1
اﻟْ َﺒﻴَﺎ ِن ْ �ِ اﻟﺜَّﺎ اﻟ َﻔ ُّﻦ
ِﻋﻠ ِﻢ
Nadzom : ( ﺗَﺄْ ِدﻳَ ُﺔ الْ َﻤ ْﻌ َ� ِﺑ ُﻄ ُﺮ ٍق ُ�ْ َﺘ ِﻠ ْﻒ١٣٨) َ� َّﻦ ا ْﻟ َﺒ َﻴﺎ ِن ِﻋﻠْ ُﻢ َﻣﺎ ِﺑ ِﻪ ُﻋ ِﺮ ْف
( � َ ْﺸ ِبﻴْ ٍﻪ اَ ْو َ َ�ــﺎ ٍز اَ ْو ِﻛــ َﻨﺎﻳَ ِﺔ١٤٩) ُو ُﺿ ْﻮ ُﺣ َﻬﺎ َوا ْﺣ ُﺼ ْﺮ ُه ِﻓﻰ ﺛَ َﻼﺛَ ِﺔ
Adapun Fan Ilmu Bayan, ialah ilmu untuk mengetahui cara menyampaikan suatu makna yang
dikehendaki dengan cara yang berbeda-beda penjelasannya (dari yang kurang jelas, jelas dan lebih
jelas). Dan Ilmu ini diringkas menjadi 3 bahasan, yaitu Tasybih, Majaz dan Kinayah.
Penjelasan :
A. Pengertian Ilmu Bayân
Secara bahasa, bayân berarti ( الﻜﺸﻒtersingkap), ( اﻹﻳﻀﺎحnyata). Sedang menurut istilah
ilmu bayân adalah:
�ﻋﻠﻢ ﻳﻌﺮف ﺑﻪ ﺗﺄدﻳﺔ اﻟﻤﻌ� الﻮاﺣﺪ ﺑﻄﺮق �ﺘﻠﻔﺔ ﻣﻦ ﺣﻴﺚ وﺿﻮح اﻟﺪﻻﻟﺔ ﻋﻠﻰ ذلﻚ اﻟﻤﻌ
“Ilmu atau kaedah untuk mengetahui cara mengemukakan satu pengertian dengan tarkib
(ungkapan) yang berbeda-beda (sesuai dengan muqtadla al-hal), dalam hal kejelasan dalalah
’aqliyah dari pengertian itu sendiri”. Dengan kata lain, satu pengertian dapat dikemukakan dengan
berbagai macam ungkapan selama sesuai dengan muqtadla al-hâl, untuk mencari kejelasan makna
yang dimaksud. Muqtadla al-hâl dalam hal ini sangat dibutuhkan, karena kedudukan ilmu Ma’âni
dan ilmu Bayân sama dengan kedudukan Fashâhah dengan Balâghah. Lagi pula, untuk dapat
menerangkan satu pengertian dengan berbagai macam ungkapan, harus memahami ilmu Ma’âni
yang di dalamnya terdapat muqtadla alhâl.
Sebuah pengertian, “Zaid adalah dermawan” dapat dikemukakan dengan berbagai macam
ungkapan, yaitu:
1. Dِمe َﺮnَﻜgaْاﻟnﻰu ِﻓnِﺮgﺤkْ a َﺒpﺎ ْﻟaَ ﻛnٌﺪtaْ�s َزyb(îZha, iydailtauksana lautan tentang kedermawanannya )
( َز ْ� ٌﺪ ﻛ َﺎ ْﻟ َﺒ ْﺤ ِﺮZaid laksana lautan) ( َز�ْ ٌﺪ ﺑَﺤْ ٌﺮZaid adalah lautan )
2. Dengan ungkapan kinâyah, yaitu:
( َز�ْ ٌﺪ َم ْﻬ ُﺰ ْو ُل اﻟْ ُﻔ َﺼﻴْ ِﻞZaid orang yang kurus anak untanya) , karena ibunya disembelih guna
m ِﺐenَﻠjﻜaْﻟmن اuُ ﺎpَّﺟﺒaَ ra ٌﺪtْ�a َزm(uZaid menggonggong anjingnya) , karena banyak tamunya
( َز�ْ ٌﺪ َﻛ ِﺜ ْ ُ� ال َّﺮ َﻣﺎ ِدZaid banyak abu kayu bakarnya ) , karena sering membakar kayu untuk
masak karena banyak tamu
3. Dengan ungkapan isti’aroh, yaitu:
( َراَﻳْ ُﺖ ﺑَﺤْ ًﺮا ِﻓﻰ اﻟ َّﺪا ِرsaya melihat lautan di suatu rumah) , dan sebagainya.
Obyek bahasan Ilmu Bayân adalah kata-kata arab, baik dalam bentuk tasybîh, majâz atau
kinâyah. Orang yang pertama menyusun ilmu ini, adalah Abu ‘Ubaidah yang berhasil menyusun
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
2
kitab majâz al-Qur’an, kemudian diikuti oleh Abd al Qahir, al-Jahidh, Ibn al-Mu’taz, Qudamah
dan Abu Hilal al Askariy.
Kegunaan yang diperoleh dengan mempelajari ilmu ini, adalah mampu mengetahui rahasia
kalimat Arab, baik natsar atau nadham, tingkat perbedaan ke-fashîh-an kalimat, dan tingkat
perbedaan tingkat balaghah untuk dapat mengetahui tingkat kemu’jizatan al-Qur’an
B. Beberapa bahasan Ilmu Bayân
Ilmu bayân membahas tiga pokok masalah, yaitu tasybîh, majâz, dan kinâyah.
ﻓَ ْﺼ ٌﻞ ِﻓﻰ اﻟ َّﺪ َﻻﻟَ ِﺔ الْ َﻮ ْﺿ ِﻌ ّﻴَ ِﺔ
A. Pengertian Dalalah
Dalalah ialah : ( ﻓﻬﻢ ﺷﻲء ﻣﻦ ﺷﻲء آﺧﺮmemahami sesuatu dari sesuatu yang lain) seperti contoh Jika
Anda berada di rumah dan mendengar ketukan di pintu, pikiran Anda akan langsung tertuju pada
kenyataan bahwa ada seseorang di pintu. Ketukan pintu tersebut memberi petunjuk anda bahwa
ada seseorang. Maka ketukan itu disebut ( َدا ٌّلpetunjuk/indikator) dan adanya seseorang di depan
pintu disebut ( َﻣ ْﺪلُ ْﻮ ٌلyang ditunjuk/ yang terindikasi), hubungan yang terjadi antara Dall dan Madlul
sehungga terdapat pemahaman disebut dengan ( َد َﻻ َﻟ ٌﺔindikasi)
B. Pembagian Dalalah
Dalalah terbagi menjadi dua bentuk, yaitu Dalalah Lafdziyah () َد َﻻﻟَ ٌﺔ َﻟ ْﻔ ِﻈﻴَّ ٌﺔ, yaitu dalalah yang
berbentuk lafadz. Seperti lafadz َ ْ�ﻠَﺔmenunjukkan pengertian pohon korma dan Dalalah Ghoiru
Lafdziyah ( ) َد َﻻ َﻟ ٌﺔ َﻏ ْ ُ� َﻟ ْﻔ ِﻈﻴَّ ٍﺔ, yaitu dalalah yang tidah berupa lafadz, seperti rambu-rambu jalan,
lampu lalu lintas dll.
Masing-masing dari kedua bentuk dalalah tersebut terbagi menjadi tiga, yaitu :
1. اﻟﺪﻻﻟﺔ الﻮﺿﻌﻴﺔ, yaitu dalalah yang diletakkan atau ditetapkan sesuai dengan kesepakatan
bersama. Contoh :
• اﻟﺪﻻﻟﺔ الﻮﺿﻌﻴﺔ الﻠﻔﻈﻴﺔ, seperti lafadz : اﻟﺪﻻﻟﺔdigunakan sebagai petunjuk alat transpirtasi
tertentu.
• اﻟﺪﻻﻟﺔ الﻮﺿﻌﻴﺔ ﻏ� الﻠﻔﻈﻴﺔ, seperti lampu merah sebagai petuntuk wajib berhenti bagi
kendaraan di jalan raya.
2. اﻟﺪﻻﻟﺔ اﻟﻄﺒﻌﻴﺔ, yaitu dalalah yang timbul dari tabiat atau kebiasaan manusia. Contoh :
• اﻟﺪﻻﻟﺔ اﻟﻄﺒﻌﻴﺔ الﻠﻔﻈﻴﺔ, seperti lafadz “akh...” ketika seseorang merasa kesakitan
• اﻟﺪﻻﻟﺔ اﻟﻄﺒﻌﻴﺔ ﻏ� الﻠﻔﻈﻴﺔ, seperti wajah pucat sebagai pertanda takut
3. اﻟﺪﻻﻟﺔ اﻟﻌﻘﻠﻴﺔ, yaitu dalalah yang muncul dari kaidah-kaidah yang didasarkan pada konsep
pikiran. Contoh :
• اﻟﺪﻻﻟﺔ اﻟﻌﻘﻠﻴﺔ الﻠﻔﻈﻴﺔ, seperti adanya ucapan menunjukkan adanya orang yang berucap. Jika
kamu mendengar suara batuk di balik pagar, maka pasti kamu meyakini bahwa di balik
pagar itu terdapat orang yang batuk.
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
3
• اﻟﺪﻻﻟﺔ اﻟﻌﻘﻠﻴﺔ ﻏ� الﻠﻔﻈﻴﺔ, seperti kepulan asap hitam sebagai pertanda adanya sesuatu yang
terbakar
Catatan :
Dalalah yang dibahas pada ilmu Bayan hanyalah “ Dalalah Wadh’iyah Lafdziyah”
Nadzom : اﻟ ْﺤَﻴْثِ َﻴّ ْﺔ َ اﻟْ َﻔ ْﻬ ُﻢ ا ْ َﻷ َﺻ ِّﺢ ﻋ َﻠَﻰ َواﻟْ َﻘ ْﺼ ُﺪ ِﺑﺎﻟ َّﺪ َﻻ َﻟ ِﺔ الْ َﻮ ْﺿ ِﻌ َّﻴ ْﺔ
ﻻ
(١٥٠)
Adapun yang dimaksud dengan dalalah wadh’iyyah lafdziyah menurut pendapat yang shahih
ialah, mengerti bukan sekedar memberi pengertian secara mutlak saja
Pengertian Dalalah Wadh’iyah Lafdziyah adalah pemahaman yang dihasilkan dari keterkaitan
antara lafadz dengan makna yang telah diletakkan/ditetapkan menurut kesepakatan bersama
( ﺗَ َﻀ ُّﻤ ٌﻦ ا ْﻟﺘ ِـ َﺰا ٌم اَ َّﻣﺎ ال َّﺴﺎ ِﺑ َﻘـ ْﺔ١٥١) اَﻗْ َﺴﺎ ُم َﻬﺎ ﺛَ َﻼﺛَ ٌﺔ ُﻣ َﻄـﺎ َ� َﻘـ ْﺔ
( ﺑَﺤْـ ٌﺚ ﻟَـ َﻬﺎ َو َﻋ ْﻜ ُﺴ ُﻪ اﻟْ َﻌ ْﻘ ِﻠ ّﻴَـ َﺘﺎ ْن١٥٢) َ� ْ َ� اﻟ ْﺤَ ِﻘﻴْ َﻘ ْﺔ َﻟيْ َﺲ ِﻓﻰ َﻓ ِّﻦ ا ْﻟ َﺒﻴَﺎ ْن
Pembagian dalalah wadh’iyah lafdziyah itu ada tiga macam, yaitu : 1. Dalalah Muthobaqoh, 2.
Dalalah Tadhommun, dan 3. Dalalah Iltizam
Adapun yang pertama, yakni dalalah muthobaqoh merupakan dalalah hakikat yang tidak ada
pembahasan dalam ilmu Bayan, sebaliknya (yang menjadi bahasan ilmu Bayan) adalah dua dalalah
‘Aqliyah, yaitu Dalalah Tadhommun dan Dalalah Iltizam
Penjelasan :
اﻟ َّﺪ َﻻ َﻟﺔ الْ َﻮ ْﺿ ِﻌ َّﻴﺔ الﻠَّ ْﻔ ِﻈﻴَّﺔterbagi menjadi tiga macam, yaitu :
1. دﻻﻟﺔ ﻣﻄﺎﺑﻘ ّﻴﺔ , yaitu : َﻟ ُﻪ ُو ِﺿ َﻊ َّ �ً َﻣ ْﻌ َ� َﻤﺎ ِم ﻋ َﻠَﻰ َدا ًّﻻ ال َّﻠ ْﻔ ُﻆ ﻛ َﺎ َن ( keadaan lafadz menunjukkan
اﻟ ِﺬي
kesempurnaan makna yang telah ditetapkan ) Hal ini terdapat pada lafadz yang memiliki makna
yang tersusun dari beberapa juz/bagian dan yang dikehendaki adalah semua makna yang terkumpul
dalam lafadz tersebut. Seperti lafadz ( ال َّﺼ ُّﻒ اﻟ ِّﺪ َر ِﺳ ُّﻲkelas) biasanya terdiri dari ruangan, papan tulis,
kursi, bangku, para murid dan guru. Jika mutakallim menyampaikan lafadz ال َّﺼ ُّﻒsecara mutlak
dan yang dikehendaki adalah semua makna yang tersusun dalam lafadz tersebut dan sami’ juga
memiliki pemahaman yang sama, maka itu dasebut dengan dalalah muthobaqoh
Seperti : ا ِﻹ� ْ َﺴﺎ ُن َﺣ َﻮا ٌن ﻧَﺎ ِﻃ ٌﻖ: Manusia adalah hewan yang bisa berfikir
2. دﻻﻟﺔ ﺗﻀ ُّﻤﻨﻴّﺔ, yaitu : ( ﻛ َﺎ َن الﻠَّ ْﻔ ُﻆ َدا ًّﻻ ﻋَﻠَﻰ ُﺟ ْﺰ ِء الْ َﻤ ْﻌ َ� الْ َﻤ ْﻮ ُﺿ ْﻮ ِع َﻟ ُﻪkeadaan lafadz menunjukkan pada
sebagian makna yang telah ditetapkan ) , hal ini jika yang dikehendaki dari lafadz tersebut adalah
sebagian makna yang tersusun saja. Seperti yang dikehendaki dari lafadz ال َّﺼ ُّﻒadalah makna
murid, contoh : ( ﻋﻠﻰ ال ّﺼ ّﻒ اﻻ ّول ان ﻳﻄﻠﺒﻮا ﻣﻦ أوﻟﻴﺎء أمﻮرﻫﻢ اﻟﺤﻀﻮر ﻓﻲ اﻟﻤﺪرﺳﺔ ﻏ ًﺪاMurid kelas satu
harus meminta نoُ rﺴﺎaَ ْn�ِﻹgا:tuMa amneurseikaaaudnatluakhhhaedwiarnke sekolah besok )
Seperti : َﺣ َﻴ َﻮا ٌن َﻟ ُﻪ َ َدا ًّﻻ ال َﻠّ ْﻔ ُﻆ
ﻻ ِز ٍم
3. دﻻﻟﺔ إلﺘﺰاﻣﻴّﺔ, yaitu : َﻣ ْﻌﻨَﺎ ُه َ� ْﻦ َﺧﺎ ِر ٍج �ً َﻣ ْﻌ ﻋَﻠَﻰ ﻛ َﺎ َن ( keadaan lafadz menunjukkan
makna yang keluar dari makna yang seharusnya, namun masih terdapat keterkaitan ) seperti lafadz
(اﻟ ّﺪواةtempat tinta) yang menunjukkan makna ( اﻟﻘﻠﻢpena)
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
4
Seperti : ا ِﻹ� ْ َﺴﺎ ُن اﻟْـ َﺤ َﻮا ٌن َﻗﺎ ِﺑ ُﻞ اﻟْ ِﻌﻠْ ِﻢ: Manusia adalah hewan yang menerima ilmu
Ilmu berkaitan dengan jiwa manusia, namun keluar dari makna yang lazim
Dari ketiga macam dalalah wadh’iyah lafdziyah, yang menjadi bahasan Ilmu Bayan adalah
dalalah tadhommun dan dalalah iltizam, sebab keduanya tidak dapat dimengerti tanpa berfikir
terlebih dahulu dengan melihat pada qorinah yang menunjukkan.Sedangkan dalalah muthobaqoh
dapat dimengerti dengan hanya mendengar lafadz tersebut.
اﻹ�ﺴﺎن ﺑﻤﻌ� ﺣﻴﻮان ﻧﺎﻃﻖ: اﻟﻤﻄﺎﺑﻘ ّﻴﺔ الﻠﻔﻈﻴﺔ الﻮﺿﻌﻴﺔ
اﻹ�ﺴﺎن ﺑﻤﻌ� ﺣﻴﻮان: اﻟﺘﻀ ّﻤﻨﻴّﺔ
اﻹ�ﺴﺎن ﺑﻤﻌ� ﺣﻴﻮان ﻗﺎﺑﻞ اﻟﻌﻠﻢ: اﻹلﺘﺰاﻣﻴّﺔ
راﻣﺒﻮ ﻻلﻮ ﻟﻴنﺘﺎس- راﻣﺒﻮ: ﻏ� الﻠﻔﻈﻴﺔ اﻟﺪﻻﻟﺔ
اوﺟﺎﻓﺎن " اَ ْخ" ﻛﺮﻧﺎ ﻛﺴﺎﻛﻴﺘﺎن: الﻠﻔﻈﻴﺔ
اﻟﻄﺒﻌﻴﺔ
واﺟﻪ ﻓﻮﺟﺎت ﻛﺮﻧﺎ ﻛﺘﺎﻛﻮﺗﺎن: ﻏ� الﻠﻔﻈﻴﺔ
ﺳﻮارا اومﻮﻋﺎن ﻓﺮﺗﺎﻧﺪا اداﻳﺎ اوراع ﻳﻊ ﻋﻮمﻮع: الﻠﻔﻈﻴﺔ اﻟﻌﻘﻠﻴﺔ
أﺳﺎف ﻣﻨﻮ�ﻮءﻛﺎن أداﻳﺎ أﻓﻲ: ﻏ� الﻠﻔﻈﻴﺔ
اﻟْ َﺒﺎ ُب ا ْ َﻷ َّو ُل اﻟتَّ ْﺸ ِبﻴْ ُﻪ
Nadzom : ( اَ ْم َﺮ ْ� ِﻦ ِﻓﻰ َﻣ ْﻌ ً� ِﺑﺂﻟَ ٍﺔ اَﺗَﺎ ْك١٥٣) َﺷ ِبﻴْ ُﻬﻨَﺎ َد َﻻﻟَ ٌﺔ ﻋَﻠَﻰ ا ْﺷ ِﺘ َﺮا ْك
( َو َﻃ َﺮﻓَﺎ ُه ﻓَﺎﺗَّ ِﺒ ْﻊ ُﺳﺒْ َﻞ اﻟ َّﻨ َﺠﺎة١٥٤) ْاَ ْرﻛ َﺎﻧُ ُﻪ اَ ْر َ� َﻌ ٌﺔ َو ْﺟ ٌﻪ اَ َداة
Adapun pengertian tasybih menurut pandangan kita ahli ilmu Bayan adalah lafadz yang
menunjukkan persekutuan dua perkara (yaitu musyabbah dan musyabbah bih) pada suatu makna
(wajah syabah) dengan alat (adat tasybih) yang telah datang kepadamu
Sedangkan rukun tasybih itu ada empat, yaitu 1. Wajah syabah, 2. Adat tasybih, 3-4. Dua
bagian tasybih (yaitu musyabbah dan musyabbah bih). Ikutilah galan keselamatan !
Penjelasan :
A. Pengertian Tasybîh
Menurut bahasa, tasybîh berarti ( اﻟ ّﺘﻤﺜﻴﻞperumpamaan). Sedang menurut istilah Ilmu ma’âni,
tasybîh adalah: إِﻟ ْﺤَﺎ ُق َأ ْم ٍﺮ ﺑِﺄَ ْم ٍﺮ ِﻓﻰ َو ْﺻ ٍﻒ ِﺑﺄَ َدا ٍة ِﻟ َﻐ َﺮ ٍض
“Menyamakan satu perkara (musyabbah) pada perkara lain (musyabbah bih) dalam satu sifat
(wajh syabah) dengan alat (tasybîh, seperti kaf, dsb), karena ada tujuan (yang hendak dicapai
mutakallim)”.
Berdasarkan pengertian itu, dapat dinyatakan bahwa rukun (unsur) tasybîh adalah:
1. Musyabbah, yaitu sesuatu yang diserupakan dengan yang lain.
2. Musyabbah bih, yaitu sesuatu yang digunakan untuk menyerupakan.
3. Wajh syabah, yaitu sifat yang menjadi persekutuan/persamaan antara musyabbah dengan
musyabbah bih, dengan berbagai macam bentuknya, yaitu:
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
5
a. Pada Musyabbah bih, sifat itu lebih kuat dari pada musyabbah-nya.
b. Sifat itu terkadang dibuang dan terkadang tidak dibuang.
c. Sifat itu termasuk hakekat dari dua bagian pokok ( )اﻟ ّﻄﺮفtasybîh (baik pada jenis, macam, atau
selainnya) dan tidak termasuk padanya (baik sebagai sifat hakiki pada dua tharf tasybîh, –
yang berupa hissi atau ‘aqli– atau sebagai sifat idlafi, karena hanya merupakan makna yang
berhubungan dengan kedua tharf tﻰa ِﻓsﺪyِ ﺷbَ ﻷîَ hْ ﻛ َ)ﺎ. َأﺣْ َﻤ ُﺪ ﻛ َﺎل َّﺼ ْﺨ ِﺮ ِﻓﻰ اﻟْ ُﻘ َّﻮ ِة ﻛَ ِﻠ َﻤﺘُ َﻚ ﻛ َﺎﻟْ َﻘ َﻤ ِﺮ َو ْﺟ َﻬ َﻚ
, ال َّﺸ َﺠﺎ َﻋ ِﺔ , , اﻟ ُّﻨ ْﻮ ِر ِﻓﻰ
Nadzom : Pasal 1
Tentang kedaan musyabbah dan musyabbah bih
( اَﻳْ ًﻀﺎ َو َ� ْﻘ ِﻠﻴَّﺎ ِن اَ ْو ُ�ْ ِﺘ ِﻠ َﻔﺎ ْن١٥٥) ﻓَ ْﺼ ٌﻞ َو ِﺣ ِّﺴ ِﻴّﺎ ِن ِﻣﻨْ ُﻪ اﻟ َّﻄ َﺮ َﻓﺎ ْن
Pasal (tentang keadaan kedua bagian tasybih). Adapun kedua ujung/bagian tasybih adakalanya
maknanya bersifat Hissi (indrawi) kedua-duanya atau bersifat ‘aqli (secara akal) keduanya atau
keduanya berlawanan.
Penjelasan :
Tasybih ditinjau dari segi keadaan dua bagian pokok tasybih, yakni Musyabbah dan
Musyabbah Bih terbagi menjadi 3 macam, yaitu :
1. Kedua bagian berupa lafadz Hissi (indrawi), yaitu sesuatu yang dapat diindra
a) dilihat , seperti : َﺷ ْﻌ ُﺮ َك ﻛ َﺎلﻠَّﻴْ ِﻞ ِﻓﻰ ال َّﺴ َﻮا ِد
b) didengar, seperti : َﺻ ْﻮﺗُ َﻚ ﻛ َﺎﻟْ ُﺒﻠْﺒُ ِﻞ ِﻓﻰ اﻟ ْﺠَ َﻤﺎ ِل
c) dirasa, seperti : ال َّﺮ ِﺣﻴْ ُﻖ ﻛ َﺎﻟ ْﺨَ ْﻤ ِﺮ ِﻓﻰ ال َّ َّ� ِة
d) dibau, seperti : ِر ْ�ُ َﻚ ﻛ َﺎلْ ِﻤ ْﺴ ِﻚ ِﻓﻰ اﻟ ِّﻄﻴْ َﺒ ِﺔ
e) dipegang, seperti : ِﺟ ْ ُ� َك ﻛ َﺎﻟ ْﺤَ ِﺮ�ْ ِﺮ ِﻓﻰ اﻟ ُّﻨ ُﻌ ْﻮ َﻣ ِﺔ
2. Kedua :bag ِكiﻼaَn ْﻫb ِﻹeْاrﻰu ِﻓpﻊaِ ُﺴﺒlَّ aلfﺎaَ ﻛd ُﺔz َﻤ‘ ِﻨ َّﻴaْلq اli, yaitu lafadz yang maknanya hanya dapat dijumpai secara akal,
seperti
3. Kedua bagian berlainan lafadz, yaitu :
a) M َﺮ ِرu َّﻀsلy اaﻓﻰbِ b ِتaْﻮhﺎلْ َﻤbَ ﻛeِءrْﻮuُّﺴpaال lafadz hissi sedangkan Musyabbah bih berupa lafadz ‘aqli, seperti :
َﺟ ِﻠيْ ُﺲ
b) Musyabbah berupa lafadz ‘aqli sedangkan Musyabbah bih berupa lafadz hissi, seperti : اﻟْ ِﻌﻠْ ُﻢ
ﻛ َﺎﻟﻨُّ ْﻮ ِر ِﻓﻰ ا ْ ِﻹ ْﻫ ِﺘ َﺪا ِء
Catatan :
Hissi (inderawi) adalah sesuatu yang mempunyai wujud pada dirinya, sehingga dapat diperoleh
dimengerti oleh indera. Termasuk hissi adalah khayali, yaitu sesuatu yang mempunyai wujud hanya
pada bagian-bagiannya dan tidak pada dirinya.
