Lampiran 1. RPP Permainan Simulasi Tastarok
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
POKOK BAHASAN : Perilaku Pencegahan Merokok
SASARAN : Siswa Kelas VII/VIII SMPN 7 Kota Blitar
WAKTU : 3 jam pelajaran (3x 45’)
HARI/TANGGAL :
A. ANALISA SITUASI
Karakteristik peserta didik, yaitu siswa kelas VII/VIII:
jumlah 30 orang, L: …., P: …..
Latar belakang sebagai perokok/ pernah coba-coba merokok/keluarga perokok.
Kondisi ruang belajar:
Tersedia ruang belajar tanpa tempat duduk cukup untuk kapasitas sesuai jumlah
peserta.
Penerangan dan ventilasi cukup.
B. INDIKATOR
1. Menunjukkan persepsi kerentanan terhadap dampak perilaku merokok dengan menilai
kemungkinan terjadinya ancaman kesehatan yang perlu segera mendapatkan
penyelesaian.
2. Menunjukkan persepsi keseriusan terhadap dampak negatif perilaku merokok dengan
menilai kondisi klinis atau medis sehingga perlu mengambil tindakan.
3. Menunjukkan persepsi manfaat terhadap keputusan diri untuk berperilaku sehat tanpa
rokok dengan mempertimbangkan keuntungan yang didapatkan dibandingkan dengan
biaya atau tenaga yang dikeluarkan.
4. Menunjukkan persepsi hambatan terhadap keputusan diri untuk berperilaku sehat
tanpa rokok ditinjau dari faktor internal maupun eksternal.
5 . Menunjukkan kecenderungan berperilaku sehat tanpa rokok setelah menerima isyarat
dari edukasi kesehatan terkait perilaku pencegahan merokok.
6. Menunjukkan keyakinan diri untuk berubah sehingga mampu mendorong individu
untuk menampilkan suatu perilaku hidup sehat tanpa rokok dengan penuh keyakinan.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS
Setelah mengikuti pendidikan kesehatan dengan media edukasi permainan simulasi
Tastarok, peserta didik mampu:
1. Mengidentifikasi peringatan ancaman kesehatan pada bungkus rokok.
2. Menyebutkan jenis rokok dengan berbagai ancaman kesehatan
3. Menjelaskan kandungan zat kimia dalam asap rokok
4. Menjelaskan arti perilaku merokok dengan kata kata sendiri.
5. Menjelaskan tahapan perilaku merokok
6. Menafsirkan faktor yang mempengaruhi perilaku merokok
7. Menjelaskan dampak perilaku merokok terhadap ancaman fisik
8. Menjelaskan dampak perilaku merokok terhadap ancaman kejiwaan
9. Menjelaskan perilaku pencegahan primer
10. Menjelaskan perilaku pencegahan dini
11. Menjelaskan perilaku pencegahan sekunder
12. Menjelaskan perilaku pencegahan tersier
Media Edukasi Permainan Simulasi Tastarok Untuk Meningkatkan Perilaku Pencegahan Merokok Berbasis Keyakinan 46
D. MATERI PEMBELAJARAN
1. Bahaya perilaku merokok, meliputi :
a. Rokok:(a) pengertian, (b) jenis rokok
b. Kandungan zat kimia dalam asap rokok
c. Perilaku merokok: (a) pengertian, (b) tahapan, (c) faktor yang mempengaruhi
d. Dampak perilaku merokok terhadap kesehatan: (a) Ancaman fisik, (b) Ancaman
kejiwaan
2. Cara menghindari perilaku merokok:
5) Perilaku pencegahan primer
1) Teknik mengenal diri
2) Teknik meningkatkan harga diri
3) Teknik mengendalikan stres
6) Perilaku pencegahan dini
1) Teknik pencegahan saat seseorang mulai tertarik untuk meniru perilaku
merokok
2) Teknik pencegahan saat seseorang telah mencoba merokok
7) Perilaku pencegahan sekunder
2) Teknik pencegahan saat seseorang telah benar-benar menjadi perokok
8) Perilaku pencegahan tersier
b) Teknik pencegahan saat seseorang benar-benar telah berhenti merokok
E. STRATEGI KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Model : Belajar aktif
2. Metode : Permainan simulasi Tastarok
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
1. Tahap orientasi
a. Mengucapkan salam
b. Mengkaji kesiapan peserta untuk belajar
c. Menyampaikan tujuan pembelajaran
d. Menjelaskan model pembelajaran dan aturan permainan:
1) Menentukan urutan bermain dengan cara hompimpah.
