The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kisah Pengantar Tidur Islam-Putri Rahmadani Harahap

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Putri Rahmadani, 2023-05-19 09:11:11

Kisah Pengantar Tidur Islam-Putri Rahmadani Harahap

Kisah Pengantar Tidur Islam-Putri Rahmadani Harahap

Kisah Pengantar Tidur Islam Putri Rahmadani Harahap NIM:1223311026


1. KUNJUNGAN KE SURGA uatu kali saya dijemput dua orang," kata Nabi Muhammad saw., menceritakan mimpinya. "Kami pergi berjalan-jalan hingga tiba di sebuah kebun yang sangat luas. Kebun itu begitu indah. Saya belum pernah melihatnya." "Kami masuk dan menemukan sebuah kota yang bangunannya terbuat dari batu bata emas dan batu bata perak. Kami juga bertemu dengan orang-orang yang sebagian tubuhnya sangat bagus dan sebagian lagi sangat buruk," lanjut Nabi Muhammad saw. "Kedua orang tadi menyuruh orang-orang itu untuk masuk ke dalam sungai yang lebar. Air sungai itu putih, seperti susu," kata Nabi Muhammad saw., "Setelah keluar dari sungai itu, orang-orang tadi berubah. Tubuh mereka bagus-bagus, tidak ada bagian yang buruk." "Belakangan, aku diberi tahu bahwa tempat yang kudatangi itu adalah surga 'Adn. Tapi saat itu, saya belum boleh tinggal di sana," tutup Nabi Muhammad saw.


2. KECIL DAN TETAP otak sumbangan lewat ketika Habil dan Akbar sedang mendengarkan khotbah. Akbar uang yang telah disiapkan dari rumah. Kemudian Akbar mendorong kotak itu ke depan Habil. Habil mendorong kotak sumbangan itu ke jemaah yang di sebelahnya, "Tumben," bisik Akbar. "Ribet kalau sedekah tiap ke masjid," jawab Habil, berbisik pula. "Tapi sedekah itu amalan yang bagus." "Memang." Habil membetulkan posisi duduknya. Ia menatap lurus ke penceramah. "Trus?" "Uang sedekah selama satu bulan aku kumpulkan. Jadi jumlahnya banyak. Lalu kumasukkan ke kotak sumbangan di awal bulan," jelas Habil. Akbar menggangguk-angguk dan melihat ke mimbar. Tiba-tiba la menoleh dan mencolek paha Habil. "Bukankah yang bagus itu amalan yang dilakukan secara tetap walaupun sedikit?" "Eh, iya." Habil menggaruk kepalanya.


3. BANGSAWAN MENCURI Orang Quraisy sedang bingung. Salah satu perempuan dari suku Makhzum, keturunan tokoh penting Quraisy, ketahuan mencuri. "Siapa yang berani menyampaikan kepada Rasulullah saw., supaya perempuan itu tidak usah dihukum?" tanya mereka. Semua takut untuk menyampaikan permintaan itu kepada Rasulullah saw., tapi Usamah berani menyampaikannya. "Apakah kamu hendak menolong supaya perempuan itu bebas dari hukuman Allah?" tonya Rasulullah saw., setelah mendengar permintaan Usamah. Kemudian Rasulullah saw., berdiri. "Orang-orang sebelum kamu menjadi sesat. Ini terjadi karena ketika bangsawan mencuri, mereka tidak dihukum. Tetapi kalau rakyat biasa mencuri, mereka dihukum," beliau berkata. "Demi Allah! Seandainya Fatimah, anak saya mencuri, ia pun akan dihukum."


4. MUKA CAHAYA BULAN Kalini, Habil dan Akbar solat Jumat di masjid terbesar di kotanya. Mereka ingin merasakan ibadah bersama ratusan umat muslim lainnya. Selesai salat, mereka berdiri di bawah pohon. Keduanya menghadap pintu utama masjid, melihat jemaah keluar dari masjid. "Banyaknya," kata Habil. "Sampai merinding melihat umat segini banyak." Habil mengelus bulu-bulu halus di kedua tangannya. "Apa semua akan masuk surga?" tanya Akbar. Matanya tidak lepas dari kerumunan orang yang keluar masjid. Habil mengangkat bahu. "Rasul pernah bersabda..." Habil tidak menyelesaikan kalimatnya. "Apa?" "Sebentar, aku lupa-lupa ingat." Kening Habil berkerut. "Aku sekarang ingat," kata Habil. "Rasul bersabda. Tujuh puluh ribu atau tujuh ratus ribu umat Rasul akan masuk surga tanpa dihisab. Mereka masuk berturut-turut. Muka mereka seperti cahaya bulan purnama." "Moga-moga kita termasuk kelompok itu," kata Akbar pelan. "Aamiin."


5. CEPAT BAYAR arah dan Fitri berdiri di depan pagar rumah yang sangat besar. Pintu pagar itu terbuka sehingga tampak taman yang sangat indah. Bunga mawar aneka warna tumbuh di tengah-tengah taman. Di dekatnya tergantung pohon-pohon anggrek yang juga sedang berbunga. Semua cantik. Di garasi, ada beberapa orang yang sedang menaikkan karung-karung ke mobil. "Apa isi karung itu?" bisik Sarah. "Beras," jawab Fitri. Sarah memegang siku Fitri. "Kok kamu tahu?" "Setiap awal Ramadhan, pemilik rumah ini mengirimkan beras dan lain-lain ke panti-panti asuhan," jelas Fitri. "Zakat?" "Mungkin," jawab Fitri. "Sepertinya ia ingin segera membayar zakat, seperti pesan Rasul."


