Tujuan atau fungsi penyusunan neraca saldo yaitu:
a. untuk memeriksa keseimbangan antara jumlah saldo debit dan saldo kredit dari
masing-masing perkiraaan;
b. untuk mengetahui terjadinya kesalahan dalam pencatatan;
c. sebagai awal pengikhtisaran dalam menyusun laporan keuangan.
Langkah-langkah penyusunan neraca saldo adalah sebagai berikut.
a. Menghitung saldo sementara setiap perkiraan buku besar yang ada dalam perusahaan.
b. Menyusun semua saldo sementara perkiraan buku besar ke dalam neraca saldo, berurutan
menurut nomor kode perkiraan yang ada.
c. Jumlah saldo perkiraan debit dalam neraca saldo harus sama dengan jumlah saldo
perkiraan kredit.
C. Jurnal Penyesuaian
Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat karena adanya ketidaksesuaian antara
perkiraan-perkiraan yang ada di neraca saldo dengan keadaan yang sebenarnya.
Jurnal penyesuaian dapat pula terjadi karena:
a. adanya transaksi yang lupa atau belum dibukukan;
b. adanya kesalahan dalam pencatatan sehingga perlu perbaikan atau koreksi.
Tujuan atau fungsi penyusunan jurnal penyesuaian adalah sebagai berikut.
1. Agar setiap perkiraan real, yaitu perkiraan harta, hutang, modal, dan prive dapat
menunjukkan keadaan yang sebenarnya.
2. Agar setiap perkiraan nominal, yaitu perkiraan beban dan pendapatan, dapat diakui
dalam suatu periode dan menunjukkan keadaan yang sebenarnya.
Berikut ini adalah perkiraan-perkiraan yang biasanya menimbulkan jurnal penyesuaian.
1. Beban Dibayar Dimuka
Beban dibayar dimuka (prepaid expense) adalah barang atau jasa yang telah dibeli, tetapi
belum terpakai seluruhnya pada akhir suatu periode akuntansi. Beban dibayar dimuka
dapat dicatat lebih dulu sebagai:
a. Harta (piutang)
b. Beban (pembayaran sewa, pembayaran listrik, pembayaran gaji dan lain-lain)
Contoh 2
Pada tanggal 1 September 2019 Tuan Andi mengontrak rumah untuk satu tahun sebesar
Rp 4.800.000,00 dan dibayar tunai.
a. Jika dicatat sebagai Harta, akan dib ka perkiraan Se a Diba ar Dim ka .
Jurnal umum pada tanggal 1 September 2018 adalah:
Sewa Dibayar Dimuka Rp 4.800.000,00
Kas Rp 4.800.000,00
Jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2018 adalah:
Beban Sewa Rp 1.600.000,00
Sewa Dibayar Dimuka Rp 1.600.000,00
Perkiraan sewa dibayar dimuka akan dikredit di beban sewa sebesar nilai
sesungguhnya, dan sudah dijalani sampai dengan tanggal 31 Desember 2018 (4
bulan).
46
Dengan demikian perhitungannya adalah:
4 x Rp 4.800.000,00 = Rp 1.600.000,00
12
b. Jika dicatat sebagai Beban, akan dib ka perkiraan Beban Se a
Jurnal umum pada tanggal 1 September 2018 adalah:
Beban Sewa Rp 4.800.000,00
Kas Rp 4.800.000,00
Jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2018 adalah:
Sewa Dibayar Dimuka Rp 3.200.000,00
Beban Sewa Rp 3.200.000,00
Perkiraan Beban Sewa akan dikredit sebesar beban yang belum dijalani sampai
dengan 31 Desember 2018 yaitu 8 bulan (1 Januari 2019 1 September 2019).
