The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by fitrinrl28, 2021-12-14 09:55:06

Al-ibdal Al-Lughawy

Al-ibdal Al-Lughawy

AL-IBDAL AL-LUGHAWY

Makalah ini di buat untuk memenuhi tugas kelompok fiqh lughah
Disusun Oleh :

MUHAMMAD HUDA ALFIYAN
(2303419053)

BAHRUL FIKRI
(2303419042)

Dosen Pengampu : Muchlisin Nawawi,M.Pd, I

PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2021

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohim
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan segala berkah,hidayah

serta rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Al-
Ibdal Al-Lughawy”ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari dosen
kami, Ustadz Muchlisin Nawawi, M.Pd,I. pada mata kuliah Fiqh Lughoh (Filologi).
Makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang “Al-Ibdal Al-
Lughawy” bagi para pembaca dan penulis.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Ustadzah Ustadz Muchlisin Nawawi,
M.Pd,I.. selaku dosen Fiqh Lughoh (Filologi) yang telah memberikan tugas ini sehingga
dapat menambah wawasan dan pengetahuan kami.

Kami menyadari bahwa makalah yang kami susun ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan demi
kesempurnaan makalah ini.

Semarang, 1 November 2021

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................1

DAFTAR ISI.............................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................3

A. Latar Belakang...............................................................................3
B. RumusanMasalah...........................................................................3
C. Tujuan..........................................................................................4
D. Manfaat........................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN...............................................................................5
A. Definisi Al-Ibdal Al-Lughawy........................................................................5

B. Manfaat Penggunaan .....................................................5
C. Sebab-Sebab Terjadinya .........................................................6

D. Faktor-Faktor ...........................................6
E. Contoh-Contoh .............................................................8
BAB III PENUTUP...................................................................................10
A. Kesimpulan...................................................................................10 B.
Saran...........................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA................................................................................11

BAB 1
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Berbicara tentang al-qalbu dan al-ibda>l, dalam kajian bahasa, tidak bisa dipisahkan dari
pembahasan al-isytiqà>q, karena keduanya merupakan sub bagian dari al-isytiqà>q itu
sendiri. Isytiqa>q merupakan salah satu karakteristik bahasa Arab yang penting, bahkan
boleh jadi yang paling penting. Karena jarang ditemukan suatu kitab yang mengkaji tentang
bahasa Arab yang tidak memiliki pembahasan tersendiri masalah al-isytiqa>q1 Isytiqa>q
(derivation) memegang peranan penting dalam suatu bahasa, di samping untuk memperkaya
kosa-kata suatu bahasa, juga untuk memudahkan para penutur dalam berdialog antar satu
sama lain.

Pembahasan tentang isytiqà>q dalam bahasa Arab, sampai pada abad ke-4 hijriyah, masih
berkisar pada kata-kata yang bersesuaian secara lafal dan makna, disertai kesesuaian dalam
susunan huruf pokoknya, yang kemudian diistilahkan dengan isytiqà>q s}agì>r atau as}gar.

Namun, pada akhir-akhir abad ke-4, Ibn Jinni> menambahkan satu pembahasan lain yang
menjadikan pembolak-balikan huruf dari suatu lafal/kata (yang kemudian dikenal dengan al-
qalb) merupakan bagian dari isytiqà>q, dengan anggapan bahwa hasil dari pembolak-
balikan tersebut memiliki kesatuan makna secara umum, kemudian Muhammad ibn al-
Hasan al-Ha>timi> menambahkan satu bagian yang lain, yaitu ibda>l al-h}uru>f
(penggantian huruf) sebagai bagian dari isytiqà>q. Maka jadilah pembahasan al-isytiqà>q,
dalam us}u>l al-lugah, terbagi kepada tiga bagian: a) isytiqà>q s}agi>r atau as}gar atau
‘a>m, b) isytiqà>q kabi>r (disebut juga dengan al-qalb), dan c) isytiqà>q akbar (disebut
juga dengan al-ibda>l). Kemudian ahli bahasa modern menambahkan satu bagian keempat,
yang diistilahkan dengan isytiqà>q kubba>r (disebut juga dengan al- nah}t).

