentang
hipertensi di Poli RSUD Jati 3 3 3 3 12 III
Padang
https://drive.google.com/drive/folders/11rEr9K8J_LOY5csnyhDNGcBxtSns3lfT?usp=sharing
Keterangan :
A = Aktual
P = Problematik
K = Kekhalayakan
L = Layak
Skala 1-5 menggunakan Skala Linkert
18
Isu terpilih berdasarkan analisis APKL adalah Masih rendahnya
pengetahuan pasien diabetes melitus dalam penggunaan insulin
di Poli RSUD Jati Padang adapun penilaian terhadap kualitas isu
adalah sebagai berikut :
Tabel 3. Penilaian Kualitas Isu Prioritas
No Analisis APKL Kualitas ISU Data/Fakta/sumber
1. Aktual : Benar- benar Masih ada pasien diabetes Fakta : Belum semua
petugas memberikan
terjadi dan pengguna insulin yang kurang edukasi secara lengkap
tentang cara penggunaan
sedang hangat mengerti cara penggunaan insulin.
dibicarakan insulin
Berdasarkan survey
https://forms.gle/5vghbMjQ
aFqG23LR8
Yang diberikan kepada 8
responden, sebanyak 62,5
% memilih sangat setuju,
12,5 % setuju dan 25 %
cukup setuju.
2. Problematik: Isu Penggunaan insulin sangat di Fakta : Gula darah yang
yang memiliki dimensi perlukan oleh beberapa pasien tidak terkontrol pada
masalah kompleks, diabetes melitus karena untuk pasien diabetes melitus
sehingga perlu dapat mengontrol kadar gula dapat menyebabkan
dicarikan solusinya dalam darahnya supaya tidak kematian
terjadi komplikasi yang lebih
parah Berdasarkan survey
https://forms.gle/uLSm6Ws
TkQr9hk3K6
3. Kekhalayakan : Penggunaan insulin pada Yang diberikan kepada 8
Isu yang pasien diabetes melitus dapat responden, sebanyak 25
menyangkut hajat meningkatkan kulaitas hidup % sangat setuju dan 75 %
hidup orang banyak setuju.
Fakta : penggunaan insulin
diperlukan oleh beberapa
pasien diabetes
Berdasarkan survey
https://forms.gle/tR3Nyxvk
6hRtvKt27
Yang diberikan kepada 8
responden, sebanyak 12,5
% sangat setuju, 62,5 %
setuju dan 25 % cukup
setuju.
19
4. Layak : Pemberian edukasi tentang Fakta : Tidak semua
Isu yang masuk akal cara penggunaan insulin pasien diabetes bisa
dan realistis serta kepada pasien diabetes sangat melakukan penyuntikan
relevan untuk di perlukan supaya pasien bisa insulin secara mandiri.
dimunculkan inisiatif mandiri dalam melakukan
pemecahan pemberian insulin terhadap Berdasarkan survey
masalahnya dirinya sendiri https://forms.gle/yrWfu5XV
nGRP6XhQA
Yang diberikan kepada 8
responden, sebanyak 12,5
% sangat setuju, 25 %
setuju dan 62,5 % cukup
setuju.
B. Keterkaitan Penyebab Isu dengan Peran dan Kedudukan PNS
untuk Terwujudnya SMART Governance
Berdasarkan analisa diatas, maka rumusan isu prioritas adalah
Masih rendahnya pengetahuan pasien diabetes melitus dalam
penggunaan insulin di Poli RSUD Jati Padang. Masalah ini
disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut ;
1. Man
Kurang efektifnya informasi yang diberikan oleh petugas
Analisa keterkaitan dengan Managemen ASN:
Sebagai ASN kita dapat mengembangkan kompetensi dalam
memberikan informasi. Kita harus memahami dan memenuhi
kebutuhan masyarakat dengan memberikan informasi yang mudah
dipahami. Ini merupakan fungsi ASN sebagai pelayan publik.
Analisa keterkaitan dengan Smart ASN:
Kita sebagai ASN harus tetap berinovasi mengembangkan
kreativitas. Untuk mempermudah penyampaian informasi dalam
edukasi dapat menggunakan media digital.
