HAKIKAT MENCINTAI ALLAH SWT., KHAUF, RAJA’ , DAN TAWAKKAL KEPADA-NYA Kelompok 4
Hakikat Mencintai Allah SWT Cinta adalah perasaan yang suci dan lembut berupa rasa kasih sayang. Tingkatan cinta tertinggi dan hakiki adalah cinta kepada Allah SWT Cinta kepada Allah SWT (mahabbatullah) berarti menempatkan Allah SWT dalam hati sanubari.Cinta merupakan unsur terpenting dalam ibadah, di samping khauf (takut) dan raja’ (berharap).
َمُنْٓوا َاَشُّد ٰا ِذْيَن َّل ِّب ِهّٰللاۗ َوا ْوَنُهْم َك ُح ُّب ِح َداًدا ُّي َاْن َّتِخُذ ِمْن ُدْوِن ِهّٰللا َّي َوِمَن الَّناِس َمْن ِه َجِمْيًعاۙ َّوَاَّن َهّٰللا َشِدْيُد ّٰل ُقَّوَة ِل ْل َاَّن ا َعَذا َۙب ْل ِذْيَن َظَلُمْٓوا ِاْذ َي َرْوَن ا َّل ْو َي َرى ا ِهۙ َوَل ِّلّٰل ُحًّب ا Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan .165 بِذاَعَ ْل ا selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya .(niscaya mereka menyesal) Firman Allah SWT dalam Q.S Al-Baqarah/2:165
tanda-tanda bahwa seseorang mencintai Allah Swt. yaitu: 1 2 3 4 5 Mencintai Rasulullah Saw. Mencintai Al-Qur ` an. Menjauhi perbuatan dosa. Mendahulukan perkara yang dicintai oleh Allah Swt. Tak gentar menghadapi hinaan.
ۡرَضَعۡت َرۡوَنَها َتۡذَهُل ُكُّل ُمۡرِضَعٍة َعَّمۤا َا الَّساَعِة َشۡىٌء َعِظۡيٌم) ١َ ) يۡوَم َت َزَل َة ۡل ِاَّن َز َّب ُك ۚۡم ُقۡوا َر َّت َها الَّناُس ا ُّي ٰۤيـَا َرۡوَنَها َتۡذَهُل ُكُّل ُمۡرِضَعٍة ـِكَّن َيۡوَم َت ٰل َرى الَّناَس ُسٰكٰرى َوَما ُهۡم ِبُسٰكٰرى َو َها َوَت َوَتَضُع ُكُّل َذاِت َحۡمٍل َحۡمَل ٌد ۡي ـِكَّن َعَذاَب ِهّٰللا َشِد ٰل َرى الَّناَس ُسٰكٰرى َوَما ُهۡم ِبُسٰكٰرى َو َها َوَت ۡرَضَعۡت َوَتَضُع ُكُّل َذاِت َحۡمٍل َحۡمَل َعَّمۤا َا ٢ Hakikat Takut kepada Allah Swt. (Khauf) Rasa takut merupakan sifat orang bertaqwa, sekaligus merupakan bukti iman kepada Allah Swt serta merupakan perintah Allah Swt. Q.S Al-Hajj/22 : 1-2 Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (guncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras.
1 2 3 Ada beberapa istilah yang perlu dihafalkan yaitu: 4 Ar-rahbu merupakan padanan kata (sinonim) dari kata al-khaufu. Al-khaufu artinya rasa takut, sedih dan gelisah ketika terjadi sesuatu yang tidak disenangi. Al-huznu adalah rasa sedih dan gelisah yang disebabkan oleh hilangnya sesuatu yang bermanfaat atau mendapatkan musibah. Al-khasyatu adalah rasa takut yang diiringi dengan pengagungan atas sesuatu yang ditakuti tersebut.
Kata Khauf secara etimologis berarti takut, khawatir, atau tidak merasa aman. Sebagaimana yang di tuang dalam surat As-Sajdah/32:16 berikut ini : ُۙم ِحْي ُز الَّر َع ِزْي ْل َغْيِب َوالَّشَهاَدِة ا ْل ٰذِلَك ٰعِلُم ا Yang demikian itu, ialah Tuhan yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang ( Q.S AsSajdah/32:6 )
Tanda tanda seseorang takut kepada Allah Swt menurut Abu Laits as-Samarqandi yaitu: 1 2 3 4 5 6 Tampak dari ketaatannya kepada Allah Swt. Menjaga lisan dari perkataan dusta Menghindari iri dan dengki Menjaga pandangan dari kemaksiatan Menjauhi makanan haram Menjaga kaki dan kedua tangan dari sesuatu yang haram
Hakikat berharap kepada Allah Swt. (Raja’) ٍتۗ َوُهَو الَّسِمْيُع َجَل ِهّٰللا ٰاَل َا ِاَّن َف َء ِهّٰللا ْوا ِلَقۤا ُج ْر َي َمْن َكاَن َعِلْيُم ْل ا Barangsiapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah pasti datang. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. ( Q.S AlAnkabut/29:5 ) Secara etimologis, raja’ berarti mengharap sesuatu atau tidak putus asa, hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. dalam Q.S. al-‘Ankabut/29: 5 berikut ini:
S E S E O R A N G Y A N G P U T U S A S A A T A S R A H M A T A LL A H S W T . D I K A T E G O R I K A N S E B A G A I O R A N G S E S A T , S E B A G A I M A N A FI R M A N A LL A H S W T . ٰقِنِطۡيَن ٥٥ ۡل ۡن ِّمَن ا َت ُك اَل َف َحـِّق ۡل َك ِبا ٰن ۡوا َبَّشۡر ُل ا َق (Mereka) menjawab, "Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah engkau termasuk orang yang berputus asa!" ۡوَن ٥٦ ٖۤه ِااَّل الَّضٓاُّل ِّب َّيۡقَنُط ِمۡن َّرۡحَمِة َر اَل َوَمۡن َق Dia (Ibrahim) berkata, "Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang yang sesat."
Hakikat Tawakal Kepada Allah Swt. Secara bahasa, tawakal berarti memasrahkan, menanggungkan sesuatu, mewakilkan atau menyerahkan. Secara istilah, tawakal artinya menyerahkan segala permasalahan kepada Allah Swt. setelah melakukan usaha sekuat tenaga. firman Allah Swt. dalam Q.S. ar-Ra’d/13: 30 berikut ini: ْيَك َوُهْم َل ْوَحْيَنٓا ِا ِذ ْٓي َا َّل ْيِهُم ا َل َع ۟ا َو ُل َتْت ِّل َمٌم ُا ْبِلَهٓا َق ْت ِمْن َل ْد َخ َق َّمٍة ٰنَك ِف ْٓي ُا ْل ْرَس َا ٰذِلَك َك ْيِه َمَتاِب ٣٠ َل ُت َوِا َّكْل َو َت ْيِه َل َع َۚو َه ِااَّل ُه ٰل ْي ٓاَل ِا ِّب ْل ُهَو َر ُق ِۗن الَّرْحٰم ِب ُفُرْوَن ْك َي Seperti (pengutusan para rasul sebelummu) itulah, Kami (juga) mengutusmu (Nabi Muhammad) kepada suatu umat yang sungguh sebelumnya telah berlalu beberapa umat agar engkau bacakan kepada mereka (Al-Qur’an) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka ingkar kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. Katakanlah, “Dia Tuhanku, tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku bertobat.”
Thank you