KARYA TULIS ILMIAH
PERBEDAAN BERAT BADAN BERDASARKAN PENGUKURAN
LINGKAR LENGAN ATAS DAN TIMBANGAN BERAT BADAN
STUDI KASUS
LIANA MARGARETA
NIM : P17230193055
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN BLITAR
2022
PERBEDAAN BERAT BADAN BERDASARKAN PENGUKURAN
LINGKAR LENGAN ATAS DAN TIMBANGAN BERAT BADAN
Karya Tulis Ilmiah ini Disusun Sebagai Salah Satu Persyaratan Menyelesaikan
Program Studi Diploma III Keperawatan Blitar Jurusan Keperawatan
Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
LIANA MARGARETA
P17230193055
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI D-III KEPERAWATAN MALANG
2022
i
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
Saya yang bertandatangan di bawah ini:
Nama : Liana Margareta
NIM : P17230193055
Institusi : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Program Studi D-III
Keperawatan Blitar
Menyatakan dengan sebenarnya bahwa Karya Tulis Ilmiah yang saya tulis
ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambil
alihan tulisan atau pikiran orang lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau
pikiran saya sendiri.
Apabila di kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan penelitian ini hasil
pengambil alihan tulisan atau pikiran orang lain, saya bersedia menerima sanksi
atas perbuatan tersebut.
Blitar, 27 Juni 2022
Mahasiswa
Liana Margareta
NIM P17230193055
Mengetahui,
Pembimbing Utama
Wiwin Martiningsih, S.Kep.Ns, M.Kep., Ph.D.
NIP. 19710922 199603 2 001
ii
LEMBAR PERSETUJUAN
Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Perbedaan Berat Badan Berdasarkan
Pengukuran Lingkar Lengan Atas dan Timbangan Berat Badan” oleh Liana
Margareta NIM P17230193055 telah diperiksa dan disetujui untuk diujikan.
Blitar, 27 Juni 2022
Mengetahui,
Pembimbing Utama
Wiwin Martiningsih, S.Kep.Ns, M.Kep., Ph.D.
NIP. 19710922 199603 2 001
iii
LEMBAR PENGESAHAN
Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus dengan judul “Perbedaan Berat Badan
Berdasarkan Pengukuran Lingkar Lengan Atas dan Timbangan Berat Badan” oleh
Liana Margareta NIM P17230193055 telah diseminarkan di depan dewan penguji
pada tanggal 1 Juli 2022.
Dewan Penguji,
Ketua Penguji Anggota Penguji
Ns. Dewi Rachmawati, M.Kep. Wiwin Martiningsih, S.Kep.Ns, M.Kep., Ph.D.
NIP. 919840406201710201 NIP. 19710922 199603 2 001
iv
KATA PENGANTAR
Puji Syukur penulis panjatkan atas ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyusun
Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Perbedaan Berat Badan Berdasarkan Pengukuran
Lingkar Lengan Atas dan Timbangan Berat Badan” sebagai salah satu syarat untuk
menyelesaikan pendidikan di Program Studi D-III Keperawatan Blitar Jurusan
Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang.
Dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini, penulis tidak lepas dari bantuan dan
dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kasih kepada:
1. Budi Susatia, S.Kp.,M.Kes., selaku Direktur Politeknik Kesehatan Kementrian
Kesehatan Malang.
2. Imam Subekti, S.Kp.,M.Kep., Sp.Kom., selaku Ketua Jurusan Keperawatan
Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Malang.
3. Dr.Ns.Sri Mugianti, M.Kep., selaku Ketua Program Studi Diploma 3
Keperawatan Blitar Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Malang.
4. Wiwin Martiningsih, S.Kep.Ns, M.Kep., Ph.D. selaku Dosen Pembimbing
Karya Tulis Ilmiah yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan dalam
penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini.
5. Ns. Dewi Rachmawati, M.Kep. selaku Dosen Penguji yang berkenan
memberikan saran dan dukungan kepada penulis dalam memperbaiki
penyusunan Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus ini.
6. Seluruh dosen dan staf pegawai Program Studi D-III Keperawatan Blitar yang
telah memberikan ilmu dan bantuannya.
7. Sukarlan dan Sunarti selaku orang tua yang selalu memberikan motivasi,
dukungan dan semangat.
8. Sahabat sahabat saya yang telah mendukung dan memberikan semangat untuk
menyelesaikan Karya Tulis Imiah Ini.
9. Teman-teman seperjuangan Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes
Malang Program Studi D3 Keperawatan Blitar yang telah sama-sama berjuang
untuk menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.
v
10. An. Erfian Denisa selaku supporting system yang telah memberikan semangat
serta motivasi untuk menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.
11. Dan semua pihak yang telah memberikan dorongan dan bantuannya selama
pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini.
Penulis menyadari dalam penyusunan dan penulisan Karya Tulis Ilmiah masih jauh
dari sempurna. Oleh sebab itu, kritik dan saran sangat penulis harapkan demi
kesempurnaan Karya Tulis Ilmiah ini, semoga Karya Tulis Ilmiah ini bermanfaat
bagi semua pihak.
Blitar, 20 Juni 2022
Penulis
Liana Margareta
NIM P17230193055
vi
ABSTRAK
Margareta, Liana (2022). Perbedaan Berat Badan Berdasarkan Pengukuran Lingkar
Lengan Atas dan Timbangan Berat Badan Karya Tulis Ilmiah, Program
Studi D3 Keperawatan Blitar, Jurusan Keperawatan, Politeknik
Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Wiwin Martiningsih,
S.Kep.Ns, M.Kep., Ph.D.
Pengukuran berat badan pasien dewasa di rumah sakit seringkali mengalami
kesulitan serta kurang efektif karena pasien dengan kondisi medis tertentu sehingga
diperlukan prediksi berat badan yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui perbedaan berat badan berdasarkan pengukuran LILA dan Timbangan
Berat Badan. Metode penelitian ini observasional deskriptif kuantitatif dengan jumlah
sampel 100 responden dengan menggunakan teknik quota sampling, pengumpulan
data dilakukan dengan mengukur langsung berat badan dan lingkar lengan atas
menggunakan meteran pita sebagai alat ukur LILA dan timbangan badan injak
digital yang dilakukan pada tanggal 3 sampai 20 Juni 2022. Hasil penelitian
menunjukan adanya perbedaan berat badan yang diukur menggunakan LILA dan
timbangan berat badan dengan hasil selisih rata rata 3,680. Rata rata berat badan
berdasarkan timbangan 55,22 sedangkan berdasarkan LILA 58,90 serta hasil Uji
Paired Sample T Test adalah p = 0,000 yang artinya ada perbedaan berat badan
berdasarkan LILA dan timbangan berat badan. Perbedaan ini disebabkan karena
komposisi tubuh manusia yang berkaitan dengan nutrisi dan aktifitas fisik sehingga
menyebabkan perbedaan postur tubuh, tingkat perekonomian, keragaman
suku/etnik serta riwayat gizi masa kanak-kanak yang tidak sama sehingga
mempengaruhi besar LILA.
Kata kunci : prediksi berat badan, lingkar lengan atas (LILA), IMT, antropometri
vii
ABSTRACT
Margareta, Liana (2022). Differences in Body Weight Based on Upper Arm
Circumference Measurements and Body Weight Scales Scientific
Writing, Blitar Nursing D3 Study Program, Nursing Department,
Health Polytechnic of the Ministry of Health Malang. Advisor Wiwin
Martiningsih, S.Kep.Ns, M.Kep., Ph.D.
