1 PEDOMAN DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR CODE OF CONDUCT khusus untuk “Yayasan Darul Mukmin Karimun” MEDIA SOSIAL Paraf Direktur Paraf Pembina PEDOMAN DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) CODE OF CONDUCT (MEDIA SOSIAL) YAYASAN DARUL MUKMIN KARIMUN 2023
2 PEDOMAN DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR CODE OF CONDUCT khusus untuk “Yayasan Darul Mukmin Karimun” MEDIA SOSIAL Paraf Direktur Paraf Pembina DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN...............................................................................................4 1.1 Latar Belakang.......................................................................................... 4 1.2 Maksud Dan Tujuan................................................................................... 4 1.3 Pengertian Umum ..................................................................................... 5 1.4 Jenis – jenis Media Sosial...................................................................................6 BAB 2 NILAI LUHUR, VISI-MISI, KODE ETIK TEKNOLOGI INFORMASI..................7 2.1. Nilai Luhur Yayasan Darul Mukmin Karimun................................................. 7 2.2. Kode Etik Teknologi Informasi ................................................................... 7 BAB 3 PANDUAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL ...................................................... 8 3.1. Panduan Penggunaan Akun Sosial Media.................................................... 8 3.1.1 Saling Menghormati ........................................................................ 8 3.1.2 Kejujuran ...................................................................................... 8 3.1.3 Pertanggungjawaban ..................................................................... 8 3.1.4 Intensitas Penggunaan .................................................................. 8 3.1.5 Konten Umum ............................................................................... 9 3.1.6 Profesionalisme ............................................................................ 9 3.1.7 Privasi Internal .............................................................................. 9 3.1.8 Verifikasi dan keberimbangan berita ................................................. 9 3.1.9 Isi Buatan Pengguna ....................................................................... 10 3.1.10Ralat, Koreksi dan Hak Jawab .......................................................... 10 3.1.11Pencabutan Berita ........................................................................... 11 3.2 Asas Media Sosial .................................................................................... 12 3.3 Prinsip Media Sosial ................................................................................. 12 3.4 Etika Media Sosial .................................................................................... 12
3 PEDOMAN DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR CODE OF CONDUCT khusus untuk “Yayasan Darul Mukmin Karimun” MEDIA SOSIAL Paraf Direktur Paraf Pembina BAB 4 PENGELOLAAN PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL ..........................................13 4.1 Perencanaan Media .................................................................................13 4.2 Kegiatan Media Sosial ..............................................................................13 4.3 Pemantauan dan Evaluasi Media Sosial .....................................................13 4.4 Keberlanjutan .........................................................................................14 BAB 5 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL ........15 Prosedur Publikasi di Media Sosial. ......................................................................15 Proses Tanggung Jawab (Proses Unggah Konten).................................................15 Proses Tanggung Jawab (Proses Publikasi di Media Sosial) ..................................16 BAB 6 PENUTUP..........................................................................................................17
4 PEDOMAN DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR CODE OF CONDUCT khusus untuk “Yayasan Darul Mukmin Karimun” MEDIA SOSIAL Paraf Direktur Paraf Pembina BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Media sosial merupakan sebuah aplikasi yang dapat menghubungkan antar satu individu dengan individu lainnya dengan menggunakan internet. Media sosial saat ini menjadi kebutuhan diri seiring dengan perkembangan zaman kearah yang lebih maju dan modern. Media-media sosial yang dapat membentuk pola hubungan sosial baru di Lingkungan suatu komunitas tertentu maupun masayarakat atau antara komunitas tertentu dengan masyaraqkat. Hadirnya media sosial membuat setiap insan harus menerima perubahan tersebut termasuk juga Yayasan Darul Mukmin Karimun,perubahan yang hadir membuat realitas sosial juga berubah, baik cara pandang, berpikir dan cara berkomunikasi. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah cara interaksi individu dengan individu yang lain. Media sosial menjadi sebuah ruang digital baru yang sangat di minati semua kalangan. Tidak dapat di hindari bahwa keberadaan media sosial memberikan banyak kemudahan pada penggunanya. Yayasan Darul Mukmin Karimun dalam kontek berkomunikasi memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada semua insan yang berada di naungan institusi untuk mengekspresikan dirinya melalui media yang tersedia dengan tetap berpegang kepada etika dan menggambarkan Budaya pendidikan yang bernanung di institusi ini. Pemanfaatan media yang membawa nama Yayasan Darul Mukmin Karimun (YDM) harus atau wajib juga memberikan keuntungan bagi YDM, terutama keuntungan bidang reputasi atau nama baik. Dari kondisi ini maka perlu disusun suatu aturan dan tat tertib dalam pelaksanaannya yang dituangkan kedalam SOP (Standar Operasional Prosedure) sehingga semua insan YDM memiliki pegangan dalam pelaksanaannya.
