The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Catatan Ilmu Balaghah Kelas 5 MMA Putri Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mafazakidz, 2022-11-25 06:37:29

al Jauhar al Maknun

Catatan Ilmu Balaghah Kelas 5 MMA Putri Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

Keywords: #balaghah#kelas5

1

‫اﻟْ َﺒﻴَﺎ ِن‬ ْ �ِ ‫اﻟﺜَّﺎ‬ ‫اﻟ َﻔ ُّﻦ‬
‫ِﻋﻠ ِﻢ‬

Nadzom : ‫( ﺗَﺄْ ِدﻳَ ُﺔ الْ َﻤ ْﻌ َ� ِﺑ ُﻄ ُﺮ ٍق ُ�ْ َﺘ ِﻠ ْﻒ‬١٣٨) ‫َ� َّﻦ ا ْﻟ َﺒ َﻴﺎ ِن ِﻋﻠْ ُﻢ َﻣﺎ ِﺑ ِﻪ ُﻋ ِﺮ ْف‬
‫( � َ ْﺸ ِبﻴْ ٍﻪ اَ ْو َ َ�ــﺎ ٍز اَ ْو ِﻛــ َﻨﺎﻳَ ِﺔ‬١٤٩) ‫ُو ُﺿ ْﻮ ُﺣ َﻬﺎ َوا ْﺣ ُﺼ ْﺮ ُه ِﻓﻰ ﺛَ َﻼﺛَ ِﺔ‬

Adapun Fan Ilmu Bayan, ialah ilmu untuk mengetahui cara menyampaikan suatu makna yang
dikehendaki dengan cara yang berbeda-beda penjelasannya (dari yang kurang jelas, jelas dan lebih

jelas). Dan Ilmu ini diringkas menjadi 3 bahasan, yaitu Tasybih, Majaz dan Kinayah.

Penjelasan :
A. Pengertian Ilmu Bayân

Secara bahasa, bayân berarti ‫( الﻜﺸﻒ‬tersingkap), ‫( اﻹﻳﻀﺎح‬nyata). Sedang menurut istilah

ilmu bayân adalah:

�‫ﻋﻠﻢ ﻳﻌﺮف ﺑﻪ ﺗﺄدﻳﺔ اﻟﻤﻌ� الﻮاﺣﺪ ﺑﻄﺮق �ﺘﻠﻔﺔ ﻣﻦ ﺣﻴﺚ وﺿﻮح اﻟﺪﻻﻟﺔ ﻋﻠﻰ ذلﻚ اﻟﻤﻌ‬

“Ilmu atau kaedah untuk mengetahui cara mengemukakan satu pengertian dengan tarkib
(ungkapan) yang berbeda-beda (sesuai dengan muqtadla al-hal), dalam hal kejelasan dalalah
’aqliyah dari pengertian itu sendiri”. Dengan kata lain, satu pengertian dapat dikemukakan dengan
berbagai macam ungkapan selama sesuai dengan muqtadla al-hâl, untuk mencari kejelasan makna
yang dimaksud. Muqtadla al-hâl dalam hal ini sangat dibutuhkan, karena kedudukan ilmu Ma’âni
dan ilmu Bayân sama dengan kedudukan Fashâhah dengan Balâghah. Lagi pula, untuk dapat
menerangkan satu pengertian dengan berbagai macam ungkapan, harus memahami ilmu Ma’âni
yang di dalamnya terdapat muqtadla alhâl.

Sebuah pengertian, “Zaid adalah dermawan” dapat dikemukakan dengan berbagai macam
ungkapan, yaitu:

1. D‫ِم‬e‫ َﺮ‬n‫َﻜ‬gaْ‫اﻟ‬n‫ﻰ‬u‫ ِﻓ‬n‫ِﺮ‬g‫ﺤ‬kْ a‫ َﺒ‬p‫ﺎ ْﻟ‬aَ ‫ﻛ‬n‫ٌﺪ‬taْ�s‫ َز‬yb(îZha, iydailtauksana lautan tentang kedermawanannya )
‫ ( َز ْ� ٌﺪ ﻛ َﺎ ْﻟ َﺒ ْﺤ ِﺮ‬Zaid laksana lautan) ‫ ( َز�ْ ٌﺪ ﺑَﺤْ ٌﺮ‬Zaid adalah lautan )

2. Dengan ungkapan kinâyah, yaitu:

‫( َز�ْ ٌﺪ َم ْﻬ ُﺰ ْو ُل اﻟْ ُﻔ َﺼﻴْ ِﻞ‬Zaid orang yang kurus anak untanya) , karena ibunya disembelih guna
m‫ ِﺐ‬en‫َﻠ‬j‫ﻜ‬aْ‫ﻟ‬m‫ن ا‬uُ ‫ﺎ‬pَّ‫ﺟﺒ‬aَ ra‫ ٌﺪ‬tْ�a‫ َز‬m(uZaid menggonggong anjingnya) , karena banyak tamunya
‫( َز�ْ ٌﺪ َﻛ ِﺜ ْ ُ� ال َّﺮ َﻣﺎ ِد‬Zaid banyak abu kayu bakarnya ) , karena sering membakar kayu untuk

masak karena banyak tamu

3. Dengan ungkapan isti’aroh, yaitu:

‫( َراَﻳْ ُﺖ ﺑَﺤْ ًﺮا ِﻓﻰ اﻟ َّﺪا ِر‬saya melihat lautan di suatu rumah) , dan sebagainya.

Obyek bahasan Ilmu Bayân adalah kata-kata arab, baik dalam bentuk tasybîh, majâz atau
kinâyah. Orang yang pertama menyusun ilmu ini, adalah Abu ‘Ubaidah yang berhasil menyusun

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

2

kitab majâz al-Qur’an, kemudian diikuti oleh Abd al Qahir, al-Jahidh, Ibn al-Mu’taz, Qudamah
dan Abu Hilal al Askariy.

Kegunaan yang diperoleh dengan mempelajari ilmu ini, adalah mampu mengetahui rahasia
kalimat Arab, baik natsar atau nadham, tingkat perbedaan ke-fashîh-an kalimat, dan tingkat
perbedaan tingkat balaghah untuk dapat mengetahui tingkat kemu’jizatan al-Qur’an

B. Beberapa bahasan Ilmu Bayân
Ilmu bayân membahas tiga pokok masalah, yaitu tasybîh, majâz, dan kinâyah.

‫ﻓَ ْﺼ ٌﻞ ِﻓﻰ اﻟ َّﺪ َﻻﻟَ ِﺔ الْ َﻮ ْﺿ ِﻌ ّﻴَ ِﺔ‬

A. Pengertian Dalalah

Dalalah ialah : ‫( ﻓﻬﻢ ﺷﻲء ﻣﻦ ﺷﻲء آﺧﺮ‬memahami sesuatu dari sesuatu yang lain) seperti contoh Jika

Anda berada di rumah dan mendengar ketukan di pintu, pikiran Anda akan langsung tertuju pada
kenyataan bahwa ada seseorang di pintu. Ketukan pintu tersebut memberi petunjuk anda bahwa

ada seseorang. Maka ketukan itu disebut ‫( َدا ٌّل‬petunjuk/indikator) dan adanya seseorang di depan
pintu disebut ‫( َﻣ ْﺪلُ ْﻮ ٌل‬yang ditunjuk/ yang terindikasi), hubungan yang terjadi antara Dall dan Madlul
sehungga terdapat pemahaman disebut dengan ‫( َد َﻻ َﻟ ٌﺔ‬indikasi)

B. Pembagian Dalalah

Dalalah terbagi menjadi dua bentuk, yaitu Dalalah Lafdziyah (‫) َد َﻻﻟَ ٌﺔ َﻟ ْﻔ ِﻈﻴَّ ٌﺔ‬, yaitu dalalah yang
berbentuk lafadz. Seperti lafadz ‫ َ ْ�ﻠَﺔ‬menunjukkan pengertian pohon korma dan Dalalah Ghoiru
Lafdziyah (‫ ) َد َﻻ َﻟ ٌﺔ َﻏ ْ ُ� َﻟ ْﻔ ِﻈﻴَّ ٍﺔ‬, yaitu dalalah yang tidah berupa lafadz, seperti rambu-rambu jalan,

lampu lalu lintas dll.
Masing-masing dari kedua bentuk dalalah tersebut terbagi menjadi tiga, yaitu :

1. ‫ اﻟﺪﻻﻟﺔ الﻮﺿﻌﻴﺔ‬, yaitu dalalah yang diletakkan atau ditetapkan sesuai dengan kesepakatan

bersama. Contoh :

• ‫اﻟﺪﻻﻟﺔ الﻮﺿﻌﻴﺔ الﻠﻔﻈﻴﺔ‬, seperti lafadz : ‫ اﻟﺪﻻﻟﺔ‬digunakan sebagai petunjuk alat transpirtasi

tertentu.

• ‫اﻟﺪﻻﻟﺔ الﻮﺿﻌﻴﺔ ﻏ� الﻠﻔﻈﻴﺔ‬, seperti lampu merah sebagai petuntuk wajib berhenti bagi

kendaraan di jalan raya.

2. ‫ اﻟﺪﻻﻟﺔ اﻟﻄﺒﻌﻴﺔ‬, yaitu dalalah yang timbul dari tabiat atau kebiasaan manusia. Contoh :

• ‫ اﻟﺪﻻﻟﺔ اﻟﻄﺒﻌﻴﺔ الﻠﻔﻈﻴﺔ‬, seperti lafadz “akh...” ketika seseorang merasa kesakitan

• ‫اﻟﺪﻻﻟﺔ اﻟﻄﺒﻌﻴﺔ ﻏ� الﻠﻔﻈﻴﺔ‬, seperti wajah pucat sebagai pertanda takut

3. ‫ اﻟﺪﻻﻟﺔ اﻟﻌﻘﻠﻴﺔ‬, yaitu dalalah yang muncul dari kaidah-kaidah yang didasarkan pada konsep

pikiran. Contoh :

• ‫اﻟﺪﻻﻟﺔ اﻟﻌﻘﻠﻴﺔ الﻠﻔﻈﻴﺔ‬, seperti adanya ucapan menunjukkan adanya orang yang berucap. Jika

kamu mendengar suara batuk di balik pagar, maka pasti kamu meyakini bahwa di balik
pagar itu terdapat orang yang batuk.

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

3

• ‫اﻟﺪﻻﻟﺔ اﻟﻌﻘﻠﻴﺔ ﻏ� الﻠﻔﻈﻴﺔ‬, seperti kepulan asap hitam sebagai pertanda adanya sesuatu yang

terbakar
Catatan :
Dalalah yang dibahas pada ilmu Bayan hanyalah “ Dalalah Wadh’iyah Lafdziyah”

Nadzom : ‫اﻟ ْﺤَﻴْثِ َﻴّ ْﺔ‬ َ ‫اﻟْ َﻔ ْﻬ ُﻢ‬ ‫ا ْ َﻷ َﺻ ِّﺢ‬ ‫ﻋ َﻠَﻰ‬ ‫َواﻟْ َﻘ ْﺼ ُﺪ ِﺑﺎﻟ َّﺪ َﻻ َﻟ ِﺔ الْ َﻮ ْﺿ ِﻌ َّﻴ ْﺔ‬
‫ﻻ‬
(١٥٠)

Adapun yang dimaksud dengan dalalah wadh’iyyah lafdziyah menurut pendapat yang shahih
ialah, mengerti bukan sekedar memberi pengertian secara mutlak saja

Pengertian Dalalah Wadh’iyah Lafdziyah adalah pemahaman yang dihasilkan dari keterkaitan
antara lafadz dengan makna yang telah diletakkan/ditetapkan menurut kesepakatan bersama

‫( ﺗَ َﻀ ُّﻤ ٌﻦ ا ْﻟﺘ ِـ َﺰا ٌم اَ َّﻣﺎ ال َّﺴﺎ ِﺑ َﻘـ ْﺔ‬١٥١) ‫اَﻗْ َﺴﺎ ُم َﻬﺎ ﺛَ َﻼﺛَ ٌﺔ ُﻣ َﻄـﺎ َ� َﻘـ ْﺔ‬
‫( ﺑَﺤْـ ٌﺚ ﻟَـ َﻬﺎ َو َﻋ ْﻜ ُﺴ ُﻪ اﻟْ َﻌ ْﻘ ِﻠ ّﻴَـ َﺘﺎ ْن‬١٥٢) ‫َ� ْ َ� اﻟ ْﺤَ ِﻘﻴْ َﻘ ْﺔ َﻟيْ َﺲ ِﻓﻰ َﻓ ِّﻦ ا ْﻟ َﺒﻴَﺎ ْن‬

Pembagian dalalah wadh’iyah lafdziyah itu ada tiga macam, yaitu : 1. Dalalah Muthobaqoh, 2.
Dalalah Tadhommun, dan 3. Dalalah Iltizam

Adapun yang pertama, yakni dalalah muthobaqoh merupakan dalalah hakikat yang tidak ada
pembahasan dalam ilmu Bayan, sebaliknya (yang menjadi bahasan ilmu Bayan) adalah dua dalalah

‘Aqliyah, yaitu Dalalah Tadhommun dan Dalalah Iltizam
Penjelasan :

‫ اﻟ َّﺪ َﻻ َﻟﺔ الْ َﻮ ْﺿ ِﻌ َّﻴﺔ الﻠَّ ْﻔ ِﻈﻴَّﺔ‬terbagi menjadi tiga macam, yaitu :

1. ‫دﻻﻟﺔ ﻣﻄﺎﺑﻘ ّﻴﺔ‬ , yaitu : ‫َﻟ ُﻪ‬ ‫ُو ِﺿ َﻊ‬ َّ �ً ‫َﻣ ْﻌ‬ ‫َ� َﻤﺎ ِم‬ ‫ﻋ َﻠَﻰ‬ ‫َدا ًّﻻ‬ ‫ال َّﻠ ْﻔ ُﻆ‬ ‫ﻛ َﺎ َن‬ ( keadaan lafadz menunjukkan
‫اﻟ ِﺬي‬

kesempurnaan makna yang telah ditetapkan ) Hal ini terdapat pada lafadz yang memiliki makna
yang tersusun dari beberapa juz/bagian dan yang dikehendaki adalah semua makna yang terkumpul

dalam lafadz tersebut. Seperti lafadz ‫( ال َّﺼ ُّﻒ اﻟ ِّﺪ َر ِﺳ ُّﻲ‬kelas) biasanya terdiri dari ruangan, papan tulis,
kursi, bangku, para murid dan guru. Jika mutakallim menyampaikan lafadz ‫ ال َّﺼ ُّﻒ‬secara mutlak

dan yang dikehendaki adalah semua makna yang tersusun dalam lafadz tersebut dan sami’ juga
memiliki pemahaman yang sama, maka itu dasebut dengan dalalah muthobaqoh

Seperti : ‫ ا ِﻹ� ْ َﺴﺎ ُن َﺣ َﻮا ٌن ﻧَﺎ ِﻃ ٌﻖ‬: Manusia adalah hewan yang bisa berfikir
2. ‫ دﻻﻟﺔ ﺗﻀ ُّﻤﻨﻴّﺔ‬, yaitu : ‫( ﻛ َﺎ َن الﻠَّ ْﻔ ُﻆ َدا ًّﻻ ﻋَﻠَﻰ ُﺟ ْﺰ ِء الْ َﻤ ْﻌ َ� الْ َﻤ ْﻮ ُﺿ ْﻮ ِع َﻟ ُﻪ‬keadaan lafadz menunjukkan pada

sebagian makna yang telah ditetapkan ) , hal ini jika yang dikehendaki dari lafadz tersebut adalah

sebagian makna yang tersusun saja. Seperti yang dikehendaki dari lafadz ‫ ال َّﺼ ُّﻒ‬adalah makna
murid, contoh : ‫ ( ﻋﻠﻰ ال ّﺼ ّﻒ اﻻ ّول ان ﻳﻄﻠﺒﻮا ﻣﻦ أوﻟﻴﺎء أمﻮرﻫﻢ اﻟﺤﻀﻮر ﻓﻲ اﻟﻤﺪرﺳﺔ ﻏ ًﺪا‬Murid kelas satu

harus meminta ‫ن‬oُ r‫ﺴﺎ‬aَ ْn�‫ِﻹ‬g‫ا‬:tuMa amneurseikaaaudnatluakhhhaedwiarnke sekolah besok )

Seperti : ‫َﺣ َﻴ َﻮا ٌن‬ ‫َﻟ ُﻪ‬ َ ‫َدا ًّﻻ‬ ‫ال َﻠّ ْﻔ ُﻆ‬
‫ﻻ ِز ٍم‬
3. ‫ دﻻﻟﺔ إلﺘﺰاﻣﻴّﺔ‬, yaitu : ‫َﻣ ْﻌﻨَﺎ ُه‬ ‫َ� ْﻦ‬ ‫َﺧﺎ ِر ٍج‬ �ً ‫َﻣ ْﻌ‬ ‫ﻋَﻠَﻰ‬ ‫ﻛ َﺎ َن‬ ( keadaan lafadz menunjukkan

makna yang keluar dari makna yang seharusnya, namun masih terdapat keterkaitan ) seperti lafadz

‫(اﻟ ّﺪواة‬tempat tinta) yang menunjukkan makna ‫( اﻟﻘﻠﻢ‬pena)

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

4

Seperti : ‫ ا ِﻹ� ْ َﺴﺎ ُن اﻟْـ َﺤ َﻮا ٌن َﻗﺎ ِﺑ ُﻞ اﻟْ ِﻌﻠْ ِﻢ‬: Manusia adalah hewan yang menerima ilmu

Ilmu berkaitan dengan jiwa manusia, namun keluar dari makna yang lazim

Dari ketiga macam dalalah wadh’iyah lafdziyah, yang menjadi bahasan Ilmu Bayan adalah
dalalah tadhommun dan dalalah iltizam, sebab keduanya tidak dapat dimengerti tanpa berfikir
terlebih dahulu dengan melihat pada qorinah yang menunjukkan.Sedangkan dalalah muthobaqoh
dapat dimengerti dengan hanya mendengar lafadz tersebut.

‫ اﻹ�ﺴﺎن ﺑﻤﻌ� ﺣﻴﻮان ﻧﺎﻃﻖ‬: ‫اﻟﻤﻄﺎﺑﻘ ّﻴﺔ‬ ‫الﻠﻔﻈﻴﺔ‬ ‫الﻮﺿﻌﻴﺔ‬
‫ اﻹ�ﺴﺎن ﺑﻤﻌ� ﺣﻴﻮان‬: ‫اﻟﺘﻀ ّﻤﻨﻴّﺔ‬

‫ اﻹ�ﺴﺎن ﺑﻤﻌ� ﺣﻴﻮان ﻗﺎﺑﻞ اﻟﻌﻠﻢ‬: ‫اﻹلﺘﺰاﻣﻴّﺔ‬

‫راﻣﺒﻮ ﻻلﻮ ﻟﻴنﺘﺎس‬-‫ راﻣﺒﻮ‬: ‫ﻏ� الﻠﻔﻈﻴﺔ‬ ‫اﻟﺪﻻﻟﺔ‬
‫ اوﺟﺎﻓﺎن " اَ ْخ" ﻛﺮﻧﺎ ﻛﺴﺎﻛﻴﺘﺎن‬: ‫الﻠﻔﻈﻴﺔ‬
‫اﻟﻄﺒﻌﻴﺔ‬
‫ واﺟﻪ ﻓﻮﺟﺎت ﻛﺮﻧﺎ ﻛﺘﺎﻛﻮﺗﺎن‬: ‫ﻏ� الﻠﻔﻈﻴﺔ‬

‫ ﺳﻮارا اومﻮﻋﺎن ﻓﺮﺗﺎﻧﺪا اداﻳﺎ اوراع ﻳﻊ ﻋﻮمﻮع‬: ‫الﻠﻔﻈﻴﺔ‬ ‫اﻟﻌﻘﻠﻴﺔ‬

‫ أﺳﺎف ﻣﻨﻮ�ﻮءﻛﺎن أداﻳﺎ أﻓﻲ‬: ‫ﻏ� الﻠﻔﻈﻴﺔ‬

‫اﻟْ َﺒﺎ ُب ا ْ َﻷ َّو ُل اﻟتَّ ْﺸ ِبﻴْ ُﻪ‬

Nadzom : ‫( اَ ْم َﺮ ْ� ِﻦ ِﻓﻰ َﻣ ْﻌ ً� ِﺑﺂﻟَ ٍﺔ اَﺗَﺎ ْك‬١٥٣) ‫َﺷ ِبﻴْ ُﻬﻨَﺎ َد َﻻﻟَ ٌﺔ ﻋَﻠَﻰ ا ْﺷ ِﺘ َﺮا ْك‬
‫( َو َﻃ َﺮﻓَﺎ ُه ﻓَﺎﺗَّ ِﺒ ْﻊ ُﺳﺒْ َﻞ اﻟ َّﻨ َﺠﺎة‬١٥٤) ْ‫اَ ْرﻛ َﺎﻧُ ُﻪ اَ ْر َ� َﻌ ٌﺔ َو ْﺟ ٌﻪ اَ َداة‬

Adapun pengertian tasybih menurut pandangan kita ahli ilmu Bayan adalah lafadz yang
menunjukkan persekutuan dua perkara (yaitu musyabbah dan musyabbah bih) pada suatu makna

(wajah syabah) dengan alat (adat tasybih) yang telah datang kepadamu
Sedangkan rukun tasybih itu ada empat, yaitu 1. Wajah syabah, 2. Adat tasybih, 3-4. Dua
bagian tasybih (yaitu musyabbah dan musyabbah bih). Ikutilah galan keselamatan !

Penjelasan :

A. Pengertian Tasybîh

Menurut bahasa, tasybîh berarti ‫( اﻟ ّﺘﻤﺜﻴﻞ‬perumpamaan). Sedang menurut istilah Ilmu ma’âni,

tasybîh adalah: ‫إِﻟ ْﺤَﺎ ُق َأ ْم ٍﺮ ﺑِﺄَ ْم ٍﺮ ِﻓﻰ َو ْﺻ ٍﻒ ِﺑﺄَ َدا ٍة ِﻟ َﻐ َﺮ ٍض‬

“Menyamakan satu perkara (musyabbah) pada perkara lain (musyabbah bih) dalam satu sifat
(wajh syabah) dengan alat (tasybîh, seperti kaf, dsb), karena ada tujuan (yang hendak dicapai
mutakallim)”.

Berdasarkan pengertian itu, dapat dinyatakan bahwa rukun (unsur) tasybîh adalah:
1. Musyabbah, yaitu sesuatu yang diserupakan dengan yang lain.
2. Musyabbah bih, yaitu sesuatu yang digunakan untuk menyerupakan.
3. Wajh syabah, yaitu sifat yang menjadi persekutuan/persamaan antara musyabbah dengan

musyabbah bih, dengan berbagai macam bentuknya, yaitu:

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

5

a. Pada Musyabbah bih, sifat itu lebih kuat dari pada musyabbah-nya.

b. Sifat itu terkadang dibuang dan terkadang tidak dibuang.

c. Sifat itu termasuk hakekat dari dua bagian pokok (‫ )اﻟ ّﻄﺮف‬tasybîh (baik pada jenis, macam, atau

selainnya) dan tidak termasuk padanya (baik sebagai sifat hakiki pada dua tharf tasybîh, –

yang berupa hissi atau ‘aqli– atau sebagai sifat idlafi, karena hanya merupakan makna yang

berhubungan dengan kedua tharf t‫ﻰ‬a‫ ِﻓ‬s‫ﺪ‬yِ ‫ﺷ‬bَ ‫ﻷ‬îَ hْ ‫ﻛ َ)ﺎ‬. ‫َأﺣْ َﻤ ُﺪ‬ ‫ﻛ َﺎل َّﺼ ْﺨ ِﺮ ِﻓﻰ اﻟْ ُﻘ َّﻮ ِة‬ ‫ﻛَ ِﻠ َﻤﺘُ َﻚ‬ ‫ﻛ َﺎﻟْ َﻘ َﻤ ِﺮ‬ ‫َو ْﺟ َﻬ َﻚ‬

, ‫ال َّﺸ َﺠﺎ َﻋ ِﺔ‬ , , ‫اﻟ ُّﻨ ْﻮ ِر‬ ‫ِﻓﻰ‬

Nadzom : Pasal 1
Tentang kedaan musyabbah dan musyabbah bih

‫( اَﻳْ ًﻀﺎ َو َ� ْﻘ ِﻠﻴَّﺎ ِن اَ ْو ُ�ْ ِﺘ ِﻠ َﻔﺎ ْن‬١٥٥) ‫ﻓَ ْﺼ ٌﻞ َو ِﺣ ِّﺴ ِﻴّﺎ ِن ِﻣﻨْ ُﻪ اﻟ َّﻄ َﺮ َﻓﺎ ْن‬

Pasal (tentang keadaan kedua bagian tasybih). Adapun kedua ujung/bagian tasybih adakalanya
maknanya bersifat Hissi (indrawi) kedua-duanya atau bersifat ‘aqli (secara akal) keduanya atau

keduanya berlawanan.
Penjelasan :

Tasybih ditinjau dari segi keadaan dua bagian pokok tasybih, yakni Musyabbah dan
Musyabbah Bih terbagi menjadi 3 macam, yaitu :
1. Kedua bagian berupa lafadz Hissi (indrawi), yaitu sesuatu yang dapat diindra

a) dilihat , seperti : ‫َﺷ ْﻌ ُﺮ َك ﻛ َﺎلﻠَّﻴْ ِﻞ ِﻓﻰ ال َّﺴ َﻮا ِد‬
b) didengar, seperti : ‫َﺻ ْﻮﺗُ َﻚ ﻛ َﺎﻟْ ُﺒﻠْﺒُ ِﻞ ِﻓﻰ اﻟ ْﺠَ َﻤﺎ ِل‬
c) dirasa, seperti : ‫ال َّﺮ ِﺣﻴْ ُﻖ ﻛ َﺎﻟ ْﺨَ ْﻤ ِﺮ ِﻓﻰ ال َّ َّ� ِة‬
d) dibau, seperti : ‫ِر ْ�ُ َﻚ ﻛ َﺎلْ ِﻤ ْﺴ ِﻚ ِﻓﻰ اﻟ ِّﻄﻴْ َﺒ ِﺔ‬
e) dipegang, seperti : ‫ِﺟ ْ ُ� َك ﻛ َﺎﻟ ْﺤَ ِﺮ�ْ ِﺮ ِﻓﻰ اﻟ ُّﻨ ُﻌ ْﻮ َﻣ ِﺔ‬

2. Kedua :bag‫ ِك‬i‫ﻼ‬aَn‫ ْﻫ‬b‫ ِﻹ‬eْ‫ا‬r‫ﻰ‬u‫ ِﻓ‬p‫ﻊ‬aِ ُ‫ﺴﺒ‬lَّ a‫ل‬f‫ﺎ‬aَ ‫ﻛ‬d‫ ُﺔ‬z‫ َﻤ‘ ِﻨ َّﻴ‬aْ‫ل‬q‫ ا‬li, yaitu lafadz yang maknanya hanya dapat dijumpai secara akal,
seperti

3. Kedua bagian berlainan lafadz, yaitu :

a) M‫ َﺮ ِر‬u‫ َّﻀ‬s‫ل‬y‫ ا‬a‫ﻓﻰ‬bِ b‫ ِت‬a‫ْﻮ‬h‫ﺎلْ َﻤ‬bَ ‫ﻛ‬e‫ِء‬r‫ْﻮ‬u‫ُّﺴ‬pa‫ال‬ lafadz hissi sedangkan Musyabbah bih berupa lafadz ‘aqli, seperti :

‫َﺟ ِﻠيْ ُﺲ‬

b) Musyabbah berupa lafadz ‘aqli sedangkan Musyabbah bih berupa lafadz hissi, seperti : ‫اﻟْ ِﻌﻠْ ُﻢ‬

‫ﻛ َﺎﻟﻨُّ ْﻮ ِر ِﻓﻰ ا ْ ِﻹ ْﻫ ِﺘ َﺪا ِء‬

Catatan :
Hissi (inderawi) adalah sesuatu yang mempunyai wujud pada dirinya, sehingga dapat diperoleh

dimengerti oleh indera. Termasuk hissi adalah khayali, yaitu sesuatu yang mempunyai wujud hanya
pada bagian-bagiannya dan tidak pada dirinya.

Sedangkan ‘aqli adalah selain hissi dan khayali. Oleh karenanya ‘aqli dapat mencakup :
a. Sesuatu yang dinyatakan oleh ingatan (muhiqq al-dzihni) atau akal, seperti pendapat, budi pekerti,

ilmu, anganangan, kecerdasan dan keberanian.
b. Wahmi, yaitu sesuatu yang tidak mempunyai wujud pada dirinya atau bagian-bagiannya, baik

secara keseluruhan atau sebagian, yang didasarkan pada kenyataan. Jika terdapat wujudnya, tentu
dapat dimengerti oleh indera karena telah diketahui orang.

