URAIAN SINGKAT PEKERJAAN PEMBANGUNAN TALUD PANTAI AIR SALOBAR BIDANG SUMBER DAYA AIR DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG PROVINSI MALUKU TAHUN ANGGARAN 2023
SPESIFIKASI TEKNIS Pendahulauan 1. Latar Belakang Pantai adalah daerah di tepi perairan yang dipengaruhi oleh air pasang tertinggi dan air surut terendah. Garis pantai adalah garis batas pertemuan antara daratan dan air laut, dimana posisinya tidak tetap dan dapat berubah sesuai dengan pasang surut air laut dan erosi pantai yang terjadi. Perubahan garis pantai disebabkan oleh faktor alam dan/atau faktor manusia. Faktor alam diantaranya gelombang laut, arus laut, angin, sedimentasi sungai, kondisi tumbuhan pantai serta aktivitas tektonik dan vulkanik. Sedangkan faktor manusia antara lain pembangunan pelabuhan dan fasilitasfasilitasnya, pertambangan, pengerukan, perusakan vegetasi pantai, pertambakan, perlindungan pantai serta reklamasi pantai. Maluku merupakan wilayah kepulauan dengan luas wilayah 712.479,69 km2 , luas daratan 54.186 (7,6%) dan luas lautan 658.294,69 (92,4%) terdiri dari 1.340 pulau dan memiliki panjang garis pantai 10.630 km. Bagi penduduk yang bermukim pada sepanjang pantai sering dihadapkan dengan bencana gelombang dan pasang muka air laut. Untuk melindungi penduduk maupun fasilitas umum yang berada pada daerah pantai maka perlu dibangun suatu konstruksi pengaman pantai. 2. Maksud dan Tujuan Maksud Maksud Pembangunan Talud Pantai Air Salobar adalah untuk memperoleh suatu konstruksi pengaman pantai yang kokoh serta dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan kegunaannya. Tujuan Tujuan Pembangunan Talud Pantai Air Salobar adalah untuk melindungi masyarakat Kota Ambon dari ancaman erosi dan abrasi akibat dari terjangan gelombang serta pengaruh pasang surut permukaan air laut. 3. Lokasi Pekerjaan Pekerjaan Pembangunan Prasarana Pengaman Pantai ini berlokasi di Air Salobar, Kota Ambon 4. Nama Organisasi Pengadan Barang dan Jasa Nama Organisasi yang menyelenggarakan Pengadaan Jasa Konstruksi adalah : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Maluku, Bidang Sumber Daya Air PPK Pembangunan Seawall dan Bangunan Pengaman Pantai Lainnya Pantai Gugus Pulau 7 5. Sumber Dana Sumber Dana untuk membiayai Pekerjaan Pembangunan Talud Pantai Air Salobar adalah APBD Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp. 930.000.000,- (Sembilan ratus tiga puluh juta rupiah)
6. Ruang Lingkup Pekerjaan Ruang lingkup pekerjaan antara lain : 1. Pekerjaan Persiapan, terdiri dari : a. Pembersihan Lapangan b. Papan Nama Kegiatan c. Mobilisasi dan Demobilisasi d. Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank e. Penerapan SMKK 2. Pekerjaan Konstruksi Tembok Laut, terdiri dari : a. Galian Mekanis b. Pasangan Batu Camp. 1 : 3 c. Pekerjaan Plesteran Camp. 1 : 3 d. Pipa Suling-Suling 7. Waktu Pelaksanaan Waktu pelaksanaan selama 120 (seratus dua puluh) hari kalender 8. Personil Personil yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan ini antara lain: No Jabatan dalam pekerjaan yang akan dilaksanakan Pengalaman Kerja (Tahun) Sertifikat Kompetensi Kerja 1 Pelaksana (1 Orang) 2 SKT Teknisi Penghitung Kuantitas Pekerjaan Sumber Daya Air 2 Petugas K3 (1 Orang) - Sertifikat Petugas K3 9. Peralatan Peralatan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan ini antara lain: No Jenis Kapasitas Jumlah Status Kepemilikan 1 Excavator PC 200 1 Milik/Sewa 2 Dump Truck 4 Ton 2 Milik/Sewa 3 Beton Molen 50 Kg 1 Milik/Sewa 4 Mesin Pompa Air / Alkon 1.000 Liter/Menit 2 Milik/Sewa