Sedangkan ‘aqli adalah selain hissi dan khayali. Oleh karenanya ‘aqli dapat mencakup :
a. Sesuatu yang dinyatakan oleh ingatan (muhiqq al-dzihni) atau akal, seperti pendapat, budi pekerti,
ilmu, anganangan, kecerdasan dan keberanian.
b. Wahmi, yaitu sesuatu yang tidak mempunyai wujud pada dirinya atau bagian-bagiannya, baik
secara keseluruhan atau sebagian, yang didasarkan pada kenyataan. Jika terdapat wujudnya, tentu
dapat dimengerti oleh indera karena telah diketahui orang.
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
6
c. Wijdani, yaitu sesuatu yang diketahui berdasarkan kekuatan batin. Seperti, gembira, kenyang, lapar,
haus dan segar, dsb.
Nadzom : Pasal 2
Tentang wajah syabah
( َو َدا ِﺧ ًﻼ َو َﺧﺎ ِر ًﺟﺎ ﺗُﻠْ ِﻔﻴْ ِﻪ١٥٦) َوالْ َﻮ ْﺟ ُﻪ َﻣﺎ � َ ْﺸ َﺘ ِﺮ َ� ِن ِ�ﻴْ ِﻪ
Wajah Syabah ialah sesuatu yang menjadi sisi persamaan pada tasybih
Dan wajah syabah itu akan kamu jumpai ada berupa sesuatu yang masuk kedalam hakekat
muﻼsَyَﺗabٍ ّﻲb ِﺒa ْﺴhِ �َوda ٍﻞn ْﻘm�َ uْوsَاyaﺲbّ ٍ bِﺤa ِﺑh(b١i٥h٧d)aﻼnَ a َﺟdaِﻘ ٌّﻲyْﻴa ِﻘnِﺣg di luar keduanya
َو ْﺻ ٌﻒ َو َﺧﺎ ِر ٌج
Wajah syabah di luar musyabbah dan musyabbah bih terbagi dua macam, yaitu : 1. Haqiqi,
baik hissi (indrawi) atau ‘aqli, 2. Nisbi/Idhofi
Penjelasan :
Tasybih ditinjau dari segi wajah syabah-nya yang terkait dengan Musyabbah dan Musyabbah
Bih, terbagi menjadi 2, yaitu :
1. وﺟﻪ الﺸﺒﻪ داﺧﻞ ﻓﻲ ﺣﻘﻴﻘﺔ ﻃﺮ� اﻟتﺸبﻴﻪ, wajah syabah merupakan bagian dari hakikat kedua thorf
tasybih, seperti contoh : ﺛَ ْﻮ ُ� َﻚ َﻛ َﺜ ْﻮ ِ ْ� ِﻓﻰ َﻛ ْﻮ ِﻧ ِﻬ َﻤﺎ ِﻣ َﻦ اﻟْ َﻜ َّﺘﺎ ِن
2. وﺟﻪ الﺸﺒﻪ ﺟﺎرج ﻓﻲ ﺣﻘﻴﻘﺔ ﻃﺮ� اﻟتﺸبﻴﻪ, wajah syabah bukan merupakan bagian atau keluar dari
hakekat kedua thorf tasybih. Dalam hal ini wajah syabah terbagi dua, yaitu :
a) وﺻﻒ ﺣﻘﻴﻘﻲ ﺑﺤ ّﺲ أو ﺑﻌﻘﻞ, yakni berupa sifat hakiki baik hissi (indrawi) maupun ‘aqli (secara
akal). Seperti contoh hissi: َز ْ� ٌﺪ َﻛـﺄَﺣْ َﻤ َﺪ ِﻓﻰ اﻟ ُّﻄ ْﻮ ِل, contoh ‘aqli: ﺑَ ْ� ٌﺮ َﻛ ُﻌ َﻤ َﺮ ِﻓﻰ اﻟ َّﺬﻛ َﺎ ِء
b) إﺿﺎﻓﻲ/ وﺻﻒ �ﺴﺒﻲ, yakni berupa sifat yang memiliki makna yang terkait dengan kedua bagian
pokok tasybih. Seperti contoh : ُﺣ َّﺠ ُﺔ َز�ْ ٍﺪ ِﻓﻰ َﺧ ْﺼ ِﻤ ِﻪ ﻛ َﺎل َّﺸ ْﻤ ِﺲ ِﻓﻰ إِ َزا َﻟ ِﺔ اﻟ ِْﺤ َﺠﺎ ِب, lafadz ِإ َزا َﻟ ِﺔ اﻟ ِْﺤ َﺠﺎ ِب
bukanlah hakikat sifat yang dimiliki oleh hujjah Zaid maupun hakikat sifat matahari.
Nadzom : ( اَو ُﻣ َﺘ َﻌــ ِّﺪ ًدا َو ُ�ــ ٌّﻞ ُﻋــ ِﺮﻓَﺎ١٥٨) َو َوا ِﺣ ٌﺪ ﻳَ ُ�ـ ْﻮ ُن اَ ْو َم َﺆ َّﻟـ َﻔﺎ
( ِﻓﻰ ال ِّﻀ ِّﺪ لِﻠﺘَّ ْﻤ ِﻠﻴْ ِﺢ َواﻟ َّﺘ َﻬ ُّ� ِﻢ١٥٩) �ْ ِ ُِﺑ ِﺤ ٍ ّﺲ اَ ْو َ� ْﻘ ٍﻞ َو� َ ْﺸ ِبﻴ ٌﻪ ﻧ
Wajah syabah ada yang menunjukkan makna mufrod (tunggal), Murokkab (tersusun) dan
Muta’addid (terbilang) yang semuanya dapat diketahui dengan hissi atah ‘aqli
Dan wajah tasybih itu terkadang dibuat dari lafadz tadhod (perlawanan) untuk tujuan
mempercantik ucapan dan mencela.
Penjelasan :
Tasybih ditinjau dari segi makna wajah syabah-nya terbagi menjadi 3, yaitu Mufrod,
murokkab dan muta’addid
1. وﺟﻪ الﺸﺒﻪ اﻟﻤﻔﺮد, yakni berupa makna tunggal (tidak tersusun) , baik berapa hissi maupun ‘aqli. :
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
7
• Contoh yang hissi : ﺛَ ْﻮ ُب أَﺣْ َﻤ َﺪ َﻛ َﺜ ْﻮ ِب ِز�ْ ٍﺪ ِﻓﻰ الﻠَّ ْﻮ ِن
• Contoh yang ‘aqli : اﻟْ ِﻌﻠْ ُﻢ ﻛ َﺎﻟ ُّﻨ ْﻮ ِر ِﻓﻰ ا ْ ِﻹ ْﻫ ِﺘ َﺪا ِء
ّ
2. وﺟﻪ الﺸﺒﻪ اﻟﻤﺮ�ﺐ, yakni berupa makna yang tersusun, baik berapa hissi maupun ‘aqli.
• Contoh yang hissi : َﻛ ُﻌﻨْ ُﻘ ْﻮ ِد ُم َّﻼ ِﺣﻴَّ ِﺔ ِﺣ ْ َ� ﻧَ َّﻮ َرا# َو َﻗ ْﺪ َﻻ َح ِﻓﻰ ال ُّﺼﺒْ ِﺢ ال ُّﺜ َﺮ َّ�ﺎ لِ َﻤ ْﻦ َر َأى
“Dan sungguh bintang suraya telah terbit pada waktu fajar, sebagaimana kamu lihat, seperti
tangkaian anggur (putih dan panjang bijinya) ketika berbunga”
Wajah syabah pada syair di atas, adalah sifat yang terdiri dari warna putih, bertangkaian,
• Cobnutolahtydaanngk‘eacqilli-k:ec ِءiاl َﺪd ِﺘa ْﻫl ِﻹaْ اmِﻓﻰpِرaْﻮnُّﻨdﺎﻟaَ ﻛnُﻢgْﻠa ِﻌnْاﻟmata.
٥ ....... �ۚ َۢم َث ُل ٱ َّ ِ�ي َن ُ ِّ� ُلواْ ٱ َ�ّ ۡو َرٮٰ َة ُ� َّم لَ ۡم َ ۡ� ِم ُلو َها َك َم َث ِل ٱ ۡ�ِ َمارِ َ�ۡ ِم ُل أَ ۡس َفا َر
“ Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak
membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab
yang tebal...... (QS. Al-Jum’ah : 5)
Wajah syabah pada ayat itu adalah terhalang mengambil manfaat dari sesuatu yang sangat
besar manfaatnya dan hanya kepayahan yang didapat. Wajh syabah seperti itu hanya dapat
diperoleh dengan akal.
3. وﺟﻪ الﺸﺒﻪ اﻟﻤﺘﻌ ّﺪد, yakni berupa makna yang terbilang, baik berapa hissi maupun ‘aqli.:
• Contoh yang hissi : اﻟ ُّﺘ َّﻔﺎ ُح اﻟ ْﺨَﺎ ِم ُﺾ ﻛ َﺎل َّﺸ َﻔ ْﺮ َﺟ ِﻞ ِﻓﻰ ال َّﻠ ْﻮ ِن َواﻟ َّﻄ َﻌﺎ ِم
“Buah apel :mﻊaِ ﺿsُ aاmﻟ َّﺘ َﻮsاe َوp ِءeﺎrَﺤَﻴtْ iاﻟb َوuِﻢaْﻠhﻟْ ِﻌjاaﻰm ِﻓbﻴْ ِﻪu�ِ ,َأtﻞeُ nِْﻣﺜta ُﺪn�ْ gَز warna, rasa dan baunya”.
Contoh yang ‘aqli
•
“Zaid seperti ayahnya, tentang ilmu, malu dan tawadlu‟nya”.
Terkadang wajah syabah diungkapkan dalam bentuk tadhod, yaitu lafadz yang maknanya
buecralpaawna.nSaenpedretinguacanpkaena:da ِﺔa َﻋn َﺠﺎse َّﺸsلu اnﻓﻰgِ g ِﺪu َﺳh َﻷnْ ﺎyَ ﻛaُﻫ َﻮmduisuycaabpbkaahn dengan tujuan mencela dan untuk pemanis
untuk Zaid yang penakut.
َﻓ ْﺼ ٌﻞ ِﻓﻰ أَ َدا ِة اﻟتَّ ْﺸ ِبﻴْ ِﻪ َوﻏَﺎﻳَ ِﺘ ِﻪ َوأَﻗْ َﺴﺎ ِﻣ ِﻪ
Pasal 3
Tentang alat tasybih, tujuan dan pembagiannya
Nadzom : ( َو ُ ٌّ� َﻣﺎ َﺿﺎ َﻫﺎ ُه ُ� َّﻢ ا ْ َﻷ ْﺻ ُﻞ١٦٠) اَ َداﺗُ ُﻪ ﻛ َﺎ ٌف َﻛـﺄَ َّن ِﻣﺜْ ُﻞ
( ِﺑ َﻌ ْﻜ ِﺲ َﻣﺎ ِﺳ َﻮا ُه َﻓﺎ ْﻋﻠَ ْﻢ َواﻧْتَ ِﺒ ْﻪ١٦١) إِﻳْ َﻼ ُء َﻣﺎ ﻛ َﺎﻟْﻜَﺎ ِف َﻣﺎ ُﺷ ِﺒّ َﻪ ِﺑ ِﻪ
Adapun alat tasybih, ialah : ﻛﺎف, ﻛﺄ ّن, ﻣﺜﻞ, dan semua lafadz yang menyerupainya (seperti :
�ﻮ, ﻣﺜﺎل, ﺷﺒﻪ, �ﺸﺒﻪ, ) yang asal alat tasybih seperti kaf selalu menyertai musyabbah bih.
Sedangkan alat tasybih selain kaf (seperti ) ﻛﺄ ّنselalu menyertai musyabbah, maka ketahuilah dan
ingatlah !
Penjelasan :
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
8
Adat/Alat tasybîh, yaitu lafazh yang menunjukkan arti penyerupaan (tasybîh) dan hubungan antara
1m.uBsyearbbbeanhtudkenhguarnufm(usفyaﺎb ﻛb, aَّنhََﻛﺄbi)h,, yang terkadang dibuang dan terkadang tidak, yaitu:
huruf Kaf adalah huruf asal dalam tasybih
• ﻛﺎفadalah huruf yang beriringan dengan musyabbah bih, seperti اﻟْ ِﻌﻠْ ُﻢ ﻛ َﺎﻟ ّﻨُ ْﻮ ِر
• َﻛﺄَ َّنadalah huruf yang beriringan dengan musyabbah, seperti َﻛﺄَ َّن َز�ْ ًﺪا َأ َﺳ ٌﺪ
Catatan : َﻛﺄَ َّن dapat berarti taysbih, jika khabrnya berupa ism jâmid, seperti contoh di atas dan
Lafadz
berarti syakk (ragu-ragu), jika khabrnya berupa ism musytaq. Seperti : َﻛﺄَ َّن َز ْ� ًﺪا َﺟﺎلِ ٌﺲ
2. Berbetuk isim, yang beriringan dengan musyabbah bih, yaitu ِﻣﺜْﻞ, ِﺷﺒْﻪ, dan َ�ْﻮ, dsb.
٤٥ ۗٱل ِّر َ�ٰ ُح ُتَ ۡذ ُروه َه ِشي ٗما َفأَ ۡص َب َح َۡ َ� َبا ُت بِهِۦ َفٱ ۡخ َتلَ َط ٱل َّس َمآ ِء ِم َن أَن َز ۡل َ�ٰ ُه َك َمآ ٍء ٱ ُّ� ۡ� َيا ِٱ ۡ َ� َي ٰوة َّم َث َل لَ ُهم َوٱ ۡ ِ� ۡب
ٱ�� ِض
“ Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang
Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi,
kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. .. (Al Kahfi : 45)
3. Berbentuk fi’il, yaitu � ُ ْﺸ ِﺒ ُﻪ, � ُ َﺸﺎ ِﺑ ُﻪ, ُ� َﻤﺎﺛِ ُﻞ, �ِ ﻳُ َﻀﺎ, ُ�ﻨَﺎ ِﻇ ُﺮdsb. : َز�ْ ٌﺪ ُ� َﻨ ِﻈ ُﺮ َ� ْﻤ ًﺮا, َز ْ� ٌﺪ َﻣﺎﺛَ َﻞ َ� ْﻤ ًﺮا
Nadzom : Pasal 4
Tujuan Tasybih
( ِﻣ ْﻘ َﺪا ٍر اَ ْو إِ ْﻣﻜَﺎ ٍن اَ ْو إِﻳْ َﺼﺎ ِل١٦٢) َوﻏَﺎﻳَ ُﺔ اﻟتَّ ْﺸ ِبﻴ ِﻪ َﻛ ْﺸ ُﻒ اﻟ ْﺤَﺎ ِل
( َ�ﻨْ ِﻮ ْ� ِﻪ ِنا ْﺳ ِﺘ ْﻄ َﺮا ٍف اَ ْو إِ ْ� َﻬﺎ ِم١٦٣) ﺗَ ْﺰ�ِـ ْ ٍ� اَو � َ ْﺸ ِﻮ ْ� ِﻪ ِنا ْﻫ ِﺘ َﻤﺎ ِم
( ﻛ َﺎل َﻠّﻴْ ُﺚ ِﻣﺜْ ُﻞ اﻟْ َﻔﺎ ِﺳ ِﻖ الْ َﻤ ْﺼ ُﺤ ْﻮ ِب١٦٤) ُر ْﺟ َﺤﺎﻧِ ِﻪ ِﻓﻰ الْ َﻮ ْﺟ ِﻪ ﺑِﺎلْ َﻤ ْﻘﻠُ ْﻮ ِب
Di antara faedah tasybih adalah : 1. Untuk menjelaskan keadaan musyabbah atau 2.
Ukuranyya atau 3. Memungkinkan adanya atau 4. Menetapkan keadaan musyabbah bagi pendengar
atau 5. Menghias musyabbah atau 6. Menjelekkan musyabbah atau 7. Menganggap penting atau 8.
Memuji musyabbah atau 9. Menganggap aneh dan bagus atau 10. Menyangka musyabbah lebih
unggul dari musyabbah bih pada wajah syabahnya (yang menurut kenyataanya sebaliknya) seperti
contoh : ال َﻠّﻴْ ُﺚ ِﻣﺜْ ُﻞ اﻟْ َﻔﺎ ِﺳ ِﻖ الْ َﻤ ْﺼ ُﺤ ْﻮ ِب
Penjelasan :
Tujuan Tasybîh :
1. ( ) َﻛ ْﺸ ُﻒ اﻟﺤَﺎ ِل: َﻛ ْﺸ ُﻒ َﺣﺎ ِل الْ ُﻤ َﺸ َّﺒ ِﻪ, Menjelaskan keadaan musyabbah, jika musyabbahnya mubham,
dan tidak diketahui sifatnya. Seperti : َز�ْ ٌﺪ َﻛ َﺨﺎ ِﻟ ٍﺪ ِﻓﻰ اﻟ ُّﻄ ْﻮ ِل
َﻛﺄّ َّن ِﻋ َﻈﺎ َم َﻬﺎ ِﻣ ْﻦ َﺧ ْ ُ� َرا ِن# إِ َذا َﻗﺎ َﻣ ْﺖ ﻟِﺤَﺎ َﺟ ِﺘ َﻬﺎ ﺗَثَ َّﻨ ْﺖ
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
9
Ketika dia berdiri untuk kebutuhannya, dia akan membungkuk, seolah-olah tulangnya dari
bambu.
2. ( ) َﻛ ْﺸ ُﻒ الْ ِﻤ ْﻘ َﺪا ِر: َﻛ ْﺸ ُﻒ ِﻣ ْﻘ َﺪا ِر َﺣﺎ ِل الْ ُﻤ َﺸﺒَّ ِﻪMenjelaskan kadar musyabbah (kuat dan lemahnya), jika
musayyab telah diketahui sifatnya secara global, seperti:
ِ“ َز�ْ ٌﺪ َﺛ ْﻮ ُ� ُﻪ ﻛ َﺎﻟْ َﻐ َﺮا ِب ِﻓﻰ َﺳ َﻮا ِدهZaid pakaiannya seperti burung gagak, karena sama-sama hitamnya.”
” الْ َﻤﺎ ُء ﻛ َﺎﻟ ّﺜَﻠْ ِﺞ ِﻓﻰ الْ ُﺒ ُﺮ ْو َد ِةAir itu bagaikan salju, karena dinginya”
3. ( )ا ْ ِﻹ ْﻣﻜَﺎ ُن: َ�ﻴَﺎ ِن إِ ْﻣﻜَﺎ ِن ُو ُﺟ ْﻮ ِد الْ ُﻤ َﺸ َّﺒ ِﻪMenjelaskan kemungkinan wujudnya musyabbah, jika berupa
sesuatu yang langka, sehingga disangka mustahil. Kelangkaan itu akan hilang dengan menyebutkan
sesamanya, seperti syair:
ﻓَﺈِ َّن الْ ِﻤ ْﺴ َﻚ َ� ْﻌ ُﺾ َد ِم اﻟْ َﻐ َﺰا ِل# َﻓﺈِ ْن َ� ُﻔ ِﻖ ا ْ َﻷﻧَﺎ َم َواَﻧْ َﺖ ِﻣ ْﻨ ُﻬ ْﻢ
“Jika kamu melebihi semua makhluk, sedang kamu adalah bagian dari mereka, (itu tidak
mustahil), karena (kamu adalah seperti minyak misik) sesungguhnya misik adalah bagian dari
darah kijang”.
Ketika penyair mengatakan, “kamu melebihi yang lain” (keluar dari jenisnya), seakan-akan
mustahil. Kemudian penyair memberikan alasan, bahwa hal itu mungkin terjadi, yaitu
menyerupakannya dengan minyak misik yang terbuat drai darah kijang, namun tidak bernama
darah lagi, karena ia mempunyai keistimewa-an tersendiri.
4. ( )ا ْ ِﻹﻳْ َﺼﺎ ُل: ِإﻳْ َﺼﺎ ُل َﺣﺎ ِل الْ ُﻤ َﺸﺒَّ ِﻪMenetapkan sifat musyabbah pada hati lawan bicaranya, karena
terdiri dari hal-hal yang maknawi, kemudian dijelaskan dengan hal-hal yang inderawi, seperti syair:
ِﻣﺜْ ُﻞ ال ُّﺰ َﺟﺎ َﺟ ِﺔ َﻛ ْﺴ ُﺮ َﻫﺎ َﻻ ُ ْ� َﺒ ُﺮ# إِ َّن اﻟْ ُﻘ ُﻠ ْﻮ َب ِإ َذا َ� َﻨﺎ َﻓ َﺮ ُو ُّد َﻫﺎ
“Sesungguhnya bila hati telah hilang rasa cintanya seperti kaca yang yang pecahannya tidak
dapat dikembalikan”.
Wajh syabah pada syair itu, adalah sulitnya hati untuk kembali pada asalnya jika telah hilang
rasa cintanya. Hilangnya rasa cinta hati adalah adalah sesuatu yang maknawi, kemudian
dijelaskan dengan sesuatu yang inderawi, yaitu kaca.
5. (�ُ ْ �ِ )اﻟ َّﺘـ ْﺰ: ﺗَ ْﺰ ِ�ـ ْ ُ� الْ ُﻤ َﺸﺒَّ ِﻪMenghiasi musyabbah agar lawan bicara merasa senang, seperti
perkataan:
“ َو ْﺟ ُﻪ ال َّﺴ ْﻮ َدا ِء َﻛ َﻘ ْﻌ ِﺮ اﻟْ َﻌ ْ ِ� ِﻓﻰ ال َّﺴ ْﻮ َدا ِءMuka yang hitam seperti bola mata, karena hitamnya”.
إِ َذا َﻃﻠَ َﻌ ْﺖ لَ ْﻢ َ�ﺒْ ُﺪ ِﻣﻨْ ُﻬ َّﻦ َﻛ َﻮا ِﻛ ُﺐ# َﻛﺄَﻧَّ َﻚ َﺷ ْﻤ ٌﺲ َوالْ ُﻤﻠُﻮ ُك َﻛ َﻮا ِﻛ ُﺐ
"Seolah-olah Engkau adalah Matahari, Dan Para Raja adalah bintangnya, Ketika Matahari telah
muncul, maka satu bintangpun tiada terlihat”
6. ( )اﻟتَّ ْﺸ ِﻮ ْ� ُﻪ: � َ ْﺸ ِﻮ ْ� ُﻪ الْ ُﻤ َﺸﺒَّ ِﻪ, yaitu menghina musyabbah agar lawan bicara benci.
Seperti perkataan : “ الْ َﻮ ْﺟ ُﻪ الْ َﻤ ْﺠ ُﺪ ْو ِر َ� َﺴﻠْ َﺤ ٍﺔ َﺟﺎ ِﻣ َﺪ ٍة َوﻗَ ْﺪ َ� َﻘ َّﺮ ْ� َﻬﺎ اﻟ ِّﺪﻳْ َ� ُﺔmuka yang berjerawat seperti
kotoran kering yang dipatuk ayam”.
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
10
ِﻗ ْﺮ ٌد ُ� َﻘ ْﻬ ِﻘ ُﻪ اَو َﻋ ُﺠﻮ ٌز ﺗَﻠْ ِﻄ ُﻢ# َﻓﺈِ َذا أَ َﺷﺎ َر ُ�َ ِّﺪﺛًﺎ َﻓ َﻜﺄَﻧَّ ُﻪ
“Ketika Ia berisyarat sambil berbicara, maka ia seperti Kera yang tertawa terbahak-bahak atau
Nenek-nenek yang menampar pipinya.”
7. ( )ا ْ ِﻹ ْﻫ ِﺘ َﻤﺎ ُم: ا ْ ِﻹ ْﻫ ِﺘ َﻤﺎ ُم ِﺑﺎلْ ُﻤ َﺸﺒَّ ِﻪ ِﺑ ِﻪ, yaitu menganggap penting musyabbah bih, seperti perkataan orang
yang lapar ketika melihat anak yang ganteng: “ َو ْﺟ ُﻬ ُﻪ ﻛ َﺎل َّﺮ ِ�ﻴْ ِﻒ ِﻓﻲ ا ْ ِﻹ ْﺳ ِﺘ َﺪا ِر ِةmukanya seperti roti,
karena bulatnya”.
8. ( اﻟ َّﺘﻨْ ِﻮ ْ� ُﻪ ِﺑﺎلْ ُﻤ َﺸﺒَّ ِﻪ )اﻟ َّﺘﻨْ ِﻮ�ْ ُﻪ, yaitu memuji, seperti menyerupakan orang yang tidak dikenal dengan
orang yang dikenal. ٰﻫ َﺬا ال َّﺮ ُﺟ ُﻞ ِﻣﺜْ ُﻞ ِﺳيْﺒَ َﻮ�ْ ِﻪ
9. ( َﻋ ُّﺪ الْ ُﻤ َﺸ ّﺒَ ِﻪ ُم ْﺴﺘَ ْﺤ ِﺪﺛًﺎ ﺑَ ِﺪ ْ� ًﻌﺎ )اْ ِﻹ ْﺳ ِﺘ ْﻄ َﺮا ُف, yaitu menganggap musyabbah sebagai hal baru yang indah,
seperti menyerupakan arang yang masih terdapat apinya dengan lautan misik yang berombakkan
emas.
