BAHAN AJAR
TEKS PUISI
Motivasi
Pernahkah kalian membaca puisi? Betapa indah dan bermaknanya setiap kata yang ditulis
menjadi sebuah puisi. Apakah kalian tertarik untuk bisa menulis puisi? Mari kita pelajari
bersama dalam materi ini.
Petunjuk Belajar
1. Bahan ajar ini diharapkan dapat membantu peserta didik dalam menulis teks puisi.
2. Bahan ajar ini terdiri dari empat bahan utama yang terkait dengan teks puisi, yaitu:
pengertian, ciri-ciri, unsur-unsur pembangun, dan langkah-langkah menulis puisi.
Kompetensi Dasar
No KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
3.8 Kompetensi Pengetahuan 3.8.1 Menganalisis unsur-unsur pembangun teks puisi
Menelaah unsur-unsur pembangun (perjuangan, lingkungan hidup, kondisi sosial, dan
teks puisi (perjuangan, lingkungan lain-lain) yang dibaca (C4)
hidup, kondisi sosial, dan lain-lain)
yang diperdengarkan atau dibaca.
4.8 Kompetensi Keterampilan 4.8.1 Menulis teks puisi dengan memperhatikan
Menyajikan gagasan, perasaan, unsur-unsur pembangun puisi (P4)
pendapat dalam bentuk teks puisi
secara tulis/ lisan dengan
memperhatikan unsur-unsur
pembangun puisi
Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Melalui kegiatan pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintific dengan Model Problem
Based Learning, peserta didik mampu menganalisis unsur-unsur teks puisi yang dibaca dengan
tepat.
Pertemuan Kedua
Melalui kegiatan pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintific dengan Model Problem
Based Learning, peserta didik mampu menulis teks puisi dengan memperhatikan unsur-unsur
pembangun puisi dengan tepat.
Materi Pembelajaran
1. Pengertian Puisi
Puisi adalah suatu karya sastra tertulis dimana isinya merupakan ungkapan perasaan seorang
penyair dengan menggunakan bahasa yang bermakna semantis serta mengandung irama, rima,
dan ritma dalam penyusunan larik dan baitnya. Ada juga yang menyebutkan pengertian puisi
adalah suatu karya sastra yang isinya mengandung ungkapan kata-kata bermakna kiasan dan
penyampaiannya disertai dengan rima, irama, larik dan bait, dengan gaya bahasa yang
dipadatkan.
2. Unsur-Unsur Puisi
Unsur-unsur puisi terdiri atas struktur fisik dan struktur batin. Kita dapat membedakan mana
puisi dan mana bukan puisi berdasarkan bentuk lahir atau fisik yang terlihat. Berikut ini akan
dibahas struktur fisik puisi yang meliputi: diksi, imajinasi, kata konkret, majas, verifikasi, dan
tipografi.
Diksi atau Pilihan Kata
Salah satu hal yang ditonjolkan dalam puisi adalah kata-katanya ataupun pilihan katanya.
Imajinasi
Semua penyair ingin menyuguhkan pengalaman batin yang pernah dialaminya kepada para
pembacanya melalui karyanya. Salah satu usaha untuk memenuhi keinginan tersebut ialah
dengan pemilihan serta penggunaan kata-kata dalam puisinya. Semua imaji di atas bila
dijadikan satu, secara keseluruhan dikenal beberapa macam imajinasi, yaitu :
a. Imajinasi Visual, yakni imajinasi yang menyebabkan pembaca seolah-olah seperti
melihat sendiri apa yang dikemukakan atau diceritakan oleh penyair.
b. Imajinasi Auditori, yakni imajinasi yang menyebabkan pembaca seperti mendengar
sendiri apa yang dikemukakan penyair.
c. Imajinasi Articulatori, yakni imajinasi yang menyebabkan pembaca seperti mendengar
bunyi-bunyi dengan artikulasi-artikulasi tertentu pada bagian mulut waktu kita
membaca sajak itu
d. Imajinasi Olfaktori, yakni imajinasi penciuman atau pembawaan dengan membaca atau
mendengar kata-kata tertentu kita seperti mencium bau sesuatu.
