The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by szulfanifa, 2021-09-02 11:22:10

TELAAH FISIKA

TELAAH FISIKA

PETA KONSEP

BESARAN FISIKA DAN
PENGUKURANNYA

Besaran – besaran Pengukuran
Fisika
Alat Ukur Angka penting
Besaran Pokok
Besaran Turunan

i

LKS
“BESARAN FISIKA DAN PENGUKURANNYA”

Dosen Pengampu
Sarah Miriam, M.Pd

Disusun Oleh:

Kelompok 2

Nadia Rezka Maulida 2110121120010

Maulida Aulia Rahmina 2110121120006

Zulfa Nifa Safitri 2110121220028

Kelas B Pendidikan Fisika (2021)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2021

ii

Apa yang akan di pelajari
 Peserta didik akan belajar tentang besaran dan pengukurannya
 Cara kerja alat ukur
 Menganalisis besaran menggunakan alat ukurnya
 Faktor – factor yang mempengaruhi kerja alat ukur

Untuk Diskusi
Apakah yang dimaksud dengan pengukuran? Misalnya anda mengetahui bahwa kaka anda lebih
tinggi dari anda. Apakah ini merupakan pengukuran? Pada bab ini. Anda akan belajar mengenal
pengukuran dan besaran.

iii

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat- NYA sehingga lembar kerja
siswa ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak
terimakasih kepada ibu Sarah Miriam, M.Pd dosen pengampu yang telah memberikan materi
maupun pikirannya.

Lembar kerja siswa ini dibuat agar peserta didik merasakan pengalaman langsung
sehingga mampu mengembangkan kompetensi keterampilan agar dapat menjelajahi dan
memahami besaran fisika dan pengukuran. Kegiatan praktikum merupakan suatu bentuk
pembelajaran yang melibatkan peserta didik dengan benda-benda, bahan-bahan dan peralatan
yang diperlukan serta dapat dilakukan secara individu ataupun kelompok.

Praktikum/eksperimen dapat diartikan juga sebagai cara penyajian dimana peserta
didik melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri seuatu yang
dipelajari. Dalam prosesnya peserta didik diberi kesempatan untuk melakukan sendiri,
mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik
kesimpulan dari apa yang diamatinya.

Harapan kami semoga lembar kerja siswa ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman khususnya bagi penyusun agar dapat lebih baik lagi dalam membuat media
pembelajaran, serta LKS ini diharapkan dapat berguna bagi guru dan peserta didik sehingga
memudahkan pembelajaran di kelas.
Banjarmasin

Penyusun

1

DAFTAR ISI
Kata Pengantar .....................................................................................................................1
Daftar Isi ..............................................................................................................................2
Pendahuluan .........................................................................................................................3
Metode Saintifik ..................................................................................................................4
Kompetensi Dasar................................................................................................................5
Percobaan Besaran dan pengukurannya...............................................................................6
Glosarium...........................................................................................................................14
Daftar Pustaka....................................................................................................................15

2

Pendahuluan
A. Latar Belakang
Fisika merupakan salah satu ilmu yang termasuk kedalam IPA karenanya fisika mempunyai
karakteristik yang sama. Kegiata praktikum dalam pembelajaran fisika disekolah adalah untu
memperoleh pengalaman dalam menerapkan metode ilmiah melali percobaan atau eksperimen,
dimana peserta didik melakuka melalui pengujian hipotesis dalam merancang percobaan
pemasangan instrumen, pengambilan, pengolahan dan penafsiran data, serta menyampaikan hasil
percobaan secara lisan dan tertulis.
Pembuatan LKS ini didasari pada Guru fisika yang masih sulit merencanakan pembelajaran fisika
khususnya praktikum. Masih lemahnya dalam menerapkan prinsip-prinsip ilmiah dalam proses
pembelajaran disekolah, masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan materi ajar menjadi
bahan ajar dan pengalaman dalam melakukan penelitian atau praktikum masih rendah.
LKS ini juga disusun dengan mengutamakan kemudahan dalam melakukan praktikum, penyusun
menulis percobaan yang mudah untuk dilakukan, alat dan bahan-bahan praktikum yang disajikan di
dalam LKS ini pun mudah untuk didapatkan oleh guru atau peserta didik. Tersusunnya LKS ini
diharapkan dapat membuat pembelajaran praktikum dikelas semakin mudah dan dapat memenuhi
kebutuhan para peserta didik dan guru.
B. Metode Saintifik
LKS disusun ini berbasis pendekatan saintifik agar sesuai dengan kebutuhan kurikulum 2013 yang
berlaku. Pendekatan saintifik adalah serangkaian langkah yang diikuti oleh peneliti untuk menjawab
pertanyaan spesifik tentang besaran dan pengukuran. Metode ini melibatkan pengamatan, dan
melakukan eksperimen. Penyelidikan dimulai dengan observasi yang dilanjutkan dengan rumusan
pertanyaan tentang apa yang telah diamati.

