The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-BOOK OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by firsal278, 2021-06-21 21:55:04

E-BOOK OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI

E-BOOK OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI

Keywords: E-BOOK OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI

KATA PENGANTAR
Ungkapan puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami selaku penyelenggara NSPK
untuk Pengembangan Tata Guna Air (PTGA) dapat menyelesaikan penyusunan modul
ini dengan baik. Modul ini berisi pentingnya seorang Calon Instruktur PTGA memiliki
pemahaman dan kemampuan untuk melakukan bimbingan dalam kegiatan PTGA.
Berbeda dengan Direktorat yang menangani pembangunan, peningkatan dan rehabilitasi
jaringan irigasi, peran Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan lebih berperan dalam
penyiapan perangkat lunak / NSPK dan pembinaan penyelenggaraan Operasi dan
Pemeliharaan. Dalam memfasilitasi pembangunan infrastruktur publik dimaksud
dilakukan melalui dua hal, pembentukan iklim yang kondusif bagi investasi, dan
penyiapan kapasitas dan kompetensi berbagai komponen dalam industri konstruksi untuk
melaksanakan pembangunan tersebut. Hal tersebut telah kita ketahui semua bahwa
tuntutan publik atas layanan infrastruktur meningkat lebih cepat dibanding kemampuan
pemerintah menyediakan dana, sehingga untuk infrastruktur publik perlu dibiayai melalui
investasi swasta dengan pengaturan yang memadai, dimana motivasi swasta
berinvestasi sangat dipengaruhi oleh iklim berinvestasi yang kondusif baik dukungan
keamanan investasi dan pengembaliannya.
Pembuatan Modul ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan,
keahlian, keterampilan, dan sikap Calon Instruktur Pengembangan Tata Guna Air (PTGA)
di bidang pengelolaan irigasi, agar memiliki kompetensi dasar dalam memahami dan
mengetahui teknik dan tata melakukan bimbingan teknik dalam rangka pengelolaan
irigasi.
Kami menyadari bahwa modul ini masih ada kekurangan dan kelemahannya, baik pada
isi, bahasa, maupun penyajiannya. Kami sangat mengharapkan adanya tanggapan
berupa kritik dan saran guna penyempurnaan modul ini. Semoga modul ini bermanfaat
khususnya untuk calon pelatih PTGA.

2

DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Informasi Visual
Petunjuk Penggunaan Modul
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
B. Deskripsi Singkat
C. Tujuan Pembelajaran
D. Pengertian
E. Dasar Hukum
F. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok

Materi Pokok 1 : Konsep Dasar Operasi dan Pemeliharaan
A. Konsep Dasar
B. Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan
1.1. Kegiatan Operasi
1.2. Kegiatan Pemeliharaan

Materi Pokok 2 : Tata Cara Pelaksanaan Operasi Jaringan Irigasi
A. Perencanaan
B. Pelaksanaan
C. Pemanfaatan Sumber Lain
D. Monitoring dan Evaluasi

Materi Pokok 3 Tata Cara Pelaksanaan Pemeliharaan Jaringan Irigasi
A. Inventarisasi Jaringan Irigasi
B. Perencanaan Pemeliharaan
C. Pelaksanaan Pemeliharaan
D. Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan
E. Indikator Keberhasilan Kegiatan Pemeliharaan

Materi Pokok 4 Kelembagaan dan SDM Operasi dan Pemeliharaan
A. Tugas Pokok dan Fungsi Petugas Operasi dan Pemeliharaan
B. Kebutuhan Tenaga Pelaksana Operasi dan Pemeliharaan
C. Persyaratan Petugas Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi

3

PENUTUP
A. Rangkuman
B. Tindak Lanjut

DAFTAR PUSTAKA
GLOSARI
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Kelebihan dan kekurangan jenis sistem golongan
Tabel 4.1: Kriteria Petugas Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi

4

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

A. Petunjuk Bagi Peserta
Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal, dalam menggunakan modul
Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi, maka langkah-langkah yang perlu
dilaksanakan antara lain:
1) Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada
masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, peserta dapat
bertanya pada instruktur yang mengampu kegiatan belajar.
2) Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar
pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap
kegiatan belajar.
3) Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik, perhatikanlah hal-hal
berikut ini:
a. Perhatikan petunjuk-petunjuk yang berlaku.
b. Pahami setiap langkah kerja dengan baik.
4) Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan
belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada instruktur atau instruktur yang
mengampu kegiatan pembelajaran yang bersangkutan.

