The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MODUL PRAKTIKUM PERENCANAAN PENDIDIKAN KESEHATAN

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by shunnarirescue, 2022-11-16 03:11:28

MODUL PRAKTIKUM PERENCANAAN PENDIDIKAN KESEHATAN

MODUL PRAKTIKUM PERENCANAAN PENDIDIKAN KESEHATAN

MODUL PRAKTIKUM

PERENCANAAN PENDIDIKAN KESEHATAN

Mujito, A.Per.Pen., M.Kes.

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG

Modul Praktikum Promosi Kesehatan i

Kata Pengantar

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah, swt karena atas berkat rahmat,
taufik dan hidayah-Nya, penulisan Modul Praktikum Promosi Kesehatan ini dapat
diselesaikan. Penulisan modul ini merupakan petunjuk praktis bagi mahasiswa D3
keperawatan dalam Perencanaan dan Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan sebagai salah
satu intervensi promosi kesehatan, agar mahasiswa lebih mudah dalam mencapai target
kompetensi.

Pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan terima
kasih dan penghargaan kepada semua pihak atas segala bimbingan, nasihat, serta
bantuannya sehingga dapat menunjang dalam penyelesaian modul ini, yang telah
memberi pengarahan kepada penulis selama penulisan modul ini.

Penulis juga menyadari bahwa dalam penulisan modul ini masih terdapat banyak
kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan penulis
demi kesempurnaan modul ini dimasa yang akan datang.

Akhir kata, semoga modul ini dapat bermanfaat bagi penulis, dosen pembimbing
praktikum promosi kesehatan serta mahasiswa pengguna modul ini.

Blitar, 07 Juli 2019

Penulis

Modul Praktikum Promosi Kesehatan ii

Daftar Isi

Hal
HALAMAN JUDUL ............................................................................................... i
KATA PENGANTAR ............................................................................................ iv
DAFTAR ISI…........................................................................................................ v
BAB 1 PENDAHULUAN ..................................................................................... 1

A. Latar Belakang ...................................................................................... 1
B. Deskripsi Mata Kuliah .......................................................................... 1
C. Capaian Pembelajaran Lulusan ............................................................. 2
D. Capaian Pembelajaran Khusus ............................................................. 2
E. Materi Praktikum ................................................................................. 2
F. Metode Penilaian dan Pembobotan ...................................................... 2
G. Peraturan Praktikum ............................................................................. 3
BAB 2 MATERI PRAKTIKUM ........................................................................... 4
A. Dasar Teori ........................................................................................... 4
B. Tujuan ................................................................................................... 6
C. Indikator Belajar ................................................................................... 6
D. Kegiatan Praktikum .............................................................................. 6
E. Teknik Perencanaan Penkes dalam Keperawatan ................................. 6
BAB 3 APLIKASI PERENCANAAN PENKES .................................................. 13
A. Contoh Rancangan Pembelajaran pada Sasaran Individu .................... 13
B. Contoh Rancangan Pembelajaran pada Sasaran Kelompok .................. 20
BAB 4 LATIHAN MENYUSUN PERENCANAAN PENKES ........................... 36
A. Soal ....................................................................................................... 36
B. Kunci Jawaban ...................................................................................... 41
BAB 5 EVALUASI PRAKTIKUM PENKES ....................................................... 46
Daftar Pustaka ......................................................................................................... 48
Indeks ...................................................................................................................... 49
Glosarium ................................................................................................................ 51

Modul Praktikum Promosi Kesehatan iii

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Program Studi D-3 keperawatan adalah pendidikan tinggi keperawatan yang

menghasilkan tenaga keperawatan vokasi yang berkarakter dan unggul, memiliki
kemampuan keterampilan profesional yang memadai baik intelectual skill,
interpersonal skill dan technical skill dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi
keperawatan yang diperoleh melalui berbagai bentuk pengalaman belajar.

Untuk menyelenggarakan proses pembelajaran praktikum Promosi
Kesehatan, Program Studi D-3 Keperawatan, menggunakan kurikulum yang
dikembangkan oleh AIPDIKI dan menyesuaikan dengan visi-misi Prodi serta
masukan dari stake holder.

Praktikum Promosi Kesehatan merupakan kegiatan pembelajaran dengan
bobot kredit 1 sks, yang dilaksanakan pada semester 3 dengan capaian pembelajaran
yaitu mahasiswa mampu melaksanakan pendidikan kesehatan pada tingkat sasaran
belajar individu, keluarga, kelompok maupun pada sasaran massal untuk
meningkatkan pola hidup sehat serta menurunkan masalah kesehatan sehingga
tercapai status kesehatan yang optimal.

Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan fasilitas yang mendukung, sehingga
praktikum pendidikan kesehatan yang dilakukan oleh peserta didik dan di fasilitasi
oleh dosen pembimbing praktikum dapat terarah serta sesuai kaidah kurikulum.
Untuk itu diperlukan suatu pedoman dalam bentuk Modul Praktikum.

B. Deskripsi Mata Kuliah
Pembelajaran praktikum promosi kesehatan dalam keperawatan ini

difokuskan pada penyusunan perencanaan pendidikan kesehatan pada berbagai
tingkatan klien dan simulasi proses pendidikan kesehatan pada sasaran belajar
individu, keluarga, kelompok maupun pada sasaran massal sebagai salah satu bentuk
intervensi asuhan keperawatan.

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 1

C. Capaian Pembelajaran Lulusan
Setelah menyelesaikan praktikum promosi kesehatan dalam keperawatan,

mahasiswa mampu melaksanakan pendidikan kesehatan pada tingkat sasaran belajar
individu, keluarga, kelompok maupun pada sasaran massal untuk meningkatkan pola
hidup sehat serta menurunkan masalah kesehatan sesuai perencanaan yang telah
ditetapkan.

D. Capaian Pembelajaran Khusus
Pada akhir Pembelajaran praktikum promosi kesehatan dalam keperawatan

ini diharapkan mahasiswa mampu:
1. Menyusun perencanaan pendidikan kesehatan dalam keperawatan.
2. Melakukan simulasi proses pembelajaran dalam konteks pendidikan kesehatan

pada sasaran belajar individu, keluarga, kelompok maupun pada sasaran massal
untuk meningkatkan pola hidup sehat serta menurunkan masalah kesehatan klien.

E. Materi Praktikum
Materi praktikum promosi kesehatan dalam keperawatan meliputi:

1. Perencanaan pendidikan kesehatan dalam keperawatan.
2. Simulasi proses pembelajaran dalam konteks pendidikan kesehatan pada sasaran

belajar individu, keluarga, kelompok maupun pada sasaran massal untuk
meningkatkan pola hidup sehat serta menurunkan masalah kesehatan klien.

F. Metode Penilaian dan Pembobotan

Kehadiran, partisipasi mahasiswa dalam pembelajaran dan penyelesaian

tugas serta penampilan dalam simulasi dengan menggunakan format penilaian non

test (ceklyst) melalui observasi, dengan bobot:

1. Kehadiran dalam proses belajar : 100%

2. Penyusunan rencana pendidikan kesehatan : 100%

3. Ekspresi/penampilan dalam simulasi : 100%

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 2

G. Peraturan Praktikum
Peraturan praktikum promosi kesehatan dalam keperawatan, yaitu :
1. Mahasiswa yang boleh mengikuti Praktikum Promkes yaitu mahasiswa yang telah

melakukan registrasi dengan mengisi KRS untuk mata kuliah Promosi kesehatan.
2. Setiap kelompok praktikum telah menyusun perencanaan pendidikan kesehatan

sesuai hasil pengkajian dan rencana keperawatan, yang dibimbing oleh tutor
praktikum (senior yang berpengalaman) serta diketahui dosen penanggung jawab
mata kuliah.
3. Setiap kelompok praktikum menyiapkan sasaran belajar yang sesuai sebelum
melaksanakan pendidikan kesehatan dengan persetujuan tutor praktikum atau
dosen penanggung jawab mata kuliah.
4. Setiap kelompok diwajibkan menyiapkan materi dan media pembelajaran yang
sesuai, serta melakukan simulasi pendidikan kesehatan terlebih dahulu yang
didampingi oleh tutor praktikum atau dosen penanggung jawab mata kuliah,
sebelum pelaksanaan di masyarakat.
5. Selama pelaksanaan pendidikan kesehatan, setiap kelompok diharapkan menjaga
nama baik almamater, mentaati tata tertib, menjunjung tinggi sikap akademis,
sopan santun sesuai kearifan lokal yang ada di masyarakat.
6. Tiap kelompok wajib menggunakan jas almamater saat pelaksanaan pendidikan
kesehatan berlangsung.

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 3

BAB 2
MATERI PRAKTIKUM
PERENCANAAN PENDIDIKAN KESEHATAN DALAM KEPERAWATAN

A. Dasar Teori
Menurut UU Kesehatan no.36/2009 bab1, pasal 1, ayat 1 bahwa; Kesehatan

adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang
memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Sehat
merupakan harapan nyata semua orang, baik itu anak- anak, remaja, dewasa bahkan
usia lanjut. Kesehatan diri setiap orang merupakan prioritas utama, sehingga dapat
dikatakan sebagai kebutuhan yang mendasar. Seseorang yang sedang mengalami
kondisi sakit dapat berdampak pada terganggunya rutinitas kehidupan, sehingga
sangat penting untuk dijaga agar tubuh tetap sehat dan bugar secara holistik. Dalam
hal ini dibutuhkan pemahaman tentang cara memelihara dan meningkatkan perilaku
hidup sehat agar selalu diperoleh kondisi sehat untuk hidup lebih produktif.

Menurut Mubarak, (2009:9-10) Pendidikan kesehatan adalah proses perubahan
perilaku yang dinamis di mana perubahan tersebut bukan sekedar proses transfer
informasi, tetapi perubahan tersebut terjadi karena adanya kesadaran dari dalam diri
individu, kelompok, atau masyarakat sendiri.

Pembelajaran kesehatan merupakan proses pendidikan yang tidak terlepas dari
komunikasi. Komunikasi adalah proses pertukaran berbagai informasi melalui
berbagai media. Menurut Northouse,etal (1998) komunikasi dipengaruhi oleh berbagai
faktor, antara lain: kondisi lingkungan dimana informasi tersebut diberikan, perspektif
orang yang memberikan dan yang menerima informasi. Komunikasi antar manusia
merupakan suatu interaksi yang dapat dilakukan dalam bentuk bahasa dan simbol,
meliputi komunikasi interpersonal, komunikasi dalam kelompok kecil, komunikasi
organisasi, komunikasi publik dan komunikasi masa.

Pendidikan kesehatan sebagai salah satu bentuk intervensi promosi kesehatan
merupakan bagian dari komunikasi antar manusia, yang dititik beratkan pada isu

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 4

kesehatan. Pelaksanaan pendidikan kesehatan bisa dalam bentuk oral atau tulisan,
personal atau interpersonal terbatas pada bahasan isu yang sedang berkembang atau
hal lain yang berkaitan dengan isu tersebut. Menurut UU Kesehatan RI No.36 Tahun
2009, Bab VI Upaya kesehatan, bagian keempat (Peningkatan Kesehatan dan
Pencegahan Penyakit) Pasal 62 ayat 1, yaitu: Peningkatan kesehatan merupakan segala
bentuk upaya yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan atau
masyarakat untuk mengoptimalkan kesehatan melalui kegiatan penyuluhan,
penyebarluasan informasi, atau kegiatan lain untuk menunjang tercapainya hidup
sehat.