Adapun yang akan dibahas dalam makalah ini adalah isytiqaq dalam bentuk yang
Ketiga ialah al-ibdal

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian al-ibdal?

2. Apa saia macam-macam al-ibdal?

3. Apa saja contoh al-ibdal?

C. Tujuan penelitian

1. Untuk mengetahui pengertian al-ibdal?

2. Untuk mengetahui macam-macam al-ibdal?

3. Untuk mengetahui contoh-contoh al-ibdal?

D. Manfaat penelitian

Memberikan pengetahuan kepada pembaca tentang pengertian al-ibdal al-lughawy

,macam-macam al-ibdal al-lughawy,dan contoh al-ibdal al-lughawy dalam bahasa arab.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Al-Ibdal

Bentuk ketiga ini menurut Ibnu Jinni> belum ada pada masanya, kalau pun ada

namun belum populer. Karena bentuk isytiqa>q yang ada pada masa itu hanya ada dua yaitu; al-

isytiqa>q al-s}agi>r atau al-as}gar atau disebut juga al-isytiqa>q al-s}arfi> dan al- isytiqa>q al-

kabi>r (al-qalb).
Secara etimologi ‫الإبدال‬berasal dari kata ‫البدل‬yang berarti ( ‫الخلف والعوض‬peng- gantian)7. Adapun

menurut istilah ilmu bahasa adalah menempatkan suatu huruf di tempat huruf yang lain dalam satu

kata, atau adanya keterkaitan secara umum beberapa kelompok bunyi bahasa dengan beberapa

makna yang tidak terikat dengan bunyi itu sendiri, melainkan dengan urutan aslinya serta jenis yang

berada di bawahnya. Ketika salah satu dari kelompok bunyi bahasa itu ada dengan urutannya yang

asli, maka penghubung maknawi yang dimiliki secara bersama seharusnya berfungsi, sama adanya

ia tetap mempertahankan bunyinya sendiri, atau mengganti keseluruhan bunyinya atau sebagiannya,
dengan huruf-huruf lain yang memiliki kedekatan makhraj, atau yang ‫جزل‬dan ‫ نهق‬, ‫جزم‬dan ‫ دن‬, ‫نعق‬
dan ‫طن‬memiliki kesamaan dari berbagai segi. Misalnya; kata :serta adanya huruf dal mengganti
huruf ta’-ifti’al, seperti pada lafal , ‫الصراط‬dan ‫)ادْت عى‬.8 )‫ (قطع‬, ‫السراط‬yang aslinya adalah( ‫ادعى‬
Pengertian lain dari al-ibda>l yaitu suatu kata yang mempunyai kesesuaian dari :‫كشط‬segi makna
serta huruf-hurufnya, kecuali satu huruf, baik dari awalnya seperti kata :‫هدل الحمام‬atau di akhir kata,
seperti , ‫ هطن‬:‫هطل المطر‬atau pertengahannya, seperti kata ,‫قشط‬
‫هدر‬.9

B.Macam-Macam Al-Ibdal

a. Al-Ibda>l al-S{arfi>
Yang dimaksud dengan al-ibda>l al-s}arfi> yaitu menempatkan beberapa huruf tertentu di tempat
huruf yang lain, dengan tujuan untuk memudahkan atau meringankan penyebutan suatu lafal, atau
untuk membuat suatu kata sampai pada bentuk yang umum ,) (‫ص و م‬aslinya adalah ,) (‫صام‬digunakan.
Seperti mengganti huruf waw dengan alif pada kata atau mengganti huruf ta’ dengan t}a’ pada kata
( ,)‫اصطنع‬aslinya adalah ( .)‫اصتنع‬Para ahli sharaf memberi perhatian besar terhadap ibda>l jenis ini,
dan mereka berbeda pendapat mengenai jumlah hurufnya; ada yang mengatakan jumlahnya
sembilan huruf yang terhimpun dalam kalimat “ ,”‫هدأت مو ِطيا‬sedangkan menurut Sibawaihi 11
huru>f10, yang lainnya mengatakan 12 huruf yang terhimpun dalam kalimat “ ,”‫طال يوم أنجدته‬ada juga
mengatakan 14 huruf, dan ada juga yang mengatakan jumlahnya sebanyak 22 huruf.11