5 PEDOMAN DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR CODE OF CONDUCT khusus untuk “Yayasan Darul Mukmin Karimun” MEDIA SOSIAL Paraf Direktur Paraf Pembina 1.2 Maksud Dan Tujuan Maksud penyusunan kebijakan penggunaan media sosial ini agar dicapai kesamaan pandang dalam penggunaan dan pengelolaan media sosial, sehingga media sosial sebagai jejaring baru tidak hanya untuk menyebarkan informasi dan komunikasi tetapi juga dapat menjadi indikator dinamisasi dan kemajuan dari kehidupan Yayasan Darul Mukmin Karimun. Tujuan penyusunan pedoman penggunaan media sosial untuk mendorong penggunaan media sosial agar lebih tertib, efektif sekaligus sebagai pedoman yang bisa digunakan oleh pengguna media sosial dalam lingkup Yayasan Darul Mukmin Karimun. 1.3 Pengertian Umum Media Sosial (medsos) adalah sebuah media aplikasi berbasis internet yang dibangun di atas dasar ideologi teknologi web untuk bersosialisasi satu sama lain sehingga kemungkinkan untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Media sosial atau medsos seringkali disebut sebagai media daring (online). Media sosial mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. Pesan yang disampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa ke berbagai banyak orang. 2. Pesan yang disampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper 3. Pesan yang disampaikan cenderung lebih cepat dibanding media lainnya 4. Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi Untuk menyamakan persepsi maka perlu disampaikan beberapa istilah yang digunakan dalam kebijakan penggunan media sosial, yaitu: 1.3.1 Media sosial adalah media berbasis internet yang bersifat dua arah (2.0) dan terbuka bagi siapa saja yang memungkinkan para penggunanya dengan mudah berinteraksi, berpartisipasi, berdiskusi, berkolaborasi, berbagi, serta menciptakan dan berbagi isi. 1.3.2 Akun adalah data diri atau identitas seseorang atau organisasi dalam dunia maya.
6 PEDOMAN DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR CODE OF CONDUCT khusus untuk “Yayasan Darul Mukmin Karimun” MEDIA SOSIAL Paraf Direktur Paraf Pembina 1.4 Jenis-jenis Media Sosial 1.4.1 Instagram Instagram adalah media sosial berbasis foto dan video. Instagram adalah salah satu media sosial dengan pengguna terbanyak di dunia. Sebagai salah satu media sosial yang populer, Instagram menyediakan berbagai macam fitur yang sangat berguna dan bisa diakses oleh siapa saja tanpa batasan usia. Instagram kini bahkan merambah ke dunia bisnis dan penjualan online. 1.4.2 WhatsApp WhatsApp merupakan sebuah aplikasi perpesanan (messenger) instan dan lintas platform pada smartphone yang memungkinkan pengguna mengirim dan menerima pesan seperti SMS tanpa menggunakan pulsa melainkan koneksi internet. 1.4.3 Facebook Facebook merupakan layanan jejaring sosial media yang memungkinkan pengguna untuk saling terhubung dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia. Melalui Facebook, pengguna dapat saling berinteraksi dengan pengguna lain seperti membuat status, membagikan foto dan video, menambahkan teman, membuat halaman pribadi (fanspage), membuat grup / komunitas, hingga berkirim pesan melalui fitur messenger. 1.4.4 Twitter Layanan bagi siapa saja untuk berkomunikasi dan tetap terhubung melalui pertukaran pesan yang cepat dan sering. Pengguna memposting Tweet, yang dapat berisi foto, video, tautan, dan teks. 1.4.5 Youtube Laman yang memanfaatkan web untuk menjalankan highlight-nya, dengan adanya Youtube, seorang klien bisa memposting atau menampilkan rekaman atau gerakannya sehingga dapat dilihat dan diapresiasi oleh banyak orang.