Pendidikan kesehatan diselenggarakan untuk mengubah perilaku hidup sehat
masyarakat secara perorangan atau kelompok melalui pembelajaran dalam bentuk
kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi. Selain itu, pendidikan kesehatan
bertujuan untuk memberdayakan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam
memelihara dan meningkatkan kesehatan melalui peningkatan pengetahuan, kemauan
dan kemampuan, serta mengembangkan iklim yang kondusif melalui pemberdayaan
dengan menggali potensi masyarakat yang dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat,
sesuai kearifan lokal.

Pendidikan kesehatan dalam perkembangannya dikenal menggunakan beberapa
metode, yaitu dengan metode langsung dan metode tidak langsung. Pendidikan
kesehatan dengan metode langsung adalah komunikasi yang dilakukan tanpa melalui
perantara, dimana pendidik berbicara langsung kepada sasaran belajar, melalui
konseling perorangan atau ceramah tanya jawab kepada kelompok sasaran belajar.
Pendidikan kesehatan tidak langsung adalah pendidikan yang dilakukan melalui
penggunaan media perantara seperti radio, video, flipchart, poster, booklet, leaflet dan
pameran. Pendidikan kesehatan dapat dilakukan secara lisan tanpa media komunikasi,
namun cara ini biasanya tidak mampu menjangkau sasaran yang lebih luas, sehingga
untuk itu diperlukan media komunikasi.

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 5

B. Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk menyusun perencanaan pendidikan kesehatan

dalam keperawatan.

C. Indikator Belajar
Setelah menyelesaikan praktikum ini, mahasiswa mampu:

1. Melakukan pengkajian kebutuhan belajar pada berbagai sasaran klien keperawatan.
2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada berbagai sasaran klien keperawatan.
3. Menentukan rencana pendidikan kesehatan pada berbagai sasaran klien

keperawatan.

D. Kegiatan Praktikum
Kegiatan Praktikum 1:
Menyusun rencana pendidikan kesehatan dalam keperawatan, dengan prosedur kerja:
1. Mahasiswa membentuk kelompok belajar dengan anggota 3-4 orang.
2. Menentukan calon sasaran belajar pada berbagai tingkatan sasaran klien

keperawatan.
3. Melakukan pengkajian keperawatan dalam rangka mengidentifikasi permasalahan

calon sasaran belajar (Audiens).
4. Menetapkan diagnose keperawatan yang terkait erat dengan ketidaktahuan/

ketidakmauan/ ketidakmampuan klien keperawatan dalam pemeliharaan dan
peningkatan kesehatan.
5. Menyusun perencanaan pendidikan kesehatan dalam keperawatan (format
terlampir).
6. Mengkonsultasikan hasil penulisan perencanaan pendidikan kesehatan kepada
tutor praktikum, konsultasi akhir kepada dosen penanggung jawab mata kuliah.

E. Teknik Perencanaan Pendidikan Kesehatan Dalam Keperawatan
Teknik perencanaan pendidikan kesehatan dalam keperawatan melalui beberapa
tahapan, yaitu:

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 6

1. Analisa Situasi
Sebelum menyusun perencanaan dalam pendidikan kesehatan langkah pertama

yang harus dilakukan yaitu melakukan analisa situasi, meliputi:

a. Pengkajian Kebutuhan Belajar
Kebutuhan belajar audiens dapat diketahui dengan melakukan pengkajian

faktor penentu perilaku, meliputi:
1) Pengkajian Faktor Predisposisi

a) Pengkajian riwayat keperawatan
Hal yang pertama adalah pengkajian riwayat keperawatan, meliputi:
(1) Usia sasaran belajar
Dikaji untuk menyesuaikan isi materi belajar dengan status perkembangan
mental sasaran belajar.
(2) Persepsi klien
Dikaji untuk mengetahui obyek perhatian (attention) sasaran belajar
terhadap masalah kesehatan yang sedang dirasakan sehingga dapat
digunakan sebagai sumber belajar yang dapat diberdayakan.
(3) Kepercayaan klien
Dikaji untuk meramalkan kecepatan proses adopsi terhadap inovasi baru,
termasuk diantaranya adalah dengan menyesuaikan agama, peran gender
dan kearifan lokal.
(4) Ekonomi klien
Dikaji untuk menyesuaikan kekuatan klien dalam pemanfaatan sumber
belajar dan gaya belajarnya.

b) Pengkajian fisik
Pengkajian fisik, meliputi kekuatan dan kemampuan fisik, dikaji untuk
mengetahui kesiapan fisik antara lain kemampuan melihat, mendengar dan
fungsi muskuloskeletal dalam mengikuti proses pembelajaran.

c) Pengkajian kesiapan belajar
Pengkajian kesiapan belajar, hal ini dapat diketahui melalui:

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 7

(1) Ketertarikan sasaran belajar terhadap materi belajar, yang dapat dikaji dari
kemauan sasaran belajar dalam mencari informasi terkait issue yang ingin
dipelajari.

(2) Kesiapan fisik, perhatian (attention) atau fokus terhadap proses belajar
yang ditunjukkan dengan reaksi nonverbal berupa antara lain tidak
mengantuk, tidak pusing atau lelah.

(3) Kesiapan emosi, adanya gairah atau semangat untuk belajar berupa
ekspresi perasaan gembira dan semangat dalam mendapatkan tantangan
pada suatu proses pembelajaran.

(4) Kesiapan kognitif, kemampuan berfikir jernih atau sadar penuh dalam
mengikuti suatu proses pembelajaran.

(5) Kesiapan berkomunikasi, adanya hubungan saling percaya sehingga dapat
menentukan komunikasi dua arah.

d) Pengkajian motivasi
Pengkajian motivasi, dikaji untuk menentukan keberhasilan belajar

yang dapat diketahui melalui ekspresi sikap dan niat sasaran belajar dalam
proses pembelajaran.
e) Pengkajian kemampuan membaca

Pengkajian kemampuan membaca, dikaji untuk mengetahui tingkat
kesenangan membaca sasaran belajar.
2) Pengkajian Faktor Pemungkin

Ketersediaan sarana dan prasarana, termasuk keterjangkauan sumber daya
serta ketrampilan petugas kesehatan dalam menunjang kelancaran proses
pembelajaran.
3) Pengkajian Faktor Penguat

Dukungan tokoh masyarakat termasuk peraturan yang bersifat menuntut
atau mewajibkan sasaran belajar untuk mengikuti suatu proses belajar sehingga
diperoleh pemahaman dan kemahiran tertentu dalam hal pemeliharaan atau
peningkatan hidup sehat.

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 8

b. Diagnosa Keperawatan
Komponen diagnose keperawatan menurut Gordon (1982), meliputi: Problem,

Etiologi dan Sign. Diagnosis keperawatan yang berkaitan dengan kebutuhan belajar
dapat dikategori sebagai: “Gagal Paham”.

Definisi gagal paham, yaitu pernyataan pada saat klien tidak dapat memahami,
atau tidak dapat menunjukkan pengetahuannya tentang cara memelihara kesehatan.

Karakteristik definisi tersebut antara lain yaitu:
1) Adanya ketidak adekuatan pengungkapan secara verbal tentang masalah
2) Ketidak akuratan mengikuti suatu instruksi
3) Ketidak akuratan penampilan dalam suatu uji
4) Ketidak sesuaian perilaku

Faktor penyebab kurangnya pengetahuan atau gagal paham, antara lain yaitu:
1) Kurangnya keterpaparan informasi
2) Kurang mengulang pelajaran
3) Adanya salah persepsi
4) Keterbatasan pengetahuan
5) Kurangnya ketertarikan dalam belajar
6) Tidak familiernya klien dengan sumber informasi

c. Menentukan Prioritas Masalah Pembelajaran
Pembelajaran merupakan suatu bentuk kegiatan proses pendidikan kesehatan

sebagai suatu intervensi promosi kesehatan dalam keperawatan, sehingga perlu
disusun prioritas, dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Kebutuhan belajar klien harus diurutkan berdasarkan prioritas menurut klien dan

perawat. Hal ini digunakan untuk mengukur tingkat motivasi klien dalam belajar.
2) Perawat menyusun prioritas dapat mempertimbangkan faktor penentu perilaku

yaitu factor predisposing, enabling, reinforcing.

2. Menentukan Tujuan Belajar
Untuk menyusun atau merumuskan tujuan belajar dapat menggunakan beberapa

kriteria, sebagai berikut:

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 9

a. Formulasi A, B, C, D
Contoh: Setelah mengikuti proses pembelajaran selama 20 menit, klien mampu
menjelaskan pengertian hipertensi dengan kata-kata sendiri. Hal ini terdiri dari
beberapa unsur, yaitu:
 Setelah mengikuti proses pembelajaran selama 20 menit (Condition)
 klien (Audience)
 mampu menjelaskan pengertian hipertensi (Behaviour)
 dengan kata-kata sendiri (Degree)

b. Manifestasi terhadap respon klien, mencakup respon:
 Kognitif: Klien mampu menjelaskan alasan makan dalam porsi sedikit tapi
sering
 Affektif: Klien mampu mengekspresikan perasaan nyaman setelah tidur
malam
 Psikomotor: Klien mampu mendemonstrasikan teknik pemberian ASI dengan
benar

3. Menentukan Sasaran Belajar
Sasaran program kesehatan yang didukung dan sasaran pendidikan kesehatan

tidak selalu sama. Dalam pendidikan kesehatan, yang dimaksud dengan sasaran/ klien
adalah individu atau kelompok yang diberi pendidikan kesehatan. Dalam menentukan
kelompok atau individu sasaran, menyangkut juga soal strategi pendidikan. Misalnya,
tujuan pendidikan adalah agar para ibu menimbangkan anak balitanya setiap bulan.
Dalam hal ini sasaran pendidikan kesehatan bukan hanya ibu-ibu yang mempunyai
anak balita saja, melainkan juga anggota keluarga lain yang berpengaruh dalam
mengambil keputusan. Anak remaja juga dimasukkan sebagai sasaran, dengan harapan
mereka akan bisa menjelaskan pada orang tuanya untuk menimbangkan anak.

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 10

4. Menentukan Isi Pesan
Materi belajar disusun sesuai tujuan pembelajaran yang ditetapkan dan dibuat

sederhana agar mudah dipahami oleh audiens dengan mempertimbangkan usia,
budaya dan kemampuannya. Contoh tentang Pengetahuan praktis, yaitu:
Pokok bahasan / Topik: “Penatalaksanaan penyakit TBC di rumah”
Sub pokok bahasan/ sub Topik:
a. Pengertian TBC
b. Penyebab TBC
c. Tanda & gejala TBC
d. Proses terjadinya TBC
e. Penatalaksanaan TBC di rumah

5. Memilih Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah suatu perencanaan yang berisi serangkaian

kegiatan yang dirancang untuk mencapai tujuan pendidikan, termasuk didalamnya
metoda maupun teknik dalam proses pembelajaran. Misalnya, bila tujuan belajar
“Klien mampu mengganti balutan pada kakinya dengan teknik steril”, maka strategi
belajar yang sesuai adalah Individual teaching method. Metode maupun teknik dalam
proses pembelajaran tersebut tergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Misalnya
tujuan yang ingin dicapai, yaitu:
a. Peningkatan pengetahuan (kognitif) klien, metode yang sesuai yaitu ceramah atau

tugas baca.
b. Perubahan sikap positif klien, metode yang sesuai yaitu pemutaran video/ role

playing.
c. Pengembangan suatu ketrampilan klien, metode yang sesuai yaitu demonstrasi.