Pekerjaan Persiapan 1. Pembersihan Lapangan Seluruh pepohonan, semak belukar dan akar-akar pohon didalam daerah batas pekerjaan untuk seluruh panjang dari bangunan harus dibersihkan dan ditebang, termasuk setiap pohon diluar batas-batas ini yang diperkirakan dapat jatuh dan menghalangi bangunan, kecuali ada pernyataan lain yang tertuang didalam syarat-syarat khusus dan gambar rencana. Bagian atas tanah tanaman harus tersendiri digali sampai kira-kira kedalaman 20 cm dan ditimbun diatas tempat yang layak, agar dapat digunakan lagi. Pembersihan dan pengupasan diluar batas daerah pekerjaan tidak diberikan pembayaran kepada Penyedia Jasa, kecuali pekerjaan tersebut atas permintaan dari Direksi dan persetujuan dari pemberi tugas. Bila dinyatakan syrat-syrat khusus atau diperintahkan oleh Direksi bahwa pepohonan rindang dan tanaman ornamen tertentu akan diperintahkan, maka pepohonan/tanaman tersebut harus dijaga betul dari kerusakan atas biaya Penyedia Jasa. Pepohonan yang harus disingkirkan, harus ditebang sedemikian rupa dengan tidak merusak pepohonan/ tanaman lain yang dipertahankan, semua pohon, batang pohon, akar dan sebagainya harus dibongkar dengan kedalaman minimal 0 cm dibawah permukaan tanah asli dari permukaan akhir (ditentukan oleh permukaan mana yang lebih rendah). Dan bersama-sama dengan seluruh tempat sampah dalam segala bentuknya pada tempat yang tidak terlihat segala bentuknya harus dibuang pada tempat yang tidak terlihat dari tempat pekerjaan menurut cara yang praktis atau dibakar. Seluruh pekerjaan termasuk pagar, yang terjadi pada saat pembersihan, harus diperbaiki oleh Penyedia Jasa atau tanggungannya sendiri. Bila akan diberitahukan pembakaran hasil penebangan, Penyedia Jasa harus memberitahukan kepada penghuni, dari milik-milik yang berbatasan dengan pekerjaan minimal 48 jam sebelumnya. Penyedia Jasa akan selalu bertindak sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku mengenai pembakaran ditempat terbuka. Pada pelaksanaan pembersihan, Penyedia Jasa harus berhati-hati untuk tidak mengganggu setiap patok-patok pengukuran, pipa-pipa atau tanda-tanda lainnya. Perhitungan pembiayaan untuk pekerjaan ini mencakup penyediaan peralatan, tenaga dan pembuangan bahan-bahan sisa dibebankan kepada Penyedia Jasa dan dikerjakan sesuai dengan petunjuk Direksi. 2. Mobilisasi dan Demobilisasi Peralatan dan personil sudah harus siap di lapangan pekerjaan sebelum Penyedia Jasa memulai pekerjaan di lapangan. Demobilisasi peralatan dan personil dapat dilaksanakan setelah penyerahan kedua pekerjaan telah dilaksanakan dan semua kewajiban Penyedia Jasa telah dilaksanakan dengan baik di lapangan pekerjaan. Segala risiko akibat dilaksankannya mobilisasi dan demobilisasi menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa.