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

6

c. Wijdani, yaitu sesuatu yang diketahui berdasarkan kekuatan batin. Seperti, gembira, kenyang, lapar,
haus dan segar, dsb.

Nadzom : Pasal 2
Tentang wajah syabah

‫( َو َدا ِﺧ ًﻼ َو َﺧﺎ ِر ًﺟﺎ ﺗُﻠْ ِﻔﻴْ ِﻪ‬١٥٦) ‫َوالْ َﻮ ْﺟ ُﻪ َﻣﺎ � َ ْﺸ َﺘ ِﺮ َ� ِن ِ�ﻴْ ِﻪ‬

Wajah Syabah ialah sesuatu yang menjadi sisi persamaan pada tasybih

Dan wajah syabah itu akan kamu jumpai ada berupa sesuatu yang masuk kedalam hakekat

mu‫ﻼ‬sَyَ‫ﺗ‬ab‫ٍ ّﻲ‬b‫ ِﺒ‬a‫ ْﺴ‬hِ �‫َو‬da‫ ٍﻞ‬n‫ ْﻘ‬m�َ u‫ْو‬sَ‫ا‬ya‫ﺲ‬bّ ٍ b‫ِﺤ‬a‫ ِﺑ‬h(b١i٥h٧d)a‫ﻼ‬nَ a‫ َﺟ‬da‫ِﻘ ٌّﻲ‬yْ‫ﻴ‬a‫ ِﻘ‬n‫ِﺣ‬g di luar keduanya

‫َو ْﺻ ٌﻒ‬ ‫َو َﺧﺎ ِر ٌج‬

Wajah syabah di luar musyabbah dan musyabbah bih terbagi dua macam, yaitu : 1. Haqiqi,

baik hissi (indrawi) atau ‘aqli, 2. Nisbi/Idhofi

Penjelasan :

Tasybih ditinjau dari segi wajah syabah-nya yang terkait dengan Musyabbah dan Musyabbah
Bih, terbagi menjadi 2, yaitu :

1. ‫ وﺟﻪ الﺸﺒﻪ داﺧﻞ ﻓﻲ ﺣﻘﻴﻘﺔ ﻃﺮ� اﻟتﺸبﻴﻪ‬, wajah syabah merupakan bagian dari hakikat kedua thorf
tasybih, seperti contoh : ‫ﺛَ ْﻮ ُ� َﻚ َﻛ َﺜ ْﻮ ِ ْ� ِﻓﻰ َﻛ ْﻮ ِﻧ ِﻬ َﻤﺎ ِﻣ َﻦ اﻟْ َﻜ َّﺘﺎ ِن‬

2. ‫ وﺟﻪ الﺸﺒﻪ ﺟﺎرج ﻓﻲ ﺣﻘﻴﻘﺔ ﻃﺮ� اﻟتﺸبﻴﻪ‬, wajah syabah bukan merupakan bagian atau keluar dari

hakekat kedua thorf tasybih. Dalam hal ini wajah syabah terbagi dua, yaitu :

a) ‫ وﺻﻒ ﺣﻘﻴﻘﻲ ﺑﺤ ّﺲ أو ﺑﻌﻘﻞ‬, yakni berupa sifat hakiki baik hissi (indrawi) maupun ‘aqli (secara
akal). Seperti contoh hissi: ‫ َز ْ� ٌﺪ َﻛـﺄَﺣْ َﻤ َﺪ ِﻓﻰ اﻟ ُّﻄ ْﻮ ِل‬, contoh ‘aqli: ‫ﺑَ ْ� ٌﺮ َﻛ ُﻌ َﻤ َﺮ ِﻓﻰ اﻟ َّﺬﻛ َﺎ ِء‬

b) ‫ إﺿﺎﻓﻲ‬/ ‫ وﺻﻒ �ﺴﺒﻲ‬, yakni berupa sifat yang memiliki makna yang terkait dengan kedua bagian
pokok tasybih. Seperti contoh : ‫ ُﺣ َّﺠ ُﺔ َز�ْ ٍﺪ ِﻓﻰ َﺧ ْﺼ ِﻤ ِﻪ ﻛ َﺎل َّﺸ ْﻤ ِﺲ ِﻓﻰ إِ َزا َﻟ ِﺔ اﻟ ِْﺤ َﺠﺎ ِب‬, lafadz ‫ِإ َزا َﻟ ِﺔ اﻟ ِْﺤ َﺠﺎ ِب‬

bukanlah hakikat sifat yang dimiliki oleh hujjah Zaid maupun hakikat sifat matahari.

Nadzom : ‫( اَو ُﻣ َﺘ َﻌــ ِّﺪ ًدا َو ُ�ــ ٌّﻞ ُﻋــ ِﺮﻓَﺎ‬١٥٨) ‫َو َوا ِﺣ ٌﺪ ﻳَ ُ�ـ ْﻮ ُن اَ ْو َم َﺆ َّﻟـ َﻔﺎ‬
‫( ِﻓﻰ ال ِّﻀ ِّﺪ لِﻠﺘَّ ْﻤ ِﻠﻴْ ِﺢ َواﻟ َّﺘ َﻬ ُّ� ِﻢ‬١٥٩) �ْ ِ ُ‫ِﺑ ِﺤ ٍ ّﺲ اَ ْو َ� ْﻘ ٍﻞ َو� َ ْﺸ ِبﻴ ٌﻪ ﻧ‬

Wajah syabah ada yang menunjukkan makna mufrod (tunggal), Murokkab (tersusun) dan
Muta’addid (terbilang) yang semuanya dapat diketahui dengan hissi atah ‘aqli

Dan wajah tasybih itu terkadang dibuat dari lafadz tadhod (perlawanan) untuk tujuan
mempercantik ucapan dan mencela.

Penjelasan :

Tasybih ditinjau dari segi makna wajah syabah-nya terbagi menjadi 3, yaitu Mufrod,
murokkab dan muta’addid

1. ‫ وﺟﻪ الﺸﺒﻪ اﻟﻤﻔﺮد‬, yakni berupa makna tunggal (tidak tersusun) , baik berapa hissi maupun ‘aqli. :

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

7

• Contoh yang hissi : ‫ﺛَ ْﻮ ُب أَﺣْ َﻤ َﺪ َﻛ َﺜ ْﻮ ِب ِز�ْ ٍﺪ ِﻓﻰ الﻠَّ ْﻮ ِن‬
• Contoh yang ‘aqli : ‫اﻟْ ِﻌﻠْ ُﻢ ﻛ َﺎﻟ ُّﻨ ْﻮ ِر ِﻓﻰ ا ْ ِﻹ ْﻫ ِﺘ َﺪا ِء‬

ّ
2. ‫ وﺟﻪ الﺸﺒﻪ اﻟﻤﺮ�ﺐ‬, yakni berupa makna yang tersusun, baik berapa hissi maupun ‘aqli.

• Contoh yang hissi : ‫ َﻛ ُﻌﻨْ ُﻘ ْﻮ ِد ُم َّﻼ ِﺣﻴَّ ِﺔ ِﺣ ْ َ� ﻧَ َّﻮ َرا‬# ‫َو َﻗ ْﺪ َﻻ َح ِﻓﻰ ال ُّﺼﺒْ ِﺢ ال ُّﺜ َﺮ َّ�ﺎ لِ َﻤ ْﻦ َر َأى‬

“Dan sungguh bintang suraya telah terbit pada waktu fajar, sebagaimana kamu lihat, seperti

tangkaian anggur (putih dan panjang bijinya) ketika berbunga”
 Wajah syabah pada syair di atas, adalah sifat yang terdiri dari warna putih, bertangkaian,

• Cobnutolahtydaanngk‘eacqilli-k:ec‫ ِء‬i‫ا‬l‫ َﺪ‬d‫ ِﺘ‬a‫ ْﻫ‬l‫ ِﻹ‬aْ ‫ا‬m‫ِﻓﻰ‬p‫ِر‬a‫ْﻮ‬nُّ‫ﻨ‬d‫ﺎﻟ‬aَ ‫ﻛ‬n‫ُﻢ‬gْ‫ﻠ‬a‫ ِﻌ‬nْ‫اﻟ‬mata.
٥ ....... �ۚ ۢ‫َم َث ُل ٱ َّ ِ�ي َن ُ ِّ� ُلواْ ٱ َ�ّ ۡو َرٮٰ َة ُ� َّم لَ ۡم َ ۡ� ِم ُلو َها َك َم َث ِل ٱ ۡ�ِ َمارِ َ�ۡ ِم ُل أَ ۡس َفا َر‬

“ Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak

membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab
yang tebal...... (QS. Al-Jum’ah : 5)
 Wajah syabah pada ayat itu adalah terhalang mengambil manfaat dari sesuatu yang sangat

besar manfaatnya dan hanya kepayahan yang didapat. Wajh syabah seperti itu hanya dapat
diperoleh dengan akal.

3. ‫ وﺟﻪ الﺸﺒﻪ اﻟﻤﺘﻌ ّﺪد‬, yakni berupa makna yang terbilang, baik berapa hissi maupun ‘aqli.:
• Contoh yang hissi : ‫اﻟ ُّﺘ َّﻔﺎ ُح اﻟ ْﺨَﺎ ِم ُﺾ ﻛ َﺎل َّﺸ َﻔ ْﺮ َﺟ ِﻞ ِﻓﻰ ال َّﻠ ْﻮ ِن َواﻟ َّﻄ َﻌﺎ ِم‬

“Buah apel :m‫ﻊ‬aِ ‫ﺿ‬sُ a‫ا‬m‫ﻟ َّﺘ َﻮ‬s‫ا‬e‫ َو‬p‫ ِء‬e‫ﺎ‬rَ‫ﺤَﻴ‬tْ i‫اﻟ‬b‫ َو‬u‫ِﻢ‬aْ‫ﻠ‬h‫ﻟْ ِﻌ‬j‫ا‬a‫ﻰ‬m‫ ِﻓ‬b‫ﻴْ ِﻪ‬u�ِ ,َ‫أ‬t‫ﻞ‬eُ nْ‫ِﻣﺜ‬ta‫ ُﺪ‬n�ْ g‫َز‬ warna, rasa dan baunya”.
Contoh yang ‘aqli


“Zaid seperti ayahnya, tentang ilmu, malu dan tawadlu‟nya”.

Terkadang wajah syabah diungkapkan dalam bentuk tadhod, yaitu lafadz yang maknanya

buecralpaawna.nSaenpedretinguacanpkaena:da‫ ِﺔ‬a‫ َﻋ‬n‫ َﺠﺎ‬se‫ َّﺸ‬s‫ل‬u‫ ا‬n‫ﻓﻰ‬gِ g‫ ِﺪ‬u‫ َﺳ‬h‫ َﻷ‬nْ ‫ﺎ‬yَ ‫ﻛ‬a‫ُﻫ َﻮ‬mduisuycaabpbkaahn dengan tujuan mencela dan untuk pemanis
untuk Zaid yang penakut.

‫َﻓ ْﺼ ٌﻞ ِﻓﻰ أَ َدا ِة اﻟتَّ ْﺸ ِبﻴْ ِﻪ َوﻏَﺎﻳَ ِﺘ ِﻪ َوأَﻗْ َﺴﺎ ِﻣ ِﻪ‬

Pasal 3
Tentang alat tasybih, tujuan dan pembagiannya

Nadzom : ‫( َو ُ ٌّ� َﻣﺎ َﺿﺎ َﻫﺎ ُه ُ� َّﻢ ا ْ َﻷ ْﺻ ُﻞ‬١٦٠) ‫اَ َداﺗُ ُﻪ ﻛ َﺎ ٌف َﻛـﺄَ َّن ِﻣﺜْ ُﻞ‬

‫( ِﺑ َﻌ ْﻜ ِﺲ َﻣﺎ ِﺳ َﻮا ُه َﻓﺎ ْﻋﻠَ ْﻢ َواﻧْتَ ِﺒ ْﻪ‬١٦١) ‫إِﻳْ َﻼ ُء َﻣﺎ ﻛ َﺎﻟْﻜَﺎ ِف َﻣﺎ ُﺷ ِﺒّ َﻪ ِﺑ ِﻪ‬

Adapun alat tasybih, ialah : ‫ﻛﺎف‬, ‫ﻛﺄ ّن‬, ‫ ﻣﺜﻞ‬, dan semua lafadz yang menyerupainya (seperti :

‫�ﻮ‬, ‫ ﻣﺜﺎل‬, ‫ ﺷﺒﻪ‬, ‫ �ﺸﺒﻪ‬, ) yang asal alat tasybih seperti kaf selalu menyertai musyabbah bih.
Sedangkan alat tasybih selain kaf (seperti ‫ ) ﻛﺄ ّن‬selalu menyertai musyabbah, maka ketahuilah dan

ingatlah !

Penjelasan :

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

8

Adat/Alat tasybîh, yaitu lafazh yang menunjukkan arti penyerupaan (tasybîh) dan hubungan antara

1m.uBsyearbbbeanhtudkenhguarnufm(us‫ف‬ya‫ﺎ‬b‫ ﻛ‬b, a‫َّن‬hَ‫َﻛﺄ‬bi)h,, yang terkadang dibuang dan terkadang tidak, yaitu:
huruf Kaf adalah huruf asal dalam tasybih

• ‫ ﻛﺎف‬adalah huruf yang beriringan dengan musyabbah bih, seperti ‫اﻟْ ِﻌﻠْ ُﻢ ﻛ َﺎﻟ ّﻨُ ْﻮ ِر‬
• ‫ َﻛﺄَ َّن‬adalah huruf yang beriringan dengan musyabbah, seperti ‫َﻛﺄَ َّن َز�ْ ًﺪا َأ َﺳ ٌﺪ‬

Catatan : ‫َﻛﺄَ َّن‬ dapat berarti taysbih, jika khabrnya berupa ism jâmid, seperti contoh di atas dan
Lafadz

berarti syakk (ragu-ragu), jika khabrnya berupa ism musytaq. Seperti : ‫َﻛﺄَ َّن َز ْ� ًﺪا َﺟﺎلِ ٌﺲ‬

2. Berbetuk isim, yang beriringan dengan musyabbah bih, yaitu ‫ ِﻣﺜْﻞ‬, ‫ ِﺷﺒْﻪ‬, dan ‫ َ�ْﻮ‬, dsb.

٤٥ ۗ‫ٱل ِّر َ�ٰ ُح‬ ُ‫تَ ۡذ ُروه‬ ‫َه ِشي ٗما‬ ‫َفأَ ۡص َب َح‬ َۡ ‫َ� َبا ُت‬ ‫بِهِۦ‬ ‫َفٱ ۡخ َتلَ َط‬ ‫ٱل َّس َمآ ِء‬ ‫ِم َن‬ ‫أَن َز ۡل َ�ٰ ُه‬ ‫َك َمآ ٍء‬ ‫ٱ ُّ� ۡ� َيا‬ ِ‫ٱ ۡ َ� َي ٰوة‬ ‫َّم َث َل‬ ‫لَ ُهم‬ ‫َوٱ ۡ ِ� ۡب‬
‫ٱ�� ِض‬

“ Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang
Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi,
kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. .. (Al Kahfi : 45)

3. Berbentuk fi’il, yaitu ‫ � ُ ْﺸ ِﺒ ُﻪ‬, ‫ � ُ َﺸﺎ ِﺑ ُﻪ‬, ‫ ُ� َﻤﺎﺛِ ُﻞ‬, �ِ ‫ ﻳُ َﻀﺎ‬, ‫ ُ�ﻨَﺎ ِﻇ ُﺮ‬dsb. : ‫ َز�ْ ٌﺪ ُ� َﻨ ِﻈ ُﺮ َ� ْﻤ ًﺮا‬, ‫َز ْ� ٌﺪ َﻣﺎﺛَ َﻞ َ� ْﻤ ًﺮا‬

Nadzom : Pasal 4
Tujuan Tasybih

‫( ِﻣ ْﻘ َﺪا ٍر اَ ْو إِ ْﻣﻜَﺎ ٍن اَ ْو إِﻳْ َﺼﺎ ِل‬١٦٢) ‫َوﻏَﺎﻳَ ُﺔ اﻟتَّ ْﺸ ِبﻴ ِﻪ َﻛ ْﺸ ُﻒ اﻟ ْﺤَﺎ ِل‬
‫( َ�ﻨْ ِﻮ ْ� ِﻪ ِنا ْﺳ ِﺘ ْﻄ َﺮا ٍف اَ ْو إِ ْ� َﻬﺎ ِم‬١٦٣) ‫ﺗَ ْﺰ�ِـ ْ ٍ� اَو � َ ْﺸ ِﻮ ْ� ِﻪ ِنا ْﻫ ِﺘ َﻤﺎ ِم‬
‫( ﻛ َﺎل َﻠّﻴْ ُﺚ ِﻣﺜْ ُﻞ اﻟْ َﻔﺎ ِﺳ ِﻖ الْ َﻤ ْﺼ ُﺤ ْﻮ ِب‬١٦٤) ‫ُر ْﺟ َﺤﺎﻧِ ِﻪ ِﻓﻰ الْ َﻮ ْﺟ ِﻪ ﺑِﺎلْ َﻤ ْﻘﻠُ ْﻮ ِب‬

Di antara faedah tasybih adalah : 1. Untuk menjelaskan keadaan musyabbah atau 2.
Ukuranyya atau 3. Memungkinkan adanya atau 4. Menetapkan keadaan musyabbah bagi pendengar
atau 5. Menghias musyabbah atau 6. Menjelekkan musyabbah atau 7. Menganggap penting atau 8.

Memuji musyabbah atau 9. Menganggap aneh dan bagus atau 10. Menyangka musyabbah lebih
unggul dari musyabbah bih pada wajah syabahnya (yang menurut kenyataanya sebaliknya) seperti

contoh : ‫ال َﻠّﻴْ ُﺚ ِﻣﺜْ ُﻞ اﻟْ َﻔﺎ ِﺳ ِﻖ الْ َﻤ ْﺼ ُﺤ ْﻮ ِب‬

Penjelasan :

Tujuan Tasybîh :

1. (‫ ) َﻛ ْﺸ ُﻒ اﻟﺤَﺎ ِل‬: ‫ َﻛ ْﺸ ُﻒ َﺣﺎ ِل الْ ُﻤ َﺸ َّﺒ ِﻪ‬, Menjelaskan keadaan musyabbah, jika musyabbahnya mubham,
dan tidak diketahui sifatnya. Seperti : ‫َز�ْ ٌﺪ َﻛ َﺨﺎ ِﻟ ٍﺪ ِﻓﻰ اﻟ ُّﻄ ْﻮ ِل‬
‫ َﻛﺄّ َّن ِﻋ َﻈﺎ َم َﻬﺎ ِﻣ ْﻦ َﺧ ْ ُ� َرا ِن‬# ‫إِ َذا َﻗﺎ َﻣ ْﺖ ﻟِﺤَﺎ َﺟ ِﺘ َﻬﺎ ﺗَثَ َّﻨ ْﺖ‬

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

9

Ketika dia berdiri untuk kebutuhannya, dia akan membungkuk, seolah-olah tulangnya dari
bambu.

2. (‫ ) َﻛ ْﺸ ُﻒ الْ ِﻤ ْﻘ َﺪا ِر‬: ‫ َﻛ ْﺸ ُﻒ ِﻣ ْﻘ َﺪا ِر َﺣﺎ ِل الْ ُﻤ َﺸﺒَّ ِﻪ‬Menjelaskan kadar musyabbah (kuat dan lemahnya), jika

musayyab telah diketahui sifatnya secara global, seperti:

ِ‫“ َز�ْ ٌﺪ َﺛ ْﻮ ُ� ُﻪ ﻛ َﺎﻟْ َﻐ َﺮا ِب ِﻓﻰ َﺳ َﻮا ِده‬Zaid pakaiannya seperti burung gagak, karena sama-sama hitamnya.”
‫” الْ َﻤﺎ ُء ﻛ َﺎﻟ ّﺜَﻠْ ِﺞ ِﻓﻰ الْ ُﺒ ُﺮ ْو َد ِة‬Air itu bagaikan salju, karena dinginya”
3. (‫ )ا ْ ِﻹ ْﻣﻜَﺎ ُن‬: ‫ َ�ﻴَﺎ ِن إِ ْﻣﻜَﺎ ِن ُو ُﺟ ْﻮ ِد الْ ُﻤ َﺸ َّﺒ ِﻪ‬Menjelaskan kemungkinan wujudnya musyabbah, jika berupa

sesuatu yang langka, sehingga disangka mustahil. Kelangkaan itu akan hilang dengan menyebutkan
sesamanya, seperti syair:

‫ ﻓَﺈِ َّن الْ ِﻤ ْﺴ َﻚ َ� ْﻌ ُﺾ َد ِم اﻟْ َﻐ َﺰا ِل‬# ‫َﻓﺈِ ْن َ� ُﻔ ِﻖ ا ْ َﻷﻧَﺎ َم َواَﻧْ َﺖ ِﻣ ْﻨ ُﻬ ْﻢ‬

“Jika kamu melebihi semua makhluk, sedang kamu adalah bagian dari mereka, (itu tidak
mustahil), karena (kamu adalah seperti minyak misik) sesungguhnya misik adalah bagian dari
darah kijang”.

 Ketika penyair mengatakan, “kamu melebihi yang lain” (keluar dari jenisnya), seakan-akan
mustahil. Kemudian penyair memberikan alasan, bahwa hal itu mungkin terjadi, yaitu
menyerupakannya dengan minyak misik yang terbuat drai darah kijang, namun tidak bernama
darah lagi, karena ia mempunyai keistimewa-an tersendiri.

4. (‫ )ا ْ ِﻹﻳْ َﺼﺎ ُل‬: ‫ ِإﻳْ َﺼﺎ ُل َﺣﺎ ِل الْ ُﻤ َﺸﺒَّ ِﻪ‬Menetapkan sifat musyabbah pada hati lawan bicaranya, karena

terdiri dari hal-hal yang maknawi, kemudian dijelaskan dengan hal-hal yang inderawi, seperti syair:

‫ ِﻣﺜْ ُﻞ ال ُّﺰ َﺟﺎ َﺟ ِﺔ َﻛ ْﺴ ُﺮ َﻫﺎ َﻻ ُ ْ� َﺒ ُﺮ‬# ‫إِ َّن اﻟْ ُﻘ ُﻠ ْﻮ َب ِإ َذا َ� َﻨﺎ َﻓ َﺮ ُو ُّد َﻫﺎ‬

“Sesungguhnya bila hati telah hilang rasa cintanya seperti kaca yang yang pecahannya tidak
dapat dikembalikan”.

 Wajh syabah pada syair itu, adalah sulitnya hati untuk kembali pada asalnya jika telah hilang
rasa cintanya. Hilangnya rasa cinta hati adalah adalah sesuatu yang maknawi, kemudian
dijelaskan dengan sesuatu yang inderawi, yaitu kaca.

5. (�ُ ْ �ِ ‫ )اﻟ َّﺘـ ْﺰ‬: ‫ ﺗَ ْﺰ ِ�ـ ْ ُ� الْ ُﻤ َﺸﺒَّ ِﻪ‬Menghiasi musyabbah agar lawan bicara merasa senang, seperti

perkataan:

‫“ َو ْﺟ ُﻪ ال َّﺴ ْﻮ َدا ِء َﻛ َﻘ ْﻌ ِﺮ اﻟْ َﻌ ْ ِ� ِﻓﻰ ال َّﺴ ْﻮ َدا ِء‬Muka yang hitam seperti bola mata, karena hitamnya”.
‫ إِ َذا َﻃﻠَ َﻌ ْﺖ لَ ْﻢ َ�ﺒْ ُﺪ ِﻣﻨْ ُﻬ َّﻦ َﻛ َﻮا ِﻛ ُﺐ‬# ‫َﻛﺄَﻧَّ َﻚ َﺷ ْﻤ ٌﺲ َوالْ ُﻤﻠُﻮ ُك َﻛ َﻮا ِﻛ ُﺐ‬

"Seolah-olah Engkau adalah Matahari, Dan Para Raja adalah bintangnya, Ketika Matahari telah

muncul, maka satu bintangpun tiada terlihat”

6. (‫ )اﻟتَّ ْﺸ ِﻮ ْ� ُﻪ‬: ‫ � َ ْﺸ ِﻮ ْ� ُﻪ الْ ُﻤ َﺸﺒَّ ِﻪ‬, yaitu menghina musyabbah agar lawan bicara benci.
Seperti perkataan : ‫“ الْ َﻮ ْﺟ ُﻪ الْ َﻤ ْﺠ ُﺪ ْو ِر َ� َﺴﻠْ َﺤ ٍﺔ َﺟﺎ ِﻣ َﺪ ٍة َوﻗَ ْﺪ َ� َﻘ َّﺮ ْ� َﻬﺎ اﻟ ِّﺪﻳْ َ� ُﺔ‬muka yang berjerawat seperti

kotoran kering yang dipatuk ayam”.

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

10

‫ ِﻗ ْﺮ ٌد ُ� َﻘ ْﻬ ِﻘ ُﻪ اَو َﻋ ُﺠﻮ ٌز ﺗَﻠْ ِﻄ ُﻢ‬# ‫َﻓﺈِ َذا أَ َﺷﺎ َر ُ�َ ِّﺪﺛًﺎ َﻓ َﻜﺄَﻧَّ ُﻪ‬

“Ketika Ia berisyarat sambil berbicara, maka ia seperti Kera yang tertawa terbahak-bahak atau
Nenek-nenek yang menampar pipinya.”

7. (‫ )ا ْ ِﻹ ْﻫ ِﺘ َﻤﺎ ُم‬: ‫ ا ْ ِﻹ ْﻫ ِﺘ َﻤﺎ ُم ِﺑﺎلْ ُﻤ َﺸﺒَّ ِﻪ ِﺑ ِﻪ‬, yaitu menganggap penting musyabbah bih, seperti perkataan orang
yang lapar ketika melihat anak yang ganteng: ‫“ َو ْﺟ ُﻬ ُﻪ ﻛ َﺎل َّﺮ ِ�ﻴْ ِﻒ ِﻓﻲ ا ْ ِﻹ ْﺳ ِﺘ َﺪا ِر ِة‬mukanya seperti roti,

karena bulatnya”.

8. (‫ اﻟ َّﺘﻨْ ِﻮ ْ� ُﻪ ِﺑﺎلْ ُﻤ َﺸﺒَّ ِﻪ )اﻟ َّﺘﻨْ ِﻮ�ْ ُﻪ‬, yaitu memuji, seperti menyerupakan orang yang tidak dikenal dengan
orang yang dikenal. ‫ٰﻫ َﺬا ال َّﺮ ُﺟ ُﻞ ِﻣﺜْ ُﻞ ِﺳيْﺒَ َﻮ�ْ ِﻪ‬

9. (‫ َﻋ ُّﺪ الْ ُﻤ َﺸ ّﺒَ ِﻪ ُم ْﺴﺘَ ْﺤ ِﺪﺛًﺎ ﺑَ ِﺪ ْ� ًﻌﺎ )اْ ِﻹ ْﺳ ِﺘ ْﻄ َﺮا ُف‬, yaitu menganggap musyabbah sebagai hal baru yang indah,

seperti menyerupakan arang yang masih terdapat apinya dengan lautan misik yang berombakkan
emas.

‫ اﻟ َﻔ ْﺤ ُﻢ ِ�ﻴْ ِﻪ ﺟَﻤْ ٌﺮ ُم ْﻮﻗِ ٌﺪ ﻛَﺎﻟْ َﺒ ْﺤ ِﺮ ِﻣ َﻦ الْ ِﻤ ْﺴ ِﻚ‬. Maksudnya untuk memperlihatkan musyabbah pada

gambaran yang tidak pernah ada.

‫ َأ ْﻋ َﻼ ُم ﻳَﺎﻗُ ْﻮﺗَ ِﺔ � ُ ِﺸ ْﺮ َن ﻋَﻠَﻰ ِر َﻣﺎ ٍح ِﻣ ْﻦ َز َ� ْﺮ َﺟ ِﺪ‬# ‫َو َ�ﺄَ َّن ُ�ْ َﻤ َّﺮ ال َّﺸ ِﻘﻴْ ِﻖ ِإ َذا ﺗَ َﺼ َّﻮ َب اَ ْو ﺗَ َﺼ َّﻌ َﺪ‬

“Seolah-olah bunga merah tanaman syaqiq ketika melengkung ke bawah dan ke atas laksana
bendera yaqut yang dibentangkan di atas tombak dari batu jamrud.”

