The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KTI Literature Review_Maulidyah Izha Arrohma_P17230194107-11_36_42

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by shunnarirescue, 2023-01-15 23:27:52

KTI Literature Review_Maulidyah Izha Arrohma_P17230194107-11_36_42

KTI Literature Review_Maulidyah Izha Arrohma_P17230194107-11_36_42

33 (6) (7) cross : gagal di Haji Malik : dup 1) Mayoritas pasien gagal jantung sudah memiliki perilaku selfcare yang baik yaitu sekitar 76,2% 2) Dari 84 orang responden didapatkan mayoritas pasien gagal jantung memiliki kualitas hidup tinggi yaitu sekitar 88,1 % dan pasien dengan kualitas hidup rendah yaitu sekitar 11,9% Hasil uji statistik alternatif fisher exact test diperoleh p-value = 0,001 (p<0,05) menunjukkan bahwa adanya hubungan self care dengan kualitas hidup pasien gagal jantung di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan.(Sinurat et al. 2021) cross onden RSUD ahan 21 : 1) Hasil perilaku selfcare responden lebih dari setengahnyamem iliki selfcare baik (60,3%) dan selfcare kurang baik (39,7%) Adanya hubungan yang bemakna secara signifikan antara self care management dan kualitas hidup pasien dengan gagal jantung Di Rsud Pesanggrahan Jakarta Selatan.(Rita Dwi Pratiwi 2021)


(1) (2) (3) (4) (5) Failure Di Rsud Pesanggrahan Jakarta Selatan. kualitas h 5. Djunizar Djamaludin, Roni Tua, Desy Deria (2018) Lampung Hubungan Self Care Terhadap Kualitas Hidup Pada Klien Gagal Jantung Di Poli Jantung Rsud Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2017 - Desain : c sectional Sampel : -Sampel : pasien g jantung di R dr. H.A Moeloek -Variabel selfcare, kua hidup


34 (6) (7) idup Dengan kualitas hidup tinggi sebanyak 69,2% dan kualitas hidup rendah sebanyak 30,8% cross 79 gagal RSUD Abdul : alitas 1) Lebih dari sepertiga responden (48,1%) memiliki perilaku selfcare yang kurang baik dan sekitar dua pertiga responden (51,9 %) memiliki perilaku selfcare yang baik. 2) Terdapat responden dengan kualitas hidup tinggi sebanyak 46,8% dan kualitas hidup rendah sebanyak 53,2 %. Hasil uji statistic menggunakan uji chi squaredidapat nilai p-value = 0.000 (< 0.05) yangartinya terdapat hubungan antara self careterhadap kualitas hidup pada klien gagaljantung di poli jantung RSUD Dr. H. AbdulMoeloek Provinsi Lampung.(Djamaludin, Tua, and Deria 2018)


35 4.3 Pembahasan Berdasarkan hasil review literatur dari 5 artikel menunjukkan bahwa sebagian besar pasien gagal jantung memiliki self care dan kualitas hidup dalam kategori baik namun masih terdapat pasien gagal jantung yang memiliki self care dan kualitas hidup kategorikurang baik dengan konsentrasi yang berbeda.Hasil keempat artikel yang menggunakan analisa uji Chi Square dan satu artikel yang menggunakan uji statistik alternatif fisher exact test menyatakan bahwa ada hubungan self care terhadap peningkatan kualitas hidup pada pasien gagal jantung. Pernyataan self care didukung dengan sebuah teori bahwa konsep self care menurut Dorothea Orem adalah kemampuan seseorang untuk merawat dirinya sendiri secara mandiri sehingga dapat mencapai kemampuan untuk mempertahankan kesehatan dan kesejahteraannya (Muhlisin et al. 2017). Orem mengklasifikasikan nursing system menjadi tiga yaitu wholly compensatory system, partly compensatory nursing system , dan supportive educative system (Muhlisin et al. 2017). Self care gagal jantung diartikan sebagai proses pengambilan keputusan yang mencakup perilaku pasien untuk menjaga stabilitas fisiologis gagal jantung, pemantauan gejala dan kepatuhan terhadap pengobatan gagal jantung(Cocchieri et al. 2015). Self care gagal jantung melibatkan adaptasi perilaku seperti mempelajari cara memantau, mengelola gejala dan rejimen medis yang kompleks. Pasien juga perlu menghindari atau berhenti merokok, berolahraga, membatasi asupan natrium, kolesterol, dan cairan (Toukhsati et al. 2015).