2) Menentukan pemenang yaitu ditetapkan pada pemain yang dapat mencapai
angka tertinggi dalam kotak dan mendapatkan hadiah.
3) Menjelaskan simbol dalam kotak beberan, bila ada:
Tanda (!), berarti ada instruksi yang harus di patuhi atau dituruti. Instruksi
yang dimaksud berupa menari/ joget, menyanyi, merayu orang untuk
berhenti merokok, menolak ajakan merokok secara asertif, ceramah
tentang bahaya asap rokok.
Tanda (?), berarti ada pertanyaan yang harus dijawab dalam waktu 5 detik.
Pertanyaan yang dijawab benar diberikan penghargaan.
2. Tahap penyiapan peserta
a. Menyusun skenario permainan
Fasilitator menyusun dan menjelaskan kepada peserta tentang tata cara permainan
simulasi.
b. Mengorganisasikan peserta permainan
1) Fasilitator, membagi siswa menjadi 3 kelompok bermain dengan 1 wakil
kelompok untuk menjadi pion dalam permainan.
2) Fasilitator, bertugas memimpin permainan simulasi, menjelaskan tujuan
permainan, mendorong pemain dan kelompok penonton untuk aktif ikut
berdiskusi, membantu menyelesaikan masalah yang timbul selama permainan,
menjawab pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh peserta lain,
Media Edukasi Permainan Simulasi Tastarok Untuk Meningkatkan Perilaku Pencegahan Merokok Berbasis Keyakinan 47
mengarahkan diskusi, dan memberi tugas pada penulis untuk mencatat hasil
diskusi dan melaporkan hasilnya.
3) Penulis, bertugas mencatat segala sesuatu yang terjadi selama permainan
berlangsung.
4) Pemain, yaitu para individu yang tergabung dalam sebuah kelompok yang
memegang tanda khusus sebagai pemain dan ditunjuk satu orang sebagai pion
serta bertugas melaksanakan diskusi, menjawab pernyataan, dan melaksanakan
instruksi.
5) Pemegang peran, yaitu nara sumber, antara lain guru BK atau Petugas Promkes
Puskesmas, yang bertugas untuk memberikan pendapat terkait topik tentang
perilaku pencegahan merokok.
3. Tahap pelaksanaan prosedur permainan simulasi.
a. Menyiapkan lembaran permainan, yang memuat pesan dan gambar yang sesuai
topik permainan, yaitu tentang perilaku pencegahan merokok. Kartu pesan, berisi
pesan yang tidak dipaparkan dalam lembaran permainan. Kartu pesan diberi tanda
khusus, berupa simbol angka. Alat penentu langkah berupa dadu yang dituliskan
angka 1,2,3,4,5,6. Tanda untuk bermain bagi masing-masing pemain, berupa segi
tiga dari kertas manila yang diberi nomor kode pemain.
b. Menjelaskan cara bermain, yaitu mencapai kotak terakhir secepat mungkin tanpa
dimakan ular, dengan cara: Untuk memulai permainan, ditentukan urutan bermain
dengan cara hompimpah dan bisa mulai bermain. Taruh pion di kotak “start”. Kocok dadu
dalam gelas dan dadu dilemparkan diatas beberan dan dihitung jumlah angka yang
ditunjukkan dadu tersebut, lalu pion digerakkan ke kotak berikutnya di jalur papan
beberan sesuai jumlah angka yang ditunjukkan oleh mata dadu. Kalau pion berhenti
pada kotak yang ada gambar ujung bawah sebuah tangga, maka pion naik keatas.
Kalau pion berhenti pada kotak yang ada gambar sulutan rokok, maka pion harus
turun ke bawah. Pemain yang menuju kotak terakhir pertama kali disepakati
sebagai pemenang dalam permainan.
4. Tahap diskusi
a. Merefleksikan terhadap pelaksanaan permainan simulasi, memberikan umpan balik
dan memberikan reinforcement
b. Meminta peserta untuk waspada terhadap pengaruh perilaku merokok
c. Membuat kesimpulan, menentukan tindak lanjut, do’a dan salam penutup.