10. (‫ إِ ْ� َﻬﺎ ُم ُر ْﺟ َﺤﺎ ِن الْ ُﻤ َﺸ ّﺒَ ِﻪ ﻋَﻠَﻰ الْ ُﻤ َﺸﺒَّ ِﻪ ِﺑ ِﻪ ِﻓﻰ َو ْﺟ ِﻪ ال َّﺸﺒَ ِﻪ ) ِإ ْ� َﻬﺎ ُم ال ُّﺮ ْﺟ َﺤﺎ ِن‬, yaitu memberikan pengertian yang

salah, bahwa musyabbah lebih sempurna dari pada musyabbah bih-nya, namun tujuan ini hanya
berlaku pada tasybîh maqlub, seperti syair:

‫ َو ْﺟ ُﻪ اﻟ ْﺨَ ِﻠﻴْ َﻔ ِﺔ ِﺣ ْ َ� َ� ْﻤ َﺘ ِﺪ ُح‬# ‫َو َ� َﺪا ال َّﺼ َﺒﺎ ُح َﻛﺄَ َّن ُﻏ َّﺮﺗَ ُﻪ‬

“Telah terbit waktu pagi, seakan-akan kecermelangannya laksana muka khalifah ketika menerima
pujaan”.

 Seolah-olah muka kholifah itu lebih terang dari cemerlangnya subuh. Pengertian yang sebenar-
nya adalah, muka khalifah ketika menerima pujaan laksana cemerlangnya waktu pagi

contoh : ‫ ال َّﻠﻴْ ُﺚ ِﻣﺜْ ُﻞ اﻟْ َﻔﺎ ِﺳ ِﻖ الْ َﻤ ْﺼ ُﺤ ْﻮ ِب‬asalnya : ‫ اﻟْ َﻔﺎ ِﺳ ُﻖ الْ َﻤ ْﺼ ُﺤ ْﻮ ُب ِﻣﺜْ ُﻞ ال َّﻠﻴْ ِﺚ‬, (‫)ال ّﻠَﻴْ ِﺚ ﺑﻤﻌ� ا ْ َﻷ َﺳ ِﺪ‬

Catatan :

Pengertian Tasybih Maqlub (‫ )اﻟتﺸبﻴﻪ اﻟﻤﻘﻠﻮب‬, ialah menjadikan musyabbah sebagai musyabbah
bseihpedretin:ga‫ ٍﺪ‬nْ�‫َﺰ‬a‫َﻛ‬ng‫ ُر‬g‫ ْﺪ‬a‫ َﺒ‬pْ‫اﻟ‬anyabnaghwasaawl aadjaahlashya‫ ِر‬b‫ ْﺪ‬a‫ َﺒ‬hْ‫ﻛ َﺎﻟ‬ya‫ ٌﺪ‬n�ْ ‫َز‬g terdapat pada musyabbah lebih kuat dan lebih jelas,

Nadzom : Pasal 5
Macam tasybih ditinjau dari kedua bagian pokoknya

‫( اَ ْر َ� َﻌ ٌﺔ ﺗَ ْﺮ ِﻛﻴْﺒًﺎ إِﻓْ َﺮا ًدا ُﻋ ِﻠ ْﻢ‬١٦٥) ‫َو�ِﺎ ْﻋ ِﺘ َﺒﺎ ِر اﻟ َّﻄ َﺮﻓَ ْ ِ� َ�ﻨْ َﻘ ِﺴ ْﻢ‬

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

11

Dengan memandang kedua bagian pokoknya (musyabbah dan musyabbah bih), tasybih terbagi
menjadi empat bagian, yaitu : murokkab dan mufrod, yang semua itu dapat diketahui.

Penjelasan :

Tasybih apabila ditinjau dari segi kedua thorof/bagian pokoknya, yakni musyabbah dan musyabbah

1b.ihn‫ﺮ ِد‬yَ ‫ﻔ‬aْ ‫ ُﻤ‬tْ‫ل‬e‫ﺑِﺎ‬rb‫ﺮ ِد‬aَ ‫ﻔ‬gْ ‫ُﻤ‬iْ‫ل‬m‫ ُﻪ ا‬eْ‫ﻴ‬n‫ﺸ ِب‬jْ aَ �di, empat macam, yaitu : mufrod kepada lafadz mufrod pula. Seperti contoh :
menyerupakan lafadz

‫َز ْ� ٌﺪ ﻛ َﺎ ْ َﻷ َﺳ ِﺪ‬

2. ‫ � َ ْﺸ ِبﻴْ ُﻪ الْ ُﻤ ْﻔ َﺮ ِد ِﺑﺎلْ ُﻤ َﺮ َّ� ِﺐ‬, menyerupakan lafadz mufrod kepada lafadz murokkab. Seperti contoh :
‫ � ُ ِﺸ ْﺮ َن ﻋَﻠَﻰ ِر َﻣﺎ ٍح ِﻣ ْﻦ َز َ� ْﺮ َﺟ ِﺪ‬# ‫َو َ�ﺄَ َّن ُ�ْ َﻤ َّﺮ ال َّﺸ ِﻘﻴْ ِﻖ أَ ْﻋ َﻼ ُم ﻳَﺎ ُﻗ ْﻮﺗَ ِﺔ‬

“Seolah-olah bunga merah tanaman syaqiq itu laksana bendera yaqut yang dibentangkan di
atas tombak dari batu jamrud.”

3. ‫ � َ ْﺸ ِبﻴْ ُﻪ ال ُﻤ َﺮ َّ� ِﺐ ﺑِﺎلْ ُﻤ َﺮ َّ� ِﺐ‬, menyerupakan lafadz murokkab kepada lafadz murokkab pula. Seperti :
‫ َو اَ ْﺳﻴَﺎ َ� َﻨﺎ َﻟﻴْ ٌﻞ َ� َﻬﺎ َوى َﻛ َﻮا ِﻛ ُﺒ ُﻪ‬# ‫َﻛﺄَ َّن ُﻣ َﺜﺎ َر اﻟﻨَّ ْﻘ ِﻊ َﻓ ْﻮ َق ُر ُؤ ْو ِﺳ َﻨﺎ‬

Kepulan debu di atas kepala kita serta pedang-pedang kita laksana malam yang berjatuhan
bintang-bintangnya

Maksudnya : menyerupakan debu yang mengepul di atas kepala kepada malam yang gelap,
serta menyerupakan pedang yang gemerlap dengan bintang-bintang yang
berjatuhan

4. ‫ � َ ْﺸ ِبﻴْ ُﻪ ال ُﻤ َﺮ َّ� ِﺐ ﺑِﺎلْ ُﻤ ْﻔ َﺮ ِد‬, menyerupakan lafadz murokkab kepada lafadz mufrod. Seperti :
‫ ﺗَ َﺮ َ�ﺎ ُو ُﺟ ْﻮ َه ا ْ َﻷ ْر ِض َﻛ ْﻴ َﻒ ﺗَ َﺼ َّﻮ ُر‬# ‫ﻳَﺎ َﺻﺎ ِﺣ َﺒ َّﻲ َ� َﻘ َّﺼ َﻴّﺎ َ� ْﻈ َﺮ ْ� ُ� َﻤﺎ‬
‫ َز ْﻫ ُﺮ ال ُّﺮ َ�ﺎ ﻓَ َﻜﺄَ َّ� َﻤﺎ ُﻫ َﻮ ُﻣ ْﻘ ِﻤ ُﺮ‬# ‫ﺗَ َﺮ َ�ﺎ َ� َﻬﺎ ًر ُم ْﺸ ِﻤ ًﺴﺎ ﻗَ ْﺪ َﺷﺎﺑَ ُﻪ‬

Wahai kedua sahabatku, jika kalian memusatkat pandangan kalian, niscaya kalian akan
melihat permukaan bumi bagaimana ia menampilkan gambarnya

Kalian akan melihat siang hari yang diterangi matahari yang dicampuri tanaman yang tumbuh
di tempat yang tinggi, seakan-akan malam yang diterangi bulan

Pasal 6
Tentang sifat tasybih ditinjau dari kedua bagian pokoknya

Nadzom : ‫( َﻣ ْﻔ ُﺮ ْو ٌق اَ ْو � َ ْﺴ ِﻮ َ� ٌﺔ ﺟَﻤْ ٌﻊ َر َأ ْوا‬١٦٦) ‫َو�ِﺎ ْ� َﺘﺒَﺎ ِر َﻋ َﺪ ٍد َمﻠْ ُﻔ ْﻮ ٌف اَ ْو‬

Dengan memperhatikan bilangan kedua musyabbah dan musyabbah bih, tasybih itu terbagi
menjadi empat, yaitu : 1. Malfuf (berlapis) 2. Mafruq (terpisah) 3. Taswiyah (disamakan) dan 4.

Jamak. Yang mana ulama’ ilmu Bayan telah berpendapat demikian

Penjelasan :
Tasybih ditinjau dari segi jumlah lafadz yang terdapat pada musyabbah dab musyabbah bih,

terbagi menjadi empat, yaitu :

1. ‫ �ﺸبﻴﻪ مﻠﻔﻮف‬, yakni mula-mula menyebut beberapa musyabbah dengan sistim athaf dan sebagai-

nya, kemudian menyebutkan beberpa musyabbah bih demikian pula. Seperti menyerupakan burung
elang yang suka mematuk burung kecil :

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

12

‫ َﻟ َﺪى َو ْ� ِﺮ َﻫﺎ اﻟْ ِﻌ َﻨﺎ ِب َواﻟ ْﺤَ َﺸ ُﻒ اﻟْ َﺒﺎ ِﺑﻰ‬# ‫َﻛﺄَ َّن اﻟْ ُﻘ ُﻠ ْﻮ َب اﻟ َّﻄ ْ ِ� َر ْﻃ ًﺒﺎ َو َ�ﺎ�ِ ًﺴﺎ‬

Hati burung yang basah dan yang kering dalam sarangnya seperti anggur dan kurma busuk
 Maksudnya : Hati burung yang basah (burung kecil yang dimangsa) diserupakan dengan

anggur yang enak dimakan sedangkan hati burung yang kering (burung elang yang
memangsa) diserupakan dengan kurma buruk yang menjijikkan

Contoh lain : ‫ َﺷ ْﻌ ٌﺮ َو َو ْﺟ ُﻬ ُﻪ و َﻗ ٌّﺪ‬# ‫َﻟﻴْ ٌﻞ َو ﺑَ ْﺪ ٌر َو ُﻏ ْﺼ ٌﻦ‬

Malam, purnama dan dahan pohon bagaikan rambut, wajah serta tingginya

‫ ِر�ْ ٌﻖ َو َ� ْﻐ ٌﺮ َو َﺧ ٌّﺪ‬# ‫ﺧَﻤْ ٌﺮ َو ُد ٌّر َو َو ْر ٌد‬

Khomer, mutiara serta bunga mawar bagaikan air liur, gigi serta pipinya

Atau seperti menyerupakan A�ِ ْb‫َﺴ‬u‫ ْﻤ‬B‫ َّﺸ‬a‫ل‬k‫ﻛ َﺎ‬a‫ﺮ‬rٍ �ْdaَn‫ ْﻮ ﺑ‬Uُ‫أَﺑ‬m‫ َو‬a‫ ُﺮ‬r‫ َﻤ‬s�ُ epe,rti‫ ِﻦ‬m�ْ ‫ َﺮ‬a‫ َﻤ‬t‫ﻘ‬aَ ْ‫ﻟ‬h‫َﺎ‬a‫ﻛ‬r‫ ٍﺮ‬i�ْ daَ‫ﺑ‬n‫ ْﻮ‬bُ‫أَﺑ‬u‫َو‬la‫ُﺮ‬n‫ َﻤ‬d�ُ engan ungkapan :

‫ اﻟْ ُﻌ َﻤ َﺮا ِن ﻛﺎل َّﺸ ْﻤ ِﺲ َواﻟْ َﻘ َﻤ ِﺮ‬,

2. ‫ �ﺸبﻴﻪ ﻣﻔﺮوق‬, yakni mula-mula menyebut musyabbah dan musyabbah bih, kemudian menyebut-

kan musyabbah dan musya‫ ُﻢ‬bَ‫َ�ﻨ‬ba‫ﻒ‬hِّ b�ُ i‫ َﻷ‬hْ ‫ا‬l‫ف‬agُ ‫ا‬i‫ﺮ‬,َ ‫ﻃ‬dْ َ‫ا‬e‫ َو‬m�ٌ iْ k‫ ِﻧ‬ia#n ‫ﺎ‬sَ‫ﻧ‬e‫ َد‬te‫ ْﻮ ُه‬r‫ﺟ‬uُ ‫ﻮ‬sُ ْn‫ال‬y‫ َو‬a‫ﻚ‬.ٌ S‫ْﺴ‬ep‫ ِم‬e‫ُﺮ‬rt‫ ْﺸ‬iَّ‫ن‬c‫اﻟ‬ontoh :

Harum bau (wanita-wanita itu) laksana minyak kasturi , wajah-wajahnya laksana uang-uang dinar
(pada kuning dan kecerahannya) dan jari tangannya laksana dahan pohon anam yang lunak
berwarna merah (dalam kelembutannya)

3. ‫ �ﺸبﻴﻪ �ﺴﻮ ّ�ﺔ‬, yakni menyebut beberapa musybbah sedangkan musyabbah bih nya hanya satu.

Seperti contoh : ‫ ِﻛ َﻠﺎ ُﻫ َﻤﺎ ﻛ َﺎل َّﻠ َﻴﺎ ِﻟﻰ‬# ‫َﺻ ْﺪ ُغ اﻟ ْﺤَ ِﺒﻴْ ِﺐ َو َﺣﺎ ِﻟﻲ‬

Rambut di pelipis kekasihku dan keadaanku, keduanya bagaikan gelapnya malam

4. ‫ �ﺸبﻴﻪ ﺟﻤﻊ‬, yakni kebalikan dari tasybih taswiyah, yaitu menyebut beberapa musyabbah bih namun

musyabbah-nya hanya satu. S‫ح‬eِ p‫ َﻗﺎ‬eَ‫أ‬r‫و‬tْ iَ‫ا‬ contoh : ‫َ� ْﻦ لُ ْﺆلُ ِﺆ‬ ‫ﻳَبْ ِﺴ ُﻢ‬ ‫َﻛﺄَ َّ� َﻤﺎ‬

‫ُﻣ َﻨ َّﻀ ٍﺪ اَ ْو ﺑَ ْﺮ ٍد‬ #

Bila ia tersenyum, gigi depannya laksana mutiara yang tersusun rapih atau embun atau tanaman
uqhuwan (tumbuhan berdaun putih)

Pasal 7

Nadzom : Tentang pembagian tasybih ditinjau dari wajah syabahnya

‫( ِﻣ ْﻦ ُﻣ َﺘ َﻌ ِّﺪ ٍد ﺗَ َﺮا ُه أُ ِﺧ َﺬا‬١٦٧) ‫َو ِ�ﺎ ْﻋ ِﺘﺒَﺎ ِر الْ َﻮ ْﺟ ِﻪ َ� ْﻤ ِﺜﻴْ ٌﻞ ِإ َذا‬
‫( َﺧ ِﻔ ّﻲ اَ ْو َﺟ ِ ٌّ� اَ ْو ُﻣ َﻔ َّﺼ ُﻞ‬١٦٨) ‫َو�ِﺎ ْﻋ ِﺘ َﺒﺎ ِر الْ َﻮ ْﺟ ِﻪ اَﻳْ ًﻀﺎ ُ�ْ َﻤ ُﻞ‬

Tasybih bila ditinjau dari wajah syabahnya ada yang disebut tasybih Tamtsil, apabila terdiri

dari wajah syabah yang muta’addid (lebih dari satu), jika tidak maka disebut dengan tasybih

Ghoiru Tamtsil
Dan ada pula yang disebut dengan tasybih Mujmal, Khofi, Jali dan Mufasshol.

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

13

Penjelasan :
Pembagian tasybih ditinjau dari bentuk wajah syabahnya terbagi menjadi :
1. Tamtsil dan Ghoiru Tamtsil
2. Mujmal dan Mufasshol
3. Mujmal Jali dan Mujmal Khofi
4. Qorib dan Ghorib

1) (‫ )�ﺸبﻴﻪ اﻟﺘﻤﺜﻴﻞ‬Tasybih Tamtsil, ialah ‫إذا ﻛﺎن وﺟﻪ الﺸﺒﻪ ﻓﻴﻪ ﺻﻮرة ﻣﻨﺘﺰﻋﺔ ﻣﻦ ﻣﺘﻌﺪد‬

Tasybih yang wajah syabahnya berupa gambaran yang diambil dari keadaan beberapa hal,

disebut juga tasybih murakkab atau : ‫�ﺸبﻴﻪ ﺻﻮرة ﺑﺼﻮرة‬
, ‫ِإ ِّ� أَ َرا َك ُ� َﻘ ِّﺪ ُم ِر ْﺟ ًﻼ َوﺗُ َﺆ ِّﺧ ُﺮ اُ ْﺧ َﺮى‬

Sungguh aku melihatmu seperti engkau memajukan sebuah kaki sambil memundurkan yang

.‫ُأ ْﺧ َﺮى‬ ‫َم َّﺮ ًة‬ ‫ﻳَ َﺆ ِّﺧ ُﺮ َﻫﺎ‬ ‫ﻳَ ْﺮ ِﺟ ُﻊ‬ ‫ُ� َّﻢ‬ ‫َم َّﺮ ًة‬ sebelah lagi ‫اﻟْ ِﻔ ْﻌ ِﻞ‬ ‫ِﻓﻲ‬ ‫ﺗَ َﺮ ُّد ِد َك‬ ‫ِﻓ ْﻲ‬ ‫َأﻧْ َﺖ‬ ‫ﻓﺎﻷﺻﻞ‬

‫َﻛ َﻤ ْﻦ ُ� َﻘ ِّﺪ ُم ِر ْﺟ ًﻼ‬

Asalnya adalah : kamu dalam hal keraguanmu dalam pekerjaan, seperti orang yang sesekali
memajukan kaki kemudian memundurkannya kembali pada kesempatan yang lain

Seperti syair Abu Firas Al-Hamdani :

‫ ـ َّﺰ ْﻫ ِﺮ ﻓﻲ ال َّﺸ َّﻄ ْ ِ� ﻓَ ْﺼ َﻼ‬# ‫واﻟﻤﺎ ُء َ� ْﻔ ِﺼ ُﻞ َﺑ ْ َ� َر ْو ِض اﻟـ‬
‫ اَﻳْ ِﺪى اﻟ ُﻘﻴُ ْﻮ ِن َﻋ َﻠﻴْ ِﻪ ﻧَ ْﺼ َﻼ‬# ‫َﻛ ِب َﺴﺎ ِط َو ْﺷ ٍﻲ َﺟ َّﺮ َد ْت‬

Sungai yang memisahkan taman bunga itu pada kedua pinggirnya, bagaikan baju sulaman yang
dihamparkan, sedang di atasnya tergeletak sebilah pedang yang telah terhunus dari sarungnya.
 Dalam contoh di atas Abu Firas menyerupakan keadaan air sungai, yakni air yang membelah

taman menjadi dua bagian di kedua pinggirnya, yang dihiasi oleh bunga-bunga indah
berwarna-warni yang tersebar di antara tumbuh-tumbuhan hijau segar, kepada pedang berkilau
yang dihunus oleh para pembuat senjata, lalu diletakkan di atas kain sutera yang bersulaman
aneka warna.
Di atas dikatakan tasybih tamtsil karena wajah syabahnya berupa gambaran yang dirangkai
dari keadaan beberapa hal, yaitu gambaran yang terdapat pada kedua pihak tasybih adalah adanya
warna putih yang memanjang, yang di kanan kirinya terdapat hamparan hijau yang diwarnai
dengan aneka ragam bunga-bungaan.

2) (‫ )�ﺸبﻴﻪ ﻏ� اﻟﺘﻤﺜﻴﻞ‬Tasybih Ghoiru Tamtsil, ialah apabila wajah syabahnya bukan berupa

gambaran yang dirangkai dari kead‫ ِﺮ‬a‫ َﻤ‬aْ‫ﺣ‬n‫ ْ َﻷ‬b‫ﺖ ا‬eِ b�ْe‫ِﺮ‬r‫ ْﺒ‬a‫ ِﻜ‬pْ‫ﻟ‬a‫ﻛ َﺎ‬h‫ن‬aِ l‫ﺎ‬,‫ َﻣ‬d‫ َّﺰ‬i‫ال‬se‫َﺬا‬b‫ٰﻫ‬ut‫ﻓﻰ‬jِ u‫ ُﻢ‬gِ‫ل‬a‫ َﻌﺎ‬tْ‫ﻟ‬a‫ ا‬sybih mufrad. Contoh :

Orang alim di zaman ini bagaikan belerang merah (pada jarangnya)

3) (‫ )�ﺸبﻴﻪ اﻟﻤﺠﻤﻞ‬Tasybih Mujmal, ialah tasybih yang wajah syabahnya dibuang (tidak disebutkan)

Tasybih Mujmal terbagi dua, yaitu : Mujmal Jali dan Mujmal Khofi

a. (�‫ )�ﻤﻞ ﺟ‬Mujmal Jali, ialah tasybih Mujmal yang sudah jelas dan mudah difamami, seperti
c‫ ِﺪ‬o‫ َﺳ‬n‫ َﻷ‬tْ o‫ﻛ َﺎ‬h‫ٌﺪ‬:�ْ ‫ ِز‬, semua orang mengerti bahwa wajah syabah antara Zaid dan Harimau adalah sifat
keberaniannya (‫)ﻓﻲ الﺸﺠﺎﻋﺔ‬

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

14

b. (‫ )�ﻤﻞ ﺧﻔﻲ‬Mujmal Khofi, ialah tasybih Mujmal yang samar/tidak jelas, sehingga hanya dapat

difahami oleh orang-orang tertentu yang cerdas dalam bernalar. Seperti contoh : ucapan

smeaonraankgahwdainaitnatabrearnaanmaka-aFnaatkhnimyaahyabningtipaalliKnghuurtsaymuab:al‫َﻫﺎ‬A‫ﻓَﺎ‬n‫ َﺮ‬m‫ َﻃ‬a‫ﻦ‬rَ i�ْyَ‫ا‬a‫ى‬h‫ َر‬k‫ ْﺪ‬eُ‫ﻳ‬t‫ﻻ‬ikَ a‫َﻏ ِﺔ‬d‫َّﺮ‬it‫ َﻔ‬a‫ ُﻤ‬nْ‫ال‬y‫ﺔ‬aِ ‫ َﻘ‬tْ‫ﻠ‬eَ‫ ْﺤ‬n‫ﺎﻟ‬tَ ‫ﻛ‬an‫ ْﻢ‬g‫ُﻫ‬

(mereka itu seperti kalung yang direndam yang tidak dapat diketahui mana kedua ujungnya)
Maka yang dimaksud oleh wanita tersebut adalah karena anak-anaknya memiliki nasab

yang sama sulit baginya untuk menentukan mana yang lebih utama, bagaikan kalung yang
direndam dalam air maka sulit baginya untuk menentukan mana kedua ujungnya.

4) (‫ )�ﺸبﻴﻪ اﻟﻤﻔ ّﺼﻞ‬Tasybih Mufasshol, ialah tasybih yang wajah syabahnya disebutkan, seperti

contoh :

‫( اﻟ َّﻨ ْﺤ ُﻮ ﻛ َﺎلْ ِﻤﻠْ ِﺢ ِﻓﻰ اﻟ َّﻄ َﻌﺎ ِم‬Nahwu itu seperti garam rasanya) sebab keduanya banyak faidahnya

Nadzom : ‫( َو ُﻫ َﻮ َﺟ ِ ُّ� الْ َﻮ ْﺟ ِﻪ َﻋ ْﻜ ُﺴ ُﻪ اﻟْ َﻐ ِﺮ�ْ ْﺐ‬١٦٩) ‫َو ِﻣﻨْ ُﻪ ِﺑﺎ ْﻋ ِﺘ َﺒﺎ ِر ِه اَﻳْ ًﻀﺎ َﻗ ِﺮ ْ� ْﺐ‬
‫( ِﻓﻰ اﻟ ِّﺬ ْﻫ ِﻦ ﻛ َﺎل َّﺘ ْﺮ ِﻛﻴْ ِﺐ ِﻓﻰ َﻛ ُﻨ ْﻬ َﻴ ِﺔ‬١٧٠) ‫ِﻟ َﻜ ْﺜ َﺮ ِة اﻟ َّﺘ ْﻔ ِﺼﻴْ ِﻞ اَ ْو ِﻟﻨُ ْﺪ َر ِة‬

Tasybih bila ditinjau dari wajah syabahnya juga terbagi menjadi dua, yaitu tasybih Qorib yaitu
yang jelas (dan mudah dimengerti) wajah syabahnya dan sebaliknya yaitu tasybih Ghorib yang
sukar dimengerti wajah syabahnya sebab ; 1. Benyak tafsilnya atau 2. Jarang ditemukan dalam hati

seperti yang berupa murokkab aqli.

Penjelasan :

Tasybih apabila ditinjau dari segi mudah tidaknya memahami wajah syabahnya terbagi menjadi
dua, yaitu Tasybih Qorib dan Tasybih Ghorib.

1. (‫ )اﻟتﺸبﻴﻪ اﻟﻘﺮ�ﺐ‬tasybih Qorib, ialah tasybih yang wajah syabahnya telah jelas dan mudah
dimengerti tanpa membutuhkan angan-angan, seperti : ‫ َﺧ ُّﺪ ِك ﻛﺎلْ َﻮ ْر ِد‬, ‫َز ْ� ٌﺪ ﻛ َﺎ ْ َﻷ َﺳ ِﺪ‬

2. (‫ )اﻟتﺸبﻴﻪ اﻟﻐﺮ�ﺐ‬tasybih Ghorib, ialah tasybih yang wajah syabahnya sulit dimengerti , butuh

angan-angan dan pemikiran untuk memahaminya. Hal ini disebabkan oleh :

a. Banyak tafsilannya, seperti c‫ّﻞ‬o‫َﺷ‬n‫ َﻷ‬tْo‫ا‬h‫ﻒ‬:ِّ ‫َﻛ‬ ‫ﻛ َﺎلْ ِﻤ ْﺮآ ِة‬ ‫َوال َّﺸ ْﻤ ُﺲ‬

... ‫ِﻓﻲ‬

Dan matahari itu bagaikan cermin yang ada pada telapak tangan orang yang lumpuh
• Wajah syabahnya adalah bentuk bulat, berkilau dan tak bisa dipandang mata. Demikian

juga cermin yang dipegang oleh tangan orang yang lumpuh, tidak bisa dipandang mata
karena selalu bergerak tidak bisa diam.

b. Musyabbah bihnya jarang dijumpai ketika dihadirkan pada musyabbah. Hal ini dikarenakan :
- Musyabbah bih bersifat wahmi (sesuatu yang berbentuk hayalan yang tiada terbukti),

seperti men‫ل‬yِ e‫َﻮا‬r‫ﻏ‬uْ p‫ َأ‬a‫ِب‬k‫ﺎ‬aَ‫ﻴ‬n�ْ َ‫ﺄ‬s‫ َﻛ‬e‫ق‬sٌ u‫ ْر‬a‫ ُز‬tu‫ﻧَ ٌﺔ‬d‫ﻨ ْﻮ‬eُ ‫ﺴ‬nْ g‫ َم‬a‫ َو‬n#ta‫ ْﻲ‬r‫ِﻌ‬in‫ ِﺟ‬g‫ﻀﺎ‬hَ a‫ َم‬n‫ ْﻲ‬t‫ﻓ‬uِ ‫َ� ْﻘ ُﺘﻠُ ِ ْ� َوالْ َﻤ ْﺸ َﺮ‬

“Apakah ia akan membunuhku sementara pedang selalu berada di peraduanku dan mata
tombak berwarna biru (saking tajamnya) bagaikan taring-taring hantu.”

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

15

- Susunannya bersifat khoyali, seperti contoh syair ‫ُم‬:‫َأ ْﻋ َﻼ‬ ‫ال َّﺸ ِﻘﻴْ ِﻖ‬ ‫ُ�ْ َﻤ َّﺮ‬ ‫َو َ�ﺄَ َّن‬

‫ � ُ ِﺸ ْﺮ َن ﻋَﻠَﻰ ِر َﻣﺎ ٍح ِﻣ ْﻦ َز َ� ْﺮ َﺟ ِﺪ‬# ‫ﻳَﺎ ُﻗ ْﻮﺗَ ِﺔ‬

“Seolah-olah bunga merah tanaman syaqiq ketika melengkung ke bawah dan ke atas
laksana bendera yaqut yang dibentangkan di atas tombak dari batu jamrud.”

- Susunanya bersifat aqli, ..s..e...p�ۚeۢ‫ َر‬r‫ا‬t‫ َف‬i‫ ۡس‬fَi‫أ‬r‫ل‬mُ ‫ ِم‬a�ۡ nَ Allah Swt. ‫َ�ۡ ِملُو َها‬ ‫لَ ۡم‬ ‫ُ� َّم‬ ‫ٱ َّ� ۡو َرٮٰ َة‬ ْ ‫ُ ِّ�لُوا‬ ‫ٱ َّ ِ�ي َن‬ ‫َم َث ُل‬

٥ ِ‫ٱ ۡ�ِ َمار‬ ‫َك َم َث ِل‬

Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka
tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-
kitab yang tebal (QS. Al-Jum’ah : 5)
.