36 Berdasarkan teori Izzuddin et al. (2020)Kualitas hidup merupakan suatu kapasitas untuk melakukan kegiatan sehari-hari sesuai dengan usia seseorang atauperan utamanya di masyarakat. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa selain perubahan frekuensi dan derajat keparahan penyakit, pengukuran kualitas hidup juga dapat dijadikansebagai salah satu tolak ukur pengukuran kesehatan dan keberhasilan terapi. Menurut Akhmad (2018) kualitas hidup dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, derajat keparahan, dukungan keluarga, pekerjaan, dan pendidikan. Menurut Wahyuni et al (2014)self care sangat penting bagi pasien gagal jantung, terbukti secara signifikan bahwa pasien gagal jantung dapat meningkatkan pengetahuan terkait gejala dan tanda penyakitnya. Kemampuan self carepasien gagal jantungakan berdampak pada perubahan gaya hidup sehingga dapat memengaruhi kualitas hidup pasien itu sendiri. Hal itu dikarenakan perubahan fisiologis dan kondisi kronis terhadap kesehatan sangat berpengaruh terhadap perubahan kualitas hidup seseorang. Menurut peneliti, fakta pada artikel diatas menunjukkan sebagian besar responden memiliki kemampuan self care yang baik, fakta tersebut juga menunjukkan bahwa sebagian besar kualitas hidup responden memiliki kualitas hidup baik.Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self care dengan peningkatan kualitas hidup pasien gagal jantung.Self care sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup seseorang. Apabila seseorang tersebut memiliki self care yang baik maka pasti akan memiliki kualitas hidup yang baik begitu juga sebaliknya. Pasien gagal jantung yang memiliki self care baik memiliki peluang lebih besar dalam peningkatan kualitas hidup.Peluang


37 responden yang meiliki self care kurang baik memiliki penurunan kualitas hidup 18 kali lebih besar. Hal ini dikarenakan pasien gagal jantung yang memiliki self care kurang baik berpotensi akan memperlambat proses pemulihan, meningkatkan kejadian rawat ulang di rumah sakit, dan menurunkan kualitas hidupnya. Namun pada penelitian dari beberapa artikel diatas didapatkan responden dengan self care baik memiliki kualitas hidup yang rendah. Hal ini dipengaruhi oleh usia, terbukti bahwarata rata usia responden lebih dari 45 tahun. Semakin bertambahnya usia, maka akan terjadi perubahan fungsi jantung. Pada penelitian dari beberapa artikel diatas juga didapatkan responden dengan self care yang kurang baik memiliki kualitas hidup yang tinggi. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh dukungan sosial dan keyakinan akan kesembuhan responden sangat baik.


38 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian pada 5 artikel tersebut, maka dapat diambil kesimpulanbahwa kemampuan responden dalam melakukan self carepada tiga artikel sebagian besar dalam kategori baik dan pada dua artikel sebagian besar dalam kategori kurang baik. Kualitas hidup pada tiga artikel sebagian besar dalam kategori baik sedangkan pada dua artikel sebagian besar dalam kategori kurang baik. Hasil pada 5 artikel diatas didapatkan (p – value < 0,05) yang berarti terdapat hubungan self care terhadap peningkatan kualitas hidup pada pasien gagal jantung. 5.2 Saran 5.2.1 Bagi Responden / Masyarakat Dengan adanya penelitian ini diharapkan responden / masyarakat dapat meningkatkan kemampuan self care guna meningkatkan kualitas hidupnya.Responden / masyarakat diharapkan memantau dan mengelola gejala gagal jantung, menghindari atau berhenti merokok, membatasi asupan natrium, kolesterol, cairan dan berolahraga secara teratur. 5.2.2 Bagi Tenaga Kesehatan Hasil penelitian ini dapat dijadikanbahan data informasi bagi tenaga kesehatan untuk menyusun program edukasi pada klien dan sebagai motivasi untuk melakukan self care bagi pasien gagal jantung.