3

Metode Saintifik
Mengamati (Observing)
Peserta didik senang dan tertantang, dan mudah melaksanakannya. Dalam pelaksanannya, proses
mengamati memerlukan waktu persiapan yang lama dan matang. Jika tidak terkendali akan
mengaburkan makna serta tujuan pembelajaran.
Bertanya (Question)

Begitu peserta didik telah melakukan pengamatan, mereka harus merumuskan pertanyaan
tentang apa yang telah diamati. Pertanyaan yang dibuat harus memberi tahu apa yang ingin
ditemukan atau dicapai dalam eksperimen atau praktikum. Saat membuat pertanyaan usahakan
harus sedetail mungkin untuk dapat menjawab permasalahan yang ditemukan.
Experimen (Percobaan)

Peserta didik harus merancang dan melakukan percobaan untuk menguji yang dibuat.
Peserta didik harus mengembangkan prosedur yang menyatakan dengan sangat jelas bagaimana
merencanakan untuk melakukan eksperimen atau percobaan.
Hasil Eksperimen (Result)

Hasil eksperimen adalah kegiatan dimana peserta didik melaporkan apa yang terjadi dalam
percobaan. Itu termasuk merinci semua pengamatan dan data yang dibuat selama percobaan.
Peserta didik juga diajak untuk memvisualisasikan data dengan membuat atau membuat grafik
informasi.
Kesimpulan (Conclusion)

Langkah terakhir adalah mengembangkan sebuah kesimpulan. Di sinilah semua hasil dari
percobaan dapat dicapai. Apakah percobaan mendukung atau menolak? Jika tidak, ulangi
percobaan atau mencoba cara lain untuk memperbaiki prosedur yang telah dilakukan.

4

KOMPETENSI DASAR
1. Menerapkan prinsip-prinsip pengukuran besaran fisis, ketepatan, ketelitian dan angka penting
serta notasi ilmiah.
2. Mengamati pembuatan daftar (tabel) nama besaran, alat ukur, cara mengukur.
3. Mendiskusikan prinsip-prinsip pengukuran(ketepatan, ketelitian dan angka penting) cara
menggunakan alat ukur, cara membaca skala, cara menuliskan hasil pengukuran.
4. Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis berikut ketelitiannya dengan menggunakan peralatan
dan teknik yang tepat serta mengikuti kaidah angka penting untuk suatu penyelidikan ilmiah.
5. Mengolah data hasil pengukuran dalam bentuk penyajian data, membuat grafik, menginterpretasi
data dan grafik dan menentuan ketelitian pengukuran, serta menyimpulkan hasil interpretasi data.
6. Membuat laporan tertulis dan mempresentasikan hasil pengukuran.

5

PERCOBAAN

Besaran dan Alat Ukur
Besaran Pokok, Besaran Turunan, Mistar, Mikrometer Sekrup, dan Jangka Sorong

Kompetensi Dasar
Melakukan percobaan berikut presentasi hasilnya tentang Mistar, Mikrometer Sekrup, dan
Jangka Sorong.