2. Method
Belum ada alur tentang penggunaan insulin yang benar
Analisa keterkaitan dengan Managemen ASN:
Belum adanya alur tentang penggunaan insulin menjadi hambatan
dalam pemberian edukasi kepada pasien, kita sebagai ASN belum
20
secara optimal dalam menjalankan peran dan fungsi sebagai
pemberi pelayanan kesehatan yaitu memberikan edukasi, tidak ada
kepastian apakah langkah-langkah yang dilakukan saat melakukan
edukasi ke pasien sudah sesuai dengan alurnya atau belum. Hal ini
membuat kita sebagai ASN tdak dapat memberikan pelayanan ke
publik secara maksimal.
Analisa keterkaitan dengan Smart ASN:
Kita sebagai ASN harus terus meningkatkan kompetensi diri dalam
menjawab tantangan yang selalu berubah, diharapkan petugas
mampu membrikan edukasi menggunakan media digital.
3. Material
Belum adanya media edukasi secara digital
Analisa keterkaitan dengan Managemen ASN:
Pemberian edukasi yang diberikan secara lisan tanpa adanya
media akan membuat penyampaian informasi menjadi
membosankan dan tidak menarik untuk pasien, kita sebagai ASN
harus tetap memberikan pelayanan publik secara profesional dan
dapat mengembangkan kompetensi diri untuk terus berinovasi dan
bertindak proaktif dalam mencari solusi.
Analisa keterkaitan dengan Smart ASN:
Sebagai ASN kita harus tetap mengembangkan kreativitas, kita
bisa membuat media digital dalam upaya memberikan edukasi
kepada pasien agar informasi yang diberikan lebih mudah
dipahami.
4. Measurement
Tidak adanya evaluasi setelah dilakukanya edukasi
Analisa keterkaitan dengan Managemen ASN:
Dengan tidak adanya evaluasi setelah dilakukannya edukasi, hal ini
berkaitan dengan tugas dan peran ASN sebagai pemberi
pelayanan publik. Diharapkan agar petugas dapat melakukan
evaluasi untuk memastikan informasi tersampaikan dan dipahami
21
oleh pasien sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan.
Analisa keterkaitan dengan Smart ASN:
Sebagai ASN kita harus tetap mengembangkan kreativitas, kita
bisa membuat formulir checklist untuk bahan evaluasi.
5. Mother Nature
Ruang tunggu yang terlalu ramai menyebabkan informasi yang
disampaikan kurang maksimal
Analisa keterkaitan dengan Managemen ASN:
Ruang tunggu yang terlalu ramai menyebabkan informasi yang
disampaikan kurang maksimal, kita sebagai ASN harus tetap
memberikan pelayanan publik secara profesional dan dapat
mengembangkan kompetensi diri untuk terus berinovasi dan
bertindak proaktif dalam mencari solusi.
Analisa keterkaitan dengan Smart ASN:
Dalam pemberian edukasi menggunakan media digital akan
menjadi solusi dalam penyampaian informasi secara maksimal,
karena lebih menarik dan mudah dipahami.
6. Machine
kurangnya sarana yang mendukung untuk melakukan edukasi
Analisa keterkaitan dengan Managemen ASN:
Dengan adanya sarana yang mendukung dalam pelaksanaan
edukasi akan membuat informasi yang tersampaikan lebih cepat
dan mudah. Kita sebagai ASN harus tetap memberikan pelayanan
publik secara profesional, mencari solusi terbaik dalam
menyediakan sarana dalam melakukan edukasi.
Analisa keterkaitan dengan Smart ASN:
Sarana dalam pemberian edukasi menggunakan media digital
adalah salah satu solusi terbaik untuk meningkatkan kualitas
pelayanan.
22
Penyebab-penyebab isu di atas kemudian dianalisis Kembali
menggunakan fishbone. Berikut adalah penyebab-penyebab masalah
dari isu prioritas: Measurement: tidak Man: kurang
adanya evaluasi efektifnya informasi
Mother Nature: ruang tunggu setelah dilakukan yang diberikan oleh
yang terlalu ramai edukasi
menyebabkan informasi yang petugas
disampaikan kurang maksimal Material: belum
adanya media Masih rendahnya
Method: belum ada alur edukasi secara pengetahuan
tentang penggunaan digital
insulin yang benar pasien diabetes
tentang penggunaan melitus dalam
insulin penggunaan
e insulin di Poli
RSUD Jati Padang
Machine: kurangnya
sarana yang
mendukung untuk
melakukan edukasi
Dari beberapa penyebab masalah yang didapatkan dalam diagram
fishbone, dilakukan penapisan untuk memilih penyebab masalah
prioritas menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, dan
Growth) seperti yang tertera pada tabel di bawah ini.