6. Memilih Alat Bantu Belajar
Dalam menentukan alat bantu peraga dalam pembelajaran tujuannya adalah

untuk membantu atau menunjang agar pesan yang akan disampaikan mudah dan cepat
diterima oleh audiens. Alat bantu peraga yang dipakai tergantung dari tujuan, materi
dan metode yang dipakai. Misalnya untuk metode ceramah menggunakan media

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 11

leaflet, poster, booklet. Metode demonstrasi menggunakan poster, leaflet, peralatan
dan bahan demonstrasi.

7. Menentukan Waktu dan Tempat
Dalam penyusunan perencanaan kegiatan sudah diperkirakan waktu yang

dibutuhkan dalam pelaksanaan dan ditentukan tempat pelaksanaan. Misalnya: Januari,
tempat dibalai desa, posyandu. Sedangkan tanggal kepastian dari minggu pertama
Januari ditentukan kemudian.

8. Menentukan Pelaksana
Dalam rencana kegiatan, sudah ditentukan petugas pelaksana yang sesuai

kemampuannya.

9. Membuat Rencana Evaluasi
Rencana penilaian harus disebutkan juga dalam perencanaan kegiatan

pembelajaran. Misalnya kapan dan kelompok mana yang akan dievaluasi serta
indikator/kriteria apa yang akan dipakai dalam penilaian.
Evaluasi dapat dibedakan:
a. Evaluasi program pembelajaran, yakni menilai langkah yang telah dijadwalkan

dalam perencanaan. Apakah sesuai atau terjadi perubahan dalam pelaksanaan,
misalnya tentang jadwal, waktu, tempat, dan alat bantu peraga.
b. Evaluasi hasil pembelajaran, yakni sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
misalnya terjadinya perubahan pengetahuan, sikap atau tindakan sasaran belajar.

10. Membuat Jadwal Pelaksanaan
Pokok-pokok kegiatan sejak penentuan masalah, tujuan, sasaran, materi, dan

seterusnya dimasukkan dalam suatu matrik, agar lebih mudah melihatnya. Jadwal
rencana kegiatan merupakan pedoman rencana kerja selama kurun waktu tertentu,
misalnya 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 6 bulan, 1 tahun.

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 12

BAB 3
APLIKASI PERENCANAAN PENDIDIKAN KESEHATAN

Berikut disajikan beberapa contoh perencanaan pendidikan kesehatan yang dapat

digunakan sebagai acuan, antara lain adalah:

A. Contoh 1: Rancangan Pembelajaran dalam Pendidikan Kesehatan pada Sasaran
Individu.

POKOK BAHASAN : Penatalaksanaan penyakit hipertensi di rumah
SASARAN
WAKTU : Klien Hipertensi
HARI/TANGGAL
: 30 menit
: Jum’at, 12 Pebruari 2018, pukul 09.00-09.30 wib

A. ANALISA SITUASI
Pengkajian faktor yang dapat mempengaruhi pembelajaran dalam keperawatan,
meliputi:
1. Pengkajian Faktor Predisposisi

Hasil pengkajian yang mendukung adanya masalah tentang perilaku, sebagai
berikut:
a. Riwayat Keperawatan

Tn. M dibawa oleh istrinya ke Gerai sehat dengan keluhan sering
pusing pada bagian belakang kepala (tengkuk), pandangan sering berkunang-
kunang, telinga sering berdenging dan sulit tidur pada malam hari. Menurut
istri Tn. M bahwa suaminya tidak dapat mengontrol makan seperti sering
makan masakan Padang. Tn. M sudah lama mengalami keadaan seperti ini,
bahkan tekanan darah Tn. M pernah mencapai 160/100 mmHg, tapi setiap kali
Tn, M diajak ke pelayanan kesehatan, Tn. M selalu menolak dengan alasan
hanya pusing biasa.

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 13

b. Keadaan Fisik
Klien tampak sedikit pucat, mata merah dan tampak meringis sambil

memegang bagian belakang kepala. TB : 156 cm, BB : 75 Kg, TD : 180/100
mmHg, S : 37°C.
c. Kesiapan Belajar

Tn. M mengatakan bahwa ia tertarik untuk mempelajari mengapa ia
sering pusing pada bagian belakang kepala, pandangan yang berkunang-
kunang, telinga sering berdenging dan sulit tidur pada malam hari. Beliau
mengatakan ingin cepat sembuh. Pengetahuan Tn. M tentang Hipertensi
sangat kurang, karena kurang terpapar informasi. Tn. M mampu berbahasa
Indonesia dengan baik.

Pada saat datang ke Gerai sehat, Tn. M tampak sangat pusing
sehingga menolak untuk diberikan edukasi. Beliau berjanji bila keadaan
dirinya sudah membaik, bersedia untuk diberikan edukasi.
d. Motivasi Belajar

Tn. M sangat bersemangat untuk dapat mempelajari tentang kondisi
dirinya. Ia mengatakan bersedia melakukan apapun yang dianjurkan
kepadanya asalkan ia dapat sembuh dari keadaan pusing pada bagian belakang
kepala, pandangan yang berkunang-kunang, telinga sering berdenging dan
sulit tidur pada malam hari.
e. Kemampuan Membaca

Tn. M mampu baca-tulis serta mendengar apa yang disampaikan oleh
perawat. Tn. M akan diberikan Leaflet yang berisikan informasi tentang
penatalaksanaan penyakit Hipertensi di rumah, Tn. M memberikan
kesempatan kepada perawat untuk menanyakan kembali tentang apa yang
sudah dipahami.
2. Pengkajian Faktor Pemungkin

Di Gerai sehat, terdapat beberapa perawat yang dapat memberikan
edukasi atau memberikan informasi kepada klien tentang penatalaksanaan

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 14

penyakit hipertensi. Sehingga Tn. M dapat lebih mengerti tentang hal-hal yang
disampaikan perawat.
3. Pengkajian Faktor Penguat

Tn. M sangat ingin mengetahui tentang penyakit yang dideritanya dan
hal apa saja yang dapat dilakukan agar penyakit hilang. Keinginan ini dapat
dilihat karena Tn. M antusias segera ingin mendapatkan informasi tentang
penatalaksanaan Hipertensi.
4. Diagnosa Keperawatan

Risiko tinggi terjadi komplikasi hipertensi berhubungan dengan
kurang pengetahuan tentang tatalaksana perawatan penyakit hipertensi di
rumah.

B. TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan yang ditetapkan sebagai arah dalam proses pembelajaran,

meliputi:
1. Tujuan Umum

Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan dengan metode ceramah
dan tanya jawab selama 30 menit, klien mampu memahami penatalaksanaan
penyakit hipertensi di rumah.
2. Tujuan Khusus

Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan dengan metode ceramah
dan tanya jawab selama 30 menit, klien mampu:
a. Menjelaskan pengertian hipertensi dengan kata-kata sendiri
b. Menjelaskan penyebab hipertensi & faktor yang berpengaruh dengan tepat
c. Menjelaskan tanda dan gejala hipertensi dengan benar
d. Menyebutkan bahaya akibat hipertensi dengan tepat
e. Menjelaskan upaya penatalaksanaan hipertensi di rumah dengan pendekatan

tiga tingkat pencegahan.

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 15

C. MATERI BELAJAR
Penatalaksanaan penyakit hipertensi di rumah, meliputi:
1. Pengertian hipertensi
2. Penyebab hipertensi
3. Tanda dan gejala hipertensi
4. Bahaya akibat hipertensi
5. Upaya penatalaksanaan hipertensi di rumah

D. STRATEGI PEMBELAJARAN

1. Model : Andragogi (Student Centered)

2. Metode : Individual Teaching Method

3. Teknik : Ceramah dan Tanya jawab (Ekspositori)

4. Langkah-langkah proses pembelajaran
a. Pendahuluan (5’)

1) Mengucapkan salam

2) Mengkaji kesiapan klien untuk belajar

3) Memberikan sugesti positif

4) Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran

5) Membuka file dalam otak klien melalui apersepsi
b. Kegiatan Inti (20’)

Tujuan Belajar Aktivitas Pendidik/ Fasilitator

1) Menjelaskan a) Meminta audiens untuk menjelaskan

pengertian dengan pengertiannya sendiri

hipertensi dengan b) Mengkaitkan pendapat audiens, dilanjutkan

kata-kata sendiri dengan menjelaskan dan memberikan

reinforcement

2) Menjelaskan a) Menjelaskan penyebab hipertensi dan faktor

penyebab yang mempengaruhi.

hipertensi dan b) Meminta audiens untuk menjelaskan

faktor yang kembali penyebab hipertensi dan faktor

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 16

mempengaruhi yang mempengaruhi.

dengan tepat c) Memberikan reinforcement

3) Menjelaskan tanda a) Menjelaskan tanda dan gejala hipertensi

dan gejala b) Memberikan kesempatan bertanya pada

hipertensi dengan audiens

benar c) Menjawab pertanyaan audiens dan

memberikan reinforcement

4) Menyebutkan a) Meminta audiens untuk menyebutkan

bahaya akibat bahaya akibat hipertensi

hipertensi dengan b) Mengkaitkan pendapat audiens, dilanjutkan

tepat dengan menjelaskan dan memberikan

reinforcement

5) Menjelaskan a) Menjelaskan upaya penatalaksanaan

upaya hipertensi di rumah dengan pendekatan tiga

penatalaksanaan tingkat pencegahan

hipertensi di b) Meminta audiens untuk menjelaskan

rumah dengan kembali

pendekatan tiga c) Membuat kesimpulan dan memberikan

tingkat reinforcement

pencegahan

c. Penutup (5’)
1) Memberikan pertanyaan sebagai tes formatif
2) Merangkum materi yang telah dibahas bersama
3) Memberikan tugas kepada klien untuk mencoba tatalaksana
perawatan hipertensi di rumah
4) Mengucapkan terima kasih, permohonan maaf dan salam penutup.

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 17

E. MEDIA, ALAT DAN SUMBER BELAJAR
1. Media : Leaflet penatalaksanaan penyakit hipertensi di rumah
2. Alat : Note book
3. Sumber: Bahan bacaan penatalaksanaan penyakit hipertensi di rumah

F. EVALUASI BELAJAR
Evaluasi belajar dilakukan selama proses pembelajaran dan pada

akhir pembelajaran. Evaluasi dilakukan dengan cara mengajukan
pertanyaan pada klien, meliputi:
1. Jelaskan pengertian hipertensi?
2. Jelaskan penyebab dan faktor yang berpengaruh terhadap hipertensi?
3. Jelaskan dua tanda/gejala yang spesifik pada hipertensi?
4. Jelaskan salah satu bahaya akibat hipertensi yang dapat membuat fatal?
5. Jelaskan upaya penatalaksanaan hipertensi di rumah dengan pendekatan

tiga tingkat pencegahan?