8 x Rp 4.800.000,00 = Rp 3.200.000,00
12
2. Perlengkapan
a. Jika dicatat sebagai Harta, akan dib ka perkiraan Perlengkapan
Jurnal umum pada saat pembelian perlengkapan adalah:
Perlengkapan Rp xxx
Kas/Hutang Rp xxx
Jurnal penyesuaian akhir periode akuntansi yaitu:
Beban Perlengkapan Rp xxx
Perlengkapan Rp xxx
Contoh 3a
Pada Neraca Saldo per 31 Desember 2019 terdapat perkiraan Perlengkapan Kantor
sebesar Rp 300.000,00. Pada tanggal 31 Desember 2019, jumlah persediaan yang
masih ada bernilai Rp 100.000,00. Jadi, perlengkapan yang terpakai adalah:
Rp 300.000,00 Rp 100.000,00 = Rp 200.000,00
Jurnal penyesuaiannya adalah
Beban Perlengkapan Kantor Rp 200.000,00
Perlengkapan Kantor Rp 200.000,00
Contoh 3b
Pada neraca saldo terdapat perkiraan perlengkapan toko sebesar Rp 200.000,00.
Pada tanggal 31 Desember 2019, perlengkapan toko terpakai sebesar Rp 175.000,00.
Jurnal penyesuaiannya adalah
Beban Perlengkapan Kantor Rp 175.000,00
Perlengkapan Kantor Rp 175.000,00
b. Jika dicatat sebagai Beban, akan dib ka perkiraan Beban Perlengkapan
Jurnal umum pada saat pembelian perlengkapan adalah:
Beban Perlengkapan Rp xxx
Kas/Hutang Usaha Rp xxx
47
Jurnal penyesuaian akhir periode akuntansi yaitu:
Perlengkapan Rp xxx
Beban Perlengkapan Rp xxx
(sebesar perlengkapan yang belum terpakai pada periode tersebut)
Contoh 4a
Pada neraca saldo per 31 Desember 2019 terdapat perkiraan Beban Perlengkapan
Kantor sebesar Rp 500.000,00. Pada tanggal 31 Desember 2019 masih ada dalam
persediaan perlengkapan senilai Rp 200.000,00. Jadi, perlengkapan yang terpakai
sebesar Rp 300.000,00.
Jurnal penyesuaiannya per 31 Desember 2019 adalah:
Perlengkapan Kantor Rp 200.000,00
Beban Perlengkapan Kantor Rp 200.000,00
Contoh 4b
Pada neraca saldo terdapat perkiraan Beban Perlengkapan Toko sebesar
Rp 600.000,00. Pada tanggal 31 Desember 2019, yang sudah menjadi Beban
Perlengkapan Toko sebesar Rp 100.000,00. Jadi, jumlah perlengkapan yang belum
terpakai : Rp 600.000,00 Rp 100.000,00 = Rp 500.000,00.
Jurnal penyesuaian per 31 Desember 2019 adalah:
Perlengkapan Toko Rp 500.000,00
Beban Perlengkapan Toko Rp 500.000,00
3. Pendapatan Diterima Dimuka
Pendapatan diterima dimuka dapat dicatat lebih dulu sebagai:
1. Hutang
2. Pendapatan
Contoh 5
Pada tanggal 1 Maret 2019 Tuan Budi menyewakan rumah untuk kantor sebesar
Rp 6.000.000,00 untuk 1 tahun, dan sewa diterima tunai.
a. Jika dicatat sebagai H tang, akan dib ka perkiraan Se a Diterima Dim ka
Jurnal umum pada tanggal 1 Maret 2019 adalah:
Kas Rp 6.000.000,00
Sewa Diterima Dimuka Rp 6.000.000,00
Jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2019 adalah:
Sewa Diterima Dimuka Rp 5.000.000,00
Pendapatan Sewa Rp 5.000.000,00
Perkiraan Sewa Diterima Dimuka akan di debet sebesar yang sesungguhnya menjadi
pendapatan sewa sampai dengan 31 Desember 2019 yaitu selama 10 bulan ( 1 Maret
2019 31 Desember 2019). Perhitungannya adalah:
10 x Rp 6.000.000,00 = Rp 5.000.000,00
12
48
b. Jika dicatat sebagai Pendapatan, akan dib ka perkiraan Pendapatan Se a
Jurnal umum pada tanggal 1 Maret 2019 adalah: Rp 6.000.000,00
Kas Rp 6.000.000,00
Pendapatan Sewa
Jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2019 adalah:
Pendapatan Sewa Rp 1.000.000,00
Sewa Diterima Dimuka Rp 1.000.000,00
Perkiraan Pendapatan Sewa akan di debet sebesar yang belum menjadi pendapatan
sampai dengan tanggal 31 Desember 2019, yaitu selama 2 bulan (dari 31 Desember
2019 1 Maret 2019). Perhitungannya adalah:
2 x Rp 6.000.000,00 = Rp 1.000.000,00
12
4. Pendapatan Yang Masih Harus Diterima
Contoh 6
Pada tanggal 31 Desember 2019 masih akan diterima bunga dari langganan sebesar
Rp 100.000,00.
Jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2019 adalah:
Piutang Bunga Rp 100.000,00
Pendapatan Bunga Rp 100.000,00
5. Beban Yang Masih Harus Dibayar
Contoh 7
Pada tanggal 31 Desember 2019 gaji karyawan yang masih harus dibayar sebesar
Rp 300.000,00.
Jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2019 adalah:
Beban Gaji Rp 300.000,00
Hutang Gaji Rp 300.000,00
6. Harta Tetap
Pada akhir periode akuntansi, nilai harta tetap akan mengalami penurunan nilai, karena
penggunaan dalam operasi perusahaan. Hal ini dinamakan penyusutan (depreciation).
Dalam modul ini hanya akan dipelajari beberapa cara penyusutan antara lain:
a. berdasarkan persentase tertentu dari harga perolehan atau harga buku (harga buku=
harga perolehan akumulasi penyusutan);
b. berdasarkan lama penggunaan;
c. berdasarkan jumlah tertentu.
Jurnal penyesuaiannya adalah:
Beban Penyusutan (Harta Tetap) Rp xxx
Akumulasi Penyusutan (Harta Tetap) Rp xxx
Contoh 8
1. Pada Neraca Saldo per 31 Desember 2019 terdapat perkiraan:
Peralatan Rp 500.000,00
Akumulasi Penyusutan Peralatan Rp 100.000,00
49
Cara a.1
Ditentukan penyusutan per tahun 5% dari harga perolehan.
Penyusutan = 5% x Rp 500.000,00 = Rp 25.000,00.
Cara a.2
Ditentukan penyusutan per tahun 5% dari harga buku.
Penyusutan = 5% x (Rp 500.000,00 Rp 100.000,00) = Rp 20.000,00.
2. Pada Neraca Saldo per 31 Desember 2019 terdapat perkiraan:
Kendaraan Rp 40.000.000,00
Cara b
Ditentukan kendaraan dapat dipakai selama tahun dengan nilai residu (nilai sisa)
yaitu sebesar Rp 1.000.000,00.
Penyusutan =
Rp 40.000.000,00 Rp 1.000.000,00 = Rp 3.900.000,00
10
Cara c
Ditentukan penyusutan akhir tahun 2019 sebesar Rp 4.000.000,00. Maka besarnya
penyusutan pada 31 Desember 2019 sebesar Rp 4.000.000,00.
D. Kertas Kerja
Kertas kerja (work sheet) dapat disebut neraca lajur. Kertas kerja adalah kertas berlajur
yang dipergunakan sebagai alat bantu untuk menyusun laporan keuangan (financial
statement).
Bentuk kertas kerja bermacam-macam, yaitu:
1. Kertas kerja 6 kolom
No. Nama Perkiraan Neraca Saldo Laba/Rugi Neraca
Perkiraan DK DK DK
2. Kertas kerja 8 kolom
No. Nama Neraca Saldo AJP Laba/Rugi Neraca
Perkiraan Perkiraan DK DK DK DK
3. Kertas kerja 10 kolom
No. Nama Neraca AJP NS Laba/Rugi Neraca
Perkiraan Perkiraan Saldo DK Disesuaikan DK DK
DK DK
4. Kertas kerja 12 kolom
No. Nama Neraca AJP NS Laba/Rugi Laporan Neraca
Perkiraan Perkiraan Saldo DK Disesuaikan Modal DK
DK D KDK DK
Yang biasa digunakan adalah kertas kerja 8 dan 10 kolom.