Pasal 8
Tentang pembagian tasybih ditinjau dari alat tasybinya

‫( ِﺑﺠَ ْﺬﻓِ َﻬﺎ َو ُم ْﺮ َﺳ ٌﻞ إِ ْذ ﺗُ ْﻮ َﺟ ُﺪ‬١٧١) ‫َو�ِﺎ ْﻋ ِﺘ َﺒﺎ ِر آ َﻟ ٍﺔ ُم َﺆ َّ� ُﺪ‬

Tasybih bila dipandang dari segi alatnya terbagi dua, yaitu : 1. Tasybih Muakkad, jika alat
tasybihnya dibuang, dan 2. Tasybih Mursal, jika alat tasybihnya disebutkan

Penjelasan :

1. Tasybih bila ditinjau dari alat tasybihnya terbagi menjadi dua, yaitu : ‫َز�ْ ٌﺪ أَ َﺳ ٌﺪ‬

(‫ )اﻟتﺸبﻴﻪ اﻟﻤﺆ ّ�ﺪ‬Tasybih Muakkad, ialah tasybih yang alat tasybihnya dibuang, seperti :

2. (‫ )اﻟتﺸبﻴﻪ اﻟﻤﺮﺳﻞ‬Tasybih Mursal, ialah tasybih yang alat tasybihnya disebutkan, seperti : ‫َز�ْ ٌﺪ ﻛ َﺎ ْ َﻻ َﺳ ِﺪ‬

Nadzom : ‫( َو َﻋ ْﻜ ُﺴ ُﻪ الْ َﻤ ْﺮ ُد ْو ُد ُذو اﻟﺘَّ َﻌ ُّﺴ ِﻒ‬١٧٢) ‫َو ِﻣﻨْ ُﻪ َﻣ ْﻘ ُﺒ ْﻮ ٌل ِﺑ َﻐﺎﻳَ ٍﺔ ﻳَ ِﻔ ْﻲ‬
‫( َو ْﺟ ٌﻪ َو آﻟَ ٌﺔ ﻳَ ِﻠﻴْ ِﻪ َﻣﺎ ُﻋ ِﺮ ْف‬١٧٣) ‫َواَﺑْ َﻠ ُﻎ اﻟتَّ ْﺸ ِبﻴْ ِﻪ َﻣﺎ ِﻣﻨْ ُﻪ ُﺣ ِﺬ ْف‬

Sebagian tasybih ada yang disebut dengan tasybih Maqbul, apabila sesuai dengan tujuan tasybih,
sebaliknya jika tidah sesuai dengan tujuan tasybih disebut dengan Tasybih Mardud

Adapun tasybih yang paling kuat balaghahnya yaitu tasybih yang dibuang wajah syabah dan
alatnya atau salah satunya karena sudah diketahui

Penjelasan :

1. (‫ )اﻟتﺸبﻴﻪ اﻟﻤﻘﺒﻮل‬Tasybih Maqbul ialah tasybih yang telah memenuhi tujuan tasybih, yakni jika

keadaan musyabbah bih lebih dikenal dari musyabbah tentang wajah syabahnya. Seperti
menyerupakan seuatu dengan minyak misik dalam hal keharumannya, maka hal ini dapat diterima
karena keharuman minyak misik lebih masyhur.

2. (‫ )اﻟتﺸبﻴﻪ اﻟﻤﺮدود‬Tasybih Mardud ialah tasybih yang tidak memenuhi tujuan tasybih, adakalanya

tkiednaykataadaann,ysaepkeerstier:u�ِ pْ َ‫ﺨ‬aْ ‫ﻟ‬a‫ا‬n‫ﻓﻰ‬a‫ِﺪ‬n‫ﺳ‬tَ a‫ َﻻ‬rْ ‫ﺎ‬aَ ‫ﻛ‬ kedua thorf sebab wajah syabahnya tidak jelas dan jauh dari

‫َز ْ� ٌﺪ‬

3. Tasybih ditinjau dari segi kuat dan lemah balaghahnya tebagi menjadi tiga tingkatan, :yai‫ٌﺪ‬tu‫أَ َﺳ‬:‫َز ْ� ٌﺪ‬

- (‫ )اﻟﻤﺮﺗﺒﺔ اﻷﻋﻠﻰ‬Lebih tinggi ; membuang alat tasybih dan wajah tasybih, seperti

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

‫‪16‬‬

‫‪) Sedang ; membuang wajah tasybih atau membuang alat tasybih,‬اﻟﻤﺮﺗﺒﺔ اﻟﻤﺘﻮ ّﺳﻄﺔ( ‪-‬‬
‫َز�ْ ٌﺪ َأ َﺳ ٌﺪ ِﻓﻰ ال َّﺸ َﺠﺎ َﻋ ِﺔ ‪َ /‬ز ْ� ٌﺪ ﻛ َﺎ ْ َﻻ َﺳ ِﺪ ‪seperti :‬‬

‫َز�ْ ٌﺪ ﻛ َﺎ ْ َﻻ َﺳ ِﺪ ِﻓﻰ ‪) Lebih rendah; menyebut alat tasybih dan wajah tasybih, seperti :‬اﻟﻤﺮﺗﺒﺔ اﻷد�( ‪-‬‬
‫ال َّﺸ َﺠﺎ َﻋ ِﺔ‬

‫‪IKHTISAR‬‬
‫‪Pembagian Tasybih‬‬

‫)أ( اﻟتﺸبﻴﻪ ﺑﺎﻋﺘﺒﺎر ﻃﺮﻓﻴﻪ )اﻟﻤﺸﺒّﺔ و اﻟﻤﺸ ّﺒﻪ ﺑﻪ(‬

‫اﻟ ْﺤُ ْﻤ َﺮ ِة‬ ‫‪ -١‬ﻟﻔﻈﻬﻤﺎ ﺣ ّﺴﻴﺎن او ﻋﻘﻠﻴﺎن او �ﺘﻠﻔﺎن‬
‫ِاﻓ َﻟْﻰﻃ ِِﺒﻌاﻴْﻠْْ ُِﻹﻢُ ْﺐﻫﻛَِﺘاﺎلَﻟﺪ ُّﻨاُّﺴِْﻮء ْﻮِرِء ِﻓﻛ َﻰﺎلْا َْﻤ ِﻹْﻮ ْﻫ ِ ِﺘت َﺪِﻓاﻰِءا ْ ِﻹ ْﻫ َﻼ ِك‬ ‫ﻛﻛََﺎﺎلْﻟ َْﻮﺤَ ََﻴر ِﺎد ِِﻓتﻰ‬
‫َﺧ ُّﺪ ِك‬ ‫‪:‬‬ ‫�ﻮ‬ ‫‪,‬‬ ‫ﺣ ّﺴﻴﺎن‬ ‫اﻟﻄﺮﻓﺎن‬ ‫)‪(١‬‬
‫اﻟْ ِﻌﻠْ ُﻢ‬ ‫‪:‬‬ ‫�ﻮ‬ ‫‪,‬‬ ‫ﻋﻘﻠﻴﺎن‬ ‫اﻟﻄﺮﻓﺎن‬ ‫)‪(٢‬‬
‫)‪(٣‬‬
‫اﻟﻤﺸﺒّﻪ ﺣ ّﺴ ّﻲ واﻟﻤﺸﺒﻪ ﺑﻪ ﻋﻘﻠﻴﺎن ‪� ,‬ﻮ ‪:‬‬ ‫)‪(٤‬‬

‫اﻟﻤﺸﺒّﻪ ﻋﻘﻠﻴﺎن واﻟﻤﺸﺒﻪ ﺑﻪ ﺣ ّﺴ ّﻲ ‪� ,‬ﻮ ‪:‬‬

‫‪ -٢‬ﻟﻔﻈﻬﻤﺎ ﻣﻔﺮدان او مﺮ َ�ﺒﺎن او �ﺘﻠﻔﺎن‬
‫����ﺸﺸﺸﺸببببﻴﻴﻴﻴﻪﻪﻪﻪااااﻟﻟﻟﻟﻤﻤﻤﻤﻔﺮﺮﻔ ّّ�ﺮ�ﺮددﺑﺐﺐﺑﺎﺎﻟﺑﻟﺑﻤﻤﺎﺎﻟﻟﻔﻤﺮﻤ ّﺮ�ﺮﻔدّ�ﺮ‪,‬دﺐ ‪,,‬ﺐ�‪,‬ﻮ��‪:‬ﻮﻮ� َ‪:‬ﻮ‪:‬زﺗَ�ْ‪:‬ﻳََﺮٌَﺎﻛﺪَ� َﺄَوﺎ َﻛَ�ََّنَﺎ�ﺻﺄَ ْﺎَﻬَُّﻣنَﻷﺎ َِﺜﺣًَرﺳﺎَُﺒ َِ�رَُّْﺪمﻲ َﻤا َْ�ﻟَّﺸﺮﻨََّﻘِﻤاْﻘل ًَِّﻊﺼﺴَّﺸﻴَّﺎ َﻓﺎِﻘ َْﻗﻮﻴَْ� َِْﺪْقﻖﻈ ََأَُﺮرﺷ ْ�ﺎُْؤﻋﺑَ َْوُﻪ ُِﻼﺳ� َُﻨمَﻤﺎ‪#‬ﺎﻳَﺎﻗُ َز‪#ْ#‬ﻮ ْﻫﺗَ َُِﺮﺗوﺔَاََاﺮلَْ�ﺳ ُّﺎﺮ‪#‬ﻴَ َ�ﺎ ُﺎو�َ�ُ َُﻨِﻓَﺟﺸﺎ ْﻮَْﺮَهﻜَﻟﺄَﻴَْانَّ�ٌْﻞَﻤَﻷﻋَﺎَ�ْﻠرَ َﻬﻰُِﻫﺎ َﻮَِرضو َﻣُﻣ َىﺎﻛ ْﻘﻴٍْ َِحﻤَﻛ َُﺮﻮِﻣاﻒ ْﺗَِﻛﻦﺒُ َ َُزﻪﺼ َ� َّﻮ ْﺮُر َﺟ ِﺪ‬
‫)‪(١‬‬
‫)‪(٢‬‬
‫)‪(٣‬‬
‫)‪(٤‬‬

‫‪ -٣‬ﻋﺪد اﻟﻤﺸﺒﻪ و اﻟﻤﺸﺒﻪ ﺑﻪ‬
‫)‪َ (١‬مﻠْ ُﻔ ْﻮ ٌف ‪� ,‬ﻮ ‪َ :‬ﻟﻴْ ٌﻞ َو ﺑَ ْﺪ ٌر َو ُﻏ ْﺼ ٌﻦ ‪َ #‬ﺷ ْﻌ ٌﺮ َو َو ْﺟ ُﻬ ُﻪ و َﻗ ٌّﺪ‬
‫)‪َ (٢‬ﻣ ْﻔ ُﺮ ْو ٌق ‪� ,‬ﻮ ‪ :‬اﻟنَّ ْﺸ ُﺮ ِم ْﺴ ٌﻚ َو الْ ُﻮ ُﺟ ْﻮ ُه َدﻧَﺎ ‪ #‬ﻧِ ْ ٌ� َواَ ْﻃ َﺮا ُف ا ْ َﻷ ُ� ِّﻒ َ�ﻨَ ُﻢ‬
‫ﻛﺑََﺎ ْﺮل ٍدَّﻠﻴَاَﺎ ِْوﻟﻰَأ َﻗﺎ ِح‬ ‫َو َﺣﺎ ِﻟﻲ ‪ #‬ﻛِ َﻠﺎ ُﻫ َﻤﺎ‬ ‫‪َ :‬ﻛ َﺄ ََّ�ﺻ َﻤ ْﺪﺎ ﻳَ ُغبْا ِﻟﺴ ْﺤَُﻢ ِﺒﻴْ َ� ِ ْﺐﻦ‬ ‫� َ ْﺴ ِﻮ َ� ٌﺔ‬
‫لُ ْﺆلُ ِﺆ ‪ُ #‬ﻣ َﻨ َّﻀ ٍﺪ اَ ْو‬ ‫‪� ,‬ﻮ‬ ‫ﺟَﻤْ ٌﻊ ‪,‬‬ ‫)‪(٣‬‬
‫�ﻮ ‪:‬‬ ‫)‪(٤‬‬

‫)ب( اﻟتﺸبﻴﻪ ﺑﺎﻋﺘﺒﺎر وﺟﻪ الﺸﺒﻪ‬
‫ّ‬
‫ﺑﻪ‬ ‫واﻟﻤﺸ ّﺒﻪ‬ ‫ﺑﺎﻟﻤﺸﺒﻪ‬ ‫اﻟﻤﺘﻌﻠﻖ‬ ‫الﺸﺒﻪ‬ ‫وﺟﻪ‬ ‫‪-١‬‬
‫)‪ (١‬وﺟﻪ الﺸﺒﻪ داﺧﻞ ﻓﻲ ﺣﻘﻴﻘﺔ ﻃﺮ� اﻟتﺸبﻴﻪ ‪� ,‬ﻮ ‪ :‬ﺛَ ْﻮ ُ� َﻚ َﻛﺜَ ْﻮ ِ ْ� ِﻓﻰ َﻛ ْﻮ ِﻧ ِﻬ َﻤﺎ ِﻣ َﻦ اﻟْ َﻜﺘَّﺎ ِن‬

‫)‪ (٢‬وﺟﻪ الﺸﺒﻪ ﺧﺎرج ﻓﻲ ﺣﻘﻴﻘﺔ ﻃﺮ� اﻟتﺸبﻴﻪ‬

‫• وﺻﻒ ﺣﻘﻴﻘﻲ ﺑﺤ ّﺲ أو ﺑﻌﻘﻞ‬
‫‪ -‬اﻟﺤ ّﺴﻲ ‪� ,‬ﻮ ‪َ :‬ز ْ� ٌﺪ َﻛـﺄَﺣْ َﻤ َﺪ ِﻓﻰ اﻟ ُّﻄ ْﻮ ِل‬
‫َﻛ ُﻌ َﻤ َﺮ ِﻓﻰ اﻟ َّﺬﻛ َﺎ ِء‬ ‫‪ :‬ﺑَ ْ� ٌﺮ‬
‫اﻟ ِْﺤ َﺠﺎ ِب‬ ‫ِإ َزاﻟَ ِﺔ‬ ‫ِﻓﻰ‬ ‫ﻛ َﺎل َّﺸ ْﻤ ِﺲ‬ ‫�ﻮ ‪ُ :‬ﺣ َّﺠ ُﺔ َز ْ� ٍﺪ‬ ‫إﺿﺎﻓﻲ ‪,‬‬ ‫‪ -‬اﻟﻌﻘ� ‪� ,‬ﻮ‬ ‫•‬
‫وﺻﻒ �ﺴﺒﻲ ‪/‬‬

‫‪Catatan Balaghah Kelas 5 Putri‬‬ ‫‪al Jauhar al Maknun‬‬

‫‪17‬‬

‫‪ -٢‬وﺟﻪ الﺸﺒﻪ ﻣﻦ ﺣﻴﺚ الﻮاﺣﺪ و اﻟﻤﺆ ّﻟﻒ واﻟﻤﺘﻌ ّﺪد‬
‫اااﻟﻟﻟﻤﻤﻤﻔﻔﺮﺮﺮ�دد ااﺐﻟﻟاﺤﻌﻟ ّﻘﺤﺴ ّّّ�ﺴﻲ‪ّ,,‬ﻲ ‪��,‬ﻮﻮ�‪::‬ﻮا َﺛﻟْ‪ْ :‬ﻮِﻌ َوُﻠْﻗَب ُﻢ َْأﺪﻛَﺣَْﺎ َﻤﻟﻻﻨَُّﺪَ ْﻮح ِرَِﻛﻓ َﺜِﻰﻓ ْﻮﻰال ِا ْبُّ ِﺼﻹ ِزﺒْْﻫْ�ِ ِﺘﺢٍﺪَﺪالاِﻓ ُِّﺜءﻰ َﺮاَّ�لﺎﻠَّلِ ْﻮ َﻤ ِنْﻦ َر َأى ‪َ #‬ﻛ ُﻌﻨْ ُﻘ ْﻮ ِد‬
‫َﻧ َّﻮ َرا‬ ‫ُم َّﻼ ِﺣﻴَّ ِﺔ ِﺣ ْ َ�‬ ‫َ ۡ� ِم ُلو َها َك َم َث ِل‬ ‫ْ ٱ�َّ ۡو َرٮٰ َة ُ� َّم لَ ۡم‬ ‫‪َ :‬م َث ُل ٱ َّ ِ�ي َن ُ ِّ�لُوا‬ ‫)‪(١‬‬
‫أَ ۡس َفا َرۢ ۚ�‬ ‫ٱ ۡ�ِ َمارِ َ�ۡ ِم ُل‬ ‫ال َّﻠ ْﻮ ِن َواﻟ َّﻄ َﻌﺎ ِم‬ ‫اﻛ َﻟْﺎلِﻌﻠَّْﺸِﻢَﻔ َْﺮوا َﺟﻟ ِْﺤَﻞﻴَﺎِﻓ ِءﻰ‬ ‫اَزﻟْ� ُّﺘ ُ َّﺪﻔﺎ ِﻣ ُﺜْح ُاﻞﻟ َأْﺨَ�ِﺎﻴِْم ِﻪ ُ ِﻓﺾﻰ‬ ‫اﻟﻌﻘ ّ� ‪� ,‬ﻮ‬ ‫اﻟﻤﺮ�ﺐ‬ ‫)‪(٢‬‬
‫اﻟﺤ ّﺴ ّﻲ ‪� ,‬ﻮ‬ ‫اﻟﻤﺘﻌ ّﺪد‬ ‫)‪(٣‬‬
‫َواﻟ َّﺘ َﻮا ُﺿ ِﻊ‬ ‫‪:‬‬ ‫اﻟﻤﺘﻌ ّﺪد‬ ‫)‪(٤‬‬
‫‪:‬‬ ‫اﻟﻌﻘ ّ� ‪� ,‬ﻮ‬ ‫)‪(٥‬‬
‫)‪(٦‬‬

‫أَ ۡس َفا َرۢ ۚ�‬ ‫ٱ ۡ�ِ َمارِ‬ ‫‪ -٣‬وﺟﻪ الﺸﺒﻪ ﻓﻴﻪ ﺻﻮرة ﻣﻨﺘﺰﻋﺔ ﻣﻦ ﻣﺘﻌ ّﺪد أو ﻻ‬
‫اﻟﺘﻤﺜﻴﻞ ‪� ,‬ﻮ ‪َ : :‬م َث ُل ٱ َّ ِ�ي َن ُ ِّ� ُلواْ‬
‫َ�ۡ ِم ُل‬ ‫اٱل ََّّ�ﺰ َۡوﻣﺎَرٮِٰنَةﻛ َُ�ﺎﻟَّْم ِلَﻜ ْۡﺒم ِﺮ ْ�َ�ۡ ِ ِمﺖ ُلاوْ َهَﻷاﺣْ َﻤ َك ِﺮ َم َث ِل‬ ‫ﻏ� اﻟﺘﻤﺜﻴﻞ ‪� ,‬ﻮ ‪ :‬اﻟْ َﻌﺎلِ ُﻢ ِﻓﻰ ٰﻫ َﺬا‬ ‫�ﺸبﻴﻪ‬ ‫)‪(١‬‬
‫�ﺸبﻴﻪ‬ ‫)‪(٢‬‬

‫‪ -٤‬وﺟﻪ الﺸﺒﻪ اﻟﻤﺬﻛﻮر أو ﻏ� اﻟﻤﺬﻛﻮر‬

‫)‪� (١‬ﺸبﻴﻪ اﻟﻤﺠ َﻤﻞ ‪:‬‬
‫‪� -‬ﻤﻞ ﺟ� ‪� ,‬ﻮ ‪َ :‬ز ْ� ٌﺪ ﻛ َﺎ ْ َﻷ َﺳ ِﺪ‬
‫اَ ْ� َﻦ‬ ‫َ‬ ‫الْ ُﻤ َﻔ َّﺮ َﻏ ِﺔ‬ ‫ﻛ َﺎﻟ ْﺤَﻠْ َﻘ ِﺔ‬
‫َﻃ َﺮﻓَﺎ َﻫﺎ‬ ‫ﻳُ ْﺪ َرى‬ ‫ﻻ‬ ‫ُﻫ ْﻢ‬ ‫‪:‬‬ ‫�ﻮ‬ ‫‪,‬‬ ‫ﺧﻔﻲ‬ ‫�ﻤﻞ‬ ‫‪-‬‬
‫)‪� (٢‬ﺸبﻴﻪ اﻟﻤﻔ َّﺼﻞ ‪� ,‬ﻮ ‪َ :‬ز�ْ ٌﺪ ﻛ َﺎ ْ َﻷ َﺳ ِﺪ ِﻓﻰ ال َّﺸ َﺠﺎ َﻋ ِﺔ‬

‫ﻛ َﺎلْ َﻮ ْر ِد ِﻓﻰ اﻟ ْﺤُ ْﻤ َﺮ ِة‬ ‫‪ -٥‬وﺟﻪ الﺸﺒﻪ ﻇﺎﻫﺮ أو ﺧﻔﻲ‬
‫ﻛ َﺎلْ ِﻤ ْﺮآ ِة ِﻓﻰ َﻛ ِّﻒ‬
‫ا ْ َﻷ َﺷ ِّﻞ‬ ‫ﻗﺮ�ﺐ ‪� ,‬ﻮ ‪َ :‬ﺧ ُّﺪ َﻓﺎ ِﻃ َﻤ َﺔ‬ ‫�ﺸبﻴﻪ‬ ‫)‪(١‬‬
‫ﻏﺮ�ﺐ ‪� ,‬ﻮ ‪َ :‬و ال َّﺸ ْﻤ ُﺲ‬ ‫�ﺸبﻴﻪ‬ ‫)‪(٢‬‬

‫الَﺧ َُّّﺸﺪ ْﻤﻓَﺎ ُ ِﻃﺲ َﻤﻛ ََﺔﺎلْﻛ َِﻤﺎلْْﺮ َﻮآ ِةْر ِدِﻓ ِﻰﻓﻰ َﻛا ِّﻟ ْﺤُﻒ ْﻤا َﺮْ ِةَﻷ َﺷ ِّﻞ‬ ‫)ت( اﻟتﺸبﻴﻪ ﺑﺎﻋﺘﺒﺎر آﻟﺔ اﻟتﺸبﻴﻪ‬
‫مﺆ ّ�ﺪ )ﺣﺬف آﻟﺔ اﻟتﺸبﻴﻪ(‬
‫‪� ,‬ﻮ ‪:‬‬ ‫مﺮﺳﻞ )ذﻛﺮ آﻟﺔ اﻟتﺸبﻴﻪ( ‪,‬‬ ‫�ﺸبﻴﻪ‬ ‫)‪(١‬‬
‫�ﻮ ‪َ :‬و‬ ‫�ﺸبﻴﻪ‬ ‫)‪(٢‬‬

‫)ث( اﻟتﺸبﻴﻪ ﺑﺎﺗﺒﺎر ﻏﺮض اﻟتﺸبﻴﻪ‬
‫)‪� (١‬ﺸبﻴﻪ ﻣﻘﺒﻮل )إن ﻳﻒ ﺑﻐﺎﻳﺔ اﻟتﺸبﻴﻪ( ‪� ,‬ﻮ ‪َ :‬ﺧ ُّﺪ َﻓﺎ ِﻃ َﻤ َﺔ ﻛ َﺎلْ َﻮ ْر ِد ِﻓﻰ اﻟ ْﺤُ ْﻤ َﺮ ِة‬
‫)‪� (٢‬ﺸبﻴﻪ مﺮدود )إن لﻢ ﻳﻒ ﺑﻐﺎﻳﺔ اﻟتﺸبﻴﻪ( ‪� ,‬ﻮ ‪َ :‬ﺧ ُّﺪ ﻓَﺎ ِﻃ َﻤ َﺔ ﻛ َﺎلْ َﻮ ْر ِد ِﻓﻰ ال َّﺴ َﻮا ِد‬

‫)ج( اﻟتﺸبﻴﻪ ﺑﺎﺗﺒﺎر اﻟﻘﻮة و الﻀﻌﻒ ﻓﻰ اﻟﻤﺒﺎﻟﺔ‬
‫)‪ (١‬اﻟﻤﺮﺗﺒﺔ اﻷﻋﻠﻰ )ﻣﺎ ﺣﺬف ﻣﻨﻪ آﻟﺔ اﻟتﺸبﻴﻪ و وﺟﻬﻪ( ‪� ,‬ﻮ ‪َ :‬ز ْ� ٌﺪ َأ َﺳ ٌﺪ‬
‫ﻛ َﺎ ْ َﻷ َﺳ ِﺪ‬ ‫‪:‬و َﺟز�ْﻬ ٌﻪﺪ(ﻛَﺎ‪َ ْ ,‬ﻷ َ�ﺳﻮِﺪ‪ِ :‬ﻓ َزﻰ ْ�الٌﺪ َّ َأﺸ َﺳَﺠ ٌﺎﺪ َِﻋﻓ ِﺔﻰ‬
‫َز ْ� ٌﺪ‬ ‫‪/‬‬ ‫ال َّﺸ َﺠﺎ َﻋ ِﺔ‬ ‫آﻟﺔ اﻟتﺸبﻴﻪ أو‬ ‫اﻟﻤﺘﻮ ّﺳﻄﺔ )ﻣﺎ ﺣﺬف ﻣﻨﻪ‬ ‫اﻟﻤﺮﺗﺒﺔ‬ ‫)‪(٢‬‬
‫و وﺟﻬﻪ( ‪� ,‬ﻮ‬ ‫اﻷد� )ذﻛﺮ آﻟﺔ اﻟتﺸبﻴﻪ‬ ‫اﻟﻤﺮﺗﺒﺔ‬ ‫)‪(٣‬‬

‫‪Catatan Balaghah Kelas 5 Putri‬‬ ‫‪al Jauhar al Maknun‬‬

18

Nadzom : ‫اﻟْ َﺒﺎ ُب اﻟﺜَّﺎ ِ� اﻟ ْﺤَ ِﻘﻴْ َﻘ ُﺔ َوالْ َﻤ َﺠﺎ ُز‬

Pasal 1
Tentang makna Hakekat dan Majaz

‫( َﻟ ُﻪ ﺑِ ُﻌ ْﺮ ِف ِذي اﻟ ِْﺨ َﻄﺎ ِب ﻓَﺎﺗَّ ِﺒ ْﻊ‬١٧٤) ‫َﺣ ِﻘﻴْ َﻘ ٌﺔ ُم ْﺴ َﺘ ْﻌ َﻤ ٌﻞ ِ�ﻴْ َﻤﺎ ُو ِﺿ ْﻊ‬

Makna hakikat ialah lafadz yang digunakan sesuai dengan makna yang telah ditetapkan
menurut adat/kebiasaan mutakallim, maka ikutilah....

Penjelasan :

Pengertian Hakikat dan Majaz

1. Hakikat menurut istilah ialah ‫ ال َّﻠ ْﻔ ُﻆ الْ ُﻤ ْﺴﺘَ ْﻌ َﻤ ُﻞ ِ�ﻴْ َﻤﺎ ُو ِﺿ َﻊ َﻟ ُﻪ ِﻓﻰ ا ْﺻ ِﻄ َﻼ ِح ِﺑ ِﻪ اﻟ َّﺘ َﺨﺎ ُﻃ ِﺐ‬: lafadz yang

digunakan menurut makna sebenarnya yang telah ditetapkan, yang biasa dipakai (mutakallim)
dalam istilah pembicaraan.

Seperti lafadz : ‫ ال ّﺼﻼة‬, jika yang menggunakan lafadz tersebut adalah ahli bahasa maka ‫ال ّﺼﻼة‬
makna hakikatnya adalah do’a, namun jika digunakan oleh ahli fiqih/syari’at maka ‫ ال ّﺼﻼة‬makna

hakikatnya adalah ibadah yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.