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 18

Lampiran Contoh Media Leaflet
Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 19

B. Contoh 2: Rancangan Pembelajaran dalam Pendidikan Kesehatan pada
Sasaran Kelompok

POKOK BAHASAN : Bahaya perilaku merokok

SASARAN : Kelompok anak usia sekolah

WAKTU : 2x45 menit

HARI/TANGGAL : Sabtu, 13 Pebruari 2016,pukul 19.00-20.30 wib

A. ANALISA SITUASI
Pengkajian faktor yang dapat mempengaruhi pembelajaran dalam
keperawatan, meliputi:
1. Pengkajian Faktor Predisposisi

Kondisi RT05 RW10 Lingkungan Krajan banyak anak usia
sekolah yang mulai merokok dengan terang-terangan, hasil pengkajian
yang mendukung adanya masalah perilaku, sebagai berikut:
a. Riwayat Keperawatan Komunitas

Penduduk RT05 RW10 Lingkungan Krajan banyak anak usia
sekolah yang mulai merokok dengan terang-terangan. Dilingkungan sekitar
RT05 ada beberapa penjual rokok yang mudah dijangkau. Suatu saat
dilapangan dekat perkampungan RT05 ada pertunjukan live music dangdut
yang disponsori oleh suatu perusahaan rokok terkenal dengan memasang
baleho dan umbul-umbul dari perusahaan rokok tersebut. Saat pelaksanaan
show dangdut juga dibagi-bagikan secara gratis beberapa batang rokok
beserta koreknya. Warga RT05 RW10 Lingkungan Krajan memiliki
perekonomian rendah, karena mayoritas penduduknya bekerja sebagai
buruh tani sehingga dengan adanya pertunjukan gratis membuatnya riang
gembira menyambutnya, apa lagi ada bagi-bagi rokok gratis.
b. Keadaan Fisik

Saat dilakukan survey lingkungan Warga RT05 RW10
Lingkungan Krajan memang ada beberapa warung yang menjual rokok,
dan juga para orang dewasa serta anak usia sekolah banyak yang merokok,

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 20

sewaktu ditanya pada beberapa anak tersebut punya alasan ingin mencoba
dan meniru orang dewasa disamping juga penasaran akan rasa rokok.
c. Kesiapan Belajar

Warga RT05 RW10 Lingkungan Krajan melalui Ketua RT nya
menyatakan bahwa siap untuk mengikuti penyuluhan kesehatan tentang
bahaya perilaku merokok.
d. Motivasi Belajar

Motivasi belajar Warga RT05 RW10 Lingkungan Krajan secara
verbal mengatakan senang dan suka hati untuk mengikuti penyuluhan
kesehatan tentang bahaya perilaku merokok.
e. Kemampuan Membaca

Walaupun warga RT05 RW10 Lingkungan Krajan mempunyai
perekonomian rendah, tetapi mempunyai kemampuan membaca yang
cukup baik karena mayoritas berpendidikan SMP.
2. Pengkajian Faktor Pemungkin.

Di Lingkungan Krajan terdapat balai RW yang dapat
dipergunakan untuk tempat berkumpul warga dalam rangka penyuluhan
kesehatan.
3. Pengkajian Faktor Penguat

Ketua RT05 RW10 Lingkungan Krajan mau bekerja sama dengan
petugas kesehatan dalam melaksanakan penyuluhan kesehatan, bahkan ia
meminta bantuan Kamituwo dalam hal peminjaman balai desa. Ia sangat
memperhatikan masalah kesehatan di lingkungan RT nya.
4. Diagnosa Keperawatan

Berdasarkan data hasil pengkajian yang ditemukan dapat
dirumuskan diagnosa keperawatan sebagai berikut: Risiko tinggi
peningkatan insiden perilaku merokok pada anak usia sekolah berhubungan
dengan kurangnya pemahaman anak tentang bahaya perilaku merokok.

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 21

B. TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan yang ditetapkan sebagai arah dalam proses pembelajaran, yaitu:
1. Tujuan Umum

Setelah mengikuti pembelajaran dengan metode jigsaw selama
2x45 menit, audiens mampu memahami bahaya merokok.
2. Tujuan Khusus

Setelah mengikuti pembelajaran dengan metode jigsaw selama 2 x
45 menit, audiens mampu:
1) Mengidentifikasi peringatan ancaman kesehatan pada bungkus rokok.
2) Menyebutkan jenis rokok dengan berbagai ancaman kesehatan.
3) Mengingat kembali kandungan zat kimia dalam asap rokok.
4) Mengingat kembali arti perilaku merokok dengan kata kata sendiri.
5) Mengingat kembali tahapan perilaku merokok.
6) Menafsirkan faktor yang mempengaruhi perilaku merokok.
7) Menjelaskan dampak perilaku merokok terhadap ancaman fisik.
8) Menjelaskan dampak perilaku merokok terhadap ancaman kejiwaan.

C. MATERI PEMBELAJARAN
Bahaya Perilaku Merokok meliputi:
1. Pengertian, jenis rokok dan kandungan zat kimia dalam asap rokok
2. Pengertian dan tahapan serta faktor yang mempengaruhi perilaku merokok
3. Bahaya perilaku merokok terhadap ancaman fisik
4. Bahaya perilaku merokok terhadap ancaman kejiwaan

D. STRATEGI PEMBELAJARAN
1. Model : Belajar aktif
2. Metode : Jigsaw
3. Langkah-langkah proses pembelajaran
a. Pendahuluan (5’)
1) Mengucapkan salam
2) Mengkaji kesiapan klien untuk belajar

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 22

3) Memberikan sugesti positif
4) Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran
5) Menjelaskan model pembelajaran yang akan digunakan
6) Membuka file dalam otak audiens melalui apersepsi
b. Kegiatan Inti (80’)
1) Menyampaikan materi bahaya perilaku merokok sebagai introduksi

pembelajaran selama 20 menit.
2) Membagi audiens (20 orang) menjadi 5 kelompok asal (jigsaw

group) yang beranggotakan 4 orang dengan karakteristik heterogen
dan menetapkan satu audiens sebagai pimpinan pada masing-masing
kelompok jigsaw.
3) Mendistribusikan 4 sub topik materi pembelajaran kepada anggota
kelompok jigsaw melalui pimpinan kelompok, dan masing-masing
anggota kelompok jigsaw bertanggungjawab terhadap 1 sub topik
yang berbeda, sebagai bahan diskusi untuk dipelajari.
4) Membentuk 5 kelompok ahli (expert groups) yang anggotanya
berasal dari anggota kelompok jigsaw (4 orang) yang
bertanggungjawab terhadap sub topik pembelajaran yang sama, dan
bekerja sama untuk menyelesaikan tugas, yaitu: (a) mempelajari sub
topik tersebut dan menjadi ahli dalam sub topik bagiannya; (b)
merencanakan cara penyampaian pesan pada sub topik yang menjadi
tanggungjawabnya kepada anggota kelompok asal (jigsaw group).
Expert groups 1 membahas sub topik: 1
Expert groups 2 membahas sub topik: 2
Expert groups 3 membahas sub topik: 3
Expert groups 4 membahas sub topik: 4
5) Memberikan kesempatan audiens berdiskusi untuk mengkonstruksi
pengetahuan.
6) Memantau kerja setiap kelompok dan memberi kesempatan audiens
untuk bertanya jika mengalami kesulitan.

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 23

7) Meminta para anggota kelompok ahli untuk kembali lagi ke
kelompok jigsaw sebagai ahli dalam sub topiknya dan
mempresentasikan sub topik yang dipelajarinya kepada kelompok
jigsaw untuk mengkonstruksi pengetahuan yang diperolehnya
kepada kelompok jigsaw.

8) Menunjuk satu kelompok jigsaw untuk mempresentasikan hasil
diskusi didepan kelas (pemodelan), sedangkan kelompok lainnya
memberikan tanggapan agar diperoleh persepsi yang sama pada
materi pembelajaran yang telah dibahas.

9) Membuat kesimpulan dalam pembelajaran jigsaw.
c. Penutup (5’)

1) Memberikan kuis sebagai tes formatif
2) Memberikan tugas individu pada audiens untuk merangkum materi

yang telah dibahas bersama
3) Meminta audiens untuk waspada terhadap pengaruh perilaku merokok
4) Mengucapkan terima kasih, permohonan maaf dan salam penutup.

E. MEDIA, ALAT DAN SUMBER PEMBELAJARAN

1. Media : Power point dan bahan bacaan

2. Alat : LCD, Note book, papan tulis, kapur, kertas buram.

3. Sumber : Bahan bacaan Bahaya perilaku merokok

F. EVALUASI
1. Prosedur tes : Pre-test dan post- test tulis, jumlah soal 30 butir
2. Bentuk : 15 butir obyektif test dan 15 butir non tes.

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 24

Lampiran Materi Diskusi Jigsaw

Topik: Bahaya Perilaku Merokok
Sub Topik:
1. Pengertian, jenis rokok dan kandungan zat kimia dalam asap rokok
2. Pengertian dan tahapan perilaku merokok serta faktor yang mempengaruhi perilaku merokok
3. Bahaya perilaku merokok terhadap ancaman fisik
4. Bahaya perilaku merokok terhadap ancaman kejiwaan

MATERI BAHAN DISKUSI KELOMPOK AHLI 1:
Sub topik: Pengertian, Jenis Rokok dan Kandungan Zat Kimia dalam Asap Rokok

A. Pengertian.
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70-120 mm dengan diameter

sekitar 10 mm yang berisi daun tembakau kering yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu
ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.

Rokok biasanya dijual dalam kemasan kotak kertas
yang dapat dibawa dengan mudah. Pada bungkus rokok
bagian luar disertai pesan kesehatan berupa tulisan dan
gambar yang memperingatkan perokok akan ancaman
kesehatan yaitu: “Merokok membunuhmu”, Pernyataan
tersebut pada kenyataannya jarang diperhatikan oleh
perokok, tetapi akan menjadi sebuah penyesalan di
kemudian hari.
B. Jenis Rokok.

Jenis rokok dibedakan atas dasar, yaitu:
1. Bahan pembungkusnya, yaitu rokok: Klobot, kawung, sigaret, cerutu
2. Bahan baku atau isinya, yaitu: rokok putih, rokok kretek, rokok klembak
3. Proses pembuatannya, yaitu : sigaret kretek tangan, sigaret kretek mesin
4. Penggunaan filter, yaitu: rokok filter dan rokok non filter

Apapun jenis rokok yang ditawarkan semua dapat mengancam kesehatan perokok aktif
maupun pasif, karena mengandung berbagai jenis bahan kimia berbahaya.
C. Kandungan Zat Kimia Dalam Asap Rokok

Dalam satu batang rokok terkandung + 4.000 jenis bahan kimia, termasuk 43 senyawa yang
diketahui terbukti bersifat karsinogenik, dan setidaknya 200 di antaranya berbahaya bagi kesehatan.
Racun utama pada sebatang rokok (asap rokok), yaitu:
1. Nikotin

Merupakan senyawa kimia yang bersifat merangsang terhadap sistem tubuh manusia dan dapat
menimbulkan ketagihan.