B. Petunjuk Bagi Instruktur
Dalam setiap kegiatan belajar instruktur berperan untuk:
1. Membantu peserta dalam merencanakan proses belajar.
2. Membimbing peserta melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap
belajar.
3. Membantu peserta dalam memahami konsep, praktik baru, dan menjawab
pertanyaan peserta mengenai proses belajar peserta.
4. Membantu peserta untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain
yang diperlukan untuk belajar.

5

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mempunyai tugas dan
tanggung jawab melaksanakan sebagian tugas umum Pemerintahan dan tugas
pembangunan dibidang ke-PUPR-an yang meliputi bidang Sumber Daya Manusia,
Sumber Daya Air, Bina Marga, Cipta Karya, Pengembangan Wilayah, Perumahan
Rakyat, Penelitian dan Pengembangan bidang PUPR dan Bina Konstruksi. Dalam
pembangunan infrastruktur bidang PUPR tersebut telah banyak dibangun berbagai
macam sarana prasarana fisik diseluruh wilayah Indonesia yang tujuannya untuk
mendukung sektor-sektor pembangunan lainnya agar dapat berkembang, bersinergi
sehingga perekonomian masyarakat akan meningkat dengan pesat yang pada
akhirnya kesejahteraan rakyat akan segera tercapai. Untuk dapat membentuk sosok
Pegawai Negeri Sipil/Petugas OP yang handal khususnya dalam penyelenggaraan
Operasi dan Pemeliharaan jaringan Irigasi, perlu dibuat modul-modul sebagai materi
pembinaan, pelatihan /bimbingan teknis sebgai upaya untuk peningkatan:

a. Sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada kepentingan
masyarakat, bangsa, Negara dan tanah air;

b. Kompetensi teknik, manajerial, dan atau kepemimpinannya;
c. Efisiensi, efektifitas dan kualitas pelaksanaan tugas yang dilakukan dengan

semangat kerjasama dan tanggung jawab sesuai dengan lingkungan kerja
organisasinya.
Pelatihan ini menguraikan tentang tata cara pelaksanaan kegiatan Operasi dan
Pemeliharaan Jaringan Irigasi

B. Deskripsi Singkat

Dalam proses pembelajaran operasi dan pemeliharaan terdiri dari 4 (empat) materi
pokok, yaitu konsep dasar O & P, Tata cara Pelaksanaan Kegiatan Operasi, Tata
Cara Pelaksanaan Kegiatan Pemeliharaan, dan Organisasi dan Sumber Daya
Manusia O & P. Metode yang dipakai dalam pembelajaran ini ialah ceramah dan
diskusi.

6

C. Tujuan Pembelajaran

1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mengikuti proses pembelajaran operasi dan pemeliharaan peserta
diharapkan mampu memahami Konsep dasar O & P, Tata cara Pelaksanaan
Kegiatan Operasi, Tata Cara Pelaksanaan Kegiatan Pemeliharaan, Kelembagaan
dan Sumber Daya Manusia O & P Jaringan Irigasi.

2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)

Setelah selesai mengikuti pembelajaran ini peserta dapat :

a. Memahami dan menjelaskan konsep dasar operasi dan pemeliharaan.
b. Memahami dan menjelaskan tata cara pelaksanaan operasi dan

pemeliharaan.
c. Menjelaskan secara sederhana tentang struktur organisasi / kelembagaan

O&P di Lapangan
d. Mengenal adanya blanko Operasi dan Pemeliharaan

D. Pengertian

1. Irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air irigasi untuk
menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa,
irigasi air bawah tanah, irigasi pompa, dan irigasi tambak.

2. Sistem irigasi meliputi prasarana irigasi, air irigasi, manajemen irigasi,
kelembagaan pengelolaan irigasi, dan sumber daya manusia.

3. Daerah irigasi adalah kesatuan lahan yang mendapat air dari satu jaringan irigasi.
4. Jaringan irigasi adalah saluran, bangunan, dan bangunan pelengkapnya yang

merupakan satu kesatuan yang diperlukan untuk penyediaan, pembagian,
pemberian, penggunaan, dan pembuangan air irigasi.
5. Jaringan irigasi primer adalah bagian dari jaringan irigasi yang terdiri dari
bangunan utama, saluran induk/primer, saluran pembuangannya, bangunan
bagi, bangunan bagisadap, bangunan sadap, dan bangunan pelengkapnya.
6. Jaringan irigasi sekunder adalah bagian dari jaringan irigasi yang terdiri dari
saluran sekunder, saluran pembuangannya, bangunan bagi, bangunan bagi-
sadap, bangunan sadap, dan bangunan pelengkapnya.

7

7. Jaringan irigasi tersier adalah jaringan irigasi yang berfungsi sebagai prasarana
pelayanan air irigasi dalam petak tersier yang terdiri dari saluran tersier, saluran
kuarter dan saluran pembuang, boks tersier, boks kuarter serta bangunan
pelengkapnya.

