The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Tugas Simulasi digital membuat e-book KHARISMA BESTY CHATARINA

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by www.bestycatrien, 2020-11-29 02:20:40

Kebutuhan psiko-spiritual Manusia

Tugas Simulasi digital membuat e-book KHARISMA BESTY CHATARINA

Keywords: Konsep dasar keperawatan

i|P a g e

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan rahmat
dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas membuat e-
book yang berjudul “ kebutuhan psiko-spiritual manusia” ini tepat pada
waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan e-book ini adalah untuk
memenuhi tugas dari guru pada mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi
Digital. Selain itu, e-book ini juga bertujuan untuk menambah wawasan
tentang kebutuhan psiko-spiritual manusia bagi para pembaca dan juga
bagi penulis.

Saya mengucapkan terima kasih kepada :
- Bapak Mukhlasal Abidin, S.Pd Selaku guru mapel Simulasi dan

Komunikasi Digital
- Kedua Orang tua yang telah mendukung pembuatan e-book ini
- Dan Teman-teman
Sehingga saya dapat menyelesaikan e-book ini dengan semaksimal mungkin.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada BTS dan TOMORROW
X TOGETHER yang telah menemani dan memberi semangat saya dengan
lagu dan kontennya yang menarik.
Saya menyadari e-book yang saya tulis ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, Kritik dan saran yang membangun akan saya
nantikan demi kesempurnaan e-book ini.

Trenggalek, 24 November 2020

Penulis.

ii | P a g e

DAFTAR ISI

CONTENTS
KATA PENGANTAR .......................................................................................................................................................................ii
DAFTAR ISI ..................................................................................................................................................................................iii
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMENUHAN KEBUTUHAN PSIKO-SPIRITUAL MANUSIA............................................... 2

1. Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan Psiko-Spiritual .......................................................................................................... 2
2 .Hubungan Spiritual, Sehat, dan Sakit.................................................................................................................................... 3
3. Hubungan Keyakinan dengan pelayanan kesehatan ............................................................................................................. 5
4. Asuhan Keperawatan pada Masalah Kebutuhan Spiritual ..................................................................................................... 6
B. PERAN PERAWAT DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN PSIKO-SPIRITUAL PASIEN/KLIEN ............................................................... 7
1. Cinta dan Kebersamaan....................................................................................................................................................... 7
2. Keimanan dan Keyakinan..................................................................................................................................................... 7
3. Harapan Positif.................................................................................................................................................................... 7
4. Moral dan Etika ................................................................................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................................................................... 9

iii | P a g e

Tahukah Anda apa itu kebutuhan psiko-spiritual manusia? Pada
dasarnya kebutuhan psiko-spiritual merupakan sebuah kebutuhan dalam
diri manusia atau pasien kaitannya dengan pemenuhan kewajibannya
kepada Tuhannya, dengan cara menjalankan ibadah keagamaannya sesuai
agama dan kepercayaannya. Agar perawat memberikan perawatan yang
berkualitas, mereka harus mendukung klien atau pasien dalam pemenuhan
kebutuhan spiritualnya. Jadi intinya perawat membutuhkan keterampilan
dalam perawatan spiritual. Untuk lebih memahami mengenai kebutuhan
psiko-spiritual manusia (pasien) pelajarilah bab berikut!

3.3 Menganalisis kebutuhan psiko-spiritual manusia
4.3 Melakukan identifikasi kebutuhan psiko-spiritual manusia

Tidak terdapat di dalam unit SSKNI Keperawatan
Mata pelajaran hanya diberikan secara teori, untuk asisten keperawatan tidak perlu
untuk diuji sertifisikan

Setelah mengikuti pembelajaran ini, diharapkan siswa mampu :
1. Memahami pengertian kebutuhan psiko-spiritual manusia
2. Mengidentifikasi faktor faktor yang mempengaruhi pemenuhan
kebutuhan psiko-spiritual manusia

1|P age

3. Menjelaskan peran perawat dalam memenuhi pemenuhan kebutuhan
psiko-spiritual pasien/klien

A. FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMENUHAN KEBUTUHAN
PSIKO-SPIRITUAL MANUSIA

Kebutuhan psiko-spiritual adalah harmonisasi dimensi kehidupan.
Dimensi ini termasuk menemukan arti, tujuan, menderita, dan kematian,
kebutuhan akan harapan dan keyakinan hidup, dan kebutuhan akan keyakinan
pada diri sendiri, dan Tuhan. Ada 5 dasar kebutuhan spiritual manusia yaitu
arti dan tujuan hidup. perasaan misteri pengabdian, rasa percaya, dan harapan
di waktu kesusahan.

1. FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEBUTUHAN PSIKO-SPIRITUAL

Faktor yang memengaruhi kebutuhan psiko-spiritual, di antaranya sebagai
berikut :

a. Tumbuh kembang

Usia perkembangan dapat me netukan proses pemenuhan ke butuhan
spiritual, karena setiap tahap perkembangan memiliki cara meyakini kepercayaan
terhadap tuhan.

b. Keluarga

Keluarga memiliki peran yang cukup strategis dalam memenuhi
kebutuhan spiritual, karena keluarga memiliki ikatan emosional dan selalu
berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Peran orang tua sangat menentukan
dalam perkembangan spiritual anak.

c. Etnik dan budaya

Sikap, keyakinan, dan nilai dipengaruhi oleh latar belakang etnik dan budaya
Pada umumnya seseorang akan mengikuti tradisi agama dan spiritual keluarga Anak
belajar pentingnya menjalankan kegiatan agama termasuk nilai moral dari hubungan
keluarga Akan tetapi perlu diperhatikan apapun tradisi agama atau sistem kepercayaan
yang dianut individu tetap saja pengalaman spiritual unik bagi setiap individu.

d. Pengalaman hidup sebelumnya

Pengalaman hidup baik yang positif maupun pengalaman negatif dapat
memengaruhi spiritual seseorang Pengalaman hidup yang menyenangkan seperti
pernikahan kelulusan atau kenaikan pangkat menimbulkan syukur pada Tuhan Peristiwa

2|P age

buruk dianggap sebagai suatu cobaan yang diberikan Tuhan pada manusia untuk
menguji imannya

e. Krisis dan perubahan

Pada dasarnya krisis dan perubahan mampu menguatkan kedalaman spiritual
seseorang Krisis sering dialami ketika seseorang menghadapi penyakit, penderitaan,
proses penuaan, kehilangan, dan bahkan kematian Bila klien dihadapkan pada kematian,
maka keyakinan spiritual dan keinginan untuk sembahyang atau berdoa lebih meningkat
dibandingkan dengan pasien yang berpenyakit tidak terminal

f. Kegiatan spiritual

Adanya kegiatan keagamaan dapat mengingatkan keberadaan dirinya dengan Tuhan
dan selalu mendekatkan diri kepada pen ciptanya

g. Terpisah dari ikatan spiritual

Menderita sakit terutama yang bersifat akut, seringkali membuat individu terpisah
atau kehilangan kebebasan pribadi dan sistem dukungan sosial Kebiasaan hidup
sehari-hari juga berubah antara lain tidak dapat menghadiri acara sosial mengikuti
kegiatan agama dan tidak dapat berkumpul dengan keluarga atau teman yang biasa
memberikan dukungan setiap saat diinginkan Terpisahnya klien dari ikatan spiritual
berisiko terjadinya perubahan fungsi spiritual.

h. Isu moral terkait dengan terapi

Pada kebanyakan agama proses penyembuhan dianggap sebagai cara Tuhan untuk
menunjukan kebesaran Nya walaupun ada juga agama yang menolak intervensi
pengobatan Prosedur medis seringkali dapat dipengaruhi oleh ajaran agama seperti
sirkumsisi, transplantasi organ, sterilisasi, dan lain-lain. Konflik antara jenis terapi
dengan keyakinan agama sering dialami oleh klien dan tenaga kesehatan

2 .HUBUNGAN SPIRITUAL, SEHAT, DAN SAKIT

Agama merupakan petunjuk perilaku karena di dalam agama terdapa ajaran baik
dan larangan yang dapat berdampak pada kehidupan dan kesehatan seseorang
contohnya minuman beralkohol sesuatu yang dilarang agama dan akan berdampak
pada kesehatan bila dikonsumsi manusia Agama sebagai sumber dukungan bagi
seseorang yang mengalami kelemahan dalam keadaan sakit untuk membangkit

3|P age

semangat untuk sehat, atau juga dapat mempertahankan kesehatan untuk mencapai
kesejahteraan. Sebagai contoh orang sakit dapat memperoleh kekuatan dengan
menyerahkan diri atau memohon pertolongan dari tuhannya.

a. Peran agama terhadap kondisi pasien

1) Peran agama terhadap kondisi psikologi

Orang yang merasa dirinya dekat dengan Tuhan, diharapkan akan timbul
rasa tenang dan aman, yang merupakan salah satu ciri sehat mental, yaitu
sebagai berikut

a) Mengatur pola hidup individu dengan kebiasaan hidup sehat.