39 DAFTAR PUSTAKA Afitasari, Adella Indri, and Beti Kristinawat. 2020. “Gambaran Motivasi Dan Partisipasi Keluarga Dalam Perawatan Mandiri Pasien Gagal Jantung.” Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah 3(2):32–41. doi: 10.32584/JIKMB.V3I2.587. Akhmad, Arif Nur. 2018. “Kualitas Hidup Pasien Gagal Jantung Kongestif (GJK) Berdasarkan Karakteristik Demografi.” Jurnal Keperawatan Soedirman 11(1):27–34. doi: 10.20884/1.JKS.2016.11.1.629. Arif Muttaqin. 2014. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular Dan Hematologi. Jakarta: Salemba medika. Attaallah, Sumayya, Kay Klymko, and Faith Pratt Hopp. 2016. “Self-Care Among Older Adults With Heart Failure.” Gerontology & Geriatric Medicine 2:233372141668401. doi: 10.1177/2333721416684013. Ayu Agung Laksmi, Ida, Made Ani Suprapta, Ni Wayan Surinten, Stikes Bina Usada Bali Jalan Padang Luwih Dalung, RSD Mangusada, and Jalan Raya Kapal. 2020. “Hubungan Self Care Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Jantung Di RSD Mangusada.” Care:Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan 8(1):39– 47. Basuki Rachmat, I. Made Kariasa. 2021. “Literatur Review : Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Manajemen Diri Pasien Gagal Jantung.” Jurnal Keperawatan 13(1):213–26. Cocchieri, Antonello, Barbara Riegel, Fabio D’Agostino, Gennaro Rocco, Roberta Fida, Rosaria Alvaro, and Ercole Vellone. 2015. “Describing SelfCare in Italian Adults with Heart Failure and Identifying Determinants of Poor Self-Care.” European Journal of Cardiovascular Nursing 14(2):126– 36. doi: 10.1177/1474515113518443. Djamaludin, Djunizar, Roni Tua, and Desy Deria. 2018. “Hubungan Self Care Terhadap Kulitas Hidup Pada Klien Gagal Jantung Di Oli Jantung RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2017.” Holistik Jurnal Kesehatan 12(3):178–88. doi: https://doi.org/10.33024/hjk.v12i3.182. Fitriyan, Irma, Djunizar Djamaludin, and Eka Yudha Chrisanto. 2021. “Hubungan Pengetahuan Dan Self Care (Perawatan Diri) Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Jantung Di Wilayah Kerja Puskesmas Ranap Inap Kemiling Kota Bandar Lampung.” Malahayati Nursing Journal 3(3):399–412. doi: 10.33024/MNJ.V3I3.3202. Hendrawan, Hendrawan, and NH. Noeraini. 2019. “Hubungan Self Care Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Dengan Penyakit Gagal Jantung.” Mitra Raflesia (Journal of Health Science) 11(1). doi: 10.51712/mitraraflesia.v11i1.14.