50
Cara penyusunan kertas kerja (10 kolom)
Langkah-langkah penyusunan kertas kerja adalah sebagai berikut:
a. Bukukan jurnal penyesuaian pada kolom penyesuaian satu per satu. Jika terdapat
perkiraan yang belum ada pada Neraca Saldo, tambahkan pada lajur dibawahnya.
b. Hitunglah kolom Neraca Saldo Disesuiakan dengan cara menggabungkan angka pada
Neraca Saldo dengan kolom penyesuaian. Jika ternyata tidak ada angka penyesuian,
maka angka pada Neraca Saldo dipindahkan langsung ke kolom Neraca Saldo
Disesuaikan.
c. Pindahkan angka pada Neraca Saldo Disesuaikan pada kolom sebagai berikut.
1) Neraca : perkiraan real (harta, hutang, modal, dan prive).
2) Laba Rugi : perkiraan nominal (pendapatan dan beban).
d. Jumlahkan angka-angka pada kolom laba rugi dan neraca, yang masing-masing jumlah
tidak seimbang (balance).
1) Jika kolom L/R debet lebih besar daripada kredit, disebut saldo rugi. Pindahkanlah
saldo tersebut ke neraca sebelah debet.
2) Jika kolom L/R debet lebih kecil daripada kredit, disebut saldo laba. Pindahkan saldo
tersebut ke neraca sebelah kredit.
3) Sesudah itu, diperoleh jumlah neraca debet sama dengan kredit.
E. Laporan Keuangan
Pada akhir periode akuntansi, manajemen perusahaan harus
mempertanggungjawabkan segala aktivitas yang dilakukan selama periode tersebut. Bentuk
pertanggungjawabannya dibuat dalam sebuah laporan keuangan. Laporan keuangan
merupakan media komunikasi dan pertanggungjawaban antara perusahaan dan pemiliknya
atau pihak lain yang memiliki hubungan dengan perusahaan tersebut. Laporan keuangan
berperan penting dalam suatu perusahaan, karena laporan tersebut akan memberikan
informasi yang berkaitan dengan kondisi-kondisi suatu perusahaan sehingga pihak-pihak
yang berkepentingan terhadap informasi itu akan mengambil keputusan yang berhubungan
dengan perushaan tersebut.
Penyusunan Laporan Keuangan
1. Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah laporan yang menggambarkan keadaan pendapatan dan beban
dalam periode akuntansi suatu perusahaan pada saat dilaporkan.
Laporan laba rugi terdiri atas dua bentuk, yaitu bentuk single step dan multiple step.
Berikut ini contoh penyajiannya.
a. Single step
IQBAL WEB DESIGN
Laporan Laba Rugi
Untuk Periode Yang Berakhir 30 November 2019
Pendapatan Rp 42.500.000,00
Pendapatan Jasa Rp 400.000,00
Pendapatan Komisi Rp 3.000.000,00 +
Pendapatan Bunga
Jumlah Pendapatan Rp 45.900.000,00
51
Beban Rp 15.250.000,00
Beban Gaji dan Upah Rp 10.000.000,00
Beban Peny. Kendaraan Rp 3.300.000,00
Beban Peny. Peralatan Rp 2.250.000,00
Beban Sewa Rp 700.000,00
Beban Perlengkapan
Beban Bunga Rp 100.000,00 +
Jumlah Beban
Rp 31.600.000,00
Laba Bersih Rp 14.300.000,00
b. Multiple step
IQBAL WEB DESIGN
Laporan Laba Rugi
Untuk Periode Yang Berakhir 30 November 2019
Pendapatan Rp 42.500.000,00 Rp 42.900.000,00
Pendapatan Jasa Rp 400.000,00 +
Pendapatan Komisi Rp 31.500.000 ,00 -
Rp 15.250.000,00 Rp 11.400.000,00
Jumlah Pendapatan Rp 10.000.000,00
Beban Rp 3.300.000,00 Rp 2.900.000,00 +
Beban Gaji dan Upah Rp 2.250.000,00 Rp 14.300.000,00
Beban Peny. Kendaraan Rp 700.000,00 +
Beban Peny. Peralatan
Beban Sewa Rp 3.000.000,00
Beban Perlengkapan Rp 100.000,00 -
Jumlah Beban
Laba Usaha
Pendapatan Diluar Usaha
Pendapatan Bunga
Beban Diluar Usaha
Beban Bunga
Laba Diluar Usaha
Laba Bersih
F. JURNAL PENUTUP
Jurnal penutup adalah jurnal untuk memindahkan perkiraan nominal dan prive ke perkiraan
Modal.