3. Papan Nama Kegiatan Membuat papan nama kegiatan dari papan dengan ukuran 200 x 100 cm. Didirikan tegak diatas kayu 5/7 cm setinggi 240 cm. Diletakan pada tempat yang mudah dilihat umum. Papan nama proyek memuat : Nama proyek Pemilik proyek Lokasi proyek Nilai proyek (kontrak) Nama Pelaksana Lamanya pekerjaan 4. Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank Sebelum pelaksanakan pekerjaan dimulai, Penyedia Jasa harus melakukan pengukuran guna penentuan batas-batas daerah kerja, elevasi galian, elevasi timbunan dan elevasi dasar bangunan. Semua ukuran harus sesuai dengan yang tercantum pada gambar rencana dan Gambar-gambar detail serta yang dinyatakan dalam gambar rencana. Pengukuran ini menggunakan alat bantu yaitu meter 50 – 100 M, theodolite atau waterpass sehingga menghasilkan hasil yang maksimal. Bouwplank adalah semacam pembatas yang dipakai untuk menentukan titik bidang kerja pada sebuah poyek pendirian bangunan atau rumah. Bouwplank juga dapat befungsi sebagai tempat penentuan titik membuat dan meletakkan ukuran bangunan yang akan didirikan dan sebagai media bantu bagi proses pembuatan pondasi. Pada bouwplank ini nanti kita akan meletakkan paku untuk menarik benang agar tercipta garis yang lurus dan selanjutnya bisa membuat sudut siku 90 derajat dengan tepat. Benang ini nantinya akan menjadi pedoman untuk pekerjaan pondasi, kolom, dan pemasangan dinding talud. Bouwplank bisa juga dibuat dari bahan yang sangat sederhana sekali yaitu papan kayu kualitas rendah atau kelas c karena hanya digunakan untuk sementara dan tidak butuh daya kekuatan yang begitu besar. Dan selain papan kayu, pembuatan bouwplank juga membutuhkan kayu lain namun berbentuk panjang. Pembuatan bouwplank harus bisaa menggunakan jarak tertentu dari titik atau lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat untuk membuat lubang galian pondasi. Beberapa ahli bangunan punya pendapat jika jarak yang paling bagus adalah sekitar satu meter. Agar bisa terpancang dengan baik pemasangan bouwplank harus bisa memenuhi beberapa syarat. Syarat-syarat memasang bouwplank adalah : 1. Kedudukannya patoknya harus kuat dan tidak mudah goyah. 2. Berjarak cukup dari rencana galian, diusahakan tidak goyang pada saat pelaksanaan galian pondasi. 3. Terdapat titik atau dibuat tanda-tanda. Yaitu menggunakan paku dan cat sebagai tanda. 4. Sisi atas bouwplank harus terletak satu bidang rata (horizontal) dengan papan bouwplank lainnya. 5. Letak kedudukan bouwplank harus seragam (menghadap kedalam bangunan semua) 6. Garis benang bouwplank merupakan as (garis tengah)
daripada pondasi dan dinding batu bata. Bahan yang digunakan dalam Proses Pemasangan Bowplank Pondasi, seperti yang pernah saya sebutkan pada tulisan sebelumnya menyiapkan bahan bangunan untuk pekerjaan pondasi antara lain : Papan Kaso Paku Benang Sedangkan alat yang digunakan dalam Proses Pemasangan Bowplank Pondasi oleh tukang antara lain : Palu Gergaji Selang untuk waterpas Pensil tukang Adapun cara memasang bouwplank yang baik langkahlangkahnya sebagai berikut. Pertama yang harus dilakukan yaitu membuat tiang pancangnya lebih dulu. Tiang pancang ini jumlahya ada 4 serta diletakkan di setiap pojok. Ukuran ketinggiannya adalah sekitar setengah meter. Lalu masing-masing dari tiang ini dihubungkan dan disatukan dengan papan kayu yang dipasng sacara mendatar atau horizontal. Maka papan kayu dan tiang pancang ini akan membentuk suatu bidang atau ruang sesuai dengan besar ukuran bangunan yang dibuat. Dengan tali atau benang serta menggunakan alat ukur theodolit, titik-titik yang merupakan lokasi untuk pembuatan pondasi, dinding dan sebagainya bisa saling dihubungkan. Tali tersebut dibentangkan dari satu sisi papan kayu menuju sisi papan kayu yang ada di seberangnya. Inilah fungsi utama dari penggunaan kayu yang dipasang secara horizontal tersebut. Untuk bagunan yang ukurannya lebih besar, jumlah tiang pancang yang dipasang tidak hanya empat saja. Masing-masing pojok bias menggunakan tiang hingga jumlahnya ada enam. Dua ada disebelah kiri dan kanan titik pojok, kemudian duanya lagi berada disebelah samping dan dua yang lainnya diletakkan pada bagian belakang. System penggunaannya tidak jauh berbeda, hanya setiap titik pesangan tali bentang memakai tiang pancang yang berbeda. Pekerjaan bouwplank tersebut menyesuaikan besarnya ruang bangunan. Untuk bangunan yang besar dan memiliki banyak ruang, bouwplank dipasang mengelilingi seluruh area calon bangunan. Adapun pada bangunan yang kecil, bouwplank cukup ditempatkan di lokasi sudut atau pertemuan bangunan. Dengan demikian sudut pertemuan bouwplank harus benar-benar membentuk segi tiga siku-siku karena ini sebagai acuan kesikuan dari pertemuan antar dinding. Bouwplank dipasang pada patok kayu kelas III berukuran 5/7, tertancap ditanah sehingga tidak dapat digerak-gerakkan atau diubah-ubah. Setelah selesai pemasangan bouwplank, Penyedia Jasa harus melaporkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan dan harus menjaga serta memelihara keutuhan dan ketetapan letak bouwplank selama pembangunan, sampai dinyatakan tidak diperlukan lagi oleh Direksi.