40 Imaligy, Ervinaria Uly. 2014. “Gagal Jantung Pada Geriatri.” Cermin Dunia Kedokteran 41(1):19–24. Izzuddin, Abdurrohman, Siti Fahma Dinianty, Zainab Nazaahah, Program Studi, Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Malahayati, Rumah Sakit, Pertamina Bintang, and Amin Bandar Lampung. 2020. “Studi Literatur: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Penderita Gagal Jantung Di Indonesia.” Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan 7(1). Jaarsma, Tiny, Jan Cameron, Barbara Riegel, and Anna Stromberg. 2017. “Factors Related to Self-Care in Heart Failure Patients According to the Middle-Range Theory of Self-Care of Chronic Illness: A Literature Update.” doi: 10.1007/s11897-017-0324-1. Kamrani, Ahmad Ali Akbari, Mahshid Foroughan, Zohreh Taraghi, Jamshid Yazdani, Ali Reza Kaldi, Nafiseh Ghanei, and Razieh Mokhtarpour. 2014. “Self Care Behaviors among Elderly with Chronic Heart Failure and Related Factors.” Pakistan Journal of Biological Sciences 17(11):1161–69. doi: 10.3923/PJBS.2014.1161.1169. Kandou, R. D., Christin Tatukude, Starry H. Rampengan, Agnes L. Panda, Kandidat Skripsi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sam, Ratulangi Manado, Bagian Kardiologi, and Kedokteran Vaskular. 2016. “Hubungan Tingkat Depresi Dan Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Jantung Kronik Di Poliklinik Jantung Rsup Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.” E-CliniC 4(1). doi: 10.35790/ECL.V4I1.10943. Kasron. 2012. Kelainan Dan Penyakit Jantung : Pencegahan Serta Pengobatannya. Yogyakarta: Nuha Medika. Lewis, Eldrin F., Brian L. Claggett, John J. V. McMurray, Milton Packer, Martin P. Lefkowitz, Jean L. Rouleau, Jiankang Liu, Victor C. Shi, Michael R. Zile, Akshay S. Desai, Scott D. Solomon, and Karl Swedberg. 2017. “HealthRelated Quality of Life Outcomes in Paradigm-Hf.” Circulation. Heart Failure 10(8). doi: 10.1161/Circheartfailure.116.003430. Muhamad Ridwan. 2017. Mengenal, Mencegah, Mengatasi Silent Killer “Jantung.” Yogyakarta: Romawi Pustaka. Muhlisin, Abi, Abi Muhlisin Dosen Jurusan Keperawatan FIK UMS, Jln Ahmad Yani Tromol Pos, Pabelan Kartasura, and Irdawati Dosen Jurusan Keperawatan FIK UMS. 2017. “Teori Self Care Dari Orem Dan Pendekatan Dalam Praktek Keperawatan.” Jurnal Berita Ilmu Keperawatan 2(2). doi: 10.23917/BIK.V2I2.3800. Nurkhalis, Nurkhalis, and Rangga Juliar Adista. 2020. “Manifestasi Klinis Dan Tatalaksana Gagal Jantung.” Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika 3(3):36– 46. doi: 10.35324/JKNAMED.V3I3.106. Nursita, H. (Hemi), and A. (Arum) Pratiwi. 2020. “Peningkatan Kualitas Hidup


41 Pada Pasien Gagal Jantung: A Narrative Review Article (Improved Quality of Life in Heart Failure Patients: A Narrative Review Article).” Jurnal Berita Ilmu Keperawatan 13(1):10–21. doi: 10.23917/BIK.V13I1.11916. Permana, Roby Aji, Yuni Sufyanti Arief, and Abu Bakar. 2020. “Dukungan Keluarga Berhubungan Dengan Perilaku Perawatan Diri Pasien Gagal Jantung Di Surabaya.” Jurnal Penelitian Kesehatan “Suara Forikes” (Journal of Health Research “Forikes Voice”) 12(1):26–30. doi: 10.33846/SF12107. PP PERKI. 2020. “Pedoman Tatalaksana Gagal Jantung 2020. 2nd Ed.” Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia 2020 6(11):951– 52. Prihatiningsih, Dwi, and Tiwi Sudyasih. 2018. “Perawatan Diri Pada Pasien Gagal Jantung.” Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia 4(2):140–51. doi: 10.17509/JPKI.V4I2.13443. Pudiarifanti, Nadia, I. Dewa Pramantara, and Zullies Ikawati. 2015. “FAKTORFaktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Gagal Jantung Kronik.” Jurnal Manajemen Dan Pelayanan Farmasi (Journal of Management and Pharmacy Practice) 5(4):259–66. doi: 10.22146/JMPF.218. Rita Dwi Pratiwi, Ahmad Sudika Sanusi. 2021. “Hubungan Self Care Management Dengan Kualitas Hidup Pasien Congestive Heart Failure Di Rsud Pesanggrahan Jakarta Selatan.” Journal Of Medical Surgical Concerns 1(1):30–40. Sinurat, Samfriati, Mardiati Barus, Bunga Angelia Siregar, Studi Program, Sekolah Keperawatan, Ilmu Tinggi, Santa Elisabeth Kesehatan, and Indonesia Medan. 2021. “Hubungan Self Care Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Jantung.” Jurnal Online Keperawatan Indonesia 4(2):136–44. doi: 10.51544/Keperawatan.V4I2.2102. Toukhsati, Samia R., Andrea Driscoll, and David L. Hare. 2015. “Patient SelfManagement in Chronic Heart Failure – Establishing Concordance Between Guidelines and Practice.” Cardiac Failure Review 1(2):128. doi: 10.15420/CFR.2015.1.2.128. Utomo, Destiawan Eko, Febi Ratnasari, and Arfan Andrian. 2019. “Hubungan Self Care Management Dengan Kualitas Hidup Pasien Congestive Heart Failure.” Jurnal Kesehatan 8(2):98–108. doi: 10.37048/KESEHATAN.V8I2.145. Wahyuni, Aria, Ovta Sari, Kurnia Stikes, Fort De, and Kock Bukittinggi. 2014. “Hubungan Self Caredan Motivasi Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Jantung.” Jurnal Keperawatan Padjadjaran 2(2). doi: 10.24198/JKP.V2I2.73. World Health Organization. 2013. Self Care for Health. New Delhi: World Health Organization Regional Office for South- East Asia.