Measuring the weight of adult patients in hospitals often has difficulty and is less
effective because patients with certain medical conditions require accurate weight
prediction. This study aims to determine the difference in body weight based on
LILA measurements and Body Weight Scales. This research method is quantitative
descriptive observational with a sample of 100 respondents using quota sampling
technique, data collection is carried out by directly measuring body weight and
upper arm circumference using a tape meter as a measuring instrument for LILA
and digital stamping on body scales which was carried out on June 3 to 20, 2022.
The results showed that there was a difference in body weight measured using LILA
and weight scales with an average difference of 3,680. The average weight based
on the scales is 55.22 while based on LILA 58.90 and the results of the Paired
Sample T Test is p = 0.000 which means there is a difference in body weight based
on LILA and weight scales. This difference is due to the composition of the human
body related to nutrition and physical activity, which causes differences in body
posture, economic level, ethnic/ethnic diversity and unequal childhood nutritional
history, which affects the size of LILA.
Keywords: weight prediction, upper arm circumference (LILA), BMI,
anthropometry
viii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .................................................................................. i
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ................................ ii
LEMBAR PERSETUJUAN ....................................................................... iii
LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................ iv
KATA PENGANTAR ................................................................................ v
ABSTRAK................................................................................................... vii
ABSTRACT ................................................................................................ viii
DAFTAR ISI .............................................................................................. ix
DAFTAR TABEL ...................................................................................... xii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................. xiii
DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................. xiv
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ....................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................. 3
1.3 Tujuan Penelitian ................................................................................... 4
1.4 Manfaat .................................................................................................. 5
1.4.1 Manfaat Praktis ............................................................................. 4
1.4.2 Manfaat Teoritis ............................................................................ 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................ 5
2.1 Konsep Pemenuhan Kebutuhan Pasien .................................................... 5
2.1.1 Kebutuhan Nutrisi ......................................................................... 6
2.1.2 Kebutuhan Cairan.......................................................................... 8
2.1.3 Menentukan Dosis Obat ................................................................ 11
2.2 Menentukan Dosis Obat .......................................................................... 15
2.2.1 Pengertian Berat Badan ................................................................. 15
2.2.2 Klasifikasi berat badan .................................................................. 15
2.2.3 Prosedur Pengukuran Berat Badan................................................. 15
2.2.4 Prediksi Berat Badan ..................................................................... 16
2.2.5 Korelasi antara lingkar lengan atas dengan berat badan ................. 17
2.2.6 Prosedur mengukur LILA.............................................................. 17
ix
2.2.7 Ambang Batas LILA ..................................................................... 18
2.3 Kerangka Konseptual ............................................................................. 19
BAB III METODE PENELITIAN ............................................................ 20
3.1 Desain Penelitian ................................................................................... 20
3.2 Populasi, Sampel, Sampling Penelitian ...................................................... 20
20
3.2.1 Populasi Penelitian ................................................................................ 20
3.2.2 Sampel Penelitian.................................................................................. 21
3.2.3 Teknik Sampling ................................................................................... 21
3.3 Lokasi dan Waktu Pengumpulan Data ..................................................... 21
3.4 Variabel dan Definisi Operasional Penelitian .......................................... 21
3.4.1 Variabel Penelitian......................................................................... 22
3.4.2 Definisi Operasional.............................................................................. 23
3.5 Teknik Pengumpulan Data ....................................................................... 23
3.5.1 Instrumen Pengumpulan Data.......................................................... 23
3.5.2 Metode Pengumpulan Data ............................................................. 24
3.6 Analisis Data........................................................................................... 25
3.7 Etika Penilitian........................................................................................ 26
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................ 26
4.1 Gambaran Tempat Penelitian .................................................................. 27
4.2 Karakteristik Responden ......................................................................... 27
4.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur ................................. 28
4.2.2 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin ........................ 28
4.3 Data Berat Badan Berdasarkan Timbangan Berat Badan ......................... 29
4.4 Data Berat Badan Berdasarkan LILA ......................................................
4.5 Data Perbedaan Berat Badan berdasarkan pengukuran LILA dan 29
Timbangan Berat Badan......................................................................... 30
4.6 Uji Pair T – test ....................................................................................... 30
4.7 Pembahasan ............................................................................................ 33
4.8 Keterbatasan Penelitian ........................................................................... 34
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...................................................... 34
5.1 Kesimpulan ............................................................................................ 34
5.2 Saran ......................................................................................................
x
5.2.1 Bagi Responden ............................................................................ 34
5.2.2 Bagi Peneliti Lain.......................................................................... 34
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 36
xi
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel Pennelitian......................................... 22
Tabel 4.1 Tabel karakteristik responden berdasarkan usia di Program Studi 27
28
D3 Keperawatan Blitar Poltekkes Kemenkes Malang. Kampus 28
Blitar Mei 2022, (n = 100). ......................................................... 29
Tabel 4.2 Tabel karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin di Program 30
Studi D3 Keperawatan Blitar Poltekkes Kemenkes Malang. Kampus
Blitar Mei 2022 ..................................................................................
Tabel 4.3 Data Berat Badan Berdasarkan Timbangan Berat Badan Mahasiswa
Program Studi D3 Keperawatan Blitar Poltekkes Kemenkes Malang.
Kampus Blitar Juni 2022....................................................................
Tabel 4.4 Data Berat Badan Berdasarkan LILA Mahasiswa Program Studi D3
Keperawatan Blitar Poltekkes Kemenkes Malang. Kampus Blitar
Juni 2022 ............................................................................................
Tabel 4.6 Uji Pair Dependent Sample T Test Berat Badan Berdasarkan
Timbangan Berat Badan dan Pengukuran LILA................................
xii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1 Data Perbedaan Berat Badan Berdasarkan pengukuran LILA dan 29
Timbangan Berat Badan Mahasiswa Program Studi D3
Keperawatan Blitar Poltekkes Kemenkes Malang. Kampus
Blitar Juni 2022 ........................................................................
xiii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Surat Permohonan Izin Penelitian........................................... 39
Lampiran 2. Lembar Permohonan Menjadi Responden .............................. 40
Lampiran 3. Lembar Persetujuan Menjadi Responden................................ 41
Lampiran 4. Dokumentasi .......................................................................... 42
Lampiran 5. Tabulasi Data ......................................................................... 43
Lampiran 6 . Uji Pair Dependent Sample T-Test ......................................... 47
xiv
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut Darnis et al., (2012) dalam Jabar et al., (2018) pengukuran berat
badan yang akurat sangat penting dalam praktik klinis. Ketidaktepatan dalam
prosedur ini dapat menyebabkan kesalahan dalam menentukan dosis obat untuk
beberapa pasien dengan kondisi medis tertentu. Pengukuran berat badan pasien
dewasa di rumah sakit seringkali mengalami kesulitan serta kurang efektif. Hal
ini bisa disebabkan karena pasien yang mengalami imobilitas/istirahat,
kehilangan kesadaran, trauma atau luka bakar, dan tidak tersedianya alat ukur
yang dapat digunakan dengan kondisi pasien yang tidak dapat berdiri. Oleh
karena itu, sangat dibutuhkan alat ukur yang dapat mengukur secara akurat dan
mudah digunakan di rumah sakit.
Mendapatkan data berat dan tinggi badan dari pasien yang tidak bisa
berdiri akan sulit. Beberapa alternatif parameter antropometri yang biasa
digunakan untuk memperkirakan berat badan dan tinggi badan antara lain
lingkar lengan atas, frame size, tinggi lutut, lingkar pinggang, rentang lengan,
dan panjang ulna. Ketika pasien berbaring maka lebih mudah untuk
mempertahankan posisi pengukuran dan dibandingkan dengan parameter lain,
akan lebih sederhana jika menggunakan parameter lingkar lengan atas dan
panjang ulna.(Mulyasari & Purbawati, 2018)
Hubungan antara berat badan dan kuadran tinggi badan menunjukan nilai
Indeks Massa Tubuh Mulyasari & Purbawati, (2018). Menurut Sarwono S,
1
2
(2001) dalam Situmorang, (2015) Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah
parameter yang ditetapkan oleh WHO (World Health Organization) sebagai
perbandingan berat badan dengan kuadrat tinggi badan. IMT ditentukan
dengan cara mengukur berat dan tinggi badan secara terpisah dan membagi
nilai berat badan dan tinggi badan untuk mendapatkan nilai IMTdalam satuan
kg/m2. Nilai IMT dikaitkan dengan banyak hal tentang kesehatan dan resiko
penyakit.