اﻟ َﻔ ْﺤ ُﻢ ِ�ﻴْ ِﻪ ﺟَﻤْ ٌﺮ ُم ْﻮﻗِ ٌﺪ ﻛَﺎﻟْ َﺒ ْﺤ ِﺮ ِﻣ َﻦ الْ ِﻤ ْﺴ ِﻚ. Maksudnya untuk memperlihatkan musyabbah pada
gambaran yang tidak pernah ada.
َأ ْﻋ َﻼ ُم ﻳَﺎﻗُ ْﻮﺗَ ِﺔ � ُ ِﺸ ْﺮ َن ﻋَﻠَﻰ ِر َﻣﺎ ٍح ِﻣ ْﻦ َز َ� ْﺮ َﺟ ِﺪ# َو َ�ﺄَ َّن ُ�ْ َﻤ َّﺮ ال َّﺸ ِﻘﻴْ ِﻖ ِإ َذا ﺗَ َﺼ َّﻮ َب اَ ْو ﺗَ َﺼ َّﻌ َﺪ
“Seolah-olah bunga merah tanaman syaqiq ketika melengkung ke bawah dan ke atas laksana
bendera yaqut yang dibentangkan di atas tombak dari batu jamrud.”
10. ( إِ ْ� َﻬﺎ ُم ُر ْﺟ َﺤﺎ ِن الْ ُﻤ َﺸ ّﺒَ ِﻪ ﻋَﻠَﻰ الْ ُﻤ َﺸﺒَّ ِﻪ ِﺑ ِﻪ ِﻓﻰ َو ْﺟ ِﻪ ال َّﺸﺒَ ِﻪ ) ِإ ْ� َﻬﺎ ُم ال ُّﺮ ْﺟ َﺤﺎ ِن, yaitu memberikan pengertian yang
salah, bahwa musyabbah lebih sempurna dari pada musyabbah bih-nya, namun tujuan ini hanya
berlaku pada tasybîh maqlub, seperti syair:
َو ْﺟ ُﻪ اﻟ ْﺨَ ِﻠﻴْ َﻔ ِﺔ ِﺣ ْ َ� َ� ْﻤ َﺘ ِﺪ ُح# َو َ� َﺪا ال َّﺼ َﺒﺎ ُح َﻛﺄَ َّن ُﻏ َّﺮﺗَ ُﻪ
“Telah terbit waktu pagi, seakan-akan kecermelangannya laksana muka khalifah ketika menerima
pujaan”.
Seolah-olah muka kholifah itu lebih terang dari cemerlangnya subuh. Pengertian yang sebenar-
nya adalah, muka khalifah ketika menerima pujaan laksana cemerlangnya waktu pagi
contoh : ال َّﻠﻴْ ُﺚ ِﻣﺜْ ُﻞ اﻟْ َﻔﺎ ِﺳ ِﻖ الْ َﻤ ْﺼ ُﺤ ْﻮ ِبasalnya : اﻟْ َﻔﺎ ِﺳ ُﻖ الْ َﻤ ْﺼ ُﺤ ْﻮ ُب ِﻣﺜْ ُﻞ ال َّﻠﻴْ ِﺚ, ()ال ّﻠَﻴْ ِﺚ ﺑﻤﻌ� ا ْ َﻷ َﺳ ِﺪ
Catatan :
Pengertian Tasybih Maqlub ( )اﻟتﺸبﻴﻪ اﻟﻤﻘﻠﻮب, ialah menjadikan musyabbah sebagai musyabbah
bseihpedretin:ga ٍﺪnْ�َﺰaَﻛng ُرg ْﺪa َﺒpْاﻟanyabnaghwasaawl aadjaahlashya ِرb ْﺪa َﺒhْﻛ َﺎﻟya ٌﺪn�ْ َزg terdapat pada musyabbah lebih kuat dan lebih jelas,
Nadzom : Pasal 5
Macam tasybih ditinjau dari kedua bagian pokoknya
( اَ ْر َ� َﻌ ٌﺔ ﺗَ ْﺮ ِﻛﻴْﺒًﺎ إِﻓْ َﺮا ًدا ُﻋ ِﻠ ْﻢ١٦٥) َو�ِﺎ ْﻋ ِﺘ َﺒﺎ ِر اﻟ َّﻄ َﺮﻓَ ْ ِ� َ�ﻨْ َﻘ ِﺴ ْﻢ
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
11
Dengan memandang kedua bagian pokoknya (musyabbah dan musyabbah bih), tasybih terbagi
menjadi empat bagian, yaitu : murokkab dan mufrod, yang semua itu dapat diketahui.
Penjelasan :
Tasybih apabila ditinjau dari segi kedua thorof/bagian pokoknya, yakni musyabbah dan musyabbah
1b.ihnﺮ ِدyَ ﻔaْ ُﻤtْلeﺑِﺎrbﺮ ِدaَ ﻔgْ ُﻤiْلm ُﻪ اeْﻴnﺸ ِبjْ aَ �di, empat macam, yaitu : mufrod kepada lafadz mufrod pula. Seperti contoh :
menyerupakan lafadz
َز ْ� ٌﺪ ﻛ َﺎ ْ َﻷ َﺳ ِﺪ
2. � َ ْﺸ ِبﻴْ ُﻪ الْ ُﻤ ْﻔ َﺮ ِد ِﺑﺎلْ ُﻤ َﺮ َّ� ِﺐ, menyerupakan lafadz mufrod kepada lafadz murokkab. Seperti contoh :
� ُ ِﺸ ْﺮ َن ﻋَﻠَﻰ ِر َﻣﺎ ٍح ِﻣ ْﻦ َز َ� ْﺮ َﺟ ِﺪ# َو َ�ﺄَ َّن ُ�ْ َﻤ َّﺮ ال َّﺸ ِﻘﻴْ ِﻖ أَ ْﻋ َﻼ ُم ﻳَﺎ ُﻗ ْﻮﺗَ ِﺔ
“Seolah-olah bunga merah tanaman syaqiq itu laksana bendera yaqut yang dibentangkan di
atas tombak dari batu jamrud.”
3. � َ ْﺸ ِبﻴْ ُﻪ ال ُﻤ َﺮ َّ� ِﺐ ﺑِﺎلْ ُﻤ َﺮ َّ� ِﺐ, menyerupakan lafadz murokkab kepada lafadz murokkab pula. Seperti :
َو اَ ْﺳﻴَﺎ َ� َﻨﺎ َﻟﻴْ ٌﻞ َ� َﻬﺎ َوى َﻛ َﻮا ِﻛ ُﺒ ُﻪ# َﻛﺄَ َّن ُﻣ َﺜﺎ َر اﻟﻨَّ ْﻘ ِﻊ َﻓ ْﻮ َق ُر ُؤ ْو ِﺳ َﻨﺎ
Kepulan debu di atas kepala kita serta pedang-pedang kita laksana malam yang berjatuhan
bintang-bintangnya
Maksudnya : menyerupakan debu yang mengepul di atas kepala kepada malam yang gelap,
serta menyerupakan pedang yang gemerlap dengan bintang-bintang yang
berjatuhan
4. � َ ْﺸ ِبﻴْ ُﻪ ال ُﻤ َﺮ َّ� ِﺐ ﺑِﺎلْ ُﻤ ْﻔ َﺮ ِد, menyerupakan lafadz murokkab kepada lafadz mufrod. Seperti :
ﺗَ َﺮ َ�ﺎ ُو ُﺟ ْﻮ َه ا ْ َﻷ ْر ِض َﻛ ْﻴ َﻒ ﺗَ َﺼ َّﻮ ُر# ﻳَﺎ َﺻﺎ ِﺣ َﺒ َّﻲ َ� َﻘ َّﺼ َﻴّﺎ َ� ْﻈ َﺮ ْ� ُ� َﻤﺎ
َز ْﻫ ُﺮ ال ُّﺮ َ�ﺎ ﻓَ َﻜﺄَ َّ� َﻤﺎ ُﻫ َﻮ ُﻣ ْﻘ ِﻤ ُﺮ# ﺗَ َﺮ َ�ﺎ َ� َﻬﺎ ًر ُم ْﺸ ِﻤ ًﺴﺎ ﻗَ ْﺪ َﺷﺎﺑَ ُﻪ
Wahai kedua sahabatku, jika kalian memusatkat pandangan kalian, niscaya kalian akan
melihat permukaan bumi bagaimana ia menampilkan gambarnya
Kalian akan melihat siang hari yang diterangi matahari yang dicampuri tanaman yang tumbuh
di tempat yang tinggi, seakan-akan malam yang diterangi bulan
Pasal 6
Tentang sifat tasybih ditinjau dari kedua bagian pokoknya
Nadzom : ( َﻣ ْﻔ ُﺮ ْو ٌق اَ ْو � َ ْﺴ ِﻮ َ� ٌﺔ ﺟَﻤْ ٌﻊ َر َأ ْوا١٦٦) َو�ِﺎ ْ� َﺘﺒَﺎ ِر َﻋ َﺪ ٍد َمﻠْ ُﻔ ْﻮ ٌف اَ ْو
Dengan memperhatikan bilangan kedua musyabbah dan musyabbah bih, tasybih itu terbagi
menjadi empat, yaitu : 1. Malfuf (berlapis) 2. Mafruq (terpisah) 3. Taswiyah (disamakan) dan 4.
Jamak. Yang mana ulama’ ilmu Bayan telah berpendapat demikian
Penjelasan :
Tasybih ditinjau dari segi jumlah lafadz yang terdapat pada musyabbah dab musyabbah bih,
terbagi menjadi empat, yaitu :
1. �ﺸبﻴﻪ مﻠﻔﻮف, yakni mula-mula menyebut beberapa musyabbah dengan sistim athaf dan sebagai-
nya, kemudian menyebutkan beberpa musyabbah bih demikian pula. Seperti menyerupakan burung
elang yang suka mematuk burung kecil :
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
12
َﻟ َﺪى َو ْ� ِﺮ َﻫﺎ اﻟْ ِﻌ َﻨﺎ ِب َواﻟ ْﺤَ َﺸ ُﻒ اﻟْ َﺒﺎ ِﺑﻰ# َﻛﺄَ َّن اﻟْ ُﻘ ُﻠ ْﻮ َب اﻟ َّﻄ ْ ِ� َر ْﻃ ًﺒﺎ َو َ�ﺎ�ِ ًﺴﺎ
Hati burung yang basah dan yang kering dalam sarangnya seperti anggur dan kurma busuk
Maksudnya : Hati burung yang basah (burung kecil yang dimangsa) diserupakan dengan
anggur yang enak dimakan sedangkan hati burung yang kering (burung elang yang
memangsa) diserupakan dengan kurma buruk yang menjijikkan
Contoh lain : َﺷ ْﻌ ٌﺮ َو َو ْﺟ ُﻬ ُﻪ و َﻗ ٌّﺪ# َﻟﻴْ ٌﻞ َو ﺑَ ْﺪ ٌر َو ُﻏ ْﺼ ٌﻦ
Malam, purnama dan dahan pohon bagaikan rambut, wajah serta tingginya
ِر�ْ ٌﻖ َو َ� ْﻐ ٌﺮ َو َﺧ ٌّﺪ# ﺧَﻤْ ٌﺮ َو ُد ٌّر َو َو ْر ٌد
Khomer, mutiara serta bunga mawar bagaikan air liur, gigi serta pipinya
Atau seperti menyerupakan A�ِ ْbَﺴu ْﻤB َّﺸaلkﻛ َﺎaﺮrٍ �ْdaَn ْﻮ ﺑUُأَﺑm َوa ُﺮr َﻤs�ُ epe,rti ِﻦm�ْ َﺮa َﻤtﻘaَ ْﻟhَﺎaﻛr ٍﺮi�ْ daَﺑn ْﻮbُأَﺑuَوlaُﺮn َﻤd�ُ engan ungkapan :
اﻟْ ُﻌ َﻤ َﺮا ِن ﻛﺎل َّﺸ ْﻤ ِﺲ َواﻟْ َﻘ َﻤ ِﺮ,
2. �ﺸبﻴﻪ ﻣﻔﺮوق, yakni mula-mula menyebut musyabbah dan musyabbah bih, kemudian menyebut-
kan musyabbah dan musya ُﻢbََ�ﻨbaﻒhِّ b�ُ i َﻷhْ اlفagُ اiﺮ,َ ﻃdْ َاe َوm�ٌ iْ k ِﻧia#n ﺎsَﻧe َدte ْﻮ ُهrﺟuُ ﻮsُ ْnالy َوaﻚ.ٌ Sْﺴep ِمeُﺮrt ْﺸiَّنcاﻟontoh :
Harum bau (wanita-wanita itu) laksana minyak kasturi , wajah-wajahnya laksana uang-uang dinar
(pada kuning dan kecerahannya) dan jari tangannya laksana dahan pohon anam yang lunak
berwarna merah (dalam kelembutannya)
3. �ﺸبﻴﻪ �ﺴﻮ ّ�ﺔ, yakni menyebut beberapa musybbah sedangkan musyabbah bih nya hanya satu.
Seperti contoh : ِﻛ َﻠﺎ ُﻫ َﻤﺎ ﻛ َﺎل َّﻠ َﻴﺎ ِﻟﻰ# َﺻ ْﺪ ُغ اﻟ ْﺤَ ِﺒﻴْ ِﺐ َو َﺣﺎ ِﻟﻲ
Rambut di pelipis kekasihku dan keadaanku, keduanya bagaikan gelapnya malam
4. �ﺸبﻴﻪ ﺟﻤﻊ, yakni kebalikan dari tasybih taswiyah, yaitu menyebut beberapa musyabbah bih namun
musyabbah-nya hanya satu. Sحeِ p َﻗﺎeَأrوtْ iَا contoh : َ� ْﻦ لُ ْﺆلُ ِﺆ ﻳَبْ ِﺴ ُﻢ َﻛﺄَ َّ� َﻤﺎ
ُﻣ َﻨ َّﻀ ٍﺪ اَ ْو ﺑَ ْﺮ ٍد #
Bila ia tersenyum, gigi depannya laksana mutiara yang tersusun rapih atau embun atau tanaman
uqhuwan (tumbuhan berdaun putih)
Pasal 7
Nadzom : Tentang pembagian tasybih ditinjau dari wajah syabahnya
( ِﻣ ْﻦ ُﻣ َﺘ َﻌ ِّﺪ ٍد ﺗَ َﺮا ُه أُ ِﺧ َﺬا١٦٧) َو ِ�ﺎ ْﻋ ِﺘﺒَﺎ ِر الْ َﻮ ْﺟ ِﻪ َ� ْﻤ ِﺜﻴْ ٌﻞ ِإ َذا
( َﺧ ِﻔ ّﻲ اَ ْو َﺟ ِ ٌّ� اَ ْو ُﻣ َﻔ َّﺼ ُﻞ١٦٨) َو�ِﺎ ْﻋ ِﺘ َﺒﺎ ِر الْ َﻮ ْﺟ ِﻪ اَﻳْ ًﻀﺎ ُ�ْ َﻤ ُﻞ
Tasybih bila ditinjau dari wajah syabahnya ada yang disebut tasybih Tamtsil, apabila terdiri
dari wajah syabah yang muta’addid (lebih dari satu), jika tidak maka disebut dengan tasybih
Ghoiru Tamtsil
Dan ada pula yang disebut dengan tasybih Mujmal, Khofi, Jali dan Mufasshol.
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
13
Penjelasan :
Pembagian tasybih ditinjau dari bentuk wajah syabahnya terbagi menjadi :
1. Tamtsil dan Ghoiru Tamtsil
2. Mujmal dan Mufasshol
3. Mujmal Jali dan Mujmal Khofi
4. Qorib dan Ghorib
1) ( )�ﺸبﻴﻪ اﻟﺘﻤﺜﻴﻞTasybih Tamtsil, ialah إذا ﻛﺎن وﺟﻪ الﺸﺒﻪ ﻓﻴﻪ ﺻﻮرة ﻣﻨﺘﺰﻋﺔ ﻣﻦ ﻣﺘﻌﺪد
Tasybih yang wajah syabahnya berupa gambaran yang diambil dari keadaan beberapa hal,
disebut juga tasybih murakkab atau : �ﺸبﻴﻪ ﺻﻮرة ﺑﺼﻮرة
, ِإ ِّ� أَ َرا َك ُ� َﻘ ِّﺪ ُم ِر ْﺟ ًﻼ َوﺗُ َﺆ ِّﺧ ُﺮ اُ ْﺧ َﺮى
Sungguh aku melihatmu seperti engkau memajukan sebuah kaki sambil memundurkan yang
.ُأ ْﺧ َﺮى َم َّﺮ ًة ﻳَ َﺆ ِّﺧ ُﺮ َﻫﺎ ﻳَ ْﺮ ِﺟ ُﻊ ُ� َّﻢ َم َّﺮ ًة sebelah lagi اﻟْ ِﻔ ْﻌ ِﻞ ِﻓﻲ ﺗَ َﺮ ُّد ِد َك ِﻓ ْﻲ َأﻧْ َﺖ ﻓﺎﻷﺻﻞ
َﻛ َﻤ ْﻦ ُ� َﻘ ِّﺪ ُم ِر ْﺟ ًﻼ
Asalnya adalah : kamu dalam hal keraguanmu dalam pekerjaan, seperti orang yang sesekali
memajukan kaki kemudian memundurkannya kembali pada kesempatan yang lain
Seperti syair Abu Firas Al-Hamdani :
ـ َّﺰ ْﻫ ِﺮ ﻓﻲ ال َّﺸ َّﻄ ْ ِ� ﻓَ ْﺼ َﻼ# واﻟﻤﺎ ُء َ� ْﻔ ِﺼ ُﻞ َﺑ ْ َ� َر ْو ِض اﻟـ
اَﻳْ ِﺪى اﻟ ُﻘﻴُ ْﻮ ِن َﻋ َﻠﻴْ ِﻪ ﻧَ ْﺼ َﻼ# َﻛ ِب َﺴﺎ ِط َو ْﺷ ٍﻲ َﺟ َّﺮ َد ْت
Sungai yang memisahkan taman bunga itu pada kedua pinggirnya, bagaikan baju sulaman yang
dihamparkan, sedang di atasnya tergeletak sebilah pedang yang telah terhunus dari sarungnya.
Dalam contoh di atas Abu Firas menyerupakan keadaan air sungai, yakni air yang membelah
taman menjadi dua bagian di kedua pinggirnya, yang dihiasi oleh bunga-bunga indah
berwarna-warni yang tersebar di antara tumbuh-tumbuhan hijau segar, kepada pedang berkilau
yang dihunus oleh para pembuat senjata, lalu diletakkan di atas kain sutera yang bersulaman
aneka warna.
Di atas dikatakan tasybih tamtsil karena wajah syabahnya berupa gambaran yang dirangkai
dari keadaan beberapa hal, yaitu gambaran yang terdapat pada kedua pihak tasybih adalah adanya
warna putih yang memanjang, yang di kanan kirinya terdapat hamparan hijau yang diwarnai
dengan aneka ragam bunga-bungaan.
2) ( )�ﺸبﻴﻪ ﻏ� اﻟﺘﻤﺜﻴﻞTasybih Ghoiru Tamtsil, ialah apabila wajah syabahnya bukan berupa
gambaran yang dirangkai dari kead ِﺮa َﻤaْﺣn ْ َﻷbﺖ اeِ b�ْeِﺮr ْﺒa ِﻜpْﻟaﻛ َﺎhنaِ lﺎ, َﻣd َّﺰiالseَﺬاbٰﻫutﻓﻰjِ u ُﻢgِلa َﻌﺎtْﻟa اsybih mufrad. Contoh :
Orang alim di zaman ini bagaikan belerang merah (pada jarangnya)
3) ( )�ﺸبﻴﻪ اﻟﻤﺠﻤﻞTasybih Mujmal, ialah tasybih yang wajah syabahnya dibuang (tidak disebutkan)
Tasybih Mujmal terbagi dua, yaitu : Mujmal Jali dan Mujmal Khofi
a. (� )�ﻤﻞ ﺟMujmal Jali, ialah tasybih Mujmal yang sudah jelas dan mudah difamami, seperti
c ِﺪo َﺳn َﻷtْ oﻛ َﺎhٌﺪ:�ْ ِز, semua orang mengerti bahwa wajah syabah antara Zaid dan Harimau adalah sifat
keberaniannya ()ﻓﻲ الﺸﺠﺎﻋﺔ
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
14
b. ( )�ﻤﻞ ﺧﻔﻲMujmal Khofi, ialah tasybih Mujmal yang samar/tidak jelas, sehingga hanya dapat
difahami oleh orang-orang tertentu yang cerdas dalam bernalar. Seperti contoh : ucapan
smeaonraankgahwdainaitnatabrearnaanmaka-aFnaatkhnimyaahyabningtipaalliKnghuurtsaymuab:alَﻫﺎAﻓَﺎn َﺮm َﻃaﻦrَ i�ْyَاaىh َرk ْﺪeُﻳtﻻikَ aَﻏ ِﺔdَّﺮit َﻔa ُﻤnْالyﺔaِ َﻘtْﻠeَ ْﺤnﺎﻟtَ ﻛan ْﻢgُﻫ
(mereka itu seperti kalung yang direndam yang tidak dapat diketahui mana kedua ujungnya)
Maka yang dimaksud oleh wanita tersebut adalah karena anak-anaknya memiliki nasab
yang sama sulit baginya untuk menentukan mana yang lebih utama, bagaikan kalung yang
direndam dalam air maka sulit baginya untuk menentukan mana kedua ujungnya.
4) ( )�ﺸبﻴﻪ اﻟﻤﻔ ّﺼﻞTasybih Mufasshol, ialah tasybih yang wajah syabahnya disebutkan, seperti
contoh :
( اﻟ َّﻨ ْﺤ ُﻮ ﻛ َﺎلْ ِﻤﻠْ ِﺢ ِﻓﻰ اﻟ َّﻄ َﻌﺎ ِمNahwu itu seperti garam rasanya) sebab keduanya banyak faidahnya
Nadzom : ( َو ُﻫ َﻮ َﺟ ِ ُّ� الْ َﻮ ْﺟ ِﻪ َﻋ ْﻜ ُﺴ ُﻪ اﻟْ َﻐ ِﺮ�ْ ْﺐ١٦٩) َو ِﻣﻨْ ُﻪ ِﺑﺎ ْﻋ ِﺘ َﺒﺎ ِر ِه اَﻳْ ًﻀﺎ َﻗ ِﺮ ْ� ْﺐ
( ِﻓﻰ اﻟ ِّﺬ ْﻫ ِﻦ ﻛ َﺎل َّﺘ ْﺮ ِﻛﻴْ ِﺐ ِﻓﻰ َﻛ ُﻨ ْﻬ َﻴ ِﺔ١٧٠) ِﻟ َﻜ ْﺜ َﺮ ِة اﻟ َّﺘ ْﻔ ِﺼﻴْ ِﻞ اَ ْو ِﻟﻨُ ْﺪ َر ِة
Tasybih bila ditinjau dari wajah syabahnya juga terbagi menjadi dua, yaitu tasybih Qorib yaitu
yang jelas (dan mudah dimengerti) wajah syabahnya dan sebaliknya yaitu tasybih Ghorib yang
sukar dimengerti wajah syabahnya sebab ; 1. Benyak tafsilnya atau 2. Jarang ditemukan dalam hati
seperti yang berupa murokkab aqli.
Penjelasan :
Tasybih apabila ditinjau dari segi mudah tidaknya memahami wajah syabahnya terbagi menjadi
dua, yaitu Tasybih Qorib dan Tasybih Ghorib.
1. ( )اﻟتﺸبﻴﻪ اﻟﻘﺮ�ﺐtasybih Qorib, ialah tasybih yang wajah syabahnya telah jelas dan mudah
dimengerti tanpa membutuhkan angan-angan, seperti : َﺧ ُّﺪ ِك ﻛﺎلْ َﻮ ْر ِد, َز ْ� ٌﺪ ﻛ َﺎ ْ َﻷ َﺳ ِﺪ
2. ( )اﻟتﺸبﻴﻪ اﻟﻐﺮ�ﺐtasybih Ghorib, ialah tasybih yang wajah syabahnya sulit dimengerti , butuh
angan-angan dan pemikiran untuk memahaminya. Hal ini disebabkan oleh :
a. Banyak tafsilannya, seperti cّﻞoَﺷn َﻷtْoاhﻒ:ِّ َﻛ ﻛ َﺎلْ ِﻤ ْﺮآ ِة َوال َّﺸ ْﻤ ُﺲ
... ِﻓﻲ
Dan matahari itu bagaikan cermin yang ada pada telapak tangan orang yang lumpuh
• Wajah syabahnya adalah bentuk bulat, berkilau dan tak bisa dipandang mata. Demikian
juga cermin yang dipegang oleh tangan orang yang lumpuh, tidak bisa dipandang mata
karena selalu bergerak tidak bisa diam.
b. Musyabbah bihnya jarang dijumpai ketika dihadirkan pada musyabbah. Hal ini dikarenakan :
- Musyabbah bih bersifat wahmi (sesuatu yang berbentuk hayalan yang tiada terbukti),
seperti menلyِ eَﻮاrﻏuْ p َأaِبkﺎaَﻴn�ْ َﺄs َﻛeقsٌ u ْرa ُزtuﻧَ ٌﺔdﻨ ْﻮeُ ﺴnْ g َمa َوn#ta ْﻲrِﻌin ِﺟgﻀﺎhَ a َمn ْﻲtﻓuِ َ� ْﻘ ُﺘﻠُ ِ ْ� َوالْ َﻤ ْﺸ َﺮ
“Apakah ia akan membunuhku sementara pedang selalu berada di peraduanku dan mata
tombak berwarna biru (saking tajamnya) bagaikan taring-taring hantu.”
