ketakutan, serta mengurangi beban psikologis anak. 6. Permainan yang digunakan adalah puzzel, spider web dan boat crossing. e di atas, dihasilkan bahwa terapi bermain efektif dilakukan untuk trauma ringan, sedang hingga berat. Pada artikel pertama menjelaskan dan bermanfaat untuk mengobati gangguan stress pasca trauma. Pada i bermain untuk mengurangi beban emosional anak, sedangkan pada ngkan imajinasi dan meningkatkan daya kompetisi anak. Pada artikel gi kecemasan dan ketakutan pada anak. an yang dapat digunakan ada bermacam-macam baik permainan ma menyebutkan bahwa permainan yang digunakan yaitu permainan ua terapi bermain Pop-up sebagai cara untuk pemulihan trauma pada n permainan tradisional sebagai terapi bermain untuk mengatasi trauma permainan yang digunakan untuk mengembangkan imajinasi seperti tkan kompetisi dalam hal ini juga menggunakan permainan tradisional 9 6
seperti kelereng, bermain balon, bermain karet, bermain ular spider web (jaringlaba-laba) dan boat crossing (perahu penyebr 30 26
tangga. Pada jurnal keenam menggunakan permainan seperti puzzel, rangan).
4.2 Pembahasan 4.2.1 Manfaat Terapi Bermain untuk Pemulihan Trauma pada Anak Pasca Bencana Alam Berdasarkan fakta yang diperoleh dari review keenam artikel di atas bahwa terapi bermain efektif dilakukan untuk penanganan trauma pada anak pasca kejadian bencana alam baik pada kasus trauma ringan, sedang maupun berat. Manfaat dari terapi bermain meliputi mengobati gangguan stress pasca trauma, mengurangi beban emosional anak, mengembangkan imajinasi dan kemampuan kompetisi, mengurangi kecemasan dan ketakutan terhadap penyintas trauma. Penanganan trauma dengan metode terapi bermain dapat mengobati gangguan stress pasca trauma, hal tersebut sejalan dengan teori (Pertiwiwati et al., 2021) permainan sebagai manajemen kecemasan terapis akan mengajarkan keterampilan untuk membantu mengatasi gejala gangguan stress pasca trauma dengan melalui pelatihan relaksasi dan latihan asertif. Menurut (Handoyo et al., 2020) metode bermain bermanfaat untuk mengurangi kecemasan, ketakutan dan mengurangi beban psikologis bagi anak penyintas trauma akibat bencana. Terapi bermain dilakukan sebagai upaya penerapan terapi rekreasion untuk memberikan keringanan beban pikiran atau emosional yang dirasakan oleh anak yang mengalami trauma (Suryadi, 2017). Pernyataan tersebut sejalan dengan penelitian (Febriaty, 2021) bahwa terapi bermain merupakan salah satu teknik yang dapat membantu mengurangi beban emosional yang dirasakan oleh anak korban bencana. Anak korban bencana yang dilakukan terapi bermain akan menjadi lebih tenang dan nyaman, anak dapat mengekspresikan perasaannya 31
melalui tahapan permainan. Tanpa disadari bermain menjadi ajang untuk anak sebagai mengekspresian imajinasi dan dapat melatih kemampuan kompetisi. Hal tersebut dibuktikan dengan teori (Pramardika et al., 2020) kegiatan bermain dapat menyalurkan ekspresi perasaan yang terdapat pada diri anak dan dapat membangun koneksi dengan orang lain untuk melatih daya saing dalam kompetisi permainan. Menurut peneliti berdasarkan artikel di atas bahwa terapi bermain memiliki banyak manfaat untuk mengatasi trauma pada anak. Manfaat dari terapi bermain itu sendiri sangat bermacam-macam, pada berbagai usia anak, mulai anak usia dini hingga anak usia sekolah. Manfaat dari terapi bermain sendiri meliputi mengobati gangguan stress pasca trauma, mengurangi beban emosional, mengembangkan imajinasi, melatih kompetisi anak, mengurangi kecemasan serta ketakutan yang berlebih pada anak setelah kejadian bencana alam. 4.2.2 Bentuk-bentuk Terapi Bermain untuk Pemulihan Trauma pada Anak Pasca Bencana Alam Berdasarkan fakta yang didapat dari ringkasan hasil literature review diatas, berdasarkan keenam jurnal diperoleh hasil bahwa terapi bermain yang dapat digunakan untuk pemulihan trauma pasca kejadian bencana bermacammacam. Ada tiga jenis permainan yang dapat digunkan yaitu dengan permainan lokal, permainan modern, dan permainan untuk pengembangan imajinasi. Permainan lokal yang dapat digunakan meliputi engrang, kelereng, ular naga, lompat karet, dan bentengan. Sedangkan permainan modern yang dapat dilakukan yaitu bermain puzzle, bermain plastisin, puzzel, spider web (jarring laba-laba), 32