Menurut Gibson, (2005) dalam Naga, (2017) Lingkar lengan atas terkait
dengan indeks massa tubuh. Dimana komposisi lingkar lengan atas sendiri
terdiri dari otot, lemak dan tulang maka semakin besar lingkar lengan atas,
semakin besar pula nilai indeks massa tubuh. Dapat disimpulkan semakin besar
lingkar lengan atas, semakin tinggi kandungan lemaknya dan dapat
mempengaruhi komposisi tubuh serta menyebabkan penambahan berat badan.
Pertambahan berat badan ini meningkatkan nilai indeks massa tubuh karena
perhitungan indeks massa tubuh berdasarkan berat badan dan tinggi badan.
Beberapa penelitian telah menggunakan lingkar lengan atas sebagai parameter
status gizi pada kelompok populasi yang berbeda (lansia, pasien rawat inap,
bayi, anak pra sekolah, anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dll).
Estimasi berat badan (dari ukuran LILA) memiliki hubungan yang
bermakna dengan berat badan dengan kekuatan korelasi sangat kuat.
Berdasarkan koefisien determinasi, lingkar lengan atas lebih baik dalam
menjelaskan berat badan. Lingkar lengan atas dapat menjelaskan berat badan
sebanyak 84%. Pada penelitian menggunakan data National Health and
Nutrition Examination Survei (NHANES) tahun 2011-2012 dirumuskan
3
persamaan sederhana untuk memperkirakan berat badan dari parameter lingkar
lengan atas yang dapat digunakan pada usia dewasa. Persamaan tersebut adalah
BB (kg) = (4 x LILA (cm)) – 50. (Mulyasari & Purbawati, 2018)
Menurut Studi et al., 92016) Berat badan merupakan ukuran
antropometri yang terpenting dan paling sering digunakan. Di samping itu pula
berat badan dapat dipergunakan sebagai dasar perhitungan obat dan makanan.
Bobot tubuh atau berat badan adalah ukuran yang terlazim digunakan untuk
menilai status gizi manusia. Setiap manusia memiliki berat badan/bobot tubuh
yang berbeda-beda hal ini disebabkan oleh beberapa faktor penyusun tubuh
seperti : (1) Cairan tubuh sebanyak 60 %, (2) Protein sebanyak 18 %, (3) Lemak
sebanyak 15 %, (4) Mineral sebanyak 7 % Cairan.(Faizal et al., 2019)
Dilihat dari latar belakang masalah pentingnya pengukuran berat badan
untuk menentukan kebutuhan pasien meliputi kebutuhan kalori, menentukan
dosis obat, kebutuhan cairan dengan berbagai macam kondisi pasien atau
individu, perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut mengenai keefektifan
pengukuran LILA untuk memprediksi berat badan. Oleh karena itu, penulis
tertarik meneliti tentang “Perbedaan Berat Badan Berdasarkan Pengukuran
LILA Dan Timbangan Berat Badan”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan isi latar belakang yang telah diuraikan, maka penelitian ini
akan diarahkan untuk menjawab permasalahan mengenai “Bagaimana
Perbedaan Berat Badan berdasarkan Pengukuran LILA dan Timbangan Berat
Badan”
4
1.3 Tujuan Penelitian
1) Mengidentifikasi Berat Badan menggunakan Timbangan Berat Badan
2) Mengidentifikasi Berat Badan Bedasarkan Pengukuran LILA
3) Mengidentifikasi perbedaan Berat Badan berdasarkan pengukuran LILA
dan Timbangan Berat Badan
1.4 Manfaat
1.4.1 Manfaat Praktis
Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar pengembangan alat
untuk prediksi berat badan dalam menentukan kebutuhan pasien meliputi
kebutuhan nutrisi, menentukan dosis obat, serta kebutuhan cairan.
1.4.2 Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan rujukan bagi peneliti
untuk membuktikan keefektifan prediksi berat badan berdasarkan
pengukuran LILA terhadap berat badan sebenarnya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Pemenuhan Kebutuhan Pasien
2.1.1 Kebutuhan Nutrisi
a. Pengertian Nutrisi
Nutrisi adalah bahan organik dan anorganik yang terdapat dalam
makanan dan dibutuhkan oleh tubuh agar dapat berfungsi dengan baik.
Nutrisi dibutuhkan oleh tubuh untuk memperoleh energi bagi aktivitas
tubuh, membentuk sel dan jaringan tubuh, serta mengatur berbagai
proses kimia didalam tubuh. (Haswita, 2017)
b. Karakteristik Status Nutrisi
1) Body Mask Index (BMI)
Merupakan ukuran dari gambaran berat badan seseorang dengan
tinggi badan. BMI dihubungkan dengan total lemak dalam tubuh dan
sebagai panduan untuk mengkaji kelebihan berat badan (over
weight) dan obesitas (Haswita, 2017)
Rumus BMI diperhitungkan :
BB(kg) Atau BB(pon) x 704,5
TB(m²) TB(inchi)²
2) Ideal Body Weight (IBW)
Merupakan perhitungan berat badan optimal dalam fungsi tubuh
yang sehat. Berat badan ideal adalah jumlah tinggi dalam sentimeter
dikurangi 100 dan dikurangi 10% dari jumlah itu. (Haswita, 2017)
5
6
3) Lingkar Lengan Atas
Lingkar lengan atas memberikan gambaran keadaan jaringan otot
dan lapisan lemak bawah kulit, yang mana pada pengukurannya
dilakukan pada bagian jarak antara olekranon dan tonjolan akronim.