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
15
- Susunannya bersifat khoyali, seperti contoh syair ُم:َأ ْﻋ َﻼ ال َّﺸ ِﻘﻴْ ِﻖ ُ�ْ َﻤ َّﺮ َو َ�ﺄَ َّن
� ُ ِﺸ ْﺮ َن ﻋَﻠَﻰ ِر َﻣﺎ ٍح ِﻣ ْﻦ َز َ� ْﺮ َﺟ ِﺪ# ﻳَﺎ ُﻗ ْﻮﺗَ ِﺔ
“Seolah-olah bunga merah tanaman syaqiq ketika melengkung ke bawah dan ke atas
laksana bendera yaqut yang dibentangkan di atas tombak dari batu jamrud.”
- Susunanya bersifat aqli, ..s..e...p�ۚeۢ َرrاt َفi ۡسfَiأrلmُ ِمa�ۡ nَ Allah Swt. َ�ۡ ِملُو َها لَ ۡم ُ� َّم ٱ َّ� ۡو َرٮٰ َة ْ ُ ِّ�لُوا ٱ َّ ِ�ي َن َم َث ُل
٥ ِٱ ۡ�ِ َمار َك َم َث ِل
Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka
tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-
kitab yang tebal (QS. Al-Jum’ah : 5)
.
Pasal 8
Tentang pembagian tasybih ditinjau dari alat tasybinya
( ِﺑﺠَ ْﺬﻓِ َﻬﺎ َو ُم ْﺮ َﺳ ٌﻞ إِ ْذ ﺗُ ْﻮ َﺟ ُﺪ١٧١) َو�ِﺎ ْﻋ ِﺘ َﺒﺎ ِر آ َﻟ ٍﺔ ُم َﺆ َّ� ُﺪ
Tasybih bila dipandang dari segi alatnya terbagi dua, yaitu : 1. Tasybih Muakkad, jika alat
tasybihnya dibuang, dan 2. Tasybih Mursal, jika alat tasybihnya disebutkan
Penjelasan :
1. Tasybih bila ditinjau dari alat tasybihnya terbagi menjadi dua, yaitu : َز�ْ ٌﺪ أَ َﺳ ٌﺪ
( )اﻟتﺸبﻴﻪ اﻟﻤﺆ ّ�ﺪTasybih Muakkad, ialah tasybih yang alat tasybihnya dibuang, seperti :
2. ( )اﻟتﺸبﻴﻪ اﻟﻤﺮﺳﻞTasybih Mursal, ialah tasybih yang alat tasybihnya disebutkan, seperti : َز�ْ ٌﺪ ﻛ َﺎ ْ َﻻ َﺳ ِﺪ
Nadzom : ( َو َﻋ ْﻜ ُﺴ ُﻪ الْ َﻤ ْﺮ ُد ْو ُد ُذو اﻟﺘَّ َﻌ ُّﺴ ِﻒ١٧٢) َو ِﻣﻨْ ُﻪ َﻣ ْﻘ ُﺒ ْﻮ ٌل ِﺑ َﻐﺎﻳَ ٍﺔ ﻳَ ِﻔ ْﻲ
( َو ْﺟ ٌﻪ َو آﻟَ ٌﺔ ﻳَ ِﻠﻴْ ِﻪ َﻣﺎ ُﻋ ِﺮ ْف١٧٣) َواَﺑْ َﻠ ُﻎ اﻟتَّ ْﺸ ِبﻴْ ِﻪ َﻣﺎ ِﻣﻨْ ُﻪ ُﺣ ِﺬ ْف
Sebagian tasybih ada yang disebut dengan tasybih Maqbul, apabila sesuai dengan tujuan tasybih,
sebaliknya jika tidah sesuai dengan tujuan tasybih disebut dengan Tasybih Mardud
Adapun tasybih yang paling kuat balaghahnya yaitu tasybih yang dibuang wajah syabah dan
alatnya atau salah satunya karena sudah diketahui
Penjelasan :
1. ( )اﻟتﺸبﻴﻪ اﻟﻤﻘﺒﻮلTasybih Maqbul ialah tasybih yang telah memenuhi tujuan tasybih, yakni jika
keadaan musyabbah bih lebih dikenal dari musyabbah tentang wajah syabahnya. Seperti
menyerupakan seuatu dengan minyak misik dalam hal keharumannya, maka hal ini dapat diterima
karena keharuman minyak misik lebih masyhur.
2. ( )اﻟتﺸبﻴﻪ اﻟﻤﺮدودTasybih Mardud ialah tasybih yang tidak memenuhi tujuan tasybih, adakalanya
tkiednaykataadaann,ysaepkeerstier:u�ِ pْ َﺨaْ ﻟaاnﻓﻰaِﺪnﺳtَ a َﻻrْ ﺎaَ ﻛ kedua thorf sebab wajah syabahnya tidak jelas dan jauh dari
َز ْ� ٌﺪ
3. Tasybih ditinjau dari segi kuat dan lemah balaghahnya tebagi menjadi tiga tingkatan, :yaiٌﺪtuأَ َﺳ:َز ْ� ٌﺪ
- ( )اﻟﻤﺮﺗﺒﺔ اﻷﻋﻠﻰLebih tinggi ; membuang alat tasybih dan wajah tasybih, seperti
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
16
) Sedang ; membuang wajah tasybih atau membuang alat tasybih,اﻟﻤﺮﺗﺒﺔ اﻟﻤﺘﻮ ّﺳﻄﺔ( -
َز�ْ ٌﺪ َأ َﺳ ٌﺪ ِﻓﻰ ال َّﺸ َﺠﺎ َﻋ ِﺔ َ /ز ْ� ٌﺪ ﻛ َﺎ ْ َﻻ َﺳ ِﺪ seperti :
َز�ْ ٌﺪ ﻛ َﺎ ْ َﻻ َﺳ ِﺪ ِﻓﻰ ) Lebih rendah; menyebut alat tasybih dan wajah tasybih, seperti :اﻟﻤﺮﺗﺒﺔ اﻷد�( -
ال َّﺸ َﺠﺎ َﻋ ِﺔ
IKHTISAR
Pembagian Tasybih
)أ( اﻟتﺸبﻴﻪ ﺑﺎﻋﺘﺒﺎر ﻃﺮﻓﻴﻪ )اﻟﻤﺸﺒّﺔ و اﻟﻤﺸ ّﺒﻪ ﺑﻪ(
اﻟ ْﺤُ ْﻤ َﺮ ِة -١ﻟﻔﻈﻬﻤﺎ ﺣ ّﺴﻴﺎن او ﻋﻘﻠﻴﺎن او �ﺘﻠﻔﺎن
ِاﻓ َﻟْﻰﻃ ِِﺒﻌاﻴْﻠْْ ُِﻹﻢُ ْﺐﻫﻛَِﺘاﺎلَﻟﺪ ُّﻨاُّﺴِْﻮء ْﻮِرِء ِﻓﻛ َﻰﺎلْا َْﻤ ِﻹْﻮ ْﻫ ِ ِﺘت َﺪِﻓاﻰِءا ْ ِﻹ ْﻫ َﻼ ِك ﻛﻛََﺎﺎلْﻟ َْﻮﺤَ ََﻴر ِﺎد ِِﻓتﻰ
َﺧ ُّﺪ ِك : �ﻮ , ﺣ ّﺴﻴﺎن اﻟﻄﺮﻓﺎن )(١
اﻟْ ِﻌﻠْ ُﻢ : �ﻮ , ﻋﻘﻠﻴﺎن اﻟﻄﺮﻓﺎن )(٢
)(٣
اﻟﻤﺸﺒّﻪ ﺣ ّﺴ ّﻲ واﻟﻤﺸﺒﻪ ﺑﻪ ﻋﻘﻠﻴﺎن � ,ﻮ : )(٤
اﻟﻤﺸﺒّﻪ ﻋﻘﻠﻴﺎن واﻟﻤﺸﺒﻪ ﺑﻪ ﺣ ّﺴ ّﻲ � ,ﻮ :
-٢ﻟﻔﻈﻬﻤﺎ ﻣﻔﺮدان او مﺮ َ�ﺒﺎن او �ﺘﻠﻔﺎن
����ﺸﺸﺸﺸببببﻴﻴﻴﻴﻪﻪﻪﻪااااﻟﻟﻟﻟﻤﻤﻤﻤﻔﺮﺮﻔ ّّ�ﺮ�ﺮددﺑﺐﺐﺑﺎﺎﻟﺑﻟﺑﻤﻤﺎﺎﻟﻟﻔﻤﺮﻤ ّﺮ�ﺮﻔدّ�ﺮ,دﺐ ,,ﺐ�,ﻮ��:ﻮﻮ� َ:ﻮ:زﺗَ�ْ:ﻳََﺮٌَﺎﻛﺪَ� َﺄَوﺎ َﻛَ�ََّنَﺎ�ﺻﺄَ ْﺎَﻬَُّﻣنَﻷﺎ َِﺜﺣًَرﺳﺎَُﺒ َِ�رَُّْﺪمﻲ َﻤا َْ�ﻟَّﺸﺮﻨََّﻘِﻤاْﻘل ًَِّﻊﺼﺴَّﺸﻴَّﺎ َﻓﺎِﻘ َْﻗﻮﻴَْ� َِْﺪْقﻖﻈ ََأَُﺮرﺷ ْ�ﺎُْؤﻋﺑَ َْوُﻪ ُِﻼﺳ� َُﻨمَﻤﺎ#ﺎﻳَﺎﻗُ َز#ْ#ﻮ ْﻫﺗَ َُِﺮﺗوﺔَاََاﺮلَْ�ﺳ ُّﺎﺮ#ﻴَ َ�ﺎ ُﺎو�َ�ُ َُﻨِﻓَﺟﺸﺎ ْﻮَْﺮَهﻜَﻟﺄَﻴَْانَّ�ٌْﻞَﻤَﻷﻋَﺎَ�ْﻠرَ َﻬﻰُِﻫﺎ َﻮَِرضو َﻣُﻣ َىﺎﻛ ْﻘﻴٍْ َِحﻤَﻛ َُﺮﻮِﻣاﻒ ْﺗَِﻛﻦﺒُ َ َُزﻪﺼ َ� َّﻮ ْﺮُر َﺟ ِﺪ
)(١
)(٢
)(٣
)(٤
-٣ﻋﺪد اﻟﻤﺸﺒﻪ و اﻟﻤﺸﺒﻪ ﺑﻪ
)َ (١مﻠْ ُﻔ ْﻮ ٌف � ,ﻮ َ :ﻟﻴْ ٌﻞ َو ﺑَ ْﺪ ٌر َو ُﻏ ْﺼ ٌﻦ َ #ﺷ ْﻌ ٌﺮ َو َو ْﺟ ُﻬ ُﻪ و َﻗ ٌّﺪ
)َ (٢ﻣ ْﻔ ُﺮ ْو ٌق � ,ﻮ :اﻟنَّ ْﺸ ُﺮ ِم ْﺴ ٌﻚ َو الْ ُﻮ ُﺟ ْﻮ ُه َدﻧَﺎ #ﻧِ ْ ٌ� َواَ ْﻃ َﺮا ُف ا ْ َﻷ ُ� ِّﻒ َ�ﻨَ ُﻢ
ﻛﺑََﺎ ْﺮل ٍدَّﻠﻴَاَﺎ ِْوﻟﻰَأ َﻗﺎ ِح َو َﺣﺎ ِﻟﻲ #ﻛِ َﻠﺎ ُﻫ َﻤﺎ َ :ﻛ َﺄ ََّ�ﺻ َﻤ ْﺪﺎ ﻳَ ُغبْا ِﻟﺴ ْﺤَُﻢ ِﺒﻴْ َ� ِ ْﺐﻦ � َ ْﺴ ِﻮ َ� ٌﺔ
لُ ْﺆلُ ِﺆ ُ #ﻣ َﻨ َّﻀ ٍﺪ اَ ْو � ,ﻮ ﺟَﻤْ ٌﻊ , )(٣
�ﻮ : )(٤
)ب( اﻟتﺸبﻴﻪ ﺑﺎﻋﺘﺒﺎر وﺟﻪ الﺸﺒﻪ
ّ
ﺑﻪ واﻟﻤﺸ ّﺒﻪ ﺑﺎﻟﻤﺸﺒﻪ اﻟﻤﺘﻌﻠﻖ الﺸﺒﻪ وﺟﻪ -١
) (١وﺟﻪ الﺸﺒﻪ داﺧﻞ ﻓﻲ ﺣﻘﻴﻘﺔ ﻃﺮ� اﻟتﺸبﻴﻪ � ,ﻮ :ﺛَ ْﻮ ُ� َﻚ َﻛﺜَ ْﻮ ِ ْ� ِﻓﻰ َﻛ ْﻮ ِﻧ ِﻬ َﻤﺎ ِﻣ َﻦ اﻟْ َﻜﺘَّﺎ ِن
) (٢وﺟﻪ الﺸﺒﻪ ﺧﺎرج ﻓﻲ ﺣﻘﻴﻘﺔ ﻃﺮ� اﻟتﺸبﻴﻪ
• وﺻﻒ ﺣﻘﻴﻘﻲ ﺑﺤ ّﺲ أو ﺑﻌﻘﻞ
-اﻟﺤ ّﺴﻲ � ,ﻮ َ :ز ْ� ٌﺪ َﻛـﺄَﺣْ َﻤ َﺪ ِﻓﻰ اﻟ ُّﻄ ْﻮ ِل
َﻛ ُﻌ َﻤ َﺮ ِﻓﻰ اﻟ َّﺬﻛ َﺎ ِء :ﺑَ ْ� ٌﺮ
اﻟ ِْﺤ َﺠﺎ ِب ِإ َزاﻟَ ِﺔ ِﻓﻰ ﻛ َﺎل َّﺸ ْﻤ ِﺲ �ﻮ ُ :ﺣ َّﺠ ُﺔ َز ْ� ٍﺪ إﺿﺎﻓﻲ , -اﻟﻌﻘ� � ,ﻮ •
وﺻﻒ �ﺴﺒﻲ /
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
17
-٢وﺟﻪ الﺸﺒﻪ ﻣﻦ ﺣﻴﺚ الﻮاﺣﺪ و اﻟﻤﺆ ّﻟﻒ واﻟﻤﺘﻌ ّﺪد
اااﻟﻟﻟﻤﻤﻤﻔﻔﺮﺮﺮ�دد ااﺐﻟﻟاﺤﻌﻟ ّﻘﺤﺴ ّّّ�ﺴﻲّ,,ﻲ ��,ﻮﻮ�::ﻮا َﺛﻟْْ :ﻮِﻌ َوُﻠْﻗَب ُﻢ َْأﺪﻛَﺣَْﺎ َﻤﻟﻻﻨَُّﺪَ ْﻮح ِرَِﻛﻓ َﺜِﻰﻓ ْﻮﻰال ِا ْبُّ ِﺼﻹ ِزﺒْْﻫْ�ِ ِﺘﺢٍﺪَﺪالاِﻓ ُِّﺜءﻰ َﺮاَّ�لﺎﻠَّلِ ْﻮ َﻤ ِنْﻦ َر َأى َ #ﻛ ُﻌﻨْ ُﻘ ْﻮ ِد
َﻧ َّﻮ َرا ُم َّﻼ ِﺣﻴَّ ِﺔ ِﺣ ْ َ� َ ۡ� ِم ُلو َها َك َم َث ِل ْ ٱ�َّ ۡو َرٮٰ َة ُ� َّم لَ ۡم َ :م َث ُل ٱ َّ ِ�ي َن ُ ِّ�لُوا )(١
أَ ۡس َفا َرۢ ۚ� ٱ ۡ�ِ َمارِ َ�ۡ ِم ُل ال َّﻠ ْﻮ ِن َواﻟ َّﻄ َﻌﺎ ِم اﻛ َﻟْﺎلِﻌﻠَّْﺸِﻢَﻔ َْﺮوا َﺟﻟ ِْﺤَﻞﻴَﺎِﻓ ِءﻰ اَزﻟْ� ُّﺘ ُ َّﺪﻔﺎ ِﻣ ُﺜْح ُاﻞﻟ َأْﺨَ�ِﺎﻴِْم ِﻪ ُ ِﻓﺾﻰ اﻟﻌﻘ ّ� � ,ﻮ اﻟﻤﺮ�ﺐ )(٢
اﻟﺤ ّﺴ ّﻲ � ,ﻮ اﻟﻤﺘﻌ ّﺪد )(٣
َواﻟ َّﺘ َﻮا ُﺿ ِﻊ : اﻟﻤﺘﻌ ّﺪد )(٤
: اﻟﻌﻘ ّ� � ,ﻮ )(٥
)(٦
أَ ۡس َفا َرۢ ۚ� ٱ ۡ�ِ َمارِ -٣وﺟﻪ الﺸﺒﻪ ﻓﻴﻪ ﺻﻮرة ﻣﻨﺘﺰﻋﺔ ﻣﻦ ﻣﺘﻌ ّﺪد أو ﻻ
اﻟﺘﻤﺜﻴﻞ � ,ﻮ َ : :م َث ُل ٱ َّ ِ�ي َن ُ ِّ� ُلواْ
َ�ۡ ِم ُل اٱل ََّّ�ﺰ َۡوﻣﺎَرٮِٰنَةﻛ َُ�ﺎﻟَّْم ِلَﻜ ْۡﺒم ِﺮ ْ�َ�ۡ ِ ِمﺖ ُلاوْ َهَﻷاﺣْ َﻤ َك ِﺮ َم َث ِل ﻏ� اﻟﺘﻤﺜﻴﻞ � ,ﻮ :اﻟْ َﻌﺎلِ ُﻢ ِﻓﻰ ٰﻫ َﺬا �ﺸبﻴﻪ )(١
�ﺸبﻴﻪ )(٢
-٤وﺟﻪ الﺸﺒﻪ اﻟﻤﺬﻛﻮر أو ﻏ� اﻟﻤﺬﻛﻮر
)� (١ﺸبﻴﻪ اﻟﻤﺠ َﻤﻞ :
� -ﻤﻞ ﺟ� � ,ﻮ َ :ز ْ� ٌﺪ ﻛ َﺎ ْ َﻷ َﺳ ِﺪ
اَ ْ� َﻦ َ الْ ُﻤ َﻔ َّﺮ َﻏ ِﺔ ﻛ َﺎﻟ ْﺤَﻠْ َﻘ ِﺔ
َﻃ َﺮﻓَﺎ َﻫﺎ ﻳُ ْﺪ َرى ﻻ ُﻫ ْﻢ : �ﻮ , ﺧﻔﻲ �ﻤﻞ -
)� (٢ﺸبﻴﻪ اﻟﻤﻔ َّﺼﻞ � ,ﻮ َ :ز�ْ ٌﺪ ﻛ َﺎ ْ َﻷ َﺳ ِﺪ ِﻓﻰ ال َّﺸ َﺠﺎ َﻋ ِﺔ
ﻛ َﺎلْ َﻮ ْر ِد ِﻓﻰ اﻟ ْﺤُ ْﻤ َﺮ ِة -٥وﺟﻪ الﺸﺒﻪ ﻇﺎﻫﺮ أو ﺧﻔﻲ
ﻛ َﺎلْ ِﻤ ْﺮآ ِة ِﻓﻰ َﻛ ِّﻒ
ا ْ َﻷ َﺷ ِّﻞ ﻗﺮ�ﺐ � ,ﻮ َ :ﺧ ُّﺪ َﻓﺎ ِﻃ َﻤ َﺔ �ﺸبﻴﻪ )(١
ﻏﺮ�ﺐ � ,ﻮ َ :و ال َّﺸ ْﻤ ُﺲ �ﺸبﻴﻪ )(٢
الَﺧ َُّّﺸﺪ ْﻤﻓَﺎ ُ ِﻃﺲ َﻤﻛ ََﺔﺎلْﻛ َِﻤﺎلْْﺮ َﻮآ ِةْر ِدِﻓ ِﻰﻓﻰ َﻛا ِّﻟ ْﺤُﻒ ْﻤا َﺮْ ِةَﻷ َﺷ ِّﻞ )ت( اﻟتﺸبﻴﻪ ﺑﺎﻋﺘﺒﺎر آﻟﺔ اﻟتﺸبﻴﻪ
مﺆ ّ�ﺪ )ﺣﺬف آﻟﺔ اﻟتﺸبﻴﻪ(
� ,ﻮ : مﺮﺳﻞ )ذﻛﺮ آﻟﺔ اﻟتﺸبﻴﻪ( , �ﺸبﻴﻪ )(١
�ﻮ َ :و �ﺸبﻴﻪ )(٢
)ث( اﻟتﺸبﻴﻪ ﺑﺎﺗﺒﺎر ﻏﺮض اﻟتﺸبﻴﻪ
)� (١ﺸبﻴﻪ ﻣﻘﺒﻮل )إن ﻳﻒ ﺑﻐﺎﻳﺔ اﻟتﺸبﻴﻪ( � ,ﻮ َ :ﺧ ُّﺪ َﻓﺎ ِﻃ َﻤ َﺔ ﻛ َﺎلْ َﻮ ْر ِد ِﻓﻰ اﻟ ْﺤُ ْﻤ َﺮ ِة
)� (٢ﺸبﻴﻪ مﺮدود )إن لﻢ ﻳﻒ ﺑﻐﺎﻳﺔ اﻟتﺸبﻴﻪ( � ,ﻮ َ :ﺧ ُّﺪ ﻓَﺎ ِﻃ َﻤ َﺔ ﻛ َﺎلْ َﻮ ْر ِد ِﻓﻰ ال َّﺴ َﻮا ِد
)ج( اﻟتﺸبﻴﻪ ﺑﺎﺗﺒﺎر اﻟﻘﻮة و الﻀﻌﻒ ﻓﻰ اﻟﻤﺒﺎﻟﺔ
) (١اﻟﻤﺮﺗﺒﺔ اﻷﻋﻠﻰ )ﻣﺎ ﺣﺬف ﻣﻨﻪ آﻟﺔ اﻟتﺸبﻴﻪ و وﺟﻬﻪ( � ,ﻮ َ :ز ْ� ٌﺪ َأ َﺳ ٌﺪ
ﻛ َﺎ ْ َﻷ َﺳ ِﺪ :و َﺟز�ْﻬ ٌﻪﺪ(ﻛَﺎَ ْ ,ﻷ َ�ﺳﻮِﺪِ :ﻓ َزﻰ ْ�الٌﺪ َّ َأﺸ َﺳَﺠ ٌﺎﺪ َِﻋﻓ ِﺔﻰ
َز ْ� ٌﺪ / ال َّﺸ َﺠﺎ َﻋ ِﺔ آﻟﺔ اﻟتﺸبﻴﻪ أو اﻟﻤﺘﻮ ّﺳﻄﺔ )ﻣﺎ ﺣﺬف ﻣﻨﻪ اﻟﻤﺮﺗﺒﺔ )(٢
و وﺟﻬﻪ( � ,ﻮ اﻷد� )ذﻛﺮ آﻟﺔ اﻟتﺸبﻴﻪ اﻟﻤﺮﺗﺒﺔ )(٣
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
18
Nadzom : اﻟْ َﺒﺎ ُب اﻟﺜَّﺎ ِ� اﻟ ْﺤَ ِﻘﻴْ َﻘ ُﺔ َوالْ َﻤ َﺠﺎ ُز
Pasal 1
Tentang makna Hakekat dan Majaz
( َﻟ ُﻪ ﺑِ ُﻌ ْﺮ ِف ِذي اﻟ ِْﺨ َﻄﺎ ِب ﻓَﺎﺗَّ ِﺒ ْﻊ١٧٤) َﺣ ِﻘﻴْ َﻘ ٌﺔ ُم ْﺴ َﺘ ْﻌ َﻤ ٌﻞ ِ�ﻴْ َﻤﺎ ُو ِﺿ ْﻊ
Makna hakikat ialah lafadz yang digunakan sesuai dengan makna yang telah ditetapkan
menurut adat/kebiasaan mutakallim, maka ikutilah....
Penjelasan :
Pengertian Hakikat dan Majaz
1. Hakikat menurut istilah ialah ال َّﻠ ْﻔ ُﻆ الْ ُﻤ ْﺴﺘَ ْﻌ َﻤ ُﻞ ِ�ﻴْ َﻤﺎ ُو ِﺿ َﻊ َﻟ ُﻪ ِﻓﻰ ا ْﺻ ِﻄ َﻼ ِح ِﺑ ِﻪ اﻟ َّﺘ َﺨﺎ ُﻃ ِﺐ: lafadz yang
digunakan menurut makna sebenarnya yang telah ditetapkan, yang biasa dipakai (mutakallim)
dalam istilah pembicaraan.
Seperti lafadz : ال ّﺼﻼة, jika yang menggunakan lafadz tersebut adalah ahli bahasa maka ال ّﺼﻼة
makna hakikatnya adalah do’a, namun jika digunakan oleh ahli fiqih/syari’at maka ال ّﺼﻼةmakna
hakikatnya adalah ibadah yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.