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 25

2. Karbon Monoksida (CO)
Merupakan gas beracun sebagai hasil

pembakaran yang tidak sempurna, bersifat tidak
berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Di tubuh
perokok, gas CO dapat mengurangi kemampuan darah
membawa oksigen (O2), karena tempat untuk O2 di
duduki oleh CO, karena darah lebih mudah mengikat CO
ketimbang O2. Akibatnya otak, jantung dan organ vital
tubuh lainya akan kekurangan O2 sehingga
mengakibatkan kematian sel tubuh tersebut.
3. Tar

Merupakan senyawa kimia beracun yang dapat
merusak sel paru dan mengakibatkan terjadinya kanker.
Pada saat rokok dihisap, tar masuk kedalam rongga
mulut sebagai uap pada asap rokok. Setelah dingin akan
menjadi padat dan membentuk endapan yang lengket
berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran nafas dan
paru.

MATERI BAHAN DISKUSI KELOMPOK AHLI 2:
Sub topik: Pengertian, Tahapan dan Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Merokok

A. Pengertian
Perilaku merokok adalah merupakan reaksi seseorang terhadap rangsangan rokok, berupa

aktivitas menghisap asap rokok yang dibakar, dan menghembuskannya kembali ke luar, yang dapat
terhisap oleh orang disekitarnya, dilakukan secara menetap dan terbentuk melalui empat tahap.
B. Tahapan Perilaku Merokok

Pada dasarnya perilaku merokok merupakan sebuah perilaku yang dipelajari. Proses belajar
dimulai dari sejak masa anak, sedangkan proses menjadi perokok pada masa-masa perkembangan
berikutnya.

Terdapat 4 tahap dalam perilaku merokok sehingga seseorang benar-benar terjerumus menjadi
perokok, yaitu:
1. Tahap persiapan, yaitu tahap ketika seseorang mendapatkan gambaran yang menyenangkan

mengenai merokok dengan cara mendengarkan, melihat atau membaca, karena hal ini dapat
menimbulkan minat untuk merokok.
2. Tahap permulaan, yaitu tahap ketika seseorang benar-benar merokok untuk pertama kalinya.
Tahap ini merupakan tahap awal merokok yaitu seseorang memutuskan untuk melanjutkan
percobaan merokok atau tidak.

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 26

3. Tahap menjadi perokok, yaitu tahap seseorang benar-benar menjadi perokok. Data menunjukkan
bahwa 90% orang yang merokok 4 batang per hari dan dilakukan secara teratur maka dapat
menimbulkan kecenderungan menjadi perokok pada masa dewasa dan dapat membuat seseorang
ketergantungan.

4. Tahap pemeliharaan merokok, yaitu tahap bahwa merokok sudah menjadi bagian dari gaya hidup
seseorang dalam berbagai situasi dan kesempatan. Merokok dilakukan untuk memperoleh
kesenangan atau kenikmatan hidup.

Setelah memahami tahap proses terbentuknya perilaku merokok, maka diharapkan kita sebagai orang
yang bertanggung jawab pada kesehatan diri sendiri setidaknya lebih waspada dan mampu
menghindarkan diri dari pengaruh perilaku merokok.
C. Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Merokok

Berbagai alasan mengapa seseorang merokok. Seseorang merokok karena sangat dipengaruhi
oleh faktor, antara lain:
1. Orang tua perokok, hal ini merupakan pengaruh yang paling kuat karena sangat mungkin untuk

dicontoh anaknya.
2. Pengaruh teman sebaya yang perokok, semakin banyak teman sebaya perokok maka semakin besar

kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga.
3. Pengaruh kepribadian, seseorang mencoba merokok karena sekedar ingin tahu.
4. Pengaruh iklan rokok, melihat iklan di media massa yang menampilkan gambaran bahwa perokok

adalah lambang “keperkasaan”, membuat seseorang seringkali meniru perilaku tersebut, walaupun
iklan tersebut menyesatkan.

MATERI BAHAN DISKUSI KELOMPOK AHLI 3:
Sub topik: Bahaya Perilaku Merokok Terhadap Ancaman Fisik

Perilaku merokok dapat membahayakan atau berdampak pada beberapa hal, yaitu: dampak

fisiologis, dampak psikologis dan dampak ekonomi.

A. Bahaya Terhadap Ancaman Fisik

Timbulnya pengaruh perilaku merokok terhadap fungsi kerja organ tubuh merupakan akibat

dari bahan kimia dalam rokok yang merusak sistem organ tubuh, dampak tersebut antara lain, yaitu:

1. Gangguan Sistem Pernafasan

Gangguan system pernafasan akibat perilaku

merokok antara lain adalah Bronkhitis kronis, Kanker

paru dan emfisema paru.

a. Bronkhitis Kronis

Bronkhitis kronis dapat terjadi karena paru

yang berfungsi untuk menyaring udara yang keluar

masuk paru, tercampur dengan bahan kimia dari http://www.moryz.com/lung/understanding-bronchitis-basics.html
asap rokok, sehingga menimbulkan dampak

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 27

peningkatan produksi dahak. Pada perokok, bulu getar yang berada disepanjang saluran nafas,

sebagian besar lumpuh karena asap rokok, sehingga dahak yang ada di saluran nafas tidak dapat keluar

akibat melemahnya reflek batuk. Penumpukan dahak dalam saluran nafas, dapat menjadi perantara

berkembangnya bakteri penyebab bronkhitis kronis (infeksi saluran nafas). Bronkhitis karena asap rokok

terbukti 75% sebagai penyebab kematian.

b. Kanker Paru.

Partikel Tar dalam asap rokok yang mengendap cukup lama dalam saluran nafas, dapat

menimbulkan rangsangan kronis yang

berakibat mengubah bentuk sel paru

menjadi ganas dan menimbulkan

kerusakan atau disebut kanker paru.

Seorang perokok mempunyai

kemungkinan 4-14 kali lebih tinggi

mengidap kanker paru dibanding yang

bukan perokok. Angka kejadian kanker

paru akibat merokok sebesar 80-90%.

http://kankerparuparu.net/-bronchitis-basics.html

c. Emfisema Paru

Paru terdiri dari kantong-kantong udara yang berfungsi memompa keluar-masuknya udara

bersih dan udara kotor seperti balon karet. Daya pompa ini karena adanya serat elastin pada jaringan

paru. Asap rokok melumpuhkan serat elastin

paru, sehingga udara yang masuk sulit untuk

dikeluarkan sepenuhnya. Akibatnya masih ada

udara yang tertinggal di katong udara. Semakin

lama, desakan udara akan menyebabkan

pecahnya kantong udara dan berakibat

penyempitan saluran napas (emfisema).

http://jellygamat.co/obat-penyakit-emfisema-paru-paru-secara-alami/

2. Gangguan Mulut http://www.gejalapenyakit.org/2015/08/gejala-kanker-mulut-yang-
Gangguan mulut, pada perokok terjadi harus-di-waspadai.htmlsecara-alami/

karena adanya bahan kimia yang dapat
menimbulkan plak gigi, akibatnya gigi menjadi
berwarna kuning, dan gigi mudah rusak
(goyang dan tanggal). Perokok berpeluang 1,5
kali lebih mudah kehilangan gigi dibanding
bukan perokok.

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 28

3. Gangguan Tulang Gangguan tulang terjadi akibat dari karbon
monoksida (CO) yang keluar dari asap rokok
http://obattbckelenjar.com/penyebab-gejala-obat-tulang- mempunyai daya ikat yang lebih kuat terhadap sel
keropos-osteoporosis-herbal/kanker-mulut-yang-harus-di- darah merah dibanding oksigen (O2). Akibatnya para
waspadai.htmlsecara-alami/ perokok mempunyai tulang dengan tingkat kekerasan
berkurang, lebih mudah patah dan membutuhkan waktu
80% lebih lama untuk penyembuhan.

4. Gangguan Jantung dan Pembuluh Darah.

Jantung dan pembuluh darah bertugas membawa

O2 dan sari makanan ke seluruh tubuh serta mengangkut
sisa pembakaran ke organ yang sesuai untuk dibuang.

Gas CO yang dihisap dari asap rokok menurunkan

kemampuan sel darah merah untuk mengangkut O2 yang
sangat diperlukan bagi berfungsinya sel tubuh, karena tanpa

O2, sel tubuh akan mati. Dalam tubuh perokok, tempat

untuk O2 diduduki oleh CO. Sel darah merah lebih mudah

mengikat CO dibanding O2. Akibatnya otak, jantung, dan http://xamthonemedicine.com/obat-tradisional-
organ penting
lainnya kekurangan O2. penyakit-stroke-herbal.html-gejala-obat-tulang-

keropos-osteoporosis-herbal/kanker-mulut-yang-

Secara fisik kehaadruasa-dni-wiansipaddaiti.ahntmdlsaeicadrae-anlagmain/ nafas yang

pendek dan dangkal. Jika jaringan yang kekurangan

O2 adalah otak, maka akan terjadi stroke. Bila yang
kekurangan O2 adalah jantung, maka akan terjadi
serangan jantung. Merokok mengakibatkan 25%

kematian akibat penyakit jantung koroner. Serangan

jantung lebih sering terjadi pada perokok dibanding

bukan perokok. Risiko serangan jantung lebih sering

terjadi pada perokok yang dimulai sejak usia muda

http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/189-mengatasi-penyakit-jantung dan serangan sering terjadi pada usia < 50 tahun.

5. Bahaya Terhadap Bukan Perokok http://www.mausehat.com/ini-alasan-mengapa-perokok-pasif-
Rokok yang dibakar menghasilkan asap yang lebih-berbahaya/kesehatan/189-mengatasi-penyakit-jantung-dan-
serangan-jantung.htmlgejala-obat-tulang-keropos-osteoporosis-
keluar dua kali lebih banyak dibanding asap yang herbal/kanker-mulut-yang-harus-di-waspadai.htmlsecara-alami/
dihisap perokok. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa
kadar bahan berbahaya dari asap yang keluar ternyata
lebih tinggi dibanding asap yang dihisap perokok.
Perokok pasif

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 29

walaupun tidak merokok tetapi terpaksa menghisap asap rokok perokok aktif yang berada disekitarnya,
sehingga akan menderita sakit karena terpapar bahan berbahaya dalam asap rokok. Perokok pasif
mempunyai kemungkinan terkena kanker paru 30% lebih tinggi dibanding yang tidak terpapar asap
rokok. Penelitian di jepang menunjukkan bahwa istri dari seorang perokok mempunyai kemungkinan
terkena kanker paru sebesar 20-50% lebih tinggi dibanding istri bukan perokok. Kematian istri perokok
akibat penyakit jatung koroner lebih tinggi dibanding istri bukan perokok. Batuk pilek pada anak perokok
10-80% lebih sering dibanding anak bukan perokok. Bronkhitis pada anak perokok 2 kali lebih sering
dari pada anak bukan perokok.
6. Dampak Terhadap Wanita

Dampak asap rokok terhadap wanita dapat menimbulkan kanker rahim dan keguguran. Di
samping meningkatnya risiko kanker leher rahim, merokok menimbulkan masalah kesuburan pada
wanita dan komplikasi selama kehamilan dan melahirkan.

Merokok selama kehamilan meningkatkan risiko bayi dengan berat badan
lahir rendah yang diikuti dengan munculnya berbagai masalah kesehatan.
Keguguran dapat terjadi 2-3 kali lebih sering pada perokok. Pada efek
kosmetika dapat menimbulkan kulit keriput, rambut kaku, mata merah, bau
tidak sedap, gigi berwarna kuning, dan suara serak. Kesuburan berkurang,
menopouse dini, kalsium tulang menurun sehingga menyebabkan tulang
keropos dan mudah patah.