Hal-hal yang memerlukan jurnal penutup dan cara penyusunannya adalah sebagai berikut.
a. Semua perkiraan Pendapatan harus ditutup dan saldonya harus menjadi nol.
Jurnal Penutup
Pendapatan ... Rp ...
Pendapatan ... Rp ...
Ikhtisar Laba/Rugi Rp ...
52
b. Semua perkiraan Beban harus ditutup dan saldonya harus menjadi nol.
Jurnal Penutup
Ikhtisar Laba/Rugi Rp ...
Beban ... Rp ...
Beban ... Rp ...
c. Saldo Rugi Rp ...
Jurnal Penutup
Modal ... Rp ...
Ikhtisar Laba/Rugi
Saldo Laba Rp ...
Jurnal Penutup
Rp ...
Ikhtisar Laba/Rugi
Modal ...
d. Perkiraan Prive Rp ...
Jurnal Penutup
Modal ... Rp ...
Prive ...
G. PENUTUPAN BUKU BESAR
Langkah-langkah mengerjakan penutupan buku besar adalah sebagai berikut.
1. Bukukan jurnal penyesuaian dan jurnal penutup ke dalam perkiraan buku besar yang ada.
2. Tambahkan perkiraan tambahan sebagai perantara untuk perkiraan Modal.
3. Tutup semua perkiraan dengan menjumlahkan angka-angka, baik sebelah debit maupun
kredit. Akibatnya adalah:
a. semua perkiraan Pendapatan, Beban, serta Prive bersaldo nol.
b. semua perkiraan Harta, Hutang, dan Modal bersaldo debit atau kredit.
H. NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN
Setelah kegiatan penutupan buku besar selesai, maka akan terlihat perkiraan-
perkiraan yang masih memiliki saldo yaitu harta, hutang, dan modal. Perkiraan-perkiraan
tersebut harus seimbang jumlah saldonya.
Untuk memeriksa ketelitian pekerjaan akuntansi, maka diperlukan neraca saldo
setelah penutupan pada akhir periode akuntansi. Apabila ternyata total saldo debet sama
dengan total saldo kredit, maka pembukuannya dapat dilanjutkan dengan proses berikutnya,
yaitu membuat ayat jurnal pembalik.
I. JURNAL PEMBALIK (REVERSING ENTRIES)
Jurnal pembalik adalah jurnal yang disusun pada awal periode akuntansi sebagai
akibat adanya jurnal penyesuaian yang mengakibatkan timbulnya perkiraan riil yang baru.
Cara penyusunannya yaitu dengan cara membalik perkiraan-perkiraan di bagian debit untuk
dicatat di bagian kredit, dan sebaliknya.
53
Ayat jurnal penyesuian yang perlu dibuat jurnal pembaliknya adalah sebagai berikut.
a. Beban yang masih harus dibayar
Contoh:
Adanya hutang gaji per 31 Desember 2018 sebesar Rp 100.000,00.
Jurnal pembalik per 1 Januari 2019:
Hutang Gaji Rp 100.000,00
Beban Gaji Rp 100.000,00
b. Pendapatan yang masih harus diterima
Contoh:
Pada tanggal 31 Desember 2018, terdapat pendapatan jasa yang masih akan diterima,
yaitu sebesar Rp 200.000,00.
Jurnal pembalik per 1 Januari 2019: Rp 200.000,00
Pendapatan Jasa
Rp 200.000,00
Piutang Usaha
c. Beban dibayar dimuka yang dicatat sebagai beban
Contoh:
Per 31 Desember 2018, beban asuransi pada neraca saldo sebesar Rp 360.000,00. Jumlah
tersebut dibayar pada tanggal 1 Oktober 2018 untuk 1 tahun.
Jurnal pembalik per 1 Januari 2019:
Beban asuransi Rp 270.000,00
Asuransi dibayar dimuka Rp 270.000,00
(31 Desember 2018 1 Oktober 2019 = 9 bulan)
d. Pendapatan diterima dimuka yang dicatat sebagai pendapatan
Contoh:
Per 31 Desember 2018, pendapatan sewa pada neraca saldo sebesar Rp 4.800.000,00.