b.Al-Ibda>l al-Lughawi>

Bentuk ini memiliki cakupan lebih luas dibanding al-ibda>l al-s}arfi>, yaitu
mencakup huruf-huruf yang tidak dicakup oleh al-ibda>l al-s}arfi>.
Para ahli bahasa berbeda pendapat mengenai konotasi ibda>l jenis ini, sebagian di
antara mereka memperluas ruang lingkupnya dengan mengatakan bahwa, ibda>l jenis ini mencakup
seluruh huruf hijaiyah, dan sebagian yang lain memper-sempitnya denganmemberi syarat, yaitu
adanya huruf-huruf yang berurutan itu berdekatan makhraj-nya, dan adanya salah satu dari dua lafal
merupakan asal (pokok kata) dari lafal yang lainnya. Untuk era sekarang ini sangat sulit untuk bisa
menentukan yang mana kata asal : ‫الشازب – الشاسب ;طن – دن ;س ْقر – ص ْقر ;نعق – نهق‬dan yang mana kata
cabang, seperti pada kata meskipun ada kaedah-kaedah yang telah ditetapkan oleh para , ‫الجزم – الجزل‬
)‫(الأصل) ;(اليابس‬ahli bahasa untuk dapat membedakan hal tersebut. Akan tetapi Fu’ad Turziy
berpendapat

bahwa ibda>l haqi>qi> harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut
a) Adanya kedekatan makhraj bagi huruf-huruf yang letaknya berurutan.
b) Bersinonim atau menyerupai.
c) Adanya kedua lafal yang saling mengganti tersebut digunakan oleh suatu
kabilah yang sama.

1. Ibdal Sharfi

Yaitu mengganti fonem dengan fonem lain karena faktor artikulasi

(pengucapan). Dengan tujuan untuk mempermudah ucapan atau menyesuaikan

bentuk yang popular. Contoh :

‫ضرب – اضترب – اضطرب‬
‫صفا – اصتفى – اصطفى‬

2. Ibdal Lughawi

Yaitu mengganti fonem dengan fonem lain bukan karena faktor kesulitan

pengucapan. Contoh :

‫لثام و لفام‬
‫أرمد و أربد‬

3. Ibdal Lughawi Qiyasi

Yaitu apabila ada huruf ‫ع‬/ ‫غ‬/ ‫خ‬/ ‫ق‬/ ‫ط‬bertemu dengan huruf ‫س‬, maka boleh
diganti dengan huruf ‫ ص‬. Contoh :

‫ القعاص‬- ‫القعاس‬

C. Contoh-contoh Al-Ibdal
‘Ib‘Ibdal

Pengertian
Menurut Al Ghulayaini ‫الإبدال‬adalah
.‫ ووضع آخر مكانه‬,‫ال ِإبدال إِزالة حرف‬
‘Ibdal adalah menghilangkan satu huruf dan meletakkan huruf lain di tempatnya.
Menurut Fuad Nikmah ‫الإبدال‬adalah
‫الإبدال هو أًن ي ِحل حرف محل حرف آخر فِي ك ِلمة‬
‘Ibdal adalah suatu huruf yang menduduki tempat huruf lain dalam kata.

Perbedaan ‘ibdal dan ‘i’lal

‘Ibdal adalah perubahan huruf selain huruf ‘illah dalam suatu kata.
‘I’lal adalah perubahan huruf diantara huruf-huruf ‘illah dalam suatu kata.
Bentuk-bentuk ‘ibdal

Mengganti huruf waw dan ya’ dengan huruf hamzah, terdapat dalam keadaan berikut :
Jika kedua huruf tersebut terletak di ujung kata dan setelah alif zaidah.
Contoh : ‫دعاء‬dan ‫بناء‬

‫دعاو‬-‫يدعو‬-‫دعا‬

‫بناي‬-‫يب ِني‬-‫بنى‬

Apabila ditambahkan ha’ ta’nits untuk membedakan perempuan dan laik-laki, maka harus
tetap diganti hamzah.

Contoh :

‫بناءة و مشاءة‬

dengan penambahan tasydid dikarenakan mengikuti wazn shighah mubalaghah.