Indikator
1. Merancang alat dan bahan dalam kegiatan praktikum tentang Alat Ukur
2. Melakukan praktikum tentang Alat Ukur sesuai dengan langka langkah dan prosedur yang
benar.
3. Melakukan analisis data hasil praktikum tentang Alat Ukur dengan baik dan benar.
4. Membuat laporan hasil praktikum tentang Alat Ukur dengan baik dan benar.
5. Mempresentasikan hasil praktikum tentang Alat Ukur dihadapasn teman-teman sekelas.

A. Tujuan Percobaan

Setelah mempelajari LKS ini peserta didik dapat mengidentifikasi penggunaan alat ukur panjang,
menentukan hasil pengukuran menggunakan alat ukur panjang jangka sorong, micrometer sekrup,
dan mistar menentukan hasil pengukuran, menggunakan aturan berhitung dengan angka penting,
menganalisis besaran pokok dan besaran turunan, menentukan notasi ilmiah dalam pengukuran,
dan mempresentasika dengan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab
pertanyaan, memberi saran dan kritik.

6

B. Pendahuluan

1. Apa yang dimaksud dengan besaran? Jelaskan!
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
2. Apa yang dimaksud dengan pengukuran ? Jelaskan!
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
3. Apa yang dimaksud dengan alat ukur pada besaran? Jelaskan!
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
4. Sebutkan 3 alat ukur panjang beserta besar ketelitiannya!
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………

7

C. Alat dan Bahan
ALAT :
Mistar biasa

Jangka sorong

Micrometer sekrup

BAHAN :
Balok kayu
Bola besi
D. Observasi
Coba amati dan diskusikan dengan teman sekelompok kamu kegiatan berikut, mengukur
sebuah tebal balok kayu, menggunakan jangka sorong seperti gambar di bawah ini.

8

Jadi berapakah tebal balok kayu tersebut? yaitu dengan cara. Diketahui skala utama: 0,8cm
skala nonius: 9cm dan ketelitian: 0,01cm. Maka pengukuran: 0,8cm + (9cm x 0,01cm) =
0,8+0,09cm = 0,89

E. Bertanya

Setelah kamu melakukan observasi, buatlah pertanyaan tentang besaran fisika dan
pengukurannya.

F. Dasar teori
a. Alat ukur

1. Mistar
Ada beberapa jenis mistar sesuai dengan skalanya. Mistar yang skala terkecilnya 1 mm kita
sebut mistar berskala mm. Mistar yang skala terkecilnya 1 cm kita sebut dengan mistar
berskala cm. Satu bagian skala terkecil mistar ini adalah 1 mm atau 0,1 cm. Oleh karena itu
ketelitian mistar adalah 1 mm atau 0,1 cm
2. Jangka Sorong
Jangka sorong dalah suatu alat ukur panjang yang dapat dipergunakan untuk mengukur
panjang suatu benda dengan ketelitian hingga 0,1 mm. keuntungan pengggunaan jangka
sorong adalah dapat dipergunakan untuk mengukur diameter sebuah kelereng, diameter
dalam sbuah tabung atau cincin, maupun kedalam sebuah tabung.
Secara umum, jangka sorong terdiri atas 2 bagian yaitu rahang tetap dan rahang geser. Jangka
sorong juga terdiri atas 2 bagian yaitu skala utama yang terdapat pada rahang tetap dan skala
nonius yang terdapat pada rahanng geser.
Sepuluh skala utama memiliki panjang 1 cm, dengan kata lain jarak skala utama yang saling
berdekatan dalah 0,1cm. sedangkan sepuluh skala nonius memiliki panjang 0,9 cm. jadi beda
satu skala utam dengan satu skala nonius dalah 0,1 cm – 0,09 cm = 0,01 cm atau 0,1 mm.
sehingga skala terkecil dari jangka sorong adalah 0,1 mm atau 0,01 cm.