Tabel 4. Analisis Penyebab Masalah Utama Dengan USG
No Penyebab Kriteria Peringkat
1 Kurang efektifnya informasi yang diberikan Total
oleh petugas U SG
2 Belum ada alur tentang penggunaan insulin 3 33 9 II
yang benar
3 23 8 III
3 Tidak adanya evaluasi setelah dilakukanya 2 23 7 IV
edukasi
4 Belum adanya media edukasi secara 3 4 4 13 I
digital
5 Ruang tunggu yang terlalu ramai
menyebabkan informasi yang disampaikan 2 22 6 V
kurang maksimal
6 kurangnya sarana yang mendukung untuk 2 21 5 VI
melakukan edukasi
https://drive.google.com/drive/folders/1gwAyKKBXifo4kR3ShSMkcGPMj7oywYCL?usp=sharing
Keterangan : Angka menggunakan skala lingkert 1-5
U : Urgency
S : Seriousness
G : Growth
23
C. Alternatif Pemecahan Masalah Sebagai Gagasan Kreatif
Penyakit Diabetes Melitus yang tidak ditangani dengan baik dan
tepat dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi pada organ
tubuh seperti mata, jantung, ginjal, pembuluh darah dan saraf yang
akan membahayakan jiwa dari penderita diabetes.
Setelah mendapat hasil analisis penyebab utama Masih
rendahnya pengetahuan pasien diabetes melitus dalam
penggunaan insulin di Poli RSUD Jati Padang maka gagasan kreatif
untuk menyelesaikan masalah tersebut menggunakan analisis tapisan
Mc. Namara yaitu:
Tabel 5. Analisis Penetapan Solusi Alternatif dengan Mc.Namara
Kriteria Total Rangking
No Solusi Alternatif Kontribusi Biaya Kelayakan
12 III
Membuat lembar
balik/leaflet tentang
1 cara penggunaan 543
insulin
Membuat buku
panduan edukasi
2 tentang cara 4 4 5 13 II
penggunaan insulin
Membuat media
3 digital cara 5 5 4 14 I
penggunaan insulin
Keterangan : 1 = sangat rendah ; 2 = rendah ; 3 = sedang ; 4 = tinggi ; 5 = sangat tinggi
Berdasarkan analisan tapisan Mc Namara untuk menentukan solusi
prioritas, maka gagasan penyelesaian isu yang terpilih adalah
Membuat media digital cara penggunaan insulin. Gagasan ini
sebagai pemecahan Isu yang akan dilanjutkan untuk menyusun
rancangan aktualisasi dan dapat memberikan kontribusi yang besar
dalam menyelesaikan isu “Masih rendahnya pengetahuan pasien
diabetes melitus dalam penggunaan insulin di Poli RSUD Jati
24
Padang”. Dengan menggunakan media edukasi digital ini, diharapkan
akan lebih menarik perhatian pasien, dan mudah dipahami. Selanjutnya
gagasan ini akan di sampaikan kepada petugas poli RSUD Jati Padang
dan pasien diabetes di RSUD Jati Padang selama aktualisasi.
25
BAB IV
RENCANA AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PNS
A. Rencana Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS
Berdasarkan hasil analisis isu menggunakan APKL, kemudian
melakukan analisis penyebab menggunakan USG dan menentukan
gagasan menggunakan tapisan Mc Namara, didapatkan gagasan yang
terpilih yaitu Pembuatan media digital cara penggunaan insulin
karena media edukasi ini lebih menarik perhatian pasien, dan mudah
dipahami. Adapun kegiatan dan tahapan kegiatan dalam penyusunan
rancangan aktualisasi ini adalah sebagai berikut :
1. Persetujuan kepada mentor tentang rencana pembuatan media
digital cara penggunaan insulin
a. Melakukan konsultasi tentang isu prioritas dan gagasan kreatif
kepada mentor
b. Mencari referensi tentang cara edukasi melalui media digital
c. Menyusun draft rencana pembuatan media digital cara
penggunaan insulin
d. Merevisi draft rencana pembuatan media digital cara
penggunaan insulin sesuai dengan arahan mentor
e. Meminta persetujuan mentor terkait gagasan kreatif yang akan
dibuat
2. Pelaksanaan asesmen pengetahuan cara penggunaan insulin
pada pasien diabetes melitus
a. Melakukan diskusi dengan rekan poli mengenai rencana
asesmen pengetahuan cara penggunaan insulin pada pasien
diabetes melitus
b. Merumuskan pertanyaan-pertanyaan untuk mengkaji tingkat
pengetahuan cara penggunaan insulin pada pasien diabetes
melitus
26
c. Membuat link dan input pertanyaan ke dalam google form