Contoh lainnya adalah

‫حمراء‬aslinya )‫حمرى (سكرى‬

Dengan menambahkan alif zaidah sebelum akhir, seperti penambahan pada ‫ ِكتاب‬dan , ‫غَلم‬
kemudian mengganti ‫ى‬menjadi hamzah, untuk memudahkan pengucapan dikarenakan
bertemunya dua sukun.

Ada beberapa pengecualian dalam hal ini :

Jika ketika waw atau ya’ terletak setelah alif yang bukan zaidah, maka tidak diganti.
Contoh : ‫آية و را ِوية‬

Apabila tidak berat dalam pengucapan
Contoh : ‫تعاون‬dan ‫تباين‬

2) Jika huruf waw dan ya’ terletak di ‘ain ism fa’il dan keduanya dii’lalkan ketika fi’l

Contoh : ‫قا ِئل‬dan ‫بائِع‬

‫ بائِع‬-‫باع (بيع) – بايِع‬ ‫ قا ِئل‬-‫قال (قول) – قا ِول‬

Kecuali
ketika huruf waw dan ya’ tidak dii’lalkan ketika di fi’l.

Contoh : ‫ع ِور‬dan ‫ع ِين‬

3) Huruf mad zaidah diganti hamzah apabila terletak pada posisi ketiga dalam wazn ‫مفا ِعل‬di
dalam ism shohih akhir.

Contoh : ‫ِقَلدة – قَل ِئد‬
‫ص ِحيفة – صحائِف‬
‫عجوز – عجائِز‬

Kecuali
yaitu jika waw/ya’ bukanlah huruf tambahan, maka tidak diganti hamzah

Contoh : ‫قسورة – قسا ِور‬
)‫مفازة – مفا ِوز(فاز‬
Kecuali jika memang sudah menjadi hal yang sering didengar maupun dihafal, seperti /‫منا ِئر‬

‫مصا ِوب‬/‫منا ِور مصائِب‬
Apabila di’i’ilalkan lam fi’lnya pada bentuk ini, maka jamaknya dibentuk berdasarkan wazn

( ‫فعالى‬menurut pendapat ahli nahwu kufi)

Contoh :
‫ق ِضية – قضايا‬
‫ِهراوة – ِهراوى‬

Dan wazn ‫فعا ِئل‬atas pendapat ahli nahwu Bahsra

Contoh :
‫خ ِطيئة – خطا ِيئ – خطايا‬
4) Apabila huruf alif terdapat di tengah dua waw/ya’ yang berada dalam wazn ‫مفا ِعل‬dan

terdapat pada ism shohih akhir. Maka huruf waw/ya’ yang kedua diganti dengan

Contoh : ‫أوائِل‬asalnya adalah ‫أوا ِول‬
‫سيائِد‬asalnya adalah ‫سيا ِود‬

Kecuali
Jika wazn ,‫مفا ِئيل‬maka huruf waw/ya’ tidak boleh diganti hamzah Contoh : ‫طاووس – طوا ِويس‬
Apabila lam fi’lnya dii’lalkan, maka jamaknya atas wazn

Contoh : ‫ر ِوية – روايا‬ ‫زا ِوية – زوايا‬

Asli dari kata ‫زوايا‬dan semisalnya adalah ‫زوايِي‬atas wazn . ‫فوا ِعل‬Dengan ya’ pertama
berharakat kasrah. Kemudian harakat kasrahnya diganti menjadi fathah, dan ya’ yang
kedua diganti alif karena huruf sebelumnya berharakat fathah.

5) Jika huruf waw berharokat dhammah terletak setelah huruf yang berharakat sukun atau
dhammah, maka boleh di ganti dengan hamzah dan boleh tetap.

Contoh : ‫أدؤر‬asalnya ‫أدور‬

‫حؤول‬asalnya ‫حوول‬

Keduanya boleh digunakan, tetapi yang pertama adalah yang paling afsah.