2. Majaz menurut istilah ialah ال َّﻠ ْﻔ ُﻆ الْ ُﻤ ْﺴﺘَ ْﻌ َﻤ ُﻞ ِﻓ ْﻲ َﻏ ْ ِ� َﻣﺎ ُو ِﺿ َﻊ َﻟ ُﻪ ﺑِ َﻘ ِﺮ�ْ َﻨ ٍﺔ َﺻﺎ ِرﻓَ ٍﺔ َ� ْﻦ ِإ َرا َد ِة َﻣﺎ ُو ِﺿ َﻊ َﻟ ُﻪ الﻠَّ ْﻔ ُﻆ:
lafadz yang digunakan bukan pada makna sebenarnya sebab adanya qorinah yang menjadikan
lafadz tersebut penyimpang dari kehendak makna sebenarnya. Seperti lafadz : اﻷﺳﺪ, pada contoh
: الْ ِﻤﻨْ َﺒ ِﺮ َراَﻳْ ُﺖ ا ْ َﻷ َﺳ َﺪ َ ْ� ُﻄ ُﺐ ﻋَﻠَﻰtidak mungkin
lafadz : َ ْ� ُﻄ ُﺐ ﻋَﻠَﻰ الْ ِﻤﻨْ َﺒ ِﺮ. maka lafadz menggunakan makna hakikat singa, sebab adanya
qorinah
اﻷﺳﺪbermakna majaz, yakni si pemberani
Nadzom : ( َو َﻗ ْﺪ ﻳَ ِﺠﻲ ُم َﺮ َّ�ﺒًﺎ َﻓﺎلْ ُﻤﺒْﺘَ َﺪا١٧٥) ُ� َّﻢ الْ َﻤ َﺠﺎ ُز َﻗ ْﺪ ﻳَ ِﺠ ْﻲ ُء ُﻣ ْﻔ َﺮ َدا
( َﻗ ِﺮ�ْﻨَ ٍﺔ ِﻟ ُﻌﻠْ َﻘ ٍﺔ ﻧِﻠْ َﺖ الْ َﻮ َر ْع١٧٦) ﻛَﻠِ َﻤ ٌﺔ ﻏَﺎﺑَ َﺮ ِت الْ َﻤ ْﻮ ُﺿ ْﻮ َع َﻣ ْﻊ
ُ( َو ُﻏ َّﺾ َﻃ ْﺮ َف اﻟْ َﻘﻠْ ِﺐ َ� ْﻦ ِﺳ َﻮاه١٧٧) ﻛ َﺎ ْﺧﻠَ ْﻊ ِﻧ َﻌﺎ َل اﻟْ َﻜ ْﻮ ِن َﻛﻲْ ﺗَ َﺮا ُه
Kemudian terkadang Majaz itu hadir dalam bentuk Mufrod dan berbentuk murokkab.
Adapun yang pertama (majaz mufrod) ialah kalimat yang berubah dari makna maudhu’nya
dengan disertai qorinah karena adanya alaqoh (keterkaitan makna)
Majaz mufrod itu seperti lafadz ِﻧ َﻌﺎ َلpada contoh : ِا ْﺧ َﻠ ْﻊ ِﻧ َﻌﺎ َل اﻟْ َﻜ ْﻮ ِن َﻛﻲْ ﺗَ َﺮا ُه
Dan majaz murokkab itu seperti lafadz َﻃ ْﺮ َف اﻟْ َﻘﻠْ ِﺐpada contoh : َو ُﻏ َّﺾ َﻃ ْﺮ َف اﻟْ َﻘﻠْ ِﺐ َ� ْﻦ ِﺳ َﻮا ُه
Penjelasan :
Majaz ditinjau dari segi lafadznya terbagi dua, yaitu majaz mufrod dan majaz murokkab
1. Mَﺮا ُهaَﺗjaَﻛ ْﻲzنmِ ْﻮu َﻜfْﻟrاoلdَ َﻌﺎia ِﻧl ْﻊaَﻠh ْﺧm ِاa(klenpaamskaajnalzahyasneggatelarjakdeiinpgaidnaansmatuuatenrlhaafaddazp saja. Seperti contoh :
makhluk itu, agar engkau
dapat
melihat-Nya) , lafadz ِﻧ َﻌﺎ َلyang makna hakikatnya adalah beberapa sandal, kemudian karena
adanya qorinah : َﻛﻲْ ﺗَ َﺮا ُهmaka lafadz ِﻧ َﻌﺎ َلbermakna majaz yaitu keinginan yang hina/rendah
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
19
2. M َﻮا ُهa ِﺳjaْﻦz�َ mﺐuِ rْﻠo َﻘkْﻟk اaفbَ ﺮ,ْ ﻃiَalﺾahَّ ُﻏma(pkanlainmgakjaanzlayhantgujtuearjnadhiaptiamdau sduasruinasenlakianlimAlalta.hS)e,pelarftai dczon:toﺾhَّ : ُﻏmakna
hakikatnya adalah pejamkanlah , lafadz : ﻃﺮفmakna hakikatnya adalah mata
Pasal 2
Macam-macam Majaz
Nadzom : �ُّ ِ ((اَ َِو�ْا ُﻮ ْﺳا ِﺘ ْرـ َ� َﻌَﻘﺎﻰَر ٌةلِﻠْ َﻓ َﺤـﺄَ ْﻀَّﻣﺎَﺮ ِاة ْا َلﻷ َّوُّ ُﺼل ْﻮ١١٧٧٨٩)) �ُّ ِ َﺷ ْﺮ ِﻋ ٌّﻲ اَ ْو ُﻋ ْﺮ ﻛِ َﻠﺎ ُﻫ َﻤﺎ
َوالْ َﻤ َﺠﺎ ُز ُم ِﺮ َﺳ ُﻞ اَ ْو ُﻟ َﻐ ِﻮ ٌّي
Lafadz hakikat dan lafadz majaz masing-masing terbagi menjadi tiga, yaitu : 1. Hakikat dan
Majaz Syar’i , 2. Hakikat dan Majaz ‘Urfi , dan 3. Hakikat dan Majaz Lughawi
Kalimat majaz terbagi menjadi dua, yaitu : 1. Majaz Mursal, yang alaqohnya tidak berupa
musyabahah (menyerupai) dan, 2. Majaz Isti’aroh, yang alaqohnya berupa musyabahah
Penjelasan : اﻟﺤﻘﻴﻘﺔ اﻟﻘﺴﻢ
1. Pembagian lafadz hakikat dan majaz ﻛﺎل ّﺼﻼة ﺑﻤﻌ� اﻟ ّﺪﻋﺎء الﻠﻐﻮ ّي/ الﻠﻐ ّﻮ�ﺔ
اﻟﻤﺠﺎز ١
ﻛﺎل ّﺼﻼة ﺑﻤﻌ� أﻓﻌﺎل و أﻗﻮال ﻣﻔﺘﺘﺤﺔ
ﻛﺎل ّﺼﻼة ﺑﻤﻌ� أﻓﻌﺎل و أﻗﻮال ﻣﻔﺘﺘﺤﺔ الﺸﺮﻋ ّﻲ/ الﺸﺮﻋ ّﻴﺔ
ﺑﺎﻟﺘﻜﺒ� �ﺘﺘﻤﺔ ﺑﺎلﺴﻼم ٢
ﻛﺎل ّﺼﻼة ﺑﻤﻌ� اﻟ ّﺪﻋﺎء ﺑﺎﻟﺘﻜﺒ� �ﺘﺘﻤﺔ ﺑﺎلﺴﻼم
ﻛﺎﻟﺪاﺑّﺔ ﺑﻤﻌ� اﻟﺬوات اﻷر�ﻊ اﻟﻌﺮﻓ ّﻴﺔ اﻟﻌﺎم
ﻛﺎﻟﺪاﺑّﺔ ﺑﻤﻌ� اﻹ�ﺴﺎن اﻟﺒﻠﻴﺪ ﻛﺎﻟﺤﺎل �ﺴﺘﻌﻤﻠﻪ اﻟﻨﺤﻮ ّي ﻓﻰ إﻋﺮاب الﻜﻠﻤﺔ اﻟﻌﺮ ّ� اﻟﺨﺎص/ ٣
ﻛﺎﻟﺤﺎل �ﺴﺘﻌﻤﻠﻪ اﻟﻨﺤﻮ ّي ﻓﻰ ﻣﺎ ﻳ�ﻮن ﻋﻠﻴﻪ
اﻹ�ﺴﺎن ﻣﻦ ﺧ� أو ﺷ ّﺮ
2. Lafadz majaz disamping membutuhkan qorinah untuk mencegah lafadz bermakna sebenarnya,
lafadz majaz juga harus memiliki ‘alaqoh, yakni keterkaitan antara makna hakikat dan makna
majaz �ْ ِ َرأَﻳْ ُﺖ َأ َﺳ ًﺪا ﻳَ ْﺮ, lafadz َأ َﺳ ًﺪا adalah harus bermakna majaz yakni laki-laki
Seperti contoh :
pemberani, sebab terdapat qorinah yang mencegahnya bermakna sebenarnya, yaitu lafadz : �ْ ِ ﻳَ ْﺮ,
sedangkan ‘alaqohnya adalah : musyabahah (menyerupai) antara laki-laki dengan singa dalam
keberaniannya
3. Majaz apabila ditinjau dari segi ‘alaqohnya terbagi menjadi dua, yaitu Majaz Mursal dan Majaz
Isti’aroh
1) Majaz M: u ِزr ْﻮsُﻜaْﻟlاiﻰaِﻓla ًءh َﻣﺎmىaاjaاz ْﻮ ًزy ُﻛan ُﺖgْ�‘ ِﺮa َﺷlaq, oahlanqyoahbnuykaaandablearhupﺔaّﻓﻴMﻇﺮusyabahah (menyerupai), seperti
contoh
2) M: �ْ aِ ﺮjْ aَﻳzًﺪاM َﺳuﺖ َأrُsaَْأﻳl َرia,laahlamqoahjanzyayaandgal‘aahlaqﻬﺔoﺑhﺸﺎnyمa berupa Musyabahah (menyerupai), seperti contoh
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
20
Nadzom : Pasal 3
Tentang Majaz Mursal
َ� َﻤﺎ ِﺳ َﻮى � َ َﺸﺎﺑُ ٍﻪ َﻋ َﻼ َ� ُﺘ ُﻪ )ُ (١٨٠ﺟــ ْﺰ ٌء َو ُ�ـ ٌّﻞ اَ ْو َ�َ ٌّﻞ آ َﻟ ُﺘـ ُﻪ
َﻇ ْﺮ ٌف َو َﻣ ْﻈ ُﺮ ْو ٌف ُم َﺴﺒَّ ٌﺐ َﺳﺒَ ْﺐ )َ (١٨١و ْﺻ ٌﻒ لِ َﻤﺎ ٍض اَ ْو َﻣﺂ ٍل ُم ْﺮ َ� َﻘ ْﺐ
Di antara alaqoh yang terdapat pada Majaz Mursal adalah : 1. Juz’iyyah, 2. Kulliyah, 3.
Mahalliyah, 4. Alatiyah, 5. Zhorfiyah, 6. Mazhrufiyah, 7. Musabbabiyah, 8. Sababiyah, 9. I’tibar al-
Madhi, 11. I’tibar al-Mustaqbal
Penjelasan :
Majaz Mursal ialah majaz yang ‘alaqohnya bukan berupa Musyabahah (menyerupai). Adapun
‘Alaqoh yang terdapat pada majaz mursal ada sebelas, yaitu :
ﻋﻼﻗﺎت �ﺎز اﻟﻤﺮﺳﻞ :
آ َاذا ِﻧىِﻬ ْﻢَ�ﺒْا ٍﺪى ُم َأ ْﺆﻧَﺎِﻣ ِمٍﻦﻠَ ُﻬ ْﻢ االﻟﻜﺠّﻞﺰءووإ إرارداةدةاﻟالﺠﻜﺰ ّءﻞ��..ﻮﻮَ ْ��َ َ ::ﺘ َﻌ ُْﻠﺤ ِْﻮﺮ ْ�َنُﺮ َأ َر َ َ�ﺻﺎﺒَ َ�ٍﺔ َﻌ ُُمﻬ ْﺆْﻢ ِﻣ ِﻓﻨَ ْﻰٍﺔ و� :ﻣﻦ إﻃﻼق اﻟﺠﺰ ّ�ﺔ , -١
و� :ﻣﻦ إﻃﻼق الﻜﻠّ ّﻴﺔ , -٢
ااااﻟﻟﻤﻟﻵﺤﻈﻟﺎﺤﻴّﻟﺮﻠّﻴّﺔﻓّﻴﻴّﺔ,ﺔ,ﺔ,و,ووو��::��:ﻣ:ﻣﻣﻦﻣﻦإﻦﻦإإﻃإﻃﻃﻼﻃﻼﻼقﻼقاققااﻵﻟﻟاﻤﻟﺤﻟﺎﺔﺤﻈلّوﺮﻞإوورفإاإردوارةادإأةدرﺛةااﻟﺮادﻤةﻟﻫﺎﺤﺤاﺎﻟّ.ﻤﻞلﻈ�..ﺮﻮو��:ﻮﻮ َفو:اُْ .:ﺟﺧُﺧَ�ﻌُﺬُْﺬﻮ ْﻞو ْوا:اِﻟ ِْزَﻲِﺷز�ْ ْ�لِِنَﺮنَ َﺘ�َْ َﺘﺴﺎ ُﺖَُ�نُ�ا ْﻢﻟْْﻢِﺻ ُِﻜﻋِْﻋﺪﻨْْﻮﻨْ ٍَِزﺪقَﺪ ُِﻓاﻛُ ّﻛِﻰِّﻞﻞىا َْماَملﻵ َْﻤِﺴْﺧﺴﺎ ِِﺮَءﺠِ�ْﺠ ٍِﻓﺪٍَﺪﻦﻰااااﻟْىىى ُﺛَﻜ ِْذﻮَْﻮ َ�ﺻ ِْزﻛ َ َﺮﻼ ٍُ�ة ِ ْﻢﺻ ْﺪ ٍق
-٣
-٤
-٥
-٦
ا ِﷲ َﺟ َّﻨ ِﺔ َﻓ ِﻔﻰ اى :ﻣﻣﻦﻦإ إﻃﻃﻼﻼققاﻟﻤاﻟﻤﺴﺒّﻈﺮوﺐ وفإوراإدرةاادلة اﺴﻟﺒﻈﺐﺮ .ف �.ﻮ �:أَﻮ ْ:ﻣ َﻓَﻄ َِﻔﺮ ْﻰِت َراﺣْل َﻤ َّ ِﺴﺔ َﻤاﺎ ُء ِﷲ َ� َﺒُﻫﺎﺗًْﻢﺎ ِ�اﻴْ َﻬىﺎ َ� َﺧﻴْﺎًﺜ ِﻟﺎ ُﺪ ْو َن ,و� اﻟﻤﻈﺮوﻓ ّﻴﺔ -٧
و� : اﻟﻤﺴبّﺒ ّﻴﺔ , -٨
-٩الﺴبﺒﻴّﺔ ,و� :ﻣﻦ إﻃﻼق الﺴﺒﺐ و إرادة اﻟﻤﺴ ّﺒﺐ � .ﻮ َ :ر َ�ﻴْ ُﺖ اﻟْ َﻐ َﻨ َﻢ َ�ﻴْﺜًﺎ اى َ�ﺒَﺎﺗًﺎ
آ:ﺗُ ِإْﻮ ِاّ�اﻟَْأﻴَ َرَﺘاﺎِ َ ْ��أَ َأ ْْﻋم َﻮِﺼالَُﺮُﻬ ْﺧﻢَ ْﻤا ًﺮاىااﻟْ َﺒىﺎ ِﻟ ِﻋِﻐ َﻨ ْﺒً َﺎ�
� .ﻮ َ :و ﻣﺎ ﻳ�ﻮن ﻛﺎن ,و� :ﺑﺎﻋﺘﺒﺎر ﻣﺎ ﻛﺎن و إرادة ﻣﺎ إﻋﺘﺒﺎر -١٠
ﻛﺎن � .ﻮ و إرادة ﻣﺎ ﻳ�ﻮن ,و� :ﺑﺎﻋﺘﺒﺎر ﻣﺎ ﻳ�ﻮن ﻣﺎ إﻋﺘﺒﺎر -١١
Nadzom : ﻓَ ْﺼ ٌﻞ ِﻓﻰ ا ْ ِﻹ ْﺳ ِﺘ َﻌﺎ َر ِة
Pasal 4
Tenyang Majaz Isti’aroh
َو اﻹ ْﺳ ِﺘ َﻌﺎ َر ُة َ�َﺎ ٌز ُﻋﻠْ َﻘ ُﺘ ُﻪ )َ َ � (١٨٢ﺸﺎﺑُ ٌﻪ َﻛﺄَ َﺳ ٍﺪ َﺷ َﺠﺎ َ�ﺘُ ُﻪ
َو ْ َ� َ َ�ﺎ ٌز ﻟُ َﻐ ًﺔ ﻋَﻠَﻰ ا ْ َﻷ َﺻ ّﺢ )َ (١٨٣و ُﻣ ِﻨ َﻌ ْﺖ ِﻓﻰ َﻋ َﻠ ٍﻢ لِ َﻤﺎ اﺗَّ َﻀ ْﺢ
َوﻓَ ْﺮ ًدا اَ ْو َﻣ ْﻌ ُﺪ ْو ًدا اَ ْو ُم َﺆ ّﻟَ َﻔﺎ )ِ (١٨٤ﻣﻨْ ُﻪ َﻗ ِﺮ�ْﻨَ ٌﺔ ﻟَـ َﻬﺎ ﻗَ ْﺪ أُ ِﻟـ َﻒ
اَ َﺳ ٌﺪ Isti’arah ialah Majaz yang ‘alaqohnya berupa musyabahah (menyerupai) seperti contoh :
َ sama-sama beraninyaﺷ َﺠﺎ َ�ﺘُ ُﻪ yang ‘alaqohnya adalah :
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
21
Menurut pendapat yang lebih ashoh, isti’aroh termasuk majaz lughowi (bukan majaz ‘aqli),
dan dilarang isti’arah terjadi pada isim ‘alam karena alasan yang telah jelas.
Qorinah pada majaz isti’arah ada yang berupa ; 1. Mufrod (tunggal), 2. Muta’addid (banyak),
dan 3. Muallaf (bertalian antara yang satu dengan yang lainnya)
Penjelasan :
1. M- aja ُﻪzْ ِﻣﻨis ُرtﺎiَﺘ’َﻌaﺴrْ a ُﻤhْالm=empِﺑ ِﻪuﻪnُ َّﺒyَﺸaiلْ َﻤ3 اrukun, yaitu :
- الْ َﻤ َﺸ َّﺒ ُﻪ = الْ ُﻤ ْﺴﺘَ َﻌﺎ ُر َﻟ ُﻪ disebut dengan 2 thorof (ujung) majaz isti’aroh
- = الْ ُﻤ ْﺴ َﺘ َﻌﺎ ُرlafadz yang dipindah maknanya
Contoh : �ِ ( َراَﻳْ ُﺖ اَ َﺳ ًﺪا ﻳَ ْﺮaku melihat sang pemberani sedang melempar)
- اﻟﺤﻴﻮان اﻟﻤﻔﺘﺮس = الْ ُﻤ ْﺴﺘَ َﻌﺎ ُر ِﻣﻨْﻪ
- َز ْ� ٌﺪ = الْ ُﻤ ْﺴ َﺘ َﻌﺎ ُر َﻟ ُﻪ
- = الْ ُﻤ ْﺴﺘَ َﻌﺎ ُرlafadz : اَ َﺳ ًﺪا
2. Adapun qorinah pada majaz isti’arah ada 3 macam, yaitu :
- (ﻣﻔﺮدة/ )ﻗﺮ�ﻨﺔ واﺣﺪة, yaitu qarinah yang terdiri dari satu kalimat.
Seperti : �ِ َراَﻳْ ُﺖ اَ َﺳ ًﺪا ﻳَ ْﺮ
- (ﻣﺘﻌ ّﺪدة/ )ﻗﺮ�ﻨﺔ ﻣﻌﺪودة, yaitu qarinah yang terdiri dari beberpa kalimat.
Seperti : َراَﻳْ ُﺖ اَ َﺳ ًﺪا ﻳَ ْﺮ ِ� ﻋَﻠَﻰ اﻟْ َﻔ َﺮ ِس ِﻓﻰ الْ َﻬﻴْ َﺠﺎ ِء
ّ
- ( )ﻗﺮ�ﻨﺔ مﺮ�ﺒﺔ, yaitu qarinah yang terdiri dari lafadz yang tersusun.
Seperti : ﻋَﻠَﻰ ُر ُؤ ْو ِس ا ْ َﻷﻗْ َﺮا ِن ﺧَﻤْ ُﺲ َﺳ َﺤﺎ ِﺋ َﺐ# َو َﺻﺎﺋِ َﻘ ٍﺔ ِﻣ ْﻦ ﻧَ ْﺼ ِﻠ ِﻪ َ�ﻨْ َﻜ َﻔ ْﻲ ِﺑ َﻬﺎ
“Banyak sekali kilatan dari tajamnya pedang yang dibolak-balikkan di atas kepala musuh
oleh lima jemari yang diumpamakan madeanladhunﻞgَ ﺎ”ِم.ََأﻧ
Lafadz َﺳ َﺤﺎﺋِ َﺐmakna majaznya (jari-jemari), adapun makna tersebut diperoleh
dari qorenah yang terdiri dari beberapa lafadz yang saling terkait, yaitu : banyaknya kilatan yang keluar
dari pedang yang dibolak balikkan di atas kepala, tentu yang membolak-balikkan pedang adalah
genggaman jari-jemari yang berjumlah lima : ﺧَ ْﻤ ُﺲ َﺳ َﺤﺎ ِﺋ َﺐ. syair ini menggambarkan sesorang yang
dermawan sehingga jemarinya digambarkan sepeerti mendung dalam memberi kemanfaatan.
Pasal 5
Pembagian Majaz Isti’aroh ditinjau dari segi kedua ujungnya
Nadzom : ﻓَﺎ ْﻋ َﻠ ِﻢ الْ ِﻮ َﻓﺎ ِق َ اﻟْ ِﻌﻨَﺎ ِد َ �ْ ِ َﺗَنْﺘ َﻃ َﺮ َ�ﻴْ َﻬﺎ َ� َﻨﺎ ِﻓﻲ َو َﻣ ْﻊ
ﻻ ِإﻟﻰ
(١٨٥)
( ﺗُﻠْ َﻒ َﻛ َﻤﺎ ﺗُﻠْ َﻒ َ� َﻬ ُّﻜ ِﻤﻴَّ ْﺔ١٨٦) ُ� َّﻢ اﻟْ ِﻌﻨَﺎ ِدﻳَّ ُﺔ َ� ْﻤ ِﻠﻴْ ِﺤ َّﻴ ْﺔ
Majaz Isti’aroh bila makna kedua ujungnya saling berlawanan maka disebut dengan Istia’roh
‘Inadiyah, namun jika tidak berlawanan disebut Isti’aroh Wifaqiyah
Kemudian Isti’aroh ‘Inadiyah terbagi dua, yaitu Tamlihiyah dan Tahakkumiyah
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
22
Penjelasan :
Majaz Isti’aroh apabila ditinjau dari segi kedua ujungnya, yakni Musta’ar minhu dan musta’ar
lahnya terbagi menjadi dua, yaitu :
1. اﻷﺳﺘﻌﺎرة اﻟ ِﻌ َﻨﺎ ِدﻳَّﺔ, yaitu jika makna lafadz dari kedua ujungnya tidak dapat disatukan, seperti
mengisti’arohkan yang orang mati kepada orang hidup yang bodoh
Contoh : َراَﻳْ ُﺖ الْ َﻤ ِﻴّ َﺖ ِﻓﻰ الْ َﻤ ْﺪ َر َﺳ ِﺔ, kematian dan kebodohan adalah dua hal yang tidak bisa
2. dﺔiَّﻴs�ِaﺎt َﻓu ِﻮkْالaةn اﻷﺳﺘﻌﺎر, yaitu jika makna lafadz dari kedua ujungnya dapat disatukan/dikumpulkan,
seperti mengisti’arohkan menghidupkan kepada memberi hidayah, contoh firman Allah SWT.
اَ ْو َﻣ ْﻦ ﻛ َﺎ َن َﻣﻴْ ًﺘﺎ ﻓَﺎَ ْﺣﻴَيْﻨَﺎ ُه
Kemudian Isti’aroh ‘Inadiyah terbagi menjadi dua, yaitu :
1. اﻟ ِﻌﻨَﺎ ِدﻳَّﺔ اﻟ َّﺘ ْﻤ ِﻠﻴْ ِﺤ َّﻴﺔ, yaitu kalam isti’aroh yang digunakan untuk lelucon, sebab musta’ar
lahnya tidak lah orang yang dimaksud. Seperti mengisti’arohkan singa kepada orang yang
penakut.
2. اﻟ ِﻌ َﻨﺎ ِدﻳَّﺔ اﻟ َّﺘ َﻬ ُّﻜ ِﻤ َّﻴﺔ, yaitu kalam isti’aroh yang digunakan untuk mengolok seseorang, sebab
musta’ar lahnya tidak lah orang yang dimaksud. Seperti mengisti’arohkan singa kepada
orang yang penakut.