9

Ketelitian dari jangka sorong adalah setengah dari skala terkecil. Jadi ketelitian jangka sorong
adalah : ½ x 0,01 cm = 0,05 cm.
Adapun bagian – bagian dari Jangka sorong yaitu :
a. pengukuran dalam
b. skala nonius (inchi)
c. mur penencang
d. batang pengukur
e. batang geser
f. skala onius (mm)
g. rahang bergerak
h. pengukuran dalam
i. batang kedalaman
j. rahang tetap

 Mengukur diameter luar
Untuk mengukur diameter luar sebuah benda dapat dilakukan dengan langkah sebagai
berikut:
1) Geserlah rahang jangka sorong kekanan sehingga benda yang diukur dapat masuk diantara
kedua rahang (antara rahang geser dan rahang tetap)
2) Letakkan benda yang akan di ukur diantar kedua rahang.
3) Geserlah rahang geser kekiri sedemikian sehingga benda yang diukur terjepit oleh kedua
rahang

 Mengukur diameter dalam
Untuk mengukur diameter dalam sebuah benda dapat dilakukan dengan langkah sebagai
berikut :
1) Geserlah rahang geser jangka sorong sedikit kekanan.
2) Letakkan benda yang akan diukur sedemikian sehingga kedua rahang jangka sorong masuk
kedalam benda tersebut
3) Geserlah rahang geser kekanan sedemikian sehingga kedua rahang jangka sorong
menyentuh kedua dinding dalam benda yang diukur.

10

 Mengukur kedalaman

Untuk mengukur diameter kedalaman sebuah benda dapat dilakukan dengan langkah sebagai
berikut :

a.Letakkan benda yang akan diukur dalam posisi berdiri tegak.

b. Putar jangka (posisi tegak) kemudian letakkan ujung jangka sorong ke permukaan benda
yang akan diukur dalamnya.

c.Geserlah rahang geser kebawah sehingga ujung batang pada jangka sorong menentuh dasar
tabung.

3. Mikrometer Sekrup

Mikrometer merupakan alat untuk mengukur ketebalan suatu benda. Pada industri – industri
modern, dituntut ketelitian dari alat – alat ukur untuk mengukur pekerjaan yang presisi.
Jangka sorong tidak dapat dipergunakan untuk pembacaan dengan ketelitian 0,01 mm dengan
tepat. Maka dibuatlah Mikrometer, sebab dengan micrometer dapat mengukur dari ketelitian
0,01 mm sampai 0,002 mm. Kekurangan dari micrometer ini adalah jarak pengukurannya
pendek, hanya sampai 25 mm(bagian luar micrometer).

Mikrometer terdiri dari bentuk dasar bingkai U dengan landasan tetap, pada cabangnya
terdapat batang pengukur dan pada ujungnya terdapat rahang bergerak, dan melalui cabang
lain dari bingkai U, terdapat bidal/sarung pengukur yang terpasanga pada batang pengukur.

Putaran dari bidal/sarung pengukur tersebut menyebabkan batag pengukur berputar berputar
pada sumbu yang sama. Tingkatan ukuran pada bidal/sarung pangukur dan pada laras skala
dapat dibaca sebagai jarak antara dua permukaan yang diukur. Bimgkai dilindungi oleh
penahan panas yang terbuat dari plastic untuk menghindari panas yang timbul langsung ari
badan. Gigi geser menjamin meretanya tekanan dan menyebabkan pengukuran bebas dari
‘sentuhan/touch operator’.

b. . Angka Penting

1. Ketentuan dalam Angka Penting, sebagai berikut :

 Semua angka hasil pengukuran merupakan angka penting.
 Semua angka bukan nol merupakan angka penting.
 Angka nol termasuk angka penting jika terletak di antara bukan nol dibelakang koma.
 Angka penting menunjukkan ketelitian suatu pengukuran.

2. Operasi angka penting memiliki aturan seperti berikut:

 Penjumlahan dan pengurangan angka penting memeuhi:
Angka pasti ditambah/dikurangi angka pasti hasilnya adalah angka pasti.
Angka pasti ditambah/dikurangi angka taksiran hasilnya adalah angka taksiran Angka
taksiran ditambah/dikurangi angka taksiran hasilnya adalah angka taksiran.