6) Apabila dalam sebuah kata diawali dengan dua huruf waw( ,)‫واو‬maka ‫واو‬yang pertama
diganti dengan hamzah, selama ‫واو‬yang kedua bukan pengganti dari .‫الف المفاعلة‬

Contoh : ‫أوا ِصل‬aslinya ‫ووا ِصل وول‬aslinya ‫أول‬

‫أوي ِعد‬aslinya ‫ووي ِعد‬

Apabila yang ‫واو‬kedua adalah pengganti dari .‫الف المفاعلة‬Maka tidak wajib diganti hamzah,
tapi diperbolehkan.

Contoh : bentuk majhul dari , ‫وارى‬boleh dibaca ‫و ِري‬

Dan boleh dibaca ‫أو ِري‬

Apabila fa’ fi’l dalam wazn ‫ ِإفتعل‬adalah waw/ya’ maka keduanya diganti dengan ta’. Begitu
juga dalam wazn ‫ِإف ِتعال‬

Contoh : ‫إِتصل‬aslinya ‫إِوتصل‬

‫ ِإتسر‬aslinya ‫ِإيتسر‬

Dengan syarat bahwa waw/ya’ disini bukanlah pengganti dari hamzah.

Contoh : ‫إِيتمر‬aslinya ‫إِئتمر‬

Sebagian Ahli Nahwu (yang beraliran Baghdad) membolehkan pergantiannya menjadi
hamzah. Contoh:

‫إِتكل – إِئتكل – أكل‬

‫إِتزر – إِيتزر – ِإزار‬

Apabila fa’ fi’l dalam wazn ‫إِفتعل‬adalah
= ‫ث‬maka ta’ dalam wazn ‫ ِإفتعل‬diganti menjadi ,‫ث‬yang kemudian keduanya diidgham
Contoh : ‫ِإثأر – ِإثتأر‬

,‫ ذ‬,‫د‬dan = ‫ز‬maka ta’ dalam wazn ‫إِفتعل‬diganti menjadi .‫د‬

Contoh : ‫دعا‬ – ‫ِإدعى – ِإدتعى‬

‫ِإذدكر – إِذتكر – ذكر‬

‫ِإزدهم – إِزتهم – زهم‬

= ‫ ظ‬,‫ ط‬,‫ ض‬,‫ص‬maka ta’ dalam wazn ‫ ِإفتعل‬diganti menjadi . ‫ط‬

Contoh : ‫ِإصتحب – ص ِحب‬ – ‫إِصطحب‬

‫إِضطرب – ِإضترب – ضرب‬

‫إِطلع – إِطتلع – طلع‬

‫إظطلم – ِإظتلم – ظلم‬

Diperbolehkan setelah pergantian ‫د‬dan ‫ط‬diidghamkan menjadi huruf yang sejenis seperti
huruf sebelumnya.

Contoh : ‫إِذكر‬

‫إِظلم‬

4. Apabila dalam wazn ,‫ تفعل‬,‫تفاعل‬dan ‫تفعلل‬fa’ fi’lnya adalah ,‫ ظ‬,‫ ط‬,‫ ض‬,‫ ص‬,‫ ز‬,‫ د‬,‫ ذ‬,‫ث‬maka ta’
dalam wazn ,‫ تفعل‬,‫تفاعل‬dan ‫تفعلل‬boleh diganti menjadi huruf yang sejenis dengan huruf
setelahnya.

Contoh :

‫اثاقل – تثاقل‬
‫اذكر – تذكر‬
‫ادثر – تدثر‬
‫ازين – تزين‬
‫اصبر – تصبر‬
‫اضرع – تضرع‬
‫اطرب – تطرب‬
‫اظلم – تظلم‬
Note: Hal ini dapat terjadi pada huruf selain huruf-huruf diatas.

Contoh :
‫اسمع – تسمع‬

‫اسابقوا – تسابقوا‬

Apabila terdapat ta’ yang berharakat sukun yang terletak sebelum dal ( ,)‫د‬maka harus diganti
dengan dal(.)‫د‬

Contoh : )‫ ِعدا ِن (جمع عتود‬aslinya adalah ‫ِعتدا ِن‬

Apabila terdapat nun sukun yang terletak setelah huruf ba’ atau mim, maka diganti menjadi
mim.