5. Penerapan SMKK Sosialisasi dan Promosi K3 terdiri dari: a. Induksi K3 (Safety Induction); b. Pengarahan K3 (safety briefing) : Pertemuan Keselamatan (Safety Talk dan/atau Tool Box Meeting); c. Pelatihan K3; d. Simulasi K3; e. Spanduk (banner); f. Poster; g. Papan Informasi K3. Alat Pelindung Diri terdiri dari: a. Topi Pelindung (Safety Helmet); b. Pelindung Mata (Goggles, Spectacles); c. Tameng Muka (Face Shield); d. Masker Selam (Breathing Apparatus); e. Pelindung Telinga (Ear Plug, Ear Muff); f. Pelindung Pernafasan Dan Mulut (Masker); g. Sarung Tangan (Safety Gloves); h. Sepatu Keselamatan (Safety Shoes); i. Penunjang Seluruh Tubuh (Full Body Harness); j. Jaket Pelampung (Life Vest); k. Rompi Keselamatan (Safety Vest); l. Celemek (Apron/ Coveralls); m. Pelindung Jatuh (Fall Arrester); Personil K3 terdiri dari : a. Ahli K3 dan/atau Petugas K3; b. Petugas Tanggap Darurat; c. Petugas P3K; d. Petugas Pengatur Lalu Lintas (Flagman); e. Petugas Medis. Rambu-Rambu K3 terdiri dari : a. Rambu Petunjuk; b. Rambu Larangan; c. Rambu Peringatan; d. Rambu Kewajiban; e. Rambu Informasi; f. Rambu Pekerjaan Sementara; g. Tongkat Pengatur Lalu Lintas (Warning Lights Stick); h. Kerucut Lalu Lintas (Traffic Cone); i. Lampu Putar (Rotary Lamp); j. Lampu Selang Lalu Lintas. Penerapan SMKK pada pekerjaan ini disesuaikan dengan yang terdapat pada item pekerjaan penerapan SMKK pada BOQ
Pekerjaan Konstruksi Tembok Laut 1. Galian Tanah Mekanis 1) Umum Galian tanah dilaksanakan pada : (1) Semua galian dari bangunan yang masuk dalam tanah (2) Semua bagian dari tanah yang harus dibuang Galian tanah yang harus dilaksanakan seperti yang tertera dalam gambar, baik mengenai lebar, panjang, dalam, kemiringan, dan sebagainya, dan benar-benar waterpass. Kalau ternyata akan menimbulkan kesulitan-kesulitan pelaksanaan kalau dilaksanakan menurut gambar, Penyedia Jasa boleh mengajukan usul kepada Direksi mengenai cara pelaksanaannya. 2) Klasifikasi galian Galian akan diklasifikasikan dalam pengukuran dan pembiayaan sebagai berikut: (a) Galian tanah biasa (b) Galian tanah sedang, misalnya : pasir, lempung, cadas muda, dan sebagainya. (c) Galian batu terdiri dari galian material yang umumnya menurut Direksi perlu menggunakan bor dan atau bahan peledak atau alat-alat khusus lainnya. (d) Galian dimana timbul persoalan air tanah pada kedalamanlebih dari 20 cm dari permukaan air konstan, dimana biasanya air tanah naik pada penggalian pondasi. 3) Cara pelaksanaan pekerjaan Penyedia Jasa harus memberitahukan kepada Direksi sebelum mulai mengerjakan pekerjaan galian, sehingga penampang, peil, dan pengukurannya dapat dilakukan pada keadaan tanah yang belum diganggu tanpa seijin dari Direksi. Galian dari pondasi pada batas-batas kemiringan dan peil yang dicantumkan pada gambar rencana atau atas petunjuk Direksi, galian tersebut harus mempunyai ukuran yang cukup, agar penempatan konstruksi atau lantai pondasi dengan dimensi yang sesuai dengan gambar rencana mudah dilaksanakan. Peil dasar lantai pondasi seperti yang tercantum pada gambar rencana, tidak boleh dianggap bersifat pasti. Direksi dapat menentukan perubahan dimensi peil dari lantai pondasi jika dipandang perlu, agar pondasi tersebut dapat berfungsi dengan sebaikbaiknya. Batu-batu besar, kayu, serta