PENGAMBILAN KEPUTUSAN
SEBAGAI PEMIMPIN
PEMBELAJARAN
Dyas Ayu Nur Anggraeni
CGP Angkatan 4
PERISTIWA (FACTS)
Pada Sekolah menengah Pertama terutama saat siswa kelas VIII merupakan saat siswa mengekspresikan
segala minat dan bakat siswa baik dalam bidang akdemik maupun non akademik. Demikian pula yang terjadi
di SMP N 1 Ngadirejo, banyak siswa kelas VIII yang mulai mengikuti berbagai kegiatan ekstra kurikuler dan
juga kegiatan pembinaan prestasi siswa.
Ada beberapa siswa bahkan mengikuti berbagai macam kelas pembinaan prestasi, dan kebetulan menonjol di
bidang Matematika, IPA dan Bahasa Inggris pas kebetulan juga siswa ini merupakan anggota pengurus OSIS.
Pada saat musim lomba seperti ini banyak siswa yang mulai mengususkan diri untuk mengikuti satu pembinaan
lomba agar dapat berprestasi di dalamnya. tersisa dua orang siswa yang masih kebingungan dengan pilihan
yang akan dibuat. Saya melihat keadaan ini kemudian berinisiatif untuk mengadakan coaching dengan siswa-
siswa ini. berusaha membantu mereka mencari solusi atas permasalahan yang dialami mereka...
PERISTIWA (FACTS)
Saat ber coaching, dua siswa ini mengemukakan alasannya tidak masuk dalam daftar siswa yang pembinaan
materi khusus bidang studi. satu anak mengemukakan alasan dia mampu tapi tidak menikmati kegiatan yang
terlalu banyak menguras otak, dia cenderung lebih suka kegiatan yang tidak terlalu berpikir dalam namun
masih mau berprestasi. Dia juga mengemukakan lebih tertarikpada kegiatan fisik dan organisasi yang ingin
lebih mendalami lagi. Solusi yang diperoleh dari hasil coaching dengan siswa ini, akhirnya siswa berkeputusan
untuk tetap mengikuti lomba-lomba yang menurutnya tidak terlalu berat, dan berjanji untuk berprestasi
didalamnya.
Pada kasus siswa yang kedua, siswa ini mengalami dilema etika terhadap kebijakan guru yang membina lomba
pada mata pelajaran yang diminati. Siswa ini cenderung merasa kalah dengan saingannya di bidang lomba dan
berniat untuk berpindah ke mata pelajaran lain yang juga diminatinya. Saat siswa ini meminta ijin untuk juga
berprestasi di bidang lain, ternyata tidak diperbolehkan dengan guru pengampu. Siswa ini menjadi kehilangan
semangat belajar dan keinginan berprestasi. .
PERISTIWA (FACTS)
Coaching yang saya lakukan pada siswa kedua berkisar tentang pemecahan masalah bagaimana
menumbuhkan kembali motivasi siswa untuk tidak putus asa, dalam pengambilan keputusan ini juga
menggunakan cara coaching dengan siswa tersebut. Dalam prosesnya siswa ini memang merasa kecewa
dengan keputusan yang menimpanya dan cenderung takut menyampaikan pada guru pengampu. Dia merasa
tidak diberi kesempatan untuk berprestasi di bidang-bidang lain yang juga dia sukai, lelah dan jadi malas
dalam belajar. Solusi yang diperoleh siswa adalah tetap menjalani pembinaan mata pelajaran namun juga
mengikuti berbagai macam lomba dari luar lingkungan sekolah maupun online. Dengan begitu siswa ini bisa
memperoleh hasil dari segala macam jenis lomba namun juga tidak meninggalkan pembinaan yang di sekolah.
Pada endingnya, kedua siswa ini memperoleh beberapa kejuaraan baik offline maupun online. .
Perasaan (Feeling)
Sebagai seorang guru dan pembina OSIS di sekolah, saya merasa
excited ketika bertemu siswa berbakat namun mengalami permasalahan
dalam menggapai prestasi, ada rasa bersalah ketika tidak mampu menjadi
teman yang baik dalam berdiskusi dan membantunya untuk menemukan
solusi permasalahan yang dihadapi.
Dalam kasus ini, saya cukup puas dengan solusi yang di peroleh siswa
dan bagaimana mereka bertanggung jawab dengan solusi yang dipilih
dengan
mempersembahkan beberapa piala dan piagam kejuaraan untuk sekolah
PEMBELAJARAN untuk siswa
(FINDING) ybtdbsaeaiainpgasggaalwaatiaimmdmikaiaa.enmnmtaBaibkeaiahmlgaampkrideeuemitrsnhioaakalnanebdagheamrapmsnkeiieankpmnaaepnmbdgupibaldaaeenedtmlinaakgajmeaampranausaentastkuliaeasklpahaatun.hetnuyytsdaaaaannnnnggg
untukSbdbmaapipedabylgayrdelleieadaaaaaimrmlbanikjmiamabetgajierusraamkiearshnnetdinaaesbsytedarniwabaknukriegma,eargaasmahpinaeiwuul.nnmbeltklagaeubaaangbisnsnnghueaigasssnnriswuadsauwnpiaknympdgaaagaeeennmmnngkgkbemepedaeermrpiberajliaaerabpnuddrjdukssatpaiaiaaeaarparntaknnkisongpapilsagnsa9eadyuwhnyaan.aaatsngle.nelgangasnDbjtneaSagaaagnoawsknnlrasyaaaygaaunyamhanbnakgg
AKSI NYATA 3.1 Kegiatan
PENERAPAN KE DEPAN
ke depan saya ingin merancang peraturan yang
(FUTURE) tepat untuk mewadahi siswa dalam berkegiatan.
saya akan mencoba berkomunikasi dengan beberapa
guru pengampu untuk memberi keleluasaan siswa
untuk memilih yang terbaik untuk dirinya.
Diri sendiri
Ke depan saya ingin menjadi seorang guru yang
lebih dekat dengan siswa dan mengerti kebutuhan
minat dan bakat siswa. sehingga saya bisa
membantu siswa untukmenjadi dirinya sendiri dan
mamp[u menggunakan minat dan bakatnya untuk
berprestasi.
PROSES COACHING DENGAN SISWA
PROSES COACHING DENGAN SISWA
PRESTASI SISWA
DOKUMENTASI KEGIATAN
Terima kasih!
Semoga bermanfaat !!