Hubungan Sosial j o u r n a l Manusia senantiasa berhubungan dengan manusia lain dalam hidupanya. Sebagai makhluk sosial, manusia sangat membutuhkan manusia lain untuk hidup. Pada pembahasan sebeumnya, kamu sudah belajar bahwa identitas diri yang dimiliki seseorang dapat dibentuk oleh pengalaman belajar. Menurut Anthony Giddens ini disebut dengan identitas sekunder. Salah satu yang mempengaruhi identitas sekunder seseorang adalah proses interaksi sosial. Apa itu? Yuk kita pelajari ! swipe !
Sebelumnya, yuk kita buka halaman pertama buku ini! P A D A AWA L P E M B A H A S A N K I T A , K A L I A N S U D A H M E N G E T A H U I A P A I T U I N T E R A K S I S O S I A L . T A H U K A H K A M U , I N T E R A K S I S O S I A L A D A L A H P R O S E S Y A N G G K I T A J A L A N I S E U M U R H I D U P K I T A ? Mengapa dikatakan demikian? sebagai makhluk sosial, kita memiliki hasrat untuk berkomunikasi, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain. Hal ini merupakan kebutuhan mendasar dalam diri manusia. Coba bayangkan, mulai dari kalian lahir hingga sekarang, kalian terus melakukan interaksi dengan orang sekitar kalian seperti keluarga, teman, dan sekarang kalian sedang berinteraksi dengan guru kalian. Di lain waktu, kalian akan berinteraksi dengan lebih banyak orang, dan hal tersebut akan berlangsung seumur hidup kalian.
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Di dalam masyarakat tentu proses interaksi sosial banyak terjadi. Sekarang coba bayangkan, ketika kamu mulai berteman dan melakukan interaksi sosial. Mengapa Interaksi Sosial penting untuk dipelajari dalam ilmu Sosiologi? Akan ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, kamu akan berhubungan baik dengan temanmu. Kedua, kamu akan memiliki masalah dengan temanmu. Hal ini tergantung kepada proses terjadinya interaksi antara kamu dan temanmu.
Di masyarakat, interaksi sosial selalu terjadi dan akan menyebabkan berbagai macam fenomena baik yang mengarah kepada kerjasama atau mengarah kepada konflik. Oleh karena itu, sangat penting untuk kalian guys mempelajari interaksi sosial di kelas Sosiologi. L a l u , b a g a i m a n a a g a r p r o s e s i n t e r a k s i s o s i a l d a p a t b e r j a l a n d e n g a n b a i k d i m a s y a r a k a t ? Syarat Jumlah pelaku dua orang atau lebih Komunikasi antarpelaku menggunakan simbol atau lambang. dimensi waktu meliputi masa lalu, masa kini, dan masa depan. Memiliki tujuan yang hendak dicapai. Soerjono Soekanto Charles P. Loomis Kontak sosial Komunikasi terjadinya Interaksi Sosial
Tahu nggak sih? selain karena kita adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dan pada akhirnya kita melakukan interaksi sosial, ternyata ada juga loh faktor pendorong interaksi sosial. Baca di bawah ini ya guys! Faktor Pendorong Interaksi Sosial Imitasi Tindakan atau usaha untuk meniru orang lain sebagai tokoh idealnya. Imitasi cenderung tidak disadari dilakukan oleh seseorang. Imitasi pertama kali akan terjadi dalam sosialisasi keluarga. Misalnya, seorang anak sering meniru kebiasaan orang tuanya seperti cara berbicara dan berpakaian. Identifikasi Kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Identifikasi mengakibatkan terjadinya pengaruh yang lebih dalam dari sugesti dan imitasi karena identifikasi dilakukan secara sadar. Contoh identifikasi: seorang pengagum berat artis terkenal, ia sering mengidentifikasi dirinya menjadi artis idolanya dengan meniru model rambut, model pakaian, atau gaya dan menganggap dirinya sama dengan artis tersebut.
Sugesti Suatu proses seseorang yang merasa tertarik pada orang lain. Perasaan simpati itu bisa juga disampaikan kepada seseorang atau sekelompok orang atau lembaga formal pada saat-saat khusus. Contoh simpati adalah pada peringatan ulang tahun, pada saat lulus ujian, atau pada saat mencapai suatu prestasi. Motivasi Dorongan, rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu yang lain sedemikian rupa sehingga orang yang diberi motivasi tersebut menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis, rasional, dan penuh tanggung jawab. Contoh motivasi adalah guru yang memberikan motivasi kepada siswanya supaya siswanya semakin giat belajar.
SIMPATI Suatu proses seseorang yang merasa tertarik pada orang lain. Perasaan simpati itu bisa juga disampaikan kepada seseorang atau sekelompok orang atau lembaga formal pada saat-saat khusus. Contoh simpati adalah pada peringatan ulang tahun, pada saat lulus ujian, atau pada saat mencapai suatu prestasi. Empati Kemampuan mengambil atau memainkan peranan secara efektif dan seseorang atau orang lain dalam konsidi yang sebenar-benarnya, seolah-olah ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain tersebut seperti rasa senang, sakit, susah, dan bahagia. Empat hampir mirip dengan sikap simpati. Perbedaannya, sikap empati lebih menjiwai atau lebih terlihat secara emosional. Contoh empati adalah saat kita turut merasakan empati terhadap masyarakat Yogyakarta yang menjadi korban letusan Gunung Merapi.