7 PEDOMAN DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR CODE OF CONDUCT khusus untuk “Yayasan Darul Mukmin Karimun” MEDIA SOSIAL Paraf Direktur Paraf Pembina BAB 2 NILAI LUHUR, VISI-MISI, KODE ETIK KETEKNOLOGI INFORMASIAN 2.1. Nilai Luhur Yayasan Darul Mukmin Karimun a) Berakhlak Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. b) Cerdas Kemampuan untuk memperoleh dan menerapkan pengetahuan, informasi, dan keterampilan. c) Mandiri Kemandirian merupakan suatu kemampuan individu untuk mengatur dirinya sendiri dan tidak tergantung kepada orang lain. Kemandirian juga merupakan kemampuan mengatur tingkah laku yang ditandai kebebasan, inisiatif, rasa percaya diri, kontrol diri, ketegasan diri, serta tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain. 2.2 Kode Etik Teknologi Informasi Dalam prakteknya, kode etik di dalam penggunaan Teknologi Informasi berhubungan dengan aspek keamanan. Aspek keamanan biasanya seringkali ditinjau dari 3 hal : c) Confidentiality Maksudnya adalah kerahasian. Kerahasian dalam hal ini adalah informasi yang kita miliki pada sistem/database kita, adalah hal yang rahasia dan pengguna atau orang yang tidak berkepentingan tidak dapat melihat/mengaksesnya. d) Integrity Maksudnya adalah data tidak dirubah dari aslinya oleh orang yang tidak berhak, sehingga konsistensi, akurasi, dan validitas data tersebut masih terjaga e) Availability Sumber daya yang ada siap diakses kapanpun oleh user/application/sistem yang membutuhkannya.
8 PEDOMAN DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR CODE OF CONDUCT khusus untuk “Yayasan Darul Mukmin Karimun” MEDIA SOSIAL Paraf Direktur Paraf Pembina BAB 3 PANDUAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL 3.1 Panduan Penggunaan Akun Sosial Media 3.1.1 Saling Menghormati Hormati pengguna media sosial lain baik individu maupun komunitas yang terhubung dengan media sosial yang dikelola. Pastikan untuk tidak mempublikasikan materi-materi yang mengandung unsur SARA dan menjatuhkan nama Yayasan Darul Mukmin Karimun Karimun. Komentar-komentar yang bersifat kritis dan negatif agar tetap ditanggapi secara sopan. Sampaikan bahwa pengelola akun mempunyai hak untuk menghapus komentar yang tidak bisa ditoleransi karena melanggar ketentuan. Pastikan penggunaan media sosial tidak melanggar undang-undang yang berlaku di Indonesia Pastikan bahwa penggunaan media sosial tidak melanggar peraturan Yayasan dan platform media sosial yang digunakan. 3.1.2 Kejujuran Cantumkan informasi pribadi mengelola akun media sosial, untuk menumbuhkan kredibilitas dan kepercayaan publik. Informasikan bahwa akun media sosial merupakan repressentasi dari program Yayasan. Karyawan yang berada Unit dan Unit terafiliasi di Yayasan Darul Mukmin Karimun Karimun. Dimohon untuk tidak mencantumkan informasi pribadi terlalu detail agar tidak disalahgunakan orang lain 3.1.3 Pertanggungjawaban pastikan kebenaran informasi yang akan disampaikan sebelum melakukan posting di media sosial Apabila memungkinkan, agar di cantumkan sumber informasi yang di sampaikan. Apabila terjadi kesalahan dalam menyampaikan informasi, segera lakukan revisi, sampikan pernyataan maaf dan segera klarifikasi informasi tersebut dengan baik. 3.1.4 Intensitas Penggunaan Gunakan media sosial secara aktif Pastikan intensitas pengunggahan posting dilakukan secara rutin dan berisi informasi informasi terbaru. Berilah respons yang cepat pada setiap tanggapan yang masuk ke akun media sosial.
