TEKNIK FLEBOTOMI
By
Zulfikar Ali Hasan S.ST.,M.Kes
Tujuan Pembelajaran
1. Mampu menjelaskan Teknik flebotomi, persiapan pasien dan
peralatan untuk flebotomi
2. Melakukan Teknik flebotomi dasar pada darah vena
(venipuncture) dan Kapiler
3. Menjelaskan Tindakan pengambilan darah arteri secara singkat
dan sederhana
© 2018 Slidefabric.com All rights reserved. 2P A G E
Te k n i k F l e b o t o m i 3P A G E
&
Persiapan Sebelum
Tindakan
© 2018 Slidefabric.com All rights reserved.
Flebotomi merupakan Tindakan 4P A G E
pengambilan darah dari tubuh
untuk tujuan pemeriksaan
laboratorium dan pengumpulan
darah donor (Blood Bank)
Darah dikumpulkan dengan
beberapa metode, termasuk
pungsi arteri, kapiler dan vena
(Venipuncture)
© 2018 Slidefabric.com All rights reserved.
Persiapan Sebelum Tindakan
Persiapan Pasien : Persiapan Peralatan :
Unsur penting dalam darah dipengaruhi - Ruangan
oleh diet, Latihan dan faktor – faktor lain,
oleh karena itu waktu yang ideal dalam - Instrumen Teknik
pengambilan spesimen darah adalah di
pagi hari (antara pukul 07:00 – 09:00) saat
tubuh sedang beristirahat dan berpuasa,
atau sekurangnya 10-14 jam setelah
makan makanan terakhir.
Venipuncture
© 2018 Slidefabric.com All rights reserved. 5P A G E
Instrumen Teknik Venipuncture
Carts & Trays Vacuum Tube Tourniquet Kursi Flebotomi
VENIPUNCTURE
© 2018 Slidefabric.com All rights reserved. 7P A G E
Metode
Venipucture
Open System / Syringe System
Sistem dimana darah yang sudah
diambil dengan syringe, dipindahkan
ke dalam tabung vakum
Closed System / Vacutainer System
Sistem dimana darah yang ditampung
langsung memasuki tabung vakum saat
punksi vena terjadi
Kapas Alkohol digunakan
untuk mencegah atau
menghambat
pertumbuhan dan
perkembangbiakan
mikroorganisme
Open Sistem/Syringe
Sistem
Tourniquet adalah alat
yang diikatkan di lengan
pasien sebelum pungsi
vena untuk membatasi
atau menahan aliran
darah
Winged Infusion Set atau
Jarum Butterfly adalah alat
yang sangat diperlukan untuk
mengumpulkan darah dari
pembuluh darah kecil atau
pada vena yang tidak tampak
jelas.
Closed Sistem / Vacutainer
Sistem
Plester digunakan untuk
menutup daerah tusukan
setelah perdarahan
berhenti
Vacuum Antikoagulan
Tube Bahan yang dapat mencegah darah
membeku segera setelah darah
Antiglikolitik dikeluarkan dari pembuluh darah.
Bahan yang dapat menghambat
metabolisme glukosa oleh sel dan Aktivator Bekuan
Bahan aktif mempercepat
mikroorganisme. terjadinya pembekuan.
Thixotropic Gel Separator
Bahan sintetik yang tidak bereaksi
yang membentuk barrier fisik
antara bagian sel spesimen dan
bagian serum atau plasma setelah
proses sentrifugasi.
Indikator Penutup Tabung Vakum
Plain Tube Clot Aktivator Tube
Tabung tanpa penambahan Mengandung Clot Aktivator
zat additive, digunakan untuk yang mempercepat
pemeriksaan serum pada pembekuan darah digunakan
kimia dan serologi untuk kimia dan serologi.
Blood Culture Bottle Coagulation Tube Serum Separator Tube
Berisi media biakan Berisi antikoagulan Natrium Berisi gel separator non reaktif
digunakan untuk Sitrat 3,2% yg mengendapkan yang terletak dekat dasar
ion kalsium sehingga menjadi tabung, digunakan untuk
mikrobiologi aerob, bentuk yg tdk aktif & digunakan pemeriksaan kimia dan
anaerob, dan fungi. untuk pemeriksaan koagulasi. serologi
Indikator Penutup Tabung Vakum
Plasma Separator Tube NaF/Kalium Oksalat Tube
Berisi antikoagulan heparin Mengandung Natrium
dan gel separator non reaktif Fluoride/Kalium Oksalat yang
berfungsi sebagai antiglikolitik
yang terletak dekat dasar (menghambat glikolisis pada
tabung, digunakan untuk pemeriksaan glukosa darah).