8. Jaringan irigasi air tanah adalah jaringan irigasi yang airnya berasal dari air
tanah, mulai dari sumur dan instalasi pompa sampai dengan saluran irigasi air
tanah termasuk bangunan di dalamnya.

9. Jaringan irigasi desa adalah jaringan irigasi yang dibangun dan dikelola oleh
masyarakat desa atau pemerintah desa.

10. Pengelolaan jaringan irigasi adalah kegiatan yang meliputi operasi,
pemeliharaan, dan rehabilitasi jaringan irigasi di daerah irigasi.

11. Operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi adalah serangkaian upaya pengaturan
air irigasi termasuk pembuangannya dan upaya menjaga serta mengamankan
jaringan irigasi agar selalu dapat berfungsi dengan baik.

12. Operasi jaringan irigasi adalah upaya pengaturan air irigasi dan
pembuangannya, termasuk kegiatan membuka-menutup pintu bangunan irigasi,
menyusun rencana tata tanam, menyusun sistem golongan, menyusun rencana
pembagian air, melaksanakan kalibrasi pintu/bangunan, mengumpulkan data,
memantau dan mengevaluasi.

13. Penyediaan air irigasi adalah penentuan volume air per satuan waktu yang
dialokasikan dari suatu sumber air untuk suatu daerah irigasi yang didasarkan
waktu, jumlah, dan mutu sesuai dengan kebutuhan untuk menunjang pertanian
dan keperluan lainnya.

14. Pengaturan air irigasi adalah kegiatan yang meliputi pembagian, pemberian, dan
penggunaan air irigasi.

15. Pembagian air irigasi adalah kegiatan membagi air di bangunan bagi dalam
jaringan primer dan/atau jaringan sekunder.

16. Pemberian air irigasi adalah kegiatan menyalurkan air dengan jumlah tertentu
dari jaringan primer atau jaringan sekunder ke petak tersier.

17. Penggunaan air irigasi adalah kegiatan memanfaatkan air dari petak tersier untuk
mengairi lahan pertanian pada saat diperlukan.

18. Pembuangan air irigasi, selanjutnya disebut drainase, adalah pengaliran
kelebihan air yang sudah tidak dipergunakan lagi pada suatu daerah irigasi
tertentu.

8

19. Pemeliharaan jaringan irigasi adalah upaya menjaga dan mengamankan jaringan
irigasi agar selalu dapat berfungsi dengan baik guna memperlancar pelaksanaan
operasi dan mempertahankan kelestariannya.


20. Pengamanan jaringan irigasi adalah upaya menjaga kondisi dan fungsi jaringan
irigasi serta mencegah terjadinya hal-hal yang merugikan terhadap jaringan dan
fasilitas jaringan, baik yang diakibatkan oleh ulah manusia, hewan, maupun
proses alami.


21. Perkumpulan petani pemakai air adalah kelembagaan pengelolaan irigasi yang
menjadi wadah petani pemakai air dalam suatu daerah pelayanan irigasi yang
dibentuk oleh petani pemakai air sendiri secara demokratis, termasuk lembaga
lokal pengelola irigasi.

22. Pemerintah pusat, selanjutnya disebut Pemerintah, adalah Presiden Republik
Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945.

23. Pemerintah provinsi adalah gubernur dan perangkat daerah provinsi lainnya
sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.

24. Pemerintah kabupaten/kota adalah bupati/walikota dan perangkat daerah
kabupten/kota lainnya sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.

25. Pemerintah desa adalah kepala desa dan perangkat desa lainnya sebagai unsur
penyelenggara pemerintahan desa.

26. Komisi irigasi provinsi adalah lembaga koordinasi dan komunikasi antara wakil
pemerintah provinsi, wakil perkumpulan petani pemakai air tingkat daerah irigasi,
wakil pengguna jaringan irigasi pada provinsi, dan wakil komisi irigasi
kabupaten/kota yang terkait.

27. Komisi irigasi kabupaten/kota adalah lembaga koordinasi dan komunikasi antara
wakil pemerintah kabupaten/kota, wakil perkumpulan petani pemakai air tingkat
daerah irigasi, dan wakil pengguna jaringan irigasi pada kabupaten/kota.

E. Dasar Hukum

1. UU No 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air;
2. INPRES No. 2 tahun 1984 tentang Pembinaan Perkumpulan Petani Pemakai Air

(P3A);
3. Permen PUPR No. 8/PRT/M/2015 tentang Penetapan Sempadan Jaringan Irigasi;

9


















































































Click to View FlipBook Version