9 PEDOMAN DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR CODE OF CONDUCT khusus untuk “Yayasan Darul Mukmin Karimun” MEDIA SOSIAL Paraf Direktur Paraf Pembina 3.1.5 Konten Umum semua yang sudah di publikasikan lewat media sosial sifatnya adalah informasi umum dan bisa di konsumsi oleh semua orang. Pastikan bahwa konten yang dipublikan terbebas dari hal hal yang akan berakibat kurang baik di kemudian hari. Ingat bahwa pengelola akun bertanggung jawab atas informasi yang sudah dipublikasikan. 3.1.6 Profesionalisme Apabila pengelola akun menyampaikan informasi mewakili universitas, maka bersikaplah secara profesional. Konten-konten yang bersifat personal tidak seharusnya diinformasikan melalui akun media sosial yang resmi mewakili Yayasan Darul Mukmin Karimun Karimun. Tidak diperkenankan menyampaikan pendapat personal dan dibuat sedemikian rupa seakan-akan mewakili Yayasan. Apabila terpaksa harus dilakukan, sampaikan bahwa pendapat yang dipublikasikan adalah pendapat pribadi bukan Yayasan. Tidak diperkenankan menggunakan akun media sosial yang mewakili Yayasan untuk kepentingan komersial, politik, dan kepentingan individu lainnya. 3.1.7 Privasi Internal Tidak diperkenankan menyebarluaskan informasi internal atau privasi Yayasan kepada publik melalui media sosial. Hormati privasi pengguna media sosial lain. 3.1.8 Verifikasi dan Keberimbangan Berita Panduan Penggunaan Akun Pada prinsipnya setiap berita harus melalui verifikasi. Berita yang dapat merugikan pihak lain memerlukan verifikasi pada berita yang sama untuk memenuhi prinsip akurasi dan keberimbangan. Ketentuan diatas (titik pertama) dikecualikan, dengan syarat : o Berita benar-benar mengandung kepentingan publik yang bersifat mendesak. o Sumber berita yang pertama adalah sumber yang jelas disebutkan identitasnya, kredibel dan kompeten. o Subyek berita yang harus dikonfirmasi tidak diketahui keberadaannya dan atau tidak dapat diwawancarai. o Media memberikan penjelasan kepada pembaca bahwa berita tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut yang diupayakan dalam waktu secepatnya. o Penjelasan dimuat pada bagian akhir dari berita yang sama, di dalam kurung dan menggunakan huruf miring. Setelah memuat berita diatas (titik ketiga) , media wajib meneruskan upaya verifikasi, dan setelah verifikasi didapatkan, hasil verifikasi dicantumkan pada berita pemutakhiran (update) dengan tautan pada berita yang belum terverifikasi.
10 PEDOMAN DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR CODE OF CONDUCT khusus untuk “Yayasan Darul Mukmin Karimun” MEDIA SOSIAL Paraf Direktur Paraf Pembina 3.1.9 Isi Buatan Pengguna (User Generated Content) Media siber wajib mencantumkan syarat dan ketentuan mengenai Isi Buatan Pengguna yang tidak bertentangan dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, yang ditempatkan secara terang dan jelas. Media siber mewajibkan setiap pengguna untuk melakukan registrasi keanggotaan dan melakukan proses log-in terlebih dahulu untuk dapat mempublikasikan semua bentuk Isi Buatan Pengguna. Ketentuan mengenai login akan diatur lebih lanjut. Dalam registrasi tersebut, media siber mewajibkan pengguna memberi persetujuan tertulis bahwa Isi Buatan Pengguna yang dipublikasikan. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani. Media siber memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus Isi Buatan Pengguna yang bertentangan dengan butir (titik ketiga). Media siber wajib menyediakan mekanisme pengaduan Isi Buatan Pengguna yang dinilai melanggar ketentuan pada butir (titik ketiga). Mekanisme tersebut harus disediakan di tempat yang dengan mudah dapat diakses pengguna. Media siber wajib menyunting, menghapus, dan melakukan tindakan koreksi setiap Isi Buatan Pengguna yang dilaporkan dan melanggar ketentuan butir (titik ketiga), sesegera mungkin secara proporsional selambat-lambatnya 2 x 24 jam setelah pengaduan diterima. Media siber yang telah memenuhi ketentuan pada butir (titik kesatu), (titik kedua), (titik ketiga), dan (titik keenam) tidak dibebani tanggung jawab atas masalah yang ditimbulkan akibat pemuatan isi yang melanggar ketentuan pada butir (titik ketiga). Media siber bertanggung jawab atas Isi Buatan Pengguna yang dilaporkan bila tidak mengambil tindakan koreksi setelah batas waktu sebagaimana tersebut pada butir (titik ke enam). 