Jumlah tersebut dibayar pada tanggal 1 Mei 2018 untuk 1 tahun.
Jurnal pembalik per 1 Januari 2019 adalah:
Sewa diterima dimuka Rp 1.600.000,00
Pendapatan sewa Rp 1.600.000,00
(31 Desember 2018 1 Mei 2019 = 4 bulan)
54
Soal 1
Bengkel Motor Anak Langit
Neraca Saldo
Per 31 Desember 2019
No. Nama Perkiraan D K
Perkiraan
Kas Rp 55.750.000 Rp 30.000.000
111 Piutang Usaha Rp 8.450.000 Rp 25.000.000
112 Piutang Wesel Rp 7.550.000 Rp 1.500.000
113 Perlengkapan Rp 2.500.000 Rp 2.350.000
114 Sewa Kantor Dibayar Dimuka Rp 3.600.000 Rp 3.500.000
115 Tanah Rp 250.000.000 Rp 5.400.000
121 Gedung Rp 300.000.000 Rp 12.000.000
121 Akumulasi Penyusutan Gedung Rp 295.000.000
121 Kendaraan Rp 250.000.000 Rp 277.800.000
121 Akumulasi Penyusutan Kendaraan Rp 255.500.000
121 Peralatan Rp 15.000.000
121 Akumulasi Penyusutan Peralatan Servis Rp 908.050.000
121 Hutang Usaha Rp 2.500.000
211 Hutang Wesel
212 Hutang Bunga Rp 2.000.000
214 Hutang Hipotik 10% Rp 4.000.000
221 Modal Tuan Langit Rp 5.500.000
301 Prive Tuan Langit Rp
302 Pendapatan Jasa Bengkel Rp 500.000
401 Pendapatan Komisi Rp 700.000
402 Beban Gaji & Upah 908.050.000
501 Beban Asuransi
503 Beban Iklan
504 Beban Listrik, Air, dan Telepon
505 Beban Serba-Serbi
506
Jumlah
Keterangan per 31 Desember 2019 untuk penyesuaian antara lain:
a. Sewa kantor dibayar dimuka telah dibayar pada tanggal 1 Februari 2019.
b. Atas gedung tahun 2019 disusutkan 10% dari nilai buku.
c. Peralatan bengkel terdiri dari peralatan bengkel lama dan baru. Peralatan bengkel baru senilai Rp
8.500.000 dibeli tanggal 1 Agustus 2019. Peralatan bengkel lama dan baru disusutkan 10% per
tahun dari harga perolehan.
d. Bunga wesel bayar 10% per tahun dibayar dibelakang tiap tanggal 1 Maret dan 1 September.
e. Pendapatan jasa bengkel diterima tanggal 1 Maret 2019 untuk 1 tahun.
f. Bunga yang masih harus diterima sebesar Rp 800.000.
g. Karyawan perusahaan berjumlah 7 orang. Gaji karyawan Rp 150.000 per orang per minggu.
Karyawan bekerja dari hari Senin sampai dengan Sabtu dan gaji dibayarkan tiap hari Sabtu. Hari
sabtu terakhir pada tanggal 25 Desember 2019.
h. Pada tanggal 17 November 2019 dibayar iklan untuk 20 kali penayangan. Iklan ditayangkan setiap
bulannya pada tanggal 3, 10, 14, 20, 24, dan 30.
i. Pendapatan komisi diterima tanggal 1 Maret 2019 untuk 2 tahun.
55
Diminta:
1. Membuat ayat Jurnal Penyesuaian berdasarkan keterangan per 31 Desember 2019.
2. Menyelesaikan Neraca Lajur per 31 Desember 2019.
3. Menyusun laporan keuangan per 31 Desember 2019 berupa:
a) Neraca, per 31 Desember 2019.
b) Perhitungan Laba/Rugi, untuk periode yang berakhir 31 Desember 2019.
c) Laporan Perubahan Modal, per 31 Desember 2019.