boat crossing (perahu penyebrangan), dan bermain buku pop-up. Permainan untuk pengembangan imajinasi yang dilakukan yaitu dengan menyanyi dan mewarnai. Banyak metode yang bisa digunakan dalam terapi bermain yang dapat digunakan untuk trauma healing pada anak, permainan yang sering digunakan biasanya permainan lokal. Permainan lokal tidak memerlukan media dalam proses melakukannya, selain untuk memulihkan trauma akibat bencana permainan tradisional juga sebagai cara untuk menjungjung nilai dan karakteristik budaya (Darmayanti et al., 2020). Permainan yang biasa dilakukan seperti halnya permainan engrang, kelereng, lompat karet, dan bentengan. Pernyataan tersebut diperkuat dengan penelitian (Sulistyaningtyas, 2019), bahwa permainan yang dapat digunakan untuk trauma healing adalah permainan tradisonal yang meliputi engrang, kelereng, bentengan dan ular naga. Permainan sebagai penyembuhan trauma dilakukan sebagai penyaluran imajinasi anak, terapi yang dapat dilakukan untuk pengembangan imajinasi anak antara lain menggambar, mewarnai dan menyanyi. Hal itu diperkuat dengan pendapat (Pramardika et al., 2020) terapi bermain yang digunakan berfokus untuk pengembangan imajinasi anak dengan melalui kegiatan menggambar dan menyanyi. Terapi bermain dapat dilakukan secara kelompok maupun individu. Dengan adanya perkembangan teknologi terapi bermain dapat dilakukan dengan alat-alat yang sudah ada. Teknik terapi bermain biasanya menggunakan beberapa alat atau mainan yang sudah terstandarisasi sesuai dengan keadaan yang ada (Handoyo et al., 2020). Permainan modern yang biasa ditemui yaitu permainan puzzle. Penelitian yang dilakukan (Mariyati et al., 2018) sependapat bahwa 33
permainan puzzle dapat dilakukan untuk anak trauma sebagai upaya untuk memberikan motivasi dan semangat. Beberapa pendapat lain menyatakan permain pop-up books salah satu cara efektif yang bisa dilakukan untuk permainan anak pasca bencana (Sulastri et al., 2021). Hal tersebut diperkuat dengan penelitian (Fajari, 2018) permainan pop-up sebagai media untuk anak pasca bencana alam, dengan media yang menggunakan dua dimensi tersebut anak lebih tertarik untuk melakukan permainan. Menurut peneliti berdasarkan artikel yang telah direview ada tiga permainan yang bisa digunakan untuk terapi bermain yaitu permainan tradisonal, permainan modern dan permainan pengembangan imajinasi. Permainan tradisional yang bisa digunakan meliputi bermain engrang, kelereng, lompat karet, dan bentengan. Sedangkan terapi bermain modern yang bisa digunakan menurut peneliti hanya bermain puzzle dan bermain buku pop-up, untuk permainan modern lainnya seperti yang sudah tercantum di atas peneliti kurang setuju dikarenakan kurang adanya penelitian yang memperkuat pendapat tersebut dan karena keterbatasan alat yang digunakan. Sedangkan untuk permainan untuk pengembangan imajinasi yang bisa dilakukan yaitu menggambar dan menyanyi. Terapi bermain dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Terapi bermain dilakukan sesuai dengan alat dan bahan yang ada, apabila terdapat alat yang memungkinkan untuk dilakukan permainan modern maka permainan modern dapat dilakukan. Selain masalah alat dan bahan yang dapat digunakan, permainan-permainan yang dimainkan juga berdasarkan keadaan fisik anak. 34