Contoh : ‫إِمحى‬aslinya ‫إِنمحى‬

‫سمبل‬aslinya ‫سنبل‬

Huruf mim ( )‫م‬pada kalimat ‫فم‬merupakan pengganti dari huruf waw( ,)‫و‬karena kata aslinya
adalah , ‫فوه‬jamak dari ‫أفواه‬yang kemudian huruf ‫ه‬nya dibuang, dan huruf waw diganti
dengan huruf mim. Apabila diidhafahkan maka kembali ke bentuk aslinya.

Contoh: ‫هذا فوك‬

Note: Boleh juga diidhafahkan dengan bentuk setelah diibdal.

Contoh: ‫هذا ف ُّمك‬dal

Menurut Al Ghulayaini ‫الإبدال‬adalah

.‫ ووضع آخر مكانه‬,‫ال ِإبدال ِإزالة حرف‬

‘Ibdal adalah menghilangkan satu huruf dan meletakkan huruf lain di tempatnya.

Menurut Fuad Nikmah ‫الإبدال‬adalah
‫الإبدال هو أًن ي ِحل حرف محل حرف آخر فِي ك ِلمة‬

‘Ibdal adalah suatu huruf yang menduduki tempat huruf lain dalam kata.

Perbedaan ‘ibdal dan ‘i’lal

‘Ibdal adalah perubahan huruf selain huruf ‘illah dalam suatu kata.
‘I’lal adalah perubahan huruf diantara huruf-huruf ‘illah dalam suatu kata.
Bentuk-bentuk ‘ibdal

Mengganti huruf waw dan ya’ dengan huruf hamzah, terdapat dalam keadaan berikut :

Jika kedua huruf tersebut terletak di ujung kata dan setelah alif zaidah.
Contoh : ‫دعاء‬dan ‫بناء‬

‫دعاو‬-‫يدعو‬-‫دعا‬

‫بناي‬-‫يب ِني‬-‫بنى‬

Apabila ditambahkan ha’ ta’nits untuk membedakan perempuan dan laik-laki, maka harus
tetap diganti hamzah.

Contoh :

‫بناءة و مشاءة‬

dengan penambahan tasydid dikarenakan mengikuti wazn shighah mubalaghah.

Contoh lainnya adalah

‫حمراء‬aslinya )‫حمرى (سكرى‬

Dengan menambahkan alif zaidah sebelum akhir, seperti penambahan pada ‫ ِكتاب‬dan , ‫غَلم‬
kemudian mengganti ‫ى‬menjadi hamzah, untuk memudahkan pengucapan dikarenakan
bertemunya dua sukun.

Ada beberapa pengecualian dalam hal ini :

Jika ketika waw atau ya’ terletak setelah alif yang bukan zaidah, maka tidak diganti.
Contoh : ‫آية و را ِوية‬

Apabila tidak berat dalam pengucapan
Contoh : ‫تعاون‬dan ‫تباين‬

2) Jika huruf waw dan ya’ terletak di ‘ain ism fa’il dan keduanya dii’lalkan ketika fi’l

Contoh : ‫قائِل‬dan ‫با ِئع‬

‫ با ِئع‬-‫باع (بيع) – با ِيع‬ ‫ قائِل‬-‫قال (قول) – قا ِول‬

Kecuali
ketika huruf waw dan ya’ tidak dii’lalkan ketika di fi’l.

Contoh : ‫ع ِور‬dan ‫عيِن‬

3) Huruf mad zaidah diganti hamzah apabila terletak pada posisi ketiga dalam wazn ‫مفا ِعل‬di
dalam ism shohih akhir.

Contoh : ‫ِقَلدة – قَلئِد‬
‫ص ِحيفة – صحائِف‬
‫عجوز – عجا ِئز‬

Kecuali
yaitu jika waw/ya’ bukanlah huruf tambahan, maka tidak diganti hamzah

Contoh : ‫قسورة – قسا ِور‬

)‫مفازة – مفا ِوز(فاز‬

Kecuali jika memang sudah menjadi hal yang sering didengar maupun dihafal, seperti /‫منا ِئر‬
‫مصا ِوب‬/‫منا ِور مصا ِئب‬

Apabila di’i’ilalkan lam fi’lnya pada bentuk ini, maka jamaknya dibentuk berdasarkan wazn
( ‫فعالى‬menurut pendapat ahli nahwu kufi)