11

 Perkalian dan pembagian angka penting dapat menggunakan aturan: “Hasil perkalian atau

pembagian angka penting akan memiliki jumlah angka penting yang sama dengan bilangan
yang angka pentingya lebih sedikit. Misalnya bilangan A (memiliki 2 angka penting) dikalikan
bilangan B (memiliki 4 angka penting) maka hasilnya akan memiliki 2 (dua) angka penting.

c. . Besaran

Besaran didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dalam angka.
sedangkan satuan adalah sesuatu yang dijadikan sebagai pembanding dalam pengukuran.
Berdasarkan satuannya, besaran dibagi menjadi dua seperti berikut.
a. Besaran pokok, yaitu besaran satuannya telah ditentukan

b. Besaran turunan, yaitu besaran yang satuannya diturunkan dari satuan besaran pokok.

12

G. Percobaan (Experimen)
Lakukanlah percobaan atau kegiatan di bawah ini.
Langkah-langkah percobaan
Cara Mengukur Diameter Dalam Suatu Benda
• Putar kunci jangka sorong ke kiri untuk mengendorkan sekrup pengunci.
• Selanjutnya, Anda dapat menggeser rahang geser jangka sorong sedikit ke kanan.
• Letakkan benda yang akan diukur ke dalam jangka sorong, hingga kedua rahang atas jangka
masuk ke dalam benda tersebut.
• Jika sudah, Anda bisa menggeser rahang geser ke kanan hingga kedua rahang jangka sorong
menyentuh kedua dinding dalam benda yang diukur.
• Kunci sekrup pengunci pada jangka sorong.
• Baca dan catat hasil pengukuran.

H. Pertanyaan Pemahaman
a. Apakah alat ukur benda berpengaruh pada percobaan ini? Jelaskan
b. Perbedaan apa yang terjadi ketika menggunakan mistar, jangka sorong dan micrometer
sekrup?
c. Bagaimana pengaruh ketebalan benda terhadap alat ukur?
d. Menurutmu apa yang terjadi jika alat ukur tidak berfungsi ?
e. Jelaskan apa itu alat ukur mistar, jangka sorong dan micrometer sekrup!
F. Jelaskan hubungan antara besaran pokok dan turunan!
g. Buatlah gambar antar masing masing alat ukur!

I. Kesimpulan
Buatlah kesimpulan dari hasil percobaan yang telah kamu lakukan!

J. Laporan
Buatlah laporan dari hasil kegiatan yang telah dilakukan, sistematika pembuatan laporan.

13

Glosarium

Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dalam angka.
Angka penting adalah semua angka yang diperoleh dari pengukuran.
Pengukuran adalah membandingkan nilai suatu besaran yang diukur menggunakan besaran yang
sejenis yang tepat sebagai satuan.

Mikrometer adalah alat untuk mengukur ketebalan suatu benda.
Jangka sorong dalah suatu alat ukur panjang yang dapat dipergunakan untuk mengukur
panjang suatu benda.
Mistar adalah sebuah alat pengukur dan alat bantu gambar untuk menggambar garis lurus.
Alat ukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur benda atau kejadian tersebut.
Diameter adalah sebuah lingkaran, dalam geometri,segmen garis lurus yang melintasi titik
pusat dan menghubungkan dua titik pada lingkaran tersebut,atau,dalam penggunaan modern,
berarti panjang dari segmen garis tersebut.

14

Daftar Pustaka
Indra Yahdi Putra. Modul Praktikum Kelas X SMA Semester Genap

M.Pd, Fendy Novafianto. 2019 . e – modul FISIKA. SMA 1 Pesisir Tengah: Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan

Ari Sapitri. 2019 . e – modul FISIKA. SMA 1 Pesisir Tengah: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
S.Pd, Candra Pabakti. 2019 . e – modul FISIKA. SMA 1 Pesisir Tengah: Kementrian Pendidikan dan

Kebudayaan

15


Click to View FlipBook Version