Kemudian hasilnya dikatakan normal jika > 23,5 cm dan kekurangan
energi kronis (KEK) jika hasilnya < 23,5 cm.(Haswita, 2017)
c. Gangguan/Masalah yang berhubungan dengan nutrisi
1) Obesitas
Obesitas merupakan peningkatan berat badan yang melebihi 20%
batas normal berat badan seseorang. Obesitas terjadi karena adanya
kelebihan asupan kalori dan kebutuhan normal dan diiringi dengan
penurunan penggunaan kalori (kurang aktifitas fisik).(Dalimi, 2011)
2) Malnutrisi
Malnutrisi merupakan masalah yang berhubungan dengan
kekurangan gizi pada tingkat seluler atau dapat dikatakan sebagai
masalah asupan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh. Gejala
umumnya adalah berat badan rendah meskipun asupan makananya
cukup dari kebutuhan tubuh, adanya kelemahan otot dan penurunan
energi, kulit pucat, konjungtiva dan lain lain.(Haswita, 2017)
3) Diabetes Melitus
Gangguan kebutuhan nutrisi yang ditandai dengan adanya gangguan
metabolisme karbohidrat akibat kekurangan insulin atau
penggunaan karbohidrat secara berlebihan.(Haswita, 2017)
7
4) Anoreksia Nervosa
Anoreksia Nervosa yaitu penurunan BB secara mendadak dan
berkepanjangan yang ditandai dengan adanya konstipasi,
pembengkakan badan, nyeri abdomen, kedinginan.(Haswita, 2017)
d. Intervensi Keperawatan Manajemen Nutrisi (Tim Pokja SIKI DPP PPNI,
2018)
1) Observasi
- Identifikasi status nutrisi
- Identifikasi alergi dan intileransi makanan
- Identifikasi makanan yang disukai
- Identifikasi kebutuhan kalori dan jenis nutrien
- Identifikasi perlunya penggunaan selang nasogastrik
- Monitor asupan makanan
- Monitor berat badan
- Monitor hasil pemeriksaan laboratorium
2) Terapeutik
- Lakukan oral hygiene sebelum makan, jika perlu
- Fasilitasi menentukan pedoman diet (mis. Piramida makanan)
- Sajikan makanan secara menarik dan suhu yang sesuai
- Berikan makanan tinggi serat untuk mencegah konstipasi
- Berikan makanan tinggi kalori dan tinggi protein
- Berikan suplemen makana, jika perlu
3) Edukasi
- Anjurkan posisi duduk, jika mampu
8
- Ajarkan diet yang diprogramkan
4) Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian medikasi sebelum makan (misal. Pereda
nyeri, antiemetik), jika perlu
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan
jenis nutrien yang dibutuhkan, jika perlu
2.1.2 Kebutuhan Cairan
a. Pengertian Cairan
Cairan dan elektrolit merupakan komponen penting tubuh untuk
mempertahankan proses kehidupan. Cairan juga merupakan jumlah
terbesar dari seluruh berat badan. Manfaat cairan diantaranya adalah
menjaga keseimbangan metabolisme seluler, menjaga keseimbangan
suhu tubuh dan keseimbangan asam basa.(Dalimi, 2011)
b. Distribusi Cairan Tubuh
Menurut (Haswita, 2017) cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar
yaitu :
1) Cairan Intraseluler (CIS)
Cairan intraseluer merupakan cairan yang berada didala sel tubuh
dan berfungsi sebagai media tempat aktivitas kimia sel berlangsung.
Cairan ini merupakan 70% dari total cairan tubuh (total body water).
Pada individu dewasa CIS menyusun sekitar 40% berat tubuh atau
2/3 dari berat tubuh (total body water).
2) Cairan Ekstraseluler (CES)
9
Cairan ekstraseluler merupakan cairan yang berada diluar sel dan
menyusun 30% dari total body water. 20% dari berat badan tubuh
merupakan cairan ektraseluler. Cairan ini terdiri atas plasma (cairan
intravaskular), cairan interstitial 10 – 15 % dan cairan transeluler 1
– 3%.
c. Menghitung kebutuhan cairan perhari berdasarkan rumus Holliday dan
Segard Menurut (Haswita, 2017) kebutuhan cairan pada orang dewasa
berdasarkan BB yaitu:
BB 10 Kg pertama = 1 liter cairan
BB 10 Kg kedua = 0,5 liter cairan
BB >> 10 Kg = 20 ml x sisa BB
d. Masalah masalah Ketidakseimbangan Cairan
1) Dehidrasi
Dehidrasi terjadi karena tubuh kehilangan air dalam jumlah besar
secara abnormal dan pemasukan tidak adekuat. Pada saat air dalam
tubuh menurun air pindah dari dalam sel ke ekstrasel terutama
vaskule untuk mempertahankan sirkulasi oleh karenanya akan dapat
ditemukan tanda seperti membran mukosa kering dan pucat, turgor
kulit jelek, dan seseorang akan menjadi haus.kulit menjadi kering,
panas dan memerah karena mengalami peningkatan suhu tubuh.
Disamping itu berat badan berkurang dan output urip
menurun.(Dalimi, 2011)
2) Cairan berlebihan
10
Cairan berlebihan atau overhidrasi umumnya dialami pasien dengan
fungsi ginjal dan jantung. Ginjal tidak mampu mengeluarkan
natrium atau air untuk memelihara keseimbangan cairan. Retensi air
dapat terjadi karena pemasukan garam berlebih, pemasukan cairan
yang berlebihan, lebih cepat dari sirkulasi kemampuan ginjal untuk
mengeluarkannya, seperti pada pemberian cairan IV yang terlalu
cepat.(Dalimi, 2011)
3) Syok
Syok adalah ketidakseimbangan antara volume darah dengan
kapasitas vaskuler, sehingga menimbulkan kegagalan perfusi darah
ke jaringan. Keadaan syok ini memerlukan penanganan yang cepat
dan tepat, dimana diperlukan pengkajian yang ketat terhadap
keadaan pasien, kita perlu mengetahui penyebab syok dan dasar
patofisiologinya yang mempengaruhi keadaan fungsi tubuh
lainnya.(Dalimi, 2011)
e. Intervensi Keperawatan Manajemen Cairan (Tim Pokja SIKI DPP PPNI,
2018)
1) Observasi
- Monitor status hidrasi (mis. Ferkuensi nadi, kekuatan nadi, akral,
pengisian kapiler, kelembapan mukosa, turgor kulit, tekanan
darah)
- Monitor berat badan harian
- Monitor berat badan sebelum dan sesudah dianalisis
11
- Monitor hasil pemeriksaan labortorium (mis. hasil hematrokit,
Na, K, Cl, berat jenis urin, BUN)
2) Terapeutik
- Catat intake – output dan hitung balans cairan 24 jam
- Berikan asupan cairan, sesuai kebutuhan
- Berikan cairan intravena, jika perlu
3) Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian diuretik, jika perlu
2.1.3 Menentukan Dosis Obat
a. Pengertian dosis obat
Menurut Nanizar, (2001) dalam Mawaddah & Fauzi, (2018) Dosis obat
adalah obat yang diberikan pada penderita dalam satuan berarti (gram,
milligram, mikrogram) atau satuan isi (milliter,liter) atau unit-unit
lainnya (unit internasional). Kecuali bila dinyatakan lain maka yang
dimaksud dengan dosis obat adalah sejumlah obat yang memberikan efek
terapuetik pada penderita dewasa juga disebut dosis lazim atau dosis
medicinalis atau dosis terapuetik.
b. Prinsip Pemberian Obat
Menurut Hura, (2014) dalam Nuryani et al., (2021) Pemberian obat
merupakan tanggungjawab dokter yang didelegasikan kepada perawat,
dimana dalam pemberiannya kepada pasien harus menerpakan prinsip
enam benar pemberian obat. Prinsip enam benar merupakan prosedur
pada SPO (Standart Prosedur Operasional) rumah sakit yang digunakan
perawat sebagai acuan dalam pemberian obat. Prinsip enam benar obat
12
terdiri dari benar pasien, benar obat, benar dosis, benar cara pemberian,
benar waktu dan benar dokumentasi. Pemberian obat dengan
menerapkan prinisp yang benar diperlukan sebagai bentuk pertanggung
jawaban dan perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan atas tindakan
yang telah dilaksankan.
c. Tujuan pemberian obat
Beberapa tujuan pemberian obat menurut (Dalimi, 2011) antara lain:
1) Membantu mengurangi rasa sakit
2) Membantu menegakkan diagnosa
3) Mencegah dan mengobati penyakit
4) Memberikan ketenangan dan rasa puas pada klien
d. Faktor faktor yang mempengaruhi kerja dan reaksi obat
Menurut (Dalimi, 2011) faktor yang mempengaruhi kerja dan reaksi obat
antara lain :
1) Absorpsi
Absorpsi oral terjadi pada saat partikel partikel obat ke luar dari
saluran gastrointestinal (lambung dan usus halus) menuju cairan
tubuh. Setiap gangguan gastro intestinal akan mempengaruhi
absorpsi obat, misal diare, muntah.
2) Distribusi
Pengikat dengan protein merupakan perubahan utama dari distribusi
obat dalam tubuh. Senyawa yang bermuatan kuat dan sangat sedikit
larut dalam lemak dihambat untuk masuk ke dalam otak dan cairan
serebro spinalis.