pemeriksaan kimia
Heparin Tube EDTA Tube LED Tube
Berisi Antikoagulan heparin Berisi antikoagulan EDTA yang Berisi Natrium Sitrat 3,8% dan
yang mencegah pembekuan mengikat ion kalsium sehingga digunakan untuk pemeriksaan
terbentuk garam kalsium yang
dengan menghambat Laju Endap Darah
pembentukan thrombin. tidak larut dan digunakan
Digunakan untuk kimia & FOE untuk pemeriksaan hematologi
Proses Homogenisasi
Blood Coagulation Clot Serum
Culture Tube Aktivator Separator
Bottle
Tube Tube
Plain Tube Heparin Tube
8 – 10 0 3-4 5 5 8 – 10
kali kali
kali kali kali kali
Proses Homogenisasi
Blood EDTA Tube LED Tube
Culture
Bottle Plasma NaF /
Separator Kalium
Oksalat Tube
Tube
8 - 10 8 - 10 8 - 10 8 - 10
kali kali kali kali
Urutan Tabung (Order of Draw)
Venipuncture
Blood Culture Bottle 01 Plain Tube (non
02 addictive tube)
Coagulation Tube Clot Activator Tube
Serum Separator tube 03
Plasma Separator tube 04 Heparin Tube
NaF/Kalium Oksalat Tube
05 EDTA Tube
06 LED Tube
07 08
09 10
Prosedur Venipuncture Closed System
Persiapan Alat Flebotomi
Identifikasi Pasien dan
Persiapan Pasien
Mencuci Tangan dan
Memakai APD
Pasang jarum ke vacuum
tube holder (Closed System)
Pasang Tourniquet pada lengan
3-4 inch atau 7-10 cm diatas
daerah yang akan ditusuk
Prosedur Venipuncture Closed System
Minta pasien mengepal jarinya
hingga vena terlihat jelas
Setelah palpasi, bersihkan daerah yang
akan ditusuk dengan alcohol 70% arah
melingkar keluar (biarkan kering)
Pasang tube – holder sampai tabung
mencapai jarum (jangan ditembuskan)
Buka tutup jarum (sebaiknya
metode satu tangan)
Gunakan ibu jari (flebotomist)
dan Tarik 1-2 cm dibawah daerah
yang akan ditusuk. Tahan kulit
dengan ibu jari
Prosedur Venipuncture Closed System
Pegang lengan Masukkan jarum Dengan Gerakan Tekan tabung Longgarkan atau
pasien dengan ibu dengan posisi yang halus, vacuum ke jarum, lepaskan tourniquet,
jari diatas dan jari- tusukan keatas secepatnya idealnya tourniquet
jari lain memegang dengan sudut dan akan
kemiringan : tusukkan jarum, langsung terpasang tidak
dibawah bevel needle mengalir darah ke lebih dari 1 menit
Posisi jarum pada dalam tabung
Dengan ibu jari, sudut penusukan menghadap keatas
Tarik dengan 15-30 derajat saat
kencang kulit menusuk kulit dan Hentikan Gerakan Gunakan ibu jari Isi tabung vacuum
maju jarum Ketika untuk mendorong sesuai kebutuhan,
dibawah daerah vena dirasakan tahanan tube, sementara jari
yang akan ditusuk sedikit berkurang, telunjuk dan jari kemudian cabut
untuk menjangkar yang menandakan tengah memegang jarum dan buang ke
ujung jarum telah ujung tepi holder
vena agar tidak masuk kedalam lumen sharps container,
bergerak lalu lakukan
vena
pelabelan pada
tabung
Venipuncture Open System
1. Persiapan Alat dan Bahan 7. Bersihkan kulit pada bagian yang akan diambil
dengan kapas alcohol 70% dan biarkan kering
2. Identifikasi dan Persiapan Pasien dengan catatan kulit yang sudah dibersihkan
tidak dipegang lagi
3. Jelaskan maksud dan tujuan
8. Tusuk bagian vena dengan posisi bevel
tentang Tindakan yang dilakukan menghadap keatas, jika jarum telah masuk
kedalam vena akan terlihat darah masuk kedalam
4. Minta pasien meluruskan flash.
lengannya, pilih tangan yang 9. Lepas tourniquet dan buka kepalan tangan
pasien
banyak melakukan aktivitas
10. Letakkan kapas ditempat suntikan lalu segera
5. Pasang tourniquet 7-10 cm diatas Tarik jarum. Tekan beberapa saat lalu plester
lipatan siku P A G E 20
6. Pilih bagian mediana cubiti
kemudian lakukan palpasi
© 2018 Slidefabric.com All rights reserved.