sebagai bahan untuk evaluasi tingkat pengetahuan pasien
terhadap penggunaan insulin
d. Menyebar dan mengkonfirmasi link google form via whatsapp
e. Melakukan rekapitulasi data hasil pengetahuan pasien
f. Menganalisis hasil evaluasi pengetahuan penggunaan insulin
pada pasien diabetes melitus
3. Pembuatan media digital tentang cara penggunaan insulin pada
pasien diabetes melitus
a. Menyusun materi cara penggunaan insulin pada pasien
diabetes melitus
b. Membuat design media digital
c. Melakukan diskusi dengan petugas IT
d. Melakukan diskusi dengan rekan poli tentang media digital
yang sudah dibuat
e. Melakukan konsultasi media digital tentang cara penggunaan
insulin kepada mentor
4. Persiapan kegiatan edukasi cara penggunaan insulin pada pasien
diabetes melitus dengan media digital
a. Melakukan kolaborasi dengan rekan poli untuk persiapan
kegiatan edukasi menggunakan media digital
b. Menyusun materi pre test, post test tentang cara penggunaan
insulin pada pasien diabetes melitus dan formulir checklist
penggunaan insulin
c. Membuat dan menyebarkan link dan soal pre test tentang cara
penggunaan insulin pada pasien diabetes melitus
d. Mencetak link barcode dan menempatkannya di meja perawat
e. Menyiapkan daftar hadir untuk pasien diabetes melitus
f. Konsultasi dengan mentor mengenai edukasi cara
penggunaan insulin pada pasien diabetes melitus
27
5. Pelaksanaan edukasi cara penggunaan insulin pada pasien
diabetes melitus dengan media digital di meja perawat Poli RSUD
Jati Padang
a. Melakukan koordinasi dengan petugas poli untuk kegiatan
edukasi media digital cara penggunaan insulin pada pasien
diabetes
b. Melakukan edukasi media digital cara penggunaan insulin
pada pasien diabetes melitus dan menjelaskan cara pengisian
formulir checklist
c. Melakukan post test dan membagikan formulir checklist
d. Melakukan dokumentasi kegiatan (rekapitulasi pre dan post
test, notulen, foto kegiatan edukasi)
e. Membuat laporan edukasi
f. Melaporkan kegiatan edukasi kepada mentor
g. Merevisi dan menandatangani laporan kegiatan edukasi
6. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaporan kepada mentor
a. Memantau pengisian formulir cheklist melalui whatsapp
dengan pasien DM
b. Menganalisis hasil pre test dan post test serta pengisian
formular checklist sebagai bahan evaluasi edukasi cara
penggunaan insulin dengan media digital
c. Membuat video testimoni tentang penggunaan insulin
d. Menyusun laporan hasil monitoring dan evaluasi kegiatan
e. Melaporkan hasil monitoring dan evaluasi kepada mentor
28
Tabel 6. Ranc
No. Kegiatan/Tahapan Output/hasil Keterkaita
kegiatan Nilai
12 3
Kegiatan 1 : Persetujuan kepada mentor tentang rencana pembu
Output Kegiatan : Tertandatanganinya lembar persetujuan ment
1.1 Melakukan konsultasi Lembar persetujuan Berorienta
tentang isu prioritas isu prioritas dan Saya akan
dan gagasan kreatif gagasan kreatif memberika
kepada mentor prima demi
masyarakat
melakukan
henti dalam
konsultasi t
prioritas da
kepada me
bahasa yan
dan sopan.
saya lakuka
responsif.
Akuntabel
Saya akan
jawab atas
yang diberik
melaksanak
dengan juju
bertanggun
disiplin dan
tinggi dalam
konsultasi t
prioritas da
kepada. Tin
cangan Aktualisasi
an dengan Nilai- Konstribusi terhadap Penguatan Nilai
Dasar PNS Visi-Misi Organisasi Organisasi
4 56
uatan media digital cara penggunaan insulin
tor tentang rencana pembuatan media digital cara penggunaan insulin
asi Pelayanan Kegiatan persetujuan Kegiatan persetujuan
berkomitmen mentor tentang rencana mentor tentang rencana
an pelayanan pembuatan media pembuatan media digital
i kepuasan digital cara penggunaan cara penggunaan insulin
t. Saya akan insulin. Ini mendukung telah memberikan
perbaikan tiada visi Pemprov DKI penguatan terhadap Nilai
m melaksanakan Jakarata yaitu Jakarta Budaya Kerja DKI yaitu:
tentang isu kota maju, lestasri dan
an gagasan kreatif berbudaya yang Kolaboratif.