13
3) Metabolisme dan biotransformasi
Orang yang sudah kehilangan fungsi sel ginjalnya akan berpengaruh
dengan metabolisme obat.
4) Eksresi
Rute utama dari eksresi asdalah melalui ginjal, empedu, feses,paru
paru, saliva dan keringat merupakan rute ekskresi obat.
5) Usia
Bayi dan usia lanjut lebih sensitif teerhadap obat – obatan karena
mempunyai absorpsi yang buruk melalui gastro intestinal yang
mengakibatkan berkurangnya sekresi lambung.
6) Berat badan
Dosis obat dapat diberikan sesuai berat badan. Orang yang obesitas
mungkin memerlukan dosis lebih, dan orang yang sangat kurus
mungkin memerlukan sangat sedikit dosis.
7) Jenis kelamin
Perbedaan respon obat pada pria dan wanita terjadi karena perbedaan
distribusi lemak serta cairan tubuh. Wanita mempunyai lemak lebih
banyak umumnya obat lebih cepat larut dalam air sehingga lebih
banyak mengabsropsi obat dengan cepat.
8) Genetik
Daya sensitifitas terhadap obat dapat terjadi karena faktor genetik.
Reaksi seseorang terhadap obat berbeda beda akibat faktor genetik.
9) Toksisitas
14
Istilah ini merujuk pada gejala merugikan yang terjadi pada dosis
tertentu. Toksisitas sering terjadi pada orang orang yang mempunyai
gangguan hati atau ginjal dan pada orang yang muda dan tua.
10) Rute pemberian
Obat yang diberikan intravena lebih cepat daripada diberikan
peroral.
11) Saat pemberian
Ada atau tidaknya makanan didalam lambung dapat mempengaruhi
kerja beberapa obat.
12) Riwayat obat
Penggunaan obat yang sama atau berbeda dapat mengurangi atau
menambah efek dari obat.
13) Toleransi
Kemampuan klien untuk berespon terhadap dosis tertentu dari suatu
obat dapat hilang setelah beberapa hari atau minggu setelah
pemberian obat. Suatu kombinasi obat obatan dapat diberikan untuk
mengurangi atau menunda terjadinya toleransi terhadap obat
tertentu.
14) Interaksi obat obatan
Efek kombinasi obat dapat lebih besar, sama, atau lemah dari pada
efek obat tunggal. Beberapa obat mungkin bersaing untuk
menduduki tempat reseptor yang sama.
2.2 Konsep Berat Badan
2.2.1 Pengertian Berat Badan
15
Bobot tubuh atau berat badan adalah ukuran yang terlazim digunakan untuk
menilai status gizi manusia. Setiap manusia memiliki berat badan/bobot
tubuh yang berbeda-beda hal ini disebabkan oleh beberapa faktor penyusun
tubuh seperti Cairan tubuh sebanyak 60 %, Protein sebanyak 18 %, Lemak
sebanyak 15 %, Mineral sebanyak 7 %.(Faizal et al., 2019)
2.2.2 Klasifikasi berat badan
Standar Brocca merupakan cara penentuan berat badan ideal yang sudah lama
digunakan di Indonesia. Adapun yang dimaksud dengan berat badan ideal
menurut Brocca adalah berat badan yang diperoleh berdasarkan rumus :
(Tinggi Badan - 100) – 10 % (Tinggi Badan - 100).
Klasifikasi berat badan standar Brocca menurut buku pengkajian status gizi
Tjokronegoro, dan Hendra, (2003) dalam Erlita, (2016), yaitu :
a. Kurus (bila di bawah batas nilai minimum)
b. Ideal atau normal (80% - 110% standar brocca)
c. Gemuk (bila di atas batas nilai maksimum)
Nilai minimum = 0,8 x (tinggi badan - 100)
Nilai maksimum = 1.1 x (tinggi badan - 100)
2.2.3 Prosedur Pengukuran Berat Badan
a. Subjek mengenakan pakaian biasa (usahakan dengan pakaian yang
minimal) serta tidak mengenakan alas kaki.
b. Pastikan timbangan berada pada penunjukan skala dengan angka 0,0.
c. Subjek berdiri diatas timbangan dengan berat yang tersebar merata pada
kedua kaki dan posisi kepala dengan pandangan lurus ke depan.
Usahakan tetap tenang.
16
d. Bacalah berat badan pada tampilan dengan skala 0,1 kg terdekat.(Studi
et al., 2016)
2.2.4 Prediksi Berat Badan
a. Pengertian Prediksi Berat Badan
Proses memperkirakan secara sistematis untuk mendapatkan data berat
badan dari pasien yang tidak bisa berdiri menggunakan alternatif
parameter selain timbangan untuk memperkirakan berat badan.
b. Manfaat Prediksi Berat Badan
Prediksi berat badan berguna untuk mengetahui berapa berat badan
pasien dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan
pengukuran berat badan secara aktual. Data berat badan ini juga sangat
dibutuhkan dalam menetukan dosis obat, jumlah cairan infus, atau dalam
mempersiapkan peralatan yang sesuai.(Firdaus & Utariani, 2020)
c. Rumus prediksi Berat Badan berdasarkan LILA
Pada penelitian menggunakan data NHANES tahun 2011-2012
dirumuskan persamaan sederhana untuk memperkirakan berat badan dari
parameter lingkar lengan atas yang dapat digunakan pada usia dewasa.
Persamaan tersebut adalah BB (kg) = (4 x LILA (cm)) – 50.(Mulyasari
& Purbawati, 2018)
2.2.5 Korelasi antara lingkar lengan atas dengan berat badan
Lingkar lengan atas dapat digunakan sebagai alternatif pengukuran ketika
berat badan, tinggi badan, atau umur tidak dapat diukur. Estimasi berat badan
(dari ukuran LILA) berhubungan secara bermakna dengan berat badan. Pada
penelitian lain menggunakan data sekunder dari National Health and
17
Nutrition Examination Survey (NHANES) 2011-2012 menunjukkan bahwa
pada individu dewasa, korelasi antara lingkar lengan atas dengan berat badan
memiliki koefisien korelasi sebesar 0,90.(Mulyasari & Purbawati, 2018)
2.2.6 Prosedur mengukur LILA
a. Subjek diminta untuk berdiri tegak.
b. Tanyakan kepada subjek lengan mana yang aktif digunakan. Jika yang
aktif digunakan adalah lengan kanan, maka yang diukur adalah lengan
kiri, begitupun sebaliknya.
c. Mintalah subjek untuk membuka lengan pakaian yang menutup lengan
yang tidak aktif digunakan.
d. Untuk menentukan titik mid point lengan ditekuk hingga membentuk
sudut 90,̊ dengan telapak tangan menghadap ke atas. Pengukur berdiri di
belakang subjek dan menentukan titik tengah antara tulang atas pada
bahu dan siku.
e. Tandailah titik tersebut dengan pulpen.
f. Tangan kemudian tergantung lepas dan siku lurus di samping badan serta
telapak tangan menghadap ke bawah.
g. Ukurlah lingkar lengan atas pada posisi mid point dengan pita LILA
menempel pada kulit. Perhatikan jangan sampai pita menekan kulit atau
ada rongga antara kulit dan pita.
h. Catat hasil pengukuran pada skala 0,1 cm terdekat.(Studi et al., 2016)
2.2.7 Ambang Batas LILA
Ambang batas LILA dengan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) di
Indonesia adalah 23,5 cm. Apabila ukuran LILA kurang dari 23,5 cm atau
18
dibagian pita LILA, artinya mempunyai risiko KEK.(Supariasa et al., 2001)
Untuk standart ukuran LILA laki laki adalah 29,3 cm sedangkan perempuan
28,5 cm.(Williams et al, 2011)
2.3 Kerangka Konseptual PERBEDA
BERDASARKAN
Imobilitas
Kehilangan TIMBA
kesadaran Menguku
Trauma Menguku
Tidak tersedianya Perhitung
alat ukur prediksi b
LILA
: Yang
: Yang
Gambar 2.1 K
19
AAN BERAT BADAN Pemenuhan Kebutuhan Pasien
PENGUKURAN LILA DAN dengan kondisi tertentu
ANGAN BADAN berdasarkan Berat Badan
ur berat badan
ur LILA
gan menggunakan rumus
berat badan berdasarkan
Diteliti
Tidak Diteliti
Kerangka Konseptual
9
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Desain penelitian
Desain penelitian merupakan rencana penelitian yang disusun sedemikian
rupa sehingga peneliti dapat memperoleh jawaban terhadap pertanyaan penelitian.