2. Majaz menurut istilah ialah ‫ال َّﻠ ْﻔ ُﻆ الْ ُﻤ ْﺴﺘَ ْﻌ َﻤ ُﻞ ِﻓ ْﻲ َﻏ ْ ِ� َﻣﺎ ُو ِﺿ َﻊ َﻟ ُﻪ ﺑِ َﻘ ِﺮ�ْ َﻨ ٍﺔ َﺻﺎ ِرﻓَ ٍﺔ َ� ْﻦ ِإ َرا َد ِة َﻣﺎ ُو ِﺿ َﻊ َﻟ ُﻪ الﻠَّ ْﻔ ُﻆ‬:

lafadz yang digunakan bukan pada makna sebenarnya sebab adanya qorinah yang menjadikan

lafadz tersebut penyimpang dari kehendak makna sebenarnya. Seperti lafadz : ‫ اﻷﺳﺪ‬, pada contoh
: ‫الْ ِﻤﻨْ َﺒ ِﺮ‬ ‫ َراَﻳْ ُﺖ ا ْ َﻷ َﺳ َﺪ َ ْ� ُﻄ ُﺐ ﻋَﻠَﻰ‬tidak mungkin
lafadz : ‫ َ ْ� ُﻄ ُﺐ ﻋَﻠَﻰ الْ ِﻤﻨْ َﺒ ِﺮ‬. maka lafadz menggunakan makna hakikat singa, sebab adanya
qorinah
‫ اﻷﺳﺪ‬bermakna majaz, yakni si pemberani

Nadzom : ‫( َو َﻗ ْﺪ ﻳَ ِﺠﻲ ُم َﺮ َّ�ﺒًﺎ َﻓﺎلْ ُﻤﺒْﺘَ َﺪا‬١٧٥) ‫ُ� َّﻢ الْ َﻤ َﺠﺎ ُز َﻗ ْﺪ ﻳَ ِﺠ ْﻲ ُء ُﻣ ْﻔ َﺮ َدا‬
‫( َﻗ ِﺮ�ْﻨَ ٍﺔ ِﻟ ُﻌﻠْ َﻘ ٍﺔ ﻧِﻠْ َﺖ الْ َﻮ َر ْع‬١٧٦) ‫ﻛَﻠِ َﻤ ٌﺔ ﻏَﺎﺑَ َﺮ ِت الْ َﻤ ْﻮ ُﺿ ْﻮ َع َﻣ ْﻊ‬
ُ‫( َو ُﻏ َّﺾ َﻃ ْﺮ َف اﻟْ َﻘﻠْ ِﺐ َ� ْﻦ ِﺳ َﻮاه‬١٧٧) ‫ﻛ َﺎ ْﺧﻠَ ْﻊ ِﻧ َﻌﺎ َل اﻟْ َﻜ ْﻮ ِن َﻛﻲْ ﺗَ َﺮا ُه‬

Kemudian terkadang Majaz itu hadir dalam bentuk Mufrod dan berbentuk murokkab.
Adapun yang pertama (majaz mufrod) ialah kalimat yang berubah dari makna maudhu’nya
dengan disertai qorinah karena adanya alaqoh (keterkaitan makna)

Majaz mufrod itu seperti lafadz ‫ ِﻧ َﻌﺎ َل‬pada contoh : ‫ِا ْﺧ َﻠ ْﻊ ِﻧ َﻌﺎ َل اﻟْ َﻜ ْﻮ ِن َﻛﻲْ ﺗَ َﺮا ُه‬
Dan majaz murokkab itu seperti lafadz ‫ َﻃ ْﺮ َف اﻟْ َﻘﻠْ ِﺐ‬pada contoh : ‫َو ُﻏ َّﺾ َﻃ ْﺮ َف اﻟْ َﻘﻠْ ِﺐ َ� ْﻦ ِﺳ َﻮا ُه‬

Penjelasan :

Majaz ditinjau dari segi lafadznya terbagi dua, yaitu majaz mufrod dan majaz murokkab

1. M‫َﺮا ُه‬aَ‫ﺗ‬ja‫َﻛ ْﻲ‬z‫ن‬mِ ‫ ْﻮ‬u‫ َﻜ‬fْ‫ﻟ‬r‫ا‬o‫ل‬dَ ‫ َﻌﺎ‬ia‫ ِﻧ‬l‫ ْﻊ‬aَ‫ﻠ‬h‫ ْﺧ‬m‫ ِا‬a(klenpaamskaajnalzahyasneggatelarjakdeiinpgaidnaansmatuuatenrlhaafaddazp saja. Seperti contoh :
makhluk itu, agar engkau
dapat
melihat-Nya) , lafadz ‫ ِﻧ َﻌﺎ َل‬yang makna hakikatnya adalah beberapa sandal, kemudian karena
adanya qorinah : ‫ َﻛﻲْ ﺗَ َﺮا ُه‬maka lafadz ‫ ِﻧ َﻌﺎ َل‬bermakna majaz yaitu keinginan yang hina/rendah

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

19

2. M‫ َﻮا ُه‬a‫ ِﺳ‬ja‫ْﻦ‬z�َ m‫ﺐ‬uِ rْ‫ﻠ‬o‫ َﻘ‬kْ‫ﻟ‬k‫ ا‬a‫ف‬bَ ‫ﺮ‬,ْ ‫ﻃ‬iَal‫ﺾ‬ahَّ ‫ ُﻏ‬ma(pkanlainmgakjaanzlayhantgujtuearjnadhiaptiamdau sduasruinasenlakianlimAlalta.hS)e,pelarftai dczon:to‫ﺾ‬hَّ :‫ ُﻏ‬makna
hakikatnya adalah pejamkanlah , lafadz : ‫ ﻃﺮف‬makna hakikatnya adalah mata

Pasal 2
Macam-macam Majaz

Nadzom : �ُّ ِ ‫((اَ َِو�ْا ُﻮ ْﺳا ِﺘ ْرـ َ� َﻌَﻘﺎﻰَر ٌةلِﻠْ َﻓ َﺤـﺄَ ْﻀَّﻣﺎَﺮ ِاة ْا َلﻷ َّوُّ ُﺼل ْﻮ‬١١٧٧٨٩)) �ُّ ِ ‫َﺷ ْﺮ ِﻋ ٌّﻲ اَ ْو ُﻋ ْﺮ‬ ‫ﻛِ َﻠﺎ ُﻫ َﻤﺎ‬
‫َوالْ َﻤ َﺠﺎ ُز ُم ِﺮ َﺳ ُﻞ‬ ‫اَ ْو ُﻟ َﻐ ِﻮ ٌّي‬

Lafadz hakikat dan lafadz majaz masing-masing terbagi menjadi tiga, yaitu : 1. Hakikat dan
Majaz Syar’i , 2. Hakikat dan Majaz ‘Urfi , dan 3. Hakikat dan Majaz Lughawi

Kalimat majaz terbagi menjadi dua, yaitu : 1. Majaz Mursal, yang alaqohnya tidak berupa
musyabahah (menyerupai) dan, 2. Majaz Isti’aroh, yang alaqohnya berupa musyabahah

Penjelasan : ‫اﻟﺤﻘﻴﻘﺔ‬ ‫اﻟﻘﺴﻢ‬
1. Pembagian lafadz hakikat dan majaz ‫ﻛﺎل ّﺼﻼة ﺑﻤﻌ� اﻟ ّﺪﻋﺎء‬ ‫ الﻠﻐﻮ ّي‬/ ‫الﻠﻐ ّﻮ�ﺔ‬

‫اﻟﻤﺠﺎز‬ ١
‫ﻛﺎل ّﺼﻼة ﺑﻤﻌ� أﻓﻌﺎل و أﻗﻮال ﻣﻔﺘﺘﺤﺔ‬
‫ﻛﺎل ّﺼﻼة ﺑﻤﻌ� أﻓﻌﺎل و أﻗﻮال ﻣﻔﺘﺘﺤﺔ‬ ‫ الﺸﺮﻋ ّﻲ‬/ ‫الﺸﺮﻋ ّﻴﺔ‬
‫ﺑﺎﻟﺘﻜﺒ� �ﺘﺘﻤﺔ ﺑﺎلﺴﻼم‬ ٢
‫ﻛﺎل ّﺼﻼة ﺑﻤﻌ� اﻟ ّﺪﻋﺎء‬ ‫ﺑﺎﻟﺘﻜﺒ� �ﺘﺘﻤﺔ ﺑﺎلﺴﻼم‬
‫ﻛﺎﻟﺪاﺑّﺔ ﺑﻤﻌ� اﻟﺬوات اﻷر�ﻊ‬ ‫اﻟﻌﺮﻓ ّﻴﺔ اﻟﻌﺎم‬
‫ﻛﺎﻟﺪاﺑّﺔ ﺑﻤﻌ� اﻹ�ﺴﺎن اﻟﺒﻠﻴﺪ‬ ‫ﻛﺎﻟﺤﺎل �ﺴﺘﻌﻤﻠﻪ اﻟﻨﺤﻮ ّي ﻓﻰ إﻋﺮاب الﻜﻠﻤﺔ‬ ‫ اﻟﻌﺮ ّ� اﻟﺨﺎص‬/ ٣
‫ﻛﺎﻟﺤﺎل �ﺴﺘﻌﻤﻠﻪ اﻟﻨﺤﻮ ّي ﻓﻰ ﻣﺎ ﻳ�ﻮن ﻋﻠﻴﻪ‬

‫اﻹ�ﺴﺎن ﻣﻦ ﺧ� أو ﺷ ّﺮ‬

2. Lafadz majaz disamping membutuhkan qorinah untuk mencegah lafadz bermakna sebenarnya,

lafadz majaz juga harus memiliki ‘alaqoh, yakni keterkaitan antara makna hakikat dan makna

majaz �ْ ِ ‫ َرأَﻳْ ُﺖ َأ َﺳ ًﺪا ﻳَ ْﺮ‬, lafadz ‫َأ َﺳ ًﺪا‬ adalah harus bermakna majaz yakni laki-laki
Seperti contoh :

pemberani, sebab terdapat qorinah yang mencegahnya bermakna sebenarnya, yaitu lafadz : �ْ ِ ‫ﻳَ ْﺮ‬,

sedangkan ‘alaqohnya adalah : musyabahah (menyerupai) antara laki-laki dengan singa dalam
keberaniannya

3. Majaz apabila ditinjau dari segi ‘alaqohnya terbagi menjadi dua, yaitu Majaz Mursal dan Majaz

Isti’aroh

1) Majaz M: u‫ ِز‬r‫ ْﻮ‬s‫ُﻜ‬aْ‫ﻟ‬l‫ا‬i‫ﻰ‬a‫ِﻓ‬la‫ ًء‬h‫ َﻣﺎ‬m‫ى‬a‫ا‬ja‫ا‬z‫ ْﻮ ًز‬y‫ ُﻛ‬an‫ ُﺖ‬gْ�‘‫ ِﺮ‬a‫ َﺷ‬laq, oahlanqyoahbnuykaaandablearhup‫ﺔ‬aّ‫ﻓﻴ‬M‫ﻇﺮ‬usyabahah (menyerupai), seperti
contoh

2) M: �ْ aِ ‫ﺮ‬jْ aَ‫ﻳ‬z‫ًﺪا‬M‫ َﺳ‬u‫ﺖ َأ‬rُsaْ‫َأﻳ‬l‫ َر‬ia,laahlamqoahjanzyayaandgal‘aahlaq‫ﻬﺔ‬o‫ﺑ‬h‫ﺸﺎ‬ny‫م‬a berupa Musyabahah (menyerupai), seperti contoh

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

‫‪20‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫‪Pasal 3‬‬
‫‪Tentang Majaz Mursal‬‬

‫َ� َﻤﺎ ِﺳ َﻮى � َ َﺸﺎﺑُ ٍﻪ َﻋ َﻼ َ� ُﺘ ُﻪ )‪ُ (١٨٠‬ﺟــ ْﺰ ٌء َو ُ�ـ ٌّﻞ اَ ْو َ�َ ٌّﻞ آ َﻟ ُﺘـ ُﻪ‬
‫َﻇ ْﺮ ٌف َو َﻣ ْﻈ ُﺮ ْو ٌف ُم َﺴﺒَّ ٌﺐ َﺳﺒَ ْﺐ )‪َ (١٨١‬و ْﺻ ٌﻒ لِ َﻤﺎ ٍض اَ ْو َﻣﺂ ٍل ُم ْﺮ َ� َﻘ ْﺐ‬

‫‪Di antara alaqoh yang terdapat pada Majaz Mursal adalah : 1. Juz’iyyah, 2. Kulliyah, 3.‬‬
‫‪Mahalliyah, 4. Alatiyah, 5. Zhorfiyah, 6. Mazhrufiyah, 7. Musabbabiyah, 8. Sababiyah, 9. I’tibar al-‬‬
‫‪Madhi, 11. I’tibar al-Mustaqbal‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪Majaz Mursal ialah majaz yang ‘alaqohnya bukan berupa Musyabahah (menyerupai). Adapun‬‬
‫‪‘Alaqoh yang terdapat pada majaz mursal ada sebelas, yaitu :‬‬

‫ﻋﻼﻗﺎت �ﺎز اﻟﻤﺮﺳﻞ ‪:‬‬

‫آ َاذا ِﻧىِﻬ ْﻢَ�ﺒْا ٍﺪى ُم َأ ْﺆﻧَﺎِﻣ ِمٍﻦﻠَ ُﻬ ْﻢ‬ ‫االﻟﻜﺠّﻞﺰءووإ إرارداةدةاﻟالﺠﻜﺰ ّءﻞ‪��..‬ﻮﻮ‪َ ْ��َ َ ::‬ﺘ َﻌ ُْﻠﺤ ِْﻮﺮ ْ�َنُﺮ َأ َر َ َ�ﺻﺎﺒَ َ�ٍﺔ َﻌ ُُمﻬ ْﺆْﻢ ِﻣ ِﻓﻨَ ْﻰٍﺔ‬ ‫و� ‪ :‬ﻣﻦ إﻃﻼق‬ ‫اﻟﺠﺰ ّ�ﺔ ‪,‬‬ ‫‪-١‬‬
‫و� ‪ :‬ﻣﻦ إﻃﻼق‬ ‫الﻜﻠّ ّﻴﺔ ‪,‬‬ ‫‪-٢‬‬
‫ااااﻟﻟﻤﻟﻵﺤﻈﻟﺎﺤﻴّﻟﺮﻠّﻴّﺔﻓّﻴﻴّﺔ‪,‬ﺔ‪,‬ﺔ‪,‬و‪,‬ووو��‪::��:‬ﻣ‪:‬ﻣﻣﻦﻣﻦإﻦﻦإإﻃإﻃﻃﻼﻃﻼﻼقﻼقاققااﻵﻟﻟاﻤﻟﺤﻟﺎﺔﺤﻈلّوﺮﻞإوورفإاإردوارةادإأةدرﺛةااﻟﺮادﻤةﻟﻫﺎﺤﺤاﺎﻟ‪ّ.‬ﻤﻞلﻈ‪�..‬ﺮﻮو�‪�:‬ﻮﻮ َفو‪:‬ا‪ُْ .:‬ﺟﺧُﺧَ�ﻌُﺬُْﺬﻮ ْﻞو ْوا‪:‬اِﻟ ِْزَﻲِﺷز�ْ ْ�لِِنَﺮنَ َﺘ�َْ َﺘﺴﺎ ُﺖَُ�نُ�ا ْﻢﻟْْﻢِﺻ ُِﻜﻋِْﻋﺪﻨْْﻮﻨْ ٍَِزﺪقَﺪ ُِﻓاﻛُ ّﻛِﻰِّﻞﻞىا َْماَملﻵ َْﻤِﺴْﺧﺴﺎ ِِﺮَءﺠِ�ْﺠ ٍِﻓﺪٍَﺪﻦﻰااااﻟْىىى ُﺛَﻜ ِْذﻮَْﻮ َ�ﺻ ِْزﻛ َ َﺮﻼ ٍُ�ة ِ ْﻢﺻ ْﺪ ٍق‬
‫‪-٣‬‬
‫‪-٤‬‬
‫‪-٥‬‬
‫‪-٦‬‬

‫ا ِﷲ‬ ‫َﺟ َّﻨ ِﺔ‬ ‫َﻓ ِﻔﻰ‬ ‫اى‬ ‫‪:‬ﻣﻣﻦﻦإ إﻃﻃﻼﻼققاﻟﻤاﻟﻤﺴﺒّﻈﺮوﺐ وفإوراإدرةاادلة اﺴﻟﺒﻈﺐﺮ ‪.‬ف ‪�.‬ﻮ ‪ �:‬أَﻮ ْ‪:‬ﻣ َﻓَﻄ َِﻔﺮ ْﻰِت َراﺣْل َﻤ َّ ِﺴﺔ َﻤاﺎ ُء ِﷲ َ� َﺒُﻫﺎﺗًْﻢﺎ ِ�اﻴْ َﻬىﺎ َ� َﺧﻴْﺎًﺜ ِﻟﺎ ُﺪ ْو َن‬ ‫‪ ,‬و�‬ ‫اﻟﻤﻈﺮوﻓ ّﻴﺔ‬ ‫‪-٧‬‬
‫و� ‪:‬‬ ‫اﻟﻤﺴبّﺒ ّﻴﺔ ‪,‬‬ ‫‪-٨‬‬
‫‪ -٩‬الﺴبﺒﻴّﺔ ‪ ,‬و� ‪ :‬ﻣﻦ إﻃﻼق الﺴﺒﺐ و إرادة اﻟﻤﺴ ّﺒﺐ ‪� .‬ﻮ ‪َ :‬ر َ�ﻴْ ُﺖ اﻟْ َﻐ َﻨ َﻢ َ�ﻴْﺜًﺎ اى َ�ﺒَﺎﺗًﺎ‬
‫آ‪:‬ﺗُ ِإْﻮ ِاّ�اﻟَْأﻴَ َرَﺘاﺎِ َ ْ��أَ َأ ْْﻋم َﻮِﺼالَُﺮُﻬ ْﺧﻢَ ْﻤا ًﺮاىااﻟْ َﺒىﺎ ِﻟ ِﻋِﻐ َﻨ ْﺒً َﺎ�‬
‫‪� .‬ﻮ ‪َ :‬و‬ ‫ﻣﺎ ﻳ�ﻮن‬ ‫ﻛﺎن ‪ ,‬و� ‪ :‬ﺑﺎﻋﺘﺒﺎر ﻣﺎ ﻛﺎن و إرادة‬ ‫ﻣﺎ‬ ‫إﻋﺘﺒﺎر‬ ‫‪-١٠‬‬
‫ﻛﺎن ‪� .‬ﻮ‬ ‫و إرادة ﻣﺎ‬ ‫ﻳ�ﻮن ‪ ,‬و� ‪ :‬ﺑﺎﻋﺘﺒﺎر ﻣﺎ ﻳ�ﻮن‬ ‫ﻣﺎ‬ ‫إﻋﺘﺒﺎر‬ ‫‪-١١‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫ﻓَ ْﺼ ٌﻞ ِﻓﻰ ا ْ ِﻹ ْﺳ ِﺘ َﻌﺎ َر ِة‬

‫‪Pasal 4‬‬

‫‪Tenyang Majaz Isti’aroh‬‬

‫َو اﻹ ْﺳ ِﺘ َﻌﺎ َر ُة َ�َﺎ ٌز ُﻋﻠْ َﻘ ُﺘ ُﻪ )‪َ َ � (١٨٢‬ﺸﺎﺑُ ٌﻪ َﻛﺄَ َﺳ ٍﺪ َﺷ َﺠﺎ َ�ﺘُ ُﻪ‬
‫َو ْ َ� َ َ�ﺎ ٌز ﻟُ َﻐ ًﺔ ﻋَﻠَﻰ ا ْ َﻷ َﺻ ّﺢ )‪َ (١٨٣‬و ُﻣ ِﻨ َﻌ ْﺖ ِﻓﻰ َﻋ َﻠ ٍﻢ لِ َﻤﺎ اﺗَّ َﻀ ْﺢ‬
‫َوﻓَ ْﺮ ًدا اَ ْو َﻣ ْﻌ ُﺪ ْو ًدا اَ ْو ُم َﺆ ّﻟَ َﻔﺎ )‪ِ (١٨٤‬ﻣﻨْ ُﻪ َﻗ ِﺮ�ْﻨَ ٌﺔ ﻟَـ َﻬﺎ ﻗَ ْﺪ أُ ِﻟـ َﻒ‬

‫اَ َﺳ ٌﺪ ‪Isti’arah ialah Majaz yang ‘alaqohnya berupa musyabahah (menyerupai) seperti contoh :‬‬
‫‪َ sama-sama beraninya‬ﺷ َﺠﺎ َ�ﺘُ ُﻪ ‪yang ‘alaqohnya adalah :‬‬

‫‪Catatan Balaghah Kelas 5 Putri‬‬ ‫‪al Jauhar al Maknun‬‬

21

Menurut pendapat yang lebih ashoh, isti’aroh termasuk majaz lughowi (bukan majaz ‘aqli),
dan dilarang isti’arah terjadi pada isim ‘alam karena alasan yang telah jelas.

Qorinah pada majaz isti’arah ada yang berupa ; 1. Mufrod (tunggal), 2. Muta’addid (banyak),
dan 3. Muallaf (bertalian antara yang satu dengan yang lainnya)

Penjelasan :

1. M- aja‫ ُﻪ‬zْ‫ ِﻣﻨ‬is‫ ُر‬t‫ﺎ‬i‫َﺘ’َﻌ‬a‫ﺴ‬rْ a‫ ُﻤ‬hْ‫ال‬m=emp‫ِﺑ ِﻪ‬u‫ﻪ‬nُ َ‫ّﺒ‬y‫َﺸ‬ai‫لْ َﻤ‬3‫ ا‬rukun, yaitu :
- ‫الْ َﻤ َﺸ َّﺒ ُﻪ = الْ ُﻤ ْﺴﺘَ َﻌﺎ ُر َﻟ ُﻪ‬ disebut dengan 2 thorof (ujung) majaz isti’aroh

- ‫ = الْ ُﻤ ْﺴ َﺘ َﻌﺎ ُر‬lafadz yang dipindah maknanya

Contoh : �ِ ‫( َراَﻳْ ُﺖ اَ َﺳ ًﺪا ﻳَ ْﺮ‬aku melihat sang pemberani sedang melempar)

- ‫اﻟﺤﻴﻮان اﻟﻤﻔﺘﺮس = الْ ُﻤ ْﺴﺘَ َﻌﺎ ُر ِﻣﻨْﻪ‬

- ‫َز ْ� ٌﺪ = الْ ُﻤ ْﺴ َﺘ َﻌﺎ ُر َﻟ ُﻪ‬

- ‫ = الْ ُﻤ ْﺴﺘَ َﻌﺎ ُر‬lafadz : ‫اَ َﺳ ًﺪا‬

2. Adapun qorinah pada majaz isti’arah ada 3 macam, yaitu :

- (‫ﻣﻔﺮدة‬/‫ )ﻗﺮ�ﻨﺔ واﺣﺪة‬, yaitu qarinah yang terdiri dari satu kalimat.

Seperti : �ِ ‫َراَﻳْ ُﺖ اَ َﺳ ًﺪا ﻳَ ْﺮ‬

- (‫ﻣﺘﻌ ّﺪدة‬/‫ )ﻗﺮ�ﻨﺔ ﻣﻌﺪودة‬, yaitu qarinah yang terdiri dari beberpa kalimat.

Seperti : ‫َراَﻳْ ُﺖ اَ َﺳ ًﺪا ﻳَ ْﺮ ِ� ﻋَﻠَﻰ اﻟْ َﻔ َﺮ ِس ِﻓﻰ الْ َﻬﻴْ َﺠﺎ ِء‬
ّ

- (‫ )ﻗﺮ�ﻨﺔ مﺮ�ﺒﺔ‬, yaitu qarinah yang terdiri dari lafadz yang tersusun.
Seperti : ‫ ﻋَﻠَﻰ ُر ُؤ ْو ِس ا ْ َﻷﻗْ َﺮا ِن ﺧَﻤْ ُﺲ َﺳ َﺤﺎ ِﺋ َﺐ‬# ‫َو َﺻﺎﺋِ َﻘ ٍﺔ ِﻣ ْﻦ ﻧَ ْﺼ ِﻠ ِﻪ َ�ﻨْ َﻜ َﻔ ْﻲ ِﺑ َﻬﺎ‬

“Banyak sekali kilatan dari tajamnya pedang yang dibolak-balikkan di atas kepala musuh

oleh lima jemari yang diumpamakan madeanladhun‫ﻞ‬gَ ‫ﺎ”ِم‬.َ‫َأﻧ‬

Lafadz ‫ َﺳ َﺤﺎﺋِ َﺐ‬makna majaznya (jari-jemari), adapun makna tersebut diperoleh

dari qorenah yang terdiri dari beberapa lafadz yang saling terkait, yaitu : banyaknya kilatan yang keluar
dari pedang yang dibolak balikkan di atas kepala, tentu yang membolak-balikkan pedang adalah

genggaman jari-jemari yang berjumlah lima : ‫ ﺧَ ْﻤ ُﺲ َﺳ َﺤﺎ ِﺋ َﺐ‬. syair ini menggambarkan sesorang yang

dermawan sehingga jemarinya digambarkan sepeerti mendung dalam memberi kemanfaatan.

Pasal 5
Pembagian Majaz Isti’aroh ditinjau dari segi kedua ujungnya

Nadzom : ‫ﻓَﺎ ْﻋ َﻠ ِﻢ‬ ‫الْ ِﻮ َﻓﺎ ِق‬ َ ‫اﻟْ ِﻌﻨَﺎ ِد‬ َ �ْ ِ َ‫ﺗَنْﺘ‬ ‫َﻃ َﺮ َ�ﻴْ َﻬﺎ‬ ‫َ� َﻨﺎ ِﻓﻲ‬ ‫َو َﻣ ْﻊ‬
‫ﻻ‬ ‫ِإﻟﻰ‬
(١٨٥)

‫( ﺗُﻠْ َﻒ َﻛ َﻤﺎ ﺗُﻠْ َﻒ َ� َﻬ ُّﻜ ِﻤﻴَّ ْﺔ‬١٨٦) ‫ُ� َّﻢ اﻟْ ِﻌﻨَﺎ ِدﻳَّ ُﺔ َ� ْﻤ ِﻠﻴْ ِﺤ َّﻴ ْﺔ‬

Majaz Isti’aroh bila makna kedua ujungnya saling berlawanan maka disebut dengan Istia’roh
‘Inadiyah, namun jika tidak berlawanan disebut Isti’aroh Wifaqiyah

Kemudian Isti’aroh ‘Inadiyah terbagi dua, yaitu Tamlihiyah dan Tahakkumiyah

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

22

Penjelasan :

Majaz Isti’aroh apabila ditinjau dari segi kedua ujungnya, yakni Musta’ar minhu dan musta’ar
lahnya terbagi menjadi dua, yaitu :

1. ‫ اﻷﺳﺘﻌﺎرة اﻟ ِﻌ َﻨﺎ ِدﻳَّﺔ‬, yaitu jika makna lafadz dari kedua ujungnya tidak dapat disatukan, seperti

mengisti’arohkan yang orang mati kepada orang hidup yang bodoh

Contoh : ‫ َراَﻳْ ُﺖ الْ َﻤ ِﻴّ َﺖ ِﻓﻰ الْ َﻤ ْﺪ َر َﺳ ِﺔ‬, kematian dan kebodohan adalah dua hal yang tidak bisa
2. d‫ﺔ‬iّ‫َﻴ‬s�ِa‫ﺎ‬t‫ َﻓ‬u‫ ِﻮ‬kْ‫ال‬a‫ة‬n‫ اﻷﺳﺘﻌﺎر‬, yaitu jika makna lafadz dari kedua ujungnya dapat disatukan/dikumpulkan,

seperti mengisti’arohkan menghidupkan kepada memberi hidayah, contoh firman Allah SWT.

‫اَ ْو َﻣ ْﻦ ﻛ َﺎ َن َﻣﻴْ ًﺘﺎ ﻓَﺎَ ْﺣﻴَيْﻨَﺎ ُه‬

 Kemudian Isti’aroh ‘Inadiyah terbagi menjadi dua, yaitu :

1. ‫ اﻟ ِﻌﻨَﺎ ِدﻳَّﺔ اﻟ َّﺘ ْﻤ ِﻠﻴْ ِﺤ َّﻴﺔ‬, yaitu kalam isti’aroh yang digunakan untuk lelucon, sebab musta’ar

lahnya tidak lah orang yang dimaksud. Seperti mengisti’arohkan singa kepada orang yang
penakut.

2. ‫ اﻟ ِﻌ َﻨﺎ ِدﻳَّﺔ اﻟ َّﺘ َﻬ ُّﻜ ِﻤ َّﻴﺔ‬, yaitu kalam isti’aroh yang digunakan untuk mengolok seseorang, sebab

musta’ar lahnya tidak lah orang yang dimaksud. Seperti mengisti’arohkan singa kepada
orang yang penakut.