MATERI BAHAN DISKUSI KELOMPOK AHLI 4:
Sun topik: Bahaya perilaku merokok terhadap ancaman kejiwaan

Dampak psikologis dari merokok adalah timbulnya pengaruh terhadap pikiran, perasaan, dan

perilaku. Dampak psikologis tersebut antara lain adalah:

1. Ketagihan

Dalam tiap batang rokok saat perokok menghirup nikotin ke dalam paru, maka nikotin terserap ke

dalam darah. Dalam 8 detik, nikotin telah berada di otak dan mengubah cara kerja otak. Hal ini

berlangsung cepat karena nikotin bentuknya mirip dengan bahan kimia alami otak yaitu asetilkolin.

Nikotin akan menstimulasi syaraf otak

(neuron) untuk melepaskan dopamin dalam

jumlah yang besar. Dopamin akan

menstimulasi sistem limbik sebagai pusat

“kenikmatan” di otak. Sistem limbik ini

berhubungan dengan rasa lapar, proses

belajar, memori, dan perasaan senang.

Secara normal, rasa senang seseorang

timbul bersamaan dengan makan, rasa

http://sitimuliasari.blogspot.co.id/2015/12/v-behaviorurldefaultvmlo.htmlmengatasi- tenang, dan bila bersama dengan orang

penyakit-jantung-dan-serangan-jantung.htmlgejala-obat-tulang-keropos-osteoporosis-

herbal/kanker-mulut-yang-harus-di-waspadai.htmlsecara-alami/ Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 30

yang dicintai. Namun nikotin telah mengubah rasa “senang” ini pada perokok, menjadi “senang” hanya
bila merokok.
2. Ketergantungan

Efek ketagihan akan berkembang secara fisiologis menjadi efek toleransi atau penambahan dosis.
Orang yang sudah bertahun-tahun menjadi perokok, kadar toleransi nikotin dalam tubuhnya telah
cukup tinggi. Pada akhirnya secara psikologis merokok akan menimbulkan efek ketergantungan, yang
menyebabkan perokok mengalami reaksi putus zat apabila dihentikan secara mendadak. Beberapa tanda
dan gejala dari reaksi putus zat adalah : badan lemah, sakit kepala, gangguan pencernaan, kurang
konsentrasi, lesu, sulit berpikir, batuk-batuk, dan
lain-lain. Keluhan ini bersifat sementara,
lama/tidaknya keluhan tersebut tergantung dari
lama dan beratnya seorang merokok. Jika gejala
putus zat nikotin ini dapat dilewati dengan
tekad yang kuat, maka seorang perokok akan
dapat berhenti merokok. Oleh karena itu
kesabaran dan kemauan yang keras diperlukan
untuk keberhasilan berhenti merokok.
3. Penurunan Kognitif

Salah satu kandungan rokok yaitu nikotin,
yang memiliki efek pada otak antara lain
menyebabkan ketergantungan dan meracuni pada
fungsi kognitif otak dengan gejala awal berupa
kesulitan konsentrasi. Efek ketergantungan nikotin
inilah yang mengakibatkan seseorang terus
menerus merokok, sehingga pada perokok nantinya akan mengakibatkan penurunan fungsi kognitif. Hal
ini sangat mengganggu bagi perokok diusia pelajar. Penurunan fungsi kognitif akan berdampak pada
proses pembelajaran dan prestasi belajar.
4. Gaya Hidup Perokok

Kondisi umum perokok di Indonesia saat ini adalah mulai merokok pada usia muda (15-19
tahun), sebagai gaya hidup supaya tampak trendi, cool, macho, gaul, dan lain-lain. Hal ini sangat
mempengaruhi kondisi psikologis dengan mengabaikan dampak negatifnya terhadap kesehatan. Kondisi
ini diperburuk lagi dengan pembentukan opini yang menyesatkan melalui iklan rokok dan sponsorship
dalam kegiatan remaja. Sedangkan untuk orang yang berusia > 19 tahun, merokok tampaknya telah
menjadi kebiasaan yang membudaya. Bahkan sudah dianggap sebagai suatu kebutuhan, baik dalam
waktu istirahat maupun dalam hubungan sosial.

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 31

Lampiran soal

Lampiran soal: Pengetahuan

A. SOAL PENGETAHUAN
Petunjuk: Jawablah pertanyaan dengan memilih satu jawaban yang paling benar, dengan
memberikan tanda (X) pada huruf didepan pilihan jawaban anda!

1. Pesan kesehatan yang terdapat pada bagian luar bungkus rokok sebagai peringatan pada

konsumen rokok, yaitu berupa gambar seram dan tulisan…..

a. Merokok akan membunuhmu Kunci Jawaban Pengetahuan
b. Merokok dapat membunuhmu

c. Merokok akan dapat membunuhmu 1. D 9. B
d. Merokok membunuhmu 2. D 10. A
3. C 11. A

4. A 12. C

2. Racun utama pada asap rokok, adalah…. 5. D 13. B
a. nicotin 6. C 14. D
b. tar 7. C 15. D
c. karbon monoksida (CO) 8. D

d. nicotin, karbon monoksida (CO) dan tar

3. Karbon monoksida (CO), dari hasil pembakaran rokok yang terhisap bersamaan asap rokok,
merupakan gas beracun yang dapat mengakibatkan kematian sel tubuh, karena…
a. sifat gas CO tidak berbau tapi berasa dan berwarna
b. sifat gas CO sangat berbau, berasa dan berwarna
c. darah lebih mudah mengikat CO dari pada O2
d. darah lebih mudah mengikat O2 dari pada CO

4. Salah satu faktor penyebab perilaku coba-coba merokok pada anak, adalah ..
a. orang tua yang perokok
b. Dibatasinya tayangan iklan rokok di media TV
c. uang saku yang mencukupi
d. pengaruh pergaulan dengan teman sebaya

5. Iklan rokok yang menampilkan gambaran bahwa merokok sebagai simbul “kejantanan”, membuat
seseorang seringkali meniru perilaku tersebut, karena iklan tersebut disangka….
a. tidak menjadi idola
b. tidak patut ditiru
c. tidak menyenangkan
d. tidak menyesatkan

6. Kejadian kanker paru pada seorang perokok merupakan akibat adanya endapan partikel Tar yang
cukup lama pada paru. Hal ini terjadi karena adanya proses.....
a. radang paru menahun
b. pembengkakan paru
c. rangsangan kronis terhadap sel paru
d. gagal nafas paru

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 32

7. Penumpukan dahak dalam saluran nafas perokok, dapat menjadi perantara berkembangnya
bakteri penyebab penyakit…
a. radang telinga dan hidung
b. radang tonsil/ amandel
c. bronkhitis kronis/menahun
d. tuberkulosa paru

8. Plak yang membuat warna kuning pada gigi perokok dapat berdampak merusak gigi, yaitu….
a. gigi mudah radang
b. gigi mudah goyang
c. gigi mudah tanggal
d. gigi mudah goyang dan tanggal

9. Perokok pasif dapat menderita suatu penyakit kanker paru, karena terpapar bahan berbahaya
dalam ….
a. rokok
b. asap rokok
c. tembakau
d. bungkus rokok

10.Efek ketagihan merokok pada seorang perokok secara kimiawi disebabkan oleh efek……
a. Nikotin yang dihirup bersamaan asap rokok
b. Tar yang dihirup bersamaan asap rokok
c. gas CO yang dihirup bersamaan asap rokok
d. merokok yang sudah menjadi kebiasaan

11.Dalam tubuh perokok, sel darah merah lebih mampu untuk mengikat CO dibanding O2, sehingga
pada otak dapat mengalami gangguan…
a. stroke
b. jantung koroner
c. tekanan darah tinggi
d. tbc otak

12.Perilaku merokok ditinjau dari segi kesehatan perlu dihindari, karena akan menjerumuskan kita
pada perilaku merusak….
a. kesehatan pribadi
b. kesehatan orang lain
c. kesehatan diri dan orang disekitarnya
d. merusak ekonomi/ boros

13.Penolakan terhadap tawaran merokok dari teman kita, antara lain cukup dengan kata-kata “Tidak,
terima kasih!”. Hal ini bertujuan agar.....
a. penolakan tersebut cukup singkat
b. tidak menimbulkan banyak pertanyaan
c. tidak menghabiskan tenaga
d. tidak menghabiskan waktu

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 33

14.Bila seseorang terlanjur melakukan percobaan merokok dan akhirnya menyadari kalau perilaku
tersebut tidak sesuai dengan pola hidup sehat, maka langkah yang harus dilakukan adalah….
a. mencari informasi tentang manfaat merokok
b. merencanakan untuk berhenti merokok
c. secepatnya berhenti merokok
d. langsung berhenti merokok dan tidak coba-coba lagi

15.Percobaan merokok kalau dilanjutkan akan menjadi terbiasa merokok, maka akan membuat
hidup kita selalu…......
a. santai dan tidak canggung dalam bergaul
b. punya ide yang cemerlang dan spontan
c. kurang bersemangat menghadapi tantangan
d. ketergantungan dan menderita

Lampiran soal: Sikap

B. SOAL SIKAP

Petunjuk: Di bawah ini ada 10 pernyataan. Baca dan pahami, kemudian silahkan memilih satu

jawaban sesuai pendapat anda, dengan memberikan tanda silang pada huruf didepan pilihan

jawaban anda, yaitu: a. Setuju b. Ragu-Ragu c.Tidak Setuju

1. Peringatan ancaman kesehatan berupa tulisan dan gambar seram pada bungkus rokok sebaiknya

ditiadakan, agar para perokok tidak takut untuk merokok.

a. Setuju b. Ragu-Ragu c. Tidak Setuju

2. Walaupun dipromosikan sebagai produk rokok rendah Tar, asap rokok yang terhisap tetap

mengandung Tar yang dapat mengganggu kesehatan seseorang.

a. Setuju b. Ragu-Ragu c. Tidak Setuju

3. Saya akan mencoba merokok, karena saya ingin membuktikan apakah benar rokok yang

dipromosikan rendah Tar masih tetap mengandung Tar dan Nicotine.

a. Setuju b. Ragu-Ragu c. Tidak Setuju

4. Saya tidak akan terpengaruh iklan rokok, walaupun iklan rokok tersebut menampilkan adegan

bintang idola saya.

a. Setuju b. Ragu-Ragu c. Tidak Setuju

5. Saya tidak akan menghindar dari lingkungan orang-orang yang sedang merokok, walaupun

berisiko menjadi seorang perokok pasif. Hal ini saya lakukan karena demi menjaga persahabatan.

a. Setuju b. Ragu-Ragu c. Tidak Setuju

6. Penyebab penyakit Bronkhitis salah satunya merupakan dampak buruk dari asap rokok, sehingga

hal tersebut membuat saya merasa takut untuk ikut-ikutan mencoba merokok.

a. Setuju b. Ragu-Ragu c. Tidak Setuju

7. Saya tidak ikut mendukung “Gerakan anti rokok”, walaupun kanker paru 90% karena akibat

merokok, karena kalau pabrik rokok tutup karyawannya menjadi menderita.

a. Setuju b. Ragu-Ragu c. Tidak Setuju

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 34

8. Latihan fisik tidak selalu mampu meningkatkan konsentrasi belajar dan membuat suasana hati

lebih positif, sehingga tidak menjamin saya mampu menjauhkan diri dari pengaruh perilaku

merokok.