e. Imajinasi Gustatori, yakni imajinasi pencicipan. Dengan membaca atau mendengar
kata-kata atau kalimat-kalimat tertentu kita seperti mencicipi suatu benda yang
menimbulkan rasa asin, pahit, asam dan sebagainya.
f. Imajinasi Faktual, yakni imajinasi rasa kulit, yang menyebabkan kita seperti merasakan
di bagian kulit badan kita rasanya nyeri, rasa dingin, atau rasa panas oleh tekanan udara
atau oleh perubahan suhu udara.
g. Imajinasi Kinestetik, yakni imajinasi gerakan tubuh atau otot yang menyebabkan kita
merasakan atau melihat gerakan badan atau otot-otot tubuh.
h. Imajinasi Organik, yakni imajinasi badan yang menyebabkan kita seperti melihat atau
merasakan badan yang capai, lesu, loyo, ngantuk, lapar, lemas, mual, pusing dan
sebagainya.
Kata Konkret
Salah satu cara untuk membengkitkan daya bayang atau daya imajinasi para penikmat
sastra khususnya puisi adalah dengan menggunakan kata-kata yang tepat, kata-kata yang
kongkret, yang dapat menyaran pada suatu pengertian menyeluruh.
Majas atau Bahasa Figuratif
Penyair menggunakan bahasa yang bersusun-susun atau berpigura sehingga disebut
bahasa figuratif. Adapun bahasa kias yang biasa digunakan dalam puisi ataupun karya
sastra lainnya yaitu:
a) Perbandingan/Perumpamaan (Simile)
Perbandingan atau perumpamaan (simile) ialah bahasa kiasan yang menyamakan satu
hal dengan hal yang lain dengan mempergunakan katakata pembanding seperti bagai,
bak, semisal, seumpama, laksana, dan katakata pembanding lainnya.
b) Metafora
Bahasa kiasan seperti perbandingan, hanya tidak mempergunakan kata-kata
pembanding seperti bagai, laksana dan sebagainya. Metafora ini menyatakan sesuatu
sebagai hal yang sama atau seharga dengan yang lain yang sesungguhnya tidak sama.
c) Personifikasi
Kiasan ini mempersamakan benda dengan manusia. Benda-benda mati dibuat dapat
berbuat, berpikir dan sebagainya. Seperti halnya manusia dan banyak dipergunakan
penyair dulu sampai sekarang. Personifikasi membuat hidup lukisan di samping itu
memberikejelasan kebenaran, memberikan bayangan angan yang konkret.
d) Hiperbola
Kiasan yang berlebih-lebihan. Penyair merasa perlu melebih-lebihkanhal yang
dibandingkan itu agar mendapat perhatian yang lebih seksama dari pembaca.
e) Metonimia
Bahasa kiasan yang lebih jarang dijumpai pemakaiannya. Metonimia ini dalam
bahasa Indonesia sering disebut kiasan pengganti nama.
Rima
Rima adalah pengulangan bunyi dalam puisi untuk membentuk musikalisasi atau
orkestrasi sehingga puisi menjadi menarik untuk dibaca.
Tipografi atau Perwajahan
Ciri-ciri yang dapat dilihat sepintas dari puisi adalah perwajahannya atau tipografinya.
Melalui indera mata tampak bahwa puisi tersusun atas kata-kata yang membentuk larik-
larik puisi.
Struktur Batin Puisi merupakan pikiran perasaan yang diungkapkan penyair Berikut ini akan
dibahas struktur batin puisi.
Tema
Dalam sebuah puisi tentunya sang penyair ingin mengemukakan sesuatu hal bagi
penikmat puisinya.
Perasaan Penyair (Feeling)
Perasaan (feeling) merupakan sikap penyair terhadap pokok persoalan yang
ditampilkannya.
Nada dan Suasana
Nada dalam dunia perpuisian adalah sikap sang penyair terhadap pembacanya atau
dengan kata lain sikap sang penyair terhadap para penikmat karyanya.