Nadzom : Pasal 6
Pembagian Majaz Isti’aroh ditinjau dari segi jami’nya

‫( َﻛ َﻘ ِﻤ ٌﺮ َ� ْﻘ َﺮ ُأ اَ ْو َﻏ ِﺮ�ْ َﺒ ْﺔ‬١٨٧) ‫َو ﺑِﺎ ْﻋ ِﺘ َﺒﺎ ِر َﺟﺎ ِﻣ ٍﻊ َﻗ ِﺮ ْ�ﻨَ ْﺔ‬
�ِ ْ ‫( ِﺣ ًّﺴﺎ َو َ� ْﻘ ًﻼ ِﺳﺘَّ ٌﺔ ِﺑ َﻐ ْ ِ� َﻣ‬١٨٨) �ِ ْ َ‫َو ِ�ﺎ ْﻋ ِﺘ َﺒﺎ ِر َﺟﺎ ِﻣ ٍﻊ َو َﻃ َﺮﻓ‬

Majaz Isti’aroh apabila ditinjau dari segi jami’nya terbagi dua, yaitu : 1. Isti’aroh Qoribah

(yang mudah dimengerti), seperti :‫( َﻗ ِﻤ ٌﺮ َ� ْﻘ َﺮأ‬wanita cantik sedang membaca) dan 2. Isti’aroh

Ghoribah (yang sulit dimengerti).
Dan jika dilihat dari kedua ujung Isti’aroh dan jami’nya itu berupa makna hissi ataukah ‘aqli,

maka majaz Isti’aroh terbagi menjadi enam bagian.

Penjelasan :

Pembagian Majaz Isti’aroh
a. Apabila dilihat dari sisi jami’nya, maka Isti’aroh terbagi dua, yaitu Qorib dan Ghorib

1. ‫ اﻹﺳﺘﻌﺎرة اﻟﻘﺮ�ﺒﺔ‬, yaitu apabila jami’nya (sisi kesamaan antara musta’ar minhu dengan musta’ar
lah) mudah dimengerti, seperti contoh : �ِّ ‫ َراَﻳْ ُﺖ اَ َﺳ ًﺪا ﻳُ َﺼ‬, maka jami’ pada lafadz ‫ اَ َﺳ ًﺪا‬adalah

‫ﺷﺠﺎﻋﺔ‬

2. ‫ اﻹﺳﺘﻌﺎرة اﻟﻐﺮ�ﺒﺔ‬, yaitu apabila jami’nya sulit dimengerti , seperti contoh :

‫ال َّﺰا ِﺋ ِﺮ‬ ‫اﻧْ ِﺼ َﺮا ِف‬ َ ‫ال َّﺸ ِﻜﻴْ ُﻢ‬ ‫َﻋ ِﻠ َﻚ‬ * ‫َو�ِ َذا ا ْﺣ َﺘ َﺒﻰ ُﻗ ْﺮ ُ� ْﻮ َﺳ ُﻪ ِﺑ َﻌﻨَﺎﻧِ ِﻪ‬
‫إِﻟﻰ‬

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

‫‪23‬‬

‫‪“Ketika kuda itu duduk mengumpulkan pelana dengan tali kekangnya, maka ia membolak‬‬
‫”‪balikkan besi pada mulutnya sehingga pemiliknya berpaling darinya‬‬
‫‪ Maksud dari syair tersebut, penyair ingin menyamakan orang yang duduk ihtiba’ , yakni‬‬

‫‪duduk dengan cara melingkarkan sarung di antara kedua lutut kaki dengan punggung,‬‬
‫‪dengan tali kekang kuda yang bergelayut di antara mulut dan pelananya.‬‬
‫‪Maka pengertian jami’ semacam ini sulit untuk difahami.‬‬

‫‪b. Apabila dilihat dari sisi kedua ujungnya dan jami’nya berupa makna hissi atau aqli, maka‬‬
‫‪Isti’aroh terbagi menjadi enam , yaitu :‬‬

‫‪ -١‬اﻟﻄﺮﻓﺎن ﺣ ّﺴﻴّﺎن ‪ ,‬اﻟﺠﺎﻣﻊ ﺣ ّﺴ ّﻲ ‪� .‬ﻮ ‪َ :‬ﻓﺄَ ْﺧ َﺮ َج لَ ُﻬ ْﻢ ِﻋ ْﺠ ًﻼ َﺟ َﺴ ًﺪا َﻟ ُﻪ ُﺧ َﻮا ٌر‬

‫‪ -‬اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ ‪ :‬وﻟﺪ اﻟﺒﻘﺮة و ﻫﻮ ﺣ ّﺴ ّﻲ‬

‫‪ -‬اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ ‪ :‬اﻟﺤﻴﻮان اﻟﺬي ﺧﻠﻖ ﻣﻦ اﻟﺬﻫﺐ و ﻫﻮ ﺣ ّﺴ ّﻲ‬

‫‪ :‬الﺼﻮت و ﻫﻮ ﺣ ّﺴ ّﻲ‬ ‫‪ -‬اﻟﺠﺎﻣﻊ‬

‫‪ -٢‬اﻟﻄﺮﻓﺎن ﺣ ّﺴ ّﻴﺎن ‪ ,‬اﻟﺠﺎﻣﻊ ﻋﻘ ّ� ‪� .‬ﻮ ‪َ :‬وآﻳَ ٌﺔ لَ ُﻬ ُﻢ ال َّﻠﻴْ ُﻞ � َ ْﺴ َﻠ ُﺦ ِﻣﻨْ ُﻪ اﻟﻨَّ َﻬﺎ َر‬
‫‪ -‬اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ ‪ :‬ال َّﺴﻠْ ُﺦ )ﻛﺸﻂ اﻟﺠ� ﻋﻦ الﺸﺎة ﻣﺜﻼ( و ﻫﻮ ﺣ ّﺴ ّﻲ‬
‫‪ -‬اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ ‪ :‬ﻛﺸﻒ الﻀﻮء ﻋﻦ الﻠّﻴﻞ و ﻫﻮ ﺣ ّﺴ ّﻲ‬
‫ّ‬ ‫ّ‬
‫ﻋﻘ ّ�‬ ‫ﻫﻮ‬ ‫و‬ ‫الﻠﻴﻞ‬ ‫ﻇﻬﻮر‬ ‫و‬ ‫الﻠﺤﻢ‬ ‫ﻇﻬﻮر‬ ‫‪:‬‬ ‫اﻹ�ﺴﻼخ‬ ‫ﺗﺮﺗُّﺐ‬ ‫‪:‬‬ ‫‪ -‬اﻟﺠﺎﻣﻊ‬

‫‪ -٣‬اﻟﻄﺮﻓﺎن ﺣ ّﺴﻴّﺎن ‪ ,‬اﻟﺠﺎﻣﻊ �ﺘﻠﻒ ; ﺑﻌﻀﻪ ﺣ ّﺴ ّﻲ و ﺑﻌﻀﻪ ﻋﻘ ّ� ‪� .‬ﻮ ‪َ :‬راَﻳْ ُﺖ َﺷ ْﻤ ًﺴﺎ َ� ْﻐ ِﺴ ُﻞ ِﻓﻰ اﻟ َّﻨ ْﻬ ِﺮ‬
‫‪ -‬اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ ‪ :‬ﺷﻤﺲ و ﻫﻮ ﺣ ّﺴ ّﻲ‬

‫‪ -‬اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ ‪ :‬إمﺮأة و ﻫﻮ ﺣ ّﺴ ّﻲ‬

‫‪ :‬ﺟﻤﺎل الﻮﺟﻪ ) و ﻫﻮ ﺣ ّﺴ ّﻲ( و رﻓﻌﺔ الﺸﺄن ) و ﻫﻮ ﻋﻘ ّ�(‬ ‫‪ -‬اﻟﺠﺎﻣﻊ‬

‫‪ -٤‬اﻟﻄﺮﻓﺎن ﻋﻘﻠ ّﻴﺎن ‪ ,‬اﻟﺠﺎﻣﻊ ﻋﻘ ّ� ‪� .‬ﻮ ‪َ :‬ﻣ ْﻦ َ� َﻌﺜَﻨَﺎ ِﻣ ْﻦ َم ْﺮ َﻗ ِﺪﻧَﺎ‬
‫‪ -‬اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ ‪ :‬اﻟﻨﻮم و ﻫﻮ ﻋﻘ ّ�‬

‫‪ -‬اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ ‪ :‬اﻟﻤﻮت و ﻫﻮ ﻋﻘ ّ�‬

‫‪ :‬ﻋﺪم ﻇﻬﻮر اﻟﻔﻌﻞ اﻹﺧﺘﻴﺎري و ﻫﻮ ﻋﻘ ّ�‬ ‫‪ -‬اﻟﺠﺎﻣﻊ‬

‫‪ -٥‬اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ ﺣ ّﺴ ّﻲ ‪ ,‬اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ واﻟﺠﺎﻣﻊ ﻋﻘﻠﻴّﺎن ‪� .‬ﻮ ‪ :‬ﻓَﺎ ْﺻ َﺪ ْع ِﺑ َﻤﺎ ﺗُ ْﺆ َم ُﺮ‬
‫‪ -‬اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ ‪ :‬الﺼﺪع ﺑﻤﻌ� الﻜﺴﺮ و ﻫﻮ ﺣ ّﺴ ّﻲ‬

‫‪ -‬اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ ‪ :‬اﻟﺘﺒﻠﻴﻎ و ﻫﻮ ﻋﻘ ّ�‬

‫‪ :‬اﻟ ّﺘﺄ ِﺛ� و ﻫﻮ ﻋﻘ ّ�‬ ‫‪ -‬اﻟﺠﺎﻣﻊ‬

‫‪ -٦‬اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ واﻟﺠﺎﻣﻊ ﻋﻘﻠ ّﻴﺎن ‪ ,‬اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ ﺣ ّﺴ ّﻲ ‪� .‬ﻮ ‪ِ :‬إﻧَّﺎ لَ َّﻤﺎ َﻃ َﻐﻰ الْ َﻤﺎ ُء ﺣَ َﻤﻠْ َﻨﺎ ُ� ْﻢ ِﻓﻰ اﻟ ْﺠَﺎ ِر َ� ِﺔ‬

‫‪ -‬اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ ‪ :‬اﻟﻄﻐﻴﺎن اى اﻟﺘﻜﺒﺮ و ﻫﻮ ﻋﻘ ّ�‬
‫‪ -‬اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ ‪ :‬ﻛﺜﺮة اﻟﻤﺎء و ﻫﻮ ﺣ ّﺴ ّﻲ‬

‫‪ :‬اﻹﺳﺘﻌﻼء اﻟﻤﻔﺮظ و ﻫﻮ ﻋﻘ ّ�‬ ‫‪ -‬اﻟﺠﺎﻣﻊ‬

‫‪Catatan Balaghah Kelas 5 Putri‬‬ ‫‪al Jauhar al Maknun‬‬

24

Nadzom : Pasal 7
Pembagian Majaz Isti’aroh ditinjau dari segi lafadznya

‫( َو َ� َﺒــ ِﻌ َّﻴ ٌﺔ َﻟـ َﺪى الْ َﻮ ْﺻـ ِﻔ َّﻴ ْﺔ‬١٨٩) ‫َوال ّﻠَ ْﻔ ُﻆ ِإ ْن ِﺟنْ ًﺴﺎ َ� ُﻘ ْﻞ اَ ْﺻ ِﻠ َّﻴ ْﺔ‬
‫( َ�ﻨْ ِﻄ ُﻖ اَﻧَّ ُﻪ الْ ُﻤ ِﻨﻴْ ُﺐ الْ ُﻤ ْﻮﻓِــﻰ‬١٩٠) �ِ ‫َواﻟْ ِﻔ ْﻌ ِﻞ َواﻟ ْﺤَ ْﺮ ِف َﻛ َﺤﺎ ُل ال ُّﺼ ْﻮ‬

Apabila lafadz yang menjadi musta’ar itu berupa isim jenis (bukan musytaq) maka disebut

dengan Musta’aroh Ashliyah , dan jika berupa isim sifat, kalimat fi’il dan kalimat huruf maka disebut

Musta’aroh cToanbtoah’iy:ah‫ﻰ‬.‫الْ ُﻤ ْﻮ ِﻓــ‬ ‫الْ ُﻤ ِﻨﻴْ ُﺐ‬ ‫اَﻧَّ ُﻪ‬ ‫َ�ﻨْ ِﻄ ُﻖ‬ �ِ ‫ال ُّﺼ ْﻮ‬ ‫َﺣﺎ ُل‬ “Keadaan ahli tasawuf itu menunjukkan
Seperti

bahwa ia kembali kepada Dzat Yang Maha Memenuhi hajat”.

Penjelasan :

1M. a‫ﺔ‬jَّ‫ﻴ‬a‫ ِﻠ‬z‫ ْﺻ‬I‫َﻷ‬st‫ا‬i’‫ة‬a‫ر‬r‫ﻌﺎ‬o‫ﺘ‬h‫ﻹﺳ‬ap‫ ا‬a,biialaladhiliishtia’tardoahriysaisniglalafafaddzzmmuustsata’a’ar-rn-nyyaatebrebraugpiamiseinmjajdeindisu/ajammaidc.am, yaitu :

 Contoh : ‫اﻟﻨُّ ْﻮ ِر‬ َ ‫اﻟ ُّﻈ ُﻠ َﻤﺎ ِت‬ ‫ِﻣ َﻦ‬ ‫ُ ْ� ِﺮ ُﺟ ُﻬ ْﻢ‬ ‫آ َﻣ ُﻨ ْﻮا‬ ‫ا َّﻟ ِﺬ ْ� َﻦ‬ �ُّ ِ ‫َو‬ ‫ا ُﷲ‬ : (Allah Pelindung orang-orang yang
‫إِﻟﻰ‬

beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman).

2. ‫ اﻹﺳﺘﻌﺎرة اﻟ َّﺘﺒْ ِﻌ َّﻴﺔ‬, ialah isti’aroh yang lafadz musta’ar-nya berupa isim musytaq (sifat), kalimat

fi’iCl, oantatouhkiasliimmasyifahtu:ru‫ﻖ‬fُ .‫ َو َﻟ ِﺌ ْﻦ َ� َﻄ ْﻘ ُﺖ �ِ ُﺸ ْﻜ ِﺮ ِﺑ ِّﺮ َك ُﻣ ْﻔ ِﺼﺤﺎً * ﻓَ ِﻠ َﺴﺎ ُن َﺣﺎ ِﻟ ْﻲ ﺑِﺎل ِﺸﻜَﺎﻳَ ِﺔ َأ ْ� َﻄ‬: (dan

sungguh jika aku berkata ijteulalesbdiehnmgaennuuncjaupkakanns)y,ulakufardazta:‫ﻖ‬sُ ‫ﻄ‬kَ e�ْ ‫َأ‬babiekramnmakun,an:isc‫ل‬aُّ ‫د‬yّ ‫َأ‬a bahasa
keadaan dengan keluhan
 Contoh kalimat fi’il : ‫ َر ِ� َﺐ ُﻓ َﻼ ٌن َﻛ ِﺘ َﻔ ْﻲ َﻏ ِﺮ�ْ ِﻤ ِﻪ‬: (Fulan, menaiki dua pundak orang yang

 berutang kepadanya) :m‫ﻞ‬aِ k‫ ْﺨ‬sَّ‫ﻨ‬u‫اﻟ‬d‫ع‬nِ y‫ ْو‬a‫ﺟ ُﺬ‬sُ a‫ﻰ‬n‫ِﻓ‬g‫ﻢ‬aْ t�ُ mَّ‫ﻨ‬e‫ َﺒ‬mّ‫َﺻ ِﻠ‬b‫ُﻷ‬eَ r‫ َو‬a:tk(adnannyas.ungguh akan aku salib kalian di
Contoh kalimat huruf

atas pangkal pohon kurma) lafadz : ‫ ِﻓﻰ‬bermakna ‫ِﻋﻠَﻰ‬

Pasal 8
Majaz Isti’aroh ditinjau dari segi ada tidaknya lafadz yang menunjukkan

pada pengertian kedua ujungnya

Nadzom : ‫((( َوَ�ﺑِ ََﻔﻮُرﺎ ِّْﺷَﺻق ٍَﺤ َﻣﻒ ْْﻦﺖاَ ْوﺑِ ََﺧ َ�ﻠَﻼْﻔِﺋَ ٍِﺮﻖ�ْﻒ ِﺑِﻊأَﺎ ْأَرْ َْﻷمَ ٍْﺮضﺻ َﻓاِﺎﻞﻟ ْْﺤِﺳ َﺘِ ّ ِﺒﺲْﻦ‬١١٩١٩٩١٢)٣))‫ِﺑلاَﺎﻟْ ْﻢﻟُْﻘ َﻔَ�ْﺪ ْﻘْ ِ َﺼﺘ ِﺮِسﻞ ْن‬ َّ �َ ْ ‫اُ ِﻃ ِﻠ َﻘ ْﺖ‬
‫اﻟ ِﺘﻲ‬
‫َو‬ ‫َو‬

‫َو ُﺟ ِّﺮ َد ْت ﺑِ َﻼﺋِ ٍﻖ‬ ‫َ�ْ ُﻮ‬
َ
‫َﺳ َﻤﺎ ِء‬ ‫ِإﻟﻰ‬ ‫ا ْر َ� َﻘﻰ‬

Dan Majaz Isti’arah itu disebut dengan Muthlaqoh jika tidak disertai dengan sifat/mulaim yang
sesuai dengan salah satu ujungnya (thorof) atau cabang dari suatu perkara. Maka carilah
kejelasannya.

Dan dinamakan Mujarrodah, jika disertai mulaim yang sesuai dengan musta’ar lahu. Dan jika
disertai mulaim yang sesuai dengan musta’ar mihu disebut dengan Murosyahah

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

25

Seperti contoh : ‫“ ا ْر َ� َﻘﻰ ِإ َﻟﻰ َﺳ َﻤﺎ ِء اﻟْ ُﻘ ْﺪ ِس َ� َﻔﺎ َق َﻣ ْﻦ َﺧ َﻠ َﻒ أَ ْر َض اﻟ ِْﺤنْ ِﺲ‬Ia telah naik derajat yang suci,

maka ia pun berada di atas orang yang meninggalkan bumi yang nyata”.

Penjelasan :

Majaz Isti’aroh apabila dilihat dari sisi disebut atau tidaknya mulaim yang terkait dengan musta’ar
minhu dan musta’ar lah terbagi menjadi tiga macam, yaitu :

1. ‫ اﻹﺳﺘﻌﺎرة اﻟﻤﻄﻠﻘﺔ‬, ialah majaz yang tidak menyebut mulaim yang terkait dengan musta’ar lah

atau musta’ar minhu. Atau bahkan menyebut mulain yang terkait dengan kedua ujung (thorof)

isti’aroh-nya.

 Contoh yang pertama : ‫( َ�ﻨْ ُﻘ ُﻀ ْﻮ َن َ� ْﻬ َﺪ ا ِﷲ اى ُ�ﺒْ ِﻄ ُﻠ ْﻮ َن‬mereka memutus janji Allah) , yang

 dCdaiomnnatmokhesunydgahnmugenmkuesudptuueasdad:ni‫ﻪ‬gُs‫ﻔ‬iَ)nْ‫ﻴ‬,‫ﺳ‬iَ laa‫ ُﺮ‬df‫ِّﻬ‬aa‫ﺸ‬dَlaُz� h‫ُر َو‬m‫ﺰْﺰأَ َأ ُر‬eْ َ‫ﻳَﻳ‬m‫ا‬m‫ﺪ‬bً ‫ﺳ‬aَetَ‫ا‬rau‫ﺖ‬lُpkْaa‫اَﻳ‬kn‫ َر‬aj(nasnamjyiualmaiemlihyaatnhgatreirmkaaiut yang sedang meraung
musta’ar minhu,

yakni lafadz : ‫ اَ َﺳ ًﺪا‬, sedangkan lafadz ‫ � ُ َﺸ ِّﻬ ُﺮ َﺳﻴْ َﻔ ُﻪ‬merupakan mulaim yang terkait musta’ar
lah, yakni lafadz : ‫َز�ْ ًﺪا‬

2. ‫ اﻹﺳﺘﻌﺎرة اﻟﻤﺠ ّﺮدة‬, ialah majaz yang menyebut mulaim yang sesuai dengan musta’ar lah.

 Contoh : ‫( َراَﻳْ ُﺖ اَ َﺳ ًﺪا ِﻓﻰ الْ َﻤ ْﻌ ِﺮ َ� ِﺔ � ُ َﺸ ِّﻬ ُﺮ َﺳﻴْ َﻔ ُﻪ‬saya melihat harimau di medan peperangan yang
sedang menghunus pedang) , lafadz ‫ � ُ َﺸ ِّﻬ ُﺮ‬merupakan mulaim yang terkait musta’ar lah yakni
lafadz : ‫َز ْ� ًﺪا‬

3. ‫ اﻹﺳﺘﻌﺎرة اﻟﻤﺮ ّﺷﺤﺔ‬, ialah majaz yang menyebut mulaim yang sesuai dengan musta’ar minhu.
 Contoh : ‫( َراَﻳْ ُﺖ اَ َﺳ ًﺪا ﻳَ ْﺰأَ ُر َﻟ ُﻪ ُﻟ ْﺒ َﺪ ٌة‬saya melihat harimau yang sedang meraung, ia memiliki bulu
lebat ditengkuk lehernya) , lafadz ‫ ﻳَ ْﺰأَ ُر‬merupakan mulaim yang terkait musta’ar minhu
yakni lafadz : ‫اَ َﺳ ًﺪا‬

Nadzom : ‫( ﻋَﻠَﻰ َ�ﻨَﺎ ِﺳﻰ ال ِّﺸﺒْــ ِﻪ َواﻧْ ِﺘ َﻔـﺎ ِﺋ ِﻪ‬١٩٤) ‫اَﺑْ َﻠ ُﻐ َﻬﺎ ال َّﺘ ْﺮ ِﺷﻴْ ُﺢ ِﻻﺑْتِ َﻨﺎﺋِ ِﻪ‬

Yang paling kuat balaghahnya dari ketiga macam Majaz Isti’aroh itu adalah Murosyahah,
sebab bentuknya dapat melupakan adanya tasybih dan bahkan meniadakannya.

IKHTISAR
Pembagian Majaz Isti’aroh

�‫)أ( اﻹﺳﺘﻌﺎرة ﺑﺎﻋﺘﺒﺎر ﻃﺮﻓﻴﻬﺎ )اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ و اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ( ﺗﻨﻘﺴﻢ إﻟﻰ ﻗﺴﻤ‬

‫واﺣﺪ‬ ‫ﺷﻲء‬ ‫ﻓﻰ‬ ‫ﻳﻤ�ﻦ اﺟﺘﻤﺎع ﻃﺮﻓﻴﻬﺎ‬ ‫اﻟﺘﻰ ﻻ‬ �‫و‬ ‫اﻟ ِﻌ َﻨﺎ ِدﻳَّﺔ‬ -١
‫َ� َﻦ َﻣﻴْ ًﺘﺎ َﻓﺎَ ْﺣ َﻴيْ َﻨﺎ ُه‬ ‫ أَ َو َﻣ ْﻦ‬: ‫ �ﻮ‬-

‫واﺣﺪ‬ ‫ﺷﻲء‬ ‫ﻓﻰ‬ ‫اﻟﺘﻰ ﻳﻤ�ﻦ اﺟﺘﻤﺎع ﻃﺮﻓﻴﻬﺎ‬ �‫و‬ ‫ال ِﻮﻓَﺎ ِ� َﻴّﺔ‬ -٢
‫ أَ َو َﻣ ْﻦ َ� َﻦ َﻣﻴْ ًﺘﺎ ﻓَﺎَ ْﺣ َﻴيْﻨَﺎ ُه‬: ‫ �ﻮ‬-

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

‫‪26‬‬

‫أَ َو َﻣ ْﻦ َ� َﻦ َﻣﻴْ ًﺘﺎ َﻓﺎَ ْﺣ َﻴيْﻨَﺎ ُه‬

‫وﻓﺎﻗﻴّﺔ‬ ‫ﻋﻨﺎدﻳّﺔ‬
‫مﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ ‪ :‬اﻟﻤﻮت‬
‫مﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ ‪ :‬اﻟﺤﻴﺎة‬ ‫مﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ ‪ :‬الﻀﻼل‬

‫ااَﻟﻬْﺣ َﻴﺪايْﻳَﻨﺎﺔ‬ ‫‪:‬‬ ‫مﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ‬ ‫ﻟﻔﻆ مﺴﺘﻌﺎر ‪َ :‬ﻣﻴْ ًﺘﺎ‬
‫‪:‬‬ ‫ﻟﻔﻆ مﺴﺘﻌﺎر‬

‫اﻟ َﺘ ْﻤ ِﻠﻴْ ِﺤ َّﻴﺔ ‪� ,‬ﻮ ‪َ :‬راَﻳْ ُﺖ اَ َﺳ ًﺪا ﻳَ ْﺮ ِ ْ� اى َﺟ َﺒﺎﻧًﺎ‬ ‫اﻹﺳﺘﻌﺎرة اﻟﻌﻨﺎدﻳﺔ‬
‫اﻟ َّﺘ َﻬ ُّﻜ ِﻤ َﻴّﺔ ‪� ,‬ﻮ ‪ :‬ﻓَبَ ِّﺸ ْﺮ ُﻫ ْﻢ ِﺑ َﻌ َﺬا ٍب أَ ِﻟﻴْ ٍﻢ اى ﻓَﺄَﻧْ ِﺬ ْر ُﻫ ْﻢ‬

‫)ب( اﻹﺳﺘﻌﺎرة ﺑﺎﻋﺘﺒﺎر اﻟﺠﺎﻣﻊ ‪ ,‬ﺗﻨﻘﺴﻢ إﻟﻰ ﻗﺴﻤ� ‪:‬‬
‫ﻛ ّﻞ أﺣﺪ ‪� ,‬ﻮ ‪َ :‬راَﻳْ ُﺖ اَ َﺳ ًﺪا َﻳ ْﺮ ِ ْ� ‪,‬‬
‫ال َّﺰاﺋِ ِﺮ‬ ‫اﻧْ ِﺼ َﺮا ِف‬ ‫َ‬ ‫‪ :‬ﺷﺠﺎﻋﺘﻪ‬ ‫اﻟﺠﺎﻣﻊ‬ ‫اﻟﺨﺎص ‪� .‬ﻮ ‪َ :‬و ِ� َذا ا ْﺣ َﺘ َﺒﻰ ُﻗ ْﺮ ُ� ْﻮ َﺳ ُﻪ‬ ‫ﻟﺪى‬ ‫اﻟﻤﻌﻠﻮﻣﺔ‬ ‫و�‬ ‫‪,‬‬ ‫اﻟ َﻘ ِﺮ ْ� َﺒﺔ‬ ‫‪-١‬‬
‫إِﻟﻰ‬ ‫* َﻋ ِﻠ َﻚ ال َّﺸ ِﻜﻴْ ُﻢ‬ ‫ﺑِ َﻌﻨَﺎﻧِ ِﻪ‬ ‫ﻋﻨﺪ‬ ‫اﻟﻤﻌﻠﻮﻣﺔ‬ ‫و�‬ ‫‪,‬‬ ‫اﻟ َﻐ ِﺮ ْ�ﺒَﺔ‬ ‫‪-٢‬‬

‫)ت( اﻹﺳﺘﻌﺎرة ﺑﺎﻋﺘﺒﺎر اﻟﻄﺮﻓ� و اﻟﺠﺎﻣﻊ ‪ ,‬ﺗﻨﻘﺴﻢ إﻟﻰ ﺳﺘّﺔ أﻗﺴﺎم ‪:‬‬
‫‪ -١‬اﻟﻄﺮﻓﺎن ﺣ ّﺴ ّﻴﺎن ‪ ,‬اﻟﺠﺎﻣﻊ ﺣ ّﺴ ّﻲ ‪� .‬ﻮ ‪ :‬ﻓَﺄَ ْﺧ َﺮ َج لَ ُﻬ ْﻢ ِﻋ ْﺠ ًﻼ َﺟ َﺴ ًﺪا َﻟ ُﻪ ُﺧ َﻮا ٌر‬
‫‪ -٢‬اﻟﻄﺮﻓﺎن ﺣ ّﺴﻴّﺎن ‪ ,‬اﻟﺠﺎﻣﻊ ﻋﻘ ّ� ‪� .‬ﻮ ‪َ :‬وآﻳَ ٌﺔ لَ ُﻬ ُﻢ ال َّﻠﻴْ ُﻞ � َ ْﺴﻠَ ُﺦ ِﻣﻨْ ُﻪ اﻟ ّﻨَ َﻬﺎ َر‬
‫‪ -٣‬اﻟﻄﺮﻓﺎن ﺣ ّﺴﻴّﺎن ‪ ,‬اﻟﺠﺎﻣﻊ �ﺘﻠﻒ ; ﺑﻌﻀﻪ ﺣ ّﺴ ّﻲ و ﺑﻌﻀﻪ ﻋﻘ ّ� ‪� .‬ﻮ ‪َ :‬راَﻳْ ُﺖ َﺷ ْﻤ ًﺴﺎ َ� ْﻐ ِﺴ ُﻞ ِﻓﻰ اﻟ َّﻨ ْﻬ ِﺮ‬
‫‪ -٤‬اﻟﻄﺮﻓﺎن ﻋﻘﻠ ّﻴﺎن ‪ ,‬اﻟﺠﺎﻣﻊ ﻋﻘ ّ�‪� .‬ﻮ ‪َ :‬ﻣ ْﻦ َ� َﻌ َﺜ َﻨﺎ ِﻣ ْﻦ َم ْﺮﻗَ ِﺪﻧَﺎ‬
‫ﻋﻘﻠ ّﻴﺎن ‪� .‬ﻮ ‪ :‬ﻓَﺎ ْﺻ َﺪ ْع ِﺑ َﻤﺎ‬
‫اﻟ ْﺠَﺎ ِر َ� ِﺔ‬ ‫ِﻓﻰ‬ ‫ﺣَ َﻤﻠْﻨَﺎ ُ� ْﻢ‬ ‫ﺗُ ْﺆ َم ُﺮ‬ ‫ﻟﻪ ﺣ ّﺴ ّﻲ ‪� .‬ﻮ ‪ِ :‬إﻧَّﺎ لَ َّﻤﺎ َﻃ َﻐﻰ‬ ‫واﻟﺠﺎﻣﻊ‬ ‫ﺣ ّﺴ ّﻲ ‪ ,‬اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ‬ ‫ﻣﻨﻪ‬ ‫اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر‬ ‫‪-٥‬‬
‫الْ َﻤﺎ ُء‬ ‫اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر‬ ‫واﻟﺠﺎﻣﻊ ﻋﻘﻠ ّﻴﺎن ‪,‬‬ ‫ﻣﻨﻪ‬ ‫اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر‬ ‫‪-٦‬‬