rintangan-rintangan lain yang mungkin ditemui dalam galian harus dibuang. Sesudah galian selesai, Penyedia Jasa harus memberitahukan Direksi akan hal ini, dan tidak diperkenankan untuk melaksanakan penaikan tanah dasar pondasi dan melaksanakan lantai pondasi sebelum Direksi setuju dengan ukuran dan kedalaman ukuran material-material pondasi serta konstruksikonstruksi yang akan dipasang pada lubang galian tersebut. Semua retakan atau celah-celah yang ada harus dibersihkan dan, diisi dengan spesi (injeksi), serta semua material lepas, batu-batuan lapuk, lapisan-lapisan yang tipis harus dibuang. Galian tanah mekanis dikerjakan dengan menggunakan alat excavator
2. Pasangan Batu Camp. 1 : 3 Batu dipakai haruslah batu yang bersih dan keras, tahan lama dan sejenis menurut persetujuan Direksi. Batu tersebut harus diambil dari sumber yang disetujui Direksi. Adukan untuk pekerjaan pasangan harus dibuat dari semen Portland dan pasir dengan perbandingan isi 1 : 3. Pasir haruslah mempunyai gradasi yang baik dan kasaran yang memungkinkan untuk menghasilkan adukan yang baik, semen haruslah Portland Cement. Air yang dipakai harus diberi dalam jumlah cukup/sesuai untuk menghasilkan adukan yang baik. Cara alat yang dipakai untuk mencampur haruslah sedemikian rupa sehingga jumlah dari setiap bahan adukan bisa dikontrol dan ditentukan secara tepat sesuai persetujuan Direksi. Apabila mesin aduk yang dipakai, bahan adukan kecuali air harus dicampur lebih dulu di dalam mesin selama paling tidak 2 menit. Bila pengadukan dilakukan dengan tangan, bahan adukan harus dicampur didalam semacam kotak diaduk 2 kali secara kering dan akhirnya 3 kali setelah diberikan air sampai adukan bewarna semua dan merata. Adukan harus dicampur sebanyak yang diperlukan untuk dipakai, dan adukan yang tidak terpakai selama 30 menit harus dibuang. Pemakaian kembali adukan tersebut tidak diperkenankan. Kotak untuk mengaduk harus dibersihkan setiap akhir dari hari kerja. 3. Pekerjaan Plesteran Camp. 1 : 3 Permukaan dinding dan lantai dari pasangan batu harus diplester dengan adukan 1 PC : 3 Psr. Adukan untuk pekerjaan plesteran harus memenuhi persyaratan untuk bahan dan campuran. Pekerjaan plesteran dikerjakan secara dua lapis sampai ketebalan 2 cm. Sebelum pekerjaan plesteran dilakukan maka bidang dasar harus dibuat kasar dan bersih. Pekerjaan plesteran harus rata, lurus, rapih dan halus. Setelah pekerjaan plesteran cukup kering kemudian harus dipelihara dengan siraman air secara rutin. 4. Pipa SulingSuling Talud sungai harus dilengkapi dengan suling-suling. Suling-suling harus dibuat dari pipa PVC dengan diameter 50 mm (2”) dan paling tidak satu buah untuk setiap 2 m² luas permukaan. Setiap ujung pemasukan suling-suling harus dilengkapi dengan saringan berupa ijuk ataupun geotextile untuk menghindari kemasukan material, sehingga menghambat pelepasan air. Suling-suling dipasang bersamaan dengan pasangan batu/beton dan disisakan minimal 0,20 m keluar sisi belakang pasangan batu guna pemasangan saringan sebelum diurug. Pada pasangan miring saringan kerikil juga dibuat bersamaan dengan pasangan batu. Saringan terdiri atas lapisan ijuk atau geotextile yang dipasang pada ujung pipa menonjol keluar pasangan, dibungkus dengan krikil atau batu pecah sekeliling pipa setebal 15 cm..