b) Memperbaiki persepsi ke arah positif.

c.) Memiliki cara penyelesaian masalah yang spesifik

d.) mengembangkan emosi positif

e) Mendorong kepada kondisi yang lebih sehat

2) Peran agama terhadap kondisi sosial

Umumnya para penganut agama akan melakukan kegiatan ibadah atau
kegiatan sosial lainnya secara bersama sama dan kegiatan bersama seperti
ini dilakukan secara berulang-ulang. sehingga dapat menimbulkan rasa
kebersamaan dan meningkatkan solidaritas antarjamaah Orang dengan skor
religiusitas tinggi pada umumnya dapat membina keharmonisan keluarga
dan pada umumnya dapat membina hubungan yang baik di antara keluarga

3) Peran agama terhadap kondisi psikologiks

Peran yang cukup mendasar tentang peran keagamaan terhadap
perubahan fisik-biologis, sebagaimana dituntut oleh para pakar yang
berorientasi fisikalistik yang mendapatkan bukti bahwa dengan perkataan yang
baik dan halus sebagaimana perkataan orang yang sedang berdoa dapat
mengubah partikel air menjadi kristal heksagonal yang indah. dan selanjutnya
bermanfaat dalam upaya kesehatan secara umum

b. Manfaat bagi rumah sakit dari kegiatan bimbingan spiritual

Tidak ada orang yang ingin menderita sakit dan semua orang yang sakit
pasti menginginkan kesembuhan Salah satu cara meningkatkan kesembuhan
adalah dengan memberikan bimbingan rohani dan spiritual. Bimbingan
spiritual ternyata berdampak kepada peningkatan kesembuhan dan motivasi

4|P age

pasien Dalam konteks ini bimbingan spiritual merupakan pelengkap
pengobatan dan pelayanan medis di rumah sakit Seperti halnya. IMZ
merupakan salah satu jejaring Baznas Dompet Dhuafa yang bergerak di bidang
pendidikan, pelatihan, konsultasi, publikasi, dan riset seputar zakat. Terilhami
dengan kesuksesan program bimbingan Dhuafa dengan nama Bimbingan
Rohani Pasien (BRP), maka IMZ bersama BRP -- LPM Baznas Dompet
Dhuafa menggagas pelatihan SCOPE, (Spiritual Care On Patient). Kesuksesan
program Bimbingan Rohani pasien dapat terlihat dengan sudah berjalannya
program ini di beberapa rumah sakit di sekitar Jakarta dan terus
berdatangannya permintaan dari rumah sakit lain di berbagai daerah Adapun
bagi rumah sakit kegiatan bimbingan spiritual jelas dapat memberikan nilai
tambah dalam hal pelayanan bagi pasiennya Manfaat yang akan diperoleh
sebagai berikut :

1) Perawat mengetahui pentingnya memberikan bimbingan spiritual
kepada orang yang sedang sakit

2) Perawat memahami tata cara bimbingan spiritual untuk pasien sesuai
dengan tuntunan Islam

3.) Perawat mampu mereplikasi dan menjalankan kegiatan bimbingan
spiritual bagi pasien di tempat kerjanya

4) Rumah sakit mendapat citra yang baik dimata masyarakat nilai.

3. HUBUNGAN KEYAKINAN DENGAN PELAYANAN KESEHATAN

Kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh
setiap manusia. Apabila sesorang dalam keadaan sakit, maka hubungan dengan
Tuhannya pun semakin dekat, mengingat seseorang dalam kondisi sakit menjadi
lemah dalam segala hal, tidak ada yang mampu membangkitkannya dari
kesembuhan, kecuali Sang pencipta Dalam pelayanan kesehatan, perawat
sebagai petugas kesehatan harus memiliki peran utama dalam memenuhi
kebutuhan spiritual. Perawat dituntut mampu mem berikan pemenuhan yang
lebih pada saat pasien kritis atau menjelang ajal.

Dengan demikian, terdapat ke terkaitan antara keyakinan dengan
pelayanan kesehatan, di mana kebutuhan dasar manusia yang diberikan melalui
pelayanan kesehatan tidak hanya berupa aspek-biologis, tetapi juga aspek

5|P age

spiritual. Aspek spiritual dapat membantu membangkitkan semangat pasien
dalam proses penyembuhan.