‫)ث(اﻹﺳﺘﻌﺎرة ﺑﺎﻋﺘﺒﺎر الﻠﻔﻆ اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ‪ ,‬ﺗﻨﻘﺴﻢ إﻟﻰ ﻗﺴﻤ� ‪:‬‬
‫ِإ َﻟﻰ اﻟﻨُّ ْﻮ ِر‬ ‫أََ�ﺒَ‪ِ ْ---‬ﺻﻌإﻓ َّﻴَﻠﺣَّﻴﻌٌﺳﺔ ٌﺮﺔﻢﻞ ‪,‬فومو ‪,‬ﺸ��ﺘ�ﻮ ّ�‪:‬ﻖﻣﻣﺎﻮﺎ َ)ر‪:‬ﻛﻛِ�وﺎﺎ َو َ َﺻننﺐ ُﻷاالُلﻓَﻒﻠَﺻﻠ(ِّﻠﻔﻼﻔﺒَ‪َ ٌ ,‬ﻨّنﻆﻆ اا�َﻛﻟﻟ ُﻤﻤﻮ�ِﺘ َْ‪:‬ﻔﻢﺴﺴْﻲﺘِﺘَﻓوﻌﻰﻌﻟَ َﺎﺎﻏِﺌ ِرْرﺮُﻦﺟ ْ�إإ َُِ�ﺬﻤﺳﺳَِْوﻪﻄﻤِﻤ‪ْ,‬ﻘﺎﺎع ااُمﻟﻏﺖ َّﻨ�ىِﺸ�ﺘْلُﺨَﺸّﻘِِمﺰﺎﻞ َْمﻜاﺸ ِاﺮﺘو ّﺑِﻖى ِّﻓﺮ‪,‬ﻋﻌََكﻠَﻰ�ُﻼﻣﻮْاﻔ ُ‪:‬ﺟوِ ُاﺼﺬ ْوﺣﺤُِﷲﺮﺎًعﻓ َوﺎا ِﻟ* ُّّﻨَ� اْﺨﻓََّﻟ ِِِﻠﺬﻞ ْ� َﺴَﻦﺎ ُآن َﻣ ُﻨ َﺣْﻮﺎا ِﻟ ْ ُﻲ�ْ ِﺑ ِﺎﺮل ُﺟ ِ ُﺸﻬﻜَْﻢﺎﻳَ ِﻣِﺔ َﻦَأ ْ�ا َﻟﻄ ُّ ُﻈﻖﻠُ َﻤاﺎ ِىت‬
‫اَ َد ُّل‬ ‫‪-١‬‬
‫‪-٢‬‬

‫)ج(اﻹﺳﺘﻌﺎرة ﺑﺎﻋﺘﺒﺎر ذﻛﺮ مﻼﺋﻢ اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ او مﻼﺋﻢ اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ ‪ ,‬وﻋﺪم اﻟﺬﻛﺮ ‪ .‬ﺗﻨﻘﺴﻢ إﻟﻰ ﺛﻼﺛﺔ أﻗﺴﺎم ‪:‬‬
‫‪ -١‬ا ِﻹ ْﺳ ِﺘ َﻌﺎ َر ُة ال ُﻤ ْﻄﻠَ َﻘ ُﺔ ‪ ,‬و� ‪:‬‬
‫ﻣﻣﺎﺎﻳﻳﻨﻨﺎﺎﺳﺳﺐﺐاﻟاﻤﻟﻤﺴﺴﺘﺘﻌﻌﺎﺎررﻣﻣﻨﻨﻪﻪووااﻟﻤﻟﻤﺴﺴﺘﺘﻌﻌﺎﺎررﻟﻟﻪﻪ‪��,,‬ﻮﻮ‪�َ ::‬ﻨْ َرُﻘاَﻳْ ُﻀُ ْﺖﻮ اََن َﺳ ًﺪاَ� ْﻳَﻬ ْﺰَﺪأَ ُار َو ِﷲ� ُ اَﺸ ِّﻬى ُﺮ ُ�ﺒْ َﺳ ِﻄﻴْ َﻠُﻔ ْﻮُﻪ َن‬
‫اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ )اَ َﺳ ًﺪا( ‪َ ُ � ,‬ﺸ ِّﻬ ُﺮ ‪ :‬ﻣﺎ ﻳﻼﺋﻢ اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ ) َز ْ� ًﺪا(‬ ‫ﻣﺎ لﻢ ﻳﺬﻛﺮ ﻣﻨﻬﺎ‬ ‫‪-‬‬
‫او ﻣﺎ ﻳﺬﻛﺮ ﻣﻨﻬﺎ‬ ‫‪-‬‬
‫ﻳَ ْﺰ َأ ُر ‪ :‬ﻣﺎ ﻳﻼﺋﻢ‬

‫‪ -٢‬ا ِﻹ ْﺳ ِﺘ َﻌﺎ َر ُة ال ُﻤ َﺠ َّﺮ َد ُة ‪ ,‬و� ﻣﺎ لﻢ ﻳﺬﻛﺮ ﻣﻨﻬﺎ ﻣﺎ ﻳﻨﺎﺳﺐ اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ‬
‫ﻟﻪ ) َز�ْ ًﺪا(‬ ‫ِﻓﻰ الْ َﻤ ْﻌ ِﺮ َ� ِﺔ � ُ َﺸ ِّﻬ ُﺮ َﺳﻴْ َﻔ ُﻪ ‪َ ُ � ,‬ﺸ ِّﻬ ُﺮ ‪ :‬ﻣﺎ ﻳﻼﺋﻢ اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر‬ ‫‪� -‬ﻮ ‪َ :‬راَﻳْ ُﺖ اَ َﺳ ًﺪا‬
‫)اَ َﺳ ًﺪا(‬ ‫‪ ,‬و� ﻣﺎ لﻢ ﻳﺬﻛﺮ ﻣﻨﻬﺎ ﻣﺎ ﻳﻨﺎﺳﺐ اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ‬ ‫ا ِﻹ ْﺳ ِﺘ َﻌﺎ َر ُة الْ ُﻤ َﺮ َّﺷ َﺤ ُﺔ‬ ‫‪-٣‬‬
‫‪� -‬ﻮ ‪َ :‬راَﻳْ ُﺖ اَ َﺳ ًﺪا‬
‫ﻳَ ْﺰأَ ُر َﻟ ُﻪ ُﻟﺒْ َﺪ ٌة ‪ ,‬ﻳَ ْﺰ َأ ُر َﻟ ُﻪ ُﻟﺒْ َﺪ ٌة ‪ :‬ﻣﺎ ﻳﻼﺋﻢ اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ‬

‫‪Catatan Balaghah Kelas 5 Putri‬‬ ‫‪al Jauhar al Maknun‬‬

‫‪27‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫ﻓَ ْﺼ ٌﻞ ِﻓﻰ اﻟ َّﺘ ْﺤ ِﻘﻴْ ِﻘ َّﻴ ِﺔ َواﻟْ َﻌ ْﻘ ِﻠ َّﻴ ِﺔ‬

‫‪Pasal 9‬‬
‫‪Tentang Isti’aroh Tahqiqiyah dan ‘Aqliyah‬‬

‫َﻛﺄََو َْذﺷا َﺮ ُﻗَت ْ َﻣﺖ ْﻌﺑَ ً َ�ﺼﺎﺛَ ِﺋﺎ ُﺑِﺮ اٍلﺖ ُّ ِﺑﺼ ِﺤْﻮ ٍِّ� ّﻴَﺲ ْﺔأَ)ْو‪ِ ١(٩١٥٩)٦‬ﺑ(ﻨُ ْﻮ َ�ِر ْﻘ ٍَﺷﻞ ْﻤ َ� ِﺘَﺲْﺤاِﻘﻟﻴْ ْﺤَِﻘ ّﻴَْﻀ ٌﺔ َﺮ ِة َﻛا َﻟﺬْاُﻘ َْرﺪأَ ِ ْوﺳاﻴَّ ْﺔ‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪1.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪2.‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫ﻓَ ْﺼ ٌﻞ ِﻓﻰ الْ َﻤ ْﻜ ِﻨﻴَّ ِﺔ‬

‫‪Pasal 10‬‬
‫)‪Tentang Isti’aroh bil Kinayah (Makniyah‬‬

‫َو َﺣﻴْ ُﺚ � َ ْﺸ ِبﻴْ ٌﻪ ﺑِ َﻨ ْﻔ ٍﺲ ُأ ْﺿ ِﻤ َﺮا )‪َ (١٩٧‬و َﻣﺎ ِﺳ َﻮى ُم َﺸ َﺒّ ٍﻪ لَ ْﻢ ﻳُ ْﺬ َﻛ َﺮا‬
‫َو َد ٌل َﻻ ِز ٌم ِﻟـ َﻤﺎ ُﺷ ِّﺒ َﻪ ِﺑ ِﻪ )‪ (١٩٨‬ﻓَ ٰﺬلِ َﻚ اﻟتَّ ْﺸ ِبﻴْ ُﻪ ِﻋﻨْ َﺪ الْ ُﻤﻨْتَ ِﺒ ْﻪ‬
‫ُ� ْﻌ َﺮ ُف ِﺑﺎ ْﺳ ِﺘ َﻌﺎ َر ِة اﻟْ ِﻜﻨَﺎﻳَ ْﺔ )‪َ (١٩٩‬و ِذ ْﻛـ ُﺮ َﻻ ِز ٍم ِﺑ َﺘ ْﺨ ِﻠـ ْﻴ ِﻠ ّﻴَ ْﺔ‬
‫َﻛﺄَ� ْ َﺸ َﺒ ْﺖ َﻣ ِﻨ َّﻴ ٌﺔ اَ ْﻇ َﻔﺎ َر َﻫﺎ )‪َ (٢٠٠‬و أَ ْﺷ َﺮ َﻗ ْﺖ َﺣ ْﻀ َﺮ ُ�ﻨَﺎ اَﻧْ َﻮا َر َﻫﺎ‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪1.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪2.‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫ﻓَ ْﺼ ٌﻞ ِﻓﻰ ﺗَﺤْ ِﺴ ْ ِ� ا ْ ِﻹ ْﺳ ِﺘ َﻌﺎ َر ِة‬

‫‪Pasal 11‬‬
‫‪Cara membuat majaz isti’arah yang bagus‬‬

‫ً َ� َّﺴ ُﻦ ا ْﺳ ِﺘ َﻌﺎ َر ٍة ﺗَ ْﺪ ِر�ْ ِﻪ )‪ِ (٢٠١‬ﺑ َﺮ ْﻋ ِﻲ الْ َﻮ ْﺟ ِﻪ اﻟ ْﺤُ ْﺴ ِﻦ لِﻠتَّ ْﺸ ِبﻴْ ِﻪ‬

‫‪Catatan Balaghah Kelas 5 Putri‬‬ ‫‪al Jauhar al Maknun‬‬

28

‫( ﻟَ ْﻔ ٍﻆ َوﻟَيْ َﺲ الْ َﻮ ْﺟ ُﻪ َأﻟْ َﻐﺎ ًز ُﻗ ِﻔﻲ‬٢٠٢) ‫َو ا ْﻟ ُﺒ ْﻌ ِﺪ َ� ْﻦ َرا ِﺋﺤَ ِﺔ اﻟتَّ ْﺸ ِبﻴْ ِﻪ ِﻓﻲ‬

perhatian dengan menampakkan perbedaan

Penjelasan :

Para ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli
1. ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli
2. ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli

Nadzom : ‫َﻓ ْﺼ ٌﻞ ِﻓﻰ ﺗَ ْﺮ ِﻛﻴْ ِﺐ الْ َﻤ َﺠﺎ ِز‬

Pasal 12
Majaz Murokkab

‫( ِﻓﻰ �ِ ْﺴﺒَ ٍﺔ اَ ْو ِﻣﺜْ ِﻞ َ� ْﻤ ِﺜ ْﻴ ٍﻞ َﺟ َﻼ‬٢٠٣) ‫ُم َﺮ َّ� ُﺐ الْ َﻤ َﺠﺎ ِز َﻣﺎ ﺗَﺤَ َّﺼ َﻞ‬
‫ُ�ﻨَ َّﻜ ُﺐ‬ َ ‫َ� َﻤ َﺜ ًﻼ‬ ‫ُم َﺮ َّ� ُﺐ‬ ‫اَﺗَﻰ‬
‫ﻻ‬ ‫َو‬ ‫ﻳُ ْﺪ َﻋﻰ‬ (٢٠٤) ‫ا ْﺳ ِﺘ َﻌﺎ َر ًة‬ ‫ِإ ْن‬ ‫َو‬

perhatian dengan menampakkan perbedaan

Penjelasan :

Para ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli
1. ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli
2. ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli

Nadzom : ‫َﻓ ْﺼ ٌﻞ ﻓَﻰ َ� ْﻐ ِﻴ ْ ِ� ا ْ ِﻹ ْﻋ َﺮا ِب‬

Pasal 13
Tentang merubah i’rob

‫( ِﺑﺤَ ْﺬ ِف ﻟَ ْﻔ ٍﻆ اَ ْو ِز َ�ﺎ َد ٍة ﺗُ َﺮى‬٢٠٥) ‫َو ِﻣﻨْ ُﻪ َﻣﺎ إِ ْﻋ َﺮاﺑُ ُﻪ َ� َﻐ َّ َ�ا‬

perhatian dengan menampakkan perbedaan

Penjelasan :

Para ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli
1. ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli
2. ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli

Nadzom : ‫اﻟْ َﺒﺎ ُب اﻟﺜَّﺎ ِﻟ ُﺚ اﻟْ ِﻜﻨَﺎﻳَ ُﺔ‬

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

‫‪29‬‬

‫َﻟ ْﻔ ٌﻆ ﺑِ ِﻪ َﻻ ِز ُم َﻣ ْﻌ َﻨﺎ ُه ﻗُ ِﺼ ْﺪ )‪َ (٢٠٦‬ﻣ َﻊ َﺟ َﻮا ِز ﻗَ ْﺼ ِﺪهِ َﻣ ْﻌ ُﻪ ﻳَ ِﺮ ْد‬ ‫َ‬
‫اﻟْ ُﻌ ْﺰ َﻟ ِﺔ‬ ‫ﻛ َﺎﻟْـ َﺨ ْ ُ�‬ ‫ِﺑﺎلْ َﻤ ْﻮ ُﺻ ْﻮ ِف‬ ‫الْ َﻮ ْﺻ ِﻒ‬ ‫ِإﻟﻰ‬
‫ال ُّﺼ ْﻮ ِ�‬ ‫َذا‬ ‫ﻳَﺎ‬ ‫ِﻓﻲ‬ ‫)‪(٢٠٧‬‬ ‫ا ْﺧ ِﺘ َﺼﺎ ِص‬

‫َو َ� ْﻔ ِﺲ َم ْﻮ ُﺻ ْﻮ ٍف َو َو ْﺻ ٍﻒ َواﻟْ َﻐ َﺮ ْض )‪ِ (٢٠٨‬إﻳْ َﻀﺎ ُح ِنا ْﺧ ِﺘ َﺼﺎ ٌر اَ ْو َﺻ ْﻮ ٌن َﻋ َﺮ ْض‬
‫اَ ِو اﻧْ ِﺘ َﻔﺎ ُء الﻠَّ ْﻔ ِﻆ ِﻻ ْﺳ ِﺘ ْﻬ َﺠﺎ ِن )‪َ (٢٠٩‬و َ�ْــ ِﻮ ِه ﻛ َﺎلﻠَّ ْﻤ ِﺲ َو ا ْ ِﻹﺗْـ َﻴﺎ ِن‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪1.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪2.‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫َﻓ ْﺼ ٌﻞ ِﻓﻰ َم َﺮا ِﺗ ِﺐ الْ َﻤ َﺠﺎ ِز َواﻟْ ُﻜ َ�‬

‫ُ� َّﻢ الْ َﻤ َﺠﺎ ُز َواﻟْ ُﻜ َ� َأﺑْﻠَ ُﻎ ِﻣ ْﻦ )‪ (٢١٠‬ﺗَ ْﺼ ِﺮ�ْ ٍﺢ اَ ْو َﺣ ِﻘﻴْ َﻘ ٍﺔ َﻛ َﺬا ُز ِ� ْﻦ‬
‫ِﻓﻰ اﻟْ َﻔ ِّﻦ َ� ْﻘ ِﺪ ْ� ُﻢ ا ْﺳ ِﺘ َﻌﺎ َر ٍة ﻋَﻠَﻰ )‪ْ َ � (٢١١‬ﺸ ِبﻴْ ٍﻪ اَﻳْ ًﻀـﺎ ﺑِﺎﺗِّ َﻔﺎ ِق اﻟْ ُﻌ َﻘـ َﻼ‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪3.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪4.‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫اﻟ َﻔ ُّﻦ اﻟﺜَّﺎ ِﻟ ُﺚ ِﻋﻠْ ُﻢ اﻟْ َﺒ ِﺪﻳْ ِﻊ‬

‫َﺳﺎ ِﺑ ِﻖ الْ َﻤ َﺮا ْم‬ ‫ﺗَ ُﺣﺤْ ِْﺴﺴ ِﻨْ ِِﻪ� ا َﺿﻟْ ْﺮَﻜَ�ـﺎ َِنﻼ ْ)م‪ِ(٢(١٢٢١)٣‬ﺑ َﺤُ� َْﻌﺴ َﺮ ُِﺐفا َْ� َﻷْﻌﻟْ ََﺪﻔﺎ َرِظﻋْ ِﻲَو‬ ‫ُو ُﺟ ْﻮ ُه‬ ‫ﺑِ ِﻪ‬ ‫ِﻋﻠْ ٌﻢ‬
‫الْ َﻤ َﻌﺎ ِ�‬ ‫ُو ُﺟ ْﻮ ُه‬ ‫ُ� َّﻢ‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪5.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪6.‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫‪al Jauhar al Maknun‬‬
‫‪Catatan Balaghah Kelas 5 Putri‬‬

‫‪30‬‬

‫ال َّﻀ ْﺮ ُب ا ْ َﻷ َّو ُل الْ َﻤ ْﻌﻨَ ِﻮ ُّي‬

‫َو ُﻋ َّﺪ ِﻣ ْﻦ َأﻟْ َﻘﺎﺑِ ِﻪ الْ ُﻤ َﻄﺎ َ� َﻘ ْﺔ )‪َ َ � (٢١٤‬ﺸﺎﺑُ ُﻪ ا ْ َﻷ ْﻃ َﺮا ِف َوالْ ُﻤ َﻮا َ� َﻘ ْﺔ‬
‫َو اﻟْ َﻌ ْﻜ ُﺲ َواﻟتَّ ْﺴ ِﻬﻴْ ُﻢ َوالْ ُﻤ َﺸﺎﻛَﻠَ ْﺔ )‪ (٢١٥‬ﺗَــ َﺰا ُو ٌج ُر ُﺟـﻮ ٌع اَ ْو ُﻣ َﻘـﺎﺑَﻠَـ ْﺔ‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪7.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪8.‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫ﺗَ ْﺮ ِو َّ� ُﺔ ﺗُ ْﺪ َﻋﻰ ِﺑﺈِ ْ� َﻬﺎ ٍم ِﻟـ َﻤﺎ )‪ (٢١٦‬أُ ِر�ْ َﺪ َﻣ ْﻌﻨَﺎ ُه ا ْﻟ َﺒ ِﻌﻴْ ُﺪ ِﻣﻨْ ُﻬ َﻤﺎ‬

‫َو ُر ِّﺷ َﺤ ْﺖ ِﺑ َﻤﺎ ﻳُ َﻼ ِﺋ ُﻢ اﻟْ َﻘ ِﺮ�ْ ْﺐ )‪َ (٢١٧‬و ُﺟ ِﺮ َد ْت ﺑِ َﻔ ْﻘ ِﺪ ِه ﻓَ ُ� ْﻦ ُﻣ ِﻨﻴْ ْﺐ‬
‫َﺟَو ْﻤالٌﻊﻠَّ َُّو َ�ﻒ ْﻔ َِوﺮاْ�ﻟ ٌنَّﻖ ْﺸ َو َُﺮ� ْﻘ َو ِاﺪ ْْ� ِﻹ ٌﻢْﺳ ِﺘَو َﻣْﺨ ْﻊَﺪا) ُم‪٢(١٩٢١)٨‬ﻛِ(ﻠَﻴَْأ ِﻳْﻬ َﻤًﻀﺎﺎاَ َْووﺗَ َوﺠْا ِﺮ ِ�ْﺣ ٌٍﺪﺪ‬
‫ﺟَﻤْ ٌﻊ َ� َﻘ ْﻊ‬
‫َﻟ ُﻪ َأﻗْ َﺴﺎ ُم‬

‫ُ� َّﻢ الْ ُﻤﺒَﺎ َﻟ َﻐ ُﺔ َو ْﺻ ٌﻒ ﻳُ َّﺪ َﻋﻰ )‪ (٢٢٠‬ﺑُ ُﻠ ْﻮ ُﻏ ُﻪ َﻗ ْﺪ ًرا ﻳُ َﺮى ُم ْﻤﺘَ ِﻨ َﻌﺎ‬
‫اَ ْو ﻧَﺎ ِ�ﻴًﺎ َو ْﻫ َﻮ ﻋَﻠَﻰ أَ ْ َ�ﺎ ِء )‪�َ (٢٢١‬ﺒْ ِﻠﻴْ ٍﻎ ِإ ْﻏ َﺮا ٍق ُﻏ ُﻠــ ٍّﻮ َﺟﺎ ِﺋـﻰ‬
‫َﻣ ْﻘﺒُ ْﻮ ًﻻ اَ ْو َم ْﺮ ُد ْو َد ِﻧﺎﻟ َّﺘ ْﻔ ِﺮ�ْ ِﻊ )‪َ (٢٢٢‬و ُﺣ ْﺴ ُﻦ َ� ْﻌ ِﻠﻴْ ٍﻞ َﻟــ ُﻪ َ�ﻨْ ِﻮ ْ� ِﻊ‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪9.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪10.‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫َوﻗَ ْﺪ اَﺗَ ْﻮا ِﻓﻰ الْ َﻤ ْﺬ َﻫ ِﺐ اﻟْﻜَﻠَﺎ ِ ّ� )‪ِ (٢٢٣‬ﺑﺤُـ َﺠ ٍﺞ َﻛـ َﻤ ْﻬ َﻴ ِﻊ اﻟْ َﻜـ َﻼ ِم‬

‫ْْ‬ ‫َذا‬ ‫ِﻣ ْﻦ‬ ‫َوا ْ ِﻹ ْد َﻣﺎ ُج‬ ‫ﻛ َﺎﻟْ َﻌ ْﻜ ِﺲ‬ ‫)‪(٢٢٤‬‬ ‫اﻟـــ َّﺬ ِ ّم‬ ‫�ِ ِﺸﺒْ ِﻪ‬ ‫َﻣ ْﺪ ًﺣﺎ‬ ‫َوأَ َّ� ُﺪ ْوا‬
‫اﻟ ِﻌﻠ ِﻢ‬

‫َو َﺟﺎ َء ا ْ ِﻹ ْﺳ ِتﺘْﺒَﺎ ُﻋ َﻮاﻟ َّﺘ ْﻮ ِﺟﻴْ ُﻪ َﻣﺎ )‪َ ْ�َ (٢٢٥‬ﺘ ِﻤ ُﻞ الْ َﻮ ْﺟ َﻬ ْ ِ� ِﻋﻨْ َﺪ اﻟْ ُﻌ َﻠ َﻤﺎ‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬

‫‪Catatan Balaghah Kelas 5 Putri‬‬ ‫‪al Jauhar al Maknun‬‬

‫‪31‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪11.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪12.‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫َو ِﻣﻨ ُﻪ َﻗ ْﺼ ُﺪ اﻟ ِْﺠ ِّﺪ ِﺑﺎلْ َﻬ ْﺰ ِل َﻛ َﻤﺎ )‪�ُ (٢٢٦‬ﺜْ َ� ﻋَﻠَﻰ اﻟْ ُﻔ ُﺨ ْﻮ ِر ِﺿ ُّﺪ َﻣﺎ ا ْ�ﺘَ َﻤﺎ‬

‫َو َﺳ ْﻮ ُق َﻣ ْﻌﻠُ ْﻮ ٍم َم َﺴﺎ َق َﻣﺎ ُﺟ ِﻬ ْﻞ )‪ِ (٢٢٧‬ﻟ ُﻨ ْﻜ َﺘ ٍﺔ ﺗَﺠَﺎ ُﻫ ٌﻞ َﻋﻨ ُﻬ ْﻢ ﻧُ ِﻘ ْﻞ‬
‫َواﻟْ َﻘ ْﻮ ُل ﺑِﺎلْ ُﻤ ْﻮ َﺟ ِﺐ ﻗُ ْﻞ َﺿ ْﺮ َ� ْ ِ� )‪ (٢٢٨‬ﻛِ َﻠﺎ ُﻫ َﻤﺎ ِﻓﻰ اﻟْ َﻔ ِّﻦ َﻣ ْﻌ ُﻠ ْﻮ َﻣﺎ ِن‬
‫َْ‬ ‫ﻋ َﻠَﻰ‬ ‫ُﻣـ ْﻄﻠَ ًﻘﺎ‬ ‫لِﻠ َّﺸ ْﺨ ِﺺ‬ ‫ﺑِﺎ ْﻵﺑَــﺂ ِء‬ ‫اﻟْ َﻌ ْﻄ ُﻒ‬ ‫ا ْ ِﻹ ِّﻃ َﺮا ُد‬
‫اﻟـ ِﻮﻻ ِء‬ ‫)‪(٢٢٩‬‬ ‫و‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪13.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪14.‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫ال َّﻀ ْﺮ ُب اﻟ َﺜّﺎ ِ� ال َّﻠ ْﻔ ِﻈ ُّﻲ‬

‫ِﻣﻨْ ُﻪ اﻟ ِْﺠﻨَﺎ ُس َو ْﻫ َﻮ ُذ ْو َ� َﻤﺎ ِم )‪َ (٢٣٠‬ﻣ َﻊ ا ِﺗّﺤَﺎ ِد اﻟ ْﺤَ ْﺮ ِف َواﻟﻨِّ َﻈﺎ ِم‬

‫َو ُﻣ َﺘ َﻤﺎ ِﺛ ًﻼ ُد ِﻋ ْﻲ ِإ ِن ا ْ� َﺘﻠَ ْﻒ )‪ (٢٣١‬ﻧَ ْﻮ ٌع َو ُم ْﺴ َﺘ ْﻮ ً� ِإ َذا اﻟ َّﻨ ْﻮ ُع ا ْﺧ َﺘ َﻠ ْﻒ‬
‫َّ‬
‫ُم َﺸﺎ ِﻫ َﺪا‬ ‫ﺗَ ُ� ْﻦ‬ ‫اﻟْ َﻜ ْﻮ ِن‬ ‫َﻋ ِﻦ‬ ‫َﻓﺎ ْﺧ ُﺮ ْج‬ ‫)‪(٢٣٢‬‬ ‫َوا ِﺣ َﺪا‬ ‫ِإﻻ‬ ‫الْ َﻮا ِﺣ ُﺪ‬ ‫َ� ْﻌ ِﺮ َف‬ ‫ﻟَ ْﻦ‬