BAB 5 PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil literatur review dari 6 jurnal serta pembahasan yang telah dilakukan peneliti, maka dapat ditarik kesimpulan: 1. Terapi bermain adalah salah satu cara yang efektif untuk dilakukan sebagai pemulihan trauma pada anak pasca bencana alam dan memiliki banyak manfaat yaitu mengobati gangguan stress pasca trauma, mengurangi beban emosional, mengembangkan imajinasi, melatih kompetisi, mengurangi kecemasan serta ketakutan pada anak. 2. Ada tiga terapi bermain yang dapat dilakukan untuk mengatasi pemulihan trauma pada anak pasca kejadian bencana, baik permainan tradisional, permainan modern maupun permainan untuk pengembangan imajinasi. Permainan tradisional yang dapat dilakukan meliputi engrang, kelereng, ular naga, lompat karet, dan bentengan pada permainan tradisional tersebut dapat dilakukan secara berkelompok, sedangkan permainan modern yang dapat dilakukan yaitu puzzel dan bermain buku pop-up, untuk permainan modern ini dapat dilakukan secara kelompok maupun individu. Selain permainan tradisional dan modern ada permain yang digunakan untuk pengembangan imajinasi seperti menggambar dan menyanyi. 3. Terapi bermain dapat dilakukan untuk mengatasi trauma pada anak baik pada kasus trauma ringan, sedang, dan berat. 5.2 Saran 5.2.1 Untuk pemerintah Penanganan bencana alam perlu dukungan penuh oleh pemerintah. Dalam penanganan benca alam pemerintah tidak hanya memikirkan kebutuhan pokok saja melainkan juga harus memikirkan masalah psikologis pada korban bencana. Dengan adanya karya tulis ini pemerintah harus mendukung dalam 35
hal penyediaan alat dan bahan untuk melakukan terapi bermain sebagai upaya untuk mengatasi trauma pada anak pasca bencana alam. 5.2.2 Untuk relawan Sebagai relawan harus menguasai berbagai bentuk permainan yang dapat dilakukan untuk penanganan trauma pada anak pasca kejadian bencana alam. 36
DAFTAR RUJUKAN Akmal, N., & Ma’arif, M. R. (2021). Terapi Bermain Sebagai Solusi Trauma Healing Pada Anak di Kawasan Bencana Pasca Gempa. 5. Ardiyanto, A. (2017). Bermain Sebagai Sarana Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini. Jendela Olahraga, 2(2). https://doi.org/10.26877/jo.v2i2.1700 Awwad, M. A. (2021). Mengatasi Trauma Pada Anak Melalui Terapi Inner Child Dan Terapi Dzikir. Qawwam, 15(2), 69–90. Darmayanti, N., Ekawati, D., & Rachmat, A. (2020). Traditional Sundanese Games as Play Therapy for Traumatic Risk Reduction of Child Earthquake Victims: A Cultural and Psychological Study. International Journal of Innovation, 11(2), 16. Deborah, S., Muthmainnah, A., Herlinda, L., & Tanawi, S. S. (2018). Trauma Dan Resiliensi Pada Wanita Penyintas Kekerasan Dalam Rumah TanggA. 10. Dwi Pramardika, D., Angel Wuaten, G., & Juwita Mahihody, A. (2020). Terapi Bermain Sebagai Trauma Healing Pada Anak Korban Bencana Alam Kampung Belengang Kecamatan Manganitu Kabupaten Kepulauan SangihE. 3. https://doi.org/10.31604/jpm.v3i1.167-172 Fajari, N. W. (2018). Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2018, 12. Febriaty, S., & Rohayati. (2021). Bermain Buku Pop-Up sebagai Terapi Gangguan Mental Emosional Pasca Bencana Tsunami. Handoyo, A. W., Afiati, E., Muhibah, S., & Hakim, I. A. (2020). Trauma Healing With Play Therapy For Student of Senior High School 16 Pandeglang Banten. International Journal of Applied Guidance and Counseling, 1(2), 67–74. https://doi.org/10.26486/ijagc.v1i2.1293 Heryana, A. (2020b). Pengertian Dan Jenis-Jenis Bencana. 9. Julaeha, E. (2019). Peran Pembimbing Konseling Islam dalam Menangulangi Konflik, Stres, Trauma dan Frustrasi. Prophetic : Professional, Empathy and Islamic Counseling Journal, 2(1), 111. https://doi.org/10.24235/prophetic.v2i1.4754 Khairul Rahmat, H., & Alawiyah, D. (2020). Konseling Traumatik: Sebuah Strategi Guna Mereduksi Dampak Psikologis Korban Bencana Alam. Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani, 6(1), 34–44. https://doi.org/10.47435/mimbar.v6i1.372 37