Nadzom : Pasal 6
Pembagian Majaz Isti’aroh ditinjau dari segi jami’nya
( َﻛ َﻘ ِﻤ ٌﺮ َ� ْﻘ َﺮ ُأ اَ ْو َﻏ ِﺮ�ْ َﺒ ْﺔ١٨٧) َو ﺑِﺎ ْﻋ ِﺘ َﺒﺎ ِر َﺟﺎ ِﻣ ٍﻊ َﻗ ِﺮ ْ�ﻨَ ْﺔ
�ِ ْ ( ِﺣ ًّﺴﺎ َو َ� ْﻘ ًﻼ ِﺳﺘَّ ٌﺔ ِﺑ َﻐ ْ ِ� َﻣ١٨٨) �ِ ْ ََو ِ�ﺎ ْﻋ ِﺘ َﺒﺎ ِر َﺟﺎ ِﻣ ٍﻊ َو َﻃ َﺮﻓ
Majaz Isti’aroh apabila ditinjau dari segi jami’nya terbagi dua, yaitu : 1. Isti’aroh Qoribah
(yang mudah dimengerti), seperti :( َﻗ ِﻤ ٌﺮ َ� ْﻘ َﺮأwanita cantik sedang membaca) dan 2. Isti’aroh
Ghoribah (yang sulit dimengerti).
Dan jika dilihat dari kedua ujung Isti’aroh dan jami’nya itu berupa makna hissi ataukah ‘aqli,
maka majaz Isti’aroh terbagi menjadi enam bagian.
Penjelasan :
Pembagian Majaz Isti’aroh
a. Apabila dilihat dari sisi jami’nya, maka Isti’aroh terbagi dua, yaitu Qorib dan Ghorib
1. اﻹﺳﺘﻌﺎرة اﻟﻘﺮ�ﺒﺔ, yaitu apabila jami’nya (sisi kesamaan antara musta’ar minhu dengan musta’ar
lah) mudah dimengerti, seperti contoh : �ِّ َراَﻳْ ُﺖ اَ َﺳ ًﺪا ﻳُ َﺼ, maka jami’ pada lafadz اَ َﺳ ًﺪاadalah
ﺷﺠﺎﻋﺔ
2. اﻹﺳﺘﻌﺎرة اﻟﻐﺮ�ﺒﺔ, yaitu apabila jami’nya sulit dimengerti , seperti contoh :
ال َّﺰا ِﺋ ِﺮ اﻧْ ِﺼ َﺮا ِف َ ال َّﺸ ِﻜﻴْ ُﻢ َﻋ ِﻠ َﻚ * َو�ِ َذا ا ْﺣ َﺘ َﺒﻰ ُﻗ ْﺮ ُ� ْﻮ َﺳ ُﻪ ِﺑ َﻌﻨَﺎﻧِ ِﻪ
إِﻟﻰ
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
23
“Ketika kuda itu duduk mengumpulkan pelana dengan tali kekangnya, maka ia membolak
”balikkan besi pada mulutnya sehingga pemiliknya berpaling darinya
Maksud dari syair tersebut, penyair ingin menyamakan orang yang duduk ihtiba’ , yakni
duduk dengan cara melingkarkan sarung di antara kedua lutut kaki dengan punggung,
dengan tali kekang kuda yang bergelayut di antara mulut dan pelananya.
Maka pengertian jami’ semacam ini sulit untuk difahami.
b. Apabila dilihat dari sisi kedua ujungnya dan jami’nya berupa makna hissi atau aqli, maka
Isti’aroh terbagi menjadi enam , yaitu :
-١اﻟﻄﺮﻓﺎن ﺣ ّﺴﻴّﺎن ,اﻟﺠﺎﻣﻊ ﺣ ّﺴ ّﻲ � .ﻮ َ :ﻓﺄَ ْﺧ َﺮ َج لَ ُﻬ ْﻢ ِﻋ ْﺠ ًﻼ َﺟ َﺴ ًﺪا َﻟ ُﻪ ُﺧ َﻮا ٌر
-اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ :وﻟﺪ اﻟﺒﻘﺮة و ﻫﻮ ﺣ ّﺴ ّﻲ
-اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ :اﻟﺤﻴﻮان اﻟﺬي ﺧﻠﻖ ﻣﻦ اﻟﺬﻫﺐ و ﻫﻮ ﺣ ّﺴ ّﻲ
:الﺼﻮت و ﻫﻮ ﺣ ّﺴ ّﻲ -اﻟﺠﺎﻣﻊ
-٢اﻟﻄﺮﻓﺎن ﺣ ّﺴ ّﻴﺎن ,اﻟﺠﺎﻣﻊ ﻋﻘ ّ� � .ﻮ َ :وآﻳَ ٌﺔ لَ ُﻬ ُﻢ ال َّﻠﻴْ ُﻞ � َ ْﺴ َﻠ ُﺦ ِﻣﻨْ ُﻪ اﻟﻨَّ َﻬﺎ َر
-اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ :ال َّﺴﻠْ ُﺦ )ﻛﺸﻂ اﻟﺠ� ﻋﻦ الﺸﺎة ﻣﺜﻼ( و ﻫﻮ ﺣ ّﺴ ّﻲ
-اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ :ﻛﺸﻒ الﻀﻮء ﻋﻦ الﻠّﻴﻞ و ﻫﻮ ﺣ ّﺴ ّﻲ
ّ ّ
ﻋﻘ ّ� ﻫﻮ و الﻠﻴﻞ ﻇﻬﻮر و الﻠﺤﻢ ﻇﻬﻮر : اﻹ�ﺴﻼخ ﺗﺮﺗُّﺐ : -اﻟﺠﺎﻣﻊ
-٣اﻟﻄﺮﻓﺎن ﺣ ّﺴﻴّﺎن ,اﻟﺠﺎﻣﻊ �ﺘﻠﻒ ; ﺑﻌﻀﻪ ﺣ ّﺴ ّﻲ و ﺑﻌﻀﻪ ﻋﻘ ّ� � .ﻮ َ :راَﻳْ ُﺖ َﺷ ْﻤ ًﺴﺎ َ� ْﻐ ِﺴ ُﻞ ِﻓﻰ اﻟ َّﻨ ْﻬ ِﺮ
-اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ :ﺷﻤﺲ و ﻫﻮ ﺣ ّﺴ ّﻲ
-اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ :إمﺮأة و ﻫﻮ ﺣ ّﺴ ّﻲ
:ﺟﻤﺎل الﻮﺟﻪ ) و ﻫﻮ ﺣ ّﺴ ّﻲ( و رﻓﻌﺔ الﺸﺄن ) و ﻫﻮ ﻋﻘ ّ�( -اﻟﺠﺎﻣﻊ
-٤اﻟﻄﺮﻓﺎن ﻋﻘﻠ ّﻴﺎن ,اﻟﺠﺎﻣﻊ ﻋﻘ ّ� � .ﻮ َ :ﻣ ْﻦ َ� َﻌﺜَﻨَﺎ ِﻣ ْﻦ َم ْﺮ َﻗ ِﺪﻧَﺎ
-اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ :اﻟﻨﻮم و ﻫﻮ ﻋﻘ ّ�
-اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ :اﻟﻤﻮت و ﻫﻮ ﻋﻘ ّ�
:ﻋﺪم ﻇﻬﻮر اﻟﻔﻌﻞ اﻹﺧﺘﻴﺎري و ﻫﻮ ﻋﻘ ّ� -اﻟﺠﺎﻣﻊ
-٥اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ ﺣ ّﺴ ّﻲ ,اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ واﻟﺠﺎﻣﻊ ﻋﻘﻠﻴّﺎن � .ﻮ :ﻓَﺎ ْﺻ َﺪ ْع ِﺑ َﻤﺎ ﺗُ ْﺆ َم ُﺮ
-اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ :الﺼﺪع ﺑﻤﻌ� الﻜﺴﺮ و ﻫﻮ ﺣ ّﺴ ّﻲ
-اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ :اﻟﺘﺒﻠﻴﻎ و ﻫﻮ ﻋﻘ ّ�
:اﻟ ّﺘﺄ ِﺛ� و ﻫﻮ ﻋﻘ ّ� -اﻟﺠﺎﻣﻊ
-٦اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ واﻟﺠﺎﻣﻊ ﻋﻘﻠ ّﻴﺎن ,اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ ﺣ ّﺴ ّﻲ � .ﻮ ِ :إﻧَّﺎ لَ َّﻤﺎ َﻃ َﻐﻰ الْ َﻤﺎ ُء ﺣَ َﻤﻠْ َﻨﺎ ُ� ْﻢ ِﻓﻰ اﻟ ْﺠَﺎ ِر َ� ِﺔ
-اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ :اﻟﻄﻐﻴﺎن اى اﻟﺘﻜﺒﺮ و ﻫﻮ ﻋﻘ ّ�
-اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ :ﻛﺜﺮة اﻟﻤﺎء و ﻫﻮ ﺣ ّﺴ ّﻲ
:اﻹﺳﺘﻌﻼء اﻟﻤﻔﺮظ و ﻫﻮ ﻋﻘ ّ� -اﻟﺠﺎﻣﻊ
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
24
Nadzom : Pasal 7
Pembagian Majaz Isti’aroh ditinjau dari segi lafadznya
( َو َ� َﺒــ ِﻌ َّﻴ ٌﺔ َﻟـ َﺪى الْ َﻮ ْﺻـ ِﻔ َّﻴ ْﺔ١٨٩) َوال ّﻠَ ْﻔ ُﻆ ِإ ْن ِﺟنْ ًﺴﺎ َ� ُﻘ ْﻞ اَ ْﺻ ِﻠ َّﻴ ْﺔ
( َ�ﻨْ ِﻄ ُﻖ اَﻧَّ ُﻪ الْ ُﻤ ِﻨﻴْ ُﺐ الْ ُﻤ ْﻮﻓِــﻰ١٩٠) �ِ َواﻟْ ِﻔ ْﻌ ِﻞ َواﻟ ْﺤَ ْﺮ ِف َﻛ َﺤﺎ ُل ال ُّﺼ ْﻮ
Apabila lafadz yang menjadi musta’ar itu berupa isim jenis (bukan musytaq) maka disebut
dengan Musta’aroh Ashliyah , dan jika berupa isim sifat, kalimat fi’il dan kalimat huruf maka disebut
Musta’aroh cToanbtoah’iy:ahﻰ.الْ ُﻤ ْﻮ ِﻓــ الْ ُﻤ ِﻨﻴْ ُﺐ اَﻧَّ ُﻪ َ�ﻨْ ِﻄ ُﻖ �ِ ال ُّﺼ ْﻮ َﺣﺎ ُل “Keadaan ahli tasawuf itu menunjukkan
Seperti
bahwa ia kembali kepada Dzat Yang Maha Memenuhi hajat”.
Penjelasan :
1M. aﺔjَّﻴa ِﻠz ْﺻIَﻷstاi’ةaرrﻌﺎoﺘhﻹﺳap اa,biialaladhiliishtia’tardoahriysaisniglalafafaddzzmmuustsata’a’ar-rn-nyyaatebrebraugpiamiseinmjajdeindisu/ajammaidc.am, yaitu :
Contoh : اﻟﻨُّ ْﻮ ِر َ اﻟ ُّﻈ ُﻠ َﻤﺎ ِت ِﻣ َﻦ ُ ْ� ِﺮ ُﺟ ُﻬ ْﻢ آ َﻣ ُﻨ ْﻮا ا َّﻟ ِﺬ ْ� َﻦ �ُّ ِ َو ا ُﷲ : (Allah Pelindung orang-orang yang
إِﻟﻰ
beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman).
2. اﻹﺳﺘﻌﺎرة اﻟ َّﺘﺒْ ِﻌ َّﻴﺔ, ialah isti’aroh yang lafadz musta’ar-nya berupa isim musytaq (sifat), kalimat
fi’iCl, oantatouhkiasliimmasyifahtu:ruﻖfُ . َو َﻟ ِﺌ ْﻦ َ� َﻄ ْﻘ ُﺖ �ِ ُﺸ ْﻜ ِﺮ ِﺑ ِّﺮ َك ُﻣ ْﻔ ِﺼﺤﺎً * ﻓَ ِﻠ َﺴﺎ ُن َﺣﺎ ِﻟ ْﻲ ﺑِﺎل ِﺸﻜَﺎﻳَ ِﺔ َأ ْ� َﻄ: (dan
sungguh jika aku berkata ijteulalesbdiehnmgaennuuncjaupkakanns)y,ulakufardazta:ﻖsُ ﻄkَ e�ْ َأbabiekramnmakun,an:iscلaُّ دyّ َأa bahasa
keadaan dengan keluhan
Contoh kalimat fi’il : َر ِ� َﺐ ُﻓ َﻼ ٌن َﻛ ِﺘ َﻔ ْﻲ َﻏ ِﺮ�ْ ِﻤ ِﻪ: (Fulan, menaiki dua pundak orang yang
berutang kepadanya) :mﻞaِ k ْﺨsَّﻨuاﻟdعnِ y ْوaﺟ ُﺬsُ aﻰnِﻓgﻢaْ t�ُ mَّﻨe َﺒmَّﺻ ِﻠbُﻷeَ r َوa:tk(adnannyas.ungguh akan aku salib kalian di
Contoh kalimat huruf
atas pangkal pohon kurma) lafadz : ِﻓﻰbermakna ِﻋﻠَﻰ
Pasal 8
Majaz Isti’aroh ditinjau dari segi ada tidaknya lafadz yang menunjukkan
pada pengertian kedua ujungnya
Nadzom : ((( َوَ�ﺑِ ََﻔﻮُرﺎ ِّْﺷَﺻق ٍَﺤ َﻣﻒ ْْﻦﺖاَ ْوﺑِ ََﺧ َ�ﻠَﻼْﻔِﺋَ ٍِﺮﻖ�ْﻒ ِﺑِﻊأَﺎ ْأَرْ َْﻷمَ ٍْﺮضﺻ َﻓاِﺎﻞﻟ ْْﺤِﺳ َﺘِ ّ ِﺒﺲْﻦ١١٩١٩٩١٢)٣))ِﺑلاَﺎﻟْ ْﻢﻟُْﻘ َﻔَ�ْﺪ ْﻘْ ِ َﺼﺘ ِﺮِسﻞ ْن َّ �َ ْ اُ ِﻃ ِﻠ َﻘ ْﺖ
اﻟ ِﺘﻲ
َو َو
َو ُﺟ ِّﺮ َد ْت ﺑِ َﻼﺋِ ٍﻖ َ�ْ ُﻮ
َ
َﺳ َﻤﺎ ِء ِإﻟﻰ ا ْر َ� َﻘﻰ
Dan Majaz Isti’arah itu disebut dengan Muthlaqoh jika tidak disertai dengan sifat/mulaim yang
sesuai dengan salah satu ujungnya (thorof) atau cabang dari suatu perkara. Maka carilah
kejelasannya.
Dan dinamakan Mujarrodah, jika disertai mulaim yang sesuai dengan musta’ar lahu. Dan jika
disertai mulaim yang sesuai dengan musta’ar mihu disebut dengan Murosyahah
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
25
Seperti contoh : “ ا ْر َ� َﻘﻰ ِإ َﻟﻰ َﺳ َﻤﺎ ِء اﻟْ ُﻘ ْﺪ ِس َ� َﻔﺎ َق َﻣ ْﻦ َﺧ َﻠ َﻒ أَ ْر َض اﻟ ِْﺤنْ ِﺲIa telah naik derajat yang suci,
maka ia pun berada di atas orang yang meninggalkan bumi yang nyata”.
Penjelasan :
Majaz Isti’aroh apabila dilihat dari sisi disebut atau tidaknya mulaim yang terkait dengan musta’ar
minhu dan musta’ar lah terbagi menjadi tiga macam, yaitu :
1. اﻹﺳﺘﻌﺎرة اﻟﻤﻄﻠﻘﺔ, ialah majaz yang tidak menyebut mulaim yang terkait dengan musta’ar lah
atau musta’ar minhu. Atau bahkan menyebut mulain yang terkait dengan kedua ujung (thorof)
isti’aroh-nya.
Contoh yang pertama : ( َ�ﻨْ ُﻘ ُﻀ ْﻮ َن َ� ْﻬ َﺪ ا ِﷲ اى ُ�ﺒْ ِﻄ ُﻠ ْﻮ َنmereka memutus janji Allah) , yang
dCdaiomnnatmokhesunydgahnmugenmkuesudptuueasdad:niﻪgُsﻔiَ)nْﻴ,ﺳiَ laa ُﺮdfِّﻬaaﺸdَlaُz� hُر َوmﺰْﺰأَ َأ ُرeْ َﻳَﻳmاmﺪbً ﺳaَetَاrauﺖlُpkْaaاَﻳkn َرaj(nasnamjyiualmaiemlihyaatnhgatreirmkaaiut yang sedang meraung
musta’ar minhu,
yakni lafadz : اَ َﺳ ًﺪا, sedangkan lafadz � ُ َﺸ ِّﻬ ُﺮ َﺳﻴْ َﻔ ُﻪmerupakan mulaim yang terkait musta’ar
lah, yakni lafadz : َز�ْ ًﺪا
2. اﻹﺳﺘﻌﺎرة اﻟﻤﺠ ّﺮدة, ialah majaz yang menyebut mulaim yang sesuai dengan musta’ar lah.
Contoh : ( َراَﻳْ ُﺖ اَ َﺳ ًﺪا ِﻓﻰ الْ َﻤ ْﻌ ِﺮ َ� ِﺔ � ُ َﺸ ِّﻬ ُﺮ َﺳﻴْ َﻔ ُﻪsaya melihat harimau di medan peperangan yang
sedang menghunus pedang) , lafadz � ُ َﺸ ِّﻬ ُﺮmerupakan mulaim yang terkait musta’ar lah yakni
lafadz : َز ْ� ًﺪا
3. اﻹﺳﺘﻌﺎرة اﻟﻤﺮ ّﺷﺤﺔ, ialah majaz yang menyebut mulaim yang sesuai dengan musta’ar minhu.
Contoh : ( َراَﻳْ ُﺖ اَ َﺳ ًﺪا ﻳَ ْﺰأَ ُر َﻟ ُﻪ ُﻟ ْﺒ َﺪ ٌةsaya melihat harimau yang sedang meraung, ia memiliki bulu
lebat ditengkuk lehernya) , lafadz ﻳَ ْﺰأَ ُرmerupakan mulaim yang terkait musta’ar minhu
yakni lafadz : اَ َﺳ ًﺪا
Nadzom : ( ﻋَﻠَﻰ َ�ﻨَﺎ ِﺳﻰ ال ِّﺸﺒْــ ِﻪ َواﻧْ ِﺘ َﻔـﺎ ِﺋ ِﻪ١٩٤) اَﺑْ َﻠ ُﻐ َﻬﺎ ال َّﺘ ْﺮ ِﺷﻴْ ُﺢ ِﻻﺑْتِ َﻨﺎﺋِ ِﻪ
Yang paling kuat balaghahnya dari ketiga macam Majaz Isti’aroh itu adalah Murosyahah,
sebab bentuknya dapat melupakan adanya tasybih dan bahkan meniadakannya.