Amanat (Pesan)
Penyair sebagai sastrawan dan anggota masyarakat baik secara sadar atau tidak merasa
bertanggugjawab menjaga kelangsungan hidup sesuai dengan hati nuraninya. Oleh
karena itu, puisi selalu ingin mengandung amanat (pesan).
Berikut ini disajikan beberapa contoh puisi.
Contoh Teks Puisi 1
Dengan Puisi, Aku
Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Berbatas cakrawala
Dengan puisi aku mengenang
Keabadian Yang Akan Datang
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris
Dengan puisi aku mengutuk
Nafas zaman yang busuk
Dengan puisi aku berdoa
Perkenankanlah kiranya.
Taufiq Ismail, 1965
Contoh Teks Puisi 2
DERAI DERAI CEMARA
Cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
Aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini
Hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah
Chairil Anwar, 1949
3. Menulis Puisi
Pada pembelajaran ini difokuskan pada menulis puisi bebas. Puisi bebas adalah puisi yang tidak
terikat oleh beberapa aturan khusus, yaitu jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata tiap baris,
sajak, irama, ritma dan pilihan kata. Menurut Ngatiyem (2017:88) dalam menulis puisi bebas
yang penting perasaan penulis dapat terekspresi dalam bentuk kata-kata yang tepat sehingga
menghasilkan makna yang tajam dan mendalam.
Berikut ini akan dijelaskan langkah-langkah dalam menulis teks puisi.
Tentukan Tema dan Judul
Pertama, pilihlah satu tema yang kita inginkan sebagai acuan dalam membuat puisi agar puisi
kita lebih menarik.
Menentukan Diksi (Kata Kunci)
Setelah menentukan tema, langkah-langkah menulis puisi selanjutnya adalah menentukan diksi
(kata kunci) dan kemudian mengembangkan kata tersebut.
Menggunakan Gaya Bahasa
Langkah menulis puisi selanjutnya adalah dengan menggunakan gaya bahasa. Salah satunya
adalah dengan majas misalnya majas perbandingan atau majas metafora misalnya.
Kembangkan Puisi Seindah Mungkin
Selanjutnya adalah mengembangkan semua langkah di atas menjadi puisi yang indah. Susun
kata-kata, larik-larik puisi menjadi bait-bait. Kembangkanlah menjadi satu puisi yang utuh dan
bermakna.
Ingatlah tiga hal yang berkaitan dengan kata dan larik dalam menulis puisi, yaitu:
Kata adalah satuan rangkaian bunyi yang ritmis atau indah, atau yang merdu
Makna kata bisa menimbulkan banyak tafsir
Mengandung imajinasi mendalam tentang hal yang dibicarakan
REFERENSI
Kosasih. 2017. Buku Bahasa Indonesia Kelas VIII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan,
Balitbang, Kemendikbud.
Kosasih. 2017. Buku Bahasa Indonesia Kelas VIII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan,
Balitbang, Kemendikbud.
Syarif, E. & Arsyidin. 2019. Paket Unit Pembelajaran Teks Berita, Eksposisi, Puisi, dan Iklan.
Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Alfari, S. 2021. Cara Membuat Puisi yang Baik dan Benar (Online). Tersedia di :
https://www.ruangguru.com.
Ngatiyem. 2017. Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Bebas dengan Menggunakan Media
Video pada Kelas VII MTsN Banjar Selatan 1 Kota Banjarmasin. Jurnal Meretas, 4(1), hlm. 84-
97. (Online). Tersedia di: https://jurnal.upgriplk.ac.id/.
Haisyah, dkk. 2020. Meningkatkan Kemampuan dalam Membaca Puisi pada SMP/MTs. Jurnal
UMJ, hlm. 107-114. (Online). Tersedia di: https://jurnal.umj.ac.id/.
Teks Puisi “Dengan Puisi, Aku” karya Taufiq Ismail. Diakses pada 20 November 2022. Tersedia
di: https://fib.uai.ac.id/dengan-puisi-aku-karya-taufiq-ismail/.
Teks Puisi “Derai-Derai Cemara” karya Chairil Anwar. Diakses pada 20 November 2022.
Tersedia di: https://mudabicara.com/mengilhami-puisi-derai-derai-cemara-chairil-anwar/.