entor dengan tutur warganya terlibat dalam Karena dalam
ng baik, ramah, mewujudkan menyampaikan rencana
. Tindakan yang keberadaan, keadilan, pembuatan media digital
an adalah sikap dan kesejahteraan cara penggunaan insulin
bagia semua kepada mentor sudah
berkoordinasi dengan
Kegiatan persetujuan rekan kerja untuk tujuan
bertanggung mentor tentang rencana menyelesaikan isu yang
kepercayaan pembuatan media ada.
kan. Saya akan digital cara penggunaan
kan tugas insulin. Ini mendukung Akuntabel.
ur, Misi Pemprov DKI Karena dalam
ngjawab, cermat, Jakarta yang ke-3 yaitu menyampaikan rencana
n berintegritas menjadikan Jakarta pembuatan media digital
m melakukan tempat wahana aparatur cara penggunaan insulin
tetang isu negara yang berkarya, kepada mentor akan
an gagasan kreatif mengabdi, melayani, mendapatkan arahan dari
ndakan yang serta menyelesaikan mentor untuk dapat
29
No. Kegiatan/Tahapan Output/hasil Keterkaita
kegiatan Nilai
saya lakuka
dapat dipe
Kompeten
Saya akan
mengemba
kapabilitas
meningkatk
diri untuk m
tantangan y
berubah. Sa
melakukan
tentang isu
gagasan kr
mentor untu
tugas aktua
yang saya l
melakukan
Harmonis
Saya akan
mengharga
Saya akan
konsultasi t
prioritas da
kepada me
mengharga
pendapat y
dikemukaka
menyela pe
mentor keti
berbicara. T
an dengan Nilai- Konstribusi terhadap Penguatan Nilai
Dasar PNS Visi-Misi Organisasi Organisasi
an adalah sikap berbagai permasalahan
ercaya. kota dan warga, secara melaksanakan pekerjaan
efektif, meritokratis dan secara tuntas dan dapat
terus belajar dan berintegritas. dipertanggung jawabkan
angkan sesuai dengan target.
untuk Inovatif.
kan kompetensi Karena dalam
menjawab menyampaikan rencana
yang selalu pembuatan media digital
aya akan cara penggunaan insulin
konsultasi kepada mentor akan
menciptakangagasan
prioritas dan pembaharuan untuk
reatif kepada meningkatkan mutu
uk melaksanakan layanan melalui evaluasi,
alisasi. Tindakan pemecahan masalah dan
lakukan perbaikan secara terus
menerus.
kinerja terbaik.
saling peduli dan
ai perbedaan.
melakukan
tentang isu
an gagasan kreatif
entor. Saya akan
ai perbedaan
yang
an dan tidak
embicaraan
ika sedang
Tindakan yang
30
No. Kegiatan/Tahapan Output/hasil Keterkaita
kegiatan Nilai
1.2 Mencari referensi Kumpulan jurnal saya lakuka
tentang cara edukasi tentang cara edukasi mengharga
melalui media digital melalui media digital
Loyal
Saya akan
mengutama
bangsa dan
akan menja
sesama AS
Instansi, da
melakukan
tentang isu
gagasan kr
mentor. Tin
lakukan ada
komitmen.
Kolaborati
Saya akan
kerjasama y
Saya akan
bekerjasam
menghasilk
saat melaku
tentang isu
gagasan kr
mentor. Tin
lakukan ada
kesediaan
Kompeten
Saya akan
mengemba
an dengan Nilai- Konstribusi terhadap Penguatan Nilai
Dasar PNS Visi-Misi Organisasi Organisasi
an adalah
ai perbedaan.
dedikasi
akan kepentingan
n negara. Saya
aga nama baik
SN, Pimpinan,
an Negara saat
konsultasi
prioritas dan
reatif kepada
ndakan yang saya
alah sikap
.
if
membangun
yang sinergis.
terbuka dalam
ma untuk
kan nilai tambah
ukan konsultasi
prioritas dan
reatif kepada
ndakan yang saya
alah sikap
kerjasama.
terus belajar dan
angkan
31