3.1.10 Ralat, Koreksi, dan Hak Jawab Ralat, koreksi, dan hak jawab mengacu pada Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Hak Jawab yang ditetapkan Dewan Pers. Ralat, koreksi dan atau hak jawab wajib ditautkan pada berita yang diralat, dikoreksi atau yang diberi hak jawab. Di setiap berita ralat, koreksi, dan hak jawab wajib dicantumkan waktu pemuatan ralat, koreksi, dan atau hak jawab tersebut. Bila suatu berita media siber tertentu disebarluaskan media siber lain, maka: o Tanggung jawab media siber pembuat berita terbatas pada berita yang dipublikasikan di media siber tersebut atau media siber yang berada di bawah otoritas teknisnya
11 PEDOMAN DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR CODE OF CONDUCT khusus untuk “Yayasan Darul Mukmin Karimun” MEDIA SOSIAL Paraf Direktur Paraf Pembina o Koreksi berita yang dilakukan oleh sebuah media siber, juga harus dilakukan oleh media siber lain yang mengutip berita dari media siber yang dikoreksi itu; Media yang menyebarluaskan berita dari sebuah media siber dan tidak melakukan koreksi atas berita sesuai yang dilakukan oleh media siber pemilik dan atau pembuat berita tersebut, bertanggung jawab penuh atas semua akibat hukum dari berita yang Sesuai dengan Undang-Undang Pers, media siber yang tidak melayani hak jawab dapat dijatuhi sanksi hukum pidana denda paling banyak Rp 500.000.000 (Lima ratus juta rupiah). 3.1.11 Pencabutan Berita Berita yang sudah dipublikasikan tidak dapat dicabut karena alasan penyensoran dari pihak luar redaksi, kecuali terkait masalah SARA, kesusilaan, masa depan anak, pengalaman traumatik korban atau berdasarkan pertimbangan khusus lain yang ditetapkan Yayasan Darul Mukmin Karimun Karimun. Media siber lain wajib mengikuti pencabutan kutipan berita dari media asal yang telah dicabut. Pencabutan berita wajib disertai dengan alasan pencabutan dan diumumkan kepada publik. 3.2 Asas Media Sosial Faktual, yaitu informasi yang disampaikan melalui media sosial berlandaskan pada data dan fakta yang jelas dengan mempertimbangkan kepentingan umum; Keikutsertaan (participation) dan keterlibatan (engagement), yakni penyampaian informasi melalui media sosial yang diarahkan untuk mendorong keikutsertaan dan keterlibatan khalayak dengan cara memberikan komentar, tanggapan, dan masukan kepada Yayasan Darul Mukmin Karimun Karimun. Interaktif, yakni komunikasi yang dilakukan melalui media sosial bersifat dua arah; Harmonis, yaitu komunikasi melalui media sosial yang diarahkan untuk menciptakan hubungan sinergis yang saling menghargai, mendukung, dan menguntungkan di antara berbagai pihak yang terkait. Etis, yaitu pelaksanaan komunikasi melalui media sosial yang menerapkan perilaku sopan, sesuai dengan etika dan kode etik yang ditetapkan, serta tidak merugikan orang lain dan menimbulkan konflik Kesetaraan, yaitu terbina hubungan kerja yang baik dan setara antara Yayasan Darul Mukmin Karimun dan pemangku kepentingan. Profesional, yaitu pengelolaan media sosial yang mengutamakan keahlian berdasarkan keterampilan, pengalaman, dan konsistensi. Akuntabel, yaitu pemanfaatan media sosial yang dapat dipertanggungjawabkan. 3.3 Prinsip Media Sosial Kredibel, yakni menjaga krediblitas sehingga informasi yang disampaikan akurat, berimbang, dan keterwakilan. Integritas, yakni menunjukkan sikap jujur dan menjaga etika. Profesional, yakni memiliki pendidikan, keahlian, dan keterampilan di bidangnya.