a. Setuju b. Ragu-Ragu c. Tidak Setuju

9. Kalau saya ditawari untuk merokok teman saya, maka saya akan mengatakan “Tidak, Terima

kasih !!, kapan-kapan saja kalau saat santai”.

a. Setuju b. Ragu-Ragu c. Tidak Setuju

10. Pesan kesehatan dan gambar seram dalam bungkus rokok, merupakan peringatan yang

ditujukan kepada masyarakat agar tidak merokok.

a. Setuju b. Ragu-Ragu c. Tidak Setuju

Lampiran soal: Sikap

C. SOAL NIAT
Petunjuk: Di bawah ini ada 5 pernyataan niat. Baca dan pahami, kemudian silahkan memilih satu
jawaban sesuai niat anda, dengan memberikan tanda (X) pada huruf didepan pilihan jawaban anda,
yaitu: a. Niat kuat b. Niat ragu-ragu c. Niat lemah

Pilihlah jawaban yang paling sesuai menurut saudara sendiri karena tidak ada pilihan yang dianggap
salah.
1. Saya tidak akan terpengaruh orang tua dan teman saya yang suka merokok dan saya juga tidak

berniat untuk merokok selamanya, karena bagi saya tidak ada manfaatnya.
a. Niat kuat b. Niat ragu-ragu c. Niat lemah

2. Saya akan gunakan waktu luang untuk latihan olah raga dari pada nongkrong yang tidak produktif,
karena hal itu sangat berisiko terjerumus pada perilaku yang merugi termasuk perilaku merokok.
a. Niat kuat b. Niat ragu-ragu c. Niat lemah

3. Kalau saya ditawari untuk merokok oleh teman saya, pada situasi serta alasan apapun, maka saya
akan mengatakan “tidak, terima kasih”!.
a. Niat kuat b. Niat ragu-ragu c. Niat lemah

4. Di sekolah ada slogan dilarang merokok, untuk itu saya berencana untuk tidak mencoba merokok
walau sekalipun, karena merokok bisa mengurangi daya ingat dan daya berpikir.
a. Niat kuat b. Niat ragu-ragu c. Niat lemah

5. Saya akan jadi pelopor dalam gerakan anti tembakau terutama untuk diriku dan keluargaku pada
saat aku sudah dewasa.
a. Niat kuat b. Niat ragu-ragu c. Niat lemah

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 35

BAB 4
LATIHAN MENYUSUN PERENCANAAN PENDIDIKAN KESEHATAN

Soal.

Perintah soal: Lengkapilah Rancangan Pembelajaran pada Sasaran Komunitas.

POKOK BAHASAN : Penatalaksanaan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)
di masyarakat
SASARAN
WAKTU : Masyarakat RT 05 RW04
HARI/TANGGAL : 60 menit
: Minggu,14-2-2018, pukul 09.00-10.00 wib

A. ANALISA SITUASI
Pengkajian faktor yang dapat mempengaruhi pembelajaran dalam keperawatan, yaitu:
1. Pengkajian Faktor Predisposisi

Kondisi RT05 RW04 Desa Sukadamai banyak penderita DBD, hasil
pengkajian yang mendukung adanya masalah perilaku, sebagai berikut:
a. Riwayat Keperawatan Komunitas

Penduduk RT05 RW04 Desa Sukadamai banyak menderita DBD, banyak
air yang tergenang. Masyarakat menguras bak mandi rata-rata >2 minggu sekali,
karena tidak menyadari bahwa air tergenang dan bak mandi menjadi tempat
berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti, sehingga ditempat-tempat air bersih
tersebut banyak terdapat jentik nyamuk Aedes Aegypti. Warga RT05 RW04 Desa
Sukadamai memiliki perekonomian rendah, yaitu rata-rata penduduk bekerja
sebagai buruh tani.
b. Keadaan Fisik

Saat dilakukan survey lingkungan Warga RT05 RW04 Desa Sukadamai
tampak banyak air terkumpul dalam bejana kaleng bekas maupun air tergenang
dalam kolam ikan yang tidak dipakai dan bak mandi terlihat kotor serta banyak
ditumbuhi lumut, sewaktu ditanya, mereka mengatakan jarang menguras bak
mandi.

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 36

c. Kesiapan Belajar
Warga RT05 RW04 Desa Sukadamai melalui Ketua RTnya mengatakan

bahwa siap untuk mengikuti penyuluhan kesehatan tentang penatalaksanaan
penyakit DBD.
d. Motivasi Belajar

Motivasi belajar Warga RT05 RW04 Desa Sukadamai secara verbal
mengatakan senang dan suka hati untuk mengikuti penyuluhan kesehatan tentang
penatalaksanaan penyakit DBD.
e. Kemampuan Membaca
Walaupun warga RT05 RW04 Desa Sukadamai mempunyai perekonomian rendah,
tetapi mempunyai kemampuan membaca yang cukup baik karena mayoritas
berpendidikan SMP.
2. Pengkajian Faktor Pemungkin.

Di Desa Sukadamai terdapat balai desa yang dapat dipergunakan untuk
tempat berkumpul warga dalam rangka penyuluhan kesehatan.
3. Pengkajian Faktor Penguat

Ketua RT05 RW04 Desa Sukadamai mau bekerja sama dengan petugas
kesehatan dalam melaksanakan penyuluhan kesehatan, bahkan ia meminta bantuan
Kepala Desa dalam hal peminjaman balai desa. Ia sangat memperhatikan masalah
kesehatan lingkungan di RT nya.
4. Diagnosa Keperawatan

Berdasarkan data hasil pengkajian yang ditemukan dapat dirumuskan
diagnosa keperawatan sebagai berikut: Risiko tinggi peningkatan insiden
penyakit DBD berhubungan dengan kurang pengetahuan warga RT05 RW04
Desa Sukadamai tentang penatalaksanaan penyakit DBD.
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Tujuan Umum

Setelah mengikuti proses pembelajaran selama 2 x 60 menit, warga RT05
RW04 Desa Sukadamai mampu memahami tentang penatalaksanaan penyakit
DBD dengan benar.

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 37

2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti proses pembelajaran selama 2 x 60 menit, warga RT05

RW04 Desa Sukadamai mampu:
.................................................................................................................
.................................................................................................................
.................................................................................................................
.................................................................................................................
.................................................................................................................
.................................................................................................................
.................................................................................................................
.................................................................................................................
.................................................................................................................

C. Materi Belajar
.................................................................................................................
.................................................................................................................
.................................................................................................................
.................................................................................................................
.................................................................................................................
.................................................................................................................
.................................................................................................................
.................................................................................................................
.................................................................................................................
.................................................................................................................
.................................................................................................................
.................................................................................................................

D. STRATEGI PEMBELAJARAN
1. Model : Paedagogi (Teacher Centered)
2. Metode: Ekspositori (Ceramah dan Tanya jawab)

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 38

1. Langkah- langkah Proses Pembelajaran
a. Pendahuluan (5’)

1) Mengucapkan salam

2) Mengkaji kesiapan klien untuk belajar

3) Memberikan sugesti positif

4) Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran

5) Membuka file dalam otak klien melalui apersepsi
b. Kegiatan Inti (50’)

Tujuan Belajar Aktivitas Pendidik/ Fasilitator

Menjelaskan  Meminta audiens untuk menjelaskan dengan
pengertian penyakit pengertiannya sendiri
DBD dengan kata-
kata sendiri  Mengkaitkan pendapat audiens, dilanjutkan
dengan menjelaskan dan memberikan
Menjelaskan reinforcement
penyebab penyakit
DBD dengan tepat .......................................................................
.......................................................................
Menjelaskan cara .......................................................................
penularan penyakit .......................................................................
DBD dengan kata- .......................................................................
kata sendiri .......................................................................
.......................................................................
.......................................................................

Menjelaskan tanda- .......................................................................
tanda penyakit DBD .......................................................................
dengan benar .......................................................................
.......................................................................
Menjelaskan cara .......................................................................
pertolongan pertama .......................................................................
akibat penyakit DBD .......................................................................
dengan tepat .......................................................................
Menyebutkan ciri-ciri .......................................................................
nyamuk Aedes .......................................................................
Aegypti dengan .......................................................................
menggunakan gambar .......................................................................
Menyebutkan tempat .......................................................................
berkembang biak .......................................................................
nyamuk Aedes .......................................................................
Aegypti dengan benar .......................................................................

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 39

Menjelaskan siklus .......................................................................
hidup nyamuk Aedes .......................................................................
Aegypti dengan .......................................................................
menggunakan skema .......................................................................
.......................................................................
Menjelaskan cara .......................................................................
memberantas nyamuk a) Menjelaskan cara memberantas nyamuk
Aedes Aegypti
dengan berbagai cara Aedes Aegypti dengan berbagai cara dengan
yang tepat memberikan contoh praktis, yaitu:
 Menguras tempat penampungan air bersih,
 Mengubur barang bekas dan menutup

tempat penampungan air bersih
 Menaburkan bubuk abate pada bejana air

bersih
 Menggunakan kelambu saat tidur
b) Menanyakan kembali tentang prosedur
tersebut pada 2 audiens
c) Mengarahkan dan memberikan reinforcement

c. Penutup (5’)

.................................................................................................................

.................................................................................................................

.................................................................................................................

G. MEDIA, ALAT DAN SUMBER BELAJAR

Dikelas :

1. Media : Leaflet penatalaksanaan penyakit DBD

2. Alat : LCD, Note book, papan tulis, kapur, kertas buram

3. Sumber: Bahan bacaan penatalaksanaan penyakit DBD

H. EVALUASI BELAJAR

Tes Tulis:

1. Prosedur tes : Pre tes dan pos tes, jumlah soal 20 butir

2. Bentuk : 10 butir Obyektif tes dan 10 butir non tes.

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 40

Kunci jawaban soal:

Melengkapi Rancangan Pembelajaran pada Sasaran Komunitas.

Rancangan Pembelajaran pada Sasaran Komunitas.

POKOK BAHASAN : Penatalaksanaan penyakit DBD di masyarakat
SASARAN : Masyarakat RT 05 RW04
WAKTU : 60 menit
HARI/TANGGAL : Minggu,14-2-2018, pukul 09.00-10.00 wib

A. ANALISA SITUASI
Pengkajian faktor yang dapat mempengaruhi pembelajaran dalam keperawatan,
1. Pengkajian Faktor Predisposisi

Kondisi RT05 RW04 Desa Sukadamai banyak penderita DBD, hasil
pengkajian yang mendukung adanya masalah perilaku, sebagai berikut:
a. Riwayat Keperawatan Komunitas

Penduduk RT05 RW04 Desa Sukadamai banyak menderita DBD, banyak
air yang tergenang. Masyarakat menguras bak mandi rata-rata >2 minggu sekali,
karena tidak menyadari bahwa air tergenang dan bak mandi menjadi tempat
berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti, sehingga ditempat-tempat air bersih
tersebut banyak terdapat jentik nyamuk Aedes Aegypti. Warga RT05 RW04 Desa
Sukadamai memiliki perekonomian rendah, yaitu rata-rata penduduk bekerja
sebagai buruh tani.
b. Keadaan Fisik

Saat dilakukan survey lingkungan Warga RT05 RW04 Desa Sukadamai
tampak banyak air terkumpul dalam bejana kaleng bekas maupun air tergenang
dalam kolam ikan yang tidak dipakai dan bak mandi terlihat kotor serta banyak
ditumbuhi lumut, sewaktu ditanya, mereka mengatakan jarang menguras bak
mandi.