6. KELAPARAN ada suatu masa, banyak orang kehabisan bahan makanan. Tidak ada satu pun bahan menyembelih unta mereka. Rasulullah saw., mengizinkan. "Bagaimana jika untamu habis?" tanya Umar ketika bertemu mereka. Mereka tidak bisa menjawab. Lalu mereka menanyakan hal itu kepada Rasulullah saw. "Kumpulkan kelebihan makanan dari orang-orang," jawab Rasulullah saw. Orang-orang berdatangan membawa kelebihan makanan yang mereka punya. Semua makanan itu diletakkan di atas tikar. Rasulullah saw., berdiri dan berdoa. Kemudian beliau meminta orang-orang mengambil makanan yang ada di atas tikar. Dan makanan itu cukup untuk semua orang.


7. JUAL MANGGA kbar menengadah, memperhatikan buah mangga muda yang bergelantungan di pohon. Ada lebih dari tiga puluh buah. Pada pohon mangga yang lain, ia melihat bunga-bunga mangga, hampir di setiap pucuk dahan. "Hmmm, banyaknya...." gumam Akbar. "Bar!" panggil seseorang. Akbar menoleh ke asal suara dan melihat Habil berdiri di luar pagar. "Ayo, masuk." Akbar membukakan pintu pagar. "Aku lagi menghitung buah mangga. Banyak nih." Habil melihat bunga bakal buah mangga dan buah mangga yang bergelantungan. Sayangnya, belum ada yang masak. "Besok, aku sekeluarga mau pergi lama. Mangga-mangga ini bakal jatuh aja." Akbar menunjuk ke mangga di pohon. "Eh, kamu mau beli? Nanti kamu petik setelah mangganya masak." Habil melihat Akbar dengan pandangan bingung. "Lho?" "Kenapa?" "Kan Rasul melarang menjual buah-buahan sebelum masak," jelas Habil. "Astagfirullah," seru Akbar. "Aku lupa."


8. PILIH ORANG YANG TEPAT abil, Akbar dan teman-teman lain sekelas berdebar-debar menunggu penghitungan pemilihan ketua kelas. Ada tiga calon yang diajukan, Ervan, Fero dan Ganjar. Ketiganya sama-sama bersemangat untuk menjadi ketua kelas. Ervan sering datang ke sekolah dua menit menjelang bel masuk berbunyi. Ia pintar dan dikenal sebagai teman yang senang membantu. Ia tidak segan-segan membantu temanteman dalam menjelaskan pelajaran. Fero terkenal di seluruh sekolah karena ia bintang iklan. Ia sering tidak masuk sekolah untuk syuting iklan pada saat jam-jam pelajaran. Ia juga tidak begitu mengenal teman-teman sekelas. Ganjar, meskipun pintar, sering tertidur di kelas. Sama seperti Fero, ia juga sering tidak masuk karena mengikuti pertandingan futsal. Hampir sebulan sekali ia pergi keluar kota untuk pertandingan futsal di luar kota. "Mudah-mudahan jagoanku yang terpilih," kata Akbar pelan, "Tugas ketua kelas harus diberikan pada orang yang tepat. Kalau tidak, kelas ini bisa kacau," kata Habil. PEMILIHAN KETUA KELAS "Siapa jagoanmu?" bisik Akbar. Habil hanya diam.


9. GAMBAR PADA BANTAL A isyah tertarik untuk membeli satu bantal kecil yang bergambar. Bantal itu akan diberikan kepada suaminya, Rasulullah saw. Ketika melihat bantal itu, Rasulullah saw., hanya berdiri di pintu. Beliau tidak jadi masuk. Wajah Rasulullah saw., menunjukkan rasa tidak suka pada gambar-gambar di bantal. Mengetahui itu, 'Aisyah kaget. "Ya, Rasulullah. Aku mohon ampun kepada Allah," kata 'Aisyah. "Apa kesalahanku?" alasannya "Untuk apa bantal itu?" "Bantal itu untuk Rasulullah duduk dan bersandar," 'Aisyah menjelaskan membeli bantal itu. "Pemilik gambar-gambar seperti itu akan disiksa di hari kiamat. Ia akan diminta menghidupkan yang mereka buat," kata Rasulullah saw. "Sesungguhnya, malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada gambar-gambar seperti itu."


10. BACAAN MALAIKAT Se etelah salat berjemaah di masjid, Habil dan Akbar pulang bersama-sama. "Kamu tadi lihat anak yang salat di sampingku?" tanya Habil. "Iya, kenapa?" tanya Akbar. "Aku heran aja. Kok dia baca 'Aamiin'-nya setelah yang lain selesai bilang Aamiin," kata Habil. "Jadi suara anak itu terdengar sendiri." "Apa emang gitu seharusnya?" "Menurutku, jadi mengganggu imam ketika akan baca surat pendek." Akbar menggangguk-angguk. Keduanya terus berjalan. Tiba-tiba Akbar mencolek tangan Habil. "Aku ingat yang Rasul pernah bilang. Jika kita salat berjemaah dan baca Aamiin bertepatan dengan bacaan malaikat, kesalahan-kesalahan kita yang dulu-dulu diampuni." "Itu aku juga tahu," kata Habil. "Tapi, sebenarnya kapan malaikat baca Aamiin?" Akbar mengangkat bahu.


Kuasailah semua buku, tapi jangan biarkan buku menguasai Anda. Membacalah untuk hidup, bukan hidup untuk membaca.


Kisah Pengantar Tidur Islam Putri Rahmadani Harahap


Click to View FlipBook Version