12 PEDOMAN DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR CODE OF CONDUCT khusus untuk “Yayasan Darul Mukmin Karimun” MEDIA SOSIAL Paraf Direktur Paraf Pembina Responsif, yakni menanggapi masukan dengan cepat dan tepat. Integrasi, yakni menyelaraskan penggunaan media sosial dengan media komunikasi lainnya, baik yang berbasis internet (on-line) maupun yang tidak berbasis internet (offline). Keterwakilan, yakni pesan yang disampaikan mewakili kepentingan Yayasan, bukan kepentingan pribadi. 3.4 Etika Media Sosial Menjunjung tinggi kehormatan Yayasan Darul Mukmin Karimun Memiliki keahlian, kompetensi, objektivitas, kejujuran, dan integritas. Menjaga kerahasiaan informasi dan berita sesuai dengan petunjuk pimpinan Yayasan. Menegakkan etika yang berlaku agar tercipta citra dan reputasi Yayasan Darul Mukmin Karimun. Menghormati kode etik Keteknologi Informasian dan Visi Misi Yayasan. Menyampaikan dan menerima informasi publik yang benar, tepat, dan akurat. Menghargai, menghormati, dan membina solidaritas serta nama baik instansi dan perorangan. Melaksanakan keterbukaan informasi publik sesuai ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Tidak melakukan ghibah, fitnah dan penyebaran permusuhan. Tidak melakukan bullying, ujaran kebencian, dan permusuhan atas dasar suku, agama, ras, atau antar golongan. Tidak menyebarkan hoax serta informasi bohong meskipun dengan tujuan baik, seperti info tentang kematian orang yang masih hidup. Tidak menyebarkan materi pornografi, kemaksiatan, dan segala hal yang terlarang secara agama. Tidak menyebarkan konten yang benar tetapi tidak sesuai tempat dan/atau waktunya. Tidak memproduksi, menyebarkan dan/atau membuat dapat diaksesnya konten/informasi yang tidak benar kepada masyarakat. Tidak memproduksi dan/atau menyebarkan konten/informasi yang bertujuan untuk membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar, membangun opini agar seolah-olah berhasil dan sukses, dan tujuan menyembunyikan kebenaran serta menipu khalayak hukumnya haram. Tidak menyebarkan konten yang bersifat pribadi ke khalayak, padahal konten tersebut diketahui tidak patut untuk disebarkan ke publik. Aktivitas buzzer di media sosial yang menjadikan penyediaan informasi berisi hoax, ghibah, fitnah, namimah, bullying, aib, gosip, danhal-hal lain sejenis sebagai profesi untuk memperoleh keuntungan, baik ekonomi maupun non-ekonomi, hukumnya haram. Demikian juga orang yang menyuruh, mendukung, membantu, memanfaatkan jasa dan orang yang memfasilitasinya. Tidak menggunakan lagu-lagu yang mempunyai hak cipta. Perlindungan hak cipta terhadap penggunaan lagu-lagu sebagai suara latar dalam video di situs Youtube, telah diatur di dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, serta upaya hukum yang dapat dilakukan atas pelanggaran terhadap penggunaan lagu sebagai suara latar di dalam video yang akan di Upload di Sosial media.