4. ASUHAN KEPERAWATAN PADA MASALAH KEBUTUHAN SPIRITUAL

a. Pengkajian keperawatan

Pengkajian terhadap masalah kebutuhan spiritual, antara lain adanya
ungkapan terhadap masalah spiritual, misalnya arti kehidupan, kematian, dan
penderitaan, keraguan akan kepercayaan yang dianut, penolakan untuk
beribadah, perasaan yang kosong, dan pengakuan akan perlunya bantuan
spiritual. Beberapa faktor yang menyebabkan masalah spiritual adalah
kehilangan salah satu bagian tubuh, beberapa penyakit terminal, tindakan
pembedahan, prosedur invasive, dan lain-lain.

b. Diagnosis keperawatan

Distres spiritual berhubungan dengan ketidakmampuan untuk melak
sanakan ritual spiritual, konflik antara keyakinan spiritual dan ketentuan aturan
kesehatan dan krisis penyakit. penderitaan, atau kematian,

c. Perencanaan dan tindakan keperawatan

Rencana yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah spiritual, antara lain
sebagai berikut.

1) Memberikan ketenangan atau privasi sesuai dengan kebutuhan melalui
doa dan beribadah secara rutin.

2) Membantu individu yang menga lami keterbatasan fisik untuk
melakukan ibadah.

3) Menghadirkan pemimpin spiritual untuk menjelaskan berbagai konflik
keyakinan dan alternatif pemecahannya

d. Evaluasi keperawatan
Evaluasi terhadap masalah spiritual secara umum dapat dinilai dari

perubahan untuk melakukan kegiatan spiritual, adanya kemampuan
melaksanakan ibadah, adanya ungkapan atau perasaan yang tenang, dan
menerima adanya kondisi atau keberadaannya,

6|P age

B. PERAN PERAWAT DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN PSIKO-SPIRITUAL
PASIEN/KLIEN

Seorang perawat harus memahami keutuhan psiko-spiritual pasien/ klien supaya
pekerjaannya berjalan baik dan benar. Kebutuhan psiko-spiritual manusia menurut
Galek(2005) di paparkan berikut.

1. CINTA DAN KEBERSAMAAN

Tanpa keintiman dan kenyamanan yang diperoleh dengan orang lain misalnya
pasangan, rekan atau teman dekat, kita bisa merasa terisolasi, sendirian, dan
kehilangan sentuhan, keamanan, dan cinta. Kebutuhan akan hubungan yang
harmonis penting yang berasal dari kontak pribadi dan keterlibatan dengan orang
orang. Namun, kasih sayang yang sama dihasilkan atau dialami melalui kontak
dekat dengan penciptanya. Pengamatan telah dilakukan dan hasil yang diperoleh
bahwa hubungan tidak akan selalu harmonis dan individu dapat tumbuh dan belajar
dari semua pengalaman.

2. KEIMANAN DAN KEYAKINAN

Keimanan adalah kepercayaan atau komitmen kepada sesuatu atau seseorang.
Keimanan memberikan makna hidup. memberikan kekuatan pada saat individu
mengalami kesulitan dalam kehidupannya. Untuk klien /pasien yang sedang sakit,
keimanan terhadap Tuha/Allah dalam diri, klien/pasien sendiri, dalam setiap
anggota tim kesehatan, atau pada keduanya, dapat memberikan kekuatan, dan
harapan

3. HARAPAN POSITIF

Harapan positif berupa inti dalam kehidupan dan merupakan dimensi esensial
bagi keberhasilan dalam menghadapi dan mengatasi keadaan sakit dan kematian.
Harapan sebagai suatu proses antisipasi yang melibatkan interaksi pemikiran,
tindakan, perasaan dan relasi, yang mengarahkan pada masa datang untuk
pemenuhan akan kepribadian yang penuh makna. Jika tidak mempunyai harapan
dan tidak ada yang memberikan harapan tersebut, maka sakit yang dialami,
dirasakan seperti bekembang memburuk lebih cepat.

4. MORAL DAN ETIKA

Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang
beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan dan kelakuan
(akhlak). Sedangkan etika mempunyai arti adat-istiadat atau kebiasaan yang baik.

7|P age

Untuk hidup bermoral dan beretika, hidup dalam masyarakat dengan menjunjung
tinggi moral dan etika yang ada di dalam masyarakat tersebut.

8|P age

DAFTAR PUSTAKA

(PERSEMKI), P. S. KONSEP DASAR KEPERAWATAN Jilid 1.

9|P age


Click to View FlipBook Version