‫َو ِﻣﻨْ ُﻪ ُذو ال َّﺘ ْﺮ ِﻛﻴْ ِﺐ ُذ ْو � َ َﺸﺎﺑُ ِﻪ )‪َ (٢٣٣‬ﺧ ًّﻄﺎ َو َﻣ ْﻔ ُﺮ ْو ٌق ﺑِ َﻼ � َ َﺸﺎﺑُ ِﻪ‬
‫َو ِا ْن ﺑِ َﻬﻴْﺌَ ِﺔ اﻟ ْﺤُ ُﺮ ْو ِف ا ْﺧ َﺘﻠَ َﻒ )‪ْ �َ (٢٣٤‬ﻬ َﻮ ا َّﻟ ِﺬ ْي ﻳَ ْﺪ ُﻋ ْﻮﻧَ ُﻪ الْ ُﻤ َﺤ َّﺮﻓَﺎ‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪15.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪16.‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫َوﻧَﺎﻗِ ٌﺺ َﻣ َﻊ ا ْﺧ ِﺘ َﻼ ٍف ِﻓﻰ اﻟْ َﻌ َﺪ ْد )‪َ (٢٣٥‬و َﺷ ْﺮ ُط ُﺧﻠْ ِﻒ اﻟ َّﻨ ْﻮ ِع َوا ِﺣ ٌﺪ َ� َﻘ ْﻂ‬
‫َو َﻣ ْﻊ َ� َﻘﺎ ُر ٍب ُم َﻀﺎ ِرﻋًﺎ أُ ِﻟ ْﻒ )‪َ (٢٣٦‬و َﻣ ْﻊ َ�ﺒَﺎ ُﻋ ٍﺪ ﺑِ َﻼ ِﺣ ٍﻖ ُو ِﺻ ْﻒ‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Catatan Balaghah Kelas 5 Putri‬‬ ‫‪al Jauhar al Maknun‬‬

‫‪32‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪17.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪18.‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫َو ْﻫ َﻮ ِﺟ َﻨﺎ ُس اﻟْ َﻘﻠْ ِﺐ َﺣﻴْ ُﺚ َ�ْ َﺘ ِﻠ ْﻒ )‪ (٢٣٧‬ﺗَ ْﺮﺗِيْﺒُ َﻬﺎ لِﻠْ ُﻜ ِّﻞ َوا ْﻟ َﺒ ْﻌ ِﺾ اَ ِﺿ ْﻒ‬
‫ُ�َ ّﻨَ ًﺤﺎ ﻳُ ْﺪ َﻋﻰ إِ َذا َ� َﻘﺎ َﺳ َﻤﺎ )‪ (٢٣٨‬ﺑَيْ ًﺘﺎ َﻓﻜَﺎﻧَﺎ ﻓَﺎﺗِ ًﺢ َو َﺧﺎ َ� َﻤﺎ‬
‫َو َﻣ ْﻊ ﺗَ َﻮا ِﻟﻰ اﻟ َّﻄ َﺮ َﻓ ْ ِ� ُﻋ ِﺮ َﻓﺎ )‪ُ (٢٣٩‬م ْﺰ َد ِو ًﺟﺎ ُﻛ ُّﻞ ِﺟ َﻨﺎ ٍس اُ ِﻟ َﻔﺎ‬
‫َ� َﻨﺎ ُﺳ ُﺐ ال ّﻠَ ْﻔ َﻈ ْ ِ� ِﺑﺎ ْﺷ ِﺘ َﻘﺎ ٍق )‪َ (٢٤٠‬و ِﺷﺒْ ِﻬ ِﻪ ﻓَ َﺬا َك ُذو اﻟْﺘِ َﺤﺎ ِق‬

‫َو َ� ِﺮ ُد اﻟ َّﺘ ْﺠ ِﻨيْ ُﺲ ِﺑﺎ ْ ِﻹ َﺷﺎ َر ِة )‪ِ (٢٤١‬ﻣ ْﻦ َﻏ ْ ِ� اَ ْن ﻳُ ْﺬ َﻛ َﺮ ِﻓﻰ اﻟْ ِﻌ َﺒﺎ َر ِة‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪19.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪20.‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫َو ِﻣﻨْ ُﻪ َر ُّد َﻋ ُﺠ ِﺰ ال َّﻠ ْﻔ ِﻆ ﻋَﻠَﻰ )‪َ (٢٤٣‬ﺻ ْﺪ ٍر ﻓَ ِﻔﻰ ﻧَ ْﺜ ٍﺮ ِﺑ َﻔ ْﻘ َﺮةٍ َﺟ َﻼ‬
‫ُﻣ ْﻜ َﺘ ِﻨ ًﻔﺎ َواﻟﻨَّ ْﻈ ُﻢ ا ْ َﻷ َّو ْل اَ َّو َﻻ )‪ (٢٤٣‬آ ِﺧ َﺮ ِم ْﺼ َﺮا ٍع َ� َﻢ َ�ﺒْ ُﻞ ﺗَ َﻼ‬
‫ُﻣ َﻜ َّﺮ ًرا ُ َ�ﺎ� َ ًﺴﺎ َو َﻣﺎ ا ْﻟ َﺘ َﺤ ْﻖ )‪ (٢٤٤‬ﻳَﺄْ ِﺗﻲ َﻛﺘَ ْﺨ َﺸﻰ اﻟﻨَّﺎ َس َوا ُﷲ اَ َﺣ ّﻖ‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪21.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪22.‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫ﻓَ ْﺼ ٌﻞ ِﻓﻰ ال َّﺴ ْﺠ ِﻊ‬

‫َوال َّﺴ ْﺠ ُﻊ ِﻓﻰ َﻓ َﻮا ِﺻ ٍﻞ ِﻓﻰ اﻟﻨَّ ْﺜ ِﺮ )‪ُ (٢٤٥‬م ْﺸ ِﺒ َﻬ ٍﺔ ﻗَﺎ ِ� َﻴ ًﺔ ِﻓﻰ ال ِّﺸ ْﻌ ِﺮ‬

‫‪Catatan Balaghah Kelas 5 Putri‬‬ ‫‪al Jauhar al Maknun‬‬

‫‪33‬‬

‫ُﺿ ُﺮ ْو ُ� ُﻪ ﺛَ َﻼﺛَ ٌﺔ ِﻓﻰ اﻟْ َﻔ ِّﻦ )‪ُ (٢٤٦‬ﻣ َﻄ َّﺮ ٌف َﻣ َﻊ ا ْﺧ ِﺘ َﻼ ِف الْ َﻮ ْز ِن‬
‫ُم َﺮ ًّﺻ ٌﻊ ِا َن ﻛ َﺎ َن َﻣﺎ ِﻓﻰ اﻟﺜَّﺎ ِ� َﻴ ْﺔ )‪ (٢٤٧‬اَ ْو ُﺟ ِّﻠ ِﻪ ﻋَﻠَﻰ ِو َﻓﺎ ِق الْ َﻤﺎ ِﺿﻴَ ْﺔ‬
‫َو َﻣﺎ ِﺳ َﻮا ُه الْ ُﻤ َﺘ َﻮا ِزى َﻓﺎ ْد ِر ْي )‪َ (٢٤٨‬ﻛ ُﺴ ُﺮ ٍر َم ْﺮﻓُ ْﻮ َﻋ ٍﺔ ِﻓﻰ اﻟ ِّﺬ ْﻛ ِﺮ‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪23.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪24.‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫اَﺑْ َﻠ ُﻎ َذا َك ُم ْﺴﺘَ ٍﻮ َ� َﻤﺎ ﻳُ ِﺮ ْي )‪�ِ (٢٤٩‬ﻴْ ِﻪ اﻟْ َﻘ ِﺮ ْ�نَ َﺘ ْ ِ� ا ْ ُﻷ ْﺧ َﺮى َأ ْ� َﺜ َﺮ‬
‫َواﻟْ َﻌ ْﻜ ُﺲ ِا ْن ﻳَ ْ� ُﺜﺮ َﻓﻠَيْ َﺲ َ�ْ ُﺴ ُﻦ )‪َ (٢٥٠‬و ُﻣ ْﻄ َﻠ ًﻘﺎ أَ ْﻋ َﺠﺎ ُز َﻫﺎ � ُ َﺴ َّ� ُﻦ‬

‫َو َﺟ ْﻌ ُﻞ َﺳ ْﺠ ِﻊ ُﻛ ِّﻞ َﺷ ْﻄ ٍﺮ َﻏ ْ َ� َﻣﺎ )‪ِ (٢٥١‬ﻓﻲ آ ِﺧ ِﺮ اﻟتَّ ْﺸ ِﺘ ْ ُ� ِﻋﻨْ َﺪ اﻟْ ُﻌ َﻠ َﻤﺎ‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪25.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪26.‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫َﻓ ْﺼ ٌﻞ ِﻓﻰ الْ ُﻤ َﻮا َزﻧَ ِﺔ‬

‫ُ� َّﻢ الْ ُﻤ َﻮا َزﻧَ ُﺔ َو ْ َ� اﻟتَّ ْﺴ ِﻮ َ� ْﺔ )‪ (٢٥٢‬ﻟِ َﻔﺎ ِﺻ ٍﻞ ِﻓﻰ الْ َﻮ ْز ِن َﻻ ِﻓﻰ اﻟ َّﺘ ْﻘ ِﻔ َﻴ ْﺔ‬
‫َو ْ َ� ُم َﻤﺎﺛَ َﻠ ُﺔ َﺣﻲ{ ُث َ� َّﺘ ِﻔ ْﻖ )‪ِ (٢٥٣‬ﻓﻰ الْ َﻮ ْز ِن ﻟَ ْﻔ ُﻆ َ� ْﻘ َﺮ َ�ﻴْ ِﻪ ﻓَﺎ ْﺳ َﺘ ِﻔ ْﻖ‬
‫َواﻟْ َﻘﻠْ ُﺐ َواﻟتَّ ْﺸ ِﺮ�ْ ُﻊ َوالْ ِﺘ َﺰا ُم َﻣﺎ )‪�َ (٢٥٤‬ﺒْ َﻞ ال َّﺮ ِو ِّي ِذ ْﻛ ُﺮ ُه ﻟَ ْﻦ ﻳَﻠْ َﺰ َﻣﺎ‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪27.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪28.‬‬

‫‪Catatan Balaghah Kelas 5 Putri‬‬ ‫‪al Jauhar al Maknun‬‬

‫‪34‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫ال َّﺴ ِﺮﻗَﺎ ُت‬

‫ﺑِﺎل َّﺴ ِﺮ َﻗ ْﺔ‬ ‫ﻳَ ْﺪ ُﻋ ْﻮﻧَ ُﻪ‬ ‫َّ‬ ‫ُﻫ َﻮ‬ ‫)‪(٢٥٥‬‬ ‫َﺳ َﺒ َﻘ ْﺔ‬ ‫ﻛَ َﻠﺎ ًﻣﺎ‬ ‫َﺷﺎ ِﻋ ٍﺮ‬ ‫َو َأ ْﺧ ُﺬ‬
‫اﻟ ِﺬي‬
‫َو ُ ُّ� َﻣﺎ ﻗُ ِّﺮ َر ِﻓﻰ ا ْ َﻷ ْﻟ َﺒﺎ ِب )‪ (٢٥٦‬اَو ﻋَﺎ َد ٍة ﻓَﻠَيْ َﺲ ِﻣ ْﻦ َذا ا ْﻟ َﺒﺎ ِب‬
‫َوال َّﺴ ِﺮﻗَﺎ ُت ِﻋﻨْ َﺪ ُﻫ ْﻢ ِﻗ ْﺴ َﻤﺎ ِن )‪َ (٢٥٧‬ﺧ ِﻔ ّﻴَ ٌﺔ َﺟ ِﻠﻴَّ ٌﺔ َواﻟ َﺜّﺎ ِ�‬
‫ﺗَ َﻀ ُّﻤ ُﻦ الْ َﻤ ْﻌ َ� ﺟَ ِﻤﻴ ُﻌﺎ ُم ْﺴ َﺠ َﻼ )‪ (٢٥٨‬اَ ْر َد ُؤ ُه اﻧْ ِﺘ َﺤﺎ ُل َﻣﺎ َﻗ ْﺪ ﻧُ ِﻘ َﻼ‬

‫ِﺑ َﺤﺎ ِﻟ ِﻪ َواَﻟ ْﺤَ ُﻘ ْﻮا الْ ُﻤ َﺮا ِد َﻓﺎ )‪ِ (٢٥٩‬ﺑ ِﻪ َو ُ� ْﺪ َﻋﻰ َﻣﺎ أﺗَﻰ ُ َ�ﺎ ِﻟ َﻔﺎ‬
‫ِﻟﻨَ ْﻈ ِﻤ ِﻪ إِﻏ َﺎ َر ًة َوﺣُ ِﻤ َﺪا )‪َ (٢٦٠‬ﺣﻲ{ ُث ِﻣ َﻦ ال َّﺴﺎ ِﺑ ِﻖ ﻛ َﺎ َن أَ ْﺟ َﻮ َدا‬
‫َواَ ْﺧ ُﺬ ُه الْ َﻤ ْﻌ َ� ُ َ� َّﺮ ًدا ُد ِﻋ ْﻲ )‪َ (٢٦١‬ﺳﻠْ ًﺨﺎ َو ِالْ َﻤﺎ ًﻣﺎ َو َ� ْﻘ ِﺴﻴْ ًﻤﺎ ﻓَ ِﻌ ْﻲ‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪29.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪30.‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫ال َّﺴ ِﺮ َﻗ ُﺔ اﻟ ْﺨَ ِﻔ َّﻴ ُﺔ‬

‫َو َﻣﺎ ِﺳ َﻮى اﻟ َّﻈﺎ ِﻫ ِﺮ ِا ْن ُ� َﻐ ِّ َ�ا )‪َ (٢٦٢‬ﻣ ْﻌ ًﻨﺎ ِﺑ َﻮ ْﺟ ٍﻪ َﻣﺎ َو َ�ْ ُﻤ ْﻮ ًدا ﻳُ َﺮى‬
‫ِﻟﻨَ ْﻘ ٍﻞ اَو َﺧﻠْ ِﻂ ُﺷ ُﻤ ْﻮ ِل اﻟ َﺜّﺎ ِ� )‪َ (٢٦٣‬وﻗَﻠْ ٍﺐ اَ ْو � َ َﺸﺎﺑُ ِﻪ الْ َﻤ َﻌﺎ ِ�‬
‫اَ ْﺣ َﻮا ُﻟ ُﻪ ِﺑﺤَ َﺴ ِﺐ اﻟ ْﺨَ َﻔﺎ ِء )‪َ �َ (٢٦٤‬ﻔﺎ َﺿ َﻠ ْﺖ ِﻓﻰ اﻟ ْﺤُ ْﺴ ِﻦ َواﻟ َﺜّ َﻨﺎ ِء‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪31.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪32.‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫ا ْ ِﻹﻗْ ِﺘ َﺒﺎ ُس‬

‫َو ا ْ ِﻹﻗْ ِﺘ َﺒﺎ ُس اَ ْن ﻳُ َﻀ َّﻤ َﻦ اﻟْﻜَﻠَﺎ ْم )‪ُ (٢٦٥‬ﻗ ْﺮآﻧًﺎ اَ ْو َﺣ ِﺪﻳْ َﺚ َﺳ ِﻴّ ِﺪ ا ْ َﻷﻧَﺎ ْم‬

‫‪Catatan Balaghah Kelas 5 Putri‬‬ ‫‪al Jauhar al Maknun‬‬

‫‪35‬‬

‫َو ا ْ ِﻹﻗْ ِﺘ َﺒﺎ ُس ِﻋﻨْ َﺪ ُﻫ ْﻢ َﺿ ْﺮ َ�ﺎ ِن )‪َّ �َ ُ (٢٦٦‬ﻮ ٌل َوﺛَﺎ ِﺑ ُﺖ الْ َﻤ َﻌﺎ ِ�‬
‫َ‬ ‫ال َﻠّ ْﻔ ِﻆ‬ ‫اَ ْو‬
‫َﻣ ْﻌ َﻨﺎهُ‬ ‫ﻻ‬ ‫ﻧَ ْﺰ ِر‬ ‫َ� ْﻐ ِﻴ ْ ُ�‬ ‫)‪(٢٦٧‬‬ ‫ِﺳ َﻮا ُه‬ ‫لِ َﻮ ْز ٍن‬ ‫َﺟﺎﺋِ ٌﺰ‬ ‫َو‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪33.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪34.‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫اﻟ َّﺘ ْﻀ ِﻤ ْ ُ� َواﻟْـ َﺤ ُّﻞ َواﻟْ َﻌ ْﻘ ُﺪ‬

‫َو ا ْ َﻷ ْﺧ ُﺬ ِﻟﻨُ ِﻣ ْْﻜﻦ َﺘ ٍﺔِﺷأَ ْﻌﺟٍْﺮ َﻤ ِﺑﻠُ َﻐُﻪ ْﺰ َوِوا َْﻣ�ﺎُﺘ ِﻔ ََﺧﺮاِﻔ)ﻲ‪ِ (َ �٢(٦٢٨٦)٩‬ﺴﺗَ ْ ُْ�ﻀ َِ�ﻤﻴْْﻐﻨُِﻴ ُْﻬ ٍ�ْﻢ َو ََوﻣﺎَﻣﺎ ِﻣﻨْﻋَ ُﻠﻪَﻰﻳُاَﺮ ْ َﻷى ْﺻ ِﻞ ﻳَ ِﻔﻲ‬
‫ﺑَيْﺘًﺎ ﻓَﺄَﻋْﻠَﻰ ﺑِﺎ ْﺳ ِﺘ َﻌﺎﻧَ ٍﺔ ُﻋ ِﺮ ْف )‪َ (٢٧٠‬و َﺷ ْﻄ ًﺮا اَ ْو اَ ْد َ� ِﺑ ِﺈﺑْ َﺪا ٍع اُ ِﻟ ْﻒ‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪35.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪36.‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫اﻟْ ِﻘ َﻴﺎ ْس‬ ‫ﻓَﺎ ْﻋ ِﺮ ِف‬ ‫اﻟﻨَّ ْﻈ ِﻢ‬ ‫ﻧَ ْﺜ ُﺮ‬ ‫َواﻟ ْﺤَ ُّﻞ‬ ‫ِﺑﺎ ْ ِﻹﻗْ ِﺘ َﺒﺎ ْس‬ ‫َ‬ ‫اﻟ َﻨّ ْﺜ ِﺮ‬ ‫َ� ْﻈ ُﻢ‬ ‫َواﻟْ َﻌ ْﻘ ُﺪ‬
‫ﻻ‬
‫)‪(٢٧١‬‬

‫َوا ْﺷ َﺘ َﺮ ُﻃﻮا ال ُّﺸ ْﻬ َﺮ َة ِﻓﻰ اﻟْﻜَﻠَﺎ ِم )‪َ (٢٧٢‬والْ َﻤﻨْ ُﻊ أَ ْﺻ ُﻞ َﻣ ْﺬ َﻫ ِﺐ ا ْ ِﻹ َﻣﺎ ِم‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪37.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪38.‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫اﻟ َّﺘﻠْ ِﻤﻴْ ُﺢ‬

‫إِ َﺷﺎ َر ٌة ِﻟ ِﻘ َّﺼ ٍﺔ ِﺷ ْﻌ ٍﺮ َﻣ َﺜ ْﻞ )‪ِ (٢٧٣‬ﻣ ْﻦ َﻏ ْ ِ� ِذ ْﻛ ِﺮ ِه َ� َﺘﻠْ ِﻤﻴْ ٌﺢ َﻛ َﻤ ْﻞ‬

‫‪Catatan Balaghah Kelas 5 Putri‬‬ ‫‪al Jauhar al Maknun‬‬

36

perhatian dengan menampakkan perbedaan

Penjelasan :

Para ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli
39. ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli
40. ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli

Nadzom : ‫ﺗَ ْﺬ ِ�ﻴْ ٌﺐ ِﺑﺎ ْ َﻷﻟْ َﻘﺎ ِب ِﻣ َﻦ اﻟْ َﻔ ِّﻦ‬

‫( ﺗِ ْﺮ ِ�ﻴْ ُﺐ ِنا ْﺧ ِﺘ َﺮا ٌع اَ ْو َ� ْﻌ ِﺪﻳْ ُﺪ‬٢٧٤) ‫ِﻣ ْﻦ َذالِ َﻚ اﻟ َّﺘ ْﻮ ِﺷﻴْ ُﻊ َوال َّﺘ ْﺮ ِدﻳْ ُﺪ‬
‫( ال َّﺴﺎﺋِﺤُ ْﻮ َن ال َّﺮا ِﻛ ُﻌ ْﻮ َن ال َّﺴﺎ ِﺟ ُﺪ ْو َن‬٢٧٥) ‫ﻛ َﺎﻟ َّﺘﺎﺋِ ُﺒ ْﻮ َن اﻟْ َﻌﺎﺑِ ُﺪ ْو َن اﻟ ْﺤَ ِﻤ ُﺪ ْو ْن‬

‫( ِإﻳْ َﻀﺎ ُح ِنا ْﻋ ِﺘ َﻼ ُف ِنا ْﺳ ِﺘ ْﻄ َﺮا ُد‬٢٧٦) ‫َ� ْﻄ ِﺮ ْ� ٌﺰ اَ ْو ﺗَ ْﺪ ِ�ﻴْ ُﺞ ِنا ْﺳتِ ْﺸ َﻬﺎ ُد‬

perhatian dengan menampakkan perbedaan

Penjelasan :

Para ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli
41. ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli
42. ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli

Nadzom : ‫( َو ُﻓ ْﺮ َﺻ ٌﺔ � َ ْﺴ ِﻤﻴْ ٌﻂ اَ ْو َ� ْﻌ ِﻠﻴْ ُﻞ‬٢٧٧) ‫ِإ َﺣ َﻠ ٌﺔ ﺗَﻠْ ِﻮ�ْ ٌﺢ اَ ْو ﺗَ ْﺨ ِﻴﻴْ ُﻞ‬

perhatian dengan menampakkan perbedaan

Penjelasan :

Para ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli
43. ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli
44. ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli

Nadzom : ‫( ﺗَﺠْ ِﺮ ْ� ُﺪ ِنا ْﺳ ِﺘ ْﻘ َﻼ ٌل اَ ْو َ� َﻬ ُّ� ُﻢ‬٢٧٨) ‫ﺗَﺨْ ِﻠﻴَ ٌﺔ اَ ْو َ� ْﻘ ٌﻞ اَ ْو ﺗَ َﺨﺘُّ ُﻢ‬

perhatian dengan menampakkan perbedaan

Penjelasan :

Para ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli
45. ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli
46. ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun

‫‪37‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫َ� ْﻌ ِﺮ ْ� ٌﺾ اَ ْو إِﻟْ َﻐﺎ ُز ﻧِﺎ ْرﺗِ َﻘﺎ ُء )‪ (٢٧٩‬ﺗَ ْ ِ��ْ ٌﻞ اَ ْو ﺗَﺄْﻧِيْ ُﺲ اَ ْو إِ ْ� َﻤﺂ ُء‬
‫ُﺣ ْﺴ ُﻦ ا ْﻟ َﺒﻴَﺎ ِن َر ْﺻ ٌﻒ اَ ْو ُم َﺮا َﺟ َﻌ ْﺔ )‪ُ (٢٨٠‬ﺣ ْﺴ ُﻦ ﺗَ َﺨ ّﻠُ ٍﺺ ِﺑ َﻼ ُﻣ َﻨﺎ َز َﻋ ْﺔ‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪1.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪2.‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫ﻓَ ْﺼ ٌﻞ ِﻓﻰ َﻣﺎ َﻻ ُ� َﻌ ُّﺪ َﻛ ِﺬﺑًﺎ‬

‫َوﻟَيْ َﺲ ِﻓﻰ ا ْ ِﻹ ْ� َﻬﺎ ِم َواﻟ َّﺘ َﻬ ُّ� ِﻢ )‪َ (٢٨١‬و َﻻ اﻟ َّﺘ َﻐﺎ ِل �ِ ِﺴ َﻮى الْ ُﻤ َﺤ َّﺮ ِم‬
‫اﻟْ َﻜ ِﺬ ْب‬ ‫َ‬ ‫لَ ِﺰ ْب‬ ‫الْ ِﻤ َﺰا ِح‬ ‫َﻛ ِﺬ ٍب‬
‫َﻋ ِﻦ‬ ‫َﻣﻨْ ُﺪ ْو َﺣ َﺔ‬ ‫ﻻ‬ ‫ِﺑ َﺤﻴْ ُﺚ‬ ‫)‪(٢٨٢‬‬ ‫ﻗَ ْﺪ‬ ‫َو ِ�‬ ‫ِﻣ ْﻦ‬

‫‪perhatian dengan menampakkan perbedaan‬‬

‫‪Penjelasan :‬‬

‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪Para‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪1.‬‬
‫‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪ ahli‬ال َّﺼ َﻤ ُﺪ ‪2.‬‬

‫‪Nadzom :‬‬ ‫َﺧﺎﺗِ َﻤ ٌﺔ‬

‫َو َ�نْﺒَ ِﻐ ْﻲ لِ َﺼﺎ ِﺣ ِﺐ اﻟْﻜَﻠَﺎ ِم )‪ (٢٨٣‬ﺗَﺄَﻧُّـ ٌﻖ ِﻓﻰ ا ْﻟ َﺒ ْﺪ ِء َواﻟ ِْﺨـ َﺘﺎ ِم‬
‫ﺑِ َﻤ ْﻄﻠَ ٍﻊ َﺣ َﺴ ْﻦ َو ُﺣ ْﺴ ِﻦ اﻟْ َﻘﺎ ِل )‪ِ (٢٨٤‬و َﺳﺒْ ٍﻚ اَ ْو ﺑَ َﺮا َﻋ ِﺔ ا ْﺳ ِﺘ ْﻬ َﻼ ِل‬
‫َواﻟ ْﺤُ ْﺴ ُﻦ ِﻓﻰ ﺗَ َﺨﻠُّ ٍﺺ اَ ِو اﻗْ ِﺘ َﻀﺎ ْب )‪َ (٢٨٥‬و ِ� ا َّﻟ ِﺬ ْي ﻳَ ْﺪ ُﻋ ْﻮﻧَ ُﻪ َﻓ ْﺼ َﻞ اﻟ ِْﺨ َﻄﺎ ْب‬
‫َو ِﻣ ْﻦ ِﺳ َﻤﺎ ِت اﻟ ْﺤُ ْﺴ ِﻦ ِﻓﻰ اﻟ ِْﺨﺘَﺎ ِم )‪ (٢٨٦‬إِ ْر َداﻓُ ُﻪ ﺑِ ُﻤ ْﺸ ِﻌ ِﺮ اﻟ َّﺘ َﻤﺎ ِم‬
‫ٰﻫ َﺬا َ� َﻤﺎ ُم اﻟ ْﺠُ ْﻤﻠَ ِﺔ الْ َﻤ ْﻘ ُﺼ ْﻮ َدةْ )‪ِ (٢٨٧‬ﻣﻦ ُﺻﻨْ َﻌ ِﺔ ا ْﻟ َﺒ َﻼ َﻏ ِﺔ الْ َﻤ ْﺤ ُﻤ ْﻮ َدةْ‬
‫ُ� َّﻢ ال َّﺼ َﻼ ُة ا ِﷲ ُﻃ ْﻮ َل ا ْ َﻷ َﻣ ِﺪ )‪(٢٨٨‬‬
‫ااﻟلْﻨَّ ُﻤِﺒ ِ ّْﻲﺸ َﺘاﺎلْ ُُﻤق ْﺑِﺼﺎ َْﻄ َﻷ َﻔ ْﺳﻰ َﺤ ُﺎ�َ ِر َّﻤ ِﺪ‬ ‫ﻋ َﻠَﻰ‬ ‫اِإ ْ َﻟ َﻷﻰ ْﺧا َﻴْﺎَﻷ ِْذرﻗَﺎ) ِ‪٩‬ن‪٢َ ٩(٠٢)٨‬ﻣﺎ(‬
‫َﻏ َّﺮ َد‬ ‫َوآ ِﻟ ِﻪ َو َﺻ ْﺤ ِﺒ ِﻪ‬
‫َو َﺧ َّﺮ َﺳﺎ ِﺟ ًﺪا‬
‫َ�ﺒْ ِﻐ ْﻲ َو ِﺳﻴْ َﻠ ًﺔ إِ َﻟﻰ ال َّﺮﺣْﻤٰ ِﻦ‬

‫‪Catatan Balaghah Kelas 5 Putri‬‬ ‫‪al Jauhar al Maknun‬‬

38

‫( ُﻣ ِﺘ ُّﻢ ﻧِ ْﺼ ِﻒ ﻋَﺎ ِﺷ ِﺮ اﻟْ ُﻘ ُﺮ ْو ِن‬٢٩١) ‫َ� َّﻢ �ِ َﺸ ْﻬ ِﺮ اﻟ ْﺤُ َّﺠ ِﺔ الْ َﻤﻴْ ُﻤ ْﻮ ِن‬

perhatian dengan menampakkan perbedaan

Penjelasan :

Para ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli
1. ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli
2. ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli ‫ ال َّﺼ َﻤ ُﺪ‬ahli

Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun


Click to View FlipBook Version