13 PEDOMAN DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR CODE OF CONDUCT khusus untuk “Yayasan Darul Mukmin Karimun” MEDIA SOSIAL Paraf Direktur Paraf Pembina BAB 4 PENGELOLAAN PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL 4.1 Perencanaan Media Sosial Secara garis besar perencanaan media sosial dilakukan agar: Kualitas media sosial selalu terjaga. Meningkatkan dan menjaga stabilitas keteknologi Informasian dalam berkomunikasi dengan antar sesama karyawan, wali murid dan masyarakat serta dalam menghadapi tantangan distribusi berita. Menyiapkan staff Teknologi Informasi yang memiliki kompetensi dasar tinggi dalam menyebarkan berita terkait Visi dan Misi Yayasan serta kegiatan-kegiatan yang positif dan menjual maupun hal-hal lain terkait Yayasan Darul mukmin Karimun. 4.2 Kegiatan Media Sosial Kegiatan media sosial merupakan bagian terpadu dari aktivitas insan Yayasan baik Manajemen, Karyawan maupun peserta didik. Oleh karena itu, kegiatan tersebut harus diselaraskan dengan kebijakan dan ketentuan Yayasan, sehingga isi media sosial harus mencerminkan dengan visi dan misi Yayasan Darul Mukmin Karimun. Media sosial menggunakan akun resmi dari masing-masing unit kerja yang ada di lingkup Yayasan Darul Mukmin dengan penanggung jawab (administrator) pimpinan dari unit kerja tersebut (Yayasan sebagai induk media, TK, SD, SMP, TPQ, Boarding School dan Radio). Penanggung jawab berhak sepenuhnya untuk mengunggah informasi yang berkaitan dengan unitnya serta menanggapi atau menjawab komentar, pendapat, masukan, dan saran khalayak. Dalam pelaksanaan sehari-hari dapat ditunjuk petugas yang khusus mengelola media sosial unit yang bersangkutan. Tidak dibenarkan memiliki media sosial yang mengantasnamakan Yayasan Darul Mukmin Karimun dan dikelola secara pribadi. 4.3 Pemantauan dan Evaluasi Media Sosial Pemantauan media sosial dikenal juga dengan istilah penyimakan sosial (sosial listening). Kegiatan ini merupakan proses identifikasi dan penilaian mengenai persepsi khalayak terhadap Yayasan Darul Mukmin Karimun dengan menyimak semua percakapan khalayak di berbagai media sosial. Pemantauan dilakukan untuk mengukur dan menganalisis kecenderungan persepsi, opini, dan sikap khalayak terhadap YDMK. Pengukuran dan analisis tersebut dilakukan terus-menerus dan sewaktu-waktu (real time) sehingga Yayasan Darul Mukmin Karimun Karimun mampu memantau pergerakan naik atau turunnya kecenderungan persepsi, opini, dan sikap khalayak terhadap Yayasan Darul Mukmin Karimun. Pemantauan media sosial juga dilakukan dengan mengamati jumlah lalu-lintas percakapan (traffic), pengunjung (unique visitor), jumlah halaman yang disimak pengunjung (page view), komentar yang masuk ke media sosial yang digunakan, sifat komentar (positif, netral, dan negatif), serta komunikasi viral yang terjadi akibat penyampaian pesan melalui media sosial tersebut.
14 PEDOMAN DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR CODE OF CONDUCT khusus untuk “Yayasan Darul Mukmin Karimun” MEDIA SOSIAL Paraf Direktur Paraf Pembina Evaluasi terhadap kinerja media sosial meliputi aspek luas jangkauan yang tercipta, intensitas, kedalaman isi diskusi, dan masukan yang diperoleh. Evaluasi tersebut meliputi masukan (input), keluaran (output), hasil (outcome), dan manfaat (benefit). Setiap akhir semester kegiatan media sosial wajib dilaporkan kepada pimpinan unit dan diserahkan pada pimpinan Yayasan . Paling tidak laporan tersebut harus memuat sebagai berikut: o Gambaran umum layanan informasi dan berita melalui media sosial, o Jumlah khalayak, o Pembahasan isi pesan, o Komentar isi pesan o Jumlah sharing dan pesan yang dikirim, o Jumlah pesan yang diteruskan, o Jumlah pengikut (followers), o Kendala yang dihadapi, o Rekomendasi dan rencana tindak lanjut. 4.4 Keberlanjutan Tolok ukur keberlanjutan media komunitas adalah loyalitas yaitu, jumlah kunjungan kembali ke situs, jumlah pengikut (followers), royalti, dan tingkat keterlibatan (engagement) khalayak, yang ditandai dengan banyaknya iklan yang hadir di media soaial. Tingkat keberhasilan tersebut dapat diukur dengan menggunkan metode analisis penelusuran atau tracking analysis. Kebelanjutan media sosial merupakan salah satu indikator publisitas Yayasan Darul Mukmin Karimun di khalayak (publik), semakin besar jumlah pengikutnya maka semakin tinggi dan semakin baik publisitas Yayasan Darul Mukmin Karimun.