Te k n i k P A G E 21
Pengambilan
Darah Kapiler
© 2018 Slidefabric.com All rights reserved.
Skin Puncture
1. Dengan tusukan kulit, yang pertama adalah spesimen P A G E 22
hematologi, diikuti kimia dan bank darah.
2. Urutan untuk tusukan kulit kebalikan dari yang pada venapungsi.
3. Jika lebih dari dua spesimen yang dibutuhkan, venapungsi lebih
akurat
© 2018 Slidefabric.com All rights reserved.
© 2018 Slidefabric.com All rights reserved. AWESOME TEXT
TITLE HERE
But the majority have suffered alteration in some form, by
injected humor, or randomized words which don't look
even slightly believable. If you are going to
P A G E 23
© 2018 Slidefabric.com All rights reserved. P A G E 24
Teknik Pengambilan P A G E 25
Darah Arteri
© 2018 Slidefabric.com All rights reserved.
Pengambilan sampel darah Dilakukan oleh petugas yang
arteri terutama untuk analisis sudah mendapatkan pelatihan
formal
gas darah (AGD)
Sampel dapat diperoleh baik Syringe pra-heparinized dan
melalui kateter dalam arteri, harus diminimalkan terhadap
atau dengan menggunakan paparan udara yang akan
jarum/syringe untuk tusukan mengubah nilai-nilai gas darah
arteri A. radialis merupakan pilihan pertama: superfisial,
mempunyai collateral sirkulasi dan mudah ditekan
Pilihan berikutnya: arteri femoralis, brachialis atau
dorsalis pedis
© 2018 Slidefabric.com All rights reserved. Manfaat Analisis Gas Darah
• Evaluasi pertukaran gas dalam darah
(CO2 dan O2)
• Fungsi Pernafasan (Hipoksia dan
Asam-Basa)
• Menilai penyakit paru (Asma dll)
P A G E 27
Teknik Punksi Arteri P A G E 28
1. Persiapan Pasien
2. Persiapan Alat dan Bahan
a.Spoit AGD
b.Kapas Alkohol
c. Kasa Steril
d. Plester
e. APD
3. Sebelum pengambilan darah dari arteri
radialis, harus dilakukan modified Allen test
untuk menentukan apakah arteri ulnaris
dapat memberikan sirkulasi kolateral ke
tangan
© 2018 Slidefabric.com All rights reserved.
Teknik Punksi Arteri 7. Tusuk pada yang denyutnya paling
menonjol dengan sudut 45–60◦ (90◦ untuk
4. Siapkan arterial blood gas (ABG) syringe. arteri femoralis)
Jumlah antikoagulan 0,05 mL liquid
heparin (1000 IU/mL) 8. Hisap darah secukupnya lalu cabut jarum
beserta spoitnya dan segera tutup ujung
5. Bersihkan daerah arteri yang akan ditusuk jarum dengan karet (bila untuk analisa gas
dengan kapas-alkohol 70% dan biarkan darah), dan spoit dibolak-balik beberapa
kering kali agar darah bercampur heparin
6. Posisi tangan hyperextended pada 9. Setelah jarum dicabut, lakukan penekanan
pergelangan, diganjal handuk gulung atau pada bekas tusuk selama +/- 5 menit.
bantal.
10. Sampel darah arteri segera mungkin
dilakukan pemeriksaan AGD
© 2018 Slidefabric.com All rights reserved. P A G E 29
Allen’s Test P A G E 30
1. Pasien diminta untuk menggenggam,
tekan arteri ulnaris dan radialis dengan
2 jari pada masing-masing arteri
2. Pasien diminta membuka
genggamannya, amati telapak tangan
pasien (pucat)
3. Lepas tekanan pada arteri ulnaris, bila
telapak tangan pasien menjadi
kemerahan, maka tes positif, darah
bisa diambil
© 2018 Slidefabric.com All rights reserved.
© 2018 Slidefabric.com All rights reserved. P A G E 31
THANKS FOR YOUR
AT T E N T O N