Contoh :
‫ق ِضية – قضايا‬
‫ِهراوة – ِهراوى‬

Dan wazn ‫فعا ِئل‬atas pendapat ahli nahwu Bahsra

Contoh :

‫خ ِطيئة – خطايِئ – خطايا‬

4) Apabila huruf alif terdapat di tengah dua waw/ya’ yang berada dalam wazn ‫مفا ِعل‬dan
terdapat pada ism shohih akhir. Maka huruf waw/ya’ yang kedua diganti dengan

Contoh : ‫أوا ِئل‬asalnya adalah ‫أوا ِول‬
‫سيائِد‬asalnya adalah ‫سيا ِود‬

Kecuali
Jika wazn ,‫مفائِيل‬maka huruf waw/ya’ tidak boleh diganti hamzah Contoh : ‫طاووس – طوا ِويس‬
Apabila lam fi’lnya dii’lalkan, maka jamaknya atas wazn

Contoh : ‫ر ِوية – روايا‬ ‫زا ِوية – زوايا‬

Asli dari kata ‫زوايا‬dan semisalnya adalah ‫زوا ِيي‬atas wazn . ‫فوا ِعل‬Dengan ya’ pertama
berharakat kasrah. Kemudian harakat kasrahnya diganti menjadi fathah, dan ya’ yang
kedua diganti alif karena huruf sebelumnya berharakat fathah.

5) Jika huruf waw berharokat dhammah terletak setelah huruf yang berharakat sukun atau
dhammah, maka boleh di ganti dengan hamzah dan boleh tetap.

Contoh : ‫أدؤر‬asalnya ‫أدور‬

‫حؤول‬asalnya ‫حوول‬

Keduanya boleh digunakan, tetapi yang pertama adalah yang paling afsah.

6) Apabila dalam sebuah kata diawali dengan dua huruf waw( ,)‫واو‬maka ‫واو‬yang pertama
diganti dengan hamzah, selama ‫واو‬yang kedua bukan pengganti dari .‫الف المفاعلة‬

Contoh : ‫أوا ِصل‬aslinya ‫ووا ِصل وول‬aslinya ‫أول‬

‫أوي ِعد‬aslinya ‫ووي ِعد‬

Apabila yang ‫واو‬kedua adalah pengganti dari .‫الف المفاعلة‬Maka tidak wajib diganti hamzah,
tapi diperbolehkan.

Contoh : bentuk majhul dari , ‫وارى‬boleh dibaca ‫و ِري‬

Dan boleh dibaca ‫أو ِري‬

Apabila fa’ fi’l dalam wazn ‫ ِإفتعل‬adalah waw/ya’ maka keduanya diganti dengan ta’. Begitu
juga dalam wazn ‫إِفتِعال‬

Contoh : ‫إِتصل‬aslinya ‫ِإوتصل‬

‫إِتسر‬aslinya ‫ِإيتسر‬

Dengan syarat bahwa waw/ya’ disini bukanlah pengganti dari hamzah.

Contoh : ‫ ِإيتمر‬aslinya ‫إِئتمر‬

Sebagian Ahli Nahwu (yang beraliran Baghdad) membolehkan pergantiannya menjadi
hamzah. Contoh:

‫إِتكل – ِإئتكل – أكل‬

‫ِإتزر – إِيتزر – إِزار‬

Apabila fa’ fi’l dalam wazn ‫ ِإفتعل‬adalah
= ‫ث‬maka ta’ dalam wazn ‫ ِإفتعل‬diganti menjadi ,‫ث‬yang kemudian keduanya diidgham
Contoh : ‫ِإثأر – ِإثتأر‬

,‫ ذ‬,‫د‬dan = ‫ز‬maka ta’ dalam wazn ‫إِفتعل‬diganti menjadi .‫د‬

Contoh : ‫دعا‬ – ‫ِإدعى – إِدتعى‬

‫ِإذدكر – ِإذتكر – ذكر‬

‫ِإزدهم – إِزتهم – زهم‬

= ‫ ظ‬,‫ ط‬,‫ ض‬,‫ص‬maka ta’ dalam wazn ‫ ِإفتعل‬diganti menjadi . ‫ط‬

Contoh : ‫إِصتحب – ص ِحب‬ – ‫ِإصطحب‬

‫ِإضطرب – إِضترب – ضرب‬

‫إِطلع – إِطتلع – طلع‬

‫إظطلم – ِإظتلم – ظلم‬

Diperbolehkan setelah pergantian ‫د‬dan ‫ط‬diidghamkan menjadi huruf yang sejenis seperti
huruf sebelumnya.