Program Pelaksanaan dan Laporan 1. Program Pelaksanaan Penyedia Jasa sudah harus melaksanakan MC.0 (MC awal) setelah menerima Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan harus dapat dilaksanakan maksimum 30 (tiga puluh) hari kerja. Apabila Penyedia Jasa pada saat waktu yang ditentukan tidak sanggup melaksanakannya, maka pihak proyek dapat memutuskan kontrak secara sepihak dan memberikannya kepada pihak ketiga. Penyedia Jasa harus melaksanakan program pelaksanaan sesuai dengan Syarat-syarat Kontrak dengan menggunakan CPM Network. Program tersebut harus dibuat dalam dua bentuk yaitu Bartchart dan daftar yang memperlihatkan setiap kegiatan : a. Mulai tanggal paling awal b. Mulai tanggal paling akhir c. Waktu yang diperlukan d. Waktu Float e. Sumber tenaga kerja, peralatan dan bahan yang diperlukan Aktivitas yang terlihat pada program harus sudah termasuk pelaksanaan pekerjaan sementara dan tetap, kelonggaran waktu yang diperlukan untuk persiapan dan persetujuan gambar-gambar, pengiriman peralatan dan bahan ke lapangan dan juga kelonggaran dengan adanya hari libur umum maupun keagamaan. 2. Laporan Kemajuan Pelaksanaan Sebelum tanggal dua puluh lima tiap bulan atau suatu waktu yang ditentukan Direksi, Penyedia Jasa harus menyerahkan 5 (lima) Salinan Laporan Kemajuan Bulanan dalam bentuk yang sudah disetujui oleh Direksi, yang menggambarkan secara detail kemajuan pekerjaan selama bulan berjalan. Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut : 1. Presentasi kemajuan pekerjaan berdasarkan kenyataan yang dicapai pada bulan laporan dan presentasi rencana yang diprogramkan pada bulan berikutnya. 2. Evaluasi kegiatan dalam waktu satu bulan terdahulu dan rencana kegiatan pada bulan berikutnya beserta tanggal mulai dan penyelesaiannya. 3. Daftar tenaga buruh setempat. 4. Daftar peralatan dan bahan di lapangan yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan termasuk peralatan yang sudah dipindahkan dari lapangan. 5. Jumlah volume pekerjaan yang merupakan bagian pekerjaan tetap harus diuraikan sebagai berikut : a. Jumlah volume untuk pekerjaan beton b. Jumlah volume dari pekerjaan galian dan timbunan c. Jumlah volume dari pekerjaan pasangan batu d. Jumlah banyaknya bangunan yang diselesaikan, dan lainlain. 6. Uraian pokok pekerjaan sementara yang dilaksanakan selama masa laporan 7. Keadaan cuaca 8. Daftar besarnya pembayaran terakhir yang diterima dari kebutuhan pembayaran yang diperlukan pada bulan berikutnya.
9. Hal–hal lain yang diminta sesuai dengan Kontrak, dan masalah yang timbul atau berhubungan dengan pelaksanaan pekrjaan selama bulan laporan. 3. Laporan harian, mingguan dan bulanan 1. Laporan harian Laporan harian dibuat oleh penyedia jasa berisi: 1) Catatan tentang jenis, volume hasil kerja yang dilaksanakan 2) Jumlah dan klarifikasi tenaga kerja 3) Keadaan cuaca khususnya yang menyebabkan hambatan terhadap kelancaran pekerjaan 4) Penerimaan dan pengunaan material 5) Mobilisasi dan operasi alat berat 6) Perintah dan atau persetujuan direksi teknis untuk melaksanakan pekerjaan tertentu yang dikeluarkan pada hari itu 7) Perubahan desain dan realisasi desain serta gambar kerja 8) Kendala yang dihadapi 9) Foto hasil pelaksanaan pekerjaan 10) Hal-hal lain yang dianggap perlu untuk diketahui direksi pekerjaan. 2. Laporan mingguan Laporan mingguan berisi : 1) Rangkuman dari catatan harian dalam satu minggu yang lalu 2) Catatan tentang pertemuan/rapat antara pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan konstruksi 3) Keputusan-keputusan penting yang memerlukan tindak lanjut seperti : (1) Perubahan desain (2) Metode kerja (3) Pekerjaan tambah.kurang (4) Penggantian jenis material yang harus digunakan dengan alasanalasannya dan solusi kendala yang dihadapi, serta dituangkan dalam surat perintah direksi atau persetujuan direksi terhadap usulan penyedia yang terkait dengan hal-hal di atas 3. Laporan bulanan Laporan bulanan merupakan rangkuman dari catatan mingguan, khususnya mengenai prestasi pekerjaan berupa volume pekerjaan yang telah dilaksanakan, telah diterima dan telah mendapatkan persetujuan direksi teknis, seperti volume, harga pekerjaan, serta persentase (%) tambahannya dalam kemajuan pekerjaan dalam kontrak, dan dibuat dalam rangkap 5 (lima) disertai foto-foto yang relevan.
