KURIKULUM PAUD DI KORSEL
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Kurikulum Mancanegara
Disusun oleh:
FIRMAN PRIYO SUHASTO - NIM: 21204032020
NUR CAHYATI NGAISAH – NIM: 21204032023
PROGRAM STUDI PASCA SARJANA PIAUD
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIV ISLAM NEGRI SUNAN KALI JAGA YOGYAKARTA
2022
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemerintahan korea mempercayai bahwa kemajuan dan berkembangnya bangsa
dimasa yang akan datang sangat ditentukan oleh anak usia dini sekarang. Anak akan
menjadi generasi yang meneruskan pemerintahan dan kekuasaan bangsa sehingga
pentingnya pendidikan dimulai sedini mungkin.namun pendidikan prasekolah di Korea
Selatan tidak diwajibkan. Anak diberi kebebasan untuk belajar melalui bermain dimana
saja tidak harus di sekolahan. Pada tahun 2012 pemerintahan Korea melakukan perubahan
besar pada sistem pendidikan terutama di bidang PAUD. Korea fokus pada
mempersiapkan dan menseleksi SDM untuk menjadi guru profesional dengan
mengfasilitasi jaminan kesehatan,keselamatan kerja, dan pensiunan ( 62 tahun) sehingga
guru menjadi profesi yang dijamin kesejahteraannya oleh pemerintah. Dalam PAUD
Korea diterapkannya kurikulum nasional untuk bidang PAUD yang diberi nama NURI
kurikulum.
Lembaga PAUD sangat dibutuhkan di Korea salah satunya banyak orang tua yang
menghabiskan waktunya untuk bekerja, sebagian besar seorang ibu di Korea juga
memilih bekerja. Sehingga orang tua mencari pendidikan untuk anaknya sedini mungkin,
dan orang tua yang memiliki pendidikan yang tinggi menyebabkan mereka sangat
memperhatikan pendidikan anaknya sehingga berpotensi untuk menyiapkan anak sejak
dini agar menjadi sukses diperkembangan selanjutnya. selain itu juga membentuk
kemandirian anak dan tidak tergantung pada orang tua.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana terkait sistem pendidikan yang ada di korea selatan
2. Bagaimana sistem kurikulum PAUD yang diterapkan korea selatan
3. Bagaimana sistem pembelajaran yang diterapkan oleh korea selatan ditingkat PAUD
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui sistem pendidikan yang ada di korea selatan.
2. Untuk mengetahui terkait kurikulum yang diterapkan korea selatan ditingkat PAUD
3. Untuk mengetahui sistem pembelajaran yang di terapkan korea selatan di tingkat
PAUD
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sistem Pendidikan Anak Usia Dini di Korea
Lembaga pendidikan di Korea baik sekolah negeri atau swasta memiliki program
kualitas yang sama. Yang fokus pada aktivitas yang mengajarkan tentang kemandirian,
kreatifitas dan bersosialisasi serta mengerjakan norma dan perilaku dan dibiasakan untuk
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehinga Sistem Pendidikan di Korea menjadi
salah satu sistem pendidikan terbaik di dunia dan sering dijadikan pedoman pendidikan di
negara Asia.
Pendidikan PAUD di Korea dimulai dari usia 0-5 tahun untuk masa prasekolah dan
taman kanak-kanak. Pemerintah memberi subsidi penuh untuk PAUD negeri sedangkan
untuk swasta hanya 80% namun itu terhitung termasuk nominal yang tinggi. Untuk
sekolah taman kanak-kanak "Youchiwon" dimulai usia 3 tahun hingga 6 tahun, kapan
saja boleh masuk sekolah ini asal sudah mencukupi usiannya. Sebenarnya ada juga usia 2
tahun tapi sekolah ini berseling sehari sekolah dan sehari tidak, hanya beberapa jam saja
ini hanya milik swasta. Pra sekolah ada yang milik negara dan swasta. Untuk pra sekolah
swasta pemerintah tetap membantu, mengawasi dan memperhatikan sepenuhnya
pengolahan sekolah-sekolah Taman Kanak-Kanak1.
Hal yang sangat mempengaruhi besarnya pertumbuhan ekonomi di korea Selatan
selain investasi pemerintah di bidang pendidikan, adalah kebijakan pemerintah terutama
mengenai ekonomi yang mendukung tumbuhnya industri. Industri tersebut kemudian
menjadi mesin ekonomi yang efektif karena perkembangannya disesuaikan dengan
ketersediaan tenaga kerja yang dihasilkan oleh sistem pendidikan.
Metode pembelajaran di PAUD Korea tidak jauh beda dengan prinsip pembelajaran
yang ada di Indonesia antara lain seperti konsep bermain sambil belajar,anak diberi
kebebasan untuk menentukan atau memilih kegiatan yang sesuai dengan minat dan
bakatnya. Selain itu juga anak diberi pengalaman agar memiliki keterampilan dasar dalam
menjalani kehidupan sehari-hari. Dan pembelajaran mengandung bahan ajar yang sesuai
dengan tema sehingga dalam pembelajaran siswa dituntut untuk aktif. Untuk menarik
agar anak bersemangat mengikuti kegiatan,maka pembelajaran tidak hanya dilakukan di
1Ahn, J. H. (2011). Analysis of changes in female education in Korea from an education - Labor market
perspective. Asian Women, 27(2), 113–139
dalam kelas tetapi juga di luar ruangan. Pembelajaran dilakukan secara individu ataupun
kelompok.2
B. Kurikulum PAUD di Korea
Kurikulum dijadikan acuan dalam proses kegiatan pembelajaran disetiap lembaga
pendidikan yang di buat oleh pemerintah. Kurikulum untuk PAUD di Korea dinamakan
NURI kurikulum yang dalam bahasa Korea berarti dunia, artinya bahwa harapan setiap
anak berhak untuk mendapatkan kebahagiaan sehingga dapat meraih harapan dan
impiannya. NURI kurikulum adalah penggabungan dari kurikulum nasional TK dan
kurikulum nasional childcare.