G. MEDIA, ALAT DAN SUMBER PEMBELAJARAN
1. Media : alat bermain berupa beberan dan gaco
2. Sumber : Bahan bacaan Budaya hidup sehat kiat menghindari perilaku merokok
H. EVALUASI : Pre-test dan post- test tulis
1. Prosedur tes : Non tes (30 butir soal)
2. Bentuk
Media Edukasi Permainan Simulasi Tastarok Untuk Meningkatkan Perilaku Pencegahan Merokok Berbasis Keyakinan 48
Daftar Pustaka
Ambardini RL. 2009. Pendidikan Jasmani dan Prestasi Akademik: Tinjauan Neurosains. Jurnal
Pendidikan Jasmani Indonesia. 6(1): 46-52.
Anonym, Ular Tangga, (online) 2013 (edisi 5 April 2013); tersedia dari URL:
http://id.wikipedia.org/wiki/Ular_tangga. Diakses 1Januari 2014.
Aning Nafiah. 99 Tips Praktis Berpikir Positif. Yogyakarta: Mutiara Media, 2009:18,48.
Anonym, Apa itu Nikotin. (Online) 2014; tersedia dari URL:
http://www.sanglahhospitalbali.com/v1/informasi.php?ID=7. Diakses 1 Januari 2014
Badan Narkotika Nasional RI. Buku Praktis Untuk Remaja: Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
bagi Remaja. (online) 2011; tersedia dari URL:
http://www.bnnkotadepok.org.in/unduhan/buku pencegahan penyalahgunaan narkoba
bagi remaja.pdf
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan. 2014. Buku Bunga
Rampai Fakta Tembakau dan Permasalahannya di Indonesia Tahun 2014 edisi V. Jakarta:
Tobacco Control and Support Center-IAKMI.
Departemen Kesehatan RI. Panduan promosi perilaku tidak merokok. Pusat Promosi Kesehatan
Depkes RI: Jakarta. 2006.
Departemen Kesehatan RI. Panduan Kesehatan Olah Raga bagi Petugas Kesehatan. (Online)
2002; tersedia dari URL: http://www.depkes.go.id/. Diakses 1 Januari 2014.
Ika.P, Dewanti dkk. Sudahkah Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata Semarang Mencerminkan
Fakultas Yang Berpsikologi-Kesehatan?.Prosiding Diskusi Psikologi Kesehatan. Semarang:
Unika Soegijapranata. 2011:52-53
Irianto, Djoko Pekik. Pedoman Praktis Berolahraga Untuk Kebugaran & Kesehatan. Yogyakarta:
Andi, 2004:
Kemkes RI. Fakta Tembakau, Permasalahannya di Indonesia tahun 2012. Balitbangkes Kemkes RI.
Jakarta. 2012.
Komalasari, D. dan A.F., Helmi. Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Merokok pada Remaja. Jurnal
Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press. 2000:27(1):37-47
Mulyani, Sri. 45 Permainan Tradisional Anak Indonesia. Yogyakarta: Langensari Publishing,
2013:121.
Nainggolan RA. 2004. Anda Mau Berhenti Merokok? Pasti Berhasil!. Bandung: Indonesia
Publishing House.
Nasution, Indri Kemala. Perilaku Merokok pada Remaja, [Online] 2007; tersedia dari URL:
http://library.usu.ac.id:8080. Diakses pada 1 Januari 2014
Nazmy. Teknik Afirmasi Positif. (Online) 2012; tersedia dari URL: http://nazmy88.blogspot.com.
Diakses 1 April 2014.
Rizky, Pengaruh Manajemen Stres Terhadap Penurunan Tingkat Stres Pada Narapidana DI LPW
Malang. (Online) 2010; tersedia dari URL: http://jurnal-
online.um.ac.id/data/artikel/artikelDEB288149FBAA98C9CB27EB18035D95A.pdf. Diakses
1 Januari 2014
Setiawan. Stress Management. (Online); tersedia dari URL:
http://ibhcenter.org/uploads/ebook/ebook-bersahabat-dgn-stress.pdf. Diakses 1 April
2014.
Sunardi. Latihan Asertif. (Online) 2014; tersedia di
URL:http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA. Diakses 1 Januari 2014
Widyastuti, Palupi. Management Stress. Jakarta: EGC, 2004:29-34
Media Edukasi Permainan Simulasi Tastarok Untuk Meningkatkan Perilaku Pencegahan Merokok Berbasis Keyakinan 49