Desain penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif kuantitatif.
Menurut Kartika, (2017) Penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian yang
dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran tentang suatu keadan
secara obyektif.
3.2 Populasi, Sampel, Sampling Penelitian
3.2.1 Populasi Penelitian
Menurut Nursalam, (2013) dalam Puguh Kristiyawati et al., (2016)
Populasi dalam penelitian adalah subjek yang memenuhi kriteria yang telah
ditetapkan. Populasi yang terkait dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Program
Studi D3 Keperawatan Blitar Tingkat 1,2 dan 3 yang dipilih langsung oleh
peneliti dengan memperhatikan kriteria yang dibutuhkan.
3.2.2 Sampel Penelitian
Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah orang dewasa dengan
besar sampel 100 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Dengan
menggunakan BMI sebagai pengelompokkan sampel yang akan diambil.
Kriteria inklusi sebagai subjek penelitian ini adalah :
1. Mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Blitar Tingkat 1,2 dan 3 dengan
BB kurus : BMI < 18,5 kg/m², normal/ideal : BMI 18,5 – 24,9 kg/m², gemuk
: BMI > 25 kg/m².
20
21
2. Mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Blitar Tingkat 1,2 dan 3 yang
tidak sedang sakit
3.2.3 Teknik Sampling
Menurut Pratama et al., (2016) sampling ialah cara mengumpulkan data
dengan jalan mencatat atau meneliti sebagian kecil saja dari seluruh elemen
yang menjadi objek penelitian. Sampling yang digunakan dalam penelitian
ini adalah quota sampling, teknik pengambilan sampel dengan cara
menetapkan jumlah tertentu sebagai target penelitian yang harus dipenuhi
dalam pengambilan sampel dari populasi, kemudian dengan dengan patokan
jumlah tersebut peneliti mengambil sampel secara bebas namun tetap dengan
koridor yang memenuhi persyaratan sebagai sampel dasi populasi
3.3 Lokasi dan Waktu Pengumpulan Data
Pengambilan data dilakukan dengan mendatangi rumah atau membuat janji
bertemu dengan responden dikampus kemudian melakukan pengukuran LILA dan
berat badan secara langsung. Waktu pengambilan data akan dilakukan pada bulan
Maret - April 2022.
3.4 Variabel dan Definisi Operasional Penelitian
3.4.1 Variabel Penelitian
Variabel merupakan variasi dari sesuatu yang menjadi sasaran
penelitian Nasution, (2017). Variabel penelitian ini mengambil variabel
tunggal yaitu Perbedaan Berat Badan Berdasarkan Pengukuran LILA dan
Berat Badan Menggunakan Timbangan.
22
3.4.2 Definisi Operasional
Definisi operasional dari proses adalah semua prosedur, mekanisme, dan
aliran aktivitas Irawan & Sunarto, (2015). Definisi operasional digunakan
memberikan penegasan agar tidak terjadi kesalahan dalam menentukan alat
pengumpul data.(Sugiarto et al., 2015)
Variabel Definisi Parameter Skala Alat Ukur
No.
Gambaran prediksi - Ukuran Rasio Meteran
Penelitian lingkar Rasio pita
1. Berat badan berat badan lengan atas
Timbangan
berdasarkan berdasarkan ukuran - Rumus BB badan
LILA (kg) = (4 x injak
lingkar lengan atas LILA (cm)) digital
2. Berat badan – 50 merk
berdasarkan yang diukur dengan Speeds.
Timbangan - Mengukur
Badan menggunakan berat badan
menggunakan
persamaan atau rumus timbangan
badan injak
dengan mengalikan 4 digital merk
Speeds.
kali LILA dikurangi
50.
Ukuran pertumbuhan
fisik dari peningkatan
atau penurunan semua
jaringan yang ada pada
tubuh (tulang, otot,
lemak, cairan tubuh)
yang diukur dengan
menggunakan
timbangan badan injak
digital dengan merk
Speeds.
Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel Pennelitian
23
3.5 Teknik Pengumpulan Data
3.5.1 Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah meteran pita
sebagai alat ukur LILA, Timbangan badan injak digital dengan merk Speeds,
Alat tulis dan catatan, form pengumpulan data, dan kalkulator.
3.5.1 Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini terdapat beberapa tahap pengumpulan data yaitu :
1. Peneliti akan menentukan responden yang akan diteliti sesuai dengan
kriteria inklusi yang telah ditentukan yaitu orang dewasa yang memiliki
berat badan ideal, kurus, atau gemuk.
2. Peneliti menghubungi responden yang sudah ditentukan untuk meminta
persetujuan dan melakukan kontrak waktu serta tempat
3. Peneliti bertemu dengan responden melalui tatap muka menjelaskan tujuan
peneliti kepada responden supaya responden dapat memahami dan mau
bekerja sama dengan peneliti.
4. Peneliti melakukan pengumpulan data dengan mengukur secara langsung
lingkar lengan atas, berat badan, tinggi badan serta beberapa data lain yang
dibutuhkan dalam penelitian seperti identitas subyek penelitian, dan usia.
5. Setelah melakukan pengambilan data melalui pengukuran, selanjutnya
peneliti melakukan perhitungan data yang telah didapat menggunakan
rumus estimasi berat badan berdasarkan lingkar lengan atas.
6. Peneliti melakukan observasi data hasil perhitungan kemudian
membandingkan nilai berat berdasarkan Lingkar lengan atas dengan berat
badan yang sebenarnya dari responden apakah ada perbedaan dengan
hasilnya atau tidak.
24
3.6 Analisis Data
Analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif, yang
bertujuan mendeskripsikan atau menjelaskan sesuatu hal apa adanya. Biasanya
parameter analisis deskriptif adalah mean, median, modus (mode), frekuensi,
persentase, persentil, dan sebagainya.
Analisis data distribusi ferkuensi untuk mengetahui frekuensi relatif nilai
berat badan, dan membandingkan perbedaan berat badan berdasarkan
pengukuran LILA menggunakan perhitungan rumus dan berat badan
menggunakan timbangan badan. Dari hasil pengolahan data, penyajian akan
dijelaskan secara deskriptif dan ditulis dalam bentuk tabel serta diagram
batang.
3.7 Etika Penilitian
Dalam penelitian ini, etika yang harus diperlihatkan adalah :
1. Inform consent
Peneliti memberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah
dimengerti mengenai penelitian yang akan dilakukan kepada subjek
penelitian sehingga mereka paham tentang keterlibatan mereka sebagai
subjek penelitian, kemudian peneliti mendapatkan pernyataan persetujuan
dari subjek penelitian sebagai partisipan yang bersifat sukarela tanpa
pemaksaan. Jika responden tidak bersedia maka sebagai peneliti harus
menghormati hak responden.
2. Confidentially (Kerahasiaan)
Peneliti harus menjaga kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi
maupun masalah – masalah lainya. Semua informasi yang telah
25
dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti, dan hanya kelompok
data tertentu sesuai kebutuhan penelitian yang akan dilakporkan pada hasil
riset.