4. Membuat Jurnal Penutup per 31 Desember 2019.
5. Membuat Neraca Saldo Setelah Penutupan per 31 Desember 2019.
6. Membuat Jurnal Pembalik per 1 Januari 2020.
Soal 2
Selamat Sentosa Travel
Neraca Saldo
Per 31 Desember 2019
No. Nama Perkiraaan Debit Kredit
Perkiraan
Kas Rp 12.930.000,00 -
111 Piutang Usaha Rp 7.850.000,00 -
112 Piutang Wesel (Wesel Tagih) Rp 1.500.000,00 -
113 Perlengkapan Rp 9.500.000,00 -
114 Sewa Kantor Dibayar Dimuka -
115 Asuransi Dibayar Dimuka - -
116 Iklan Dibayar Dimuka Rp 1.800.000,00 -
117 Tanah -
121 Gedung - -
122 Akumulasi Penyusutan Gedung Rp 125.000.000,00 Rp 20.000.000,00
123 Kendaraan Rp 100.000.000,00 -
124 Akumulasi Penyusutan Kendaraan Rp 60.000.000,00
125 Peralatan Servis - -
Akumulasi Penyusutan Peralatan Servis Rp 300.000.000,00 Rp 3.000.000,00
126 Hutang Usaha Rp 9.100.000,00
127 Hutang Wesel (Wesel Bayar) - Rp 16.000.000,00
211 Hutang Gaji Rp 12.000.000,00 -
212 Hutang Bunga -
213 Hutang Hipotik 12% - Rp 37.000.000,00
214 Modal Tuan Daniel - Rp 280.500.000,00
221 Prive Tuan Daniel - -
301 Ikhtisar Laba/Rugi - -
302 Pendapatan Jasa Perjalanan - Rp 263.350.000,00
303 Beban Gaji Pegawai - -
401 Beban Perlengkapan - -
501 Beban Sewa Kantor Rp 2.450.000,00 -
502 Beban Asuransi - -
503 Beban Iklan - -
504 Beban Listrik, Air, dan Telepon Rp 90.300.000,00 -
505 Beban Penyusutan Gedung - -
506 Beban Penyusutan Kendaraan Rp 9.000.000,00 -
507 Beban Penyusutan Peralatan Servis - -
508 Beban Macam-Macam Rp 2.400.000,00 -
509 Beban Bunga Rp 8.010.000,00 -
510 - Rp 688.950.000,00
601 Jumlah -
-
Rp 4.960.000,00
Rp 1.250.000,00
Rp 688.950.000,00
Keterangan per 31 Desember 2019 untuk penyesuaian antara lain:
a. Perlengkapan yang tersisa per 31 Desember 2019 sebesar Rp 3.100.000,00.
b. Beban sewa kantor dibayar pada tanggal 1 April 2019 untuk masa 1 (satu) tahun.
c. Premi asuransi dibayar pada tanggal 1 Oktober 2019 untuk masa 1 (satu) tahun.
d. Iklan yang telah dibayar untuk 6 (enam) kali penerbitan per 31 Desember 2019 telah diterbitkan 4
(empat) kali.
56
e. Atas gedung tahun 2019 disusutkan 10% dari harga perolehan.
f. Atas kendaraan tahun 2019 disusutkan 20% dari nilai buku.
g. Atas peralatan servis tahun 2019 disusutkan sebesar Rp 2.500.000,00.
h. Gaji yang masih harus dibayar bulan Desember sebesar Rp 450.000,00.
i. Bunga atas hutang hipotik 12% dibayar tiap tanggal 1/5 dan 1/11.
Diminta:
1. Membuat ayat Jurnal Penyesuaian berdasarkan keterangan per 31 Desember 2019.
2. Menyelesaikan Neraca Lajur per 31 Desember 2019.
3. Menyusun laporan keuangan berupa:
d) Laporan Neraca, per 31 Desember 2019.
e) Perhitungan Laba/Rugi, untuk periode yang berakhir 31 Desember 2019.
f) Laporan Perubahan Modal, per 31 Desember 2019.