IKHTISAR
Pembagian Majaz Isti’aroh
�)أ( اﻹﺳﺘﻌﺎرة ﺑﺎﻋﺘﺒﺎر ﻃﺮﻓﻴﻬﺎ )اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ و اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ( ﺗﻨﻘﺴﻢ إﻟﻰ ﻗﺴﻤ
واﺣﺪ ﺷﻲء ﻓﻰ ﻳﻤ�ﻦ اﺟﺘﻤﺎع ﻃﺮﻓﻴﻬﺎ اﻟﺘﻰ ﻻ �و اﻟ ِﻌ َﻨﺎ ِدﻳَّﺔ -١
َ� َﻦ َﻣﻴْ ًﺘﺎ َﻓﺎَ ْﺣ َﻴيْ َﻨﺎ ُه أَ َو َﻣ ْﻦ: �ﻮ-
واﺣﺪ ﺷﻲء ﻓﻰ اﻟﺘﻰ ﻳﻤ�ﻦ اﺟﺘﻤﺎع ﻃﺮﻓﻴﻬﺎ �و ال ِﻮﻓَﺎ ِ� َﻴّﺔ -٢
أَ َو َﻣ ْﻦ َ� َﻦ َﻣﻴْ ًﺘﺎ ﻓَﺎَ ْﺣ َﻴيْﻨَﺎ ُه: �ﻮ-
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
26
أَ َو َﻣ ْﻦ َ� َﻦ َﻣﻴْ ًﺘﺎ َﻓﺎَ ْﺣ َﻴيْﻨَﺎ ُه
وﻓﺎﻗﻴّﺔ ﻋﻨﺎدﻳّﺔ
مﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ :اﻟﻤﻮت
مﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ :اﻟﺤﻴﺎة مﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ :الﻀﻼل
ااَﻟﻬْﺣ َﻴﺪايْﻳَﻨﺎﺔ : مﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ ﻟﻔﻆ مﺴﺘﻌﺎر َ :ﻣﻴْ ًﺘﺎ
: ﻟﻔﻆ مﺴﺘﻌﺎر
اﻟ َﺘ ْﻤ ِﻠﻴْ ِﺤ َّﻴﺔ � ,ﻮ َ :راَﻳْ ُﺖ اَ َﺳ ًﺪا ﻳَ ْﺮ ِ ْ� اى َﺟ َﺒﺎﻧًﺎ اﻹﺳﺘﻌﺎرة اﻟﻌﻨﺎدﻳﺔ
اﻟ َّﺘ َﻬ ُّﻜ ِﻤ َﻴّﺔ � ,ﻮ :ﻓَبَ ِّﺸ ْﺮ ُﻫ ْﻢ ِﺑ َﻌ َﺬا ٍب أَ ِﻟﻴْ ٍﻢ اى ﻓَﺄَﻧْ ِﺬ ْر ُﻫ ْﻢ
)ب( اﻹﺳﺘﻌﺎرة ﺑﺎﻋﺘﺒﺎر اﻟﺠﺎﻣﻊ ,ﺗﻨﻘﺴﻢ إﻟﻰ ﻗﺴﻤ� :
ﻛ ّﻞ أﺣﺪ � ,ﻮ َ :راَﻳْ ُﺖ اَ َﺳ ًﺪا َﻳ ْﺮ ِ ْ� ,
ال َّﺰاﺋِ ِﺮ اﻧْ ِﺼ َﺮا ِف َ :ﺷﺠﺎﻋﺘﻪ اﻟﺠﺎﻣﻊ اﻟﺨﺎص � .ﻮ َ :و ِ� َذا ا ْﺣ َﺘ َﺒﻰ ُﻗ ْﺮ ُ� ْﻮ َﺳ ُﻪ ﻟﺪى اﻟﻤﻌﻠﻮﻣﺔ و� , اﻟ َﻘ ِﺮ ْ� َﺒﺔ -١
إِﻟﻰ * َﻋ ِﻠ َﻚ ال َّﺸ ِﻜﻴْ ُﻢ ﺑِ َﻌﻨَﺎﻧِ ِﻪ ﻋﻨﺪ اﻟﻤﻌﻠﻮﻣﺔ و� , اﻟ َﻐ ِﺮ ْ�ﺒَﺔ -٢
)ت( اﻹﺳﺘﻌﺎرة ﺑﺎﻋﺘﺒﺎر اﻟﻄﺮﻓ� و اﻟﺠﺎﻣﻊ ,ﺗﻨﻘﺴﻢ إﻟﻰ ﺳﺘّﺔ أﻗﺴﺎم :
-١اﻟﻄﺮﻓﺎن ﺣ ّﺴ ّﻴﺎن ,اﻟﺠﺎﻣﻊ ﺣ ّﺴ ّﻲ � .ﻮ :ﻓَﺄَ ْﺧ َﺮ َج لَ ُﻬ ْﻢ ِﻋ ْﺠ ًﻼ َﺟ َﺴ ًﺪا َﻟ ُﻪ ُﺧ َﻮا ٌر
-٢اﻟﻄﺮﻓﺎن ﺣ ّﺴﻴّﺎن ,اﻟﺠﺎﻣﻊ ﻋﻘ ّ� � .ﻮ َ :وآﻳَ ٌﺔ لَ ُﻬ ُﻢ ال َّﻠﻴْ ُﻞ � َ ْﺴﻠَ ُﺦ ِﻣﻨْ ُﻪ اﻟ ّﻨَ َﻬﺎ َر
-٣اﻟﻄﺮﻓﺎن ﺣ ّﺴﻴّﺎن ,اﻟﺠﺎﻣﻊ �ﺘﻠﻒ ; ﺑﻌﻀﻪ ﺣ ّﺴ ّﻲ و ﺑﻌﻀﻪ ﻋﻘ ّ� � .ﻮ َ :راَﻳْ ُﺖ َﺷ ْﻤ ًﺴﺎ َ� ْﻐ ِﺴ ُﻞ ِﻓﻰ اﻟ َّﻨ ْﻬ ِﺮ
-٤اﻟﻄﺮﻓﺎن ﻋﻘﻠ ّﻴﺎن ,اﻟﺠﺎﻣﻊ ﻋﻘ ّ�� .ﻮ َ :ﻣ ْﻦ َ� َﻌ َﺜ َﻨﺎ ِﻣ ْﻦ َم ْﺮﻗَ ِﺪﻧَﺎ
ﻋﻘﻠ ّﻴﺎن � .ﻮ :ﻓَﺎ ْﺻ َﺪ ْع ِﺑ َﻤﺎ
اﻟ ْﺠَﺎ ِر َ� ِﺔ ِﻓﻰ ﺣَ َﻤﻠْﻨَﺎ ُ� ْﻢ ﺗُ ْﺆ َم ُﺮ ﻟﻪ ﺣ ّﺴ ّﻲ � .ﻮ ِ :إﻧَّﺎ لَ َّﻤﺎ َﻃ َﻐﻰ واﻟﺠﺎﻣﻊ ﺣ ّﺴ ّﻲ ,اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ ﻣﻨﻪ اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر -٥
الْ َﻤﺎ ُء اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر واﻟﺠﺎﻣﻊ ﻋﻘﻠ ّﻴﺎن , ﻣﻨﻪ اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر -٦
)ث(اﻹﺳﺘﻌﺎرة ﺑﺎﻋﺘﺒﺎر الﻠﻔﻆ اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ,ﺗﻨﻘﺴﻢ إﻟﻰ ﻗﺴﻤ� :
ِإ َﻟﻰ اﻟﻨُّ ْﻮ ِر أََ�ﺒَِ ْ---ﺻﻌإﻓ َّﻴَﻠﺣَّﻴﻌٌﺳﺔ ٌﺮﺔﻢﻞ ,فومو ,ﺸ��ﺘ�ﻮ ّ�:ﻖﻣﻣﺎﻮﺎ َ)ر:ﻛﻛِ�وﺎﺎ َو َ َﺻننﺐ ُﻷاالُلﻓَﻒﻠَﺻﻠ(ِّﻠﻔﻼﻔﺒََ ٌ ,ﻨّنﻆﻆ اا�َﻛﻟﻟ ُﻤﻤﻮ�ِﺘ َْ:ﻔﻢﺴﺴْﻲﺘِﺘَﻓوﻌﻰﻌﻟَ َﺎﺎﻏِﺌ ِرْرﺮُﻦﺟ ْ�إإ َُِ�ﺬﻤﺳﺳَِْوﻪﻄﻤِﻤْ,ﻘﺎﺎع ااُمﻟﻏﺖ َّﻨ�ىِﺸ�ﺘْلُﺨَﺸّﻘِِمﺰﺎﻞ َْمﻜاﺸ ِاﺮﺘو ّﺑِﻖى ِّﻓﺮ,ﻋﻌََكﻠَﻰ�ُﻼﻣﻮْاﻔ ُ:ﺟوِ ُاﺼﺬ ْوﺣﺤُِﷲﺮﺎًعﻓ َوﺎا ِﻟ* ُّّﻨَ� اْﺨﻓََّﻟ ِِِﻠﺬﻞ ْ� َﺴَﻦﺎ ُآن َﻣ ُﻨ َﺣْﻮﺎا ِﻟ ْ ُﻲ�ْ ِﺑ ِﺎﺮل ُﺟ ِ ُﺸﻬﻜَْﻢﺎﻳَ ِﻣِﺔ َﻦَأ ْ�ا َﻟﻄ ُّ ُﻈﻖﻠُ َﻤاﺎ ِىت
اَ َد ُّل -١
-٢
)ج(اﻹﺳﺘﻌﺎرة ﺑﺎﻋﺘﺒﺎر ذﻛﺮ مﻼﺋﻢ اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ او مﻼﺋﻢ اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ ,وﻋﺪم اﻟﺬﻛﺮ .ﺗﻨﻘﺴﻢ إﻟﻰ ﺛﻼﺛﺔ أﻗﺴﺎم :
-١ا ِﻹ ْﺳ ِﺘ َﻌﺎ َر ُة ال ُﻤ ْﻄﻠَ َﻘ ُﺔ ,و� :
ﻣﻣﺎﺎﻳﻳﻨﻨﺎﺎﺳﺳﺐﺐاﻟاﻤﻟﻤﺴﺴﺘﺘﻌﻌﺎﺎررﻣﻣﻨﻨﻪﻪووااﻟﻤﻟﻤﺴﺴﺘﺘﻌﻌﺎﺎررﻟﻟﻪﻪ��,,ﻮﻮ�َ ::ﻨْ َرُﻘاَﻳْ ُﻀُ ْﺖﻮ اََن َﺳ ًﺪاَ� ْﻳَﻬ ْﺰَﺪأَ ُار َو ِﷲ� ُ اَﺸ ِّﻬى ُﺮ ُ�ﺒْ َﺳ ِﻄﻴْ َﻠُﻔ ْﻮُﻪ َن
اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ )اَ َﺳ ًﺪا( َ ُ � ,ﺸ ِّﻬ ُﺮ :ﻣﺎ ﻳﻼﺋﻢ اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ ) َز ْ� ًﺪا( ﻣﺎ لﻢ ﻳﺬﻛﺮ ﻣﻨﻬﺎ -
او ﻣﺎ ﻳﺬﻛﺮ ﻣﻨﻬﺎ -
ﻳَ ْﺰ َأ ُر :ﻣﺎ ﻳﻼﺋﻢ
-٢ا ِﻹ ْﺳ ِﺘ َﻌﺎ َر ُة ال ُﻤ َﺠ َّﺮ َد ُة ,و� ﻣﺎ لﻢ ﻳﺬﻛﺮ ﻣﻨﻬﺎ ﻣﺎ ﻳﻨﺎﺳﺐ اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻟﻪ
ﻟﻪ ) َز�ْ ًﺪا( ِﻓﻰ الْ َﻤ ْﻌ ِﺮ َ� ِﺔ � ُ َﺸ ِّﻬ ُﺮ َﺳﻴْ َﻔ ُﻪ َ ُ � ,ﺸ ِّﻬ ُﺮ :ﻣﺎ ﻳﻼﺋﻢ اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر � -ﻮ َ :راَﻳْ ُﺖ اَ َﺳ ًﺪا
)اَ َﺳ ًﺪا( ,و� ﻣﺎ لﻢ ﻳﺬﻛﺮ ﻣﻨﻬﺎ ﻣﺎ ﻳﻨﺎﺳﺐ اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ ا ِﻹ ْﺳ ِﺘ َﻌﺎ َر ُة الْ ُﻤ َﺮ َّﺷ َﺤ ُﺔ -٣
� -ﻮ َ :راَﻳْ ُﺖ اَ َﺳ ًﺪا
ﻳَ ْﺰأَ ُر َﻟ ُﻪ ُﻟﺒْ َﺪ ٌة ,ﻳَ ْﺰ َأ ُر َﻟ ُﻪ ُﻟﺒْ َﺪ ٌة :ﻣﺎ ﻳﻼﺋﻢ اﻟﻤﺴﺘﻌﺎر ﻣﻨﻪ
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
27
Nadzom : ﻓَ ْﺼ ٌﻞ ِﻓﻰ اﻟ َّﺘ ْﺤ ِﻘﻴْ ِﻘ َّﻴ ِﺔ َواﻟْ َﻌ ْﻘ ِﻠ َّﻴ ِﺔ
Pasal 9
Tentang Isti’aroh Tahqiqiyah dan ‘Aqliyah
َﻛﺄََو َْذﺷا َﺮ ُﻗَت ْ َﻣﺖ ْﻌﺑَ ً َ�ﺼﺎﺛَ ِﺋﺎ ُﺑِﺮ اٍلﺖ ُّ ِﺑﺼ ِﺤْﻮ ٍِّ� ّﻴَﺲ ْﺔأَ)ْوِ ١(٩١٥٩)٦ﺑ(ﻨُ ْﻮ َ�ِر ْﻘ ٍَﺷﻞ ْﻤ َ� ِﺘَﺲْﺤاِﻘﻟﻴْ ْﺤَِﻘ ّﻴَْﻀ ٌﺔ َﺮ ِة َﻛا َﻟﺬْاُﻘ َْرﺪأَ ِ ْوﺳاﻴَّ ْﺔ
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 1.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 2.
Nadzom : ﻓَ ْﺼ ٌﻞ ِﻓﻰ الْ َﻤ ْﻜ ِﻨﻴَّ ِﺔ
Pasal 10
)Tentang Isti’aroh bil Kinayah (Makniyah
َو َﺣﻴْ ُﺚ � َ ْﺸ ِبﻴْ ٌﻪ ﺑِ َﻨ ْﻔ ٍﺲ ُأ ْﺿ ِﻤ َﺮا )َ (١٩٧و َﻣﺎ ِﺳ َﻮى ُم َﺸ َﺒّ ٍﻪ لَ ْﻢ ﻳُ ْﺬ َﻛ َﺮا
َو َد ٌل َﻻ ِز ٌم ِﻟـ َﻤﺎ ُﺷ ِّﺒ َﻪ ِﺑ ِﻪ ) (١٩٨ﻓَ ٰﺬلِ َﻚ اﻟتَّ ْﺸ ِبﻴْ ُﻪ ِﻋﻨْ َﺪ الْ ُﻤﻨْتَ ِﺒ ْﻪ
ُ� ْﻌ َﺮ ُف ِﺑﺎ ْﺳ ِﺘ َﻌﺎ َر ِة اﻟْ ِﻜﻨَﺎﻳَ ْﺔ )َ (١٩٩و ِذ ْﻛـ ُﺮ َﻻ ِز ٍم ِﺑ َﺘ ْﺨ ِﻠـ ْﻴ ِﻠ ّﻴَ ْﺔ
َﻛﺄَ� ْ َﺸ َﺒ ْﺖ َﻣ ِﻨ َّﻴ ٌﺔ اَ ْﻇ َﻔﺎ َر َﻫﺎ )َ (٢٠٠و أَ ْﺷ َﺮ َﻗ ْﺖ َﺣ ْﻀ َﺮ ُ�ﻨَﺎ اَﻧْ َﻮا َر َﻫﺎ
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 1.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 2.
Nadzom : ﻓَ ْﺼ ٌﻞ ِﻓﻰ ﺗَﺤْ ِﺴ ْ ِ� ا ْ ِﻹ ْﺳ ِﺘ َﻌﺎ َر ِة
Pasal 11
Cara membuat majaz isti’arah yang bagus
ً َ� َّﺴ ُﻦ ا ْﺳ ِﺘ َﻌﺎ َر ٍة ﺗَ ْﺪ ِر�ْ ِﻪ )ِ (٢٠١ﺑ َﺮ ْﻋ ِﻲ الْ َﻮ ْﺟ ِﻪ اﻟ ْﺤُ ْﺴ ِﻦ لِﻠتَّ ْﺸ ِبﻴْ ِﻪ
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
28
( ﻟَ ْﻔ ٍﻆ َوﻟَيْ َﺲ الْ َﻮ ْﺟ ُﻪ َأﻟْ َﻐﺎ ًز ُﻗ ِﻔﻲ٢٠٢) َو ا ْﻟ ُﺒ ْﻌ ِﺪ َ� ْﻦ َرا ِﺋﺤَ ِﺔ اﻟتَّ ْﺸ ِبﻴْ ِﻪ ِﻓﻲ
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
Para ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
1. ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
2. ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
Nadzom : َﻓ ْﺼ ٌﻞ ِﻓﻰ ﺗَ ْﺮ ِﻛﻴْ ِﺐ الْ َﻤ َﺠﺎ ِز
Pasal 12
Majaz Murokkab
( ِﻓﻰ �ِ ْﺴﺒَ ٍﺔ اَ ْو ِﻣﺜْ ِﻞ َ� ْﻤ ِﺜ ْﻴ ٍﻞ َﺟ َﻼ٢٠٣) ُم َﺮ َّ� ُﺐ الْ َﻤ َﺠﺎ ِز َﻣﺎ ﺗَﺤَ َّﺼ َﻞ
ُ�ﻨَ َّﻜ ُﺐ َ َ� َﻤ َﺜ ًﻼ ُم َﺮ َّ� ُﺐ اَﺗَﻰ
ﻻ َو ﻳُ ْﺪ َﻋﻰ (٢٠٤) ا ْﺳ ِﺘ َﻌﺎ َر ًة ِإ ْن َو
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
Para ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
1. ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
2. ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
Nadzom : َﻓ ْﺼ ٌﻞ ﻓَﻰ َ� ْﻐ ِﻴ ْ ِ� ا ْ ِﻹ ْﻋ َﺮا ِب
Pasal 13
Tentang merubah i’rob
( ِﺑﺤَ ْﺬ ِف ﻟَ ْﻔ ٍﻆ اَ ْو ِز َ�ﺎ َد ٍة ﺗُ َﺮى٢٠٥) َو ِﻣﻨْ ُﻪ َﻣﺎ إِ ْﻋ َﺮاﺑُ ُﻪ َ� َﻐ َّ َ�ا
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
Para ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
1. ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
2. ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
Nadzom : اﻟْ َﺒﺎ ُب اﻟﺜَّﺎ ِﻟ ُﺚ اﻟْ ِﻜﻨَﺎﻳَ ُﺔ
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
29
َﻟ ْﻔ ٌﻆ ﺑِ ِﻪ َﻻ ِز ُم َﻣ ْﻌ َﻨﺎ ُه ﻗُ ِﺼ ْﺪ )َ (٢٠٦ﻣ َﻊ َﺟ َﻮا ِز ﻗَ ْﺼ ِﺪهِ َﻣ ْﻌ ُﻪ ﻳَ ِﺮ ْد َ
اﻟْ ُﻌ ْﺰ َﻟ ِﺔ ﻛ َﺎﻟْـ َﺨ ْ ُ� ِﺑﺎلْ َﻤ ْﻮ ُﺻ ْﻮ ِف الْ َﻮ ْﺻ ِﻒ ِإﻟﻰ
ال ُّﺼ ْﻮ ِ� َذا ﻳَﺎ ِﻓﻲ )(٢٠٧ ا ْﺧ ِﺘ َﺼﺎ ِص
َو َ� ْﻔ ِﺲ َم ْﻮ ُﺻ ْﻮ ٍف َو َو ْﺻ ٍﻒ َواﻟْ َﻐ َﺮ ْض )ِ (٢٠٨إﻳْ َﻀﺎ ُح ِنا ْﺧ ِﺘ َﺼﺎ ٌر اَ ْو َﺻ ْﻮ ٌن َﻋ َﺮ ْض
اَ ِو اﻧْ ِﺘ َﻔﺎ ُء الﻠَّ ْﻔ ِﻆ ِﻻ ْﺳ ِﺘ ْﻬ َﺠﺎ ِن )َ (٢٠٩و َ�ْــ ِﻮ ِه ﻛ َﺎلﻠَّ ْﻤ ِﺲ َو ا ْ ِﻹﺗْـ َﻴﺎ ِن
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 1.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 2.
Nadzom : َﻓ ْﺼ ٌﻞ ِﻓﻰ َم َﺮا ِﺗ ِﺐ الْ َﻤ َﺠﺎ ِز َواﻟْ ُﻜ َ�
ُ� َّﻢ الْ َﻤ َﺠﺎ ُز َواﻟْ ُﻜ َ� َأﺑْﻠَ ُﻎ ِﻣ ْﻦ ) (٢١٠ﺗَ ْﺼ ِﺮ�ْ ٍﺢ اَ ْو َﺣ ِﻘﻴْ َﻘ ٍﺔ َﻛ َﺬا ُز ِ� ْﻦ
ِﻓﻰ اﻟْ َﻔ ِّﻦ َ� ْﻘ ِﺪ ْ� ُﻢ ا ْﺳ ِﺘ َﻌﺎ َر ٍة ﻋَﻠَﻰ )ْ َ � (٢١١ﺸ ِبﻴْ ٍﻪ اَﻳْ ًﻀـﺎ ﺑِﺎﺗِّ َﻔﺎ ِق اﻟْ ُﻌ َﻘـ َﻼ
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 3.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 4.
Nadzom : اﻟ َﻔ ُّﻦ اﻟﺜَّﺎ ِﻟ ُﺚ ِﻋﻠْ ُﻢ اﻟْ َﺒ ِﺪﻳْ ِﻊ
َﺳﺎ ِﺑ ِﻖ الْ َﻤ َﺮا ْم ﺗَ ُﺣﺤْ ِْﺴﺴ ِﻨْ ِِﻪ� ا َﺿﻟْ ْﺮَﻜَ�ـﺎ َِنﻼ ْ)مِ(٢(١٢٢١)٣ﺑ َﺤُ� َْﻌﺴ َﺮ ُِﺐفا َْ� َﻷْﻌﻟْ ََﺪﻔﺎ َرِظﻋْ ِﻲَو ُو ُﺟ ْﻮ ُه ﺑِ ِﻪ ِﻋﻠْ ٌﻢ
الْ َﻤ َﻌﺎ ِ� ُو ُﺟ ْﻮ ُه ُ� َّﻢ
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 5.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 6.
Nadzom : al Jauhar al Maknun
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri
30
ال َّﻀ ْﺮ ُب ا ْ َﻷ َّو ُل الْ َﻤ ْﻌﻨَ ِﻮ ُّي
َو ُﻋ َّﺪ ِﻣ ْﻦ َأﻟْ َﻘﺎﺑِ ِﻪ الْ ُﻤ َﻄﺎ َ� َﻘ ْﺔ )َ َ � (٢١٤ﺸﺎﺑُ ُﻪ ا ْ َﻷ ْﻃ َﺮا ِف َوالْ ُﻤ َﻮا َ� َﻘ ْﺔ
َو اﻟْ َﻌ ْﻜ ُﺲ َواﻟتَّ ْﺴ ِﻬﻴْ ُﻢ َوالْ ُﻤ َﺸﺎﻛَﻠَ ْﺔ ) (٢١٥ﺗَــ َﺰا ُو ٌج ُر ُﺟـﻮ ٌع اَ ْو ُﻣ َﻘـﺎﺑَﻠَـ ْﺔ
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 7.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 8.
Nadzom : ﺗَ ْﺮ ِو َّ� ُﺔ ﺗُ ْﺪ َﻋﻰ ِﺑﺈِ ْ� َﻬﺎ ٍم ِﻟـ َﻤﺎ ) (٢١٦أُ ِر�ْ َﺪ َﻣ ْﻌﻨَﺎ ُه ا ْﻟ َﺒ ِﻌﻴْ ُﺪ ِﻣﻨْ ُﻬ َﻤﺎ
َو ُر ِّﺷ َﺤ ْﺖ ِﺑ َﻤﺎ ﻳُ َﻼ ِﺋ ُﻢ اﻟْ َﻘ ِﺮ�ْ ْﺐ )َ (٢١٧و ُﺟ ِﺮ َد ْت ﺑِ َﻔ ْﻘ ِﺪ ِه ﻓَ ُ� ْﻦ ُﻣ ِﻨﻴْ ْﺐ
َﺟَو ْﻤالٌﻊﻠَّ َُّو َ�ﻒ ْﻔ َِوﺮاْ�ﻟ ٌنَّﻖ ْﺸ َو َُﺮ� ْﻘ َو ِاﺪ ْْ� ِﻹ ٌﻢْﺳ ِﺘَو َﻣْﺨ ْﻊَﺪا) ُم٢(١٩٢١)٨ﻛِ(ﻠَﻴَْأ ِﻳْﻬ َﻤًﻀﺎﺎاَ َْووﺗَ َوﺠْا ِﺮ ِ�ْﺣ ٌٍﺪﺪ
ﺟَﻤْ ٌﻊ َ� َﻘ ْﻊ
َﻟ ُﻪ َأﻗْ َﺴﺎ ُم
ُ� َّﻢ الْ ُﻤﺒَﺎ َﻟ َﻐ ُﺔ َو ْﺻ ٌﻒ ﻳُ َّﺪ َﻋﻰ ) (٢٢٠ﺑُ ُﻠ ْﻮ ُﻏ ُﻪ َﻗ ْﺪ ًرا ﻳُ َﺮى ُم ْﻤﺘَ ِﻨ َﻌﺎ
اَ ْو ﻧَﺎ ِ�ﻴًﺎ َو ْﻫ َﻮ ﻋَﻠَﻰ أَ ْ َ�ﺎ ِء )�َ (٢٢١ﺒْ ِﻠﻴْ ٍﻎ ِإ ْﻏ َﺮا ٍق ُﻏ ُﻠــ ٍّﻮ َﺟﺎ ِﺋـﻰ
َﻣ ْﻘﺒُ ْﻮ ًﻻ اَ ْو َم ْﺮ ُد ْو َد ِﻧﺎﻟ َّﺘ ْﻔ ِﺮ�ْ ِﻊ )َ (٢٢٢و ُﺣ ْﺴ ُﻦ َ� ْﻌ ِﻠﻴْ ٍﻞ َﻟــ ُﻪ َ�ﻨْ ِﻮ ْ� ِﻊ
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 9.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 10.
Nadzom : َوﻗَ ْﺪ اَﺗَ ْﻮا ِﻓﻰ الْ َﻤ ْﺬ َﻫ ِﺐ اﻟْﻜَﻠَﺎ ِ ّ� )ِ (٢٢٣ﺑﺤُـ َﺠ ٍﺞ َﻛـ َﻤ ْﻬ َﻴ ِﻊ اﻟْ َﻜـ َﻼ ِم
ْْ َذا ِﻣ ْﻦ َوا ْ ِﻹ ْد َﻣﺎ ُج ﻛ َﺎﻟْ َﻌ ْﻜ ِﺲ )(٢٢٤ اﻟـــ َّﺬ ِ ّم �ِ ِﺸﺒْ ِﻪ َﻣ ْﺪ ًﺣﺎ َوأَ َّ� ُﺪ ْوا
اﻟ ِﻌﻠ ِﻢ
َو َﺟﺎ َء ا ْ ِﻹ ْﺳ ِتﺘْﺒَﺎ ُﻋ َﻮاﻟ َّﺘ ْﻮ ِﺟﻴْ ُﻪ َﻣﺎ )َ ْ�َ (٢٢٥ﺘ ِﻤ ُﻞ الْ َﻮ ْﺟ َﻬ ْ ِ� ِﻋﻨْ َﺪ اﻟْ ُﻌ َﻠ َﻤﺎ
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
31
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 11.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 12.
Nadzom : َو ِﻣﻨ ُﻪ َﻗ ْﺼ ُﺪ اﻟ ِْﺠ ِّﺪ ِﺑﺎلْ َﻬ ْﺰ ِل َﻛ َﻤﺎ )�ُ (٢٢٦ﺜْ َ� ﻋَﻠَﻰ اﻟْ ُﻔ ُﺨ ْﻮ ِر ِﺿ ُّﺪ َﻣﺎ ا ْ�ﺘَ َﻤﺎ
َو َﺳ ْﻮ ُق َﻣ ْﻌﻠُ ْﻮ ٍم َم َﺴﺎ َق َﻣﺎ ُﺟ ِﻬ ْﻞ )ِ (٢٢٧ﻟ ُﻨ ْﻜ َﺘ ٍﺔ ﺗَﺠَﺎ ُﻫ ٌﻞ َﻋﻨ ُﻬ ْﻢ ﻧُ ِﻘ ْﻞ
َواﻟْ َﻘ ْﻮ ُل ﺑِﺎلْ ُﻤ ْﻮ َﺟ ِﺐ ﻗُ ْﻞ َﺿ ْﺮ َ� ْ ِ� ) (٢٢٨ﻛِ َﻠﺎ ُﻫ َﻤﺎ ِﻓﻰ اﻟْ َﻔ ِّﻦ َﻣ ْﻌ ُﻠ ْﻮ َﻣﺎ ِن
َْ ﻋ َﻠَﻰ ُﻣـ ْﻄﻠَ ًﻘﺎ لِﻠ َّﺸ ْﺨ ِﺺ ﺑِﺎ ْﻵﺑَــﺂ ِء اﻟْ َﻌ ْﻄ ُﻒ ا ْ ِﻹ ِّﻃ َﺮا ُد
اﻟـ ِﻮﻻ ِء )(٢٢٩ و
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 13.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 14.
Nadzom : ال َّﻀ ْﺮ ُب اﻟ َﺜّﺎ ِ� ال َّﻠ ْﻔ ِﻈ ُّﻲ
ِﻣﻨْ ُﻪ اﻟ ِْﺠﻨَﺎ ُس َو ْﻫ َﻮ ُذ ْو َ� َﻤﺎ ِم )َ (٢٣٠ﻣ َﻊ ا ِﺗّﺤَﺎ ِد اﻟ ْﺤَ ْﺮ ِف َواﻟﻨِّ َﻈﺎ ِم
َو ُﻣ َﺘ َﻤﺎ ِﺛ ًﻼ ُد ِﻋ ْﻲ ِإ ِن ا ْ� َﺘﻠَ ْﻒ ) (٢٣١ﻧَ ْﻮ ٌع َو ُم ْﺴ َﺘ ْﻮ ً� ِإ َذا اﻟ َّﻨ ْﻮ ُع ا ْﺧ َﺘ َﻠ ْﻒ
َّ
ُم َﺸﺎ ِﻫ َﺪا ﺗَ ُ� ْﻦ اﻟْ َﻜ ْﻮ ِن َﻋ ِﻦ َﻓﺎ ْﺧ ُﺮ ْج )(٢٣٢ َوا ِﺣ َﺪا ِإﻻ الْ َﻮا ِﺣ ُﺪ َ� ْﻌ ِﺮ َف ﻟَ ْﻦ
َو ِﻣﻨْ ُﻪ ُذو ال َّﺘ ْﺮ ِﻛﻴْ ِﺐ ُذ ْو � َ َﺸﺎﺑُ ِﻪ )َ (٢٣٣ﺧ ًّﻄﺎ َو َﻣ ْﻔ ُﺮ ْو ٌق ﺑِ َﻼ � َ َﺸﺎﺑُ ِﻪ
َو ِا ْن ﺑِ َﻬﻴْﺌَ ِﺔ اﻟ ْﺤُ ُﺮ ْو ِف ا ْﺧ َﺘﻠَ َﻒ )ْ �َ (٢٣٤ﻬ َﻮ ا َّﻟ ِﺬ ْي ﻳَ ْﺪ ُﻋ ْﻮﻧَ ُﻪ الْ ُﻤ َﺤ َّﺮﻓَﺎ
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 15.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 16.