3. Respect for persond (Hormat)
Peneliti menunjukan rasa menghormati hak subjek untuk
menentukan keterlibatan dalam penelitian, peneliti tidak boleh melakukan
hal hal diluar persetujuan subjek penelitian.
4. Beneficience (Baik)
Peneliti memastikan dalam proses penelitian tidak menimbulkan
kerugian terhadap subjek penelitian, mengutamakan manfaat hasil riset,
dan meminimalir resiko. Peneliti memberikan penjelasan tentang BMI
kepada responden untuk meningkatkan manfaat penelitian. Peneliti akan
memberikan roti dan teh gelas kepada responden sebagai antisipasi
kelelahan pada responden pada saat proses penelitian.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini akan diuraikan hasil penelitian studi kasus dan pembahasan
tentang Perbedaan Berat Badan Berdasarkan Pengukuran LILA dan Timbangan
Badan. Jumlah partisipan ada 100 orang. Pengambilan data dilakukan di Kampus
Poltekkes Kemenkes Malang Program Studi D3 Keperawatan Blitar selama satu
minggu. Dari hasil studi kasus maka akan dipaparkan mengenai uraian yang
diperoleh dari hasil pengukuran lingkar lengan atas dan berat badan berdasarkan
timbangan badan. Data hasil yang meliputi data umum yaitu umur, jenis kelamin.
Data khusus meliputi berat badan, tinggi badan, IMT, LILA, Prediksi BB
berdasarkan LILA, Aktifitas Fisik, Frekuensi Makan. Hasil penelitian dari data
umum dan data khusus disajikan dalam bentuk tabel yang dijelaskan secara
deskriptif. Bagian ini juga dilengkapi dengan keterbatasan penelitian yang telah
dilaksanakan. Pada studi penelitian kuantitatif hasil berdasarkaan sebagaimana
adanya dilapangan dari hasil pengukuran secara langsung.
4.1 Gambaran Tempat Penelitian
Penelitian dengan judul “Perbedaan Berat Badan Berdasarkan
Pengukuran LILA dan Timbangan Badan” ini dilaksanakan di Poltekkes
Kemenkes Malang Program Studi D3 Keperawatan Blitar Jl. Dr. Soetomo NO.
46, Kota Blitar.
Poltekkes Kemenkes Malang Program Studi D3 Keperawatan Blitar
memiliki 6 kelas yang terbagi menjadi 3 tingkat, tingkat 1 (1A, 1B), tingkat 2
(2A, 2B), tingkat 3 (3A, 3B). Selain itu terdapat ruang bedah, unit gawat
26
27
darurat, lobby, ruang kaprodi, ruang dosen, studio filep, auditorium, taman
refleksi dan herbal, ruang keperawatan dasar, gazebo, laboratorium
keperawatan maternitas, laboratorium keperawatan komunitas, laboratorium
jiwa, laboratorium anak, laboratorium keperawatan medikal bedah, ruang
kreatifitas, mushola, ormawa, ruang ekstra kulikuler, aula, perpustakaan, wc,
tempat parkir.
Pengambilan data lengkap menggunakan tanya jawab dan pengukuran
LILA serta BB secara langsung. Hasil penelitian yang didapatkan dari hasil
pengukuran pada 100 mahasiswa tingkat 1,2 dan 3 yang memiliki berat badan
kurus, ideal dan gemuk di Poltekkes Kemenkes Malang Program Studi D3
Keperawatan Blitar.
4.2 Karakteristik Responden
4.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur
Tabel 4.1 Tabel karakteristik responden berdasarkan usia di Program Studi
D3 Keperawatan Blitar Poltekkes Kemenkes Malang. Kampus
Blitar Mei 2022, (n = 100).
Usia 18 tahun f %
19 tahun 1 1,0
20 tahun 10 10,0
21 tahun 15 15,0
22 tahun 60 60,0
Total 14 14,0
100 100,0
Berdasarkan Tabel 4.1 diketahui bahwa 60% responden berusia 21
tahun.
28
4.2.2 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin
Tabel 4.2 Tabel karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin di
Program Studi D3 Keperawatan Blitar Poltekkes Kemenkes
Malang. Kampus Blitar Mei 2022
F%
Jenis LAKI-LAKI 16 16,0
kelamin PEREMPUAN 84 84,0
Total 100 100,0
Berdasarkan Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa 84% responden berjenis
kelamin Perempuan.
4.3 Data Berat Badan Berdasarkan Timbangan Berat Badan
Tabel 4.3 Data Berat Badan Berdasarkan Timbangan Berat Badan Mahasiswa
Program Studi D3 Keperawatan Blitar Poltekkes Kemenkes Malang.
Kampus Blitar Juni 2022
Kategori F % Valid Percent Cumulative Percent
Kurus 26 26,0 26,0 26,0
Ideal 54 54,0 54,0 80,0
BB lebih 20 20,0 20,0 100,0
100,0
Total 100 100,0 100,0
BB terendah
38 kg
BB tertinggi 86 kg
Berdasarkan Tabel 4.3 Berat Badan Berdasarkan Timbangan Berat
Badan 54% mempunyai berat badan kategori ideal dengan berat badan
terendah 38 kg dan tertinggi 86 kg.
29
4.4 Data Berat Badan Berdasarkan LILA
Tabel 4.4 Data Berat Badan Berdasarkan LILA Mahasiswa Program Studi D3
Keperawatan Blitar Poltekkes Kemenkes Malang. Kampus Blitar
Juni 2022
Kategori F % Valid Percent Cumulative Percent
Kurus 21 21,0 21,0 21,0
Ideal 44 44,0 44,0 65,0
BB lebih 35 35,0 35,0 100,0
Total 100 100,0 100,0 100,0
BB terendah 30 kg
BB tertinggi 94 kg
Berdasarkan Tabel 4.4 Prediksi Berat Badan yang diukur menggunakan
LILA sebesar 44% mempunyai kategori ideal dengan berat badan terendah
30 kg dan tertinggi 94 kg.
4.5 Data Perbedaan Berat Badan berdasarkan pengukuran LILA dan
Timbangan Berat Badan
Perbandingan BB Timbangan dan BB LILA
60 54 35
44 20
50
Ideal BB lebih
40
30 26 21
20
10
0
Kurus
BB Tmbangan BB LILA
Gambar 4.1 Data Perbedaan Berat Badan Berdasarkan pengukuran LILA dan
Timbangan Berat Badan Mahasiswa Program Studi D3
Keperawatan Blitar Poltekkes Kemenkes Malang. Kampus Blitar
Juni 2022
Berdasarkan Gambar 4.1 Perbedaan pengukuran berat badan
berdasarkan timbangan berat badan mempunyai kategori kurus 21%, ideal 54%
30
dan BB lebih 20% sedangkan menggunakan LILA kategori kurus 21%, ideal
44% dan BB lebih 35%.
4.6 Uji Pair T - Test
Tabel 4.6 Uji Pair Dependent Sample T Test Berat Badan berdasarkan Timbangan
Berat Badan dan Berat Badan Pengukuran LILA.
Kategori Rata Std. Deviasi 95% CI P-Value
rata
Lower 0,000
BB Timbangan 55,22 10,373 - Upper
BB LILA 58,90 12,853 - -
BB Timbangan – -3,680 6,179 -
BB LILA -4,906
-2,545
Berdasarkan Tabel 4.6 Didapatkan selisih rata rata adalah 3,680 dengan
nilai signifikansi (2-tailed) dari uji perbedaan berat badan berdasarkan
timbangan berat badan dan berdasarkan pengukuran LILA adalah p = 0,000
artinya ada perbedaan hasil pengukuran berat badan berdasar Timbangan
dengan pengukuran berdasar LILA.