Lubis, F. H. (2021). Pemulihan Trauma pada Anak Korban Bencana dalam Perspektif Islam (Studi Kasus Bencana Gunung Sinabung di Desa Guru Kinayan, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara). 18. M. Fadlillah, M. P. I. (2019). Buku Ajar Bermain & Permainan Anak Usia Dini. Prenada Media. https://books.google.co.id/books?id=fja2DwAAQBAJ Mahardika, D., Larasati, E., & Soedarrto, J. H. (2018). Manajemen Bencana Oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Bpbd) Dalam Menanggulangi Banjir Di Kota Semarang. 16. Mariyati, Y., Rahman, N., & Muhardini, S. (2018). Trauma Healing Siswa Sd Korban Gempa Di Desa Midang Gunungsari Lombok Barat Dengan Permainan Tangram Puzzle Bangun Datar. 1, 4. Pertiwiwati, E., Maulana, I., Zahra, F. A., & Yuliana, I. (2021). Terapi Bermain Sebagai Metode Penyembuhan Trauma Pada Ptsd Anak Korban Bencana Banjir Di Martapura Barat, Kalimantan Selatan. 17(2), 8. Pramardika, D. D., Hinonaung, J. S. H., Mahihody, A. J., & Wuaten, G. A. (2020). Pengaruh Terapi Bermain Terhadap Trauma Healing Pada Anak Korban Bencana Alam. Faletehan Health Journal, 7(02), 85–91. https://doi.org/10.33746/fhj.v7i02.131 Rahman, A. (2018). Analisa Kebutuhan Program Trauma Healing untuk Anakanak Pasca Bencana Banjir di Kecamatan Sungai Pua Tahun 2018: Implementasi Manajemen Bencana. Menara Ilmu, 12(7), 1–6. Rahmat, H. K., & Budiarto, A. (2021). Mereduksi Dampak Psikologis Korban Bencana Alam Menggunakan Metode Biblioterapi Sebagai Sebuah Penanganan Trauma Healing. Journal of Contemporary Islamic Counselling, 1(1), 25–38. RI, K. P. (2019). Buku Panduan Dukungan Psikososial Bagi Anak Korban Bencana Alam. Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, 227. Rohmah, N. (2018). Terapi bermain. In Terapi bermain. Salamor, A. M., Salamor, Y. B., & Ubwarin, E. (2020). Trauma Healing Dan Edukasi Perlindungan Anak Pasca Gempa Bagi Anak-Anak Di Desa Waai. Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(3), 317–321. https://doi.org/10.31004/cdj.v1i3.1015 Saputro, H., & Fazrin, I. (2019). Anak Sakit Wajib Bermain di Rumah Sakit. 75. Sulastri, S., Rohayati, R., & Febriaty, S. (2021). Bermain Buku Pop-Up sebagai Terapi Gangguan Mental Emosional Pasca Bencana Tsunami. Jurnal Kesehatan, 12(3), 404. https://doi.org/10.26630/jk.v12i3.2815 38
Sulistyaningtyas, R. E. (2019). Pengembangan Model Permainan Tradisional Untuk Trauma Healing Pasca Bencana Pada Anak Usia Dini. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(2), 135–141. https://doi.org/10.17509/cd.v10i2.20206 Suryadi, D. (2017). Studi Awal Identifikasi Efek Terapi Bermain dengan Lego®. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 1(1), 240. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v1i1.356 Susatia, B., A, Moh. W., & Mustafa, A. (2020). Polkesma, Pedoman KTI SLR. Syamsuddin, S. (2019). Pemulihan Trauma Anak-Anak Korban Gempa Di Kota Palu Melalui Mendongeng. Guru Tua : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 2(2), 27–33. https://doi.org/10.31970/gurutua.v2i2.33 Widyastuti, et al. (2019). Play Therapy Sebagai Bentuk Penanganan Konseling. 2019. Zeky, A. A., & Batubara, J. (2019). Terapi Bermain Menurut Carl Gustav Jung Dalam Mengatasi Permasalahan Anak. 5, 9. 39
Lampiran 1. Lembar konsultasi 40
41
42
DAFTAR RIWAYAT HIDUP Curriculum Vitae A. DATA PRIBADI 1. Nama : Wanda Arsa Rahmadani 2. Tempat & Tanggal Lahir : Blitar, 16 Desember 2000 3. Jenis Kelamin : Perempuan 4. Agama : Islam 5. Alamat Asal : Desa Dadaplangu RT 002 RW 001 Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, 66153 6. No. Telepon : 081615927445 7. Email : [email protected] B. RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL 1. SD : SDN DADAPLANGU 01 (2007 - 2013) 2. SMP : SMPN 1 SRENGAT (2013 - 2016) 3. SMA : SMAN 1 SRENGAT (2016 - 2019) 43