Nadzom : َوﻧَﺎﻗِ ٌﺺ َﻣ َﻊ ا ْﺧ ِﺘ َﻼ ٍف ِﻓﻰ اﻟْ َﻌ َﺪ ْد )َ (٢٣٥و َﺷ ْﺮ ُط ُﺧﻠْ ِﻒ اﻟ َّﻨ ْﻮ ِع َوا ِﺣ ٌﺪ َ� َﻘ ْﻂ
َو َﻣ ْﻊ َ� َﻘﺎ ُر ٍب ُم َﻀﺎ ِرﻋًﺎ أُ ِﻟ ْﻒ )َ (٢٣٦و َﻣ ْﻊ َ�ﺒَﺎ ُﻋ ٍﺪ ﺑِ َﻼ ِﺣ ٍﻖ ُو ِﺻ ْﻒ
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
32
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 17.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 18.
Nadzom : َو ْﻫ َﻮ ِﺟ َﻨﺎ ُس اﻟْ َﻘﻠْ ِﺐ َﺣﻴْ ُﺚ َ�ْ َﺘ ِﻠ ْﻒ ) (٢٣٧ﺗَ ْﺮﺗِيْﺒُ َﻬﺎ لِﻠْ ُﻜ ِّﻞ َوا ْﻟ َﺒ ْﻌ ِﺾ اَ ِﺿ ْﻒ
ُ�َ ّﻨَ ًﺤﺎ ﻳُ ْﺪ َﻋﻰ إِ َذا َ� َﻘﺎ َﺳ َﻤﺎ ) (٢٣٨ﺑَيْ ًﺘﺎ َﻓﻜَﺎﻧَﺎ ﻓَﺎﺗِ ًﺢ َو َﺧﺎ َ� َﻤﺎ
َو َﻣ ْﻊ ﺗَ َﻮا ِﻟﻰ اﻟ َّﻄ َﺮ َﻓ ْ ِ� ُﻋ ِﺮ َﻓﺎ )ُ (٢٣٩م ْﺰ َد ِو ًﺟﺎ ُﻛ ُّﻞ ِﺟ َﻨﺎ ٍس اُ ِﻟ َﻔﺎ
َ� َﻨﺎ ُﺳ ُﺐ ال ّﻠَ ْﻔ َﻈ ْ ِ� ِﺑﺎ ْﺷ ِﺘ َﻘﺎ ٍق )َ (٢٤٠و ِﺷﺒْ ِﻬ ِﻪ ﻓَ َﺬا َك ُذو اﻟْﺘِ َﺤﺎ ِق
َو َ� ِﺮ ُد اﻟ َّﺘ ْﺠ ِﻨيْ ُﺲ ِﺑﺎ ْ ِﻹ َﺷﺎ َر ِة )ِ (٢٤١ﻣ ْﻦ َﻏ ْ ِ� اَ ْن ﻳُ ْﺬ َﻛ َﺮ ِﻓﻰ اﻟْ ِﻌ َﺒﺎ َر ِة
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 19.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 20.
Nadzom : َو ِﻣﻨْ ُﻪ َر ُّد َﻋ ُﺠ ِﺰ ال َّﻠ ْﻔ ِﻆ ﻋَﻠَﻰ )َ (٢٤٣ﺻ ْﺪ ٍر ﻓَ ِﻔﻰ ﻧَ ْﺜ ٍﺮ ِﺑ َﻔ ْﻘ َﺮةٍ َﺟ َﻼ
ُﻣ ْﻜ َﺘ ِﻨ ًﻔﺎ َواﻟﻨَّ ْﻈ ُﻢ ا ْ َﻷ َّو ْل اَ َّو َﻻ ) (٢٤٣آ ِﺧ َﺮ ِم ْﺼ َﺮا ٍع َ� َﻢ َ�ﺒْ ُﻞ ﺗَ َﻼ
ُﻣ َﻜ َّﺮ ًرا ُ َ�ﺎ� َ ًﺴﺎ َو َﻣﺎ ا ْﻟ َﺘ َﺤ ْﻖ ) (٢٤٤ﻳَﺄْ ِﺗﻲ َﻛﺘَ ْﺨ َﺸﻰ اﻟﻨَّﺎ َس َوا ُﷲ اَ َﺣ ّﻖ
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 21.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 22.
Nadzom : ﻓَ ْﺼ ٌﻞ ِﻓﻰ ال َّﺴ ْﺠ ِﻊ
َوال َّﺴ ْﺠ ُﻊ ِﻓﻰ َﻓ َﻮا ِﺻ ٍﻞ ِﻓﻰ اﻟﻨَّ ْﺜ ِﺮ )ُ (٢٤٥م ْﺸ ِﺒ َﻬ ٍﺔ ﻗَﺎ ِ� َﻴ ًﺔ ِﻓﻰ ال ِّﺸ ْﻌ ِﺮ
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
33
ُﺿ ُﺮ ْو ُ� ُﻪ ﺛَ َﻼﺛَ ٌﺔ ِﻓﻰ اﻟْ َﻔ ِّﻦ )ُ (٢٤٦ﻣ َﻄ َّﺮ ٌف َﻣ َﻊ ا ْﺧ ِﺘ َﻼ ِف الْ َﻮ ْز ِن
ُم َﺮ ًّﺻ ٌﻊ ِا َن ﻛ َﺎ َن َﻣﺎ ِﻓﻰ اﻟﺜَّﺎ ِ� َﻴ ْﺔ ) (٢٤٧اَ ْو ُﺟ ِّﻠ ِﻪ ﻋَﻠَﻰ ِو َﻓﺎ ِق الْ َﻤﺎ ِﺿﻴَ ْﺔ
َو َﻣﺎ ِﺳ َﻮا ُه الْ ُﻤ َﺘ َﻮا ِزى َﻓﺎ ْد ِر ْي )َ (٢٤٨ﻛ ُﺴ ُﺮ ٍر َم ْﺮﻓُ ْﻮ َﻋ ٍﺔ ِﻓﻰ اﻟ ِّﺬ ْﻛ ِﺮ
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 23.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 24.
Nadzom : اَﺑْ َﻠ ُﻎ َذا َك ُم ْﺴﺘَ ٍﻮ َ� َﻤﺎ ﻳُ ِﺮ ْي )�ِ (٢٤٩ﻴْ ِﻪ اﻟْ َﻘ ِﺮ ْ�نَ َﺘ ْ ِ� ا ْ ُﻷ ْﺧ َﺮى َأ ْ� َﺜ َﺮ
َواﻟْ َﻌ ْﻜ ُﺲ ِا ْن ﻳَ ْ� ُﺜﺮ َﻓﻠَيْ َﺲ َ�ْ ُﺴ ُﻦ )َ (٢٥٠و ُﻣ ْﻄ َﻠ ًﻘﺎ أَ ْﻋ َﺠﺎ ُز َﻫﺎ � ُ َﺴ َّ� ُﻦ
َو َﺟ ْﻌ ُﻞ َﺳ ْﺠ ِﻊ ُﻛ ِّﻞ َﺷ ْﻄ ٍﺮ َﻏ ْ َ� َﻣﺎ )ِ (٢٥١ﻓﻲ آ ِﺧ ِﺮ اﻟتَّ ْﺸ ِﺘ ْ ُ� ِﻋﻨْ َﺪ اﻟْ ُﻌ َﻠ َﻤﺎ
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 25.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 26.
Nadzom : َﻓ ْﺼ ٌﻞ ِﻓﻰ الْ ُﻤ َﻮا َزﻧَ ِﺔ
ُ� َّﻢ الْ ُﻤ َﻮا َزﻧَ ُﺔ َو ْ َ� اﻟتَّ ْﺴ ِﻮ َ� ْﺔ ) (٢٥٢ﻟِ َﻔﺎ ِﺻ ٍﻞ ِﻓﻰ الْ َﻮ ْز ِن َﻻ ِﻓﻰ اﻟ َّﺘ ْﻘ ِﻔ َﻴ ْﺔ
َو ْ َ� ُم َﻤﺎﺛَ َﻠ ُﺔ َﺣﻲ{ ُث َ� َّﺘ ِﻔ ْﻖ )ِ (٢٥٣ﻓﻰ الْ َﻮ ْز ِن ﻟَ ْﻔ ُﻆ َ� ْﻘ َﺮ َ�ﻴْ ِﻪ ﻓَﺎ ْﺳ َﺘ ِﻔ ْﻖ
َواﻟْ َﻘﻠْ ُﺐ َواﻟتَّ ْﺸ ِﺮ�ْ ُﻊ َوالْ ِﺘ َﺰا ُم َﻣﺎ )�َ (٢٥٤ﺒْ َﻞ ال َّﺮ ِو ِّي ِذ ْﻛ ُﺮ ُه ﻟَ ْﻦ ﻳَﻠْ َﺰ َﻣﺎ
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 27.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 28.
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
34
Nadzom : ال َّﺴ ِﺮﻗَﺎ ُت
ﺑِﺎل َّﺴ ِﺮ َﻗ ْﺔ ﻳَ ْﺪ ُﻋ ْﻮﻧَ ُﻪ َّ ُﻫ َﻮ )(٢٥٥ َﺳ َﺒ َﻘ ْﺔ ﻛَ َﻠﺎ ًﻣﺎ َﺷﺎ ِﻋ ٍﺮ َو َأ ْﺧ ُﺬ
اﻟ ِﺬي
َو ُ ُّ� َﻣﺎ ﻗُ ِّﺮ َر ِﻓﻰ ا ْ َﻷ ْﻟ َﺒﺎ ِب ) (٢٥٦اَو ﻋَﺎ َد ٍة ﻓَﻠَيْ َﺲ ِﻣ ْﻦ َذا ا ْﻟ َﺒﺎ ِب
َوال َّﺴ ِﺮﻗَﺎ ُت ِﻋﻨْ َﺪ ُﻫ ْﻢ ِﻗ ْﺴ َﻤﺎ ِن )َ (٢٥٧ﺧ ِﻔ ّﻴَ ٌﺔ َﺟ ِﻠﻴَّ ٌﺔ َواﻟ َﺜّﺎ ِ�
ﺗَ َﻀ ُّﻤ ُﻦ الْ َﻤ ْﻌ َ� ﺟَ ِﻤﻴ ُﻌﺎ ُم ْﺴ َﺠ َﻼ ) (٢٥٨اَ ْر َد ُؤ ُه اﻧْ ِﺘ َﺤﺎ ُل َﻣﺎ َﻗ ْﺪ ﻧُ ِﻘ َﻼ
ِﺑ َﺤﺎ ِﻟ ِﻪ َواَﻟ ْﺤَ ُﻘ ْﻮا الْ ُﻤ َﺮا ِد َﻓﺎ )ِ (٢٥٩ﺑ ِﻪ َو ُ� ْﺪ َﻋﻰ َﻣﺎ أﺗَﻰ ُ َ�ﺎ ِﻟ َﻔﺎ
ِﻟﻨَ ْﻈ ِﻤ ِﻪ إِﻏ َﺎ َر ًة َوﺣُ ِﻤ َﺪا )َ (٢٦٠ﺣﻲ{ ُث ِﻣ َﻦ ال َّﺴﺎ ِﺑ ِﻖ ﻛ َﺎ َن أَ ْﺟ َﻮ َدا
َواَ ْﺧ ُﺬ ُه الْ َﻤ ْﻌ َ� ُ َ� َّﺮ ًدا ُد ِﻋ ْﻲ )َ (٢٦١ﺳﻠْ ًﺨﺎ َو ِالْ َﻤﺎ ًﻣﺎ َو َ� ْﻘ ِﺴﻴْ ًﻤﺎ ﻓَ ِﻌ ْﻲ
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 29.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 30.
Nadzom : ال َّﺴ ِﺮ َﻗ ُﺔ اﻟ ْﺨَ ِﻔ َّﻴ ُﺔ
َو َﻣﺎ ِﺳ َﻮى اﻟ َّﻈﺎ ِﻫ ِﺮ ِا ْن ُ� َﻐ ِّ َ�ا )َ (٢٦٢ﻣ ْﻌ ًﻨﺎ ِﺑ َﻮ ْﺟ ٍﻪ َﻣﺎ َو َ�ْ ُﻤ ْﻮ ًدا ﻳُ َﺮى
ِﻟﻨَ ْﻘ ٍﻞ اَو َﺧﻠْ ِﻂ ُﺷ ُﻤ ْﻮ ِل اﻟ َﺜّﺎ ِ� )َ (٢٦٣وﻗَﻠْ ٍﺐ اَ ْو � َ َﺸﺎﺑُ ِﻪ الْ َﻤ َﻌﺎ ِ�
اَ ْﺣ َﻮا ُﻟ ُﻪ ِﺑﺤَ َﺴ ِﺐ اﻟ ْﺨَ َﻔﺎ ِء )َ �َ (٢٦٤ﻔﺎ َﺿ َﻠ ْﺖ ِﻓﻰ اﻟ ْﺤُ ْﺴ ِﻦ َواﻟ َﺜّ َﻨﺎ ِء
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 31.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 32.
Nadzom : ا ْ ِﻹﻗْ ِﺘ َﺒﺎ ُس
َو ا ْ ِﻹﻗْ ِﺘ َﺒﺎ ُس اَ ْن ﻳُ َﻀ َّﻤ َﻦ اﻟْﻜَﻠَﺎ ْم )ُ (٢٦٥ﻗ ْﺮآﻧًﺎ اَ ْو َﺣ ِﺪﻳْ َﺚ َﺳ ِﻴّ ِﺪ ا ْ َﻷﻧَﺎ ْم
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
35
َو ا ْ ِﻹﻗْ ِﺘ َﺒﺎ ُس ِﻋﻨْ َﺪ ُﻫ ْﻢ َﺿ ْﺮ َ�ﺎ ِن )َّ �َ ُ (٢٦٦ﻮ ٌل َوﺛَﺎ ِﺑ ُﺖ الْ َﻤ َﻌﺎ ِ�
َ ال َﻠّ ْﻔ ِﻆ اَ ْو
َﻣ ْﻌ َﻨﺎهُ ﻻ ﻧَ ْﺰ ِر َ� ْﻐ ِﻴ ْ ُ� )(٢٦٧ ِﺳ َﻮا ُه لِ َﻮ ْز ٍن َﺟﺎﺋِ ٌﺰ َو
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 33.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 34.
Nadzom : اﻟ َّﺘ ْﻀ ِﻤ ْ ُ� َواﻟْـ َﺤ ُّﻞ َواﻟْ َﻌ ْﻘ ُﺪ
َو ا ْ َﻷ ْﺧ ُﺬ ِﻟﻨُ ِﻣ ْْﻜﻦ َﺘ ٍﺔِﺷأَ ْﻌﺟٍْﺮ َﻤ ِﺑﻠُ َﻐُﻪ ْﺰ َوِوا َْﻣ�ﺎُﺘ ِﻔ ََﺧﺮاِﻔ)ﻲِ (َ �٢(٦٢٨٦)٩ﺴﺗَ ْ ُْ�ﻀ َِ�ﻤﻴْْﻐﻨُِﻴ ُْﻬ ٍ�ْﻢ َو ََوﻣﺎَﻣﺎ ِﻣﻨْﻋَ ُﻠﻪَﻰﻳُاَﺮ ْ َﻷى ْﺻ ِﻞ ﻳَ ِﻔﻲ
ﺑَيْﺘًﺎ ﻓَﺄَﻋْﻠَﻰ ﺑِﺎ ْﺳ ِﺘ َﻌﺎﻧَ ٍﺔ ُﻋ ِﺮ ْف )َ (٢٧٠و َﺷ ْﻄ ًﺮا اَ ْو اَ ْد َ� ِﺑ ِﺈﺑْ َﺪا ٍع اُ ِﻟ ْﻒ
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 35.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 36.
Nadzom : اﻟْ ِﻘ َﻴﺎ ْس ﻓَﺎ ْﻋ ِﺮ ِف اﻟﻨَّ ْﻈ ِﻢ ﻧَ ْﺜ ُﺮ َواﻟ ْﺤَ ُّﻞ ِﺑﺎ ْ ِﻹﻗْ ِﺘ َﺒﺎ ْس َ اﻟ َﻨّ ْﺜ ِﺮ َ� ْﻈ ُﻢ َواﻟْ َﻌ ْﻘ ُﺪ
ﻻ
)(٢٧١
َوا ْﺷ َﺘ َﺮ ُﻃﻮا ال ُّﺸ ْﻬ َﺮ َة ِﻓﻰ اﻟْﻜَﻠَﺎ ِم )َ (٢٧٢والْ َﻤﻨْ ُﻊ أَ ْﺻ ُﻞ َﻣ ْﺬ َﻫ ِﺐ ا ْ ِﻹ َﻣﺎ ِم
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 37.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 38.
Nadzom : اﻟ َّﺘﻠْ ِﻤﻴْ ُﺢ
إِ َﺷﺎ َر ٌة ِﻟ ِﻘ َّﺼ ٍﺔ ِﺷ ْﻌ ٍﺮ َﻣ َﺜ ْﻞ )ِ (٢٧٣ﻣ ْﻦ َﻏ ْ ِ� ِذ ْﻛ ِﺮ ِه َ� َﺘﻠْ ِﻤﻴْ ٌﺢ َﻛ َﻤ ْﻞ
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
36
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
Para ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
39. ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
40. ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
Nadzom : ﺗَ ْﺬ ِ�ﻴْ ٌﺐ ِﺑﺎ ْ َﻷﻟْ َﻘﺎ ِب ِﻣ َﻦ اﻟْ َﻔ ِّﻦ
( ﺗِ ْﺮ ِ�ﻴْ ُﺐ ِنا ْﺧ ِﺘ َﺮا ٌع اَ ْو َ� ْﻌ ِﺪﻳْ ُﺪ٢٧٤) ِﻣ ْﻦ َذالِ َﻚ اﻟ َّﺘ ْﻮ ِﺷﻴْ ُﻊ َوال َّﺘ ْﺮ ِدﻳْ ُﺪ
( ال َّﺴﺎﺋِﺤُ ْﻮ َن ال َّﺮا ِﻛ ُﻌ ْﻮ َن ال َّﺴﺎ ِﺟ ُﺪ ْو َن٢٧٥) ﻛ َﺎﻟ َّﺘﺎﺋِ ُﺒ ْﻮ َن اﻟْ َﻌﺎﺑِ ُﺪ ْو َن اﻟ ْﺤَ ِﻤ ُﺪ ْو ْن
( ِإﻳْ َﻀﺎ ُح ِنا ْﻋ ِﺘ َﻼ ُف ِنا ْﺳ ِﺘ ْﻄ َﺮا ُد٢٧٦) َ� ْﻄ ِﺮ ْ� ٌﺰ اَ ْو ﺗَ ْﺪ ِ�ﻴْ ُﺞ ِنا ْﺳتِ ْﺸ َﻬﺎ ُد
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
Para ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
41. ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
42. ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
Nadzom : ( َو ُﻓ ْﺮ َﺻ ٌﺔ � َ ْﺴ ِﻤﻴْ ٌﻂ اَ ْو َ� ْﻌ ِﻠﻴْ ُﻞ٢٧٧) ِإ َﺣ َﻠ ٌﺔ ﺗَﻠْ ِﻮ�ْ ٌﺢ اَ ْو ﺗَ ْﺨ ِﻴﻴْ ُﻞ
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
Para ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
43. ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
44. ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
Nadzom : ( ﺗَﺠْ ِﺮ ْ� ُﺪ ِنا ْﺳ ِﺘ ْﻘ َﻼ ٌل اَ ْو َ� َﻬ ُّ� ُﻢ٢٧٨) ﺗَﺨْ ِﻠﻴَ ٌﺔ اَ ْو َ� ْﻘ ٌﻞ اَ ْو ﺗَ َﺨﺘُّ ُﻢ
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
Para ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
45. ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
46. ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
37
Nadzom : َ� ْﻌ ِﺮ ْ� ٌﺾ اَ ْو إِﻟْ َﻐﺎ ُز ﻧِﺎ ْرﺗِ َﻘﺎ ُء ) (٢٧٩ﺗَ ْ ِ��ْ ٌﻞ اَ ْو ﺗَﺄْﻧِيْ ُﺲ اَ ْو إِ ْ� َﻤﺂ ُء
ُﺣ ْﺴ ُﻦ ا ْﻟ َﺒﻴَﺎ ِن َر ْﺻ ٌﻒ اَ ْو ُم َﺮا َﺟ َﻌ ْﺔ )ُ (٢٨٠ﺣ ْﺴ ُﻦ ﺗَ َﺨ ّﻠُ ٍﺺ ِﺑ َﻼ ُﻣ َﻨﺎ َز َﻋ ْﺔ
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 1.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 2.
Nadzom : ﻓَ ْﺼ ٌﻞ ِﻓﻰ َﻣﺎ َﻻ ُ� َﻌ ُّﺪ َﻛ ِﺬﺑًﺎ
َوﻟَيْ َﺲ ِﻓﻰ ا ْ ِﻹ ْ� َﻬﺎ ِم َواﻟ َّﺘ َﻬ ُّ� ِﻢ )َ (٢٨١و َﻻ اﻟ َّﺘ َﻐﺎ ِل �ِ ِﺴ َﻮى الْ ُﻤ َﺤ َّﺮ ِم
اﻟْ َﻜ ِﺬ ْب َ لَ ِﺰ ْب الْ ِﻤ َﺰا ِح َﻛ ِﺬ ٍب
َﻋ ِﻦ َﻣﻨْ ُﺪ ْو َﺣ َﺔ ﻻ ِﺑ َﺤﻴْ ُﺚ )(٢٨٢ ﻗَ ْﺪ َو ِ� ِﻣ ْﻦ
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ Para
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 1.
ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ ahliال َّﺼ َﻤ ُﺪ 2.
Nadzom : َﺧﺎﺗِ َﻤ ٌﺔ
َو َ�نْﺒَ ِﻐ ْﻲ لِ َﺼﺎ ِﺣ ِﺐ اﻟْﻜَﻠَﺎ ِم ) (٢٨٣ﺗَﺄَﻧُّـ ٌﻖ ِﻓﻰ ا ْﻟ َﺒ ْﺪ ِء َواﻟ ِْﺨـ َﺘﺎ ِم
ﺑِ َﻤ ْﻄﻠَ ٍﻊ َﺣ َﺴ ْﻦ َو ُﺣ ْﺴ ِﻦ اﻟْ َﻘﺎ ِل )ِ (٢٨٤و َﺳﺒْ ٍﻚ اَ ْو ﺑَ َﺮا َﻋ ِﺔ ا ْﺳ ِﺘ ْﻬ َﻼ ِل
َواﻟ ْﺤُ ْﺴ ُﻦ ِﻓﻰ ﺗَ َﺨﻠُّ ٍﺺ اَ ِو اﻗْ ِﺘ َﻀﺎ ْب )َ (٢٨٥و ِ� ا َّﻟ ِﺬ ْي ﻳَ ْﺪ ُﻋ ْﻮﻧَ ُﻪ َﻓ ْﺼ َﻞ اﻟ ِْﺨ َﻄﺎ ْب
َو ِﻣ ْﻦ ِﺳ َﻤﺎ ِت اﻟ ْﺤُ ْﺴ ِﻦ ِﻓﻰ اﻟ ِْﺨﺘَﺎ ِم ) (٢٨٦إِ ْر َداﻓُ ُﻪ ﺑِ ُﻤ ْﺸ ِﻌ ِﺮ اﻟ َّﺘ َﻤﺎ ِم
ٰﻫ َﺬا َ� َﻤﺎ ُم اﻟ ْﺠُ ْﻤﻠَ ِﺔ الْ َﻤ ْﻘ ُﺼ ْﻮ َدةْ )ِ (٢٨٧ﻣﻦ ُﺻﻨْ َﻌ ِﺔ ا ْﻟ َﺒ َﻼ َﻏ ِﺔ الْ َﻤ ْﺤ ُﻤ ْﻮ َدةْ
ُ� َّﻢ ال َّﺼ َﻼ ُة ا ِﷲ ُﻃ ْﻮ َل ا ْ َﻷ َﻣ ِﺪ )(٢٨٨
ااﻟلْﻨَّ ُﻤِﺒ ِ ّْﻲﺸ َﺘاﺎلْ ُُﻤق ْﺑِﺼﺎ َْﻄ َﻷ َﻔ ْﺳﻰ َﺤ ُﺎ�َ ِر َّﻤ ِﺪ ﻋ َﻠَﻰ اِإ ْ َﻟ َﻷﻰ ْﺧا َﻴْﺎَﻷ ِْذرﻗَﺎ) ِ٩ن٢َ ٩(٠٢)٨ﻣﺎ(
َﻏ َّﺮ َد َوآ ِﻟ ِﻪ َو َﺻ ْﺤ ِﺒ ِﻪ
َو َﺧ َّﺮ َﺳﺎ ِﺟ ًﺪا
َ�ﺒْ ِﻐ ْﻲ َو ِﺳﻴْ َﻠ ًﺔ إِ َﻟﻰ ال َّﺮﺣْﻤٰ ِﻦ
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun
38
( ُﻣ ِﺘ ُّﻢ ﻧِ ْﺼ ِﻒ ﻋَﺎ ِﺷ ِﺮ اﻟْ ُﻘ ُﺮ ْو ِن٢٩١) َ� َّﻢ �ِ َﺸ ْﻬ ِﺮ اﻟ ْﺤُ َّﺠ ِﺔ الْ َﻤﻴْ ُﻤ ْﻮ ِن
perhatian dengan menampakkan perbedaan
Penjelasan :
Para ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
1. ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
2. ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli ال َّﺼ َﻤ ُﺪahli
Catatan Balaghah Kelas 5 Putri al Jauhar al Maknun