4.7 Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa ada perbedaan berat
badan antara pengukuran menggunakan LILA dengan Timbangan Berat
Badan, menurut penelitian Mulyasari & Purbawati, (2018) berat badan dapat
diprediksi menggunakan LILA dengan persamaan BB (kg) = (4 x LILA (cm))
– 50, namun kenyataannya pada hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan
antara berat badan menggunakan LILA dengan menggunakan timbangan berat
badan.
Perbedaan hasil tersebut mungkin terjadi karena postur dari responden,
menurut Suparman et al., (2022) postur tubuh melibatkan pertimbangan
31
mekanis, seperti keselarasan segmen tubuh, kekuatan, tekanan otot dan sendi,
serta pengaruh berat badan. Berdasarkan hasil penelitian ini responden dengan
tinggi badan ± 160 cm dengan kategori berat badan yang kurus memiliki LILA
antara 21 cm – 24 cm ini termasuk kedalam kategori kurang dari batas
normalnya LILA dari hasil perbedaan postur tersebut maka semakin tinggi dan
kurus seseorang maka akan memiliki LILA yang kecil. Selain itu, responden
dengan postur tinggi badan yang sama 158 cm dengan berat badan yang
berbeda 56 kg dan 46 kg memiliki LILA yang sama yaitu 28 cm, hal tersebut
mempengaruhi hasil prediksi berat badan berdasarkan LILA sehingga terdapat
perbedaan.
Selain postur tubuh menurut Duda et al., (2019) dalam Evagianti, (2020)
Komposisi tubuh akan selalu berubah selama fase kehidupan seperti ketika
hamil, sakit dan juga selama fase pertumbuhan lainnya. Komposisi tubuh
dipengaruhi oleh dua hal utama yaitu nutrisi dan aktivitas fisik. Komposisi
tubuh dapat dibagi berdasarkan tingkatan jaringan. Terdapat 3 jaringan spesifik
pada komposisi tubuh yaitu jaringan adiposa (pada pria 20% dari massa tubuh
dan pada wanita 30% dari massa tubuh), jaringan otot (pada wanita 38% dari
massa tubuh dan pada pria 42% dari massa tubuh) , dan jaringan tulang ( 7%
dari massa tubuh).
Pada lengan atas terdapat beberapa kelompok otot yang dipengaruhi oleh
nutrisi dan aktivitas fisik yang dilakukan untuk pertumbuhan dan
perkembangannya. Nutrisi sangat berpengaruh pada besarnya lengan atas,
nutrisi akan mempengaruhi lapisan sub kutan dan lapisan otot pada lingkar
lengan atas. Dalam pertumbuhannya otot membutuhkan nutrisi yang cukup
32
ketika asupan nutrisi berkurang maka akan terjadi penurunan massa otot.
Selain nutrisi, menurut penelitian Suparman et al., (2022) Aktivitas fisik pun
berpengaruh pada lapisan otot dan lemak subkutan. Ketika terjadi aktivitas
fisik berlebih dan asupan yang kita terima kurang maka tubuh akan memecah
cadangan energi pada lapisan lemak dan otot. Jika terjadi dalam jangka waktu
yang lama maka akan mempengaruhi besarnya lingkar lengan atas.
Usia juga mempengaruhi besarnya lingkar lengan atas. semakin
tua, aktivitas fisik akan semakin berkurang, massa otot pun akan
menurun. Begitupun dengan jaringan lemak subkutan ketika masa tua jaringan
subkutan ini akan semakin menipis. Menipisnya jaringan subkutan dan otot
akan mempengaruhi besarnya lingkar lengan atas. (Evagianti, 2020)
Menurut Ariyani et al., (2012) mengatakan bahwa banyak hal yang dapat
memengaruhi perbedaan ambang batas optimal LILA. Keragaman ambang
batas di Indonesia tersebut sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya bahwa
bentuk tubuh orang dewasa Indonesia yang lebih beragam mungkin disebabkan
oleh ragam suku atau etnik yang banyak di Indonesia serta riwayat gizi masa
kanak-kanak yang tidak sama. Etnik yang berbeda mempunyai pola
pembentukan lemak yang berbeda pula. Pernyataan ini dijelaskan dalam buku
Vogel dan Friede., (1992) tentang Body fat assessment in women bahwa pada
etnik yang berbeda terdapat beberapa perbedaan yaitu perbedaan distribusi
lemak dan massa otot. Pembentukan lemak tersebut berkontribusi pada
peningkatan ukuran LILA. Selain itu, kemajuan perekonomian di suatu
wilayah juga berpengaruh terhadap perbedaan status gizi atau ambang batas
optimal LILA di wilayah tersebut. Menurut Kementerian Kesehatan Republik
33
Indonesia, hal ini disebabkan oleh perekonomian yang berpengaruh terhadap
kemampuan daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kesehatan dan
pangan sehari-hari. Kemampuan pemenuhan kesehatan dan pangan ini akan
berkaitan dengan status gizi yang dapat dideteksi melalui ukuran LILA.
Berdasarkan hasil penelitian dan teori, prediksi berat badan
menggunakan LILA terbukti mengalami perbedaan dengan timbangan berat
badan, ini berarti bahwa lingkar lengan atas tidak bisa menjelaskan 100% berat
badan seseorang. Perbedaan tersebut didukung oleh postur tubuh setiap orang
yang berbeda, seseorang yang memiliki postur tubuh pendek belum tentu
memiliki lingkar lengan atas yang kecil begitupun sebaliknya. Faktor yang
mempengaruhi perbedaan besar LILA yaitu komposisi tubuh manusia yang
berkaitan dengan nutrisi dan aktifitas fisik, tingkat perekonomian berpengaruh
pada kemampuan daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kesehatan
dan pangan. Selain itu, keragaman suku/etnik menyebabkan perbedaan
distribusi lemak dan massa otot pada LILA pada setiap individu.
4.8 Keterbatasan Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menemukan beberapa kesulitan
atau hambatan saat melakukan penelitian sehingga keterbatasan peneliti saat
melakukan penelitian ini adalah sulit mengatur waktu untuk bertemu dengan
responden karena responden berasal dari mahasiswa Program Studi D3
Keperawatan Blitar Poltekkes Kemenkes Malang dimana sebagian ada yang
memiliki kesibukan praktek klinik dan keadaan pandemi jadi pembelajaran
dilakukan secara luring namun terbatas.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian ada perbedaan berat badan yang diukur
menggunakan LILA dengan timbangan berat badan, hal ini dapat diketahui dari
rata rata berdasarkan timbangan berat badan adalah 55,22 sedangkan rata rata
berdasarkan pengukuran LILA adalah 58,90 dengan nilai uji Pair T-Test adalah
p = 0,000. Perbedaan tersebut disebabkan karena postur tubuh responden yang
beragam, berdasarkan hasil penelitian didapatkan rata rata tinggi badan
responden 158 cm berjumlah 22 responden. Rata rata berat badan pada
responden tersebut adalah 52,5 memiliki rata rata LILA 26,6 cm. Responden
dengan postur tinggi badan yang sama 158 cm dengan berat badan yang
berbeda 56 kg dan 46 kg memiliki LILA yang sama yaitu 28 cm, hal tersebut
mempengaruhi hasil prediksi berat badan berdasarkan LILA sehingga terdapat
perbedaan.
5.2 Saran
5.2.1 Bagi Responden
Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah
satu cara untuk meningkatkan pengetahuan responden mengenai Berat Badan
dan pengukuran LILA.
5.2.2 Bagi Peneliti Lain
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan data dasar pertimbangan
penelitian untuk meningkatkan penelitian tentang Prediksi Berat Badan
34