15 PEDOMAN DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR CODE OF CONDUCT khusus untuk “Yayasan Darul Mukmin Karimun” MEDIA SOSIAL Paraf Direktur Paraf Pembina BAB 5 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL Prosedur Publikasi di Media Sosial Publikasi Yayasan Darul Mukmin Karimun Kepada Masyarakat dilakukan melalui Teknologi Informasi. Publikasi Yayasan Darul Mukmin Karimun dapat dilakukan melalui: Instagram, Facebook, Twitter dan Youtube. Jenis publikasi yang dilakukan melalui Bagian Teknologi Informasi adalah : o Pengumuman, o Berbagai kegiatan di dalam dan luar kampus, o Informasi/berita umum Sumber isi berita sebagai publikasi Yayasan Darul Mukmin Karimun Karimun : Programprogram unit di Lingkungan Yayasan Darul Mukmin Karimun, Manajemen, Karyawan / Guru, dan semua yang terafiliasi dengan Yayasan Darul Mukmin Karimun Karimun. Kerjasama, kebijakan, perundangan baru tentang pendidikan atau hal lain yang perlu dipublikasikan kepada masyarakat. Isi berita disampaikan dan diperiksa terlebih dahulu melalui Teknologi Informasi sebelum dipublikasikan ke masyarakat. Setelah isi berita mendapatkan persetujuan dari Pimpinan Yayasan Darul Mukmin Karimun, maka ditentukan melalui media apa publikasi tersebut dipublikasikan. Teknologi Informasi akan menghubungi institusi yang berhubungan dengan publikasi yang telah ditentukan PROSES DAN TANGGUNG JAWAB (Proses unggah Konten) PROSES DAN TANGGUNG JAWAB (Proses Publikasi di Media Sosial)
16 PEDOMAN DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR CODE OF CONDUCT khusus untuk “Yayasan Darul Mukmin Karimun” MEDIA SOSIAL Paraf Direktur Paraf Pembina PROSES DAN TANGGUNG JAWAB (Proses Publikasi di Media Sosial )
17 PEDOMAN DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR CODE OF CONDUCT khusus untuk “Yayasan Darul Mukmin Karimun” MEDIA SOSIAL Paraf Direktur Paraf Pembina BAB 6 PENUTUP Yayasan Darul Mukmin Karimun Karimun (YDMKK) menyadari besarnya peranan teknologi media sosial dalam penyebaran informasi termasuk untuk mendukung tugas dan tanggungjawab selaku Yayasan Pendidikan. Namun demikian, YDMK pun menyadari bahwa teknologi media sosial dapat digunakan oleh pihak-pihak tertentu secara tidak bertanggung jawab, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Jika hal ini dibiarkan terjadi maka tentu dapat membawa dampak negatif bagi pengguna itu sendiri tapi juga secara tidak langsung bagi YDMK sebagai institusi di mana pengguna tersebut terafiliasi, baik sebagai Tenaga pendidik, tenaga kependidikan, Karyawan lainnya yang terafiliasi. Menyadari hal tersebut di atas, YDMK bertanggung jawab untuk memberikan panduan bagi seluruh Karyawan, Tenaga Pendidik, Tenaga Kependidikan dalam beraktivitas di media sosial secara sehat, positif dan bertanggungjawab. Panduan ini diarahkan sebagai acuan dalam menjalankan mekanisme pengelolaan media sosial serta menjadi acuan bagi pembuatan petunjuk melaksanaan/petunjuk teknis pengelolaan media sosial di Yayasan Darul Mukmin Karimun. Dengan adanya panduan pengguna media sosial ini, diharapkan dapat dicapai kesamaan pandang dalam penggunaan dan pengelolaan media sosial, sehingga media sosial sebagai teknologi jejaring digital tidak hanya digunakan untuk menyebarkan informasi tetapi juga dapat menjadi indikator dinamisasi dan kemajuan dari kehidupan di Lingkungan Yayasan Darul Mukmin Karimun. Semoga kebijakan panduan penggunaan media sosial ini dapat menjadi tolok ukur keberhasilan YDMK dalam mengelola penggunaan media sosial sebagai salah satu asset berharga dalam menunjang seluruh aktivitas pendidikannya. Masukan dan kritik membangun sangat diharapkan bagi penyempurnaan kebijakan penggunaan media sosial di lingkup Yayasan Darul Mukmin Karimun ini.