4. Membuat Jurnal Penutup per 31 Desember 2019.
5. Membuat Neraca Saldo Setelah Penutupan per 31 Desember 2019.
6. Membuat Jurnal Pembalik per 1 Januari 2020.
Soal 3
Song Joong Ki Fotokopi
Neraca Saldo
Per 31 Desember 2019
No. Nama Perkiraan D K
Perkiraan
Kas Rp 20,000,000 15,000,000
111 Piutang Usaha Rp 3,000,000 20,000,000
112 Piutang Bunga Rp 5,000,000 1,000,000
113 Perlengkapan Rp 2,500,000 12,000,000
115 Iklan Dibayar Dimuka Rp 5,000,000 10,000,000
116 Asuransi Dibayar Dimuka Rp 5,000,000 15,000,000
117 Tanah Rp 92,000,000 25,000,000
121 Gedung Rp 150,000,000 371,000,000
122 Akumulasi Penyusutan Gedung 40,000,000
123 Kendaraan Rp 3,000,000
124 Akumulasi Penyusutan Kendaraan Rp 200,000,000
125 Peralatan Toko 512,000,000
126 Akumulasi Penyusutan Peralatan Toko Rp
127 Hutang Usaha Rp 10,000,000
211 Hutang Wesel 12%
212 Hutang Bunga Rp
213 Jasa Foto Kopi Diterima Dimuka Rp
214 Hutang Hipotik 12% Rp
221 Modal Tuan Song Joong Ki Rp
301 Prive Tuan Song Joong Ki Rp
302 Pendapatan Komisi Rp
402 Beban Gaji & Upah Rp
501 Beban Listrik, Air, dan Telepon Rp 8,000,000
505 Beban Serba-Serbi Rp
506 Rp 5,000,000
Jumlah Rp 3,500,000
Rp 3,000,000
Rp 512,000,000 Rp
57
Keterangan per 31 Desember 2019 untuk penyesuaian antara lain:
a. Bunga yang masih harus diterima sebesar Rp 2.500.000.
b. Pendapatan komisi diterima tanggal 1 Juni 2019 untuk 1 tahun.
c. Atas gedung tahun 2019 disusutkan 10% dari nilai buku.
d. Karyawan perusahaan berjumlah 2 orang. Gaji karyawan Rp 150.000 per orang per hari. Karyawan
bekerja dari hari Senin sampai dengan Minggu dan gaji dibayarkan tiap hari Minggu. Hari Minggu
terakhir pada tanggal 25 Desember 2019.
e. Iklan dibayar pada tanggal 12 November 2019 untuk 30 kali penayangan. Iklan ditayangkan setiap
bulannya pada tanggal 1, 9, 13, 17, 21, 25, dan 29.
f. Pembayaran jasa fotokopi diterima tanggal 1 Oktober 2019 untuk 1 tahun.
g. Perlengkapan yang tersisa per 31 Desember 2019 sebesar Rp 1.000.000.
h. Bunga wesel bayar dibayar tiap tanggal 31 Agustus 2019.
i. Asuransi yang telah kadaluwarsa sebesar Rp 2.000.000.
Diminta:
1. Menyelesaikan Neraca Lajur per 31 Desember 2019.
2. Menyusun laporan keuangan per 31 Desember 2019 berupa:
a) Neraca, per 31 Desember 2019.
b) Perhitungan Laba/Rugi, untuk periode yang berakhir 31 Desember 2019.
c) Laporan Perubahan Modal, per 31 Desember 2019.
3. Membuat Jurnal Penutup per 31 Desember 2019.
4. Membuat Neraca Saldo Setelah Penutupan per 31 Desember 2019.
5. Membuat Jurnal Pembalik per 1 Januari 2020.
58
DAFTAR PUSTAKA
Alam S. 2018. Ekonomi. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama
Mulyadi, Endang. 2011. Akuntansi 1. Jakarta: Yudhistira
Rahardja, Pratama, Wiji Purwanta, dan Wahju Indah Sulistijowati. 2017. Bandung: Penerbit
Yrama Widya
Sucipto, Toto, dkk. 2011. Akuntansi. Jakarta: Yudhistira
Suwardjono. 2010. Akuntansi Pengantar. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta
Tim Akuntansi SMA. 2005. Akuntansi 2. Jakarta: PT Galaxy Puspa Mega
59
Modul elektronik ini berisi mengenai
konsep dari pengantar akuntansi dan
siklus akuntansi perusahaan jasa. Modul
ini juga dilengkapi dengan contoh soal
dan latihan soal yang diperlukan dari
setiap materinya.
Maria A. Purwaningtyas, S.Pd.