42 Lampiran 1. Lembar Konsultasi KEMENTERIAN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG JURUSAN KEPERAWATAN PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN BLITAR Kampus III: Jl. Dr. Soetomo No. 56 Blitar 66133 Telp.(0342) 801043 Website : http://www.poltekkes-malang.ac.id Email : [email protected] LEMBAR KONSULTASI Nama : Maulidyah Izha Arrohma NIM : P17230194107 Pembimbing : Ns.M.Miftachul Ulum, S.Kep.,SST.,S.Sos.,M.Kes Penguji : Mujito, A.Per.Pen., M.Kes. Judul : HubunganSelfcare Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup pada Pasien Gagal Jantung NO TANGGAL MATERI SARAN TANDA TANGAN 1. 28 September 2021 Konsultasi judul Diperiksa jurnalnya terlebih dahulu dan temukan fenomena menarik 2. 11 November 2021 Konsultasi bab1 - Diperhatikan spasi - Kata bahasa inggris ditulis miring - Menghapus kata hubung pada kata depan tujuan dan manfaat 3. 30 Desember 2021 Konsultasi revisi bab 1 Lanjut bab 2,3


43 4. 10 Januari 2022 Konsultasi bab 2,3 Revisi bab 3 Diberi penjelasan tentang apa yang akan direview 5. 17 Januari 2022 Konsultasi bab 3 Revisi bab 3 Tambahkan tabel rencana penyajian data 6. 20 januari 2022 Konsultasi bab 3 Acc proposal KTI Disetujui Seminar Proposal 7. 2 Februari 2022 Konsultasi revisi proposal KTI Acc revisi proposal KTI 8. 26 Juni 2022 Konsultasi bab 4 Revisi bab 4 Pembenahan kalimat dan tabel Pembahasan diringkas jadi satu 9. 29 Juni 2022 Konsultasi bab 4 dan 5 Revisi bab 4 Pembenahan kalimat dan tabel 10. 5 Juli 2022 Konsultasi bab 4 dan 5 Acc KTI Disetujui Seminar Hasil


44 Lampiran 2. Daftar Riwayat Hidup DAFTAR RIWAYAT HIDUP Curriculum Vitae A. DATA PRIBADI 1. Nama : Maulidyah Izha Arrohma 2. Tempat & Tanggal Lahir : Malang, 30 Mei 2001 3. Jenis Kelamin : Perempuan 4. Agama : Islam 5. AlamatAsal : Jl Cut Nyak Dien RT 01/ RW 04, Desa Jatirejoyoso Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang 6. No. Telepon : 085850400472 7. Email : [email protected] B. RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL 1. SD : SDN NGADILANGKUNG 1 (2007 - 2013) 2. SMP : SMPN 1 KEPANJEN (2013 - 2016) 3. SMA : SMKN 2 MALANG (2016 - 2019)


Click to View FlipBook Version