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 41

c. Kesiapan Belajar
Warga RT05 RW04 Desa Sukadamai melalui Ketua RTnya mengatakan

bahwa siap untuk mengikuti penyuluhan kesehatan tentang penatalaksanaan
penyakit DBD.
d. Motivasi Belajar

Motivasi belajar Warga RT05 RW04 Desa Sukadamai secara verbal
mengatakan senang dan suka hati untuk mengikuti penyuluhan kesehatan tentang
penatalaksanaan penyakit DBD.
e. Kemampuan Membaca
Walaupun warga RT05 RW04 Desa Sukadamai mempunyai perekonomian rendah,
tetapi mempunyai kemampuan membaca yang cukup baik karena mayoritas
berpendidikan SMP.
2. Pengkajian Faktor Pemungkin.

Di Desa Sukadamai terdapat balai desa yang dapat dipergunakan untuk
tempat berkumpul warga dalam rangka penyuluhan kesehatan.
3. Pengkajian Faktor Penguat

Ketua RT05 RW04 Desa Sukadamai mau bekerja sama dengan petugas
kesehatan dalam melaksanakan penyuluhan kesehatan, bahkan ia meminta bantuan
Kepala Desa dalam hal peminjaman balai desa. Ia sangat memperhatikan masalah
kesehatan lingkungan di RT nya.
4. Diagnosa Keperawatan

Berdasarkan data hasil pengkajian yang ditemukan dapat dirumuskan
diagnosa keperawatan sebagai berikut: Risiko tinggi peningkatan insiden
penyakit DBD berhubungan dengan kurang pengetahuan warga RT05 RW04
Desa Sukadamai tentang penatalaksanaan penyakit DBD.
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Tujuan Umum

Setelah mengikuti proses pembelajaran selama 2 x 60 menit, warga RT05
RW04 Desa Sukadamai mampu memahami tentang penatalaksanaan penyakit
DBD dengan benar.

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 42

2. Tujuan Khusus

Setelah mengikuti proses pembelajaran selama 2 x 60 menit, warga RT05

RW04 Desa Sukadamai mampu:
a. Menjelaskan pengertian penyakit DBD dengan kata-kata sendiri
b. Menjelaskan penyebab penyakit DBD dengan tepat
c. Menjelaskan cara penularan penyakit DBD dengan kata-kata sendiri
d. Menjelaskan tanda-tanda penyakit DBD dengan benar
e. Menjelaskan cara pertolongan pertama akibat penyakit DBD dengan tepat
f. Menyebutkan ciri-ciri nyamuk Aedes Aegypti dengan menggunakan gambar
g. Menyebutkan tempat berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti dengan benar

C. MATERI BELAJAR
1. Pengertian penyakit DBD
2. Penyebab penyakit DBD
3. Cara penularan penyakit DBD
4. Tanda dan gejala penyakit DBD
5. Cara pertolongan pertama akibat penyakit DBD
6. Ciri nyamuk Aedes Aegypti
7. Tempat berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti
8. Siklus hidup Aedes Aegypti
9. Cara memberantas nyamuk Aedes Aegypti

D. STRATEGI PEMBELAJARAN

3. Model : Paedagogi (Teacher Centered)

4. Metode : Ekspositori (Ceramah dan Tanya jawab)

5. Langkah- langkah Proses Pembelajaran
a. Pendahuluan (5’)

1) Mengucapkan salam

2) Mengkaji kesiapan klien untuk belajar

3) Memberikan sugesti positif

4) Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 43

5) Membuka file dalam otak klien melalui apersepsi
b. Kegiatan Inti (50’)

Tujuan Belajar Aktivitas Pendidik/ Fasilitator

Menjelaskan  Meminta audiens untuk menjelaskan dengan
pengertian penyakit
DBD dengan kata- pengertiannya sendiri
kata sendiri
 Mengkaitkan pendapat audiens, dilanjutkan
Menjelaskan
penyebab penyakit dengan menjelaskan dan memberikan
DBD dengan tepat
reinforcement
Menjelaskan cara  Meminta audiens untuk menjelaskan penyebab
penularan penyakit
DBD dengan kata- penyakit DBD menurut pendapatnya sendiri
kata sendiri  Mengkaitkan pendapat audiens, dilanjutkan dengan

menjelaskan dan memberikan reinforcement

 Menjelaskan cara penularan penyakit DBD
 Meminta audiens untuk menjelaskan kembali cara

penularan penyakit DBD
 Memberikan reinforcement

Menjelaskan tanda-  Meminta audiens untuk menjelaskan tanda-tanda

tanda penyakit DBD penyakit DBD menurut pendapatnya sendiri

dengan benar  Mengkaitkan pendapat audiens, dilanjutkan dengan
menjelaskan dan memberikan reinforcement

Menjelaskan cara  Menjelaskan cara pertolongan pertama akibat

pertolongan pertama penyakit DBD

akibat penyakit DBD  Meminta 2 audiens untuk menjelaskan kembali dan
dengan tepat
memberikan reinforcement

Menyebutkan ciri-ciri  Menyebutkan ciri-ciri nyamuk Aedes Aegypti

nyamuk Aedes dengan menggunakan gambar

Aegypti dengan  Memberikan kesempatan bertanya pada 2 audiens
menggunakan
gambar  Memantulkan pertanyaan audiens kepada audiens
yang lainnya

 Menyimpulkan dan mengkaitkan jawaban audiens
dengan penjelasan

Menyebutkan tempat  Menyebutkan tempat berkembang biak nyamuk

berkembang biak Aedes Aegypti

nyamuk Aedes  Meminta audiens untuk menyebutkan tempat
Aegypti dengan berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti
benar

Menjelaskan siklus  Menjelaskan siklus hidup nyamuk Aedes Aegypti
dengan menggunakan skema

hidup nyamuk Aedes  Meminta audiens untuk menjelaskan kembali siklus
Aegypti dengan
hidup nyamuk Aedes Aegypti dengan

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 44

menggunakan skema menggunakan skema

Menjelaskan cara a) Menjelaskan cara memberantas nyamuk Aedes
memberantas Aegypti dengan berbagai cara dengan
nyamuk Aedes memberikan contoh praktis, yaitu:
Aegypti dengan  Menguras tempat penampungan air bersih,
berbagai cara yang  Mengubur barang bekas dan menutup
tepat tempat penampungan air bersih
 Menaburkan bubuk abate pada bejana air
bersih
 Menggunakan kelambu saat tidur

b) Menanyakan kembali tentang prosedur tersebut
pada 2 audiens

c) Mengarahkan dan memberikan reinforcement

c. Penutup (5’)
1) Memberikan pertanyaan sebagai tes formatif
2) Merangkum materi yang telah dibahas bersama
3) Lingkungan rumah tangga.

I. MEDIA, ALAT DAN SUMBER BELAJAR

Dikelas :

4. Media : Leaflet penatalaksanaan penyakit DBD

5. Alat : LCD, Note book, papan tulis, kapur, kertas buram

6. Sumber: Bahan bacaan penatalaksanaan penyakit DBD

J. EVALUASI BELAJAR

Tes Tulis:

3. Prosedur tes : Pre tes dan pos tes, jumlah soal 20 butir

4. Bentuk : 10 butir Obyektif tes dan 10 butir non tes.

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 45

BAB 6
EVALUASI PRAKTIKUM PENDIDIKAN KESEHATAN

Untuk menilai kemampuan mahasiswa dalam Praktikum Pendidikan
Kesehatan dilalukan evaluasi dalam bentuk penilaian subyektif tes dan atau obyektif
tes. Untuk menilai tingkat penguasaan ketrampilan mahasiswa digunakan alat
Performance Assesment, yang mencakup aspek, yaitu:
a. Perencanaan

1) Mengidentifikasi kebutuhan belajar melalui analisa situasi
2) Merumuskan diagnose keperawatan sebagai diagnose edukatif
3) Menentukan sasaran belajar
4) Menentukan tujuan belajar
5) Menentukan materi belajar
6) Menentukan strategi belajar
7) Menentukan alat bantu belajar
8) Menyusun rencana evaluasi
9) Menyusun rencana jadwal
b. Pelaksanaan
1) Membuka / memulai kegiatan
2) Menjelaskan materi sesuai tujuan dengan gaya menarik / suara jelas
3) Bertanya / menjawab pertanyaan
4) Menggunakan bahasa sederhana dan mudah dimengerti
5) Menggunakan metode yang tepat
6) Menggunakan media tepat guna
7) Mengelola waktu yang efektif dan efisien
8) Memberikan penguat / pujian
9) Mengarahkan perhatian pada topic
10) Mengajukan pertanyaan diakhir kegiatan dengan mengacu pada tujuan
11) Memperhatikan reaksi sasaran selama kegiatan berlangsung
12) Menutup / mengakhiri kegiatan dengan membuat kesimpulan

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 46

Nilai keberhasilan dalam praktikum promosi kesehatan merupakan nilai

kumulatif dari hasil evaluasi penyusunan perencanaan dan pelaksanaan praktikum

yaitu nilai A dan B = LULUS, nilai C, D, E = TIDAK LULUS, nilai batas lulus= B (=
2,76), dengan predikat kelulusan terdiri dari: (a) 2,76 – 3,00: Memuaskan, (b) 3,01 –
3,50 : Sangat Memuaskan, (c) 3,51 – 4,00 : Pujian

Alat Performance Assesment atau Ceklist evaluasi kemampuan pendidikan

kesehatan, yaitu:

I. Perencanaan Skor Nilai
Maksimal  ...... x 1 = ......
No Aspek yang dinilai
5
1 Mengidentifikasi kebutuhan belajar melalui analisa
situasi 5

2 Merumuskan diagnose keperawatan sebagai diagnose 5
edukatif 20
5
3 Menentukan Sasaran 15
4 Menentukan Tujuan 15
5 Menentukan Strategi 15
6 Menentukan Materi 10
7 Menentukan Metode 5
8 Menentukan Media 100
9 Menyusun Rencana Evaluasi
10 Menyusun Rencana Jadwal

Total skor

II. Pelaksanaan Skor Nilai
Maksimal  .... x 2 =
No Aspek yang dinilai
5
1 Membuka / memulai kegiatan 15
2 Menjelaskan materi sesuai tujuan dengan gaya
10
menarik / suara jelas 15
3 Bertanya / menjawab pertanyaan
4 Menggunakan bahasa sederhana dan mudah 10
10
dimengerti 5
5 Menggunakan metode yang tepat 5
6 Menggunakan media tepat guna 10
7 Mengelola waktu yang efektif ,efisien 5
8 Memberikan penguat / pujian
9 Mengarahkan perhatian pada topik 5
10 Mengajukan pertanyaan diakhir kegiatan dengan
5
mengacu pada tujuan
11 Memperhatikan reaksi sasaran selama kegiatan 100

berlangsung
12 Menutup / mengakhiri kegiatan dengan membuat

kesimpulan
Total skor

Modul Praktikum Promosi kesehatan…….. 47


Click to View FlipBook Version