Pekerjaan Lainnya 1. Gambar A. Gambar-gambar pekerjaan tetap (a) Umum Semua gambar-gambar yang disiapkan oleh Penyedia Jasa haruslah gambar-gambar yang telah ditanda tangani oleh Direksi, dan apabila ada perubahan harus mendapat persetujuan dari Direksi sebelum program pelaksanaan dimulai. (b) Gambar-gambar Pelaksanaan Penyedia Jasa harus menggunakan Gambar Kontrak sebagai dasar untuk mempersiapkan gambar-gambar pelaksanaan. Gambar-gambar itu dibuat lebih detail untuk pekerjaan tetap dan dimana mungkin dapat memperlihatkan penampang melintang dan memanjang beton, pengaturan batang pembesian termasuk rencana pembengkokan, pemotongan dan daftar besi beton, tipe bahan yang digunakan, mutu, tempat dan ukuran yang tepat. (c) Penyedia Jasa harus menyediakan 1 (satu) set gambargambar lengkap di lapangan. Apabila ada pekerjaan yang dilaksanakan sebelum ada persetujuan Direksi adalah menjadi resiko Penyedia Jasa. Persetujuan Direksi terhadap gambar-gambar tersebut tidak akan meringkankan tanggung jawab Penyedia Jasa atas kebenaran gambar- gambar tersebut. B. Gambar-gambar Pekerjaan Sementara (a) Umum Semua gambar yang disiapkan oleh Pengguna Jasa harus terperinci dan diserahkan kepada Direksi sebelum tanggal program pelaksanaan atau dalam waktu yang telah ditentukan dalam Kontrak. Gambar-gambar harus menunjukkan detail dari pekerjaan sementara seperti cofferdam, tanggul sementara, pengalihan aliran dan sebagainya. Gambar perencanaan yang diusulkan Penyedia Jasa yang dipakai dalam pelaksanaan konstruksi juga harus diserahkan kepada Direksi sebanyak 3 (tiga) rangkap. (b) Gambar–Gambar untuk pekerjaan sementara yang diusulkan Penyedia Jasa hendaknya mengusulkan pekerjaan sementara yang berkaitan dengan pekerjaan tetap, secara lebih mendetail dan diserahkan kepada direksi untuk mengubah dan mendapat persetujuan sebelum tanggal dimulainya pelaksanaan. C. Gambar–gambar terlaksana (As Built Drawing) Selama masa pelaksanaannya, Penyedia Jasa harus memelihara satu set gambar yang dilaksanakan paling akhir untuk tiap-tiap pekerjaan. Pada gambar yang memperlihatkan perubahan yang sudah dikerjakan sesuai dengan kontrak, sejauh gambar tersebut sudah dilaksanakan dengan benar
kemudian dicap ”sudah dilaksanakan”. Gambar–gambar yang dilaksanakan akan diperiksa tiap bulan di lapangan oleh Direksi dan tiap hari oleh Pengawas Lapangan, dan apabila diketemukan hal–hal yang tidak memuaskan dan tidak dilaksanakan, paling lambat harus diperiksa kembali selama 6 (enam) hari kerja. 2. Dokumentasi Foto-foto diambil dengan arah dan tempat yang tetap serta kelihatan latar belakang (misal pohon dan sebagainya) Foto dokumentasi pekerjaan harus dibuat dan disusun dalam bentuk album serta diserahkan ke proyek minimal 2 (dua) album sebelum dilaksanakan Penyerahan Pertama Pekerjaan (PHO). 3. Backup Data Penyedia Jasa harus membuat backup data yang berisi hasil perhitungan volume pekerjaan lengkap dengan sketsa konstruksi pengaman pantai beserta dimensinya dan denah lokasi pekerjaan.