Contoh : ‫إِذكر‬

‫إِظلم‬

4. Apabila dalam wazn ,‫ تفعل‬,‫تفاعل‬dan ‫تفعلل‬fa’ fi’lnya adalah ,‫ ظ‬,‫ ط‬,‫ ض‬,‫ ص‬,‫ ز‬,‫ د‬,‫ ذ‬,‫ث‬maka ta’
dalam wazn ,‫ تفعل‬,‫تفاعل‬dan ‫تفعلل‬boleh diganti menjadi huruf yang sejenis dengan huruf

setelahnya.

Contoh :

‫اثاقل – تثاقل‬
‫اذكر – تذكر‬
‫ادثر – تدثر‬
‫ازين – تزين‬
‫اصبر – تصبر‬
‫اضرع – تضرع‬
‫اطرب – تطرب‬
‫اظلم – تظلم‬
Note: Hal ini dapat terjadi pada huruf selain huruf-huruf diatas.

Contoh :
‫اسمع – تسمع‬

‫اسابقوا – تسابقوا‬

Apabila terdapat ta’ yang berharakat sukun yang terletak sebelum dal ( ,)‫د‬maka harus diganti
dengan dal(.)‫د‬

Contoh : )‫ ِعدا ِن (جمع عتود‬aslinya adalah ‫ِعتدا ِن‬

Apabila terdapat nun sukun yang terletak setelah huruf ba’ atau mim, maka diganti menjadi
mim.

Contoh : ‫ ِإمحى‬aslinya ‫إِنمحى‬

‫سمبل‬aslinya ‫سنبل‬

Huruf mim ( )‫م‬pada kalimat ‫فم‬merupakan pengganti dari huruf waw( ,)‫و‬karena kata aslinya
adalah , ‫فوه‬jamak dari ‫أفواه‬yang kemudian huruf ‫ه‬nya dibuang, dan huruf waw diganti
dengan huruf mim. Apabila diidhafahkan maka kembali ke bentuk aslinya.

Contoh: ‫هذا فوك‬

Note: Boleh juga diidhafahkan dengan bentuk setelah diibdal. Contoh: ‫هذا ف ُّمك‬

BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan

Ibdal adalah perubahan huruf selain huruf ‘illah dalam suatu kata.

I’lal adalah perubahan huruf diantara huruf-huruf ‘illah dalam suatu kata.
Bentuk-bentuk ‘ibdal

Mengganti huruf waw dan ya’ dengan huruf hamzah, terdapat dalam keadaan berikut :
Jika kedua huruf tersebut terletak di ujung kata dan setelah alif zaidah.

Yang dimaksud dengan al-qalb al-lughawi> adalah hubungan di antara dua kata, di mana salah
satunya berfungsi sebagai as}l (pokok kata) dan yang lainnya sebagai furu>‘ (cabang), serta
keduanya memiliki keserasian dalam bentuk lafal dan makna, meskipun susunan hurufnya tidak
sama. al-ibda>l yaitu suatu kata yang mempunyai kesesuaian dari segi makna serta susunan huruf-
hurufnya, kecuali berbeda pada satu huruf, baik dari awalnya, pertengahannya, atau di akhir kata.

B.Saran

Diharapkan pembaca bisa memahami makalah inin dan kami menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, sehingga kami menyarankan kepada
pembaca agar dapat memberikan kritikan dan saran untuk perbaikan makalah ini dimasa
mendatang nanti.

DAFTAR PUSTAKA

https://e-journal.my.id/onoma/article/download/1405/1142
http://lalaalbahrudien9.blogspot.com/2015/09/fiqh-al-lughah.html?m=1


Click to View FlipBook Version