Dalam NURI kurikulum tidak mengembangkan atau mengajarkan dalam bidang
keagamaan, namun lebih fokus dalam pegembangan terhadap 5 aspek perkembangan
anak antara lain yaitu olahraga, komunikasi, seni, bermain dan berbaur dengan alam.
Metode yang digunakan dalam kurikulum NURI yaitu belajar sambil bermain. Dan
kurikulum ini disusun oleh pemerintah dalam bentuk buku yang berisi kegiatan dan
panduan belajar untuk 1 tahun ajaran.
Disisi lain NURI mempunyai karakteristik standard pencapaian didalam
kurikulumnya diantaranya yaitu mengembangkan kemampuan fisik dan gaya hidup sehat
serta dapat menghargai diri sendiri dan orang lain dan mampu untuk bekerja sama serta
menstimulasi didalam minat bakat dan kreativitas sehingga mereka mempunyai
pengalaman dalam bidang seni dan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu serta
mempunyai sikap saintifik dalam kehidupannya. Serta tujuan didalam kurikulumnya yaitu
untuk meningkatkan komunikasi dengan orang lain dan meningkatkan kemampuan diri
sehingga dapat berkolaborasi dengan orang lain dan menstimulasi anak sehingga tertarik
dengan keindahan dan kreativitas dalam seni.
C. Pembelajaran di PAUD Korea
Taman Kanak-Kanak Soelsaesol menjadi salah satu lembaga Taman Kanak-Kanak
terbesar di Korea yang memiliki murid sekitar 200 siswa. Pengaturan kelasterbagi
menjadi beberapa area yaitu blok area, sains area, buku area, art area, bermain peran area,
dan musik area. Khusus area musik diletakan di luar ruangan dengan alasan agar suara
2Hultberg, P., Calonge, D. S., & Kim, S. H. (2017). Education policy in South Korea: A contemporary
model of human capital accumulation? Cogent Economics and Finance, 5(1).
https://doi.org/10.1080/23322039.2017.138980
alat musik yang keras tidak mengganggu anak-anak lain yang sedang bermain bermain di
area yang lain.
Ada 5 program life skill atau kecakapan hidup yang anak kerjakan yaitu bermain
sambil belajar, bermain dengan alam,bermain dengan teman, berdiskusi, dan dapat hidup
berdampingan dengan orang lain. Pembelajaran yang dilakukan di taman kanak-kanak
cenderung tidak memberi anak tugas pekerjaan rumah, tidak mengajarkan bahasa iggris,
tidak mengajarkan membaca, menulis dan berhitung secara khusus. Akan tetapi
pembelajaran terfokus pada minat yang disukai oleh anak. Target capaian dan tujuan
pendidikan antara lain mengajarkan anak 0-3 tahun saling percaya diri, saling
menghargai, demokrasi dan bersosialisasi, sehingga diharapkan dapat tumbuh dan
berkembang sesuai aspek perkembangannya.3
3Lim, S. J. (2018). The Development Of Education In South Korea (Analysis on the Basis of
Relationships Between Higher Education Development and Economic Growth). California State Polytechnic
University, Pomona
BAB III
PENUTUP
Korea menggunakan kurikulum ditingkat PAUD dengan sebutan NURI yang artinya
bahwa harapan setiap anak berhak untuk mendapatkan kebahagiaan sehingga dapat
meraih harapan dan impiannya. Dalam NURI kurikulum tidak mengembangkan atau
mengajarkan dalam bidang keagamaan, namun lebih fokus dalam pegembangan terhadap
5 aspek perkembangan anak antara lain yaitu olahraga, komunikasi, seni, bermain dan
berbaur dengan alam. Metode yang digunakan dalam kurikulum NURI yaitu belajar
sambil bermain. Dan kurikulum ini disusun oleh pemerintah dalam bentuk buku yang
berisi kegiatan dan panduan belajar untuk 1 tahun ajaran. Dan ada 5 program life skill
atau kecakapan hidup yang anak kerjakan yaitu bermain sambil belajar, bermain dengan
alam,bermain dengan teman, berdiskusi, dan dapat hidup berdampingan dengan orang
lain. Pembelajaran yang dilakukan di taman kanak-kanak cenderung tidak memberi anak
tugas pekerjaan rumah, tidak mengajarkan bahasa iggris, tidak mengajarkan membaca,
menulis dan berhitung secara khusus. Akan tetapi pembelajaran terfokus pada minat yang
disukai oleh anak.
DAFTAR PUSTAKA
Ahn, J. H. (2011). Analysis of changes in female education in Korea from an
education Labor market perspective. Asian Women, 27(2), 113–139
Hultberg, P., Calonge, D. S., & Kim, S. H. (2017). Education policy in South Korea:
A contemporary model of human capital accumulation? Cogent Economics and Finance,
5(1). https://doi.org/10.1080/23322039.2017.138980
Lim, S. J. (2018). The Development Of Education In South Korea (Analysis on the
Basis of Relationships Between Higher Education Development and Economic Growth).
California State Polytechnic University, Pomona